Pemicu 6

DK 2

Anggota
Pria ‡ Yohanes Filem ‡ Benyamin H ‡ Aulia chandra dwi ‡ Indra Wijaya ‡ Hendri Wanita ‡ Rahmi dianty ‡ Vicky V.P.W. ‡ Lisa Kusumawati ‡ Erisa Herwinda S ‡ Sumarti Fina ‡ Devi A ‡ Mellita

‡ Perempuan datang dengan keluhan buang air besar encer disertai panas

KLARIFIKASI DAN DEFINISI

‡ BAB encer

Keyword ‡ Perempuan ‡ BAB encer ‡ Panas .

.Rumusan Masalah ‡ Seorang (anak) perempuan datang dengan keluhan BAB encer disertai panas.

Analisis Masalah Anak Perempuan Demam Diare Mual Muntah Nyeri abdomen Anamnesis Terapi cairan Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Lanjutan Terapi .

agak amis dan berlendir KU ± ± ± ± ± ± Apatis TD 100/80 HR 98x RR 32x Turgor kurang Ekstrimitas dingin .Data Tambahan ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Nyeri Abdomen (+) Demam dan Diare 2 hari BAB 8x/hari Terdapat darah pada feses.

‡ Pemeriksaan Feses : ± Leukosit (-) ± Amoeba (-) ± Shigella (+) .

.Hipotesis ‡ Perempuan ini mengalami dehidrasi berat karena disentri basiler yang disebabkan oleh shigella.

Learning Issue ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Diare Akut Disentri Tatalaksana Diare Dehidrasi Tatalaksana Dehidrasi .

DIARE AKUT .

bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering dari biasanya (tiga kali atau lebih) dalam satu hari.DEFINISI ‡ Berdasarkan definisi dari WHO (World Health Organization). DIARE AKUT adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair. yang berlangsung kurang dari 14 hari. .

DEFINISI2 y Menurut World Gastroenterology Organization Global Guidelines 2005. Sudoyo AW. Jakarta: PP IPD FKUI. diare akut didefinisikan sebagai pasase tinja yang cair/ lembek dengan jumlah lebih banyak dari normal. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III edisi IV. 2006. . et al. berlangsung kurang dari 14 hari.

parasit) Non infeksi Sudoyo AW.ETIOLOGI y Menurut World Gastroenterology Organization Global Guidelines 2005. . Jakarta: PP IPD FKUI. et al.virus. etiologi dibagi atas: Infeksi ( bakteri. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III edisi IV. 2006.

coli. x Enterotoksin menyebabkan kegiatan berlebihan nikotinamid adenin dinukleotid pada dinding sel usus.PATOGENESIS yInfeksi Tergantung dari kuman penyebabnya x Non-invasif x Toksinnya tidak merusak mukosa. cholerae. kation natrium dan kalium. Jakarta: PP IPD FKUI. . C. x Contoh: V. perfringens Sudoyo AW. Enterotoxigenic E. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III edisi IV. et al. ion bikarbonat. sehingga meningkatkan kadar siklik AMP dalam sel yang memicu sekresi anion klorida ke dalam lumen diikuti air. 2006.

± Inflamasi berat : Enteroinvasive E.PATOGENESIS2 ‡ Invasif ± Toksinnya merusak mukosa usus. Yersenia enterocolitica. Jakarta: PP IPD FKUI. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III edisi IV. . ± Dinding usus rusak (nekrosis dan ulserasi) ± Sifat diarenya sekretorik eksudatif (cairan diare dapat bercampur lendir dan darah) ± Inflamasi minimal: Rotavirus dan virus Norwalk ± Inflamasi variabel : Salmonella sp. et al. . 2006. C. perfringens tipe C Sudoyo AW. coli. Campylobacter sp. Shigella.

y Obat anti diare Loperamide Obat yang mengeraskan tinja: atapulgite Sudoyo AW. Jakarta: PP IPD FKUI. 2006. keripik) Minuman berkafein & alkohol harus dihindari krn meningkatkan motilitas dan sekresi usus. minuman tak ber-gas. . teh. makanan mudah cerna (pisang. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III edisi IV. nasi. et al.TATA LAKSANA y Rehidrasi y Diet Minum sari buah.

et al.TATA LAKSANA2 ‡ Obat anti mikroba ± Pengobatan empirik diindikasikan pada pasien yang diduga mengalami infeksi bakteri invasif. . Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III edisi IV. 2006. Jakarta: PP IPD FKUI. traveles s diarhea atau imunosupresif ‡ Berupa kuinolon (siprofloksasin 500 mg 2x sehari selama 5-7 hari) ± Baik terhadap bakteri patogen invasif ± Unutk profilaksis pada orang yang berpergian ke daerah resiko tinggi Sudoyo AW.

DISENTRI .

0 C). . ‡ Muntah-muntah. ‡ Sakit kram di perut dan sakit di anus saat BAB. pada permulaan sakit. ‡ Panas tinggi (39. kelihatan toksik. Pada disentri shigellosis. sakit kepala.Disentri basiler ‡ Diare mendadak yang disertai darah dan lendir dalam tinja.5 . letargi. ‡ Kadang-kadang disertai dengan gejala menyerupai ensefalitis dan sepsis (kejang. kaku kuduk. ‡ Anoreksia. dan setelah 12-72 jam sesudah permulaan sakit. halusinasi).40. didapatkan darah dan lendir dalam tinja. bisa terdapat diare encer tanpa darah dalam 6-24 jam pertama.

‡ Frekuensi BAB umumnya lebih sedikit daripada disentri basiler ( 10x/hari) ‡ Sakit perut hebat (kolik) ‡ Gejala konstitusional biasanya tidak ada (panas hanya ditemukan pada 1/3 kasus) ‡ Faktor-faktor penyebab penyakit diare: ‡ Tangan yang kotor ‡ Makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh virus dan bakteri ‡ Di tularkan oleh binatang peliharaan ‡ Kontak langsung dengan feses atau material lain yang menyebabkan diare ( cara membersihkan diri yang tidak benar saat keluar dari toilet ) .Disentri amoeba ‡ Diare disertai darah dan lendir dalam tinja.

‡ Bentuk histolitika (trofozoit) --> invasi ke sel epitel mukosa usus --> produksi enzim histolisin nekrosis jaringan mukosa usus --> invasi ke jaringan submukosa --> ulkus amoeba ulkus melebar dan saling berhubungan membentuk sinus-sinus submukosa --> kerusakan permukaan absorpsi malabsorpsi --> massa intraluminal --> tekanan osmotik intraluminal --> diare osmotik. .

Biasanya tinja berbau busuk. Pemeriksaan darah rutin: Leukositosis(5000-15000 sel/mm3) kadang-kadang di temukan leukopenia .darah fecal ‡ 2.xyloselysinedioxycholate (XLD ). Biakan tinja: Media agar macconkey. agar SS ‡ 3.‡ Diagnosis penyakit disentri dapat di tegakkan dengan pemeriksaan penunjang: ‡ 1. Pemeriksaan tinja ‡ Pemeriksaa inin merupakan pemeriksaan laboratorium yang sangat penting. Pemeriksaan ini meliputi : ± Makroskopis: Disentri amoeba dapat di tegakkan bila di temukan bentuk tropozoit dan kista dalam tinja ± Mikroskopis: Leukosit fecal (petanda adanya kolitis ).berlendir dan bercampur darah.

DEHIDRASI .

Definisi ‡ Keadaan dimana berkurangnya volume air tanpa eletrolit (natrium) atau berkurangnya air jauh melebihi berkurangnya natrium dari cairan sel. ‡ Akibatnya terjadi peningkatan natrium dalam ekstrasel sehingga cairan intrasel akan masuk ke ekstrasel (volume cairaan ekstrasel berkurang) ‡ Melibatkan pengurangan cairan intra dan ekstrasel secara bersamaan dimana 40% dari cairan yang hilang berasal dari ekstrasel dan 60% berasal dari intrasel .

‡ Akan terjadi hipernatremia karena cairan yang keluar atau hilang adalah cairan hipotonik ‡ Dehidrasi dapat terjadi pada keadaan keluarnya air melalui: ± Keringat ± Penguapan dari kulit ± Saluran intestinal ± Diabetes insipidus ± Diuresis osmotik .

‡ Dapat pula terjadi bila cairan ekstrasel masuk ke cairan intrasel berlebihan pada kejang akut atau ssetelah melakukan latihan berat ‡ Dapat pula terjadi apabila asupan caira natrium hipertonik yang berlebihan .

‡ Defisit cairan tubuh total dapat dihitung dengan rumus ‡ Untuk koreksi cairan. jenis cairan yang digunakan adalah dekstrosa isotonik ‡ Volume cairan yang dibutuhkan sesuai dengan rumus diatas ditambah dengan insensible water losses (40ml/jam)+ volume urin 24 jam + volume cairan yang keluar melalui saluran cerna .

Derajat Dehidrasi Menurut Keadaan Klinis ‡ Dehidrasi Ringan (hilang cairan 2-5% BB) ± Turgor kurang ± Suara serak ± Belum presyok ‡ Dehidrasi Sedang (hilang cairan 5-8%) ± ± ± ± ± Turgor buruk Suara serak Presyok atau syok Nadi cepat Napas cepat dan dalam .

‡ Dehidrasi Berat ± Tanda dehidrasi sedang ± Penurunan kesadaran (apatis sampai koma) ± Otot-otot kaku ± Sianosis .

‡Pembacaan tabel dari kanan ke kiri ‡Kesimpulan derajat dehidrasi ditentukan bila dijumpai 2 gejala/tanda .

REHIDRASI .

Definisi ‡ Rehidrasi adalah usaha mengembalikan ke keadaan hidrasi yang normal dari keadaan dehidrasi.1 Acute Diarrhea and Oral Rehydration . Diare merupakan penyakit tersering menyebabkan dehidrasi ‡ Diare menyebabkan kehilangan air dan elektrolit dalam jumlah besar. yang mana menghasilkan beban ginjal tinggi dan peningkatan kehingan air melalui urin. dan sering menyebabkan komplikasi berupa asidosis sistemik berat. ± 70-80% kehilangan air dan sodium sebanding dehidrasi isotonik ± 10-15% pasien dengan diare dehidrasi hiponatremia --> terjadi ketika jumlah besar eliktrolit (sodium) dibuang melalui feses ± 10-20% kehilangan sejumlah air dibanding kehilangan elektrolit dehidrasi hipernatremia Pasien diare diberikan larutan elektrolit buatan secara oral dengan konsentrasi garam tinggi atau ketika bayi diberikan susu skim panas. terutama sodium dan potasium. Sumber : Nelson edisi 19. 48.

100 mL/kg diatas 4 Sumber : Nelson edisi 19. ± Pada pasien dehidrasi ringan 50 mL/kg ORS (Oral Rehidration Solution) harus diberikan dalam 4 jam ± Pada pasien dehidrasi sedang . 48.‡ Panduan untuk rehidrasi oral.1 Acute Diarrhea and Oral Rehydration jam .

Komposisi dari larutan rehidrasi oral Larutan WHO Rehidralyde Pedialyte Pediatric Electrolite Infalyte Naturalyte Glu (mmol/L) 111 140 140 140 70* 140 Na (mEq/L) 90 75 45 45 50 45 K (mEq/L) 20 20 20 20 25 20 Cl (mEq/L) 80 65 35 35 45 35 Base (mEq/L) 30 30 30 48 34 48 Osmolality (mOsm/kg) 311 310 250 250 200 238 * Rice syrup solids are the carbohydrate source. 48.1 Acute Diarrhea and Oral Rehydration . Sumber : Nelson edisi 19.

Terapi defisit .

Pehitungan kekurangan air dan elektrolit ‡ Kehilangan air : ± Persentase dehidrasi X berat badan ‡ Kehilangan sodium : ± Persentase dehidrasi X 80 mEq/L ‡ Kehilangan Potasium : ± Persentase dehidrasi X 30 mEq/L Sumber : Nelson edisi 19.1 47 Deficit Therapy . 48.

Sumber : Nelson edisi 19.Tatalaksana cairan untuk Dehidrasi ‡ Kembalikan volume intravaskular : ± Normal saline: 20 mL/kg lebih dari 20 min (Ulangi hingga volume intravaskular kembali) bolus ‡ Perhitungan kebutuhan cairan 24 jam : ± Hitung air pemeliharaan ± Hitung kehilangan air ‡ Hitung kebutuhan elektrolit 24 jam : ± Hitung sodium dan potasium pemeliharaan ± Hitung kehilangan sodium dan potasium ‡ Pilih cairan tepat (berdasarkan total air dan elektrolit yang dibutuhkan) : ± Berikan setengan cairan yang telah dihitung selama 8 jam. pertama kurangi bolus dari jumlah ini ± Berikan cairan sisa 16 jam selanjutnya. 48.1 47 Deficit Therapy .

005) ‡ Pemeriksaan fisik : ± Berat badan ± Tanda klinis deplesi atau overload ‡ Elektrolit Sumber : Nelson edisi 19.Terapi monitoring ‡ Tanda Vital : ± Nadi ± Tekanan darah ‡ INTAKE dan OUTPUT : ± Keseimbangan cairan ± Jumlah urin dan Berat jenis urin (1. 48.1 47 Deficit Therapy .

Kecepatan tetesan ‡ Biasanya kehilangan cairan dapat dikoreksi 2 hari. per rectal atau infuse. ‡ Puruhito merumuskan secara sederhana : Sumber : Ilmu Penyakit Dalam jilid 1. dapat per oral. Rehidrasi . ‡ Setengah kebutuhan diberikan hari pertama.

Tatalaksana Dehidrasi Kasus Diare Anak .

tidak ada rasa haus Cekung Ingin minum terus.Derajat Dehidrasi Gejala/derajat dehidrasi Diare tanpa dehidrasi Diare dengan dehidrasi ringan/sedang Diare dengan dehidrasi berat Terdapat 2 tanda atau lebih Terdapat 2 tanda atau lebih Terdapat 2 tanda atau lebih Keadaan umum Baik.sadar Gelisah. ada rasa haus Cekung Malas minum Turgor Kembali segera Kembali lambat Kembali sangat lambat .lunglai/tidak sadar Mata Keinginan untuk minum Tidak cekung Normal.rewel Lesu.

Diare dengan dehidrasi berat: Rencana Terapi C . Diare tanpa dehidrasi: Rencana Terapi A 2. Diare dengan dehidrasi ringan/sedang: Rencana Terapi B 3.Rencana Terapi 1.

.Telah diobati dengan Rencana Terapi B atau C. BERI CAIRAN LEBIH BANYAK DARI BIASANYA Teruskan ASI lebih sering dan lebih lama Anak yang mendapat ASI eksklusif. tunggu 10 menit dan dilanjutkan sedikit demi sedikit. air tajin. dsb) Beri Oralit sampai diare berhenti. Anak harus diberi 6 bungkus oralit (200 ml) di rumah bila: .Tidak dapat kembali kepada petugas kesehatan jika diare memburuk.Umur < 1 tahun diberi 50-100 ml setiap kali berak . .Umur > 1 tahun diberi 100-200 ml setiap kali berak.RENCANA TERAPI A MENERANGKAN 5 LANGKAH TERAPI DIARE DI RUMAH 1. Ajari ibu cara mencampur dan memberikan oralit. air matang. . beri oralit atau air matang sebagai tambahan Anak yang tidak mendapat ASI eksklusif. beri susu yang biasa diminum dan oralit atau cairan rumah tangga sebagai tambahan (kuah sayur. Bila muntah.

Beri makan lebih sering dari biasanya dengan porsi lebih kecil (setiap 3-4 jam) Setelah diare berhenti. beri makanan yang sama dan makanan tambahan selama 2 minggu .Umur > 6 bulan diberi 20 mg (1 tablet) per hari. 3. Dapat diberikan dengan cara dikunyah atau dilarutkan dalam 1 sendok air matang atau ASI. BERI OBAT ZINC Beri Zinc 10 hari berturut-turut walaupun diare sudah berhenti.Umur < 6 bulan diberi 10 mg (1/2 tablet) per hari . air kelapa hijau.2. . BERI ANAK MAKANAN UNTUK MENCEGAH KURANG GIZI Beri makan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada waktu anak sehat Tambahkan 1-2 sendok teh minyak sayur setiap porsi makan Beri makanan kaya Kalium seperti sari buah segar. pisang.

ANTIBIOTIK HANYA DIBERIKAN SESUAI INDIKASI. KOLERA dll 5.4. MISAL: DISENTERI. NASIHATI IBU/ PENGASUH Untuk membawa anak kembali ke petugas kesehatan bila : Berak cair lebih sering Muntah berulang Sangat haus Makan dan minum sangat sedikit Timbul demam Berak berdarah Tidak membaik dalam 3 hari .

RENCANA TERAPI B ‡ UNTJUMLAH ORALIT YANG DIBERIKAN DALAM 3 JAM PERTAMA DI SARANA KESEHATAN ORALIT yang diberikan = 75 ml x BERAT BADAN anak Bila BB tidak diketahui berikan oralit sesuai tabel di bawah ini: Umur sampai 4 bulan 4-12 bulan 12-24 bulan 2-5 tahun Berat badan < 6 kg 6-10 kg 10-12 kg 12-19 kg Jumlah cairan 200-400 400-700 700-900 900-1400 .

tunda pemberian makan selama 3 jam kecuali ASI dan oralit Beri obat Zinc selama 10 hari berturut-turut . Untuk anak > 6 bulan. Bujuk ibu untuk meneruskan ASI.Bila anak menginginkan lebih banyak oralit. Untuk bayi < 6 bulan yang tidak mendapat ASI berikan juga 100-200 ml air masak selama masa ini. berikanlah.

Bila kelopak mata anak bengkak. . Periksa dari waktu ke waktu bila ada masalah. hentikan pemberian oralit dan berikan air masak atau ASI. Beri oralit sesuai Rencana Terapi A bila pembengkakan telah hilang. Berikan sedikit demi sedikit tapi sering dari gelas.AMATI ANAK DENGAN SEKSAMA DAN BANTU IBU MEMBERIKAN ORALIT: Tunjukkan jumlah cairan yang harus diberikan.

KEMUDIAN PILIH RENCANA TERAPI A. ganti ke Rencana Terapi A. NILAI KEMBALI ANAK MENGGUNAKAN BAGAN PENILAIAN. susu dan sari buah.SETELAH 3-4 JAM. B ATAU C UNTUK MELANJUTKAN TERAPI Bila tidak ada dehidrasi. Bila tanda menunjukkan dehidrasi berat. anak biasanya kencing kemudian mengantuk dan tidur. ulangi Rencana Terapi B Anak mulai diberi makanan. Bila dehidrasi telah hilang. ganti dengan Rencana Terapi C . Bila tanda menunjukkan dehidrasi ringan/ sedang.

BILA IBU HARUS PULANG SEBELUM SELESAI RENCANA TERAPI B Tunjukkan jumlah oralit yang harus dihabiskan dalam Terapi 3 jam di rumah. Berikan oralit 6 bungkus untuk persediaan di rumah Jelaskan 5 langkah Rencana Terapi A untuk mengobati anak di rumah .

Rencana Terapi C .

.

Dosis zinc(1 tablet= 20 mg) ‡ Umur < 6 bulan : ½ tablet/hari ‡ Umur u 6 bulan : 1 tablet/hari .

Kesimpulan ‡ Perempuan ini mengalami dehidrasi berat karena disentri basiler yang disebabkan oleh shigella. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful