PERATURAN MENTERI PERTANIAN NO 48/ Permentan/OT.

140/10/2009
Tentang Pedoman Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik (Good Agriculture Practices For Fruit and Vegetables) Menimbang : a. bahwa dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/OT.160/11/2006 telah ditetapkan Pedoman Budidaya Buah Yang Baik, sedang untuk pengembangan budidaya sayur yang baik belum ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian b. bahwa sehubungan budidaya sayur memiliki kesamaan dengan pengembangan budidaya buah, dan untuk menindaklanjuti Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan, perlu menetapkan Pedoman Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik (Good Agriculture Practices for Fruit and Vegetables) Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3478). 2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan (Lembaran Negara Tahun 1996 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3656). 3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3821). 4. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3821). 5. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437). 6. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973 tentang Pengawasan atas Peredaran, Penyimpanan dan Penggunaan Pestisida (Lembaran Negara Tahun 1973 Nomor 12). 7. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1995 tentang Perlindungan Tanaman (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 12, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3586). 8. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1995 tentang Pembenihan Tanaman (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3616). 9. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3867). 10. Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standarisasi Nasional Indonesia (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 199, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4020). 11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2001 tentang Pupuk Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4079). 12. Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2001 tentang Alat dan Mesin Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 147, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4157).

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Antara Pemerintah. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4424). 17. Mutu dan Gizi Pangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 107. 15. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/ Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 341/Kpts/OT Memutuskan : Peraturan Menteri Pertanian Tentang Pedoman Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik (Good Agriculture Practices for Fruit and Vegetables) Pasal 1 Pedoman Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik (Good Agricultre Practices For Fruit and Vegetables) seperti tercantum pada lampiran sebagai bagian tidak terpisahkan dengan peraturan ini. Fungsi. Tugas. 18. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan. 14. Pasal 5 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Pemerintahan Daerah Propinsi. Pasal 2 Pedoman Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik (Good Agricultre Practices For Fruit and Vegetables) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 sebagai acuan dalam pelaksanaan penerapan dan registrasi kebun atau lahan usaha dalam budidaya buah dan sayur yang baik.13. Pasal 3 Ketentuan mengenai tatacara penerapan dan registrasi kebun atau lahan usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 lebih lanjut ditetapkan oleh Direktur Jenderal Hortikultura atas nama Menteri Pertanian. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/OT. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia juncto Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2005. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia.160/11/2006 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. . Pasal 4 Dengan ditetapkannya Peraturan Menteri Pertanian ini. 16.

meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman. mendorong petani dan kelompok tani untuk memiliki sikap mental yang bertanggung jawab terhadap produk yang dihasilkan. 6. B. meningkatkan kesejahteraan petani D. Kriteria 2. sanitary dan phytosanitary.Lampiran Permentan 1. meningkatkan mutu hasil termasuk keamanan konsumsi. 5. kesehatan dan keamanan diri dan lingkungan. bermutu dan diproduksi secara ramah lingkungan serta menindaklanjuti amanat Pasal 4 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan. 7. mempertahankan kesuburan lahan. penjagaan kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan petani. memperbaiki efisiensi penggunaan sumberdaya alam. 8. Menghadapi tuntutan persyaratan tersebut dan dalam rangka menghasilkan produk buah dan sayur aman konsumsi. maka perlu disusun ketentuan cara berproduksi buah dan sayur yang baik. 4. Registrasi dan Sertifikasi . Mutu dan Gizi Pangan. C. dan 9. kelestarian lingkungan dan sistem produksi yang berkelanjutan. Ruang Lingkup Ruang Lingkup Pedoman Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik. mengacu kepada ketentuan Good Agricultre Practices (GAP) yang relevan dengan kondisi Indonesia (Indo-GAP). meliputi : 1. 2. Latar Belakang Pada era perdagangan global yang tidak lagi mengandalkan hambatan tarif tetapi lebih menekankan pada hambatan teknis berupa persyaratan mutu. dan prinsip penelusuran balik (traceability). Tujuan Tujuan penerapan Pedoman Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik untuk: 1. Maksud Maksud diterbitkannya Pedoman Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik (Good Agricultre Practices For Fruit and Vegetables) ini sebagai panduan dalam kegiatan budidaya tanaman buah dan sayur secara baik. 3. pencegahan penularan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). meningkatkan daya saing dan peluang penerimaan oleh pasar internasional maupun domestik. Kondisi ini menuntut negara-negara produsen untuk meningkatkan daya saing produk antara lain buah dan sayur. GAP mencakup penerapan teknologi yang ramah lingkungan. meningkatkan efisiensi produksi. keamanan pangan. PENDAHULUAN A. memberi jaminan keamanan terhadap konsumen.

bawang putih. Alat dan Mesin Pertanian 12. Tanaman buah adalah tanaman budidaya yang terdiri atas tanaman buah pohon. wortel. bayam. kacang panjang. Lahan 4. Fasilitasi Kebersihan dan Kesehatan Pekerja 15. bawang daun. selada. Perlindungan Tanaman 8. c. Pengairan 9. Tanaman Sayur adalah tanaman budidaya yang terdiri atas tanaman sayuran buah. Pengertian Dalam Pedoman ini yang dimaksud dengan: 1. antara lain pepaya. c. nenas. tanaman buah merambat dan semusim. paprika. b. antara lain melon. Penutup E. durian. tanaman sayuran umbi dan jamur. tanaman sayuran daun. a. antara lain jeruk. lobak.3. Tanaman buah pohon yaitu tanaman tahunan berbentuk pohon. semangka. dan tanaman buah perdu. Pengawasan. pisang. kangkung. strawbery. Pencatatan dan Penelusuran Balik 18. Tempat Pembuangan 17. Tanaman sayuran umbi yaitu tanaman berbentuk umbi. Tanaman buah merambat dan/atau semusim yaitu tanaman yang tumbuh merambat dan/atau tanaman semusim yang berumur di bawah 1 tahun. Penanaman 6. Panen 10. antara lain kentang. Tanaman sayuran daun yaitu tanaman berbentuk daun. bawang merah. dan d. salak. a. Pupuk 7. Pekerja 14. b. ketimun. sawi. Penangaan Panen dan Pasca Panen 11. Tanaman buah terna yaitu tanaman yang memiliki batang lunak. sirsak. Penggunaan Benih dan Varietas Tanaman 5. Evaluasi Internal 20. markisa. antara lain mangga. dan . Tanaman sayuran buah yaitu tanaman berbentuk buah. antara lain cabe merah. 2. tanaman buah terna. Pengaduan 19. jambu biji. antara lain kubis. Tanaman buah perdu yaitu tanaman yang tumbuh berbentuk perdu. terong. manggis. Kesehatan Pekerja 16. tomat. Pelestarian Lingkungan 13.

Pupuk adalah bahan kimia atau organisme yang berperan dalam penyediaan unsur hara bagi keperluan tanaman secara langsung atau tidak langsung. daun. buah. Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) adalah semua organisme yang dapat merusak. 6. 13. atau menyebabkan kematian tumbuhan. Perwilayahan komoditas adalah penentuan wilayah yang diperuntukkan bagi pengembangan suatu komoditas karena dinilai sesuai dengan pertimbangan agroekologi. pertumbuhan. Kebun/lahan usaha adalah tempat diusahakannya budidaya tanaman buah dan sayur yang ada batas-batasnya. atau badan usaha yang bergerak di bidang budidaya buah dan/atau sayur. jamur merang. asosiasi. sosio ekonomi dan pemasaran serta persediaan prasarana. 8. 5. biji. 9. 10. 7. 12. Pestisida adalah zat atau senyawa kimia. dan sifat-sifat lain yang dapat dibedakan dalam jenis yang sama. gabungan kelompok tani. tidak berbunga. Perlindungan tanaman adalah segala upaya untuk mencegah kerugian pada budidaya tanaman buah dan sayur yang diakibatkan oleh organisme pengganggu tumbuhan.d. kelompok tani. antara lain jamur tiram. mengganggu kehidupan. Benih tanaman yang selanjutnya disebut benih adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan/atau mengembangbiakkan tanaman. 14. tidak berakar dan tidak berklorofil serta dikembangbiakkan melalui spora. sarana dan teknologinya. jamur kuping. zat pengatur tumbuh dan perangsang tumbuh. Pelaku usaha adalah petani. atau virus yang digunakan untuk melakukan perlindungan tanaman. 3. bunga. Jamur yaitu golongan tanaman yang tidak berdaun. . bahan lain. Registrasi kebun/lahan usaha adalah proses penomoran atau pengkodean kebun/lahan usaha yang telah memenuhi persyaratan. serta organisme renik. Varietas adalah bagian dari suatu jenis yang ditandai oleh bentuk tanaman. Pengendalian Hama Terpadu (PHT) adalah upaya pengendalian populasi atau tingkat serangan organisme pengganggu tumbuhan dengan menggunakan teknik pengendalian yang dikembangkan dalam suatu kesatuan untuk mencegah timbulnya kerugian secara ekonomis dan kerusakan lingkungan hidup. 11. 4. Varietas unggul adalah varietas yang telah dilepas oleh pemerintah baik berupa varietas baru maupun varietas lokal yang mempunyai kelebihan dalam potensi hasil dan/atau sifat-sifat lainnya.

Media tanam diketahui sumbernya. Tersedia peta penggunaan lahan. A 2. Kesuburan Lahan 1.II. Registrasi dilakukan oleh Dinas Propisi yang membidangi tanaman hortikultura. A C. Kebun/Lahan Usaha yang dinilai dan memenuhi persyaratan GAP diberi nomor registrasi 2. Dianjurkan/A (*) yaitu dianjurkan untuk dilaksanakan. 3. yaitu: 1. Lahan bebas dari cemaran limbah berbahaya dan beracun. Kemiringan lahan ≤30% untuk komoditas sayur dan buah tahunan/pohon. SA 2. KRITERIA Kriteria yang digunakan dalam Pedoman Budidaya Buah dan Sayur yang baik ada tiga kelompok. W 3. atau 2. Penyiapan lahan/media tanam dilakukan dengan cara yang dapat memperbaiki atau memelihara struktur tanah. LAHAN A. Sangat dianjurkan/SA (**) yaitu sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Tingkat kesuburan lahan lahan cukup baik. IV. Konservasi Lahan Tindakan konservasi dilakukan pada lahan miring. A 2. W G. SA E. A D. W . Dilakukan tindakan untuk mempertahankan kesuburan lahan. Media tanam tidak mengandung cemaran bahan berbahaya dan beracun (B3). SA F. Media Tanam 1. SA 3. Pemberian bahan kimia untuk penyiapan lahan dan media tanam tidak mencemari lingkungan. Wajib/W (***) yaitu harus dilaksanakan III. Penyiapan lahan/media tanam dilakukan dengan cara yang dapat menghindarkan erosi. Lokasi kebun/lahan usaha sesuai dengan RUTR/RDTRD dan peta pewilayahan komoditas. Pemilihan Lokasi 1. Penyiapan Lahan 1. SA B. A 2. atau 3. Terdapat rotasi tanaman pada tanaman semusim. A 2. Kebun/Lahan Usaha yang telah diregistrasi siap untuk disertifikasi. Riwayat Lokasi Ada catatan riwayat penggunaan lahan. REGISTRASI DAN SERTIFIKASI 1. Pemetaan Lahan 1. 4. Kemiringan lahan ≤30% untuk komoditas sayur dan buah semusim. Sertifikasi dilakukan oleh lembaga sertifikasi terakreditasi atau yang ditunjuk. W 4.

Pupuk organik dan anorganik terdaftar atau diijinkan oleh pejabat yang berwenang. Benih yang ditanam merupakan varietas unggul komersial. SA VII. W C. SA 3. SA . PENGGUNAAN BENIH DAN VARIETAS TANAMAN A. Jenis 1. A 2. Kompetensi Pelaku usaha mampu menunjukkan pengetahuan dan keterampilan mengaplikasikan pestisida. Pestisida disimpan di lokasi yang layak. SA 2. Pupuk disimpan terpisah dari produk pertanian. Penyimpanan Pestisida 1. kering. Prinsip Perlindungan Tanaman 1. SA 2. Pupuk disimpan dengan cara yang baik dan mengurangi risiko pencemaran air dan lingkungan. aman. 2. SA 4. SA 2.V. Kompetensi Pelaku usaha mampu menunjukkan pengetahuan dan keterampilan pemupukan. Penggunaan 1. Benih bersertifikat. SA B. Pestisida yang digunakan terdaftar dan diijinkan. PERLINDUNGAN TANAMAN A. Pestisida yang digunakan tidak kadaluwarsa. W D. Pengendalian OPT sesuai prinsip PHT. Pupuk organik telah mengalami dekomposisi dan layak digunakan. Penggunaan pestisida sesuai dengan anjuran rekomendasi dan aturan pakai. A B. Label benih disimpan. terlindung dan bersih. SA B. PENANAMAN Penanaman sudah dilakukan sesuai dengan teknik budidaya anjuran. Pemupukan sesuai anjuran. Kotoran manusia tidak digunakan sebagai pupuk. berventilasi baik.SA VIII. Pupuk disimpan pada tempat yang terpisah dari pestisida. memiliki pencahayaan baik dan terpisah dari materi lainnya. PUPUK A. Perlakuan Benih Bahan kimia untuk perlakuan benih sesuai anjuran. Mutu Benih 1. SA 3. SA SA VI. Pestisida 1. Penyimpanan 1. W C. Pupuk disimpan pada tempat yang aman. SA 2. W D.

Penggunaan air pengairan tidak bertetangan dengan kepentingan umum. bersih dan tidak terkontaminasi. SA Terdapat pedoman/ tata cara penanggulangan kecelakaan akibat keracunan pestisida yang terletak pada lokasi yang mudah dilihat. SA 3. 5. W 3. Peralatan 1.Pestisida disimpan terpisah dari produk pertanian. SA 2. SA E. Wadah hasil panen yang akan digunakan dalam keadaan baik. Tersedia pedoman cara menghindari kontaminasi terhadap produk segar. Air yang digunakan untuk irigasi tidak mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). W Pestisida tetap berada dalam kemasan asli. PANEN 1. PENGAIRAN 1. 4. SA 3. A VI. 6. SA Tempat penyimpanan pestisida mampu menahan tumpahan. Terdapat fasilitas pengelolaan air limbah. Wadah bekas pestisida dirusakkan agar tidak digunakan untuk keperluan lain. Tersedia peralatan yang memadai untuk menakar dan mencampur pestisida. A VI. SA 8. Wadah bekas pestisida ditangani dengan benar agar tidak mencemari lingkungan. SA F. Peralatan aplikasi pestisida dikalibrasi secara berkala untuk menjaga keakurasian-nya. SA 4. Peralatan aplikasi pestisida dirawat secara teratur agar selalu berfungsi dengan baik. SA 2. 7. A Terdapat fasilitas untuk mengatasi keadaan darurat. A 4. 3. Kelebihan pestisida dalam tabung penyemprotan digunakan untuk pengendalian di tempat lain. . SA Pestisida cair diletakkan terpisah dari pestisida bubuk. Ketersediaan air sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penanganan Wadah Pestisida 1. W 2. Pemanenan dilakukan dengan cara yang dapat mempertahankan mutu produk. Tersedia panduan penggunaan peralatan dan aplikasi pestisida. A 2. SA 3. Tanda-tanda peringatan potensi bahaya pestisida diletakkan pada tempat yang mudah dilihat dan strategis. SA 2.

VI. Penggunaan alsintan untuk pengolahan lahan sesuai rekomendasi. W XII. A 2. Perlakuan Awal Hasil panen diletakkan pada tempat yang ternaungi dan diperlakukan secara hatihati. SA XIII. PELESTARIAN LINKUNGAN Kegiatan budidaya memperhatikan aspek usaha tani yang berkelanjutan. Tempat Pengemasan Tempat/ areal pengemasan terpisah dari tempat penyimpanan pupuk dan pestisida. Penggunaan Bahan Kimia 1. Kemasan diberi label yang menjelaskan identitas produk. A D. ALAT DAN MESIN PERTANIAN 1. Pelaku usaha mampu menunjukkan pengetahuan dan keterampilan mengaplikasikan bahan kimia. Pembersihan Hasil Panen 1. bebas kontaminasi dan terlindung dari hama dan pengganggu lainnya. W C. Tempat pengemasan bersih. Pencucian hasil panen menggunakan air bersih. Pengepakan atau pengemasan 1. Penggunaan bahan kimia dalam proses pasca panen sesuai dengan anjuran. SA . SA H. Peralatan dan mesin yang terkait dengan pengukuran dikalibrasi secara berkala. Peralatan dan mesin pertanian dirawat secara teratur. A 2. A 3. ramah lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Hasil panen dibersihkan dari cemaran. W E. SA 3. Pemeraman Pemeraman dilakukan pada lokasi distribusi terakhir. A F. SA 2. A 3. PENANGANAN PANEN DAN PASCA PANEN A. Penyimpanan Ruang penyimpanan mampu melindungi produk dari kerusakan dan kontaminan. Sortasi dan Pengkelasan Dilakukan sortasi dan pengkelasan terhadap hasil panen. SA G. Bahan kimia yang digunakan dalam proses pasca panen terdaftar dan diijinkan. SA B. Pengemasan atau pengepakan yang dilakukan bisa melindungi produk dari kerusakan dan kontaminan.SA 2.

A SA XVIII. A 4. kegiatan pemupukan. Pekerja memiliki akses terhadap air minum. tempat makan. PENGAWASAN. tempat istirahat. Pakaian dan peralatan pelindung ditempatkan secara terpisah dari kontaminan. Tersedia sistem pencatatan yang memudahkan penelusuran. SA 5. Keselamatan dan Keamanan Pekerja 1. Tersedia catatan penggunaan benih. Tersedia prosedur penangaan kecelakaan. pelatihan pekerja. A 4. A 3. Pekerja memahami tata cara penanganan P3K di tempat kerja. TEMPAT PEMBUANGAN Tersedia tempat untuk pembuangan sampah dan limbah. A 2. Pekerja telah mendapat pelatihan penggunaan alat dan/ atau mesin. PEKERJA A.XIV. A 2. SA 3. SA 7. SA . Pekerja memahami bahaya pestisida dalam keselamatan kerja. SA 2. Kualifikasi Pekerja 1. kegiatan pengairan. Tersedia fasilitas P3K di tempat kerja.SA B. SA 3. SA 6. SA 8. stok pestisida dan penggunaan pestisida. Tersedia tata cara/aturan tentang kebersihan bagi pekerja. Pekerja memahami mutu dan keamanan pangan dari produk yang dihasilkan. Toilet dan fasilitas cuci tangan selalu terjaga kebersihannya dan dapat berfungsi baik. PENCATATAN DAN PENELUSURAN BALIK 1. A XV. KESEJAHTERAAN PEKERJA Pekerja dapat berkomunikasi dengan pihak pengelola. Pekerja telah mendapat pelatihan sesuai bidang dan tanggung jawabnya. Catatan disimpan selama minimal 2 tahun. Pekerja menggunakan perlengkapan pelindung sesuai anjuran. SA 3. SA 4. Tersedia toilet dan dasilitas cuci tangan di sekitar tempat kerja. SA 2. A XVI. Seluruh catatan dan dokumentasi selalu diperbaharui. kegiatan pasca panen dan penggunaan bahan kimia dalam kegiatan pasca panen. SA 9. Peringatan bahaya terlihat jelas. Pekerja yang menangani pestisida mendapatkan pengecekan kesehatan secara berkala. Pekerja memahami risiko tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. perlakuan untuk tanah/ media tanam. XVII. FASILITAS KEBERSIHAN DAN KESEHATAN PEKERJA 1.

belum spesifik komoditi. PENGADUAN 1. Tersedia catatan tndakan perbaikan sesuai hasil evaluasi. A 2. . PENUTUP Pedoman Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik (Good Agricultre Practices For Fruit and Vegetables) bersifat umum. Tersedia catatan tentang keluhan/ ketidakpuasan konsumen. A A A XXI. Tersedia bukti bahwa evaluasi internal dilakukan secara periodik. 2. Pedoman Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik (Good Agricultre Practices For Fruit and Vegetables) agar disosialisasikan kepada pemangku kepentingan dan pelaku usaha untuk dapat menerapkan dan meregistrasi kebun atau lahan usaha dalam budidaya buah dan sayur. Tersedia catatan mengenai langkah koreksi dari keluhan konsumen. A XX. dan bersifat dinamis yang akan disesuaikan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu dan teknologi. 3.XIX. EVALUASI INTENAL 1. Terdapat dokumen tindak lanjut dari pengaduan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful