ANALISIS KUAllTAS BATUGAM~INGKABU~ATEN FAK FAK PAPUA SEBAGAIBAHAN BAKU SEMEN PORTLAND

Zubair Saing
Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Ternate

ABSTRAK
Semen Portland merupakan salah satu jenis semen. Komposisi kimia tituu,c semen portland adalah CaO (60ro-66%), Si02 (19%-25%), Al203 (3%-8%), Fe203 (JlYo-5%), dan MgO (15-4%). Komposisi tersebut dapat diperoleh dengan pencampuran hqtugamping .t:!.engan yang mengandung CaOcl.engan lempung. Kabupaten Fakfak memliki potensi batugamping yang cukup besar, pemanfaatannya selama in; sebagai bahan dasar campuran bata beton pejal dem. materta; flmlnman. Indl!~trl Pf!mlm¢qn seme» mc.m"lt4«m bahan halcu batugampingyang dominon sekitar 80%, dengan komposisi senyawa kimia utama yokni kalsium karbon at dan magnesium karbonat. Metode sampling g!!qlmlHm 4fmg{!!! mrg li'1l(l§~ pffifg §ej~!,!!lgh !!rflr yqrrg 4i(l!lGGflP representative sebanyak 9 lokasi, sedangkan proses sampling di laboratorium terhadap contoh dari lapangan dilakukan dengan metode tabling dan pengujian laboratorium. Hasil pengujian terhadap contoh yang . telah diperoleh adalah CaO = 40%, Si02 = 17,39% • Kata kunci : Batugamping, Semen Portland~ lJji Laboratortnm, kandungan unsur kimianya maka perlu dilakukan penelitian apakah batugamping yang ada di Kabupaten Fakfak ini dapat dipakai sebagai bahan baku utama dalarn industri pembuatan semen khususnya portland semen. ..

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar BeJakang Semen Portlandmerupakan salah satu jenis semen. Komposisi kimia utama semen portland adalah CaO (60%-66%),

Si02 (19%-25%), Al203 (3%-8%), Fe203
(1%'-5%), dan MgO (15-4%). Komposisi tersebut diperoleh -dengan mencamppurkan batugamping dengan lempung. Kabupaten Fakfak secara litologi didominasi oleh batugamping. yang tersebut hampir diseluruh wilayah kabupaten yang

1.2. Tujuan Penelitian • Menentukan komposisi
batugamping dengan

kimia

pengujian laboratorium terhadap sarnpel yang representative

Mengetahui dan menentukan potensi
batugamping tersebut dapat dipakai sebagai bahan baku pembuatan semen portland.

pemanfataanya hanyaIah sebagai campuran pemhuatan bata beton pejal dan material.
timbunan. Melihat potensi tersebut (Zubair dan tim, 2001), maka berdasarkan anal isis' .

67

2. METODOLOGI PENELITIAN • Tahap Perencanaan tahapan ini meliputi pemilihan lokasi sample, penentuan metodologi pengujian , dan tempat penenlitianllaboratorium. ~ Tahap Pelaksanaan Taapan ini terdiri dari observasi lintasan dan pengambilan contoh batugamping berdasarkan titik yang telah dianggap representative dan mengujinya di laboratorium sesuai dengan SOP yang • Tabap Pengolaban Data Dilakukan sesuai dengan anlisis yang telah ditetapkan. 3. TINJAUAN PUSTAKA Secara umum batuan dapat didefinisikan sebagai semua bahan pembentuk kerak bumi yang tersusun dari berbagai mineral yang terdapat di alam dan terjadi akibat aktivitas geologi, 3.1. Batugamping (limestone) Batugamping merupakan bahan galian dengan kandungan 80% karbonat kalsium dan karbonat magnesium dan menghasilkan suatu produk bila dibakar serta didomonasi oleh eaC03 (mineral kalsit) (Petijohn, 1975). Berdasarkan genesanya, batugamping terjadi dati hasil proses organic dan proses kimia (0 Lange, 1981 dan Setia Graha, ! ~~:~ B~to'e~m!1iTlg dari proses orzanie mengandung sisa-sisa fosil yang tidak selalu bisa dideteksi secara megaskopis, sedangkan yan tetjadi dari hasil proses kimia disebut batugampiog kristalin, a. Mineral Batugampiog Mineral karbonat yang terdapt pada batugamping adalah Kalsit (CaC03). Aragonit (Caeo3). Magnesit (MgC03)l

Dolomit

(MgC03,CaC03),

Siderit

(FeC03). b. Komposisi Kimia Batugarnping Komponan utarna batugamping adalah senyawa karbonat dengan rumus kimia taC03, tabel berikutrnenunjukkan senyawa kirnia utama pembentuknya,
Ii

Tabell.

Komposisi kintia batugamping
A(%) 5,19 0.06 B(%) 14,09 0,08 1,75 0,77 0,03 40.60 4,49 0,58 0,62 0,30 0.88 0,42 35,58 0,Q7 0,07 0,01 100,34

Senyawa Si02 Ti02 Al203 Fe203 FeO MnO CaO MgO K20 Na20

0,54 0,05 42,61 7,90 0,33 0.05 0,21 056 0,04 41,58 0,09 0,05 0,01 100,09

zLi20
H20-<1l0" H2O+< 110"

"

n05
CO2

S S02 Cl
organik Total

(MKoltlwff dkk; /969) A = Kornposisi analisis pada 345

percobaan batugamping B;'" Komposisi analisis pada 498 percobaan batugamping oleh R.N. Strokes.
• ""It. C'T." .... ......., ....y ""~.L'f.-..a.J.L",-

UOD'T'l"

A NT) ~ _

Secara umum semen Portland dideftiiisikan sebagai suatu bahan perekat yang berbentuk - serbuk halus, jika ditambahkan dengan air terjadi hidrasi dapat mengeras dan digunakan sebagai bahan pengikat (Sadji, 1990). Terbagi menjadi dua jenis:

..

68

3.

Non hidmlis, yaitu semen yang tidak

b,

berbeda defmisi

P~fig~Q.tlij ~m~Q.P9rtismd di
cam

dapat rnengeras dalarn air atau tidak stabil dalam air, Hldrolis, yaitu" semen yang dapat rnengeras "dalam air dan menghasilkan padatan yang stabil dalarn air. "

parameter berikut (Subakti. 1991). sebagai
berikut
Senyawa KalsiumOksida CaO ", Sitik~n Di()Qioo. ($i02)

t abeii.Senmtwa ki' utama "" mla

(%) 60-66

~4()n~~~~ ($~ji, 199Q);

mengartikannya, berikut menurut Amerika, Jerman dan

~j!m!h 4urn~

19-2~
3-8

Aluminium (AJ203) Oksida Bcsi (Fe203) ~esium 9ksida (M£O)

1-5 1-4

a) ASTM mendefinisikan semen Portland sebagai suatu produk yang diperoleh dari menzzilinz halus terak yang terdiri dari hidrolik kalsium silikat dimana tidak ditambahkan bahan lain setelah diproses kalsinasi kecuali air dan gips, b) German Standard Comariten menentukan definisi semen Portland adalah suatu bahan pengikat yang memiliki spesifikasi sebagai berikut: a. Hams mengandung komposisi kimia dari kalsium oksida yang terikat dengan silicon dioksida, oksida aluminium dan oksida besi, b. Dapat mengeras di udara dart air, c. Setelah mengeras keadaannyastabil, dalarn air tidak larut, d. Kondisinya akan memuaskan karena makin kuat dan volumenya tetap, e. Bahan mentahnya harus rnengalami pembakaran dengan suhu tinggi. c). Standard Industri Indonesia (Sll 00131981) dan Standard Nasionallndonesia (SNI 2049~1994). mendefinisikan semen Portland adalah semen hidrolis yang dihasilkan dengan cara menghaluskan klinker yang terutama terdiri dari silikat-silikat kalsium yang bersifat hidrolis, bersama bahan tambahan gypsum. Salah satu cara untuk rnenilai mutu PC adalah dengan melihat parameter-

(Subakti, 1991)

batu gamping, tanah liat, pasir silica pasir besi dan gypsum (Sadji, 1990). Semen akan apabila bereaksi dengan air. Reaksi yang terjadi: 3eaO +Si02 ~ 3CaO Si02 (trikalsium silikat) - (C3S) 2CaO + Si02 ~ 2CaO Si02 (dikalsium silikat) - (C2S) 3CaO + A1203 ~ 3CaO A1203 (trikalsium alumirat) - (C3A) 4CaO + Al203 -» 4CaO, A1203, Fe303 (tetrakalsium aluminoferit) - (C4AF) 4.2. Komposisi Kima Semen Portland Komposisi kimia semen Portland tergantung pada jems semen dan komposisi bahan baku yan digunakan. "ki . Ta bel3 KompoSISI nna PC
No 1 3 4

4.1. Pembuatan Semen Portland Bahan baku terdiri dan

memiliki daya ikat yang sangst kiiat

Komponen Kimia
CaO Si02 Alia3 Fe203

.

~
5

.10/01 64 19

5;5

Lain-lain SR=2,6 AR=16~ ... , . '. LSF=I,OI

MgO
S03 K2O+Na20

3,5 1,4

6 7

1,9 1,1
2,1 0,6

9

8

10

lgnitionioss Behan-bhen sisa BllhulI:I!(Mn, Ti,dst}

C3S=-!l,4 C2S=O,O

0,9

C3A=O,7
C4AF"10;

(Subaktl, 1991)

69

1. SHika Rasio persamaan:
C;R _ S!02 • - .-li203 .c. F.203

ditentukan

dengan Pers
•••

denca>t 1,6 < SR, 3,5

1

Nilai SR menunjukkan apakah semen kaya akan silica atau tidak. Pada umumnya nilai rata-rata 2,0-2,5. 2. Aluminium Rasio dengan persamaan:

Nilai AR<2 diiurnnai nada ienis semen yang tahan terhadap sulfat, sedangkan pada nilai AR>2 dijumpai pada semen putih. Nilai AR biasanva dikehendaki serendah mungkin. ~ 3. Faktor kejenuhan kapur atau lime saturation factor adaiah perbandingan jumlah kapur dalarn persen berat terhadap ketiga komponen-komponen utarna pembuat klinker dengan persarnaan :
:.5 F = ----,--~CaD -F Si02 -.4i2C3

Beberapa senyawa utama penyusun batugamping yang diteliti, yaitu Si02 (silika -dioksida), CaO (kalsium oks ida), CaC03 (kalsit), MgO (magnesium oksida), Fe203 (oksida besi), Sesuai dengan pendapat M. Kalthoff (1969) dick bahwa pene~tian komposisi kimia batugamping sudah dianggap cukup representative apabila kelirna senyawa tersebut telah diteliti. . Syarat yang harus dipenuhi adalah bah an baku semen terdiri dari 80% oatugamping (';:'I1(,\J~), sementara hasil pengujian sampel menu~jukk~bahwa CaC03 yang terkandung sebesar 81 % dengan kandungan CaO 40%. Terlihat bahwa kandungan CaC03 sampel lebih tinggi dari kadar CaC03 yang disyaratkan. Tabel berikut rnenunjukkan perbandingan kadar bahan-bahan padat tersisa dalam batugamping dengan kkomponen-kornponen semen Portland.
T a be 14 Perban d' mgan senyawa kimla
Senyawa CaO Semen(%) 60-66 19-25 . Sampel Batugamping (%) 40

e 103

Pers .... .3

Nilai LSF berkisar 0,66-1,02. Nilai ~$f>l,Q:? ~~t~ ~e~~q j~I~k karena terdapat kapur bebas daiam" s~~~n'~ Nilai LSF=l,OO silika yang terdapat dalam semen berbentukC3S. nlai LSF <1,00 silika terdapat dalarn bentuk campuran C2S' dan C3S. nilai LSF<O,66 terdapat terlalu banyak C2S. apabila nilai LSF terlalu rendah maka semen kekurangan komponen C3S dan mum semen. jelek, 5. HASIL DAN'PEMBAHASAN . Hasi~ analisa laboratorium yang dilakukan diperoleh nilai rata-rata dari beberapa senyawa seperti Tabel 5.

Si02 Al203
Fe203 MgO

17,39
2,44

3-8 1-5

1-4

1,35 2,52

Kadar senyawa-senyawa lain (Si02, Fe203, A1203 dan MgO masih rendah seperti terlihat pada Tabel5. Untuk memenuhi kadar senyawa-senyawa tersebut pada pembuatan semen diperlukan bahan-bahan dasar semen Portland yang lain yang kaya akan senyawa tersebut. Seperti diketahui bahwa bahan dasar semen Portland terdiri dari batugamping, tanah lempung, pasir silica, pasir besi dan ~ypsum (Sadji, 1990).

70

l'!o
1 2 3 4

II.RPc* .. -

...
Odp)

SjO,

..~
liM U4

n~CIoiP)

,,.

....,
U05 lI.4I3II
G,eOl

'fi{),

oW,»

FeP.>
8,11 US

~
o.ol '8.82

~
IU3 f.4'

.."
Q.14

c.<> ~
54.7. ""-16 SMI

~
...01
UO

9aro.> ".D
,.,.13
6US "311

m(SalJ

4.'"
om
7311 5.11 e.56
Q.47

Lll
'14 U6 1.S7 4Ut '.41 1.16 1,)5

-

e.m
om

lAl
4lJj;

eM ..... 1 6.11
Dol1

IV I.RPc* O-p)

s
6
1

v (SI.)
VJ(S&4g<)

J=
IUl ""I')

'13.94

tMO 0.06" U~

.'"
0.63 o.ol

vnl.RPc*Qofp) VDl

~

l

9

1

IX (/lo<t

Hasil yang diperoleh dari analisis terhadap parameter-parameter mutu semen Portland diperlihatan pada tabel berikut. Tabel6. Nilai parameter mutu yang diana Hsis Parameter Nilai 4,59 Silika rasio 1,8 Aluminium rasio 1,89. Nilai keienuhan kapur Tabel di atas menunjkkan bahwa nilai Parameter mutu yang dianalisis untuk kualitas semen Portland sangat baik, dimana silica rasio seharusnya antara 1,6 - 3,5, hasil dperoleh 4,59 artinya bahwa kandungan silica masih banyak namun hanya membutuhkan sedikit usaha untuk mengecilkan nilai kandungan silica yaitu pada saat pencampuran persentase kandungan silica harus lebih sedikit. Untuk parameter aluminium rasio diperoleh 1,8 seharusnya <2, angka ini sangat baik.. Nilai kejenuhan kapur seharusnya arrtara 0,66 - 1,02 )'an~

-(11"'*

f.5I
10.94 11,39

Clap)

lUllS

"'o.ou

'.t!
I
IIA6 e,oJl

...
0.,.;

UII

.t

U4 lV1 4'-62 5L4f

11."
I
o.U

U6 I4.U 2,52

...,

:58.10

-

!iL"

L4l 2,U

I

2a.02 40

9.01

e,U

..

I

diperoleh adalah 1,89, berarti lebih besar dari syarat nilai kejenuhan kapur. Jika nilai LSF>l,O artinya bahwa mutu semen jelek Karena terdapat kapur bebas dalam semen. Nilai mutu yang diperoleh kelebihan sekitar .. 0,89%, angka. ini menuniukkan kelebihan yang tidak terlatu besar, untuk mengatasi ini maka perlu penambahan bahan-bahan lain sehingga ~ m~l1!1~~ l1H~ LSr 6. KESIMPULAN a. Berdasarkan hasil analisis laboratorium terhadap komposisi kimia batugarnping sampel, maka kandungan CaC03 sangat memenuhi syarat batugarnpiog tersebut untuk dijadikan bahan baku semen Portland yaitu 81 % CaC03. b. Analisis terhadap nilai mutu semen Portland berdasarkan SR, AR dan LSF. menunjukkan bahwa batugamping terse but jika dijadikan sebagai bahan baku semen Portland akan memberikan mutu yang sangat baik, namun diperlukan penambahan beberapa bahan-bahan 'lain dengan komposisi tertentu.

71

Jl..!RNAL.TEKNIK

on·fret<. V9I. 2 NQ.9?

~p1~~r

f~

: (l7 - tz

7.SARAN

a. Diperlukan penelitian sejenis untuk daerah lainnya, b. Perlu dilanjutkan melakukan penelitian terhadap jumlah dan potensi

batugamping tersebut serta nilai . keekonomiannya. c. Jika memenuhi syarat-syarai kelayakan, maka dapat didirikan pabrik

semen

Koltthoff M, et.al., 1999, Quantitative Chemical Analysis. The Mac_Millan Company, Collier-MacMillan Limited. London. Lange, O. et.a1., 1991, Geologi Umum, -Penerbit Gaya Media Pratama, Jakarta. Murdok L. J. Broke M. (Endarko, Stepahnus alih bahasa), 1986, Bahan dan Teknologi Beton, edisi 4, Penerbit Erlangga, Jakarta. Pettijhon F.J., 1975, Sedimentary Rock, Harper International Edition, Harper & Row, Publisher New York, Evansion, San Fransisco and LOndon. Robert, Leighou B., 1942, Chemistry of Engineering Materials, McGraw-Hill Book Company Inc, New York and London, Kogakusha Company Ltd, Tokyo. Sadji, 1990, Konstruksi Beton I Khusus ten tang Teknologi Beton, Jurusan Teknik Sipil, FTSP-lTS, Surabaya. Santje M.I, Eka V.V. Miswandi, 2003, Analisis Batu Kapur sebago; Bahan Dasar Semen Portland Daerah Polimak Jayapura, Jurnal Dinamis, USTJ, Jayapura. Setia Graha Doddy, 1987, Baruan dan Mineral, Penerbit Nova, Bandung. f"T. Sueofindo, 2001, Laporan Hasil Pengujian Laboratorium, Proyek Penyelidikan Awal Potensi Bahan Galian Kabupaten Fakfak. T,;:~hi.!iJrSaing & Tim, 2001, Laporan Akhir Penyelidikan Awal Potensi Bahan Galian Kabupaten Fakfak, Kerjasama PT. Sucofindo dan Pemda Tkt 11 Fakfak,

A'

.

72