FISIKA Gelombang Dan Bunyi

Yanti Fajarwati XII IPA 5 No Absen 31

a.

Pengertian Gelombang adalah getaran yang merambat. Di dalam perambatannya tidak diikuti oleh berpindahnya partikel-partikel perantaranya. Pada hakekatnya gelombang merupakan rambatan energi (energi getaran)

b.

Macam gelombang Menurut arah getarnya : -Gelombang transversal, yaitu gelombang yang arah rambatannya tegak lurus dengan arah getarannya. Contoh gelombang transversal adalah gelombang tali. Ketika kita menggerakan tali naik turun, tampak bahwa tali bergerak naik turun dalam arah tegak lurus dengan arah gerak gelombang. Perhatikan Gambar 1.1.

Gambar 1.1. Gelombang transversal pada tali

Amplitudo adalah ketinggian maksimum puncak atau kedalaman maksimum lembah.2. Bentuk gelombang Tranversal pada tali Pada Gambar 1.2. Bentuk gelombang transversal tampak seperti pada Gambar 1. Jarak dari dua titik yang sama dan berurutan pada gelombang disebut panjang gelombang (disebut lambda ² huruf Yunani). tampak bahwa gelombang merambat ke kanan pada bidang horisontal. Garis putus-putus yang digambarkan di tengah sepanjang arah rambat gelombang menyatakan posisi setimbang medium (misalnya tali atau air). . Panjang gelombang juga bisa juga dianggap sebagai jarak dari puncak ke puncak atau jarak dari lembah ke lembah. Gambar 1. tampak bahwa tali bergerak naik turun dalam arah tegak lurus dengan arah gerak gelombang. Titik tertinggi gelombang disebut puncak sedangkan titik terendah disebut lembah. diukur dari posisi setimbang.2.Ketika kita menggerakan tali naik turun. sedangkan arah getaran naik-turun pada bidang vertikal.

Serangkaian rapatan dan regangan merambat sepanjang pegas. Gelombang Longitudinal pada slinki Pada Gambar 1. . Rapatan merupakan daerah di mana kumparan pegas saling mendekat. Udara sebagai medium perambatan gelombang suara. Contoh: getaran sinar gitar yang dipetik Gambar 1. Panjang gelombang adalah jarak antara rapatan yang berurutan atau regangan yang berurutan. merapat dan meregang sepanjang arah rambat gelombang udara. yaitu gelombang yang arah rambatannya sejajar dengan arah getarannya (misalnya gelombang slinki).Gelombang longitudinal. Gelombang yang terjadi pada slinki yang digetarkan. Jarak dua rapatan yang berdekatan atau dua regangan yang berdekatan disebut satu gelombang. searah dengan membujurnya slinki berupa rapatan dan regangan.3.3. Salah satu contoh gelombang logitudinal adalah gelombang suara di udara. sedangkan regangan merupakan daerah di mana kumparan pegas saling menjahui. tampak bahwa arah getaran sejajar dengan arah rambatan gelombang.

sinar ultra violet.Gelombang mekanik adalah gelombang yang didalam perambatannya memerlukan medium perantara. Menurut amplitudo dan fasenya : . Hampir semua gelombang merupakan gelombang mekanik. . . Contoh : sinar gamma ( ). gelombang radio. . infra merah.Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang didalam perambatannya tidak memerlukan medium perantara. sinar X.Menurut medium perantaranya : . gelombang radar. gelombang TV. cahaya tampak.Gelombang berjalan adalah gelombang yang amplitudo dan fasenya sama di setiap titik yang dilalui gelombang.Gelombang diam (stasioner) adalah gelombang yang amplitudo dan fasenya berubah (tidak sama) di setiap titik yang dilalui gelombang.

Gelombang Berjalan Jika ujung salah satu tali kita ikatkan pada beban yang tergantung pada pegas vertikal. maka amplitudo (simpangan maksimum) dari gelombang yang merambat pada tali selalu tetap (tidak berubah). maka getaran pegas akan merambat pada tali seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Jika kita amati secara seksama. .a. Gelombang berjalan ke kanan dengan titik asal getaran adalah titik O Gambar.6.6. Gelombang berjalan ke kanan dengan cepat rambat v. Gelombang merambat yang selalu memiliki amplitudo tetap digolongkan sebagai gelombang berjalan.1.1.7. dan pegas kita getarkan naik turun. Gambar.

dan seterusnya adalah: Dengan 2 n menunjukan bilangan genap. ke-2. ke-2. Letak perut ke-1. Perhatikan Gambar 1. Gelombang datang dan gelombang pantul di ujung bebas adalah 0. . dan seterusnya pada stasioner ujung bebas adalah: o Dengan (2n + 1) menunjukkan bilangan ganjil. Gelombang Stationer  Pada ujung bebas Gelombang stationer ujung bebas juga terbentuk dari dua gelombang berjalan yaitu gelombang datang dan gelombang pantul. jadi = 0. ke-3.11: o Dengan demikian jika gelombang datang yang merambat ke kanan dapat dinyatakan dengan Ap = 2A cos (kx) Yp = Ap sin (wt-kl) Letak simpul ke-1.b. Ini berarti bahwa fase gelombang datang sama dengan fase gelombang pantul. ke-3.

 Pada ujung tetap Di titik pantul yang tetap gelombang datang dan gelombang pantul berselisih fase 1/2 atau gelombang pantul berlawanan dengan phase gelombang datang = ½. Ap = 2A sin (kx) Yp = Ap cos (wt-kl) Rumus letak simpul dan perut untuk gelombang stasioner pada ujung tetap Letak simpul Letak perut .

Ada satu besaran yang dimiliki oleh gelombang tetapi tidak dimiliki oleh getaran. Periode gelombang (T) adalah waktu yang diperlukan oleh gelombang untuk menempuh satu panjang gelombang penuh. . yaitu panjang gelombang ( ). amplitudo (A). Frekuensi gelombang adalah banyaknya gelombang yang terjadi tiap satuan waktu. antara lain. periode (T). kecepatan (v).Cepat rambat gelombang (v) adalah jarak yang ditempuh gelombang tiap satuan waktu.Besaran-besaran dalam gelombang hampir sama dengan besaran-besaran yang dimiliki oleh getaran. frekuensi (f). Panjang gelombang ( ) adalah jarak yang ditempuh dalam waktu satu periode. fase .

x/v) atau y = A sin 2 (ft .y Persamaan dasar gelombang Jika cepat rambat gelombang v dan periode getarannya T. v= f Dengan : v = cepat rambat gelombang = panjang gelombang T = periode f = frekuensi y Persamaan Simpangan Gelombang (y) y = A sin 2 /T (t.x/v) Keterangan : A :Amplitudo Gelombang(m) T : Perioda Gelombang (s) f : frekuensi Gelombang (Hz) t : waktu getaran Gelombang (s) x : jarak suatu titik ke sumber getar (m) . maka : = v T atau = v/f.

Dari persamaan itu. Perhatikan persamaan 1. Fase Gelombang ( ) = Dengan : y y y y y = fase gelombang T = periode gelombang (s) = panjang gelombang (m) t = waktu perjalanan gelombang (s) x = jarak titik dari sumber (m) . fase gelombang dapat diperoleh dengan hubungan seperti berikut.Fase dan Sudut Fase Gelombang Fase gelombang dapat didefinisikan sebagai bagian atau tahapan gelombang.2.

Garpu tala digetarkan dengan elektromagnet secara terus menerus. Percobaan Melde digunakan untuk menyelidiki cepat rambat gelombang transversal dalam dawai. kawat halus tersebut ditumpu pada sebuah katrol dan ujung kawat diberi beban. . misalnya sebesar g gram. hingga amplitudo yang ditimbulkan oleh garpu tala konstan. Perhatikan gambar di bawah ini.Hukum Melde mempelajari tentang besaran-besaran yang mempengaruhi cepat rambat gelombang transversal pada tali. Pada salah satu ujung tangkai garpu tala diikatkan erat-erat sehelai kawat halus lagi kuat. Melde menemukan bahwa cepat rambat gelombang pada dawai sebanding dengan akar gaya tegangan tali dan berbanding terbalik dengan akar massa persatuan panjang dawai.

yang dalam SI harga k = 1. dawai) F = gaya tegangan kawat m = massa persatuan panjang kawat k = faktor pembanding. Untuk mencari cepat rambat gelombang : Dengan: v = cepat rambat gelombang dalam kawat (tali. .

tergantung pada jumlah gelombang yang terbentuk pada dawai tersebut. Frekuensi nada yang dihasilkan dawai memenuhi persamaan : Keterangan : v:Cepat rambat gelombang pada dawai (m/s) fn:Frekuensi nada ke-n (Hz) n :Panjang gelombang ke-n L:Panjang dawai n:Bilangan yang menyatakan nada dasar. 2. nada atas pertama (harmonik kedua) dan nada atas kedua (harmonik ke tiga) ditunjukkan pada Gambar 3...) . . 1.y Pada senar atau dawai pada gitar kedua ujungnya terikat dan jika digetarkan akan membentuk suatu gelombang stasioner. nada atas ke-1. Getaran ini akan menghasilkan bunyi dengan nada tertentu. (0. dst.6. Pola gelombang stasioner ketika terjadi nada dasar (harmonik pertama).

Demikian juga dengan karakteristik pipa organa.y Pipa organa merupakan sejenis alat musik tiup. . bahkan Anda dapat membuatnya dari pipa paralon. Kedua jenis pipa ini memiliki pola gelombang yang berbeda. Pipa organa merupakan semua pipa yang berongga di dalamnya. Pipa organa ini ada dua jenis yaitu pipa organa terbuka berarti kedua ujungnya terbuka dan pipa organa tertutup berarti salah satu ujungnya tertutup dan ujung lain terbuka. Ada pipa organa terbuka (kedua ujungnya terbuka) dan pipa organa tertutup (salah satu ujungnya tertutup). Bisa dicontohkan sebagai seruling bambu.

Panjang kolom udara (pipa) sama dengan ½ (jarak antara perut berdekatan). baik organa dengan pipa tertutup maupun pipa terbuka. Kenyataan ini digunakan pada alat musik yang dinamakan Organa. Pola gelombang untuk nada dasar ditunjukkan pada Gambar 3. Gelombang yang terjadi merupakan gelombang longitudinal.y Pipa Organa Terbuka Jika pipa organa ditiup.7. artinya dapat bergetar. maka udara-udara dalam pipa akan bergetar sehingga menghasilkan bunyi. Dengan demikian L = f1 = v/ 1 1 /2 atau 1= 2L Dan frekuensi nada dasar adalah = v/2L . Kolom udara dapat beresonansi.

yaitu terjadi 1 perut dan 1 simpul. sehingga pada ujung pipa selalu terjadi simpul. udara tidak bebas bergerak. Dengan demikian. Pada ujung pipa tertutup. L = 1 /4 atau 1 = 4L. Pola gelombang untuk nada dasar ditunjukkan pada gambar 3.8. Tiga keadaan resonansi di dalam pipa organa tertutup ditunjukkan pada Gambar 3. dan frekuensi nada dasar adalah : f1 = v/ 1 = v/4L . Panjang pipa sama dengan ¼ (jarak antara simpul dan perut berdekatan).8a.y Pipa Organa Tertutup Jika ujung pipa organa tertutup. maka pipa organa itu disebut pipa organa tertutup.

Fenomena perubahan frekuensi karena pengaruh gerak relatif antara sumber bunyi dan pendengar. Namun. jika antara sumber bunyi dan si pendengar ada gerak relatif. . berarti frekuensinya lebih besar dan sebaliknya ketika bis menjauhi anda. misalnya ketika Anda naik bis dan berpapasan dengan bis lain yang sedang membunyikan klakson. bunyi klakson terdengar lebih rendah. maka frekuensi sumber bunyi dan frekuensi bunyi yang didengar oleh seseorang adalah sama. Peristiwa ini dinamakan Efek Doppler. pertama kali diamati oleh Christian Doppler. karena frekuensi bunyi yang didengar berkurang. Suatu contoh. ternyata antara frekuensi sumber bunyi dan frekuensi bunyi yang didengar tidaklah sama. maka akan terdengar suara yang lebih tinggi. Jika antara sumber bunyi dan pendengar tidak ada gerakan relatif.

y fS adalah frekuensi yang dipancarkan oleh sumber bunyi. Tanda . Tanda + untuk vS dipakai bila sumber bunyi bergerak menjauhi pendengar. y vP adalah kecepatan pendengar.y Jadi. Oleh Doppler dirumuskan sebagai : Dengan : y fP adalah frekuensi yang didengar oleh pendengar.untuk vS dipakai bila sumber bunyi bergerak mendekati pendengar. Effek Doppler adalah peristiwa berubahnya harga frekuensi bunyi yang diterima oleh pendengar (P) dari frekuensi suatu sumber bunyi (S) apabila terjadi gerakan relatif antara P dan S. . y v adalah kecepatan bunyi di udara.untuk vP dipakai bila pendengar bergerak menjauhi sumber bunyi. y y y y Tanda + untuk vP dipakai bila pendengar bergerak mendekati sumber bunyi. y vS adalah kecepatan sumber bunyi. Tanda .

Besar frekuensi layangan : y y Jumlah bunyi layangannya : Frekuensi sumber bunyi 1 dan 2 dinyatakan sebagai f1 dan f2.y Jika dua buah bunyi yang bertemu di suatu titik mempunyai amplitudo yang sama. . namun frekuensinya sedikit berbeda. maka akan menghasilkan bunyi yang kuat dan lemah secara berulang dengan frekuensi tertentu. Hal ini dikenal sebagai pelayangan bunyi.

y Intensitas Intensitas didefinisikan sebagai energi yang dipindahkan tiap satuan luas tiap satuan waktu. Intensitas bunyi terendah yang umumnya didengar manusia memiliki nilai 10-12 W/m2. sehingga secara tidak langsung kuat bunyi sebanding dengan intensitasnya. Biasanya disebut sebagai intensitas ambang (I0). Jika sumber bunyi memancarkan ke segala arah sama besar (isotropik). . luas yang dimaksud sama dengan luas permukaan bola. maka intensitas bisa dikatakan juga daya tiap satuan luas. Secara matematis : Keterangan : I:Intensitas bunyi (W/m2) P:Energi tiap waktu atau daya (W) A:Luas (m2). Jangkauan intensitas bunyi ini sangat lebar berkaitan dengan kuat bunyi. Karena energi tiap satuan waktu kita ketahui sebagai pengertian daya.

Taraf Intensitas Bunyi adalah logaritma perbandingan intensitas bunyi terhadap intensitas ambang. Secara matematis. misalnya ada n sirine yang dinyalakan bersama-sama. maka besarnya taraf intensitas bunyi dinyatakan sebagai : TI1 adalah taraf intensitas bunyi untuk satu buah sumber. Jika didengar di dua titik yang jaraknya berbeda.y Taraf Intensitas Bunyi Hubungan antara kuat bunyi dan intensitas bunyi diberikan oleh Alexander Graham Bell dengan mendefiniskannya sebagai taraf intensitas bunyi. besar intensitas bunyi di titik ke-2 bisa dinyatakan sebagai : . taraf intensitas bunyi didefinisikan sebagai : Keterangan : TI:Taraf intensitas bunyi (desiBell disingkat dB) I:Intensitas bunyi (W/m2) I0:Intensitas ambang pendengaran manusia (10-12 W/m2 Untuk n buah sumber bunyi identik.

SELESAI Sekian dan Terima Kasih Semoga Power Point ini dapat bermanfaat dan bisa menambah nilai saya Pa .