HIPERTENSI Tekanan sistolik: tekanan darah yang terjadi saat jantung berkontraksi.

Tekanan Diastolik: tekanan yang terjadi saat jantung relaksasi atau saat darah masuk ke jantung. FAKTOR RISIKO HIPERTENSI 1. Riwayat Kesehatan Keluarga (genetik) Apabila ada di keluarga Anda seorang wanita yang berusia di bawah 65 tahun atau pria berusia di bawah 55 tahun menderita penyakit jantung, risiko Anda terkena hipertensi akan semakin besar. 2. Ras Ras afro atau African-American memiliki tekanan darah yang cukup tinggi dibandingkan dengan ras caucasian (kulit putih). Mereka juga cenderung sensitif terhadap natrium. Umumnya, hipertensi menyerang mereka di usia muda. Oleh karena itu, mereka berisiko tinggi terhadap penyakit jantung, stroke, dan ginjal. 3. Kelebihan Berat Badan Berat badan merupakan faktor determinan pada tekanan darah pada kebanyakan kelompok etnik di semua umur. Menurut National Institutes for Health USA (NIH, 1998), prevalensi tekanan darah tinggi pada orang dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) >30 (obesitas) adalah 38% untuk pria dan 32% untuk wanita, dibandingkan dengan prevalensi 18% untuk pria dan 17% untuk wanita bagi yang memiliki IMT <25 (status gizi normal menurut standar internasional). Risiko perkembangan hipertensi pada obesitas adalah 2 kali lebih tinggi daripada orang dengan berat badan normal (JNC, 1993). Dua puluh hingga 30% hipertensi terlihat pada negara-negara yang memiliki prevalensi overweight tinggi. Peningkatan berat badan di usia dewasa sangat berpengaruh terhadap tekanan darahnya. Penelitian firmingham menyebutkan bahwa setiap kenaikan 10% berat badan, maka terjadi peningkatan tekanan darah sebesar 7 mm Hg. Penelitin yang lain menyebutkan, rata-rata, setiap kenaikan berat badan 0,5 kg akan meningkatkan tekanan sistolik 1 mm Hg dan diastolik 0,5 mm Hg. Sementara Davis (1993) menyatakan bahwa pada pria, peningkatan 10% berat badan, maka tekanan darah akan meningkat sebesar 6,6 mmHg. Selain itu, kelebihan lemak tubuh dapat meningkatkan volume plasma, menyempitkan pembuluh darah, dan memacu jantung untuk bekerja lebih berat. Perubahan fisiologis dapat menjelaskan hubungan antara kelebihan berat badan dengan tekanan darah, yaitu terjadinya resistensi insulin dan hiperinsulinemia, aktivasi syaraf simpatis dan sistem rennin-angiotensin, dan perubahan fisik pada ginjal (Hall, 1994). Peningkatan konsumsi energi juga meningkatkan insulin plasma, dimana natriuretic potensial menyebabkan terjadinya reabsorpsi natrium dan peningkatan tekanan darah secara terus menerus. Penurunan berat badan resistensi vaskuler, total volume darah, output kardiak, dan aktivitas sistem syaraf simpatis; penekanan sistem renninangiotensin; dan meningkatkan resistensi insulin (NIH, 1998). Sebagai bukti peningkatan prevalensi overweight di Amerika Serikat, manajemen berat badan merupakan usaha utama yang dilakukan oleh banyak orang, terutama perempuan. Intervensi untuk mencegah peningkatan berat badan sebaiknya dilakukan secara berkelompok sebelum mereka mencapai usia paruh baya. Pada wanita kulit hitam, usia dewasa merupakan usia kritis dalam intervensi ini. ScreeningBMI direkomendasikan dilakukan pada semua orang dewasa. BMI di bawah 30 merupakan cut off obesitas, dan disarankan konsultasi kepada ahli gizi. Identifikasi dini pada anak-anak yang berpotensi hipertensi juga disarankan. Komposisi lemak tubuh >25% pada anak laki-laki dan >30% pada anak perempuan,

meningkatkan risiko hipertensi. 5. Usia Bagi kebanyakan orang. National Research Washington menganjurkan bahwa kebutuhan minimal Natrium adalah 500 mg dan konsumsi maksimalnya adalah 2400 mg. Rokok Kebiasaan merokok dapat memperberat kerja jantung sehingga mendorong naiknya tekanan darah. peningkatan tekanan darah terjadi seseiring dengan bertambahnya usia. 6. Pria cenderung memiliki tekanan darah tinggi saat usia 45-50 tahun. Alkohol Konsumsi lebih dari 250 ml alkohol sehari dapat meningkatkan tekanan darah. sehingga tekanan darahnya meningkat apabila mengkonsumsi diet tinggi natrium. dan pola hidup sedentary) yang berhubungan dengan perkembangan hipertensi. Oleh karena itu. Individu yang peka terhadap hipertensi mempunyai risiko tinggi jika mengkonsumsi natrium berlebihan. Akan tetapi tidak ada standar sensitif natrium. 4. melemahkan otot jantung. konsumsi tinggi garam. 8. serta menyebabkan kegemukan dan atherosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Tujuan utama intervensi pada anak-anak adalah untuk mencegah adopsi gaya hidup yang salah (overweigt. 7. mempercepat timbulnya penyakit jantung yang kebih parah. sedangkan wanita cenderung mengalami hipertensi setelah 7-10 tahun setelah menopause. Sensitivitas terhadap Natrium/sodium Studi di Fakultas Kedokteran Indiana (2001) menunjukkan bahwa ada golongan orang yang sensitif terhadap natrium. Diabetes dan Dislipidemia Kedua penyakit ini dapat mempercepat terjadinya atherosklerosis dan meningkatkan tekanan darah . Terjadinya hipertensi karena konsumsi natrium juga mungkin dipengaruhi oleh genetik individu dan kerusakan fisiologis. Studi lainnya menunjukkan bahwa 30% orang Amerika yang menderita hipertensi disebabkan oleh tingginya konsumsi natrium. Akibatnya. Bagi kaum pria. hal ini terjadi lebih cepat daripada kaum wanita. Orang yang ginjalnya tidak dapat berfungsi normal juga lebih sensitif terhadap natrium sebab ginjal tidak dapat mengekskresikan natrium ke urin dalam jumlah normal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful