Kelenjar Tiroid dan Hubungannya dengan Yodium

Kelenjar tiroid merupakan salah satu kelenjar terbesar, yang normalnya memiliki berat 15 sampai 20 gram. Tiroid mengsekresikan tiga macam hormon, yaitu tiroksin (T4), triiodotironin (T3), dankalsitonin.

Secara anatomi, tiroid merupakan kelenjar endokrin (tidak mempunyai ductus) dan bilobular (kanan dan kiri), dihubungkan oleh isthmus (jembatan) yang terletak di depan trachea tepat di bawah cartilago cricoidea. Kadang juga terdapat lobus tambahan yang membentang ke atas (ventral tubuh), yaitu lobus piramida. Secara embriologi, tahap pembentukan kelenjar tiroid adalah:

y

Kelenjar tiroid mulanya merupakan dua buah tonjolan dari dinding depan bagian tengah farings, yang terbentuk pada usia kelahiran 4 minggu. Tonjolan pertama disebut pharyngeal pouch,yaitu antara arcus brachialis 1 dan 2. Tonjolan kedua pada foramen ceacum, yang berada ventral di bawah cabang farings I.

y y y

Pada minggu ke-7, tonjolan dari foramen caecum akan menuju pharyngeal pouch melalui saluran yang disebut ductus thyroglossus. Kelenjar tiroid akan mencapai kematangan pada akhir bulan ke-3, dan ductus thyroglossus akan menghilang. Posisi akhir kelenjar tiroid terletak di depan vertebra cervicalis 5, 6, dan 7. Namun pada kelainan klinis, sisa kelenjar tiroid ini juga masih sering ditemukan di pangkal lidah (ductus thyroglossus/lingua thyroid) dan pada bagian leher yang lain. Kelenjar tiroid dialiri oleh beberapa arteri: 1. 2. 3. A. thyroidea superior (arteri utama). A. thyroidea inferior (arteri utama). Terkadang masih pula terdapat A. thyroidea ima, cabang langsung dari aorta atau A. anonyma.

Kelenjar tiroid mempunyai 3 pasang vena utama: 1. 2. 3. V. thyroidea superior (bermuara di V. jugularis interna). V. thyroidea medialis (bermuara di V. jugularis interna). V. thyroidea inferior (bermuara di V. anonyma kiri).

Aliran limfe terdiri dari 2 jalinan:

yaitu N. Jalinan kelenjar getah bening intraglandularis Jalinan kelenjar getah bening extraglandularis Kedua jalinan ini akan mengeluarkan isinya ke limfonoduli pretracheal lalu menuju ke kelenjar limfe yang dalam sekitar V. Sel epitel tersebut akan berkembang menjadi bentuk kolumner katika folikel lebih aktif (seperti perkembangan otot yang terus dilatih). Cellula perifolliculares (sel C) yang terletak di antara beberapa folikel yang berjauhan. Nasib Yodium yang Ditelan Yodium dapat diperoleh dari makanan laut atau garam beyodium (garam yang ditambah yodium). akibatnya pita suara terganggu (stridor/serak). Yodium yang masuk ke oral akan diabsorbsi dari sistem digesti tubuh ke dalam darah. 2. parenkim kelenjar ini terdiri atas: 1. Ganglion simpatis (dari truncus sympaticus) cervicalis media dan inferior Parasimpatis. laryngea recurrens (cabang N. 2.vagus) N. Yodium merupakanmikromeneralkarena diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit. sebagian besar iodida tersebut dengan cepat dikeluarkan oleh ginjal. laryngea superior dan inferior sering cedera waktu operasi. Folikel-folikel dengan epithetlium simplex kuboideum yang mengelilingi suatu massa koloid. jugularis ini diteruskan ke limfonoduli mediastinum superior. Biasanya. Dari sekitar V. jugularis. tetapi hanya setelah kira-kira satu perlimanya dipindahkan dari sirkulasi darah oleh sel-sel kelenjar tiroid secara selektif dan digunakan untuk sitesis hormon. Sintesis dan Sekresi Hormon Tiroid . 2. yaitu 50 mg/tahun atau 1 mg/minggu. Secara histologi. Persarafan kelenjar tiroid: 1.1. laryngea superior dan N.

yaitu pejeratan iodium oleh pompa Na+/K+ ATPase. MIT dan DIT yang tertinggal dalam sel folikel akan mengalami deiodinasi. Kurang dari 1% T3 dan kurang dari 0. hormon tiroid yang sangat lipofilik secara cepat berikatan dengan beberapa protein plasma. Terdapat 3 protein plasma yang penting dalam pengikatan hormon tiroid: . dimana yodium yang teroksidasi akan bereaksi dengan residu tirosil dalam tiroglobulin di dalam reaksi yang mungkin pula melibatkan enzim tiroperoksidase (tipe enzim peroksidase). dimana tirosin akan dipisahkan lagi dari I. Pengangkutan Tiroksin dan Triiodotirosin ke Jaringan Setelah dikeluarkan ke dalam darah. 3. Iodide Trapping. 8. 2. 6. sehingga senyawa inaktif (MIT dan DIT) akan tetap berada dalam sel folikel. 4. tetraiodotirosin) atau perangkaian MIT (monoiodotirosin) dan DIT menjadi T3 (triiodotirosin). Proses ini dibantu oleh TSH. Keadaan ini memang luar biasa mengingat bahwa hanya hormon bebas dari keseluruhan hormon tiroid memiliki akses ke sel sasaran dan mampu menimbulkan suatu efek. Iodinasi tirosin. Yodium masuk ke dalam koloid dan mengalami oksidasi. Tahap ini melibatkan enzim peroksidase.1. yaitu perangkaian dua molekul DIT (diiodotirosin) menjadi T4 (tiroksin. Tirosin akan dibentuk menjadi tiroglobulin oleh retikulum endoplasma dan kompleks golgi.1% T4 tetap berada dalam bentuk tidak terikat (bebas). Kelenjar tiroid merupakan satu-satunya jaringan yang dapat mengoksidasi I hingga mencapai status valensi yang lebih tinggi. Perangkaian iodotironil. Hidrolisis yang dibantu oleh TSH (Thyroid-Stimulating Hormone) tetapi dihambat oleh I. Tiroksin dan triiodotirosin keluar dari sel folikel dan masuk ke dalam darah. 7. reaksi ini diperkirakan juga dipengaruhi oleh enzim tiroperoksidase. Enzim deiodinase sangat berperan dalam proses ini. 5.

TBG (Thyroxine-Binding Globulin) yang secara selektif mengikat 55% T4 dan 65% T3 yang ada di dalam darah. sebagian besar T4 yang disekresikan kemudian dirubah menjadi T3. yang meningkatkan kecepatan proses iodide trapping di dalam sel-sel kelenjar. termasuk 10% dari T4 dan 35% dari T3. Meningkatkan transkripsi gen ketika hormon tiroid (kebanyakan T3) berikatan dengan reseptornya di inti sel. Dari mediana tersebut. 2. Meningkatkan jumlah sel-sel tiroid. Meningkatkan ukuran dan aktifitas sensorik sel-sel tiroid. yang disekresikan oleh ujung-ujung saraf di dalam eminansia mediana hipotalamus. TRH langsung mempengaruhi hifofisis anterior untuk meningkatkan pengeluaran TSH. dengan hasil akhirnya adalah terlepasnya hormon-hormon tiroid ke dalam sirkulasi darah dan berkurangnya subtansi folikel tersebut. Dengan demikian. 2. 4.1. 3. Meningkatkan aktifitas pompa yodium. 5. T3 adalah bentuk hormon tiroid yang secara biologis aktif di tingkat sel. Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan otak. TRH kemudian diangkut ke hipofisis anterior lewat darah porta hipotalamus-hipofisis. Meningkatkan proteolisis tiroglobulin yang disimpan dalam folikel. disertai dengan dengan perubahan sel kuboid menjadi sel kolumner dan menimbulkan banyak lipatan epitel tiroid ke dalam folikel. Meningkatkan iodinasi tirosin untuk membentuk hormon tiroid. Pengaturan Sekresi Hormon Tiroid Mula-mula. TBPA (Thyroxine-Binding Prealbumin) yang mengikat sisa 35% T4. Efek Umpan Balik Hormon Tiroid dalam Menurunkan Sekresi TSH oleh Hipofisis Anterior . 2. kadangakala meningkatkan rasio konsentrasi iodida intrasel terhadap konsentrasi iodida ekstrasel sebanyak delapan kali normal. sekitar 90% hormon tiroid dalam bentuk T4. hipotalamus sebagai pengatur mensekresikan TRH (Thyrotropin- Releasing Hormone). Meningkatkan jumlah dan aktivitas mitokondria sehingga pembentukkan ATP (adenosin trifosfat) meningkat. 3. Albumin yang secara nonselektif mengikat banyak hormone lipofilik. Sekitar 80% T3 dalam darah berasal dari sekresi T4 yang mengalami proses pengeluaran yodium di jaringan perifer. Fungsi Fisiologis Hormon Tiroid 1. 4. TSH merupakan salah satu kelenjar hipofisis anterior yang mempunyai efek spesifik terhadap kelenjar tiroid: 1. atau diaktifkan. Namun. Meningkatkan transfor aktif ion melalui membran sel. Di dalam darah. walaupun T3 memiliki aktivitas biologis sekitar empat kali lebih poten daripada T4. melalui proses pengeluaran satu yodium di hati dan ginjal. 3. terutama pada masa janin.

berkeringat banyak. Ari. 3. dr. insomnia. kelemahan mental (kurangnya pertumbuhan rambut. ‡ Penyebab lainnya adalah pembesaran kelenjar tiroid: a. kulit bersisik. Glandula Thyroid. ‡ Gejala: gagalnya pertumbuhan anak. diare. rasa mengantuk. b. Jakarta: EGC. konstipasi. pertumbuhan rangka lebih kecil dari pertumbuhan jaringan lunak (badan pendek dan gemuk). E/11. Hipotiroidisme ‡ Penyebabnya hampir sama dengan hipertiroidisme. 2003. curah jantung menurun. Guyton. kecemasan. Hipertiroidisme/Goutertoksika/Tirotoksikosis/Penyakit Grave ‡ Penyebabnya adalah gangguan antibodi. dan tremor. E/25. 2. intoleransi terhadap panas. Goiter koloid nontoksik idiopatik: bukan karena kekurangan iodium tetapi sekresi hormonnya tertekan. 2007. retardasi mental. Hal ini terutama dikarenakan efek langsung hormon tiroid terhadap hipofisis anterior. 3. Sherwood. kelemahan otot. Goiter koloid endemik: kekurangan iodium. ‡ Gejala: rasa capek. Tte Thyroid and Parathyroid Glands. Murray. 2001. 4. BAB I PENDAHULUAN . E/2.Meningkatnya hormon tiroid di dalam cairan tubuh akan menurunkan sekresi TSH oleh hipofisis anterior. Kelainan Kelenjar Tiroid 1. REFERENSI 1. ‡ Gejala: a. 5. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. timbul akibat autoimunitas yang berkembang terhadap jaringan tiroid. Biokimia Harper. suara parau). kecepatan denyut jantung menurun. Kretinisme ‡ Penyebabnya karena hipotiroidisme ekstrem pada masa janin bayi dan anak-anak. berat badan berkurang. mudah tersinggung. Arthur C dan John E Hall. kelemahan otot. Jakarta: EGC. volume darah menurun. Pathophysiology of The Endocrine System. Robert K et al. Jakarta: EGC. Fisiologi Kedokteran: Dari Sel Ke Sistem. lidah besar (menelan dan bernafas terhambat sehingga pernafasan bunyi tercekik/guttural). b. Lauralee. dan kasus berat mengakibatkan miksedema. 2. yaitu autoimunitas terhadap jaringan tiroid tersebut. kretinisme endemik (kekurangan iodium). eksoftalmos (protrusi bola mata).

Untuk kasus hipotiroid. thyroid. perhitungan dengan indeks waynes dan Newcastle semuanya meningkat. FT3 15pg/dl. pasien diberikan obat anti-tiroid. Riwayat penyakit sekarang: dua tahun yang lalu pasien pernah berobat di Puskesmas dengan keluhan ada benjolan di leher depan teraba anas dan nyeri tekan.ultrasonografi tiroid semuanya ditemukan cyste serta kelenjar tiroid tampak padat. tinggal didaerah gondok endemis. Pasien telah diberi penjelasan tentang efek samping operasi yang tidak diharapkan seperti : hipotiroid. FT4 20µg/dl. Namun pasin menolak karena keterbatasan biaya. Latar Belakang Kelenjar tiroid ialah organ endokrin yang terletak di leher manusia. dan kadar hormon tiroid dalam darah meningkat. dan parathyroid.1. Setelah berobat selama 1 tahun. Masyarakatnya terbiasa mengkonsumsi garam yang tidak beryodium. tidak nyeri dan mudah digerakkan. patogenesis dan patofisiologi penyakit yang berhubungan kelenjar hypothalamus. Seorang wanita. Pemeriksaan laboratorium TSHs <0. Penyakit hipotiroid dan hipertiroid memiliki penanganan yang berbeda-beda. nadi 110 kali/menit. hipofisis. sehingga diagnosis yang tepat dapat ditegakkan. Untuk mengetahui adanya keganasan pasien disarankan untuk melakukan pemeriksaan iodium radioaktif dan fineddle aspiration biopsy (FNAB). Kerusakan atau kelainan pada kelenjar tiroid akan menyebabkan terganggunya sekresi hormon-hormon tiroid (T3 & T4). permukaan merata. Kerusakan atau kelainan pada kelenjar tiroid disebabkan oleh beberapa faktor. Enam bulan yang lalu pasien merasakan dada sering berdebar-debar dan badannya tetap kurus. Hormon-hormon ini mengawal metabolisma (pengeluaran tenaga) manusia. BB 40 kg. kelainan kelenjar tiroid disebabkan oleh defisiensi yodium. matanya exofthalmus. sedangkan untuk kasus hipertiroid disebabkan oleh adanya hiperplasia kelenjar tiroid sehingga sel-sel hiperplasia aktif mensekresikan hormon tiroid. benjolan di leher difus. Hasil pemeriksaan fisik jantungnyaa membesar. yang dimana dapat menyebabkan berbagai macam penyakit dan kelainan bagi manusia. Kemudian oleh dokter.005µIU/ml. hipoparatiroid atau hiperparatiroid dan bahkan dapat terjadi krisis tiroid. konsistensi lunak. usia 31 tahun. Dan di daerah tersebut banyak dijumpai anak-anak yang kerdil dan keterlambatan mental. TB 160 cm. Fungsinya ialah mengeluarkan hormon tiroid. maka dari itu diperlukan pengetahuan yang mendalam tentang etiologi. dokter menganjurkan untuk dilakukan terapi pembedahan atau terapi radioaktif. Antara hormon yang terpenting ialahThyroxine (T4) dan Triiodothyronine (T3). .

5.2. 8. Bagaimana mekanisme fisiologi hormon tiroid? 2. Mengetahui fisiologi kelenjar tiroid dan hormon tiroid secara mendalam. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Tujuan 1. 6. 4. Mengetahui dampak yang muncul akibat kekurangan suatu zat. Mengetahui penatalaksanaan yang tepat untuk pasien. sehingga dapat menegakkan diagnosis yang tepat. 6. 3. 5. Mengetahui mekanisme hormon tiroid bagi tubuh manusia. Kelenjar Tiroid Kelenjar tiroid terdiri atas banyak sekali folikel-folikel yang tertutup (diameternya antara 100 sampai 300 mikrometer) yang dipenuhi dengan bahan sekretorik yang disebut koloid dan dibatasi oleh sel-sel epitel kuboid yang mengeluarkan hormonnya ke bagian . Dapat membedakan Hipotiroid dan Hipertiroid. Apa hubungan antara masyarakat yang mengonsumsi garam tak beryodium dengan 3. dijumpainya anak kerdil & retardasi mental ? Bagaimana penyakit ini dapat memberi manifestasi pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium seperti yang tertera dalam skenario ? Apa perbedaan dari hipotiroid dan hipertiroid? Bagaimana diagnosis yang tepat dari manifestasi ± manifestasi yang telah didapatkan dari pasien? Apa diagnosis banding dari pasien? Bagaimana penatalaksanaan dari penyakit yang diderita pasien? 3. 7. 2. Memahami penyakit ± penyakit yang timbul dari kelainan kelenjar tiroid. Mampu menganalisis data ± data pemeriksaan dalam mendiagnosis suatu penyakit. 7. Rumusan Masalah 1. 4.

Hormon Tiroid Kira-kira 93% hormone-hormon aktif metabolise yang disekresikan oleh kelenjar tiroid adalah tiroksin dan 7 persen adalah triiodotironin. 2. Bisanya sebagian besar iodide tersebut dengan cepat dikeluarkan oleh ginjal. yang merupakan suplai darah yang sama besarnya dengan bagian lain dalam tubuh. Secara kualitatif. 3. dengan pengecualian korteks adrenal. Iodida yang ditelan peroral akan diabsorbsi dari saluran cerna ke dalam darah. fungsi kedua hormone sama. hampir semua tiroksin akhirnya akan diubah menjadi triiodotironin. tapi berbeda dalam kecepatan dan intensitas kerjanya. yang mengandung hormone tiroid di dalam molekul-molekulnya. Begitu hormone yang disekresikan sudah masuk ke dalam folikel. Triiodotironin kira-kira empat kali lebih kuat daripada tiroksin. Proses oksidasi yodium ini ditingkatkan oleh enzim peroksidase dan penyertanya hydrogen peroksidase. 4. Akan tetapi. namun jumlahnya di dalam darah jauh lebih sedikiti dan keberadaannya di dalam darah jauh lebih singkat daripada tiroksin. Pembentukan Hormon Tiroid Tahap pertama yang penting adalah perubahan ion iodide menjadi bentuk yodium yang teroksidasi yang selanjutnya mampu langsung berikatan dengan asam amino tirosin. atau kira-kira 1 mg/minggu. tiap tahunnya kira-kira dibutuhkan 50 mg yodium yang ditelan dalam bentuk iodide. Unsur utama dari koloid adalah glikoprotein triglobulin besar.folikel itu. Enzim peroksidase terletak di bagian apical membrane sel atau melekat pada . Setiap menitnya jumlah aliran darah di dalam kelenjar tiroid kira-kira lima kali lebih besar daripada berat kelenjar tiroid itu sendiri. Yodium Untuk pembentuka tiroksin secara normal. hormone itu harus diabsorbsi kembali melalui eiptel folikel ke dalam darah sebelum dapat berfungsi dalam tubuh. tetapi hanya setelah kira-kira 1/5nya dipindahkan dari sirkulasi darah oleh sel-sel kelenjar tiroid secara selektif dan dipergunakan untuk sintesis hormone tiroid.

Karena besarnya afinitas protein pengikat plasma terhadap hormone tiroksin. Atau dapat juga terjadi penggandengan monoiodotirosin dengan diiodotirosin sehingga terbentuk triiodotironin (kira-kira 1/5 dari jumlah hormone akhir). Efek defisiensi hormone tiroid belum akan terlihat hingga beberapa bulan karena tepat setelah hormone disintesis. Pelepasan dan Pengangkutan Hormon Tiroid Sekitar 93% hormone tiroid yang dilepaskan oleh kelenjar tiroid biasanya adalah tiroksin dan hanya 7% adalah triiodotironin. maka kecepata pembentukan hormone tiroid turun sampai nol. Pengikatan iodine dengan tiroglobulin disebut organifikasi tiroglobulin. sehingga menempatkan yodium yang teroksidasi tadi di dalam sel tepat pada tempat molekul tiroglobulin mula-mula dikeluarkan dari alat golgi dan melalui membrane sel masuk ke dalam penyimpanan koloid kelenjar tiroid. maka hormone ini dilepas secara lambat ke sel jaringan. 99% hormone tersebut segera berikatan dengan beberapa protein plasma. yodium yang sudah teroksidasi itu berikatan langsung dengan enzim iodinase yang menyebabkan proses di atas dapat berlangsung selama beberapa detik atau beberapa menit. Oleh karena itu hormone yang akhirnya diangkat dan digunakan oleh jaringan terutama adalah triiodotironin. Tiroksin dan triiodotironin ini terutama berikatan dengan globulin binding-tiroksin. Sewaktu memasuki darah. Bahkan sewaktu masih dalam bentuk molekul. Di dalam sel-sel tiroid. Tapi selama beberapa hari berikutnya separuh dari tiroksin secara perlahan dideionisasi menjadi triiodotironin tambahan. bahkan beberapa hari makin banyak jumlahdiioditrosin yang bergandengan (coupling) satu sama lain yang menghasilkan molekul tiroksin yang masih dalam bagian tiroglobulin. yodium yang sudah teroksidasi ini sudah berikatan langsung tetapi sangat lambat dengan asam amino tirosin. setengah dari . Bila sistem peroksidase ini terhambat. hormone disimpan di dalam folikel dalam jumlah yang cukup untuk menyuplai tubuh denga kebutuhan normal hormone tiroid selam 2 sampai 3 bulan.membrane sel. beberapa jam. Tirosin mulamula diiodisasi menjadimonoiodotirosin dan selanjutnya menjadi diiodotirosin. yang semuanya disintesis oleh hati. dengan jumlah kira-kira 35 mikrogram/hari. Kira-kira setiap 6 hari. atau secara herediter tidak terdapat di dalam sel. tapi dalam jumlah lebih sedikit dengan prealbumin binding-tiroksin dan albumin. kemudian selama beberapa menit. 5.

dan trigliserida dalam darah namun meningkatkan asam lemak bebas. Menimbulkan reaksi otot dan tremor otot. . 7. 10. menormalkan tekanan arteri. kekuatan denyut jantung akibat timbulnya katabolisme. Hormon ini disimpan di dalam sel targetnya sendiri dan digunakan secara lambat selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Menstabilkan / menormalkan fungsi seksual. 2. menurunkan konsentrasi kolestrol. Efek-efek spesifik: Meningkatkan metabolisme karbohidrat dan pengangkutan lemak. (kerja triiodotironin lebih cepat daripada tiroksin karena afinitasnya yang lebih rendah). 6. Meningkatkan aktivitas metabolisme selular melalui peningkatan jumlah dan aktivitas sel mitokondria dan peningkatan transport aktif ion-ion melalui membrane sel (Na+-K+ATPase). sedangkan triiodotironi sekitar 1 hari karena afinitasnya rendah. frekuensi denyut jantung. 4. 9. fosfolipid. Membuat sulit tidur tapi menyebabkan kelelahan.jumlah tiroksin yang ada di dalam darah dilepaskan ke dalam sel-sel jaringan. Berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan. 5. 3. Kardiovaskuler: Meningkatkan aliran darah dan curah jantung. menurunkan berat badan. meningkatkan kebutuhan vitamin karena meningkatkan jumlah berbagai enzim tubuh. Merangsang sistem saraf pusat 8. Meningkatkan kecepatan sekresi sebagian besar kelenjar endokrin lain. Fungsi hormon tiroid: 1. Meningkatkan transkripsi sejumlah besar gen melalui aktivasi reseptor inti sel. Di dalam sel targetnya sendiri kedua hormone ini berikatan dengan protein intrasel (tiroksin berikatan lebih kuat). 11. 6. Meningkatkan pernapasan. meningkatkan laju metabolism basal hingga 60-100% di atas nilai normal.

Hipertiroidisme dapat timbul secara spontan atau akibat asupan hormone tiroid secara berlebihan. dan penelitian ambilan yodium radioaktif menunjukan bahwa kelenjar-kelenjar hiperplastik ini mensekresi hormon tiroid dengan kecepatan 5-15 kali lebih besar daripada normal. disertai dengan banyak hiperplasia dan lipatan-lipatan sel-sel folikel ke dalam folikel. Selain itu setiap sel meningkatkan kecepatan sekresinya beberapa kali lipat. kelenjar tiroid membesar 2-3 kali dari ukuran normalnya. . TSH berikatan dengan reseptor spesifik yang terdapat di bagian basal permukaan membrane sel yang menyebabkan teraktivasinya adenilil siklase yang ada di dalam membrane sehingga meningkatnya pembentukan cAMP di dalam sel. 8. Terdapat 2 tipe hipertiroidisme spontan yang paling sering dijumpai. produksi dan sekresi hormon tiroid meningkat akibat hiperfungsi kelenjar tiroid. yaitu (1) penyakit Graves dan (2) goiter nodular toksik. sehingga jumlah sel-sel ini sangat meningkat. Pada keadaan ini uptake yodium oleh kelenjar meningkat. Hipertiroidisme Keadaan yang disebabkan oleh berlebihannya produksi hormon tiroid yang teriodinasi.7. Efek-efek yang ada disebabkan oleh second messenger sistem siklik adenosine monofosfat (cAMP) dalam sel. ini dibuktikan dengan tes uptake yodium radioaktif selama 24 jam. TSH TSH atau yag dikenal dengan Tirotropin yang disekresikan kelenjar hipofisis berfungsi meningkatkan sekresi oleh kelenjar tiroid. Efek awal yang penting adalah pemberian TSH memulai proteolisis tiroglobulin. Pada kebanyakan pasien hipertiroidisme. yang dalam waktu 30 menit akan menyebabkan pelepasan tiroksin dan triiodotironin ke dalam darah. Akhirnya cAMP bekerja sebagai second messenger untuk mengaktifkan protein kinase yang menyebabkan banyak fosforilasi di seluruh sel sehingga timbul peningkatan hormone tiroid dan perpanjangan waktu pertumbuhan jaringan kelenjar tiroidnya sendiri.

berbagai derajat keparahan diare. ditandai dengan penurunan laju metabolisme basal. dan pada bayi dapat menyebabkan kretinisme.Gejala yang sering muncul adalah sangat mudah terangsang. bayi. yaitu akibat pembengkakan pada jaringan retroorbita dan timbulnya perubahan degenerative pada otot-otot ekstraokular. bila tidak diobati dapat berkembagn menjadi myxedema. Disebut juga athyria. namun pasien tidak dapat tidur. kecemasan atau kelainan psikis lainnya. kelemahan otot. thyroprivia. Ditandai dengan adanya pelonggaran di bawah mata dan pembengkakan di wajah. kelelahan. dan thyroid insufficiency. atau kanak-kanak yang ditandai dengan gagalnya pertumbuhan tubuh anak tersebut dan retardasi mental. Kretinisme merupakan suatu kondisi akibat hipotiroidisme ekstrem yang diderita janin. dan letargi. athyroidosis. Manifestasi klinis khasnya adalah exofthalus. intoleransi terhadap panas. Kretinisme bisa disembuhkan jika diobati sebelum terlambat yaitu dua minggu setelah kelahiran. hypothyrosis. Hipotiroidisme Hipotiroidisme adalah defisiensi aktivitas tiroid. berkeringat banyak. dan tremor pada tangan. berat bada berkurang sedikit atau banyak. Pada orang dewasa ini lebih sering mengenai wanita daripada pria. Miksedema adalah keadaan dimana asam hialorunat sangat meningkat dan bersama dengan kondroitin sulfat yang terikat dengan protein membentuk jaringan gel yang berlebihan di ruang interestrial dan jaringan gel ini menyebabkan jmlah total cairan interestrial meningkat. rasa capai yang sangat. . 9.