You are on page 1of 70

ANC BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya bayi.

Lamanya hamil normal adalah 280 hari 40 minggu atau 9 bulan 7 hari dihitung dari hari pertama haid terahir. Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh tubuh wanita, khususnya pada alat genitalia eksterna dan interna serta pada payudara (mammae). Dalam hal ini hormon somatomammotropin, estrogen, dan progesterone, mempunyai peranan penting. Ibu hamil sebaiknya di anjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan/asuhan antenatal. 1.1 Latar Belakang Kehamilan adalah hal yang fisiologis yang dialami oleh wanita dalam usia reproduksi yang normal, selama kehamilan itu tidak menyebabkan terjadinya kematian maupun kesakitan pada ibu akan janin yang dikandungnya namun penyebabnya suatu komplikasi maka penanganan secara cepat dan tepat sangat diperlukan guna menyemalatkan ibu dan janin yang dikandungnya. Kehamilan membutuhkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu, serta perubahan sosial didalam keluarga. Jarang seorang ahli medik ter;atih yang begitu terlibat dalam kondisi biasanya sehat dan normal. Maka kehamilan ini merupakan suatu tugas yang tidak biasa bagi keluarga. Dalam memberikan dukungan pada ibu serta memantau perubahan fisik yang dialami oleh ibu serta menatalaksanakan setiap kondisi yang dialami oleh ibu. Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah maka pemikiran tidak dapat memprediksi apakah ibu hamil akan bermasalah selama kehamilannya. Oleh karena itu pelayanan dan asuhan antenatal merupakan cara sangar penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal, ibu hamil dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal, ibu hamil mungkin untuk mendapatkan pelayanan yang tepat dan optimal asuhan antenatal. 1.1 Latar Belakang Kehamilan pada wanita merupakan proses yang alamiah yang mana lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung hari pertama haid terakhir kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta perubahan sosial dalam keluarga. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi serta cukup bulan melalui jalan lahir. Namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan dimana masih banyak kemungkinan terjadi resiko kematian pada ibu dan janin seperti : infeksi, perdarahan, gastasi, dan lain-lain. Memperlihatkan angka kematian Ibu dan perinatal dapat dikemukakan bahwa sebagian besar terjadi pada saat pertolongan jadi kita sebagai tenaga kesehatan (bidan) untuk dapat melakukan perhatian khusus tentang pendidikan kesehatan terhadap klien yang merupakan indikator yang dapat digunakan untuk menilai pencapaian hasil oleh karena itu pelajaran / asuhan antenatal merupakan cara yang penting untuk memonitor serta mendeteksi ibu dengan kehamilan normal agar nantinya dapat mencegah dan penurunan angka kematian ibu dan bayi. 1.2 Tujuan a. Tujuan Umum Mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil normal. b. Tujuan Khusus - Mahasiswa mampu melaksanakan pengkajian data pada ibu hamil normal - Mahasiswa mampu melalakukan analisa data untuk menentukan diagnosa - Mahasiswa mampu mengidentifikasi diagnosa potensial - Mahasiswa mampu mengidentifikasi kebutuhan segera - Mahasiswa mampu menyusun rencana askeb berdasarkan diagnosa - Mahasiswa mampu melaksanakan askeb sesuai rencana yang dibuat - Mahasiswa mampu mengevaluasi hasil askeb yang telah dilaksanakan

1.2 Tujuan Penulisan 1.2.1 Tujuan umum Setelah memeriksakan pembelajaran praktek klinik mahasiswa dapat menerapkan dan mengembangkan pola pikir secara ilmiah dalam proses asuhan kebidanan pada ibu hamil fisiologis dengan manajement kebidanan penulis dapat menghubungkan antara teori dan praktek untuk memberikan pelayanan yang tepat dan optimal, terhadap pasien mengenai pemeriksaan kehamilan sesuai dengan petugas dan tugas wewenang bidan 1.2.2 Tujuan khusus Setelah melaksanakan praktek klinik mahasiswa diharapkan mampu : a. Melakukan pengkajian data pada ibu hamil fisiologis b. Menganalisa data /diagnosa pada ibu hamil fisiologis c. Menguidentifikasi masalah dengan diagnosa potensial pada ibu hamil fisiologis d. Mengevaluasi dari tindakan yang telah dilakukan pada ibu hamil fisiologis 1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Mahasiswa dapat memberikan dan melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil dari data S dan O, analisa data / assement, data membuat perancang. 1.2.2 Tujuan Khusus Diharapkan mahasiswa dapat / mampu : 1. Melakukan pengkajian data pada ibu hamil fisiologis. 2. Mengidentifikasi diagnosa masalah dan kebutuhan ibu hamil fisiologis. 3. Melaksanakan antisipasi dan identifikasi masalah potensial pada ibu hamil fisiologis. 4. Mengidentifikasi kebutuhan segera pada ibu hamil fisiologis. 5. Melakukan intervensi pada ibu hamil fisiologis. 6. Melakukan implementasi pada ibu hamil fisiologis. 7. Mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan pada ibu hamil fisiologis. 1.3 Ruang Lingkup Asuhan kebidanan ini dilaksanakan sesuai dengan program dari tempat pendidikan dan tempat praktek yang ditujukan adalah puskesmas kedurus.

1.4 Metode Penulisan
a. b. c. Study pustaka dengan implementasi ilmu kebidanan, synopsis obstetri, pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, serta menejemen asuhan kebidanan. Study kasus pustaka dengan mempelajari ilmu kebidanan, synopsis obstetric, pelayanan kesehatan maternal dan neonatal serta manejemen asuhan kebidanan. Pemecahan masalah dengan menggunakan 7 langkah.

1.3 Metode Penulisan Penulis dalam menyusun karya tulis ini menggunakan metode yang dibuat berdasarkan keadaan yang sebenarnya. Serta studi kepustakaan yang diperoleh dari berbagai buku yang terkait dalam masalahmasalah kehamilan maupun data-data yang diperoleh dari praktek langsung pada ibu bersalin 1.3 Metode Penulisan Studi kepustakaan, prektek langsung, bimbingan dan konsultasi. 1.4. Metode Penulisan Metode penulisan yang digunakan dalam asuhan kebidanan ini adalah : 1.4.1. Study pustaka mempelajari ilmu kebidanan fisiologi dan patologi serta manajemen asuhan kebidanan. 1.4.2. Study kasus, data yang ada pada klien baik subyektif maupun objektif. 1.4.3. Pemecahan masalah dengan menggunakan manajemen kebidanan 7 langkah Hellen Varney 1996.

1.2.

Ruang Lingkup Ruang lingkup asuhan kebidanan ini dilaksanakan sesuai dengan program dan pendidikan tempat praktek klinik yang ditujukan adalah BPS Nina Amd,Keb. 1.4 Sistematika Penulisan Dalam penyusunan makalah ini dibuat garis besar sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum 1.2.2 Tujuan Khusus 1.3 Metode Penulisan 1.4 Sistematika Penulisan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian 2.2 Tanda-tanda Kehamilan Pasti 2.3 Perubahan Atau Perkembangan Janin Selama 9 Bulan 2.4 Asuhan Antenatal 2.5 Keadaan Ibu Dan Janin Yang Perlu Diperhatikan 2.6 Konsep Asuhan Kebidanan BAB III TINJAUAN KASUS BAB IV PENUTUP DAFTAR PUSTAKA

1.5.

Sistematika Penulisan Sistematika penulisan yang digunakan dalam asuhan kebidanan terdiri dari: BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan Penulisan 1.3. Ruang lingkup 1.4. Metode penulisan 1.5. Sistematika penulisan BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Definisi 2.2 Sebab-sebab yang menimbulkan persalinan 2.3 Tanda-tanda permulaan persalinan 2.4 Tanda-tanda inpartu 2.5 Faktor-faktor penting dalam persalinan 2.6 Kala persalinan 2.7 Konsep dasar asuhan kebidanan BAB III TINJAUAN KASUS 3.1 Pengkajian 3.2 analisa data dan diagnosa masalah 3.3 diagnosa potensial 3.4 Identifikasi kebutuhan segera 3.5 Intervensi 3.6 Implementasi 3.7 Evaluasi BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan 4.2 Saran DAFTAR PUSTAKA BAB II TINJAUAN TEORI

kebidanan dan pembedahan. Timbang berat badan 2. • Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik.1. Kemudian di tangkap oleh fimbriae dan masuk ke tuba fallopi. Pemberian tablet zat bezi. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu/9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terahir.1.1.1 Pengertian Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. dr. Spog. Satu kali pada triwulan ketiga 2. Ida Bagus Gde Manuaba. Pemberian imunisasi TT (tetanus toksoid) lengkap 5.2 Proses kehamilan Setiap wanita yang subur setiap 1 bulan mengalami ovulasi (proses pelepasan ovum dari ovarium yang diperngaruhi sistem hormon yang komplek).1 Pengertian kehamilan Kehamilan ini adalah mulai dari konsep (bertemunya sel telur dengan sperma) berakhir permulaan persalinan. (Mocthar. Satu kali pada triwulan pertama b. triwulan ke tiga dari bulan ke tujuh sampai 9(sembilan) bulan. Sperma begerak memasuki rongga rahim lalu masuk ke tuba fallopi ovum yang telah dibuahi ini segera membelah diri sambil bergerak (oleh : silia tuba) menuju kavum uteri dan terjadilah nidasi masuknya / tertanamnya hasil konsepsi (zigot) ke dalam endometrium untuk menyuplai darah dan zat-zat makanan bagi mudigah dan janin di persiapkan ari-ari (plasenta) dan terjadilah tumbuh kembang janin sampai aterm. yaitu : triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3(tiga) bulan. • Mempersiapkan persalinan cukup bulan. • Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal 2. Rustam. spermatozoa terjadi konsepsi dan nidasi Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai sejak kontrasepsi dan berakhir sempai persalinan (Prof.1 Tujuan Asuhan Antenatal • Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.1 Kehamilan 2. Sulaiman 1983 :3) Kehamilan adalah suatu proses yang terjadi bila terdapat 4 askep penting yang terpenuhi yaitu : ovum. melahirkan dengan selamat.1. 2. Tes terhadap penyakit menular seksual . (Sastrowinata. 1998 :17 2. menimal 90 tablet selama kehamilan 6. mental. Ukur (tekanan) darah 3. Waktu coitus air mani terpancar ke dalam ujung atas dari vagina sebanyak ± 100-200 juta tiap cc. Kehamilan dibagi dalam triwulan.1. ibu dan bayinya dengan trauma seminimal mungkin • Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.2.3 Pelayanan / Asuhan Standart minimal termasuk “7T” 1. termasuk riwayat penyakit secara umum.2 Kunjungan Antenatal Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4x selama kehamilan a. 1998 :4) 2. Ukur (tinggi) fundus uteri 4. triwulan kedua dimulai dari bulan ke empat sampai 6(enam) bulan. Satu kali pada triwulan kedua c. • Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan aatu komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. dan social ibu dan bayi.

Saluran pernafasan Wanita hamil kadang-kadang mengeluh sesak dan nafas pendek. mengeluh mual dan muntah tonus otot-otot saluran pencernaan melamah sehingga motilitas dan makanan akan lebih lama berada dalam saluran makanan resorbsi makanan baik. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan 2. Ukuran pada kehamilan cukup bulan 30x25x20 cm dengan kapasitas lebih dari 400cc.  Berat : berat uterus naik secara lar biasa. Saluran pencernaan Salvias meningkat pada trimester pertama. Vagina dan Vulva Karena pengaruh estrogen terjadi perubahan pada vagina dan vulva. Bila konsumsi kalsium cukup. Uterus  Ukuran : untuk akomodasi pertumbuhan janin rahim membesar akibat hipertrifi otot polos rahim. dari 30 g menjadi 1000g pada akhir kehamilan (40 pekan)  Posisi rahim dalam kehamilan o Pada permulaan kehamilan dalam letak antefleksi atau rotro fleksi o Pada 4 bulan kehamilan. Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya disebut linia nigra. b. gigi tidak akan kekurangan kalsium. 3. 4. 3. Hal ini disebabkan oleh unsur yang tertekan kea rah diafragma dapat pembesaran rahim. 2. karena ligament-legamen melunak (softening). Indung Telur (ovarium) • Ovulasi berhenti • Masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya cirri yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesterone. 5. Dinding perut Pembesaran rahim menimbulkan peregangan & menyebabkan robeknya serabut elastis di bawah kulit sehingga timbul striae gravidarum. Akibat hiper vaskualrisasi vagina dan vulva lebih merah / kebiruan warna livid pada vagina dan portio servik disebut tanda Chadwick. Perubahan pada organ dan system lainnya 1. Perubahan pada system reproduksi. namun menimbulakan obstipasi.7.1. maka kalsium maternal pada tulang-tulang panjang akan memenuhi kebutuhan ini. Kulit  Muka : cloasma gravidarum . 1. o Vaskularisasi : pembuluh darah balik (vena) mengembang dan bertambah o Cervik uteri : servik bertambah vaskuarisasinya dan menjadi lunak (soft) disebut tanda Godell. Apabila pemberian maknan tidak dapat memenuhi kebutuhan kalsium janin. Tulang dan gigi Persendian panggul akan terasa lebih longgar. rahim tetp berada dalam rongga pelvis setelah itu mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati. 4. System sirkulasi darah  Volume  Protein darah  Hitung jenis dan hemoglobin  Nadi dan tekanan darah  Jantung 2.4 Perubahan fisiologik wanita hamil a.

Metabolisme lemah juga terjadi. 2. Payudara (mammae). Kebutuhan kalori meningkat selama kehamilan dan laktasi 9. Payudara membesar.5 Tanda dan gejala kehamilan. Metabolisme 1. Pingsan f. tegang.5-16.50 per hari  Air : wanita hamil cenderung mengalami ratensi air 7. seorang wanit hamil sering merasa haus. 6. Tidak ada selera makan (anoreksia) g. Hindari arang. tegang dan berat. Kadar kolesterol meningkat sampai 350mg/lebih per 100 cc. Tanda-tanda presumtif.nodus akibat hipertrofi kelanjar alveoli bayangan vena-vena lebih membiru hiper pigmentasi pada putting susu dan areola payudara. 1. 2. Tingkat metabolic basal (basal metabolic rate. nafsu makan kuat. Metabolisme mineral  Kalsium : dibutuhkan rata-rata 1. 3. Tanda piscaseck . Tanda hegar d. terutama pada trimester akhir. Varises 2. BMR) pada wanita hamil meninggi hingga 15%-20%. Amenorhea (tidak dapat haid) b. dan sedikit nyeri i. Dapat teraba nodus.6. Mengidam d. Dibutuhkan protein yang banyak untuk perkembangan fetus. Perut membesar b. 5. Mual dan muntah c.5 kg 8.  Payudara : putting susu & areoal payudara  Perut : linia nigra dan strie  Vulva Kelanjar endokrin  Kelenjar steroid : dapat membesar sedikit  Kelenjar hipofise : dapat membesar terutama lobus anterior  Kelenjar adrenal : tidak begitu berpengaruh c. alat kandungan. serta untuk persiapan laktasi. sering kencing dan kadang kala dijumpai glukosa suria yang mengingatkan kita pada diabetes militus. Tanda Chadwick e. Berat badan wanita hamil akan naik sekitar 6. Tanda-tanda kemungkinan hamil a. Wanita hamil memerlukan makanan yang bergizi dan harus mengandung banyak protein d. Uterus membesar c. Tidak tahan bau-bauan e. Hiperpigmentasi l. Selama kehamilan payudara bertambah besar.1. Keseimbangan asam alkali (acid bace balance) sedikit mengalami perubahan. Epulsi gusi m. a. 4. Miksi sering j. Lelah (fatigue) h.5 g sehari  Fosfat : dibutuhkan rata-rata 2 g/hari  Zat bezi : dibutuhkan tambahan zat bezi kurang lebih 800 mg/30. payudara dan badan ibu. Konstipasi/obstipasi k.

pada trimester ini mungkin dia takut akan kehidupannya sendiri dan bayinya. 2.f.1. Sering kencing bukan karena penyakit 6. Rasa letih Rasa lebih terjadi selama trimester I yang tidak diketahui penyebabnya salah satu sangkaan adalah akibat penusukan awal dalam laju metabolik dasar dan awal-awal kehamilan dan biasanya akan menghilang pada akhir kehamilan dan biasanya menghilang pada akhir trimester I. ECG. kental. Tanda pasti (tanda positif). Gerakan janin yang dapat dilihat atau diraba b. dan ketidaktahuan) Kadang mengalami proses kesedihan lain sementara ia mengantisipasi hilangnya terhadap kehamilannya.1.6. a. biasanya wanita mengalami ptyalsim sering pula mengalami rasa mual 3. takut akan memiliki bayi. 7. Panas dalam Merupakan ketidak nyamanan yang bisa dimulai timbul menjelang akhir trimester II dan berlanjut hingga trimester II. mulai keluar pada trimester I 5. c. Leokorhea Adalah sekresi vagina yang berlebihan encer.6. Rasa mual dengan tanpa muntah-muntah dikenal dengan istilah mual di pagi hari akan tetapi sering juga di siang hari atau di malam hari. Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsang (Braxton hicks) g. dopler. USG. Hipersaliva (air liur yang berlebihan) Air liur yang berlebihan merupakan suatu kondisi yang tidak lumrah yang mungkin disebabkan oleh keasaman yang meningkat di dalam mulut oleh zat tepung yang dapat merangsang kelenjar ludah pada wanita yang rentan terhadap sekresi berlebihan. Denyut jantung janin : stetoskop.6. Kram kaki . Posisi merupakan suatu alternatif dan dapat membantu atau meciptakan apabila ia merasa tidak nyaman. regurgitasi / tekanan balik dari kandungan asam perut ke dalam esofagus bagian bawah oleh gerak peristatik. 1998 : 154) Perubahan psikologis ibu hamil pada trimester III (7-9 bulan) Pada trimester ini disebut periode penungguan yang waspada. Teraba ballottement h. perpisahan yang tidak terelakkan dengan bayinya dari tubuhnya dan merasa kehilangan sementara uterus yang penuh menjadi tempat yang kosong-depresi ringan merupakan hal yang lumrah dan bisa terdapat ketergantungan yang meningkat melalui trimister III seksualitas akan meningkat sedangkan perut menjadi kendala. 4.2 Habitus (sikap) Adalah letak bagian janin satu terhadap lainnya.1 Situs (letak) Adalah hubungan sumbu panjang ibu dengan sumbu panjang janin sehingga dijumpai kedudukan membujur atau melintang 2. Konstipasi Disebabkan oleh ralaksasi otot halus dan usus besar dengan adanya jumlah progesteron yang meningkat 8. 2. 2002 :35-45) Letak Janin Dalam Rahim 2.6. yang tidak normal. karena wanita tersebut sadar terhadap kehadiran bayinya. dr. Ida Bagus Gde Manuaba.1. Ketidak nyamanan yang umum terjadi selama kehamilan. Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rotgent (Synopsis obstetric.1. 1.4 Presentasi Adalah apa yang terjadi menjadi bagian terendah janin dalam rahim (Prof.3 Posisi Adalah letak salah satu bagian janin terhadap jalan lahir 2. Reaksi kehamilan positif 3. persalinan dan kelahiran (nyeri hilangnya kontrol. Spog.

2 Pengertian ANC (Antenatal Care) ANC adalah pengawasan sebelum peralinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dan rahim (Manuaba. Strie lividae 5.dr. Persiapan persalinan cukup bulan. 9. 1998 : 158) Primigravida adalah seorang wanita pertama kali hamil (Fisiologis.2 Kebijakan program ANC Kunjungan sebaiknya dilakukan paling sedikitnya 4 kali selama kehamilan 1.3.2. Ida Gede Manuaba. Ida Bagus. Mempersiapkan ibu agar masa nifasnya berjalan normal dan pemberian ASI ekslusif 6. Rustam. Perenium utuh 6. Rustam. Memantau kemajuan kehamilan dan memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin 2.1 Pengertian Primigravida Primigravida adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya (Mochtar.3. Obstetri. Perut tegang dan menonjol kedepan 4.2 Primigravida 2. mental dan sosial ibu dan bayi. melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin 5. 1983. Oedem tungkai Disebabkan oleh tekanan vena yang membengkak di dalam tungkai bagian bawah. Vulva tertutup 7. bidan. Payudara tegang 2.3. SPOG. 156) 2. 1x pada triwulan II 3. Vagina sempit dan teraba rugae 8.1 Pengertian Pemeriksaan kehamilan adalah ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya pada dokter. perawat atau dukun terlatih dalam suatu komunikasi seperti di Indonesia da pusat-pusat kesehatan seperti Puskesmas dan BKIA di mana seorang ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya (Mochtar.3 Pemeriksaan Kehamilan 2. tekanan uterus yang membesar. 1997 :3-33. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. 1998 : 129) 2. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil.2.3. pembuluh vena panggul (WHU. Porsio runcing dan tertutup 2. Warney.1 Tujuan ANC 1. 58) 2. obgin. Puting susu runcing 3. 1x pada triwulan I 2. dokter umum.2. 2x pada triwulan III Pelayangan / Asuhan Standar Minimal “7T” .2 Tanda-Tanda Primigravida 1. 1998 : 92) Primigravida adalah wanita yang hamil pertama kali (Prof. kebidanan dan pembedahan.2. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal 2. penyakit secara umum. termasuk riwayat.Disebabkan oleh kurangnya atau terganggunya makan kalsium / ketidak seimbangan dalam perbandingan kalsium dan fosfor dalam tubuh. 3. 4.3. 1998 : 470) 2.

4. Letak atau posisi janin 7. (Sastrowinoto Sulaiman.2. 2.2. Pemeriksaan umum 2.2. 3.3. Riwayat obstetri yang lalu d. 4. Pemeriksaan labolatorium Darah Urine Diagnosa atau ikhtisar pemeriksaan meliputi : 1. Riwayat kehamilan yang sekarang c.4 2. Primi atau multi 3. data subyektif 1.1.1 Anamnesa meliputi : a. Pemeriksaan fisik Palpasi Auskultasi Perkusi Pemeriksaan dalam Pemeriksaan vulva Pemeriksaan dengan spekulum 4.3.2 Timbang BB Ukur tekanan darah Ukur tinggi fundus uteri Pemberian imunisasi TT (tetanus toksoid) lengkap Pemberian tablet FE minimum 90 tablet selama kehamilan Tes terhadap PMS Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan Cara pemeriksaan kehamilan 2. Intra uterin atau ekstra uterin 8.1 Mengumpulkan data / pengkajian A. atau dirumah saja apakah proses persalinan harus dipimpin oleh dokter ahli atau oleh seoramg bidan dan apa saja yang harus disediakan supaya persalinan dapat berlangsung dengan selamat bagi sang ibu /sang anak. sulit atau berbahaya Ramalan ini perlu untuk menentukan apakah penderita harus bersalin di RSUD (persalinan ). Hamil atau tidak hamil 2.2.4 Asuhan kebidanan pada kehamilan fisiologis primigravida 2.3. 7. Tuanya kehamilan 4.153:200) 3. Identitas Nama klien : Nama klien : .3 2.2. 2. 1986.3. 6.3. Riwaya penyakit yang pernah diderita ibu dan keluarga e. Keadaan umum penderita Prognosa atau ramalan meliputi : Setelah pemeriksaan selesai maka atas dasar pemeriksaan kita harus bisa daoat membuat prognosa kehamilan.3. 5. 2.3. Riwayat sosial ekonomi Pemeriksaan kehamilan meliputi : 1. artinya petugas berusaha meramalkan apakah persalinan di perkirakan akan berjalan dengan biasa.3 2. Keadaan jalan lahir 9.3.3. rumah bersalin. Identitas diri dan keluarga b. Anak tunggal atau kembar 6. Anak hidup atau mati 5.

persalinandan nifas yang lalu 3.2 Riwayat kehamilan.Pantangan .7 Nutrisi a.3 Riwayat kehamilan ini ANC / TT .Warna .Penyakit keluarga / keturunan 3.Umur : Umur : Bangsa / suku : Bangsa / suku : Pendidikan : Pendidikan : Pekerjaan : Pekerjaan : Penghasilan : Penghasilan : Alamat : Alamat : Kawin : Kawin : Lama kawin : Lama kawin : 2.HPHT . Statistik kesehatan Alasan kunjugnan saat ini / keluhan utama Keadaan kesehatan yang lalu Penyakit yang pernah diderita klien Direncanakan Senang Menerima Menimbulkan masalah Harapan terhadap jenis kelamin • Jenis kelamin • Penolong • Tempat pertolongan 2.Disminore / tidak . Despirasi b.1 Haid .Warna .6 Keadaan umum sekarang a.Apakah ada perubaan pada .Bau 3. Bagaimana nutrisi sebelum hamil b. Bagaimana nutrisi sewaktu hamil . Eliminasi d. Riwayat kehamilan dan kebidanan 3.Siklus .Istirahat / tidur . Cardiovaskuler c.Jahitan .Uka . Aktivitas .Teratur / tidak .Jumlah jalan darah .Gerakan janin yang dirasakan .Minarche . Satuan e.5 Latar Belakang Budaya Melakukan pantangan Mengikuti aden 2.Pekerjaan sehari-hari .Flour albus .TP .Hamil ke .Rekreasi 2.Waktu .Nafsu makan menurun/meningkat .

Muka .Muka .Cara berjalan .Kulit kapala .Gigi - - Telinga Dada Perut Anus Ekstriminatas bawah 3.4.Distansia cristorum : cm .4.Rambut .5 Evaluasi Mengevaluasi keefektifan dari asuhan dengan SOAP. Keadaan umum .4.3 Intervensi / perencanaan Membuat rencana asuhan yang sesuai rumusan diagnosa atau kebutuhan klien 2.Boudelouge : cm .Buah dada .Perut Palpasi : Leopold I Leopold II Leopold III Leopold IV Auskultasi : DJJ DJJ : Reflek Patella Pemeriksaan panggul luar .Mendapat imunisasi TT Periksa kehamilan 3.4 Implementasi Melaksanakan rencana asuhan 2. Tanda-tanda vital Tensi : mmHg Nadi : x/mnt o Suhu : C RR : x/mnt 2.1.Lingkar panggul : cm 4.Mata .4. Pemeriksaan khusus .TB .Postur tubuh .4.Mulut .4 Keadaan psikologis Kehamilan yang diharapkan Dianjurkan 2.Hidung .Puting susu .3 data pengunjung Pemeriksaan laboratorium HB WN : urine .al bumin .Leher . .BB Inspensi .Distribusi spinorum : cm .2 Analaisa data / menilai data yang telah dikaji sehingga meliputi menjadi rumusan diagnosa yang menjadi asuhan dalam membawa kerencanaan 2.reduksi Pemeriksaan lain foto USG 2.Vulva .2 data obyektif 1.1.

2. 2. Persalinan angka kematian maternal dan angka kematian bayi perinatal yang masih sedemikian tingginya menunjukkan betapa masih penyelenggaraan pelayanan kesehatan suatu bangsa di ukur dengan menentukan tinggi rendahnya angka kematian hidup (pelayanan ibu di puskesmas). 2.1 Pengumpulan data yang dibutuhkan 2. sedangkan sebab kematian perinatal yaitu perdarahan.5 Menyusun asuhan yang menyeluruh Dalam rangka ini direncanakan asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkahlangkah sebelumnya. Pemeriksaan penunjang 2. Riwayat kebidanan 3. . 1.7 Evaluasi Keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan sebagaimana telah diidentifikasikan di dalam diagnosa & masalah.1 Riwayat menstruasi 4.2.6 Implementasi Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada ke-5 dilaksanakn secara efisien dan aman. 3. 2. BAB I PENDAHULUAN 1.2.2. Riwayat kesehatan yang lalu 7. Pola kehidupan sehari-hari 9. 2. kematian tersebut masih dapat di hindari dengan “ANTENATAL CARE” karena sebagian besar terjadi pada saat pertolongan pertama yang sangat diperlukan.2. Alasan kunjungan saat ini / keluhan utama ingin mendapatkan TT pranikah.2. dan trauma lahir. Riwayat psikologis dan spiritual 2. Riwayat kesehatan sekarang 5.2. Identitas.1. Pemeriksaan umum 2. 2. 2. infeksi dan trauma persalinan. Langkah ini merupakan lanjutan menejemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi & diantisipasi. Pemeriksaan fisik 3.2 Menginterpretasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa/masalah Pada langkah ini dilakukan identifikasi diagnosa / masalah berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. penyebab kematian ibu masih tetap merupakan “trias klasik” yaitu perdarahan.3 Mengidentifikasi diagnosa / masalah potensial Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial / masalah yang sudah diidentifikasi.2. Riwayat menstruasi 8. Adapun angka kematian bayi perinatal di perkirakan sangat tinggi mungkin lebih dari 50 per 1000. Pemeriksaan khusus 4. Riwayat kesehatan keluarga 6.2.2.1. infeksi.2 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Asuhan kebidanan adalah aktivitas atau intervensi yang dilakukan oleh bidan kepada klien yang mempunyai kebutuhan / permasalahan khususnya dalam bidang persalinan.1 Data subyektif.4 Menetapkan kebutuhan segera Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan dikonsultasikan atau ditanda tangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai kondisi klien.2 Data objektif 1. Langkah ini menimbulkan antisipasi bila dimungkinkan dilakukan pencegahan. 2.1 Latar Belakang Angka kematian ibu masih tinggi.

2.2.2 Tujuan 1. persalinan dan nifas dengan baik dan selamat serta bayi sehat. Mengevaluasi dari tindakan yang telah dilakukan pada ibu hamil fisiologis 1. penyakit-penyakit yang berhubungan erat dengan keadaan sosio – ekonomi dan taraf pendidikan masyarakat yang masih rendah. Mahasiswa dapat melakukan pengkajian data pada ibu hamil fisiologis 2.4 Sistematika Penulisan BAB II TUJUAN TEORI BAB III TINJAUAN KASUS BAB IV PENUTUP DAFTAR PUSTAKA BAB II . Mambuat diagnosa kebidanan yang berdasarkan analisa data yang didapatkan dari ibu hamil fisiologis 3. 1. (Manuaba. Di harapkan para dukum memiliki kemampuan mengenal komplikasi kehamilan dan persalinan sedini mungkin mereka pada waktu menghadapi keadaan yang luas biasa atau menghadapi kesulitan dalam menolong peraslinan secepat mungkin atau minta pertolongan. anemis. 3-5) Gambaran diatas menunjukkan penyebab kematian maternal tersebut sebagian dapat dideteksi dan dicegah pada masa kehamilan yaitu ANC dengan ANC yang baik diharapkan dapat dicegah pada masa kehamilan dan atau pada persalinan nantinya. Menentukan rencana tindakan yagn akan dilakukan pada ibu hamil fisiologis 6. gangguan gizi.2 Tujuan Penulisan 1. Mengidentifikasi masalah dengan diagnosa potensial pada ibu hamil fisiologis 4. Para dukun bayi dalam memberi pertolongan persalinan tidak jarang melakukan tindakan-tindakan yang tidak tepat dan melakukan kesalahan-kesalahan yang membahayakan dan berakibat kematian penderita.3 Metode Penulisan Studi kepustakaan.4 Sistematika Penulisan Dalam penyusunan masalah ini dibuat garis besar sebagai berikut : Halaman judul Kata pengantar Lembar pengesahan Daftar isi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tujuan Umum Mahasiswa diharapkan dapat mengerti dan memahami teori-teori dalam memberikan asuhan kebidanan “ANTENATAL CARE” selama proses belajar mengajar sehingga dapat menerapkan secara nyata dan untuk menambah pengetahuan serta meningkatkan pemahaman tentang “ANTENATAL CARE” 1. bimbingan dan konsultasi 1. Disini bidan sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pelayanan kebidanan dan harus mampu merencanakan masalah-masalah yang dihadapi menggunakan manajemen kebidanan.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan Khusus 1. praktek langsung. Mengimplementasikan rencana yang telah disusun ibu hamil fisiologis 7. Ida Bagus Gde 1998.Lebih dari 80% penduduk Indonesia tinggal di daerah pedesaan pelayanan kebidanan masih banyak bersifat tradisional.3 Metode Penulisan 1. Lebih dari 75% persalinan masih di tolong oleh dukun bayi. segera melahirkan plasenta terjadi perdarhan pasca persalinan dan juga karena keadaan tuberkulosa. Menentukan tindakan segera pada ibu hamil fisiologis 5. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa kematian ibu sering terjadi pada masa kehamilan maka dari itu pemeriksaan antenatal dilakukan guna memeriksa keadaan ibu secara berskala untuk mengetahui secara dini bila ada penyimpangan atau kelainan yang ditemukan dengan tujuan agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilan.

3. rahim akan menjadi besar dan merenggang sehingga menyebabkan istemia otot-otot rahim yang mengganggu sirkulasi utero placenta. Bila ganglion ini di geser dan di tekan. 2. Partus immaturus : Pengeluaran buah kehamilan antara 22 minggu dan 28 minggu atau bayi dengan berat badan antara 500 gr dan 1000 gr. 6.3 Tanda-tanda Permulaan persalinan Sebelum terjadinya persalinan sebenarnya beberapa mingu sebelumnya wanita memasuki bulannya atau minggunya atau harinya yang di sebut kala pendahuluan (preparatomy stage of labor ). misalnya oleh kepala janin. Persalinan buatan adalah proses persalinan dengan bantuan tenaga dari luar. Partus prematurus : Pengeluaran buah kehamilan antara 28 minggu dan 37 minggu atau bayi dengan berat badan antara 1000 gr dan 2500 gr. Partus maturus atau partus aterm : Pengeluaran buah kehamilan antara 37 minggu dan 42 minggu atau bayi dengan berat badan antara 2500 gr dan lebih. antara lain : Teori penurunan hormon : selama kehamilan terdapat keseimbangan antara progesteren dan estrogen di dalam darah.2 Sebab-sebab yang menimbulkan persalinan Apa yang menyebabkan terjadinya persalinan belum diketahui benar yang ada hanyalah merupakan teori-teori yang kompleks. di susul dengan pengeluara placenta dan selaput janin dari tubuh ibu. Teori iritasi mekanik : Di belakang servik terletak ganglion servikale ( fleksus franker hauses ). dan progesteron. Induksi partus : Partus dapat pula di timbulkan dengan jalan :  Ganglion laminaria : Beberapa laminaria di masukkan dalam kanalis servikalis dengan tujuan merangsang Fleksus Frankemhauser. Ini memberikan tanda sebagai berikut : 1.  Oksitosin drip : Pemberian oksitosin menurut tetesan per infus. 2.hal : 157 ) Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan. ( sarwono P. 2. hal : 180 ) Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi ( janin dan uri ) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain. Perut kelihatan lebih tebal. Teori distensi rahim : Semakin tuanya kehamilan. Progesteron bekerja sebagai penenang otot-otot polos rahim dan akan menyebabkan kekejangan pembuluh darah sehingga timbul his bila kadar progesteron turun. lebih-lebih sewaktu partus.     1.  Amniotomi : Pemecahan ketuban.1 . Partus postmaturus atau partus serotinus : Pengeluaran buah kehamilan setelah kehamilan 42 minggu. Ligtening atau settinga atau droping yaitu kepala turun memasuki pintu atas panggul terutama pada primigravida. Pada multigravida tidak begitu kentara. 4. Abortus : Pengeluaran buah kehamilan sebelum kehamilan 22 minggu atau bayi dengan berat badan kurang dari 500 gr. 5. Persalinan spontan adalah bila persalinan seluruhnya berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri. dengan bantuan atau tanpa bantuan ( manuaba IBG. hal ini akan menimbulkan kontraksi rahim. Teori placenta menjadi tua : Placenta yang menjadi tua akan menyebabkan turunnya kadar estrogen dan progerteron yang menyebabkan kekejangan pembuluh darah. TINJAUAN TEORI Definisi Persalinan ( partus ) adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalu vagina ke dunia luar. Persalinan anjuran adalah yaitu hubungan dengan tuanya umur kehamilan dan berat badan bayi yang dilahirkan dikenal beberapa istilah. akan timbul kontraksi uterus. Teori prostagladin : Kadar prostaggladin dalam kehamilan dari minggu ke 15 h9ngga ater meningkat. 2. 2. tetapi 1-2 minggu sebelum partus mulai terjadi penurunan kadar. hormon estrogen. Dalam pengadakan induksi persalinan perlu di perhatikan bahwa servik sudah matang ( servik sudah pendek dan lembek ) dan kanalis servikalis terbuka untuk satu jari. fundus uteri turun.

1. Serviks menjadi lembek. Passanger Janin dan placenta 3. dalam waktu 2 jam pembukaan jadi 10 cm atau lengkap. yaitu : Kala I ( kala pembukaan ) Waktu untuk pembukaan serviks sampai menjadi pembukaan lengkap. berlangsung lambat. 4. kadang-kadang di sebut “ false labor pains “ 5. Inpartu ( partus dimulai ) di tandai dengan keluarnya lendir bercampur darah (bloody show). Dapat terjadi pengeluaran : ∗ Pengeluaran lendir ∗ Lendir bercampur darah Dapat di sertai ketuban pecah Pada pemeriksaan dalam di jumpai perubahan serviks : ∗ Perlunakan serviks ∗ Pendataran serviks ∗ Terjadi pembukaan serviks 2. Perasaan sakit di perut dan pinggang oleh adanya kontraksi-kontraksi lemah dari uterus. pembukaan menjadi 4 cm. karena serviks mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (effiment). ∗ Periode deselerasi : Berlangsung lambat. Fase laten : Dimana pembukaan serviks. berlangsung 7-8 jam. Perbedaan Primigravida dan Multigravida Primigravida Multigravida ∗ Serviks mendatar (efficement) dulu baru ∗ Mendatar dan membuka bisa bersamaan dilatasi ∗ Berlangsung 6-7 jam ∗ Berlangsung 13-14 jam Kala II ( kala pengeluaran janin ) 3. yaitu : 1. ∗ Periode dilatasi maksimal (steady): Selama 2 jam pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm. Passage ∗ Jalan lahir lunak dan jalan lahir tulang 4. Fase aktif : Berlangsung selama 6 jam dan di bagi atas 3 subfase : ∗ Periode akselerasi : Berlangsung 2 jam. 2. . Darah beasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekiter servikalis karena servik mendatar dan terbuka. Power ∗ His ( kontraksi oto rahim ) ∗ Kontraksi oto dinding ∗ Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengejan ∗ Ketegangan dan kontraksi ligamentum rotundum 2. Perasaan sering kencing atau susah kencing ( polisuria ) karena kandung kencing tertekan oleh bagian terbawah janin. 3. Kala pembukaan di bagi atas 2 fase.5 Fakror-faktor penting dalam persalinan 1. 4.4 Tanda-tanda inpartu Gejala persalinan sebagai berikut : Kekuatan his makin lama makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek.6 Kala persalinan Proses persalinan terdiri dari 4 kala. sampai pembukaan 3 cm. 2. 2. Penolong 2. mulai mendatar dan sekresinya bertambah bisa bercampur darah ( bloody show ).

seluruh placenta terlepas. his mulai lagi untuk mengeluarkan badan dan anggota bayi. Kemudian perineum mulai menonjol dan menjadi lebar dengan anus membuka. Setelah istirahat sebentar. Bila dasar panggul sudah lebih berelaksasi. Lamanya persalinan pada primi dan multi adalah : Primi Multi Kala I 13 jam 7 jam Kala II 1 jam ½ jam Kala III ½ jam ¼ jam 2.dan dagu melewati perineum. Pengertian Proses pendekatan masalah ∗ Di gunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah ∗ Penemuan-penemuan keterampilan dalam rangkaian atau tahapan yang logis ∗ Untuk pengambilan suatu keputusan yang berfokus pada klien. 2. Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat dan rasional berdasarkan asuhan yang di buat pada langkah-langkah sebelumnya Pelaksaan langsung asuhan yang efektif dan efisien VII.7 Konsep dasar asuhan kebidanan Asuhan kebidanan adalah bantuan yang di berikan oleh bidan kepada individu pasien atau klein yang pelaksanaannya di lakukan dengan cara : ∗ Bertahap dan sistematis ∗ Melalui suatu proses yang di sebut manajement kebidanan menurut Varney. Beberapa saat kemudian. kontraksi rahim istirahat sebentar. Pada Primigravida kala II berlangsung rata-rata 1. II. Data . mengulang kembali manajement proses untuk aspek-aspek asuhan ysng tidak efektif Langkah I : Tahap pengumpulan data Pada langkah pertama ini berisi semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. muka. Seluruh placenta di sertai dengan pengeluaran darah. kepala janin tidak masuk lagi di luar hisdan kekuatan mengedan maksimal kepala janin di lahirkan dengan suboksipito di bawah sympisis dan dahi. maka pada his di rasakan tekanan pada otot-otot dasar panggul. Dalam waktu 5-15 menit. Mengidentifikasikan diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganan IV. dan berisi placenta yang menjadi tebal 2x sebelumnya. Mengevaluasi keefektifan asuhan kebidanan yang di lakukan. Karena biasanya dalan hal ini kepala janin sudah masuk ruang panggul. Uterus teraba keras dengan fundus uteri setinggi pusat. Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. yang secara reflekturus menimbulkan rasa mengedan.Pada kala II his menjadi lebih kuat dan lebih cepat. Yang terdiri dari data obyektif dan subyektif. terdorong ke dalam vagina dan akan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan dari atas simfisis atau fundus uteri.wanita merasa pula tekanan pada rektum dan hendak buang air besar. Kala IV ( mulai lahirnya uri selama 1-2 jam adalah kala pengawasan selama 1jam setelah bayi dan uri lahir untuk mengamati keadaan ibu terutama terhadap bahaya perdarahan postpartum.5 jam. Kala III ( kala pengeluaran uri ) Waktu untuk pelepasan dan pengeluaran uri. kira-kira 200 cc. kira-kira 2-3 menit sekali. labia mulai membuka dan tidak lama kemudian kepala janin tampak pada vulva pada waktu his. Langkah-langkah I.1997 1. kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta rujukan berdasarkan kondisi klien V. Menginterpretasikan data untuk menaidentifikasikan diagnosa atau masalah III. Mengumpulkan semua data yang di butuhkan untuk memulai keadaan klien secara keseluruhaan. Setelah bayi lahir. timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. konsultasi.5 jam dan pada multigravida rata-rata 0.

Langkah ini membutuhkan antisipasi. Bidan di harapkan dapat waspada dan bersiap-siap diagnosa atau masalah potensial ini benar-benar terjadi.1 Pengertian Kehamilan adalah dimulai dari konsepsi sampai lahir janin. FK UNPAD Bandung). Langkah V : Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh Pada langkah ini di rencanakan asuhan yang di tentukan oleh langkah sebelumnya. pengetahuan klien. Langkah II : Interpretasi data Pada langkah ini di lakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah di kumpulkan Langkah III : Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya. Yamg termasuk data subyektif antara lain biodata. bila memungkinkan di lakukan pencegahan. perkusi) pemeriksaan penunjang ( laboratorium ). Trimester II : antara 12-28 minggu 3. Trimester III : antara 28-40 minggu • Tanda dan gejala kehamilan 1.subyektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa. Langkah VI : Pelaksanaan langsung asuhan dengan efisien dan efektif Pada langkah ke enam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang di uraikan. Perencaan ini bisa di lakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian lagi oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya. biospikososial spiritual. lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu / 9 bulan 7 hari) hitung dari hari pertama haid terakhir penghamilan terjadi kalau ada pertemuan dan persenyawaan antara sel telur (ovum) dan sel mani (sperma) (Obstetri Fisiologi. Langkah IV : Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. Pada langkah kelima di laksanakan secara efisien dan aman. Trimester I : antara 0-12 minggu 2. riwayat kesehatan. Data obyektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien. Langkah ini merupakan kelanjutan manajement terhadap masalah atau diagnosa yang telah di identifikasikan atau di antisipasi. Langkah VII : Evaluasi Pada langkah ini di lakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah di berikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar tetap terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah di identifikasikan di dalam diagnosa dan masalah. persalinan dan nifas. riwayat menstruasi. untuk melakukan konsultasi. BAB II TINJAUAN TEORI 2. riwayat kehamilan. hasil laboratorium dan test diagnostik lain yang di rumuskan dalam data fokus obyektif terdiri dari pemeriksaan fisik yang sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-tanda vital. auskultasi. • Kehamilan dibagi atas 3 trimester 1. catatan baru dan sebelumnya. Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah di identifikasi. Walau bidan tidak melakukan sendiri ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksaan. pemeriksaan khusus (inspeksi. kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien Mengidentifikasi perlunya tindakan segera dan di tangani bersama dengan anggota tim kesehatan lainnya sesuai dengan kondisi klien. Tanda persumtif • Amenorea (tidak dapat haid) • Mual dan muntah (terjadi pada trimester pertama) • Mengidam • Tidak tahan suatu bau-bauan • Pingsan • Anoreksio (tidak ada nafsu makan) .Rencana tersebut di anggap efektif jika memang benar dalan pelaksanaannya. palpasi.

Lelah Payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri disebabkan estrogen dan progesteron Miksi sering, karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar Konstipasi / obstipasi Pigmentasi kulit oleh pengaruh hormon kortikosteroid plasenta Epulis : hipertrofi dari papil gusi Pemekaran vena-vena (varises) 2. Tanda-tanda kemungkinan hamil • Perut membesar • Uterus membesar • Tanda hegar (segmen bawah rahim melunak) • Tanda chadulck • Tanda piscaseak (pembesaran dan perlunakan unilateral pada tempat implantasi) • Kontraksi kecil uterus bila dirangsang braxron –hikes • Teraba balotement • Reakis kehamilan postif 3. Tanda pasti • Gerakan janin yanfg dapat dilihat / dirasa / diraba juga bagian bagian janin • Deyut jantung janin (+) • Terlihat tulang-tulang janin dalam foto-rontgen • Perubahan-perubahan dan organi ogenesis yang terjadi pada berbagai periode kehamilan Umur Kehamilan Panjang Fundus Pembentukan Tulang 4 minggu 7,5-10 mm Rudimental mata, telinga dan hidung 8 minggu 2,5 cm Hidung, kuping, jari jemari mulai dibentuk kepala menkur ke bawah 12 minggu 9 cm Dua kuping lebih jelas, kelopak mata melekat, leher mulai terbentuk, alat kandungan luar terbentuk 16 minggu 16-18 cm Genetalia esterna terbentuk dan dapat dikenal, kulit tipis dan merah 20 minggu 25 cm Kulit lebih tebal, rambut mulai tumbuh dikepala dan rambut halus (lainnya) tumbuh di kulit 24 minggu 30-32 cm Kedua kelopak mata tumbuh alis dan bulu mata serta teliti keriput, kepala besar, bila lahir dapat bernafas tapi hanya bertahan hidup beberapa jam saja 28 minggu 35 cm Kulit warna merah ditutupi verniks koseosa bila lahir dapat bernapas, menangis pelan dan lemah, bayi matur 32 minggu 40-43 cm Kulit merah dan keriput bila bayi lahir seperti orang tua kecil 36 minggu 46 cm Muka bersih tidak keriput bayi prematur 40 minggu 50-55 cm Bayi cukup bulan, kulit licin, verniks koseosa banyak, rambut kepala tumbuh baik, organ-organ baik, pada ♂ testis sudah dalam skortum, ♀ labia mayor berkembang baik, tulang-tulang kepala menolong pada 80% kasus telah terjadi center asifikasi pada epifisis libia proximal 2.2 Tujuan Pemeriksaan dan Pengawasan Ibu Hamil (ANC) • Tujuan umum

• • • • • • •

Menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama kehamilan, persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat. • Tujuan khusus 1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin atau bayinya 2. meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi 3. mengenali dan menangani secara dini penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan, persalinan termasuk riwayat penyakit secara umum kebidanan dan pembedahan 4. mengobati penyakit-penyakit yang mungkin diderita sedini mungkin 5. mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat itu maupun banyinya dengan trauma seminimal mungkin. 6. mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI ekslusif 7. memberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana, kehamilan, persalinan, nifas dan laktasi 8. mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelairan bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal 2.3 Kunjungan Antenatal Sebaiknya dilakukan paling sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 x selama kehamilan 1. 1 x pada trimester I 2. 1 x pada trimester II 3. 1 x pada trimester III 2.4 Pelayanan Asuhan Standart ANC Minimal Termasuk TT 1. Timbang berat badan 2. Ukur tekanan darah 3. Ukur tinggi badan 4. Pemberian imunisasi TT (tetanus toxoid) lengkap 5. Pemberian tablet Fe minimal 90 tablet selama kehamilan 6. Tes terhadap PMS 7. Temuwicara dalam persiapan rujukan Perubahan Fisiologis Wanita Hamil a. Perubahan pada sistem reproduksi 1. Uterus • Ukuran Panjang (32 cm), lebar (24 cm), muka belakang (22 cm) Pembesaran ini disebabkan oleh hypertrofi dari otot-otot rahim. Pembesaran ini juga terjadi walaupun kehamilan terjadi diluar kandungan • Berat Berat uterus naik dari 30 gr menjadi 1000 gram sampai umur kehamilan 40 mg • Posisi rahim dalam kehamilan Pada permulaan kehamilan terletak pada antifleksi / retrofleksi, tetapi pada bulan keempat mulai memasukai rongga perut yang membesar sampai batas hati. • Peredaran darah rahim Bertambah sesuai dengan bertambah besarnya rahim • Perubahan pada serviks Perubahan yang penting pada serviks dalam kehamilan adalah menjadi lunaknya serviks. Hal ini disebabkan 2. Vagina Pembuluh darah dinding vagina bertambah, hingga warna selaput lendirnya membiru (tanda chadwick). Kekenyalan vagina bertambah, artinya daya diregang bertambah, sebagai persiapan persalinan. 3. Ovarium

Pada saat hamil proses ovulasi berhenti. Tapi masih terdapat korpus luetum gravidarum sampai terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron 4. Dinding perut Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya selapit elastis dibawah kulit sehingga timbul striae gravidarum, kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya dan disebut linea nigra. Pada seorang primigravida warnanya membiru disebut striae lividae, pada seorang multigravida selain strie livida tapi terpadat juga garis-garis putih ahak mengkilap (parut / cictiix) dan disebut striae albicans. 5. Kulit Selain striae gravidarum, pada kulit terdapat pula hiperpigmentasi antara lain pada areolamamae, papilla mammae dan linea alba. Terkadang juga terdapat pada muka (pipi) disebut chliasma gravidarum. 6. Buah dada Biasanya membesar dalam kehamilan disebabkan hypertropi dan oliveoli, hal ini dapat menyebabkan pada m ammoe. Puting susu biasanya membesar dan lebih tua warnanya dan kadang pengeluaran cairan kuning yang lengket disebut coloctrum. 7. Pertukaran zat Orang yang hamil bertambah berat : Trimester I : ± 1 kg Trimester II : ± 5 kg Trimester III : ± 5,5 kg 8. Saluran nafas Orang hamil kadang-kadang mengeluh sesak dan pendek nafas, hal ini disebabkan oleh unsur yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim. 9. Saluran pencernaan Salivasi meningkatkan dan pada trimester pertama mengeluh mual muntah tonus otot melepas sehingga motilitas dan makanan akan lebih lama berada dalam saluran makanan resorbsi makanan baik, namun akan menimbulkan obstipasi. Tulang dan gigi Persediaan panggul akan terasa lebih longgar karena ligamen-ligamen melunak apabila makanan tidak memenuhi kebutuhan kalsium janin, maka kebutuhan kalsium akan mengambil dari ibu yang menyebabkan gigi karies. 2.5 Nasehat-Nasehat Untuk Ibu Hamil a. Makanan diet diambil Bumil dan menyusui harus betul-betul mendapat perhatian tentang makanannya terutama mengenai jumlah kalori, protein yang berguna untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu. b. Merokok Jelas bahwa bayi dan ibu-ibu perokoknya mempunyai BB kurang karena itu ibu hamil dilarang merokok. c. Obat-obatan Jika mungkin, dihindari pemakaian obat-obatan selama kehamilan terutama trimester I d. Lingkungan Penyelidikan tentang bahaya polusi udara, air dan udara dan makanan terhadap ibu dan anak seperti halnya merokok e. Gerak badan Sirkulasi darah menjadi baik, nafsu makan bertambah, pencernaan lebih baik dan lebih nyenyak, gerak badan di tempat Berdiri – jongkok Terlentang – kaki diangkat Terlentang – perut diangkat Melatih pernafasan • Kerja Boleh bekerja seperti biasa

perdarahan pervaginam. bersih dan tidak ada ikatan yang ketat pada daerah perut Pakaian hutang (BH) yang menyokong payudara Memakai sepatu dan tumit yang tidak terlalu tinggi Pakaian dalam yang selalu bersih Istirahat dan rekreasi Mandi Untuk kebersihan / hygiene perawatan kulit Cotus Tidak dilangi. Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera . auskultasi. Kegiatan ini adalah mengumpulkan data dari anamnesa. ditanyakan untuk mengetahui apakah kehamilan ibu saat itu diharapkan atau tidak dan untuk mengetahui apakah ibu ada pantangan makanan. ketuban sudah pecah. Data Subyektif Adalah data yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan klien / dan keluarga dan tim keluarga berupa keluhan-keluhan tentang masalah kesehatan. dan pemeriksaan penunjang. 4. Riwayat sosial / budaya. pemeriksaan fisi. perkusi) • Data pemeriksaan penunjang 2. statis vena menyebabkan tromboflebitis dan kaki bengkak Pakaian Pakaian harus longgar. data ii diperlukan untuk mengetahui kemungkinan padanya pengaruh penyakit keluarga terhadap gangguan kesehtan klien. Biodata klien Keluhan utama ditanyakan untuk mengetahui perihal yang mendorong pasien / klien datang pada bidan Riwayat menstruasi Riwayat kehamilan.6 Konsep Asuhan Kebidanan 1.Pola aktifitas b. kecuali bila ada sejarah abortus. nifas yang lalu Riwayat kesejahteraan yang lalu. Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan Merupakan langkah awal dalam memberikan asuhan kebidanan. prematur. persalinan. Hasil proses ini dalam bentuk: a. Data subyektif Pada data obyektif meliputi : • Keadaan umum • TTV • Pemeriksaan fisik (palpasi. Mengindentifikasi diagnosa / masalah potensial Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial / diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah di identifikasi langkah ini membutuhkan antisipasi bila dilakukan pencegahan. ditanyakan untuk mengetahui apakah adalah hubungannya dengan masalah yang dihadapi klien Riwayat kesehatan keluar.Pola eliminasi Pola istirahat .• • • • • Cukup istirahat dan makan teratur Pemeriksaan hamil yang teratur Bepergian Jangan terlalu lama dan melelahkan Duduk lama. pada mingu terakhir harus hati-hati dalam berkoltus 2. Pola kehidupan sehari-hari Pola nutrisi . Menginterprestasikan diagnosa / masalah potensial Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial / diagnosa potensial berdasarkan ini kita mengindentifikasi langkah ini membutuhkan antisipasi bila memungkinkan dilakukan pencegahan 3.

Mual c.1. Spog. Rustam. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah di identifikasi / di antisipasi. Pigmentasi kulit seperti di muka. .3 Tanda-tanda kehamilan 2. 1998 :17) 2. Payudara membesar. Sperma begerak memasuki rongga rahim lalu masuk ke tuba fallopi ovum yang telah dibuahi ini segera membelah diri sambil bergerak (oleh : silia tuba) menuju kavum uteri dan terjadilah nidasi masuknya / tertanamnya hasil konsepsi (zigot) ke dalam endometrium untuk menyuplai darah dan zat-zat makanan bagi mudigah dan janin di persiapkan ari-ari (plasenta) dan terjadilah tumbuh kembang janin sampai aterm. (Sastrowinata. (Mocthar.1.1. dr. Implementasi Pada langkah ke enam ini asuhan rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke 5 dilaksanakan efisien dan aman Evaluasi Pada langkah ke 7 ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar telah terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah di identifikasi di dalam diagnosa / masalah.3. Obstipasi karena tonos otot usus menurun. Ida Bagus Gde Manuaba. Waktu coitus air mani terpancar ke dalam ujung atas dari vagina sebanyak ± 100-200 juta tiap cc. Rustam. 1998 :4) 2. karena pengeruh hormon steroid k. Anoreksia g. tidak tahan suatu bau-bauan e.1 Kehamilan 2. 1998 :17) Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai sejak kontrasepsi dan berakhir sempai persalinan (Prof. Mengidam d. 5.1. Sulaiman 1983 :3) Kehamilan adalah suatu proses yang terjadi bila terdapat 4 askeb penting yang terpenuhi yaitu : ovum.1 Pengertian kehamilan Kehamilan ini adalah mulai dari konsep (bertemunya sel telur dengan sperma) berakhir permulaan persalinan. Kemudian di tangkap oleh fimbriae dan masuk ke tuba fallopi. 7. BAB II TINJAUAN KASUS 2. tegang dan sedikit nyeri h. areola payudara dinding perut l. spermatozoa terjadi konsepsi dan nidasi (Mochtar. Sering miksi j. Varises (pemekaran vena) 6. Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh Dalam rangka ini direncanakan asuhan yang mengeluh ditemukan oleh langkah-langkah sebelumnya.2 Proses kehamilan Setiap warna yang subur setiap 1 bulan mengalami ovulasi (proses pelepasan ovum dari ovarium yang diperngaruhi sistem hormon yang komplek). Amenorea (tidak datang haid) b. Lelah i.Mengindentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan / dokter untuk dikonsultasikan / ditangani bersama anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.1 Tanda-tanda tidak pasti kehamilan a. Pingsan (berada ditempat-tempat ramai yang sesak dan padat) f.

Uterus membesar c.3 Tanda-tanda pasti a. Rustam. Reaksi kehamilan positif 2.Di dengar dengan stetoskop – monoral laenners .1.4 2.5 Kulit .4.1.Di cacat dan didengar dengan alat dopler . Tanda heggar (kontraksi rahim) dalam kehamilan juga berubah menjadi lunak d.4.Dilihat pada USG c. 43-45) Perubahan psikologis pada saat kehamilan 2.2 Vagina Vagina dan vulva mengalami pengikatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah kebiru-biruan (tanda chadwik) 2. Tanda piscaseck (pembesaran perut tidak rata tetapi di daerah telur bernidasi lebih cepat tumbuhnya) f.1. dan sebagai persiapan memberi ASI pada saat laktasi perkembangan payudara tidak dapat dipisahkan.2 Tanda-tanda mungkin a.4.1. Mendengar DJJ . Teraba balotement Lentingnya pada rahim akibat dari rahim di dorong ke konyong-konyong anak melenting di dalam rahim h. Terlihat tulang-tulang janin dalam foto rontgen (Muctar. Tanda braxton hicks Waktu palpasi / waktu toucher rahim yang lunak sekonyong-konyong menjadi keras karena berkontraksi g.3. dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan yaitu estrogen progesteron 2.Dicacat dengan foto-ECG (elektro cardiogram) . Perut membesar b.4 Payudara Payudara biasanya membesar dalam kehamilan di sebabkan hypertrofi dan alvedi.1.1 Uterus Berat Uterus betambah besar dari alat yang beratnya 30 gr menjadi 1000 gr Ukuran : ukurannya panjang 32 cm.1.2.3.1.1.3 Ovarium Dengan terjadinya kehamilan indung telur yang mengandung korvus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umur 16 minggu tetapi setelah bulan ke IV kospus loteum ini mengisut 2. gerakan janin dapat dirasa b. Tanda chadwick (warna selaput lendir vagina menjadi kebiru-biruan e. 1998. Dengan di palpasi.4. lebar 24 cm dan ukuran muka belakang 22 cm Tinggi fundus uteri 28 minggu : 3 jari atas pusat / seperti jarak antara pusat dan prosesus xypoideus 32 minggu : setengan jarak pusat dan prosesus xypoideus 36 minggu : 3 jari dibawah prosesus xypoideus 40 minggu : fundus uteri turun 3 jari dibawah px oleh karena saat ini kepala janin masuk pintu atas panggul 2.4.

metabolisme tubuh mengalami perubahan yang mendasar. Muka : terdapat kloasma grafidarum b. Kardio vaskuler Peredaran darah dipengaruhi oleh a. Perut : terdapat linea nigra dan strie lividae 7.4. maka ibu hamil akan bernafas lebih dalam sekitar 20-25 x dari biasanya 2. linia nigra. Payudara : areola mamae dan puting susu menjadi hipepigmentasi c. Sistem metabolisme Pada kehamilan. c.Karena pengaruh hormon sehingga hyperpigmentasi. Sistem pencernaan a. Adapun perubahan sistem tubuh pada wanita hamil meliputi : 1. Pengaruh desakan rahim pada hamil muda dan turunnya kepala pada hamil tua menyebabkan terjadinya gangguan dalam bentuk sering kencing b.1. Sistem muskulus skeletal a.5 Adapun perubahan psikologis pada ibu hamil Perubahan fisiologis adalah hal-hal yang biasanya terjadi pada kehamilan. Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi kebtuhan dan perkembangan janin b. papila mamae . Pada tulang Pada ibu hamil sering terjadi kekurangan kaslsium dikarenakan kebutuhan janin diambil dari ibu sehingga dapat menyebabkan caries pada gigi dan rasa linu-linu pada ibu dan biasanya di pangkal paha. pada kulit tertetu terjadi hiperpigmentasi a. hiperpigmentasi terjadi pada striae gravidarum lividae atau alba aerola mamae. dimana kebutuhan janin dipersiapkan pemberian asi 8. Sistem aspirasi Dengan perkembagannya usia kehamilan yang menyebabkan diesakan pada diafragma karena dorongan rahim yang membesar pada kehamilan 32 minggu sebagai konpensasi terjadinya desakan rahim oleh kebutuhan O2 yang menigkat. Sistem intelegent Pada kulit terjadi perubahan diposit pigmen dan hiper pigmentasi karena pengaruh suprakenalis. Pengaruh hormon estrogen dan progesterone yang meningkat 4. Karena pengaruh estrogen yang meningkat maka pengeluaran asam lambung meningkat pula dan dapat meyebabkan : Hipersaliva Daerah lambung terasa panas sehingga terjadi mual dan muntah di pagi hari Hiperemises gravidarum b. seluruh sistem tubuh wanita mengalami perubahan sehingga dapat menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin dalam kovum uteri. pipi chloasma gravidarum setelah persalinan hiperpigmentasi akan hitam 2. Terjadinya hemo dikesi menyebaban metabolisme air makin lancar sehingga pembentukan air seni semakin bertambah 5. Sistem urinaria a. .6 Sirkulasi darah ibu Peredaran darah ibu dipengaruhi beberapa faktor antara lain: Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darat sehingga dapat memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada saat sirkulasi netro plasenta Pengaruh hormon estrogen dan progesteron maka meningkat 2. Pengaruh hormon progesteron yang meningkat akan menimbulkan gerak usus yang berkurang dan menyebabkan obstipasi (Sulit BAB) 6. Hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi netro plasenta.1.

pada trimester ini mungkin dia takut akan kehidupannya sendiri dan bayinya.1. Vagina dan vulva c. Sistem produksi Setiap kehamilan akan mempengaruhi seluruh sistem genetalia wanita a.1. Rasa lebih .7. Uterus b.b.1 Situs (letak) Adalah hubungan sumbu panjang ibu dengan sumbu panjang janin sehingga dijumpai kedudukan membujur atau melintang 2. dan ketidaktahuan) Kadang mengalami proses kesedihan lain sementara ia mengantisipasi hilangnya terhadap kehamilannya. Pada tungkai Pada kehamilan tua sering terjadi Oedem karena tekanan janin pada daerah panggul sehingga menghambat sistem peredaran darah pada anggota gerak bawah. karena wanita tersebut sadar terhadap kehadiran bayinya. Hipersaliva (air liur yang berlebihan) Air liur yang berlebihan merupakan suatu kondisi yang tidak lumrah yang mungkin disebabkan oleh keasaman yang meningkat di dalam mulut oleh zat tepung yang dapat merangsang kelenjar ludah pada wanita yang rentan terhadap sekresi berlebihan. Sikap londose Terjadi pada kehamilan tuadikarenakan pembesaran perut uterus sehigga mengikuti pembesaran uterus 9.7 Letak Janin Dalam Rahim 2. Ia mungkin merasa canggung. Ovarium d.9 Ketidak nyamanan yang umum terjadi selama kehamilan. Rasa mual dengan tanpa muntah-muntah dikenal dengan istilah mual di pagi hari akan tetapi sering juga di siang hari atau di malam hari.7.1.4 Presentasi Adalah apa yang terjadi menjadi bagian terendah janin dalam rahim 2. takut akan memiliki bayi. Endometrium Merupakan lapisan dalam uterus/lapisan permukaan kavum uteri merupakan bagian sasaran utama dari estrogen yang diproduksi oleh korpus luteum Pengaruh kormon estrogen menjadikan endometrium dalam keadaan prodiferasi dalam keadan sekresi.1. yang tidak normal.1. Wanita mengalami ketidaknyamanan fisik yang meningkat. 10.8 Perubahan psikologis ibu hamil pada trimester III (7-9 bulan) Pada trimester ini disebut periode penungguan yang waspada. 2.2 Habitus (sikap) Adalah letak bagian janin satu terhadap lainnya. 2.3 Posisi Adalah letak salah satu bagian janin terhadap jalan lahir 2. Payudara 2. perpisahan yang tidak terelakkan dengan bayinya dari tubuhnya dan merasa kehilangan sementara uterus yang penuh menjadi tempat yang kosongdepresi ringan merupakan hal yang lumrah dan bisa terdapat ketergantungan yang meningkat dengan perasaan tidak berdaya. c.1. Mendekati trimester akhir kehamilan. pada pertengahan trimester III seksualitas akan meningkat sedangkan perut menjadi kendala.7. 11.7. Posisi merupakan suatu alternatif dan dapat membantu atau meciptakan apabila ia merasa tidak nyaman. persalinan dan kelahiran (nyeri hilangnya kontrol. biasanya wanita mengalami ptyalsim sering pula mengalami rasa mual 12. bila terjadi konsepsi maka endometrium tidak akan sekresi tetapi akan terus menerus tumbuh dan bertambah tebal yangbiasa disebut copus luteum grafidarum e. berulah dan memerlukan dukungandukungan yang sering.1.

Punggung bagian atas bisa terjadi selama trimester I penyebabnya karena pertambahan ukuran dan beratnya payudara. 1998 : 158) Primigravida adalah seorang wanita pertama kali hamil (Fisiologis. regurgitasi/tekanan blus dari kandungan asam perut ke dalam esofagus bagian bawah oleh gerak peristatik. Minum yang banyak dengan ketentuan sedikitnya 8 gelas/hari. mulai keluar pada trimester I Sering kencing bukan karena penyakit Panas dalam Merupakan ketidak nyamanan yang bisa dimulai timbul menjelang akhir trimester II dan berlanjut hingga trimester II. 156) 2. Rustam.2. SPOG. obygyn. Rasa lebih terjadi selama trimester I yang tidak diketahui penyebabnya salah satu sangkaan adalah akibat pemasukan awal dalam laju metabolik dasar dan awal-awal kehamilan dan hiasanya akan menghilang pada akhir trimester I. perawat atau dukun terlatih dalam suatu komunikasi seperti di indonesia da pusat-pusat kesehatan seperti Puskesmas dan BKIA di mana seorang ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya (Mochtar. 16. Rustam. Payudara tegang 10. 15.dr. dokter umum.3 Pemeriksaan Kehamilan 2. Perut tegang dan menonjol kedepan 12.2 Pengertian Primigravida Primigravida adalah seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya (Mochtar. Oedem tungkai Disebabkan oleh tekanan vena yang membengkak di dalam tungkai bagian bawah.2. Ida Gede Manuaba. Puting susu runcing 11.4 Tanda-Tanda Primigravida 9. Portio runcing dan tertutup 2. 17. 14. Primigravida 2. Vulva tertutup 15. 1998 : 470) 2. Vagina sempit dan teraba rugae 16.1 Pengertian Pemeriksaan kehamilan adalah ibu hamil dapat memeriksakan kehamilannya pada dokter. 1998 : 92) Primigravida adalah wanita yang hamil pertama kali (Prof. bidan.13. tekanan uterus yang membesar ada pembuluh vena panggul 2.3. Obstetri. Strie lividae 13. 1983. Leokorhea Adalah sekresi vagina yang berlebihan encer.3 Masalah-masalah yang sering terjadi pada ibu hamil trimester III Obstipasi Susah buang air besar biasanya Penyebab Karena gangguan relaksasi otot halus dan adanya progesteron yang meningkatkan pergeseran dan penekanan terhadap perut oleh uterus yangmembesar sehingga memungkinkan pergerakan bekerjanya pencernaan itu menurun Cara mengatasinya 1. Perenium utuh 14.2.2. Konstipasi Disebabkan oleh ralaksasi otot halus dan usus besar dengan adanya jumlah progesteron yang meningkat Kram kaki Disebabkan oleh kurangnya atau terganggunya makan kalsium / ketidak seimbangn perbandingan kalsium dan fosfor dalam tubuh. kental.3 - . 18.

Cara mengatasinya : Kenakan BH yang cocok ukurannya yang dapat menopang payudara yang semakin membesar. 4. Mengurangi makan danminum waktu sebelum tidur 2. Makan-makanan yang banyak mengandung serat seperti bayam. sehingga kurang dapat memberikan topangan pada uterus yang membesar dan uterus akan terkulai sehingga rasa sakit pada pinggang akan terasa .2. . 3.3. Jelaskan pada ibu tentang kejadian 2. 2.3. Tidak boleh menggunakan semprotan air pada waktu membersihkan 2.3 Sering BAK Disebabkan oleh bagian bawah janin menyudur berongga panggul dan menimbulkan tekanan pada kandung kemih Cara mengatasinya : 1.3.5 Kram pada kaki Biasanya disebabkan oleh tidak ada keseimbangan Ca dalam tubuh . Berusaha berdiri/berjalan dengan lurus sehingga postur tubuh bertemu 1 kriteria dengan gravitasi bumi.Penyebab : adanya uterus yang membesar memberikan pada pembuluh penggul dengan demikian akan mempengaruhi sirkulasi pada syaraf melelui foramen opturatirus dalam perjalanannya ke tungkai bawah. Senam umum seperti jalan kaki Flour Albus Cairan di dalam vagina bertambah di dalam kehamilan tanpa sebab yang ptologis . 2. dll. Dengan P1 seprti cuci tanga. Menekan jadwal kebiasaan buang air besar.1 .Cara mengatasinya : 1.3.6 Oedema 2. Apabila akan mengambil sesuatu ditandai dengan cara merendahkan tubuh (kaki jongkok) tidak boleh dengan membungkukan diri.Penyebab : produksi sel darh putih meningkat .Cara mengatasinya : 1.Cara mengatasi : 1. diit banyak yang mengandung kalsium maupun fosfor 2.Penyebab : adanya pergeseran titik gaya berat perubahan postur tubuh akibat bobot kehamilan yang semakin membesar postur tubuh yang tampak lordosis akan mempertegang otot punggung dan menyebabkan rasa nyeri dan sakit pada wanita hamil. mengangat kaki lebih tinggi secara periodik sepanjang hari 4. 2. Ketika akan berdiri dari posisi merunduk rentangkan kaki dan salah satu kaki agak ke depan sehingga adal landasan luas bagi keseimbangan. seledri. Istirahat yang cukup ± 1 jam pada siang hari dan ± 8 jam pada malam hari 3. kangkung. vulva tidak boleh lembab 2. sering ganti CD.3.4 Rasa sakit pada pinggang Terjadi pada lumbral sakral . 5. senam umum untuk memperbaiki sirkulasi darah 3.2 Punggung atas sakit Biasanya karena ada pembesaran peyudara sehingga dada seolah-olah tertarik ke depan dan punggung bagian atas tanpa disadari mengimbangi tertarik kebelakang sehingga lama kelamaan timbul rsa sakit pada punggung bagian atas. Ibu hamil harus meluruskan kakinya yang kram dan meruncingkan telapak kainya bila sedang diatas ia tidur sehingga memerlukan peneanannya yang kuat terhadap dasar telapak kaki bisa ditekan pada lantai dengan tujuan akan memperbaiki sirkulasi 2.3.

Hindari pakaian yang ketat 2. (Manuaba. kebidanan dan pembedahan. Persiapan persalinan cukup bulan. termasuk riwayat. 4. Memposisikan diri dalam keadaan miring pada saat berdiri 5. Kenakan korset / penopang abdomain yang bisa meringankan tekanan pada venavena penggul 2. Naikkan kaki secara periodik sepanjang hari 4. melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin 6.8 Sesak nafas Terjadi karena perubahan sistem pernafasan tulang rusuk mengembang sehingga kapasitas paru tidak mengembang . Mempersiapkan ibu agar masa nifasnya berjalan normal dan pemberian asi ekslusif .Penyebab : 1. 1998 : 129) 2.4.7 Varices Timbul dari sirkulasi vena yang terganggu pada vena yang mengalami tekanan yang pada tungkai bagian bawah.4 ANC (antnatal care) 2.3. 5.2 Kebijakan program ANC 2. Jelaskan tentang fisiologisnya 2.Penyebabnya : 1. Kalau tidur anjurkan pakai bantal yang lebih tinggi 2. Saat istirahat kaki dinaikkan secara periodik 4. Pembesaran rahim dan adanya tekanan diafragma 2. 2.4. Karena tekanan dari uterus yang membesar pada vena panggul karena ibu hamil tersebut sedang duduk / berdiri dan pada vena cava inferior ketika wanita sedang berbaring atau berdiri. penyakit secara umum. mental dan sosial ibu dan bayi. Dengan pakaian uyang sempit akan menghambat aliran baik vena dari tungkai bagian bawah dan akan membuat masalah apabila lebih parah . Ide Bagus. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. .Cara mengatasinya : 1. Tekanan dari uterus yang makin membesar 2. Berbaring dalam posisi tegak lurus bisa beberapa /hari 2. Senam umum (hamil) 3. . Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik.1 Tujuan ANC ANC adalah pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dan rahim. Pakaian yang ketat sehingga menghambat alairan darah balik dari tungkai bawah . Hindari pakaian yang terlalu ketat 3.Pada umumnya oedema akan terliaht pada tungkai dan kaki oedema tungkai adalah akibat dari sirkulasi vena meningkat di dalam tungkai bawah. Anjurkan untuk jalan-jalan berdiri dan rentnagkan tangan di atas kepala serta menarik nafas panjang 4. Hindari berdiri yang terlalu lama 2.Penyebab : 1.Cara mengatasinya 1. Kegiatan paru bertambah selain untuk menyuplai kebutuhan ibu guna untuk mencukupi kebutuhan janin akan O2 .3.Cara mengatasinya : 1. Atur laju pernafasannydan ambil nafas dalam 3. Memantau kemajuan kehamilan dan memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin 3.

4. artinya petugas berusaha meramalkan apakah persalinan di perkirakan akan berjalan dengan biasa.2 Pemeriksaan kehamilan meliputi : 1.4.3 Diagnosa atau ikhtisar pemeriksaan meliputi : 1. 2x pada triwulan III Pelayangan/asuhan 8. Pemberian imunisasi TT (tetanus toksoid) lengkap 12. Primi atau multi 3.4. Pemeriksaan umum . Timbang BB 9. Hamil atau tidak hamil 2. 1x pada triwulan I 2.Perkusi 3. Intra uterin atau ekstra uterin 8.1 Anamnesa meliputi : a. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan 2.Palpasi . Ukur tekanan darah 10. Pemeriksaan umum 2. Riwayat kehamilan yang sekarang c. Pemberian tablet Fe minimum 90 tablet selama kehamilan 13. Tes terhadap pras 14.153:200) 7. Letak atau posisi janin 7.Pemeriksaan dengan spekulum 4.Urine 2. Riwaya penyakit yang pernah diderita ibu dan keluarga e. 1986.4.Pemeriksaan vulva . Anak hidup atau mati 5. Tuanya kehamilan 4. . Pemeriksaan labolatorium .Auskultasi . atau dirumah saja apakah proses persalinan harus dipimpin oleh dokter ahli atau oleh seoramg bidan dan apa saja yang harus disediakan supaya persalinan dapat berlangsung dengan selamat bagi sang ibu /sang anak. sulit atau berbahaya Ramalan ini perlu untuk menentukan apakah penderita harus bersalin di RSUD (persalinan ). Riwayat sosial ekonomi 2.4. Pemeriksaan dalam . Keadaan umum penderita 2.4. Identitas diri dan keluarga b.4. Keadaan jalan lahir 9.4 Prognosa atau ramalan meliputi : Setelah pemeriksaan selesai maka atas dasar pemeriksaan kita harus bisa daoat membuat orognosa kehamilan.Darah .4. 1x pada triwulan II 3. (Sastrowinoto sulaiman.4. Ukur tinggi fundus uteri 11. Amak tunggal atau kembar 6.3 Cara pemeriksaan kehamilan Kunjungan sebaiknya dilakukan paling sedikitnya 4 kali selama kehamilan 1. Riwayat obstetri yang lalu d.4.Mempersiapkan peran ibu dan keluarganya dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal 2.4 Cara pemeriksaan lochea meliputi 2. rumah bersalin.

Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya. Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat dan rasional berdasarkan keputusan yang dibuat pada langkah-langkah sebelumnya. Pengertian  Proses pemecahan masalah  Digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah. Langkah ini membutuhkan antisipasi.Melalui suatu proses yang disebut manajemen kebidanan * Manajemen Kebidanan menurut Varney. * Langkah IV: Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. pemeriksaan khusus (inspeksi. biopsikologi. Langkah-langkah Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk memulai keadaan klien secara keseluruhan.  Penemuan-penemuan keterampilan dalam rangkaian atau tahapan yang logis. Pelaksanaan langsung asuhan secara efisien dan aman. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi atau diantisipasi. palpasi. riwayat kehamilan. Data objektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien. 2.Bertahap dan sistematis . Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. II. IV. * Langkah II : Interpretasi Data Dasar Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. Menginterpretasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa atau masalah.5 Konsep Asuhan Kebidanan * Asuhan kebidanan adalah bantuan yang diberikan oleh bidan kepada individu pasien atau klien yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara: . kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien. VII. * Langkah V : Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh Pada langkah ini direncanakan usaha yang ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. Mengevaluasi keefektifan asuhan yang dilakukan. mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek asuhan yang tidak efektif. pemeriksaan penunjang (laboratorium. auskultasi. bila memungkinkan dilakukan pencegahan. III. hasil laboratorium dan test diagnostik lain yang dirumuskan dalam data fokus. * Langkah III: Mengidentifikasi Diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi. 2. spiritual. riwayat kesehatan. perkusi). * Langkah 1: Tahap Pengumpulan Data Dasar Pada langkah pertama ini berisi semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. untuk melakukan konsultasi. Data objektif terdiri dari pemeriksaan fisik yang sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tandatanda vital. konsultasi. Data subjektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa. persalinan dan nifas. V. kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta rujukan berdasarkan kondisi klien.  Untuk pengambilan suatu keputusan  Yang berfokus pada klien. Yang terdiri dari data subjektif data objektif.I. Bidan diharapkan dapat waspada dan bersiap-siap diagnosa atau masalah potensial ini benar-benar terjadi. 1997 1. Yang termasuk data subjektif antara lain biodata. VI. . catatan baru dan sebelumnya). riwayat menstruasi. pengetahuan klien.

Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian lagi oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya. Rencana tersebut dianggap efektif jika memang benar dalam pelaksanaannya. Penatalaksanaan aktif kala III yang meliputi pemberian oksitosin dengan segera. Dengan asuhan kebidanan benar dan tepat klien akan dapat melalui persalinan dengan normal. Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan / hampir cukup bulan.1 Latar Belakang Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian yang normal. (Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal : N19) Untuk itu manajemen asuhan kebidanan merupakan suatu rangkaian yang sangat penting yang harus dikatakan oleh petugas kesehatan atau bidan. persalinan dan nifas . janin yaitu penurunan presentasi janin dan kembali normalnya detak jantung bayi selama kontraksi. 1. Masa post partum adalah saat paling kritis untuk mencegah kematian ibu. (Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal : N19) Kala IV merupkan waktu yang paling kritis ibu dan bayi. Walau bidan tidak melakukan sendiri ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya. Disusul dengan pengeluaran plasenta dengan selaput janin dari tubuh ibu. (Sinopsis Obstetri. Evaluasi terhadap asuhan yang telah diberikan bertujuan agar supaya apabila ada tindakan atau asuhan yang diberikan kurang tepat maka bisa dilakukan pengkajian dan perbaikan. Kelahiran seorang bayi juga merupakan peristiwa sosial bagi ibu dan keluarga yang menantikannya selama 9 bulan. Selama kala II petugas harus terus memantau tenaga atau usaha mengadan dan kontraksi uterus. Keduanya baru saja mengalami perubahan fisik yang luar biasa. INC BAB I PENDAHULUAN 1. itu melahirkan bayi dari perutnya dan bayi sedang menyesuaikan diri dari dalam perut ke dunia luar. Tujuan dari obstetric ialah membawa ibu dan anak dengan selamat melalui. Kala III merupakan saat dimana plasenta dilahirkan yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit. pengendalian tarikan pada tali pusat dan pemijatan uterus segera setelah plasenta lahir merupakan langkah-langkah yang harus dilaksanakan agar plasenta dapat segera dilahirkan.* Langkah VI : pelaksanaan langsung asuhan dengan efisien dan aman Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman. lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam. terutama kematian disebabkan karena perdarahan. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban di dorong keluar melalui jalan lahir. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu). persalinan dan nifas. Selama 2 jam post partum petugas/bidan harus tinggal bersama ibu dan bayi untuk memastikan bahwa keduanya dalam kondisi yang stabil dan mengambil tindakan yang tepat untuk melakukan stabilisasi. peranan ibu adalah untuk mendeteksi dini adanya komplikasi disamping itu bersama keluarga memberikan bantuan dan dukungan ibu bersalin. dengan memperhatikan aspek sayang ibu dan bayi serta bagian tersebut dimasukkan dalam persalinan bersih dan aman termasuk hadirnya keluarga atau orang-orang yang memberi dukungan pada ibu. 1998 : 91 dan Obstetri Patologi : 154) Tujuan asuhan persalinan adalah memberikan asuhan yang memadai selama persalinan dalam upaya mencapai pertolongan persalinan yang bersih dan aman. * Langkah VII: Evaluasi Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar tetap terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah. tanpa komplikasi baik pada ibu maupun janinnya.1 Latar Belakang Ilmu kebidanan adalah ilmu yang mempelajari kehamilan. Ketika persalinan dimulai. masa kehamilan.

1 Pengertian .2 Pelaksanaan Pelaksanaan praktek di lapangan dilakukan di RB Soegiarti mulai tanggal 10 Desember . 1.29 Desember. 1. tujuan umum.3.1. intervensi. dan nifas.1 Bagi penulis Meningkatkan pengetahuan dan mendeteksi secara dini permasalahan pada klien serta melakukan pemeriksaan atau pencegahan dan tindakan dengan memberikan penyuluhan perawatan dan rujukan 1. diagnosa dan masalah.dengan kerusakan yang sedikit-dikitnya secara lebih luas. metode penulisan dan sistematika penulisan Bab II : Tinjauan pustaka menguraikan pengertian persalinan. tujuan khsus. tanda-tanda persalinan. 1.1 Konsep Dasar Persalinan 2. pelaksanaan dan evaluasi Bab IV : Kesimpulan dari semua materi dan data yang ditulis Bab V : Daftar pustaka yang mencatat seluruh buku yang dijadikan panduan dari materi yang ditulis.3 Bagi institusi pendidikan Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa akademi kebidanan dalam hal yang berhubungan dengan ibu hamil. BAB II LANDASAN TEORI 2. diagnosa potensial. Betapa berat dan luasnya dan betapa pentingnya tugas ini baru dapat kita insafi kalau kita mengtahui berapa banyak orang bersalin setiap tahun dan berapa karena persalinan. faktor-faktor yang berperan dalam persalinan. identifikasi kebutuhan tindakan segera.3.3 Sistematika Penulisan Dalam penulisan makalah ini dibuat garis besar sebagai berikut : Bab I : Pendahuluan yang menguraikan latar belakang. proses persalinan dan kebutuhan pada saat intrapartum Bab III : Tinjauan kasus yang menguraikan pengkajian data subyektif dan obyektif.4 Sistematika penulisan Halaman judul Lembar pengesahan Kata pengantar Daftar isi Bab I Pendahuluan Tujuan Pelaksanaan Sistematika penulisan Bab II Landasan Teori Bab III Tinjauan Kasus Bab IV Penutup Daftar Pustaka 1. Tujuan dari obstetri ialah pengeluaran dan optimalisasi dari reproduksi manusia. persalinan.3 Manfaat penulisan 1.3.2 Metode Penulisian Wawancra klien untuk memperoleh data dan masalah yang dirasakan 1. intepretasi data dasar.2 Bagi klien Agar klien mengetahui dan memahami perubahan dan masalah dan proses persalinan yang akan dialami pada ibu bersalin sehingga klien mengerti dan memahami keadaannya 1.

(Kapita Selekta Kedokteran I. Passage Jalan lahir Proses Persalinan Mempunyai beberapa tahap antara lain : 1.1. Kala I Adalah kala pembukaan yang berlangsung antara pembukaan 0 sampai lengkap 10 cm kala satu lamanya pada primigravida 12 jam pada multigravida 8 jam.Fase dilatasi maksimal : pembukaan 4-9 cm lamanya 2 jam . (Manuaba 1998 : hal 165) Faktor-Faktor Yang Berperan Dalam Persalinan a.Fase diselerasi : pembukaan menjadi lambat kembali 9-10 cm Fase-fase tersebut diatas berbeda antara primigravida dan multigravida Primigravida Multigravida 2. 1993 : 221) Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina kedunia luar.  Fase laten : pembukaan 0-3 cm lamanya 7-8 jam  Fase aktif : . (Ilmu Kebidanan. Pengeluaran cairan Pada beberapa kasus terjadi ketuban pecah yang menimbulkan pengeluaran cairan sehinga sebagian besar ketuban baru pecah menjelang pembukaan lengkap. 2001) Persalinan prematur adalah persalinan saat kehamilan 28-36 minggu dengan berat janin 1000-2500 gram.1. Dengan pecahnya ketuban diharapkan persalinan berlangsung dalm 24 jam.Fase selerasi : pembukaan menjadi 4 cm lamanya 2 jam . Disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh itu. (Obstetri Fisiologi.1. Passanger Janin dan placenta c. (Kapita Selekta Kedokteran I. 2002 : 180) Persalinan adalah persalinan dengan presentase belakang kepala yang berlangsung spontan dalam 24 jam. tanpa menimbulkan kerusakan yang berlebih pada ibu dan anak. Terjadinya HIS persalinan HIS persalinan mempunyai sifat :  Pinggang terasa sakit  Sifatnya teratur  Interval makin pendek  Kekuatannya makin besar  Makin beraktivitas (janin) kekuatannya makin besar 2. 1984 : 154)  Definisi Persalinan menurut tuanya kehamilan Persalinan imatur adalah persalinan saat kehamilan 20-28 minggu dengan berat janin antara 500-1000 gram (Kapita Selekta Kedokteran I.2 Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan perngeluaran bayi yang cukup bulan / hampir cukup bulan.3 2. 2001) Persalinan aterm adalah persalinan saat kehamilan 36-40 minggu dengan berat janin 2500-4000 gram.4 .2. Pengeluaran lendir dan darah Dengan HIS persalinan terjadi perubahan serviks yang menimbulkan Pendataran dan pembukaan serviks Pembukaan menyebabkan lendir yang terdapat pada kanalis servikalis lepas Terjadi perdarahan karena kapiler pembuluh darah pecah 3. (Obstetri Patologi. Power (tenaga) His (kontraksi otot rahim) Kontraksi otot dinding perut Kontraksi diafragma pelvis / kekuatan mengejan Ketegangan dan kontraksi ligamentum rotundum b. 2001) Tanda-tanda persalinan 1.

. penyusutan ukuran rongga ini menyebabkan berkurangnya tempat implantasi placenta.Pada primigravida : ± 1. Tanda dan gejala kala II .Cara Dunan Pelepasan plasenta daridarah tepi sehingga terjadi perdarahan dan diikuti oleh pelepasan plasenta .5 jam . maka placenta akan menekuk.Ibu merasakn makin meningkatkan tekanan pada anus dan atau vaginanya .Bentuk kombinasi pelepasan plasenta • Terjadinya kontraksi rahim sehingga membulat. Serviks Berlangsun Servik mendatar dan membuka secara bersamaan Berlangsung 6-7 jam Kala II Kala II persalinan dimulai ketika pembukaan lengkap 10 cm dan berakhir dengan lahirnya bayi.Pengeluaran darah tiba-tiba c. . a.Ibu dusuruh mengejan sehingga tali pusat ikut turun/memanjang bila mengejan dihentikandapat terjadi 3. Kala II dikenal sebagai kala pengeluaran a.mendatar baru dilatasi g 13-14 jam 2. Karena tempat implantasinya semakin kecil placenta tidak berubah.Terlihat bagian-bagian kepala bayi pada introitas vagina c.Pada multigravida : ± 30 menit Kala III Kala III dimulai sejak lahirnya bayi sampai lahirnya placenta yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit.Perinium menonjol .Tali pusat dikencangkan . Tanda-tanda lepasnya placenta .Perubahan pada fundus uteri . Diagnosa kala II dapat ditegakkan .Vulva vagina dan spingater ani terlihat membuka b.Ibu merasakan ingin meneran bersamaan dengan terjadinya kontraksi . Fisiologi kala III persalinan Pada kala III persalinan otot uterus berkontraksi dengan mengikuti berkurangnya ukuran rongga uterus secara tiba-tiba setelah lahirnya bayi.Tangan ditekan diatas symphisis.Tali pusat memanjang . Tanda-tanda placenta telah lepas  Prasat krustner . keras dan terdorong keatas • Placenta di dorong segmen bawah rahim • Tali pusat menjadi panjang • Terjadi perdarahan mendadak d. b. Cara-cara pelepasan plasenta .Adanya pembukaan serviks lengkap 10 cm . Lamanya kala II persalinan . menebal kemudian dilepaskan dari dinding uterus. bila tali pusat masuk kembali berarti placent abelum lepas  Prasat klien .Cara Scultze Pelepasan plasenta mulai dari pertenganhan sehingga plasenta lahir diikuti oleh pengeluaran darah.

Dalam kala IV klien masih membutuhkan pengawasan yang intensif karena perdarahan yang disebabkan atonia uteri masih mengancam maka dalam kala IV klien belum boleh dipindahkan ke kamar dan tidak boleh ditinggalkan oleh bidan Hal-hal yang harus ditinggalkan oleh bidan dalam kala IV : 1. Mengatur posisi ibu.2. mudah mengedan.2.1. dengan cara : Menjaga privasi ibu Penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan Menjelaskan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu 5. kurangnya trauma vagina dan perenium dari infeksi 6.5 Kebutuhan Pada Saat Intra Partum 1.Tarikan tersa berat dan tali pusat tidak memanjang. berarti placent sudah lepas. Menjaga kebersihan diri Ibu tetap dijaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi Jika ada darah lendir atau cairan ketuban segera dibersihkan 3. Mengipasi dan mesase untuk menambah kenyamanan 4.1 Pengertian Asuhan kebidanan adalah bantuan yang diberikan oleh bidan kepada individu pasien kepada individu pasien atau klien yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan sistematis melalui suatu proses yang disebut manajemen kebidanan 2. Menjahit robekan perenium 3. kedua tangan ditarik berlawanan dapat terjadi : . Memeriksa bayi 2. Menjaga kandung kemih tetap kosong dan dianjurkan berkemih sesering mungkin 7. bila getarannya sampai pada tali pusat berarti placenta belum lepas Prasat manuaba Tangan kiri memegang uterus pada segmen bawah rahim sedangkan tangan kanan memegang dan mengencangkan tali pusat.2 Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin 2. berarti plasenta belum lepas . mengipasi dan memijat ibu 2.  • Tali pusat tertarik kembali berarti placenta belum lepas • Tali psuat tetap di tempat berarti plasenta sudah lepas Prasat stessman Tali pusat dikencangkan dan rahim diketok-ketok. Memberikan dukungan mental untuk mengurangi kesemasan atau ketakutan ibu. . Memberikan cukup minum : memberi tenaga dan mencegah dehidrasi 2. Dalam membimbing mengedan dapat dipilih posisi berikut : Jongkok Menungging Tidur miring Setengah duduk Posisi tegak ada aitannya dengan berkurangnya rasa nyeri. Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu dengan Mendampingi ibu agar merasa nyaman Menawakan minum. Pengawasan perdarahan post partum 2. (Manuaba 1998 : 183) Kala IV Kala IV persalinan dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir 2 jam setelahnya.2 Tujuan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin  Digunakan sebagai metode utnuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah  Digunakan untuk memantau keadaan kesehatan ibu dan janin serta memastikan kondisi ibu dan janin sehat sehingga persalinan berjalan dengan nomal 4.Tarikan terasa ringan (mudah) dan tali psuat memanjang.

5 Menyusun rencana asuhan menyeluruh dengan tepat dan rasional berdasarkan keputusan yang dibuat pada langkah-langkah sebelumnya. catatan baru dan sebelumnya). perkusi dan auskultasi) pemeriksaan penunjang (labolatorium. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi atau diantisipasi Langkah VI : Pelaksanaan langsung asuhan dengan efisien dan aman Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman. biopsikologis dan pengetahuan klien.3.2.6 Pelaksanaan langsung asuhan secara efisien dan aman 2. Yang terdiri dari semua data subyektif dan data obyektif. Langkah II : Intepretasi Data Dasar Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau maslah berdasrkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. riwayat kesehatan.2.3.1 Pengumpulan semua dada yang dibutuhkan utnuk menilai keadaan klien secara keseluruhan 2. konsultasi. palpasi. Walaupun bidan tidak melakukan sendiri. Langkah III : Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial adan mengantisipasi penanganannya.2 Mengintepretasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa atau masalah 2.3  Untuk pengambilan keputusan atau pemecahan masalah yang berfokus pada klien Langkah-Langkah Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin 2. kolaborasi degan tenaga kesehatan lain serta rujukan berdasarkan kondisi klien 2.2. bila memungkinkan dilakukan pencegahan. 2.2.3.7 Mengevaluasi keefektifan asuhan yang dilakukan. 2. Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian lagi oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya. riwayat mendstruasi.2.2.2. konsultasi.4 Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. Langkah ini membutuhkan antisipasi.3. Langkah IV : Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera.3. pemerksaan khusus (inspeksi. Data subyektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa. yang termasuk data subyektif antara lain : Biodata.3.2. Data obyektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien. mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek asuhan yang tidak efektif Langkah I : Tahap Pengumpulan Data Dasar Pada langkah pertama ini berisi semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. hasil labolatorium dan test diagnostik lain yang dirumuskan dalam data fokus. persaliann dan nifas yang lalu. Bidan diharapkan dapat waspada dan bersiap-siap jika diagnosa atau masalah potensial ini benar-benar terjadi. kolaborasi degan tenaga kesehatan lain serta rujukan berdasarkan kondisi klien Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan utnuk dikonsultasikan atau ditanganoi bersama anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien Langkah V : Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh Pada langkah ini direncanakan usaha yang ditentukan oleh langkah-l. ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya Langkah VII : Evaluasi Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benat .2. Data obyektif terdiri dari pemeriksaan fisik sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tanda-tanda vital.3 Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial dan mengatasi penanganannya.angkah sebelumnya. riwayat kehamilan. Pada langkah ini kita mengidentifikasi aslah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi.3.

Missal ekstrasi dengan forceps. Lakukan pemeriksaan vulva 2. Persalinan anjuran ialah persalinan terjadi bila bayi sedah cukup besar untuk hidp di luar. Persalinan spontan ialah persalinan ini berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri melalui jalan lahir. menapsir berat janin 4.1 Pengertian Persalinan ialah serangkaian kegiatan yang berakhir dengan pengeluaran baik yang cukup bulan atau hampir cukup bulan. konjugata vera. Tentukan His. Lakukan pemeriksaan VT 3. . presentasi janin. Melakukan pemeriksaan leopold I-IV 2. Hasil pemeriksaan di lembar patograf.1 Kala I : kala pebukaan serviks Proses pembukaan servik pada ultigravida terdiri dari 2 fase : Kala I fase latent Berlangsung selama 8 jam sampai pembukaan 4 cm his masih lama dengan frekwensi his jarang Kala I fase aktif • Fase akselerasi : lamanya 2 jam dengan Ø 2-3 cm • Fase dilatasi maksimal : lamanya 2 jam dari Ø 4-9 cm • Fase deselerasi : lamanya 2 jam pembukaan Lebih dari 9 cm.tetap terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah. Tentukan kondisi janin. Memimpin persalinan kala I Menilai kondisi ibu 1. Nilai kondisi panggul dalam (promontorium. reaksi optimal. artus pubis. disusul dengan pengeluaran placenta dan selaput janin dari tubuh ibu. Nilai tanda-tanda vital 3. Rencana tersebut dianggap efektif jika memang benar dalam pelaksanaannya. pantau kemajuan persalinan normal. linea inominata. jumlah janin. tetapi tidak sedemikian besarnya menimbulkan kesulitan dalam persalinan 2. menilai turunnya kepala janin. janin di dalam atau di luar rahim. laa kontraksi (detik). kesimpulan panggul dalam)  Menilai adanya tumor  Tentukan lambing foto polvik  Tetapkan diagnosa inpartu dan rencana persalinan. Nilai keadaan umum dan kesadaran ibu 2. conjungtiva. interval dan intensitas kontraksi Melakukan pemeriksaan dalam 1. konsdisi ibu dan janin sesuai petunjuk patograf. Persalinan buatan ialah persalinan di bantu dengan tenaga dari luar. os cogxigis panggul patol. Lakukan pemeriksaan tubuh secara sistematis Melakukan pemeriksaan luar 1.2. BAB II LANDASAN TEORI 2. tulang sacrum dinding panggul samping spina iscidica. sampai pembukaan lengkap pada multigravida proses ini akan berlangsung lebih cepat. letak janin.2 Pelaksanaan proses persalinan normal Proses persalinan dibagi 4 kala : Kala I : kala pembukaan serviks Kala II : kala pengeluaran Kala III : kala uri Kala IV : hingga 2 jam setelah placenta lahir 2. Lakukan pemeriksaan DJJ 3. atau dilakukan operasi section cesarea. dominasi fundus. semetris. diagnosis.

Dapat disertai demam bila ada infeksi .Keluar air ketuban warna putih.Keringkan bayi dengan kain (bayi sudah keluar seluruhnya) . setelah placenta tampak di depan vulva tangkap placenta dengan cermat apakah ada selaput yang tertinggal atau placenta yang lepas. perineum tegang.Periksa leukosit darah > 15.Lahirkan bahu dengan tarik curam kebawah untuk mengeluarkan bahu depan. anus terbuka dan kepala bayi mulai kroning (kepala tampak dari luar 3-4 cm) .Tentukan nilai apgar score .2.000 / bila terjadi infeksi . 2.Pegang kepala bayi dengan biparietal bila ada lilitan tali pusat (tali pusat kendor. beri tahu ibu akan di suntik oksitosin 10 unit IM.Susukan bayi pada ibu 2.Amniosentesis . Manifestasi klinik . longgarkan dengan jari penolong.USG menentukan usia kehamilan. indeks cairan amnion berkurang Koplikasi Infeksi partus. Pada kehamilan 33-35 minggu lakukan terapi konservatif selama 24 jam lalu induksi .3 Penatalaksanaan Ketuban pecah dini pada kehamilan aterm dan preterem dengan atau tanpa komplikasi harus rujuk ke rumah sakit. . Jika tali pusat erat.Ganti kain pembungkus bayi dengan kain kering .4 Kala IV : hingga 2 jam setelah placenta lahir Pemantauan 2 jam post partum meliputi kondisi umum ibu TTV Patologi Ketuban pecah dini Adalah pecahnya selaput ketuban sebelum ada tanda-tanda persalinan.3 Kala III : kala uri (kala pengeluaran placenta) Berlangsung 5-15 menit setelah bayi keluar Kosongkan kendung kemih. kuning. Bersihkan lendir di mulut dan hidung bayi. . hidung. klem di dua tepat lalu potong). Periksa kontraksi uterus apabila baik akan terlihat fundus uteri keras seperti batu. prolaps tali pusat.Jepit tali pusat dengan klem 5 cm dari umbilicus.Pada periksa dalam selaput ketuban tidak ada. . berturut-turut akan lahir dahi. hijau. klem ke 2-3 cm dari klem 1 kemudian di lindungi dengan tangan kiri dan di potong .Kemudian apabila bahu keluar sanggah bayi dan selusuri dengan jempol di dada sampai mata kaki . keruh. 2.Saat his ibu di minta untuk meneran dengan kekuatan penuh . mata. Periksa ukuran dan berat placenta.Janin mudah diraba . Ibu di pimpin mengejan saat ibu terus-menerus ingin mengejan. preterm.2 Kala II : kala pengeluaran 1. dan dagu.2. mulut.2. sedikit atau banyak.Biarkan kepala bayi melakukan putar paksi luar. distosia bahu.Tes lakmus merah berubah menjadi biru . atau coklat.Inspikulo : tampak air ketuban mengalir atau selaput ketuban tidak ada Pemeriksaan penunjang . kemudian lakukan PTT Cara pengeluaran placenta sama dengan pengeluaran bayi sesuai dengan jalan lahir.Bila kemajuan persalinan tidak normal. . air ketuban sudah kering .Lahirkan kepala bayi dengan cara menahan perineum dengan menggunakan ibu jari dengan dan 4 jari lain tangan kanan yang ditutupi kain kain duk steril dan tangan kiri menahan kepala bayi agar tidak terjadi dilatasi maksimal. tarik curam keatas untuk melahirkan bahu belakang . tentukan tindakan yang perlu dilakukan atau rujuk ibu ke sarana medis yang memadai. 2.

SST selaku pembimbing akademik Prodi DIII Kebidanan STIKES ABI Surabaya. memberikan pendidikan pada ibu serta memberikan pelayanan kesehatan pada ibu dan bayi. Apabila tidak segera ditangani secara efektif akan membahayakan kesehatan. Dr. Sukarnik. dan di lanjutkan dengan masa nifas yang merupakan masa kritis bagi ibu dan bayinya. 6. PNC ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny. 3. Perubahan yang terjadi pada masa nifas tidak hanya terjadi secara fisik saja.persalinan. 4. Bila tidak ada his. Dan berbagai pihak yang telah membantu dalam penyelesaian asuhan kebidanan ini. Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat dalam penyusunan asuhan kebidanan ini. Bid. Hj. H. Bila terjadi infeksi. Pada kehaimlan lebih dari 36 minggu. Selama masa nifas ibu akan mengalami berbagai perubahan. akhiri kehamilan. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca demi peningkatan penyusunan asuhan kebidanan selanjutnya. Desember 2000 Penyusun BAB I PENDAHULUAN 1. SST selaku KAJUR Prodi DIII Kebidanan STIKES ABI Surabaya. sehingga penyusun dapat menyelesaikan asuhan kebidanan selama praktik klinik di BPS WINARNI Manyar-Gresik.terutama: 1. Penyusunan asuhan kebidanan ini merupakan tugas berstruktur di Akademi Kebidanan STIKES ABI Surabaya untuk memenuhi target yang telah ditetapkan. Soedibyo HP.R. Kemungkinan akan timbul masalah dan penyulit selama masa nifas. melaksanakan deteksi dini adanya komplikasi dan infeksi. Akan tetapi seluruh alat kandungan kembali seperti semula (sebelum hamil) dalam waktu kurang lebih 3 bulan. Sehingga . Dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. bahkan bisa menyebabkan kematian. lakukan induksi persalinan bila ketuban pecah kurang dari 6 jam . 2.Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan asuhan kebidanan ini. Sri Mekar. persalinan. Masa nifas (puerpurium) ada dan di mulai setelah plasenta lahir dan berakhir kira-kira 6 minggu. Prof. DTM selaku ketua STIKES ABI Surabaya. pemberian asuhan kebidanan kepada ibu dalam masa nifas sangat perlu dilakukan yang bertujuan untuk mencegah kesehatan ibu dan bayi. Lia Hartantai. “SDR” P30003 POST PARTUM HARI KE-1 DENGAN NIFAS FISIOLOGIS DI BPS WINARNI MANYAR – GRESIK KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah-Nya yang dilimpahkan. Gresik. Untuk itu. Di mulai dengan kehamilan. Winarni selaku pembimbing praktik di BPS WINARNI Manyar-Gresik. melainkan juga psikologis atau kejiwaan. 5. dr. SST selaku wali kelas semester V DIII Kebidanan STIKES ABI Surabaya.1 LATAR BELAKANG Setelah ibu melahirkan. maka ibu memasuki masa nifas atau yang lazim disebut puerperium. Bila ada his pimpin meneran dan lakkan akselerasi bila ada inersia uteri.

4 Identifikasi kebutuhan segera 3.1 Pengertian 2.2 Tujuan A. Tujuan umum B. Melakukan rencana tindakan pada ibu nifas. 7. pelayanan/asuhan merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu nifas normal dan mengetahui secara dini bila ada penyimpangan yang ditemukan dengan tujuan agar ibu dapat melalui masa nifasnya dengan selamat dan bayinya pun sehat. Oleh karena itu. 4.3 Metode penulisan 1.6 Implementasi 3.7 Kebutuhan dasar ibu masa nifas 2. B. Melaksanakan evaluasi pada ibu nifas. Tujuan umum Agar mahasiswa mampu memahami tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada masa nifas dan mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas.3 Perubahan system tubuh lainnya 2.8 Pengawasan akhir kala masa nifas 2. Setiap masa nifas dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi.4 Perubahan psikologis ibu nifas 2.2 Perubahan fisiologis pada ibu nifas 2.5 Program dan kebijakan ibu nifas 2.4 Sistematika penulisan BAB II : LANDASAN TEORI 2.3 Diagnosa masalah potensial 3. Menginterpretasi data pada ibu nifas. 1. 3.pemberian edukasi tentang informasi yang berkaitan dengan masa nifas sangat perlu diberikan pada ibu dalam masa nifas. Mengantisipasi masalah potensial pada ibu nifas. Tujuan khusus 1.2 Analisa masalah/Diagnosa 3.3 METODE PENULISAN Studi pustaka. Mengidentifikasi kebutuhan segera pada ibu nifas.2 TUJUAN A. 1. 1. Merencanakan tindakan dan rasionalisasi pada ibu nifas 6.6 Tanda-tanda bahaya ibu nifas 2.5 Intervensi 3.1 Pendahuluan 1. 2.7 Evaluasi .4 SISTEMATIKA PENULISAN Halaman judul Lembar pengesahan Kata pengantar Daftar isi BAB I : PENDAHULUAN 1. Bimbingan dan konsultasi. 5.1 Pemgkajian 3. Tujuan khusus Mahasiswa mampu : 1. Praktik langsung.9 Konsep asuhan kebidanan BAB III : TINJAUN PUSTAKA 3. Melaksanakan pengkajian data pada ibu nifas.

mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil. Tiap lobus terdiri dari lobuli yang terdiri pula dari acini. (Muchtar. d.2 PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA IBU NIFAS a. e. 2004: 176) Masa nifas adalah masa pulih kembali. Acini ini menghasilkan air susu. Tetapi luka bekas plasentanya tidak meninggalkan parut. tetapi karena setelah persalinan tidak di perlukan lagi peredaran darah yang banyak maka arteri harus mengecil lagi dalam masa nifas. terutama pada pinggir sampingnya. 1998: 115) Masa nifas adalah masa setelah partus selesai dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. ostium eksternum dapat dilalui oleh 2 jari. selama 2 hari berikutnya besarnya tidak seberapa berkurang.1 PENGERTIAN Masa nifas adalah waktu yang dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alatalat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Pada permulaan nifas plasenta mengandung pembuluh darah besar yang yang tersumbat oleh trombos. (Prawirohardjo. f. Perubahan pembuluh darah Dalam kehamilan. tidak rata. 2001: 316) 2. Involusi terjadi karena masing-masing sel menjadi lebih kecil. (Kapita selekta jilid I. pada servik terbentuk sel-sel otot baru hipersalifasiini dan karena terakhir retraksi dari serviks. Involusi tempat plasenta Setelah persalinan tempat plasenta merupakan tempat dengan permukaan besar. Pada umumnya ostium eksternum lebih besar dan ada retak-retak dan robekan-robakan pada pinggirnya. pinggirpinggirnya tidak rata tetapi retak-retak karena robekan dalam persalinan. Walaupun begitu setelah involusi selesai ostium eksternum tidak serupa dengan keadaannya sebelum hamil. lama masa nifas yaitu 6-8 minggu. di absorbsi. dan di buang dengan air kencing. Vagina yang sangat regang waktu persalinan lambat laun mencapai ukuran-ukurannya yang normal pada minggu ke-3 pada masa nifas rugae mulai tampak kembali. dimana masing-masing bermuara. c. b. Keadaan buah dada pada 2 hari pertama nifas sama dengan keadaan dalam kehamilan. tetapi pulih kembali dalam 6 minggu.BAB IV : KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA BAB II LANDASAN TEORI 2. Perubahan pada servik dan vagina Beberapa hari setelah persalian. Pada waktu . Tiap lobus mempunyai saluran halus untuk mengalirkan air susu. Fundus uteri 3 jari di bawah pusat. Hal ini di sebabkan karena luka di lepaskan dari dasarnya dengan pertumbuhan endometrium baru di tambah permukaan luka. 2002: 122) Masa nifas (puerpurium) adalah masa sesudahnya persalinan terhitung dari saat selesai persalinan sampai pulihnya kembali alat-alat kandungan . tetapi sesudah 2 hari uterus mengecil dengan cepat sehingga pada hari ke-10 tidak teraba lagi dari luar. zat protein dinding rahim di pecah. Biasanya luka yang demikian sembuh dengan menjadi parut. Dinding perut dan peritoneum Setelah persalinan dinding perut longgar karena di regang begitu lama. (Depkes. Involusi di sebabkan oleh proses autoksis. Laktasi Masing-masing buah dada terdiri dari 15-24 lobus yang terletak terpisah satu sama lain oleh jaringan lemas. RI. Involusi uterus Setelah plasenta lahir. uterus merupakan alat yang keras karena kontraksi dan relaksasi otot-otot. dan kira-kira sebesar telapak tangan. saluran ini disebut duktus laktiferus yang memusat menuju puting susu.uterus banyak pembuluh-pembuluh darah yang besar. robekan serviks manjadi sembuh. cytoplasmanya yang berlebihan di buang.

Nadi Nadi umumnya 60-80 x/menit dan segera setelah partus dapat terjadi takikardi. sel-sel desidua. b. dan mekonium selama 2 hari pasca persalinan. lanugo. 2. Menjadi seorang ibu berarti memperoleh identitas baru yang membutuhkan pemikiran dan pengenalan yang lengkap tentang diri sendiri. Sistem musculoskeletal Terjadi penuruna tonus otot secara bertahap. Ada beberapa tahap dalam pelaksanaan peran ibu: 1. Lochea rubra Berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban. Lochea sanguinolenta Berisi darah berwarna merah kuning dan lender. Pada 24 jam PP terjadi nyeri. Sistem perkemihan dan buang air besar Miksi harus secepatnya dapat dilakukan sendiri. Lochea Adalah cairan yang berasal dari cavum uteri dan vagina dalam masa nifas. Bila kandung kemih penuh dapat dilakukan kateterisasi untuk mengistirahatkan kandung kencing sehingga kelancaran kedua sistem tersebut berlangsung dengan baik.5°C dari keadaan normal. c.itu buah dada belum mengandung susu melainkan colostrums ysng di keluarkan dengan memijat areola mamae. e. Suhu badan Suhu badan pasca persalinan dapat naik lebih dari 0. Formal Yaitu dimulai dengan peran sesungguhnya seorang ibu. Seorang ibu / wanita membutuhkan proses belajar melalui serangkaian aktivitas berupa latihan-latihan. penyesuaian social dan psikologi terhadap peran barunya dengan mempelajari apa yang di butuhkan untuk menjadi seorang ibu. Pada nifas umumnya denyut nadi lebih labil di banding suhu badan. Sistem karsiovaskuler Secara bertahap akan kembali normal karena cardiac output setelah 2-9 hari akan kembali seperti sebelum hamil. cairan tidak berdarah lagi pada hari ke 7-14 pasca persalinan. Umumnya suhu badan kembali normal. . vernik kaseosa. lemah pada kaki karena ketegangan otot dan penggunan tenaga.3 PERUBAHAN SISTEM TUBUH LAINNYA a. bila lebih dari 38°C kemungkinan terjadi infeksi. 2. Pencapain peran ibu di mulai selama hamil sampai 6 bulan setelah persalinan. Informal Yaitu ibu mampu menemukan jalan yang baik untuk melaksanakan peran seorang ibu. BAB harus dilakukan setelah 2 hari PP. d. Lochea alba Cairan putih selama 2 minggu. 2. g. 3. Bila terdapat takikardi dan badan tidak panas mungkin ada perdarahan berlebihan / penyakit jantung.4 PERUBAHAN PSIKOLOGIS PADA IBU NIFAS  Peran sebagai ibu Teori Reva Rubin Penekanan teori Rubin pada pencapain peran ibu. Setelah 1 minggu PP volume darah akan kembali stabil. Lochea serosa Berwarna kuning. hari ke 3-7 persalinan. Kelainan bayi sering menimbulkan trauma musculo pubococygealdan sfingter mayor pubis. Antisipatori Yaitu masa sebelum menjadi ibu. Tetapi tidak lebih dari 39°C sesudah 12 jam pertama setelah melahirkan. Teori Ramonat T Marcer Penekanan pada stress ante partum dan pencapaian peran ibu.

. 2.5 PROGRAM KEBIJAKAN TEKNIS Paling sedikit 4x kunjngan masa nifas dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi dan untuk mencegah. fisik antara orang tua dan bayi segera setelah lahir. dan fisik yang akrab). 2. 4. Teori Jean Ball Penekanan pada agar ibu mampu melaksanakan tugas sebagai ibu baik fisik dan psikologis. Factor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan teori ini terbentuk 3 element: 1. Mwnilai adanya tanda-tanda demam. Pemberian ASI awal. Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi. dan tidak ada bau. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit. 2. Menurut Nelson  Bounding : dimulainya interaksi emosi sensorik. perdarahan abnormal. cairan. dan tidak ada bau. tidak ada perdarahan abnormall. Benner dan Brown (1989)  Bounding : terjadinya hubungan orang tua dan bayi sejak awal kehidupan. Pandangan masyarakat terhadap keluarga. Memberikan konseling pada ibu / salah satu anggota keluarga. 3. Kunjungan Waktu Tujuan 1 6-8 jam setelah 1. infeksi.  Attachment : pencurahan kasih sayang diantara individu. uterus berkontraksi. 4. Memastikan persalinan involusi uterus berjalan normal. Memastikan ibu mendapat cukup makanan. 5. 2. Bounding dan Attachment 1. mendeteksi.Personal Yaitu wanita yang telah mahir dalam melaksanakan perannya. Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan. 5. Mencegah persalinan perdarahan masa nifas karena atonia uteri. support terhadap kepribadian wanita. dan istirahat. hubungan emosi. 2 6 hari setelah 1. Pelayanan maternitas.  Attachment : ikatan efektif yang terjadi diantara individu (pencurahan perhatian. 2. dan menangani masalah-masalah. Melakukan hubungan antara ibu dan BBL 6. fundus di bawah umbilicus. bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri. rujuk bila perdarahan berlanjut. 3. 3. Memberikan 4.

Sisa uri. b. i. panas. 1. perawatan tali pusat. Perdarahan pervaginam banyak dan menggumpal Kurang dari 24 jam PP. Istirahat. Suhu lebih dari 385°C. Memberikan konseling untuk program KB secara dini. Suhu tidak lebih dari 38°C. e. 2. Payudara yang berubah menjadi merah. Mengurangi jumlah ASI yang di produksi. Memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan. Loche berbau Kemungkinan penyebabnya adalah : koprostatis (lochea yang tertimbun pada vagina). .3 2 minggu setelah persalinan 4 6 minggu setelah persalinan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi. Rasa sakit waktu BAK. 2. penyebabnya adalh sisa uri. penyebabnya: 1. Mastitis. Perdarahan karena luka jalan lahir. Kaki teras sakit. Mastitis 1. kemerahan. 2. Flegmasia Alba Dollens. g. nyeri tekan. merah. dan bengkak Kemungkinan penyebabnya adalah tromboplebitis femuralis. 2. kemungkinan penyebabnya adalah sistitis Gejala : . 2. 3. keras. Menenyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit yang ibu dan bayi alami. d. c. Sama seperti kunjungan ke-2 2. menjaga bayi tetap hangat. Menyarankan ibu untuk tidur siang. and terasa nyeri Bendungan payudara 1. Sarankan ibu untuk kembali ke kegiatan rumah tangga biasa perlahanlahan. f. Bengkak.6 TANDA-TANDA BAHAYA MASA NIFAS a. Kehilangan nafsu makan dalam waktu yang lama. dan merawat bayi sehari-hari. Demam Kemungkinan penyebabnya adalah : Febris puerpuralis. Kontraksi lemah / inertia uteri.Waktu BAK terasa sakit. h. Nyeri kepala yang terus-menerus. Lebih dari 24 jam PP. Terjadi pada minggu ke-2 PP 3. Kurang istirahat dapat mempengaruhi ibu dalam beberapa hal : 1. Rasa sangat sedih atau tidak mampu mengsuh sendiri bayinya. .Pada daerah atas symphisis ada nyeri tekan. Menganjurkan ibu untuk beristirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. 1. 2. Terjadi dalam minggu-minggu pertama PP.7 KEBUTUHAN DASAR IBU NIFAS a.

Keluarga berencana.Bila lecet berat istirahat 24 jam. c. . Menyarankan ibu untuk ganti pembalut minimal 2 x/hari. . . sehingga dapat menilai perlukaan post partum. a. . c. 2. Menganjurkan ibu menjaga kebersihan seluruh tubuh. Secara fisik aman untuk berhubungan suami istri begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan 1 atau 2 jari ke dalam vagina tanpa rasa nyeri. e. d. Melakukan pemeriksaan inspekulo. maka aman untuk melakukan hubungan suami istri kapan saja ibu siap. Hubungan seksual.8 PENGAWASAN AKHIR KALA NIFAS Pemeriksaan akhir kala nifas (post partum) sangat penting karena dapat digunakan untuk melakukan pmeriksaan khusus sebagai berikut : Melakukan pemeriksaan pap smear untuk mencari kemungkinan kelainan sitologi sel servik / sel endometrium. Namun petugas kesehatan dapat membantu merencanakan dengan mengajarkan kepada mereka tentang cara mencegah kehamilan yang tidak diinginkann biasanya wanita tidak akan menghasilkan telur (ovulasi) sebelum ia mendapatkan lagi haidnya selama meneteki. metode amenorhea laktasi dapat dipakai sebelum haid pertama kembali untuk mencegah terjadinya kehamilan baru. .Memakai BH yang menopang. Perawatan payudara. Personal hygiene. b. 2. kompres payudara dengan basah dan hangat ± 5-10 menit. .Bila payudara bengkak akibat bendungan ASI. Mempersiapkan untuk menggunakan metode KB.Menjaga payudara tetap bersih dan kering. 3. Bertahap dan sistematis. Menilai seberapa jauh involusi uteri. Melalui suatu proses yang disebut manajemen kebidanan. vitamin.Bila puting susu lecet. Minum air putih ± 3 liter/hari. Idealnya pasangan harus menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum ibu hamil kembali. Konsumsi 500 kalori / hari.9 KONSEP ASUHAN KEBIDANAN Asuhan kebidanan adalah bahan yang diberikan oleh bidan kepada klien yang penatalaksanaannya dilakukan dengan cara : a. dan mineral yang cukup. d. b. oleskan ASI yang keluar pada sekitar puting susu setiap kali selesai menyusui. Minum pil penambah darah selama 40 hari pasca persalinan. Begitu darah merah berhenti dan tidak merasakan ketidaknyamanan. Oleh karena itu.Menyebabkan depresi dan ketidak mampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri. Makan dengan gizi seimbang untuk dapat protein. ASI dikeluarkan dan di minumkan dengan memakai sendok. Menyarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah genetalia. Mengajarkan ibu bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air. Jika ibu mempunyai luka episiotomi / laserasi sarankan ibu untuk menghindari menyentuh daerah luka. f. b. Setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan bagaimana mereka ingin merencanakan kehamilannya. Nutrisi. Nasehati ibu untuk dari setiap kali BAB atau BAK.

V. VII. . Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk memulai keadaan klien secara keseluruhan. Oleh karena itu upaya penelitian kesehatan bayi dimulai dari pemenuhan primer sejak dalam kandungan. Untuk pengambilan suatu keputusan. Mengevaluasi keefektifan asuhan yang dilakukan. MANAJEMEN KEBIDANAN MENURUT VARNEY 1997 Pengertian Proses pemecahan masalah. Penemuan-penemuan keterampilan dalam rangkain atau tahapan yang logis. Dan yang tak kurang pentingnya adalah pencegahan terhadap infeksi yang dapat terjadi melalui tali pusat pada waktu memotong tali pusat. 1. Latar Belakang Dewasa ini penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% kematian terjadi dalam periode neonatal. terutama pada bayi yang beratnya rendah saat melahirkan. VI. Langkah-langkah I. kurang baiknya penanganan BBL akan menyebabkan kelainan-kelainan yang dapat berakibat fatal bagi bayi misalnya hipotermi pada BBL yang selanjutnya menyebabkan hipotisemia dan hipoglikemia. Pelaksanaan langsung asuhan secara efisien dan aman. 2. III. 2. periode neonatal adalah periode yang paling rentan akan banyak hal. Melakukan pengkajian (pengumpulan data) 2. II. Yang berfokus pada klien. seperti infeksi dan pengaturan tubuhnya. segera sesudah melahirkan dan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya akan menghasilkan bayi yang sehat. mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek asuhan yang tidak efektif. Tujuan 1. Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya. BBL BAB I PENDAHULUAN A. Ditinjau dari pertumbuhan dan perkembangan bayi. Digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah. IV. Tujuan Khusus 1. Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat dan rasional berdasarkan keputusan yang dibuat pada langkah-langkah sebelumnya. Mengidentifikasi kebutuhan segera B. Mengantisipasi masalah potensial 4. Sehingga perlu pemberian ASI atau PASI yang mencukupi untuk membantu bayi dalam keadaan sehat dan menurunkan angka kematian bayi manajemen yang baik pada waktu masih dalam kandungan selama persalinan. Mengidentifikasi masalah/diagnosa 3. kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta rujukan berdasarkan kondisi klien. Tujuan Umum Setelah penulis mempelajari tentang perkembangan dan pertumbuhan bayi penulis melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan menerapkan manajemen kebidanan Varney selama praktek di lapangan. Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. konsultasi. Menginterpretasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa atau masalah.

Identifikasi Masalah/Diagnosa III. PB 48-52 cm 3. Jakarta) Ciri-ciri Bayi Normal 1. Tujuan Umum 2. Konsep Asuhan Kebidanan BAB III TINJAUAN KASUS I. Pemberian Nutrisi Pada Bayi E. Identifikasi Kebutuhan Segera V. Bunyi jantung dalam menit pertama kira-kira 180x/menit kemudian menurun sampai 120-140 x/menit 6. Perubahan-perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir D. Latar Belakang B. Genetalia labia mayora sudah menutupi labia minora (pada anak perempuan). Ciri-ciri bayi normal C. Intervensi dan rasionalisasi 6. Sistematika Penulisan Dalam penyusunan masalah ini dibuat garis besar sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN A. Penatalaksanaan Pada Bayi Baru Lahir F. BB 2500-4000 gram 2. Masalah Potensial IV. Pengumpulan Data II. testis sudah turun (pada anak laki-laki). Metode Penulisan Studi kepustakaan. 8. Tujuan Khusus C. Sistematika Penulisan BAB II LANDASAN TEORI A. Lingkar dada 30-38 cm 4.500 gram sampai 4000 gram. bimbingan dan konsultasi.5. Rambut kepala biasanya telah sempurna 9. Metode Penulisan D. . D. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subcutan cukup terbentuk dan diliputi vernik caseosa. Tujuan 1. EGC. Pengertian Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37-42 minggu dan berat lahir 2. B. Intervensi VI. Lingkar kepala 23-35 cm 5. praktek langsung. Pengertian B. (Sinopsis Obstetri. Evaluasi BAB IV KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA BAB II LANDASAN TEORI A. Pernapasan pada menit pertama kira-kira 180x/menit kemudian menurun setelah tenang 40x/menit 7. Kuku agak panjang atau melewati jari-jari 10. Mengevaluasi keefektifan asuhan kebidanan yang dilakukan C. Implementasi 7.

14. Rangsangan dingin di daerah muka dapat merangsang permukaan pernapasan. Memberi injeksi Vit K. 3. Aspek-aspek yang termasuk APGAR dan harus dinilai dan dicatat ialah : Skor Tanda 0 1 2 Appereance/ warna Seluruh tubuh Badan merah. 1. 13. Reflek menggenggam sudah baik. hati. Eliminasi baik urine dan meconium akan keluar 24 jam pertama. Perubahan Pernapasan . sedangkan produksi panas yang dihasilkan tubuh bayi hanya 1/10nya. sirkulasi janin sekarang berubah menjadi sirkulasi bayi yang hidup diluar badan ibu. meconium berwarna hitam kecoklatan. Dengan menciutnya arteri dan vena umbilicalis kemudian tali pusat dipotong aliran darah dari placenta melalui vena cava inferior dan foramen ovale atrium kiri terhenti. Hal-hal yang diwaspadai pada bayi baru lahir dapat dilakukan dengan metode APGAR. 2. 5. Perubahan sirkulasi Dengan perkembangan paru mengakibatkan tekanan O2 naik dan tekanan CO2 menurun. Perubahan alat pencernaan. Menetesi / memberi salep mata d. Apabila bayi dibiarkan dalam suhu 25°C. batuk menangis kuat Activity / aktivitas Tidak ada Ekstremitas sedikit Gerakan aktif fleksi ekstremitas fleksi Respiratory effart Tidak ada Lambat. ginjal. Mengukur suhu tubuh h. 4. Memandikan setelah 6 jam PP. Hal ini menyebabkan darah dari arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan ductus arteriosus menutup. b. Mengukur panjang badan dan menimbang berat badan bayi f. Penurunan O2 dan kenaikan CO2 merangsang kemoreseptor yang terletak disinus karotis. 1. menghisap lendir b. e. c. sehingga menurunkan resistensi pembuluh darah paru sehingga aliran darah meningkat. radiasi dan evaporasi sebanyak 200 kkal/kg BB/menit. Memotong tali pusat c. Adapun perawatan dan pengawasan bayi meliputi : 3. Tekanan metabolime dan torak sewaktu melalui jalan lahir. alat lainnya mulai berfungsi Setelah anak lahir harus segera mendapat perawatan dan pengawasan agar tidak terjadi kelainan-kelainan. sehingga menyebabkan suhu tubuh turun. Perubahan-perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir Perubahan metabolisme karbohidrat Perubahan suhu tubuh Ketika bayi lahir berada pada suhu yang lebih rendah dari suhu di dalam rahim ibu. Setelah bayi lahir pertukaran gas harus melalui paru-paru bayi. 2. Reflek hisap dan menelan baik Reflek suara sudah baik. Mengukur lila (lingkar lengan atas). LD (lingkar dada). bayi bila dikagetkan akan memperlihatkan gerakan memeluk. 4.Selama dalam uterus janin mendapat O2 dari pernapasan gas melalui placenta. tidak teratur Menangis keras atau atau lambat kuat . Rangsangan untuk gerakan pernapasan pertama ialah : a. a. C.11. maka bayi akan kehilangan panas melalui konveksi. kaki dan Seluruh tubuh kemerahkulit biru/putih tangan biru merahan Pulse / Tidak ada < 100 > 100 bunyi jantung Grimace / refleks Tidak ada Perubahan mimik Bersin. akibat suhu yang rendah metabolisme jaringan meningkat dan kebutuhan oksigenpun meningkat. LK (lingkar kepala) g. 12. 5.

Konsep Asuhan Kebidanan Asuhan kebidanan adalah bantuan yang diberikan oleh bidan kepada individu pasien atau klien yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara: Bertahap dan sistematis Melalui suatu proses yang disebut manajemen kebidanan . Lakukan penghisapan hingga bayi menangis keras. c. Pemberian Nutrisi Pada Bayi Kebutuhan energi (kalori) • 110-120 kkal/kg BB selama beberapa bulan pertama kehidupan. jangan lakukan terus menerus tetapi beri kesempatan pada bayi untuk bernafas. ketiak. Memberikan obat mata untuk mencegah terjadinya infeksi pada mata dengan menggunakan salep eritromisin 0. Memotong dan mengikat tali pusat dengan dibungkus kasa steril (perhatikan teknik aseptik dan antiseptik) Memperhatikan suhu tubuh bayi dengan dibungkus kain hangat dan tidak memandikan bayi terlebih dahulu. Mengeringkan badan bayi dari cairan ketuban dengan menggunakan kain halus. dada. UNPAD.250 gr . b. Kebutuhan cairan • Hari I : 60 cc/kg BB/hari • Hari II : 90 cc/kg BB/hari • Hari III : 120 cc/kg BB/hari • Hari IV : 150 cc/kg BB/hari Frekuensi pemberian cairan tergantung pada berat badan bayi : • Berat badan < 1. h. tangan. 6. 2. Mendekatkan bayi ke ibu dan menetekkan segera setelah lahir Membersihkan daerah muka. lipatan. g. F. 1. 7. 5. 8. D.250 gr : 24 x/hari → tiap 1 jam • Berat badan 1. 4. Untuk pencegahan penyakit mata karena klamedia (penyakit menular seksual). kaki dengan kapas yang diberi baby oil (setiap kali usapan kapas harus diganti). e. Dalam merawat bayi kebutuhan yang harus dipenuhi antara lain: Kebutuhan rasa hangat Makanan pokok yaitu ASI Cairan Istirahat dan tidur Udara yang bersih Latihan gerak badan Kasih sayang ibu Perlindungan Kebersihan dan sterilisasi Kebutuhan diatas bersifat terus menerus selama pertumbuhan dan perkembangan bayi. i.000 gr : 12 x/hari → tiap 2 jam • Berat badan > 2000 gr = 8x/hari → tiap 3 jam Penatalaksanaan Pada Bayi Baru Lahir Membersihkan jalan nafas sekaligus menilai APGAR score menit pertama dengan cara menghisap lendir bayi dari mulut dan hidung dengan memutar. • 100 kkal/kg BB pada waktu ia mencapai usia 1 tahun. 2.< 2. d.5% atau tetrasiklin 1%. 1. K.(Obstetri Fisiologi. Memberikan injeksi Vit. f. 3. punggung. E. 1983) a.

Mahasiswa mampu meleksanakan pengkajian data pada anak demam 2.dari yang bayi hingga orang lanjut usia sekalipun. Mahasiswa mampu mengevaluasi pada anak demam . Mahasiswa mampu membuat rencana asuhan kebidanan disertai rasionalisasi dan intervensi pada anak demam 6. Pelaksanaan langsung asuhan secara efisien dan aman.pengetahuan yang lengkap berkaitan dengan demam pada balita wajib dikuasai dengan baik oleh para orang tua.1 LATAR BELAKANG Panas tinggi atau demamdapat terjadi pada semua tingkatan umur. Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah pada anak demam 3. A.lambat. Perlakuan dan penanganan yang salah.2 TUJUAN Tujuan umum Mahasiswa dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada anak sakit demam yang menggunakan pendekatan manajemen Heler Varney. Pengertian ♦ Proses pemecahan masalah ♦ Digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah ♦ Penemuan-penemuan keterampilan dalam rangkaian/tahapan yang logis ♦ Untuk pengambilan suatu keputusan ♦ Yang berfokus pada klien 2. konsultasi. VI. mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek asuhan yang tidak efektif. VII. Tujuan khusus 1.Hal ini tidak lepas dari berbagai kemungkinan masuknya bibit penyakit kedalam tubuh.dibutuhkan perlawanan dan penanganan tersendiri yang sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan orang dewasa. Menginterpretasikan data untuk mengidentifikasi diagnosa/masalah. V. Mahasiswa mampu mengantisipasi masalah potensial pada anak demam 4. 1. 1997 1. Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya IV. III.* Manajemen Kebidanan menurut Varney. kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta rujukan berdasarkan kondisi klien. Mengevaluasi keefektifan asuhan yang dilakukan.Namun demam pada bayi atau anak balita merupakan kasus yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Mahasiswa dapat melaksanakan rencana asuhan kebidanan pada klien anak demam 7. Langkah-langkah I. Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat dan rasional berdasarkan keputusan yang dibuat pada langkah-langkah sebelumnya. Mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk memulai keadaan klien secara keseluruhan II. ANAK SAKIT BAB I PENDAHULUAN 1. Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. Mahasiswa mampu menentukan kebutuhan segera pada anak demam 5.dan tidak tepat akan mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan tubuh balita.serta mendapatkan pelayanan yang nyata.bahkan dapat membahayakan jiwanya.Karena itu.Sebab demam pada dasarnya merupakan proses alamiah yang timbul akibat perlawanan tubuh terhadap masuknya bibit penyakit.

(IKA Nelson.4 METODE PENULISAN 1.namun pada umumnya demam yang di derita anak balita diikuti dengan perubahan sifat dan sikap: • Menurunnya gairah bermain • Lesu • Pandangan mata meredup • Rewel • Cengeng atau sering menangis • Cenderung bermalas-malasan Kategori demam C.1999) B. Pengertian Panas tinggi atau demam adalah suatu kondisi saat suhu badan lebih tinggi dari pada biasanya atau diatas suhu normal.1 KONSEP DASAR DEMAM A. Bimbingan dan asuhan kebidanan Penulis melakukan konsultasi dengan pembimbing. BAB II : TINJAUAN TEORI Dalam bab ini penulis mengemukakan tentang anak dengan demam dan tindakan yang dilakukan. 1.  Biasanya setiap penyebab demam menimbulkan gejala yang berbeda-beda. serta sistematika penulisan.1 SISTEMATIKA PENULISAN Sistemetika penulisan ini adlah sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis menjelaskan tentang latar belakang dalam penulisan.2001:1) Demam merupakan reaksi alamiah dari tubuh manusia dalam usaha melakukan perlawanan terhadap beragam penyakit yang masuk atau berada di dalam tubuh. (Ahmad.3 RUANG LINGKUP Asuhan kebidanan ini dilaksanakan sesuai dengan program dari tempat pendidikan. Sesuai kepustakaan Penulis mempelajari dan memahami KB IUD dengan membaca literature 2. baik pembimbing praktik maupun pembimbing pendidikan 1.dan tempat praktik yang ditujukan adalah BPS WINARNI Manyar-Gresik. . Etiologi  Ada banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan anak balita mengalami demam. BAB II TINAUAN TEORI 2.2001:1) Demam adalah panas badan (suhu badan lebih tinggi dari pada biasanya karena sakit). (Widjaja.2003:43) Demam adalah kenaikan suhu tubuh yang ditandai oleh kenaikan titik ambang regulasi panas hipotalamus.1. (Widjaja. BAB III : TINJAUN KASUS Dalam bab ini dilakukan asuhan kebidanan pada anak dengan demam. Praktik langsung Memberikan asuhan kebidanan pada klien dan melakukan pendekatan pada klien 3.

• Bila anak balita muntah. • Jangan mengabaikan gejala demam dengan tidak membawanya ke dokter.  Bakteri. • Lepaskan seluruh pakaiannya dan basahi tubuhnya dengan air hangat. Demam infeksi  Demam infeksi adalah demam yang disebabkan oleh masuknya pathogen.atau virus dapat masuk kedalam tubuh manusia melalui: • Melalui makanan • Udara • Sentuhan tubuh  Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan infeksi dan akhirnya mengakibatkan demam pada anak balita.atau barang kecil lainnya kedalam tubuh.  Dmeam ini timbul karena adanya kelainan pada tubuh yang dibawa sejak lahir dan tidak ditangani dengan baik. • Ganjal perutnya dengan bantal agar tidak teersedak. • Penundaan pertumbuhan jaringan otak dapat menjadikan anak balita menjadi idiot atau memiliki tingkat kecerdasan jauh dibawah rata-rata. Contoh: • Demam yang disebabkan oleh adanya kelainan degeneratif atau kelainan bawaan pada jantung.Secara garis besar ada 2 kategori demam yang seringkali diderita oleh anak balita: a.Perbedaannya pada tindakan yang ditujukan pada mulut anak balita .  Penanganan kejang demam pada balita usia lebih dari 6 bulan: Tindakan dan prosedur yang harus dilakukan pada dasarnya sama dengan anak balita yang berusia dibawah 6 bulan. Kejang-kejang karena demam  Kejang demam/stuip/step adalah suatu kondisi saat tubuh anak sudah tidak dapat menahan serangan demam pada suhu tertentu.bersihkanlah mulutnya dengan jari.bakteri.sebaiknya tetap dibawa ke dokter agar dapat ditangani lebih lanjut. b.antara lain: • Tetanus • Mumps atau parotitis epidemic • Morbili atau Measles atau Rubella • Demam berdarah • TBC • Batuk rejan D.misalnya:leukemia atau kanker darah.  Penanganan kejang demam pada balita dibawah usia 6 bulan: • Telungkupkan dan palingkan wajahnya ke samping.virus.misalnya:kuman. • Penundaan pertumbuhan jaringan otak dapat menyumbat saluran pernapasan.kuman. • Walaupun anak balita telah pulih kondisinya. Demam non infeksi  Demam non infeksi adalah demam yang disebabkan oleh masuknya bibit penyakit kedalam tubuh. • Demam karena stress • Demam yang disebabkan oleh adanya penyakit berat.  Tanda kejang demam: • Wajah membiru • Lengan dan kaki tersentak-sentak  Akibat yang timbul: • Gerakan mulut dan lidah yang tidak terkontrol dan dapat menyumbat saluran pernapasan.

TTV. Langkah ini membutuhkan antisipasi.mata.persalinan.  Pakaikan balita dengan pakaian yang mudah menyerap keringat. Menetapkan perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan untuk di konsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.muka.kesadaran.perut. Implementasi. Mengumpulkan data. 5.bila memungkinkan dilakukan pencegahan. . 3. 2.dan nifas yang lalu.tanggal lahir.sehingga kelengkapan data sesuai dengan kasus yang dihadapi akan menetukan proses interpretasi yang benar atau tidak dalam tahap selanjutnya.aktivitas. • Riwayat kesehatan: riwayat kesehatan sekarang dan riwayat penyakit keluarga.dada.hidung.mulut.umur.pola eliminasi. yaitu harus di ganjal dengan sendok yang sudah di bungkus perban.penemuanpenemuan.pola tidur.  Istirahat yang cukup  Jagalah kesegaran udara di kamarnya.telinga.dan peran pola kepercayaan b.  Pemberian obat penurun panas.ekstrimitas atas dan bawah.khususnya dalam bidang BKIA/KB. 1.pola hubungan. Menginterpretasikan data untuk meningkatkan diagnosa atau masalah. Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakakn sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah.genitalia. 2.dan hasil pemeriksaan. Tahap ini merupakan langkah yang akan menentukan langkah berikutnya. a.tujuannya agar lidah tidak tergigit atau saluran pernapasannya tidak tersumbat.keterampilan.status anak.BB.  Memberikan minum lebih banyak dari pada biasanya. Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa / masalah yang sudah diidentifikasi.langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi / diantisipasi.serta identitas ibu dan ayah.dan rangkain atau tahapan yang logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus pada klien. • Pemeriksaan fisik:kepala. B. Data Subyektif • Identitas: nama.jenis kelamin. Mengidentifikasikan diagnosa/masalah potensial.TB.lipatan paha. • Pola kebiasaan anak Pola nutrisi.E. Merawat balita yang menderita demam  Mengompres.lingkar kepala.2 KONSEP DASAR MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN A.leher.anak. Data Obyektif • Pemeriksaan umum:keadan umum.anus. 4. Asuhan kebidanan adalah aktivitas atau intervensi yang dilaksanakan oleh bidan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/permasalahan. Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. Sehingga dalam pendekatan ini harus meliputi data subyektif. 6. Langkah-langkah asuhan kebidanan.obyektif. Dalam langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh oleh langkah-langkah sebelumnya. C.punggung. • Riwayat kehamilan. Menyusun rencana asuhan menyeluruh. • Alas an kunjungan / keluhan utama.

Evaluasi.meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah yang benar-benar terpenuhi.1. Perlakuan dan penanganan yang salah.bahkan dapat membahayakan keselamatan jiwanya. c. angka kematian di rumah sakit dapat ditekan menjadi kurang dari 3%. ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI “A” UMUR 10 BULAN DENGAN DIARE DI PUSKESMAS KEDURUS SURABAYA BAB I PENDAHULUAN 1. Disebutkan.000 jiwa. BAB IV PENUTUP 4. akibat diare. diarrhoe.000 bayi. Pada langkah ke tujuh ini dilaksanakan evaluasi keefektifan darei asuhan yang sudah diberikan. b.dan tidak tepat akan mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan tubuh balita. Karena itu.1. dan dari 2/3 nya adalah balita dengan korban sekitar 600. Departemen Kesehatan RI tahun 1996. Hingga kini diare menjadi child killer (pembunuh anak-anak) peringkat pertama di Indonesia.Pada langkah ke enam ini asuhan rebcana menyeluruh seperti yang telah di uraikan pada langkah ke lima dilaksanakan secara efisien dan aman. Panas tinggi atau demam adalah suatu kondisi suhu badan lebih tinggi dari pada biasanya atau diatas suhu normal.1 KESIMPULAN Demam merupakan reaksi alamiah dari tubuh manusia dalam usaha melakukan perlawanan terhadap beragam penyakit yang masuk atau berada didalam tubuh. Diperkirakan angka kesakitan berkisar antara 150-430 per seribu penduduk setahunnya. 1 .2.lambat.agar tersusun sebuah tugas atau makalah yang baik dan benar. Sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah di identifikasikan di dalam diagnosa dan masalah. Statistik menunjukkan bahwa setiap tahun diare menyerang 50 juta penduduk Indonesia. Bagi klien Untuk mencapai keberhasilan dalam asuhan kebidanan pada anak sakit. 12% penyebab kematian adalah diare. dari 1. Banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan demam. Dengan upaya yang sekarang telah dilaksanakan. (MC Widjaja. Tujuan 1. Bagi pendidikan Untuk memperhatikan penulisan.maka diperlukan kerjasama yang baik dengan ibu dan klien untuk memecahkan masalah. hal 1) 1. Latar Belakang Penyakit diare hingga kini masih merupakan salah satu penyakit utama pada bayi dan anak di Indonesia.2. (Ika. Bagi petugas Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dengan meningkatkan peran bidan dalam tugasnya sebagai pelaksana pelayanan pada asuhan kebidanan pada anak sakit. 7. 2002. 4.2 SARAN a. Tujuan Umum Setelah melaksanakan praktek lapangan di puskesmas diharapkan mahasiswa dapat memberikan asuhan kebidanan pada anak dengan diare.biasanya setiap penyebab demam dapat menimbulkan gajala yang berbeda-beda. 70 bayi meninggal dunia sebelum merayakan ulang tahunnya yang pertama. 1998 hal 283) Diare merupakan “plesetan” dan bahasa kedokteran. Menurut survei kesehatan Rumah Tangga.pengetahuan yang lengkap berkaitan dengan demam pada balita wajib di awasi dengan baik oleh para orang tua. Namun pada umumnya demam yang diderita anak balita di ikuti perubahan sikap dan sifat.

diare diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi buang air besar sudah lebih dari 4 kali. mentah (sayuran). diare dapat terjadi. Mahasiswa mampu melaksanakan pengkajian data 2. salmonella. Menyusun rencana askeb berdasarkan diagnosa 6. Mengidentifikasi diagnosa potensial 4. cemas dan tegang. (Ika. Konsep Dasar Diare 2. sedangkan untuk bayi berumur lebih dari 1 bulan dan anak.1. dan kurang matang. Memberikan analisa data untuk menentukan diagnosa 3. Melaksanakan askeb sesuai rencana yang dibuat 7. 2002. Gejalanya adalah tinja mengandung lemak. shigella. Dengan bantuan kelenjar lipase mengubah lemak menjadi micelles yang siap diabsorbsi usus. yaitu : 1. Malabsorbsi karbohidrat (disakarida.1. baik disertai lendir dan darah maupun tidak (MC Widjaja.2.1. Mengevaluasi hasil askeb yang telah dilaksanakan BAB II TINJAUAN TEORI 2. Faktor makanan Makanan yang mengakibatkan diare adalah makanan yang tercemar.2. Penyebab Etiologi diare dapat dibagi dalam beberapa faktor. Malabsorbsi lemak Dalam makanan terdapat lemak yang disebut trglyserida. 4.1. jamur (candida algicans) b. Infeksi enteral ini meliputi : .Infeksi parasit : cacing (ascaris). hal 283) 2. Metabolisme protein 3. bila frekuensinya lebih dari 3 kali perhari. Infeksi parenteral yaitu infeksi dibagian tubuh lain di luar alat pencernaan seperti : Tonsilofaringitis (radang tonsil). Pengertian Diare Diare adalah buang air encer lebih dari empat kali sehari. monosakarida) Pada bayi kepekaan terhadap lactoglobulis dalam susu formula menyebabkan diare. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur di bawah 2 tahun. 2. hal 1) Menurut Hippocrates mendefinisikan diare sebagai pengeluaran tinja yang tidak normal dan cair. 2 . b. Infeksi enteral yaitu infekti saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Tujuan Khusus 1. c.Infeksi virus : entervirus dan adenovirus . walaupun jarang jika terjadi pada anak dapat menyebabkan diare kronis. Faktor infeksi a. Mengidentifikasi kebutuhan segera 5. radang tenggorokan. Gejalanya berupa diare berat. sakit di daerah perut. 1998. basi. perhari.Infeksi bakteri : E coli. Faktor psikologis Rasa takut. beracun.1. Jika tidak ada lipase dan terjadi kerusakan mukosa usus.2. vibria cholerae . Faktor Malabsorbsi a. Di bagian ilmu kesehatan anak FKUI / RSCM. protozoa (trichomonas hominis). tinja berbau sangat asam.

TTV.2. Hipoglikemia 4. Mengumpulkan Data yang Dibutuhkan 2.1. Riwayat penyakit sekarang atau yang pernah diderita 4. BB 2. 2. Warna tinja kehijauan akibat bercampur dengan cairan empedu. suhu badan pun meninggi. Diare kronis atau menahun atau presisten. Malabsorbsi kalori dan lemak c. 6.2. Jasad renik yang berkembang pesat di dalam usus halus.2. 4.4.1.3. Diare Akut Diare akut adalah diare yang terjadi sewaktu-waktu. Identitas 2.1.1. Gejala-gejala sisa karena cedera usus oleh setiap enteropatogen pasca infeksi akut. Data subyektif 1. 2. Menginterpretasikan Data yang Mengidentifikasi Diagnosa / Masalah .1. Gejala Bayi atau anak menjadi cengeng dan gelisah.2.1. Jenis Diare 1. Riwayat penyakit keluarga 5. b. 2. Pemeriksaan umur Keadaan umum. Patofisiologis Sebagai akibat diare baik akut maupun kronis akan terjadi : 1. Diare kronis atau menetap yang berakhir 14 hari atau lebih lama karena : a. Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Asuhan kebidanan adalah aktivitas atau intervensi yang dilaksanakan oleh bidan kepada klien yang mempunyai kebutuhan / permasalahan khususnya dalam bidang persalinan.1. berlendir. 2.5.2. Anus lecet Gangguan gizi akibat intake (asupan) makanan yang kurang. Kehilangan air dan elektrolit (dehidrasi) yang mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan asam basa. d. Penyebabnya sebagai berikut : a. 5. Gangguan gizi sebagai akibat kelaparan. Kelebihan cairan usus akibat racun. Hipoglikemia (penurunan kadar gula darah) Dehidrasi (kekurangan cairan) 2. 3. Dara obyektif 1. 2. c. Muntah sebelum dan sesudah diare. 1. 7.2. Tinja bayi encer. Gangguan sirkulasi darah. Keluhan utama / alasan kunjungan Anak buang air benar berapa kali perhari dan encer ya atau tidak 3. Gangguan bakteri jamur dan parasit b. Pola aktivitas sehari-hari 2.2. 2. gangguan jasad renik / bakteri yang masuk ke dalam usus halus setelah melewati berbagai rintangan asam lambung.2. Pemeriksaan fisik 2. Pada diare kronis kejadiannya lebih kompleks. 3. 8. Racun yang dikeluarkan oleh bakteri. atau berdarah.

5. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasikan dan diantisipasi. 2. 3.2. Implementasi Pada langkah ini rencanakan asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada ke-5 dilaksanakan secara efisien dan aman. hipertensi dan tidak ada keturunan kembar. : By A : 10 bulan : Perempuan : : Ny. Pola nutrisi 5. Reg Nama Ibu Umur Suku / bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat 2. Riwayat Penyakit keluarga Ibu mengatakan bahwa dalam keluarga tidak ada yang mempunyai penyakit seperti diabetes. S : 23 tahun : Jawa / Indonesia : Islam : SMA : swasta : Kebraon RTII/RW10 Sby Keluhan utama / Alasan kunjungan Ibu mengatakan anak berak encer lebih dari 4 kali dalam sehari sudah berlangsung selama 1 hari.3. asma.Pada langkah ini dilakukan identifikasi diagnosa / masalah berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan. Identitas Nama anak Umur anak Jenis kelamin No. jantung. 2. Langkah ini membutuhkan antisipasi bila memungkinkan dilakukan pencegahan.2.6. asma. Pola aktivitas sehari-hari a. Mengidetifikasi Diagnosa / Masalah Potensial Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa / masalah yang sudah diidentifikasi. Menyusun Asuhan yang Menyeluruh Dalam rangka ini direncanakan asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. 2. 4. Riwayat penyakit sekarang atau yang pernah diderita Ibu mengatakan anak tidak pernah atau tidak sedang menderita penyakit diabetes. 2. M : 24 tahun : Jawa / Indonesia : Islam : SMA : Swasta : Kebraon RTII/RW10 Sby Nama ayah Umur Suku / Bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Tn.2. Evaluasi Keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan sebagaimana telah diidentifikasikan di dalam diagnosa dan masalah BAB III TINJAUAN KASUS 3.7.2. 2.1. Data Subyetif 1.2. Pengkajian A. jantung. 7 . Menetapkan Kebutuhan Segera Mengidentifikasi perlunya tindakan oleh bidan atau dokter dan untuk dikonsultasikan atau ditanda tangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai kondisi klien.4.

d. 3. Ekstrimitas : Normal. 2. Genetalia : Normal 3.4. tidak incterus c.00 Lakukan pendekatan teraupetik pada klien dan ibu R : Menjalin kerjasama antara klien dengan petugas kesehatan Observasi KU dan TTV R : deteksi dini adanya komplikasi Berikan HE tentang Personal Hygiene – Kebersihan lingkungan Nutrisi . Pola eliminasi Ibu mengatakan bahwa sebelum sakit anak BAB 1-2 x / hari konsistensi lunak dan BAK 4-5 x / hari. 3. Suhu : 365 0C c.5. B. Antisipasi Masalah Potensial Potensial terjadi dehidrasi Identifikasi Kebutuhan Segera Tidak ada Intervensi Hari / Tanggal : Senin. 1. Leher : Tidak ada pembesaran vena jugularis g. Pernafasan : 32 x / menit d. Keadaan umm : baik b. Pola aktivitas Ibu klien mengatakan aktivitas anaknya sedang belajar berdiri c. Interpretasi Data / Diagnosa DX : Bayi umur 10 bulan dengan diare DS : Ibu mengatakan anaknya berak encer 4 kali dalam sehari dan sudah berlangsung selama 1 hari DO : Keadaan umum : baik S : 365 0C HR : 32X / menit BB : 9 kg 3. Mata : Simetris. Dada : Simetris h.Istirahat R : Diharapkan anak mendapatkan nutrisi. Hidung : Bersih f. 3. Pola istirahat Ibu mengatakan bahwa anaknya tidur siang + 1-2 jam / hari dan tidur malam + 8-9 jam / hari. lengkap i. Pemeriksaan Umur a. 12 Maret 2007 Jam : 08. sayur) dan masih minum ASI serta minum susu formula. dengan porsi sedang (nasi. lauk. BB : 9 kg 2. yang baik serta dapat terhindar dari diare Kolaborasi dengan dokter untuk mendapatkan therapy 4. b. Mulut : tidak ada stomatitis e. Telinga : Simetris d. Simetris. Pemeriksaan fisik a. Pada saat sakit anak BAB 4 x / hari konsistensi encer dan BAK 4-5x / hari.Ibu klien mengatakan anak makan 3 kali / hari. . Data Obyektif 1.3.2. Kepala : Bersih b.

GRESIK BAB I PENDAHULUAN 1. 1. Mahasiswa mampu mengantisipasi masalah potensial pada akseptor KB. 11. 9. Melakukan pendekatan teraupetik pada ibu 2. yaitu kekebalan aktif dan kekebalan pasif. Anjurkan kepada ibu untuk memberi minum yang banyak R : diharapkan terhindar dari dehidrasi 3. dewasa ini angka kesakitan dan kematian bayi dan anak-anak cukup tinggi akibat serangan menular padahal penyakit-penyakit ini dapat di cegah dengan pemberian imunisasi. 10. 1.2. Mahasiswa mampu meleksanakan pengkajian data pada klien akseptor KB. 12. Menganjurkan kepada ibu untuk memberi minum yang banyak.7. “N “UMUR 25 HARI DENGAN IMUNISASI BCG DI BPS WINARNI MANYA .2. Kekebalan di bagi menjadi 2.kekebalan aktif adalah kekebalan yang oleh bayi yang pernah mendapat serangan penyakit dan secara alamiah tubuh memebentuk antibody. maka bayi akan mendapat kekebalan dan daya tahan tubuh yang meningkat. Implementasi 1. S : 365 0C BB : 9 kg HR : 32 x / menit 4. Mahasiswa mampu menentukan kebutuhan segera pada akseptor KB. S O A P Evaluasi : Ibu mengatakan sudah mengerti apa yang dijelaskan oleh petugas : Ku bayi : baik TTV : S : 365 0C HR : 32 x / menit BB : 9 kg : Bayi umur 10 bulan dengan diare : Rencana dilanjutkan ANAK SEHAT ASUHAN KEBIDANAN PADA An. Sedangkan kekebalan pasif adalah kekebalan yang di dapat oleh bayi / anak yang di beri zat. Kolaborasi dengan dokter untuk mendapatkan therapy Oralit 2 x ½ bungkus Cotrim 450 mg / hari (2 x 225 mg) 5. 3.1 LATAR BELAKANG Di indonesia program imunisasi sudah terorganisasi sejak tahun 1956 yang di laksanakan di pulau jawa untuk mencegah penyakit cacar. 5. Mahasiswa mampu membuat rencana asuhan kebidanan disertai rasionalisasi dan intervensi pada klien akseptor KB. Obervasi KU dan TTV 3. Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah pada akseptor KB.1 TUJUAN 1.6. dan pada saat masih di dalam kandungan ia juga mendapat zat antibody dari ibunya melalui plasenta.R : Untuk mendapatkan hasil yang optimal. .1 Tujuan Umum Setelah penulis mempelajari tentang asuhan kebidanan untuk imunisasi BCG. maka diharapkan penulis dapat melaksanakan asuhan kebidanan tersebut selama praktik di lapangan.2 Tujuan Khusus 8.

TBC.3 Bagi Pendidikan Untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa Akademi Kebidanan dalam hal yang berhubungan dengan imunisasi. 1. BAB II TINJAUAN TEORI 2. Mahasiswa mampu mengevaluasi pada klien akseptor KB. Tetanus. 1. Imunisasi adalah sengaja memasukkan vaksin dan mikroba hidup yang sudah dilemahkan.Memberikan kekebalan pada tubuh bayi dan anak terhadap penyakit seperti : Dipteri. sehingga tubuh sudah mengenal betul zat antigen yang harus di lawan 5.1 Bagi Penulis Meningkatkan pengetahuan dan mendeteksi secara dini permasalahan serta melakukan pemeriksaan / pencegahan dan tindakan dengan memberikan perawatan dan rujukan. . tubuh akan menolak dan membuat antibody atau antitoksin) 2. racun). (Mencegah dan Mengatasi Demam pada balita : 25) 2.4 PELAKSANAAN Pelaksanaan praktik lapangan dilakukan pada tanggal 10 Desember – 29 Desember 2007 di BPS WINARNI Manyar – Gresik. Reaksi tubuh pertama kali terhadap antigen berlangsung lambat dan lemah. Polio. bakteri. Pada reaksi nerikutnya tubuh sudah mengenali jenis antigen tersebut 4.2 Bagi Klien Agar klien mengetahui dan memahami perubahan dan masalah yang akan terjadi. Pertusis. Sesudah beberapa lama.1 KONSEP DASAR IMUNISASI Imunisasi adalah suatu usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak terhadap penyakit. ATS / ADS  Prinsip dasar imunisai 1.3. Mahasiswa dapat melaksanakan rencana asuhan kebidanan pada klien akseptor KB.2 TUJUAN . virus. Campak.Melindungi tubuh bayi dan anak dari penyakit menular yang dapat membahayakan bagi ibu dan anak.13. 1. Jika memasuki tubuh. Kekebalan pasif Alamiah : kekebalan yang terbentuk sejak lahir yang diperoleh dari ibunya semenjak dalam kandungan secara transparan (kekebalan ini tidak belangsung lama selama < 5 bulan setelah anak lahir) Buatan : kekebalan yang diperoleh setelah mendapatkan zat kebal berasal dari sinum. yang memberikan proteksi terhadap beberapa penyakit selama 3-6 bulan pertama kehidupan b. pemberian imunisasi zat anti untuk melawan antiegen akan menurun atau hilang .3. parasit. dll. 2. Imunisasi diberikan dalam rangka memperkenalkan berbagai antigen agar cepat direspon oleh tubuh. Pada dasarnya tubuh akan menolaj antigen (kuman.3 MANFAAT PENELITIAN 1. sehingga tidak cukup kuat melawan antigen 3. Kekebalan aktif Alamiah : kekebalan yang terbentuk secara aktif oleh tubuh sendiri setelah sembuh dari sakit Buatan : tubuh akan membuat kekebalan setelah memperoleh vaksin  Imunisasi pasif terjadi melalui perpindahan antibody transplasenta pada janin.3.3 MACAM-MACAM IMUNISASI a. 1. 14.

Hepatitis . Zat antigen dibuat di hati. untuk usia lebih dari 14 bulan. Interval 4 minggu.Lokasi : 1/3 lengan bagian atas. b. Sedang sakit. c. usia 0-11 bulan. Jadwal pemberian a.Lokasi : 1/3 paha tas bagian luar.Cara pemberian : Subcutan (SC).Lokasi : 1/3 lengan bagian atas. 2.4 KEADAAN TUBUH SEWAKTU IMUNISASI Sewaktu imunisasi hendaknya tubuh tidak boleh dalam keadaan sakit. .Dosis : 0. . Campak : 1x. 3. c.Cara penyuntikan : Intracutan (IC).7 VAKSIN BCG (Bacillus Coolmit Guanine) . Kontra indikasi a.6 KONTRA INDIKASI. usia 9-11 bulan. Polio .Dosis : 2 tetes. 5. . Interval 4 minggu. . . untuk usia kurang dari 14 bulan. 2. EFEK SAMPING.5 CARA DAN TEKNIK VAKSINASI 1.6. DPT .5 ml. BCG . 4. BCG : 1x.Dosis : 0.Dosis : 0.Cara pemberian : Intracutan (IC). Suhu badan naik (pada DPT).5 ml. Nyeri pada bekas suntikan. Efek samping a.0. DPT : 3x.5 ml. Hepatitis B: 3x.Cara pemnerian : diteteskan di bawah lidah. Dalam masa tunas suatu penyakit.Dosis : 0. .Pemberian : 3x.Pemberian : 3x. (Widjaja.Cara pemberian : Subcutan (SC).1 ml. c. Typhus .Dosis : . . Polio : 4x. . Diare pada vaksin Polio. 6. Morbili . kelenjar getah bening. e. karena hal ini akan mengakibatkan daya untuk membuat zat antibody rendah.Cara pemberian : Subcutan (SC). b.Lokasi : 1/3 lengan atas sebelah kanan. Defisiensi imunologi. limfe. . .05 ml. DAN JADWAL PEMBERIAN 1. b.5 ml 2. . d. d. 3. 2002) 2. usia 0-11 bulan. . Interval 4 minggu.Pemberian : 1x 2.0. usia 2-11 bulan. usia 0-11 bulan. . atau Intracutan (IC). . Timbul bisul kecil (pada BCG). 2.

agar cepat direspon oleh tubuh. Pada reaksi berikutnya tubuh sudah mengenai jenis antigen tersebut 4.Vaksin BCG diberikan untuk mencegah penyakit TBC. Sistem pendingin Yaitu system penyimpanan dan distribusi vaksin sebagai potensi vaksin dapat memenuhi syarat secara continue dari produsen sampai tempat pelaksanaan imunisasi / vaksinasi. bakteri. parasit.3. TBC. Imunisasi aktif Adalah kekebalan yang dibentuk tubuh anak secara aktif dimana tubuh itu sendiri ikut menyelenggarakna pembentukan anti body. Zat anti dibuat dihati. 2. Reaksi tubuh pertama kali terhadap antigen berlangsung lambat dan lemah sehingga tidak cukup kuat melawan antigen 3. . BAB II TINJAUAN TEORI 2.Vaksin jangan di letakkan pada lemari es. 3. Penyimpanan vaksin Dalam lemari es dan kamar pendingin yang harus di perhatikan jika vaksin di simpan dalam lemari es adalah : . Biasanya 1 minggu setelah penyuntikan akan timbul bisul kecil. 2.4.Vaksin di letakkan pada rak paling dalam sehingga pengaruh udara luar dapat di minimalkan. racun) jika memasuki tubuh. Sesudah beberapa lama. virus. Pengiriman vaksin Yang lazim di gunakan pada waktu pengiriman vaksin adalah termos cold box dan pengangkutan dalam jumlah besar pada cold truck dengan volume paling sedikit 1/3 dari volumenya. anjurkan pada orang tua bayi untuk tidak mengobati bisul tersebut karena merupakan efek samping dan tanda bahwa imunisasi BCG tersebut telah berhasil.05 ml secara Intracutan atau di bawah kulit. . kelenjar timus dan kelenjar getah bening 2. karena suhunya tinggi. campak dan lain-lain 1. Macam-macam Imunisasi 1.Termometer harus tetap di letakkan pada lemari es untuk mengoreksi suhunya.1. polio. Imunisasi diberikan dalam rangka meperkenalkan berbagai antigen. tubuh akan menolak dan membuat antibody atau antitoksin 2. Prinsip Dasar Imunisasi 1. 2. Melindungi tubuh bayi dan anak dari penyakit menular yang dapat membahayakan bagi ibu dan anak Memberikan kekebalan pada tubuh bayi dana nak terhadap penyakit seperti : dipteri. Konsep Dasar Imunisasi Imunisasi adalah sengaja memasukkan vaksin yang mikro hidup yang sudah dilemahkan Imunisasi adalah suatu usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak terhadap penyakit Vaksin adalah suatu suspensi mikroorganisme hidup yang dilemahkan atau mati atau bagian antigenic agen ini yang diberikan pada hospes potensial untuk menginduksi imunitas dan mencegah penyakit 2. Pada dasarnya tubuh akan menolak antiogen (kuman. Alami : kekebalan yang terbentuk setelah tubuh mengalami penyakit menular tertentu misalnya campak . dan di Indonesia vaksinasi BCG di anjurkan agar di berikan pada usia 0-11 bulan cukup 1 dosis 0. Tujuan 2. limfa. pertusi.2. sehingga tubuh sudah mengenal betul zat antigen yang harus dilawan 5.8 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN IMUNISASI 1. pemberian imunisasi zat anti untuk melawan antigen akan menurun atau hilang 6. Imunisasi aktif dibagi dua yaitu : a. tetanus.

6.7. Tetanus 6. Buatan : kekebalan yang terbentuk setelah dengan sengaja memasukkan vaksin ke dalam tubuh. misalnya DPT. Polio  Cara pemberian diteteskan dibawah lidah  Dosis : 2 tetes  Banyak pemberian 4 kali 4.0. Pertusis (batuk kejan 1 batuk seratus hari) 5.5. Bahan-bahan untuk Membuat Vaksin Vaksin dibuat dilaboratorium berasal dari bibit penyakit tertentu yang dapat menimbulkan penyakit tetapi kemudian bibit penyakit ini dilemahkan atau dimatikan sehingga tidak berbahaya bagi manusia Ada yang dapat dibuat dari bibit penyakit yang sudah dimatikan Contohnya : bacteri pertusis dalam vaksin DPT .5 ml 2. BCG Imunisasi Pasif Adalah kekeblan yang terbentuk setelah tubuh menerima zat antibody dari luar. Imunisasi pasif dibagi 2 macam : a. Buatan 2. DPT  Cara pemberian IM  Dosis 0. Hepatitis  Tempat penyuntikan lateral paha  Dosis : 0. BCG  Cara penyuntikan intra cutan  Lokasi : lengan atas kanan * Dosis : .05 ml untuk usia 0 – 2 bulan  pemberian 1 kali 2. Alami : kekebalan yang terbentuk setelah tubuh mengalami penyakit menular tertentu misalnya campak b. Morbili  Cara pemberian : sub cutan (SC) atau intra cutan (IC)  Dosis : 0. Difteri (indrak) 4. Thypus  Cara pemberian : sub cutan (SC)  Dosis : 0. Polio. Tujuan Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi 1.5 ml  Lokasi : lengan atas 6. Cara dan Teknik Vaksinasi 1. : kekebalan yang terbentuk setelah dengan sengaja memasukkan vaksin ke dalam tubuh.05 ml untuk usia kurang dari 14 bulan .5 ml  Banyak penyuntikan : lengan atas 5. misalnya DPT.5 ml  Lokasi : paha atas  Lokasi pemberian 3 kali 3.0.b.0. BCG 2. Polio. Campak (measles) 3. Hepatitis B 2. Poliomyelitis (kelumpuhan) 2. Tubercolusis (TBC) 7.1 ml untuk usia lebih dari 14 tahun .

II. Di Indonesia yang paling lazim digunakan ialah polio sabin 3. Dalam masa tunas suatu penyakit c. Reaksi Imunisasi Biasanya tidak ada mungkin pada bayi akan terdapat bercak-bercak ringan 6. Kontra Indikasi dan Efek Samping 1. Gejala penyakit ini sangat bervariasi. Efek samping a. Kontra indikasi a. cara pemberian melalui mulut dalam bentuk pil atau cairan Cara pemberian diteteskan dibawah lidah / mulut oleh karena itu dikenal dengan istilah TOPV (trivalent oral polio vaksin). Sedang sakit b. Suhu badan naik pada DPT c. bahkan mungkin kematian. II dan III yang masih hidup tetapi telah dilemahkan (vaksin sabin). II. 4. Nyeri pada tempat penyuntikan b.8. Vaksin dan Jenis Vaksin Imunisasi diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit poliomeilitis. II. Diare pada vaksin polio 2. terdapat 2 jenis vaksin dalam peredaran yang masing-masing mengandung virus polio tipe I. Mungkin anak akan meninggal. 7. Kekebalan Daya proteksi vaksi polio sangat baik yaitu 95%-100% 5. Vaksin Polio Melitis 1. Kontra Indikasi  Pada anak dengan diare berat atua yang sedang sakit parah .Ada yang dibuat dari bibit penyakit hidup yang sudah dilemahkan Contoh : * virus campak dalam vaksin campak * virus polio dalam vaksin polio * virus calmette guerin dalam vaksin BCG Ada yang dibuat dari toxin (racun) yang dihasilkan oleh bakteri kemudian diubah menjadi toxoid sehingga tidak berbahaya bagi manusia Contohnya : * Tetanus toxid dalam vaksin TT * Difteri tetanus dalam vaksin DPT atau DT Ada yang dibuat dari hasil bateknologi rekayasa genetika Contohnya : vaksin hepatitis B recombinan (rekayasa genetika) 2. Gejala yang umum dan mudah dikenal ialah anak mendadak menjadi lumpuh pada salah satu anggota gerakannya setelah ia menderita demam selama 2 – 5 hari.9. III yaitu : a. Penjelasan penyakit Poliomelitis ialah menyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh virus polio yaitu tipe I. Efeks Samping Tidak ada bila mungkin berupa kelumpuhan anggota gerak apda penyakit polio sebenarnya. virus polio akan merusak bagian anterior (bagian muka) susunan saraf pusat tulang belakang. Cara imunisasi Imunisasi dasar diberikan sejak anak baru lahir atau berumur beberapa hari dan selanjutnya setiap 4-6 minggu pemberian vaksin polio dapat dilakukan bersamaan dengan BCG. penyakit ini dapat menular langsung lewat makanan 2. dosisi pemberian 2 tetes Pemberian vaksin polio sabin ini dapat dilakukan bersama-sama dengan imunisasi BCG.. cara pemberian dengan penyuntikan b. Vaksin yang mengandung virus polio tipe I. III. dan DPT bagi bayi yang sedang menetek Asi tidak berpengaruh terhadap vaksin polio. vaksin hepatitis B. atau campak. IV. III yang sudah dimatikan (vaksin salk). Defisiensi imunologi 2. dari gejala ringan sampai timbul kelumpuhan. Vaksin yang mengandung virus polio tipe I. DPT. penyakit ini banyak ditemukan di negara berkembang.

diperoleh dari bacil tuberculosis lembuh yang hidup setelah ditandur ulang beberap tahun dalam biakan empedu lembu giserin sehingga viruslensinya sangat berkurang 2. diare ringan imunissai polio dapatdiberikan seperti biasanya. 2.10. Tujuan Tujuan diberikan imunisasi untuk memberikan kekebalan atau melindungi anak terhadap penyakit tuberculosis (TBC) 3. BCG 1. pilek. Gangguan kekebalan (definisi umum)  Pada anak dengan penyakit batuk. Jenis vaksin yang dimaksud 6. Konsep Dasar BCG. Ini berarti aank sudah mendapat imunisasi BCG atau kemungkinan anak tersebut telah terinfeksi TBC Hepatitis B 1. Hepatitis B. DPT dan Campak 2. Setelah 2-3 minggu kemudian pembengkakanmenjadi abseds kecil yang kemudian menjdi luka dengan garis tengan 10 mm  Reaksi berat Kadang-kadang terjadi peradangan setempat yang agak berat atau abses yang lebih dalam Kadang-kadang juga terjadi pembengkakan di kelenjar limfe pada leher atau ketiak ini mungkin disebabkan keselahan penyuntikan yang terlalu dalam dibawah kulit.11. Pada bayi dan anak yang sehat. jumlah suntikan dan waktu pemberian serta efek samping BCG Dosis  Umur : 0 – 11 bulan  Dosis : 0. disimpan dalam lemari es dan belum lewat masa kadaluwarsa 3. Pengertian BCG merupakan vaksin untuk inokulasi secara profilaksis anak-anak terhadap tuberculosis. Setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil merah di tempat penyuntikan dengan garis tengah 10 mm. Mempertahankan dosis yang harus diberikan 2. Dengan tekhnik pemberian yang tepat 4. tepatnya di insertio musculus deitodeus kanan  Jumlah suntikan : 1 kali Efek Samping  Reaksi normal Bacteri BCG ditubuh bekerja dengan sanagt lambat. demam. mungkin juga disebabkan dosisi yang diberikan terlalu tinggi  Reaksi yang lebih cepat Jika anak sudah mempunyai kekebalan terhadap tuberculosis. Persyaratan pemberian Vaksin 1.05 cc  Cara : Suntikan intrakutan.1.11. tidak boleh diberikan pada mereka yang  Sakit keras  Dalam masa tunas suatu penyakit  Keadaan fisik yang lemah  Mendapat pengobatan dengan kortikastreroid 2. Pengertian . Mengetahui jadwal vaksinasi dengan melihat umur dan jenis uminisasi yang tepat 5. Vaksin harus baik. proses pembengkakan mungkin terjadi lebih cepat dari 2 minggu. Dosis.

Efek samping vaksin DPT  Panas Kebanyakan anak menderita panas pada sore hari setelah mendapat imunisasi DPT.Dosis  Umur : 2 – 11 bulan  Dosis : 0. Gejala dari hepatitis B  Demam  Mata kekuningan  Badan lemah  Mual muntah  Dan tidak ada nafsu makan Biasanya penderita akan meninggal dalam beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian 4. dengan jarak antar suntikan 1 bulan dan 5 bulan  Efek samping : umumnya tidak ada 2. DPT 1. selang waktu pemberian dan efek samping dari vaksin Hepatitis B  Umur : Mulai 0 bulan untuk bayi yang dilahirkan dirumah sakit Mulai 2 bulan untuk bayi yang dating ke posyandu / puskesmas  Dosisi : 0. kalau tida kkekebalan yang dihasilkan kurang baik Tidak perlu mengulang DPT 1 bila ada kelambatan pemberian DPT 2 . pertusis dan tetanus 3.Selang waktu pemberian Minimal 4 minggu (sama seperti pemberian polio) tunggu paling cepat 4 minggu antara dua suntikan. Hepatitis B ini penularan penyakitnya dapat terjadi meliputi mendapat tranfusi darah yang tidak diskrin untuk HbaHG (N) 2. Sedangkan tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh clostridium tetani.5 cc  Cara : intra muskuler / sub kutan dalam jumlah suntikan 3 kali .Hepatitis B merupakan bibit penyakit yang disebabkan oleh virus. Tujuan Imunisasi Hepatitis B bertujuan untuk menghindarkan balita terkena penyakit lever 3. Dosis jumlah suntikan dan selang waktu pemberian serta efek samping vaksin DPT .5 cc / pemberian  Cara : Suntikan intramuskuler pada paha bagian luar  Csuntikan: 3 kali  Selang waktu pemberian : tiga dosis. mungkin ada infeksi lain yang perlu diteliti lebih lanjut . Tujuan Bertujuan membentuk kekebalan tubuh balita terhadap serangan tiga jenis penyakit yaitu difteria. 2. pertusis merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman Hemophilus pertusis.2. tetapi panas ini akan sembuh dalam 1 – 2 hari Bila panas yang timbul lebih dari 1 hari sesudah pemberian DPT bukanlah disebabkan oleh vaksin DPT. Pengertian Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri.11. Dosis.

kemerahan. Vaksin akan tetap diberikan. 3. bengkak di tempat suntikan.1.1.11. Pengertian Polio ialah penyakit kelumpuhan yang sering menyerang anak dan disebabkna oleh infeksi virus. jumlah suntikan dan waktu pemberian serta efek samping dari vaksinasi campak . Campak Pengertian Campak ialah penyakit dengan akut disebabkan virus. selang waktu pemberian dan efek samping dari polio  Dosis Umur : 0 – 11 bulan Dosisi : 2 tetes setiap kali pemberian (lihat petunjuk) Cara : meneteskan kedalam mulut  Selang waktu pemberian Berikan 4x dengan jarak minimal 4 minggu. Hal ini perlu diberitahukan kepada ibu sesudah imunisasi serta meyakinkan ibu bahwa keadaan itu tidak berbahaya dan tidak perlu pengobatan Peradangan Bila pembengkakan sakit terjadi seminggu atau lebih sesudah imunisasi maka hal ini mungkin disebabkan peradangan Hal ini mungkin sebagai akibat dari : Jarum suntik tidak steril karena  Jarum tersentuh tangan  Sebelum dipakai menyuntik jarus diletakkan diatas tempat yang tidak steril  Sterilisasi kurang lama  Lain-lain pencemaran oleh kuman Reaksi yang jarang terjadi.   Berikan 1 tablet antipiretik dan bila anak panas tinggi (lebih dari 39 oC) beri ¼ tablet yang dihancurkan dengan sedikit air Rasa sakit didaerah suntikan Sebagain anak merasa nyeri. 2.3. radang kataral selaput lendir. dimulai dengan demam.5 cc setiap kali pemberian 2. sakit. mumps dan rubella Dosis. kemudian dicoba mengulangi lagi 4 minggu setelah pemberian polio 2. kemudian timbul erupsi makulopapula yang berwarna merah diikuti dekuamasi. reaksi ini disebabkan oleh komponen dari vaksin DPT Karena cukup berat maka anak yang pernah mendapat reaksi ini tidak boleh vaksin DPT lagi dan sebagai gantinya diberi DT saja dosisi Dt sama dengan DPT yaitu 0.2 Polio 1. tunggu paling cepat 4 minggu jarak antara pemberian 1 dan berikutnya Kalau tidak kekebalan yang dihasilkan kurang baik  Efek samping vaksin polio : umumnya tidak ada Bila anak diare ada kemungkinan vaksin tidak bekerja dengan baik karena ada gangguan penyerapan vaksin oleh usus akibat diare berat. Tujuan diberikan Polio Imunisasi bertujuan membentuk kekebalan tubuh balita terhadap virus polio Dosis. Tujuan Pemberian imunisasi bertujuan membentuk kekebalan tubuh balita terhadap serangan tiga jenis penyakit yaitu morbili.

tetapi tidak dicampung dalam satu semprit Efek samping vaksim campak : penas dan kemaran. 2. Kadang-kadang disertai kemerahan seperti penderita campak ringan.12.5 cc : suntikan secara subkutan baisanya dilengan kiri bagian atas Σ suntikan : 1 kali Dapat diberikan bersamaan dengan pemberian vaksin yang lain. Dosis Cara : 0. Anak-anak mungkin panas selama 1 – 3 hari setelah satu minggu penyuntikan. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan imunisasi 1.Umur : 9 bulan Pada umunya imunisasi pada bayi yang berumur kurang dari 9 bulan tidak menghasilkan kekebalan yang baik akrena gangguan dari antibody (kekebalan) yang dibawah sejak lahir diperoleh dari ibunya sewaktu bayi dalam kendungan. Sistem pendingin Yaitu system penyimpangan dan distribusi vaksin sehingga potensi vaksin dapat memenuhi syarat secara kontinyu dari produsen sampai tempat pelaksanaan imunisasi vaksin .

yang harus diperhatiakn jika vaksin disimpan dalam lemari es adalah sebagai sebagai berikut :  Vaksin diletakkan pada rak paling dalam. karena suhunya tinggi  Termometer harus tetap diletakkan pada lemari es untuk mengoreksi suhunya Pengiriman vaksin Yang lazim digunakan pada waktu pengiriman vaksinm adalah termos cold box dan pengangkatan dalam jumlah besar cold truk dengan volume es paling sedikit 1/3 dari volumenya.2. Penyimpanan vaksin Dalam lemari es dan kamar pendeingin. . 3. sehingga pengaruh udara luas dapat diminimalkan  Vaksin jangan diletakkan pada lemari es.