Pada sebuah bangunan rumah, pondasi merupakan bagian yang tidak terlihat.

Karena tidak terlihat maka sebagian orang menganggap hal ini tidak penting. Padahal, jika ditinjau dari segi kekuatan bangunan, pondasi menjadi ujung tombak dari kuat tidaknya suatu bangunan. Sedangkan dari segi estetika, pondasi tidak berperan sama sekali. Namun demikian tidak akan ada artinya sebuah rumah yang indah tanpa didukung oleh pondasi yang kuat. Kesalahan dalam penentuan pemilihan pondasi yang digunakan akan membutuhkan biaya perbaikan yang sangat besar bila pondasi rumah yang digunakan mengalami kegagalan/kerusakan. Berdasarkan dari definisinya, pondasi adalah bagian dari bangunan yang letaknya paling bawah yang berfungsi meneruskan beban di atasnya kepada tanah yang dipijaknya. Karena pondasi berhubungan langsung dengan tanah, maka pemilihan pondasi akan sangat dipengaruhi kondisi tanah pada daerah tersebut. Secara garis besar tanah dibagi tiga jenis : 1. Tanah Cadas (berbatu) 2. Tanah Liat (tanah sawah dan kebun) 3. Tanah Gambut (tanah rawa) Untuk tanah cadas dan liat, biasanya tidak banyak masalah untuk pondasi rumah, hal ini karena daya dukung tanah cadas dan liat cukup besar serta mudahnya pengerjaannya. Sedangkan untuk jenis tanah gambut/rawa, pengerjaan pondasi lebih sulit karena kita akan berhadapan dengan volume air tanah yang sangat besar serta daya dukung tanah yang sangat kecil. Pondasi yang sesuai untuk bangunan di tanah gambut/rawa-rawa adalah: 1. Pondasi Tiang Pancang Kayu

Setelah pondasi kering dan mengeras.Pondasi tiang pancang kayu merupakan pondasi yang paling murah dari ketiganya. pondasi ini hanya sesuai untuk bangunan sederhana sampai dengan bangunan permanen bertingkat maksimum dua lantai. 2. tepat di bawahnya. Dengan kondisi kayu yang selalu terendam air sepanjang tahun maka kayu akan terlindung dari kerusakan/kebusukan. digunakan cincin sumuran yang terbuat dari beton bertulang. Keberadaan air tersebut berfungsi melindungi kayu dari zat asam yang dibawa oleh udara. Untuk bagian pondasi yang tidak terendam air digunakan pondasi beton bertulang. Pada pengerjaan pondasi sumuran. maka lubang dari . dilanjutkan dengan penggalian lubang pondasi. Pada pondasi tiang pancang kayu yang harus diperhatikan adalah posisi dari tiang pancang harus selalu terendam air sepanjang tahun. Pada musim kemaraupun. Pondasi Sumuran Pondasi sumuran merupakan urutan kedua termurah dari ketiga jenis pondasi diatas. pondasi ini harus tetap terendam air. Setelah pondasi masuk ke dalam tanah sampai ke lapisan tanah keras. Untuk lebih dari dua lantai digunakan pondasi tiang pancang beton dan sumuran. Proses pengerjaan/pembuatannya dilakukan di atas muka tanah.

. Pondasi Tiang Pancang Beton Pondasi tiang pancang beton memerlukan biaya yang sangat besar. Memiliki kemampuan yang besar dalam menahan beban.sumuran tersebut dicor dengan beton cyclope (campuran semen pasir dan batu mangga). Biasanya digunakan untuk bangunan bertingkat tinggi. Sangat jarang digunakan pada bangunan rumah tinggal umumnya. 3. karena pengerjaannya memerlukan alat-alat berat. yaitu lebih dari tiga lantai.