INTERNET, E-COMMERCE, DAN DOTCOMS: PELUANG DAN TANTANGAN BAGI SARJANA ILMU KOMPUTER

Oleh

Dr. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc Pengajar Program Magister Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada e-mail:jazi@ugm.ac.id PENDAHULUAN
Istilah Internet, e-commerce, dan dotcom hampir setiap hari kita baca di media cetak, kita dengar lewat media elektronik (radio dan TV), dan seminar serta lokakarya di berbagai tempat banyak menyinggung ketiga istilah tersebut. Investor dan pialang bursa efek banyak memperbincangkan saham-saham perusahaan dotcom. Media cetak menyediakan kolom khusus untuk e-commerce. Bahkan banyak ditemui majalah dan tabloid yang khusus membahas teknologi Internet, sarana pendukungnya (PC, modem, Web design/authoring tools, Internet Service Providers, dsb.), serta peluang-peluang bisnis yang memanfaatkan Internet. Kota-kota pendidikan di mana terdapat konsentrasi mahasiswa yang tinggi (seperti Yogyakarta dan Semarang) dibanjiri oleh warung-warung Internet (warnet) yang menyediakan sarana Internet secara sewa, layaknya warung telekomunikasi (wartel). Di Yogyakarta sendiri ada setidaknya 50 buah warnet yang tersebar di area sekitar perguruanperguruan tinggi. Negroponte, profesor teknologi media pada Massachussets Institute of Technology, dalam bukunya Being Digital menyebut masa kini sebagai era ekonomi digital, yang menggantikan ekonomi atom. Dalam ekonomi masa lalu (ekonomi atom) harga suatu barang menjadi tinggi, bila barang tersebut langka (scarcity), sedangkan pada ekonomi digital harga suatu informasi menjadi tinggi bila informasi tersebut banyak (abundance). Internet telah merubah cara kita berbisnis, cara kita belajar/mengajar, dan cara kita hidup. Mahasiswa dan dosen rajin mengakses bahan-bahan kuliah yang dikoleksi oleh University of Texas at Austin, yakni The World Lecture Hall (http://www.utexas.edu/world/lecture). Mereka menjadi mahir memanfaatkan sarana

com b.pencarian informasi di Internet (searching engines) seperti yahoo. mail-order model: pembeli membeli barang dengan mengisi formulir. Pebisnis menangkap peluang menangguk untung melalui sarana Internet: Internet banking.com) sebagai pelanggan. Dana pelaksanaan kegiatan diperoleh dari iklan. Bila .amazon.com. Sebagai contoh adalah a. Contoh search engine www. Transplanted Real-World Business Models: yakni aktivitas bisnis yang secara alamiah berlangsung di dunia nyata dan telah ditransplantasikan ke Internet. Bahkan banyak dosen membuat mailing list untuk kuliah yang ia asuh. information portal untuk keagamaan yang menyediakan free Web hosting bagi lembaga-lembaga keagamaan. tetapi ia untung dari segi koleksi informasi. yakni aktivitas komersial yang terkait dengan penggunaan Internet.yahoo. TAKSONOMI E-COMMERCE Sebenarnya e-commerce tidak harus berlangsung di Internet. dsb. tingginya hit counter (cacah pengunjung/pengakses). dan mentransfer uang via bank. Contoh America on Line d. dan mau tidak mau perusahaan pada akhirnya akan memanfaatkan Internet dalam bisnisnya. Nampaknya portal rugi karena harus menyediakan infrastruktur (hard disk). Contoh toko buku Internet www. c. advertising-based model :penyelenggara menyediakan layanan/informasi gratis bagi pengunjung. E-commerce didefinisikan sebagai pelaksanaan bisnis dengan bantuan teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Information portals. mengirimkannya via pos. subcription model : pengguna jasa memperoleh informasi dengan cara mendaftar/membayar (www. Bisnis yang memanfaatkan Internet dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis: 1. hotbot. Internet mall. lycos. dsb.aol. altavista. free-trial model : penyelenggara menyediakan produk/layanan/informasi gratis bagi pengunjung tetapi dalam versi percobaan (belum versi lengkap). serta dari iklan (karena pengiklan hanya akan memasang iklan di homepage yang hit counternya tinggi). Kemudian ia menerima barang yang dikirm via pos. Bahkan sesuatu kegiatan yang nampaknya nirlaba di Internet dapat merupakan kegiatan yang mendatangkan untung. Dikenal pula istilah I-commerce. Oleh karena itu e-commerce lebih luas cakupannya. Misalnya. Mahasiswa dan dosen berkomunikasi via Internet menggunakan sarana e-mail.

domain names. Pada dasarkan Internet menyediakan informasi gratis. dsb. real-estate model : Seperti perusahaan real-estate menjual rumah.com harus membeli dari pemiliknya. Bila penulis ingin memperoleh domain www.com yang masih kosong dan bukan milik penulis. Apache Web Server.jazi. Dulu pemiliknya tentunya membeli domain ini dengan harga murah (mungkin US $100). h. Demikian pula software yang ada bug-nya perlu ditisik (patched). Ketika membeli. GNU. Di Internet ada www. mungkin dengan harga puluhan ribu US $.. ia akan membeli produk/layanan/informasi. c. Spam termasuk tidak sejalan dengan etika ber-Internet. Linux. Misalnya a. perl. anggota tidak membayar. f. dsb. b. kombinasi : tipe-tipe bisnis di atas dapat berlangsung dalam bentuk kombinasi. Native Internet Business Models: yakni aktivitas bisnis yang muncul karena adanya Internet.jazi. e. majordomo. menguruskan sertifikat tanah. g. direct marketing model : Penyedia produk/layanan/informasi sering memberikan secara membabibuta surat berisi info produk. freeware model : baynak software yang dapat didownload secara dratis misalnya Netscape. kecuali bila terlambat mengembalikan. Data ini kemudian dipakai untuk segmentasi konsumen. dsb. serta patches untuk software-software misalnya Microsoft. IMB. business to business : transaksi antara korporat i.pengunjung tertarik setelah mencoba. Versi Internetnya disebut spam. infromation barter model : pertukaran infromasi antar individu dan/atau oragnisasi . Ketika meminjam buku. Versi Internetnya adalah Web-based market research. umur. incentive scheme model : penyedia produk/layanan/informasi merangsang orang untuk membeli dengan iming-iming hadiah. pembeli diminta mengisi form isian berkaitan dengan misalnya penghasilan. library model : perpustakaan mensyaratkan kita menjadi anggota dengan membayar uang pendaftaran dan memperoleh kartu anggota perpustakaan. Patch berarti tisik mengambil analogi pakaian yang terkoyak perlu ditisik supaya tidak nampak. 2. versi Internetnya adalah Web hosting. yakni e-mail yang disebar ke user yang kira-kira akan tertarik. e-mail addresses.

ada resiko penerima mendapati cheque kosong. bank penerima. anonim. waktu pembayaran relatif terhadap waktu pembelian (pay in advance. Penjual dapat mengambil dana dari bank penerima setelah ada proses clearing . tetapi pihak pembayar harus mempunyai rekening bank. bank pembayar memverifikasi ketersediaan dana pada rekeing pembayar. digital product and digital delivery model : digital delivary tidak perlu melewati petugas customs. dan pihak toko/penjual. dan tidak praktis untuk nilai yang besar. tetapi biayanya dapat mahal (misalnya bila satu pihak di Yogya dan pihak lain di London. Sales Voucher dan memberikan pada penjual. bertemu di New York). debit card. Pembeli yang pemegang kartu bank dari bank pemberi kartu mengisi dan menandatangani antara bank pemberi dan bank penerima. cheque. Pembayaran dengan cash hanya cocok untuk transaksi yang nilainya kecil. Di antaranya adalah : cash (kontan). mendebitnya dan kemudian mentransfernya ke rekening pihak terbayar. direct debit. pembayaran terjamin. jarak fisik antara penjual dan pembeli. tidak memerlukan biaya transportasi yang besar. dan dapat dicuri/dirampok di jalan. e. dan proses clearing bisa memakan waktu. Metoda pembayaran dipengaruhi oleh : besarnya transaksi. pay now. interbank transfer. credit card. kedua pihak harus bertemu. access provision model : f. pay later). credit transfer (giro). tidak dapat diaudit. dan tradisi/kultur.d. dsb. Pembayaran dengan kartu bank menyangkut tiga institusi: bank pemberi kartu. serta tidak kena cekal. Web site hosting and other Internet services : AMANKAH BERBISNIS DI INTERNET? Secara konvensional. Pembayaran dengan cheque relatif aman. pembeli membayar barang yang dibelinya dari penjual dengan berbagai cara. dan perlu ada proses clearing. Pembayaran dengan giro mengharuskan kedua belah pihak memiliki rekening bank.

62 0 11.63 Giro D Debit 60. Untuk menjamin keamanan dapat dipakai berbagai metoda seperti : symmetric encryption.Tabel berikut melukiskan penggunaan berbagai metoda pembayaran pada negara-negara G-10 tahun 1996. non-repudiasi pesan pembayaran.82 9. secure hardware token. public key certificate. 1996) Country Belgium Canada France Germany Italy Netherlands Switzerland U.19 43. dan reliabilitas pembayaran.11 7. Keamanan transaksi menuntu adanya autentikasi. digital signature. Munculnya bisnis-bisnis baru di Internet juga memunculkan kebutuhan metoda baru dalam pembayaran.33 19. pauthentication protocol.59 6.07 0 0 0 0 E-commerce mensyaratkan dikembangkannya sarana pembayaran elektronik dengan tujuan peningkatan pembayaran jarak jauh via Internet.66 11.62 33. Pembayaran elektronik dapat dilakukan dengan bank card. dan electronic cheque yang mempersyaratkan adanya rekening.32 25. U. public key encryption.06 6. smart card. (Sumber : Bank for International Settlements. peningkatan efisiensi dan mengurangi ketidaknyamanan metoda pembayaran konvensional.S. Selain itu juga harus dijamin anonimitas pembayar.42 41.43 26.00 43.27 Other 0 0 10. dsb. konfidensialitas data pembayaran.A.16 15.18 40.66 38. Cheques 9.43 51.70 Cards 21. konfidensialitas. message digest.32 4. time stamp.20 8.73 8. transaksi tidak dapat dilacak. hash function. penurunan biaya.K.92 18.39 3. pseudonym.81 49. integritas.39 20.08 74. dan tingginya traceablity pada . otorisasi.78 18.20 1. selain itu ada metoda dematerialised money dan micropayment.88 21. Para pelaku e-commerce dan ahli-ahli komputer berusaha mengkompromikan antara resiko keamanan data yang rendah pada transaksi off-line (resiko keamanan data yang tinggi pada transaksi on-line).08 2. rendahnya biaya komunikasi pada transaksi on-line ( tingginya biaya komunikasi pada transaksi off-line).40 1.69 3.70 20. dan kesegaran pesan pembayaran.12 74.38 44.

mail order/ telephone order pada Internet : metoda pembayaran standar dapat dikembangkan di Internet dengan cara mengirimkan nomor kartu kredit pada saluran insecure. tetapi saat ini digunakan terutama untuk pembayaran kartu kredit di Internet. Pada 1996 ada 500.transaksi on-line (rendahnya traceability pada transaksi off-line) untuk memperoleh suatu sistem e-commerce yang secure. 1KP memiliki kelemahan tidak ada bukti asal atau integritas pesan baik dari penjual maupun pembeli. dan penjual diautentikasikan. Konsumen mengirim detail kartu kredit dan alamat e-mail ke FV. Penjual memforwardkannya ke pemilik kartu yang . Beberapa sarana pembayaran on-line yang sudah berkembang adalah: 1. Ini bukan suatu protokol pembayaran. SSL (Secure Socket Layer) : Dikembangkan oleh Netscape 1994 untuk aplikasi www. Resiko cukup besar terutama besarnya kemungkinan hacker memonitor traffic di Internet untuk mengetahui nomor kartu kredit. 2KP. via telepon. 4. 3KP adalah pendahulu SET. serta tidak ada link eksplisit antara delivery dengan financial settlement. 2. 5. Deatil kartu kredit diproteksi pada jalur komunikasi tetapi dapat terbaca oleh penjual. FV berhenti beroperasi 1998 3. iKP: protokol iKP ini dikembangkan oleh IBM Research Labs. Cybercash memenfaatkan software "dompet" khusus dan mengutip 2% komisi dari setiap transaksi 6. CyberCash dipakai untuk membeli barang di Internet. kemudian FV memberikan password yang dinamakan Virtual PIN. FV tidak menggunakan teknik crypto dan tidak memerlukan software khusus. iKP didasarkan pada public key cryptography dan dikenal ada 1KP. CyberCash : Dikembangkan Agustus 1994. VirtualPIN inilah yang digunakan di Internet. Komunikasi antara pembeli dan penjual diekripsikan. tahun 1994 dan dimaksudkan untuk pembayaran bernilai rendah dan untuk layanan virtual saja.000 salinan "dompet" dalam sirkulasi (dipakai oleh CompuServe dan America On Line). First Virtual : dikembangkan oleh First Virtual Holdings Inc. Software khusus yang berjalan pada client mengenkripsikan dan menandatangani nomor kartu kredit dan besarnya transaksi serta mengirimkannya ke penjual. Namun demikian popularitas metoda ini mengindikasikan bahwa manfaatnya masih melebihi resiko kecurangan yang mungkin. dan 3KP berdasarkan banyaknya pihak yang memiliki kunci publik. SET (Secure Electronic Transactions) : Komsumen memperoleh kunci tanda tangan dari pemberi kartu.

SET mempunyai keuntungan sertifikasi penjual dan pembeli dan bahwa nomor kartu kredit tidak diketahui oleh penjual. paling tidak menguasai salah satu bahasa pendukungnya misalnya Java. dua PTN yang masih beetahan dengan pola struktur program studi Ilmu Komputer di bawah Fakultas MIPA (UGM. Program studi Ilmu Komputer/ Teknik informatika merupakan salah satu program studi yang paling diminati dari sisi ratio penerimaan (sebagai contoh Ilmu Komputer UGM dalm UMPTN 2000 mempunyai peminat sekitar 2600 sedangkan daya tampung hanya 40 orang (1:65). NetBill. seperti halnya STIMIK AKI. Kini ada dua PTN yang memiliki Fakultas Ilmu Komputer (UI dan ITS). Dengan sendirinya persaingan di pasar kerja juga menjadi makin ketat. PTS bahkan memulainya lebih dahulu. Teknologi client/server.sebentar lagi barangkali UGM dan IPB juga akan membentuk fakultas Ilmu Komputer). Ini nampak dari iklan lapangan kerja di media massa. dsb. NetCheque. justru memiliki fleksibilitas dalam pengembangan muatan-muatan lokal yang mendukung kompetensi lulusan di bidang ecommerce. dan satu PTN dengan pola Teknik Informatika (ITB). Mondex. Delphi. IPB -. PTS.Kom) perlu memiliki kompetensi di antaranya 1. dan akan semakin banyak di masa-masa mendatang. sekalipun lapangan kerja sarjana ilmu komputer sangat luas. 7. ElectronicCheque. NetCash adalah berbagai metoda yang dikembangkan yang tidak mungkin dibahas dalam makalah ini satu persatu. . PERGURUAN TINGGI KOMPUTER MENYONGSONG ERA ECOMMERCE Perguruan tinggi komputer di Indonesia adalah boom. Perguruan Tinggi Negeri baru mengirim para dosen untuk belajar ilmu komputer ke luar negeri pada awal 1986 (penulis termasuk salah seorang yang memanfaatkan dana New S-1 Computer Science yang ketika itu dikelola oleh UI). Namun demikian STIMIK AKI tidak sendirian. Untuk dapat memasuki lapangan kerja. Web design. dan Web-based programming 2. Visual Basic.memproses transaksi melalui sistem kartu kredit dan memberikan otorisasi pada penjual. dikarenakan mungkin hambatan birokrasi pada institusi negeri. sarjana ilmu komputer (S. Hampir tiap PTS membuka program studi Teknik Informatika/Ilmu Komputer.

Pengetahuan aspek-aspek bisnis dan kewirausahaan. mau tidak mau kita harus menjawab tantangan ini.) 6. Teknologi Internet dari segi sistem dan infrastrukturnya 4. e-commerce. Tetapi di sini kita tidak punya pilihan. Di sisi lain ia adalah tantangan bagi kita semua. di antaranya adalah Linux. Komputer yang kita beli sekarang akan menjadi usang dalam 6 bulan ke depan. Kita tidak bisa membuang uang percuma. 3D Studi Max. agar survive di era teknologi informasi DAFTAR PUSTAKA . 7. Teknologi Multimedia dari pengetahuan tentang pernik-pernik berbagai format file hingga multimedia authoring (misalnya dengan Macromedia Director.3. untuk kemudian hanya menghasilkan sarjana ilmu komputer yang tidak mampu berkompetisi di pasar kerja. Sistem operasi di luar Windows. paling tidak bahasa Inggris. dan dotcom merupakan peluang bagi sarjana ilmu komputer. Untuk menghasilkan seorang sarjana ilmu komputer yang kompeten diperlukan dana tidak kurang dari 40 juta rupiah. KESIMPULAN Teknologi Internet. 5. Harus kita sadari bahwa pendidikan ilmu komputer merupakan pendidikan yang mahal. Teknologi komputer berkembang sangat cepat. Ketrampilan berbahasa asing. dsb.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful