Limfogranuloma Venerium

Definisi Limfogranuloma Venerium (L. G. V) adalah penyakit venerik yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis, afek promer biasanya cepat hilang, bentuk yang tersering ialah sindrom inguinal. Sindrom tersebut berupa lamfadenitis dan periadenitis beberapa kelenjar getah bening inguinal medial dengan kelima tanda radang akut dan disertai gejala konstitusi, kemudian akan mengalami perlunakan yang tak serentak. Sinonim L. G. V disebut juga limfopatia venerium yang dilukiskan pertama kali oleh NICOLAS, DURAND, dan FAFRE pada tahun 1913, karena itu juga disebut penyakit NICOLAS-FAVRE. Epidemiologi Penyakit ini terutama terdapat di negeri tropic dan subtropik, penderita pria pada sindrom inguinal lebih banyak daripada wanita, sebenarnya hal itu disebabkan karena perbedaan pathogenesis yang akan diterangkan kemudian. Kini penyakit ini jarang ditemukan. Etiologi Penyebabnya ialah Chlamydia trachomatis. Penyakit yang segolongan ialah psitakosis, trakoma dan inclusion conjunctivitis. Patogenesis dan Gejala Klinis Masa tunas penyakit ini adalah 1-4 minggu. Gejala konstitusi timbul sebelum penyakitnya mulai dan biasanya menetap selama sindrom inguinal. Gejala tersebut berupa malese, nyeri kepala, artralgia, anoreksia, nausea, dan demam. Gambaran klinisnya dapat dibagi menjadi bentuk dini, yang terdiri atas efek primer serta sindrom inguinal, dan bentuk lanjut yang terdiri atas sindrom genital, anorektal, dan urektal. Waktu efek primer hingga sindrom inguinal 3-6 minggu, sedangkan dari bentuk dini hingga bentuk lanjut satu tahun hingga beberapa tahun. Afek Primer Afek primer berbentuk tidak khas dan tidak nyeri, dapat berupa erosi, papul milier, vesikel, pustule dan ulkus. Umumnya solitary dan cepat hilang karena itu penderita biasanya tidak datang berobat pada waktu timbul afek primer, tetapi pada waktu sindrom inguinal. Pada pria umumnya afek primer berlokasi di genetelia eksterna, terutama di sulkus koronarius, dapat pula di uretra meskipun jarang. Pada wanita biasanya afek primer tidak terdapat pada genetalia eksterna, tetapi pada vagin abagian dalam dan serviks.

umumnya unilateral. yakni di vagina 2/3 atas dan serviks. sehingga aliran getah bening terbendung serta edema dan elephantiasis. Kedua. Karena L. yang menyebabkan konsistensinya bermacam-macam. yang melakukan senggama secara genitianal. G. merupakan penyakit sub akut. elevantiasis terdapat di penis dan skrotum. Itulah sebabnya sindrom tersebut lebih sering terdapat pada pria dibandingkan wanita. Adakalanya terdapat limfangitis yang tampak seperti tali yang keras dan bubonuli. maka yang mengalami peradangan bukan kelenjar inguinak medial. kenyal dan lunak (abses). lalu mengalami perlunakan hingga terbentuk abses. Pembesaran kelenjar tersebut hanya dapat diketahui dengan cara palpasi secara bimanual. Kemudian abses memecah hingga mentebabkan gejala keluarnya darah dan pus pada . Gejala tersebut oleh GREENBLATT disebut stigma of groove. Sering terlihat pula 2 atau 3 kelompik kelenjar yang berdekatan dan memanjang seperti sosis dibagian distal dan proksimalligamentum pauparti dan dipisahkan oleh lekuk (sulkus). Pada sindrom ini yang terserang ialah kelenjar getah bening inguinal medial. tetapi kelenjar gerota. kadang-kadang dapat pula ke kelenjar di fosa femoralis. bila senggama dilakukan dengan cara genitor-anal. sedangkan pad awanita di labia dan klitoris. Kemudian terjadi perlunakan serentak. yakni keras. jika afek primernya pada genetalia eksterna dan vagina 1/3 bawah. Kelenjar yang terkenal ialah beberapa dan dapat diketahui karena permukaannya berbenjol-benjol. dapat terjadi abses dan fistel yang multiple.Sindro Inguinal Sindrom inguinal merupakan sindrom yang sering di jumpai karena itu akan diuraikan secara luas. Pada stadium lanjut terjadi penjalaran ke kelenjar getah bening di fosa iliaka dan dinamai bubo bertingkat (etage bubonem). maka terjadi fibrosis pada kelenjar inguinal medial. Jika afek promer pada tempat tersebut. Pada pria. kalor dan fungsio lesa. maka terdapat kelima tanda radang akut yaitu dolor. karena kelenjar tersebut merupakan kelenjar regionalbagi genetalia eksterna. rubor. Elefantiasis tersebut dapat bersifat vegetative. jika afek primernya digenetalia eksterna. jik aafek primer terdapat pada vagina 2/3 atas atau serviks. Jika meluas terbentuk elephantiasis genitor anorektalisdan disebut sindrom jersild. dapat terbentuk vistel-vistel dan ulkus-ulkus. Sindrom Anorektal Sindrom tersebut dapat terjadi pada pria homoseksual. Perlunakan biasanya ditengah. V. Pada wanita dapat terjadi dengan dua cara. disebut eostiomen. kemudian akan berkonfluensi. Pertama. karena pada umumnya afek primer pada wanita di tempat yang lebih dalam. Pada wanita terjadi. sehingga terjadi penjalaran ke kelenjar perirektal (kelenjar gerota) yang terletak antara uterus dan rectum. Sindrom Genital Jika sindrom inguinal tidak di obati. Selain limfadenitis terjadi pula periadenitis yang menyebabkan perlekatan dengan jaringan sekitarnya. kirakira 80%. yakni terjadi limfadenitis dan periandeniti. Proses berikutnya hamper sama dengan sindrom inguinal. tumor. Sindrom tersebut terjadi pada pria.

waktu defekasi. Selanjutnya muara vistel berlanjut ke . Abses-abses dan vistel dapat berlokasi di perianal dan perirektal. kemudian terbentuk vistel.