BAB 1 PENGANTAR PENGOLAHAN CITRA DIGITAL UNTUK INVENTARISASI SUMBER DAYA ALAM DENGAN ER MAPPER Pada bab pertama

ini dibahas secara umum beberapa pengertian dan konsep dasar yang saling terkait dalam pengolahan citra digital, perangkat lunak ER Mapper dan keunggulan-keunggulannya, serta data atau peta pendukung lain seperti peta topografi/Rupa Bumi Indonesia atau peta tematik tertentu (misalnya peta penggunaan lahan). 1.1. Citra Digital Citra adalah gambaran kenampakan permukaan (dekat permukaan) bumi, dan yang diperoleh melalui proses perekaman pantulan atau pancaran gelornbang elektrornagnetik secara serentak dengan sensor pelarik yang terpasang pada suatu wahana, baik itu pesawat udara maupun wahana ruang angkasa (sering disebut dengan satelit). Citra digital merupakan citra yang diperoleh, disimpan, dimanipulasi, dan ditampilkan dengan basis logika biner. Berbagai jenis citra seperti yang dimaksud di atas contohnya : citra SPOT, Landsat MSS, Landsat TM, Landsat ETM, Citra Radar (contoh: SIR-B, Radarsat), NOAA, GMS, MOS,1, NIMBUS, HCMM, SEASAT, IKONOS dan lain-lain. 1.2. Konsep Resolusi Konsep-konsep resolusi yang perlu diketahui dalam pengolahan citra digital karena terkait dengan citra yang akan diolah adalah resolusi resolusi spektral, resolusi radiometrik, dan resolusi temporal.

Resolusi spasial adalah ukuran terkecil objek yang masih dapat dideteksi oleh suatu sistern pencitraan. Sebagai contoh resolusi spasial citra Landsat TM 30 m (khusus saluran 6 resolusi spasialnya 120 m). Resolusi spektral adalah kemampuan suatu sistem optik elektronik unfuk membedakan informasi (objek) berdasarkan jumlah saluran spektralnya. Resolusi radiometrik adalah kemarnpuan sensor dalam rnencatat respon spektral objek. Resolusi temporal adalah kemampuan suatu sistem penginderaan jauh untuk rnerekam ulang daerah yang sama.

1.3. Pengolahan Citra Digital Pengolahan citra digital rnerupakan serangkaian perlakuan terhadap citra menggunakan teknik-teknik yang dikenal dalam bidang penginderaan jauh (digital image processing), dimana di dalamnya bisa saja terdapat proses restorasi citra (koreksi atmosferik dan koreksi geometrik), penajaman citra dan pemfilteran spasial, transformasi citra, klasifikasi citra, dan lain-lain serta output.

1.4. Perangkat Lunak ER Mapper ER Mapper adalah software pengolah citra digital yang saat ini telah banyak dipakai. ER Mapper telah mengalami perkembangan dari generasi ER Mapper β (betha) pada tahun 1990 sampai generasi ER Mapper 6.3 tahun 2003 ini. Pengembanganpengembangan yang telah dilakukan selama kurun waktu itu membuat software ER

Mapper memiliki fasilitas yang lebih lengkap dan semakin baik untuk pengolahan data digital penginderaan jauh dibanding versi sebelumnya. ER Mapper dapat dijalankan pada komputer dengan spesifikasi minimal: komputer PC/AT- dengan procesor pentium, RAM 24 Mb, dengan sistem operasi Windows 95 ke atas atau windows NT dan monitor warna beresolusi tinggi. ER Mapper juga dapat dijalankan pada sistem jaringan keria (network) dengan sistem operasi UNIX. ER Mapper dapat digunakan untuk menampilkan dan mengolah data raster, menampilkan dan mengedit data vektor, dan dapat dihubungkan dengan data dari Sistem Informasi Geografi (SiG), database management system (DBMS) dan sumber data lainnya. ER Mapper mengunakan suatu konsep pengolahan data yang dinamakan algoritma, dimana algoritma ini membuat semacam tahapan-tahapan mandiri dalam proses pengolahan citra. Tahapan-tahapan pengolahan citra dapat disimpan dan diedit dalam suatu file algoritma yang dapat digunakan untuk tahapan pengolahan data citra lainnya. ER Mapper didesain khusus untuk penanganan data-data yang berkaitan dengan masalah kebumian dan meliputi industri-industri yang bergerak di bidang kebumian pula. Berikut ini adalah bidang-bidang yang dapat menggunakan aplikasiaplikasi ER Mapper, antara lain: * Pemantauan lingkungan 3

* Manajemen dan perencanaan kota dan daerah urban * Manajemen sumber daya hutan * Layanan informasi dan manajemen pemanfaatan lahan * Eksplorasi mineral * Pertanian dan perkebunan * Manajemen sumber daya air * Manajemen sumber daya pantai dan laut * Oseanografi fisik * Eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi.

Pada ER Mapper, data citra digital disimpan dalam suatu penyimpanan elektronik sebagai suatu susunan data dua dimensi yang dinamakan piksel (picture element). Setiap piksel mewakill suatu area di permukaan bumi. Besarnya area yang diwakili oleh satu piksel ini tergantung sensor satelit yang digunakan, yaitu ada yang 10 m, 20 m, 30 m, dll. Ukuran / nilai-nilai ini disebut sebagai resolusi spasial dari sensor satelit yang dimaksud seperti yang dijelaskan di atas. Susunan dua dimensi data citra ini disebut sebagai format raster sehingga data citra digital sering juga disebut data raster. Perlu diketahui bahwa data raster tersusun dalam baris horisontal yang disebut lines dan kolom vertikal yang disebut sample.

Kelebihan ER Mapper Perkembangan yang telah dialami ER Mapper merupakan usaha agar ER Mapper dapat menyesuaikan dengan perkembangan perangkat keras (hardware) dan

Kecepatan penyimpanan. Pemrosesan template. Penyimpanan data harddisk. Pemrosesan yang interaktif. sehingga cukup menghemat ruang hardisk. ER Mapper hanya menyimpan data original dari citra dan aplikasi penyimpanannya saja. Data SPOT dan Landsat TM misalnya dapat digabung secara interaktif tanpa membutuhkan file-file keluaran di hardisk. Mosaik dapat diproses dengan mudah tanpa memerlukan pencontohan dan penggabungan beberapa file data yang bisa menghasilkan ruang hardisk yang besar. 3. Perkernbangan yang terjadi ini juga memberikan beberapa fasilitas baru guna Iebih memaksimalkan kemampuan software ER Mapper dalarn pengolahan citra digital. 7. Algoritma dapat digunakan untuk pengolahan template untuk aplikasi berbagai data yang berlainan. Pengolahan data terlihat langsung pada layar monitor tanpa harus membuat file keluaran lebih dulu. Algoritma mengandung semua pengolahan data yang diperlukan sehingga kita tidak dipersulit dengan pengolahan citra kita : " apa yang harus dilakukan dengan citra ini ?" 5. 4 Kuantitas hasil. Karena ER Mapper hanya menyimpan data original citra dan aplikasi pengolahannya sehingga membuat byte data yang tersimpan lebih kecil dan ini rnernbuat proses penyimpanannya lebih cepat. 6. 2. Beberapa kelebihan yang dimiliki ER Mapper adalah : 1.sistem operasi (OS) yang ada dan berkembang pada saat ini. . Penggabungan data yang interaktif. Mosaik citra vang interaktif.

1.6. 11. Peta penggunaan lahan yang telah ada dapat digunakan sebagai data acuan yang dapat membantu dalam pergenalan obyek di lapangan ini. Kemampuan membaca data vektor seperti : AutoCad dan Arc/Info. Peta Pendukung Dalam Pengolahan Citra Digital Dalam pengolahan citra digital kita membutuhkan data atau peta lain sebagai sumber informasi spasial. Kemampuan visualisasi 3D dan flying through. Ilustrasinya adalah sebagai berikut: . Fasilitas tukar menukar data raster hingga 130 format pengimpor data. 10. • Peta Penggunaan Lahan Pada proses klasifikasifikasi multispektral sering dijumpai obyek-obyek yang sulit untuk diidentifikasi. Kemampuan layout dan output kartografis yang memadai untuk ukuran software image procesing. 12. 1. 13. Kemampuan menampilkan citra piksel perpiksel. 9.8.5. Peta ini berfungsi sebagai peta referensi dalam proses rektifikasi citra. Konsep Dasar Interpretasi Citra Konsep dasar interpretasi citra sebetulnya didasarkan dari pola tanggapan spektral obyek-obyek di muka bumi terhadap beberapa julat (range) gelombang elektromagnetik yang berbeda. Beberapa peta pendukung dalam pengolahan citra digital contohnya antara lain : • Peta Topografi / Rupa Bumi Indonesia. Fasilitas pencetakan data keluaran hingga 250 format.

Software pengolah citra umumnya hanya mampu menampilkan data citra yang mempunyai beberapa band secara 3 dimensi. Untuk ‘membaca’ atau menginterpretasi tampilan warna RGB ini perlu memerlukan pengetahuan mengenai pola tanggapan spektral obyek seperti yang telah dijelaskan di atas dan pemahaman mengenai campuran warna seperti ilustrasi di bawah ini : . yaitu ada band-band yang diproyeksikan pada warna merah (red). yaitu 3 band yang ditampilkan bersama-sama dalam mode warna RGB. hijau (green) dan biru (blue).

Title bar Menu bar Standard toolbar Common function toolbar 2. Dalam jendela utama ini terdapat menu bar dan dua jenis toolbar (standard dan common functions) yang tersaji sebagai berikut: ).5 Ketika memulai program ER Mapper 5. Fungsi Standard Toolbar dan Common Function Toolbar Berikut ini disajikan rincian ikon-ikon pada standard dan common function toolbar beserta fungsi-fungsinya Standard Toolbar New Image Window membuka jendela citra Open Algorthm Into Image Window membuka file algoritma (*.alg) ke jendela citra Copy Window and Algorithm mengcopy jendela citra .2.1. Membuka Program ER Mapper 5.5 2.5 (double klik shortcut maka akan segera terlihat layar pembuka yang bisa disebut jendela utama.BAB II JENDELA UTAMA ER Mapper 5.

Save Algorithm menyimpan sebagai file algoritma Save Algorithm As menyimpan algoritma sebagai file lain / tertentu Save Algorithm As Dataset menyimpan algoritma sebagai dataset Save Algorithm As Virtual Dataset menyimpan algoritma sebagai dataset virtual Print mencetak hasil Run Algorithm (Go) mengeksekusi perintah Run Algorithm with 99 % clip on limits mengeksekusi tampilan citra dengan stretching 1 % Halt Processing (Stop) menghentikan proses Common function toolbar Create Pseudocolor Algorithm membuat algoritma dengan mode warna pseudocolor Create Colordrape Algorithm membuat algoritma dengan pemberian warna tema dengan latar belakang kelas lereng Create RGB Algorithm membuat algoritma dengan mode warna red-green-blue Create Mosaic Algorithm membuat mosaik citra Annotate Vector Layer membuka dan mengedit peta / data vector View Algorithm for Image Windows .

dapat dilakukan dengan mengaktifkan toolbar. Terdapat 14 jenis toolbar lagi yang ada selain yang tarnpil pada jendela utama ER Mapper meliputi toolbar untuk klasifikasi.-toolbar operasi yang terdapat pada menu Toolbars.ers) Edit Formula menerapkan formula Edit Filter (Kernel) menerapkan filtering Edit Realtime Sun Shade menerapkan efek penyinaran matahari pada citra Edit Transform Limits mengatur perentangan kontras warna (stretching) Set Zoom Mode memperbesar kenampakan citra Set Pointer Mode pointer Untuk menambahkan toolbar pada jendela utama ER Mapper. . geocoding. dll.membuka jendela algoritma Load Datasets membuka file raster (*.

Dari menu bar klik Utilities yang akan menampilkan berbagai jenis data yang dapat diimpor ke format ER Mapper. 2. Citra ini tersimpan dalam format LAN (*. 3. . Jawa Timur saluran 1. Data citra ini perlu dikonversi dulu ke dalarn format ER Mapper agar dapat diolah lebih lanjut: 1. Data citra yang dipergunakan dalam latihan ini adalah Landsat ETM daerah Ngawi.1 Mengimpor Data ER Mapper memiliki banyak fasilitas impor yang dapat dipergunakan untuk mengimpor antara lain data raster dan data vektor dalam berbagai format.5 3.5. 4. 5.lan) yaitu format baku software ERDAS 7.BAB III PROSES PENGOLAHAN CITRA DIGITAL DENGAN ER MAPPER 5. dan 7 perekaman tahun 2001.

Untuk contoh penggunaan. Koreksi Atmosferik dan Geometrik Citra Koreksi Atmosferik Istilah koreksi atmosferik muncul karena pembawa energi yaitu gelombang elektromagnetik harus melalui 2 kali medium atmosfer sebelum sinyal sampai ke sensor. Hal yang diketahui bahwa metode atmosferik ini bermacam-macam.lan 5.ers 6. Klik Import 4.2. maka nilai ini adalah tambahan / gangguan dari atmosfer pada band itu. 3.5 HEAD74. Kemudian koreksinya adalah dengan mengurangkan data citra tsb . Klik Import File / Device Name untuk memilih file yang akan diimpor. misal D:\Latihan\Citra\Ngawi_01. pilih Import Image Format kemudian pilih ERDAS 7. Kilk OK. Jadi jika nilai minimumnya tidak nol misalnya 25 pada tertentu. Klik Output Dataset Name untuk menempatkan dataset hasil impor. Hal inilah yang mendasari adanya koreksi atmosferik. Metode ini mengasumsikan jika citra yang dipakai ada kenampakan perairan maka seharusnya nilai air mendekati nol yang merupakan nilai minimum / terkecilnya. dari yang paling sederhana sampai yang paling rumit. Pada latihan ini akan dilakukan koreksi atmosferik sederhana menggunakan teknik penyesuaian histogram. misal D:\Latihan\Citra\Ngawi_01.

tetapi untuk kepentingan pengenalan koreksi atmosferik maka diterapkan metode ini. 3.untuk masing-masing band dengan nilai minimum masing-masing band. . Dari menu bar Klik File. Suatu window citra kosong ditampilkan di sudut kiri atas layar komputer. Membuka Dataset 1.2. Kita dapat juga merektifikasi suatu citra yang tidak dalam proyeksi diketahui dengan mendefinisikan sejumlah bentuk atau tanda yang dapat diidentifikasi (Ground Control Points) dan menggunakannya untuk menentukan titik-titik ikat dari dataset. Pada bagian atas terdapat tulisan “Algorithm Not Yet Saved”. Rektifikasi citra ini bertujuan untuk mereferensikan citra ke sistem koordinat sebenarnya di permukaan bumi. Langkahnya adalah sbb: Koreksi Geometrik Koreksi geometrik pada citra sering disebut juga sebagai rektifikasi. Banyak kelemahan pada metode ini. ERMapper akan rnerektifikasi atau membetulkan citra-citra dari suatu proyeksi peta yang diketahui ke yang lainnya. pilih New atau klik New pada toolbar.

Klik Edit Algorithm pada Toolbar atau dari menu bar klik View dan pilih Algorithm. . Menu Algorithm ditampilkan.2.

3. . Klik menu Layer pada jendela Algorithm lalu klik Load Dataset. Menu Raster Dataset ditampilkan.

6. Pilih direktori yang ingin di buka. Maka akan tampil layar seperti di bawah ini. Pilih file B1.4. .tif kemudian klik OK atau klik dua kali pada nama dataset tersebut. 5. dengan klik tab menu Volumes cari file datanya.

ER Mapper menampilkan citra di dalam window citra. Algoritma menyimpan semua informasi yang diperlukan untuk menampilkan data sebagai suatu citra. Informasi yang disimpan dalam sebuah algoritma meliputi sumber data. Cobalah untuk menampilkan algoritma citra pada band yang lain. Citra ditampilkan dalam color mode pseudocolor dan dalam tabel greyscale. warna-warna yang digunakan untuk tampilan. Ini berarti bahwa band 1 dataset Landsat-5 TM yang dipilh sedang ditampilkan. dan tahapan-tahapan data secara detil. Perhatikan juga bahwa pada band selection memperlihatkan B1: Greyscale. Algoritma adalah bangunan dasar ER Mapper. .

band6 dan band7. band5. 2. band3.3. Pilih band2 kemudian Klik Load Dataset pada jendela Algorithm dan pilih B2. . band4. Klik Pseudo Layer atau gambar ganti nama dengan band1 kemudian pilih Dupilicate atau kemuidan ganti lagi namanya band2. Membuat Suatu Algoritma 1. kemudian klik OK this layer only.3.

kemudian klik OK this layer only. kemudian klik OK this layer only. . Pilih band3 kemudian Klik Load Dataset pada jendela Algorithm dan pilih B3. Pilih band5 kemudian Klik Load Dataset pada jendela Algorithm dan pilih B5. 4.3. Pilih band4 kemudian Klik Load Dataset pada jendela Algorithm dan pilih B4. kemudian klik OK this layer only. 5.

Pilih band6 kemudian Klik Load Dataset pada jendela Algorithm dan pilih B6. . Pilih band7 kemudian Klik Load Dataset pada jendela Algorithm dan pilih B7. 7.6. 9. kemudian klik OK this layer only. kemudian klik OK this layer only. 8. Untuk memastikan semuanya telah benar pilih [Ps]: Default Surface.

3. Pilih direktori yang akan disimpan.3. 2. 2. Masukan catatan teks “Landsat-5 TM aceh_01” kemudian tekan Enter.3. Memberi Label Algoritma 1. pilih Save As atau klik Save Algorithm. Dari menu bar klik File. Dalam menu Algorithm. pilih text dalam Description (sebelumnya tertulis “No Description”).3. Menyimpan Algoritma 1. .

ers). . Tinggalkan semua pilihan default kemudian klik OK.Kemudian pastikan Files of Type: ER Mapper Raster Dataset (.

4.ers yang kita buat tadi pada sub-bab sebelumnya. .3. Klik Ok untuk membukanya. Close semua layer window kecuali window ER Mapper. Klik Open atau pastikan Volume dan Directories tempat data disimpan. Membuat Citra Komposit Warna RGB 1. kemudiian cari file aceh_01. 2.

ers terbagi dalam 3 (tiga) warna yaitu Red. kemudian pastikan Files of Type: ER Mapper Raster Dataset (.3. .ers). Pilih Output Type : RGB kemudian klik OK. Pilih Edit Alogarithm atau ini: sehingga muncul window seperti di bawah 4. 7. Beri nama file aceh_RGB. 5.ers. Terlihat Layer aceh_01. pilih Save As atau klik Save Algorithm. Green dan Blue (RGB) yang masing masing bandnya 321. 6. Dari menu bar klik File.

File telah siap dismpan lanjudkan dengan mengklik OK kembali untuk melanjudkan perintah yang lain. Dalam hal ini file sudah siap di buat dan dapat dipanggil kapan saja di butuhkan. .

. Kemudian jikalau diiningkan untuk pindah-pindah bisa lakukan geser dengan menggunakan Hand (Roam) Tool atau dengan ikon pada daerah lain. Untuk melihat Citra RGB yang kita buat lebih jelas lakukan zooming pada daerah yang ada laut dan pantai tetapi tidak berawan. Lakukan Refresh Citra dengan menggunakan tool Refresh Image with 99% clip on limit. Sehingga terlihat bentuk citranya seperti di bawah ini: 10. 9. Dengan menggunakan tools : Zoom Tool.8. Zoom Box Tool dan bisa juga dengan Geoposition Window .

Neihbours.5. Dari menu bar klik View. Value. Menu Cell Values Profiles ditampilkan. 2.ers. Menu ini terdiri dari 3 buah window yang dapat dihidupkan-matikan setiap saat yaitu Signature. . 3. 4. pilih Cell Values Profiles. 3. pilih Load Dataset atau Klik .11. Dari menu utama klik Edit Algorithm atau . Set pointer tool memungkinkan kita mengunakan penunjuk mouse untuk melihat data pikselperpiksel. Menampilkan Nilai Data Citra 1. Klik dua kali nama file direktori yang diinginkan yaitu aceh_01. Pada toolbar klik Pointer Tool. Bisa juga dilakukan kembali melihat keseluruhan citra dengan klik kanan pada tampilan Citra kemudian pilih Quick Zoom  Zoom to All Datasets.

. Koreksi Atmosferik Metode Statistik 1.5.6.6. Koreksi Atmosferik 3. Tunjukan dengan penunjuk pointer ke dalam citra.1. Menu Cell Values Profiles menampilkan harga-harga data di ke enam band dalam citra dimana lokasi citra ditunjuk. pilih process lalu calculate statistics.6. Akan muncul window calculate statistics. 3. Koreksi Atmosferik dan Geometrik Citra 3. klik pada pikselpiksel mana saja yang diinginkan. Pada jendela utama ER Mapper klik pada menu bar.

Lalu Ok dan arahkan pada file 3. Pada window calculate statistics klik aceh_01. 4.2. Tutup jendela-jendela calculate statistics yang tidak diperlukan. .ers. Akan muncul jendela Statistics Reports. Setelah proses kalkulasi tekan Ok pada jendela konfirmasi proses kalkulasi. Pada menu bar pilih view lalu Statistics dan klik Show Statistics.

Pada jendela algorithm rubah nama Pseudo Layer menjadi band1 kemudian klik ikon duplicate sebanyak 6x untuk menghasilkan 6 layer. 6. . Pastikan file yang dipilih aceh_01 kemudian klik Display. Catat nilai minimum tiap band lalu tutup jendela statistik yang tidak diperlukan lagi. Akan muncul window baru yang menunjukkan nilai-nilai statistik citra.5. 7. Pada jendela utama Er Mapper klik Edit Algorithm.

Pada jendela formula editor yang muncul ketikkan formula sebagai berikut INPUT1-0 sehingga tampilan sebagai berikut: . Setelah semua layer terisi band lengkap sorot layer band pertama yang akan dikoreksi. 11. Rubah nama tiap layer tersebut dari band1 sampai dengan band7 dengan mengklik pada layer tersebut dan menuliskan nama bandnya. Lakukan hal ini untuk ke-6 layer yang telah dibuat tadi. Setelah semua layer ternama masukkan data citranya satu-satunya pada tiap layer tersebut dengan cara menyorot pada tiap layer lalu klik B1:band1 pilih sesuai bandnya. lalu klik Edit Formula. 9. 10.8.

lalu klik Save as Datasets. . 12. 13. 14. dari jendela utama ER Mapper pilih File. Lakukan langkah 13 dan 14 untuk semua band / layer. Klik Apply change dan setelahnya klik Close. Setelah koreksi untuk tiap band selelai.Nilai 0 adalah nilai minimum dari band 1 yang telah dicatat tadi. Atur jendela-jendela yang terbuka sehingga memudahkan pekerjaan.

pemukiman. tanah. Pada dialog yang muncul arahkan Output Dataset pada folder yang sama untuk memudahkan pencarian. vegetasi. Buatlah algoritma baru yang menurut anda sendiri bagus untuk membedakan objek-objek di bumi seperti air. Setelah itu pada jendela Save as Dataset klik Defaults lalu Ok. Hasil dari proses ini adalah data baru bernama aceh_02. dan lain-lain dengan dataset yang telah dikoreksi atmosfer tadi seperti pada langkah 3.2.ers yang diasumsikan telah bebas pengaruh atmosfer.15. 16. 3.4. Oleh karena hal tersebut diatas maka kita coba satu metode lagi cukup akurat dan sering digunakan dalam koreksi Atmosferik Landsat .6. Koreksi Atmosferik Metode Drag Subtract Piksel Seperti dijelaskan di atas metode Statistik adalah metode sangat sederhana dan terdapat banyak kelemahan.

. Nilai nol seharusnya untuk band 4 dan 5 yang digunakan pada perairan dalam. 4. Klik dua kali nama file direktori yang diinginkan yaitu aceh_01.antara lain adalah metode Drag Substract Piksel. 3. Rubah nama tiap layer tersebut dari band1 sampai dengan band7 dengan mengklik pada layer tersebut dan menuliskan nama bandnya. pilih Load Dataset atau Klik . Lakukan hal ini untuk ke-6 layer yang telah dibuat tadi. Pada jendela algorithm rubah nama Pseudo Layer menjadi band1 kemudian klik ikon duplicate sebanyak 6x untuk menghasilkan 6 layer. karena infra red (karena air berada pada panjang gelombang dekat sama menengah). 5. Setelah semua layer ternama masukkan data citranya satu-satunya pada tiap layer tersebut dengan cara menyorot pada tiap layer lalu klik B1:band1 pilih sesuai bandnya. Dari menu utama klik Edit Algorithm atau .ers. Langkahnya sebagai berikut: 1. 2.

tetapi pada kasus ini kita menggunakan Raster Region. untuk Vector File kita telah membuat data vektor terlebih dahulu. Kemudian klik Open Map Composition pilih Raster Region. pada Toolbar Forestry sehingga semua layer 7. . Klik Create RGB Algorithm berubah RGB. Klik OK untuk menjalankan perintah.6.

dan mulai lakukan digitasi pada daerah laut dalam sebanyak 30 training area (30 Polygon secara merata). pastikan yang didigit benar-benar laut karena berpengaruh nanti ke pada nilainya.8. Muncul window Tools 9. Perhatikan cari warna yang homogen. Beri nama feature-feature yang telah didigit. . jangan kena awan tipis. Kemudian lakukan digitasi dengan memilih ikon polygon. Mulai mendigit polygon dan untuk mengakhirinya klik dua kali pada vertek dekat mau menutup polygon.

. seperti dibawah ini ... dengan meberi nama 11...r30. r2. Digitasi menggunakan tools “abc” atau klik ikon setiap polygon r1. . r3...10. Kemudian setelah selesai membuat 30 region lanjudkan dengan select semua region sehingga bisa dilhat dari window Map Composition Attribute...

.12. klik save sehingga muncul window seperti dibawah ini kemudian klik OK dan Close. Pada window Tool. lanjudkan dengan Close window Tool.

. Akan muncul window calculate statistics. pilih process lalu calculate statistics.13. Pada jendela utama ER Mapper klik pada menu bar.

Akan muncul jendela Statistics Reports. 16. Setelah proses kalkulasi tekan Ok pada jendela konfirmasi proses kalkulasi. Pada window calculate statistics klik aceh_01.ers.14. . Tutup jendela-jendela calculate statistics yang tidak diperlukan. Pada menu bar pilih view lalu Statistics dan klik Show Statistics. Lalu Ok dan arahkan pada file 15.

. Akan muncul window baru yang menunjukkan nilai-nilai statistik citra.. Klik Display. pada window Statistics Report . Pastikan file yang dipilih aceh_01 kemudian klik Display.17. 18. Pada Window utama pilih View  statistics  klik show statistic 19.

20. 21.. .. Untuk hal ini biar lebih mudah dalam analisis selanjudnya kita pilih Show means summary dengan cara: Pada Window utama pilih View  statistics  Area Summary Reports  klik Means Summary Report  OK. Kemudian klik Print/Save.

. Buat folder Statistik kemudian simpan dengan file Statistik di dalam folder Stattistik yang baru dibuat.22. Kemudian buat rata-ratanya. Buka Microsoft Exel baru kemudian pilih open file  folder Statistik  file statistik  Open. 25. 24. Delet kolom-kolom yang lain kecuali klom Class/Region. Band4 dan Band5. Klik File Only 23.

ers. klik pada band1.\ 28.. kemudian copy dan paste sampai 7 serta ganti nama band1.band7.26. . band2. Close window tersebut. Pilih ikon Emc2 pada window Algorithm. inilah yang dipakai untuk factor koreksi radiometric avarage semua menggunakan metode dark pixel subtract.... 27. Open file aceh_01. Buat ganti nama Pseudo layer dengan band1... Kemudian buka window baru dengan klik file  New..

012 0.011 0.026 0.026 0.026 0.026 0.015 0.022 0.026 0.017 0.019 Landsat 7 ETM 2002 B4 0.016 B4 0.027 Landsat 5 TM 1994 R58 B5 0.018 0.015 0.028 0.025 0. Koreksi dilakukan dengan menggunakan metode “dark pixel substrat”.Koreksi atmosferik dilakukan untuk menghilangkan pengaruh partikelpartikel atmosfer yang meyebabkan nilai digital citra meningkat sebanding dengan kandungan partikel tersebut menuju suatu nilai digital tertentu.019 0. Nilai terkoreksi atmosferik diperoleh dengan persamaan: Atmospherically corrected = Li .014 0.023 0.024 0.018 0.035 B5 0.014 0.027 0.024 0.012 0.024 0.Lsi dimana : Li = nilai piksel band-i Lsi = rerata nilai piksel perairan dalam band-i Berikut adalah nilai kalibrasi dari data Landsat Kabupaten Berau : Tabel Nilai Kalibrasi Koreksi Atmosferik Landsat Berau Landsat 3 MSS Poin 1 2 3 4 5 6 1979 B3 0.018 0.016 0.025 R59 B5 0.016 0. yaitu mengkalibrasi nilai digital seluruh kanal dengan nilai kalibrasi yang diperoleh dari nilai digital kanal-kanal inframerah di daerah perairan dalam.024 0.024 0.025 .028 0.022 0.026 B4 0.007 0.022 0.027 0.011 0.

031 0.0262 .026 0.018 0.024 0.036 0.028 0.026 0.020 0.027 0.027 0.0262 0.026 0.026 0.032 0.014 0.027 0.019 0.022 0.012 0.012 0.0288 0.023 0.035 0.019 0.030 0.027 0.019 0.028 0.026 0.026 0.015 0.020 0.026 0.029 0.026 0.028 0.027 0.035 0.026 0.019 0.030 0.031 0.026 0.027 0.032 0.031 0.7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 rerat a 0.027 0.023 0.022 0.017 0.033 0.035 0.021 0.030 0.016 0.022 0.021 0.027 0.035 0.018 0.0256 0.031 0.0276 0.011 0.029 0.022 0.025 0.020 0.021 0.026 0.016 0.036 0.021 0.025 0.020 0.027 0.034 0.025 0.019 0.023 0.031 0.013 0.028 0.012 0.026 0.032 0.014 0.024 0.022 0.026 0.021 0.020 0.014 0.027 0.027 0.026 0.026 0.025 0.026 0.028 0.017 0.024 0.030 0.025 0.024 0.021 0.026 0.023 0.020 0.023 0.026 0.026 0.026 0.0166 0.026 0.026 0.026 0.026 0.019 0.022 0.035 0.025 0.027 0.035 0.026 0.023 0.035 0.024 0.028 0.024 0.015 0.021 0.022 0.018 0.028 0.016 0.026 0.018 0.020 0.026 0.023 0.012 0.029 0.030 0.025 0.025 0.017 0.025 0.026 0.021 0.018 0.026 0.012 0.026 0.010 0.025 0.030 0.021 0.027 0.023 0.025 0.024 0.031 0.025 0.031 0.013 0.015 0.015 0.032 0.026 0.021 0.025 0.021 0.019 0.024 0.026 0.016 0.012 0.018 0.024 0.014 0.026 0.026 0.015 0.029 0.018 0.025 0.012 0.025 0.023 0.022 0.026 0.013 0.027 0.0195 0.022 0.014 0.015 0.020 0.016 0.024 0.029 0.026 0.015 0.026 0.027 0.017 0.025 0.018 0.025 0.016 0.023 0.026 0.026 0.027 0.028 0.021 0.025 0.018 0.024 0.020 0.021 0.019 0.026 0.016 0.024 0.010 0.024 0.023 0.019 0.021 0.031 0.0183 Sehingga diperoleh nilai faktor koreksi untuk masing-masing data yaitu : Landsat 3 MSS 1979 :Band 1 – 3 = 0.026 0.033 0.026 0.036 0.027 0.027 0.027 0.017 0.021 0.021 0.031 0.018 0.

Landsat 5 TM 1994 : R58 R59 Landsat 7 ETM 2002 : Band 1 – 4 = 0.0195 Band 1 – 4 = 0. .0288 Band 5 : 0.0256 Band 5 : 0.0166 Band 1 – 4 = 0. Kemudian klik save pada window utama ER Mapper.0276 Band 5 : 0.0183 Kemudian klik Apply Changes.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful