SEJARAH LOKAL

OLEH: DRA EKO HERI WIDIASTUTI, M. HUM

LITERATUR : I Gede Widya, Sejarah Lokal dalam perspektif Pengajaran Sejarah F A Sutjipto, Beberapa tinjauan sejarah lokal Materi : 1. Pengertian dan ruang lingkup sejarah lokal 2. hubungan sejarah lokal dan sejarah nasional 3. tipe2 sejarah lokal 4. sejarah lokal dan tradisi lisan 5. sejarah lokal dan historiografi tradisional 6. foklore 7. sejarah lokal dalam pengajaran sejarah

Sartono Kartodirjo. dgn memfokuskan khusus daerah tsb. GM Travetiyah. 4. HPR Ifin Berg. Lokal di Indonesia tdk bisa lepas dari sumber sej yg berasal dari tradisi lisan sehingga tradisi lisan sangat mempengaruhi sej lokal di Indonesia. namun scr sederhana sejarah lokal dapat diartikan sebagai bentuk penulisan sej yg ruang lingkupnya terbatas meliputi lokasi ttt (penulis yg memberi batasan). sej lokal dianggap sbg suatu metode untuk memastikan fakta2 ttt sej. tergantung dari tujuan dan latar belakang penulisnya. Lokal bermacam-macam. sej lokal yaitu proses perkembangan keaktifan kemanusiaann di daerah tertentu .B Pugh. dengan harapan menemukan fakta2 baru.1. dianggap sbg suatu sej yg dibatasi ruang lingkupnya pd daerah geografis ttt yg relatif kecil. Ong Hok Ham. Communitas ( masyarakat) adl sejuml manusia yg menempati suatu daerah dg batas2 teritorial ttt serta terjalin dlm suatu pikiran dan tindakan shg merasa satu. Sej. 3. Pengertian dan ruan lingkup sejarah lokal Pengertian dari sejarah lokal bersifat tidak seragam. R. shg akan memperkaya sej. Sej Lokal belum ada rumusan yg pasti. Penulisan sej lokal sangat berkait dgn tradisi kesejarahan yg tumbuh dan melekat dlm suatu komunikasi yaitu tradisi kesejarahan baik bersifat lisan dan tulisan. sej lokal adl sej yg memfokuskan diri pada suatu daerah. Batasan lokal ini dikaitkan dgn unsur wilayah tradisi kesejarahan (cerita masa lalu dari masyarakat) Pendapat beberapa ahli ttg sej lokal 1. 5. artinya masing2 ahli mendefinisikan sej. sej lokal dianggap semacam pelabuhan kecil tempat seseorang hrs mendptkan keseimbangan sebelum mengarungi luasnya sejarah 2.

Lokal sering disebut dgn sej daerah. PENGERTIAN DIMENSI MAKRO DAN MIKRO DALAM SEJARAH Pemahaman thd dimensi makro dan mikro dimaksudkan dalam studi sej salah satu masalah yg dihadapi adalah kerangka peristiwa dalam scope spasial dan temporal. Menurut Jordan. neighboread (tetangga) lingkungan sekitar yaitu keseluruhan lingkungan sekitar yg berupa kesatuan wilayah spt desa. Sej Lokal dapat memperkaya khasanah penulisan sej Indonesia. kota kecil beserta institusi sosial dan budaya. Yg jadi masalah adl adat istiadat budaya kebiasaan2 (suku bangsa). Pokok perhatian adalah pada berbagai peristiwa2 yg dipelajari mrpkn hsl aktivitas manusia. Apapun batasan dari sej lokal . Pembatasan administrasi politik baru ada stl Ind merdeka. kecamatan. Di Indonesia ada 2 pembatasan sej lokal : 1. Pembatasan administratif politik Pembatasan etnis kultural wilayah tidak dapat ditentukan. mrpk pusat kisaran sejarahnya. Sejarah Lokal sangat penting terutamauntuk mengadakan koreksi thd generaliisasi yg sering dibuat dlm sej nasional. Pembatasan berdasarkan etnis kultural 2. Menurut Budi Santoso etno History diartikan sbg suatu rentetan kej / peristiwa di masa lalu ttg kondisi sosial yg menyatakan dirinya dipandang oleh orang lain sbg kel sosial lain. . ttp pengertian daerah perlu diperhatikan karena pengertian daerah berdasarkan administratif politik dan kultural berbeda. sebab banyak bagian dari seluruh bgs Indonesia yg tak dpt dibayangkanbahkan tdk dpt dihayati dgn baik. AB Lapian. Sejarah Daerah lebih berdasarkan administratif politik.Sej lokal di Indonesia adl kejadian yg terjadi di wil Indonesia. penulisansejarah lokal sangat bermanfaat. Hubungan wil merup subordinasi (saling berhubungan) Sej. Pembatasan berdasarkan etnis kultural sering disebut etnohistory.Pengakuan daerah ada pada dirinya. kabupaten. krn kurangnya pemahaman dari latar belakang dari peristiwa yg digambarkan.

Pemusatan perhatian shg ditttkan batas2nya untuk dapat menentukan btas2 yg tepat maka perlu dibedakan antara kejadian biasa dan istimewa (history).. krn kesatuan sej saling mengkait . Para ahli filsafat spekulatif lebih cenderung pada dimensi makro... Cara lain untuk mendasari kategori peristiwa sejarah yaitu dengan cara melihat unit sej. Menurut Sartono Kartodirjo yg dimaksud unit sej mengandung arti sbg suatu bag dari pengetahuan sej yg mempengaruhi suatu kategori serta . Sej mikro menurut sej praktis lebih menekankan pada realitas2 yg bersifat unik/khusus. shg terjadi penyempitan..Sedangkan sejarawan yg modern/praktis yg biasa melakukan penelitian condong pada sej mikro. Dimensi Mikro terjadi krn komplek dgn persoalan yg terjadi akibat aktivitas manusia . Penyempitan yg terjadi dalam kajisan ssejarah disebut dimensi mikro.yg dpt dipahami. Dimensi yg sifatna luas disebut dimensi makro. betapapun tingginya kesadaran kita ttg keuniversalan umat manusia. topik dipasangkan dengan scope temporal. B. Problem berupa tema. maka perhatian pada hal2 yg bersifat khusus akan lebih menjelaskan pada sasaran penulisannya. HUBUNGAN SEJARAH LOKAL DALAM SEJARAH NASIONAL INDONESIA Di era modern sifat kelokalan semakin berkurang akibatnya sejarah lokal semakin melebar. Menurut Taufiq Abdullah. . lokalitas atau lingkungan terbatas tdk bisa dipisahkan dari lingkungan yg lebih besar. Kesatuan waktu yg berkaitan dg sej yaitu periodesasi.. Men Fin Berg : lingkungan2 sej yg paling sempit sampai yg paling luas pada hakekatnya mrpkn serangkaian lingkaran konsentris (artinya: tidak ada batasan yg tegas antara sejarah lokal dan sej nasional) Menurut Yordan. Kesatuan tempat sbg dasar untuk membatasi ruang lingkup kajiannya. Kondisi ini menandakan bahwa sej lokal mrpkn sej otonom krn sifat kelokalannya yg berbeda untuk terjadinya pelebaran krn peristiwa di suatu lokal dipengaruhi lokal2 di sekitarnya. pusat perhatiannya semakin mengarah ke regional..

Upaya mengembangkan tipe sej lokal untuk menumbuhkan saling pengertian antar berbagai pihak. tdk bisa dipisahkan secara tegas.TIPE2 PENULISAN SEJARAH LOKAL Munculnya tipe2 sej lokal ada beberapa kriteria yg digunakan penulis berdasarkan tujuan. sej lokal diangkat ke sej nasional : 1. sejauh mana daerah tertentu berperan dan berelasi dengan daerah2 lain 2. apakah fokus penelitian ditujukan pada aspek ttt (sej lokal). tp fokus penelitiannya bersifat nasional/ detail itu cukup pada tingkat nasional mrpkn sej nasional. pendekatan metodologi serta aspek2 yg dijadikan sasaran. Biasanya . Peristiwa2 di tk lokal pasti dipengaruhi peristiwa nasional maupun internasional. BEBERAPA TIPE PENULISAN SEJ LOKAL: 1. Sifat dari tipologi ini mudah dikenali lewatpengelompokan etnis. krn sej lokal mempunyai realita sej sendiri yg hanya dimengerti lokal tsb dan hubungan lokal dan nasional berbeda-beda. Ada 2 kategori. Keterkaitan antara sej nasional dg sej lokal jangan diartikan bahwa sej nasional mrpkn gabungan sej lokal. Namun dmkian penulisan dejaarah lokal ingin memberikan gambaran/lukisan yg mendetaildari aspek2 kehidupan manusia di suatu lokasi ttt. Menurut Sartono Kartodirjo adanya kenyataan bahwa peristiwa sej yg besifat lokal sesungguhnya dapat mengerti dgn baik apabila dg sej nasional. C. SEJ LOKAL TRADISIONAL. Oleh karenanya dimensi mikro dan makro saling berkaitan. Kesimpulan : Penulisan sej baik yg sempit maupun yg besar tdk dpt dipisahkan. seberapa tinggi prestasi daerah sehingga memiliki gema (pengaruh) di daerah lain. Penulisan sej lokal yg tradisional mrpk hsl penyusunan sej berbagai kel etnis ( pengembangan tradisi lisan).latar belakang pendidikan. Jadi dapat disimpulkan betapa relatifnya lingkup sej lokal dan nasional Cara membedakan sej lokal dan nasional yg dpt membedakan adl tekanan yg diberikan oleh peneliti.Daerah : Kabupaten Regional: bebrapa kabupaten Kawasan: terdiri dari kabupaten dgn karakteristik yg sama. Sej Lokal yg tradisional tipologi sej lokal yg paling awal.

Hasilnya bersifat naratif kronologis. Pada umumnya sej lokal biasanya berupa laporan tahunan /Jarverslag dibuat dg sebenarbenarnya menyangkut kondite dari pejabat yg bersangkutan. berarti menyadari makna dari sejarahsbg ganbaran masa lalu yg penuh arti. sdgkan kata inspiratif menekankan pada daya gugah yg ditimbulkan untuk mempelajari sej ( muncul semangat mengembangkan potensi diri) Biasanya yg melakukan lembaga2. guna edukatif. Kata edukatif inspiratif dianggap sbg aspek penting. shg mampu menyusun sej dg baik. Karakteristik utama dari kategori ini adl penyusunnya pejabat2 kolonial misal residen. untuk memnuhi keingintahuan individu ( ttg lingkungannya). SEJ LOKAL YG EDUKATIF INSPIRATIF. Karena hasil tulisan untuk memnuhi kepentingan kolonial dan ada pada jaman kolonial. Dari sej dpt diambil nilai2. terutama pada sej lingkungannya dan menjadi pangkal dari kesadaran sej (nasionalisme). SEJ LOKAL KRITIS ANALITIS Sej lokal yg kritis analitis ini muncul stl sej sbg ilmu ( sdh dikenal metode penulisan sej) Karakteristik tulisan ini ada pembatasan masalah. Tulisan sej yg bersifat diletantis sangat penting sebab menggunakan sumber utam (primer) 3. 4. pejabat pribumi(bupati). ide2. Hal yg menarik adl tujuan penulisannya yaitu untuk memnuhi rasa estetis individu. Walaupun penulis peminat sej tapi dia mampu menggunakan sumber2 lokal. Setelah mengenal tulisan maka dibentuk dlm bentuk tulisan seperti babad. asisten residen.kelompok2 etnis berusaha membuat peristiwa yg tlah dialami oleh kelompoknya untuk menumbuhkan rasa bangga kelompok dan mengabadikan pengalaman2 masa lampau. penulisan sej lokal yg memfokuskan peristiwa ttt : evenemental ( studi sej lokal memfokuskan diri pada pleristiwa khusus) misal:pemberontakan petani di Banten ( Sartono) .hikayatdsb 2. 5. SEJARAH LOKAL KOLONIAL. SEJ LOKAL DILETANTIS. Adl jenis sej lokal yg memang disusun untuk mengembangkan kecintaan sejarah.Dapat digolongkan menjadi 4 : a.

Ttp sej lokal sifatnya otonom (berdiri sendiri). ada kata2 kiasan. Pada umumnya metode penelitian sej lokal sama dgn sej umumnya. memakai bahasa simblik. misal: provinsi. Tradisi lisan di barat sudah banyak yg ditulis . sej lokal yg menekankan pada struktur masyarakat studi sej umum yg bersifat komprehensif mrpkn pengembangan dari suatu wilayah. budaya) secara naluriah ingin mengetahui dan menjelaskan realita lingkungannya. sejarah lokal yg menekankan pada tema tertentu (bersifat tematik). HUBUNGAN SEJARAH LOKAL DENGAN TRADISI LISAN Tradisi lisan adalah ceritera yg berkembang dari mulut ke mulut yg sudah berkembang minimal 2 generasi. Tradisi lisan seringkali tidak bisa dilepaskan dari budaya suatu masyarakat. D. Menurut Sartono Kaartodirjo ” penulisan sejarah sebagai salah satu bentuk perwujudan debudayaan tidak dapat dipisahkan dari ehidupan kultur masyarakat (jadi senantiasa bergerak).Tradisi lisan di Indonesia dan Barat ada perbedaan. .kabupaten dan kota. baik yg sudah dialami maupun yg akan dialami. d. Realita ini yg dia tangkap lewat pancainderanya. tetapi untuk menggunakan sebagai sumber perlu keahlian khusus. akibatnya terus berkembang menyesuaikan dengan perkembangan manusia. Di Indonesia yang umum mengabadikan ceritera masa lalu lewat ceritera sehingga terjadi distorsi.. sehingga penulisan sejarah lokal di Indonesia sulit karena sumber2 tertullis dari suatu lokasi jarang ditemui. Sehingga untuk dapat menemukan fakta sejarahnya butuh keahlian. dimana sifat dan uraian isi dn bahasanya sering kali memerlukan kemampuan khusus untuk menafsirkan. sosial . Manusia yg hidup dalam suatu lingkungan (geografi. Mengapa? Sumber ini ditulis memakai bahasa ibu (daerah).b.. akibatnya pada ceritera ke sekian berbeda dengan yg awal. Tradisi lisan di Indonesia belum banyak ditulis. Namun di Indonesia ada juga sumber tertulis. misal bencana alam dsb. contoh ttg ekonomi dari satu aspek ttt c. artinya di Eropa sudah lama dikembangkan budaya menulis pengalaman2 yg dialami oleh satu kelompok. karena sumber itu tidak to the point .

disesuaikan dengan alam pikiran masyarakat saat itu ( ini dekat dg kekuatan kosmis – magis). adalah pesan2 verbal yg berupa pernyataan dari masa lalu de generasi berikutnya. Tokoh digambarkan sebagai orang sakti.Cara manusia dalam menjelaskan dan memahami lingkungan. Tetapi kondisi masyarakat demikian tetap dianggap sehingga menghasilkan mythe . Sebagai suatu aspek budaya maka kepentingan untuk menjelaskan / memahami lingkungn sekitarnya merupaan suatu usaha untuk memberikan pegangan pada masyarakat. Sehingga tradisi lisan berfungsi sebagai alat MNEMONIK yaitu usaha untuk merekam. menyusun dan menyampaikan pengetahuan demi pengajaran dan pewarisannya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Unsur2 penting dalam penulisan tradisi lisan menurut VAN SINAN. terutama pada generasi berikutnya. Contoh: riwayat suatu keluarga yg punya posisi penting yg diceritakan berulang untuk mengerti lingkungannya. Tetapi sebaliknya fakta2 yg terkandung semakin kabur karena diselimuti dengan hal2 yg gaib. 2.kentongan. legenda. Dan hal ini dilakukan tanpa disengaja. menyangkut pesan2 yg berupa pernyataan lisan yg diucapkan. Kisah ttg kejadian2 di sekitar kehidupan keluarga. Ada yg perlu diperhatikan : 1. petuah. dinyatakan/ disampaikan lewt musik (teri Kecak. Dalam menceritakan terpengaruh alam pikiran walaupun yg disajikan terkandung fakta2. Bagi masyarakat pendukungnya dianggap wajar karaen sesuai dg naluri untuk memenuhi kebanggaan kelompok. Isi ceritera tradisi lisan makin lama makin dibumbui oleh imbuhan2 yg disesuakan dg alam pemikiran magis relegius. macapat) tradisi ini berasal dari generasi sebelum generasi sekarang (di Indonesia 1 generasi setara 50 tahun) Tradisi lisan dapat dibedakan jenisnya: a. Jadi tradisi lidan sebagai alat untuk mewariskan dari generasi yg lalu. dianggap punya arti khusus bagi masyarakat. . hanya begitu saja. 3. tetapi dg cara ini pengalaman2 pada masa lalu terabaikan. Contoh: satu kelompok punya hari tabu b.

(ilmunya adl informasi ttg masa lampau) Yg termasuk trdisi lisan : Mythe/ mitos : suatu ceritera prosa subyektif yg benar2 terjadi..... Biasanya terpusat pada tokoh ttt d.... maka peranannya sebagai sumber sejarah sangat terbaatas. Legenda : suatu prosa rakyat yg dianggap benar2 terjadi..yg saling berhubungan tapi dalam tradisi lisan.... b.. menceritakan tindakan2 kepahlawanan yg mengagungkan bagi kelompoknya. tradisi lisan juga punya subyektifitas tinggi c.. prinsip ini dikaitkan dengan posisi. Ceritera kepahlawanan . Ada faktor positifnya yaitu: 1. Dasar hubungan sebab akibat adalah sistem kepercayaan. Tradisi lisan memuat informasi yg sangat luas ttg kehidupan suatu keluarga . Ceritera dongeng.. . Sedangkan konsep waktu modern yaitu kronologis..c. Pendukungnya adalah dewa dan terjadi jauh sebelum manusia.. tapi tokohnya ½ dewa ... 3. Konsep waktu yg berbeda dg konsep waktu modern. ini ditarik dalam satu baris jadi penyebab tunggal..... Konsep kausalitas..... maka sifatnya fiksi.. fungsinya hanya untuk hiburan. peristiwa belum jauh dari manusia Dongeng : betul2 fiktif hanya sebagai hiburan. Konsep waktu dari tradisi lisan berkembang pertama kali dari hal yg besifat kosmis magis. konsep waktu. dalam sejarah modern.... Tradisi lisan punya arti penting dalam usaha merekonstruksi masa lalu suatu masyarakat. Jadi waktu bagi tradisi lisan adal pergeseran dari satu posisi ke posisi lain dan kembali ke posisi semula. subyektifitas. istimewanya sifat informasinya berasal dari dalam 2. Keterbatasan2 itu ialah : a... Tradisi lisan dianggap suatu historiologi masa lampau.. Karena tradisi lisan merupakan bagian foklore. Tradisi lisan sering dihubungan foklore karena punya ciri2 yg sma tapi lebih luas foklore.....

Punya ciri2 : historiografi tradisional merupaan bagian dari budaya masyarakat.SEJARAH LOKAL DAN HISTORIOGRAFI TRADISIONAL Historiografi tradisional adalah tradisi sejarah tertulis. dikenal adanya Babad. Hal ini tampak pada karya2 sejarah tradisional dimana kepercayaan pada kekuatan2 magis sering digambarkan dengan tokoh yg dikatakan bisa melakukan sihir.Tradisi lisan sangat penting dalam penulisan sej lokal karena sej lokal berasal . Menurut Brandes dalam naskah kuno sering terjadi pencampuradukan facta dan fiksi.Tambo. Karya sastra yg isinya mengandung isi sej maka diklasifikasikan sbg historiografi yg bersifat tradisional. sdgkan sumber sej tradisional : cenderung mengabaikan unsur2 factual krn dipengaruhi oleh kepercayaannya antara lain pada kekuatan2 sakti yg menjadi pangkal dari berbagai peristiwa alam. Uraiannya pasti di awali asal – usul suatu wilayah. Hikayat . Sehingga dalam historiografi tradisional sering digambarkan berupa geneologi/silsilah.Maka salah satu karakteristik dari naskah2 kuno disebut sebagai risalah raja/COURT CRONICLES. beredar di suatu lokal yg terbatas. Sumber sej modern : factual. dalam bentuk prosa maupun puisi dan di Indonesia dalam berbagai bahasa daerah yg ada di Indonesia. karena merupakan perkembangan sistem budaya. Menurut Hussein Jayadiningrat: sastra kuno dapat dikatakan sebagai uraian sej artinya dalam naskah kuno itu terkandung unsur2 sejarah. Silsilah. Raja dianggap sebagai titisan dewa. Tradisi sej tertulis umumnya berwujud karya sastra. shg apabila dijadikan sumber sej tentu ada kesulitan2. Sifat kekuatan sakti ini bisa bekerja secara otomatis. . Kekuatan2 sakti/magis sering dihubungkan dg tokoh2/raja/penguasa dan ini menjadi pusat perhatian historiografi tradisional. Hanya untuk menggunakan tradisi lisan perlu kehati-hatian . untuk membedakan pada yg fiksi dan faktual. artinya ada usaha untuk menyampingkan gambar fiksi dari masa lalu dengan gambar yg nyata yg terjadi di masa yang akan datang. E. Karya sastra sejarah dipengaruhi oleh adanya kepercayaan kekuatan magis yg mempengaruhi segala sesuatu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful