Walisongo Ada beberapa pendapat mengenai arti Walisongo.

Pertama adalah wali yang sembilan, yang menandakan jumlah wali yang ada sembilan, atau sanga dalam bahasa Jawa. Pendapat lain menyebutkan bahwa kata songo/sanga berasal dari kata tsana yang dalam bahasa Arab berarti mulia. Pendapat lainnya lagi menyebut kata sana berasal dari bahasa Jawa, yang berarti tempat. Pendapat lain yang mengatakan bahwa Walisongo adalah sebuah majelis dakwah yang pertama kali didirikan oleh Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) pada tahun 1404 Masehi (808 Hijriah).[1] Saat itu, majelis dakwah Walisongo beranggotakan Maulana Malik Ibrahim sendiri, Maulana Ishaq (Sunan Wali Lanang), Maulana Ahmad Jumadil Kubro (Sunan Kubrawi); Maulana Muhammad Al-Maghrabi (Sunan Maghribi); Maulana Malik Isra'il (dari Champa), Maulana Muhammad Ali Akbar, Maulana Hasanuddin, Maulana 'Aliyuddin, dan Syekh Subakir. Dari nama para Walisongo tersebut, pada umumnya terdapat sembilan nama yang dikenal sebagai anggota Wali songo,yaitu: • Sunan Gresik • Sunan Drajat • Sunan Kalijaga atau Maulana atau Raden Qasim atau Raden Said Malik Ibrahim • Sunan Kudus • Sunan Muria • Sunan Ampel atau Ja'far Shadiq atau Raden Umar atau Raden • Sunan Giri atau Said Rahmat Raden Paku atau • Sunan Gunung • Sunan Bonang Ainul Yaqin Jati atau Syarif atau Raden Hidayatullah Makhdum Ibrahim Para Walisongo adalah intelektual yang menjadi pembaharu masyarakat pada masanya. Pengaruh mereka terasakan dalam beragam bentuk manifestasi peradaban baru masyarakat Jawa, mulai dari kesehatan, bercocok-tanam, perniagaan, kebudayaan, kesenian, kemasyarakatan, hingga ke pemerintahan. SUNAN GRESIK(MAULANA MALIK IBRAHIM)

Makam Maulana Malik Ibrahim, desa Gapura, Gresik, Jawa Timur Maulana Malik Ibrahim adalah keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad. Ia disebut juga Sunan Gresik, atau Sunan Tandhes, atau Mursyid Akbar Thariqat Wali Songo . Nasab As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim Nasab Maulana Malik Ibrahim menurut catatan Dari As-Sayyid Bahruddin Ba'alawi Al-Husaini yang kumpulan catatannya kemudian dibukukan

Dalam Catatan itu tertulis: As-Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin AsSayyid Barakat Zainal Alam bin As-Sayyid Husain Jamaluddin bin AsSayyid Ahmad Jalaluddin bin As-Sayyid Abdullah bin As-Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin As-Sayyid Alwi Ammil Faqih bin As-Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin As-Sayyid Ali Khali’ Qasam bin As-Sayyid Alwi bin AsSayyid Muhammad bin As-Sayyid Alwi bin As-Sayyid Ubaidillah bin AlImam Ahmad Al-Muhajir bin Al-Imam Isa bin Al-Imam Muhammad bin AlImam Ali Al-Uraidhi bin Al-Imam Ja’far Shadiq bin Al-Imam Muhammad AlBaqir bin Al-Imam Ali Zainal Abidin bin Al-Imam Al-Husain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra/Ali bin Abi Thalib. Malik Ibrahim wafat. Wan Jamilah binti Ibrahim Zainuddin Al-Akbar Asmaraqandi. Pada tahun 1419. Ia mengajarkan cara-cara baru bercocok tanam dan banyak merangkul rakyat kebanyakan. 3 isteri bernama: 1. Gresik. Nasab lengkapnya sebagai berikut: Sunan Ampel bin Sayyid Ibrahim Zainuddin Al-Akbar bin Sayyid Jamaluddin Al-Husain bin Sayyid Ahmad Jalaluddin bin Sayyid Abdullah bin Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin Sayyid Alwi Ammil Faqih bin Sayyid Muhammad Shahib Mirbath bin Sayyid Ali Khali’ Qasam bin Sayyid Alwi bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Alwi bin Sayyid Ubaidillah bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir bin Sayyid Isa bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Ali AlUraidhi bin Imam Ja’far Shadiq bin Imam Muhammad Al-Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Al-Husain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah. ada yang memanggilnya Kakek Bantal. Ibrahim. Isteri Maulana Malik Ibrahim Maulana Malik Ibrahim memiliki. Selanjutnya Sayyid Utsman Haji (Sunan Ngudung) berputera Sayyid Ja’far Shadiq [Sunan Kudus]. Selanjutnya Sharifah Sarah binti Maulana Malik Ibrahim dinikahkan dengan Sayyid Fadhal Ali Murtadha [Sunan Santri/ Raden Santri] dan melahirkan dua putera yaitu Haji Utsman (Sunan Manyuran) dan Utsman Haji (Sunan Ngudung). Siti Fathimah binti Ali Nurul Alam Maulana Israil (Raja Champa Dinasti Azmatkhan 1). memiliki 4 anak. binti Nabi Muhammad Rasulullah Ia diperkirakan lahir di Samarkand di Asia Tengah. memiliki 2 anak yaitu: Abbas dan Yusuf. Babad Tanah Jawi versi Meinsma menyebutnya Asmarakandi. bernama: Maulana Moqfaroh dan Syarifah Sarah 2. pada paruh awal abad ke-14. yaitu: Abdullah. Maulana Malik Ibrahim umumnya dianggap sebagai wali pertama yang mendakwahkan Islam di Jawa.dalam Ensiklopedi Nasab Ahlul Bait yang terdiri dari beberapa volume (jilid). Gresik. Ia membangun pondokan tempat belajar agama di Leran. yang tengah dilanda krisis ekonomi dan perang saudara. mengikuti pengucapan lidah orang Jawa terhadap As-Samarqandy. Makamnya terdapat di desa Gapura Wetan. keturunan ke-22 dari Nabi Muhammad. Siti Maryam binti Syaikh Subakir. yaitu golongan masyarakat Jawa yang tersisihkan akhir kekuasaan Majapahit. Sunan Ampel umumnya dianggap sebagai . dan Ahmad 3.[2] Dalam cerita rakyat. Malik Ibrahim berusaha menarik hati masyarakat. memiliki 2 anak. Jawa Timur. menurut riwayat ia adalah putra Ibrahim Zainuddin Al-Akbar dan seorang putri Champa yang bernama Dewi Condro Wulan binti Raja Champa Terakhir Dari Dinasti Ming. Sunan Ampel (Reden Rahmat) Sunan Ampel bernama asli Raden Rahmat. Abdul Ghafur.

Raden Husamuddin (Sunan Lamongan. Sunan Bonang (Makhdum Ibrahim) Bonang. Pernikahan Sunan Ampel dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning. Sunan Drajat Sunan Drajat adalah putra Sunan Ampel. yang masih sering dinyanyikan orang. Surabaya. Ia dikatakan sebagai penggubah suluk Wijil dan tembang Tombo Ati. Sunan Drajat diperkirakan wafat wafat pada 1522.Siti Syari’ah. Tembang macapat Pangkur disebutkan sebagai ciptaannya. sebagai pengamalan dari agama Islam. putri adipati Tuban bernama Arya Teja dan menikah juga dengan Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning. Sunan Bonang banyak berdakwah melalui kesenian untuk menarik penduduk Jawa agar memeluk agama Islam. Ia adalah putra Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila.Raden Zainal Abidin (Sunan Demak). Sunan Drajat banyak berdakwah kepada masyarakat kebanyakan. dan merupakan keturunan ke-23 dari Nabi Muhammad. Surabaya.W. berputera: Dewi Murtasiyah. .sesepuh oleh para wali lainnya.Siti Muthmainnah dan Siti Hafsah. Ia adalah putra Sunan Ampel dengan Nyai Ageng Manila.J. Lamongan. putri adipati Tuban bernama Arya Teja. sederetan gong kecil diletakkan horisontal. Kecamatan Paciran. dan peningkatan kemakmuran masyarakat. itu bukan karya Sunan Bonang namun mungkin saja mengandung ajarannya. dan merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam tertua di Jawa. Menurut G. Pernikahan Sunan Ampel dengan Dewi Condrowati alias Nyai Ageng Manila binti Aryo Tejo. Gamelan Singomengkok peninggalannya terdapat di Musium Daerah Sunan Drajat. bertempat di Desa Drajat. Makam Sunan Ampel teletak di dekat Masjid Ampel. Ia menekankan kedermawanan.Sunan Derajat. putri adipati Tuban bernama Arya Teja. yang sering dihubungkan dengan namanya. Pesantrennya bertempat di Ampel Denta. Pembaharuannya pada gamelan Jawa ialah dengan memasukkan rebab dan bonang. Lamongan. Drewes. Sunan Bonang diperkirakan wafat pada tahun 1525. dan merupakan keturunan ke23 dari Nabi Muhammad. Sunan Bonang adalah putra Sunan Ampel. Ia menikah dengan Dewi Condrowati yang bergelar Nyai Ageng Manila. kerja keras.Pangeran Tumapel dan Raden Faqih (Sunan Ampel 2. Pesantren Sunan Drajat dijalankan secara mandiri sebagai wilayah perdikan. berputera: Sunan Bonang. Universitas Leiden menyimpan sebuah karya sastra bahasa Jawa bernama Het Boek van Bonang atau Buku Bonang.Asyiqah.Sunan Sedayu.

Sunan Kudus memiliki peran yang besar dalam pemerintahan Kesultanan Demak. bahkan sampai ke kepulauan Maluku. antara lain kesenian wayang kulit dan tembang suluk. Sunan Kalijaga disebutkan menikah dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishaq. Dalam satu riwayat. Sunan Kudus bin Sunan Ngudung bin Fadhal Ali Murtadha bin Ibrahim Zainuddin Al-Akbar bin Jamaluddin Al-Husain bin Ahmad Jalaluddin bin Abdillah bin Abdul Malik Azmatkhan bin Alwi Ammil Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Al-Husain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah. Jadi Sunan Muria adalah adik ipar dari Sunan Kudus. Di antara yang pernah menjadi muridnya.Sunan Kudus Sunan Kudus adalah putra Sunan Ngudung atau Raden Usman Haji. Sunan Giri Sunan Giri adalah putra Maulana Ishaq. yaitu sebagai panglima perang. Sunan Kalijaga Sunan Kalijaga adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur atau Sayyid Ahmad bin Mansur (Syekh Subakir). Tembang suluk Ilir-Ilir dan Gundul-Gundul Pacul umumnya dianggap sebagai hasil karyanya. yang menyebarkan agama Islam ke wilayah Lombok dan Bima. Mursyid Thariqah dan hakim peradilan negara. Sunan Muria menikah dengan Dewi Sujinah. Salah satu keturunannya yang terkenal ialah Sunan Giri Prapen. Sunan Kudus adalah keturunan ke-24 dari Nabi Muhammad. Ia adalah murid Sunan Bonang. penasehat Sultan Demak. . Sunan Giri adalah keturunan ke23 dari Nabi Muhammad. dan Arya Penangsang adipati Jipang Panolan. Ia banyak berdakwah di kalangan kaum penguasa dan priyayi Jawa. dengan Syarifah Ruhil atau Dewi Ruhil yang bergelar Nyai Anom Manyuran binti Nyai Ageng Melaka binti Sunan Ampel. Salah satu peninggalannya yang terkenal ialah Mesjid Menara Kudus. Ia mendirikan pemerintahan mandiri di Giri Kedaton. yang selanjutnya berperan sebagai pusat dakwah Islam di wilayah Jawa dan Indonesia timur. Sunan Kalijaga menggunakan kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk berdakwah. yang arsitekturnya bergaya campuran Hindu dan Islam. Gresik. Sebagai seorang wali. ialah Sunan Prawoto penguasa Demak. Sunan Kudus diperkirakan wafat pada tahun 1550. menikahi juga Syarifah Zainab binti Syekh Siti Jenar dan Ratu Kano Kediri binti Raja Kediri. Ia adalah putra dari Sunan Kalijaga dari isterinya yang bernama Dewi Sarah binti Maulana Ishaq. Sunan Muria (Raden Umar Said) Sunan Muria atau Raden Umar Said adalah putra Sunan Kalijaga. merupakan murid dari Sunan Ampel dan saudara seperguruan dari Sunan Bonang. putri Sunan Ngudung.

Walisongo menurut periode waktu Menurut buku Haul Sunan Ampel Ke-555 yang ditulis oleh KH.1463 M). Mohammad Dahlan. maka posisinya digantikan oleh tokoh lainnya: • Angkatan ke-1 (1404 – 1435 M). Maulana Ahmad Jumadil Kubro (wafat 1465). dan Syekh Subakir atau juga disebut Syaikh Muhammad Al-Baqir. terdiri dari Sunan Ampel. • Angkatan ke-2 (1435 . Maulana Malik Isra'il (wafat 1435). terdiri dari Maulana Malik Ibrahim (wafat 1419). Maulana Ahmad Jumadil Kubro. dan Syekh Subakir (wafat 1463). yang sesudahnya kemudian menjadi Kesultanan Cirebon. maupun dalam hubungan guru-murid. Maulana Ahmad Jumadil Kubro. Jawa Barat Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah adalah putra Syarif Abdullah Umdatuddin putra Ali Nurul Alam putra Syekh Husain Jamaluddin Akbar. Maulana Muhammad Ali Akbar (wafat 1435).[1] majelis dakwah yang secara umum dinamakan Walisongo. Sunan Kudus. dan Sunan Kalijaga yang tahun 1463 menggantikan Syaikh Subakir. Anaknya yang bernama Maulana Hasanuddin. Dari pihak ibu.Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) Gapura Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon. Sunan Gunung Jati. baik dalam ikatan darah atau karena pernikahan. Bila ada seorang anggota majelis yang wafat. sehingga kemudian menjadi cikal-bakal berdirinya Kesultanan Banten. Maulana Muhammad AlMaghrabi. Sunan Derajat yang tahun 1462 menggantikan Maulana ‘Aliyyuddin. Maulana 'Aliyuddin (wafat 1462). Maulana Hasanuddin. . Maulana Hasanuddin (wafat 1462). Maulana 'Aliyuddin. Maulana Ishaq. Sunan Gunung Jati mengembangkan Cirebon sebagai pusat dakwah dan pemerintahannya. yaitu anak dari Sri Baduga Maharaja.1466 M). Sunan Bonang yang tahun 1462 menggantikan Maulana Hasanuddin. Maulana Ishaq (wafat 1463). juga berhasil mengembangkan kekuasaan dan menyebarkan agama Islam di Banten. namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat. sebenarnya terdiri dari beberapa angkatan. • Angkatan ke-3 (1463 . Sunan Kudus yang tahun 1435 menggantikan Maulana Malik Isra’il. Sunan Gunung Jati yang tahun 1435 menggantikan Maulana Muhammad Ali Akbar. Sunan Giri yang tahun 1463 menggantikan Maulana Ishaq. terdiri dari Sunan Ampel yang tahun 1419 menggantikan Maulana Malik Ibrahim. Para Walisongo tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Maulana Muhammad Al-Maghrabi (wafat 1465). Maulana Muhammad Al-Maghrabi. ia masih keturunan keraton Pajajaran melalui Nyai Rara Santang.

Sunan Kudus (wafat 1550). Sunan Kudus.1533 M). terdiri dari Syekh Abdul Qahhar (Sunan Sedayu) yang ahun 1517 menggantikan ayahnya Syekh Siti Jenar. dan Sunan Muria yang tahun 1513 menggantikan ayahnya Sunan Kalijaga. Sunan Bonang (wafat 1525). terdiri dari Syaikh Abdul Qadir (Sunan Magelang) yang menggantikan Sunan Sedayu (wafat 1599). Maulana Yusuf cucu Sunan Gunung Jati yang pada tahun 1573 menggantikan pamannya Fathullah Khan. Angkatan ke-8 (1592. Sultan Hadiwijaya (Joko Tingkir) yang tahun 1549 menggantikan Sultan Prawoto. Syekh Syamsuddin Abdullah Al-Sumatrani yang tahun 1650 menggantikan Sunan Mojoagung. Angkatan ke-7 (1546. Baba Daud Ar-Rumi Al-Jawi yang tahun 1650 menggantikan gurunya Sunan Prapen. Sayyid Amir Hasan. Raden Fattah (wafat 1518). Sunan Cendana yang tahun 1570 menggantikan kakeknya Sunan Pakuan. terdiri dari Syaikh Abdul Qahhar (wafat 1599). terdiri dari Sunan Ampel (wafat 1481).1591 M). dan Sunan Kalijaga (wafat 1513). Sunan Giri (wafat 1505). Sunan Derajat (wafat 1533). Sunan Mojoagung yang tahun 1570 menggantikan Sunan Lamongan. Sunan Prapen yang tahun 1570 menggantikan Raden Zainal Abidin Sunan Demak. Sunan Gunung Jati. terdiri dari Syekh Siti Jenar yang tahun 1481 menggantikan Sunan Ampel (wafat 1517). Sultan Trenggana yang tahun 1518 menggantikan ayahnya yaitu Raden Fattah. Fathullah Khan (Falatehan) yang pada tahun 1465 mengganti Maulana Muhammad Al-Maghrabi. Fathullah Khan (wafat 1573). Sunan Gunung Jati (wafat 1569). Maulana Hasanuddin yang pada tahun 1569 menggantikan ayahnya Sunan Gunung Jati. Sunan Derajat. Angkatan ke-5 (1513 . Angkatan ke-6 (1533 . Fathullah Khan (Falatehan). dan Sayyid Shaleh (Panembahan Pekaos). Raden Zainal Abidin Sunan Demak yang tahun 1540 menggantikan kakaknya Raden Faqih Sunan Ampel II.1546 M). Raden Faqih Sunan Ampel II yang ahun 1505 menggantikan kakak iparnya Sunan Giri. Maulana Hasanuddin. Sunan Gunung Jati. Sayyid Amir Hasan yang tahun 1550 menggantikan ayahnya Sunan Kudus. Sunan Pakuan yang tahun 1533 menggantikan ayahnya Sunan Derajat. Maulana Yusuf. Raden Husamuddin Sunan Lamongan yang tahun 1525 menggantikan kakaknya Sunan Bonang.• • • • • Angkatan ke-4 (1466 . Sunan Bonang. dan Sunan Muria (wafat 1551). Raden Fattah yang pada tahun 1465 mengganti Maulana Ahmad Jumadil Kubra. dan Sayyid Shaleh (Panembahan Pekaos) anak Sayyid Amir Hasan yang tahun 1551 menggantikan kakek dari pihak ibunya yaitu Sunan Muria. Syekh Jumadil Qubro Syekh Jumadil Qubro adalah Maulana Ahmad Jumadil Kubra bin Husain Jamaluddin bin Ahmad Jalaluddin bin Abdillah bin Abdul Malik Azmatkhan . Sayyid Amir Hasan. Syekh Abdul Ghafur bin Abbas Al-Manduri yang tahun 1650 menggantikan Sunan Cendana. Sunan Prawoto yang tahun 1546 menggantikan ayahnya Sultan Trenggana.1650 M).1513 M.

. dalam bukunya Thariqah Menuju Kebahagiaan. Rupanya pembesar-pembesar Hindu di kepulauan Hindia telah terpengaruh oleh sifat-sifat keahlian Arab. Islamolog dan ahli hukum Belanda yang mengadakan riset pada 1884-1886. Yogyakarta.[3] Teori keturunan Hadramaut Walaupun masih ada pendapat yang menyebut Walisongo adalah keturunan Samarkand (Asia Tengah).bin Alwi Ammil Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far Shadiq bin Muhammad AlBaqir bin Ali Zainal Abidin bin Al-Husain bin Sayyidah Fathimah Az-Zahra binti Nabi Muhammad Rasulullah Syekh Jumadil Qubro adalah putra Husain Jamaluddin dari isterinya yang bernama Puteri Selindung Bulan (Putri Saadong II/ Putri Kelantan Tua). Orang-orang Arab Hadramawt (Hadramaut) membawa kepada orang-orang Hindu pikiran baru yang diteruskan oleh peranakan-peranakan Arab. Beberapa argumentasi yang diberikan oleh Muhammad Al Baqir. Orang-orang Arab bercampul-gaul dengan penduduk. Abad ke-15 ini jauh lebih awal dari abad ke-18 yang merupakan saat kedatangan gelombang berikutnya. dalam bukunya Le Hadhramout et les colonies arabes dans l'archipel Indien (1886)[5] mengatakan: ”Adapun hasil nyata dalam penyiaran agama Islam (ke Indonesia) adalah dari orang-orang Sayyid Syarif. Trowulan. Makamnya terdapat di beberapa tempat yaitu di Semarang. Mereka terikat dengan pergaulan dan kekeluargaan tingkat atasan. yang merupakan abad spesifik kedatangan atau kelahiran sebagian besar Walisongo di pulau Jawa. mendukung bahwa Walisongo adalah keturunan Hadramaut (Yaman): • L. oleh karena sebagian besar mereka berketurunan pendiri Islam (Nabi Muhammad SAW). Selain dari mereka ini. Belum diketahui yang mana yang betul-betul merupakan kuburnya. mengikuti jejak nenek moyangnya. Hal ini disebabkan mereka (kaum Sayyid Syarif) adalah keturunan dari tokoh pembawa Islam (Nabi Muhammad SAW). tetapi mereka ini tidak meninggalkan pengaruh sebesar itu. dan sebagian mereka mempuyai jabatan-jabatan tinggi.C van den Berg.” • van den Berg juga menulis dalam buku yang sama (hal 192-204): ”Pada abad ke-15. di Jawa sudah terdapat penduduk bangsa Arab atau keturunannya. atau di desa Turgo (dekat Pelawangan). Tokoh ini sering disebutkan dalam berbagai babad dan cerita rakyat sebagai salah seorang pelopor penyebaran Islam di tanah Jawa.W." Pernyataan van den Berg spesifik menyebut abad ke-15. namun tampaknya tempat-tampat tersebut lebih merupakan jalur penyebaran para mubaligh daripada merupakan asal-muasal mereka yang sebagian besar adalah kaum Sayyid atau Syarif. yaitu sesudah masa kerajaan Majapahit yang kuat itu. Dengan perantaraan mereka agama Islam tersiar di antara raja-raja Hindu di Jawa dan lainnya. Champa atau tempat lainnya. walaupun ada juga suku-suku lain Hadramaut (yang bukan golongan Sayyid Syarif).

Keluarga besar ini terkenal sebagai mubaligh musafir yang berdakwah jauh hingga pelosok Asia Tenggara. dan Syams al-Zahirah oleh Sayyid Abdul Rahman Al-Masyhur. seorang anak dari Muhammad Shahib Mirbath ulama besar Hadramaut abad ke-13. juga terdapat pembahasan mengenai leluhur . Tâhir b. 1957). beragam Shalawat Nabi. Pakistan dan India pedalaman (non-pesisir) yang sebagian besar bermadzhab Hanafi. seperti mengadakan Maulid. Gujarat. Alaydrus.• • • yaitu kaum Hadramaut yang bermarga Assegaf. Hingga saat ini umat Islam di Hadramaut sebagian besar bermadzhab Syafi’i. Ali Akbar. Alatas. Syihab. sama seperti mayoritas di Srilangka. Al Hadad. Kitab fiqh Syafi’i Fathul Muin yang populer di Indonesia dikarang oleh Zainuddin Al Malabary dari Malabar. Nuralam Akbar dan banyak lainnya. Bandingkan dengan umat Islam di Uzbekistan dan seluruh Asia Tengah. doa Nur Nubuwwah dan banyak amalan lainnya hanya terdapat di Hadramaut. 2. Terdapat beberapa sumber tertulis masyarakat Jawa tentang Walisongo. Al Habsyi. dan mempunyai putra-putra dan cucu-cucu yang banyak menggunakan nama Akbar. dan juga diceritakan cukup banyak dalam Babad Tanah Jawi. Ia menukil keterangan diantaranya dari Haji `Ali bin Khairuddin. Hal tersebut mengindikasikan kesamaan sumber yaitu Hadramaut. Mesir. Gelar tersebut juga merupakan gelar yang sering dikenakan oleh keluarga besar Jamaluddin Akbar di Gujarat pada abad ke-14. antara lain Serat Walisanga karya Ranggawarsita pada abad ke-19. membaca Diba & Barzanji. 'Umdat alTalib oleh al-Dawudi. Sulu & Mindanao. pesisir India Barat (Gujarat dan Malabar). Malabar. Kesamaan dalam pengamalan madzhab Syafi'i bercorak tasawuf dan mengutamakan Ahlul Bait. Srilangka. Al Jufri. 3. isinya memasukkan pendapat-pendapat baik kaum Fuqaha maupun kaum Sufi. Ibrahim Akbar. Dalam penulisan sejarah para keturunan Bani Alawi seperti alJawahir al-Saniyyah oleh Sayyid Ali bin Abu Bakar Sakran. karena Hadramaut adalah sumber pertama dalam sejarah Islam yang menggabungkan fiqh Syafi'i dengan pengamalan tasawuf dan pengutamaan Ahlul Bait. dalam karyanya Ketrangan kedatangan bungsu (sic!) Arab ke tanah Jawi sangking Hadramaut. Malaysia dan Indonesia. Mantan Mufti Johor Sayyid `Alwî b. Di abad ke-15. Malaysia dan Indonesia. Sumber tertulis tentang Walisongo 1. Syahab dan banyak marga Hadramaut lainnya. Kitab Walisongo karya Sunan Dalem (Sunan Giri II) yang merupakan anak dari Sunan Giri. `Abdallâh al-Haddâd (meninggal tahun 1962) juga meninggalkan tulisan yang berjudul Sejarah perkembangan Islam di Timur Jauh (Jakarta: Al-Maktab adDaimi. raja-raja Jawa yang berkerabat dengan Walisongo seperti Raden Patah dan Pati Unus sama-sama menggunakan gelar Alam Akbar. seperti Zainal Akbar. yaitu cucu keluarga besar Azhamat Khan (atau Abdullah Khan) bin Abdul Malik bin Alwi.

Sunan Kudus. Sunan Giri. Sunan Bonang dan Sunan Gresik. .Sunan Gunung Jati. Sunan Ampel.