Laporan Tutorial Blok 15 Modul 1

LAPORAN TUTORIAL

BLOK 15 : REHABILITATIF II
MODUL 1 DASAR-DASAR GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN (GTSL)
OLEH:

KELOMPOK 1 Tutor Ketua Sekretaris : drg. Hidayati, MKM : Intan Febrina Syahdati : Nining Septina R Fajar Putri Prima Dini Anggota : Fika Amila Monica Rosman Rihatul Jannah Elvyani Dwirima Sri Ayu Lestari Didi Rahmadi Nodika Herda Tri Utami

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS TAHUN AJARAN 2011/2012 MODUL 1 DASAR-DASAR GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN (GTSL) Skenario 1
Gigi Palsu Paket Hemat Pak Bebeb (50 tahun) datang ke praktek dokter gigi dengan keluhan gigi palsunya tidak nyaman lagi dipakai. Pak Bebeb hanya memakai gigi tiruan sebagian lepasan akrilik pada rahang atas dan ingin mengganti gigi tiruan tersebut dengan yang baru. Dari anamnese diketahui bahwa gigi tiruan dibuat oleh tukang gigi dan telah dipakai selama 3 tahun. Gigi tiruan tersebut ternyata menutupi beberapa radiks. Dari pemeriksaan objektif diketahui bahwa pak bebeb telah kehilangan banyak gigi yaitu 17, 16, 21, 11, 21, 23, 36 dan 47. Terdapat pula sisa akar gigi yaitu 22, 24, 35, 43 dan 46. Gingiva di regio anterior mandibula terlihat fibrotik dan banyak terdapat kalkulus supragingiva dan subgingiva. Gigi yang digunakan sebagai penyangga hanya gigi 15 dengan cangkolan berupa kawat yang mengikuti prinsip ungkitan Klas I. Gigi 15 mengalami mobiliti III dan terdapat karies media pada gigi 25. Dokter gigi menjelaskan bahwa sebelum pembuatan gigi tiruan baru perlu dilakukan perawatan pendahuluan untuk mempersiapkan kondisi rongga mulut pasien. Pak Bebeb menanyakan apakah mungkin plat gigi palsunya yang baru dibuat lebih tipis karena menurutnya gigi palsu yang dipakainya saat ini membuatnya susah berbicara dan makan pada awal-awal pemakaian dulu. Dokter gigi menjelaskan alternatif gigi tiruan yang lain yaitu gigi tiruan

kerangka logam. Pak Bebeb setuju untuk membuat gigi tiruan baru, tetapi tetap hanya ingin mengganti gigi tiruan rahang atasnya saja. Bagaimana saudara menjelaskan rencana perawatan Pak Bebeb?

STEP I : TERMINOLOGI

Fibrotik : pembentukan dan pertumbuhan ke dalam dari jaringan ikat fibrosa setelah peradangan kronik. Ungkitan Klas I : ungkitan pada gigi sandaran yang disebabkan oleh tekanan atau gaya kunyah sehingga gaya ungkit paling besar ke arah apikal atau linggir alveolar.

Mobiliti III : kegoyangan gigi lebih dari 1 mm ke segala arah dan gigi dapat ditekan ke apikal. Perawatan tiruan. pendahuluan : perawatan yang bertujuan untuk

mempersiapkan kondisi rongga mulut pasien sebelum dibuatkan gigi

STEP II : IDENTIFIKASI MASALAH
1. Apa saja klasifikasi gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL)? 2. Apa saja komponen GTSL akrilik dan GTKL? 3. Apa perbedaan antara GTSL dan GTKL? 4. Pertimbangan apa saja yang harus diperhatikan dalam pembuatan

desain GTSL? Dan apa saja prinsip dalam pembuatan GTSL?
5. Apa tujuan

perawatan pendahuluan dan apa saja perawatan

pendahuluan yang akan dilakukan pada pak Bebeb?
6. Bagaimana plat gigi tiruan yang baik sehingga pasien nyaman? 7. Berapa lama jangka waktu pemakaian gigi tiruan?

apakah perlu dibuatkan protesa atau dibiarkan saja sesuai keinginan pak Bebeb? 11. Seluruhnya tooth supported beban yang diterima diteruskan oleh occlusal rest pada gigi penyangga di kedua sisi. • Klasifikasi GTSL menurut Kennedy Klasifikasi ini berdasarkan disain / konstruksi gigi tiruan yang akan dibuat. The all-tooth supported denture – removable bridge. Sadel pada kedua sisi dibatasi gigi penyangga. The tooth tissue supported denture. diperlukan indirect retainer. Bagaimana dengan rahang bawah pak Bebeb. Disain gigi tiruan dapat unilateral atau bilateral 2.Bagaimana distribusi tekanan pada GTSL berujung bebas? STEP III : ANALISA MASALAH 1.Cracken: Berdasarkan penyangga: 1. gigi penyangga 15 mobiliti III.8. Apakah gusi yang fibrotik. . sehingga tidak terjadi gerakan rotasi (ungkitan). Gigi penyangga hanya pada stu sisi sadel. Sebagian ridge atau tissue supported dan sebagian tooth supported. Apa saja klasifikasi gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL)? • Klasifikasi GTSL menurut MC. sehingga memungkinkan gerakan rotasi atau ungkitan pada waktu gigi tiruan berfungsi. Apakah gigi tiruan boleh menutupi radiks? 9. dan gigi 25 karies media berhubungan dengan pemakain GTSL akrilik pada skenario? 10.

Klas I: Bilateral free end denture.gigi asli. 1. unilateral edentulous area terletak posterior dari gigi-gigi asli. sebelah anterior dan posterior dibatasi oleh gigi asli. single edentulous area. Klas II: Unilateral free end denture. bilateral edentulous area terletak posterior dari gigi. Komponen GTKL & GTSL akrilik : GTKL Mayor sisi lain Minor lain konektor : penghubung Saddle : menggantikan tulang konektor : GTSL Akrilik penghubung Basis komponen dari satu sisi rahang ke konektor utama dengan bagian alveolar yang hilang dan tempat anasir GT Rest/sandaran : yang bersandar Anasir GT pada gigi penyangga Direct retainer : mencegah Cengkram/cangkolan lepasnya GT ke arah oklusal Indirect lepasnya langsung Basis/landasan Anasir/landasan GT Stabilizing bagian component lingual : pada untuk retainer GT : mencegah tidak secara stabilisasi/penyeimbang . Klas IV: The anterior bounded saddle – anterior single saddle. hanya pasa satu sisi. melibatkan garis median. Klas III: The bounded saddle denture.

Pertimbangan apa saja yang harus diperhatikan dalam pembuatan desain GTSL? Dan apa saja prinsip dalam pembuatan GTSL? Pertimbangan pembuatan desain GTSL : jumlah gigi yang tersisa.8 mm Harga terjangkau Mudah dimodifikasi sementara (± 2 warna jaringan 3. Perbedaan antara GTKL dan GTSL akrilik : GTKL Estetis kurang karena logam GTSL akrilik Estetis baik karena warna akrilik menyerupai pendukung Lebih nyaman Kualitas mekanis baik Kurang nyaman Penggunaan bulan) Prosedur pembuatan sulit Retensi retainer) Harga cukup mahal : logam cor Prosedur pembuatan sederhana (direct Retensi : cangkolan kawat θ 0. keadaan jaringan pendukung. tujuan : pendahuluan perawatan perubahan pendahuluan yang akan dilakukan pada pak Bebeb? Tujuan melihat keadaan seluruh perubahan/kelainan yang terjadi pada gigi geligi.70. Apa pendukung luas kiri distribusi tekanan yang (keseimbangan perawatan untuk (melalui cengekram). Prinsip dalam pembuatan GTSL : GTSL memelihara/mempertahankan dengan memperhatikan dan phisiologic apa saja : kesehatan jaringan tekanan 4. kondisi gigi geligi yang akan dijadikan sebagai gigi penyangga. linggir alveolus yang . menyamakan dan kanan) dan basing (tekanan phisiologis pada mukosa di bawah basis). gaya atau distribusi tekanan yang akan diberikan pada gigi yang terisisa.2.

jika base resin penggunaan kira-kira 1 tahun. 9. Perawatan pendahuluan yang akan dilakukan :  Ekstraksi radiks dan gigi 15 mobiliti III stabilitasi GT dapat mengganggu  Scalling kalkulus  Penambalan (restorasi) gigi 25 karies media 1. 3. apakah perlu dibuatkan protesa atau dibiarkan saja sesuai keinginan pak Bebeb? . Apakah gusi yang fibrotik. karena dapat menyebabkan inflamasi dan kemudian menjadi infeksi jaringan periodontal. karena gigi tersebut dipakai sebagai gigi penyangga dengan ungkitan Klas I. Bagaimana plat gigi tiruan yang baik sehingga pasien nyaman? -beradaptasi baik dengan mukosa -tidak mengiritasi jaringan dibawahnya -tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis sehingga tidak mengganggu fungsi mastikasi dan fonetik pasien 2. kerangka logam dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama. 10.mendukung gigitiruan dan struktur rongga mulut yang lain yang dapat menggagalkan dalam pembuatan GTSL. Bagaimana dengan rahang bawah pak Bebeb. gigi penyangga 15 mobiliti III. sehingga menyebabkan gigi tersebut mobiliti. Berapa lama jangka waktu pemakaian gigi tiruan? Tergantung bahan basis plat gigi tiruan yang digunakan. dan gigi 25 karies media berhubungan dengan pemakain GTSL akrilik pada skenario? Gigi fibrotik tidak berhubungan dengan gigi tiruan yang dipakai pak Bebeb. Apakah gigi tiruan boleh menutupi radiks? Tidak. Gigi 15 mobiliti III berhubungan dengan gigi tiruan yang dipakai pak Bebeb. Gigi 25 karies media juga tidak berhubungan. karena disebabkan oleh kalkulus supragingiva dan subgingiva.

Sebaiknya dokter gigi memberi penjelasan kepada pak Bebeb akibat – akibat yang akan terjadi jika tidak memakai gigi tiruan. semakin luas basisnya semakin luas pula distribusi tekanan.Perlu. Karena jika tidak dibuatkan gigi tiruan maka akan berdampak pada gigi dan jaringan pendukungnya. 11.Bagaimana distribusi tekanan pada GTSL berujung bebas? Tergantung desain GTSL yang dibuat. STEP IV : SKEMA Pak Bebeb (50 th) . gigi sebelahnya akan migrasi dan tulang alveolar akan mengalami resorpsi. sehingga pak Bebeb mau untuk dibuatkan gigi tiruan untuk rahang bawahnya juga.

23. 36 dan 47 Radiks 22. anatomi dan fisiologis Diagnos Rencana perawata n GTSL Distribusi tekanan pada GTSL berujung bebas Pertimbang an desain komponen Komponen Prinsip biomekanik STEP V : TUJUAN PEMBELAJARAN . 21. 43 dan 46 Gingiva anterior mandibula fibrotik dan terdapat kalkulus supragingiva Perawatan pendahuluan 25 karies media 15 mobiliti III GTKL Psikologis. 24. 21. 16. 35. 11.3 tahun pakai Menutupi beberapa radiks GTSL akrilik tidak nyaman lagi Dokter gigi Pemeriksaan objektif Cangkola n ungkitan Klas I Gigi missing 17.

3. Mahasiswa pembuatan GTSL. Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip biomekanik dalam pembuatan GTSL. 2. 4. Mahasiswa mampu mampu menjelaskan menjelaskan penentuan rencana diagnosa perawatan dalam dalam pembuatan GTSL.1. Mahasiswa mampu menjelaskan aspek psikologis. anatomi dan fisiologis dalam pembuatan GTSL. Mahasiswa mampu menjelaskan distribusi tekanan pada GTSL berujung bebas. 6. . 7. 5. Mahasiswa mampu menjelaskan komponen GTSL dan GTKL. Mahasiswa mampu menjelaskan pertimbangan desain komponen GTSL.

rasional b. anatomi dan fisiologis dalam pembuatan GTSL. Pasien Indifferent (biasa saja) memelihara . Pasien histeris Karakteristiknya: 1. Prognosis bisa baik bila tendensi ingin sempurna dan sikap krisisnya sepada dengan kecerdasannya. bijaksana c. 3. motivasi terjadi secara umum seperti keinginannya memakai gigi tiruan untuk kesehatan dan menunjukkan merasa memilki gigi yang perlu diganti. usaha dan kesabaran pada sebagian dokter gigi. e. 4. tenang d. Namun dia memerlukan perhatian yang lebih ekstra. Pasien seperti ini harus dibuat sadar atas masalahnya. prosedur dapat diterima. Tidak stabil 5. Gugup 2.STEP VI : BELAJAR MANDIRI STEP VII : SHARING INFORMATION 1.  Aspek Psikologis Karakteristik pasien : 1. Emosional 3. Mereka sukar menerima pendapat atau nasehat. Hipersensitivitas Prognosis terkadang tidak baik dan profesional tambahan diperlukan selama perawatan. Mahasiswa mampu menjelaskan aspek psikologis. Tidak mustahil pula ia meminta suatu jaminam tertulis. Pasien Filosofikal Sikap ini merupakan sikap yang paling baik untuk pemasangan gigi tiruan. Karakteristiknya : a. 2. Pasien Exacting Tipe ini memeliki semua sifat baik pada pasien filosofikal. bahkan ingin turut mengatur perawatan. Tidak memperhatikan kesehatan mulutnya sendiri 4.

Bila terjadi tanpa pertumbuhan alveolar. 5. maka akan menimbulkan kesulitan jika pada suatu hari penderita akan dibuatkan gigi tiruan penuh. 6. Hal ini mengakibatkan terjadinya kerusakan membran periodontaldan lamakelamaan menyebabkan gigi semakin goyang. tidak merasakan pentingnya masalh komunikasi 3. penutupan berlebih (over clossure). Dietnya buruk 7. kecuali bila ada penerimaan dan instruksi kepadanya berhasil. Migrasi dan rotasi gigi Hilangnya kesinambungan pada gigi dapat menyebabkan pergeseran /miring/ berputarnya gigi. Erupsi berlebih dapat terjadi tanpa atau disertai pertumbuhan tulang alveolar. apalagi yang belakang akan merasakan betapa efisiensi kunyah nya menurun. Gigi miring sulit dibersihkan sehingga aktivitas karies meningkat. . Prognosis tidak baik. dapat menyebabkan gangguan pada struktur rahang. maka struktur periodontal akan mengalami kemunduran sehingga gigi mulai ekstrusi. tidak mau merepotkan dirinya sendiri dalam pemakaian protesa 5. maka akan mengakibatkan kerusakan intraselular struktur periodontal. maka gigi yang masih ada akan menerima tekanan mastikasi lebih besar sehingga terjadi pembebanan berlebih. Beban berlebih pada jaringan pendukung Bila penderita sudah kehilangan sebagian gigi aslinya.  Aspek Anatomi Akibat gigi hilang tidak diganti : 1. Karena gigi ini tidak lagi menempati posisi normalnya untuk menerima beban yang terjadi saat pengunyahan. maka akan terjadi erupsi berlebih. Erupsi berlebihan Bila gigi sudah tidak memilki antagonis lagi. hubungan rahang yang eksentrik akibat kehilangan gigi. Gangguan pada TMJ Kebiasaan mengumyah yang buruk. kurang menghargai upaya dokter gigi yang merawatnya. prognosisnya akan baik.Karakteristik pasien ini : 1. tidak ulet 4. 3. tidak peduli dengan penampilannya sendiri 2. penurunan efisiensi kunyah Mereka yang sudah kehilangan cukup banyak gigi. 2. 4. Bila disertai pertumbuhan tulang alveolar berlebih.

7.  Aspek Fisiologis Pada pasien usia lanjut. kelenturan dan tonus otot ✔ Ditemukan juga keadaan atropi. tidak akan mengalami kerusakan. Karena terdesaknya kembali jaringan lunak tadi dari tempat yang ditempati protesa. Atrisi Pada kasus tertentu dimana membran periodontal gigi masih menerima beban kunyah. mengakibatkan celah antar gigi mudah disisipi makanan.adanya ruang interproksimal tidak wajar ini. Toleransi ini berwujud pada gigi tadi yang berupa atrisi. secara klinis tidak mudah terlihat tetapi perubahan yang sangat besar dan relative cepat dapat diakibatkan oleh pemasangan GT yang kurang baik. Efek terhadap jaringan lunak mulut Bila ada gigi yang hilang. Terganggunya Kebersihan mulut Migrasi dan rotasi gigi menyebabkan gigi kehilangan kontak dengan tetangganya demikian pula gigi yang kehilangan lawan gigitnya. 10.6. ruang yang akan ditinggalkannya akan ditempati jaringan lunak pipi dan lidah. banyak perubahan yang terjadi dari keadaan fisiologisnya. karena gigi khususnya bagian anterior termasuk bagian fungsi fonetik. stamina. terjadi perubahan otot akibat sel-sel otot maupun system syaraf sehingga terjadi penurunan kekuatan. ✔ Pada rongga mulut. malahan tetap sehat. chemis dan bakteri ✔ Perubahan minor pada struktur tulang alveolar. Memburuknya penampilan Menjadi buruknya penampilan karena hilangnya gig anterior akan mengurangi daya tarik wajah seseorang. Jika berlangsung lama hal ini akan menyebabkan kesukaran adaptasi terhadap gigi tiruan. pengurangan ketebalan mukosa dan submukosa serta kelenturan jaringan ikat lidah ✔ Terjadi pengurangan vaskularisasi sehingga memburuknya nutrisi dan pemberian oksigen ke jaringan ✔ Mukosa menjadi peka terhadap iritasi mekanis. thermis. Kelainan bicara Kehilangan gigi depan atas dan bawah seringkali menyebabkan kelainan bicara . basis terlalu pendek dan oklusi yang tidak sempurna . 8. 9. OH terganggu dan mudah terjadinya akumulasi plak serta indeks karies meningkat.

diabetes mellitus. Yang diperiksa antara lain: -Penyakit sistemik.cembung . misalnya: mengunyah di satu sisi.lonjong/tapering b.cekung 2. -Apakah pernah memakai gigitiruan. bruxism. 1. . 2. Dilihat dari arah samping. jika pernah bagaimana keluhankeluhan gigitiruan yang lama. Mendiagnosa pasien berarti melakukan anamnese dan pemeriksaan terhadap pasien. Anamnese yaitu menanyakan kepada pasien mengenai segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gigitiruan yang akan dipakainya. mempengaruhi perawatan GT.lurus . . Pemeriksaan objektif. Mahasiswa mampu menjelaskan penentuan diagnosa dalam pembuatan GTSL.normal . karena pada pasien DM penyembuhannya akan menjadi sangat lambat 1.panjang. pendek . Bentuk muka/wajah a. Pemeriksaan subjektif. Bentuk bibir .persegi/square .oval/ovoid .✔ Hilangnya elastisitas jaringan mempengaruhi kemungkinan pencetakan akhir yamg terlalu menekan ✔ Munculnya penyakit sistemik pada orang tua. Dilihat dari arah depan. -Kebiasaan jelek. misalnya: hipertensi. Pemeriksaan ektra oral meliputi pemeriksaan terhadap: 1. dsb. dokter gigi harus menghindari terjadinya trauma selama perawatan GT. Misalnya pasien dengan diabetes mellitus.

dapat disebabkan. tipis . 3.sakit Pemeriksaan intra oral meliputi pemeriksaan terhadap: 1. maka sebaiknya gigi tersebut dicabut.angular cheilosis . Sendi rahang .mengeletuk .gigi yang mudah terkena karies .tebal.kripitasi . dan III.atrisi Jika dijumpai ada kelainan gigi yang mengganggu pada pembuatan gigitiruan. antara lain karena : . Gigi yang hilang b. Pemeriksaan terhadap gigi.elongasi .disfungsi dari TMJ . II.mobility gigi . d. dimana bibir yang tebal akan memberi retensi yang lebih baik. Dalam . c. Adanya ovrclosed occlusion pada gigi depan.malposisi . Oklusi : diperhatikan hubungan oklusi gigi atas dengan gigi bawah yang ada.tegang. kendor (flabby) Tebal tipis bibir akan mempengaruhi retensi gigitiruan yang akan dibuat. Keadaan gigi yang tinggal: . Angle klas I. antara lain: a.spasme otot-otot kunyah Spasme otot-otot kunyah dapat diperbaiki dengan menambah dimensi vertical pada pembuatan gigitiruan sebagian lepasan. harus diketahui juga ukuran over jet dari gigi depan. Selain deep overbite..banyaknya tambalan pada gigi .

resorbsi tulang .sclerosis (penebalan tulang) h. pada keadaan ini mukosa harus disembuhkan terlebih dahulu sebelum dicetak. Vitalitas gigi 2. Oral hygiene .adanya karang gigi .keadaan normal. . Resesi gingival Terutama pada gigitiruan sebagian lepasan yang dilihat untuk gigi penyangga dari gigitiruan tersebut. misalnya : gingivitis g. Rontgen foto. Pemeriksaan terhadap mukosa / jaringan lunak yang menutupi tulang alveolar. Warna gigi Warna gigi pasien harus dicatat sewaktu akan membuat gigitiruan sebagian lepasan.kista . f.inflamasi.adanya akar gigi . . sisa-sisa akar .kelainan periapikal . terutama pada pembuatan gigitiruan di daerah anterior untuk kepentingan estetis.kualitas tulang pendukung dari gigi penyangga . e.adanya gigi yang karies .bergerak/tidak bergerak. seperti: . ukuran over bite dan over jet ini berkisar antara 2 mm. Dengan rontgen foto dapat diketahui adanya: .gigi-gigi yang terpendam. i.adanya peradangan pada jaringan lunak.

undercut 4.keras/lunak 3. dapat disebabkan karena elongasi . Pemeriksaan terhadap bentuk tulang alveolar. sehingga perlu dilakukan pembebasan. Adanya torus -pada palatum disebut torus palatinus -pada mandibula disebut torus mandibula Torus ini bila keadaan mengganggu pada pembuatan gigitiruan. maka dapat ditentukan : . luas. Pemeriksaan terhadap frenulum Apakah perlekatannya tinggi atau rendah sampai puncak alveolar.cukup.datar.. sempit. Setelah dilakukan pemeriksaanpemeriksaan terhadap pasien. Faktor pertimbangan Dalam Rencana Perawatan : 1. dapat disebabkan karena pencabutan yang sudah terlalu lama . Mahasiswa mampu menjelaskan rencana perawatan dalam pembuatan GTSL.bentuk U. minimal jaraknya 5 mm 5.prognosa 3.kecil. V . dimana jika perlekatan yang rendah akan mengganggu gigitiruan yang dibuat. Dari hasil pemeriksaan-pemeriksaan tersebut di atas. harus dibuang 6. Ruang antar rahang . Pemeriksaan jarngan pendukung gigi 7.diagnosa .rencana perawatan . dapat diketahui apakah masih perlu dilakukan perawatan pendahuluan sebagai persiapan perawatan prostodontik. . Faktor Personal Yang perlu diperhatikan pada pasien : .besar.

faktor intensitas. faktor personal yang perlu dipertimbangkan adalah: -faktor sosial ekonomi memperhatikan biaya pembuatan dan pemeliharaan -faktor umur restorasi protesa dapat direkonstruksi pada pasien dengan semua umur. relative selular pembentuk serta tulang direksi (osteoblas) dan peresorpsi tulang (osteoklas). faktor metabolik segala faktor nutrisi. -faktor pengalaman hidup sehari-hari dapat mengubah rencana terbaik untuk perawatan dan sering tidak bisa dihindari. Selain itu. Keberhasilan atau kegagalan perawatan dengan GTSL langsung berhubungan dengan kecermatan preparasi mulut.. durasi. mencari bidang .keinginan atau ketidakpuasan terhadap protesa . konservatif termasuk endo dan ortho yang ditujukan untuk menciptakan lingkungan mulut yang sehat -tahap kedua yaitu persiapan pemasangan GT. faktor anatomi ukuran.tidak adekuatnya protesa yang digunakan. perawatan periodontal. seperti : pekerjaan profesi status sosial lingkungan 2. Dilakukan proses pengubahan kontur gigi untuk mengurangi hambatan. mempengaruhi fungsional aktivitas frekuensi. bentuk dan densitas ridge karakteristik dan ketebalan mukosa penutup hubungan ridge jumlah dan kedalaman alveolar 3.kondisi dan kesehatan jaringan oral dan perioral . pengaplikasian tekanan pada tulang yang mempengaruhi densitas (resorpsi dan deposisi) pada tulang.kesehatan dan pola hidup pasien . hormonal dan metabolik lainnya yang 4. Secara garis besar ada 2 tahapan preparasi mulut : -tahap pertama yaitu langkah pedahuluan seperti tindakan bedah.

Misalnya : ginggivectomy dan reposisi flep 1) Tindakan yang berhubungan dengan perawatan jaringan pendukung Untuk mendapatkan jaringan yang sehat pada gigi yang ada sehingga dapat memberikan dukungan dan fungsi yang baik untuk GT. Penyingkiran saku gusi dapat dilakukan dengan cara kuretase dan eksisi surgical. Bedah periodontal Untuk mendapatkan keadaan jaringan yang sehat sebagai pendukung GT.bombing. Perawatan pendahuluan : 1) Tindakan yang berhubungan dengan perawatan bedah a. Pencabutan Gigi yang cukup kuat yang akan dijadikan sandaran dapat dipertahankan dan sebaliknya gigi yang dapat menimbulkan kesulitan dalam pembuatan GT sebaiknya dicabut b. Penyingkiran sisa akar yang tinggal dan gigi impaksi Pengambilan sisa akar dapat dilakukan dari permukaan labial/bukal/palatal tanpa mengurangi alveolar ridge. c. Penonjolan tulang Yang menghalangi pemasangan GT harus disingkirkan Contoh : torus palatinus yang meluas sampai pertemuan palatum molle. Antara lain : menghilangkan kalkulus dan menghilangkan pocket periodontal . Permukaan jaringan yang akan dipreparasi ditandai pada model diagnostic. Kista dan tumor odontogenik d. Pengambilan gigi impaksi sedini mungkin agar mencegaj infeksi akut dan kronis. torus palatinus yang besar dan yang menyebabkan penumpukan debris e. Model dipakai sebagai peta/petunjuk untuk melaksanakan perubahan. membuat sandaran oklusal dan menciptakan daerah retensi mekanis.

sebaiknya dilakukan perawatan orto sebelum pembuatan GT. barulah dapat dilakukan pengambilan cetakan pada pasien untuk pembuatan gigitiruan. derajat overclosure. pencetakan biasanya dilakukan dengan menggunakan alginate (irreversible hydrocolloid). pembuatan inlay dan kedudukan rest 3) Tindakan ortodonti Misalnya pada kasus diastema sentralis.splinting . Setelah dilakukan perawatan pendahuluan yang baik. Model diagnostik umumnya bertujuan untuk membantu dalam mendiagnosa dan rencana perawatan. Tujuannya adalah : 1.menghilangkan gangguan oklusal 2) Tindakan konservasi Perbaikan yang akurat terhadap gigi yang ada. 2. karena gigitiruan dapat bertindak sebagai pengganti fungsi gigi yang hilang dan mengembalikan kesehatan jaringan mulut.. arah melepas dan memasang gigitiruan. Modeldiagnostik merupakan hasil tiruan yang akurat dari gigi dan batas-batas jaringan yang biasanya dibuat dari stone gips. Model diagnostik digunakan untuk survei pada lengkung rahang pada pembuatan gigitiruan sebagian lepasan 3. Model diagnostik digunakan sebagai referensi yang tetap dalam persiapan kerja. daerah permukaan yang dimodifikasi. Untuk mendapatkan model diagnostik. loksi rest. Model diagnostik digunakan untuk gambaran gigitiruan yang dibutuhkan 4. besarnya ruang interoklusal yang ada. misalnya restorasi.memperbaiki tambalan yang tidak baik . Guna model diagnostik : . seperti tipe restorasi. Model diagnostik digunakan sebagai tambahan pada pemeriksaan oral dari oklusi bagian lingual.

berpenampang bulat. Berfungsi sebagai : .mendukung anasir GT menyalurkan tekanan oklusal ke jaringan pendukung gigi penyangga serta mukosa dan tulang alveolar dibawah basis GT . .bagian dari cengkeram : -lengan cengkeram (arm) : terdiri dari bahu dan terminal. Merupakan bagian dari cengkeram kawat yang terletak/melingkari bagian bukal atau lingual gigi penyangga. Untuk mengevaluasi dan menetukan tipe basisi gigitiruan yang digunakan. GTSL Akrilik ✔ Basis Protesa Merupakan bagian GT yang menggantikan tulang alveolar yang hilang. Sifat : lentur. c. berfungsi sebagai retensi dan stabilisasi. seperti ruang kehilangan gigi. b. cangkolan dengan garis penyangga merupakan kontak garis kontinyu. Bagian. Untuk dapat mengetahui perluasan daerah pendukung gigitiruan.memberikan retensi dan stabilisasi pada GT menunjang kebersihan dan perbaikan estetis pemberian warna dan pengembalian kontur wajah pasien ✔ Sadel Bagian GT yang menutupi mukosa di atas processus alveolaris dan mendukung elemen GT ✔ Penahan/Retainer Yang digunakan jenis ekstra koronal cangkolan/cengkeram.a. yang digunakan adalah cangkolan kawat.memberikan stimulasi jaringan dibawahnya terutama kasus tooth borne . Kontak Pada GT resin akrilik. Mahasiswa mampu menjelaskan komponen GTSL dan GTKL. 4. tidak menekan gigi penyangga. yaitu cangkolan yang terbuat dari kawat. Mengetahui lengkung rahang yang kehilangan gigi sebagian. Sifatnya agak lentur. pasif. a.

Anasir resin akrilik : pasien dengan ruang intermaksilla << Anasir porselen : mekanis Anasir logam : ruang intermaksilla >> a. porselen dan logam. Gigi Tiruan Kerangka Logam (GTKL) (rest): gigi bagian penahan. Bahan dasarnya ada resin akrilik. berfungsi sebagai yang Sifatnya stabilisasi yaitu menahan gaya anteroposterior. bersandar kaku. Sifatnya kaku. berfungsi untuk meneruskan beban kunyah ke gigi ✔ Konektor a. Minor konektor . -sandaran oklusal/incisal penyangga ✔ Anasir GT Bagian dari GT yang merupakan bentuk GT dari gigi asli yang hilang. Sifatnya agak lentur/fleksibel. Mayor konektor Bagian GTSL yang menghubungkan bagian protesa yang terletak pada salah satu sisi rahang dengan yang ada pada sisi lainnya.-jari : bagian dari lengan yang terletak dibawah lingkaran terbesar gigi. pada ± permukaan 1/3 lebar panjang mesiodistal gigi. -bahu : bagian dari lengan yang terletak di atas/lingkaran terbesar gigi. Syaratnya : -harus rigid. sehingga gaya – gaya yang bekerja pada protesa dapat disalurkan ke seluruh bagian/daerah pendukung -lokasinya diatur sehingga tidak mengganggu pergerakan jaringan dan tidak menyebabkan tergesernya mukosa dan ginggiva -bagian perifer konektor harus terletak cukup jauh dari tepi ginggiva sehingga tidak menekan/menggeser jaringan -kontur bagian perifer konektor harus membulat dan tidak tajam sehingga tidak mengganggu pipi dan lidah b. berfungsi sebagai retensi.

bertahan terhadap pergeseran/daya yang melepaskan. Ada 2 tipe : -ekstra korona : penahan yang diletakkan pada permukaan gigi penyangga. Dapat berfungsi dengan baik jika merupakan satu kesatuan yang mempunyai 3 fungsi. Contoh : cangkolan -intra korona (kaitan presisi) : penahan yang terletak dalam batas kontur anatomi mahkota gigi penyangga pada GTKL Retainer terdiri dari : a. terletak pada permukaan oklusal -lengan reciprocal .Bagian GTSL yang menghubungkan konektor utama dengan bagian lain. Direct retainer Komponen GT yang terletak pada gigi penyangga dan berfungsi mencegah lepasnya GT.menghubungkan bagian GT dengan konektor utama -menyalurkan tekanan fungsional/kunyah ke gigi penyangga -menyalurkan efek penahan dan sandaran kepada sandaran Letaknya pada daerah embrasure gigi dan harus berbentuk melancip ke arah gigi penyangganya. Fungsinya : . Bisa juga merupakan perluasan basis pada permukaan mukosa bukal dan lingual. Sifat : fleksibel. Sifat kaku. -dukungan/support Untuk mencegah GT bergerak ke arah ginggiva. ✔ Penahan/Retainer Kemampuan GT melawan gaya pemindah/melepaskan yang cenderung melepaskan GT seperti aktifitas otot saat bicara dan mastikasi. terletak dibawah garis survey. yaitu : -lengan retentive Untuk menahan GT tetap pada tempatnya. Bisa juga diletakkan pada bagian proksimal gigi yang berdekatan dengan daerah tak bergigi dan menjadi penghubung cengkeram dengan mayor konektor.

Sandaran/Rest Bagian yang bersandar pada permukaan cangkolan.menyalurkan tekanan kunyah ke gigi penyangga . Merupakan bagian dari kesatuan .memperbaiki oklusi . letaknya pada/di atas garis survey dan bersifat kaku.menahan lengan – lengan cangkolan tetap berada di tempatnya . Indirect retainer Fungsi : retensi GTSL.Berada pada daerah non retentive untuk mengimbangi pergerakan horizontal atau gaya yang ditimbulkan oleh lengan retentive. Fungsi : .mencegah ekstrusi gigi penyangga menghindari menumpuknya sisa makanan antara cangkolan dengan gigi penyangga . stabilitasi GTSL dan vertical stop Contoh : oklusal rest yaitu bagian dari cengekaram kawat yang terletak di bagaian oklusal gigi sifat:kaku. panjang ±1/3 lebar mesio-distal gigi fungsi:meneruskan beban kunyah ke gigi penjangkar.pada gigi anterior splinting c. b. ✔ Sadel dapat menahan gaya anteroposterior dan efek oklusal/incisal gigi untuk member dukungan vertical padaGTSL.

Gaya lateral Timbul pada saat RB bergerak dari posisi kontak oklusi eksentrik ke posisi sentrik atau sebaliknya. Pada kasus GT free end sebagian gaya oklusal akan diterima oleh gigi penyangga dan sisanya oleh jaringan mukosa di bawah basis.Bagian GTSL yang mengganti tulang alveolar yang hilang dan mendukung anasir GT ✔ Anasir GT Bagian GTSL yang mengganti gigi asli yang hilang 5. karena hanya sebagian serat periodontal/mukosa saja yang berfungsi menyangganya Untuk mencegah kerusakan gigi asli dan resopsi tulang alveolar berlebih. Upaya untuk mengurangi gaya oklusal yang diterima jaringan penyangga : .pengurangan jumlah atau luas permukaan elemen penyaluran gaya oklusal secara merata pada jaringan menggunakan cetakan fungsional atau mukokompresi distribusi gaya seluas mungkin dengan memperbesar basis/konektor utama agar besar gaya persatuan luas menjadi lebih kecil b. gaya lateral harus diimbangi dengan kombinasi : pendukung dengan . Gaya oklusal Disebut juga gaya vertical. Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip biomekanik dalam pembuatan GTSL. Gaya oklusal yang diterima elemen pada waktu mastikasi akan diteruskan basis ke jaringan dibawahnya secara kompresif. merupakan gaya yang timbul pada waktu bolus makanan berada di permukaan oklusal GT sebelum dan pada saat berfungsi atau oklusi. Gaya ini merupakan gaya yang paling merusak gigi asli maupun tulang alveolar pada daerah tak bergigi. Gaya yang terjadi pada GT selama fungsi : a.

Gaya pemindah(pelepas/dislodging forces) Timbul pada saat mastikasi. Ada kecendrungan GT RB bergerak ke arah posterior dan GT RA ke anterior.pemakaian desain cengkeram bilateral .penyusunan oklusi dan artikulasi yang harmonis c.perluasan konektor utama sampai gigi anterior . Pergerakan AP pada protesa RB dapat diatasi dengan : penempatan lengan cengkram sampai ke permukaan mesial dari sandaran distal penempatan sandaran dari konektor minor disisi mesial gigi penyangga .penyusunan oklusi dan artikulasi yang harmonis d. Selanjutnya pergerakan otot konektor minor jika berasal .Pengurangan luas permukaan bidang oklusal elemen tiruan .penyusunan oklusi dan artikulasi yang harmonis Pada rahang atas : .pengurangan sudut tonjol gigi .perluasan basis sampai tuber maksilaris penempatan cengkeram pada gigi posterior/sandaran dan pada permukaan distal .pengurangan sudut tonjol gigi .pengurangan sudut tonjol gigi . Gaya Antero-Posterior Terjadi pada pergerakan rahang dimana gigi depan ada pada posisi edge to edge atau oklusi protrusive ke oklusi sentrik dan sebaliknya.. makanan lengket melekat pada permukaan oklusal GT dan pada saat mulut terbuka protesa akan tertarik ke arah oklusal.perluasan basis sampai retromolar pad .penyaluran gaya lateral sebanyak mungkin pada gigi asli .

berkaitan dengan macam cangkolan yang akan dipakai stabilisasi GT. Komponen GTSL yang memberikan retensi terhadap GT: konektor berbentuk pelat konektor logam bervariasi dan dipilih sesuai dengan .dukungan dari sadel. konektor & dukungan 2) Menentukan macam dukungan dari setiap daerah tak bergigi Hal –hal yang harus diperhatikan : keadaan jaringan pendukung. kekuatan tak terkontrol seperti batuk. termasuk pergerakan gaya pemindah. berkaitan dengan tipe dan lokasi cangkolan 4) Menentukan jenis konektor GTSL resin akrilik GTKL indikasinya • Pertimbangan desain komponen GTSL untuk mengendalikan tekanan : 1) Penahan langsung GTSL harus didesain untuk mempertahankan retensi cangkolan semaksimal mungkin sehingga memberikan retensi yang baik agar mencegah lepasnya GT akibat gaya yang terjadi.estetika.perifer. 5. berkaitan dengan macam cangkolan yang akan dipakai . Factor yang dipertimbangkan dalam menentukan jenis penahan: . Mahasiswa mampu menjelaskan pertimbangan desain komponen GTSL. panjang daerah tidak bergigi. bersin dan gaya berat untuk protesa RA. bentuk sadel. Tahap – tahap menentukan desain : 1) Menentukan kelas dari masing – masing edentulous Mempengaruhi rencana pembuatan desain. jumlah daerah tidak bergigi dan keadaan rahang 3) Menentukan jenis retainer Direct/Indirect.

c. Pengendalian pergeseran : dataran penuntun dibuat sebanyak mungkin tegak lurus satu sama lain dan sejajar terhadap arah pasang serta arah lepas dari GT. Pengendalian neuromuskuler : kontur basis gigi yang tepat akan membantu pengendalian neuromuskuler plat terhadap GT. Gaya adhesi dan kohesi :basis GT harus mencakup se. 3) Basis GT distribusi tekanan ke arah yang luas . b. d. Konfigurasi bilateral : untuk kelas I. h. Splinting dari gigi penyangga 1) Penahan tidak langsung (indirect retainer) 2) Oklusi permukaan oklusal yang luas akan memberikan tekanan menutupi seluas mungkin jaringan pendukung meluas ke retromolar pad meluas ke tuberositas yang lebih besar ke jaringan pendukung. e. Desain cangkolan i. Letak cangkolan : letak posisi/hubungan cangkolan retentive terhadap tinggi kontur gigi sangat penting untuk retensi dan pengendalian tekanan dibanding dengan jumlah tekanan.Distal RB . cangkolan retentive pada setiap gigi penyangga yang berdekatan dengan edentulous terdapat 4 cangkolan sehingga daya ungkit dapat dinetralisir secara efektif. Konfigurasi segitiga : untuk kelas II. cangkolan sebuah cangkolan retentive dibuat pada tiap sisi dah diletakkan pada pusat/tengah lengkung rahang.Distal RA . GTSL perluasan distal. Konfigurasi dengan 4 sudut : untuk kelas III. cangkolan diletakkan pada sisi yang didukung oleh gigi asli sehingga terbentuk sudut segitiga oleh letak cangkolan tersebut .a. f. g.uas mungkin daerah yang dapat mendukung serta beradaptasi dengan akurat terhadap mukosa dibawahnya.

dimana beban kunyah gingival 4. 6) Tahanan oklusal mengarahkan gaya ke arah sumbu panjang gigi. sedangkan gigi penjangkarannya kurang kuat untuk mensupport beban kunyah yang besar tersebut.mepersamakan tekanan (keseimbangan kiri dan kanan) 3. Basis tidak perlu terlalu luas. • GTS gingival:cengkeram yang dipakai adalah gingival.besarnya beban kunyah.distribusi tekanan yang luas(melalui cengekram) 2.anatomi dan fisiologi jaringan yang terlibat dalam penempatan GTSL dalam rongga mulut(gigi.gigi penjangkaran sedapat mungkin dekat gigi yang hilang. tulang) 2. kecuali bila mengganggu estetis.gigi penjangkaran sedapat mungkin dekat gigi yang hilang. Pada satu sisi tidak boleh ada cengkeram paradental dan gingival bersama-sama besar. pada sisi gingival menggunakan cengkeram gingival. basis dibuat seluas mungkin • GTS kombinasi paradental-gingival: Cengkeram yang dipakai adalah pada sisi paradental menggunakan paradental.4) Konektor utama plat untuk mendistribusikan tekanan sewaktu untuk stabilisasi horizontal GT terhadap membantu mengendalikan tekanan dengan berfungsi ke arah gigi yang masih ada. 5) Konektor tambahan gaya lateral yang mungkin terjadi. mukosa. sebiknya dibuatkan GTS . Desain GTSL akrilik : Prinsip dasar desain GTSL: Memelihara/mempertahankan kesehatan jaringan pendukung gigi tiruan sebagian lepsan dengan memperhatikan: 1.phisiologic basing(tekanan phisiologis pada mukosa di bawah basis) Faktor-faktor yang berpengaruh dalam menentukan desain GTSL : 1. Bila gigi hilang gigi belakang. letak gigi yang hilang dan yang kaan diganti 3. macam gigi tiruan: • GTS paradental:cengkeram yang dipakai adalah cengkeran paradental.

juga sebagai alat untuk meneruskan beban kunyah yang diterima gigi tiruan ke gigi penjangkarannya. bagian retensi dalam akrilik harus dibengkokkan Macam-macam desain cengkeram : Desain cengkeram menurut fungsinya dibagi dalam dua bagian: 1.Penyakit untuk pasien DM dibuat desain gingival mengingat keadaan dari sisa gigi yang ada sering goyang 10. bagian cengkeram yang melalui oklusal gigi tidak boleh mengganggu oklusi/artikulasi 6. Karena itu keseimbangan tekanan oleh adanya beban kunyah harus diperhatikan. Jadi. jarak bagian jari ke servikal gigi: cengkeram paradental:1/2-1 mm cengekeram gingival:1 ½-2 mm 7. pada sisi gingival luas 5. tidak ada lekukan bekas tang(luka)pada lengan cengkeram 5. 6.Kenyamanan gigi tiruan harus dapat dipakai dengan nyaman 9.estetika letak cengkeram harus lebih diperhatikan 8.garis fulcrum adalah garis imaginer yang ditarik melalui dua gigi penjangkaran yang dapat merupakan sumbu berputarnya atau terungkitnya gigi tiruan 7. harus kontak garis 2.• Basis pada sisi paradental tidak luas. Cengkeram paradental yaitu cengkeram yang fungsinya selain dari retensi dan stabilisasi protesa.pertimbangan biomekanik jaringan penyangga GTSL adalah jaringan hidup. tidak boleh menekan/harus pasif 3.retensi dalam akrilik : bagian dari cengkeram kawat yang tertanam dalam basis akrilik Syarat-syarat cengkeram kawat yang melingkari gigi: 1.cengkeram paradental harus mempunyai bagian yang melalui bagian oklusal gigi . ujung jari tidak boleh menyinggung gigi tetangga dan tidak boleh tajam/harus dibulatkan 4.

bisa diatas permukaan oklusal. turun ke bukal melalui di bawah lingkaran terbesar. maka cengkeram ini tidak mempunyai bagian yang melalui bagian oklusal gigi penjangkaran. seringkali cengkeram ini sulit masuk pada waktu pemasangan protesa. karena tidak berfungsi untuk meneruskan beban kunyah yang diterima protesa ke gigi penjangkaran. turun ke lingual masuk retensi akrilik. Jadi. Cengkeram jackson Disain cengkeram ini mulai dari palatal/lingual. Indikasi: Gigi molar. terus ke oklusal di atas titik kontak.premolar yang mempunyai kontak yang baik di bagian mesial dan distalnya Bila gigi penjangkaran terlalu cembung.penjangkaran atau melalui titik kontak antara gigi penjangkaran dengan gigi tetangganya 2. Cengkeram gingival yaitu cengkeram yang fungsinya hanya untuk retensi dan stabilisasi protesa. 3. Cengkeram 3 jari terdiri dari: • lengan bukal dan lingual • body • bahu • oklusal rest • bagian retensi dalam akrilik indikasi:gigi molar dan premolar 2. Cengkeram ½ jackson paradental Disainnya mulai dari bukal terus ke oklusal di atas titik kontak. turun ke lingual dan terus ke retensi akrilik Indikasi: gigi molar dan premolar . naik lagi ke oklusal di atas titik kontak. Macam-macam cengkeram paradental : 1.

Cengkeram 2 jari panjang . yang ada hanya rest di atas cingulum Indikasi: Hanya untuk kaninus Bentuk cingulum harus baik Fungsi:hanya untuk menerusan beban kunyah dan stabilisasi 6. Cengkeram 2 jari Disainnya sama dengan cengkeram 3 jari. kemudian turun ke bawah masuk ke dalam akrilik Indikasi: Untuk kaninus rahang atas perlu diperhatikan agar letak cengkeram tidak mengganggu oklusi 5. Cengkeram Kippmeider Tidak mempunyai lengan. Cengkeram S Disain cengkeram ini mulai dari bukal terus ke oklusal/insisal di atas titik kontak.gigi terlalu cembung sehingga cengkeram jackson sulit melaluinya ada titik kontak yang baik di anatar 2 gigi 4. turun ke lingual melalu atas cingulum. masuk dalam akrilik Indikasi:molar. hanya tidak mempunyai rest Indikasi:gigi molar dan premolar 2. Cengkeram roach Disainnya mulai dari oklusal di daerah titik kontak aproksimal. Cengkeram rush angker Disainnya mulai dari oklusal di aproksimal(daerah mesial/distal)terus ke arah lingual ke bawah. masuk dalam akrilik Indiksai:gigi molar dan premolar yang mempunyai konta yang baik Macam-macam cengkeram gingival 1. turun ke bukal dan lingual terus ke aproksimal di daerah diastema. premolar yang mempunyai titik kontak yang baik Fungsi:hanya untuk meneruskan beban kunyah protesa ke gigi penjangkaran dan sebagai retensi pada pembuatan splin 7.

tetap di tepi lingual indikasi:gigi molar. hanya disini melingkari 2 gigi berdekatan Iindikasi:gigi molar. tetapi kurang efektif 5. Cengkeram ½ jacson hampir sama dengan cengkeram ½ jacson paradental bedanya cengkeram ini melalui bagian proksimal dekat diastema dan di bagian lingual lurus ke bawah. . Mahasiswa mampu menjelaskan distribusi tekanan pada GTSL berujung bebas. ujungnya ditutupi akrilik indikasi: gigi sisa hanya gigi anterior yangtidak dapat dilingkari cengkeram.premolar. dimana gigi yang deat diastema urang kuat(goyang 10 ) 3.premolar dan kaninus 4.Disainnya seperti cengkeram 2 jari. Cengkeram vestibular finger cengkeram ini berjalan mulai dari sayap bukal protesa ke arah undercut di vestibulum bagian labial. dan bagian vestibulum labial harus mempunyai undercut yang cukup fungsi: untuk tambahan retensi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful