RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH 2010-2014 PER KEMENTERIAN/LEMBAGA

KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
TARGET No 1. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS PROGRAM DUKUNGAN MANAJEMEN DAN PELAKSANAAN TUGAS TEKNIS LAINNYA BKPM Pengembangan Sistem Pelayanan Informasi Meningkatnya kualitas pengembangan Sistem Peningkatan jumlah aplikasi perijinan dan non perijinan yang dan perijinan Investasi Secara Elektronik Pelayanan Informasi dan perijinan Investasi Secara menjadi wewenang BKPM, PTSP Propinsi, PTSP Kab./Kota (SPIPISE) (Prioritas Nasional) Elektronik/ Online (SPIPISE) yang terbangun dalam SPIPISE Perijinan di 3 sektor Implementasi nasional unyuk semua sektor SASARAN INDIKATOR 2010 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 838.6

a.

100.3

Jumlah peningkatan PTSP Prop. dan Kab/Kota yang terhubung 50 Kab/Kota dan 33 Propinsi dalam SPIPISE Terbangunnya infrastruktur dan database penanaman modal Penambahan kapasitas dan yang terintegrasi kemampuan infrastruktur pada jaringan BKPM

50 Kab/Kota dan 33 Propinsi Penambahan kapasitas dan kemampuan infrastruktur pada jaringan BKPM

b.

Pengembangan Sumber Daya Manusia (Prioritas Bidang)

Meningkatnya kualitas penyelenggaraan dan pengkoordinasian pendidikan dan pelatihan bagi aparatur

Jumlah Propinsi dan Kab/Kota yang mengikuti sosialisasi & pelatihan Jumlah aparatur BKPM yang mengikuti Diklat Struktural, Diklat Teknis, Diklat Fungsional, dan tenaga kediklatan serta jumlah kurikulum dan modul diklat.

50 Kab/Kota dan 33 Propinsi 50 Kab/Kota dan 33 Propinsi 2.579 Orang 2.000 Orang 10 modul 19 modul

34.1

2.

PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR Pembangunan/ pengadaan/ peningkatan sarana dan prasarana (Prioritas Bidang) PROGRAM PENINGKATAN DAYA SAING PENANAMAN MODAL Peningkatan Kualitas Pelayanan Persetujuan Penanaman Modal (prioritas bidang) Meningkatnya kualitas pelayanan penerbitan surat persetujuan penanaman modal 1. Jumlah persetujuan yang dapat diproses dalam satu satuan waktu tertentu. 2. Jumlah partisipasi instansi sektoral dan daerah dalam pelaksanaan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). 3. Jumlah kegiatan sinkronisasi dan harmonisasi tentang tata cara pelayanan penerbitan surat persetujuan penanaman modal bagi aparatur pemerintah propinsi dan kabupaten atau kota serta dunia usaha 4. Jumlah pedoman penilaian permohonan penanaman modal 100% 100% Meningkatnya sarana dan prasarana kerja yang dibutuhkan Persentase tercapainya peningkatan sarana dan prasarana kerja di pusat dan daerah 100% 100%

63.0

a.

63.0

3.

1,340.3

a.

25.4

100%

100%

100%

100%

1 (satu) buah buku pedoman 5 (lima) buah buku pedoman 5. Jumlah penyelenggaraan peningkatan kapasitas teknis bagi 90% 90% aparatur pelaksana pelayanan penanaman modal

K)

II.L.065.1

Peningkatan Kualitas Pelayanan Fasilitas Penanaman Modal (prioritas bidang) Meningkatnya kualitas pelayanan fasilitas penanaman modal 1. Peningkatan Deregulasi Kebijakan Penanaman Modal (prioritas bidang) K) 92.L.0 100% 100% 10 Propinsi 11 pedoman 8 Materi K) 5. Jumlah pedoman penilaian permohonan penanaman modal 100% 2014 100% TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 19.2 . 2.3 2. Jumlah penyelenggaraan peningkatan kapasitas teknis bagi 6 Materi aparatur pelaksana pelayanan penanaman modal 6. Jumlah rumusan kebijakan sebagai masukan bagi 1 rumusan penyempurnaan kebijakan dan pengembangan penanaman modal yang berdaya saing 3. Jumlah kegiatan sinkronisasi dan harmonisasi tentang tata 5 Propinsi cara pelayanan fasilitas penanaman modal bagi aparatur pemerintah propinsi dan kabupaten atau kota serta dunia usaha 4. 5 sosialisasi di luar negeri. Jumlah partisipasi instansi sektoral dan daerah dalam pelaksanaan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu 3. 5 sosialisasi di luar negeri. Jumlah rumusan untuk bahan pertimbangan penyusunan dan kegiatan sosialisasi kebijakan yang berorientasi rumusan kebijakan penanaman modal pada peningkatan daya saing 10 Bidang rekomendasi 54 Bidang 5 rekomendasi K) d. Jumlah penyelenggaraan peningkatan kapasitas teknis bagi 100% 100% aparatur pelaksana pelayanan penanaman modal c. Jumlah kegiatan dan peserta sosialisasi kebijakan penanaman 55 kegiatan (15 sosialisasi di modal dalam negeri. Tercapainya peningkatan jumlah komoditas yang dapat dijadikan acuan dalam proses penilaian Merealisasikan kegiatan kajian analisis kebijakan 1. Jumlah kegiatan sinkronisasi dan harmonisasi tentang tata cara pelayanan perijinan penanaman modal bagi aparatur pemerintah propinsi dan kabupaten atau kota serta dunia usaha 4. 20 fasilitasi di dalam negeri. Jumlah kegiatan dan peserta workshop pengembangan Workshop: potensi daerah dan sosialisasi Sistem Informasi Potensi Investasi4 daerah Daerah (SIPID) 400 psrta 33 Propinsi 37. peningkatan penanaman modal di daerah 2.065. 2. Jumlah partisipasi instansi sektoral dan daerah dalam pelaksanaan sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Jumlah pedoman penilaian permohonan penanaman modal 2 pedoman 100% 100% K) 24.1 Workshop: 6 daerah 600 psrta II. Jumlah fasilitas penanaman modal yang dapat diproses dalam satu satuan waktu tertentu. 20 fasilitasi di dalam negeri. Jumlah Informasi data potensi daerah yang mutakhir yang 33 Propinsi pengembangan potensi yang diarahkan bagi didokumentasikan secara elektronik. Pengembangan Potensi Penanaman Modal Daerah (prioritas bidang) Merealisasikan kegiatan identifikasi pemetaan dan 1. 15 fasilitasi di luar negeri) e. 3. Jumlah perijinan yang dapat diproses dalam satu satuan waktu tertentu.3 100% 100% 100% 100% 1 (satu) buah buku pedoman 5 (lima) buah buku pedoman 5. 15 fasilitasi di luar negeri) 5 rumusan K) 55 kegiatan (15 sosialisasi di dalam negeri.KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL TARGET No b. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Peningkatan Kualitas Pelayanan perijinan Penanaman Modal (prioritas bidang) SASARAN Meningkatnya kapasitas pelayanan perijinan penanaman modal INDIKATOR 2010 1.

000 Proyek Kalimantan . Jumlah proyek yang dipantau perkembangan realisasi 1. DI Yogyakarta. Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Wilayah II (prioritas bidang) 6 Daerah 480 Perusahaan 6. Maluku Utara. 1 Set g.000 Proyek 14. Jawa Tengah dan seluruh propinsi di Pulau Sulawesi dan kepulauan di sekitarnya. Jumlah proyek yang dipantau perkembangan realisasi 6. Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Wilayah IV (prioritas bidang) 3. NTT. 4 Lokasi 39. Papua dan Papua Barat) NTT. 2. Jumlah hasil Kajian Peningkatan Partisipasi UMKM. Jumlah perusahaan yang mendapatkan pengawasan 200 Perusahaan pelaksanaan penanam modal. Bali. NTB.000 proyek 41. dan seluruh propinsi di Pulau Kalimantan dan kepulauan di sekitarnya.4 2. Maluku. penanaman modalnya seluruh propinsi Jawa Timur. NTB. Mendorong realisasi penanaman modal di 1. lingkungan hidup dan ketenagakerjaan 4 Lokasi 4 Negara 6 Lokasi 5 Set 1. f.7 10 Daerah 150 Perusahaan 7. Jumlah pelaksanaan Matchmaking Dalam dan Luar Negeri. Kecil dan Menengah (UKMK) dalam pemberdayaan usaha nasional 1.0 h. lingkungan hidup dan ketenagakerjaan 3. Jumlah daerah yang mendapatkan bimbingan dan fasilitasi 6 Daerah penyelesaiaan masalah yang dihadapi penanam modal antara lain dengan instansi terkait.700 proyek K) 42. Jumlah daerah yang mendapatkan bimbingan dan fasilitasi 9 Daerah penyelesaiaan masalah yang dihadapi penanaman modal antara lain dari aspek dengan instansi terkait. Jawa Tengah dan Sulawesi 9 Daerah j. masyarakat sekitar lokasi proyek. 2.7 i.000 Proyek penanaman modalnya di Propinsi Jawa Barat.500 proyek penanaman modalnya di seluruh propinsi di Pulau Sumatera dan kepulauan di sekitarnya. 2. Jumlah proyek yang dipantau perkembangan realisasi 1.065. Jumlah pelaksanaan Forum Komunikasi Pemberdayaan 5 Lokasi Usaha Nasional. DKI Jakarta dan DI Yogyakarta penanaman modalnya di propinsi DKI Jakarta. Jumlah hasil Kajian dan pemetaan tentang potensi daerah serta pengembangan potensi wilayah investasi dan pengembangan industri. Jumlah pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Kemampuan 5 Lokasi Kewirausahaan UMKMK. Jumlah proyek yang dipantau perkembangan realisasi 4. 4 Lokasi 5 Negara 3. Banten. Banten.1 II.550 proyek Wilayah IV (Jawa Timur.000 Proyek 28. Pemberdayaan Usaha Nasional (prioritas bidang) Merealisasikan kegiatan fasilitasi kemitraan usaha bagi Usaha Mikro. Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Wilayah I (prioritas bidang) Mendorong realisasi penanaman modal di Sumatera 1. 4. Jumlah daerah yang mendapatkan bimbingan dan fasilitasi 10 Daerah penyelesaiaan masalah yang dihadapi 3. masyarakat sekitar lokasi proyek. Jumlah perusahaan yang mendapatkan pengawasan 400 perusahaan pelaksanaan penanaman modal Mendorong realisasi penanaman modal di Direktorat 1.L.KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 Sosialisasi: 5 daerah 250 org 1hasil kajian 10 peta potensi daerah (mendalam) dan 23 peta potensi daerah secara umum 2014 Sosialisasi: 5 daerah 500 org 1hasil kajian 10 peta potensi daerah (mendalam) dan 23 peta potensi daerah secara umum TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 3.3 . Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Wilayah III (prioritas bidang) Mendorong realisasi penanaman modal di Jawa Barat. Bali. Papua dan Papua Barat 600 perusahaan 2. Jumlah perusahaan yang mendapatkan pengawasan 240 Perusahaan pelaksanaan penanam modal 1. Maluku Utara. Maluku.

Kerjasama Bilateral dan Multilateral di Meningkatnya strategi dan teknik yang berdaya Bidang Penanaman Modal (prioritas bidang) saing untuk memperoleh manfaat yang optimal dari perundingan-perundingan kerjasama bilateral dan multilateral dalam rangka memberikan jaminan dan perlindungan di bidang penanaman modal 1.L.1 2. Lanjutan I. Lanjutan II. & SPIPISE 265 PTSP 33 Propinsi+90 kab. Jumlah laporan partisipasi aktif BKPM dalam fora 23 Laporan perundingan kerjasama bilateral dan multilateral. Jumlah peserta sosialisasi hasil-hasil perundingan kerjasama 180 Orang regional II. Lanjutan II. Jumlah peserta sosialisasi hasil-hasil perundingan bilateral dan multilateral.5 K) 10 Laporan K) m. 3. Jumlah laporan tentang jumlah dan kualitas bahan posisi perundingan dalam rangka kerjasama regional.7 4 jenis pelatihan: Dasar. lingkungan hidup dan ketenagakerjaan 3.000 orang 265. Jumlah daerah yang mendapatkan bimbingan dan fasilitasi 8 daerah penyelesaiaan masalah yang dihadapi penanaman modal antara lain dari aspek dengan instansi terkait. Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Penanaman Modal *) (prioritas nasional) Meningkatnya kualitas pelayanan penanaman modal Pendidikan dan Pelatihan Penyelenggaraan PTSP di bidang di pusat dan di daerah Penanaman Modal Peserta : 2.000 orang 8 daerah 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 150 perusahaan 4 paket K) Peserta : 2.KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2. masyarakat sekitar lokasi proyek. Kerjasama Regional di Bidang Penanaman Meningkatnya strategi dan teknik yang berdaya 1. Jumlah perusahaan yang pengawasan pelaksanaan 200 perusahaan penanaman modal 4. perundingan-perundingan kerjasama regional dalam rangka memberikan jaminan dan perlindungan di bidang penanaman modal 120 Orang 30 Laporan 100 Orang 155 Laporan K) 30. 3. & SPIPISE Penetapan Kualifikasi Kelembagaan PTSP di Bidang Penanaman Modal Pengadaan sarana dan prasarana penunjang Penyelenggaraan PTSP di bidang Penanaman Modal Sosialisasi perijinan dan nonperijinan di bidang penanaman modal Fasilitasi Penghubung di BKPM 265 PTSP 33 Prov + 30 kab/kota 33 Propinsi 19 instansi + 33 Propinsi masing-masing 1 orang 3 Instansi 4 jenis pelatihan: Dasar. Jumlah laporan kegiatan penyelenggaraan Seknas KESR. 106 Laporan 20 Laporan K) 22.065.Jumlah laporan tentang jumlah dan kualitas bahan posisi 4 Laporan perundingan dalam rangka kerjasama bilateral dan multilateral. 2.4 . 4. 33 Laporan 24 Laporan 158 Laporan 120 Laporan 220 Orang K) K) 4. Pemberian penghargaan investasi dan pelayanan Penanaman Modal kepada Propinsi atau Kabupaten/Kota serta perusahaan PMA/PMDN k.Jumlah laporan koordinasi internal dan eksternal dalam 2 Laporan kerangka kerjasama pengembangan ekonomi wilayah tertentu. Jumlah laporan partisipasi aktif BKPM dalam fora Modal (prioritas bidang) saing untuk memperoleh manfaat yang optimal dari perundingan kerjasama regional. Lanjutan I.kota 33 Propinsi 19 instansi + 33 Propinsi masingmasing 1 orang 3 Instansi K) Penyederhanaan Tata Cara Permohonan Penanaman Modal (Streamlining Bisnis Proses perijinan dan Nonperijinan) l.

Jumlah kesepakatan kerjasama dengan dunia usaha internasional 3. 3. Jumlah kajian perencanaan pengembangan penanaman 1 kajian sektor baru dan 1 modal yang berorientasi pada peningkatan daya saing di sektor kajian sektor Up-Dating industri agribisnis dan sumber daya alam lainnya. 3.5 . 31. Jumlah laporan pendataan penanam modal dalam negeri yang menjalankan kegiatan penanaman modalnya di luar wilayah Indonesia dan sosialisasinya kepada instansi terkait. Jumlah kajian perencanaan insentif penanaman modal di sektor industri agribisnis dan sumber daya alam lainnya. 35 kali 50 kali 2014 TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 16. Jumlah partisipasi aktif BKPM dalam fora perundingan saing untuk memperoleh manfaat yang optimal dari kerjasama dengan dunia usaha internasional.065.L. jasa dan kawasan. Prasarana. Standar dan Prosedur 1 buku pedoman NSP yang Baku dalam melakukan Perencanaan Penanaman Modal di perencanaan penanaman Pusat dan di Daerah di Sektor Agribisnis & Sumber Daya Alam modal lainnya. Prasarana. p. Jasa dan Kawasan. Perencanaan Pengembangan Penanaman Meningkatnya kualitas Pemetaan & Perencanaan Modal di bidang Sarana. Jumlah kajian Perencanaan Insentif Penanaman Modal di sektor Sarana. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Kerjasama dengan Dunia Usaha Asing di Dalam dan di Luar Negeri di Bidang Penanaman Modal (prioritas bidang) SASARAN INDIKATOR 2010 Meningkatnya strategi dan teknik yang berdaya 1. 3.1 5 kajian baru dan 1 updating kajian K) 5 kajian K) II.9 4 kesepakatan Laporan pendataan dan informasi FDI Outflow Indonesia melalui 5 kali sosialisasi di KBRI/KJRI 16 kesepakatan Laporan pendataan dan informasi FDI Outflow Indonesia melalui 10 kali sosialisasi di KBRI/KJRI 5 pedoman arah kebijakan penanaman modal 5 kajian sektor baru dan 1 kajian sektor Up-Dating K) o. Jumlah buku tentang Norma.KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL TARGET No n. Jumlah buku pedoman tentang Norma. perundingan-perundingan kerjasama dunia usaha internasional 2. Jasa dan Pengembangan Penanaman Modal di Bidang Kawasan (prioritas bidang) Sarana. jasa dan kawasan. 1 kajian K) 27.8 K) K) 4. Perencanaan Pengembangan Penanaman Meningkatnya kualitas Perencanaan Pengembangan 1.2 K) 1 kajian perencanaan insentif 5 kajian perencanaan penanaman modal insentif penanaman modal 5 buku pedoman NSP perencanaan penanaman modal K) 4. Perencanaan Pengembangan Penanaman Meningkatnya kualitas Pemetaan & Perencanaan Modal Sektor Industri Agribisnis & Sumber Pengembangan Penanaman Modal Sektor Industri Daya Alam Lainnya (prioritas bidang) Agribisnis & Sumber Daya Alam Lainnya 1. Jumlah pedoman arah kebijakan perencanaan penanaman 1 pedoman modal yang berorientasi pada peningkatan daya saing di sektor sarana prasarana. Prasarana. Jumlah kajian perencanaan pengembangan penanaman modal yang berorientasi pada peningkatan daya saing di sektor industri manufaktur. Jumlah kajian Perencanaan Insentif Penanaman Modal di Sektor Industri Manufaktur 1 pedoman arah kebijakan penanaman modal K) 1 pedoman arah kebijakan penanaman modal 1 kajian sektor baru dan 1 5 kajian sektor baru kajian sektor Up-Dating dan 1 kajian sektor Up-Dating 1 kajian perencanaan insentif 5 kajian perencanaan penanaman modal insentif penanaman modal 1 buku pedoman NSP perencanaan penanaman modal 5 buku pedoman NSP perencanaan penanaman modal 5 pedoman 31. Jumlah pedoman arah kebijakan perencanaan penanaman Modal Sektor Industri Manufaktur (prioritas Penanaman Modal Sektor Industri Manufaktur modal yang berorientasi pada peningkatan daya saing di sektor bidang) industri manufaktur. 2. Jumlah kajian perencanaan pengembangan penanaman 1 kajian baru dan 1 modal yang berorientasi pada peningkatan daya saing di sektor updating kajian sarana prasarana. 2. Jumlah pedoman arah kebijakan umum perencanaan 1 pedoman arah kebijakan penanaman modal yang berorientasi pada peningkatan daya penanaman modal saing di sektor industri agribisnis dan sumber daya alam lainnya. Jasa dan Kawasan K) 1. Standar dan Prosedur yang Baku dalam melakukan Perencanaan Penanaman Modal di Pusat dan di Daerah di Sektor Industri Manufaktur q. 2.

Pemetaan sektor potensial di Indonesia yang berorientasi pada pengembangan kebijakan promosi penanaman modal. Promosi Penanaman Modal Sektoral Terpadu dan Terintegrasi di Dalam dan Luar Negeri (prioritas nasional) Meningkatnya kualitas promosi penanaman modal 1. modal/1 Updating kajian 2014 5 buku pedoman NSP perencanaan penanaman modal/ 1 Updating kajian 100% 100% 100% 100% 100% K) TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) r. insentif dan potensi penanaman modal 180 target investor potensial 240 target investor promosi yang berpijak pada peningkatan daya saing negara pesaing dan negara target investasi yang berorientasi potensial penanaman modal pada peningkatan strategi promosi penanaman modal. wilayah dan baurannya. Target partisipasi stakeholder di tingkat pusat dalam 3 media penyelenggaraan promosi penanaman modal berdasarkan sektor dan negara di luar negeri. Jumlah strategi promosi penanaman modal yang efektif dan 16 strategi promosi 24 strategi promosi efisien dengan mengedepankan daya saing penanaman modal. Pengembangan Penanaman Modal di Terbangunnya KEK di 5 lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) (prioritas nasional) Persentase penyusunan peraturan pelaksanaan penyelenggaraan KEK Persentase penetapan institusi Sekretariat Dewan Nasional KEK Persentase pengoperasian Sekretariat Dewan Nasional KEK asistensi dan fasilitasi dalam rangka penetapan dan pengembangan KEK (a. Peningkatan Kualitas Strategi Promosi di Bidang Penanaman Modal (prioritas nasional) Kerja sama di bidang pengembangan KEK 5 negara Meningkatnya kualitas pengembangan strategi 1. Pemetaan kebijakan. Sarana promosi penanaman modal yang efektif dengan pengembangan kantor perwakilan BKPM di luar negeri. verifikasi. informasi iklim investasi di Indonesia dan 6 negara pesaing informasi iklim investasi di Indonesia dan 12 negara pesaing 207.3 3. 5. 2.065. 3. Jumlah buku tentang Norma.L.l. daya saing penanaman modal 2. Jumlah Marketing Investasi Indonesia danRebranding 5 kegiatan penanaman modal Indonesia melalui Media Internasional yang berpijak pada daya saing penanaman modal. business match-making . evaluasi) Hasil koordinasi masalah strategis di bidang pengembangan KEK Jumlah promosi penanaman modal di KEK 1 buku laporan 2 negara & 3 daerah - 100% 100% 18.business forum.KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 4. Prasarana. Jumlah perencanaan dan pengembangan fokus strategi promosi penanaman modal yang berbasis sektor.0 5 buku laporan 7 negara & 8 daerah K) s. Jasa dan Kawasan. Mendapatkan investor asing Mendapatkan investor sebanyak-banyaknya dari 6 asing sebanyakperwakilan di luar negeri banyaknya dari 10 perwakilan di luar negeri 16 kegiatan 25 kegiatan 183. 3 kegiatan 3 media II. 16 bahan masukan dalam 24 bahan masukan penyusunan strategi promosi dalam penyusunan investasi strategi promosi investasi 4. Standar dan Prosedur Baku 1 buku pedoman NSP dalam melakukan Perencanaan Penanaman Modal di Pusat dan perencanaan penanaman di Daerah di sektor Sarana.6 . Penyelenggaraan promosi penanaman modal berdasarkan sektoral terpadu yang berpijak pada peningkatan sektor dan negara melalui antara lain temu usaha. dan sebagainya.2 t.assessment .

Kalimantan Selatan dan DKI Jakarta (Business Meeting.L. Terfasilitasinya IPMP/IPMK dalam kegiatan MII di 3 negara dan TTI di 6 negara 150 pameran 51.065.1 II. Gelar Potensi Investasi Daerah (GPID). 3. 3 kali Seminar Investasi di Sumatera Barat. Joint Modal Kabupaten Promotion antara Pusat dan Daerah. One on One Meeting ). 2 kali Seminar Investasi di Jawa Timur dan Sulawesi Utara (Business Meeting. Kalimantan Selatan dan DKI Jakarta.KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL TARGET No u. PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS Fasilitasi Daerah Dalam Rangka Kegiatan Promosi Penanaman Modal (prioritas nasional) SASARAN Meningkatnya kualitas fasilitasi daerah yang berpijak pada peningkatan daya saing penanaman modal INDIKATOR 2010 1. instansi sektoral pusat dan daerah. 6 kali TalkShow di TV Nasional. Match Making. Joint Promotio n antar Instansi Pusat (Instansi Penanaman Moda Pusat dengan Instansi-(IPMP/IPMK) dalam kegiatan MII di 3 negara dan instansi Sektor dan lembaga-lembaga terkait) TTI di 6 negara v. 2 kali Gelar Potensi Investasi Daerah (GPID) di Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Jumlah pelayanan pendampingan misi pusat dan daerah ke promosi investasi di 6 negara negara potensial penanam modal di berbagai sektor usaha. Jumlah fasilitasi pelayanan penerimaan misi penanam modal misi investasi 33 kali di pusat luar negeri di pusat dan di daerah tempat tujuan rencana dan daerah penanaman modal. Tourism and Investment (TTI) Forum . 3 kali Gelar Potensi Investasi Daerah (GPID) di Sumatera Barat. matchmaking. Jumlah kegiatan promosi penanaman modal daerah di luar Terfasilitasinya Instansi negeri antara lain Marketing Investasi Indonesia (MII) dan Penanaman Modal Propinsi/Instansi Penanaman Trade. 4.Oneon-One Me 5.One-on-One Meeting ) misi investasi 50 kali di pusat dan daerah promosi investasi di 18 negara 8 kali TalkShow di TV Nasional. Seminar Investasi (Business Meeting. Penyelenggaraan Pameran dan Penyediaan Sarana Promosi Penanaman Modal untuk Kegiatan di Dalam dan di Luar Negeri (prioritas bidang) Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pameran dan penyediaan sarana promosi penanaman modal yang berpijak pada peningkatan daya saing penanaman modal 1. matchmaking. Jumlah fasilitasi promosi daerah 33 Instansi Penanaman Modal Propinsi untuk ikut serta dalam kegiatan promosi investasi di dalam dan luar negeri 2014 33 Instansi Penanaman Modal Propinsi untuk ikut serta dalam kegiatan promosi investasi di dalam dan luar negeri TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 91. Jumlah kegiatan pameran yang mengikutsertakan instansi 150 pameran penanaman modal di pusat dan daerah.6 2. asosiasi/ kalangan dunia usaha serta masyarakat lainnya dalam pelaksanaan pameran.7 . Jumlah kegiatan promosi penanaman modal daerah di dalam negeri antara lain Talkshow .

Jumlah kunjungan dan minat penanaman modal sebagai respon terhadap penyelenggaraan pameran serta kegiatan promosi lainnya baik di dalam dan di luar negeri w. TOTAL ALOKASI 2010-2014 (Rp Miliar) 3.650 pengunjung dan 100 peminat 1. pertimbangan Modal (Prioritas Bidang) dan bantuan hukum serta penyelesaian kasus/ sengketa di bidang penanaman modal Jumlah pelaksanaan bantuan hukum dan penyelesaian sengketa Pelayanan konsultasi hukum Pelayanan konsultasi di bidang penanaman modal secara efisien efektif.241. 6.7 TOTAL ALOKASI BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL 2010-2014 2. media elektronik. Informasi potensi penanaman modal.000 eksemplar Brief Guide for Investment . Guide for Investor . Jumlah kegiatan pameran baik di dalam maupun di luar negeri. CD ROM dan multimedia/situs web .000 eksemplar brosur dan leaflet. Peningkatan Pelayanan Hukum Penanaman Meningkatnya kualitas pelayanan. 30. Indonesia Investment News . film. antara lain profil proyek. 1.500 eksemplar brosur dan leaflet .KEMENTERIAN/LEMBAGA: BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL TARGET No PROGRAM/KEGIATAN PRIORITAS SASARAN INDIKATOR 2010 2.650 pengunjung dan 100 peminat 4. slide.000 eksemplar Investment Procedures dan bukubuku peraturan.8 . 15. 2014 2. video.9. brosur.500 eksemplar Brief Guide for Investment .L. penanaman modal sejumlah hukum penanaman 48 kali konsultasi modal sejumlah 34kali konsultasi Penanganan permasalahan dan bantuan hukum bidang penanaman modal di dalam/di luar pengadilan sejumlah 18 kegiatan Penanganan permasalahan dan bantuan hukum bidang penanaman modal di dalam/di luar pengadilan sejumlah 14 kegiatan 33. Investment Procedures .065. leaflet .000 eksemplar Investment Procedures dan buku-buku peraturan. 9 pameran di dalam negeri 13 pameran di dalam dan 15 pameran di luar negeri negeri dan 22 pameran di luar negeri 1.9 K : Angka kumulatif 5 tahun (2010-2014) II. media elektronik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful