KATA PENGANTAR

Puji dan syukur atas segala berkat dan rahmat yang Tuhan berikan pada kami sehingga Makalah Bahasa Jepang mengenai ³HARAJUKU´ ini dapat saya selesaikan dengan baik. Makalah mengenai ³HARAJUKU³ ini disusun dengan baik dari berbagai macam panduan mengenai ³Kebudayaan yang berasal dari Jepang³ yang telah diringkas menjadi sebuah Makalah yang berjudul ³HARAJUKU´. Namun saya menyadari kliping ini masih belum sempurna apabila tidak ada kritikan dan saran dari saudara/i sekalian yang membaca Makalah ini. Oleh karena itu saya mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak yang membaca demi perbaikan dan penyempurnaan pada Makalah ini. Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini hingga terselesaikan.

Tim Penyusun

Kelompok 7

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.. DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUA N A. LATAR BELAKANG B. MAKSUD DAN TUJUAN

BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN HARAJUKU B. SEJARAH HARAJUKU. C. COSPLAY

BAB III PENUTUP A.OPINI. B. KESIMPULAN

C. DAFTAR PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
? ) adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Harajuku ( Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Kuil Meiji, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshitad ri), department store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan tidak dicantumkan sewaktu menulis alamat.

Sekitar tahun 1980-an, Harajuku merupakan tempat berkembangnya subkultur Takenoko-zoku. Sampai hari ini, kelompok anak muda berpakaian aneh bisa dijumpai di kawasan Harajuku. Selain itu, anak-anak sekolah dari berbagai pelosok di Jepang sering memasukkan Harajuku sebagai tujuan studi wisata sewaktu berkunjung ke Tokyo. Sebetulnya sebutan "Harajuku" hanya digunakan untuk kawasan di sebelah utara Omotesando. Onden adalah nama kawasan di sebelah selatan Omotesando, namun nama tersebut tidak populer dan ikut disebut Harajuku.

B.MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari tujuan penulisan makalah ini: Untuk menambah Pengetahuan Tentang Budaya JEPANG Mengetahui Apa saja Budaya di negara Jepang Menambah Pengetahuan tentang HARAJUKU Memenuhi Salah satu Tugas Bahasa Jepang

BAB 2 PEMBAHASAN
A.PENGENALAN HARAJUKU
Harajuku adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Kuil Meiji, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshitad ri), department store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan tidak dicantumkan sewaktu menulis alamat.

Sekitar tahun 1980-an, Harajuku merupakan tempat berkembangnya subkultur Takenokozoku. Sampai hari ini, kelompok anak muda berpakaian aneh bisa dijumpai di kawasan Harajuku. Selain itu, anak-anak sekolah dari berbagai pelosok di Jepang sering memasukkan Harajuku sebagai tujuan studi wisata sewaktu berkunjung ke Tokyo. Sebetulnya sebutan "Harajuku" hanya digunakan untuk kawasan di sebelah utara Omotesando. Onden adalah nama kawasan di sebelah selatan Omotesando, namun nama tersebut tidak populer dan ikut disebut Harajuku.

B. Sejarah HARAJUKU
Sebelum zaman Edo, Harajuku merupakan salah satu kota penginapan (juku) bagi orang yang bepergian melalui rute Jalan Utama Kamakura. Tokugawa Ieyasu menghadiahkan penguasaan Harajuku kepada ninja dari Provinsi Iga yang membantunya melarikan diri dari Sakai setelah terjadi Insiden Honn ji. Di zaman Edo, kelompok ninja dari Iga mendirikan markas di Harajuku untuk melindungi kota Edo karena letaknya yang strategis di bagian selatan Jalan Utama K sh . Selain ninja, samurai kelas Bakushin juga memilih untuk bertempat tinggal di Harajuku. Petani menanam padi di daerah tepi Sungai Shibuya, dan menggunakan kincir air untuk menggiling padi atau membuat tepung. Di zaman Meiji, Harajuku dibangun sebagai kawasan penting yang menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekelilingnya. Pada tahun 1906, Stasiun JR Harajuku dibuka sebagai bagian dari perluasan jalur kereta api Yamanote. Setelah itu, Omotesando (jalan utama ke kuil) dibangun pada tahun 1919 setelah Kuil Meiji didirikan. Setelah dibukanya berbagai department store pada tahun 1970-an, Harajuku menjadi pusat busana. Kawasan ini menjadi terkenal di seluruh Jepang setelah diliput majalah fesyen seperti Anan dan non-no. Pada waktu itu, kelompok gadis-gadis yang disebut Annon-zoku sering dijumpai berjalan-jalan di kawasan Harajuku. Gaya busana mereka meniru busana yang dikenakan model majalah Anan dan non-no. Sekitar tahun 1980-an, Jalan Takeshita menjadi ramai karena orang ingin melihat Takenokozoku yang berdandan aneh dan menari di jalanan. Setelah ditetapkan sebagai kawasan khusus pejalan kaki, Harajuku menjadi tempat berkumpul favorit anak-anak muda. Setelah Harajuku makin ramai, butik yang menjual barang dari merek-merek terkenal mulai bermunculan di Omotesando sekitar tahun 1990-an.

Trend Harajuku di Jepang
Jepang adalah tempat di mana setiap orang bersifat individu - tapi suka berada dalam kelompok. Jika Anda mengunjungi taman pada jam tertentu di setiap hari Sabtu, Anda akan melihat ratusan anak laki-laki berpakaian seperti penyanyi rock dan skater, menari dengan alunan musik rock and roll ... mereka sangat serius. Jadi tidak mengherankan juga jika anak perempuan ingin menampilkan mode inovatif yang tidak ada atau belum pernah terlihat sebelumnya, mereka ingin melakukannya di tempat yang sama, pada waktu yang sama. Dan tempat itu adalah distrik Harajuku di Tokyo. Istilah "Gadis Harajuku" telah digunakan oleh media berbahasa Inggris untuk menggambarkan remaja yang berpakaian dalam setiap gaya busana yang berada di wilayah Harajuku. Mode ini mempengaruhi beberapa gaya diantaranya membuat bentuk gaun yang unik. Salah satu gaya yakni, Kawaii, sangat tenar pada 1990-an. Kawaii menjadi ungkapan populer yang berarti ada sesuatu yang lucu atau cantik. Kawaii adalah bentuk perlawanan dalam gaya dan budaya, yang terkait dengannya tidak akan dilihat sebagai sesuatu yang menarik oleh generasi tua. Ide dari Kawaii adalah budaya pemuda yang berbeda yang terpisah dengan budaya tradisional; berupa cyber-punk untuk menunjukkan keberadaannya.Gaya ini dipengaruhi oleh fashion gothic dengan menggabungkan warna-warni neon dan metalik. Gaya ini tidak sepopuler pada taun 1990-an Fashion Harajuku mendapatkan namanya dari distrik Harajuku di Tokyo. Semua aktifitas 'diaktifkan' di harajuku, anak-anak muda pergi ke sana untuk mengeksplorasi berbagai toko pakaian dan berkumpul di taman Yoyogi, di kafe di jalan Omotesando atau sepanjang perjalanan arah ke kuil Meiji. Dengan tujuan menampilkan kreasi terbaru harajuku mereka bagi wisatawan dan juga untuk teman-teman mereka. Harajuku menjadi terkenal pada 1980-an karena artis jalanan dan remaja bebas berpakaian yang berkumpul di sana pada hari Minggu ketika Omotesando ditutup untuk lalu lintas. Omotesando adalah jalan yang sangat panjang dengan kafe dan butik fashion kelas atas dan sangat populer bagi penduduk sekitar dan turis. Berjalan kaki di hari minggu dan merupakan tempat yang sempurna untuk bertemu, memutar musik dan memamerkan diri!

C. Cosplay
Gagasan tentang Cosplay muncul sekitar tahun 1960-an di Stasiun Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo, dan telah mengalami perkembangan yang luar biasa, selain sebagai produk budaya, juga merupakan pembentukan seni dengan misi kebudayaan dan iklan. Cosplay ini akrab (boleh jadi sama) dalam hal ideologi dengan Harajuku style, memberikan nuansa perdebatan wacana mengenai transformasi ide-ide berbusana yang bersumber pada tokoh-tokoh film animasi dan manga Jepang. Ide tersebut divisualisasikan dalam wujud busana (kontemporer) yang bertema tokoh atau kondisi tertentu, dengan melakukan akulturasi berbagai jenis budaya, menghasilkan kostum-kostum yang ekspresif. Cosplay, yang secara harfiah dipahami cos/costume= busana/kostum, play= bermain atau melakukan kegiatan mengisi waktu luang, merupakan suatu wadah yang disiapkan bagi kelompok-kelompok yang ingin berekpsresi melalui media busana. Ideologi cosplay adalah menampilkan identitas ³saduran´ melalui busana, memiliki tema, dan akrab dengan budaya konsumerisme. Jika di Harajuku, gaya ini merupakan wujud kecintaan para penggemarnya terhadap tokoh-tokoh kartun tertentu, yang divisualkan dalam busana dan asesoris yang digunakan. Gaya Harajuku dan cosplay, merupakan perpanjangan budaya Jepang, yang dikenal dengan negara pencipta film animasi terbaik. Dukungan terhadap film-film animasi, sebagai wujud kecintaan terhadap produk Jepang, ditunjukkan melalui media busana cosplay. Sekaligus, dalam usaha mempromosikan dan mempengaruhi masyarakat dunia tentang keberadaan film-film animasi Jepang, tentunya juga cosplay. Pengaruh ini dapat diketahui jejaknya, dengan kemunculan cosplayer di beberapa negara, seperti: Amerika, Singapura, Spanyol, Italia, dan termasuk Indonesia.

BAB 3 PENUTUP
A.OPINI
Untuk Makalah ini kita membahas tentang tatanan gaya yang terkenal di jepang ³Harajuku´.. Indonesia yang terjangkit wabah Style ini pun tidak kalah seru dengan di jepang,mereka berlomba-lomba untuk unjuk kebolehan mereka melalui kostum yang mereka desain. Dari berbagai orang yang saya temui di dunia Fashion ala Jepang ini dariberbagai situs, banyak diantara mereka yang masih duduk di bangku sekolah. Mereka rela menghabiskan berpuluh,bahkan beratus ribu hanya untuk mendapatkan, dan membuat kostum yang diinginkan oleh meraka. Banyak dari mereka Rela untuk tidak makan siang saat istirahat di sekolah hanya untuk masalah style ini. Walhasil banyak kecaman dari berbagai pihak tentang ³Harajuku´ Sekarang kita telaah, Apakah wabah ini baik untuk generasi muda kita sekarang? Apakah ini salah satu bentuk penyimpangan budaya yang ada di Indonesia, jelas sekali budaya asli kita sama sekali tidak di hiraukan, meski saya juga termasuk orang yang suka oleh hal yang berbau Jepang namun dari beberapa orang yang saya temui di berbagai Event tersebut saya bertanya oleh mereka ³Apakah seru mengenakan kostum itu?´ Dan jawaban mereka kebanyakan adalah ³seru.´

B. Kesimpulan
Harajuku adalah bagian dari Fashion Tokyo. Disini merupakan pusat para remaja Jepang mengekspresikan dirinya melalui gaya berpakaian. Jadi disana, kita bisa melihat begitu banyak orang Jepang yang berkostum aneh-aneh.

DAFTAR PUSTAKA

www.kazeyagami.blog http://kazeyagami.blog.friendster.com/2009/02/hanami/ oleh: kazeyagamy www.kaskus.com www.wikipedia.com Link: http://id.wikipedia.org/wiki/Shogun Oleh: Tomio Takahashi. Sei-i Taish gun m hitotsu no kokkashuken. Ch k shinso, 1987. ISBN 978-4-12100833-6 Link: http://id.wikipedia.org/wiki/Hakama http://id.wikipedia.org/wiki/Z%C5%8Dri www.google.com