KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP

)
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum Pengajaran Sosiologi Antropologi Dosen Pengampu : Drs. HM. Haryono, M.Si

Disusun Oleh : KELOMPOK VII YENI SUSANTI OKTA HADI N. RATIH YULITA RIESKA NARTA DIAH R. (K8408064) (K8408050) (K8408096) (K8408098)

PENDIDIKAN SOSIOLOGI ANTROPOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

karena kurikulum merupakan komponen pendidikan yang dijadikan acuan oleh setiap satuan pendidikan baik pengelola maupun penyelenggara khususnya guru dan kepala sekolah. semenjak Indonesia memiliki kebebasan untuk menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak bangsanya. Kurikulum apapun yang akan dikembangkan haruslah mampu mencapai tujuan pendidikan nasional seperti tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) A. kurikulum dibuat oleh pemerintah pusat secara sentralistik. Mestinya sebuah kurikulum baru menghadirkan refleksi yang positif pada praksisnya. dan 24 Tahun 2006 tanggal 23 Mei 2006. kreatif. bahkan tidak sedikit guru yang tidak tahu kurikulum. yaitu sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 2006 dalam Isjoni. PENDAHULUAN Percepatan arus informasi dalam era globalisasi dewasa ini menuntut semua bidang kehidupan untuk menyesuaikan visi. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. tujuan dan strateginya agar sesuai dengan keperluan dan tidak ketinggalan zaman. yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang dikembangkan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 bukanlah sesuatu yang menakutkan. maka semenjak itu pula pemerintah menyusun kurikulum. dan menadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. 2009). tetapi dilakukan perbaikan. Kurikulum 1994 tidak dihilangkan tetapi diperbaiki (Assa. Adanya kurikulum yang dibuat secara sentralistik ini. KTSP menjadi bahan perbincangan hangat sepanjang tahun 2006. Pasal 3 yang berbunyi “Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berakhlak mulia. KTSP merupakan upaya untuk menyempurnakan . 22. maka setiap satuan pendidikan diharuskna untuk melaksanakan dan mengimplementasikannya sesuai dengan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang disusun oleh pemerintah pusat menyertai kurikulum tersebut. Oleh karena itu. berilmu. cakap. 2. Berbagai kasus menunjukkan kurangnya pemahaman guru dan kepala sekolah terhadap kurikulum. Dalam hal ini. Salah satu komponen penting dari sistem pendidikan adalah kurikulum. misi. Dalam pemberlakuan kurikulum pendidikan bukannya menghapuskan kurikulum pendidikan yang ada. sehat. Dimana erdasarkan peraturan tersebut. Perubahan kurikulum dari kurikulum tahun 2004.

dan (4) ilmu pengetahuan dan teknologi. maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. dan keindahan dari pada warisan budaya dan dampak sosial tertentu. Dalam hal ini. kreativitas. Pemberlakuan KTSP pada dasarnya dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian sekolah. kita mengenal pada berbagai aliran filsafat seperti parenialisme. Landasan Filosofis Filsafat memegang peranan penting dalam pengembangan kurikulu. a. karena mereka banyak dilibatkan dan diharapkan memiliki tggung jawab yang memadai. LANDASAN PENYUSUNAN KURIKULUM Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. (1) filosofis. keidealan. Dengan sendirinya. akan berakibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan manusia. yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. dan rekontruksivisme. Akan tetapi.pelaksanaan KTSP menuntut banyak hal dari sekolah dan masyarakat seperti profesionalisme.kurikulum agar lebih familiar dengan guru. Pelaksanaan KTSP juga menuntut banyak hal dari pemerintah seperti perencanaan pendidikan yang baik dan terarah. Essensialisme. KTSP juga menuntut partisipasi dan kepedulian masyarakat. Sama halnya seperti dalam filsafat pendidikan. penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian . progresivisme. B. Parenialisme. (3) sosial-budaya. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dalam kehidupan manusia. essensialisme. kemadirian gurudan kepala sekolah serta keterlibatan masyarakat. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri. kebenaran. KTSP berpeluang besar untuk menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi yng diharapkan. dan birokarasi/prosedur administrasi yang sederhana. Dengan persiapan yang matang dan sesuatu yang kondusif. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasanlandasan yang kuat. eksistensialisme. PEMBAHASAN 1. KTSP merupakan kurikulum yang sesuai dengan dinamika kehidupan di Indonesia sekarang ini dikaitkan dengan isu-isu seperti globalisasi dan otonomi daerah. Nana Syaoodih Sukmadinata (1997) mengemukakan empat landasan utama dalam pengembangan kurikulum yaitu . lebih menekankan pada keabadian. (2) psikoloogis.

menekankan pada individu sebagai sumber pengetahuan tentang hidup dan makna. Israel Scheffer (19970 mengemukakan bahwa melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu. Pada rekonstruktivisme peradaban manusia masa depan sangat ditekankan. Landasan Sosial-Budaya Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat.pengetahuan dan ketrampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pada awalnya. Kemajuan cepat dunia dalam bidang informasi dan teknologi dalam dua dasawarsa terakhir telah bberpengaruh pada peradaban manusia melebihi jangkauan pemikiran manusia sebelumnya. Dengan demikian. Sebagai suatu rancangan. berpusat pada peserta didik. b. kurikulum yang dikembangan sudah seharusnya mempertimbangkan. turut serta dalam peradaban sekarang dan membuat peradaban pada masa yang akan datang. namun sejak abad pertengahan mengalami perkembangan yang pesat. kita maklumi bahwa pendidikan merupakan usaha mempersiapkan peserta didik untuk terjun ke lingkungan masyarakat. Berbagai penemuan teori-teori bar uterus berlangsung hingga saat ini dan dipastikan kedepannya akan terus semakin berkembang. yaitu (1) psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar. Eksistensialisme. nasional maupun global. merupakan elaborasi lanjut dari aliran progresivisme. d. Rekonstruktivisme. Sedangkan psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. namun memberikan bekal pengetahuan. c. Progresivisme. Landasan Psikologis Minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum. . Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata. ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia masih relatif sederhana. menekankan pada pentingnya melayani perbedaan individual. ketrampilan serta nilai-nilai untuk hidup. baik dalam konteks local. merespon dan berlandaskan pada perkembangan sosial-budaya dalam suatu masyarakat. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. variasi pengalaman belajar dan proses.

KTSP hanya diberlakukan bagi sekolah yang telah siap menerapkan . dan mengevaluasi pelaksanaan standar nasional pendidikan ini mungkin bermaksud mempertegas pelaksanaan KBK dengan membuat produk baru yang dinamakan KTSP sekarang. Apalagi kalau perubahan itu dilakukan secara tiba-tiba dan dalam waktu yang singkat serta tanpa dasar yang jelas. sehingga peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan dan kelangsungan hidup manusia. professional dan independen dengan mengemban misi guna mengembangkan. Mungkin cukup hanya satu atau beberapa aspek saja yang perlu dirubah. Perubahan kurikulum yang berskala nasional memang kerapkali mengundang sejumlah pertanyaan dan perdebatan.Perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. namun bergantung kepada data hasil evaluasi. perubahan tentunya tidak harus dilakukan secara radikal dan menyeluruh. Oleh karena itu. muncul Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau kurikulum 2006 yang merupakan penyempurnaan dari KBK. KTSP ini tetap memberikan tekana pada pengembangan kompetensi siswa. DARI KBK KE KTSP Dunia pendidikan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini diramaikan oleh isu pergantian kurikulu. perubahan kurikulum pada tingkat sekolah justru perlu dilakukan secara terus menerus. terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan kehidupan manusia. Namun dalam konteks KTSP. Dalam hal ini. Kurikulum ini mengalami penyempurnaan dan hasil penyempurnaan ini adalah kurikulum 2004 atau juga dikenal dengan sebutan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). kurikulum seyogyanya dapat mengakomodir dan mengatisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ketika KBK ramai dibicarakan dan muuncul buku-buku pelajaran yang disusun berdasarkan kurikulum ini. Kurikulum yang berlaku sampai tahun 2006 adalah kurikulum 1994. Dalam arti. Perubahan kurikulum pada dasarnya memang dibuthkan manakala kurikulum yang berlaku (current curriculum) dipandang sudah tidak efektif dan tidak relevan lagi dengan tuntutan dan perkembangan zaman dan setiap perubahan akan mengandung resiko dan konsekuensi tertentu. mengingat dampaknya yang sangat luas serta mengandung resikoyang sangat besar. KTSP mulai diberlakukan secara berangsur-angsur pada tahun ajaran 2006/2007. Departemen pendidikan Nasional melalui BNSP yang merupakan lembaga mandiri. memantu. 2.

dan operasional dalam satu tatap muka (2 jam pelajaran). remedial dan lain-lain. (2) program semester. (1) program tahunan. hal itu tergantung dari kesiapan sekolah masing-masing. pelajaran sastra hanya berisi nama-nama sastrawan beserta karya-karyanya. dan menjadi momok bagi sekolah yang belum siap. karena pengalaman dalam menerapkan KBK dapat dijadikan bekal dalam menerapkan KTSP yang ditetapkan oleh Kepala Sekolahdan harus diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi. aliran-aliran sastra serta unsureunsur intrinsic/ekstrinsik sastra. Hal tersebut dapat dilihat dari : a) Pengembangan KBK dan KTSP cenderung menggunakan metode kontekstual. lengkap. Kegiatan guru banyak terkonsentrasi pada persiapan pembelajaran. b) Kebiasaaan belajar yang berupa teori-teori bahasa dan sastra sudah mulai ditinggalkan. dan (4) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). karena banyak pencapaian kelulusan melalui praktek. . RPP ini adalah penjabaran silabus yang didesain lebih sederhana. pembuatan format nilai. dan rasio siswa. c) Pekerjaan guru berupa koreksi hasil kerja siswa sedikit berkurang. Dalam mempersiapkan kegiatan belajar dan mengajar guru harus menyiapkan empat perangkat awal yaitu . Pembelajaran bahasa dan sastra dikembalikan pada hakikat bahasa sebagai sarana komunikasi. tidak akan menjadi kendala yang berarti. Sedangkan sekolah yang sudah siap dalam hal sarana dan prasarana. Kehadiran KTSP bisa jadi merupakan kabar baik bagi sekolah-sekolah yang telah siap. Bagi tenaga pendidik yang professional dan memiliki keinginan untuk maju dan dinamis dalam menyikapi perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat. pengalaman menerapkan KBK. Kesiapan sekolah dalam memberlakukan KTSP ditandai dengan ketersediaan sarana dan prasarana. Peserta didik yang memiliki kemampuan lebih dalam kecakapan dan ketrampilan tertentu dapat dipraktikkan langsung. yaitu mengaitkan materi dengan kondisi nyata di masyarakat (belajar melalui pengalaman). Sebagian sekolah khawatir karena kekurangan sarana prasarana. d) Pelaksanaan KBK dan KTSP cenderung lebih banyak menggunakan media sebagai sumber bahan belajar. table penilaian proses. aplikasi KBK dan KTSP dapat dijadikan sebagai pembelajaran yang lebih menyenangkan.kurikulum ini. Sebelum KBK dan KTSP. (3) silabus.

otonomi penyelenggara pendidikan. 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. menyimak diganti mendengarkan. Kurikulum 1984. b) KTSP membutuhkan pemahaman dan keinginan sekolah untuk mengubah kebiasaan lama yakni ketergantungan pada birokrat. yang bisa diisi dengan apa saja baik yang wajib atau muatan lokal. Pendidik cenderung konservatif dan pendidik lansia cenderung tersiksa dengan KBK dan KTSP. Misalnya bentuk evaluasi diganti dengan jenis tagihan. g) Sumber daya manusia yang sudah termakan usia dan kurang professional. bahkan pengawas sebagai narasumberpun tidak bisa memberikan solusi kesulitan guru. cara menilai.Tentunya masih banyak kemudahan-kemudahan yang disuguhkan oleh KBK dan KTSP ini. desentralisasi pendidikan. 3. e) Banyak guru yang belum paham betul dengan konsep KBK dan KTSP ini. d) Ada beberapa istilah yang dinilai lucu dan ambigu. Namun juga tidak menutup kemungkinan adanya beberapa hambatan yang menjadi kendala berhasil tidaknya pelaksanaan KBK dan KTSP ini. Setiap sekolah diberi kebebasan menambah empat jam pelajaran tambahan perminggu. gaji dibawah UMR. Hal itu dapat ditunjukkan pada : a) Kebingungan para guru yang sudah merasa cocok dengan Kurikulum 1975. KTSP berlaku bagi sekolah standar nasional maupun sekolah nasional berstandar internasional. . dan Kurikulum 1994. dan menuangkan dalam buku laporang pendidikan. b) Sikap apriori terhadap kebijakan pemerintah menyangkut pemberlakuan KBK dan KTSP. Target dari kebijakan ini adalah tahun 2010 seluruh sekolah harus sudah melaksanakan KTSP sejak mulai diterapkan tahun ajaran 2007. Peluang bagi sekolah untuk mengurus sendiri tidak hanya manajemen sekoolah tetapi juga rutinitas akademis. f) Instrument evaluasinya pun masih sering diperdebatkan mulai dari penulisan soal yang benar. dan kebijakan tidak populer dari yayasan penyelenggara pendidikan. Beberapa cirri terpenting dari KTSP adalah sebagai berikut : a) KTSP menganut prinsip fleksibilitas. dan munculnya permasalahan lain. c) Ada beberapa materi yang klasifikasi kompetensi dasarnya tumpang tindih dan kabur. mahalnya pendidikan. KTSP DAN OTONOMI PENDIDIKAN Kebijakan KTSP berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.

f) KTSP tanggap terhadap perkembangan IPTEK dan seni. d) KTSP dikembangkan dengan menganut prinsip diversifikasi. yakni menekankan konsep besar lalu diikuti konsep-konsep kecil. Kurikulum 1994 menghendaki guru lebih kreatif. Pengembangan kurikulum menggonggong. Guru harus bisa “memaksa” siswa untuk memberi feedback dalam setiap pembelajaran. yakni local provinsi. Ini berbeda dengan kelas-kelas tradisional dimana siswa secara mandiri. Artinya dalam kurikulum ini standar isi dan standar kompetensi lulusan yang dibuat BSNP itu dijabarkan dengan memasukkan muatan local. Sementara dalam Kurikulum 2004 atau KBK. . Komite sekolah harus bersama guru dalam mengembangkan kurikulum. siswa dituntut lebih kreatif. f) Siswa bekerja dalam kelompok. d) Guru mengajar secara interaktif. e) KTSP sejalan dengan konsep desentralisasi pendidikan dan manajemen berbasis sekolah (school-based management).c) Guru kreatif dan siswa aktif. guru-guru berlalu dengan kulturnya. Justru dalam kelompoklah mereka bersosialisasi dan berkolaborasi. local kabupaten/kota. dan local sekolah. e) Guru mencari tahu sudut pandang siswa untuk memahami kadar pengetahuan siswa saat ini untuk dijadikan pijakan bagi pelajaran yang akan datang. ujung-ujungnya ada Ujian Nasional (UN) juga. namun aktivitas guru sebatas mengajarkan apa yang sudah ditetapkan dalam kurikulu. g) KTSP beragam dan terpadu. KTSP menggabungkan keduanya. Seyogyanya tidak ada masalah bagi sekolah karena yang diujikan adalah kompetensi dasar. c) Siswa diperlakukan sebagai “pemikir” muda yang belajar merumuskan teorinya sendiri. Walaupun sekolah diberikan otonomi dalam pengembangannya. sehingga secara kolektif memperoleh pencerahan lewat social reconstructivism. Aliran konstruktif menawarkan solusi untuk menyulap suasana belajar secara “berani” dan mendobrak kejumudan kurikulum lewat tujuh ayat pendidikan sebagai berikut : a) Kurikulum disajikan secara utuh. yakni antara lain dengan kepandaian menerjemahkan lingkungan sekitar sehingga dapat dipahami siswa. b) Kegiatan kurikuler mengandalkan sumber-sumber data primer dan juga materimateri buatan yang bermakna.

4. 2008 dalam Isjoni. Guru harus menyeleksi bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran agar sesuai dengan kurikulum sekolahnya. Pemahaman siswa tentang tujuan dapat menumbuhkan minat siswa untuk belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. Maka guru harus mandiri dan kreatif. (3) sumber belajar yang tersedia.g) Penilaian pembelajaran siswa dilakukan secara terintegrasi dalam pengajaran dan dilakukan lewat observasi guru terhadap proses belajar siswa dalam kelompoknya dan dengan mencermati portofolio siswa. KEGIATAN PEBELAJARAN BERBASIS KTSP KTSP memberikan kebebasan yang besar kepadasekolah untuk menyelenggarakan program pendidikan yang sesuai dengan (1) kondisi lingkungan sekolah. pengamatan. Karena dalam KTSP guru berfungsi sebagai fasilitator dan pembelajaran berpusat pada peserta didik. maka peran guru dalam proses pembelajaran pun mengalami pergeseran salah satunya adalah penguatan peran guru sebagai motivasi. Dalam program pendidikan ini. dan (4) kekhasan daerah. 2009) : a) Menjelaskan tujuan yang ingin dicapai Tujuan yang jelas dapat membuat siswa paham kearah mana ia ingin dibawa. kepala sekolah (konselor) dan komite sekolah. Karena KTSP dikembangkan dan disusun oleh satuan pendidikan atau sekolah sesuai dengan kondisinya masing-masing. . orang tua dan masyarakat dapat terlibat secara aktif. bahan ajar yang digunakan juga mempunyai perbedaan. perhatian dan kreativitas peserta didik. (2) kemampuan peserta didik. Sejalan dengan pergeseran makna pembelajaran dari pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher oriented) ke pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student oriented). setiap sekolah mempunyai kurikulum yang berbeda. Tanya jawab perlu dikembangkan. metode ceramah perlu dikurangi. Beberapa petunjuk umum bagi guru dalam rangka meningkatkan motivasi belajar sisiwa (Wina Senjaya. Ppengembangan dan penyususnan KTSP merupakan proses yang kompleks dan melibatkan banyak pihak seperti guru. Dalam KTSP guru juga diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode pembelajaran. Dengan demikian. Metode-metode lain seperti diskusi. Guru perlu memanfaatkan berbagai metode pembelajaran yang dapat membangkitkan minat.

f) Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa. merasa aman. kecerdasan. Memberikan pujian yang wajar merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penghargaan. − Gunakan berbagai model dan strategi pembelajaran secara bervariasi. c) Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan d) Tuntutan pembangunan daerah dan nasional e) Tuntutan dunia kerja f) Perkembangan ilmu pengetahuan. e) Berikan penilaian Banyak siswa yang belajar karena ingin memperoleh nilai bagus. c) Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar Siswa hanya dapat belajar dengan baik manakala ada dalam suasana yang menyenangkan.b) Membangkitkan minat siswa Beberapa cara dapat dilakukan untuk membangkitkan minat belajar siswa. Bagi sebagian siswa nilai dapat menjadimotivasi yang kuat untuk belajar. g) Ciptakan persaingan dan kerjasama Persaingan yang sehat dapat memberikan pengaruh yang baik untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa. Motivasi akan tumbuh manakala siswa merasa dihargai. teknologi dan seni g) Agama h) Dinamika perkembangan global i) Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan j) Kondisi sosial budaya masyarakat setempat . d) Berikan pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan siswa. − Sesuaikan materi pelajaran dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa. diantaranya : − Hubungkan bahan pelajaran yang akan diajarkan dengan kebutuhan siswa. Siswa butuh penghargaan. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a) Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia b) Peningkatan potensi. Melalui persaingan siswa dimungkinkan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil yang terbaik. bebas dari rasa takut. Penghargaan bisa dilakukan dengan memberikan komentar positif.

minggunya. bimbingan kelompok dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bersifat kelompok. Pembelajaran pengayaan berupaya mengembangkan ketrampilan berpikir. perasaan. (2) Muatan Lokal. setiap satuan pendidikan perlu menyelenggarakan program pembelajaran pengayaan. inovasi. PENGEMBANGAN DAN PENGAYAAN KTSP Didalam KTSP. dan (3) Pengembangan Diri. Disbanding pengurangan jumlah dengan jam kurikulum setiap sebelumnya. kemandirian. penemuan. kreativitas. bakat. yaitu : (1) Mata Pelajaran. dalam KTS terjadi efektif naun dengan adanya pengembangan diri maka sebetulnya aktivitas pembelajaran diri siswa tidaklah berkurang. Pengembangan diri disekolah merupakan salah satu komponen penting dari struktur KTSP yang diarahkan guna terbentuknya keyakinan. sikap. Dibawah bimbingan guru maupun orang lain yang memiliki kompetensi dibidangnya. tanpa “terkengkang” di dalam ruangan kelas. ketrampilan seni. minat. Selain dilakukan melalui kegiatan yang bersifat kelompok. partisipasi. dan citacita para peserta didik yang realistis. seperti mengadakan diskusi kelompok. dan sebagainya. Untuk mencapai tujuan dan prinsip-prinsip pembelajaran tidak jarang dijumpai adanya peserta didik yang memerlukan tantangan berlebih untuk mengoptimalkan perkembangan prakarsa.k) Kesetaraan gender l) Karakteristik satuan pendidikan 5.untuk mengantisipasi potensi lebih yang dimiliki peserta didik tersebut. ketrampilan gerak. eksperimentasi. kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan pula melalui kegiatan mandiri. ketrampilan memecahkan masalah. kegiatan pengembangan diri dapat pula dilakukan melalui kegiatankegiatan diluar jam efektif yang bersifat temporer. dan sebagainya. Siswa justru akan lebih disibukkan lagi dengan berbagai kegiatan pengembangan diri yang memang lebih bersifat ekspresif. struktur kurikulum yang dikembangkan mencakup tiga komponen. Penggunaan istilah pengembangan diri dalam kebijakan kurikulum memang relative baru. kreativitas. sehingga pada gilirannya dapat mengantarkan peserta didik untuk memiliki kepribadian yang sehat dan utuh. Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yyang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. . permainan kelompok. ketrampilan fisik.

c) Peran guru tidak lagi menjadi “penceramah” melainkan menjadi fasilitator. b) Pengelola sekolah perlu meningkatkan pemanfaatan perpustakaan. e) Komite sekolah perlu dilibatkan dalam kegiatan belajar mengajar. yaitu (1) mengidentifikasi kelebihan kemampuan peserta didik. d) Peserta didik perlu didorong untuk berani bertanya. dan komite sekolah ditingkatkan. 6. KTSP juga tidak mengatur secara rinci kegiatan belajar mengajar (KBM) .memperkaya ilmu pengetahuan. Agar pemberian pengayaan tepat sasaran maka perlu ditempuh langkahlangkah sistematis.Ada tiga jenis pembelajaran pengayaan. tujuan mulia ini tidak akan tercapai jika pihakpihak ini tidak menyadari hakikat dan tujuan pembelajaran. mengungkapkan pendapat. PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN KTSP Seperti telah diungkapkan sebelumnya. karena guru diberi kebebasan untuk mengembangkan kompetensi siswanya sesuai dengan lingkungan dan kultur daerahnya. yaitu : a) Kegiatan eksplanatori yang bersifat umum yang dirancang untukdisajikan kepada peserta didik. dan mampu menjadi pendengar yang baik ketika orang lain berbicara. KTSP sesungguhnya lebih mudah. Dengan cara ini peserta didik akan terus-menerus dipacu untuk berusaha mencari informasi secara aktif. KTSP mempunyai tujuan yang mulia untuk mencerdasakan bangsa dengan meningkatkan peran pengelola. dan (2) memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran pengayaan. c) Pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigative/penelitian ilmiah. Namun. b) Ketrampilan proses yang diperlukan oleh peserta didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan investigasi terhadap topic yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri. guru. Ada sejumlah saran yang kiranya dapat menjadi pertimbangan bagi pengelola pendidikan : a) Guru sebagai pelaksana pembelajaran perlu terus-menerus mengembangkan diri.

− Harus komprehensif. merencanakan penilaian.menjabarkan. adalah dengan mengembangkan materi standar.di kelas. penilaian hendaknya dilakukan berdasarkan apa yang dilakukan oleh pelajar selama proses pembelajaran dan pembentukan kompetensi. Langkah pertama yang dilakukan oleh guru dalam mengembangkan RPP adalah mengidentifikasi dan mengelompokkan kompetensi yang ingin dicapai setelah proses pembelajaran. Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran berbasis KTSp mencakup tiga hal. KTSP SEBAGAI PEMBELAJARAN VISIONER Guru merupakan pengembang kurikulum bagi kellasnya yang akan menterjemahkan. dan pembentukan kompetensi. pembentukan kompetensi dan post test. artinya berkaitan dengan visi dan misi sekolah. Langkah kedua. Langkah ketiga. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi kompetensi. Materi standar merupakan bahan pembelajaran berkenaan dengan jawaban atas. Langkah keempat. 7. a) Pre Test (tes awal) Fungsi pre test ini antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut : − Untuk menyiapkan pelajar dalam proses belajar Materi standar merupakan isi kurikulum yang diberikan kepada pelajar dalam proses pembelajaran . Sejalan dengan KTSP yang berbasis kompetensi. menentukan metode. tetapi guru dan sekolah diberi keleluasaan untuk mengembangkannya sendiri sesuai dengan kondisi murid dan daerahnya. dan mentransformasikan nilai-nilai yang terdapat dalamkurikulum kepada pelajar. “apa yang harus dipelajari oleh pelajar untuk membentuk kompetensi ?”. yaitu : − Hendaknya menggunakan unsure proses dan produk − Bersifat spesifik dan dinyatakan dalam bentuk perilaku nyata − Mengandung pengalaman belajar yang diperlukan untuk mencapai kompetensi tersebut. Penentuan metode pembelajaran erat kaitannya dengan pemilihan strategi pembelajaran yang paling efisien dan efektif dalam memberikan pengalaman belajar yang diperlukan untuk membentuk kompetensi dasar. harus realistis dan dapat dimaknai sebagai kegiatan atau pengalaman belajar tertentu. − Pembentukan kompetensi seringkali memerlukan waktu yang relative lama. yaitu pre test.

dan bagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan. dan sebagainya. baik terhadap perencanaan. produktif. dan berprestasi. 8. problem solving. Dengan metode dan strategi tersebut diharapkan setiap pelajar dapat mengembangkan kompetensi dasar dan potensinya secara optimal. misalnya metode inkuiri. 20 Tahun 2003 pasal 36 : − Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional . − Untuk mengetahui pelajar yang perlu mengikuti kegiatan remedial. dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan yang sudah siap dan mampu mengembangkannya dengan memperhatikan UU No. PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KTSP Pada prinsipnya KTSP merupakan strategi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif. − Untuk mengetahui tingkat penguasaan ppelajar terhadap kompetensi yang telah ditentukan − Untuk mengetahui kompetansi dan tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh pelajar. yaitu bagaimana komponen dibentuk pada pelajar. discovery. c) Post Test Fungsi post test antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut . serta kompetensi dan tujuan-tujuan yang belum dikuasai. kompetensi dasar mana yang telah dikuasai pelajar serta kompetansi dasar mana yang perlu mendapat penekanan dan perhatian khusus. dikembangkan.− Untuk mengetahui tingkat kemajuan pelajar − Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki pelajar − Untuk mengetahui darimana seharusnya proses pembelajaran dimulai. − Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi yang telahh dilaksanakan. b) Pembentukan Kompetensi Pembentukan kompetansi merupakan kegiatan inti dari pelaksanaan proses pembelajaran. pelaksanaan maupun evaluasi. serta mengetahuii tingkat kesulitan belajar yang dihadapi. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun. dan yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan. Metode dan strategi belajar mengajar yang kondusif perlu dikembangkan.

Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas No. Pada prinsipnya juga. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki potensi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.− Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. c) Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. produktif. kondisi daerah. KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dibawah koordinasi dan supervise pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar provinsi untuk pendidikan mennengah. jenjang dan jenis pendidikan. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL. kalender pendidikan. KTSP juga merupakan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan dan keikutsertaan masyarakat dalam rangka mengefektifkan . KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. cakap. budaya. PENUTUP KTSP merupakan startegi pengembangan kurikulum untuk mewujudkan sekolah yang efektif. namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. teknologi dan seni. C. kreatif. berilmu. mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab. perkembangan. b) Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. dan silabus. ekonomi dan gender. KTSP dikembangkan berdasarkan prinsi-prinsip sebagai berikut : a) Berpusat pada potensi. dan berprestasi. sehat. KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI. teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. status sosial.adat istiadat. berakhlak mulia. potensi daerah dan pelajar − Kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyususnan kurikulum yang dibuat oleh BNSP. serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama.suku. kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

DAFTAR PUSTAKA Isjoni. 2009. tuntutan. KTSP sangat potensial untuk mendukung paradigma baru managemen berbasis sekolah dalam konteks otonomi daerah dan sentralisasi pendidikan Indonesia. situasi dan kondisi lingkungan sekolah. KTSP Sebagai Pembelajaran Visioner. dan keperluan masingmasingnya. Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian wewenang (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum.proses belajar mengajar di sekolah. D. KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan pengetahuan kurikulum yang diletakkan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran. Dengan semangat otonomi itu. yakni sekolah dan satuan pendidikan. Bandung : Penerbit Alfabeta . sekolah bersama dengan komite sekolah dapat secara bersama-sama merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan. KTSP adalah salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. Pengembangan KTSP yang beragam mengacu kepada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional.