P. 1
PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN

PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN

|Views: 3,796|Likes:
Published by Dadang Setiawan

More info:

Published by: Dadang Setiawan on Feb 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/17/2015

PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN

1

Permen No.58 tahun 2009

Menu pembelajaran generik nak usia dini

Tingkat Pencapaian Perkembangan Perencanaan Pembelajaran

Berisi seperangkat kegiatan belajar melalui bermain yang dapat memberikan pengalaman langsung bagi anak dalam rangka mengembangkan seluruh potensi perkembangan yang dimiliki oleh setiap anak
2

KURIKULUM
‡ Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan belajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

3

Fungsi Kurikulum
BERFUNGSI SEBAGAI PEDOMAN PROSES PEMBELAJARAN BAGI PENDIDIK DAN ANAK DIDIK SERTA SEBAGAI ALAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN

TUJUAN :
MEMUDAHKAN PENDIDIK UNTUK MENGAJAR DAN MEMUDAHKAN SISWA UNTUK BELAJAR
4

PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
1. Bersifat komperhensif Kurikulum harus menyediakan pengalaman belajar yang meningkatkan perkembangan anak secara menyeluruh dalam berbagai aspek perkembangan . 2. Dikembangkan atas dasar perkembangan secara bertahap. Kurikulum harus menyediakan berbagai kegiatan dan interaksi yang tepat didasarkan pada usia dan tahapan perkembangan setiap anak. Program menyediakan berbagai sarana dan bahan untuk anak dengan berbagai kemampuan. 3. Melibatkan orang tua Keterlibatan orang tua sebagai pendidik utama bagi anak. Oleh karena itu peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan. 4. Melayani kebutuhan individu anak. Kurikulum dapat mewadahi kemampuan, kebutuhan,minat setiap anak. 5. Merefleksikan kebutuhan dan nilai masyarakat Kurikulum harus memperhatikan kebutuhan setiap anak sebagai anggota dari keluarga dan nilai-nilai budaya suatu masyarakat. 6. Mengembangkan standar kompetensi anak Kurikulum yang dikembangkan harus dapat mengembangkan kompetensi anak. 5 Standar Kompetensi seabagi acuan dalam menyiapkan lingkungan belajar anak.

7. Mewadahi layanan anak berkebutuhan khusus Kurikulum yang dikembangkan hendaknya memperhatikan semua anak termasuk anak-anak yang berkebutuhan khususus. 8. Menjalin kemitraan dengan keluarga dan masyarakat Kurikulum hendaknya dapat menunjukkan bagaimana membangun sinegi dengan keluarga dan masyarakat sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai 9.Memperhatikan kesehatan dan keselamatan anak Kurikulum yang dibangun hendaknya memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan anak saat anak berada disekolah 10.Menjabarkan prosedur pengelolaan Lembaga Kurikulum hendaknya dapat menjabarkan dengan jelas prosedur manajemen/pengelolaan lembaga kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabiitas. 11. Manajemen Sumber Daya Manusia Kurikulum hendaknya dapat menggamabarkan proses manajemen pembinaan sumber daya manusia yang terlibat di lembaga 12.Penyediaan Sarana dan Prasarana. Kurikulum dapat menggambarkan penyediaan srana dan prasaran yang dimiliki lembaga.
6

KOMPONEN KURIKULUM
1. TUJUAN 2. MATERI 3. STRATEGI / METODE 4. SARANA 5. EVALUASI 6. WAKTU
7

‡ Rencana pembelajaran merupakan acuan bagi pendidik dalam mengelola kegiatan bermain. Rencana pembelajaran disusun dengan cara menjabarkan aspek-aspek perkembangan dalam menu pembelajaran generic (terlampil) ‡ Rencana pembelajaran digunakan untuk memberi arahan dalam menyiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan bermain anak. Rencana pembelajaran yang tepat akan memberikan dukungan yang tepat sesuai dengan kebutuhan belajar dan tahap perkembangan anak. Karenanya rencana pembelajaran perlu dievaluasi untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.
8

PENGERTIAN PERENCANAAN
‡ Menggambarkan aktivitas secara keseluruhan sebelum kegiatan yang sesungguhnya dilaksanakan ‡ Gambaran kegiatan yang akan dilakukan dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran ‡ Perencanaan yang baik = 50% keberhasilan ‡ Gagal merencanakan = merencanakan kegagalan ‡ Sebagai acuan bagi pendidik dalam mengelola pembelajaran

9

‡ direncanakan dengan baik sehingga mendukung lingkungan belajar anak ‡ memuat tujuan yang realistik berdasarkan pada minat dan kebutuhan anak ‡ membangun pengalaman individu dan kelompok ‡ bervariasi, mengenalkan ragam budaya dalam kegiatan yang tepat

10

lanjutan ‡ mendukung kegiatan main yang menyenangkan, menantang, dan menyatu dengan kehidupan sehari-hari ‡ mendukung keterlibatan orang tua ‡ mengembangkan wawasan anak tentang diri, lingkungan sekitar dan dunia sekeliling anak. ‡ Mengembangkan semua aspek perkembangan.

11

Bagaimana cara menyusun rencana?
‡ Tentukan tema pembelajaran - Pilih tema yang dekat dengan anak - Dialami anak sehari-hari - Memberikan penguatan pengetahuan pada anak - Menarik ‡ Tentukan puncak-puncak tema ‡ Susun dalam bentuk rancangan tema pembelajaran dalam 1 semester
12

LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN RENCANA PEMBELAJARAN

1. Menetapkan tahap perkembangan sesuai Usia anak

2. Menetapkan Indikator yang akan dicapai

3. Menetapkan Konsep yg akan dikenalkan Pada anak

ENAM LANGKAH PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN

6. Menyiapkan Alat/Media Yang sesuai

5. Menyusun Rencana Kegiatan Pembelajaran

4. Menetapkan Tema

14

Tahap awal untuk menyusun rencana pembelajaran adalah memahami tahap perkembangan kelompok usia anak berdasarkan menu generik.. Contoh perkembangan kemampuan awal anak usia 4 6 Tahun di menu generik tertulis sebagai berikut : ASPEK Fisik INDIKATOR KEMAMPUAN 1. Berjalan dengan berbagai variasi 2. Naik turun tangga tanpa berpegangan 3. Memanjat dan bergelantungan/berayun 4. dst Moral dan Kea 1. Menyanyikan lagu keagamaan gamaan 2. Dapat melakukan kegiatan beribadah 3. Membedakan ciptaan Tuhan dan buatan manusia 4. dst Bahasa 1. Membedakan berbagai jenis suara 2. Mengenal masing-masing bunyi huruf 3. Menyatakan dengan 6 ± 10 kata 4. dst
15

ASPEK Kognitif

Sosialemosional

Seni

INDIKATOR KEMAMPUAN 1. Mengelompokkan benda yang sama dan sejenis 2. Menyebutkan 7 bentuk (lingkaran, bujursangkar, segitiga, segi panjang, segi enam, belah ketupat, dan trapesium) 3. Membedakan besar-kecil, panjang-pendek, berat ringan 4. Membedakan penyebab rasa 5. Membedakan sumber bau 6. Menyebutkan bilangan 1-10 7. dst 1. Menunjukkan ekspresi wajar saat marah, sedih, takut, dsb 2. menjadi pendengar dan pembicara yang baik 3. Mengembalikan alat/benda ke tempat semula 4. dst 1. Menggerakkan tubuh mengikuti irama. 2. Menyanyikan lagu pendek sesuai irama 3. bertepuk tangan membentuk irama 4. Memainkan alat musik, dst
16

Tujuannya mengembangkan kemampuan: ‡ Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan (diambil dari aspek Moral dan Nilai Keagamaan) ‡ Berjalan dengan berbagai variasi (diambil dari aspek Fisik) ‡ Membedakan berbagai jenis suara (diambil dari aspek Bahasa) ‡ Mengelompokkan benda yang sama dan sejenis (diambil dari aspek Kognitif) ‡ Menunjukkan ekspresi wajar saat marah, sedih, takut (diambil dari aspek Sosial emosional) ‡ Menggerakkan tubuh mengikuti irama. (diambil dari aspek Seni) Setiap rencana pembelajaran dapat berlaku untuk satu minggu atau lebih tergantung pada pencapaian kemampuan anak.
17

Mengapa konsep pengetahuan diperlukan? agar kegiatan bermain anak lebih bermakna, artinya kegiatan bermain menjadi sarana bagi anak untuk membangun pengetahuannya. Inilah yang dimaksudkan dengan belajar melalui bermain. Konsep pengetahuan dapat juga disebut materi kegiatan. Konsep pengetahuan dikembangkan oleh pendidik sesuai dengan tujuan lembaga. Misalnya untuk doa dapat dikembangkan menjadi doa sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah tidur dan seterusnya. Contoh : Indikator Konsep/ Materi Kegiatan
Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Berjalan dengan berbagai variasi Membedakan berbagai jenis suara Mengelompokkan benda yang sama dan sejenis Doa sebelum belajar Doa sesudah belajar Berjalan maju-mundur Suara keras-lembut Suara dari berbagai sumber Mengelompokkan benda yang bentuk, sama warna, ukuran Ekspresi marah, sedih, takut Senam ceria dengan irama sama

Menunjukkan ekspresi wajar saat marah, sedih, takut Menggerakkan tubuh mengikuti irama -

18

Tema dimaksud adalah pokok yang dibahas selama dalam kegiatan bermain anak. Pokok yang dibahas bisa tentang diri anak, keluarga, mainan kesukaan, makanan kesukaan, tanaman di sekeliling, binatang ternak, alat transportasi, dan sebagainya. Penentuan tema dapat dilakukan oleh Kader/pendidik di awal tahun, setiap tema dibahas selama satu bulan, tetapi tema juga dapat dirubah sesuai dengan kejadian penting yang dialami oleh anak. Jadi tema tidak kaku dan baku. Tema dapat berubah sesuai dengan kondisi, situasi dan kemampuan lembaga PAUD.
19

Penentuan tema harus memperhatikan: 1.Minat atau ketertarikan anak 2.Usia dan tahap perkembangan anak 3.Memperkuat pengalaman atau pengetahuan yang sudah dimiliki anak 4.Ada sumber yang dapat dipelajari dan diamati anak (orang, tempat yang dapat dikunjungi, buku-buku tentang tema), contoh: tema rumput laut untuk anak-anak yang tinggal dekat pantai.

20

5. Ada berbagai media atau alat yang dapat dimainkan anak secara mandiri atau dengan sedikit bantuan kader/pendidik. 6. Mendukung perkembangan kemampuan keaksaraan, matematika, bahasa, sosialemosional, seni, motorik, dan moral anak. 7. Nilai, kepercayaan, budaya yang berlaku di masyarakat, contoh: tema karapan sapi untuk anak-anak yang tinggal di Madura. 8. Peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi saat itu yang berkaitan dengan kehidupan anak, misalnya: tema banjir.
21

PAKAIANKU MAKANAN & MINUMAN REKREASI

JENIS MAKANAN & MINUMAN MANFAAT MAKANAN & MINUMAN MAKQANAN & MINUMAN YG KUSUKAI MAKANAN & MINUMAN YG TIDAK KUSUKAI ALAT MAKAN & MINUM

KEBUTUHANKU

KEAMANAN MAINANKU

CONTOH PENGEMBANGAN TEMA
22

Menyusun rencana kegiatan main yang akan dilakukan anak dalam sentra. Kegiatan main ini terkait dengan penyediaan alat yang diperlukan untuk mendukungnya. Sentra yang dapat dipilih antara lain: main peran, main keaksaraan, main dengan bahan alam, main pembangunan, dst. Kader/pendidik bisa membuka 1 sentra saja. Jumlah sentra yang dibuka disesuaikan dengan kemampuan kader/pendidik dan kesiapan alat dan bahan. Rencana kegiatan pembelajaran ini dapat digunakan sebagai rencana mingguan, karena indikatornya, konsep pengetahuan, dan temanya dapat diulang-ulang selama seminggu, yang berbeda adalah kegiatan bermainnya.

23

‡ Perencanaan pembelajaran mengembangkan konsep pengetahuan mencakup:

± Bahasa: kosa kata, perbedaan bunyi, tulisan, mengenal huruf dan kata, pemahaman bahasa, pemahaman buku, ± Matematika: bilangan, pola dan hubungan, bentuk dan ruang, pengukuran, penyajian data ± Ilmu alam: pengetahuan fisik, pengetahuan makhluk hidup, alam dan lingkungan ± Ilmu Sosial: geografi, orang dan kehidupan, aturan sekitarnya, memecahkan masalah ± Seni: menari, bermain alat musik, membuat karya seni ± Teknologi: mengenal dan penggunaan alat
24

Kader/pendidik menyiapkan alat dan bahan sesuai dengan kegiatan main yang direncanakan. Contoh Rencana Kegiatan Pembelajaran: Tema Kelompok Usia Sentra Pertemuan : Sunatan Massal : 4-5 tahun : Main Peran : 1 (pertama)

Tujuan Pembelajaran: Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan Berjalan dengan berbagai variasi Membedakan berbagai jenis suara Mengelompokkan benda yang sama dan sejenis Menunjukkan ekspresi wajar saat marah, sedih, takut Menggerakkan tubuh mengikuti irama.
25

Alat/bahan yang diperlukan :
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kursi-kursi kecil Sarung-sarung kecil Meja tempat jamuan Rebana besar dan kecil Alat makan plastik dan hidangan mainan warna-warni Alat-alat dokter Bungkusan kado-kado besar dan kecil warna-warni Wadah tempat menyimpan kado.

26

Konsep pengetahuan/ materi pembelajaran: Doa sebelum dan sesudah belajar Berjalan maju-mundur Suara keras-lembut dari berbagai sumber Mengelompokkan berdasarkan bentuk, warna, ukuran Ekspresi wajah marah, sedih, takut Senam ceria dengan irama Kegiatan Belajar :  Pijakan Lingkungan: Menyiapkan kegiatan di sentra main peran, dengan penataan peralatan sunatan massal, terdiri dari: Pijakan lingkungan main peran dokter-dokteran

27

Pijakan lingkungan main peran dokter-dokteran
1. Kursi-kursi tempat duduk anak yang disunat dengan pengelompokkan anak yang lebih besar badannya dan lebih kecil badannya 2. Sarung-sarung untuk dipakai anak yang disunat 3. Tempat duduk para undangan kelompok laki-laki dan kelompok perempuan 4. Panggung tempat main rebana 5. Meja hidangan untuk para undangan 6. Menyiapkan bungkusan kado besar-kecil warna-warni 7. Menyiapkan tempat menyimpan kado sesuai dengan warna-warna pembungkus kado Kegiatan Pembukaan di Luar - Anak diajak bersenam ceria diiringi musik dengan gerakan sederhana langkah maju mundur

28

Antri minum dengan tertib

Menuju sentra dengan tertib
29 

Pijakan sebelum main
Setelah anak selesai bermain kader/pendidik mengajak anak duduk bersama untuk:
Menyapa anak Mengajak berdoa sebelum belajar Mengajak anak untuk bersama-sama mengabsen temannya Menanyakan siapa yang sudah disunat atau pernah pergi ke acara sunatan Membacakan buku atau bercerita tentang kegunaan disunat menurut kesehatan dan agama Bermain mimik muka merasakan sakit, takut jarum suntik untuk sunatan, senang setelah selesai disunat. Bermain keras-lunaknya suara yang menangis, tertawa, Menyampaikan kegiatan main yang akan dilakukan anak hari ini: - Anak yang disunat duduk kelompok anak besar di kanan- yang lebih kecil di kiri - Undangan laki-laki duduk di kanan, undangan perempuan di kiri - Kado disimpan di tempat yang sesuai dengan warnanya Membangun aturan main bersama anak Membagi peran sesuai dengan minat anak

30 

Pijakan selama main
Selama anak bermain kader/pendidik melakukan: - Memberikan waktu main (45 ± 1 jam) untuk anak - Membantu anak jika ada yang kesulitan dengan perannya - Memperkuat dan memperluas bahasa anak - Memperluas gagasan main anak dengan pertanyaan terbuka yang sudah disiapkan - Mengamati dan mendokumentasikan perkembangan dan kemajuan main anak

Main peran sebagai dokter dalam tema sunatan massal

31 

Pijakan setelah main
Setelah anak selesai bermain, kader/pendidik mengajak anak untuk: - Membereskan alat main dan memasukkan ke tempat sesuai dengan bentuk, warna,atau ukurannya - Membentuk lingkaran bersama semua anak - Menanyakan apa perasaan anak setelah main - Menanyakan kegiatan main yang telah dilakukan anak - Menanyakan kembali konsep yang telah ditemukan anak selama main (sesuai dengan rencana pembelajaran yang disusun) - Menegaskan perilaku yang telah dimunculkan anak (berterimakasih untuk perilaku yang diharapkan, dan mendiskusikan untuk perilaku yang belum tepat) - Menghubungkan dengan kegiatan yang akan datang
32

Langkah 6 Menyiapkan Alat, Bahan, Media
Alat bahan sesuai rencana kegiatan main (rencana pembelajaran) Contoh untuk tema: Buku

Aneka buku (buku tulis, buku gambar, buku cerita) Buku cerita berbagai ukuran, dan bentuk Peralatan tulis Kartu Perpustakaan Rak buku dll

33

Kosa Kata Dapur, Menu, Retoran,Resep,Koki, Bumbu, , Cangkir,Mangkk, Pelaya,Merebus,Piring, Nasi,Gelas, Garpu,Air Menggoreng,Teh, jari, kuas,adonanTepung Pewarna,Cair, Wadah Konsep 1.Bentuk: Segi Panjang 2. Warna: Putih dan Coklat 3. Ukuran: Berat dan Ringan 4. Bilangan: 1 - 10 LAGU 1. 4 Sehat 5 Sempurna 2. Buah Tomat 3. Menanam Jagung 4. Makanan Sehat PENGETAHUAN UMUM SAJAK: Roti dan Kelinci CERITA: Tikus Ayo Makan Pagi

Moral dan Agama Berdoa sesudah dan sebelum melakukan kegiatan Mengucapkan salam Mengucapkan terima kasih setelah menerima sesuatu. Memahami pengertian perilaku benar- salah Memahami arti kasih sayang sesama teman

Sosial Emosional -Mulai memahami hak orang seperti ; menunggu giliran -Menyatakan perasaan suka dan tidak suka terhadap orang lain -Bersabar menunggu giliran - Mulai menghargai orang lain -Abereaksi terhadap hal- hal yang dianggap tidak benar

Kognitif

Makanan & Minuman (2 minggu)

-Menyebut bagian bagian suatu gambar -Menyebutkan berbagai nama makanan dan rasa -Membedakan dua benda

Bahasa Hafal beberapa lagu anak Memahami cerita Memahami perintah sederhana Mulai memahami dua perintah Pura-pura membaca buku

Motorik kasar Melompat ke depan dan kebelakang dengan dua kaki Berlari sambil membawa sesuau (benda) Menirukan gerakan sederhana Motorik Hakus Meremas dengan menggerak lima jari Melipat kertas Menuang air Memasukan bena kedalam botol

Kegiatan Pendudkung : Mengunjungi pasar tradisional, Rumah makan , menata makanan, tata cara makan

34

D. PERENCANAAN KEGIATAN HARIAN Komponen-komponen yang harus ada dalam Rencana Kegiatan Harian yaitu : 1. Identitas kelompok belajar. 2. Standar Perkembangan. 3. Perkembangan dasar. 4. Indikator pencapaian kompetensi. 5. Tujuan pembelajaran. 6. Materi. 7. Alokasi waktu. 8. Metode pembelajaran 9. Kegiatan pembelajaran.
35

Contoh Rencana Belajar Harian
Rencana Harian Sentra Alam

36

Kegiatan Pendukung 
Kegiatan-kegiatan yang mendukung atau memperkuat penyampaian konsep pengetahuan sesuai tema => demonstrasi, kunjungan narasumber, kunjungan lapangan, praktek, permainan anak (selain permainan dengan APE sentra). Kegiatan, bahan, alat, materi, sesuaikan dengan tingkat perkembangan anak.
37

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->