P. 1
Tumor Retrobulbar

Tumor Retrobulbar

|Views: 1,206|Likes:
Published by Niky Rahal Merces

More info:

Published by: Niky Rahal Merces on Jan 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/15/2013

pdf

text

original

STATUS PASIEN

Identitas Pasien Nama Umur Jenis Kelamin No. RM Tanggal Masuk RS : : : : : Ny. Bia 40 tahun Perempuan 481867 13 Oktober 2011

KU: Penonjolan bola mata sebelah kiri AT: Dialami sejak 3 tahun yang lalu. Makin lama makin membesar dan mulai disertai nyeri pada mata sejak beberapa hari sebelum masuk rumah sakit. Nyeri kepala dirasakan sejak 1 tahun yang lalu pada kepala bagian kiri dan sifatnya hilang timbul. Penglihatan berkurang dirasakan sejak 2 hari yang lalu. Penglihatan ganda (-). Riwayat muntah (-) Riwayat keluarga menderita penyakit yang sama (-) Status Generalisata: sakit Sedang/ Gizi Cukup/ Sadar Status Vitalis : TD: 120/80 mmHg N: 84 x/menit P: 20 x/ menit S: afebris

Status Lokalis: Orbita Sinistra: I: Tampak mata membesar dan menonjol keluar, inflamasi (-) P: Teraba Massa Tumor (+), Nyeri tekan (+)

1

4 23.7 kontrol 12.96 X 106/uL 15.3 % 206 x 103/uL OS Laboratorium (05/10/2011) CT BT PT APTT Hasil 8’00” 2’00” 10.71 X 103/uL 4.Pergerakan Bola Mata T T T OD Pemeriksaan Laboratorium Lengkap Laboratorium Darah rutin (05/10/2011) WBC RBC HGB HCT PLT Hasil 8.85 mg/dl 18 u/l 26 u/l Laboratorium (05/10/2011) HBs Ag Anti HCV Rapid Test Hasil Positif Negaif 2 .3 g/dL 45.5 kontrol 25.9 Laboratorium Kimia Darah (05/10/2011) GDS Ureum Kreatinin GOT GPT Hasil 119 mg/dl 29 mg/dl 0.

Foto klinis CT scan Kepala Kesan: Massa intrakonal orbita kiri suspek glioma nervus optikus Diagnosis 3 .

Tumor Retrobulbar Sinistra Anjuran: CT Scan Kontras Rencana operasi craniectomy bedah mikro + tumor removal. 4 .

os. Nasal : os. saraf.TUMOR RETROBULBAR Pendahuluan Orbita secara anatomis merupakan struktur yang kompleks terdiri dari bola mata. Dinding orbita terdiri atas tulang : 1. ala magna os. Orbita merupakan kavitas yang terdiri dari struktur-struktur yang penting dalam fungsi ocular dan struktur tulang yang melindinginya. otototot ekstraokuler.Dinding lateral orbita membentuk sudut 45 derajat dengan dinding medialnya. Inferior : os. palatina 4. dan jaringan pengikat. lakrimal. Lateral : os. os. Orbita merupakan area yang kecil dengan sedikit ruang kosong sehingga jika terdapat massa (space occupying lesion) yang meningkatkan volume orbita akan bermanifestasi klinis sebagai proptosis dan terganggunya fungsi penglihatan dan fungsi otot ekstraokuler.frontal 2. glandula.frontal. fenoid 3. Etmoid 5 . Atap atau superior : os. zigomatik. Anatomi a. maksila. maksila. zigomatik. Rongga Orbita Rongga orbita yang berbentuk piramid ini terletak pada kedua sisi rongga hidung. os. jaringan limfe dan pembuluh darah. os. os.

Di dalam orbita. tulang etmoid. tulang maksila. Puncaknya adalah foramen optikum. Volume orbita dewasa kira-kira 30 cc dan bola mata hanya menempati sekitar 1/5 bagian ruangannya. margo marginalis. dan margo lateralis. 6 .Kelenjar makrinalis terdapat dalam fossa lakrimalis dibagian anterior atap orbita. dan dasarnya menghadap ke depan luar dan terbuka disebut aditus orbitae. sedangkan dari depan bola mata dilindungi oleh palpebra. Aditus orbitae berbentuk persegi empat dengan sudut-sudutnya membulat. sinus maksilaris di bawah. tulang zigoma. berakibat timbulnya fraktur “blow out” dengan herniasi isi orbita ke dalam antrum maksilaris. pembuluh darah. Lemak dan otot menempati bagian terbesarnya. Antara dinding medial dengan dasar orbita terdapat fossa sacci lacrimalis. Dasar orbita yang tipis mudah rusak oleh trauma langsung terhadap bola mata. dan tulang lakrimal. selain bola mata. dinding lateral. Antara dinding lateral dengan dasar orbita terdapat fissura orbitalis inferior. dan dinding bawah (dasar orbita). Infeksi dalam sinus sphenoidalis dan ethmoidalis dapat mengikis dinding medialnya yang setipis kertas (lamina papyracea) dan mengenai isi orbita. neurofibromatosis) dapat berakibat terlihatnya pulsasi pada bola mata yang berasal dari otak. dinding atas (atap orbita). Di sekitar orbita terdapat ronggarongga di dalam tulang-tulang tengkorak dan wajah. Orbita merupakan pelindung bola mata terhadap pengaruh dari dalam dan belakang. dan jaringan lemak. yaitu tulang frontal. Antara dinding medial dengan atap orbita terdapat foramen ethmoidalis anterius dan posterius. Sedangkan dinding-dindingnya meliputi dinding medial. Tulang-tulang yang membentuk orbita berjumlah 7 buah. syaraf. yang disebut sinus paranasalis. yang kesemuanya ini berguna untuk menyokong fungsi mata. tulang nasal. juga terdapat otot-otot ekstraokuler. Defek pada atapnya (misal. dan sinus ethmoidalis dan sphenoidalis di medial. tulang sphenoid. Orbita terletak di kanan dan kiri basis nasi (pangkal hidung). Antara dinding lateral (dinding temporal) dengan atap orbita terdapat fissura orbitalis superior. Orbita berhubungan dengan sinus frontalis di atas. jaringan ikat. Sisi-sisinya dibedakan menjadi margo supraorbitalis. Orbita berbentuk suatu rongga yang secara skematis digambarkan sebagai piramida yang berkonvergensi ke arah belakang. margo infraorbitalis.

Mempunyai aksi pergerakan miring dari troklea pada bola mata dengan kerja utama 7 . bekerja untuk menggerakkan mata keatas. berjalan menuju troklea dan dikatrol batik dan kemudian berjalan di atas otot rektus superior.1. Otot Oblik Inferior Oblik inferior mempunyai origo pada foss lakrimal tulang lakrimal. yang kemudian berinsersi pada sklera dibagian temporal belakang bola mata. dipersarafi saraf okulomotor. abduksi dan eksiklotorsi. Oblik superior dipersarafi saraf ke IV atau saraf troklear yang keluar dari bagian dorsal susunan saraf pusat. berinsersi pada sklera posterior 2 mm dari kedudukan makula. Otot Oblik Superior Oblik superior berorigo pada anulus Zinn dan ala parva tulang sfenodi di atas foramen optik. 2.

Otot Rektus Medius Rektus medius mempunyai origo pada anulus Zinn dan pembungkus dura saraf optik yang sering memberikan dan rasa sakit pada pergerakkan mata bila terdapat neuritis retrobulbar. Dengan pekerjaan menggerakkan mata terutama abduksi. berjalan antara oblik inferior dan bola mata atau sklera dan insersi 6 mm di belakang limbus yang pada persilangan dengan oblik inferior diikat kuat oleh ligamen Lockwood.terjadi bila sumbu aksi dan sumbu penglihatan search atau mata melihat ke arah nasal.aduksi.III. VI. Berfungsi menggerakkan bola mata untuk depresi (primer) terutama bila mata melihat ke nasal. terutama bila tidak melihat ke lateral .eksoklotorsi (gerak sekunder) . dan berinsersi 5 mm di belakang limbus. Rektus lateral dipersarafi oleh N. Otot Rektus Superior Rektus superior mempunyai origo pada anulus Zinn dekat fisura orbita superior beserta lapisan dura saraf optik yang akan memberikan rasa sakit pada pergerakkan bola mata bila terdapat neuritis retrobulbar. abduksi dan insiklotorsi. Rektus medius merupakan otot mata yang paling tebal dengan tendon terpendek. Otot Rektus Inferior Rektus inferior mempunyai origo pada anulus Zinn. 3. Fungsinya menggerakkan mata-elevasi. terutama bila mata melihat ke lateral : . Menggerakkan mata untuk aduksi (gerak primer). Otot Rektus Lateral Rektus lateral mempunyai origo pada anulus Zinn di atas dan di bawah foramen optik. Oblik superior merupakan otot penggerak mata yang terpanjang dan tertipis. Otot ini berinsersi 7 mm di belakang limbus dan dipersarafi cabang superior N. III Fungsi menggerakkan mata . Rektus inferior dipersarafi oleh n.insiklotorsi 8 . 6.aduksi (gerak sekunder) Rektus inferior membentuk sudut 23 derajat dengan sumbu penglihatan. 4.depresi (gerak primer) . 5.

pseudotumour. lymphangioma and neurofibroma. lymphoma. Extraconal: tumour glandula lacrimal (pleomorphic adenoma. haemangiopericytoma. Intrakonal: glioma. haemangioma cavernous dan kapiler. meningioma. (medcyclopedia) 9 . rhabdomyosarkoma dan metastasis. adenoid cystic cancer).Definisi Tumor Retrobulbar Tumor retrobulbar merupakan salah satu tumor orbital yang berlokasi di belakang bola mata. dermoid. Patologi Klasifikasi Tumor retrobulbar dapat dibagi menjadi intrakonal dan ekstrakonal tergantung letaknya di dalam atau di luar konus otot.

(comphrehensive opthm) 10 . 3. ditandai dengan axial proptosis unilateral yang bertahap dan tidak disertai nyeri. biasanya timbul dibawah usia 15 tahun. Biasanya tumor terletak dalam konus otot-otot retrobulbar. Glioma. Merupakan tumor orbita tersering pada anak-anak. Meningioma intracranial yang secara sekunder menginvasi orbita. Tumor biasanya terdapat pada kuadran superionasal tetapi dapat juga menginvasi bagian-bagian lain dari orbita. Invasi orbita dapat timbul melalui dasar fossa cranii anterior 5. b. Limphangioma adalah tumor yang jarang terjadi terlihat sebagai proptosis dengan progresifitas yang lambat pada remaja muda. Selama fase intadural. Pemeriksaan fundus dapat memperlihatkan adanya atropi dan edema papil saraf optik dan pembesaran vena. Mengakibatkan kehilangan penglihatan yang cepat disertai keterbatasan pergerakan bola mata atropi atau edema diskus optikus dan proptosis yang terjadi secara perlahan-lahan. Kadangkala dapat menekan nervus optikus tanpa proptosis. Dapat hadir sebagai tumor yang soliter atau sebagai bagian dari von recklinghausen’s neurofibromatosis. Merupakan tumor jinak intraorbita yang tersering pada orang dewasa. Terdapat proptosis yang progresif dan tiba-tiba onsetnya. Adanya opticocilliary shunt merupakan tanda patognomonik dari meningioma pembungkus nervus saraf optik. Sehingga bermanifestasi sebagai proptosis unilateral yang lambat pada dekade kedua sampai keeempat. Gambaran klinis mirip dengan proses inflamasi. 4. Proptosis yang paling berat karena rhabdomyosarcoma yang terletak di kuadran superonasal. Meningioma menginvasi orbita terdapat dua tipe : primer dan sekunder a.1. Meningioma intaorbital primer. merupakan tumor jinak yang berkembang dari astrosit. Biasanya muncul pada dekade pertama kehidupan. Meningioma adalah tumor invasif yang berasal dari villi arrachnoidal. Dikenal juga sebagai meningioma yang berasal dari pembungkus nervus saraf optik. Rhabdomyosarcoma adalah Tumor ganas dari orbita yang berasal dari otot extraokular. secara klinis sulit dibedakan dari glioma nervus optik. yang kemudian membentuk kista coklat yang dapat sembuh spontan. Perluasan intracranial dari glioma melalui canalis optik jarang terjadi. Hemangioma cavernous. Terkadang membesar sebagai akibat perdarahan spontan di dalam ruang vaskular. Gambaran klinis ditandai dengan hilangnya penglihatan. Meningioma sekunder. 2.

leukemia. 11 . chemosis. exorbitisme. medial atau lateral tergantung dari posisi lesi dalam orbita. Gejala klinis Penonjolan bola mata merupakan manifestasi klinis yang paling penting dan paling awal muncul pada tumor retrobulbar. Tumor juga bisa berasal dari metastasis Ca. karsinoma bronkhial. Penonjolan bola mata ini dikenal dengan proptosis atau exopthalmus. proptosis. Hipertelorisme. Nyeri dan diplopia juga dapat menjadi manifestasi klinis awal pada tumor retrobulbar. Karena letak lesi di dalam orbita. neuroblastoma pada anak-anak. Blepharoptosis. lagophtalmus adalah tanda-tanda yang harus dipertimbangkan selama pemeriksaan. Derajat exopthalmus bergantung dari derajat tumor. Faktor sekunder tersebut antara lain kongesti orbita akibat penekanan tumor pada vena-vena atau akibat proses inflamasi yang disebabkan oleh nekrosis tumor. Jika tumor menekan nervus optikus (Nervus II) dapat terjadi kehilangan penglihatan. Bola mata juga dapat terdorong ke arah superior. inferior. tumor testikuler. Penekanan tumor pada sclera juga dapat menyebabkan terjadinya hipermetropi dan mungkin juga dapat terjadi astigmatisme. Terdapat juga faktor sekunder yang juga dapat mempengaruhi derajat exopthalmus.6. bola mata terdorong ke depan dan pergerakan bola mata terbatas pada arah yang homolateral. sarkoma Ewing. lesi atau edema pada kelopak mata. edema pembuluh darah konjungtiva merupakan beberapa tanda-tanda lesi periorbital. mammae.

CT scan dapat memperlihatkan potongan aksial dan koronal dari jaringan lunak dan struktur-struktur tulang. tetapi CT Scan merupakan pemeriksaan yang lebih baik dalam memperlihatkan struktur-struktur tulang orbita. pemeriksaan penunjang. MRI dapat memperlihatkan resolusi jaringan lunak yang baik.Diagnosis Diagnosis tumor retrobulbar berdasarkan anamnesis. tumor vascular dan edema pembuluh darah. Metode ini penting dilakukan jika biopsy FNA tidak dapat memperoleh jaringan yang cukup untuk pemeriksaan histopatologi. Open biopsy dari tumor orbita merupakan metode yang umum digunakan dalam memperoleh jaringan dari lesi orbita. CT scan merupakan pemeriksaan radiologis utama dalam diagnosis tumor orbita. Penggunaan kontras dapat meperlihatkan adanya proses-proses inflamasi. Biopsi FNA dapat membedakan lesi benigna dan maligna dengan akurasi sebesar 95%. 12 . pemeriksaan fisis. Ultrasonografi ocular dapat digunakan untuk meperlihatkan lesi orbita di bagian anterior dan tengah. Ultrasonografi Doppler dapat digunakan untuk mengervaluasi pembuluh darah dan aliran darah orbita. Magnetic Resonance Imaging (MRI) dapat memperlihatkan gambaran 3 dimensi dapat meperlihatkan gambarran massa orbita dan jaringan-jaringan lunak. Pemeriksaan penunjang dalam mendiagnosis lesi orbita adalah biopsi Fine Needle Aspiration. Biopsy FNA beserta dengan penemuan klinis dan radiologis dapat mendiagnosis 80% kasus dengan tepat.

Lateral: untuk tumor yang terletak superior. Pendekatan operatif: lesi terbatas (misal karsinoma kelenjar lakrimal) memerlukan  Transkranial-frontal: untuk tumor dengan perluasan intrakranial atau terletak posterior dan medial dari saraf optik. Bila curiga. misalnya saraf optik. normal. EKSOFTALMOS ENDOKRIN Pasien tirotoksik dengan eksoftalmos bilateral tidak sulit untuk didiagnosis. proptosis dan khemosis akibat infiltrasi limfosit dan sel plasma pada berbagai struktur didalam orbit. tes stimulasi TRH mungkin membantu menegakkan diagnosis. retraksi kelopak. CT scan memperlihatkan lesi orbital difus. otot ekstra-okuler atau kelenjar lakrimal. dan oftalmoplegia mungkin terjadi unilateral dan dengan tiroksin dan triiodotironin serum 2. Limfoma juga bereaksi baik dengan khemoterapi. walau mungkin lebih dominan pada satu struktur. diperlukan biopsi. lateral. Tumor ganas: memerlukan biopsi dan radioterapi. Keadaan ini biasanya terjadi pada usia menengah dan jarang terjadi bilateral. Bila diagnostik tetap meragukan. Diagnosis Banding 1.Penatalaksanaan Tumor jinak: memerlukan eksisi. namun bila kehilangan penglihatan merupakan hasil yang tak dapat dihindarkan. PSEUDOTUMOR (GRANULOMA ORBITAL) Nyeri orbital tiba-tiba dengan pembengkakan kelopak. dipikirkan pendekatan konservatif. Bila gejala menetap. dengan edema kelopak yang jelas. lesinya akan berreaksi baik terhadap radioterapi. Terkadang reseksi radikal. Kebanyakan pasien memperlihatkan respons yang dramatis terhadap steroid. namun eksoftalmos endokrin. Pada 13 . atau inferior dari saraf optik.

beberapa pasien penyakitnya berlangsung terus dan menyebabkan ulserasi korneal. edema papil dan bahkan kebutaan. Pada keadaan ini dekompresi orbital sangat bermanfaat 14 .

Tumor Orbita 4. Mata Julig.com. waspadai kanker mata 9. http://www.parentsguide. Waspadai kanker mata 7. http://www. http://www. gejala awal kanker mata 6. Gambar eye movement. http://www.com/nc/neurosurgery/Orbita.pdpersi.ahmadfaried. http://cyberwoman. Tumor Orbita 5. Tumor retina 8. 15 .net. Jurnal retrobulbar tumor 3. Mata kian menonjol.co.cbn.id.Referensi 1.html.com.co.id. Emedicine 2.dexamedica.id. http://www.angelfire.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->