Jenis-jenis hadis 1.

Hadis Mutawatir, yaitu hadis yang memiliki banyak sanad dan mustahil perawinya berdusta atas Nabi Muhammad saw., sebab hadis itu diriwayatkan oleh banyak orang dan disampaikan kepada banyak orang. Contohnya, ((Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka tempatnya dalam neraka. " (H.R Bukhari, Muslim, Ad Darimi, Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmizi,. Abu Ha'nifah, Tabrani, dan Hakim). Menurut para ulama hadis, hadis tersebut di atas diriwayatkan oleh lebih dari seratus orang sahabat Nabi dengan seratus sanad yang berlainan. Oleh sebab itu jumlah hadis Mutawatir tidak banyak. Hadis Mutawatir terbagi dua: a. Mutawatir Lafzi, yakni perkataan Nabi, b. Mutawatir Amali, yakni perbuatan Nabi.

2. Hadis Masyhur, yaitu hadis yang diriwayatkan dari tiga sanad yang berlainan. Contohnya, Orang Islam ialah orang-orang yang tidak mengganggu orang Islam lainnya dengan lidah dan tan¬gannya." (H.R Bukhari, Muslim, dan Tirmizi). Sanad Bukhari, yaitu Bukhari dari Adam, dari Syubah, dari Abdullah bin Abu Safar, dari As Syabi, dari Abdullah bin Amir,. dari Nabi Muhammad saw. Sanad Muslim, yaitu Muslim dari Sa'id, dari Yahya, dari Abu Burdah, dari Abu Musa, dari Nabi Muhammad Saw. Sanad Tirmizi, yaitu Tirmizi dari Qutaidah, dari Al Lais, dari AI Qa'qa, dari Abu Salih, dari Abu Hurairah, dari Nabi saw.

3. Hadis Shahih, yaitu hadis yang cukup sanadnya dari awal sampai akhir dan oleh orangorang yang sempurna hafalannya. Syarat hadis sahih, yaitu: a. sanadnya hams bersambung, b. perawinya sudah baligh c. berakal d. tidak mengerjakan dosa e. sempurna hafalannya f. perawi yang ada dalam sanad itu hams adil dan hadis yang diriwayatkannya tidak bertentangan dengan hadis Mutawatir atau dengan ayat Al Quran.

namun tidak terlalu lemah.kannya.. semata-mata hadis Hasan Lizatihi. "Barang siapa yang menyembunyikan ilmu yang diketahuinya. Contohnya.perkuat dengan keterangan lain. yakni hadis yang sahih dengan sendirinya tanpa diperkuat dengan keterangan lain. maka ia akan dikekang dengan api neraka pada hari kiamat. "Sembelihan bagi bayi hewanyang ada dalam perut ibunya {janin} cukuPlah dengan sembeli&not. itulah hadis Hasan Shalih. "Asal setiap penyakit adalah dingin. dari 2) Itab bin Basir.Hadis Shahih terbagi menjadi dua: a. dari 3) Ubaidillah bin Abu Ziyad.han ibunya saja. 6. Hasan Lizatihi. Ibnu Majah) Menurut Tarmizi.R Hasan). "Kalau sekir&not. b . ialah Darimi menerima dari 1) Ishak bin Ibrahim. Hakim dan Darimi). adalah hadis yang dari segi hafalannya kurang dari hadis shahih.R Bukhari dan Muslim).R beberapa Imam. maka aku perintahkan mereka bersugi {siwak} setiap akan shalat. Hadis Mudha'af. Shahih Lizatihi. " (H. Hadis ini ada yang sampai tingkat shahih lighairihi. . dari Nabi saw." (H. Shahih Lighairihi. Hadis di atas jika kita ambil dari sanad Imam Darimi. Hasan Lighairihi. dari 4) Abu Zubair.anya tidak terlalu menyusahkan umatku untuk mengerja&not. Hadis Hasan. Contohnya. maka jadilah ia shahih lighairihi. 5.angan lain. Dilihat dari sanadnya." (H. namun karena dikuatkan oleh riwayat Bukhari. adalah hadis yang lemah matan dan sanadnya. dari 5) Jabir. Contoh. antara lain Tirmizi. Nama yang tercela dalam sanad di atas ialah nomor 3 (Ubaidillah bin Abu Ziyad) sebab ia bukan seorang yang kuat dan teguh menurut Abu Yatim. Anas dengan sanad yang lemah).R. Contohnya." (H. b.kan Hasan. yakni hadis yang shahihnya karena di&not. Contohnya." (H. "Tangan di atas {memberi} lebih baik dari tangan di bawah {menerima}. adalah hadis yang setingkat di bawah hadis Hasan. yakni hadis yang dengan sendirinya dikata&not.R. yakni hadis yang Hasannya dibantu keter&not. 4. Hadis Hasan dibagi dua: a. Hadis Shalih.

Contohnya. "Barang&not.R. Hadis Dha'if." demikian seterusnya sampai kepada Sahabat dan Nabi. Contohnya. rawinya bukan orang Islam. 12. Padahal Tabi'in tidaklah mungkin bertemu dengan Nabi. Hadis tersebut berarti dari Sahabat. para perawi selalu berkata. ". 9. "Hendaklah kamu sekalian mengerjakan perintah Allah dan RasulNya. Ibnu 'Adi). "Sesuatu yang halal tetapi dibenci Allah. adalah hadis yang diriwayatkan oleh Tabi'in dengan menyebutkan bahwa ia menerimanya dari Nabi.. maka wajib baginya surga. Contohnya. atau tidak dikenal orang. atau belum baligh. sedangkan Abu Musa berkata." dan si A pun mengatakan: "Aku dengar si B berkata. Nasai. ia pendusta. Hadis Mursal. maka ia mati syahid. 8. sedangkan Ibnu Hiban memvonisnya sebagai pemalsu hadis." Hadis Mauquf tidak boleh dijadikan dalil dalam agama. adalah hadis yang tidak bersambung sanadnya. pelupa.R. atau pelupa/pendusta/fasik dan suka berbuat dosa. atau di antara sanadnya ada orang yang cacat. "Alm dengar si A berkata." (H. " (H. yakni talak.R Bukhari) dari Abu Musa.R. Menurut Imam Yahya. perbuatan dan takrir Sahabat Misalnya amanat Saiyidina Umar bin Khatthab. Hadis Mausul. Hadis Marfu'. Ibnu Mas'ud berkata: "Rasulullah melaknati orang yang menghalalkan dan orang yang dihalalkan untuknya.7. "Barangsiapa yang berkata kepada orang miskin." 10. Di antara perawi hadis tersebut ialah Abdu Mali bin Harun. dan Tarmizi). Hadis Mauquf. "Aku dengan Nabi berkata . Akan tetapi perawinya orang yang tidak adil. Cacat yang dimaksud. Ahmad bin Hambal. adalah perkataan. adalah hadis yang harus diselidiki lebih dulu dalam kitab-kitab hadis.. adalah hadis yang dalam meriwayatkannya. namun Ibnu Mas'ud menyandarkan kepada Nabi dengan kata "Rasulullah melaknati. ." (H. Bukhari dan Muslim). 11. Contohnya. atau fasik.siapa mati karena mempertahankan hartanya. Hadis Musnad adalah hadis yang sanadnya bersambung kepada Nabi atau sampai pad a sahabat saja. 'bergembiralah'. apakah itu perkataan N abi atau Sahabat. " (H.

"Haji yang sempurna. Hadis Mu'adhdhal. adalah hadis yang salah seorang perawinya setelah Sahabat (orang yang menerima dari Sahabat) tidak disebutkan namanya. 15. Misalnya perkataan seorangTabi'in bernamaA'masy. Hadis Munqathi'. adalah perkataan. Hadis Maqthu'.13." 14. perbuatan. . adalah hadis yang dua orang atau lebih dari perawinya setelah Sahabat (dua orang atau lebih secara berurutan yang menerima dari Sahabat) tidak disebutkan namanya. dan takrirTabi'in. adalah dengan mengendarai unta.