You are on page 1of 23

TABLET

1.1 PENGERTIAN TABLET TABLET (MENURUT FI III) Tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat secara kempa cetak, dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Zat tambahan yang digunakan dapat berfungsi sebagai zat pengisi, zat pengembang, zat pengikat, zat pelicin, zat pembasah atau zat lain yang cocok. TABLET (MENURUT FI IV) Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. Tablet merupakan bentuk sediaan farmasi yang paling banyak tantangannya didalam mendesain dan membuatnya. Misalnya kesukaran untuk memperoleh bioavailabilitas penuh dan dapat dipercaya dari obat yang sukar dibasahi dan melarutkannya lambat, begitu juga kesukaran untuk mendapatkan kekompakan kahesi yang baik dari zat amorf atau gumpalan. Namun demikian, walaupun obat tersebut baik kempanya, melarutnya, dan tidak mempunyai masalah bioavailabilitas, mendesain dan memproduksi obat itu masih penuh tantangan, sebab masih banyak tujuan bersaing dari bentuk sediaan ini. TABLET MENURUT IMO Tablet adalah sediaan padat ,dibuat secara kempa cetak,berbentuk rata atau cembungrangkap,umumnya bulat,mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan. 1.2. Ukuran Tablet

Menurut R. Voigt - garis tengah pada umumnya 15-17 mm - bobot tablet pada umunya 0,1 g-1g

Menurut Lachman
- tablet oral biasanya berukuran 3/16-1/2 inci 1

- berat tablet berkisar antara 120-700 mg ≥ 800 mg - diameternya 1/4-7/6 inci • Menurut Dom Martin - 1/8-1 1/5 inci • Menurut FI III - kecuali dinyatakan lain, diameter tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 1 1/3 kali tebal tablet 1.3 Kriteria Tablet Suatu tablet harus memenuhi kriteria sebagai berikut : • • • • • • • • • 1.4 harus mengandung zat aktif dan non aktif yang memenuhi persyaratan harus mengandung zat aktif yang homogen dan stabil keadaan fisik harus cukup kuat terhadap gangguan fisik atau mekanik keseragaman bobot dan penampilan harus memenuhi persyaratan harus stabil terhadap udara dan suhu lingkungan bebas dari kerusakan fisik stabilitas kimiawi dan fisik cukup lama selama penyimpanan zat aktif harus dapat dilepaskan secara homogen dalam waktu tertentu tablet memenuhi persyaratan Farmakope yang berlaku

Kegunaan Tablet - tablet untuk vagina, digunakan sebagai anti infeksi, anti fungi, hormon lokal - tablet untuk mulut dan tenggorokan

• Untuk pengobatan lokal

• Untuk pengobatan sistemik - tablet langsung ditelan - tablet buccal : antara gigi dan gusi - tablet sublingual : di bawah lidah - tablet implantasi : di bawah kulit badan

2

Zat penghancur(disinterogator) Dimaksudkan agar tablet dapat hancur dalam perut. Zat pengisi (diluent) Dimaksudkan untuk memperbesar volume tablet. • Tablet bersalut enterik (enteric coating) atau Mengunakan campuran serbuk lilin karnauba atau asam stearat dan serabut tumbuh – tumbuhan dari agar – agar atau kulit pohon elm. Memenuhi keseragaman ukuran b. • Tablet bersalut selaput (film coating) Tablet ini dilapisi selaput tipis dengan zat penyalut yang dikenakan disemprotkan pada tablet. Zat penyalut Untuk maksud dan tujuan tertentu tablet disalut dengan zat penyalut yang cocok.calcii phospas.Acidum Stearicum.Biasanya yang digunakan adalah amilum manihot kering. natrium alginat.biasanya berwarna atau tidak.calcii carbonas dan zat lain yang cocok. e. c.gelatinum.Amylum manihot.dapat merekat. Zat pelicin(lubricant) Dimaksudkan agar tablet tidak lekat pada cetakan(matrys). • Tablet bersalut gula (sugar coating) Tablet ini sering disebut dragee.agar – agar. Memenuhi keseragaman bobot 3 .Menggunakan penyalut larutan gula.menggunakan granul halus kering yang dikempa di sekitar tablet ini. Zat pengikat(binder) Dimaksudkan agar tablet tidak pecah atau retak. d. SYARAT TABLET a.Biasanya yang digunakan adalah mucilago Gummi Arabici 10 -20 %(panas solutio Mythylcellulosum 5%) b.5 Komposisi Tablet a.Magnesium stearas.biasanya digunakan Saccharum lactis. • Tablet bersalut kempa (press coating) Sering disebut tablet dalam tablet.1.Biasanya digunakan talkum 5 %.

Memenuhi keseragaman isi zat berkhasiat e. Tablet Cetak Dibuat dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah pada lubang cetakan. tidak tergantung pada kekuatan yang diberikan. karena sudah tersedia dan tidak perlu diracik dahulu b) mudah disimpan (stabil) dan dibawa c) lebih mudah menelan tablet daripada puyer (sebagian besar orang) KERUGIAN TABLET a) komposisi dan dosis belum tentu sesuai kebutuhan penderita obat plasma tidak tercapai JENIS SEDIAAN TABLET • Berdasarkan prinsip pembuatan. Memenuhi waktu larut (dissolution test) KEUNGGULAN TABLET a) cepat dapat dilayani di apotik. Memenuhi waktu hancur d. maka kadar . Tablet Kempa Tujuan Saluran Pencernaan a. Tablet Kempa Dibuat dengan cara pengempaan dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk atau granul menggunakan pons atau cetakan baja. Tablet Konvensional Biasa Tablet yang dibuat atau dikempa dengan siklus kompresi tunggal yang biasanya terdiri dari zat aktif sendiri atau kombinasi dengan bahan eksipien seperti : pengisi (memberi bentuk) : laktosa 4 b) waktu disintegrasi dan disolusi bila tidak memenuhi syarat.c. tablet terdiri atas : 1. Kepadatan tablet tergantung pada pembentukan kristal yang terbentuk selama pengeringan. 2. • Berdasarkan tujuan penggunaan. tablet terdiri atas : 1.

Disebut juga sebagai tablet berlapis. e. f. dsb). 5 . Tablet Salut Film Tablet kempa yang disalut dengan salut tipis. Keuntungannya dapt memisahkan zat aktif yang inkompatibel (tidak tersatukan). Tabel Kunyah Tablet kempa yang mengandung zat aktif dan eksipien yang harus dikunyah sebelum ditelan. reaksi asam. Tablet Effervesen Tablet kempa jika berkontak dengan air menjadi berbuih karena mengeluarkan CO2. Tablet Lepas Tunda (Tablet Salut Enterik) Adalah tablet yang dikempa yang disalut dengan suatu zat yang tahan terhadap cairan lambung. g. c. tetapi terlarut dalam usus halus yang pelepasan zat aktifnya terkendali pada waktu-waktu tertentu. Tablet ini harus dilarutkan dalam air baru diminum. tragakan desintegrator (mempermudah hancurnya tablet) b. Tablet Lepas Lambat Tablet yang pelepasan zat aktifnya dimodifikasi sehingga tablet tersebut melepaskan dosis awal yang cukup untuk efek terapi yang kemudian disusul dengan dosis pemeliharaan sehingga jumlah zat aktif atau konsentrasi zat aktif dalam darah cukup untuk beberapa waktu tertentu (misal tablet lepas lambat 6 jam. berwarna atau tidak dari bahan polimer yang larut dalam air yang hancur cepat di dalam saluran cerna. Tablet Salut Gula Adalah tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapis lapisan gula baik berwarna maupun tidak. d. Penyalutan tidak perlu berkali-kali. menaikkan penampilan tablet. h. Tablet Kempa Multi atau Kempa Ganda Adalah tablet konvensional yang dikompresi lebih dari satu siklus kompresi tunggal sehingga tablet akhir tersebut terdiri atas dua atau lebih lapisan.- pengikat (memberi adhesivitas atau kelekatan saat bertemu saluran cerna) : amylum. Tujuannya untuk melindungi zat aktif terhadap lingkungan udara (O2. gelatin. 12 jam. kelembaban). menutup rasa dan bau tidak enak.

b. c. Tablet Sublingual Tablet kempa berbentuk pipih yang diletakkan di bawah lidah. astringen. Biasanya untuk obat penyempitan pembuluh darah ke jantung (angina pectoris) sehingga harus cepat terlarut agar dapat segera memberi efek terapi.2. atau untuk mengurangi pendarahan dengan melepaskan suatu astringen atau koagulan. Tablet Rektal Tablet kempa yang mengandung zat aktif yang digunakan secara rektal (dubur) yang tujuannya untuk kerja lokal atau sistemik. Tablet Kempa Digunakan dalam Rongga Mulut a. d. 3. berisi nitrogliserin. Digunakan untuk infeksi lokal dalam vagina dan mungkin juga untuk pemberian steroid dalam pengobatan sistemik. b. Tujuannya biasanya untuk mencegah berkembangbiaknya bakteri di tempat yang kosong tadi dengan menggunakan suatu senyawa anti bakteri yang dilepaskan secara perlahan-lahan. Biasanya keras dan berisis hormon. Diabsorbsi oleh selaput lendir di bawah lidah. Tablet Bukal Tablet kempa biasa berbentuk oval yang ditempatkan diantara gusi dan pipi. Bekerja sistemik. Biasanya mengandung antiseptik. Dental Cones (Kerucut Gigi) Yaitu suatu bentuk tablet yang cukup kecil. tererosi atau terdisolusi di tempat tersebut dalam waktu yang lama (secara perlahan). dirancang untuk ditempatkan di dalam akar gigi yang kosong setelah pencabutan gigi. 6 . dimaksudkan untuk disolusi lambat dalam mulut untuk tujuan lokal pada selaput lendir mulut. Tablet Kempa Digunakan melalui Liang Tubuh a. Tablet Hisat atau Lozenges Tablet yang mengandung zat aktif dan zat-zat penawar rasa dan bau. Tablet Vaginal Tablet kempa yang berbentuk telur (ovula) untuk dimasukkan dalam vagina yang di dalamnya terjadi disolusi dan melepaskan zat aktifnya.

Tablet kempa atau cetak berbentuk kecil umumnya silindris digunakan untuk memberikan jumlah zat aktif terukur yang tepat untuk peracikan obat (FI IV). Tablet Hipodermik Tablet cetak atau kempa yang dibuat dari bahan mudah larut atau melarut sempurna dalam air. Tablet Cetak untuk Penggunaan Lain a. b. granulasi. FORMULA UMUM TABLET • Zat Aktif Secara luas obat atau bahan aktif yang diberikan secara oral dalam bentuk tablet dikelompokkan menjadi : a. Dengan demikian efek formulasi. 5. untuk mendapatkan suatu larutan obat dengan konsentrasi tertentu. Tablet Kempa untuk Implantasi Tablet implantasi atau pelet dibuat berdasarkan teknik aseptik. maka jika bekerja menggunakan zat ini. mesin tablet harus steril. Oleh karena zat tidak larut air umumnya dipengaruhi oleh fenomena permukaan. Tablet Triturat untuk Dispensing Adalah tablet yang dihaluskan dulu atau disiapkan untuk penggunaan tertentu. oleh ahli farmasi atau konsumen. Umumnya digunakan untuk membuat sediaan injeksi steril dalam ampul dengan menambahkan pelarut steril (FI IV) c. Dimaksudkan untuk implantasi subkutan (untuk KB. dan pencetakan terhadap sifat permukaan dari 7 . Tablet Dispending Tablet yang digunakan oleh apoteker dalam meracik bentuk sediaan padat atau cair. sangatlah penting memperhatikan kemampuan redispersi bahan obat dari sediaan menghasilkan ukuran partikel yang halus dan luas permukaan yang tinggi. Digunakan sebagai tablet sublingual atau dilepaskan di atas lidah dan ditelan dengan air minum. Zat Aktif Tidak Larut Air (Insoluble Drugs) Zat ini cenderung digunakan untuk memberikan efek lokal pada saluran pencernaan (seperti antasida dan adsorben).4. mencegah kehamilan). Dimaksudkan untuk ditambahkan ke dalam air dengan volume tertentu.

stabil secara fisika dan kimia baik tersendiri maupun dalam kombinasi dengan zat aktif • • • bebas dari kandungan bakteri patogen kompatibel dengan zat warna dan bahan lainnya dan tidak membawa pengaruh yang buruk terhadap ketersediaan hayati dari zat aktif dalam sediaan. • Eksipien (Bahan Pembantu) Eksipien adalah zat yang bersifat inert secara farmakologi yang digunakan sebagai zat pembantu dalam formulasi tablet untuk memperbaiki sifat zat aktif. membentuk tablet dan mempermudah teknologi pembuatan tablet. Eksipien harus memiliki kriteria sebagai berikut : • • • • tidak toksik (memenuhi persyaratan peraturan di setiap negara) tersedia secara komersial dengan mutu yang dapat diterima oleh semua negara tempat produk tersebut dikembangkan harga relatif murah tidak kontraindikasi dalam suatu golongan populasi. Bahan Pengisi Pengisi adalah zat yang ditambahkan untuk menyesuaikan bobot dan ukuran tablet jika dosis zat aktif tidak cukup untuk membuat massa tablet. Zat Aktif Larut Air (Suluble Drugs) Zat ini cenderung digunakan untuk memberikan efek sistemik dengan terdisolusi dan terabsorpsi pada usus. memperbaiki daya kohesi sehingga tablet dapat dikempa dengan baik. bergantung pada kemampuan terlarutnya di daerah saluran cerna tempat bahan tersebut diabsorpsi. inert secara fisiologis. berkisar 5-80 % dai bobot tablet 8 . serta mengatasi masalah kelembaban yang mempengaruhi kestabilan zat aktif. b. Kemampuan ini dapat menjadi faktor kritis atau tidak. Jumlah bahan pengisi yang dibutuhkan bervariasi. a.bahan dan kemampuan memperbaiki sifat bahan dalam saluran cerna dengan sifat permukaan optimum merupakan faktor kritis. Dalam hal obat diharapkan dengan memberikan efek sistemik. rancangan bentuk sediaan harus cepat terdisintegrasi dan terlarut.

etil selulosa (Ethocel) poli metakrilat. tragakan). gom (akasia. b. Yang umum digunakan adalah pati dan laktosa (Voight. contohnya derivat selulosa seperti metil selulosa. Bila bahan aktif berdosis kecil. polivinil pirolidon (PVP). gelatin dan natrium alginat.1-0. karboksil metil selulosa (CMC). Bahan pengikat dapat ditambahkan dalam bentuk kering dan bentuk larutan (lebih efektif). sorbitol. bahan pengikat biasanya ditambahkan dalam bentuk larutan (dibuat solution. Filler-binders digunakan dalam kempa langsung. sehingga memungkinkan untuk dicetak. Beberapa senyawa yang dapat digunakan sebagai pengikat atau perekat antara lain : polimer alam. contohnya amilum. 1995 : 174). Filler-binders adalah bahan pengisi yang sekaligus memiliki kemampuan meningkatkan daya alir dan kompaktibilitas massa tablet. sifat tablet (campuran massa yang akan ditablet) secara keseluruhan ditentukan oleh sifat bahan pengisi. 1995 : 202) Tabel Macam-macam bahan pengisi tablet Tidak larut Kalsium sulfat Kalsium fosfat Kalsium karbonat Amilum Modifikasi amilum Mikrokritalin selulosa Larut Laktosa Sukrosa Dektrosa Mannitol Sorbitol Bahan pengisi yang dapat digunakan untuk kempa langsung disebut fillerbinders. Pengikat dan Perekat (Binders and Adhesives) Pengikat atau perekat berfungsi memberi daya adhesi pada massa serbuk pada granulasi dan kempa langsung serta untuk menambah daya kohesi yang telah ada pada bahan pengisi.8 g. polimer sintetik.(tergantung jumlah zat aktif dan bobot tablet yang diinginkan). Pada obat yang berdosis cukup tinggi bahan pengisi tidak diperlukan. glukosa. Salah satu bahan pengikat yang sering digunakan adalah jenis pati dengan konsentrasi 5%-20%. muchilago atau suspensi). (Voight. namun dapat juga 9 . Massa yang dibutuhkan dalam tablet adalah 0. Bhan pengisi juga ditambahkan untuk memperbaiki daya kohesi sehingga dapat dikempa langsung atau untuk memicu aliran. Pada granulasi basah.

Sedangkan boundary lubrication bekerja karena adanya penempelan dari bagian molekular yang mempunyai rantai karbon panjang. natrium oleat. dan menyebabkan tablet pecah menjadi bagian-bagian. Lubrikan dapat bekerja dengan dua mekanisme. natrium lauril sulfat. Amilum digunakan dengan konsentrasi 5% umumnya cocok untuk membantu penghancuran.ditambahkan dalam bentuk kering. Berdasarkan kelarutannya dalam air. Fluid lubrication bekerja dengan memisahkan kedua permukaan granul dan dinding. (Ansel. Bahan Pelincir (Lubrikan) • Lubrikan Murni Lubrikam murni adalah zat yang digunakan untuk mengurangi gesekan antara granul dengan dinding cetakan selama pengempaan dan pengeluaran tablet. Lubrikan tidak larut air 10 . mengembang. Karbowax 6000. 1989 : 263) d. natrium klorida. Beberapa contoh senyawa yang dapat digolongkan sebagai lubrikan larut air antara lain : natrium benzoat. turunan amilum seperti amylum glikoat. Bahan ini sangat menentukan kelarutan obat selanjutnya sehingga dapat tercapai bioavailabilitas yang diharapkan. Bahan penghancur meliputi tepung jagung dan kentang. Bahan ini dapat menarik air ke dalam tablet. (Lachman. 1994 : 702). magnesium lauril sulfat. asam borat. Karbowax 4000. Penghancur (Disintegran) Fungsinya untuk memudahkan pecahnya atau hancurnya tablet ketika kontak dengan cairan pencernaan. lubrikan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Lubrikan larut air Lubrikan ini umumnya hanya digunakan jika tablet harus sangat larut air (misalnya tablet effervesen) dan tergantung dari karakter disolusi yang diinginkan. polietilenglikol. setelah dicampur dengan massa yang akan digranul baru ditambahkan pelarut. c. dan bahan-bahan lain yang memperbesar atau mengembang dengan adanya lembab dan mempunyai efek memecahkan atau menghancurkan tablet setelah masuk ke dalam saluran pencernaan. senyawa selulosa. yaitu fluid lubrication dan boundary lubrication. natrium asetat.

Perbaikan Aliran atau Glidan Glidants ditambahkan dalam formulais untuk menaikkan atau meningkatkan fluiditas massa yang akan dikempa. kalsium stearat.5 3-10 <1 Konsentrasi (%) . Talk. sifat disintegrasi dan disolusi yang diinginkan. magnesium stearat dan amilum jagung merupakan material yang memiliki sifat antiadheren yang sangat baik. Sebagai bahan pelincir yang sangat menonjol adalah talk karena dapat sekaligus memenuhi ketiga fungsi yaitu sebagai pelincir. Anti Lengket (Antiadheren) Antiadheren adalah zat yang digunakan untuk mencegah menempelnya massa tablet pada punch dan untuk mengurangi penempelan pada dinding cetakan. 1995 : 205). talk. tetapi dapat menurunkan disintegrasi dan disolusi tablet. Amilum adalah glidan yang paling populer karena disamping dapat berfungsi sebagai glidan juga sebagai disintegran dengan konsentrasi sampai 10%. Tabel Antiadheren yang biasa digunakan Jenis Antiadheren Talk Magnesium stearat Amilum jagung Colloidal silica DL-Leucine Natrium lauril sulfat f. asam stearat.1-0. tipe tablet. Beberapa contoh senyawa yang dapat digolongkan sebagai lubrikan tidak larut air antara lain : magnesium stearat. Bahan ini sangat diperlukan untuk zat-zat yang mudah menempel. Tablet tipe lubrikan yang biasanya digunakan Glidants 11 Konsentrasi (%b/b) 1-5 <1 3-10 0. sehingga massa tersebut dapat mengisi die dalam jumlah yang seragam. natrium stearat.Lubrikan ini lebih efektif daripada yang larut air dan digunakan pada konsentrasi yang lebih rrendah. (Voight. sifat fisika-kimia serbuk atau granul dan biaya. Pada umumnya talk ditambahkan sebanyak 2% ke dalam granulat siap pakai. Pertimbangan pemilihan lubrikan tergantung pada cara pemakaian. seperti vitamin E. e. Talk lebih baik sebagai glidan dibandingkan amilum. anti lengket dan pelicin.

oleh karena itu diperlukan suatu zat pembasah. magnesium silikat. i. Zat pembasah membantu mempercepat penetrasi cairan ke dalam tablet sehingga dapat terjadi kontak antara bahan cairan dengan zat penghancur yang lebih cepat. dan tidak dapat meningkatkan bioavailabilitas atau stabilitas produk.Logam stearat Asam stearat Talk Amilum Natrium benzoate Natrium klorida Natrium dan magnesium lauril sulfat PEG 4000 dan 6000 g. tetapi pewarna ditambahkan ke dalam sediaan tablet berfungsi untuk menutupi warna obat yang kurang baik. yaitu sifat yang susah untuk dibasahi. dan lelehan eutektik yang dapat terinkoporasi dalam tablet tanpa perubahan zat tersebut menjadi basah. dan untuk membuat suatu produk lebih menarik. akan tetapi penggunaan pewarna yang tidak tepat akan mempengaruhi mutu produk. ekstrak cair. aerosol. identifikasi produk. tanah liat. Beberapa contoh zat yang dapat digolongkan menjadi adsorben antara lain : siloid. Zat berkhasiat yang demikian akan menimbulkan masalah dalam waktu hancurnya. magnesium oksida. amilum. dan rasa. Pewarna yang digunakan haruslah pewarna yang 12 . magnesium karbonat. h. Contohnya : • Colors dan Pigments Bahan pewarna tidak mempunyai aktifitas terapeutik. penawar bau. Zat Tambahan (Adjuvant) Adjuvan adalah zat tambahan dalam formula sediaan obat yang ditambahkan dalam jumlah kecil untuk maksud pemberian warna. Pembasah (Surfaktan) <1 1-5 1-5 1-10 2-5 5-20 1-3 2-5 Beberapa zat berkhasiat memiliki sifat hidrofob. Penyerapan Cairan (Adsorben) Adsorben adalah zat yang digunakan untuk menyerap sejumlah besar cairan seperti minyak. kaolin.

sangat penting untuk dilakukan pengukuran keseragaman warna pengkilapan. effervesen dan tablet lain yang dimaksudkan untuk hancur atau larut di mulut. sublingual. Pewarna ditambahkan dalam bentuk larutan atau suspensi dalam granulasi basah. tergantung apakah pewarna tersebut larut atau tidak. Terhadap tablet yang telah diberi pewarna.diperbolehkan oleh Undang-undang untuk digunakan sebagai pewarna untuk sediaan obat. Tabel beberapa pemanis yang biasa digunakan Pemanis Alami Mannitol Lactosa Sukrosa Dektrosa Pemanis Sintetis atau Buatan Sakarin Siklamat Aspartame 13 . Penggunaan pewarna ynag tidak larut dapat mengurangi resiko interaksi yang kemungkinan terjadi dengan zat aktif dan bahan tambahan lain. hisap. serta perubahan warna karena pengaruh cahaya pada permukaan tablet. buccal. bahan pewarna ada yang larut dalam air dan ada yang tidak larut dalam air. Penggunaan pewarna yang larut kemungkinan dapat terjadi migrasi zat warna selama proses pengeringan yang dapat mengakibatkan tidak meratanya warna. Tabel Jenis pewarna (sintetik yang biasa digunakan) Pewarna Red 3 Red 40 Yellow 5 Yellow 6 Blue 1 Nama umum Erytrosine Allura red AC Tartrazine Sunset Yellow Brilliant Blue • Sweetners dan Flavor Penambahan pemanis dan pemberi rasa biasanya hanya untuk tablet-tablet kunyah.

Tablet dibuat terutama dengan cara kompresi.kecuali zat pelicin dibuat granul(butiran kasar). dengan cara menekan bahan tablet kedalam cetakan. secara singkat dapat dikatakan bahwa tablet yang dibuat secara kompresi menggunakan mesin yang mampu menekan bahan bentuk serbuk atau granul dengan menggunakan berbagai bentuk punch atau ukuran dan die. Fase dalam adalah massa utama tablet yang terdiri dari campuran zat aktif dan eksipien yang diproses menjadi granul secara basah atau kering atau tergantung pembuatan.maka dibuat granul agar mudah mengalir(free flowing)mengisi cetakan agar tablet tidak retak (capping). Ketentuan lain yang juga penting dari massa tablet yaitu massa tablet harus homogen dan massa kempa harus mengalir lancar ke lubang kempa. yaitu penghancur luar. keseragaman kandungan. Unit tablet dalam satu batch harus mempunyai keseragaman bobot. glidan. Pada umumnya tablet kempa dibuat dengan mengempa massa kempa yang mengalir dari corong ke kisi pengisi lalu ke lubang kempa menjadi massa kompak dan padat. Tablet dibuat sesuai bentuk dan ukuran pons dan lubang kempa lalu dikempa menghasilkan massa kompak dengan bentuk tertentu.Karena serbuk yang halus tidak mengisi cetakan dengan baik. Sejumlah tertentu dari tablet dibuat dengan mencetak. Fase luar adalah campuran beberapa eksipien saja. Dalam pembuatan tablet zat berkasiat . Massa kempa yang baik memiliki sifatsifat : − memiliki aliran yang baik agar dapat dengan lancar mengalir dari corong ke lubang kempa sehingga keseragaman bobot memenuhi syarat 14 . kemudiaan bahan tablet yang telah terbentuk dikeluarkan dari cetakan dan dibiarkan sampai kering. Massa kempa adalah massa tablet yang terdiri dari campuran fase dalam dan fase luar yang telah proses untuk siap dikempa menjadi tablet. Tablet yang dicetak dibuat dengan tangan atau dengan alat mesin tangan. alat kompresi tablet merupakan alat beratt dari berbagai kapasitas dipilih sesuai dengan dasar dari jenis tablet yang akan dibuat serta produksi rata-rata yang diinginkan. dan lubrikan yang ditambahkan ke fase dalam untuk memudahkan pengempaan tablet dan untuk menunjang mutu tablet yang memenuhi syarat. dapat pula merupakan campuran serbuk zat aktif dan eksipien. serta kadar zat aktif yang harus memenuhi syarat. zat – zat lain .PEMBUATAN TABLET.

50⁰. Cara kering atau sering disebutsluging atau pre compresion PEMBUATAN GRANUL 1. cepat dan partikel setelah dikempa menghasilkan tablet yang kompak − memiliki kompressibilitas yang baik − memiliki kompaktibilitas yang baik − memiliki kandungan zat aktif yang homogen dan serba sama Granulasi adalah proses pembuatan ikatan partikel-partikel kecil membentuk padatan yang lebih besar atau agregat permanen melalui penggumpalan massa. Metode ini mengurangi lamanya proses pembuatan tablet melalui proses granulasi. menyediakan campuran seragam yang tidak memisah. Cara basah 2.laludibasahi dengan larutan bahan pengikat. memadatkan bahan-bahan. serta bentuk partikel.zat pengisi dan pengkancur dicampur baik – bai. ukuran.Setelah itu diayak menjadi granul. proses granulasi dapat dilewati jika zat aktif memenuhi syarat untuk langsung dikempa. Penghalusan 15 . serta mengurangi debu. sehingga dapat dibuat granul yang lebih homogen dari segi kadar.dan dikeringkan dalam lemari pengering pada suhu 40⁰ . tapi sering timbul beberapa kendala yang disebabkan sifat zat aktif itu sendiri atau eksipien.Setelah kering diayak lagi untuk memperoleh granul dengan ukuran yang diperlukan dan ditambahkan bahan pelicin dan dicetak menjadi tablet dalam mesin tablet.bila perlu ditambah bahan pewarna. Cara Basah Zat berkasiat. Proses Pembuatan : 1. Metode ini disebut kempa langsung.− memiliki sifat granulometri (ukuran serba sama) agar pengisian lubang kempa selalu dalam bobot dan volume yang tepat. Cara membuat granul ad 2 macam : 1. Untuk beberapa zat aktif tertentu. mengendalikan kecepatan pelepasan zat aktif. Adapun fungsi granulasi adalah untuk memperbaiki sifat aliran dan kompressibilitas dari massa cetak tablet.

Tahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan bowl hammer. dan grinder. Tahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat planetary mixer. Pengayakan Ukuran granul diperkecil dengan cara melewatkan pada ayakan dengan porositas yang lebih kecil dari yang sebelumnya.akhirnya dikempa cetak menjadi teblet yang dikehendaki dengan mesin tablet.zat penghancur .zat pengisi. 2. 7. twin-shell. 3. Penambahan Penghancur dan Lubrikan Proses selanjutnya yaitu proses pencampuran granul-granul dengan penghancur dan lubrikan menggunakan twin-shell blender atau mixer lainnya. Semakin besar ukuran partikel maka sifat kohesifitas dan adhesifitas antar partikel semakin besar yang dapat menyebabkan terjadinya pemisahan pada granul.setelah itu tablet yang terjadi dipecah menjadi granul lalu diayak.bila perlu zat pengikat dan pelicin dicampur dan dibuat dengan cara kempa cetak menjadi tablet yang besar (slugging). Pengeringan Pengeringan bertujuan untuk menghilangkan pembasah yang digunakan. 2. Cara kering Zat berkasiat. 4. Granul kemudian dikeringkan dalam oven. Pengempaan Tablet Proses terakhir dari metode granulasi basah adalah pengempaan massa cetak berupa granul menjadi tablet. 6. 16 . dan blender. Penambahan dan Pencampuran Larutan Pengikat Penambahan larutan pengikat akan membentuk massa basah sehingga membutuhkan alat yang dapat meremas dengan kuat seperti sigma blade mixer dan planetary mixer. Pengayakan Massa basah dibuat menjadi granul dengan melewatkannya pada ayakan berukuran 6-12 mesh yang disebut oscilating granulator atau fitzmill. 5. Pencampuran Tujuan pencampuran ini adalah untuk mendapatkan distribusi bahan aktif yang merata dan homogen.Tujuan dari penghalusan adalah untuk memperkecil ukuran partikel zat aktif dan eksipien. hammer mill. 8.

Slugging Campuran serbuk ditekan ke dalam cetakan yang besar dan dikompakkan dengan punch berpermukaan datar. dan grinder. twin-shell. Proses Pembuatan : 1. massa yang diperoleh disebut slug. Penghancuran Setelah melalui proses slugging. tablet langsung dihancurkan untuk selanjutnya dilekukan pengayakan. hammer mill. Penambahan Penghancur dan Lubrikan Proses selanjutnya yaitu proses pencampuran granul-granul dengan penghancur dan lubrikan menggunakan twin-shell blender atau mixer lainnya. Tahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan bowl hammer. 6. lalu diayak atau digiling hingga diperoleh granul dengan ukuran yang diinginkan. • Mesin Rol Massa serbuk diletakkan diantara mesin rol yang dijalankan secara hidrolik untuk menghasilkan massa rata yang tipis. 4. Penghalusan Tujuan dari penghalusan adalah untuk memperkecil ukuran partikel zat aktif dan eksipien. Semakin besar ukuran partikel maka sifat kohesifitas dan adhesifitas antar partikel semakin besar yang dapat menyebabkan terjadinya pemisahan pada granul. Pencampuran Tujuan pencampuran ini adalah untuk mendapatkan distribusi bahan aktif yang merata dan homogen. kemudian digiling dan diayak hingga diperoleh granul dengan ukuran partikel yang diinginkan. Tahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat planetary mixer. Pengayakan Massa tablet dibuat menjadi granul dengan melewatkannya pada ayakan berukuran 6-12 mesh yang disebut oscilating granulator atau fitzmill. 3. dan blender. 17 . 5. 2.Metode ini dapat dilakukan dengan menggunakan : • Mesin Slug Massa serbuk ditekan pada tekanan tinggi sehingga menjadi tablet besar yang tidak berbentuk.

2. hammer mill. Walaupun demikian perubahan sifat fisik bahan pengisi dapat merubah sifat alir sehingga tidak sesuai untuk dikempa secara langsung. Tahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan bowl hammer. Metode ini digunakan untuk zat aktif yang mempunyai sifat aliran dan kompressibilitas baik. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN METODE TABLET Granulasi Basah • Keuntungan pembuatan menggunakan metode granulasi basah : 18 . 3. dan grinder. Pencampuran Tujuan pencampuran ini adalah untuk mendapatkan distribusi bahan aktif yang merata dan homogen. Semakin besar ukuran partikel maka sifat kohesifitas dan adhesifitas antar partikel semakin besar yang dapat menyebabkan terjadinya pemisahan pada granul. Tahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat planetary mixer. Pengempaan Tablet Proses terakhir dari metode granulasi basah adalah pengempaan massa cetak berupa granul menjadi tablet. Kempa langsung dapat menghindari banyak masalah yang timbul pada granulasi basah maupun kering.7. twin-shell. KEMPA LANGSUNG Kempa langsung adalah pembuatan tablet tanpa adanya proses granulasi yang memerlukan eksipien yang cocok sehingga dapat memungkinkan untuk dikempa secara langsung. dan blender. Pengempaan Tablet Proses terakhir dari metode granulasi basah adalah pengempaan massa cetak berupa granul menjadi tablet. Proses Pembuatan : 1. Penghalusan Tujuan dari penghalusan adalah untuk memperkecil ukuran partikel zat aktif dan eksipien. Selain itu kempa langsung dapat dilakukan untuk zat aktif yang tidak mungkin dilakukan dengan metode granulasi basah (tidak tahan lembab dan panas) dan granulasi kering (yang melibatkan kompresi tinggi).

alat dan waktu yang banyak memungkinkan terjadinya kehilangan bahan selama pemindahan ke proses lainnya tidak dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan lembab Granulasi Kering • Keuntungan pembuatan menggunakan metode granulasi kering : − − − − • memerlukan tahap proses yang lebih sedikit dibandingkan metode granulasi basah waktu hancur lebih cepat karena tidak diperlukannya larutan pengikat tidak memerlukan pengeringan sehingga tidak terlalu lama pengerjaannya dapat digunakan untuk zat aktif dosis besar yang peka terhadap panas dan lembab Kerugian pembuatan menggunakan metode granulasi kering : − − − − perlu mesin khusus untuk membuat slug tidak dapat mendistribusikan warna dengan homogen tidak dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak larut keseragaman kandungan lebih sulit dicapai KEMPA LANGSUNG 19 . biaya yang tinggi.− − − − − • dapat meningkatkan kohesifitas dan kompressibilitas serbuk dengan penambahan bahan pengikat dapat digunakan untuk zat aktif dosis besar yang sulit mengalir dan sulit dikompressi distribusi dan keseragaman kandungan baik bagi zat aktif yang mudah larut dan dosis kecil zat warna dapat lebih homogen karena terlebih dahulu dilarutkan dalam cairan pengikat serbuk dapat ditangani tanpa menghasilkan kontaminasi udara (debu dari serbuk) Kerugian pembuatan menggunakan metode granulasi basah : − − − membutuhkan tempat yang luas.

kompressibilitas. Cracking merupakan akibat lanjut dari permukaan atas die.• Keuntungan pembuatan menggunakan metode kempa langsung : − − − kempa langsung merupakan tahap produksi tablet yang paling singkat keperluan akan alat. 2. 4. ruangan. dan waktu lebih sedikit dapat meningkatkan disintegrasi zat aktif karena tablet langsung mengalami disintegrasi menjadi tablet • Kerugian pembuatan menggunakan metode kempa langsung : − − harga eksipien yang dibutuhkan cukup mahal karena dibutuhkan eksipien yang memiliki aliran. over lubrikasi atau kurang rubrikan. serta ikatan antar partikel yang baik eksipien dan zat aktif harus memiliki ukuran partikel yang mirip agar tablet yang dihasilkan mempunyai keseragaman kandungan yang baik. MASALAH MASALAH DALAM PEMBUATAN TABLET Beberapa permasalahan dalam pembuatan tablet adalah sebagai berikut : (Lachman 1994 : 673-680) : 1. Laminasi Laminasi adalah pemisahan tablet menjadi 2 bagian atau lebih. Umumnya disebabkan oleh adanya udara yang terjadi dalam ruang die dan penyebab lain yaitu kelebihan granul. 3. Capping Caping adalah pemisahan sebagian atau keseluruhan bagian atas atau bagian bawah tablet dari badan tablet. Picking 20 . 5. Umumnya keretakan atau pecahnya tablet terjadi segera setelah kompresi atau beberapa jam atau hari kemudian. lebih sering di bagian atas tengah. Cracking Cracking adalah keadaan tablet pecah. Chipping Chipping adalah keadaan pada bagian bawah tablet terpotong yang disebabkan oleh ujung punch bawah tidak rata dengan permukaan atas die.

6. Apabila. EVALUASI SEDIAAN TABLET  Uji waktu hancur Uji waktu hancur dilakukan pada 6 tablet dan menggunakan disintegratin tester (disentegrator). lalu masukkan satu cakram pada tiap tabung dan alat dijalankan menggunakan air bersuhu 370 ± 20C sebagai media kecuali dinyatakan lain dalam monografi.Picking adalah perpindahan bahan dari permukaan tablet dan menempel pada permukaan punch yang disebabkan pengeringan granul belum cukup. 1976:6) 1. jumlah glidan kurang atau yang dikompresi adalah bahan berminyak/lengket. tidak lebih dari dua tablet yang mempunyai penyiampangan lebih besar dari kolom A dan tidak boleh ada satu tablet pun yang mempunyai penyimpangan bobot lebih besar dari kolom B. (Indonesia. ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya. 7. Sticking Sticking adalah keadaan granul menempel pada dinding die. 1995. Binding Binding adalah lubrikasi yang tidak memadai. semua tablet harus tidak lebih dari 15 menit untuk tablet tidak bersalut dan tidak lebih dari 60 menit untuk tablet salut gula/salut selaput. tidak kurang 16 dari 18 yang diuji harus hancur sempurna (Indonesia. 1087) Prosedur kerja uji waktu hancur (Indonesia. Uji waktu hancur sesuai dengan persyaratan FI adalah kecuali dinyatakan lain. 8. tablet dikompresi pada kelembapan tinggi. Hasilnya. Pada akhir batas waktu yang tertera pada monografi. tablet/2 tablet tidak hancur sempurna. Penyebabanya yaitu punch kurang bersih. 1979:6) Tabel persyaratan penyimpangan bobot tablet. Dimasukkan satu tablet pada masing-masing tabung dari keranjang. Bobot rata-rata Penyimpangan bobot rata-rata A B 21 . 2. Mottling Mottling adalah keadaan distribusi zat warna pada permukaan tablet tidak merata. keranjang diangkat  Uji keseragaman bobot Uji keseragaman bobot dilakukan dengan menimbang 20 tablet satu persatu dan dihitung bobot rata-ratanya.

3. Prosedur kerja uji keseragaman ukuran adalah sebagai berikut (Indonesia. Jarum petunjuk tekanan akan bergerak sesuai tekanan yang diberikan pada tablet. Tablet diletakkan diantara pegas penekan. 1989:255) Prosedur kerja uji kekerasan : 1. pengemasan.  Uji kekerasan Kekerasan menggambarkan kekuatan tablet untuk menahan tekanan pada saat proses produksi.25 mg atau kurang 26 mg-150 mg 151 mg-300 mg Lebih dari 300 mg  Uji keseragaman ukuran 15% 10% 7. Diambil 10 tablet dari 11/3 tebal tablet. kekuatan minimum untuk tablet adalah sebesar 4 kg/cm3. 1976:6) 1. Alat yang digunakan pada uji keseragaman ukuran adalah jangka sorong. jarum akan berhenti pada suatu angka sebagai penunjuk kekerasan tablet yang dinyatakan dalam satuan kilogram. 2. Prinsip pengukurannya adalah penetapan presentase bobot tablet yang hilang dari 20 atau 40 tablet selama diputar dalam waktu tertentu.5% 5% 30% 20% 15% 10% Ketebalan berhubungan dengan kekerasan tablet. perubahan ketebalan merupakn indikasi adanya masalah pada aliran massa cetak atau pada pengisian granul ke dalam die. Tablet yang baik mempunyai diameter tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang  Uji kerapuhan Uji kerapuhan merupakan uji ketahanan permukaan tablet terhadap gesekan yang dialami oleh tablet sewaktu pengemasan. Saat tablet retak atau pecah. dan penyimpanan. pengiriman. Prinsip pengukurannya adalah memberikan tekanan pada tablet sampai tablet retak atau pecah. Alat yang digunakan pada uji kekerasan adalah hardness tester. Selam percetakan. 1994:654) 22 . kemudian alat dihidupkan. 2. Alat yang digunakan pada uji kerapuhan adalah friablator test (Lachman. (Ansel. dan pengangkutan.

kemudian alat dijalankan selama 4 menit Tablet dikeluarkan lalu dibersihkan dari debu dengan memakai kuas kecil Ditimbang bobot tablet = Wf Indeks kerapuhan dihitung dengan memakai rumus : x 100% Wo dengan kecepatan 25 rpm 6. 3. Tablet dibersihkan dari debu dengan cara memakai kuas kecil Ditimbang bobot 20 tablet (tablet besar) atau 40 tablet (tablet kecil) = Wo Tablet dimasukkan ke dalam alat. Herbert A. Lieberman. UI Press. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri 1 (Edisi 3). 4. Joseph I. Kanig. 23 . Leon Lachman. 5. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi (Edisi 4). Jakarta. F = Wo – Wf Ket : F = indeks kerapuhan Wo= bobot awal Wf= bobot akhir DAFTAR PUSTAKA Howard C. 2. Jakarta.UI Press. Ansel.Prosedur kerja uji kerapuhan : 1.