Hukum Dalam Mubtada¶ Ada lima hukum yang harus diperhatikan dalam pembuatan mubtada¶ yaitu: 1.

Mubtada¶ wajib dibaca rofa¶ baik secara lafdzi taqdiri atau mahal seperti mubtada¶ yang djarkan oleh yang keduanya sebagai . 2. Boleh membuang mubtada¶ apabila memang terdapat kaidah yang menunjukan atas terbuangnya seperti mubtada¶ barupa isim istifham. 3. Hokum asal pembuatan mubtada¶ adalah mendahului khobar, tidak menutup kemungkinan mubtada¶ berada lebih akhir dari khobar. 4. Wajib membuang mubtada¶ dalam hal ini berada pada empat tempat. a. Apabila keberadaan mubtada¶ yang dibuang diketahui dari jawab qosam. b. Mubtada¶ yang khobarnya ditakhshish oleh (pujian )atau (cacian ) c. Mubtada¶ yang khobarnya sebagai pengganti dari fi¶il d. Mubtada¶ dan khobar yabg asalnya menjadi na¶at atau sifat (na¶at maqthu¶ ) Mubtada¶ harus berupaisim ma¶rifat. Tidak boleh dari isim nakiroh, kecuali ada musawwigh (sesuatu yang memperbolehkan mubtada¶ berupa isim nakiroh ), apabila terdapat musawwigh seperti di bawah ini maka boleh mubtada¶ dari isim nakiroh: y y y y y y y y y y y Mubtada¶ berupa isim nakiroh yang dimudhofkan secara lafadz atau makna Mubtada¶ berupa isim nakiroh yang disifati secara lafadzi, terdiri atau makna seperti lafadz tashghir, sebab tashghir bermakna sifat. Mubtada¶ berupa isim nakiroh yang khobarnya berupa zhorof atau jar majrur yang mendahuluinya. Mubtada¶ berupa isim nakiroh yang jatuh setelah nafi¶ , istifham. Mubtada¶ berupa isim nakiroh yang beramal pada lafadz setelahnya. Mubtada¶ berupa isim mubham seperti isim syarat, isim istifham. Mubtada¶ berupa isim nakiroh yang berfaidah do¶a baik atau buruk. Mubtada¶ berupa isim nakiroh yang mangganti kedudukan mausuf. Mubtada¶ berupa isim nakiroh yang di¶athofi oleh isim ma¶rifat. Mubtada¶ berupa isim nakiroh yang kehandaki oleh arti hakikatnya. Mubtada¶ berupa isim nakiroh yang menjadi jawab dari pertanyaan.

Hukum dalam khobar Khobarnya mubtada memiliki tujuh hukum : 1. Khobar wajib di baca rofa¶ secara lafdzi,taqdiri atau mahal seperti khobar berupa jumlah atau syibeh jumlah. 2. Hukum asal pembuatan khobar adalah berupa isim nakiroh dan mustaq(tercetak dari masadar) 3. Keberadaan khobar harus sesuai dengan mubtada¶dalam hal mufrod tatsniyah,jamak,mudakar ,muannast.

yang mana setalahnya terdapat tarkib yabg menempati posisi khobar tapi tidak layak menjadi khobar. khobar jatuh setelah huruf wawu yang bermakna ma¶iyah. 7. Boleh membuang khobar berbilngan atau banyak.sebab khobar seperti sifat/yang mana sesuatu boleh disifati dengan beberapa sifat. Wajib membuang khobar.seperti menjadi jawab istifham (pertanyaan). atau isism tafdhil yang di idhofahkan pada mashdar. Ketika mubtada¶berupa mashdar.dalam hal ini bertempat pada empat tempat: a.tidak menutup kemungkinan khobar berada diawal mubtada¶. Hukum asal khobar yaitu verada di akhir . 5. Ketika khobar menunjukan makna umum seperti khobar berupa. Khobarnya yang berlaku dibuat sumpah. c. b.4. Boleh membuang khobar apabila sesuatu yang dapat menunjukan keberadaan khobar yang di buang. . 6. d.