AKUNTANSI KEUANGAN 1

POLITEKNIK TELKOM BANDUNG 2009

Penulis : Nelsi Wisama Sendi Gusnandar A Indra Firmansyah

Dilarang menerbitkan kembali, menyebarluaskan, atau menyimpan baik sebagian maupun seluruh isi buku dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari Politeknik Telkom Hak cipta dilindungi undang-undang @ Politeknik Telkom 2009 No part of this document may be copied, reproduced, printed, distributed, modified, removed and amended in any form by any means without prior written authorization of Telkom Polytechnic. Copyright @ 2009 Telkom Polytechnic. All rights reserved

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb Segala puji bagi Allah SWT karena dengan karunia-Nya courseware ini dapat diselesaikan. Atas nama Politeknik Telkom, kami sangat menghargai dan ingin menyampaikan terima kasih kepada penulis, penerjemah dan penyunting yang telah memberikan tenaga, pikiran, dan waktu sehingga courseware ini dapat tersusun. Tak ada gading yang tak retak, di dunia ini tidak ada yang sempurna, oleh karena itu kami harapkan para pengguna buku ini dapat memberikan masukan perbaikan demi pengembangan selanjutnya. Semoga courseware ini dapat memberikan manfaat dan membantu seluruh Sivitas Akademika Politeknik Telkom dalam memahami dan mengikuti materi perkuliahan di Politeknik Telkom. Amin. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Bandung , Juli 2009

Christanto Triwibisono Wakil Direktur I Bidang Akademik & Pengembangan

iii

......................................................1 Pengertian Persediaan Barang ...........1................................................................ 48 4.................1 Laporan laba rugi ................................2....................... 4 1...................................................................................................................................................................................... 20 2...................................1 Pengertian laporan keuangan .............. 22 3 REKONSILIASI LAPORAN BANK................................. 84 iv ............................. iv 1 LAPORAN KEUANGAN ................... 1 1........5 Laporan Arus Kas.................................4 Neraca ..................2 Kas Kecil ... 11 2 KAS KECIL .................... 70 6................................................. 4 1.....2 Metode Pencatatan Atas Persediaan ......... 67 6...................................................................2 Perolehan Aktiva Tetap ..............1....................... 82 7....................................... 6 1........................................................ 19 2............................................. 2 1.................. 7 1......................... 67 6............... 30 4 PIUTANG USAHA ..2.................................................1 Metode Fisik / Periodik .............................................................................................................................2 Jenis laporan keuangan .............................. 48 5 PIUTANG WESEL..3 Laporan perubahan ekuitas : ........................................................................................4 Masalah Pemilikan Persediaan Barang ..........3 Arus Harga Pokok (AHP) ......................... 47 4.............................................................2 Metode Buku / Perpetual ...........................1 Pemahaman Kas .1................1 Fungsi laporan keuangan ...................................................................................................... 83 7...................2.... 4 1..2 Piutang Tak Tertagih (Kerugian Piutang) : ..............2................. 7 1............................................. 68 6...............................................................3 Tujuan Laporan Keuangan .......... 4 1..................................... 64 6..................1. 65 6.......2 Klasifikasi perkiraan (classification of account)....................................................... 56 6 PERSEDIAAN BARANG ..........................................................................................2............................. 73 7 AKTIVA TETAP BERWUJUD .......................................................Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...............................2 Bentuk Laporan Laba Rugi .......... 2 1.........................4 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan ..................................... 2 1...........................1 Piutang (Account Receivable) ................ iii DAFTAR ISI ..........................................................................................2...........1 Pengertian Aktiva Tetap Berwujud ............................2.........

................... 98 Penilaian Aktiva Tidak Berwujud ............................................................................... 91 AKTIVA TIDAK BERWUJUD ................5 Biaya-Biaya Selama Masa Penggunaan Aktiva Tetap ...................................3 9 9.....2 9................................. 97 Pengertian Aktiva Tidak Berwujud ........................................................... 100 Merek Dagang ...................................................... 112 Metode Perhitungan Penyusutan (Depresiasi) ........ 119 Metode Perhitungan Deplesi .... 112 Faktor-faktor dalam menentukan biaya penyusutan ........................ 98 Hak Paten ..........1 8........... 120 v ..............2.......... 111 Penyusutan (Depresiasi) ..............................2................................................6 8.................................................... 100 Hak Menyewa .2.....................................................................................................................3 7............................. 102 Penyajian Aktiva Tidak Berwujud ......................................................................4 8 8........................................................ 106 PENYUSUTAN DAN DEPLESI .......................3 8.................................2 8..................4 9...............................1 9... 89 Pemberhentian Aktiva ... 98 Hak Cipta ............................................................1 8.............2.........2..........................................................2..........3 9.................. 113 Deplesi ...............................5 8....... 101 Goodwill.............. 100 Hak Menggunakan Fasilitas (Franchise) ................................4 8.........................................Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 7........................2 8.......................

.

Tujuan 1. terdiri dari ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan ini dibuat dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan seluruh aktivitas yang telah direncanakan dan pencapaian hasilnya. 1 Laporan Keuangan . 2. laporan rugi laba dan laporan perubahan modal. Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam laporan seperti neraca. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan keseluruhan proses laporan keuangan perusahaan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I LAPORAN KEUANGAN Overview Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan.

melalui operasi normal perusahaan. 1. Mesin.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 1. Sewa yang dibayar dimuka.1. 2. Disamping uang Kas. 1. Penyajiannya dalam neraca. Fungsi laporan keuangan Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan (aktiva.1 Pengertian laporan keuangan Merupakan laporan mengenai posisi kemampuan dan kinerja keuangan perusahaan serta informasi lainnya yang diperlukan oleh pemakai informasi akuntansi. biasanya dalam jangka waktu 1 (satu) tahun atau kurang. Persediaan Barang Dagang. b. aktiva tetap lain secara bertahap mengalami penyusutan atau kehilangan kegunaannya dengan berlalunya waktu.1. Aktiva Lancar (current assets) merupakan akun-akun yang diharapkan dapat dicairkan menjadi uang kas atau dijual atau dihabiskan. kewajiban dan ekuitas.1 a. akunnya diawali dengan angka 1 2 Laporan Keuangan . Menyediakan informasi mengenai kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai informasi akutansi dalam pengambilan keputusan. Biasanya No.2 Klasifikasi perkiraan (classification of account) Perkiraan-perkiraan yang ada dalam laporan keuangannya harus diklasifikasikan menurut karakteristik umum. Piutang. dan lain sebagainya. Aktiva Tetap (plant assets atau fixed assets) adalah aktiva berwujud yang digunakan dalam perusahaan yang sifatnya permanen atau relatif tetap yang meliputi Peralatan. yaitu : Aktiva (Assets) Setiap barang fisik (berwujud) atau hak (tidak berwujud) yang mempunyai nilai uang adalah aktiva. Kendaraan. Aktiva dapat dibedakan menjadi : 1. yang termasuk aktiva lancar adalah Bank. Bangunan dan Tanah. Kecuali tanah.

Dividen (dividens) merupakan pembagian laba kepada pemegang saham untuk perusahaan perseroan. Biasanya No. peminjaman uang dan semua kegiatan usaha serta profesi yang bertujuan umtuk memeproleh penghasilan. Laba Yang Ditahan (Retained Earning) merupakan laba bersih yang ditahan dalam perusahaan. hutang bunga dan hutang pajak. Hasil Penjualan Karcis dan Pendapatan Bunga. Untuk perusahaan perseroan Modal saham (capital stock) merupakan investasi pemegang saham. Untuk perseroan disebut modal pemegang saham (stockholders’ equity).Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Kewajiban (Liabilities) Kewajiban merupakan hutang kepada pihak luar (kreditor) dan biasanya dalam neraca ditambahkan kata “Payable”. Sedangkan untuk perseorangan Modal (capital) adalah modal pemilik dalam perusahaan perseorangan. Honorarium Profesi. wesel bayar. 2. contoh : Hutang usaha. hendaknya setiap jenis pendapatan dicatat dalam perkiraan terpisah.. Bila suatu perusahaan mempunyai beberapa jenis pendapatan. Kewajiban Jangka Pendek (current payable) merupakan kewajiban yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu dekat biasanya dalam 1 (satu) tahun atau kurang. akunnya diawali dengan angka : 2 Modal Pemilik (Owner’s Equity) Modal pemilik merupakan klaim residu terhadap aktiva perusahaan setelah total kewajiban dikurangkan. pelaksanaan jasa dari para langanan atau klien. Pendapatan Komisi. Dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu 1. hutang gaji. penyewaan harta. Biasanya No. Istilah lainnya : Penjualan. akunnya diawali dengan angka : 3 Pendapatan (Revenue) Pendapatan merupakan kenaikan kotor (Gross) dalam modal pemilik yang dihasilkan dari penjualan barang dagangan. Biasanya No akun diawali dengan angka : 4 Laporan Keuangan 3 . Pengambilan Pribadi (Prive / Drawing) merupakan jumlah pengambilan yang dilakukan oleh pemilik perusahaan perseorangan. contoh hutang hipotik dan hutang obligasi. Kewajiban Jangka Panjang (long-term liabilities) merupakan kewajiban yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu yang relatif lama biasanya lebih dari satu tahun.

beban penyusutan dan sebagainya. Beban sangat bervariasi.2. Biasanya No.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Beban (Expense) Beban merupakan biaya yang telah dipakai dalam proses untuk menghasilkan pendapatan. sehingga diharapkan dapat disajikan wajar. artinya informasi memiliki kualitas yang andal apabila bebas dari pengertian yang menyesatkan.4 Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan 1. Relevan.2 1.1. artinya dapat informasi dalam laporan keuangan dapat membantu pemakai laporan keuangan dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu. artinya pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan antar periode untuk mengevaluasi posisi keuangan. menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi di masa lalu. Keandalan. beban iklan. kinerja serta perubahan posisis keuangan secara relatif. 1. Dapat Diperbandingkan. disebut juga biaya yang talah dipakai (expired cost). 2. Dapat Dipahami.1. 4. akun diawali dengan angka : 5 1. seperti beban gaji. kesalahan material.1 Jenis laporan keuangan Laporan laba rugi Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu unit usaha untuk suatu periode tertentu.3 Tujuan Laporan Keuangan Adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan. Laporan laba rugi yang kadang-kadang disebut laporan penghasilan atau laporan pendapatan dan biaya merupakan laporan yang menunjukkan kemajuan keuangan perusahaan. masa kini atau masa depan. Selisih antara pendapatan-pendapatan dengan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita oleh perusahaan. artinya kualitas informasi yang ditampung dalam laporan keuangan mudah dipahami oleh pemakai. 1. 4 Laporan Keuangan . 3. kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengembilan keputusan ekonomi.

Bila pendapatan lebih kecil daripada biaya. bisa merupakan kombinasi keduanya selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau produksi barang. 5. 2. 3.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Peran dari laporan laba rugi adalah sebagai sebagai alat untuk mengetahui kemajuan yang dicapai perusahaan serta mengetahui berapakah hasil bersih atau laba yang didapat dalam suatu periode. 4. seperti pada rugi penjualan surat berharga. atau dari kegiatan lain yang merupakan kegiatan perusahaan. laba (profit) Adalah kenaikan modal atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi utama perusahaan dan transaksi sampingan dari suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu kecuali kenaikan modal dari pendapatan atau investasi oleh pemilik. Biaya (Expense) Adalah aliran keluar atau pemakaian lain aktiva atau timbulnya utang. Dalam laporan rugi laba terdapat beberapa istilah yang sering digunakan. Rugi (Loss) Adalah penurunan modal atau aktiva bersih yang berasal dari transaksi utama perusahaan dan transaksi sampingan dari suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu kecuali yang timbul dari biaya atau distribusi pada pemilik. atau dari pelaksanaan kegiatan lain yang merupakan kegiatan perusahaan. penyerahan jasa. Laporan Keuangan 5 . Pendapatan (Revenue) Adalah aliran masuk atau kenaikan lain aktiva suatu badan usaha atau pelunasan utangnya. penyerahan jasa. bisa merupakan kombinasi keduanya selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau produksi barang. selisihnya sering disebut rugi. Istilah istilah tersebut adalah sebagai berikut: 1. seperti pada laba yang timbul dari penjualan aktiva tetap. Penghasilan (Income) Adalah selisih penghasilan-penghasilan sesudah dikurangi biayabiaya.

2. Harga Perolehan (Cost) Adalah jumlah uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul untuk memperoleh barang atau jasa. yaitu penghasilan usaha bersih ditambah dan dikurangi dengan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya di luar usaha. yaitu penghasilan bersih sebelum pajak dikurangi pajak penghasilan. dan pembayaran uang muka sewa. yaitu laba bruto dikurangi biaya-biaya usaha.2 1. Jumlah ini pada saat terjadinya transaksi akan dicatat sebagai aktiva. yaitu hasil penjualan dikurangi harga pokok penjualan. tetapi hanya dipisahkan antara:   Pendapatan-pendapatan dan laba-laba Biaya-biaya dan kerugian-kerugian. yaitu penghasilan bersih sesudah pajak ditambah dan/atau dikurangi dengan elemen-elemen yang tidak biasa sesudah diperhitungkan pajak penghasilan untuk pos luar biasa. seperti pada pembelian mesin.  Penghasilan bersih dari elemen-elemen luar biasa.  Penghasilan bersih sesudah pajak.  Penghasilan usaha bersih.  Penghasilan bersih sebelum pajak. 6 Laporan Keuangan .2. Dalam akuntansi biaya harga perolehan juga dapat berarti harga pokok atau biaya produksi yang dikeluarkan untuk membuat barang. 1. Bentuk Laporan Laba Rugi Laporan laba rugi dapat disusun dalam dua model sebagai berikut: Bertahap (Multiple Step) Bentuk multiple step adalah bentuk laporan laba rugi di mana dilakukan beberapa pengelompokkan terhadap pendapatan pendapatan dan biaya-biaya yang disusun dalam urut-urutan tertentu sehingga bisa dihitung penghasilan-penghasilan sebagai berikut:  Laba bruto. Single Step Dalam bentuk ini tidak dilakukan pengelompokkan pendapatan dan biaya ke dalam kelompok-kelompok usaha dan di luar usaha.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 6.

maka susunan laporan laba tidak dibagi juga akan berbeda.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 1.2. Oleh karena itu. 1. pada akhir periode akuntansi biasanya juga disusun laporan yang menunjukkan sebab sebab perubahan modal perusahaan. Apabila laporan perhitungan laba rugi disusun dengan cara all inclusive maka di dalam laporan laba ditahan hanya menunjukkan:     saldo laba tidak dibagi awal periode ditambah laba neto dan elemen-elemen luar biasa ditambah atau dikurangi koreksi kesalahan dikurangi dividen yang diumumkan.3 Laporan perubahan ekuitas : Di samping penyusunan neraca dan laporan laba rugi.4 Neraca Neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal tertentu. aktiva adalah investasi di dalam perusahaan dan pasiva merupakan sumber sumber yang digunakan untuk investasi tersebut. Keadaan keuangan ini ditunjukkan dengan jumlah harta yang dimiliki yang disebut aktiva dan jumlah kewajiban perusahaan yang disebut pasiva. Di dalam laporan ini ditunjukkan laba ditahan awal periode. Karena laporan laba rugi dapat disusun dengan cara all inclusive atau current operating performance. perubahan modalnya ditunjukkan di dalam laporan laba ditahan (retained earnings). atau dengan kata lain. Untuk lebih memberikan pemahaman berikut ini diberikan contoh-contoh laporan laba ditahan untuk melengkapi laporan perhitungan laba rugi dengan cara all inclusive maupun current operating performance. di mana pasiva itu terdiri dari dua bagian kewajiban yaitu kewajiban kepada pihak luar yang disebut utang dan kewajiban terhadap pemilik Laporan Keuangan 7 . Perusahaan dengan bentuk perseroan.2. tergantung kepada laporan perhitungan laba rugi. dapat dilihat dalam neraca bahwa jumlah aktiva akan sama besar dengan jumlah pasiva. ditambah dengan laba seperti yang tercantum di dalam laporan perhitungan laba rugi dan dikurangi dengan dividen yang diumumkan selama periode yang bersangkutan. Apabila laporan perhitungan laba rugi disusun dengan cara current operating performance maka elemen-elemen luar biasa akan nampak dalam laporan laba ditahan.

di dalamnya termasuk juga biaya-biaya yang belum dibebankan dalam periode yang bersangkutan dan masih akan dibebankan pada periode-periode yang akan datang. Pengelompokkan seperti itu hanyalah merupakan suatu kelompok besar yang akan dirinci lebih lanjut. Modal menunjukkan jumlah milik para pemilik yang ditanamkan dalam perusahaan. Selanjutnya adalah penggolongan aktiva dalam golongan aktiva. sehingga pembebanannya juga ditunda seperti aktiva tetap. Susunan aktiva dan pasiva di dalam neraca adalah sebagai berikut: 8 Laporan Keuangan . Modal ini bukan merupakan jumlah yang harus dilunasi.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I perusahaan yang disebut modal. Cara pelunasan utang ini bermacam-macam dapat dilakukan dengan mengembalikan dengan uang atau dengan cara yang lain. surat-surat berharga yang merupakan sumber uang dan pengeluaran-pengeluaran yang akan memberi manfaat di masa yang akan datang. tagihan-tagihan. Seperti yang sudah dikemukakan sebelumnya aktiva dan utang dikelompokkan dalam kelompok lancar dan tidak lancar. utang dan modal. Oleh karena itu. Utang merupakan milik kreditur yang ditanamkan dalam perusahaan dan jumlah-jumlah ini merupakan kewajiban perusahaan yang harus dilunasi. di dalam judul aktiva akan termasuk juga pos-pos kas. para pemilik baru menerima pelunasan sesudah para kreditur dilunasi. Bila disusun dalam bentuk persamaan maka akan nampak bahwa: Aktiva = Utang + Modal Dalam pengertian aktiva selain dari barang-barang dan hak-hak yang dimiliki. Elemen-elemen dalam neraca biasanya dikelompokkan dalam suatu cara yang tujuannya adalah untuk memudahkan analisa. Biasanya aktiva dan utang akan dikelompokkan dalam kelompok lancar atau jangka pendek dan tidak lancar atau jangka panjang dalam bentuk aktiva tetap. hak paten dan persekot-persekot biaya. Pengelompokkan seperti ini akan memungkinkan dihitungnya modal kerja perusahaan yaitu selisih antara aktiva lancar dengan utang lancar. Jumlah ini timbul dari setoran para pemilik dan perubahan-perubahan nilai aktiva yang terjadi karena hasil usaha perusahaan. tetapi dalam hal likuidasi.

Dalam perusahaan yang berbentuk perseroan ekuitas ditunjukkan dengan rekening ekuitas yang terdiri dari beberapa elemen. yaitu jumlah nominal saham yang beredar. Di dalam neraca cara mencantumkan modal saham beredar adalah sebagai berikut: Modal statuter Rp. Elemen ekuitas dalam perusahaan yang berbentuk persero adalah sebagai berikut: a. Xx 9 Laporan Keuangan .Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I   Golongan Harta-harta/Aktiva Aktiva lancar Investasi jangka panjang Aktiva tetap berwujud Aktiva tidak berwujud Aktiva/harta lainnya Golongan Utang-utang dan Modal Sendiri Utang-utang: Utang-utang lancar Pendapatan yang diterima di muka Utang-utang jangka panjang Utang-utang lain Modal sendiri: Modal saham yang disetor Agio/disagio saham Cadangan-cadangan Laba tidak dibagi Ekuitas adalah perbedaan antara aktiva dengan utang dan merupakan kewajiban perusahaan kepada pemilik dan dalam suatu badan usaha ekuitas adalah hak dari pemilik. xx Modal saham beredar Rp. Dalam perusahaan perseorangan ekuitas ditunjukkan dalam satu rekening yang diberi nama ekuitas. xx (-) Saham dalam portepel Rp. Dalam perusahaan yang berbentuk firma ekuitas ditunjukkan dalam rekening ekuitas masing-masing anggota. Modal Disetor Modal disetor adalah jumlah uang yang disetorkan oleh pemegang saham dan biasanya dibagi dalam 2 kelompok yaitu:  Modal saham.

yaitu selisih antara setoran pemegang saham dengan nilai nominal saham. Modal Penilaian Kembali Apabila diadakan penilaian kembali terhadap aktiva-aktiva perusahaan. cadangan pelunasan obligasi. Apabila laba ditahan saldonya debit akan disebut defisit. modal penilaian kembali dilaporkan dalam kelompok modal dan dijumlahkan dengan elemen-elemen modal yang lain. xx xx xx xx c. Cadangan laba ditahan dapat digunakan untuk ekspansi. Agio adalah selisih di atas nominal. 10 . untuk membatasi agar laba yang ditahan tidak diminta sebagai dividen seluruhnya. Jumlah laba ditahan yang sudah dicadangkan tidak dapat diminta sebagai dividen. sedang disagio adalah selisih di bawah nominal. Aktiva yang diterima dicatat dalam rekening aktiva dengan cara yang biasa dan diimbangi dengan pencatatan dalam rekening modal sumbangan. Di dalam neraca. Di dalam neraca agio akan ditambahkan pada modal saham beredar sedangkan disagio dikurangkan. Modal Sumbangan Modal sumbangan ini timbul apabila perusahaan memperoleh aktiva yang berasal dari sumbangan. Di dalam neraca laba ditahan akan dicantumkan sebagai berikut: Laba ditahan: Untuk ekspansi Untuk pelunasan obligasi Sisa laba ditahan Rp. Di dalam Laporan Keuangan d. maka selisih antara nilai buku lama dengan nilai buku yang baru dicatat sebagai modal penilaian kembali.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I  Agio/disagio saham. Rp. Laba yang ditahan merupakan elemen modal yang berasal dari dalam perusahaan. Saldo rekening laba ditahan sewaktu-waktu dapat diminta sebagai dividen oleh pemegang saham. Rp. cadangan penurunan harga persediaan dan Iain sebagainya. Laba ditahan Merupakan kumpulan laba tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibagi sebagai dividen. b. Rp. maka bisa dibuat cadangan-cadangan dari laba ditahan.

Kegiatan pembelanjaan adalah kegiatan yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Tujuan utama laporan arus kas adalah untuk menyajikan informasi relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan selama suatu periode.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I neraca modal sumbangan dilaporkan dalam kelompok modal dan dijumlahkan dengan elemen-elemen modal yang lain. Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas dan setara kas. pembelanjaan atau financing. 1.2. dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jas : Laporan Keuangan 11 . Kegiatan usaha adalah kegiatan penghasil utama pendapatan perusahaan dan kegiatan lain yang bukan merupakan kegiatan investasi dan pembelanjaan. aliran kas diklasifikasikan dalam tiga kelompok yang berbeda yaitu penerimaan dan pengeluaran kas yang berasal dari kegiatan investasi. Untuk mencapai tujuan itu. Kegiatan investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.5 Laporan Arus Kas Perusahaan wajib menyusun laporan arus kas dan menjadikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan atau integral dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan. berjangka pendek. dan kegiatan usaha. Kas adalah adalah investasi yang sifatnya sangat likuid. Kas meliputi uang tunai (cash on hand) dan rekening giro setara kas (cash equivalent).

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pendapatan Beban Operasi : Beban Upah Beban Sewa Beban Perlengkapan Beban Utilitas Beban Rupa-rupa Total Beban Operasi Laba / Rugi Bersih Perusahaan “X” Laporan Laba Rugi Untuk Bulan yang Berakhir …… 20…… XXX XXX XXX XXX XXX XXX XXX XXX Perusahaan “X” Laporan Perubahan Ekuitas Untuk Bulan yang Berakhir …… 20…… Modal awal Investasi awal Laba / Rugi Bersih Dikurangi Penarikan Kenaikan/penurunan Ekuitas pemilik Modal akhir XXX XXX XXX (+/-) XXX XXX XXX (+/-) XXX Assets/aktiva Kas Perlengkapan Peralatan Total Aktiva Perusahaan “X” Neraca Untuk Bulan yang Berakhir …… 20…… Pasiva/kewajiban XXX Utang Usaha XXX Ekuitas Pemilik : XXX Modal XXX Total Kewajiban + Ekuitas XXX XXX XXX 12 Laporan Keuangan .

185 6.930 708.255 525.305 182..100 630 13 . 20……. Arus kas dari aktivitas operasi : Kas yang diterima dari pelanggan XXX Dikurangi pembayaran kas untuk beban dan XXX pembayaran kepada kreditor Arus kas bersih dari aktivitas operasi Arus kas dari aktivitas investasi : Pembayaran kas untuk pembelian/penjualan aktiva tetap Arus kas dari aktivitas pendanaan : Kas yang diterima sebagai investasi pemilik XXX Dikurangi penarikan kas oleh pemilik XXX Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan Arus kas bersih dan saldo kas Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang : Majesty Komputer Laporan Laba-Rugi Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember Pendapatan dari Penjualan Penjualan Dikurangi : Retur & potongan penjualan Diskon Penjualan Penjualan Bersih Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban operasi : Beban penjualan : Beban gaji penjualan Beban iklan Beban penyusutanPeralatan toko Beban penjualan rupa2 Laporan Keuangan XXX XXX (+/-) XXX XXX 720.030 10.790 11.140 5.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Perusahaan “X” Laporan Arus Kas Untuk Bulan yang Berakhir …….950 60.860 3.

31 Desember 153.800 600 4.620 21.000 57.020 8.400 211.200 14 Laporan Keuangan .440 1. 1 Januari Laba bersih selama setahun Dikurangi penarikan Kenaikan ekuitas pemilik Modal Mayesty.100 2.910 610 760 34.400 18.890 109.800 75.960 75.400 2.510 73.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Total beban penjualan Beban Administrasi Beban gaji kantor Beban sewa Beban penyusutanPeralatan kantor Beban Asuransi Beban perlengkapan kantor Beban administrasi rupa2 Total beban administrasi Total beban operasi Laba dari operasi Pendapatan lain-lain Pendapatan bunga Pendapatan sewa Total pendapatan lain-lain Beban lain-lain : Beban bunga Laba bersih 74.440 3.400 Majesty Komputer Laporan Ekuitas Pemilik Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember Modal Pat King.490 1.

250 261.650 219.000 60.720 Total Properti.560 15 .000 1.000 21.560 22.360 211.360 20. bangunan dan peralatan Total Aktiva KEWAJIBAN Kewajiban lancar : Utang usaha Wesel bayar (bagian lancar) Utang gaji Sewa diterima di muka Total kewajiban lancar Kewajiban jangka panjang : Wesel bayar (jatuh tempo th.570 Dikurangi akumulasi penyusutan 4.310 10.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Mayesty Komputer Neraca Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember AKTIVA Aktiva Lancar : Kas Wesel tagih Piutang usaha Piutang bunga Persediaan barang dagang Perlengkapan kantor Asuransi dibayar dimuka Total Aktiva Lancar Properti.800 30.880 200 62.420 5.150 480 2.850 42. bangunan dan peralatan : Tanah Peralatan toko 27.000 50. Depan) Total Kewajiban EKUITAS PEMILIK Modal Pat King Total Kewajiban dan ekuitas pemilik Laporan Keuangan 52.700 Peralatan Kantor 15.200 261.400 10.950 40.140 1.100 Dikurangi akumulasi penyusutan 5.

16 Laporan Keuangan . sebutkan! Apakah beda pendapatan (revenue) dan laba (profit)? Apakah perbedaan konsep all inclusive dan current operating performance! Apakah perbedaan laporan laba rugi multiple step dan single step? Jelaskan masing-masing pendekatan itu! 10.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. Laporan arus kas dapat disusun dengan dua pendekatan yang berbeda. 3. 2. Apakah elemen laporan keuangan tahunan suatu perusahaan? Jelaskan maksud aktiva! Aktiva dikelompokkan dalam beberapa golongan. 5. 4. 7. 6. 8. 9. sebutkan! Apakah perbedaan investasi jangka pendek yang berbentuk saham dengan investasi jangka panjang dalam bentuk yang sama? Mengapa pendapatan diterima di muka dikelompokkan dalam utang jangka pendek? Dalam praktek neraca dapat disusun dalam dua bentuk.

000 26.000 12.260.000 36. Penyusutan Gedung Utang Dagang Sewa Diterima Dimuka Modal Penjualan Retur Penjualan Potongan Penjualan Pembelian Retur Pembelian Potongan Pembelian Beban Transport Laporan Keuangan Nomor 11 12 13 14 15 16 17 18 19 21 22 31 41 42 43 51 52 53 54 Saldo 92.000 6.000 89.000 17 .366.000 568.500.000 250.351.000 190.650.000 113.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Aplikasi PT.500.500.000 5.000 3.000 125.000.354.000 25.369.800.000 32.000.000.000 187.000 12. Mayesty NERACA SALDO Untuk Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2008 Perkiraan Kas Piutang Usaha Persediaan Barang Dagang Assuransi Dibayar Dimuka Perlengkapan Peralatan Ak.580.350.925.450.000.000 343. Penyusutan Peralatan Gedung Ak.000 5.250.

987.000 Diminta : Buatlah laporan keuangan dari data diatas : Neraca. Laporan Laba Rugi dan Laporan Perubahan Modal 18 Laporan Keuangan .Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Beban Gaji Beban Iklan Beban Sewa Beban Administrasi 55 56 57 58 25.000 2.000 5.580.681.000 10.897.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I KAS KECIL Overview Kas merupakan suatu alat pertukaran dan dapat digunakan sebagai ukuran dalam akuntansi. Mahasiswa mampu menjelaskan penyusunan laporan kas. Mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami konsep kas dalam akuntansi. Kas adalah bentuk aktiva yang tidak produktif oleh karena itu harus dijaga agar jumlah kas tidak terlalu besar sehingga tidak ada idle cash. 2. Tujuan 1. 19 Kas Kecil .

bank draft dan money order. surat berharga tetap dilaporkan sebagai investasi jangka pendek. Kas terdiri dari uang kertas. traveller's checks. Pada konsep ekonomi daya beli uang bisa berubah-rubah yaitu naik atau turun tetapi kenaikan atau penurunan daya beli ini uang tetap tidak akan mengakibatkan penilaian kembali terhadap kas. simpanan dalam bentuk giro atau bilyet. cashier's checks. Cek mundur (post dated checks) tetap dicatat sebagai piutang sampai tanggal di mana cek tadi dapat diuangkan. Jika 20 Kas Kecil . Uang kas yang dibatasi penggunaannya. tidak dimasukkan dalam kas tetapi dilaporkan terpisah sebagai dana. Kas menurut pengertian akuntansi adalah alat pertukaran yang dapat diterima untuk pelunasan utang dan dapat diterima sebagai suatu setoran ke bank dengan jumlah sebesar nominalnya serta simpanan dalam bank yang dapat diambil sewaktu-waktu. Dalam keadaan seperti ini cek mundur dicatat dalam rekening cek mundur yang termasuk dalam kelompok piutang. Oleh karena itu simpanan di bank luar negeri harus dikurskan dalam rupiah terlebih dahului dalam pelaporannya dan seringkali simpanan-simpanan di bank luar negeri tidak dapat diambil sewaktu-waktu oleh karenanya akan dilaporkan terpisah dalam neraca. Untuk dapat digolongkan sebagai kas biasanya dibatasi dengan pernyataan diterima sebagai setoran oleh bank dengan nilai nominal.1 Pemahaman Kas Kas merupakan suatu alat pertukaran dan dapat digunakan sebagai ukuran dalam akuntansi. sehingga elemen-elemen yang tidak diterima sebagai setoran oleh bank dengan nilai nominal tidak dikelompokkan dalam kas. Pada simpanan dalam bank di luar negeri menimbulkan perbedaan karena menggunakan mata uang yang berbeda. uang logam. sedangkan dalam neraca kas merupakan aktiva yang terlancar dalam arti paling sering berubah serta kas dipengaruhi oleh hampir setiap transaksi dengan pihak eksternal. biasanya dalam bentuk dana. Surat-surat berharga seperti saham-saham dan obligasi mungkin dapat segera dijual dan menjadi uang tunai. tetapi sebelum dijual surat-surat berharga tersebut tidak termasuk kelompok kas. maka wesel tagih ini tetap dicatat sebagai piutang wesel sampai dilunasi oleh yang membuat wesel. Di Indonesia sering ditemui cek mundur yang diterima dipakai untuk membayar pada pihak lain. cek yang belum disetorkan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 2. Selanjutnya kas adalah aktiva yang tidak produktif oleh karena itu harus dijaga supaya jumlah kas yang ada tidak terlalu besar sehingga tidak terjadi kas atau uang yang diam (idle cash). Jika ada wesel tagih yang diserahkan ke bank untuk ditagihkan. Sebelum dijual.

akan mudah menggelapkan uang kas. Selain itu setiap hari harus dibuat laporan kas. Pada umumnya suatu sistem pengawasan intern terhadap kas akan memisahkan fungsi-fungsi penyimpanan. Apabila pada waktu menulis cek sudah dikreditkan ke rekening kas maka pada akhir periode jika ceknya belum diserahkan dibuat jurnal untuk mendebit kembali rekening kas.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I penggunaannya masih dalam waktu satu tahun. untuk 21 Kas Kecil . Kas kecil dan kas yang ada di cabang-cabang perusahan atau unit usaha termasuk dalam kas karena memenuhi batasan-batasan kas. Tetapi ada dasar-dasar tertentu yang bisa digunakan sebagai pedoman untuk mengadakan pengawasan terhadap kas. Cek-cek yang sudah ditulis tetapi belum diserahkan kepada orang yang dibayar tidak dikeluarkan dari kas. pelunasan piutang atau dari pinjaman maka prosedur pengawasan yang digunakan adalah:    Menunjukkan dengan jelas fungsi-fungsi dalam penerimaan kas dan setiap penerimaan kas harus segera dicatat dan disetor ke bank. maka sistem pengawasan intern suatu perusahaan akan berbeda dengan perusahaan yang lain. Oleh karena itu perlu diadakan pengawasan yang ketat terhadap kas. tetapi jika tidak dapat digunakan untuk pengeluaranpengeluaran dalam waktu satu tahun. Penerimaan uang dalam suatu perusahaan bisa berasal dari beberapa sumber yaitu dari penjualan tunai. Pengeluaran uang dalam suatu perusahaan itu adalah untuk membayar bermacam-macam transaksi. Apabila pengawasan tidak dijalankan dengan ketat seringkali jumlah pengeluaran diperbesar dan selisihya digelapkan untuk itu prosedur pengawasan yang digunakan adalah:  Semua pengeluaran uang menggunakan cek. pelaksanaan dan pencatatan karena tanpa adanya pemisahan fungsi seperti di atas. Karena sifatnya yang sangat mudah untuk dipindahtangankan dan tidak dapat dibuktikan pemiliknya maka kas mudah digelapkan. maka dilaporkan dalam kelompok aktiva tidak lancar. Karena bentuk dan jenis perusahaan ada bermacam-macam. Dilakukan pemisahan fungsi antara pengurusan kas dengan fungsi pencatatan kas. 2. Dilakukan pengawasan yang ketat terhadap fungsi penerimaan dan pencatatan kas. kecuali pengeluaran-pengeluaran kecil dibayar dari kas kecil. Dasar-dasar pengawasan tersebut antara lain adalah: 1. maka termasuk dalam kelompok aktiva lancar.

Pengisian kembali pada akhir periode perlu dilakukan agar biaya-biaya yang sudah dibayar dari kas kecil bisa 22 Kas Kecil . Dalam pelaksanaannya kas kecil mengenal dua metode yaitu: 1. yang menulis cek yang menandatangani cek dan yang mencatat pengeluaran kas. Penulisan cek hanya dilakukan apabila didukung bukti-bukti yang lengkap atau menggunakan sistem voucher.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I    Dibentuk kas kecil yang diawasi dengan ketat. 2. Dengan cara ini jumlah uang dalam kas kecil kembali lagi seperti semula. Oleh kasir kas kecil. Metode Imprest Di dalam metode ini jumlah dalam rekening kas kecil selalu tetap. cek tadi diuangkan ke bank dan uangnya digunakan untuk membayar pengeluaranpengeluaran kecil. Penambahan kas kecil kadangkadang dilakukan setiap periode tertentu misalnya mingguan. Dilakukan pemeriksaan intern dengan jangka waktu yang tidak tentu.2 Kas Kecil Dana kas kecil adalah uang kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek. Setiap kali melakukan pembayaran kasir kas kecil harus membuat bukti pengeluaran. Dana ini diserahkan kepada kasir kas kecil yang bertanggung jawab terhadap pembayaran-pembayaran dari dana ini dan terhadap jumlah dana kas kecil. Apabila jumlah kas kecil tinggal sedikit dan juga pada akhir periode.   Proses pengawasan intern terhadap kas akan menimbulkan beberapa permasalahan seperti perlunya dibentuk kas kecil dan karena terdapat rekening giro bank maka perlu dilakukan rekonsiliasi antara saldo kas dengan saldo menurut laporan bank. yaitu sebesar cek yang diserahkan kepada kasir kas kecil untuk membentuk dana kas kecil. kasir kas kecil akan minta pengisian kembali kas kecilnya sebesar jumlah yang sudah dibayar dari kas kecil. Diharuskan membuat laporan kas harian. Dilakukan pemisahan antara orang-orang yang mengumpulkan buktibukti pengeluaran. Jika jumlah kas kecil tinggal sedikit maka kasir kas kecil akan meminta agar dananya ditambah.

Untuk menjaga agar dana kas kecil bisa memenuhi tujuannya.00. Mulai tanggal 20 Desember sampai dengan 31 Desember 2008 pengeluaran kas kecil sebesar Rp80. Pada waktu meminta pengisian kembali. Tetapi perlu diketahui bahwa catatan kasir kas kecil tadi bukannya buku jurnal tetapi merupakan catatan intern untuk kasir kas kecil.. Dengan cara ini saldo rekening kas kecil tidak akan berubah Yang membuat jurnal adalah bagian akuntansi. Pengisian kembali ini dicatat dengan mendebit rekening yang sesuai untuk masing-masing pengeluaran yang dasarnya.000. maka kas kecil tidak diperbolehkan untuk digunakan sebagai tempat penukaran cek-cek dari pegawai.17. Pengeluaran kas kecil sampai tanggal 19 Desember 2008 sebesar Rp90.000.30. adalah bukti-bukti pengeluaran dan kreditnya kas.. kasir kas kecil bisa membuat catatan kas kecil. Prosedur akuntansi untuk dana kas kecil dengan sistem imprest dijelaskan adalah dalam ilustrasi sebagai berikut: PT Venni Jaya pada tanggal 1 Desember 2008 membentuk dana kas kecil sebesar Rp100.000.000.000.dengan rincian sebagai berikut: Biaya angkut Listrik Telepon Bahan pembantu kantor Rp15.000. Apabila sebagian dari kas kecil sudah digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran maka bukti pengeluaran harus disimpan bersama dengan sisa uang yang ada dalam peti kas (cash box). Apabila diperbolehkan maka kas kecil akan berubah fungsinya sebagai tempat meminjam uang.000.dengan rincian sebagai berikut: Kas Kecil 23 . Untuk mengetahui sisa uang yang ada dalam kas kecil.-.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I dicatat karena dalam sistem imprest pengeluaran-pengeluaran kas kecil baru dicatat pada saat pengisian kembali. kasir kas kecil akan menyerahkan bukti-bukti pengeluaran dan menerima cek sebesar pengeluaran yang sudah dibayar.000.- Pada tanggal 19 Desember 2007dilakukan pengisian kembali sebesar Rp90. Kasir kas kecil bertanggung jawab atas uang yang diserahkan kepadanya.28.

000. Oleh karena itu pada tanggal 31 Desember 2008 dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut: 24 Kas Kecil .000.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Biaya kirim penjualan Langganan surat kabar Biaya rapat dan pertemuan Biaya cetak formulir Rp25..19.750.850.000.000.- 31 Desember apabila dilakukan pengisian kembali kas kecil.30.Apabila pada tanggal 31 Desember 2008 tidak dilakukan pengisian kembali maka kas kecil jumlahnya tinggal Rp20.sudah dikeluarkan untuk membayar biaya-biaya.- Transaksi-transaksi tersebut akan dicatat dalam buku jurnal sebagai berikut: 2008 01 Desember 19 Desember Dana kas kecil Kas Biaya angkut Biaya listrik Biaya telepon Biaya supplies kantor Kas Rp100.tersebut belum dicatat. maka jurnalnya sebagai berikut: Biaya kirim penjualan Surat kabar.000.000.30.000.Rp15.30.28.000.19.000..000.17. Karena tidak dilakukan pengisian kembali maka biaya-biaya sejumlah Rp 80. majalah dan lain-lain Biaya rapat dan pertemuan Biaya cetak Kas kecil Rp25.400.000.dan yang Rp80..750.Rp80.4.000.Rp100.850.Rp90.4.000.

750.- Jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 Desember 2008 mengakibatkan saldo rekening kas kecil berubah..000.Penurunan jumlah kas kecil ini dijurnal sebagai berikut: Kas Kas kecil Rp25.400.000.000.Rp80.000.000.000.750.- Pada hari kerja pertama tahun berikutnya yaitu tanggal 2 Januari dibuat jurnal penyesuaian kembali.Rp25.Rp25.00 maka jurnalnya sebagai berikut: Kas kecil Kas Kas Kecil Rp50.25 . Jurnal penyesuaian kembali ini dibuat agar saldo rekening kas kecil kembali seperti semula dan pengisian kembali kas kecil berikutnya bisa dicatat dengan cara yang sama seperti jurnal pengisian kembali sebelumnya..850. dll Biaya rapat dan pertemuan Biaya cetak Rp80.Rp50.4. tetapi perubahan ini dikembalikan lagi pada tanggal 2 Januari 2009 dengan pembuatan jurnal penyesuaian kembali.850. Contoh pada ilustrasi sebelumnya kas kecil Rp100.4.30. majalah.000.Atau sebaliknya jika jumlah kas kecil Rp100.19.19.000..000.dirasakan terlalu besar dan diputuskan untuk menurunkan jumlahnya menjadi Rp75.dirasakan terlalu kecil dan diputuskan untuk menambahnya menjadi Rp150.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Biaya kirim penjualan Surat kabar.000. Jurnal penyesuaian kembali yang dibuat tanggal 2 Januari 2009 sebagai berikut: Kas kecil Biaya kirim penjualan Surat kabar.30.000. majalah dan lain-lain Biaya rapat dan pertemuan Biaya cetak Kas kecil Rp25. Perubahan saldo rekening kas kecil dapat juga terjadi jika ada penambahan atau pengurangan jumlah kas kecil.400.000.

2. Jadi buku pengeluaran kas kecil mempunyai fungsi sebagai buku jurnal dan menjadi dasar untuk pembukuan ke rekening-rekening buku besar.000.75.Rp100.000.000. pada tanggal 1 Desember 2008. Metode Fluktuasi Dalam metode fluktuasi pembentukan dana kas kecil dilakukan dengan cara yang sama seperti dalam metode imprest. tinta dll untuk administrasi sebesar 7 Desember: Membayar rekening listrik sebesar 10 Desember: Dana kas kecil diisi kembali sebesar Rp 7.000.000. Karena pencatatan dilakukan setiap kali terjadi pengeluaran.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Sesudah jurnal untuk menambah atau mengurangi kas kecil di atas dibukukan ke dalam rekening kas kecil maka rekening kas kecil akan menunjukkan saldonya yang baru. Pada saat pengisian kembali rekening kas kecil didebit sebesar uang yang diterima. tetapi berfluktuasi sesuai dengan jumlah pengisian kembali dan pengeluaran-pengeluaran dari kas kecil. Untuk memudahkan pemahaman dilustasikan sebagai berikut: PT Unggul Selalu membentuk dana kas kecil sebesar Rp100.- Dengan menggunakan metode fluktuasi transaksi-transaksi di atas dicatat dengan jurnal-jurnal sebagai berikut: 1 Des: Kas kecil Kas 26 Rp100. maka rekening kas kecil akan dikredit sebesar jumlah yang dikeluarkan.17.Kas Kecil .45. dalam metode fluktuasi setiap terjadi pengeluaran uang dari kas kecil langsung dicatat.14. Kalau dalam metode imprest pencatatan terhadap pengeluaranpengeluaran kas kecil baru dilakukan pada saat pengisian kembali.200. Transaksi-transaksi pengeluaran kas kecil sebagai berikut: 2008 2 Desember: Membayar langganan harian Kedaulatan Rakyat 3 Desember: Membayar biaya angkut pembelian bahan 4 Desember: Membeli buku-buku.000. Perbedaannya dengan metode imprest adalah dalam metode fluktuasi saldo rekening kas kecil tidak tetap.800.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 2 Des: Surat kabar.000.000.Rp 14. Pada tanggal 31 Desember tidak diperlukan pembuatan jurnal penyesuaian karena setiap terjadi pengeluaran kas kecil sudah tercatat.14.Rp 45.- 2 3 7 9 Rp7.Rp 75.000.Rp 75.Rp 17.800.- Rp 45.Rp 7.200.Rp 17.200.800.- Adapun rekening kas kecil akan tampak sebagai berikut: KAS KECIL 2008 Desember 1 10 2008 Desember Rp100. majalah dll Kas kecil 3 Des: Biaya angkut pembelian Kas kecil 7 Des: Biaya supplies Kas kecil 9 Des: Biaya listrik Kas kecil 10 Des: Kas kecil Kas Rp 7.000.000.45.000.Rp 14.17.800. Kas Kecil 27 .000.75.000.200.000.000.- Dari rekening kas kecil tampak bahwa saldonya berfluktuasi sesuai dengan penerimaan dan pengeluaran kas kecil.

000 ( Biaya administrasi umum) 30Dibayar biaya perbaikan mobil kantor Rp. 177. 125. PT BUNGA memutuskan untuk menggunakan dana kas kecil untuk pengeluaran yang relative kecil dan perusahaan menunjuk Paulina sebagai kasir kas kecil. 350.000 19Dana kecil diisi lagi sebesar pengeluaran yang ada 21Dibayar biaya perbaikan telepon Rp.000 18Dibayar pembelian perlengkapan kantor Rp.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Aplikasi 1.000 6Dibeli kertas karbon untuk keperluan kantor Rp.000 pembayaran sebagai biaya administrasi umum 4Dibeli perangko dan materai Rp. 10.500. 50. Pada 3 November 3 tahun berjalan. 225. 852 sebesar 7. 500. 75. 7. 250.000 10Dibayar biaya angkut pembelian barang dagangan Rp. 250. Perusahaan menggunakan metode periodic untuk akuntansi persediaannya 12Dibeli kue dan minuman untuk menjamu tamu pimpinan Rp.000 4 Dibayar biaya kirim untuk pembelian perlengkapan kantor Rp. 60. 300.000 5Dibeli perangko dan materai Rp.000 6Dibayar biaya kirim untuk barang dagangan kepada pembeli Rp.000 25Dibayar biaya kirim untuk barang dagangan kepada pembeli Rp.000 28Dibayar pembelian perlengkapan kantor Rp.000 4Dibayar biaya membersihkan jendela kaca Rp.000 untuk disimpan di kas kecil 3Dibeli penjepit kertas untuk keperluan kantor Rp. 150.000 29Dibayar biaya membersihkan ruangan kantor Rp.000 30Dibayar biaya rekening PAM untuk kantor Rp. 250. 65. sedangkan selama bulan November tahun berjalan telah terjadi transaksi seperti dibawah ini: 3 Diterima selembar check No.000.25. . 350. 15..000 9Dibeli perlengkapan toko Rp.000 (Administrasi & umum) 23Dibayar biaya tagihan kepada salah seorang langganan Rp.000 19Dibayar biaya perbaikan mobil pimpinan Rp. 50.000 (administrasi & umum) 5Dibayar biaya reparasi kursi kantor Rp.500 30Dana kecil diisi lagi sebesar pengeluaran yang ada Diminta : Catatlah transaksi tersebut dengan menggunakan Kas Kecil 28 .

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I a) Imprest System b) Fluctuating system Kas Kecil 29 .

2. Mahasiswa mampu menjelaskan proses penyusunan rekonsiliasi bank. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan pengertian. 30 Rekonsiliasi Laporan Bank . Catatan kas akan menjadi pembanding dengan pencatatan bank pada proses rekonsiliasi bank. tujuan dan prosedur rekonsiliasi bank.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I REKONSILIASI LAPORAN BANK Overview Rekonsiliasi bertujuan untuk memeriksa ketelitian pencatatan dalam rekening kas dan catatan bank dan berguna untuk mengetahui penerimaan atau pengeluaran-pengeluaran yang sudah terjadi di bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan. Tujuan 1.

Rekonsiliasi Laporan Bank 31 . Hal-hal yang menimbulkan perbedaan pencatatan adalah sebagai berikut: 1. dan kredit rekening kas dibandingkan dengan debit catatan bank yang bisa dilihat dari laporan bank kolom pengeluaran. karena laporan bank sudah terlanjur dibuat (setoran dalam perjalanan). Selain itu rekonsiliasi juga berguna untuk mengetahui penerimaan atau pengeluaran-pengeluaran yang sudah terjadi di bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan. Bagian-bagian yang sudah dicatat sebagai penerimaan oleh bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan. Rekonsiliasi laporan bank ini berguna untuk memeriksa ketelitian pencatatan dalam rekening kas dan catatan bank. seperti: a) Setoran yang dikirimkan ke bank pada akhir bulan tetapi belum diterima oleh bank sampai bulan berikutnya (setoran dalam perjalanan). tetapi dilaporkan sebagai setoran bulan berikutnya. Setoran yang diterima oleh bank pada akhir bulan. Bagian-bagian yang oleh perusahaan sudah dicatat sebagai penerimaan uang tetapi belum dicatat oleh bank. Uang tunai yang tidak disetorkan ke bank. b) c) 2. Biasanya laporan bank diterima bulanan dan akan direkonsiliasikan dengan catatan kas. tetapi belum dicatat dalam buku perusahaan (jasa giro). maksudnya agar penyusunan rekonsiliasi bank ini dapat digunakan untuk mengecek catatan-catatan kas dan bank.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Dalam perusaahan apabila setiap penerimaan uang disetor ke bank dan setiap pengeluaran uang kecuali yang jumlahnya relatif kecil menggunakan cek maka rekening kas akan dapat dibandingkan dengan laporan bank. sehingga harus dibuat perbandingan antara keduanya agar dapat diketahui perbedaanperbedaan yang ada. Pembandingan ini dilakukan dengan cara debit rekening kas dibandingkan dengan kredit catatan bank yang bisa dilihat dari laporan bank kolom penerimaan. Rekonsiliasi laporan bank sebaiknya dibuat oleh staf yang tidak mempunyai kepentingan terhadap kas. Pada umumnya mengapa rekonsiliasi bank harus dilakukan karena biasanya terdapat perbedaan antara saldo menurut catatan kas dengan saldo menurut laporan bank. seperti: a) Bunga yang diperhitungkan oleh bank terhadap simpanan. Dalam membuat rekonsiliasi laporan bank perlu diketahui bahwa yang direkonsiliasikan itu adalah catatan perusahaan dan bank.

Contoh penyusunan laporan rekonsiliasi saldo akhir adalah sebagai berikut: PT MULIA telah menerima rekening Koran dari BANK PELITA per 31 Agustus 2008 yang menunjukkan saldo sebesar Rp 1. Penagihan wesel oleh bank. Pada tanggal 32 Rekonsiliasi Laporan Bank b) Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas.000. Kesalahan-kesalahan ini bisa timbul dalam catatan perusahaan maupun dalam catatan bank. b) Cek yang sudah ditulis dan sudah dicatat dalam jurnal pengeluaran uang tetapi ceknya belum diserahkan kepada yang dibayar maka cek tersebut belum merupakan pengeluaran oleh karena itu jurnal pengeluaran kas harus dikoreksi pada akhir periode. b) Bunga yang diperhitungkan atas saldo kredit kas (overdraft) tetapi belum dicatat oleh perusahaan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I b) 3. Disamping beberapa hal tersebut diatas perbedaan antara saldo kas dengan saldo menurut laporan bank bisa juga terjadi akibat kesalahan-kesalahan. . Rekonsiliasi bank dapat dibuat dalam dua cara sebagai berikut: 1. c) Biaya jasa bank yang belum dicatat oleh perusahaan.. 4. Rekonsiliasi saldo akhir yang bisa dibuat dalam bentuk: a) Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar. Bagian-bagian yang sudah dicatat oleh perusahaan sebagai pengeluaran tetapi bank belum mencatatnya seperti: a) Cek-cek yang beredar (outstanding checks) yaitu cek yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan dan sudah dicatat sebagai pengeluaran kas tetapi oleh yang menerima belum diuangkan ke bank sehingga bank belum mencatatnya sebagai pengeluaran. Untuk dapat membuat rekonsiliasi laporan bank kesalahan-kesalahan yang ada harus dikoreksi. sudah dicatat oleh bank sebagai penerimaan tetapi perusahaan belum mencatatnya..340. Bagian-bagian yang sudah dicatat oleh bank sebagai pengeluaran tetapi belum dicatat oleh perusahaan seperti: a) Cek dari langganan yang ditolak oleh bank karena kosong tetapi belum dicatat oleh perusahaan.

000 pada tanggal 31 Agustus 2002 belum tercatat dalam rekening Koran bank. Sedangkan check No. Semuanya untuk pembelian barang dagangan. d. perkiraan Kas di buku besar PT MULIA menunjukkan saldo sebesar Rp 691. 9022 sebesar Rp 240.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 31 Agustus 2008. Biaya Administrasi bank bulan Juli 2002 sebesar Rp 10.000 dibukukan sebesar Rp 24.500.000.600.b. Bank telah mengkredit rekening PT MULIA atas kiriman uang sebesar Rp 257. Data yang berhubungan dengan rekonsiliasi bank adalah sbb: a. Diminta: 1. Buatlah Bank rekonsiliasi per 31 Agustus 2008 2.000 dicatat dalam buku pengeluaran sebesar Rp 175. Setoran check sebesar Rp 1.c.000 tanggal 28 Agustus 2002 telah ditolak karena saldo tidak mencukupi.000. 9003 sebesar Rp 157.000 f. Telah dikredit oleh Bank. jasa giro bulan Agustus 2002 sebesar Rp 8.200. Check.900 yang diterima dari langganan untuk melunasi hutangnya. Buatlah jurnal penyesuaian yang diperlukan Rekonsiliasi Laporan Bank 33 .000.350. Setoran check yang diterima dari Firma Makmur sebesar Rp 560. g. Check No.check yang masih beredar berjumlah Rp 2. e.

200.900 560.350.000 description Cash Intererest Income Cash Purchases Purchases Cash Miscellaneous Administration Cash Cash Account Receivable Account Receivable Cash Debit 8.000 10.500 18.000 0 in 1.000 2.000 2.340.000 190.200.000 Kredit 8.000 0 1.000 190.350.000 1.900 8.000 216.900 257.000 216.500 18.540.000 216.000 10.000 Correct book balance Out standing Checks Error 2.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Saldo Catatan Perusahaan Direct collection by bank Interest Income Error Non Sufficient fund Bank Service Charges Error Correct book balance Jurnal Koreksi Date 31-8-2002 PT MULIA Rekonsiliasi bank Per 31 Agustus 2008 Saldo Laporan 691.000 786.400 976.600 bank Deposits transit Error 284.000 Rekonsiliasi Laporan Bank 34 .500 18.000 10.000 560.000 560.000 257.000 257.

200.000 0 . penerimaan.000 1.200. 1. penerimaan.000 786.500 18.000 257.000 .000 691. pengeluaran dan saldo akhir.000 0 1. Rekonsiliasi seperti ini biasanya dilakukan oleh akuntan pemeriksa auditor sebagai alat pengujian yang menyeluruh terhadap transaksi-transaksi kas.350.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I PT MULIA Rekonsiliasi Bank Per 31 Agustus 2002 Saldo Laporan Bank Ditambah: Deposits in transit Error Dikurangi: Out standing Checks Error Jumlah Dikurangi: Direct collection by bank Interest Income Error pengeluaran Over Jumlah Ditambah: Non Sufficient fund Bank Service Charges Error pengeluaran Under Jumlah Saldo kas perusahaan 2.000 Rekonsiliasi saldo awal.400 560.000 216.900 8.2. Susunan kolom-kolomnya adalah saldo awal. Dalam mengerjakan rekonsiliasi bentuk ini diperlukan Rekonsiliasi Laporan Bank 35 .284.000 2.340. pengeluaran dan saldo akhir yang bisa dibuat dalam bentuk: a) Laporan rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas 4 kolom.000 10. Dalam bentuk ini selain saldo awal dan saldo akhir akan dapat diketahui perbedaan jumlah penerimaan dan pengeluaran antara bank dengan catatan kas.350. b) Laporan rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar 8 kolom.

Karena yang direkonsiliasikan dalam bentuk-bentuk berkolom ini adalah saldo akhir suatu periode yang menjadi saldo awal periode berikutnya.Rp1.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I pengetahuan mengenai prosedur pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas dan bank. pengeluaran dan saldo akhir bisa dibuat dalam dua bentuk yaitu 4 kolom dan 8 kolom.1. karena prosedur yang digunakan akan mempengaruhi jumlah-jumlah yang akan direkonsiliasikan. seperti setoran dalam perjalanan bulan Desember akan menambah saldo 31 Desember dan mengurangi penerimaan bulan Januari.1.614. Oleh karena itu prosedur dalam membuat rekonsiliasi saldo akhir juga berlaku dalam rekonsiliasi saldo awal. Seperti dalam prosedur penerimaan kas dinyatakan bahwa cek-cek yang ditolak oleh bank dapat diperlakukan sebagai pengurang dalam jurnal penerimaan kas atau sebagai pengeluaran kas. Contoh prosesnya adalah sebagai berikut: Dari catatan kas: Saldo 31 Desember 2008 Penerimaan dlm bulan Januari 2009 Pengeluaran dlm bulan Januari 2009 Saldo 31 Januari 2009 Rp 376.480.243. pengeluaran dan saldo akhir. Perbedaan prosedur seperti ini akan mempengaruhi rekonsiliasinya Rekonsiliasi saldo awal.857. penerimaan. sedang rekonsiliasi 8 kolom merupakan perluasan dari rekonsiliasi saldo bank dan saldo kas untuk menunjukkan saldo yang benar. Apabila diperlakukan sebagai pengurang jurnal penerimaan kas maka jumlah penerimaan menurut jurnal ini akan lebih kecil jika dibandingkan dengan jurnal penerimaan kas di mana cek kosong diperlakukan sebagai pengeluaran.- 36 Rekonsiliasi Laporan Bank . penerimaan.700. penerimaan dan pengeluaran Januari serta saldo akhir Januari maka setiap elemen dalam rekonsiliasi ini akan mempengaruhi dua kolom.800. Hal ini bisa terjadi karena bank mencatat setoran tadi dalam bulan Januari yang seharusnya merupakan setoran bulan Desember.000.500.500. misalnya Desember dan Januari. Jika dibandingkan dengan rekonsiliasi saldo akhir maka rekonsiliasi 4 kolom adalah perluasan dari rekonsiliasi saldo bank kepada saldo kas. hanya yang terakhir ini lebih komplek.

100.1.31 Des 2008 Rp160.400.Rp 546.- Rp 381.100.200.8.000.243.000. 160.200. (172.172.- Laporan rekonsiliasi yang disusun dari data di atas adalah sebagai berikut: Rekonsiliasi Saldo Awal. Pengeluaran dan Saldo Akhir (4 Kolom) Rekonsiliasi Saldo Awal. (172.700.700.1.) (6.408.000.800. 31 Desember 2008 Penerimaan selama bulan Januari 2009 Pengeluaran selama bulan Januari 2009 Saldo 31 Januari 2009 Dari perbandingan laporan bank dan catatan kas Setoran dalam perjalanan Cek yang bereda Jasa giro Biaya bank Uang kas yang tidak disetor Cek kosong (disetor kembali bulan Berikutnya) Koreksi penerimaan piutang Rp101.789.900.) 180.000.700.- 31 Jan 2009 Rp180.400.408. 37 Penerimaan Jan 2009 Rp1.000.243.12.200.40.) 161.6.Dicatat sebesar Rp102. Penerimaan dan Saldo Bank 31 Januari 2009 Keterangan Per laporan bank Setoran dalam perjalanan 31 Des 2008 31 Jan 2009 Cek yang beredar 31 Des 2008 31 Jan 2009 Jasa giro 31 Des 2008 Saldo 31 Des 2008 Rp381. Penerimaan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Dari laporan bank: Saldo.1.000.100.600.400.1. (160.000. Pengeluaran Jan 2009 Rp1.000.200. 180. (161.700.000.000.) 6. Saldo 31 Jan 2009 Rp546.200.000.Rp1.000.14.161.100.100.000.) Rekonsiliasi Laporan Bank .

Di sini saldo bank tanggal 31 Desember 2008 ditambah dan penerimaan bank bulan Januari dikurangi sebesar Rp160. 14.. Rp1.500. Rp1.000. 12. 900.200.000. Sudah dicatat sebagai penerimaan kas bulan Januari 2009 sehingga termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 31 Jan 2009 Biaya bank 31 Des 2008 31 Jan 2009 Kas yang tidak disetor: 31 Jan 2009 Cek kosong 31 Des 2008 31 Jan 2009 Koreksi penerimaan 31 Des 2008 Saldo kas (8. (8. 12.200.000. Rp376.600.000.800.600.480..000.) 40.000. Jumlah Rp180.000. (1. Karena masih belum diterima oleh bank sampai dengan tanggal 31 Desember 2008.. maka tidak termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Desember 2008.) 1. 31-1-09 38 Rekonsiliasi Laporan Bank ..480.000.dan saldo bank tanggal 31 Januari 2009.-.000.000.480.243.. Keterangan: Setoran dalam perjalanan 31-12-08 Sudah dicatat sebagai penerimaan kas bulan Desember sehingga termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Desember 2008. 14. Karena sampai tanggal 31 Januari 2009 masih belum diterima oleh bank maka tidak termasuk dalam jumlah penerimaan Rp1.000. Oleh karena itu dalam rekonsiliasi ini penerimaan bank bulan Januari dan saldo bank tanggal 31 Januari 2009 ditambah sebesar Rp180. Jumlah Rpl60.ini dicatat sebagai penerimaan oleh bank pada bulan Februari.700.agar sesuai dengan catatan kas.000.700. 1. 614.agar sesuai dengan catatan kas.000.700. 40.) 1. 900.ini dicatat sebagai penerimaan bank bulan Januari 2009 sehingga termasuk dalam jumlah penerimaan Rp1.

-. oleh karena itu termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Desember 2008.000.400. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas maka penerimaan bank Januari dan saldo bank 31 Januari 2009 dikurangi sebesar Rp8. Cek-cek ini baru diuangkan ke bank pada bulan Februari. Jasa giro ini belum dicatat sebagai penerimaan kas bulan Januari sehingga tidak termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009. Cek-cek ini akan diuangkan ke bank pada bulan Januari sehingga termasuk dalam jumlah pengeluaran bank bulan Januari sebesar Rp1..200.000.. sehingga tidak termasuk dalam pengeluaran bank bulan Januari. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas maka saldo bank tanggal 31 Desember 2008 dikurangi dan penerimaan bank bulan Januari ditambah sebesar Rp6.243. Jasa giro ini ditambahkan oleh bank pada bulan Desember. Oleh bank biaya ini dibebankan sebagai pengeluaran bulan Desember. Oleh bank jasa giro ini ditambahkan sebagai penerimaan pada bulan Januari sehingga termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Januari 2009.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Cek yang beredar 31-12-08 Sudah dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Desember. sehingga tidak termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Desember 39 Rekonsiliasi Laporan Bank . Sudah dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Januari. Oleh karena itu pengeluaran bank ditambah dan saldo bank 31 Januari 2009 dikurangi sebesar Rp161.-.agar sesuai dengan catatan kas.-.000. 31-1-09 Jasa giro 31-12-08 Dicatat sebagai penerimaan kas pada bulan Januari sehingga tidak termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Desember 2008. sehingga tidak termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009.agar sesuai dengan catatan kas. 31-1-09 Biaya bank 31-12-08 Dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Januari 2009 sehingga masih termasuk dalam saldo tanggal 31 Desember 2008. sehingga tidak termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Desember 2008. Oleh karena itu saldo bank tanggal 31 Desember 2008 dan pengeluaran bank Januari dikurangi sebesar Rp172.

-.000. Rekonsiliasi Laporan Bank 40 . maka pengeluaran bank bulan Januari dikurangi dan saldo bank 31 Januari 2009 ditambah sebesar Rp1. Cek kosong 31-12-08 Dicatat sebagai penerimaan kas bulan Desember 2008 sehingga termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Desember 2008.000.. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas. Karena tidak disetor maka tidak termasuk dalam penerimaan bank Januari dan saldo bank 31 Januari 2009. 31-1-09 Dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Februari 2009 sehingga masih termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009. Kas yang tidak disetor 31-1-09 Dicatat sebagai penerimaan kas pada bulan Januari 2009 sehingga termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009.-. Apabila cek kosong yang dikembalikan oleh bank dicatat sebagai pengurangan dalam jurnal penerimaan kas bulan Januari maka perbedaan antara bank dengan kas terletak pada saldo 31 Desember 2008 dan penerimaan bulan Januari 2009 Untuk menyesuaikan catatan bank dan catatan kas maka saldo bank tanggal 31 Desember 2008 ditambah dan penerimaan bank di bulan Januari dikurangi sebesar Rp12. maka penerimaan bank bulan Januari dan saldo bank tanggal 31 Januari 2009 ditambah sebesar Rp40.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 2008. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas. Karena cek ini kosong oleh bank tidak diterima sebagai setoran dan dikembalikan ke perusahaan.-. Sehingga perbedaan antara kas dan bank terletak pada saldo 31 Desember 2008 dan pengeluaran Januari 2009.200. Oleh perusahaan cek kosong ini dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Januari. Agar catatan bank sesuai dengan kas maka saldo bank tanggal 31 Desember 2008 dan pengeluaran bank bulan Januari ditambah sebesar Rp12.600. Oleh bank biaya ini dibebankan sebagai pengeluaran pada bulan Januari sehingga tidak termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Januari 2009. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas maka saldo bank 31 Desember 2008 dan pengeluaran bank Januari ditambah sebesar Rp1.-.000.-.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 31-1-08 Dicatat sebagai penerimaan kas bulan Januari sehingga termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2009.-.000. Oleh karena itu perbedaan antara kas dan bank terletak pada penerimaan Januari dan saldo 31 Januari 2009. sehingga saldo kas tanggal 31 Desember 2008 terlalu besar Rp900.000.-. Sesudah menyusun rekonsiliasi laporan bank.Rp14.600.00.Rp1.Rp14.000. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas. Koreksi penerimaan 31-12-08 Penerimaan kas bulan Desember 2008 dicatat terlalu besar Rp900. Apabila cek kosong yang dikembalikan oleh bank dicatat sebagai pengurangan dalam jurnal penerimaan kas bulan Februari maka perbedaan antara bank dengan kas terletak pada penerimaan Januari dan saldo 31 Januari 2009. Karena cek ini kosong oleh bank tidak diterima sebagai setoran dan dikembalikan ke perusahaan pada tanggal 31 Januari 2009.000.-. Dari rekonsiliasi di atas yang dibuat koreksinya hanya elemen-elemen yang mempengaruhi saldo kas tanggal 31 Januari 2009.000. Jurnal koreksi yang dibuat pada tanggal 31 Januari 2009 adalah sebagai berikut:: Kas Pendapatan jasa giro Biaya bank Pendapatan jasa giro Piutang Kas Rekonsiliasi Laporan Bank Rp8. Kesalahan ini berakibat pada saldo kas tanggal 31 Januari 2008 yang juga terlalu besar Rp900.00. Oleh perusahaan cek kosong ini dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Februari.41 . perlu dibuat jurnal untuk membetulkan catatan kas.Rp1.600. maka saldo bank tanggal 31 Desember 2008 dan 31 Januari 2009 ditambah sebesar Rp900. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas maka penerimaan bank bulan Januari dan saldo bank tanggal 31 Januari 2009 ditambah sebesar Rp14. Penyesuaiannya sama dengan di atas.Rp8.

000.900..dibanding dengan saldo kas pada tanggal yang sama.243.8. Saldo 31 Jan 2009 Rp546.200. Misalnya dari data rekonsiliasi di muka.masih beredar sampai dengan tanggal 31 Januari 2009.100. sehingga saldo bank tanggal 31 Januari 2009 lebih besar Rp30. (142.) Keterangan Per laporan bank Cek yang beredar 31 Desember 08 31 Januari 2009 Keterangan: Cek-cek sebesar Rp172.400.Rp8.408.- Jurnal koreksi tersebut dapat dibuat menjadi satu jurnal gabungan sebagai berikut: Biaya bank Piutang Pendapatan jasa giro Kas Rp1.) Penerimaan Jan 2009 Rp1. Pengeluaran bank bulan Januari 2006 lebih besar Rp142.diuangkan ke bank pada bulan Januari 2009 sehingga termasuk dalam jumlah pengeluaran bank sebesar Rp1.000.500. perbedaan antara pengeluaran bank dengan pengeluaran kas hanya sebesar cek yang belum diuangkan tadi..- Apabila cek yang beredar tidak semuanya diuangkan ke bank pada bulan berikutnya. (30.400.sedang cek sebesar Rp30.000. (172.600.400..000.) 161.14.700.000.400.100.100.200.400.42 Rekonsiliasi Laporan Bank ... Cek-cek sebesar Rp142. dari cek yang beredar tanggal 31 Desember 2008 yang diuangkan ke bank pada bulan Januari hanya sebesar Rpl42.000.700. Perbedaan ini juga mempengaruhi saldo bank dengan saldo kas.400.dibanding dengan pengeluaran kas pada bulan yang sama. Data di atas akan nampak dalam rekonsiliasi sebagai berikut: Saldo 31 Des 2008 Rp381.) (161.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Piutang Kas Rp9.sudah dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Desember 2005 sehingga tidak termasuk dalam saldo kas tanggal 31 Desember 2008...400.243.Perbedaan antara bank dengan kas sebagai berikut: Saldo bank tanggal 31 Desember 2008 lebih besar Rp172.Rp9. Pengeluaran Jan 2009 Rp1.

dan saldo bank tanggal 31 Januari 2009 dikurangi Rp30.000..400. Agar catatan bank sesuai dengan catatan kas maka saldo bank tanggal 31 Desember 2008 dikurangi sebesar Rp172.dan cek-cek yang dikeluarkan pada bulan Januari 2006 sebesar Rp161.- Rekonsiliasi Laporan Bank 43 ..pengeluaran bank bulan Januari dikurangi sebesar Rp142..terdiri dari cek yang dikeluarkan pada bulan Desember 2005 sebesar Rp30..400. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa saldo cek yang beredar tanggal 31 Januari 2006 sebesar Rp191.200.00.200.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I dibandingkan dengan saldo kas pada tanggal yang sama.000.

Jelaskan tujuan dan kegunaan penyusunan rekonsiliasi laporan bank! Sebutkan bagian-bagian yang sudah dicatat sebagai penerimaan kas oleh perusahaan tetapi belum dicatat oleh bank! Jelaskan! 3.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. 2. Sebutkan bagian-baian yang sudah dicatat sebagai pengeluaran kas oleh perusahaan tetapi belum dicatat oleh bank! Jelaskan! 5. Sebutkan bagaian-bagian yang sudah dicatat sebagai pengeluaran oleh bank. Sebutkan bagian-bagian yang sudah dicatat sebagai penerimaan oleh bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan! Jelaskan! 4. tetapi belum dicatat oleh perusahaan! Jelaskan! 44 Rekonsiliasi Laporan Bank .

11. Menurut catatan perusahaan “MAJU TERUS” saldo simpanannya ]di bank tanggal 31 Desember 2008 Rp.000.143.880. tetapi menurut catatan bank saldo tersebut berjumlah Rp.012. Catatan akuntansi menunjukkan ikhtisar data berikut untuk penerimaan dan pembayaran kas selama bulan Juni : Saldo kas 1 Juni Total penerimaan kas bulan Juni Total jumlah cek yang diterbitkan selama bulan Juni Rekonsiliasi Laporan Bank $3.50 $28.500.000  Bank membuat kesalahan dalam membuat cek yang dibayarkan pada perusahaan. 40. Laporan bank untuk PT.000  Bank telah menerima pembayaran dari langganan Rp.000. 4. Buatlah rekonsiliasi Bank b.971. 8. Mitra pada tanggal 30 Juni menunjukan saldo sebesar $9.000  Biaya jasa bank Rp.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Aplikasi 1.200. JAYA dengan cek sebesar Rp. cek bernilai Rp.100.000 tetapi jumlah ini belum diuangkan oleh pemegangnya  Perusahaan telah mengeluarkan cek pada PT Wijaya untuk melunasi hutangnya sebesar Rp. Ayat jurnal penyesuaian 2.000.000 tetapi jumlah ini belum tercatat dalam catatan bank  Perusahaan telah menyerahkan cek No. 200.943.388.000 tetapi dalam pembukuan salah dicatat sebesar Rp.85 45 . perbedaan tersebut dikarenakan :  Perusahaan telah menyetorkan uang sebesar Rp. 62.500. 1.000. 44. Semua penerimaan kas disetorkan ke bank setiap sore hari setelah bank tutup dengan memasukkannya ke dalam kotak setoran malam. 5.000 cek tersebut ternyata kosong  Perusahaan mendapatkan bunga bank Rp.000 dibukukan hanya Rp. 20. 2.000 Diminta : a.000  Perusahaan telah menerima pelunasan dari PT. 7.60 $28. 3.000.875 sebesar Rp.

Bank telah menerima transfer dari nasabah perusahaan $1.265. f. b.852. Cek tersebut adalah untuk pembayaran peralatan yang dibeli secara kredit Beban administrasi bank untuk bulan Juni berjumlah $18.21 yang berasal dari penerimaan kas tanggal 30 Juni belum tercantum dalam laporan bank Cek yang beredar berjumlah $5. maka ditemukan hal-hal berikut untuk keperluan rekonsiliasi a.20 Diminta : a. e.27 Cek yang ditarik sebesar $139 ternyata oleh bank dibayarkan $157 Cek sebesar $30 yang dilampirkan pada laporan bank ternyata oleh perusahaan dibukukan sebesar $240.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Setelah laporan bank dan cek-cek yang dibatalkan beserta memorandumnya dibandingkan dengan catatan pembukuan. Ayat jurnal penyesuaian 46 Rekonsiliasi Laporan Bank . d. c.030 Setoran sebesar $1. Buatlah rekonsiliasi Bank b.

Mahaiswa mampu memahami dan menjelaskan pengakuan dan penilaian piutang.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I PIUTANG USAHA Overview Penjualan barang-barang dan jasa-jasa dari perusahaan pada saat ini banyak dilakukan dengan kredit sehingga ada tenggang waktu sejak penyerahan barang atau jasa sampai saat diterimanya uang. 2. Mahasiswa mampu menjelaskan pengakuan dan penilaian piutang wesel. Dalam tenggang waktu tersebut penjual mempunyai tagihan kepada pembeliatau disebut dengan piutang. 47 Piutang Usaha . Tujuan 1.

Piutang usaha semacam ini normalnya diperkirakan akan tertagih dalam periode waktu yang relative pendek seperti 30 atau 60 hari. 4. Piutang Dagang (Trade Receivable) : piutang yang dihubungkan dengan aktivitas operasi normal sebuah bisnis. Piutang Wesel (Notes Receivable) : piutang yang dibuktikan oleh janji tertulis formal untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu atau jumlah yang terutang bagi pelanggan dimana pelanggan dimaksud telah menerbitkan surat utang formal kepada perusahaan. yaitu penjualan kredit barang atau jasa untuk pelanggan. 2.1 Piutang (Account Receivable) Pengertian Piutang : hak perusahaan untuk menerima sejumlah kas dimasa datang akibat kejadian masa lalu atau semua klaim dalam bentuk uang terhadap entitas lainnya termasuk individu. piutang pajak dan piutang karyawan. Piutang usaha diklasifikasikan dalam neraca sebagai aktiva lancar.2 Piutang Tak Tertagih (Kerugian Piutang) : Dalam realisasinya beberapa piutang tidak dapat ditagih. Beban Piutang Tak Tertagih (Bad Debt Expense) atau beban piutang ragu-ragu (Uncollectible Acounts Expense). Piutang lain-lain meliputi meliputi piutang bunga. Jika penagihannya lebih dari satu tahun maka piutang ini diklasifikasikan sebagai aktiva tidak lancar dan dilaporkan didalam investasi. pendekatan ini disebut metode penghapusan langsung (direct write – 48 Piutang Usaha . Piutang dibagi atas : 1. perusahaan atau organisasi lainnya. Metode paling sederhana untuk mengakui kerugian dari piutang yang tidak dapat ditagih adalah : 1. Piutang lain-lain (other Receivable) : jika piutang ini diharapkan akan tertagih dalam satu tahun maka piutang tersebut diklasifikasikan sebagai aktiva lancer. Mendebitkan beban seperti beban kerugian piutang (Doubtful Accounts Expense). 3.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 4.

maka pencatatan akan dilihat berdasarkan situasi : Piutang Usaha 49 . Penerimaan piutang dalam periode yang sama. Penerimaan Piutang dalam periode yang tidak sama. Date Metode Cadangan Allowance For Bad Debt Account Receivable Xxx Xxx Tetapi apabila piutang yang telah dihapuskan dapat diterima kembali. walaupun piutang tersebut belum tentu tidak tertagih. maka jurnal : Date Metode Langsung Cash Xxx Retained Earning Xxx 2. Metode cadangan : metode pengakuan kerugian yang diperkirakan dari piutang yang tidak dapat ditagih atau metode yang akan mencatat kerugian piutang pada saat akhir periode.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I off method) dan sering digunakan oleh usaha kecil karena kesederhanaannya. maka pencatatan akan dilihat berdasarkan situasi : a. Sehingga pada saat benar-benar piutang tidak tertagih dibebankan kepada Allowance For Bad Debt bukan lagi kepada Bad Debt Expense. maka jurnal : Date Metode Langsung Cash Xxx Bad Debt Expense xxx b. Date Metode Langsung Bad Debt Expense Xxx Account Receivable xxx Tetapi apabila piutang yang telah dihapuskan dapat diterima kembali.

Contoh : Penjualan kredit sebesar Rp.000 50 Piutang Usaha . maka jurnal : Date Metode Cadangan Cash Xxx Allowance For Bad Debt Xxx Xxx b.000 240.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I a. yang diperlihatkan dalam laporan laba rugi 2. Jumlah piutang. yang diperlihatkan dalam neraca akhir periode dan umur piutang Estimasi berdasarkan penjualan : Piutang diperoleh dari penjualan kredit oleh karenanya jumlah penjualan kredit selama suatu periode bisa digunakan untuk mengestimasi jumlah piutang tak tertagih. maka jurnal : Date Metode Cadangan Cash Xxx Allowance For Bad Debt Penerimaan Piutang dalam periode yang tidak sama.000. diestimasi 3% dari total penjualan kredit merupakan piutang tak tertagih maka jurnalnya : Date Date Metode Langsung Bad Debt Expense Account Receivable Metode Cadangan Allowance For Bad Debt Account Receivable 240. 8. Penerimaan piutang dalam periode yang sama.000 240.000 240.000. Dalam menentukan jumlah piutang yang tak tertagih / kerugian piutang atau untuk mengestimasi piutang tak tertagih biasanya disasarkan pada : 1. Jumlah penjualan.

200 800 160 300 Interval Umur Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh Tempo dalam 1-30 hari Telah Jatuh Tempo dalam 31-60 hari Telah Jatuh Tempo dalam 61-90 hari Telah Jatuh Tempo dalam 91-180 hari Telah Jatuh Tempo dalam 181-365 hari Di atas 365 hari Total Saldo 75. PT Total 160 86.300 Estimasi Piutang Tak Tertagih Persen Jumlah 2 5 10 20 30 50 80 1.00 0 3.000 Cadangan kerugian piutang (Cr) Rp 200.000 4.200 800 300 86.100 1.390 Masalah piutang menyeluruh Saldo rekening PT.900 1. PT Fadhlan. PT Kautsar.000 4. Pelangi pada tanggal 31 Desember 2007 menunjukkan sebagai berikut : Piutang Dagang Rp 3.100 1.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pelanggan Mazaya. PT Saldo 150 610 470 Belum Jatuh Tempo 470 1-30 Telah Jatuh Tempo (dalam hari) 31-60 61-90 91181180 365 150 350 260 Di atas 365 Pelangi.300 75.000 3.900 1.000 Piutang Usaha 51 .000.500 200 310 380 360 400 240 3.

000 e. Retur Penjualan tunai Rp 300. Berapa Saldo piutang dagang tanggal 31 Desember 2008 3.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Berikut ini transaksi selama tahun 2008 a. Jurnal Transaksi Metode Langsung 4.000 200. Buatlah Jurnal transaksi tahun 2008 bila menggunakan metode penghapusan a.000 4. Retur Penjualan kredit Rp 500. Berapa Saldo Cadangan kerugian piutang 31 Desember 2008 1.000 b. Penjualan Tunai Rp 4.000 3.800.000 9.000 200.000 d.000 a Cash Sales 4.000 b Account Receivable Sales Cash Sales discount Account Receivable 52 c Piutang Usaha .800.000.000 3.000.000 Berdasarkan data diatas diminta : 1.000 9. Buatlah Jurnal Penyesuaian (untuk cadangan piutang) per 31 Desember 2008 bila dihitung : a. Penerimaan kembali piutang yang telah dihapus Rp 250. Langsung b.000 g.000. Penjualan kredit Rp 9. Cadangan 2.000 4.000.000 4.000.000.000.000 c.000.000 f.000 9.000 sudah termasuk potongan penjualan sebesar Rp 200.000. 1% dari penjualan kredit bersih b.800.000. Penerimaan uang dari piutang dagang Rp 3.000.000 c b Metode Cadangan a Cash Mey Account Receivable Sales Cash Sales discount Account Receivable 9.000 4. Piutang dagang yang dihapus tahun 2008 Rp 400. 1% dari saldo piutang akhir 4.000.

100.000 – Rp 200.000.000 Penerimaan piutang Retur Penjualan kredit Penghapusan piutang Rp 4.300.000 = Rp 8.000 3.000 400.000 300.000 400. Saldo Piutang dagang per 31 Desember 2008 Saldo awal Penjualan Kredit Saldo Akhir Rp 7.000 250.000 Rp 3.000 250.000 f Bad Debt Expense Account Receivable f g Cash Bad Debt Expense 250.000 500.000 e 300. Jurnal penyesuaian per 31 Desember 2008 NET CREDIT SALES = Rp 9.000 Bad Debt Expense = 1% x Rp 8.000.000 2.000 400.000 – Rp 500.000 500.000.000 Rp 400.000.000 300.000 Piutang Usaha 53 .000 = Rp 83.000 g 250.000 Rp 500.000 Rp 9.000 d Sales Return Account Receivable Sales Return Cash Allowance for bad debt Account Receivable Cash Allowance for bad debt 500.000 e Sales Return Cash 300.300.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I d Sales Return Account Receivable 500. a.000 400.

000 Rp 83.000 Rp 133.000 71.000 Debt Expense = Rp 71.000 = Rp 21.000 Rp 83.000 = Rp 71.100.000 Allowance Rp for bad debt 21.000 b.000 Rp (400. Taksiran cadangan kerugian = 1% x Rp 7.000 21.000 – Rp 50. = = = Piutang dagang akhir Rp 200.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 31 Desember 2008 Bad Debt Expense Allowance for bad debt Rp 83.000 Cadangan kerugian 3112-08 = = = = Rp Rp Rp 50. Saldo awal Penghapusan piutang Cadangan kerugian = = = Penjualan kredit Rp 200.000) Rp 250.000 54 Piutang Usaha .000 4.000 Rp (400.000 b.000 31 Desember Bad Debt Expense Rp 2008 21.000 Rp 50. Saldo Cadangan Kerugian piutang per 31 Desember 2008 bila cadangan dihitung dari a.000) Rp 250.

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. Jelaskan bagaimana cara melaporkan saldo piutang dalam neraca yang anda ketahui! Jelaskan dua pendekatan untuk menghitung jumlah kerugian piutang! Dalam kondisi apa suatu perusahaan diperkenankan menggunakan metode penghapusan langsung? Jelaskan! Jelaskan dua cara yang dapat digunakan untuk mencatat potongan penjualan! Apakah yang dimaksud dengan factoring atau anjak piutang? Jelaskan! Piutang Usaha 55 . 5. 3. 4. 2.

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

PIUTANG WESEL

Overview

Wesel adalah janji tertulis yang tidak bersyarat dari satu pihak kepada pihak lain untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang. Wesel dapat dipindahtangankan dan kelak dapat menimbulkan piutang wesel.

Tujuan

1. 2.
56

Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan piutang wesel. Mahasiswa mampu menjelaskan pengakuan dan penilaian piutang wesel.
Piutang Wesel

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Wesel adalah janji tertulis yang tidak bersyarat dari satu pihak kepada pihak lain untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang. Wesel dapat dipindahtangankan, jika wesel dipindahtangankan berarti yang membuat wesel akan membayar pada orang atau badan yang memegang wesel tersebut pada saat jatuh tempo. Wesel yang dapat dipindahtangankan dapat didiskontokan ke bank sebelum jatuh temponya. Seperti halnya piutang maka piutang wesel harus dipisahkan untuk wesel dagang, wesel dari pegawai dan Iain-lain. Wesel yang sudah jatuh tempo tetapi belum dilunasi harus dicatat terpisah dari wesel yang belum jatuh tempo, lazimnya dicatat dalam rekening piutang wesel menunggak. Piutang wesel dapat dipisahkan menjadi dua yaitu: 1. 2. Piutang wesel tidak berbunga. Piutang wesel berbunga.

Diskonto wesel adalah meminjam uang ke bank dengan menggunakan wesel sebagai jaminan. Bank akan memberikan pinjaman tetapi dikurangi dengan bunga yang diperhitungkan selama jangka waktu diskonto. Bunga yang diperhitungkan ini disebut juga diskonto. Pendiskontoan wesel ini biasanya dilakukan dengan syarat jika pembuat wesel tidak melunasi weselnya pada tanggal jatuh tempo, maka pihak yang mendiskontokan bertanggung jawab untuk melunasi wesel tersebut. Kewajiban melunasi wesel bagi pihak yang mendiskontokan merupakan utang yang belum pasti (contingent liabilities) sehingga harus nampak dalam catatan. Bunga diskonto wesel dihitung dengan cara sebagai berikut: Bunga (diskonto) = nilai jatuh tempo x tarif diskonto x periode diskonto Piutang Wesel Sebab-sebab terjadinya wesel : 1. Mengganti piutang yang sudah jatuh tempo tapi belum dibayar 2. Ditetapkan dalam syarat jual beli 3. Pinjaman dalam bentuk uang tunai

Piutang Wesel

57

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Jenis-jenis piutang wesel : 1. Wesel tidak berbunga : wesel yang pada saat jatuh tempo dibayar sebesar nilai nominalnya 2. Wesel berbunga : wesl yang pada saat jatuh tempo dibayar sebesar nilai nominalnya dan ditambah dengan bunga . Masalah pendiskontoan wesel : a. Menentukan nilai jatuh tempo dari wesel = nilai nominal + bunga b. Bunga wesel = Nilai nominal x Tarif bunga x Jangka waktu wesel c. Jangka waktu wesel = dari tanggal wesel ke tanggal jatuh tempo d. Jumlah diskon = Nilai jatuh tempo x tariff dskon x jangka waktu diskon e. Jangka waktu diskon = dari tanggal penjualan ke tanggal jatuh tempo f. Hasil penjualan/pendiskontoan = Nilai jatuh dikurangi diskon Saat jatuh tempo wesel : bila wesel sudah jatuh tempo dapat terjadi hal-hal sbb : a. Dilunasi b. Tidak dilunasi c. Diperpanjang Contoh : Wesel Tidak Berbunga a. Pada tanggal 15 Maret 2009 PT. Mentari menjual barang dagangan sebesar Rp. 16.000.000 kepada PT. Rembulan dengan utang piutang biasa. b. Tanggal 25 Maret 2009 disepakati oleh PT. Mentari dan PT. Rembulan bahwa utang piutang biasa dari jual-beli barang dagangan pada 15 Maret 2009 dirubah menjadi utang-piutang wesel yang berdiskon. Tanggal jatuh tempo ditetapkan 25 September 2009. c. Tanggal 25 Juli 2009 PT. Rembulan menjual wesel kepada PT. Bintang dengan diskon sebesar 2% sebulan. d. Tanggal 25 September PT. Rembulan melunasi utangnya sebesar Rp. 16.000.000 kepada PT. Mentari dengan tepat. Diminta : Buatlah ayat jurnal yang diperlukan oleh PT. Mentari
58 Piutang Wesel

520.000.000 59 .000.000.000 8.000 8.Maret 25-Maret 25-Juli Description Account Receivable Sales Penjualan kredit Notes Receivable Account Receivable Perubahan menjadi piutang wesel Cash Interest Expense Notes Receivable Discounted Pendiskontoan piutang wesel Notes Receivable Discounted Notes Receivable Penghapusan rekening piutang wesel Debit 8.000 x 3% x 2 = Rp 480.000.000 Perhitunngan : Discount : Rp 8.000.000.000 8.000.520.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Date 15 .000 Credit 8.000 7.000.000 = 7.000 Bila pada tanggal jatuh tempo piutang wesel tidak dilunasi (wesel tidak berbunga) Jurnal yang dibuat oleh PT.000.000 8.000 – Rp 480.000. Mentari Date Description Notes Receivable Discounted Notes Receivable Penghapusan rekening piutang wesel Account Receivable Cash Penghapusan rekening piutang wesel Piutang Wesel Debit 8.000.000 8.000.000 Hasil pendiskontoan wesel = Rp 8.000.000 Credit 8.000 8.000 480.000 8.

dan PT.324.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Bila pada tanggal jatuh tempo piutang wesel diperpanjang. Tanggal 1 Pebruari 2008 disepakati oleh PT.000 Credit 8.000. d. Mentari menjual barang dagangan sebesar Rp 8.000.000 8. PT.000 9.000.000 8. dengan diskon sebesar 3% sebulan. Dara Jurnal yang dibuat oleh PT.000.000 kepada PT. c. Nusa dengan utang-piutang biasa b. Mentari Contoh : WESEL BERBUNGA a.800 1. Tanggal 1 Agusutus PT. Nusa.000. Mentari dan PT. Tanggal jatuh tempo ditetapkan tanggal 1 Agustus 2008. Tanggal 1 Juni 2008 PT.000.000 8.000 8.000 60 Piutang Wesel . Nusa melunasi utangnya sebesar Rp 8. maka tidak dilakukan jurnal oleh PT. Dara dengan tepat. Mentari. Dara. Nusa bahwa utang piutang biasa dari jual-beli barang dagangan pada 24 Januari 2008 yang lalu. Pada tanggal 24 Januari 2008 PT.800 8.000 kepada PT. Mentari menjual notes receviablenya kepada PT.000.324. Ria Date Description Account Receivable Sales Penjualan kredit Notes Receivable Account Receivable Perubahan menjadi piutang wesel Cash Interest Expense Notes Receivable Discounted Pendiskontoan piutang wesel Notes Receivable Discounted Notes Receivable Penghapusan rekening piutang wesel Debit 8.000. dirubah menjadi utang-piutang wesel yang berbunga 4% per bulan.000. Diminta : Buatlah ayat jurnal yang diperlukan untuk PT.

000 = Rp 9.000 Cash 9.920.000 Penghapusan rekening piutang wesel Account Receivable *) 9.Rp 8.000 yaitu sebesar nilai jatuh tempo dengan asumsi tidak ada protes fee.200 Hasil pendiskontoan wesel = Rp 9.000 Discounted Notes Receivable 8.000 . Mentari Date Description Debit Credit Notes Receivable 8.000 x 4% x 6 = Rp 1.Rp 595. Piutang Wesel 61 .800 Pendapatan bunga saat pendiskontoan = Rp 9.200 = Rp 9.920.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Perhitungan : Bunga wesel saat jatuh tempo = Rp 8.000 Bila pada tanggal jatuh tempo piutang wesel tidak dilunasi (wesel berbunga) Jurnal yang dibuat oleh PT.000 Discount : Rp 9920.000.324.000 Nilai jatuh tempo = Rp 8.000.920.000 x 3% x 2 = Rp 595.000 .920.920.000.324.000 Penghapusan rekening piutang wesel *)Account receivable menjadi sebesar Rp 9.920.000.920.000.000 + 1.

3. 5. 4. Apakah perbedaan antara piutang dagang dengan piutang wesel yang anda ketahui? Jelaskan! Diskonto dari piutang wesel berbunga yang didiskontokan dihitung atas dasar apa? Jelaskan! Sebutkan dua cara menggunakan piutang untuk memenuhi kebutuhan uang yang segera! Mengapa diperlukan rekening cadangan retur penjualan? Jelaskan! Sebutkan contoh-contoh piutang bukan usaha! 62 Piutang Wesel .Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. 2.

PT Hasna Utama mendiskontokan wesel ini ke bank Ekuiti dan dikenai diskonto 10% per tahun. Tuan Tamma melunasi weselnya. Wesel ini berjangka waktu 6 bulan akan jatuh tempo tanggal 31 Januari 2008.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Aplikasi PT Hasna Utama pada tanggal 31 Juli 2007 menerima wesel dari Tuan Tamma untuk menggantikan utangnya sebesar Rp750. bank Ekuiti menagih PT Hasna Utama ditambah biaya penagihan Rp l. b. PT Hasna Utama.-. Pada tanggal 31 Oktober 2007.000. Tuan Tamma tidak membayar.000. Piutang Wesel 63 . Tuan Tamma melunasi weselnya pada PT Hasna Utama tanggal 31 Maret 2008 ditambah denda tunggakan sebesar 12% per tahun. dan bank Ekuiti dengan beberapa asumsi: a. Pada tanggal jatuh tempo. PT Hasna Utama mengendorse wesel ini yang artinya akan melunasinya bila Tuan Tamma tidak membayar. Pada tanggal jatuh tempo. Pertanyaan: Buatlah jurnal untuk mencatat transaksi di atas dalam buku Tuan Tamma.-. bunga 12% per tahun.

serta pengungkapannya di neraca. Tujuan 1. Dalam perusahaan manufaktur persediaan barang yang dimiliki terdiri dari jenis yang berbeda yang digunakan untuk memproduksi barang jadi. 64 Mahasiswa mampu menjelaskan pengakuan & pengukuran persediaan Mahasiswa mampu menjelaskan & menerapakan berbagai menerapkan metode penilaian dan pengukuran persediaan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I PERSEDIAAN BARANG Overview Persediaan adalah barang-barang yang dimiliki untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi barang-barang yang akan dijual. 2. 3. Mahasiswa Mampu menjelaskan masalah khusus persediaan Persediaan Barang . Dalam perusahaan dagang barang-barang yang dibeli dengan tujuan akan dijual kembali diberi nama persediaan barang.

Istilah persediaan digunakan untuk menyatakan suatu jumlah barang yang berwujud. sedangkan perusahaan industri membeli bahan-bahan mentah yang selanjutnya diproses menjadi barang jadi. Perusahaan dagang membeli barang kemudian dijual tanpa merubah bentuk. Misalnya pada perusahaan Tekstil. Dalam perusahaan industri terdapat 3 (tiga) jenis persediaan yaitu: a. Barang dalam proses (work in process/goods in process) Barang dalam proses adalah barang-barang yang pada tanggal penyusunan neraca belum selesai dikerjakan dan perlu pengerjaan lebih lanjut. Barang dalam proses (work in process inventory) c. Persediaan ini biasanya terdiri dari 3 unsur yaitu : Bahan langsung. Dalam perusahaan dagang hanya ada satu jenis persediaan yaitu persediaan barang dagangan (merchandise inventory).1 Pengertian Persediaan Barang Persedian adalah barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali dalam aktivitas normal perusahaan atau untuk diproses terlebih dahulu kemudian dijual.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 6. Tenaga kerja langsung. Biaya barang selesai ini terdiri dari unsur bahan mentah/baku langsung. Barang jadi (finished goods) Bahan Baku (Raw Materials) Bahan Baku/mentah adalah barang-barang yang dimiliki untuk dipergunakan dalam aktivitas proses produksi yang merupakan bagian terbesar yang terkandung dalam produksi tersebut. benang merupakan bagian terbesar dalam pembuatan kain yang terdapat pada pabrik tekstil. dan biaya produksi tidak lanngsung. Bahan Baku (raw material inventory) b. Persediaan Barang 65 . tenaga kerja langsung dan biaya produksi tidak langsung. Barang Selesai (finished goods) Barang Selesai adalah hasil produksi yang siap untuk dijual.

 Arus harga pokok dengan metode taksiran. metode rata-rata tertimbang. Menentukan Harga Pokok penjualan (Cost of goods sold/cost of merchandise sold) dan harga pokok persediaan barang. Metode Perpetual : FIFO LIFO. Metode persediaan dasar. FIFO. pokok berdasarkan Metode periodik : metode ratarata sederhana. III Metode Penilaian persediaan . jika digunakan metode ini maka pada akhir periode Menentukan besarnya nilai persediaan barang yang akan dicantumkan Persediaan Barang 66 .  Metode Harga Pokok. Rata-rata bergerak (moving average) b. LIFO.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Metode yang perlu diketahui sehubungan dengan masalah persediaan : No Penjelasan Penekanan Untuk 1 Metode Pencatatan persediaan :  Metode Phisik/periodik  11 Metode buku/perpetual Mencatat persediaan barang pada saat dibeli dan dijual Metode Arus Harga Pokok:  Arus harga pokok sesuai dengan arus fisik barang  metode tanda pengenal khusus (special identified system)  Arus harga anggapan: a. apabila perhitungan persediaan secara fisik tidak mungkin dilakukan seperti karena musibah kebakaran. Maka digunakan metode taksiran yaitu metode harga eceran dan metode laba kotor.

.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I tidak diperlukan jurnal penyesuaian.2) Harga pokok penjualan Rp xxx Catatan :1) Data diambil dari saldo buku besar rekening yang bersangkutan 2) Data diambil dari hasil stock opname Persediaan Barang 67 .…….2. Perhitungan harga pokok penjualan dilakukan dengan cara sebagai berikut : Persediaan barang awal Rp xxx ……………1) Pembelian (neto) xxx (+) Barang tersedia untuk dijual Rp xxx Persediaan barang akhir xxx (-) ... karena dari sejak awal pembelian barang dicatat sebesar harga perolehannya.. Karena tidak ada catatan mutasi persediaan barang maka harga pokok penjualan juga tidak dapat diketahui sewaktu-waktu... Dalam metode ini mutasi persediaan barang tidak diikuti dalam buku-buku.1 Metode Fisik / Periodik Penggunaan metode fisik mengharuskan adanya perhitungan barang yang masih ada pada tanggal penyusunan laporan keuangan. Perhitungan persediaan (stock opname) ini diperlukan untuk mengetahui berapa jumlah barang yang masih ada dan kemudian diperhitungkan harga pokoknya.. Harga pokok penjualan baru dapat dihitung apa-bila persediaan akhir sudah dihitung. atau lower of cost of market/LCM) dalam neraca 6.. setiap pembelian barang dicatat dalam rekening pembelian..  Metode Harga terendah antara harga perolehan dan harga pasar (Cost of market whichever is lower/COMWIL.2 Metode Pencatatan Atas Persediaan Terdapat dua metode yang dapat digunakan pada pencatatan persediaan yaitu : 6.

000 dengan harga pokok Rp 32. Rekening yang digunakan untuk mencatat persediaan ini terdiri dari beberapa kolom yang dapat dipakai untuk mencatat pembelian. Rincian dalam buku pembantu bisa diawasi dari rekening kontrol persediaan barang dalam buku besar.000 4.000 Cr.000 Cr. karena tidak perlu lagi mengadakan 68 Persediaan Barang . Piutang 450.000 Dr.000 2. Penjualan 450. Hutang 75.2 Metode Buku / Perpetual Dalam metode ini setiap jenis persediaan dibuatkan rekening sendirisendiri yang merupakan buku pembantu persediaan. Hutang Dagang 600. penjualan dan saldo persediaan.000 3.000 Dr. Piutang 36.000 dengan harga pokok Rp 400.000 Cr. Masing-masing kolom dirinci lagi untuk kuantitas dan harga perolehannya.2. Retur penjualan Rp 36.000 Dr. Pembelian barang dagangan secara kredit sebesar Rp 600. Pembelian 600. Penjualan Kredit Rp 450. Retur Penjualan 36. Retur pembelian 75. Penggunaan metode buku akan memudahkan penyusunan neraca dan laporan laba rugi jangka pendek.000 Dr.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Untuk lebih jelasnya kita lihat ilustrasi di bawah ini: 1. Tidak diikutinya mutasi persediaan dalam buku menjadikan metode ini sangat sederhana baik pada saat pencatatan pembelian maupun pada waktu melakukan pencatatan penjualan 6. maka perhitungan fisik akan memakan waktu yang cukup lama dan akibatnya laporan keuangan juga akan terlambat. Bila barang yang dimiliki jenisnya dan jumlahnya banyak. Retur Pembelian sebesar Rp 75.000 Cr.000 Apabila menggunakan metode fisik akan timbul masalah yaitu jika diinginkan menyusun laporan keuangan jangka pendek atau interim (bulanan) maka setiap bulan harus mengadakan penghitungan fisik atas persediaan barang. Setiap perubahan dalam persediaan diikuti dengan pencatatan dalam rekening persediaan sehingga jumlah persediaan sewaktuwaktu dapat diketahui dengan melihat kolom saldo dalam rekening persediaan.

3.000 dengan harga pokok Rp 400.000 Cr.000 Cr. Persediaan Barang dagangan 400.000 Cr.000 Penjualan Kredit Rp 450. Retur Pembelian sebesar Rp 75. Bila jumlah dalam gudang lebih kecil dibanding dengan saldo rekening persediaan maka rekening persediaan dikurangi. dapat diadakan penelitian terhadap sebab-sebab terjadinya perbedaan itu.000 Mencatat retur penjualan : Dr. Hutang Dagang 600. Apakah selisih itu normal dalam arti susut atau rusak.000 dengan harga pokok Rp 32. Bila terdapat selisih jumlah persediaan antara hasil perhitungan fisik dengan saldo rekening persediaan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I perhitungan fisik untuk mengetahui jumlah persediaan akhir. Persediaan Barang Dagangan 600.000 Dr.000 2. Piutang 36.000 Cr.000 Mencatat Harga Pokok penjualan dan pengeluaran persediaan : Dr.000 Mencatat penjualan Kredit : Dr.000 Cr. Pembelian barang dagangan secara kredit sebesar Rp 600. Persediaan Barang dagangan 32.000 Cr. setidak-tidaknya setahun sekali perlu diadakan pengecekan apakah jumlah barang dalam gudang sesuai dengan jumlah dalam rekening persediaan. Persediaan Barang 69 . Walaupun neraca dan laporan laba rugi dapat segera disusun tanpa mengadakan perhitungan fisik atas barang.000 4.000 Mencatat masuknya kembali persediaan barang : Dr. Harga Pokok Penjualan 32. Penjualan 450. Contoh penggunaan metode buku / perpetual : 1. Persediaan Barang Dagangan 75. dan sebaliknya. yaitu diselewengkan. Harga Pokok Penjualan 400. Piutang 450. ataukah tidak normal. Hutang 75.000 Retur penjualan Rp 36. Retur Penjualan 36. Selisih yang terjadi akan dicatat dalam rekening selisih persediaan dan rekening lawannya adalah rekening persediaan barang. Pengecekan ini dilakukan dengan cara membandingkan hasil perhitungan fisik dengan jumlah dalam rekening persediaan.000 Dr.

Berapa Harga pokok penjualan tanggal 25 Desember ? 2. Pada Jurnal pembelian rekening yang didebet adalah rekening “persediaan barang dagangan”. sehingga ada kemungkinan untuk pembelian barang dagangan yang sama tetapi harga belinya berbeda. Pada jurnal penjualan terdapat satu jurnal lagi yang mencatat pembebanan harga pokok barang yang dijual.3 Arus Harga Pokok (AHP) Pembelian Barang dagangan dalam satu periode dapat dilakukan berkali-kali. Contoh : Transaksi-transaksi yang berhubungan dengan persediaan barang dagangan selama bulan desember 2008 di PT Aneka. Berapa Harga pokok persediaan barang dagangan akhir sebanyak 25 unit ? Untuk menjawab kasus diatas perlu diketahui bahwa metode AHP yang dianut perusahaan. Tgl 5 : Persediaan barang dagangan 10 Unit @ Rp 10 = Rp 100 Tgl 16 : Pembelian barang dagangan 75 Unit @ Rp 12 = Rp 900 Tgl 20 : Pembelian barang dagangan 20 Unit @ Rp 15 = Rp 300 Tgl 25 : Penjualan 80 Unit dengan harga jual @ Rp 30 = Rp 2400 Tgl 31 : Persediaan Barang dagangan akhir 25 unit Masalahnya adalah : 1. 2. Sedangkan dalam metode fisik karena harga pokok dihitung dengan metode selisih persediaan maka kekurangan/kelebihan persediaan akan tercampur dalam harga pokok penjualan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Dari hal tersebut diatas dapatlah disebutkan bahwa pada metode perpetual : 1. 6. LIFO atau AVERAGE. Dengan demikian rekening harga pokok penjualan hanya menunjukkan harga pokok barang-barang yang dijual. 70 Persediaan Barang . Selisih persediaan tidak termasuk dalam harga pokok penjualan tetapi dicatat sendiri. apakah FIFO. yaitu didebet rekening “harga pokok penjualan dan kredit “Persediaan barang dagangan”.

380 c.020 = 1. akhir 25 Unit = Rp 360 Laba Kotor : Penjualan – HPP 2. LIFO Penjualan 80 Unit Tanggal 20 20 Unit @ Rp 15 Tanggal 16 60 Unit @ Rp 12 HPP 80 Unit = Rp 300 = Rp 720 = Rp 1. Average HPP 80 Unit x Rp 1.460 b.940 Laba Kotor = Rp 1.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 1. FIFO Maka HPP dari 80 Unit Penjualan Penjualan 80 Unit Tanggal 5 10 Unit @ Rp 10 = Rp 100 Tanggal 16 70 Unit @ Rp 12 = Rp 840 HPP 80 Unit = Rp 940 Harga Pokok Persediaan Barang dagangan akhir : Tanggal 16 5 unit @ Rp 12 = Rp 60 Tanggal 20 20Unit @ Rp 15 = Rp 300 Persd.400 .300 105 Unit = Rp 960 Persediaan Akhir 25 Unit x (1300:105)= Rp 300 Laba Kotor : 2400 – 990 = 1.410 Persediaan Barang 71 .400 – 1. Metode Fisik / Periodik a.020 Harga Pokok Persediaan Barang dagangan akhir : Tanggal 16 15 Unit @ Rp 12 = Rp 180 Tanggal 5 10 Unit @ Rp 10 = Rp 100 Persd Akhir 25 Unit = Rp 280 Laba Kotor = 2.

Metode Buku / Perpetual a.400 – 1. FIFO Tgl 5 16 20 Pembelian Unit Harga Jumlah Penjualan Unit Harga Jumlah Persediaan Unit Harg Jumlah a 10 10 100 10 10 100 75 12 900 10 10 100 75 12 900 20 15 300 5 20 25 12 15 60 300 360 75 20 12 15 900 300 25 10 70 95 1200 80 10 12 100 2100 2400 Jml HPP Persediaan akhir Laba Kotor b.020 = 1. Tgl 5 16 20 940 360 2400 – 940 = 1.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 2.460 Persediaan Unit 10 10 75 10 75 20 Harg a 10 10 12 10 12 15 10 12 Jumlah 100 100 900 100 900 300 100 180 280 LIFO Pembelian Unit Harga Jumlah Unit Penjualan Harga Jumlah 75 20 12 15 900 300 25 20 60 95 1200 80 15 12 300 720 1020 Jml 10 15 25 HPP Persediaan akhir Laba Kotor 72 1020 280 2.380 Persediaan Barang .

2.440 Persediaan Harg Jumla a h 10 10 100 85 12 1000 105 12 1300 25 12 300 25 12 300 Unit 6. Terdapat dua syarat pengiriman yaitu : 1.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I c. harus diketahui syarat pengiriman barang-barang tersebut. Syarat pengiriman free on board destination berarti bahwa hak atas barang baru berpindah pada pembeli jika barang-barang yang dikirim Persediaan Barang 73 . Free on board shipping point. Barang-barang dalam Perjalanan (Goods in Transit) Barang-barang yang pada tanggal neraca masih dalam perjalanan menimbulkan masalah apakah masih menjadi milik penjual atau sudah berpindah haknya pada pembeli. Untuk mengetahui pemilik dari barangbarang tersebut.4 Masalah Pemilikan Persediaan Barang Untuk menentukan apakah barang itu sudah dapat dicatat sebagai persediaan dasar yang digunakan adalah hak pemilikan.400 – 960 80 80 12 12 960 960 = 1. Kesulitan menentukan perpindahan hak atas barang antara lain timbul dalam keadaan seperti berikut ini: A. Tgl Average Pembelian Unit Harg Jumla a h 900 300 Unit Penjualan Harg Jumla a h 5 16 75 12 20 20 15 25 Jml 95 HPP Persediaan akhir Laba Kotor 1200 960 300 2. sehingga perubahan catatan persediaan akan didasarkan pada perpindahan hak pemilikan barang. Kadang-kadang terdapat keadaan di mana sulit untuk menentukan hak pemilikan barang sehingga dalam praktek akan ditemui adanya penyimpangan-penyimpangan. apabila barang-barang dikirim dengan syarat free on board shipping point maka hak atas barang yang dikirim berpindah pada pembeli ketika barang-barang tersebut diserahkan pada pihak pengangkut. Barang-barang akan dicatat sebagai persediaan pihak yang memiliki barang-barang tersebut.

hak barang tersebut masih tetap pada yang menitipkan sampai saat barang-barang tersebut dijual. pihak yang menitipkan (consignor) mencatat penjualan dan mengurangi persediaan barangnya. Barang-barang yang dipisahkan tersendiri dengan maksud untuk memenuhi kontrak-kontrak atau pesanan-pesanan walaupun belum dikirim. Penjualan Angsuran (Installment Sales) Dalam penjualan angsuran hak atas barang tetap pada penjual sampai seluruh harga jualnya dilunasi. Pembeli akan melaporkan barang-barang tersebut dalam persediaannya 74 Persediaan Barang . Sebelum barangbarang tersebut dijual masih tetap menjadi persediaan pihak yang menitipkan (consignor). barang-barang yang dititipkan untuk dijualkan atau dikonsinyasikan. Pada waktu menerima laporan. sedangkan pembeli mencatat pembelian dan menambah persediaan barangnya. C. Apabila barang-barang itu sudah dijual maka yang menerima titipan membuat laporan pada yang menitipkan. haknya sudah berpindah pada pembeli. Barang-barang yang Dipisahkan (Segregated Goods) Seringkali terjadi suatu kontrak penjualan barang dalam jumlah besar se-hingga pengirimannya tidak dapat dilakukan sekaligus. Pada saat tersebut penjual mengurangi persediaan barangnya dan mencatat penjualan. Barang-barang Konsinyasi (Consignment Goods) Dalam cara penjualan titipan. Pihak yang menerima titipan (consignee) tidak mempunyai hak atas barang-barang tersebut sehingga tidak mencatat barang-barang tersebut sebagai persediaannya. harus dikeluarkan dari jumlah persediaan penjual dan dicatat sebagai penjualan. Penjual akan melaporkan barang-barang tersebut dalam persediaannya dikurangi dengan jumlah yang sudah dibayar. D. Begitu pula pembeli dapat mencatat pembelian dan menambah persediaan barangnya. Jadi perpindahan hak atas barang terjadi pada tanggal penerimaan barang oleh pembeli. B. Oleh karena itu pada tanggal penyusunan laporan keuangan jika ada barang-barang yang dipisahkan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I sudah diterima oleh pembeli.

00 yang pembayarannya akan diangsur selama 5 tahun. Ada beberapa cara penjualan angsuran di mana masing-masing cara akan ditentukan pencatatannya yaitu : (a) Dibeli mesin dengan harga Rp20.000.000.000. Jurnal yang dibuat oleh pembeli untuk mencatat pembelian mesin dan angsuran setiap tahun sebagai berikut : Persediaan Barang 75 . Beban bunga 1. setiap tahun sebesar Rp 4.00 diangsur lima tahun setiap tahunnya Rp 6.00 Cr. Akhir tahun kedua: Dr.000.000.000.000.00 Cr.000.00 Dr.000.000. Dalam cara penjualan seperti ini bunga selama masa angsuran inklusif dalam harga mesin.000.00 tanpa bunga.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I sejumlah yang sudah dibayarkannya.000.000.000.000. Kas Rp 5. Utang Rp 20.00 = Rpl.000. Jika dibeli tunai maka harga mesin itu Rp 20. Harga perolehan (cost) mesin adalah sebesar harga tunainya dan selisihnya dicatat sebagai biaya bunga.000.00 Dr.600.00 Cr.000. (b) Mesin dibeli dengan harga Rp 30.00 Akhir tahun pertama: Dr.600.00 Bunga: 10% x Rp 20.00 Bunga: 10% x Rpl6. Beban bunga 2.00 = Rp 7.000.000.000.000. Mesin Rp 20.000.000. Apabila dianggap bahwa kemungkinan pembatalan penjualan tersebut adalah kecil maka penjual dapat mengakuinya sebagai penjualan biasa yang diangsur dan pembeli dapat mencatatnya sebagai pembelian biasa yang pembayarannya diangsur.00 ditambah bunga 10% per tahun.000.000. Utang Rp 4.000. Jurnal yang dibuat oleh pembeli untuk mencatat pembelian mesin dan pembayaran angsuran adalah sebagai berikut : Pembelian mesin: Dr.00.000.00.000. Utang Rp 4.00 dan seterusnya. Kas Rp 6.600.000.000.

Utang Akhir tahun pertama: Dr.000.000. Beban bunga Rp 8.00 Cadangan bunga dalam neraca dikurangkan pada jumlah utang pembelian mesin sehingga dapat menunjukkan nilai tunai utang pada tanggal neraca. Cadangan bunga Rp 6.00 dan seterusnya.000. Biaya bunga Rp 6.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pembelian mesin : Dr.000. Mesin Dr.00 Rp 6.000.000. Potongan seperti ini disebut potongan tunai yang dalam akuntansi dicatat dalam rekening Potongan Pembelian. Biaya bunga Rp 20.00 Cr.000. E.000. Beban bunga Cr.000.00 Jurnal penyesuaian kembali: Dr. Pada awal tahun berikutnya dibuat jurnal penyesuaian kembali sebagai berikut : Dr.00 Cr.000.Biaya bunga Rp 6. Kas Jurnal penyesuaian: Dr. Kas Rp 6.000.00 10.000.000.000.000. Cadangan bunga Rp 6.000. Pada prinsipnya potongan yang diterima adalah pengurang terhadap harga pokok persediaan.00 Cr. Utang Cr.00 Rp 30.000.000.00 Jurnal penyesuaian: Dr.00 Rp 6.000.000.00 Akhir tahun kedua: Dr.000. Tetapi kadangkadang ditemui adanya perlakuan terhadap potongan pembelian sebagai 76 Persediaan Barang .00 Rp 8.000.000.000.00 Cr. Utang Rp 6.000. Cadangan bunga Cr.00 Rp 8.000. Potongan Pembelian Dalam pembelian barang sering ada ketentuan mengenai cara pembayaran. apabila dibayar dalam jangka waktu tertentu akan diberi potongan.000. Cadangan bunga Rp 8.000.000.

Pembelian (persediaan barang) Rp 500. Pembelian dicatat dengan harga bruto Tanggal 1 Desember 2005 : Dr. Utang Rp 500.00 Cr.00 Cr. Penerapan metode ini dapat diilustrasikan sebagai berikut : Pada tanggal 1 Desember 2005 dibeli barang dagangan dengan harga faktur Rp500.000. Pembayaran utang dilakukan pada tanggal 10 Desember 2005 sehingga diperoleh potongan pembelian sebesar 2%.00 Cr. cara ini sebetulnya tidak tepat karena mengakui pendapatan pada saat pembelian. Kas Rp 500.000.000.00 Cr.000. Utang Rp 500.000. Syarat pembayaran 2/10.00 Apabila pembayaran utang dilakukan sesudah tanggal 10 Desember 2005 berarti tidak diperoleh potongan. Masing-masing cara adalah sebagai berikut : Persediaan Barang 77 .000.00. pembayaran sebesar Rp 500.000. n/30. Utang Rp 500.000.00 Tanggal 10 Desember 2005 : Dr.00 dicatat dengan jurnal sebagai berikut : Dr. Pembelian dicatat dengan harga neto Dalam cara ini ada dua cara mencatat utang yaitu dengan jumlah neto atau dengan jumlah bruto.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I pendapatan Iain-lain.000. Kas Rp 490. sedangkan dalam akuntansi laba hanya timbul dari penjualan barang atau jasa dan bukannya timbul dari pembelian. Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi di atas sebagai berikut : a. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencatat potongan pembelian sebagai pengurangan terhadap harga pokok yaitu  Pembelian dicatat dengan harga bruto  Pembelian dicatat dengan harga neto dalam metode ini utang dapat dicatat neto atau bruto. Potongan pembelian Rp 10.00 b.

00 Utang 490.00 Cadangan 10.00 Rp Utang Cadangan pembelian Kas 490.000.00 Cadangan potongan pembelian Rp10.000.00 Rp 490.00 potongan pembelian 10 Desember 2005 Utang Kas 490.000.00 Potongan pembelian yang hilang Kas Rp Rp10.000.00 78 Persediaan Barang .000.000.000.000.000.00 Rp Utang Dicatat Bruto Pembelian (persediaan barang) Rp 490. Jumlah pembayaran utang sebesar Rp 500.00 Apabila pembayaran utang dilakukan sesudah tanggal 10 Desember 2005 berarti tidak mendapat potongan.00 Utang Rp 500.00 potongan Rp 10.000.000.00 Rp 500.00 500.000.000.00 dicatat sebagai berikut : Utang Rp 490.000.00 Utang Rp 500.00 Potongan pembelian yang hilang Kas Rp 500.00 10.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Utang Dicatat Neto 1 Desember 2005 Pembelian (persediaan barang) Rp 490.000.000.000.000.

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Rangkuman

1.

2. 3. 4.

Persedian adalah barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali dalam aktivitas normal perusahaan atau untuk diproses terlebih dahulu kemudian dijual. Istilah persediaan digunakan untuk menyatakan suatu jumlah barang yang berwujud. Dalam perusahaan dagang hanya ada satu jenis persediaan yaitu persediaan barang dagangan (merchandise inventory). Terdapat dua metode yang dapat digunakan pada pencatatan persediaan yaitu : Metode Fisik atau Periodik dan Metode Buku atau Perpetual Dalam Menghitung Arus Harga Pokok dapat diakukan dengan tiga cara yakni : FIFO, LIFO, dan AVERAGE. Masalah Pemilikan Persediaan Barang dagangan : a. Barang-barang dalam Perjalanan (Goods in Transit) b. Barang-barang yang Dipisahkan (Segregated Goods) c. Barang-barang Konsinyasi (Consignment Goods) d. Penjualan Angsuran (Installment Sales) e. Potongan Pembelian

Persediaan Barang

79

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Pilihan Ganda

Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat! Desember, 1 Jumlah persediaan 300 Unit @ Rp 3.000,11 Pembelian 200 Unit @ Rp 3.600,16 Penjualan 380 Unit 20 Pembelian 400 Unit @ Rp 3.300,25 Penjualan 370 Unit 29 Pembelian 100 Unit @ Rp 3.600,Berdasarkan data diatas, berapakah Unit persediaan Akhir barang (FIFO) tersebut: A. 100 Unit B. 150 Unit C. 250 Unit D. 120 Unit E. 30 Unit Bila Menggunakan metode Periodik – FIFO berapakah Harga pokok penjualan barang tersebut: A. 3.300.000 B. 2.445.000 C. 2.475.000 D. 2.421.000 E. 2.650.000 Bila Menggunakan metode Periodik – Average berapakah Harga pokok penjualan barang tersebut: A. 3.300.000 B. 2.445.000 C. 2.475.000 D. 2.421.000 E. 2.650.000
Persediaan Barang

1.

2.

3.

80

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Latihan

Dibawah ini adalah informasi yang berhubungan dengan persediaan barang dagangan pada tanggal 31 Januari 2009 : Jan Jan Jan Jan 1 8 26 28 : Persediaan 40 Unit @ Rp 327.200 : Pembelian 30 Unit @ Rp 341.100 : Pembelian 20 Unit @ Rp 341.400 : Pembelian 40 Unit @ Rp 320.200 : 30 Unit @ Rp 360.500 : 25 Unit @ Rp 359.400 : 60 Unit @ Rp 345.500

Penjualan : Jan 4 Jan 15 Jan 30

Hitunglah : Persediaan Akhir Barang Dagangan, Harga Pokok Penjualan, dan Laba(Rugi) Bersih. Dengan menggunakan metode LIFO, FIFO & Average Perpetual dan LIFO, FIFO & Average periodic

Persediaan Barang

81

Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I AKTIVA TETAP BERWUJUD Overview Kendaraan. Aktiva tetap berwujud dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama. Aktiva tetap berwujud adalah aktiva-aktiva yang mempunyai bentuk fisik sifatnya relatif permanen dan digunakan dalam aktivitas normal perusahaan yang normal. 2. Meja. Tanah. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan konsep aktiva tetap berwujud Mahasiswa mampu menjelaskan konsep penilaian dan perolehan aktiva tetap berwujud 82 Aktiva Tetap Berwujud . Gedung. Tujuan 1. komputer merupakan salah satu contoh dari aktiva tetap.

misalnya bangunan. Dari bermacam-macam aktiva tetap berwujud akuntansi mengelompokannya sebagai berikut: a. b. Aktiva tetap berwujud yang dimiliki oleh suatu perusahaan dapat mempunyai macam-macam bentuk seperti tanah. kendaraan. Pengeluaran-pengeluaran seperti ini dicatat dalam rekening aktiva (dikapitalisasi). adalah pengeluaranpengeluaran untuk memperoleh suatu manfaat yang hanya dirasakan dalam periode akuntansi yang bersangkutan. mesin. Aktiva Tetap Berwujud 83 . (b) Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures). Aktiva tetap yang umumnya tidak terbatas tidak dilakukan penyusutan terhadap harga perolehannya. peralatan. yaitu: (a) Pengeluaran modal (capital expenditures). bangunan. Aktiva tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya bisa diganti dengan aktiva yang sejenis. c. mesin-mesin dan alat-alat. Istilah relatif permanen menunjukkan sifat di mana aktiva yang bersangkutan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama tetapi untuk tujuan akuntansi jangka waktu penggunaan ini dibatasi menjadi lebih dari satu periode akuntansi sehingga aktiva berwujud yang umumnya lebih dari satu periode akuntansi dikelompokkan sebagai aktiva tetap berwujud. kendaraan dan Iain-lain. sedangkan aktiva tetap yang terbatas umumnya dilakukan penyusutan harga perolehannya. mebelair dan Iain-lain. Aktiva tetap yang umurnya tidak terbatas seperti tanah untuk usaha Aktiva tetap yang umumnya terbatas dan apabila sudah habis masa penggunaannya tidak dapat diganti dengan aktiva yang sejenis. adalah pengeluaranpengeluaran untuk memperoleh suatu manfaat yang akan dirasakan lebih dari satu periode akuntansi.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 7. Perlakuan akuntansi terhadap pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan perolehan dan penggunaan aktiva tetap dapat dibagi menjadi dua. misalnya sumber-sumber alam seperti tambang.1 Pengertian Aktiva Tetap Berwujud Aktiva tetap berwujud adalah aktiva-aktiva yang berwujud yang sifatnya relatif permanen yang digunakan dalam aktivitas normal perusahaan. hutan dan Iain-lain. Oleh karena itu pengeluaran-pengeluaran seperti ini dicatat dalam rekening biaya. Aktiva tetap yang dapat diganti dengan aktiva yang sejenis penyusutannya disebut depresiasi sedang penyusutan sumber alam disebut deplesi.

Adapun cara perolehan aktiva tetap adalah sebagai berikut : 1. premi asuransi dalam perjalanan. Sedang untuk aktiva yang umumnya terbatas dicantumkan dalam neraca sebesar harga perolehannya dikurangi dengan akumulasi depresiasi/deplesi. Yang dimaksud dengan biaya perolehan aktiva tetap adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aktiva pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan aktiva tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk digunakan. dilaporkan dalam neraca sebesar harga perolehannya.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Jadi dasar pertimbangan dalam pencatatan pengeluaran-pengeluaran untuk aktiva tetap adalah berapa lama manfaat pengeluaran tersebut dapat dirasakan. Sesudah aktiva tetap itu diperoleh dan dalam masa penggunaan maka aktiva yang umumnya tidak terbatas seperti tanah. maka potongan tunai tersebut merupakan pengurangan terhadap harga faktur. 7. hanya satu periode atau lebih dari satu periode akuntansi. seperti biaya angkut. Harga perolehan dikurangi akumulasi depresiasi/deplesi disebut nilai buku.2 Perolehan Aktiva Tetap Aktiva tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara. biaya balik nama. tidak memandang apakah potongan itu didapat atau tidak. biaya pemasangan dan biaya percobaan. Jurnal untuk membeli aktiva tetap adalah: Dr Tanah Cr Kas Rp xx Rp xx 2. Pembelian Tunai. Semua biaya-biaya di atas dikapitalisasi sebagai harga perolehan aktiva tetap. Aktiva tetap berwujud yang diperoleh dari pembelian tunai dicatat dalam buku-buku dengan jumlah sebesar uang yang dikeluarkan. Dalam jumlah uang yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva tetap termasuk harga faktur dan semua biaya yang dikeluarkan agar aktiva tetap tersebut siap untuk dipakai. di mana masingmasing cara perolehan akan mempengaruhi penentuan harga perolehan. Pembelian secara gabungan / Lumpsum Harga perolehan dari setiap aktiva yang diperoleh secara gabungan ditentukan dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan 84 Aktiva Tetap Berwujud . Apabila dalam pembelian aktiva tetap ada potongan tunai.

000. dicatat dalam buku sebesar harga pasar saham atau obligasi yang digunakan sebagai penukar. Apabila harga pasar saham atau obligasi itu tidak diketahui. Aktiva Tetap Berwujud 85 .00 Rp33.00.00 45.00  Rp26.00 Gedung Tanah Mesin Kas Rp26. Harga pasar setiap aktiva tetap itu diketahui sebagai berikut: Gedung Tanah Mesin : : : Rp35.00  Rp75.000.00  Rp33.00 Rp15.00  Rp75.000.000. Contoh jurnalnya adalah : PT.000.250.000.000. JAVA membeli aktiva tetap yang terdiri dari tanah.00 3.000.000.000. Pembelian dilakukan secara paket (lumpsum) dengan harga Rp.000.00  Rp15.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I perbandingan nilai wajar setiap aktiva yang bersangkutan.000.00 Rp100.000.000.000.250.000.000.000.000.00 20.000.00 Rp100.00 Harga perolehan setiap aktiva dihitung dengan cara sebagai berikut: Gedung Rp35.000.000. 75.000. Ditukar dengan Surat-surat Berharga Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara ditukar dengan saham atau obligasi perusahaan. Gedung dan mesinmesin.00 Tanah Rp45.000.000.000.00 Rp100. harga perolehan aktiva tetap ditentukan sebesar harga pasar aktiva tersebut. Perolehan Melalui Pertukaran a.750.000.000.000.00  Rp75.000.000.000.000. dalam keadaan seperti ini nilai pertukaran ditentukan oleh keputusan pimpinan perusahaan. Kadang-kadang harga pasar surat berharga dan aktiva tetap yang ditukar kedua-duanya tidak diketahui.00 Rp75.750.000.000.000.00 Mesin Rp20.

000.00.000 lembar saham biasa.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Nilai pertukaran ini dipakai sebagai dasar pencatatan harga perolehan aktiva tetap dan nilai-nilai surat-surat berharga yang dikeluarkan. Modal saham biasa Cr. contohnya : PT PERKASA bermaksud menukarkan sebuah mesin dengan 1.000. Ada masalah yang timbul bila harga pasar aktiva lama maupun baru tidak dapat ditentukan. Mesin Cr. Pembicaraan mengenai masalah rugi atau laba pertukaran akan dipisahkan menjadi dua yaitu pertama untuk pertukaran aktiva tetap yang tidak sejenis dan kedua. Dalam hal ini nilai buku aktiva lama akan digunakan sebagai dasar pencatatan pertukaran tersebut. Pertukaran aktiva tetap sejenis diatur untuk tidak mengakui adanya 86 Aktiva Tetap Berwujud . atau sering disebut tukar tambah.00 l0.000. Selain masalah di atas.000.000. Pertukaran mesin dengan saham ini dicatat dengan jurnal sebagai berikut: Dr. Agio saham 11. ekuivalen dengan nilai wajar aktiva tetap yang dilepaskan setelah disesuaikan jumlah kas atau setara kas yang ditransfer. selisih Nilai pertukaran dengan nilai nominal dicatat dalam rekening agio/disagio. baik seluruhnya atau sebagian dan kekurangannya dibayar tunai. masalah lainnya adalah pengakuan rugi atau laba yang timbul karena adanya pertukaran aktiva tetap tersebut.000.000. harga pasar saham sebesar Rp11. Pada saat pertukaran.00 1.000.00 Apabila dalam pertukaran ini perusahaan menambah dengan uang maka harga perolehan mesin adalah jumlah uang yang dibayarkan ditambah dengan harga pasar surat berharga yang dijadikan penukar. nominal @ Rp10. di mana aktiva lama digunakan untuk membayar harga aktiva baru. Harga perolehan aktiva tetap yang diperoleh dinilai sebesar nilai wajar aktiva tetap yang dilepas atau diperoleh. mana yang lebih andal. Pertukaran aktiva tetap dengan saham atau obligasi perusahaan akan dicatat dalam rekening modal saham atau utang obligasi sebesar nilai nominalnya. Yang dimaksudkan dengan harga pasar surat berharga adalah harga yang terjadi dalam bursa surat-surat berharga atau dalam transaksi dengan pihak lain yang bebas.00 per lembar. b. untuk pertukaran aktiva tetap yang sejenis. Ditukar dengan Aktiva Tetap yang Lain Banyak pembelian aktiva tetap dilakukan dengan cara tukarmenukar.

000 4. Rugi Penukaran Aktiva Cr.000 600.400.400.500.500. Akumulasi Penyusutan Dr.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I keuntungan atau kerugian.500.300.000 6.900.000 1. dan biaya (harga) perolehan aktiva tetap baru adalah jumlah tercatat dari aktiva tetap yang dilepaskan.500. o Pertukaran Aktiva Tetap Sejenis Yang dimaksud dengan pertukaran aktiva tetap yang sejenis adalah pertukaran aktiva tetap yang sifat dan fungsinya sama. 4.000 Aktiva Tetap Berwujud .500. Misalkan 1 bulan = 50 Rb Perhitungan : Harga beli Mesin Lama Akumulasi Penyusutan Nilai Buku mesin Lama Nilai mesin Lama Rugi Penukaran Mesin Jurnal : Dr. Kekurangan diselesaikan dengan uang tunai. Akumulasi Penyusutan sampai tanggal penukaran sebesar Rp. Mesin Tersebut diterima dengan harga Rp 1.300. Cr Mesin Kas 7. Harga Perolehan mesin lama Rp 6.400.000. tanah dengan gedung dan Iain-lain.000 1.000 6.Mesin Dr.000 4. Contoh : Pada Awal Tahun (4 Januari 2007) PT TEKUN menukarkan mesin lama dengan mesin baru.200.000 600.000.000 dan harga faktur mesin yang baru Rp 7.000 87 6.000. o Pertukaran Aktiva Tetap yang Tidak Sejenis Yang dimaksud dengan pertukaran aktiva tetap tidak sejenis adalah pertukaran aktiva tetap yang sifat dan fungsinya tidak sama seperti misalnya pertukaran tanah dengan mesin-mesin.

maka hal ini akan menyebabkan jumlah aktiva dan modal terlalu kecil.500.00 Depresiasi aktiva yang diterima dari hadiah dilakukan dengan cara yang sama dengan aktiva tetap yang lain.500.500. maka dalam harga perolehan aktiva tetap tidak boleh termasuk bunga.00 Rp6.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 4. Bunga selama masa angsuran baik jelas-jelas dinyatakan maupun yang tidak dinyatakan tersendiri.00 Rp6.00 4. Apabila aktiva dicatat sebesar biaya yang sudah dikeluarkan. Modal Hadiah/Donasi Rp2. Untuk menerima hadiah. juga beban depresiasi menjadi terlalu kecil.000.000. mungkin dikeluarkan biaya-biaya.00 4.000. 88 Aktiva Tetap Berwujud . Untuk mengatasi keadaan ini maka aktiva yang diterima sebagai hadiah dicatat sebesar harga pasarnya. Tanah Dr Gedung Cr.500. pencatatannya bisa dilakukan menyimpang dari prinsip harga perolehan. Bila hak atas aktiva tersebut sudah diterima maka barulah contingent assets tadi dicatat sebagai harta atau aktiva.00 Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut: Dr. tetapi biaya-biaya tersebut jauh lebih kecil dari nilai aktiva tetap yang diterima.000. Diperoleh dari hadiah atau donasi Aktiva tetap yang diperoleh dari hadiah atau donasi. 5. Apabila donasi yang diterima itu belum pasti akan menjadi milik perusahaan (karena tergantung pada terlaksananya perjanjian) maka aktiva dan modal dicatat sebagai elemen yang belum pasti (contingent).000.000. Pembelian Angsuran Apabila aktiva tetap diperoleh dari pembelian angsuran.000. Contoh sebuah perusahaan menerima hadiah berupa tanah dan gedung yang dinilai sebagai berikut: Tanah Gedung Rp2. harus dikeluarkan dari harga perolehan dan dibebankan sebagai biaya bunga.

Dalam pembuatan aktiva. Biaya pemeliharaan merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memelihara aktiva agar tetap dalam kondisi yang baik. Biaya reparasi kecil seperti penggantian baut. Reparasi dan Pemeliharaan Biaya reparasi dapat merupakan biaya yang jumlahnya kecil jika reparasinya biasa. biaya seperti ini adalah biaya penggantian oli. upah langsung dan factory overhead langsung.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 6. semua biaya yang dapat dibebankan langsung seperti bahan.Pada biaya reparasi besar dikapitalisasi dan pembebanannya sebagai biaya dilakukan dalam periode-periode yang menerima manfaat. Pembuatan aktiva ini biasanya dengan tujuan untuk mengisi kapasitas atau pegawai yang masih idle. Sedang dengan cara yang kedua harga pokok aktiva merupakan jumlah semua biaya langsung ditambah dengan tarif yang menjadi beban aktiva yang dibuat 7. mur. Apabila digunakan cara pertama maka harga pokok aktiva yang dibuat adalah semua biaya-biaya langsung untuk membuat aktiva itu ditambah dengan kenaikan biaya factory overhead. sehingga dicatat sebagai biaya pengeluaran pendapatan.3 Biaya-Biaya Selama Masa Penggunaan Aktiva Tetap Aktiva tetap yang dimiliki dan digunakan dalam usaha perusahaan akan memerlukan pengeluaran-pengeluaran yang tujuannya adalah agar dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. dan biaya lain yang serupa. Aktiva yang dibuat sendiri Perusahaan mungkin membuat sendiri aktiva tetap yang diperlukan seperti gedung. sekering mesin merupakan biaya yang sering terjadi. alat-alat dan perabot. Terdapat dua cara untuk mencatat biaya reparasi besar yaitu: Aktiva Tetap Berwujud 89 . Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk membebankan biaya factory overhead yaitu: (a) kenaikan biaya factory overhead yang dibebankan pada aktiva yang dibuat dan (b) biaya factory overhead dialokasikan dengan tarif kepada pembuatan aktiva dan produksi. pengecatan. Karena biaya reparasi dan pemeliharaan terjadi berulang-ulang maka manfaat biaya-biaya tersebut hanya dalam periode terjadinya. dan jumlahnya cukup besar jika reparasinya besar. pembersihan. Pengeluaran atau biaya-biaya tersebut adalah : 1.

2. Apabila bagian-bagian yang diganti itu biayanya cukup besar. Akhir-akhir ini sering terdapat tambahan mesin yang dipasang dalam pabrik untuk mengurangi pencemaran. apabila biaya ini dikeluarkan untuk memperpanjang umur aktiva tetap dan mungkin juga nilai residunya. maka harga perolehan bagian itu dihapuskan dari rekening aktiva dan diganti dengan harga perolehan yang baru. Penggantian bagian-bagian aktiva yang biayanya kecil diperlakukan dengan cara yang sama seperti reparasi kecil. Penggantian seperti ini biasanya terjadi karena aktiva lama sudah tidak berfungsi lagi (rusak). Perbaikan (Improvement) Adalah penggantian suatu aktiva dengan aktiva baru untuk memperoleh kegunaan yang lebih besar. Aktiva lama yang diganti dan akumulasi depresiasinya dihapuskan dari rekening-rekeningnya. Penambahan (Addition) Penambahan adalah memperbesar atau memperluas fasilitas suatu aktiva seperti penambahan ruang dalam bangunan. Menambah harga perolehan aktiva tetap. tetapi perbaikan yang memakan biaya yang besar dicatat sebagai aktiva baru. Perhitungan depresiasi untuk tahun-tahun berikutnya harus direvisi sesuai dengan perubahan nilai buku aktiva dan umur ekonomis yang baru.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I a. Biaya-biaya yang timbul dalam penambahan dikapitalisasi menambah harga perolehan aktiva dan didepresiasi selama umur ekonomisnya. Apabila alat tambahan itu dipasang menjadi satu dengan mesin maka biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan memasang alat itu merupakan suatu penambahan. b. misalnya penggantian dinamo mesin. apabila biaya ini dikeluarkan untuk menaikkan nilai kegunaan aktiva dan tidak menambah umumnya. Karena jumlah akumulasi depresiasi berkurang berarti nilai bukunya menjadi bertambah besar. Perbaikan yang biayanya kecil dapat diperlakukan seperti reparasi biasa. Begitu juga akumulasi depresiasi untuk bagian yang diganti dihapuskan. 90 Aktiva Tetap Berwujud . 3. 4. ruang parkir dan Iain-lain. Mengurangi akumulasi depresiasi. Penggantian Adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengganti aktiva atau suatu bagian aktiva dengan unit yang baru yang tipenya sama.

000.000.4 Pemberhentian Aktiva Aktiva tetap bisa dihentikan pemakaiannya dengan cara dijual. ditukarkan. Contoh pada pembelian dan penjualan setelah umur ekonomisnya berakhir seperti : Mesin yang dibeli pada tanggal 1 Februari 2005 dengan harga Rp3. ataupun karena rusak.650.00 2. Kas Dr. Akumulasi depresiasi mesin Cr. Dr.200.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 5.000.00 .000. Laba penjualan mesin 650. tanggal 1 Juli 2009 dicatat dengan jurnal sebagai berikut: Dr. pada tanggal 1 Juli 2009 dijual dengan harga Rp650.000.00 300.00 300.00. 7.00. Apabila aktiva itu dijual maka selisih antara harga jual dengan nilai buku atau nilai residu dicatat sebagai laba atau rugi.200.200. Biaya-biaya semacam itu dikapitalisasi sebagai biaya dibayar di muka atau beban yang ditangguhkan dan akan diamortisasikan ke periode-periode yang memperoleh manfaat dari penyusunan kembali tersebut.00 Aktiva Tetap Berwujud 91 . Apabila jumlahnya cukup berarti dan manfaat penyusunan kembali itu akan dirasakan lebih dari satu periode akuntansi maka harus dikapitalisasi.000. Penyusunan Kembali Aktiva Tetap (Rearrangement) Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam penyusunan kembali aktiva. Akumulasi depresiasi mesin Depresiasi 6 bulan: 6/12 x 1/5 x Rp(3.00. Mesin Cr.00 3.000.000.00) = Rp300.00.000. Pada waktu aktiva tetap dihentikan dari pemakaian maka semua rekening yang berhubungan dengan aktiva tersebut dihapuskan.00 100.000. taksiran nilai residu Rp200. perubahan route produksi dan untuk mengurangi biaya produksi.000. Mesin tersebut ditaksir umurnya 5 tahun dan depresiasinya dengan cara garis lurus.200. Penjualan mesin pada. Depresiasi mesin Cr.000.

00 550.000.000.650.000.00 600.00 92 Aktiva Tetap Berwujud .000.00 600.200.000.000.00 300.000.00 Rp100.000.00 600.00 Rp 650.00 Rp550.000.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Perhitungan: Harga Jual Nilai buku mesin Harga perolehan Akumulasi depresiasi 2005 : 11 bulan = 2006 : 12 bulan = 2007 : 12 bulan = 2008 : 12 bulan = 2009 : 6 bulan = Laba penjualan tetap aktiva Rp3.00 2.

3. Penambahan (Addition) e. Adapun cara perolehan aktiva tetap adalah sebagai berikut : a. 2. Aktiva yang dibuat sendiri Biaya-Biaya Selama Masa Penggunaan Aktiva Tetap a. Aktiva tetap berwujud adalah aktiva-aktiva yang berwujud yang sifatnya relatif permanen yang digunakan dalam aktivitas normal perusahaan. Penyusunan Kembali Aktiva Tetap (Rearrangement) Aktiva Tetap Berwujud 93 . Pembelian Tunai. Perolehan Melalui Pertukaran a) Ditukar dengan Surat-surat Berharga b) Ditukar dengan Aktiva Tetap yang Lain d. Pembelian Angsuran e. Reparasi dan Pemeliharaan b. Penggantian c. Pembelian secara gabungan / Lumpsum c. Perbaikan (Improvement) d. b.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Rangkuman 1. Diperoleh dari hadiah atau donasi f. Istilah relatif permanen menunjukkan sifat di mana aktiva yang bersangkutan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama tetapi untuk tujuan akuntansi jangka waktu penggunaan ini dibatasi menjadi lebih dari satu periode akuntansi sehingga aktiva berwujud yang umumnya lebih dari satu periode akuntansi dikelompokkan sebagai aktiva tetap berwujud.

000 2. C. Rp 100.000 D.. berapa harga perolehan aktiva baru itu untuk tujuan pelaporan keuangan ? A.000 E. yang merupakan pembebanan ke akun aktiva ? A. B. Pajak C. Store Supplies D. A dan C betul Suatu Aktiva tetap yang berharga Rp 100. Goodwill Manakah dari pengeluaran berikut yang timbul sehubungan dengan pembelian mesin.000 C.dan kas yang dibayarkan untuk memperoleh aktiva baru itu adalah Rp 70. Rp 70.000 dibeli melalui tukar tambah dengan aktiva sejenis yang memiliki nilai buku Rp 25. Biaya pemasangan D. Rp 30. Rp 20. 94 Aktiva Tetap Berwujud . Rp 95. Biaya Pengangkutan B. dengan asumsi nilai tukar tambah adalah Rp 30. Merchandise Inventory C.000. Yang termasuk Golongan Aktiva Tetap adalah: A.000 B. Cash B. A. Betul E.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1.000. Office Equipment E. 3.000.

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Pertanyaan

1. 2. 3.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan aktiva tetap berwujud yang anda ketahui ? Jelaskan bagaimana perlakuan atas bunga yang timbul selama masa kontruksi ? Permasalahan apa yang timbul dalam menghitung perolehan aktiva tetap bila dibeli secara tunai dan dibeli secara mengangsur ? jelaskan

Latihan

1.

Perusahaan Dagang Sido Munculdalam tahun 2007 telah mengeluarkan biaya–biaya untuk bangunan kantornya yang diperoleh pada tanggal 2 januari 2007 yang merupakan awal tahun Fiskalnya sebagai berikut ; Harga Tanah 18.000.000 Harga bangunan kantor 102.000.000 Biaya Renovasi 16.200.000 Bea balik Nama 900.000 Pembuatan Taman 6.000.000 Komisi Real Estate 3.600.000 Biaya Lain-lain 100.000 Untuk mendapatkan harta ini perusahaan telah menandatangani selembar Obligasi tanpa bunga sebesar 120.000.000. suku bunga diperhitungkan 8 %. Pembayaran angsuran tengah tahunan sebesar Rp 6.600.000,- harus dilakukan terhitung tanggal 1 juli 2008 untuk jangka waktu 10 Tahun.

Aktiva Tetap Berwujud

95

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

Pertanyaan : Buatlah jurnal untuk membukukan : a. Perolehan tanah dan bangunan tersebut (asumsi bahwa uang yang dibayar sama dengan harga dari aktiva tersebut dan nilai konstan obligasi) b. Pembayaran angsuran pertama dan kedua termasuk agio pinjaman obligasi. 2. PT KURNIA telah memperoleh tanah, bangunan dan peralatan dengan harga keseluruhan sebesar Rp 100.000.000,- yang dibayar tunai. Penilaian aktiva pada saat memperolehnya tergambar sebagai berikut : Tanah Bangunan Peralatan 64.000.000 56.000.000 40.000.000

Pertanyaan : Berapa harga perolehan masing-masing aktiva tersebut.

96

Aktiva Tetap Berwujud

Politeknik Telkom

Akuntansi Keuangan I

AKTIVA TIDAK BERWUJUD

Overview

Paten, hak cipta, merek dagang, franchise dan goodwill merupakan aktiva jangka panjangyang bermanfaat bagi perusahaan dan tidak untuk dijual. Aktiva-aktiva ini dinamakan Aktiva tidak berwujud, karena tidak terlihat secara fisik. Tujuan

1. 2.

Mahasiswa mampu menjelaskan aktiva tidak berwujud Mahasiswa mampu menyusun neraca yang mencantumkan aktiva tidak berwujud

Aktiva Tidak Berwujud

97

8. Aktiva Tak berwujud yang didapat dengan cara membeli hak itu. Pada umumnya aktiva tidak berwujud mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun.1 Hak Paten Paten adalah suatu hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah kepada pihak yang menemukan (inventor) sehingga si penemu dapat mengendalikan pembuatan. Memperoleh Aktiva tidak berwujud dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : a. mungkin juga tidak. Yang termasuk dalam harga perolehan aktiva tidak berwujud adalah : a) Harga yang dibayar kepada penjual b) Biaya-biaya tambahan untuk mendapatkannya seperti biaya kepada pemerintah. Hak cipta.2. harga perolehan aktiva tidak berwujud mungkin diamortisasikan. merek dagang. franchise. Khusus mengenai aktiva tidak berwujud yang umurnya tidak terbatas kadang-kadang dihapuskan dari neraca. Nilai yang terkandung dalam harga perolehan antara lain : 98 Aktiva Tidak Berwujud .1 Pengertian Aktiva Tidak Berwujud Aktiva tidak Berwujud adalah aktiva yang tidak mempunyai bentuk fisik. tergantung pada umur aktiva tersebut. dan Biaya administrasi. b. penjualan atau mengawasi penemuannya.2 Penilaian Aktiva Tidak Berwujud Pencatatan Aktiva tidak berwujud dalam rekening akan disajikan sebesar harga perolehannya (cost). 8. maka penemuan tadi dapat diperbaharui atau direvisi guna memperoleh hak paten yang baru. Amortisasi dilakukan dengan mendebet rekening beban dan mengkredit rekening aktiva yang bersangkutan atau akumulais amortisasi. Aktiva ini dapat berbentuk hak-hak khusus yang diharapkan menyumbang pendapatan yangh diperoleh perusahaan. kontrak sewa dan goodwill. penghapusan bisa dilakukan sekaligus atau beberapa tahun seperti amortisasi. biaya notaris. Dalam akuntansi yang termasuk aktiva tidak berwujud antara lain Hak Paten. Aktiva Tak berwujud yang dikembangkan sendisri secara teratur oleh perusahaan. c) Biaya-biaya percobaan dan pengembangan d) Biaya untuk penyerahan hak seperti royalti dan lisensi e) Biaya-biaya lain yang berkenaan dalam hal gugatan Selama umurnya. Jika Paten tersebut tidak dapat diperpanjang.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 8.

Walaupun paten tersebut tidak akan jatuh tempo sampai 14 tahun yang akan datang.. Pemilik dari suatu paten dapat memberikan hak penggunaannya kepada pihak lain atau dapat dijual. Ayat jurnal untuk mengamortisasi paten pada akhir tahun fiskal adalah : Aktiva Tidak Berwujud 99 . b) Tidak dipenuhinya kewajiban pembayaran biaya tahunan berkaitan dengan kewajiban pembayaran biaya tahunan untuk tahun kedelapan belas dan tahun-tahun berikutnya. maka paten dinyatakan batal demi hukum terhitung sejak tanggal yang menjadi akhir batas waktu kewajiban pembayaran untuk tahun yang ketiga tersebut. Beban Amortisasi Paten Cr. Amortisasi paten dicatat dengan jurnal sebagai berikut : Dr. sebuah perusahaan membeli hak paten seharga Rp 100. Suatu paten dapat berakhir bila : a) Selama tiga tahun berturut-turut pemegang paten tidak membayar biaya tahunan. Biaya pembuatan model dan gambar Biaya-biaya yang dikeluarkan guna melakukan percobaan-percobaan dan pengembangan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I a. Tanggal mulai dan berakhirnya jangka waktu paten dicatat dalam Daftar Umum Paten dan diumumkan dalam Berita Resmi Paten. Paten Rp xxx Rp xxx Amortisasi paten akan dikelompokkan dalam biaya produksi jika dikaitkan dengan proses produksi dan dikelompokkan dalam biaya penjualan jika ada korelasinya dengan kegiatan penjualan. Paten diberikan untuk jangka waktu selama dua puluh tahun terhitung sejak tanggal penerimaan permintaan paten.paten tersebut telah diberikan 6 tahun sebelumnya oleh Kantor Paten Federal. Metode garis lurus biasanya digunakan untuk menentukan amortisasi periodik.000. namun umur manfaat yang tersisa diestimasi tinggal 5 tahun. Dari sudut pembeli paten tersebut akan dicatat sebesar harga belinya.000. asumsikan bahwa pada awal tahun fiskal. b. maka paten dianggap berakhir pada akhir batas waktu kewajiban pembayaran biaya tahunan untuk tahun yang kedelapan belas tersebut Sebagai ilustrasi.

atau simbol yang digunakan untuk mengidentifikasikan perusahaan dan produknya. diamortisasi dengan prinsip dasar garis lurus masingmasing selama 16 tahun dan 21 tahun. istilah. Sebagai 100 Aktiva Tidak Berwujud .3 Hak Menggunakan Fasilitas (Franchise) Franchise adalah hak yang diberikan oleh pemerintah suatu hak istimewa untuk menggunakan fasilitas tertentu.2. Jika hak cipta tersebut dibeli.” 8. maka harga perolehannya tergantung dari jumlah uang yang dibayarkan.2. maka harga perolehan aktiva tersebut akan tetap disajikan dalam neraca. Hak cipta ini dapat diberikan atau dijual kepada pihak lain berdasarkan perjanjian.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Dr Beban amortisasi – Paten Cr. Sony Corporation menyatakan kebijakan amortisasinya yang berkaitan dengan aktiva seni artistik dan aktiva tidak berwujud musik : “Aktiva Tidak Berwujud yang terutama terdiri atas kontrak artis dan katalohg musik.2.00 Hak Cipta Menurut Undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta. diperpanjang atau dicabut.2 Rp 20. Harga perolehan hak cipta dapat dihapuskan sekaligus dengan pertimbangan konsevatif atau dibebankan menurut taksiran umur hak cipta tersebut. pengertian hak cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasanpembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.000. Untuk memperoleh frnachise kadang-kadang dilakukan pembayaran berkala. penggunaan fasilitas atau lainnya yang dialokasikan didalam periode yang bersangkutan atau dibebankan sebagai penghasilan berkala.000. Hak ini dapat diberikan untuk beberapa tahun. Sebaliknya bila umurnya tidak terbatas.000 Rp 20. Paten 8. Sebagai contoh. Pembayaran ini mungkin jumlahnya tetap atau berubah-ubah dikaitkan dengan penghasilan. 8. Bila umur franchise ini terbatas. maka harga perolehannya akan diamortisasikan selama umur aktiva tersebut. Hak ini diberikan untuk beberapa tahun dan ada kemungkina dapat diperpanjang.4 Merek Dagang Suatu Merek dagang adalah nama.

maka biaya sewa ini akan dibebankan kedalam periode yang bersangkutan. Dicatat sebagai aktiva tidak berwujud bila sewa tersebut dibayar untuk periode yang cukup lama. merek dagang harus selalu diuji secara berkala untuk penurunan nilainya.2. Sama seperti hak cipta.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I contoh. biaya pembeliannya harus dicatat sebagai aktiva. Jika Merek dagang dibeli dari perusahaan lain. Biaya sewa yang dibayar dimuka atau dicatat kedalam aktiva tidak berwujud secara berkala harus mengalokasikan jumlah beban sewa periodik. Aktiva Tidak Berwujud 101 . Ketika merek dagang mengalami penurunan nilai akibat persaingan atau situasi lain. Berdasarkan undang-undang-undang federal. Amortisasi dapat dilakukan dengan metode garis lurus . sekalipun merek cocacola memiliki nilai yang sangat tinggi. maka nilainya harus turun dan kerugian harus diakui.5 Hak Menyewa Yang dimaksu dengan hak menyewa (leasehold) adalah hak menyewa suatu aktiva dalam jangka panjang menurut perjanjian sewa menyewa. pos ini tidak disajikan di neraca sebab biayabiaya hukum yang terkait jumlahnya tidak material. Bila pembayaran sewa dilakukan setiap periode. Sebagian besar perusahaan menandai merak dagang mereka dengan tanda ® pada iklan-iklan dan produk-produk mereka. Namun. 8. Perusahaan bisa melindungi merek dagang mereka dengan mendaftarkannya untuk jangka waktu 10 tahun kemudian memperbaharuinya lagi untuk jangka waktu 10 tahun setelah masa yang pertama berakhir. Dicatat sebagai sewa dibayar dimuka yang penyajiannya didlam neraca termasuk kelompok aktiva lancar b. sehingga tidak diamortisasi selama umur manfaat tidak seperti halnya pada aktiva tidak berwujud. logo Cocacola yang berwarna merah dan putih adalah sebuah contoh merek dagang. Oleh karena itu. Pembayaran dimuka untuk jangka waktu beberapa tahun dapat dibukukan dengan dua cara yaitu : a. biaya hukum yang muncul dalam kaitannya dengan pendaftaran merek dagang ke pemerintah federal harus dicatat sebagai aktiva. Biaya merek dagang dalam banyak kasus biasanya mempunyai umur manfaat yang tak terbatas.

pimpinan yang cakap. nama yang sudah terkenal. organisasi yang baik. maka jumlah-jumlah ini harus dikeluarkan dari pendapatan yang lalu. Selisih antara jumlah uang yang dibayarkan dengan nilai bersih aktiva merupakan nilai goodwill. Dasar yang umumnya dipakai sebagai dasar penetapan adalah harga pasar atau jumlah yang diperkirakan dapat direalisasikan dari aktiva tersebut. reorganisasi. Timbulnya goodwill diakibatkan oleh : a.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 8. perubahan bentuk perusahaan (reorganisasi). Penetapan tingkat pendapatan yang normal 3. nama baik. Transaksi-transaksi perusahaan seperti penggabungan (merger).6 Goodwill Goodwil atau muhibah adalah semua kelebihan yang terdapat dalam suatu perusahaan akibat letak perusahaan yang sangat strategis.2. Yang ditinjau adalah taksiran pada masa yang akan datang yang bagaimanapun tidak akan terlepas dari kegiatankegiatan dari periode yang lalu. Kelebihan laba ini merupakan daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya kedalam perusahaan yang bersangkutan. Menurut akuntansi yang dimaksud dengan goodwill adalah kemampuan untuk memperoleh laba diatas normal dikarenakan pengaruh faktor-faktor tersebut diatas. Kapitalisasi pendapatan bersih rata-rata. Penggunaan pendapatan yang akan datang untuk menentukan suatu nilai goodwill. 2. Pembelian suatu perusahaan yang berjalan merupakan hasil penawaran untuk menetapkan harga yang sebenarnya untuk goodwill. Taksiran pendapatan pada masa yang akan datang 2. Dasar untuk mencapai suatu harga goodwill antara lain : 1. Pembelian b. Pendapatan yang lalu merupakan patokan yang cukup baik guna menentukan nilai suatu goodwill. dan lain-lain. Dalam menerapkan taksiran pendapatan yang akan datang guna menentukan nilai goodwill ada beberapa cara yang dapat ditempuh : 1. Kapitalisasi kelebihan pendapatan rata-rata 102 Aktiva Tidak Berwujud . Tetapi untuk laba atau rugi yang bersifat luar biasa atau yang jarang terjadi. pembelian sebagian perusahaan atau perubahan pemilikan firma. Penilai aktiva perusahaan di luar goodwill 4.

000 Tahun 2007 Rp 36.000.000 Taksiran nilai aktiva : 240.000. Kapitalisasi pendapatan bersih rata-rata Jumlah yang dibayarkan untuk suatu perusahaan dapat ditetapkan dengan mengkapitalisasi pendapatan yang diharapkan pada masa mendatang dengan jumlah investasi yang dibutuhkan.600.000 : 0.000.000 1.125) = 0. Tarif ini menunjukkan hasil yang akan diharapkan dari jumlah yang diinvestasikan.000.000.000 Jika dalam contoh ini pendapatan yang diharapkan sebesar 12.000.000 5 Misalnya pendapatan untuk tahun yang akan datang ditaksir sejumlah Rp 30.5% dan pendapatan ditaksir Rp 30.000. jumlah aktiva bersih (net assets) tanpa memasukkan nilai goodwill dinilai sebesar Rp 270.000 Tahun 2005 Rp 27. Kapitalisasi taksiran pendapatan yang akan datang ditung dengan menerapkan tarif tertentu.000 Pendapatan rata-rata Rp 153.000.000.000 x 100/10 = 300.000.000 = Rp 30.000. Dari perhitungan ini.000.000 – (30.000. Selanjutnya bila terjadi selisih antara jumlah yang dibayarkan dengan nilai bersih aktiva perusahaan yang dibeli. Misalnya dari investasi yang diharapkan jumlah pendapatan sebesar 10%.000 Tahun 2008 Rp 33.000 dan jumlah hutang berjumlah Rp 30.000.000 Goodwill = 60.000. 103 Aktiva Tidak Berwujud .000 berarti perusahaan tersebut dinilai sebesar Rp 240. maka selisih tersebut merupakan goodwill.000.000. maka perusahaan tersebut tidak mempunyai goodwill. Pada tanggal 1 januari 2009.000 Jumlah Rp 153.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Misalnya : Perseoran Terbatas “KURNIA JAYA” telah memperoleh laba bersih selama 5 tahun (tidak termasuk pos-pos yang bersifat luar biasa) sebagai berikut : Tahun 2004 Rp 30. maka jumlah yang dibayarkan serta goodwill perhitungannya tergambar sebagai berikut : Jumlah yang dibayarkan : 30.000 Tahun 2006 Rp 27.

000.000.000 Jumlah taksiran aktiva neto 8% 60.000. maka aktiva dari perusahaan yang dibeli harus dilakukan penilaian dan selisih dengan jumlah uang yang dibayarkan dicatat sebagai goodwill.000.000. Kapitalisasi kelebihan pendapatan rata-rata Perhitungan goodwill dengan metode ini didasarkan pada pendapatan bersih rata-rata dan nilai aktiva yang dibeli.000 6. Kebutuhan pendapatan yang layak dari aktiva netto b.000. Angka ini berasal dari perhitungan : Perusahaan X Perusahaan Y 75.000. Sebagai 104 Aktiva Tidak Berwujud .000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 2.000 Taksiran aktiva neto 15.000 dan perusahaan Y sebesar Rp 45.000.000. Besarnya pendapatan dari nilai bersih aktiva dan besarnya pendapatan dari goodwill diabaikan. maka nilai masing-masing perusahaan akan menjadi Rp 75.000. Cara penetapan yang lebih baik seharusnya memperhatikan faktorfaktor berikut : a. maka goodwill untuk perusahaan X adalah sama yaitu sebesar Rp 15.000 6.000 goodwill Ilustrasi diatas mengabaikan bahwa nilai taksiran aktiva neto yang ditetapkan perusahaan oleh perusahaan X jauh melebihi nilai aktiva perusahaan Y.000 45.000 30. Untuk jelasnya. Setiap kelebihan dianggap berasal dari goodwill Jika suatu perusahaan dibeli tanpa perhitungan goodwill secara tegas.000. Perusahan X 60.000 75. Hal ini cukup beralasan dikarenakan pengharapan suatu tingkat pendapatan dari investasi bila dibandingkan dengan pendapatan yang diharapkan dari jumlah lain yang diperoleh.000.000. dibawah ini diberikan dua perusahaan sebagai bahan ilustrasi.000 Perusahaan Y 30.000 Taksiran aktiva netto Taksiran pendapatan netto Jika taksiran pendapatan tersebut dihitung pada tingkat 8% baik untuk perusahaan X atau perusahaan Y.000.

yang harga pasarnya Rp 26.000 x 26.000 Cr Saham Cr Laba penjualan saham = 530. d. b. Aktiva 512.000 30.000.per lembar. Goodwill merupakan hasil menurut harapan atas pendapatan pada masa yang akan datang sehingga amortisasinya akan dilakukan menurut prosedural normal. Dibebankan sebagai biaya dengan anggapan berkaitan dengan penghasilan secara periodik. Nilai goodwill yang dibeli tidak mempunyai eksistensi secara kontinyu yang dapat diukur secara terpisah setelah diadakan penggabungan dengan perusahaan yang membelinya.000 500.000 Perhitungan : Nilai saham 20. Goodwill dianggap suatu aktiva yang tidak searah dari sudut penanam modal. Elemen-elemen yang bersifat tidak biasa (extra ordinary) b. antara lain : a. suatu perusahaan menukarkan 20. Berkurangnya nilai goodwill dapat dianggap sebagai : a.000. Aktiva Tidak Berwujud 105 .000. c. akan tetapi bila keadaan tersebut menuju kearah yang mengurang maka akan diadakan penyesuaian terhadap jumlah goodwill tersebut. Goodwill dapat mengalami kegoncangan yang cukup berarti sehingga sering tidak mempunyai hubungan secara kontinyu dengan biaya-biaya yang dikeluarkan pada saat pembentukannya.000. Amortisasi atas goodwill dilakukan dengan alasan.000.000.000.000.500 per lembar.000 = 512.000 Dr Goodwill 18. Dengan sebuah perusahaan yang nilai aktivanya ditaksir Rp 512.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I contoh.000..000 Goodwill yang umurnya diperkirakan tidak terbatas akan dibukukan sebesar harga perolehannya.500 Nilai harta yang diperoleh Jumlah goodwill Jurnal : Dr.000 = 18. Berarti bila umurnya terbatas secara periodik akan dilakukan amortisasi.000 lembar saham biasa nominal Rp 25.

000 65.000 30.3 Penyajian Aktiva Tidak Berwujud Bagaimana aktiva tidak berwujud harus dilaporkan dalam laporan keuangan? Jumlah beban penyusutan dan amortisasi dalam suatu periode harus dilaporkan secara terpisah dalam laporan laba rugi atau diungkapkan pada catatan kaki. Berikut ditampilka sebagian neraca yang mencantumkan aktiva tidak berwujud. Penjelasan umum mengenai metode yang digunakan dalam menghitung penyusutan juga harus dilaporkan. Aktiva tidak berwujud biasanya dilaporkan dalam bagian terpisah pada neraca setelah bagian aktiva tetap.000 8.000 Cr Goodwill 54.120 25.500 (1.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Contoh : Time Warner mencatat kerugian terbesar dalam sejarah perusahaan (hampir 54.750) 24.000. Kerugian Penurunan nilai Goodwill 54. Aktiva Tidak berwujud Paten Goodwill Jumlah Aktiva Tidak berwujud Kewajiban & Modal Rp. Aktiva Tetap Peralatan kantor (AK peny peralatan) Nilai buku Peralatan Kantor III.000.000. Aktiva Lancar Kas Perlengkapan kantor Jml Aktiva lancar II. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah : Dr.000. PT MERAH MAROON Neraca Per 31 Desember 2008 Aktiva I.000.000) untuk menurunkan nilai goodwill yang berhubungan dengan penggabungan usaha (merger) antar AOL dan Time Warner.820 300 41. 40. Saldo setiap kelas aktiva tidak berwujud yang utama harus diungkapkan dengan jumlah setelah amortisasi hingga tanggal laporan keuangan.000.750 35.000 106 Aktiva Tidak Berwujud .

atau simbol yang digunakan untuk mengidentifikasikan perusahaan dan produknya. nama yang sudah terkenal. Aktiva ini dapat berbentuk hak-hak khusus yang diharapkan menyumbang pendapatan yangh diperoleh perusahaan. tergantung pada umur aktiva tersebut. 7. nama baik. Amortisasi dilakukan dengan mendebet rekening beban dan mengkredit rekening aktiva yang bersangkutan atau akumulais amortisasi. pengertian hak cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku Franchise adalah hak yang diberikan oleh pemerintah suatu hak istimewa untuk menggunakan fasilitas tertentu Suatu Merek dagang adalah nama. penjualan atau mengawasi penemuannya Menurut Undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta. 5. 3. mungkin juga tidak. Menurut akuntansi yang dimaksud dengan goodwill adalah kemampuan untuk memperoleh laba diatas normal dikarenakan pengaruh faktor-faktor tersebut diatas. istilah. Selama umurnya. 4. Paten adalah suatu hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah kepada pihak yang menemukan (inventor) sehingga si penemu dapat mengendalikan pembuatan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Rangkuman 1. pimpinan yang cakap. 6. Aktiva Tidak Berwujud 107 . 2. dan lain-lain. Goodwil atau muhibah adalah semua kelebihan yang terdapat dalam suatu perusahaan akibat letak perusahaan yang sangat strategis. Aktiva tidak Berwujud adalah aktiva yang tidak mempunyai bentuk fisik. organisasi yang baik. harga perolehan aktiva tidak berwujud mungkin diamortisasikan.

Berapa Lama biaya paten yang dipreoleh melalui pembelian diamortisasi ? Secara umum bagaimana perlakuan akuntansi atas biaya riset dan pengembangan ? Bagaimanakah goodwill dianortisasi ? Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Uang Tunai E. Semua betul Yang termasuk Golongan Aktiva Tak Berwujud adalah: A. Copyright D. Manakah dari berikut ini yang merupakan Aktiva Tidak Berwujud: A. Goodwill C. Franchise E. Peralatan kantor D. 3. Patent B. Tagihan Aktiva Tidak Berwujud 2. 2.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. Persediaan Barang C. Patent B. 108 .

Tentukan Jumlah beban amortisasi atau deplesi untuk tahun berjalan bagi masing-masing pos diatas.000 pada tanggal 10 April.500. Kandungan kayu diperkirakan berjumlah 4. Aktiva Tidak Berwujud 109 . Tindakan ini guna menciptakan goodwill atas perusahaan. 2.120. Buatlah ayat jurnal penyesuaian untuk mencatat beban amortisasi atau deplesi bagi masing-masing pos. Amortisasi dilakukan untuk setengah tahun.000 dibeli tanggal 18 Januari b. Perseroan Terbatas “Mahabarata” yang baru saja berdiri telah melakukan transaksi yang tergambar sebagai berikut : Jan 10. Biayabiaya pendirian perseroan ini akan diamortisasikan selama jangka waktu maksimum yang diijinkan.000 dan biaya sertifikat saham sebesar Rp 1. Hak pengolahan hasil hutan dibeli seharga $820.000.000 board feet kayu telah dipotong.000 guna menyelesaikan secara resmi pendirian perseroan ini. Diminta : a. Jan 24 Telah dibayar beberapa pelawak guna menarik pengunjung. Biaya administrasi dan legal sebesar $ 225.000 board feet.600 dikeluarkan pada tanggal 5 juli dalam upaya mendapatkan paten yang memiliki estimasi umur manfaat 8 tahun. b. 550.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Latihan Kasus 1. Data-data yang berkaitan dengan perolehan hak pengolahan hasil hutan dan aktiva tidak berwujud selama tahun berjalan yang berakhir 31 Desember adalah sebagai berikut : a.500. c.Honorarium pelawak inni sebesar Rp 500. Goodwill yang bernilai $29.000 dan biaya pamflet serta hadiah-hadiah gratis yang diberikan berjumlah Rp 350. Telah dibayar biaya menurut hukum sebesar Rp 3. Selama tahun berjalan.

000 yang akan disusutkan untuk 10 tahun dengan metode penyusutan garis lurus.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Mar 7 Telah didaftarkan paten untuk produk yang telah dikembangkan dengan perincian sebagai berikut : .Biaya pendaftaran paten Rp 7.000. Des 31 seluruh aktiva tidak berwujud diamortisasikan.000 . Diminta : 1.000 selama 1 tahun.000 Diperkirakan dalam lima tahun mendatang telah timbul pengembangan proses yang lebih baik oleh perusahaan lain. Buatlah jurnal transaksi tersebut. Sajikan rekening aktiva tidak berwujud dalam neraca secara baik per 31 Desember. Juli 2 Dibuat satu bangunan untuk tempat membuat modelmodel percobaan untuk pengembangan penelitian pada masa yang akan datang.800. Biaya pembangunan berjumlah Rp 32. 2. 110 Aktiva Tidak Berwujud . Penemuan ini akan menimbulkan usangnya penemuan paten dari perusahaan.000. Des 31 Gaji seorang insinyur dan seorang ahli kimia untuk pengembangan produk berjumlah Rp 24. Perusahaan memperhitungkan amortisasi untuk satu tahun penuh dalam tahun perolehannya.Biaya penggunaan dan lisensi Rp 250.

Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan proses depresiasi aktiva tetap Mahsiswa mampu menjelaskan proses deplesi Penyusutan dan Deplesi 111 .Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I PENYUSUTAN DAN DEPLESI Overview Depresiasi adalah sebagian dari harga peolehan aktiva tetap secara sistematis akan dialokasikan menjadi biaya setiap periode akuntansi sedangkan deplesi adalah berkurangnya harga perolehan sumber-sumber alam yang disebabkan oleh pengolahan sumber-sumber alam tersebut menjadi persediaan Tujuan 1. 2.

Istilah ini tidak dapat dipergunakan untuk menyatakan biaya untuk pemakaian aktiva-aktiva yang aus yang disebut deplesi dan juga tidak untuk aktiva tak berwujud yang disebut amortisasi. Istilah ini tidak pula dapat diterapkan untuk berkurangnya nilai aktiva akibat ketinggalan mode atau usang. Pengalokasian ini ditetapkan menurut umur dari aktiva tersebut. Nilai Sisa Nilai sisa adalah suatu nilai yang ditaksir dan diharapkan dapat direalisir pada saat aktiva tersebut tidak dapat dipergunakan lagi. Istilah depresiasi khusus digunakan untuk menunjukkan alokasi harga perolehan aktiva tetap berwujud yang dapat diganti. Demikian pula kapitalisasi yang dilakukan setelah aktiva tersebut dipakai. Jelaslah bahwa penyusutan tidak dipakai untuk menyatakan penurunan nilai pasar dan juga tidak pula menyatakan perubahan fisik. peralatan. Penyusutan (depresiasi) menyatakan taksiran mengenai penurunan jasa-jasa potesial dari aktiva selama umurnya. dan lain-lain. 9. Penetapan nilai sisa ini tergantung pada kebijaksanaan perusahaan. 2.1 Penyusutan (Depresiasi) Secara berangsur-angsur aktiva yang dipakai walaupun telah dilakukan perbaikan nanti. suatu saat harus disingkirkan karena tidak dapat dipergunakan. Taksiran umur ekonomis Taksiran umur ekonomis suatu aktiva dipengaruhi oleh pola pemakaian dan kebijakan yang dianut oleh perusahaan dalam perbaikan.2 Faktor-faktor dalam menentukan biaya penyusutan Dalam menentukan biaya penyusutan secara berkala perlu diperhatikan beberapa faktor antara lain : 1. Taksiran ini bisa dijabarkan dalam satuan periode Penyusutan dan Deplesi 3. penurunan/kemerosotan. mesin. Harga Pokok Aktiva Harga Pokok aktiva yaitu semua pengeluaran untuk memperoleh aktiva sampai aktiva tersebut siap dipakai. Karena itu harga perolehan dari aktiva tersebut secara sistematis dialokasikan menjadi biaya untuk setiap periode akuntansi.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I 9. 112 . Kenyataannya nilai sisa ini diabaikan dengan alasan nilainya relatif kecil dan sulit untuk mengadakan penaksiran secara tepat. dan kegugusan. sepert gedung.

9. perubahan permintaan dan kemajuan teknologi) Biaya penyusutan yang merupakan suatu taksiran. Metode Jam jasa b. unit. Metode beban menurun 1. Metode unit Produksi Metode tarif kelompok dan tarif gabungan : a. keausan. Penyusutan dan Deplesi 113 . Metode anuitas b. kemunduran. Ketelitian penetapan biaya penyusutan dengan sendirinya akan dipengaruhi perhitungan besarnya laba rugi perusahaan untuk setiap periode. Metode Penyusutan Garis Lurus Metode penyusutan garis lurus ini sangat sederhana dan paling banyak diterapkan. Penyusutan kelompok b. Metode-metode tersebut adalah : 1. 3. Metode garis lurus b. Metode jumlah angka tahun 2. Metode saldo menurun dua kali Metode berdasarkan faktor pemakaian : a. ketelitiannya ditentukan oleh ketiga faktor tersebut diatas.3 Metode Perhitungan Penyusutan (Depresiasi) Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung beban depresiasi secara periodic. Dalam menaksir umur perlu dipertimbangkan penyebab keausan fisik (gugus. Penyusutan Gabungan Metode berdasarkan faktor lainnya : a. 4. kerusakan dan kehancuran) dan keausan fungsionil (ketidakmampuan memenuhi kebutuhan. Metode saldo menurun 3. atau satuan jam kerja. 1. Metode berdasarkan Faktor Waktu : a. Penerapan metode ini didasarkan anggapan yaitu : a) Biaya tidak dipengaruhi oleh produktivitas atau penyimpangan efisiensi. Metode dana yang dialihkan 2. Metode Berdasarkan Faktor Waktu a.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I waktu.

000.000.000 36.000.000.000 9. Jumlah penyusutan tahunan: Depresiasi  Dimana : HP NS n HP  NS n = Harga perolehan = Nilai sisa = Taksiran umur kegunaan Sebagai contoh: Satu unit mesin telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.000.000.000.000.000.000..000 23.000 5.dengan nilai sisa Rp 5.000.000 4 9.000 114 Penyusutan dan Deplesi .000 1 9.000 41.000.000 – 5.000.000.000 45.000.000.000 2 9.000 5 9.000 45.000.000.dan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun.000 3 9.000 5 9.000.000 32.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I b) Biaya pemeliharaan dan perbaikan untuk setiap periode jumlahnya relatif stabil c) Kegunaan ekonomis dari aktiva menurun proporsional setiap peiode.000 27..000 14.000.000.000 Jumlah Penyusutan dan akumulasi penyusutan mesin disusun dalam bentuk tabel tergambar sebagai berikut : Akhir Biaya Penyusutan Akumulasi Nilai Buku Tahun Ke (debet) Penyusutan (kredit) 50.000.000.000. Penyusutan per tahun : = = HP – NS N 50.000 18.

000. Selanjutnya perhitungan penyusutan dimulai dari angka tertinggi dari umur aktiva yang bersangkutan dan selanjutnya menurun secara berurutan.000. alat-alat kantor.000 36. Metode garis lurus sebaiknya digunakan untuk menghitung penyusutan gedung.dan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun.000.000.000= 6.000= 15.dengan nilai sisa Rp 5.000 45.000 42.000 3 3/15 x 45.000.000. perhitungan biaya penyusutan dengan cara mengalikan persentase (tarif) tertentu dengan nilai buku aktiva.000.000.000 5.000.000 15.000= 12.000 8.000.000.000.000 27.000.000 b) Metode saldo menurun Dalam penerapan metode ini.000 45.000 14. Metode Penyusutan dengan Beban Menurun a) Metode Jumlah Angka Tahun Metode ini diterapkan dengan menjumlahkan angka-angka dari taksiran umur ekonomis.000 23.000= 3.000.000.000.000..000 4 2/15 x 45. Tarif ini dihitung dengan rumus : N ( N  1) 2 15  5(5  1) 2 Penyusutan dan Deplesi 115 .000. Misalnya suatu aktiva telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50. dan untuk aktiva tetap yang dipengaruhi oleh perjalanan waktu dan bukan oleh tingkat pemakaian. b. penyusutan merupakan biaya yang tetap setiap periode.000. Jumlah penyebut dilakukan dengan menjumlahkan angka tahun : 5+4+3+2+1 = 15 Atau dengan rumus S Perhitungan biaya penyusutan tersebut dapat diikhtisarkan kedalam daftar seperti berikut : Akhir Biaya Penyusutan (debet) Akumulasi Nilai Tahun Penyusutan Buku Ke (kredit) 50.000.000.000.000 35.000.000.000= 9. Nilai buku setiap akhir tahun menurun sehingga akibatnya menimbulkan beban penurunan beban penyusutan.000 1 5/15 x 45.000 5 1/15 x 45.000 2 4/15 x 45.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Dalam penerapan metode garis lurus.000.000.

9% x 7.346.310 Nilai Buku 50.924.641.690 Akhir Tahun Ke 1 2 3 4 5 Biaya Penyusutan (debet) 36..9% x 19.000 19.926.000 31.561. Tarif = 1 5 5 = 0.000.000= 36. sedangkan selisih yang terjadi menjadi tidak berarti atau tidak penting.000.dengan nilai sisa Rp 5.000 11. tarif diatas dapat dibulatkan sehingga diperoleh kepraktisan dalam perhitungannya.370 2.979 7.000.391 44.9% x 12.926.609 5.919 44. Karena nilai buku selalu menurun maka beban depresiasi juga selalu menurun.000 30. Misalnya suatu aktiva telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.950 37.438.dan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun.050= 36.609 = 18.000.550.000.050 12.9 % 50.369 atau 36.000.091.550.073.dengan nilai sisa Rp 5.000.950 7.000 Akumulasi Penyusuta n (kredit) 18.000= 36.9% x 50.000.000.450.998.908.310 Karena Penyusutan merupakan taksiran beban. Selanjutnya persentase ini dikalikan dua dan setiap tahunnya dikalikan dengan nilai buku aktiva tetap.979= 36. 116 Penyusutan dan Deplesi .021 42. c) Metode saldo menurun dua kali Beban depresiasi yang setiap tahunnya menurun akan dihitung dengan dasar persentase depresiasi metode garis lurus.450.908.dan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun.071 4.9% x 31.000.001.561.000.998.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Tarif = 1 n Dimana : NS HP n = umur ekonomis NS= Nilai sisa HP= Harga Perolehan Misalnya suatu aktiva telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.635..

000 43.800.000). Beban penyusutan per unit dihitung dengan rumus Depresiasi  Dimana : HP NS n HP  NS n = Harga perolehan = Nilai sisa = Taksiran Jumlah Jam Jasa Penyusutan dan Deplesi 117 . ada perbedaan selisih sebesar 1.000 1 40% x 50.000.000.. 20% x 2 = 40% Akhir Biaya Penyusutan (debet) Akumulasi Nilai Buku Tahun Penyusuta Ke n (kredit) 50.000 (5.dengan nilai sisa Rp 5.000= 20.200.000 39.000.000 3.000 = 2.592.000 32.480.000 4 40% x 10.000000 18.000= 7.000 2 40% x 30.112.888.000 20. sehingga penyusutan setiap tahun mengalami perubahan.000.000.000= 12.000 10.000.000.000 5 40% x 6. 2.320. dan taksiran jam jasa selama 5 tahun tersebut sebesar 10.112.000 Berdasarkan hasil perhitungan diatas.000 jam.000.000 45.000 – 3.000.800.dan umur ekonomis diperkirakan 5 tahun.000 6.000.000.480. Metode Berdasarkan Faktor Pemakaian Penerapan metode ini ditaksir dalam satuan jumlah jam jasa dan unit produksi.000 46. Metode Jam Jasa Syarat penerapan metode ini yaitu harus dihitung jumlah tahun pemakaian dalam jam-jam jasa. Misalnya suatu aktiva telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.888.000 3 40% x 18.000= 4.000 30.000. lalu dikalikan dengan tarif penyusutan guna memperoleh beban penyusutan. Harga perolehan akan disusutkan sebesar jumlah jam jasa yang terjadi dalam periode tertentu.320.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Penyelesaian : Tarif Penyusutan tiap tahun : 100% : 5 = 20%. a.000.912.000.

500.250.600.000.000.000 unit.000.000 24.000 41.000 25.000 x 16.000 b.600. Metode Unit Produksi Cara penerapan metode ini hampir sama dengan metode jam jasa.750.000 45.000 8.000 8.000 18.000 x 4.000 x 3.500.100.000 5. hanya perbedaannya penaksiran dilakukan untuk jumlah unit dari aktiva tersebut selama masa hidupnya.000.000 37.900.dengan nilai sisa Rp 5.000 46.000 10.500.000 jam Biaya (debet) Penyusutan Akumulasi Penyusutan (kredit) 3.000 30.000 450 450 450 450 450 = = = = = 45.500.000 31. Misalnya suatu aktiva telah dibeli pada awal tahun seharga Rp 50.650.000.000 30.000 15.000.000 x 6..000 15. Beban penyusutan per unit dihitung dengan rumus Depresiasi  Dimana : HP NS n HP  NS n = Harga perolehan = Nilai sisa = Taksiran unit produksi 118 Penyusutan dan Deplesi .000 10.750.per jam Akh Thn 1 2 3 4 5 Jml jam jasa 8..000 100.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Depresiasi  50.400.000  5.000 = Rp 450.000.000 37.000.000.000 Nilai Buku 50.000 x 13.000.dan taksiran kapasita produksi 200.

000 x 5.000 20.500.000.000 25.000 Pencatatan depresiasi dilakukan dengan mendebit rekening biaya dan mengkredit rekening aktiva yang bersangkutan walaupun cara ini tidak akan memberikan gambaran yang jelas tentang harga perolehan aktiva dan jumlah depresiasi sampai periode tersebut.550.000 47.000 13.000 14.per unit Akh Thn 1 2 3 4 5 6 Unit Produksi 38.000 26.625.000 20.000 x 8.000 36.000.750..550.000 40.750.000 x 10.000.625.000 29.000 23.000. Perbedaan antara deplesi dan depresiasi adalah sebagai berikut: Penyusutan dan Deplesi 119 .575.250. 9.000 225 225 225 225 225 225 = = = = = = Akumulasi Penyusutan (kredit) 8.000 jam Biaya Penyusutan (debet) 38.4 Deplesi Deplesi adalah berkurangnya harga perolehan (cost) atau nilai sumber-sumber alam seperti tambang dan hutan kayu yang disebabkan oleh pengolahan sumber-sumber alam menjadi persediaan.000 = Rp 225.000 Nilai Buku 50.000 41. Dengan demikian maka di dalam neraca akan diketahui jumlah harga perolehan dan jumlah yang didepresiasikan.000 x 4.950.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Depresiasi  50.000.000 45.000 36.000 40.000 x 9.000  5.000 45.000.000 5.000.000 30.000 47.000 30.000 x 6.000 20.450.375.000.000 200. Untuk itu perlu dilakukan depresiasi dikreditkan ke rekening akumulasi depresiasi yang merupakan lawan dari rekening aktiva yang bersangkutan.050.000 25.

000 Jika pada tahun pertama bisa dieksploitasi sebanyak 40.000 x Rpl20.000. - - 9. barrel.Rp2.000.000 ton.00. (c) Taksiran hasil yang secara ekonomis dapat dieksploitasi.000. sedangkan depresiasi digunakan untuk aktiva tetap yang pada umumnya dapat diganti jika sudah habis. Deplesi digunakan untuk aktiva tetap yang tidak dapat diganti langsung dengan aktiva yang sama jika sudah habis.00 = Rp4.00 . Tanah tersebut sesudah dieksploitasi ditaksir bernilai Rp2.000 ton.000 . Jika kumpulan pengeluaran itu terlalu kecil maka dilakukan penilaian terhadap sumber alam tersebut.000.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I - Deplesi merupakan pengakuan terhadap pengurangan kuantitatif yang terjadi dalam sumber-sumber alam.000. Taksiran isinya sebesar 150.00 120 Penyusutan dan Deplesi Rp20.00 per ton 150. Deplesi dihitung untuk tiap unit hasil sumber alam seperti tonase dan .800.00.5 Metode Perhitungan Deplesi Dalam perhitungan deplesi terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan yaitu : (a) Harga perolehan aktiva. Deplesi adalah pengakuan terhadap perubahan langsung dari suatu sumber alam menjadi barang yang dapat dijual.000. Deplesi per ton dihitung sebagai berikut: Deplesi   Rp120.000. sedangkan depresiasi adalah alokasi harga perolehan ke pendapatan periode yang bersangkutan untuk suatu service yang dihasilkan kecuali dalam perusahaan di mana depresiasi dihitung berdasar hasil produksi. Jika sumber-sumber alam maka harga perolehannya adalah pengeluaran sejak memperoleh izin sampai sumber alam itu dapat diambil hasilnya. maka deplesi untuk tahun tersebut = 40.000. Untuk memudahkan pemahaman berikut disajikan ilustrasinya : Sebidang tanah yang mengandung hasil tambang dibeli dengan harga Rp20. (b) Taksiran nilai sisa apabila sumber alam sudah selesai dieksploitasi. sedangkan depresiasi merupakan pengakuan terhadap pengurangan manfaat ekonomi yang terjadi pada aktiva tetap.

Dari contoh sebelumnya biaya pembangunan bertambah sebesar Rpl.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Jurnal untuk mencatat deplesi adalah : Dr.000 4. Koreksi terhadap deplesi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Deplesi tahun-tahun lalu yang sudah dicatat dikoreksi.000 ton.000 6. Dalam cara ini koreksi dilakukan seperti halnya dalam aktiva tetap.00 Rp4. Akumulasi deplesi Cr. Pada saat diketahui adanya perubahan. Contohnya deplesi yang lalu terlalu besar maka jurnal koreksinya sebagai berikut: Rpxx Rpxx Dr.000 Penyusutan dan Deplesi 121 .000.000. sedangkan biayanya ditaksir di muka pada waktu akan menghitung beban deplesidan pada kenyataannya biaya pembangunan berbeda dengan yang sudah ditaksir maka perhitungan deplesi perlu direvisi.800. Sesudah dieksploitasi dalam tahun kedua sebanyak 30.000.800. tetapi deplesi tahun-tahun yang akan datang dilakukan dengan data yang terakhir. Akumulasi deplesi Rp4. dihitung lagi deplesi per unit kemudian dilakukan koreksi. Perhitungan deplesi tahun kedua sebagai berikut: Harga perolehan pertama ( .800. Demikian pula jika taksiran isi tambangnya berbeda dengan taksiran isi tambang yang dipakai dalam menghitung deplesi maka perhitungan deplesi perlu direvisi.00 Jika pembangunan sumber alam itu juga terjadi dalam masa eksploitasi.000 Rp2.000 ton.800.) Nila sisa Deplesi tahun pertama Rp20. tambang ditaksir masih mengandung 90.800. tetapi deplesi untuk tahun berjalan dan tahun-tahun yang akan datang direvisi. Deplesi Cr. Deplesi tahun-tahun lalu tidak dikoreksi.000.000. Laba tidak dibagi (koreksi laba tahun lalu) - Deplesi tahun-tahun lalu yang sudah dicatat tidak dikoreksi. begitu juga untuk deplesi yang akan datang.00.

000 30. maka depresiasi aktiva tetap dapat dihitung dengan dasar taksiran hasil sumber alam.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I (+) Biaya pembangunan tahun kedua Jumlah yang akan dideplesi Taksiran isi tambang pada awal tahun kedua Hasil eksploitasi tahun kedua (ton) Taksiran isi tambang pada akhir tahun kedua (ton) Taksiran isi tambang pada awal tahun kedua (ton) Rp13.000 Rp15.00 = Rp3.000 = Rp125. Pada aktiva-aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan yang mengolah sumber-sumber alam. dan kegunaan aktiva itu terbatas sampai selesainya eksploitasi sumber-sumber alam.800.000 120. Deplesi tahun kedua = 30.00 :120. 122 Penyusutan dan Deplesi .000.00.000 ton x Rp125.200.000.000.000 1.750.000 90.000.00.000 Deplesi per ton dalam tahun kedua = Rpl5.

mesin. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan depresiasi diantaranya adalah : a. Penyusutan (depresiasi) menyatakan taksiran mengenai penurunan jasajasa potesial dari aktiva selama umurnya. sepert gedung. 4. Masa manfaat Terdapat beberapa metode yang sering digunakan untuk menghitung beban depresiasi secara periodic. Faktor-faktor fungsional yaitu ketidakmampuan memenuhi kebutuhan. Nilai sisa atau residu 3. Deplesi adalah berkurangnya harga perolehan (cost) atau nilai sumbersumber alam seperti tambang dan hutan kayu yang disebabkan oleh pengolahan sumber-sumber alam menjadi persediaan. perubahan permintaan dan kemajuan teknologi Sedangkan biaya depresiasi akan dipengaruhi oleh beberapa aspek sebagai berikut : 1. dan lain-lain. Jelaslah bahwa penyusutan tidak dipakai untuk menyatakan penurunan nilai pasar dan juga tidak pula menyatakan perubahan fisik. Harga perolehan (cost) 2. Metode-metode tersebut adalah : 1) 2) 3) 4) 5) Metode garis lurus Metode jumlah angka tahun Metode saldo menurun dua kali Metode Jam jasa Metode unit Produksi 3. peralatan.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Rangkuman 1. Istilah depresiasi khusus digunakan untuk menunjukkan alokasi harga perolehan aktiva tetap berwujud yang dapat diganti. 2. Faktor-faktor fisik yaitu usang karena dipakai dan umur serta kerusakan b. Penyusutan dan Deplesi 123 .

3. Jelaskan faktor-faktor apa yang mempengaruhi depresiasi ? Sebutkan pertimbangan apa yang digunakan dalam memilih metode depresiasi? jelaskan jawaban anda ? Mengapa perlu dilakukan depresiasi terhadap aktiva tetap berwujud?. Jelaskan cara-cara yang anda ketahui ? 124 Penyusutan dan Deplesi . jelaskan ? Metode depresiasi yang menghasilkan jumlah depresiasi yang selalu menurun dapat dilakukan dengan berbagai cara.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pertanyaan Kuis 1. 5. Jelaskan perbedaan antara depresiasi dengan deplesi yang anda ketahui ? 2. 4.

000 C. 30. biaya angkut Rp 100.000.000.000. Penyusutan dan Deplesi .000 D. Nilai Penyusutan mesin untuk tahun 2009 jika menggunakan Metode Double Declining Balance adalah sebesar : A.000 dan Biaya Asuransi 2% dari Harga beli mesin.850.000 E.000 B.000. Nilai Penyusutan mesin untuk tahun 2009 jika menggunakan Metode Jumlah Angka Tahun adalah sebesar : A. 6.250.850. 9.330.000 E. 1.000 C. 12.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat! Tanggal 18 Desember 2008 dibeli Mesin Rp 55.000 D. Nilai Penyusutan mesin untuk tahun 2009 jika menggunakan Metode Garis Lurus adalah sebesar : A. 5. 30. 15.250. 15.000 2.000 3.000 C.000 B. 15. 6.000.330. PPn 10% dari Harga Beli.850.000 Berapa Jumlah penyusutan. 30. 6.000. 24. Umur Ekonomis mesin selama 4 Tahun dengan nilai sisa sebesar Rp 1.255.000 D.000.000.500. 5. dengan menggunakan metode saldo menurun (dua kali tarif garis lurus) untuk tahun kedua pemakaian 125 4.700.000.000 E. 24.000 B.

000 C. b. 126 Penyusutan dan Deplesi . Metode jumlah angka tahun untuk tahun 2006.00 pada tanggal 1 April 2006. Mesin ini diperkirakan akan dapat digunakan untuk memproduksi 60.400 jam dan dapat menghasilkan 4. d.000.400. Pertanyaan : Hitunglah biaya depresiasi dengan menggunakan setiap metode seperti di bawah ini dan PT Aura Abadi memberlakukan tahun kalender sebagai tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember. dan mempunyai nilai residu sebesar Rp400. $ 2.000.00.Politeknik Telkom Akuntansi Keuangan I peralatan yang berharga $ 9. Metode jam jasa untuk tahun 2006.000 unit produk dan diperkirakan akan dapat digunakan untuk berproduksi selama 30. Metode double declining balance untuk tahun 2007. Metode hasil produksi untuk tahun 2006. Metode garis lurus untuk tahun 2006.000 E. e.000. Diperkirakan mesin tersebut akan berumur 10 tahun.000 B. c.000 D.000 jam. $ 400 Latihan 1. Dalam tahun 2006 PT Aura Abadi menggunakan mesin itu selama 2.000 unit produk. $ 6. PT Aura Abadi membeli mesin seharga Rp3. a. $ 3. dengan estimasi nilai sisa $ 600 dan estimasi umur manfaat 3 tahun: A. $ 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful