STRATEGI BELAJAR

Strategi belajar bersifat individual, artinya strategi belajar yang efektif bagi diri seseorang belum tentu efektif bagi orang lain. Untuk memperoleh strategi belajar efektif, seseorang perlu mengetahui serangkaian konsep yang akan membawanya menemukan strategi belajar yang paling efektif bagi dirinya.

• • • • • •

Menyadari bahwa hubungan antara pengajar dengan dirinya tetap ada, namun hubungan tersebut diwakili oleh bahan ajar atau media belajar. Mengetahui konsep belajar mandiri. Konsep belajar mandiri Mengetahui kapan ia harus minta tolong, kapan ia membutuhkan bantuan/dukungan. Mengetahui kepada siapa dan dari mana ia dapat memperoleh bantuan/dukungan. Mengetahui kapan ia perlu mempergunakan media belajar. Media belajar Menyadari bahwa ia harus mengetahui cara mempergunakan media BJJ. Mengetahui berbagai strategi belajar yang efektif Strategi belajar efektif

Konsep Belajar Mandiri
Belajar mandiri bukan berarti belajar sendiri. Seringkali orang menyalahartikan belajar mandiri sebagai belajar sendiri. Kesalahpengertian tersebut terjadi karena pada umumnya mereka yang kuliah di UT cenderung belajar sendiri tanpa tutor atau teman kuliah. Belajar mandiri berarti belajar secara berinisiatif, dengan ataupun tanpa bantuan orang lain, dalam belajar.

Sebagai mahasiswa yang mandiri, Anda tidak harus mengetahui semua hal. Anda juga tidak diharapkan menjadi mahasiswa jenius yang tidak membutuhkan bantuan orang lain. Salah satu prinsip belajar mandiri adalah Anda mampu mengetahui kapan Anda membutuhkan bantuan atau dukungan pihak lain. Pengertian tersebut termasuk mengetahui kapan Anda perlu bertemu dengan mahasiswa lain, kelompok belajar, pengurus administrasi di UPBJJ, tutor, atau bahkan tetangga yang kuliah di universitas lain. Bantuan/dukungan dapat berupa kegiatan saling memotivasi untuk belajar, misalnya, mengobrol dengan tetangga yang kuliah di universitas lain, seringkali dapat memotivasi diri kita untuk giat belajar. Bantuan/dukungan dapat juga berarti kamus, buku literatur pendukung, kasus dari surat kabar, berita dari radio atau televisi, perpustakaan, informasi tentang jadwal tutorial, dan hal lain yang tidak berhubungan dengan orang. Yang terpenting adalah Anda mampu mengidentifikasi sumber-sumber informasi. Identifikasi sumber informasi ini dibutuhkan untuk memperlancar proses belajar Anda pada saat Anda membutuhkan bantuan atau dukungan.

Media Belajar
Salah satu ciri utama belajar jarak jauh adalah penggunaan media belajar. Media belajar utama di UT adalah bahan ajar cetak yang dikenal sebagai modul modul. Masing-masing media mempunyai kelebihan dan kekurangan. Anda dapat memilih media mana yang sesuai untuk mendukung belajar Anda. Klik Belajar Efektif dengan Media untuk mengetahui lebih jauh mengenai media belajar. Pada topik tersebut, Anda akan memperoleh informasi mengenai kiat-kiat memaksimalkan penggunaan media untuk kepentingan belajar Penggunaan media untuk kepentingan belajar ini juga merupakan salah satu bentuk strategi belajar. Sebagai contoh, media audio akan sangat membantu bagi orang yang memiliki gaya belajar "auditorial". Penjelasan lebih lanjut mengenai gaya belajar dapat Anda peroleh pada topik Mengenali Gaya Belajar. Penggunaan media untuk belajar sering dianggap aneh karena tidak biasa bagi mereka yang terbiasa belajar tatap muka. Pada proses belajar jarak jauh, penggunaan media bukan sesuatu yang aneh. Sebagai mahasiswa UT bagaimana jika Anda mencoba mengenali media-media belajar yang disediakan UT? Siapa tahu Anda akan merasa lebih mudah untuk belajar melalui media pendukung tersebut? Siapa tahu juga, media pendukung tersebut dapat menjadi strategi belajar yang efektif bagi Anda?

Materi ajar mewakili pengajar karena materi ajar merupakan hasil pemikiran pengajar. arisan. Anda mungkin terlalu sibuk bekerja sehingga lupa belajar. Oleh karena itu. Anda juga dapat terjebak pada kegiatan rutin di rumah seperti mengurus anak. tidak ada orang (guru/dosen) yang membantu Anda untuk mengingatkan atau menyuruh Anda belajar selain diri Anda sendiri. Merencanakan strategi belajar merupakan keterampilan khusus yang perlu dikembangkan mahasiswa BJJ. Strategi Belajar Mandiri Di Universitas Terbuka Mahasiswa UTUniversitas Terbuka diharapkan dapat belajar secara mandiri. Misalnya. Sebagai mahasiswa BJJ. seperti misalnya fungsi pengajar dalam memberikan materi ajar pada saat perkuliahan atau fungsi pengajar dalam mendisiplinkan mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan. sehingga Anda tidak terampil untuk mensiasati waktu belajar Anda. Hanya diri Anda yang dapat memicu dan memacu proses belajar Anda. Dalam proses belajar jarak jauh. Yang harus Anda lakukan adalah berdisiplin untuk menentukan kapan saat belajar. rapat RT. Anda harus pandai membuat jadwal untuk membaca bahan ajar.Strategi Belajar Efektif Adanya jarak secara fisik antara pengajar dan mahasiswa. maka Anda dapat merencanakan sejumlah waktu yang sama untuk dipakai membaca modul. sehingga harus disiasati sendiri oleh mahasiswa BJJ melalui strategi belajar. Anda tidak dapat menggunakan kebiasaan belajar tatap muka jika ingin berhasil. Fungsi-fungsi pengajar semacam itulah yang tidak ada pada sistem BJJ. mahasiswa BJJ perlu belajar mengenai keterampilan khusus yang dapat membantu Anda untuk belajar mengenai bagaimana caranya belajar. Kebiasaan belajar tatap muka tidak mudah diganti begitu saja. Cara belajar mandiri menghendaki mahasiswa untuk belajar . seperti Universitas Terbuka. sebagai salah satu cara berkomunikasi dengan pengajar. Jika mahasiswa pada umumnya harus berdisiplin pergi ke kuliah. maka Anda akan mengalami berbagai kesulitan. Sebagai contoh. Jika Anda membawa kebiasaan belajar tatap muka untuk belajar pada sistem BJJ. melalui modul atau media lain. maka Anda akan dapat mensiasati belajar dalam sistem BJJ. Dengan mempelajari berbagai keterampilan khusus dalam belajar ini. Anda justru beruntung karena dapat belajar di mana saja. membuat beberapa fungsi pengajar tidak berperan. Anda juga harus mensiasati diri sendiri untuk berdisiplin melaksanakan jadwal yang telah Anda buat.

net/indon/disted. sehingga dapat belajar secara teratur berdasarkan jadwal belajar yang ditentukan sendiri. waktu registrasi. 1999) 1. c. Oleh karena itu. inisiatif. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas (SMA atau yang sederajat). fax. Mahasiswa juga dituntut untuk dapat mengatur waktunya dengan efisien. Untuk dapat belajar mandiri secara efisien. dan televisi. Kondisi-kondisi yang biasa terdapat pada program pendidikan jarak jauh (Steve Wheeleer. pimpinan pusat informasi (UPBJJ) dengan alamat e-mail. melainkan menggunakan media. Pengertian UT menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka.htm) B. Informasi yang harus diketahui oleh mahasiswa. nomor telepon. lokasi dan jam tutorial. Dengan demikian. unit pelaksana teknis UT di daerah -UT) setempat. mahasiswa dapat meminta informasi atau bantuan tutorial kepada Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJUnit Program Belajar Jarak Jauh. UT menyediakan bahan ajar yang dibuat khusus untuk dapat di pelajari secara mandiri. agar dapat berhasil belajar di UT. baik media cetak (modulBuku Materi Pokok. Selain menggunakan bahan ajar yang disediakan oleh UT. mahasiswa UT dituntut memiliki disiplin diri. dan berusaha sendiri di tempat mereka sendiri (http://www. Alamat website kelas b. A. Makna terbuka adalah tidak ada pembatasan usia. Nama dosen/tutor. radio. Bahan Ajar Cetak ) maupun non-cetak (audio/video. Kemampuan belajar bergantung pada kecepatan membaca dan kemampuan memahami isi bacaan. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilaksanakan oleh mahasiswa yang mengikuti pendidikan jarak jauh terutama mahasiswa Universitas Terbuka. alamat e-mail pengelola/dosen/tutor. Lokasi dan jam kerja pusat informasi (unit program belajar jarak jauh/UPBJJ). Bagaimana caranya agar mahasiswa bisa berhasil dalam program pendidikan jarak jauh?.atas prakarsa atau inisiatif sendiri. nomor telepon. computer/internet. Apabila mengalami kesulitan belajar. nama ketua program studi. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka.studygs. . diantaranya adalah a. baik dalam kelompok belajar maupun dalam kelompok tutorial. mengikuti tutorial baik secara tatap muka maupun melalui Internet (tutorial online/tutonTutorial Online ). calon mahasiswa harus siap untuk belajar secara mandiri. dan motivasi belajar yang kuat. masa belajar. Belajar mandiri dapat dilakukan secara sendiri ataupun berkelompok. Pendidikan jarak jauh didasarkan pada dasar pemikiran bahwa murid adalah pusat proses pembelajaran. serta menggunakan sumber belajar lain seperti bahan ajar berbantuan komputer dan program audio/video.. Belajar mandiri dalam banyak hal ditentukan oleh kemampuan belajar secara efisien. dan frekuensi mengikuti ujian. siaran radio dan televisi). tahun ijazah. mahasiswa juga dapat berinisiatif memanfaatkan perpustakaan. bertanggung jawab terhadap pembelajaran mereka sendiri.

Bagaimana menjadwalkan diri Anda untuk mempelajari materi mata kuliah. 2. Materi Pembelajaran (perkuliahan) 1. Kapan dan dimana bahan ajar (buku materi pokok) bisa didapatkan 2. dan masukan secara kualitatif dan kuantitatif dalam diskusi pelajaran dan proyek-proyek C. Penjelasan dari system MURDER ini adalah sebagai berikut.d. Bagaimana Anda akan menerima materi tersebut 4.htm) Salah Satu Sistem Belajar yang dapat diterapkan mahasiswa pada sistem belajar jarak jauh adalah dengan sistem "Murder". Mintalah jadwal evaluasi. apakah hanya dari uji konsep. Sistem ini apabila diterapkan dengan sungguhsungguh akan menjadikan belajar Anda efektif dan efisien. pembicaraan telepon ataupun e-mail. Darimana saja Anda bisa mendapatkan sumber belajar lainnya selain buku materi pokok 6. Bagaimana penilaian dalam mata kuliah tersebut. Formulir apa saja yang harus diterima dan dilengkapi (tanda bukti setoran. Logistik atau perlengkapan yang diperlukan dan akan didapatkan a. Menunjukkan kemajuan dan ketaatan. kondisi dan metode untuk kemajuan Anda melalui materi-materi yang ada. 3. diantaranya melalui tes-tes yang meliputi penguasaan pengetahuan atau hasil dari tugas-tugas yang diberikan. hal ini merupakan hal yang sangat sulit. kasus studi. Dalam pertemuan tatap muka.Bahan belajar 1. Dalam program jarak jauh.Sistem Belajar (http://www. Materi pembelajaran yang Anda harapkan. 2. . baik dengan pertanyaan maupun ekspresi wajah/fisik.net/indon/murder. Metode-metode tersebut meliputi beberapa hal.studygs. 2. catalog. Umpan balik pada tutor 1.laporan-laporan. Apa saja perlengkapan belajar yang akan diterima (bahan ajar cetak. Bagaimana mempelajari materi tersebut 5. Jadwal (batas akhir) registrasi. non cetak ataupun kitpraktik.Laporan perkembangan/kemajuan pembelajaran dapat Anda terima melalui umpan balik yang diberikan oleh tutor. dan Anda bertanggung jawab untuk memberitahu tutor tentang bagaimana Anda menerima pelajaran baik melalui tutorial tatap muka. tutorial. seorang tutor bergantung pada umpan balik dari mahasiswanya. formulir registrasi dan lain-lain) b. rangkuman pendidikan. Silabus perkuliahan dan tugas-tugas yang harus Anda kerjakan selama mengikuti mata kuliah tersebut 3. Persyaratan lainnya yang bersifat administratif. ujian akhir semester e. atau praktik atau gabungan dari keduanya 7. suplemen dan lain-lain) 3.proyek-proyek.

Selain itu. Selain dengan cara tersebut dapat pula dilakukan dengan mencoba membuat soal berdasarkan materi tersebut yang telah dipelajari dan yang akan Anda jawab sendiri.MURDER (English) = Mood – Understand – Recall – Digest – Expand – Review yang apabila dijabarkan lebih lanjut seperti berikut. (Perincian sistem belajar "MURDER" ini. 4. Mood . Setelah kita mengenal hal-hal tersebut maka akan timbul rasa suka terhadap mata kuliah ini. Caranya dapat dilakukan dengan menentukan waktu.Ulang: Ulangi materi yang telah dipelajari secara periodik dan berkesinambungan.Suasana Hati Ciptakan selalu mood yang positif untuk belajar karena seperti pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang. Catat apa saja kekurangan dan kelebihan dari materi tersebut saat diterapkan di lapangan. Review . yang diadaptasi dari buku The Complete Problem Solver oleh Bob Nelson) 1. maka sebaiknya mahasiswa mencoba mengenali lebih dulu materi. Kemudian jika ada kesempatan cobalah untuk mencari tahu dengan bertanya atau mencari sumber-sumber lain untuk menemukan jawaban/ informasi terhadp kalimat/kata/hal yang tidak dimengerti tersebut. Buat catatan yang lengkap dan gunakan catatan tersebut untuk didiskusikan dengan teman sejawat atau tutor/dosen Anda. Expand . Apakah Anda bisa menjawab semua soal tersebut dengan baik?.I hasil rangkuman yang telah Anda buat.Kembangkan Kembangkan materi yang telah Anda pelajari dan telah Anda rangkum tadi dengan cara mencoba menerapkan pada kehidupan Anda sehari-hari. Lakukan pengulangan seperti Anda membuat spiral sehingga pengulangan yang Anda lakukan tetap akan menyentuh materi pertama yang Anda pelajari. jika masih ada yang kurang jelas cobalah untuk mencari penjelasan lebih lanjut pada sumber belajar yang terkait atau diskusikan dengan teman sejawat. 2.Telaah Baca kembali. dosen/tutor atau buku materi pokok.Pemahaman Bacalah buku materi pokok secara keseluruhan. Understand . Recall . cobalah menerapkan materi yang Anda pelajari tersebut pada kegiatan pembelajaran di kelas Anda. Beri tanda kalimat/kata yang tidak dimengerti.Pelajari Kembali KONSEP DASAR STRATEGI PEMBELAJARAN .Digest . Tidak perlu malu untuk bertanya pada teman sejawat. 6. Seandainya Anda seorang guru. Misalnya setiap seminggu sekali . Caranya adalah dengan membuat rangkuman (bukan ringkasan) dengan menggunakan kata-kata sendiri tentang materi yang sudah dipelajari. tutor ataupun pihak lain yang Anda anggap lebih mengetahui hal tersebut. 3. Anda juga harus selalu berusaha untuk membuat atau menciptakan perasaan senang dan bahagia setiap kali akan mempelajari materi. atau tutor/dosen Anda 5. lingkungan dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadi masing-masing.

Sifat umum pola tersebut berarti bahwa macam dan urutan perbuatan yang dimaksud tampak dipergunakan dan/atau dipercayakan gurupeserta didik di dalam bermacam-macam peristiwa belajar. Sedangkan rentetan perbuatan guru-peserta didik dalam suatu peristiwa belajar-mengajar aktual tertentu. Menurut Sanjaya Wina (2007) istilah strategi. Dari ilustrasi tersebut dapat disimpulkan. Metode dan Teknik pembelajaran Klasifikasi Strategi Pembelajaran Komponen Strategi Pembelajaran Strategi Pembelajaran Efektif 1. strategi berarti pola umum perbuatan guru-peserta didik di dalam perwujudan kegiatan belajar-mengajar. sebagaimana banyak istilah lainnya. baik tentang siasat peperangan yang harus dilakukan. strategi diartikan sebagai a plan. Seorang yang berperang dalam mengatur strategi. Dengan demikian maka konsep strategi dalam hal ini menunjuk pada karakteristik abstrak rentetan perbuatan guru-peserta didik di dalam peristiwa belajar-mengajar. . maupun waktu yang tepat untuk melakukan suatu serangan.1 Pengertian Strategi Pembelajaran Pada mulanya istilah strategi digunakan dalam dunia militer dan diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Implisit di balik karakteristik abstrak itu adalah rasional yang membedakan strategi yang satu dari strategi yang lain secara fundamental. baik dari dalam maupun dari luar. Dalam dunia pendidikan. Dengan demikian dalam menyusun strategi perlu memperhitungkan berbagai faktor. Setelah semuanya diketahui. untuk memenangkan peperangan sebelum melakukan suatu tindakan. ia akan menimbang bagaimana kekuatan pasukan yang dimilikinya baik dilihat dari kuantitas maupun kualitasnya. Strategi. bahwa strategi digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. dinamakan prosedur instruksional. or series of activities designed to achieves a particular education goal. Di dalam konteks belajar-mengajar. dipakai dalam banyak konteks dengan makna yang tidak selalu sama. baru kemudian ia akan menyusun tindakan yang harus dilakukan. Pendekatan. method. Di bawah ini akan diuraikan beberapa definisi tentang strategi pembelajaran. istilah lain yang juga dipergunakan untuk maksud ini adalah modelmodel mengajar. Jadi.Pada handout ini dibahas mengenai hal-hal sebagai berikut: 1 2 3 4 5 Pengertian Strategi Pembelajaran Model. taktik dan teknik peperangan.

yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Dick dan Carey (1990 dalam Sanjaya. setelah ditetapkan untuk menggunakan satu atau lebih strategi pembelajaran tertentu. 2007) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang/atau digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu. pembicaraan tentang (bermacam-macam) strategi pembelajaran adalah ibarat melacak pelbagai kemungkinan macam rumah yang akan dibangun (joglo. strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Pertama. Kalau disejajarkan dengan pembuatan rumah. Menurut mereka strategi pembelajaran bukan hanya terbatas pada prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja. arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. sebelum menentukan strategi. bale gede. melainkan termasuk juga pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik. Dengan demikian. Cropper di dalam Wiryawan dan Noorhadi (1998) mengatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. lingkup. Kozma (dalam Sanjaya 2007) secara umum menjelaskan bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih. pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. sedangkan desain instruksional adalah penetapan cetak biru rumah . Strategi pembelajaran berbeda dengan desain instruksional karena strategi pembelajaran berkenaan dengan kemungkinan variasi pola dalam arti macam dan urutan umum perbuatan belajar-mengajar yang secara prinsip berbeda antara yang satu dengan yang lain. sifat. perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya. sebab tujuan adalah rohnya dalam implementasi suatu strategi.• • • • • Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. villa. Gerlach dan Ely menjelaskan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu. strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh sebab itu. penyusunan langkah-langkah pembelajaran. Ada dua hal yang patut dicermati dari pengertian-pengertian di atas. dan sebagainya yang masing-masing menampilkan kesan dan pesan unik). Kedua. la menegaskan bahwa setiap tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat dipraktikkan. dan urutan kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik. Artinya. Selanjutnya dijabarkan oleh mereka bahwa strategi pembelajaran dimaksud meliputi. rumah gadang. sedangkan desain instruksional menunjuk kepada cara-cara merencanakan sesuatu sistem lingkungan belajar tertentu. rumah gedung modern.

Ceramah. setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibuat. sehingga model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada pendekatan. jelaslah bahwa untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional. strategi. seringkali harus dipergunakan lebih dari satu strategi. strategi.2 Model. metode dan teknik. 1992 ). and management ystem. Dari uraian di atas. teknik dan alat yang menjadi bagian dari perangkat alat dan cara di dalam pelaksanaan sesuatu strategi pembelajaran. dan lain-lain (Joyce. dan lain-lainnya merupakan metode. film. Dalam referensi kependidikan sering disandingkan antara pengertian-pengertian tersebut dengan maksud yang serupa. dkk (dalam Nurulwati. Juga harus dicatat bahwa dalam peristiwa pembelajaran. komputer. Strategi. syntax. di samping penguasaan teknis di dalam mendesain sistem lingkungan belajar-mengajar dan mengimplementasikan secara efektif apa yang telah direncanakan di dalam desain instruksional. Agar tidak bias dalam mendefinisikan strategi pembelajaran. environment. dibutuhkan pemahaman terhadap pengertian-pengertian lain yang mirip dengan strategi pembelajaran yang selalu digunakan seperti model. sintaksnya. video-tape.” Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan . metode dan teknik pembelajaran. dan sistem pengelolaannya. baik dalam arti efek instruksional maupun efek pengiring. seorang guru memerlukan wawasan yang mantap tentang kemungkinan-kemungkinan strategi pembelajaran sesuai dengan tujuan-tujuan belajar. diskusi. namun dalam bahan perkuliahan ini akan diuraikan perbedaan antara model. Selanjutnya Joyce menyatakan bahwa setiap model pembelajaran mengarah kepada desain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai. pendekatan. yang ingin dicapai berdasarkan rumusan tujuan pendidikan yang utuh. bermain peran.yang akan dibangun itu serta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan langkah-langkah konstruksinya maupun kriteria penyelesaian dari tahap ke tahap sampai dengan penyelesaian akhir. lingkungan. karya wisata. karena tujuan-tujuan yang akan dicapai juga biasanya kait-mengait satu dengan yang lain dalam rangka usaha pencapaian tujuan yang lebih umum. kurikulum.metode dan teknik pembelajaran Arends (1997) menyatakan “The term teaching model refers to a particular approach to instruction that includes its goals. strategi.” Istilah model pengajaran mengarah pada suatu pendekatan pembelajaran tertentu termasuk tujuannya.Pendekatan. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku. metode atau prosedur. pendekatan. LCD. Soekamto. penggunaan nara sumber. 2000) mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah: “Kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar. 1.

Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction). 2. rasional teoritik logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya. strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dapat bersumber dari pendekatan tertentu. Makin tepat metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar akan semakin efektif kegiatan pembelajaran. anak. Menurut Fathurrahman Pupuh (2007) metode secara harfiah berarti cara. situasi (lingkungan belajar). pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif. metode didefinisikan sebagai cara-cara menyajikan bahan pelajara pada peserta didik untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. dan pendekatan pembelajaran. Roy Killen (1998) misalnya mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran. Oleh karena itu. metode diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. metode. Dalam pemakaian yang umum. landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana peserta didik belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai). 2000 ). terdapat istilah lain yang kadangkadang sulit dibedakan. metode atau prosedur. Adapun istilah pendekatan (approach) dalam pembelajaran menurut Sanjaya (2007) memiliki kemiripan dengan strategi. Sedangkan. Teknik dan taktik mengajar . seperti: faktor guru. Oleh karenanya. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya proses yang sifatnya masih sangat umum. salah satu hal yang sangat mendasar untuk dipahami guru adalah bagaimana memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen bagi keberhasilan kegiatan belajar-mengajar sama pentingnya dengan komponen-komponen lain dalam keseluruhan komponen pendidikan. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centred approaches). pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. tingkah laku pembelajaran yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil. salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam pembelajaran adalah keterampilan memilih motode. Ciri-ciri tersebut ialah: 1. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Selain strategi. Tentunya ada juga faktor-faktor lain yang harus diperhatikan. Model pembelajaran mempunvai empat ciri khusus yang membedakan dengan strategi. Pemilihan metode terkait langsung dengan usaha-usaha guru dalam menampilkan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga pencapaian tujuan pengajaran diperoleh secara optimal.oleh Eggen dan Kauchak bahwa model pembelajaran memberikan kerangka dan arah bagi guru untuk mengajar. dan lain-lain. Dengan demikian. yaitu teknik dan taktik mengajar. media. Dalam kaitannya dengan pembelajaran. Sebenarnya pendekatan berbeda baik dengan strategi dan metode. dan lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai (Kardi dan Nur. 3.

Pembelajaran langsung biasanya bersifat deduktif. Misalnya. sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu dapat diterapkan berbagai metode pembelajaran.3 Klasifikasi Strategi Pembelajaran Strategi dapat diklasifikasikan menjadi 4. berceramah pada siang hari dengan jumlah peserta didik yang banyak tentu saja akan berbeda jika dilakukan pada pagi hari dengan jumlah peserta didik yang sedikit. sedangkan kelemahan utamanya dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan. yaitu cara yang harus dilakukan agar metode yang dilakukan berjalan efektif dan efisien.merupakan penjabaran dari metode pembelajaran. meskipun dua strategi tersebut dapat saling melengkapi. mandiri. pemecahan masalah. Dengan demikian. Dengan demikian. Strategi pembelajaran tak langsung Strategi pembelajaran tak langsung sering disebut inkuiri. taktik sifatnya lebih individual. guru dapat menentukan teknik yang dianggap relevan dengan metode. melalui pengalaman (experimental). Strategi ini efektif untuk menentukan informasi atau membangun keterampilan tahap demi tahap. tak langsung (indirect instruction). 1. Teknik adalah cara yang dilakukan orang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. yaitu: strategi pembelajaran langsung (direct instruction). dan sikap yang diperlukan untuk pemikiran kritis dan hubungan interpersonal serta belajar kelompok. Kelebihan strategi ini adalah mudah untuk direncanakan dan digunakan. interaktif. Taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu. Berlawanan dengan strategi pembelajaran langsung. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran. Strategi pembelajaran langsung Strategi pembelajaran langsung merupakan pembelajaran yang banyak diarahkan oleh guru. pembelajaran tak langsung umumnya berpusat pada peserta didik. Misalnya ada dua orang yang samasama menggunkan metode ceramah dalam situasi yang sama maka bisa dipastian mereka akan melakukannya secara berbeda . sebelum seseorang melakukan proses ceramah sebaiknya memperhatikan kondisi dan situasi. Agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan pemikiran kritis. proses-proses. pengambilan keputusan dan penemuan. Peranan guru bergeser dari seorang . dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru akan tergantung pada pendekatan yang digunakan. Dari paparan di atas. dan penggunaan teknik itu setiap guru memiliki taktik yang mungkin berbeda antara guru yang satu dengan yang lain. strategi pembelajaran langsung perlu dikombinasikan dengan strategi pembelajaran yang lain. induktif.

dan memerlukan waktu yang panjang. pengalaman. (4) pemahaman yang lebih baik. dapat menerapkan pembelajaran pada situasi yang lain. Strategi pembelajaran empirik (experiential) Pembelajaran empirik berorientasi pada kegiatan induktif. (2) meningkatkan sifat kritis peserta didik. berpusat pada peserta didik. outcome sulit diprediksi. biaya yang mahal. Sedangkan kekurangan dari pembelajaran ini adalah memerlukan waktu panjang. Kelebihan dari startegi ini antara lain: (1) meningkatkan partisipasi peserta didik. (2) menciptakan alternatif dan menyelesaikan masalah. (3) meningkatkan analisis peserta didik. keamanan siswa. Kekurangan dari strategi ini sangat bergantung pada kecakapan guru dalam menyusun dan mengembangkan dinamika kelompok. Kelebihan dari strategi ini antara lain: (1) mendorong ketertarikan dan keingintahuan peserta didik. (3) mendorong kreativitas dan pengembangan keterampilan interpersonal dan kemampuan yang lain.penceramah menjadi fasilitator. Strategi pembelajaran interaktif memungkinkan untuk menjangkau kelompokkelompok dan metode-metode interaktif. Strategi pembelajaran ini juga tidak cocok apabila peserta didik perlu mengingat materi dengan cepat. pendekatan dan pengetahuan guru atau temannya dan untuk membangun cara alternatif untuk berfikir dan merasakan. Refleksi pribadi tentang pengalaman dan formulasi perencanaan menuju penerapan pada konteks yang lain merupakan faktor kritis dalam pembelajaran empirik yang efektif. dan berbasis aktivitas. Strategi pembelajaran interaktif Pembelajaran interaktif menekankan pada diskusi dan sharing di antara peserta didik. Sedangkan kekurangan dari strategi ini adalah penekanan hanya pada proses bukan pada hasil. (2) mengorganisasikan pemikiran dan membangun argumen yang rasional. Strategi pembelajaran mandiri Belajar mandiri merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk . Guru mengelola lingkungan belajar dan memberikan kesempatan peserta didik untuk terlibat. Diskusi dan sharing memberi kesempatan peserta didik untuk bereaksi terhadap gagasan. (5) mengekspresikan pemahaman. Kelebihan strategi ini antara lain: (1) peserta didik dapat belajar dari temannya dan guru untuk membangun keterampilan sosial dan kemampuan-kemampuan.

dalam merekayasa pembelajaran. paket 8. Di tangan gurulah sebenarnya letak keberhasilan pembelajaran. tetapi ia harus mempertimbangkan komponen secara keseluruhan. dan sebaliknya guru mampu memanipulasi atau merekayasa komponen lain menjadi bervariasi. dibahas tentang strategi pembelajaran langsung (direct instruction). Guru Guru adalah pelaku pembelajaran. Sedangkan kekurangannya adalah peserta MI belum dewasa. metode. Agar tujuan itu tercapai. dan peningkatan diri. Kelebihan dari pembelajaran ini adalah membentuk peserta didik yang mandiri dan bertanggunggjawab. paket 8.4 Komponen Strategi Pembelajaran Pembelajaran merupakan suatu sistem instruksional yang mengacu pada seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan. bahan. Belajar mandiri juga bisa dilakukan dengan teman atau sebagai bagian dari kelompok kecil. yaitu: pada paket 5. akan dibahas tuntas pada pertemuan-pertemuan selanjutnya. dan paket 9. guru harus berdasarkan kurikulum yang berlaku. Sedangkan komponen lain tidak dapat mengubah guru menjadi bervariasi. Oleh karena itu.membangun inisiatif individu. Selaku suatu sistem. strategi pembelajaran aktif. pembelajaran meliputi suatu komponen. Tujuan rekayasa pembelajaran oleh guru adalah membentuk lingkungan peserta didik supaya sesuai dengan lingkungan yang diharapkan dari proses belajar peserta didik. guru tidak boleh hanya memperhatikan komponen-komponen tertentu saja misalnya metode. Fokusnya adalah pada perencanaan belajar mandiri oleh peserta didik dengan bantuan guru. strategi pembelajaran kooperatf (Cooperative Learning). strategi pembelajaran tak langsung (indirect instruction) yang diberi judul dengan startegi pembelajaran inkuiri . guru. sehingga sulit menggunakan pembelajaran mandiri. strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir 1. sehingga dalam hal ini guru merupakan faktor yang terpenting. yang pada akhirnya peserta didik memperoleh suatu hasil belajar sesuai dengan yang diharapkan. antara lain tujuan. Strategi yang akan dibahas telah dimodivikasi sesuai yang banyak diperlukan dalam pembelajaran di Mi. bahan. peserta didik. kemandirian. Peserta didik . situasi. strategi pembelajaran berbasis masalah (SPBM). semua komponen yang ada harus diorganisasikan sehingga antarsesama komponen terjadi kerja sama. paket 6. Komponen guru tidak dapat dimanipulasi atau direkayasa oleh komponen lain. paket 7. dan evaluasi. Untuk itu. dan evaluasi saja. Karakteristik dan cara penggunaan macam-macam strategi di atas.

buku.Peserta didik merupakan komponen yang melakukan kegiatan belajar untuk mengembangkan potensi kemampuan menjadi nyata untuk mencapai tujuan belajar. Alat dapat dibedakan menjadi dua. Menurut Suharsimi (1990) bahan ajar merupakan komponen inti yang terdapat dalam kegiatan pembelajaran. peta. Tujuan Tujuan merupakan dasar yang dijadikan landasan untuk menentukan strategi. Sehingga sumber belajar dapat berasal dari masyarakat. Kegiatan pembelajaran Agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimal. museum. Sumber Pembelajaran Sumber pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat atau rujukan di mana bahan pembelajaran bisa diperoleh. perintah. Alat verbal dapat berupa suruhan. manusia. Untuk itu. Metode Metode adalah satu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Komponen peserta ini dapat dimodifikasi oleh guru. yaitu alat verbal dan alat bantu nonverbal. dan kebudayaannya. papan tulis slide dan lain-lain. sedangkan yang nonverbal dapat berupa globe. penentuan tujuan merupakan komponen yang pertama kali harus dipilih oleh seorang guru. materi. Penentuan metode yang akan digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran akan sangat menentukan berhasil atau tidaknya pembelajaran yang berlangsung. . misalnya. dan lain-lain. media dan evaluasi pembelajaran. larangan dan lain-lain. media masa. maka dalam menentukan strategi pembelajaran perlu dirumuskan komponen kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan standar proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran alat memiliki fungsi sebagai pelengkap untuk mencapai tujuan. Alat Alat yang dipergunakan dalam pembelajran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. lingkungan. karena tujuan pembelajran merupakan target yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran Bahan Pelajaran Bahan pelajaran merupakan medium untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berupa materi yang tersusun secara sistematis dan dinamis sesuai dengan arah tujuan dan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan tuntutan masyarakat. lingkungan. dalam strategi pembelajaran.

dan hubungan antar insani. letak madrasah. Peserta didik pada tingkat sekolah yang sama cenderung memiliki umur yang sama. Kedua fungsi evaluasi tersebut merupakan evaluasi sebagai fungsi sumatif dan formatif. Komponen-komponen strategi pembelajaran tersebut akan mempengaruhi jalannya pembelajaran. Pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam menghadapi heterogenitas peserta dalam kelas yang sama adalah seorang guru disarankan untuk menggunakan multimetode dan multimedia. Untuk lebih mempermudah menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap strategi pembelajaran. juga perbedaan dari segi psikologisnya. dan masih banyak lagi. Situasi atau Lingkungan Lingkungan sangat mempengaruhi guru dalam menentukan strategi pembelajaran. dan instrumental input atau sasaran. bakat. Strategi pembelajaran digunakan dalam rangka membelajarkan peserta didik. maka seorang guru dapat menggunakan metode atau teknik yang sama dalam membelajarkan peserta didik. Perbedaan peserta didik tersebut dari segi fisiologisnya adalah pendengaran. karena kondisi masyarakat sedang rawan. Peserta didik sebagai raw input. dalam menentukan strategi pembelajaran harus diperhatikan hal-hal di atas. maka diubah dengan menggunakan metode lain. Hal ini disebabkan masing-masing metode dan media mempunyai kelebihan dan kekurangan. misalnya dengan teman. . Untuk itu dalam pembelajaran seorang guru harus memperhatikan siapa yang dihadapi. Perbedaan segi psikologis tersebut antara lain adalah IQ. entering behavior peserta didik. dan lain sebagainya). untuk itu semua komponen strategi pembelajaran merupakan faktor yang berpengaruh terhadap strategi pembelajaran. kondisi fisik. dan peserta didik dengan orang lain. penglihatan. komponen strategi pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi tiga. motivasi. kesiapan. yaitu: peserta didik sebagai raw input. Kondisi-kondisi tersebut sangat mempengaruhi peserta didik dalam belajar. peserta masih mempunyai perbedaan-perbedaan walaupun pada umur yang relatif sama.Evaluasi Komponen evaluasi merupakan komponen yang berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum. sehingga perkembangan intelektual pada umumnya adalah sama. Contoh keadaan ini misalnya menurut isi materinya seharusnya pembelajaran menggunakan media masyarakat untuk pembelajaran. madrasah. Dipandang dari kesamaan ini. dan dimungkinkan masing-masing peserta didik akan mempunyai kecenderungan tertarik pada metode dan media tertentu. kematangan. Untuk itu. misalnya membuat kliping. Namun demikian di samping persamaan tersebut. minat/perhatian. Lingkungan yang dimaksud adalah situasi dan keadaan fisik (misalnya iklim. juga bisa berfungsi sebagai sebagai umpan balik untuk perbaikan strategi yang telah ditetapkan.

Kedelapan tipe belajar sebagaimana disebutkan di atas akan dijelaskan satu per satu secara singkat dan jelas sebagai berikut. Belajar Tipe 1: Signal Learning (Belajar Isyarat) Belajar tipe ini merupakan tahap yang paling dasar. 6) concept learning (belajar konsep). (belajar isyarat). 7) rule learning (belajar aturan). baik secara material-subtansial. Ini mirip dengan conditioning menurut Pavlov yang timbul setelah sejumlah pengalaman tertentu. Pola-pola Belajar Peserta Didik Mengetahui pola belajar peserta didik adalah modal bagai seorang guru untuk menentukan strategi pembelajaran. Signal learning dapat diartikan sebagai penguasaan pola-pola dasar perilaku bersifat involuntary ( tidak sengaja dan tidak disadari tujuannya).(asosiasi verbal). telah lazim para guru mulai dengan pertanyaan mengenai bahan yang pernah diberikan sebelum menyajikan bahan baru. mengadakan pretes sebelum mereka mulai mengikuti program belajar mengajar. Dalam tipe ini terlibat aspek reaksi emosional di dalamnya. Jadi. 5) discrimination learning (belajar diskriminasi). Itulah yang dimaksudkan dengan entering behavior peserta didik.Entering Behavior Peserta Didik Seorang pendidik untuk dapat menentukan strategi pembelajaran yang sesuai terlebih dahulu harus mengetahui perubahan perilaku. Delapan tipe belajar dimaksud adalah: 1) signal . Misalnya. Entering bahavior akan dapat diidentifikasi dengan cara sebagai berikut: • • Secara tradisional. 2) stimulus-response learning (belajar stimupons). problem solving (memecahkan masalah). 4) verbal association. strukturalfungsional. guru tertentu di berbagai lembaga pendidikan yang memiliki atau mampu mengembangkan instrumen pengukuran prestasi belajar dengan memenuhi syarat. Untuk kepastiannya seharusnya guru mengetahui tentang karakteristik perilaku peserta didik saat mereka mau masuk sekolah dan saat kegiatan belajar mengajar dilangsungkan. namun merupakan hierarki yang harus dilalui untuk menuju jenjang belajar yang paling tinggi. Secara inovatif. Gagne (1979) membedakan pola-pola belajar peserta didik ke dalam delapan tipe. Kondisi yang diperlukan untuk berlangsungnya tipe belajar ini adalah diberikannya stimulus (signal) secara serempak dan perangsangperangsang tertentu secara berulang kali. maupun secara behavior peserta didik. tidak ada persyaratan. Signal learning. Respon yang timbul bersifat umum dan emosional selain timbulnya dengan tidak sengaja dan tidak dapat . tingkat dan jenis karakteristik perilaku peserta didik yang dimilikinya ketika mau mengikuti kegiatan belajar mengajar. apakah tingkat prestasi yang dicapai peserta didik itu merupakan hasil kegiatan belajar mengajar yang bersangkutan?. 3) chaining (rantai atau rangkaian). Robert M. yang tiap tipe merupakan prasyarat bagi lainnya yang lebih tinggi hierarkinya.

Selain itu prinsip kesinambungan. Kondisi yang diperlukan bagi berlangsungnya tipe belajar ini antara lain. Hubungan itu terbentuk. bila melihat bolanya. Belajar Tipe 3: Chaining (Rantai atau Rangkaian) Chaining adalah belajar menghubungkan satuan ikatan S-R (Stimulus-Respons) yang satu dengan yang lain. Kondisi yang diperlukan untuk berlangsungnya tipe belajar ini adalah faktor inforcement. Makin singkat jarak S-R dengan SR berikutnya. Sebelumnya. Contoh: Aba-aba “Siap!” merupakan suatu signal atau isyarat mengambil sikap tertentu. ganti baju.dikuasai. bila unsurnya terdapat dalam urutan tertentu. selamat tinggal. Wajah ibu di sini merupakan isyarat yang menimbulkan perasaan senang itu. semakin kuat reinforcement. dan ‘itu’. Contoh: Dalam bahasa kita banyak contoh chaining seperti ibu-bapak. Ucapan `kasih tangan’ merupakan stimulus yang menimbulkan respons `memberi’ salam’ oleh anjing itu. Chaining terjadi bila terbentuk hubungan antara beberapa S-R. Melihat ular yang besar menimbulkan rasa takut. maka belajar 2 ini termasuk ke dalam instrumental conditioning atau belajar dengan trial and error (mencoba-coba). Belajar Tipe 4. menghubungkan satuan ikatan S-R yang satu dengan lain. Melihat wajah ibu menimbulkan rasa senang. secara internal anak didik sudah harus terkuasai sejumlah satuan pola S-R. Proses belajar bahasa pada anak-anak merupakan proses yang serupa dengan ini. makan malam. dan si anak dapat mengatakan “bujur sangkar”. dan sebagainya. sebab yang terjadi segera setelah yang satu lagi. `saya’.dengan mengangkat kaki depannya bila kita katakan “Kasih tangan! ” atau “Salam “. kampunghalaman. Jadi berdasarkan hubungan conntiguity). misalnya pulang kantor. yang kedua tipe belajar ini. baik psikomotorik maupun verbal. Belajar Tipe 2: Stimulus-Respons Learning (Belajar Stimulus-respon) Bila tipe di atas digolongkan dalam jenis classical condition. atau mengenal ‘bola’. Contoh: Anjing dapat diajar “memberi’ salam”. Melihat ular merupakan isyarat yang menimbulkan perasaan tertentu. dan sebagainya. yang satu segera mengikuti satu lagi (conntiguity). ia harus dapat membedakan bentuk geometris agar dapat mengenal `bujur sangkar’ sebagai salah satu bentuk geometris. dan reinforcement tetap penting bagi berlangsungnya proses chaining. Verbal Association (Asosiasi Verbal) Baik chaining maupun verbal association. atau mengatakan “itu bola saya”. Bentuk verbal association yang paling sederhana adalah bila diperlihatkan suatu bentuk geometris. Belajar Tipe 5: Discrimination Learning (Belajar Diskriminasi) . Juga dalam perbuatan kita banyak terdapat chaining ini. Waktu antara stimulus pertama dan berikutnya amat penting. pengulangan.

Dengan berdasarkan kesamaan ciri-ciri dari sekumpulan stimulus dan objek-objeknya. ia membentuk suatu pengertian atau konsep. Pada tingkat ini peserta didik belajar mengadakan kombinasi berbagai konsep dengan mengoperasikan kaidahkaidah logika formal (induktif. hukum. dan sebagainya. dedukatif. dan sebagainya. asosiasi. Proses belajar konsep memakan waktu dan berlangsung secara berangsurangsur. Makin banyak yang dirangkaikan. pekerjaan. bentuk. dan kausalitas) sehingga peserta didik dapat menemukan konklusi tertentu yang mungkin selanjutnya dipandang sebagai “rule “: prinsip. komparasi. ia harus dapat mengadakan diskriminasi untuk membedakan apa yang termasuk dan tidak termasuk konsep itu. Untuk mengenal model lain diadakannya chain baru dengan kemungkinan yang satu akan mengganggu yang satunya lagi. dan kaidah. Misalnya kita dapat menyuruh peserta didik dengan perintah: “Ambilkan botol yang di tengah! ” Untuk mempelajari suatu konsep. paman. melainkan dalam bentuk yang abstrak. Kondisi utama yang diperlukan adalah menguasai kemahiran diskriminasi dan proses kognitif fundamental sebelumnya. peserta didik harus mengalami berbagai situasi dengan stimulus tertentu.Discrimination learning atau belajar membedakan. Belajar Tipe 7: Rule Learning (Belajar Aturan) Rule learning belajar membuat generalisasi. makin besar kesulitan yang dihadapi. Belajar konsep dapat dilakukan karena kesanggupan manusia untuk mengadakan representasi internal tentang dunia sekitarnya dengan menggunakan bahasa. misalnya menurut warna. Belajar Tipe 6: Concept Learning (Belajar Konsep) Concept learning adalah belajar pengertian. seperti bapak. Diskriminasi didasarkan atas chain. hukum. aturan. besar. Dalam hal ini. daliI. kaidah. karena kemungkinan gangguan atau interference itu. Belajar Tipe 8: Problem Solving (Pemecahan Masalah) . dan kemungkinan suatu chain dilupakan. Tipe ini peserta didik mengadakan seleksi dan pengujian di antara perangsang atau sejumlah stimulus yang diterimanya. kelakuan manusia tidak dikuasai oleh stimulus dalam bentuk fisik. Untuk itu. ia dapat menggolongkan dunia sekitarnya menurut konsep itu. diferensiasi. Manusia dapat melakukannya tanpa batas berkat bahasa dan kemampuannya mengabstraksi. Guru mengenal peserta didik serta nama masing-masing karena mampu mengadakan diskriminasi di antara anak itu. ibu. kemudian memilih pola-pola respons yang dianggap paling sesuai. dan sebagainya. la dapat menggolongkan manusia menurut hubungan keluarga. Dengan menguasai konsep. Kondisi utama berlangsung proses belajar ini adalah anak didik sudah mempunyai pola aturan melakukan chaining dan association serta pengalaman (pola S-R) Contoh:. menurut bangsa. sintesis. saudara. dan sebagainya. Anak misalnya harus mengenal mobil tertentu berserta namanya. jumlah.

memberikan respons terhadap rangsangan yang menggambarkan atau membangkitkan situasi problematik. Mengadakan Pengujian atau Verifikasi Mengadakan pengujian atau verifikasi secara eksperimental alternatif pemecahan yang dipilih.Problem solving adalah belajar memecahkan masalah. Langkahlangkah yang memecahkan masalah. la menandai aspek mana yang mungkin dipecahkan dengan menggunakan prinsip atau dalil serta kaidah yang diketahuinya sebagai pegangan. yang mempergunakan berbagai kaidah yang telah dikuasainya. Selanjutnya dilakukan pengambilan keputusan memilih alternatif yang dipandang paling mungkin (feasible) dan menguntungkan. maka diganti dengan metode demonstrasi atau yang lainnya. dan media. atau dilaksanakan. adalah sebagai berikut: Merumuskan dan Menegaskan Masalah Individu melokalisasi letak sumber kesulitan. kurikulum. Dari hasil pelaksanaan itu diperoleh informasi untuk membuktikan benar atau tidaknya yang telah dirumuskan. bahan/sumber. untuk memungkinkan mencari jalan pemecahannya. Yang termasuk dalam instrumental input antara lain guru. metode. Mengevaluasi Alternatif Pemecahan yang Dikembangkan Setiap alternatif pemecahan ditimbang dari segi untung ruginya. Pada tingkat ini para peserta didik belajar merumuskan memecahkan masalah. Kemudian mengidentifikasi berbagai alternatif kemungkinan pemecahannya yang dapat dirumuskan sebagai pertanyaan dan jawaban sementara yang memerlukan pembuktian (hipotesis). Instrumental Input atau Sasaran Instrumental input menunjukkan kualifikasi serta kelengkapan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk berlangsungnya proses pembelajaran. dipraktikkan. Strategi pembelajaran yang dterapkan oleh guru akan selalu bergantung pada sasaran atau tujuan. Mencari Fakta Pendukung dan Merumuskan Hipotesis Individu menghimpun berbagai informasi yang relevan termasuk pengalaman orang lain dalam menghadapi pemecahan masalah yang serupa. Belajar memecahkan masalah itu berlangsung sebagai berikut: Individu menyadari masalah bila ia dihadapkan kepada situasi keraguan dan kekaburan sehingga merasakan adanya semacam kesulitan. namun karena tidak adanya media di sekolah tersebut. dipandang dari tujuannya maka suatu materi harus disajikan dengan menggunakan metode laboratorium. Tujuan itu bertahap dan berjenjang mulai dari yang sangat operasional dan . Misalnya secara teoritis. Keberadaan instrumental input ini sangat mempengaruhi dalam menentukan strategi pembelajaran.

dan mengarahkan motivasi belajar peserta didik. Konsekuensinya akan mempengaruhi juga kebijakan tentang perencanaan. Persepsi guru atau persepsi anak didik mengenai sasaran akhir kegiatan pelajaran akan mempengaruhi persepsi mereka terhadap sasaran-antara serta sasaran-kegiatan. • • • · Perencanaan instruksional. sekolah. manbantu. Pengawasan itu turut menentukan lingkungan dalam membantu kegiatan belajar. Lingkungan ini diatur serta diawasi agar kegiatan belajar terarah sesuai dengan tujuan pendidikan.konkrit. Proses belajar mengajar adalah suatu aspek dari lingkungan sekolah yang diiorganisasi. serta penilaian terhadap kegiatan belajar mengajar. Organisasi belajar yang merupakan usaha menciptakan wadah dan fasilitasfasilitas atau lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan yang mengandung kemungkinan terciptanya proses belajar mengajar. job description guru dalam implementasi proses belajarmengajar sebagai berikut. letak sekolah. dan d) tanggung jawab warga selaku warga negara. Menggerakkan anak didik yang merupakan usaha memancing. misalnya membuat kliping. pengorganisasian. Sehubungan dengan hal ini. menunjang. Lingkungan yang dimaksud adalah situasi dan keadaan fisik (misalnya iklim.mengajar. yaitu alat atau media untuk mengarahkan kegiatankegiatan organisasi belajar. memberikan rasa aman dan kepuasan serta mencapai tujua yang diharapkan. Enviromental Input ( Lingkungan). b) hubungan antarmanusia. tujuan nasional. dan lain sebagainya). Contoh keadaan ini misalnya seharusnya menurut isi materinya seharusnya menggunakan media masyarakat untuk pembelajaran. Lingkungan sangat mempengaruhi guru di dalam menentukan strategi belajar. Lingkungan belajar yang baik adalah lingkungan yang menantang dan merangsang para peserta didik belajar. Pandangan hidup para guru maupun peserta didik akan turut mewarnai berkenaan dengan gambaran karakteristik sasaran manusia idaman. karena kondisi masyarakat sedang rawan. Supervisi dan pengawasan. . Salah satu faktor yang mendukung kondisi belajar di dalam suatu kelas adalah job description proses belajar mengajar yang berisi serangkaian pengertian peristiwa belajar yang dilakukan oleh kelompok-kelompok peserta didik. yakni usaha mengawasi. yakni Tujuan Instruksional Khusus dan Tujuan Instruksional Umum. tujuan kurikuler. c) efisiensi ekonomi. misalnya dengan teman. optimal. Sasaran itu harus diterjemahkan ke dalam ciri-ciri perilaku kepribadian yang didambakan tersebut harus memiliki kualifikasi: a) pengembangan bakat secara. sampai kepada tujuan yang bersifat universal. dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan perencanaan instruksional yang telah didesain sebelumnya. membangkitkan. mengaskan. dan hubungan antar insani. maka diubah dengan menggunakan metode lain. dan peserta didik dengan orang lain.

mestinya diupayakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. dan psikomotorik. tetapi juga meliputi aspek afektif. 1. Integritas Mengajar harus dipandang sebagai usaha mengembangkan seluruh pribadi peserta didik. Walaupun kita mengajar pada sekelompok peserta didik. Prinsip khusus dalam pengelolaan pembelajaran sebagai berikut. Aktivitas Belajar bukanlah menghafal sejumlah fakta atau informasi. strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas peserta didik. and make rational decisions about when each of the teaching strategies is likely to most effective. namun pada hakikatnya yang ingin kita capai adalah perubahan perilaku setiap peserta didik. Oleh sebab itu. Karena itu. Apa yang dikemukakan Killen itu jelas bahwa guru harus mampu memilih strategi yang dianggap cocok dengan keadaan.5 Strategi Pembelajaran efektif Pengertian strategi pembelajaran efektif adalah prinsip memilih hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan strategi pembelajaran. Prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. Berorientasi pada Tujuan Segala aktivitas guru dan peserta didik. guru perlu memahami prinsip-prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran sebagai berikut. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Killen (1998): No teaching strategy is better than others in all circumstances.• Penelitian yang lebih bersifat penafsiran penilaian yang mendukung pengertian lebih luas dibanding dengan pengukuran atau evaluasi pendidikan. Ini sangat penting. Belajar adalah berbuat. memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. sebab mengajar adalah proses yang bertujuan. Mengajar bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja. Oleh karena keberhasilan suatu strategi pembelajaran dapat ditentukan dari keberhasilan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Setiap strategi memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Interaktif . so you have to be able to use a variety of teaching strategies. Individualitas Mengajar adalah usaha mengembangkan setiap individu peserta didik.

Berbagai informasi dan proses pemecahan masalah dalam pembelajaran bukan harga mati. maupun antara peserta didik dengan lingkungannya. sebaiknya guru memberikan informasi . memungkinkan kemampuan peserta didik akan berkembang. Seluruh potensi itu hanya mungkin dapat berkembang manakala mereka terbebas dari rasa takut dan menegangkan. dan sebagainya. bebas dari debu. Untuk itu. dalam hal-hal tertentu. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Dengan demikian. Menyenangkan Proses pembelajaran adalah proses yang dapat mengembangkan seluruh potensi peserta didik. proses pembelajaran adalah proses interaksi baik antara guru dan peserta didik. berpikir secara intuitif atau bereksplorasi. Biarkan peserta didik berbuat dan berpikir sesuai dengan inspirasinya sendiri. akan tetapi merupakan hipotesis yang merangsang peserta didik untuk mau mencoba dan mengujinya. yakni dengan menggunakan pola dan model pembelajaran. melalui pengelolaan pembelajaran yang hidup dan bervariasi. serta memenuhi unsur keindahan. dan sumber belajar yang relevan serta gerakan-gerakan guru yang mampu membangkitkan motivasi belajar peserta didik. perlu diupayakan agar proses pembelajaran merupakan proses yang menyenangkan (joyfull learning). yakni merangsang kerja otak secara maksimal. lukisan dan karya-karya peserta didik yang tertata.Prinsip interaktif mengandung makna bahwa mengajar bukan hanya sekadar menyampaikan pengetahuan dari guru ke peserta didik. ventilasi. yang memungkinkan peserta didik untuk mencoba dan melakukan sesuatu. hendaknya tidak memberikan informasi yang sudah jadi yang siap dikonsumsi peserta didik. media. Proses pembelajaran yang menyenangkan bisa dilakukan. Menantang Proses pembelajaran adalah proses yang menantang peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir. misalnya cat tembok yang segar dan bersih. Apabila guru akan memberikan informasi. antara peserta didik dan peserta didik. Inspiratif Proses pembelajaran adalah proses yang inspiratif. pertama. Apa pun yang diberikan dan dilakukan guru harus dapat merangsang peserta didik untuk berpikir (learning how to learn) dan melakukan (learning how to do). misalnya dengan pengaturan cahaya. akan tetapi mengajar dianggap sebagai proses mengatur lingkungan yang dapat merangsang peserta didiik untuk belajar. untuk memikirkannya sebelum ia mengambil kesimpulan. sebab pengetahuan pada dasarnya bersifat subjektif yang bisa dimaknai oleh setiap peserta didik. guru mesti membuka berbagai kemungkinan yang dapat dikerjakan peserta didik. vas bunga. dengan menata ruangan yang apik dan menarik. baik mental maupun intelektualnya. yaitu yang memenuhi unsur kesehatan. Melalui proses interaksi. akan tetapi informasi yang mampu membangkitkan peserta didik untuk mau “mengunyahnya”. Kemampuan tersebut dapat ditumbuhkan dengan cara mengembangkan rasa ingin tahu peserta didik melalui kegiatan mencoba-coba. dan lain sebagainya. Kedua. yang bersifat mutlak.

Dalam kaitannya dengan pembelajaran metode didefinisikan sebagai cara-cara menyajikan bahan pelajara pada peserta didik untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan Teknik dan taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode pembelajaran. Dorongan itu hanya mungkin muncul dalam diri peserta didik manakala mereka merasa membutuhkan (need). dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar. guru harus dapat menunjukkan pentingnya pengalaman dan materi belajar bagi kehidupan peserta didik. strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Model pembelajaran adalah: “Kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Komponen strategi pembelajaran adalah. taktik sifatnya lebih individual. strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. guru. itu dalam rangka membangkitkan motivasi. metode. Taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu. kemudian karena keraguan itulah peserta terangsang untuk membuktikannya. Oleh karena itu. siswa. Artinya. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya proses yang sifatnya masih sangat umum Metode diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. membangkitkan motivasi merupakan salah satu peran dan tugas guru dalam setiap proses pembelajaran. dengan demikian peserta didik akan belajar bukan hanya sekadar untuk memperoleh nilai atau pujian akan tetapi didorong oleh keinginan untuk memenuhi kebutuhannya.” Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Tanpa adanya motivasi. Dengan demikian. Oleh sebab. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Kedua. tujuan. Motivasi dapat diartikan sebagai dorongan yang memungkinkan peserta didik untuk bertindak atau melakukan sesuatu. tidak mungkin mereka memiliki kemauan untuk belajar. Rangkuman • • • • • • Ada dua hal yang patut dicermati dari pengertian-pengertian strategi pembelajaran Pertama. kegiatan pembelajaran. Motivasi Motivasi adalah aspek yang sangat penting untuk membelajarkan peserta didik. Teknik adalah cara yang dilakukan orang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode yaitu cara yang harus dilakukan agar metode yang dilakukan berjalan efektif dan efisien. arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. bahan pelajaran. sumber pembelajaran dan evaluasi .yang “meragukan”. alat. Peserta didik yang merasa butuh akan bergerak dengan sendirinya untuk memenuhi kebutuhannya.

• 30 POKDAKAN TERIMA BANTUAN . Faktor yang mempengaruhi strategi pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi 3. • Meningkatkan kesejahteraan calon transmigrans di lokasi penempatan. Strategi pembelajaran efektif: berorentasi pada tujuan. • BUPATI SERAHKAN SK PPK BLUD RSUD MUNTILAN. • DUTA WISATA KABUPATEN MAGELANG DINOBATKAN. interaktif Baca Artikel Lainnya. yaitu peserta didik. BUPATI LEPAS CALON JEMAAH HAJI 2011. enviromental input ( lingkungan). PURWOREJO. • BANK DUNIA EVALUASI PROYEK DI KABUPATEN MAGELANG . semua komponen strategi pembelajaran merupakan faktor yang berpengaruh terhadap strategi pembelajaran. • BUPATI RESMIKAN ASRAMA SISWA SMKN SALAM. 2011 • MANTINGAN LOKASI TMMD SENGKUYUNG II. motivasi. menyenangkan. • KOMISI B DPRD KUDUS KUNJUNGI KAB MAGELANG. • Berkurangnya kasus-kasus ketenagakerjaan yang terjadi di Kabupaten Magelang. dan Kebijakan )) Written by Operator Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Tujuan: • • Meningkatkan pelayanan aparatur kepada masyarakat. individualitas. • BUPATI TANDATANGANI MOU PENATAAN TAMAN REKREASI KALI BENING. instrumental input atau sasaran. . • Memperluas kesempatan kerja dalam rangka mengurangi pengangguran. • BUPATI MAGELANG CANANGKAN BULAN DANA PMI 2011. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Tujuan . aktivitas. • BUPATI TANDATANGANI MOU BATAS WILAYAH DENGAN KAB.• • • Komponen-komponen strategi pembelajaran akan mempengaruhi jalannya pembelajaran. sebagai raw input. untuk itu. integritas. • Meningkatkan kesejahteraan PMKS dan Kesetiakawanaan sosial. • Meningkatkan peranserta Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dalam penanganan PMKS. • WAYANG ORANG PEMBAURAN ANTAR ETNIS DIPENTASKAN. • PELATIHAN KERJA dana PKTKP APBN TA. Selengkapnya. • Meningkatkan kualitas tenaga kerja dalam rangka memasuki pasara kerja dan tenaga kerja mandiri..Strategi. menantang.. inspiratif...

meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja serta meningkatkan hubungan industrial yang harmonis. • Strategi Kemitraan : Optimalisasi kerjasama stake holders. • Strategi Manajemen : Penyebarluasan informasi.Strategi : • Strategi Manajemen : Tertib administrasi kantor dan peningkatan profesionalisme aparatur. • Strategi SDM : Pemberdayaan. • Meningkatkan akses/penyebarluasan informasi ketenagakerjaan. Kebijakan : • Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana aparatur. responsibilitas dan kepatuhan. • Strategi Kerjasama Antar Daerah. . • Meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Informasi • Strategi SDM : Pemberdayaan SDM. • Memberikan perlindungan tenaga kerja. • Pemberdayaan PMKS. • Peningkatan kerjasama dengan stakeholder. • Strategi Kondusifitas : Responsifitas. • Meningkatkan koordinasi antar pemerintah daerah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful