KONSEP ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Ilmu Sosial dan Budaya Dasar
• ISBD sebagai integerasi dari ISD dan IBD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial

dan kosep-konsep budaya kepada mahasiswa, sehingga mampu mengkaji masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya, sehingga diharapkan mahasiswa peka, tanggap, kritis serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif. • Kemajuan Teknologi yang bersumber dari ulah perbuatan manusia akan berefek pada pergeseran nilai social, moral, dan kultural yang akan mengakibatkan harkat dan martabat manusia menurun. Oleh karena itu diperlukan adanya unsur Humaniora yang mengarahkan manusia untuk lebih halus, manusiawi, dan berbudaya. • Tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi diharapkan mempunyai 3 jenis kemampuan :
1. Personal : kepribadian Indonesia yang dinilai dari sikap, tingkah laku dan tindakan 2. Akademis : dapat berkomunikasi secara ilmiah, menguasai peralatan analisis, berpikir

logis, kritis, sistematis, tidak emosional, dan mempunyai konsep dlm mengidentifikasi serta merumuskan masalah 3. Profesional : setelah lulus diharapkan mampu bertindak terampil sesuai dengan profesinya dalam kehidupan nyata.
• Tujuan : 1. Agar Mahasiswa mengenal lebih mendalam dirinya sendiri dan orang lain sebagai

manusia yang selain fisik tetapi juga mempunyai pemikiran dan perasaan
2. Agar Mahasiswa mengenal perilaku diri sendiri dan orang lain untuk bekal pergaulan

hidup
3.

Agar Mahasiswa bersikap luwes dalam pergaulan baik jiwa, perasaan, dan perilakunya

4. Agar Mahasiswa lebih menghormati terhadap hasil budaya manusia

Bahasan Ilmu Sosial dan Budaya Dasar  EMOSI Emosi menurut Howard Gardner dan Goleman ialah suatu perasaan dan pikiran pikiran yang khas,suatu keadaan biologis dan psikologis, dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Dengan demikian semua bentuk emosi pada dasarnya adalah untuk bertindak. Jenis emosi yang melekat pada jiwa seseorang, yaitu :

Amarah : beringas mengamuk, benci, marah besar, jengkel, kesal hati, terganggu, rasa pahit, berang, tersinggung, bermusuhan, tindak kekerasan, dan patologis. Kesedihan: pedih, sedih, muram, melankolis,mengasihani diri, kesepian, putus asa, dan bentuk patologis adalah depresi berat Rasa Takut

• •

1. Manusia dan Cinta Kasih  Seorang yang mempunyai cinta mendalam pada sesuatu maka akan diungkapkan kasih sayangnya dengan perilaku.  Cinta kasih tercipta dengan sempurna apabila kedua belah pihak sama-sama saling menerima dan memberi  Cinta dan Nafsu berbeda karena cinta bersifat memberi sedangkan nafsu cenderung menuntut .  Unsur-unsur dasar cinta : a. b. c. d. Pengasuhan : seorang ibu mengasuh anaknya dengan tulus Tanggung jawab : suatu tindakan yang benar-benar berdasarkan sukarela Perhatian : suatu perbuatan yang yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain agar mau membuka diri Pengenalan : keinginan mengetahui rahasia orang lain Apabila terdapat satu kesatuan dari unsur-unsur tersebut maka akan tercipta keserasian, keseimbangan, dan kedamaian. Pengurangan nilai kemanusiaan (dehumanisasi) disebabkan karena pada diri manusia tersebut tidak terdapat dasar agama, nilai, moral, dan norma dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Cinta menimbulkan kreatifitas dalam bentuk produk keindahan/ seni.

2. Manusia dan Keindahan  Pengertian keindahan : Leo Tolsoy : “Menyenangkan bagi yang melihat” Sulzer : “Yang indah itu hanyalah yang baik” Alexander Baumgarten : “Keseluruhan yang merupakan : susunan yang teratur, terdiri atas bagian-bagian yang erat hubungannya satu sama lain, juga dengan keseluruhan” Immanuel Kant : Arti subjektif : sesuatu yang tanpa direnungkan, dikaitkan dengan kegunaan praktis yang dapat mendatangkan rasa senang Arti Obyektif : Adanya keserasian dari objek terhadap tujuan yang dikandungnya dan tidak ditinjau dari segi kegunaannya The Liang Gie : Arti luas : Keindahan mengandung ide kebaikan Arti estetik murni : Keindahan terkait dengan pengalaman estetik seseorang yang melalui persepsi penglihatan, pendengaran, dan perasaan Arti sempit : keindahan terbatas pada persepsi penglihatan  Sifat-sifat umum keindahan : a. Unity (Kesatuan) b. Balance (Keseimbangan) c. Contrast (Kebalikan)  Perasaan Keindahan mempunyai watak yang tetap/ statis dan mempunyai ekspresi Kontemplasi : Dasar untuk menciptakan sesuatu yang indah Ekstasi : Dasar untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah Kontemplasi dan Ekstasi pada manusia derajatnya berbeda-beda dinamis (dipengaruhi keadaan lingkungan)   

3. Manusia dan Penderitaan
 Pengertian : Asal kata dhra : menahan; menanggung

Franklien JM : keadaan yang berhubungan dengan rasa sakit, tak menyenangkan, dan rugi

wabah. akibat penyakit. inisiatif (kompensasi positif). siksaan. matiraga. sakit psikosomatis  Siksaan : berasal dari orang lain : fisik/ psikis  Neraka : akibat dosa. dll)  Proyeksi : melemparkan sikap negatif pada orang lain  Indentifikasi : menyamakan dengan orang lain yang lebih baik  Narsisme : merasa dirinya superior  Autisme : menutup diri secara total dari dunia nyata - Sikap positif : ketabahan. dan neraka  Rasa Sakit : sakit fisik. sudah dapat dirasakan di dunia  Cara manusia menghadapi penderitaan : - Sikap negatif : antipati terhadap penderitaan (kompensasi negatif). pertobatan. penyesalan. kecelakaan  Sumber Penderitaan : Akibat perbuatan manusia. bencana. memukul-mukul. sakit rohani. Macam Penderitaan : Disengaja : melawan kesenangan untuk tujuan tertentu (ex. akibat siksaan/ azab Tuhan  Penderitaan mengandung : rasa sakit. bertapa. sehingga akan timbul frustasi. apabila pemerintah dapat menjalankan tugasnya dengan baik itulah adil . Manusia dan Keadilan  Pengertian : Aristoteles : Kelayakan (titik tengah dari kedua ujung yang ekstrim) tindakan manusia Plato : Orang yang mampu mengendalikan diri dengan perasaan dan akalnya Sokrates : identik dengan pemerintahan. berkomunikasi dengan orang lain (psikiater) 4. seperti :  Agresi : emosi tak terkendali  Regresi : reaksi primitive/ kekanak-kanakan  Fiksasi : pembatasan pada satu pola (membisu. Puasa. menyakiti diri sendiri) Tidak sengaja : kelaparan.

keadilan distribusi (bila terlaksana apabila hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama sedangkan hal-hal yang sama diperlakukan sama). hak akan nilai Sedangkan hak asasi menurut PBB : hak asasi pribadi. mempergunakan. perlakuan yang sama dalam hokum.A. hak kebebasan/ kemerdkaan. meninggalkan sesuatu  Hak objektif : sesuatu dimana orang mempunyai hak atasnya  Hak Subyektif : wewenang moral yang bukan kekuatan dan dapat dihalangi oleh sesuatu kekuatan  Macam-macam keadilan : Plato : keadilan legal/ moral (membayar pajak). dan raja sebagai raja Charles E. Pujo Wiyoto : Pengakuan dan perlakuan terhadap hak yang sah  Hak (Austin Fagothey) : wewenang moral untuk mengerjakan. Gloria (dihormati dan dipuji) 5.Confusius (orang Kong Hu Cu): keadilan terjadi apabila anak berperan sebagai anak. H. Ekonomi. Hak asasi ada 3 : Hak hidup. Manusia dan Pandangan Hidup Manusia yang menginginkan kebahagiaan maka dia harus mempunyai tuntunan/ pegangan/ pandangan hidup  Pengertian (Berdasar sumbernya) : Bersumber dari agama : kebenaran mutlak. hak Politik.M. keadilan komutatif (berdasarkan ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum) Aristoteles : keadilan distributif dan keadilan komutatif JHon Locke : keadilan adalah hak asasi yaitu hak-hak alami yang dimiliki sejak lahir dan keadilan merupakan kebutuhan naluri manusia. : Menghubungkan keadilan dengan tujuan Negara dan keadilan merupakan sistim nilai antara individu dengan masyarakat sebagai makhluk sosial Prof. bapak sebagai bapak. memiliki. Defentio (mempertahankan diri). berdasar wahyu . menuntut. hak memilih jenis dan jenjang kehidupan Sifat-sifat yang lekat pada manusia (Thomas Hobbes) : Competitio (menguasai manusia lain).

cita-cita yang belum tercapai disebut dengan angan-angan. dan kebahagiaan • Sumber kebajikan : Rasa (berkehendak baik = kebajikan.Bersumber dari abstraksi nilai (ideologi) : kebenaran hanya berlaku untuk kelompok tertentu . liberalisme) Bersumber dari hasil pemikiran seseorang : kebenaran sangat relative  Macam-macam pandangan hidup : Liberalisme : kebebasan Sosialisme : menekankan pada perhatian masyarakat secara keseluruhan Komunisme : paham atau ideologi (dl bidang politik) yg menganut ajaran Karl Marx dan Fredrich Engels. kemakmuran. kapitalisme. keyakinan/ kepercayaan  Cita-cita : keinginan yang ada dalam hati seseorang. kebajikan. perbedaan atau masyarakat secara utuh dengan berbagai system agama. keselamatan. yg bersangkut-paut dng religi Sosio-Religius : hubungan antara berbagai kesatuan masyarakat. keuntungan. Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian .  Unsur-unsur pandangan hidup : cita-cita. bersifat keagamaan. harapan = ada usaha tetapi belum kesampaian  Kebajikan : sesuatu yang mendatangkan kebaikan. yg hendak menghapuskan hak milik perseorangan dan menggantikannya dng hak milik bersama yg dikontrol oleh negara Religius : bersifat religi. diwujudkan dengan perjuangan/ usaha. berkehendak tidak baik = kesengsaraan/ tidak bahagia) Usaha kebajikan : individual. kelompok •  Keyakinan : • Aliran naturalisme = hidup dihubungkan dengan kekuatan tertinggi (alam) • Aliran intelektualisme = dasar adalah logika/ akal • Aliran gabungan 6. ideology (William 1959) mengandung dua hal = unsure-unsur filsafat dan pembenaran intelektual norma-norma (ex. Pancasila. tingkat dan jenis spesialisasi berbagai peranan agama dalam berbagai masyarakat dan system keagamaan yang berbeda (memandang agama sebagai fenomena social).

Penyesuaian diri. Manusia dan Harapan  Pengertian : harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi. kegelisahan. terancam hak kodratinya. tanpa arah yang jelas. Murung. kurang PeDe. Tuhan  Pengabdian : Perbuatan baik berupa : pikiran. takut. benci. manusia/ masyarakat.  Keterasingan : tersisih. memboikot. Manusia dan Kegelisahan  Pengertian : Suatu perasaan tidak tenteram. tidak mau mendekati. tanpa asal-usul yang jelas. dan keberanian  Macam-macam tanggung jawab : terhadap diri sendiri.  Kesepian : merasa tidak berteman. merasa tidak punya apa-apa. tidak tenang. Pengertian : Kewajiban dalam melakukan tugas tertentu sehingga harus ada kesanggupan untuk menentukan sikap dan resiko dari suatu perbuatan  Unsur-unsur tanggung jawab : kesadaran. terpisah dan terpencil yang dikarenakan perilaku yang tidak dapat diterima masyarakat. nama baik dan martabat yang menyentuh nilai kemanusiaan. pendapat. dsb)  Macam-macam kecemasan (Sigmund Freud) : Kecemasan obyektif : ada bahaya eksternal yang nyata Kecemasan neurotic : ada bahaya naluriah (ex. khawatir  Kegelisahan berasal dari perasaan maupun pemikiran yang bermanifestasi fisik (ex. mengisolasi. tidak sabar. tidak mau berurusan. biasanya tertuju pada status. lingkungan. cemas. rasa takut yang lain (demam panggung)) Kecemasan moral : bersifat emosional (iri. tenaga sebagai wujud kesetiaan.  Sikap orang lain dapat berupa : tidak simpati. dengki. tidak mempedulikan. mengandung arti psikologis yang berdampak : khawatir/ takut kehilangan. sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi (masa depan) . ada yang kurang pada dirinya sehingga sulit menyesuaikan diri. phobia. 8. Dasarnya adalah tanggung jawab 7. jijik)  Ketidakpastian : tidak dapat ditentukan. kecintaan.

 Persamaan harapan dan cita-cita : keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud. Setiap manusia akan mati) • Teori Korespondensi : suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dng. Yuyun Suriasumantri : • Teori Koherensi/ konsistensi: suatu pernyataan dianggap benar bila konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar (ex. menginginkan sesuatu yang lebih baik/ meningkat  Harapan manusia/ kebutuhan manusia (Abraham Maslow) : • • • • • Kelangsungan hidup (survival) Keamanan (safety) Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love) Diakui lingkungan (status) Perwujudan cita-cita (self actualization)  3 Macam kepercayaan : • Kepercayaan pada diri sendiri = hakekatnya percaya pada Tuhan • Kepercayaan pada orang lain/ masyarakat • Kepercayaan pada Tuhan  3 teori kebenaran Dr. objek yang dituju oleh pernyataan tersebut (ex. atau dapat dikatakan bahwa masalah budaya adalah tata nilai yang daat menimbulkan krisis-krisis kemasayrakatan yang akan menyebabkan atau terjadi pengurungan terhadap seseorang. Masalah-masalah Budaya dalam Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Masalah budaya adalah segala sistem atau tata nilai atau sikap mental. pola pikir. pola tingkah laku dalam berbagai aspek kehidupan yang tidak memuaskan bagi masyarakat secara keseluruhan. B. Jakarta itu ibukota Republik Indonesia) • Teori Pragmatis : suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Masalah tersebut mencakup : “ dehumanisasi “ .

d. struktur pemerintahan & komposisi penduduk serta sistem pemerintahan desa dengan cara : . Mendeteksi dini adanya efek samping dan komplikasi baik kontrsepsi ataupun penyakit sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya Sedangkan PERMENKES No 363/ Menkes/ 1980 mengatur tentang aspek sosial budaya dasar tugas dan kewenangan bidan yaitu : mengenal wilayah. Membina dan memberikan bimbingan teknis kepada kader kesehatan . Melakukan rujukan medis maupun rujukan kesehatan ke fasilitas kesehatan lainnya g. lebih diterima sebagai anggota keluarga. e. KB.1. imbalan jasa diletakan pada nilai gotong royong/ kekeluargaan dan biasanya lebih murah • Faktor yang lain lokasi Puskesmas yang lebih jauh dari tempat tinggal BIDAN salah satu tim anggota kesehatan masyarakat Berpijak dari temuan tersebut maka khususnya kesehatan Ibu dan anak mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan status kesehatan ibu dan anak dalam wilayah kerjanya : oleh karena itu FUNGSI BIDAN ADALAH : a. ada kelemahan akan tetapi ada keunggulan yang diungkapkan secara tidak seragam. ada persamaan tapi ada pula perbedaan. pelayanan medis kontrasepsi Menggerakan dan membina masyarakat. Hakekat manusia Universal : akan tetapi perwujudannya beraneka ragam. termasuk peran serta masyarakat memberikan penyuluhan kesehatan yang sesuai dengan masalah kesehatan setempat c. Sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk corak ungkapan pikiran dan perasaan tingkah laku al : • Masyarakat masih cenderung minta pertolongan ke dukun bayi karena dukun dianggap masih kharismatik. b. Memberikan pelayanan persalianan . Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya 2. Membina kelompok dasawisma di bidang kesehatan Membina kerjasama lintas program dan lintas sektor serta dukun bayi f.

serta pembagian wilayah. Pengertian • IBD adalah Ilmu yang termasuk dalam pengetahuan budaya. Menghubungi pamong desa untuk mendapatkan peta desa. Mencatat jumlah KK. (1) lingkaran paling luar adalah melambangkan kebudayaan sebagai artefacs atau benda-benda fisik. (3) lingkaran yang berikutnya lagi adalah melambangkan kebudayaan sebagai sistim gagasan. 74-75). Karang Taruna. Tokoh Masyarakat. Mempelajari geografi penduduk. 3. Untuk itu bidan harus mengadakan hubungan yang efektif dengan masyarakat utamanya key person yang pertama kali harus dipelajari adalah bahasa Langkah selanjutnya adalah mempromosikan diri dengan menampilkan kepribadian yang sesuai dan dianut oleh masyarakat dengan tujuan akhir adalah : produk kebidanan diminati masyarakat C. • ISD adalah Ilmu sosial yang menggunakan berbagai disiplin ilmu untuk menaggapi masalah-masalah sosial. mengkaji masalah kemanusiaan dan budaya. D. • Upaya ilmiah untuk memahami peristiwa/ pernyataan budaya yang pada umumnya dianggap unik yang apabila dipelajari akan membuat orang lebih halus dan berbudi. (2) lingkaran berikutnya melambangkan kebudayaan sebagai sistim tingkah laku dan tindakan berpola. Mengenal struktur kemasyarakatan seperti LKMD. PKK.1. Jenis Kelamin. 2. 4. Kerangka Kebudayaan Menurut Koentjaraningrat (1996. PUS. dan (4) lingkaran hitam yang letaknya paling dalam dan bentuknya yang paling kecil atau .

melambangkan kebudayaan sebagai sistim gagasan yang ideolagis KELOMPOK SOSIAL By Arva Rochmawati.merupakan pusat atau inti dari seluruh bagan.Himpunan/ kesatuan manusia yang hidup bersama . SST A. Pengertian Kelompok Sosial : .

Kategori social : kelompok individu yang sadar akan ciri-ciri yang sama c. Ada factor yang dimiliki bersama sehingga berhubungan erat 4.Kumpulan individu yang saling memiliki hubungan dan saling berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya rasa kebersamaan dan rasa memiliki. Bersistem dan berproses B. waktu karena pusat perhatian sama e. Syarat Kelompok Sosial : Robert K. Charles Horton Coole (berdasar hubungan) : a. Mempunyai pola interaksi 2. Triad : 3 orang sebagai focus hubungan sosial 2. Setiap anggota kelompok harus sadar merupakan bagian kelompok 2. Tipe secara Umum a. Monad : 1 orang sebagai focus hubungan social b. Organisasi formal : kelompok yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu 3. George Simmel : berdasarkan ukuran besar/ kecil a. Ada hubungan timbal balik 3. Kategori Statistik : Pengeompokan atas dasar cirri tertentu yang sama b. Kelompok Tidak teratur : perkumpulan orang-orang pada satu tempat. Tipe Kelompok Sosial 1. Kelompok Primer : ciri-ciri saling mengenal antar anggota dan kerjasama bersifat pribadi (keluarga) . Pihak yang berinteraksi didefinisikan orang lain sebagai anggota kelompok Soerjono Soekarta : 1. Pihak yang berinteraksi mendefinisikan dirinya sebagai anggota kelompok 3. berkaidah dan punya pola perilaku 5.. Merton : 1. Dyad : 2 orang sebagai focus hubungan social c. Kelompok Sosial : Keluarga d. Berstruktur.

b. Publik : kelompok yang bukan merupakan kesatuan. ikatan tempat. Formal Group Kelompok yang mempunyai peraturan2 tegas dan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antar manusia b. Merton a. hubungan tidak bersifat pribadi dan sifat tidak begitu langgeng 4. Paguyuban (Gemeinschaff) Kehidupan bersama anggota yang diikat hubungan batin yang murni. Berdasar Community a. Kelompok Sekunder : Kelompok besar. alamiah dan kekal Dasar : Rasa cinta dan kesatuan Macam : ikatan darah. Ikatan Pedagang) 5. Membership group : kelompok dimana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok b. mekanis (hubungan timbal balik) (ex. ikatan jiwa-fikiran b. Robert K. bersifat sebagai bentuk dalam fikiran belaka. Reference Group : Kelompok social yang menjadi acuan bagi seseorang untuk membentuk pribadi dan perilaku 7. focus : pemenuhan kebutuhan hidup . Masyarakat Pedesaan Hubungan erat. Informal Group Kelompok yang tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu/ pasti 6. Max Weber a. sistim kehidupan berkelompok atas dasar kekeluargaan.b. interaksi terjadi secara tidak langsung melalui alat komunikasi 8. Kerumunan : kumpulan manusia sampai batas-batas waktu tertentu dan mempunyai ikatan social tertentu. Ferdinand Tonnies a. Patembayan (Gesellschaff) Ikatan yang bersifat pokok untuk jangka waktu pendek. terdiri banyak orang. Kelompok social tidak teratur a.

Masyarakat Perkotaan Hubungan kurang erat.b. SST A. sistim kehidupan individual. focus : penggunaan kebutuhan hidup INTERAKSI SOSIAL By Arva Rochmawati. Pengertian .

• Kerja sama kontrak: atas dasar tertentu • Kerja sama tradisional: bagian dari unsur sistem sosial Macam pelaksanaan kerja sama: • • Kerukunan: gotong royong. pengetahuan untuk memenuhi kebutuhan yang diwujudkan dalam bentuk organisasi. Bergaining: pelaksanaan perjanjian tentang pertukaran barang dan jasa antara 2 organisasi atau lebih. Adanya komunikasi Suatu proses dimana individu memberikan rangsangan untuk merubah tingkah laku individu lain. antara kelompok manusia atau perorangan dengan kelompok manusia. Macam-macam kerja sama menurut teori sosiologi: • Kerja sama spontan: serta merta • Kerja sama langsung: hasil perintah atasan/penguasa. tolong menolong.Hubungan social yang dinamis menyangkut hubungan antar individu. Syarat terjadinya interaksi sosial: 1. Adanya kontak sosial. Bentuk Interaksi Sosial Kerja sama / Cooperation Kerja sama adalah proses yang terjadi karena orang sadar memiliki kepentingan yang sama. Komponen komunikasi: • • • • Komunikator Media/saluran Feedback Komunikan B. . • • • Antara orang perorangan Antara perorangan dengan kelompok manusia atau sebaliknya Antara kelompok manusia dengan kelompok manusia 2.

Persaingan ras Fungsi persaingan: a. Sebab pertentangan: a. Perbedaan kepentingan d. Tipe-tipe persaingan: a. Alat untuk seleksi. dengan mendudukkan individu sesuai dengan kemampuan Pertentangan/Konflik Pertentangan adalah proses sosial dimana individu/kelompok berusaha untuk memenuhi tujuan dengan jalan menantang pihak lawan dengan ancaman/kekerasan. Persaingan kedudukan & peranan d. Joint Venture: kerja sama dalam pengusaha proyek tertentu. Menyalurkan keinginan individu/kelompok yang bersifat kompetitif untuk hasil terbaik b. kelompok manusia bersaing mencari keuntungan tanpa menggunakan ancaman. proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan/pelaksanaan politik dalam suatu organisasi untuk menghindari • • Coalition: kombinasi antara 2 organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. Persaingan ekonomi b. Persaingan/Competition Persaingan adalah proses sosial dimana individu. Perbedaan sosial (reorganisasi sistem nilai) Bentuk pertentangan: a. Pertentangan pribadi b. Pertentangan rasial c. Pertentangan kelas sosial .• Cooptation: kegoncangan. Persaingan kebudayaan c. Perbedaan kebudayaan c. Perbedaan individu b.

2004. Aziz A. Jakarta : Bumi Aksara Syafrudin.. Pertentangan politik e. Sosial Budaya Dasar untuk Mahasiswa Kebidanan. 1996.. Barokah itu menyediakan rengkuhan dan belaian lembut disaat dada kita sesak oleh masalah..d. Pertentangan bersifat internas Sumber Pustaka : Hartono H. Barokah itu adalah keajaiban yang hanya terjadi pada orang-orang beriman. Ilmu Sosial Dasar. SST A. Barokah itu menyergapkan rindu ditengah kejengkelan. KONSEP KELUARGA By Arva Rochmawati. Jakarta : Ghalia Indonesia Barokah itu membawakan senyum meski air mata menitik-nitik. 2009.::ALLAHUMMA AAMIIN::. Pengertian : . Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : TIM Widyosiwoyo S. SELAMAT BELAJAR WAHAI SAUDARAQ… SEMOGA ILMU YANG KAU PELAJARI MEMBAWA MASLAHAT BAGI UMAT .

Fungsi pendidikan • Menyekolahkan anak • Mempersiapkan anak untuk masa depan • Mendidik anak sesuai tingkat perkembangan anak 5. Fungsi Sosiologis • Memberi sosialisasi pada anak dalam interaksi social diantara anggota keluarga • Membentuk norma dan tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak • Meneruskan nilai budaya keluarga 4. ciri-ciri : Cooperatif. Fungsi Keluarga : 1. B. perkawinan/pengangkatan dalam satu rumah tangga yang saling berinteraksi dan mempunyai peran serta dalam mempertahankan kebudayaan.• Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang tinggal dalam satu atap dan saling ketergantungan. Fungsi Psikologis • Memberikan kasih sayang dan rasa aman • Memberi perhatian anggota keluarga • Membina proses pendewasaan anggota keluarga • Memberikan identitas yang baik 3. Fungsi Ekonomi • • Mencari nafkah Mengatur keuangan . Keluaga bersifat gemen schaf (adanya hubungan Batin/ murni/ sejak lahir). saling membutuhkan. (Departemen kesehatan RI. Face to face. 1988) • Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang terkait dalam hubungan darah. Fungsi Biologis (Bapak dan Ibu) • Meneruskan Keturunan • Memelihara dan membesarkan anak • Memenuhi kebutuhan gizi • Memelihara dan merawat kesehatan 2.

Sifat : • • Matrilineal/ klan (garis keturunan yang ditonjolkan yang pihak wanita) ex. tradisional c. bali.Macam-macam keluarga besar : a. Sunda.• 6. Riau. Serial Family : keluarga berantai 4. Toba. Melayu. Jawa. unilateral. Aceh. Hubungan darah baik pada ayah maupun ibu (ex. Gayo Tiang keutuhan bentuk kekeluargaan : exogami. Toraja) b.Terikat kebiasaan yang sudah berlangsung turun temurun . Minangkabau dan Enggano Patrilineal/ gen ex.Telah melampaui satu generasi dari sepasang suami isteri . Menabung untuk masa depan Fungsi Rekreasi Memberi kesempatan pada anak untuk mengetahui hal-hal baru Fungsi Religi • Menanam rasa keagamaan terhadap keluarga (anak) • Mebiasakan anak mengamalkan ajaran agama sejak dini C. Keluarga Kecil (somah/ batih/ nuclear family) : meliputi ayah. 2.Ikatan genealogis (dasar) . ibu. Kekeluargaan bilateral/ parental = mpy. Madura. 7. dan anak-anak yang belum menikah. Mentawai (uma). Unilateral rangkap = satu stam/ suku : patrilineal dan matrilineal klan 3. Dayak. Peran dan Fungsi Anggota Keluarga : . Kabitas/Cahabitation: wanita dan pria yang hidup bersama tanpa pernikahan membentuk keluarga. Keluarga Besar (Extendeed Family) . Sasak & Kekeluargaan unilateral = yang menjadi anggota mempunyai hubungan darah dari ayah atau ibu saja D. nias. Composite Family : keluarga yang perkawinannya berpoligami 6. Single Family : keluarga duda/ janda 5. batak (marga). Bentuk-bentuk Keluarga : 1.

mental. perhatian. Ciri-Ciri Struktur Keluarga • • • Terorganisasi Saling hubungan dan ketergantungan. pendidikan. 7. Asih Kasih sayang. membantu mencari nafkah Peran anak : melaksanakan psiko social sesuai tingkat perkembangan baik fisik. Peran Ayah : mencari nafkah. rasa aman. Ada Keterbatasan Setiap anggota memiliki keterbatasan dalam menjalankan tugas dan fungsi. dan KK Peran ibu : mengurus RT. sosial dan spiritual. 3. mental. mendidik anak. 2. kehangatan dalam tumbuh kembang anak sesuai usia dan kebutuhan. G. pelindung. pelindung. tambahan keluarga. 5. 3. social. 3. Ada perbedaan dan kekhususan Mempunyai peranan dan fungsi masing-masing. F. E. Tiga Fungsi Pokok Keluarga 1. Tahap-Tahap Kehidupan Keluarga 1. 2. 6. 8. 4.1. Asah Memenuhi kebutuhan pendidikan anak sehingga tumbuh dewasa dan bisa mandiri dalam menghadapi masa depan. Asuh Memelihara dan merawat anak agar kesehatannya terpelihara sehingga anak sehat fisik. Pembentukan keluarga Menjelang kelahiran anak Menghadapi bayi Menghadapi anak pra sekolah Menghadapi anak sekolah Menghadapi anak remaja Melepaskan anak ke masysrakat Berdua kembali . 2.

Pola Kehidupan Keluarga Indonesia 1. Masa tua H. 2. Ciri Keluarga 1.9. Pemeliharaan ketertiban 7. Meningkatkan semangat I. 6. Sosialisasi 5. 5. Pembagian tugas sesuai kedudukan 4. Pemeliharaan sumber daya 3. b. Pengaturan jumlah keluarga 6. Tradisional Agraris Tenang . Tugas Keluarga 1. 6. 3. Pemeliharaan fisik 2. 4. 7. 1. 4. Penempatan anggota keluarga ke masyarakat 8. 3. 8. 2. c. Pedesaan a. 5. Ciri Keluarga Indonesia K. Diikat dalam tali perkawinan Ada hubungan darah Ada ikatan batin Ada tanggung jawab Ada pengambil keputusan Kerja sama Komunikasi Satu rumah Suami sebagai pengambil keputusan Satu kesatuan utuh Bertanggung jawab Meneruskan nilai budaya Ikatan keluarga erat Semangat gotong royong J.

f. Demokratis e. Terlibat kehidupan politik Kebudayaan By Arva Rochmawati. Dinamis b. Pengertian Koentjaraningrat : Keseluruhan dari perilaku. e. Rasional c. SST A. Individual f. Keseluruhan . hasil perilaku yang teratur oleh tata perilaku yang didapatkan dengan belajar dan tersusun dalam kehidupan masyarakat.d. Konsumtif Sederhana Akrab Menghormati orang tua Perkotaan d. 2. a.

7. UU. gagasan. hasil perilaku. tukang kayu. Wujud kebudayaan social (Activities) : sistim social yang kongkrit (subak/ irigasi) . bidan. dll. Unsur – unsur kebudayaan Ralph Linton : 1.Klukhohn : 1. dan nilai yang bersifat abstrak (pancasila. corak hubungan social 2. Unsur spesialistis : unsur yang dinikmati oleh sebagian masyarakat (pandai besi. 5. pola pakaian. 2. Kebudayaan : manifestasi kehidupan manusia B. Wujud kebudayaan (Koentjaraningrat) 1. kebiasaan.dari : perilaku manusia.) 3. Unsur universal : Idea. dokter. 4. sikap terhadap hal-hal supranatural) 4. pola rumah. Wujud kebudayaan ideal : Ide. didapatkan dengan belajar. Sistim religi Sistim kemasyarakatan Sistim pengetahuan Sistim bahasa Sistim kesenian Sistim ekonomi Sistim teknologi C. Unsur individual pecularities : merupakan unsur keistimewaan individual (phobia) C. Ralph Linton : Kebudayaan merupakan warisan social (Social Heredity) baik warisan yang bersifat umum maupun khusus. dll) Merupakan adat tata perilaku Mengarahkan perilaku manusia dalam masyarakat 2. tersusun dalam kehidupan masyarakat. teratur oleh tata perilaku. Unsur alternative : unsure yang dinikmati individu tertentu (pesawat terbang. Misal penggunaan bahasa tertentu. 3. tanggapan bersyarat. 6.

Wujud kebudayaan fisik (Artifacts) : candi. Maya. iklim. tanah. D. tv. migrasi. bangunan. microchip.3. bentuk. Misal : pertanian ditemukan di Asia tenggara. mencetak di Timur Jauh Cina dan Eropa b. - Isi dan bentuk unsur budaya yang sama pada daerah yang berbeda. Amerika dengan corak berbeda. majalah. ilmu hitung pada bangsa Hindu. Difusi kebudayaan (setingkat dengan Asimilasi): - Penyebaran sebuah/ sekelompok unsur kebudayaan yang terbatas dan lepaslepas. dll. persenjataan. Babylonia. rambut. Faktor saling kontak antar bangsa-bangsa dengan beragam kebudayaan melalui : perdagangan. Proses terbentuknya kebudayaan 1. komputer. Penetrasi (Masuknya dari bawah maupun atas) Merupakan gabungan difusi dan akulturasi : . air. c. Menulis di Eropa dan Amerika. agama. Misal warna kulit. dan bentuk tengkorak 2. Asia barat daya. Akulturasi (Penerapan dari kebudayaan lain) Bila sebuah kebudayaan lengkap telah mempengaruhi kebudayaan lain dengan sangat meresap dan ekstensif. buku. bentuk permukaan tanah. - Difusi unsure-unsur tersebut dari tempat penemuannya ke daerah-daerah lain. internet. luas tanah b. dan internet c. Faktor lingkungan geografis : letak. Difusi dan akulturasi kebudayaan : a. Faktor ras (induk bangsa) : ras adalah segolongan manusia yang mempunyai sifat dan cirri-ciri tubuh tertentu yang turun-temurun. Faktor-faktor yang berpengaruh : a. Contoh : kebudayaan Jepang menerima secara besarbesaran unsure kebudayaan Cina terus menerus dalam jangka lama. Persamaan tersebut dapat karena tingkatan-tingkatan evolusi dari unsure kebudayaan tersebut yang sama. radio. biji mata.

E. Islam pada kebudayaan Indonesia Peperangan : Kebudayaan Babylonia runtuh akibat kalah perang Disientegrasi : dasar-dasar kebudayaan dirusak/ dihancurkan oleh unsureunsur kebudayaan asing.- Penetrasi damai : pengaruh Hindu. usia anak 2 tahun (biologis) Kebiasaan makan tanah liat oleh karena kekurangan mineral tertentu Kebiasaan tempat tinggal seperti rumah panggung. Bangsa pemelihara ternak : Arab. A. Boonkes) Bentuk Kebudayaan materi (cara makan) dari cara hidup : 1. Mongolia. Bangsa petani : Hidup pada zaman batu baru (neolithikum) Tidak lagi mengembara Peralatan batu halus Pertanian rendah dan tinggi (memakai bajak/ tidak) 3. fisik geografi. Contoh : penyebaran agama islam menyebabkan disintegrasi budaya Hindu. Anggapan dasar kebudayaan 1. Tingkatan Kebudayaan (Dr. Asia Tengah. Padang rumput Afrika Utara F. Bangsa pemburu. lingkungan social. dan pengembara : Hidup pada zaman batu tua (palarolithicum) Bergantung pada alam Peralatan dari batu Cenderung menetap sebagai petani 2. kebudayaan Barat merusak kebudayaan primitif. Padang rumput Kirgis. Kebudayaan dapat disesuaikan (adaptasi) : menyesuaikan diri terhadap kebutuhan fisiologis/ biologis.d. diatas pohon (biologis) (lingkungan sosial) . penangkap ikan. Tanah pedalaman Anatolia. Misal : - Pantangan hubungan seks bagi ibu sesudah melahirkan s.

Kesimpulan : kebudayaan merupakan struktur yang tersusun rapi di mana suatu komponen tertentu mempunyai hubungan yang sangat erat dengan banyak komponen lain dan diperlukan. Unsure-unsur adaptif yang mirip cenderung berintegrasi c. dll. Bahasa Jawa: . 3. Aspek lingkungan yang berubah memerlukan adaptasi kebudayaan yang baru. unsure-unsur kebudayaan yang baik/ buruk meupun unsure baru dapat menggoncangkan susunan lama. kebiasaan pacaran. Misal suku di India yang kekurangan gizi akibat dari tidak diperbolehkan makan daging sapi. Kebudayaan merupakan suatu integrasi : unsure-unsur atau sifat-sifat yang terpadu menjadi suatu kebudayaan bukanlah sekumpulan kebiasaan-kebiasaan yang terkumpul secara acak. Sifat kebudayaan bersumber dari adaptasi kebudayaan b. Unsure-unsur yang bertentangan tidak dapat berintegrasi Dampak dari integrasi : Perubahan pada satu unsure sering menimbulkan pantulan yang dahsyat. karena : a. Kebudayaan selalu berubah : terdapat kebebasan individu untuk memperkenalkan variasi dalam cara berperilaku sehingga dapat menjadi milik bersama dan akhirnya menjadi bagian dari kebudayaan. Misal cara hidup. Kebudayaan jawa By Arva Rochmawati.- Kebiasaan pakaian : daerah panas dan dingin (fisik geografis) Bangunan benteng (sosial) Ternak dalam rumah (lingkungan sosial) 2. cara berpakaian. Lokasi kebudayaan Jawa : Jawa Tengah dan Jawa Timur B. SST A.

Nakokake b. Ngunduh temanten : dilakukan setelah sepasaran 5.Syarat : persetujuan kedua belah pihak. Larangan Perkawinan : saudara sekandung.1. pihak laki-laki lebih muda menurut ibunya daripada pihak wanita. Krama : inggil.Usaha berjenjang ini disebut rapak (masa introspeksi diri) 6. Adat Perkawinan 1. Rujuk . sasrahan) : sekarang jadi satu dengan paningset f. 2. Ijab kabul/akad nikah h. Pegatan .Perukunan kembali sebelum melebihi 100 hari .Laki-laki menjatuhkan talak (wanita . Penentuan hari dan tanggal perkawinan e. Ngoko : lugu. madya 3. dihadapan penghulu . andhap (kasar) 2. Ngarang wulu : duda kawin dengan adik almarhum isterinya 3. Wayuh : Poligami 4.Bila lebih dari 100 hari disebut : balen . Menjelang saat perkawinan g. Asok Tukon (srakah. Paningsetan : uang muka / tanda/ simbol untuk mengikat dulu d. isteri tidak dalam keadaan hamil. Kedhaton : bahasa keraton C.Bila suami tidak mau menjatuhkan talak lapor ke kaum KUA yang akan menjatuhkan putusan . taklik) . Nontoni : belum saling kenal c. pancer lanang (anak dua orang saudara sekandung laki2). misan (tunggal mbah buyut).Biasanya sebelum jatuh talak yang ketiga . Rangkaian upacara perkawinan : a. Upacara adat : temu dan sungkeman i.

Bendara . Mertua dan menantu=neolokal) Pembagian warisan : cara damai dan cara sepikul segendongan E. Atas dasar darah keturunan keraton : .Wong cilik 3.Santri .Wanita (janda) baru boleh bergaul dengan laki-laki lain setelah lewat masa iddah yaitu 3 bulan 10 hari (3x haid) D.Agama kejawen Wong cilik : - Wong baku : keturunan orang-orang yang dulu pertama-tama datang dan menetap Kuli gandok/ lindung : laki-laki telah kawin tetapi tidak mempunyai tempat tinggal sendiri. hub. batih. Atas dasar kedudukan : Priyayi : pegawai negeri dan kaum terpelajar Wong cilik 2. Biasanya ikut rumah mertua Joko/ sinoman : bujangan - F. Sistim Religi Islam santri : Patuh dan teratur menjalankan ajaran agama Islam kejawen : tidak tertib dalam menjalankan ajaran agama (islam + hindu) . (pasca nikah=uxorilokal. somah Keluarga luas (2-3 keluarga) Sanak sedulur : derajat tiga Alur waris : tujuh turunan. Sistim Kemasyarakatan Penggolongan masyarakat : 1.. Atas dasar agama : . Sistim Kekerabatan Kulawarga.

Linton . perkembangan nilai budaya By Arva Rochmawati. SST A.KONSEP Masyarakat. Pengertian 1.

isteri. tradisi. norma-norma. Adanya interaksi antar anggota. b. Batak)) persamaan keturunan/ darah. nama suku tersendiri bahasa maupun adat (suku Jawa. 2. Mempunyai adat istiadat. M. misal : a. mpy. Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling berinteraksi dengan adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terkait oleh rasa identitas bersama. Bali. Kesatuan-kesatuan Social Masyarakat : 1. 3. dan anak (Poligami maupun poliandri)) Kerabat/ famili (terdiri atas beberapa keluarga/ batih. Kesatuan Genealogis (kesatuan tunggal darah) : anggota disatukan oleh Somah/ batih/ keluarga (mrp. Gillin Masyarakat adalah sekelompok manusia yang tersebar yang mempunyai kebiasaan. 2. Koentjoroningrat Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat yang berkesinambungan dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Prof. Kesatuan sosial terkecil. hukum serta aturan yang mengatur pola tingkah laku anggotanya. Dr. Sistim bilateral/ parental/ sejalur.J.P. c. Adanya kesinambungan dalam waktu. 3. . 4. pertalian darah masih dapat ditunjukkan) Suku/ Stam (kerabat-kerabat bilateral yang luas.L Gillin dan J. Adanya suatu rasa identitas yang kuat dan mengikat semua warganya. 4. J. Ciri-ciri Masyarakat 1.Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup bekerja sama sehingga dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. B. pertalian darah sukar/ tidak dapat ditunjukkan. terdiri atas suami. dari pihak ayah/ ibu. mrp. C. anggota percaya mempunyai persamaan darah. Herskovits Masyarakat adalah sekelompok individu yang dikoordinasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu. sikap dan perasaan persatuan yang sama.

Mempunyai : tata tertib sendiri. ekonomi. Uma di Mentawai. Manifestasi sacral : upacara adat dan selamatan d. . mrp. Bertempat tinggal pada daerah yang sama b. Kesatuan Gabungan/ Campuran Penggolongan-penggolongan tidak terdapat batas yang tegas. lingkungan) 3. magis. terdapat 2 tipe (masy. pertanian. a. pertahanan. Persatuan anggota oleh ikatan gaib/ religius b. Kesatuan TOTEMITIS (bila sifat gaibnya sangat dominan dibanding genealogis dan teritorial) 4. tidak harus mempunyai pertalian darah. peperangan dikuasai oleh ssesuatu yang gaib (religius magis) c. Dalam aktifitas perkawinan.d. 5. kesadaran dalam mempertahankan daerah tempat tinggal. Sistim unilateral) Kesatuan Territorial (kesatuan tunggal daerah) a. Huta dan Kuria di Batak Masyarakat merupakan campuran antara : genealogis & teritorial atau Kesatuan lainnya Penggolongan atas dasar proses pembentukan dan tujuannya : ♣ Paguyuban/ Kesatuan kodrat : . Misal Desa di Jawa. Desa dan masy. perhitungan oleh karena persamaan kepentingan tujuan Solidaritas tidak cukup besar Cepat terbentuk tetapi juga mudah pecah genealogis. religius .Dasar ikatan : genealogis. kekerabatan. 2. Kesatuan sacral (kesatuan religius) a. Terdapat dalam kesatuan genealogis dan territorial e.Solidaritas sangat kuat ♣ Patembayan : Dasar ikatan : kehendak. Klan/ Family Parental (Sekelompok/ golongan yg mementingkan keturunan sepihak dari laki-laki/ perempuan. teritorial dan sakral.

2. Orang tua. Penggolongan berdasarkan usia : Pada masy. dll Contoh: masyarakat suatu negara ditentukan melalui hukumnya bahwa ada kategori warga jenis kelamin laki-laki dan kategori warga jenis kelamin wanita. Walaupun demikian golongan sosial itu mempunyai ikatan identitas sosial. Persatuan atas dasar jenis kelamin : ♣ Golongan kaum lelaki ♣ Golongan Kaum Perempuan ♣ Sering terjadi pada masyarakat primitif ♣ Berhubungan dengan hak dan kewajiban. atau mungkin golongan itu memang terikat oleh suatu sistem nilai. pendapatan. Kategori sosial Kategori sosial adalah kesatuan manusia yang terwujud karena adanya ciri-ciri yang obyektif yang dikenakan pada manusia-manusianya. gol. norma dan adat istiadat tertentu. gol. Anak dewasa (blm kawin). Suatu golongan sosial dapat juga timbul karena pandangan negatif dari orang-orang lain diluar golongannya. bahkan sering kali ciri itu dikenakan kepada pihak mereka dari pihak luar kalangan mereka sendiri. gol. cara berpakaian (adanya deferensiasi pada masy. gol. Hal tersebut tumbuh sebagai akibat reaksi terhadap cara pihak luar memandang golongan itu. bagian dari hasil pertanian. Pemuda (sudah kawin). Golongan sosial ini terdiri dari manusia-manusia yang oleh pihak luar disatukan berdasarkan ciri tertentu yaitu “sifat muda” golongan ini oleh masyarakat umum digambarkan sebagai suatu golongan yang masih penuh vitalitas dan semangat. seperti : Warisan. D. primitif) c. Anak. . Kanak-kanak.b. seperti seks. gol. Unsur-Unsur Masyarakat 1. dengan maksud untuk membedakan penyakit-penyakit yang spesifik pada kedua jenis kelamin tersebut. Contoh: di Indonesia ada konsep golongan pemuda. usia. Primitif. Golongan sosial Golongan sosial adalah merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu. bagian dari hasil buruan.

desa. Kelompok-kelompok yang terdiri dari sekawanan anak remaja atau geng. Himpunan Himpunan merupakan kesatuan manusia yang berdasarkan sifat tugas atau guna. Contoh: 1). Misalnya sekelompok tetangga yang sering bergaul Kelompok-kelompok lain termasuk dalam organisasi adat. Rw atau masyarakat pengrajin. Komunitas Komunitas adalah suatu kesatuan hidup manusia yang menempati wilayah yang nyata dan berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat. Sifat kepemimpinan berdasarkan kewibawaan kharisma serta hubungannya berdasarkan atas perorangan. Pada kelompok dasar organisasinya adalah organisasi adat. Kelompok dan perhimpunan Kelompok merupakan sekumpulan manusia yang berinteraksi antar anggotanya. Rt. serta yang terikat oleh suatu rasa identitas komunitas dan merupakan pangkal dari perasaan patriotisme dan nasionalisme. mempunyai adat istiadat tertentu. Komunitas merupakan pengertian dari masyarakat dalam arti sempit karena komunitas bersifat khusus dengan adanya ciri tambahan yaitu ikatan lokasi (dibatasi wilayah geografi) Contoh: kesatuan-kesatuan seperti kota. Kelompok . pedagang. dasar organisasinya. 4. misalnya kepala adat di beberapa wilayah Indonesia.Contoh: golongan gepeng dalam masyrakat kota terjadi karena ciri-ciri yang menyolok dan membedakan dengan warga kota lainnya yang baik status sosialnya. Contoh: Kelompok-kelompok yang terikat oleh hubungan keturunan atau kekerabatan suatu marga misalnya masyarakat batak. misalnya Minangkabau. 2). pimpinan berdasarkan wewenang dan hukum. 3. sifat hubungannya berdasarkan kontrak. petani. hubungan berdasarkan kekeluargaan. organisasi buatan. norma-norma berkesinambungan dan adanya rasa identitas yang sama serta mempunyai organisasi dan sistem pimpinan.

Syarat-Syarat terbentuknya Masyarakat 1. Di antara individu saling membutuhkan baik kebutuhan psikologis seperti rasa aman maupun kebutuhan-kebutuhan lainnya. Himpunan berdasarkan pendidikan yayasan pendidikan. perasaan kami. Seseorang berusaha mengidentifikasi dirinya sebanyak mungkin orang di dalam kelompok tersebut. organisasi profesi seperti IBI. sehingga semua mereka akan menyebut dirinya sebagai kelompok kami. perkumpulan pemberantasan buta huruf. di suatu daerah tertentu dengan bermata pencaharian dari sektor agraris. bila memasak dan menghidangkan makanan yang diutamakan .IDI dan PPNI  Himpunan untuk kegiatan keagamaan misalnya Muhammadiyah E. Seperasaan. F. Pandangan kebutuhan kehidupan diutamakan pada keperluan utama dari kehidupannya. Contoh. 2). Masyarakat Pedesaan Masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang hidup bersama dan bekerjasama yang berhubungan secara erat tahan lama dengan sifat-sifat yang hampir sama.  Himpunan berdasarkan kelompok ilmu pengetahuan misal. dan kelompok masyarakat itu sendiri memberi kemungkinan dilaksanakannya peranan tersebut. Ciri masyarakat pedesaan: a. Saling memerlukan. Masing-masing individu menyadari perasaannya di dalam kelompok. Unsur-unsur community sentiment adalah sebagai berikut: 1). Adanya kerja sama : untuk tujuan bersama E. 3). Adanya Kesatuan : Dalam penggunaan sarana dan peraturan meskipun tidak tertulis Anggota masyarakat menyesuaikan diri 2. Adanya Tata tertib : bisa berupa peraturan tertulis untuk perbaikan anggota masyarakat 3. Sepenanggungan.

ada saat-saat tertentu . Sistem religi (keagamaan) Sistem religi di pedesaan umumnya masih dipertahankan oleh masyarakat. sedangkan bahasa asing biasanya agak sulit diterima oleh masyarakat desa. Ulama/Kyai sangat dihormati. b. 2). Bahasa. Kehidupan keagamaan. sangat religius hal ini karena cara berfikir secara efektifitas artinya semua hal ada hubungannya dengan rasa kebersamaan dan kehidupan warga desa cenderung kearah keagamaan. Di desa lapangan pekerjaan umumnya kurang. cara-cara memproduksi. 3). mengingat fisik masingmasing karena sistem kerja mereka adalah gotong royong. memakai dan memelihara peralatan hidup dalam kebudayaan suatu suku bangsa. Masyarakat desa pada umumnya hidup dalam kebersamaan lebih mementingkan kelompok dan keluarganya. Di samping sistem religi ada sekelompok masyarakat tertentu di pedesaan yang mempunyai kepercayaan dan keyakinan terhadap ilmu ghaib (magic) seperti halnya dengan sistem religi. Penggunaan bahasa daerah (tradisional) di pedesaan umumnya lebih banyak digunakan. merupakan sistem perlambangan manusia secara lisan maupun tertulis. sebagai alat komunikasi.adalah pemenuhan kebutuhan biologis tidak diperhatikan soal-soal bahwa orang lain senang atau tidak. e. Perubahan-perubahan sosial lambat karena masyarakatnya tertutup terhadap pengaruh dari luar. g. d. Jalan fikiran orang-orang desa pada umumnya lebih praktis lebih mementingkan pada kekerabatan. f. c. Pada masyarakat pedesaan tidak dikenal adanya pembagian kerja berdasarkan keahlian tetapi biasanya pembagian kerja berdasarkan usia. Pola kebudayaan. ilmu ghaib juga mempunyai pemimpin atau pelukunya yaitu dukun. Teknologi. Pola kehidupan masyarakat pedesaan dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: a. norma dan nilai masyarakat pedesaan. Pada umumnya teknologi di pedesaan masih bersifat tradisional atau sederhana. Pola kebudayaan meliputi: 1).

kepala suku atau marga. Walaupun pada akhirnya religi dan ilmu ghaib sering kelihatan sama dan sulit diberi batasan yang jelas namun pada dasarnya terletak pada sikap manusia pada saat ia menjalankan agamanya yaitu ia menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan. kematian. orang tua. Nenek moyang ataupun kekuatan tinggi lainnya. hukum yang diambil mereka berasal dari Al Qur’an. mendapat haid pada remaja putri. yang umumnya dianggap keharusan dan yang mengandung peraturan-peraturan lebih khusus. . Kesenian. Qiyas dan pendapat Ulama. nenek. Di pedesaan masyarakatnya masih mempertahankan nilai-nilai seni yang terkandung. Apabila agama yang resmi dianut adalah agama Islam. dapat ditemukan di daerah pedalaman atau terpencil. diatur oleh pola-pola ideal. Nilai dan norma di masyarakat pedesaan. ada di wilayahnya atau desanya. Ada kewajiban tertentu bagi anakanaknya dan pemuda untuk mempelajari kesenian daerah. misalnya dalam hubungan antara orang-orang tua dan muda. 4).mengadakan upacara-upacara pada tempat-tempat tertentu. Tingkat kepercayaan yang ada di masyarakat terhadap dukun sangat tinggi. meminang. Dewa. Orang akan selalu meminta nasehat-nasehat kepada mereka. kelahiran bayi. Golongan orang-orang tua di masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting misalnya. Hukum agama Sistem norma merupakan norma dan nilai yang diperoleh dari agama yang dianut. paman. Ruh. upacara perkawinan. Sebaliknya pada saat ia menjalankan ilmu ghaib ia berusaha memanipulasi kekuatan-kekuatan tinggi dan ghaib agar kehendaknya dapat dijalankan dan keinginannya tercapai. apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. dll. b. Mereka dianggap sebagai pengambil keputusan terhadap masalahmasalah yang dihadapi. Hadist. Norma-norma yang umumnya digunakan oleh masyarakat desa adalah: a. Hubungan sosial antara para warga masyarakat desa sangatlah luas. kakek. Adat istiadat asli Adat istiadat asli biasanya digunakan dalam mengatur hubungan antara individu.

karena perbedaan kepentingan. Pola Interaksi Hubungan antar warga pedesaan umumnya lebih erat dan lebih mendalam. Memang di kota-kota juga beragama tetapi pusat kegiatannya hanya di tempat-tempat peribadatan. 5). . paham politik.c. 3). 4). Pembagian kerja di antara warga lebih tegas dan mempunyai batas-batas nyata sehingga gejala demikian dapat menimbulkan kelompok-kelompok kecil yang didasarkan pada pekerjaan yang sama atau keahlian yang sama dalam pergaulan. agama. Mata pencaharian penduduk desa disesuaikan dengan lokasi tempat tinggalnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan sehingga karena dekat dan merasa satu keluarga masyarakat yang berasal dari wilayah yang sama dianggap sebagai keluarga sendiri. c. Kehidupan keluarga di kota sering sukar untuk disatukan. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota karena sistem pembagian kerja yang diatas dan lingkupnya lebih luas. Sejumlah peraturan-peraturan ini telah disampaikan. b. dsb. Biasanya mereka bertani semata-mata untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. G. Kehidupan keagamaan berkurang hal ini karena cara berfikir yang rasional (realita masyarakat). Masyarakat kota pada umumnya bersikap individualistik tanpa harus bergantung pada orang lain. Mata Pencaharian Penduduk masyarakat pedesaan umumnya hidup dari pertanian. Hukum dan peraturan pemerintah Sistem ini terdiri dari norma-norma yang timbul dari UUD 1945 dan hukum-hukum yang dikeluarkan oleh pemerintah. 2). Masyarakat Perkotaan Ciri masyarakat perkotaan: 1). Pandangan penggunaan kebutuhan hidup sesuai dengan pandangan masyarakat sekitarnya.

Terutama orang muda sehingga sering menimbulkan pertentangan dengan golongan tua. Perubahan-perubahan sosial lebih cepat di kota karena lebih terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar. Umumnya bersifat modern dan merupakan kreasi dari seniman-seniman kota dan mengikuti perkembangan teknologi. Pembagian waktu yang teliti akibat dari jalan kehidupan yang cepat guna dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan individu. Pola kehidupan masyarakat kota dapat kita lihat dari aspek: a. Penggunaan hukum agama masih digunakan oleh sekelompok orang tertentu yang menganut nilai keagamaan yang cukup tinggi. 4). Pola kebudayaan. Peraturanperaturan yang berdasarkan adat istiadat sedikit sekali dipakai sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. televisi. 7). karena pengaruh era globalisasi. penggunaan bahasa daerah hanya oleh masyarakat atau kelompok tertentu. Kehidupan masyarakat perkotaan mulai berkurang. Kesenian. Teknologi. 2). . Nilai dan Norma Nilai dan norma di masyarakat kota umumnya sudah mengalami pergeseran. Bahasa yang digunakan umumnya adalah bahasa Indonesia. Jalan pikiran orang-orang kota biasanya lebih rasional hal ini menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor-faktor kepentingan pribadi. radio dan internet. Sistem religi (keagamaan). Peraturan pemerintah umumnya lebih sering dipakai dalam mengatur tata kehidupan masyarakat kota.6). Teknologi yang digunakan sudah lebih maju dan modern. 8). umumnya informasi tentang perkembangan teknologi mudah didapat melalui: media cetak. Pola kebudayaan meliputi: 1). Bahasa. karena pola pikir masyarakat sudah mengarah lebih percaya pada hal-hal yang bersifat pasti dan nyata. 3). norma dan nilai masyarakat kota.

merasa tertekan oleh adat istiadat yang mengakibatkan cara hidup yang monoton. Sebab-sebab pendorong orang desa meninggalkan tempat tinggalnya: a. umumnya sudah bersifat individual.b. Bagi penduduk desa yang mempunyai keahlian lain selain bertani dan menginginkan pasaran yang lebih luas untuk hasil produksinya. Permasalahan masyarakat pedesaan dan perkotaan. Pola Interaksi. Masyarakat Pinggiran Masyarakat pinggiran kota terbentuk karena adanya perluasan kota. d. b. Untuk mengembangkan pertumbuhan jiwa. umur dan golongan. mereka akan berhubungan dengan orang lain karena ada kepentingan dan urusan. H. I. Sehubungan dengan perbedaan antara masyarakat pedesaan dengan perkotaan. c. e. interaksi dan mata pencaharian. Di desa tidak banyak kesempatan untuk menambah pengetahuan. Di desa lapangan kerja pada umumnya kurang. Hubungan antara warga masyarakat kota. Mereka merasa dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain dan umumnya menganggap bahwa masalah orang lain adalah urusan orang tersebut. Mata pencaharian masyarakat kota umumnya sudah lebih bervariasi. Mata Pencaharian. c. . baik dari segi pola kebudayaan. menimbulkan terjadinya urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota. banyak yang pergi ke kota. Faktor-faktor penarik kota adalah: a. Keadaan di masyarakat pinggiran kota umumnya merupakan perpaduan antara sifat masyarakat kota dan desa. Penduduk desa terutama kaum mudanya. hal ini tidak mungkin didapatkan di desa. persamaan pekerjaan. Proses urbanisasi dapat terjadi dengan lambat atau cepat tergantung pada keadaan masyarakat yang bersangkutan. Rekreasi yang merupakan salah satu faktor penting di bidang spiritual kurang sekali dan kalaupun ada perkembangannya sangat lambat. Penduduk desa kebanyakan mempunyai anggapan bahwa di kota banyak pekerjaan serta banyak penghasilan (uang).

Penurunan angka kesakitan dan kematian dari berbagai sebab dan penyakit. Kelebihan modal di kota lebih banyak daripada di desa. d. penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan terutama untuk ibu dan anak.b. Indikator komprehensif   Angka kematian kasar menurun Umur harapan hidup meningkat b). Peningkatan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat. Pendidikan lebih banyak di kota dan dengan sendirinya lebih mudah di dapat. e. Peningkatan upaya kesehatan lingkungan terutama penyediaan sanitasi dasar yang dikembangkan dan di manfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan mutu lingkungan hidup. Indikator pelayanan kesehatan   Rasio antar kesehatan dan jumlah penduduk seimbang Distribusi tenaga kesehatan merata . Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam orang dan dari segala lapisan. c. f. b. Kota merupakan suatu tempat yang lebih menguntungkan untuk mengembangkan jiwa dengan sebaik-baiknya dan seluas-luasnya. pencegahan. Beberapa indikator dari masyarakat sehat menurut WHO adalah: 1). J. Keadaan yang berhubungan dengan status kesehatan masyarakat a). Mengatasi masalah kesehatan sederhana melalui upaya peningkatan. c. d. Peningkatan status gizi masyarakat berkaitan dengan peningkatan status sosial ekonomi masyarakat. Di kota lebih banyak kesempatan mendirikan perusahaan industri sehingga banyak menyerap tenaga kerja. e. Masyarakat Sehat Ciri masyarakat sehat: a. Indikator pelayanan kesehatan    Angka kematian ibu dan anak menurun Angka kematian karena penyakit menular menurun Angka kelahiran menurun 2).

Ilmu Sosial Dasar. mempunyai peran yang sangat menentukan dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat..masalah kesehatan dalam masyarakat Indonesia: 1). fasilitas kesehatan lainnya Masalah. Aziz A. 1996.. Menurut Departemen Kesehatan RI fungsi bidan di wilayah kerjanya ialah: . 2004. Bukan supaya Allah memenuhi perintahmu. Tingginya angka pertumbuhan penduduk 2). Jakarta : Bumi Aksara Syafrudin. Informasi lengkap tentang jumlah tempat tidur di rumah sakit. Sosial Budaya Dasar untuk Mahasiswa Kebidanan. Jakarta : TIM Widyosiwoyo S. khususnya kesehatan ibu dan anak di wilayah kerjanya. 2009. SST Bidan sebagai salah satu anggota tim kesehatan terdekat dengan masyarakat. Jakarta : Ghalia Indonesia Berdo’a adalah memenuhi perintah Allah.. Masalah kesehatan lingkungan. Sumber Pustaka : Hartono H. Meningkatnya angka kesakitan penyakit tidak menular 5). Pahami ini supaya dirimu tidak kehilangan adab dalam berdo’a (Al-Hikam) Berdo’alah sebanyak-banyaknya saudaraq…semoga dari sekian do’a yang kau panjatkan terkabul salah satunya. atau semuanya tergantung dari seberapa tulus Do’a yang kau panjatkan kepada Illahi Robbi ASPEK SOSIAL BUDAYA KESEHATAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN By Arva Rochmawati. Ilmu Budaya Dasar. sebagian. Tingginya angka kematian ibu dan anak 3). Tingginya angka kesakitan karena penyakit menular 4).

Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di rumah-rumah. Kegiatan bidan yang pertama kali harus dilakukan apabila mendatangi suatu wilayah adalah mempelajari bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat setempat. Membina kerjasama lintas program. Karena BBLR. Apabila masyarakat sudah menganggap bidan adalah orang yang patut dicontoh maka ia akan melaksanakan hal-hal yang diajarkan dan dianjurkan oleh bidan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh bidan supaya dikenal oleh masyarakat ialah ia harus mempromosikan diri dengan menampilkan kepribadian sesuai norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. bahwa kelahiran anak adalah merupakan sumber rejeki.6/1000. tetanus. angka kelahiran kasar berkisar antara 26-32/1000 penduduk. Menggerakkan dan membina peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan. A. bidan harus mengupayakan hubungan yang efektif dengan masyarakat. . lintas sektoral dan lembaga swadaya masyarakat. 5. Angka kematian balita masih 10. Angka kematian tersebut berkaitan erat dengan faktor sosial budaya di masyarakat: • Pandangan sebagian masyarakat. 6. Membina kelompok dasawisma di bidang kesehatan.1. Mendeteksi adanya efek samping dan komplikasi pemakaian kontrasepsi serta adanya penyakit-penyakit lain dan berusaha mengatasi sesuai kemampuannya. Melakukan rujukan medis maupun rujukan kesehatan ke fasilitas kesehatan lainnya. 3. Membina dan memberikan bimbingan teknis kepada kader serta dukun bayi. Agar tugas dan fungsinya dapat dilaksanakan secara efektif. dengan melakukan penyuluhan kesehatan yang sesuai dengan permasalahan kesehatan setempat. 4. pertusis. anak itu tumpuan dihari tua. Aspek Sosial Budaya Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Anak Angka kematian bayi masih tinggi yaitu 58/1000 kelahiran hidup. salah satu kunci keberhasilan hubungan yang efektif adalah komunikasi. pelayanan KB pengayoman medis kontrasepsi. Angka kelahiran dan angka kesuburan masih cukup tinggi. sehingga bidan memiliki kharima tersendiri bagi masyarakat setempat. campak. 2. memahami bahwa nasyarakat merupakan bagian dari dirinya. mengenai persalinan. Jenis kematian adalah:   Karena penyakit antara lain. 7.

Faktor pengendalian penyakit perorangan B. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan anak dan tahan hidup anak yaitu: 1. ibu yang baru bersalin memberikan nasi pakpak kepada bayinya agar tumbuh sehat dan kuat. . paritas.• Kurangnya pemenuhan nutrisi bagi anak dan baik. Demikian pula halnya dengan pemberian colostrum. sesuai dengan kedudukan. Anggapan. Aspek Sosial Budaya Yang Berhubungan Dengan Kesehatan Ibu Sosial budaya yang berhubungan dengan kesehatan ibu diantaranya adalah: • • Kepercayaan. jenis kelamin dan situasi-situasi tertentu. Sementara colostrum sangat berperan dalam menambah daya kekebalan tubuh bayi. Di beberapa masyarakat tradisional. Faktor luka 5. ayah yang bekerja sebagai pencari nafkah berhak mendapat jumlah makanan yang lebih baik dan lebih banyak daripada anggota keluarga yang lain. Faktor kekurangan gizi 4. muntah dan masuk angin pada bayi. kualitas dan jenis-jenis makanan yang seharusnya dikonsumsi oleh anggota-angoota rumah tangga. Faktor ibu. pada suku Sasak di Lombok. berkaitan dengan pola pemberian makan pada bayi yang berbeda dengan konsepsi kesehatan modern. Faktor pencemaran lingkungan 3. (umur. Namun. karena memprioritaskan ayah sebab ayah adalah pencari nafkah. Selain itu ada yang menganggap bahwa colostrum dapat menyebabkan diare. jarak kelahiran) 2. Sebagai contoh pemberian ASI menurut konsep kesehatan modern ataupun medis dianjurkan selama 2 tahun dan pemberian makanan padat sebaiknya dimulai sesudah bayi berumur 4 tahun. Salah satu faktor yang secara langsung dapat mempengaruhi kondisi kesehatan bayi adalah makanan yang diberikan. Dalam setiap masyarakat ada aturan-aturan yang menentukan kuantitas. Misalnya: Ibu yang sedang hamil tidak diperbolehkan/dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan tertentu. Mereka percaya bahwa apa yang keluar dari mulut ibu merupakan yang terbaik untuk bayi. usia. colostrum ini dianggap sebagai susu yang sudah rusak dan tidak baik untuk diberikan kepada bayi karena warnanya yang kekuning-kuningan. Pada beberapa masyarakat tradisional di Indonesia kita bisa melihat konsepsi budaya yang terwujud dalam perilaku.

Belum adanya jenis kelamin tertentu dalam keluarga terkadang memaksa ibu untuk hamil lagi yang kemungkinan membahayakan kesehatan mereka sendiri. Pemahaman tentang KB. e). Angka kematian ibu yang tinggi. DM. melahirkan dan nifas. Pengaruh sosial budaya juga berdampak pada tingkat pendidikan kaum wanita yang rendah terutama pada wanita dewasa muda yang masih berkisar 25. d)Aborsi. kegagalan kontrasepsi. partus dan nifas. a). cara memasak dan cara penyajian yang serasi sehingga nilai gizinya pun kurang seimbang. toxemia dan anemia. Sebagian besar alasan melakukan aborsi karena masalah ekonomi. Bermacam-macam pendekatan dapat digunakan untuk melaksanakan program KB.4% disebabkan perdarahan. Pola makan tersebut berpengaruh terhadap timbulnya penyakit: anemia. Pendekatan yang digunakan dalam strategi pelaksanaan program KB. b). maka orang tersebut dapat dikatakan ber-KB. dll.• Larangan. kebiasaan dan adat istiadat yang mengatur tentang kehidupan wanita. Dalam sosial budaya tertentu terdapat budaya pantang terhadap makanan tertentu yang mestinya sangat dibutuhkan. kelahiran. juga tidak mengetahui kapan harus datang ke pelayanan kesehatan. pre eklamsi. infeksi. menurut Sensus Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) angka kematian ibu maternal 450/100. Pemahaman dan keyakinan dalam masyarakat mengenai program KB identik dengan kontrasepsi yang dipromosikan pemerintah padahal dengan memakai cara kontrasepsi apapun sepanjang tujuannya untuk menjarangkan/menghentikan kelahiran. Banyak kepercayaan. . c). Kematian ibu merupakan salah satu indikator derajat kesehatan dimana jumlah yang banyak adalah ibu masa hamil.7%. Proses kehamilan dan persalinan merupakan penyebab kematian tertinggi pada wanita yang berkisar 94. kondisi ini menyebabkan ibuibu tidak mengetahui perawatan semasa hamil. perawatan bayi dan semasa nifas. jarak kehamilan yang terlalu dekat. terutama kesehatan ibu seperti waktu hamil.000 kelahiran hidup. Adanya penilaian anak yang berbeda-beda menurut jenis kelamin. Kurangnya pengetahuan ibu tentang cara pemilihan jenis/bahan makanan. suami kawin lagi atau jumlah anak terlalu banyak. Kehamilan.

9%. 4. proses kelahiran lebih cepat dan tidak terlalu menyakitkan. masyarakat yang memeriksakan diri ke Puskesmas 59. Pada ibu hamil mungkin timbul gejala-gejala mengidam. g). Melahirkan. Arus perubahan yang cepat seringkali tidak diikuti dengan perubahan sikap dan pola tingkah laku yang sesuai dengan masyarakat. 3. tingkah laku dan kebiasaan masyarakat untuk hidup sehat masih belum mampu memperoleh upaya pelayanan kesehatan. Perubahan selera makan ibu hamil dipengaruhi oleh hormon dan rasa hatinya.7%. swasta 28. Tingkat pendidikan yang belum memadai. Adat istiadat. Tetapi banyak juga yang melakukan perawatan khusus selama kehamilan baik secara tradisional maupun modern. mengeluarkan darah kotor dan mengencangkan rahim. Posyandu 11. Perawatan pasca melahirkan Mengembalikan energi yang terkuras selama proses melahirkan serta melakukan perawatan pengembalian kondisi fisik. dilihat dari frekuensi kunjungan ANC Ibu Hamil yang berkisar 317X sebesar 54%. Jumlah penduduk yang besar serta distribusi yang tidak merata. Terbatasnya pembiayaan untuk pembangunan kesehatan dari Pemerintah.2%. h). Hal ini antara lain disebabkan oleh: . Aspek Sosial Budaya Yang Berhubungan Dengan Pelayanan Kesehatan. f). karena perubahan orientasi nilai budaya mereka terhambat sehingga menimbulkan konflik dalam sistem nilai budaya yang dapat mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan. Sebagian besar masyarakat sudah mempercayakan proses kelahirannya pada bidan atau dokter karena memiliki pengetahuan dan peralatan modern dan canggih sehingga lebih memberikan perasaan aman. Ditambah dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan masih rendah. dengan alasan tidak memiliki keluhan yang berarti selama hamil. Secara tradisional dengan minum jamu-jamu tertentu agar kondisi bisa seperti semula. Pembangunan kesehatan di Indonesia terhambat oleh berbagai faktor yaitu: 1. Mengidam.Selama kehamilan sebagian besar ibu-ibu tidak memeriksakan diri secara teratur ke puskesmas/tempat pemeriksaan kesehatan lain. C. 2. sikap.

Pelayanan posyandu tidak/kurang tersedia ruangan yang tertutup dan memadai untuk menjaga privacy. UU ini merupakan acuan dalam penyusunan berbagai kebijakan pedoman dan arah pelaksanaan pembangunan kesehatan.a. Nilai-nilai Filosofi Pembangunan Dasar pijakan: a. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap petugas kesehatan rendah. Kesehatan sebagai investasi bangsa. . b. imbalan jasa kepada petugas relatif lebih mahal serta dibatasi dengan tarif. berhasil guna dan berdaya guna sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Tujuan Sistem Kesehatan Nasional Terselenggaranya pembangunan kesehatan oleh semua potensi bangsa baik masyarakat. Petugas kesehatan umumnya pendatang sehingga ada perbedaan pengakuan dan penerimaan sebagai keluarga. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Wujud pembanguna kesehatan di Indonesia adalah SKN (Sistem Kesehatan Nasional) yang diatur dalam UU No 23 Th 1982 tentang Kesehatan. Pembangunan Kesehatan Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran. Kesehatan adalah hak azasi bangsa. D. Landasan idiil: Pancasila Landasan Konstitusional: UUD 1945 Prinsip dasar pembangunan: Perikemanusiaan. Pengertian Sistem Kesehatan Nasional Sistem Kesehatan Nasional adalah suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum seperti dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945. c. swasta maupun pemerintah secara sinergis. Kesehatan menjadi titiksentral pembangunan kesehatan. b.

Aspek sosial budaya pada setiap trimester kehamilan. Mengembangkan kemampuan dan prakarsa masyarakat untuk berpartisipasi dalam berswadaya. Tujuan Khusus: • • • • Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan potensi yang dimiliki untuk menolong diri sendiri. 5).Penyelenggaraan pembangunan didasarkan pada prinsip kemanusiaan yang dijiwai. Menghasilkan lebih banyak tenaga masyarakat untuk berperan dalam LKMD. I. Pembangunan Tujuan PKMD Tujuan Umum: Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong diri sendiri di bidang kesehatan dalam rangka meningkatkan mutu hidup. 3). Memahami perilaku perawatan kehamilan (ante natal care) adalah penting ntuk mengetahui dampak kesehatan bayi dan si ibu sendiri. 4). digerakkan dan dikendalikan oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. masih banyak ibu- . • ASPEK SOSIAL BUDAYA KESEHATAN YANG BERPENGARUH DALAM PELAYANAN KEBIDANAN kesehatan di Indonesia dirasionalkan dalam wujud PKMD (Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa). Menurunkan angka kematian bayi dan anak. 2). Perawatan kehamilan merupakan slah satu faktor yang amat perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan kematian ketika persalinan. Menurunkan angka kekurangan gizi balita. Kenyataan yang ada di kalangan masyarakat Indonesia. Menurunkan angka kematian bayi dan ibu bersalin. di samping itu juga untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan janin. Menurunkan angka kelahiran. Meningkatkan kesehatan masyarakat dalam memenuhi beberapa indikator kesehtan antara lain: 1). Menurunkan angka kesakitan umum.

menyebabkan ibu mempunyai resiko tinggi saat melahirkan. ibu hamil pantang makan dengan menggunakan piring yang besar karena khawatir bayinya akan besar sehingga akan mempersulit persalinan. Dikatakan pula bahwa penyebab utama dari tingginya angka anemia pada wanita hamil disebabkan karena kurangnya zat gizi yang dibutuhkan untuk pembentukan darah. Mereka merasa tidak perlu memeriksakan dirinya secara rutin ke bidan maupun dokter. berat badan bayi yang dilahirkan juga rendah. Sementara di salah satu daerah di Jawa Barat. larangan untuk memakan buah-buahan . Selain itu. Tentunya hal ini sangat mempengaruhi daya tahan dan kesehatan si bayi. Contoh lain di daerah Subang. ibu yang kehamilannya memasuki 8-9 bulan sengajaharus mengurangi makannya agar bayi yang dikandungnya kecil dan mudah dilahirkan. ada kepercayaan bahwa ibu hamil pantang makan telur karena akan mempersulit persalinan dan pantang makan daging karena akan menyebabkan perdarahan yang banyak. alamiah dan kodrati. Masih banyak ibu-ibu yang kurang menyadari pentingnya pemeriksaan kehamilan menyebabkan tidak terdeteksinya faktor-faktor resiko tinggi yang mungkin dialami oleh mereka. Beberapa kepercayaan yang ada misalnya di Jawa Tengah. yang menyebabkan istri mengalami kehamilan yang berturut-turut dalam jangka waktu yang relatif pendek. Permasalahan-permasalahan pada kehamilan dan persalinan dipengaruhi juga oleh faktor nikah usia muda yang masih banyak dijumpai di daerah pedesaan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan dan kurangnya informasi. Di masyarakat Betawi berlaku pantangan makan ikan asin. Resiko ini baru diketahui pada saat persalinan yang sering kali karena kasusnya sudah terlambat dapat membawa akibat fatal yaitu kematian. tentunya akan berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janin. Di samping itu. selain ibunya kurang gizi. Permasalahan lain yang cukup besar pengaruhnya pada kehamilan adalah masalah gizi. Dan memang. Hal ini disebabkan karena adanya kepercayaan-kepercayaan dan pantanganpantangan terhadap beberapa makanan yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh wanita hamil. ikan laut.ibu yang menganggap kehamilan sebagai hal biasa. udang dan kepiting karena dapat menyebabkan ASI menjadi asin. Tidak heran kalau anemia dan kurang gizi pada wanita hamil cukup tinggi terutama di daerah pedesaan. dengan masih adanya preferensi terhadap jenis kelamin anak khususnya pada beberapa suku.

terutama di daerah pedesaan. Keadaan ini seringkali pula diperberat oleh faktor geografis. tidak tersedianya transportasi atau . dimana jarak rumah si ibu dengan tempat pelayanan kesehatan cukup jauh.seperti pisang. infeksi dan eklamsia (keracunan kehamilan). Secara medis penyebab klasik kematian ibu akibat melahirkan adalah perdarahan. nanas. kodok (memasukkan tangan ke dalam vagina dan uterus untuk mengeluarkan placenta). Beberapa penelitian yang pernah dilakukan mengungkapkan bahwa masih terdapat praktek-praktek persalinan oleh dukun yang dapat membahayakan ibu. Tidak jarang pula nasehat-nasehat yang diberikan oleh teman atau tetangga mempengaruhi keputusan yang diambil. Walaupun sudah banyak dukun beranak yang dilatih. ketimun dan lain-lain bagi wanita hamil juga masih dianut oleh beberapa kalangan masyarakat terutama masyarakat di daerah pedesaan. Di daerah pedesaan kebanyakan ibu hamil masih mempercayai dukun beranak untuk menolong persalinan yang biasanya di rumah. biaya murah. Kefatalan ini sering terjadi tidak hanya karena penanganan yang kurang baik tetapi juga karena ada faktor keterlambatan pengambilan keputusan dalam keluarga. ibu dengan posisi bersandarkan kaki diluruskan ke depan selama berjam-jam yang dapat menyebabkan perdarahan dan pembengkakan). nyanda (setelah persalinan. Kondoso-kondisi tersebut bila tidak ditangani secara tepat dan profesional dapat berakibat fatal bagi ibu dalam proses persalinan. Kepanikan dan ketidaktahuan akan gejala-gejala tertentu saat persalinan dapat menghambat tindakan yang seharusnya dilakukan dengan cepat. Disamping itu juga masih adanya keterbatasan jangkauan pelayanan kesehatan yang ada. Pemilihan dukun sebagai penolong persalinan pada dasarnya disebabkan karena beberapa alasan antara lain dikenal secara dekat. mengerti dan dapat membantu dalam upacara adat yang berkaitan dengan kelahiran anak serta merawat ibu dan bayi sampai 40 hari. atau keputusan berada di tangan suami yang seringkali menjadi panik melihat keadaan krisis yang terjadi. Umumnya. Penelitian Iskandar dkk (1996) menunjukkan beberapa tindakan/praktek yang membawa resiko infeksi seperti. keputusan terhadap perawatan medis apa yang akan dipilih harus dengan persetujuan kerabat yang lebih tua. Interaksi antara kondisi kesehatan ibu hamil dengan kemampuan penolong persalinan sangat menentukan hasil persalinan yaitu kematian atau bertahan hidup. namun praktek-praktek tradisional tertentu masih dilakukan. mengolesi (membasahi vagina dengan minyak kelapa untuk memperlancar persalinan).

faktor kendala ekonomi dimana ada anggapan bahwa membawa si ibu ke rumah sakit kan memakan biaya yang mahal. Serta adanya suatu keyakinan dan sikap pasrah dari masyarakat bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan takdir yang tak dapat dihindarkan. II. Aspek Sosial Budaya Selama Persalinan Kala I, II, II dan IV Ada suatu kepercayaan yang mengatakan minum rendaman air rumput fatimahakan merangsang mulas. Memang, rumput fatimah bisa membuat mulas pada ibu hamil, tapi apa kandungannya belum diteliti secara medis. Jadi, harus dikonsultasikan dulu ke dokter sebelum meminumnya. Karena, air rumput fatimah hanya boleh diminum bila pembukaan sudah mencapai 3-5 cm, letak kepala bayi sudah masuk panggul, mulut rahim sudah lembek/tipis dan posisi ubun-ubun kecilnya normal. Jika letak ari-arinya di bawah atau bayinya sungsang, tidak boleh minum rumput ini karena sangat bahaya. Keluarnya lendir semacam keputihan agak banyak menjelang persalinan, akan membantu melicinkan saluran kelahiran hingga bayi lebih mudah keluar. Keluarnya cairan keputihan pada usia kehamilan tua justru tidak normal, apalagi disertai gatal, bau dan berwarna. Jika hal ini terjadi segera konsultasikan ke dokter. Karena bayi akan keluar lewat saluran lahir, maka bila terjadi infeksi pada vagina bisa mengakibatkan radang selaput mata pada bayi. Harus diketahui pula, yang membuat persalinan lancar bukan keputihan melainkan air ketuban. Sehingga bila air ketuban pecah duluan persalinan menjadi seret. Minum minyak kelapa memudahkan persalinan. Memang minyak kelapa konotasinya membuat lancar dan licin. Namun dalam dunia kedokteran, minyak kelapa tidak ada gunanya sama sekali dalam melancarkan keluarnya sang janin. Mungkin secara psikologis ibu hamil meyakini, dengan minum dua sendok minyak kelapa dapat memperlancar persalinannya. Minum madu dan telur dapat menambah tenaga untuk persalinan. Madu tidak boleh sembarangan dikonsumsi ibu hamil. Jika BB-nya cukup, sebaiknya jangan minum madu karena bisa mengakibatkan overweigth. Sebab madu termasuk karbohidratyang paling tinggi kalorinya. Jadi madu boleh diminum hanya jika BB-nya kurang. Begitu BBnya naik dari batas yang ditentukan, sebaiknya segera dihentikan. Akan halnya telur tidak masalah, karena mengandung protein yang juga menambah kalori.

Makan duren, tape dan nanas bisa membahayakan persalinan. Hal ini benar karena bisa mengakibatkan perdarahan atau keguguran. Duren mengandung alkohol, jadi panas ke tubuh. Begitu juga tape. Demikian juga dengan masakan yang menggunakan arak, sebaiknya dihindari. Buah nanas juga, karena bisa mengakibatkan keguguran. Makan daun kemangi membuat ari-ari lengket, hingga mempersulit persalinan. Yang membuat ari-ari lengket bukan daun kemangi, melainkan ibu yang pernah mengalami dua kali kuret atau punya banyak anak, misalnya empat anak. Ibu yang pernah mengalami kuret sebaiknya melakukan persalinan di RS besar, sehingga bila terjadi sesuatu bisa segera ditangani. Sebenarnya kelancaran persalinan sangat tergantung faktor mental dan fisik si ibu. Faktor fisik berkaitan dengan bentuk panggul yang normal dan seimbang dengan besar bayi. Sedangkan faktor mental berhubungan dengan psikologis ibu, terutama kesiapannya dalam melahirkan. Bila ia takut dan cemas, bisa saja persalinannya jadi tidak lancar hingga harus operasi. Ibu dengan mental yang siap bisa mengurangi rasa sakit yang terjadi selama persalinan. Faktor lain yang juga harus diperhatikan: riwayat kesehatan ibu, apakah pernah menderita diabetes, hipertensi atau sakit lainnya, gizi ibu selama hamil, apakah mencukupi atau tidak dan lingkungan sekitar, apakah men-support atau tidak karena ada kaitannya dengan emosi ibu. Ibu hamil tidak boleh cemas karena akan berpengaruh pada bayinya. Bahkan, berdasarkan penelitian, ibu yang cemas saat hamil bisa melahirkan anak hiperaktif, sulit konsentrasi dalam belajar, kemampuan komunikasi yang kurang dan tidak bisa bekerja sama. III. Aspek Sosial Budaya Dalam Masa Nifas. Aspek sosial budaya pada masa nifas adalah suatu hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia untuk mencapai tujuan bersama pada masa sesudah persalinan. Macam-macam aspek sosial budaya pada masa nifas yaitu: o Masa nifas dilarang makan telur, daging, udang, ikan laut dan lele, keong, daung lembayung, buah pare, nenas, gula merah dan makanan yang berminyak. Dampak positifnya tidak ada tetapi dampak negatifnya bagi ibu nifas adalah merugikan karena masa nifas memerlukan makanan yang bergizi seimbang agar ibu dan bayi sehat.

o

Setelah melahirkan atau setelah operasi hanya boleh makan tahu dan tempe tanpa garam ”ngayep” dilarang banyak makan dan minum, makanan harus disangan/dibakar. Dampak positifnya tidak ada tetapi dampak negatifnya bagi ibu nifas merugikan karena makanan yang sehat akan mempercepat penyembuhan luka.

o

Masa nifas dilarang tidur siang. Dampak poritifna tidak ada tetapi dampak negatifnya bagi ibu nifas tentunya ada karena masa nifas harus cukup istirahat, kurangi kerja berat. Karena tenaga yang tersedia sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu dan bayi.

o

Masa nifas setelah waktu Maghrib harus puasa tidak makan makanan yang padat. Dampak positifnya bagi ibu nifas dapat menyebabkan badan ibu nifas mengalami penimbunan lemak, disamping itu organ-organ kandungan pada masa nifas belum pulih kembali, akan tetapi hal ini dapat menyebabkan ibu kurang nutrisi sehingga produksi ASI menjadi berkurang.

o

Masa nifas tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari. Dampak positifnya tidak ada sedangkan dampak negatifnya bagi ibu nifas adalah ibu nifas perlu membawa bayinya ke pelayanan kesehatan paling tidak untuk pemberian imunisasi.

o

Ibu setelah melahirkan dan bayinya harus dipijat/diurut, diberi pilis/lerongan dan tapel. Dampak positifnya jika pijatannya benar maka peredaran darah ibu dan bayi menjadi lamcar. Dampak negatifnya apabila pijatan salahsangat berbahaya karena dapat merusak kandungan. Pilis dan tapel dapat merusak kulit bagi yang tidak kuat/menyebabkan alergi.

o

Masa nifas harus minum abu dari dapur dicampur air, disaring, dicampur garam dan asam diminum supaya ASI banyak. Dampak positifnya tidak ada sedangkan dampak negatifnya abu, garam dan asam tidak mengandung zat gizi yang diperlukan oleh ibu menyusui untuk memperbanyak produksi ASI nya.

o

Masa nifas tidak diperbolehkan berhubungan intim.

Pelayanan kebidanan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pelayanan rumah sakit. Contoh infeksi atau malah perdarahan. Manusia memerlukan suatu bentuk keyakinan dalam hidupnya karena keyakinan akan melahirkan tata nilai . Tanpa keyakinan kehidupan akan diliputi oleh perasaan bimbang. Pendekatan Melalui Agama Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dari unsur keyakinan. Manusia dalam mewujudkan keyakinan dan pengharapannya mengikuti aturan-aturan tertentu atau norma. A. menggunakan berbagai sumber daya seperti ketenagaan. baik yang berhubungan dengan manusia. Oleh karena itu. yakni mengecilnya rahim kembali ke bentuk dan ukuran semula. mesin. semisal kekhawatiran akan robeknya jahitan maupun ketakutan bakal hamil lagi. Bidan harus memiliki ketrampilan profesional agar dapat memberikan pelayanan kebidanan yang bermutu untuk memenuhi tuntutan kebutuhan nasional ataupun kebutuhan global. Alasannya. tenaga bidan bertanggung jawab memberikan pelayanan kebidanan yang optimal dalam meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan kebidanan yang diberikan selama 24 jam selama berkesinambungan.Dampak positifnya dari sisi medis. fasilitas. Agar bidan dapat menjalankan peran fungsinya dengan baik maka perlu adanya pendekatan sosial budaya yang dapat menjembatani pelayanannya kepada pasien. dalam memproduksi jasa pelayanan kesehatan (pelayanan medis dan kebidanan) untuk masyarakat. senggama memang dilarang selama 40 hari pertama usai melahirkan. modal. alam ataupun yang sifatnya gaib. Belum lagi libido yang mungkin memang belum muncul ataupun pengaruh psikologis. energi dan waktu. Manusia dalam hidupnya selalu mempunyai pengharapan dan cita-cita sehingga ia selalu berusaha untuk mewujudkan keyakinan dan pengharapannya dalam karya yang konkret. bahan. CARA-CARA PENDEKATAN SOSIAL BUDAYA DALAM PRAKTEK KEBIDANAN Rumah sakit sebagai suatu institusi pelayanan kesehatan. aktivitas yang satu ini akan menghambat proses penyembuhan jalan lahir maupun involusi rahim. Sedangkan dampak negatifnya tidak ada.

Hal inilah yang harus kita lihat dan sadari. keluarga. Agama sebagai komponen integral dari budaya dapat mempengaruhi penjelasan klien tentang penyebab penyakit. Keyakinan yang dianut harus sekaligus merupakan kebenaran sehingga cara berkeyakinan itu harus benar pula. agama dapat menjadi sumber penyejuk bagi klien dan keluarga serta dapat mempengaruhi tindakan yang dipercaya tepat untuk kondisi klien. b. Adapun aspek-aspek pendekatan melalui agama dalam memberikan pelayanan kebidanan dan kesehatan diantaranya: a. Menguraikan kepercayaan yang berhubungan dengan keselamatan dan praktikpraktik kelompok agama tertentu. Mengeksplorasi makna agama dalam kehidupan klien. Salah satu syarat dalam kehidupan manusia yang teramat penting adalah keyakinan. masyarakat serta bangsa.guna menopang hidup budayanya. Agama mengharuskan umat manusia untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam segala aktivitasnya. Tujuan Pendekatan Agama adalah: 1. apalagi dalam usaha kita mengembangkan ataupun menerapkan ide-ide baru dalam peningkatan kesehatan masyarakat. haji dan kyai. Kehidupan masyarakat di pedesaan sangat religius sehingga setiap sikap atau perilakunya sehari-hari diliputi oleh rasa keagamaan yang kuat dan yang paling utama adalah penghormatan yang berlebihan terhadap tokoh-tokoh agama seperti alim ulama. 2. Memeriksa cara-cara dimana agama dapat dimasukkan ke dalam praktik kebidanan. Pada masa kritis seperti penyakit serius/saat menghadapi kematian. Agama ini bertujuan untuk mencapai kedamaian rohani dan kesejahteraan jasmani. . Agama memberikan petunjuk kepada manusia untuk selalu menjaga kesehatannya. yang oleh sebagian orang dianggap menjelma sebagai agama. Hal tersebut merupakan satu point interest masyarakat pedesaan yang patut diterima dan diperhatikan. Agama memberikan dorongan batin dan moral yang mendasar dan melandasi cita-cita dan perilaku manusia dalam menjalani kehidupan yang bermanfaat bagi dirinya. persepsi keparahannya dan pilihan terhadap penyembuhan. Agama berperan penting dalam pembentukan persepsi klien tentang sehat sakit. c. 3.

Berbagai aspek agama dalam memberikan pelayanan kesehatan terdiri dari upaya pelayanan kesehatan yang ditinjau dari segi agama. Keyakinan keagamaan berpengaruh terhadap masalah kesehatan keseluruhan. 3. 4.d. 3. bidan dapat menjadi terapeutik dengan menanyakan pertanyaan yang mengklarifikasi masalah dan memberi dukungan untuk penyelesaian masalah klien tanpa memberi pendapat pribadi. Ada beberapa langkah yang . 2. Mereka salah mengira kebutuhan spiritual sebagai kebutuhan psikososial. Alasan mengapa bidan kadang gagal memberi asuhan spiritual karena: 1. Mereka memandang agama sebagai masalah pribadi. Mereka merasa agama sebagai masalah pribadi yang hanya memperhatikan hubungan individu dengan penciptanya. di antaranya: a. Mereka menganggap pemenuhan kebutuhan spiritual bukan tanggung jawabnya. Pengkajian kultural mencakup pengkajian hubungan agama dan persoalan spiritual dengan status kesehatan klien. Mereka kurang pengetahuan tentang spiritualitas dan agama orang lain. 6. 2.  Asuhan spiritual dan fenomena kebidanan 1. Upaya pemeliharaan kesehatan Upaya dini yang dilakukan dalam pemeliharaan kesehatan dimulai sejak ibu hamil yaitu sejak janin di dalam kandungan. Agama dapat menghindarkan umat manusia dari segala hal/perbuatan yang bertentangan dengan ajarannya. 5. Dalam integrasi pelayanan kesehatan dan kepercayaan keagamaan/spiritual maka fokus rencana asuhan adalah membantu klien mempertahankan keyakinannya dalam menghadapi kritis kesehatan dan mempergunakan keyakinan tersebut dalam memperkuat pola koping. Kesehatan merupakan faktor utama bagi umat manusia untuk dapat melakukan atau menjalani hidupnya dengan baik sehingga terhindar dari berbagai penyakit dan kecatatan. Mereka tidak nyaman mengenai agama mereka sendiri atau menyangkal mempunyai kebutuhan spiritual. Hal tersebut bertujuan agar bayiyang dilahirkan dalam keadaan sehat begitu juga dengan ibunya.

WUS. .dapat memberikan tuntunan bagi umat manusia untuk memelihara kesehatan yang dianjurkan oleh agama antara lain: 1). 3). Pendapat/pandangan agama Islam yang memperbolehkan/menghalalkan pemakaian kontrasepsi IUD: a. Karena ada beberapa ulama yang mengatakan penggunaan alat kontrasepsi itu adalah sesuatu atau hal yang sangat bertentangan dengan ajaran agama karena berlawanan dengan takdir/kehendak Tuhan. Dengan pemberian imunisasi. b. Imunisasi dapat diberikan kepada bayi dan balita. bukan kontrasepsi. 3). Pengobatan di waktu sakit. Pandangan agama Islam terhadap pelayanan Keluarga Berencana (KB). musid SD kelas 1 sampai kelas 3. Pandanngan agama Islam dalam pemakaian IUD. Upaya Pengobatan penyakit Manusia dianjurkan untuk berobat jika sakit. Makan makanan yang bergizi. Berolahraga. Dalam ajaran agama pencegahan penyakit lebih baik daripada pengobatan waktu sakit. Menjaga kebersihan (kebersihan merupakan sebagaian dari iman). Pemakaian IUD bertujuan menjarangkan kehamilan. Dapat dilakukan pada kelompok pengajian atau kelompok-kelompok keagamaan lainnya. Adapun pencegahan penyakit antara lain: 1). Ada dua pendapat mengenai hal tersebut yaitu memperbolehkan dan melarang penggunaan penggunaan alat kontrasepsi. Memberikan penyuluhan kesehatan. 2). Pendapat/pandangan agama Islam yang melarang/mengharamkan kontrasepsi IUD: a. Pemakaian IUD bertujuan menghentikan kehamilan. b. Contoh-contoh kaidah dalam agama yang berhubungan dengan kebidanan. 4). c. Ada dua pendapat yaitu memperbolehkan/menghalalkan dan melarang/mengharamkan. Pemberian ASI pada anak sampai usia 2 tahun. Upaya Pencegahan Penyakit. ibu hamil. 2). Pemakaian IUD bersifat aborsi.

• Begitu juga halnya mengenai melihat aura orang lain apabila diperlukan untuk kepentingan pemeriksaan dan tindakan hal tersebut dapat dibenarkan.b. Rasa keindahan yang dirasakan dapat dimiliki dan disalurkan oleh setiap orang. . manusia semata-mata tidak hanya memenuhi isi perut. Pelayanan kontrasepsi sistem operasi yaitu MOP dan MOW juga mempunyai dua pandangan yang memperbolehkan dan melarang. semua dapat dipenuhi melalui kesenian. maka manusia dapat mencukupi kebutuhan fisiknya. dikenal dengan rasa keindahan karena diperuntukkan guna melengkapi kesejahteraan hidup. Kesenian secara umum. maka manusia perlu dan selalu mancari pemuas untuk memenuhi kebutuhan psikisnya. Pemakaian IUD dan sejenisnya tidak dibenarkan selama masih ada obatobatan dan alat lainnya. o Mengubah ciptaan Tuhan dengan cara memotong atau mengikat tubuh yang sehat dan berfungsi (saluran mani/tuba). Selain itu pada waktu pemasangan dan pengontrolan IUD harus dilakukan dengan melihat aura wanita. B. Pendapat agama yang melarang: o Sterilisasi berakhir dengan kemandulan. Mekanisme IUD belum jelas. karena IUD dalam rahim tidak menghalangi pembuahan sel telur bahkan adanya IUD sel mani masih dapat masuk dan dapat membuahi sel telur (masih ada kegagalan). Pendekatan Melalui Kesenian Tradisional Kesenian tradisional merupakan produk dari manusia sebagai homoestetikus. c. Pendapat/pandangan yang memperbolehkan: • Apabila suami istri yang dalam keadaan yang sangat terpaksa dalam kaedah hukum (Islam) mengatakan keadaan darurat memperbolehkan hal-hal yang dilarang dengan alasan kesehatan/keselamatan jiwa. tetapi perlu juga pandangan indah serta suara merdu. o Dengan melihat aura orang lain.

kesemuanya memberi pengaruh yang besar dalam peradaban manusia. Juga karya-karya kesenian klasik yang puitis heroik maupun karya-karya modern. Seni menjadikan manusia berbudi luhur. a. agar kehidupan manusia menjadi lebih harmonis. Karya-karya seni pada zaman primitif merupakan alat-alat yang mampu menimbulkan suasana magis dan misterius dalam pemujaan serta kehidupan pada waktu itu. perasaan. Kesenian diciptakan oleh manusia untuk melengkapi kebahagiaan manusia seluruhnya.Kesenian tradisional adalah kesenian yang dipegang teguh pada norma dan adat kebiasaan. Secara keseluruhan kesenian hanyalah ditujukan untuk kebahagiaan manusia. Seni sebagai ungkapan gagasan dan alat komunikasi Sebagai ungkapan gagasan yaitu untuk mengungkapkan buah pikiran dalam suatu wujud. Dalam mengadakan pendekatan terhadap kesenian. kita tidak cukup hanya bersimpati terhadap kesenian itu. Empati berasal dari kata Yunani berarti merasa sama. Kesenian sebagai pembentuk peradaban manusia Kesenian dalam kehidupan manusia ikut mendidik manusia dan masyarakat menjadi beradab. Sejarah telah mencatat akan prestasi-prestasi kesenian dalam peranannya membentuk sikap budi manusia. Sebagai alat komunikasi berisi pesan yang diinformasikan pada orang lain. baik secara materi maupun spiritual. yang nyata dan dapat ditanggapi atau dipergunakan oleh orang lain. ketidaksetujuan atau ketidaksepahaman biasanya diungkapkan dalam bentuk kartun dan nyanyian dalam drama modern. Seni sebagai kebutuhan Dalam memenuhi kebutuhan hidup maka manusia melengkapi dirinya dengan berbagai perlengkapan dan peralatan sebagai penunjang atau pelengkap untukpenyempurnaan pekerjaannya. yang ada secara turun temurun atau kesenian baru hasil dari pengembangan kebudayaannya.  Peranan Seni a. b. Jadi dalam menghayati suatu karya seni secara empati berarti kita menempatkan diri kita ke dalam karya seni itu. maupun segala harapan dapat juga berupa pernyataan kritik. dan masyarakat baik dalam bentuk buah pikiran. Ternyata seni mempunyai peranan dalam . tetapi lebih dari itu yaitu secara empati.

kepercayaan. cinta. makanan bergizi. Jadi peranan seni dalam kehidupan manusia merupakan suatu cara atau usaha hasil budi manusia untuk mencapai tujuan. perkawinan.  dalam bahasa daerah setempat. Inilah kenyataan tentang suatu gejala aktivitas manusia yang dinamakan SENI. tubuh dan jiwa manusia mempunyai batas untuk dapat mengatasinya. dll. misalnya:  Kesenian wayang kulit. seni memahat patung. sebagai pelipur lara. Pendekatan Melalui Paguyuban 1. menciptakan lagu. alat penyimpanan. Juga memenuhi kebutuhan fisik seperti gedung. mempengaruhi situasi masyarakat. menyusun komunikasi antar individu. Menurut Ferdinand Tonnies. kematian dan lain-lainnya. mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. ekonomi. Kesenian sebagai Seni Terapi Kesenian sebagai terapi pada kejiwaan. alat pengangkutan. bahan pembungkus. bersifat batiniah dan kekal. Pengertian : suatu kelompok atau masyarakat yang diantara para warganya diwarnai dengan hubungan-hubungan sosial yang penuh rasa kekeluargaan. menyatakan keinginan atau tujuan bersama. dll. Kesenian sebagai Media Penyuluh Kesehatan Seorang petugas bisa menyelipkan pesan-pesan kesehatan didalamnya.kehidupan manusia untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hasrat mengungkapkan atau menyatakan perasaan mengenai aspek-aspek pokok kehidupan sehari-hari tentang kelahiran. Disamping memenuhi kebutuhan dalam hubungan kegiatan sosial kita mengenai situasi politik. iri hati. dapat dimasukkan pesan-pesan kesehatan Menciptakan lagu-lagu berisikan tentang permasalahan kesehatan misalnya. C. kebahagiaan atau kesejahteraan. serta jauh dari pamrih-pamrih ekonomi. Kita ketahui kehidupan zaman sekarang ini permasalahan semakin kompleks. Untuk itu dengan seni diharapkan akan memberikan dampak positif dalam mengatasi stress tersebut baik stress fisik maupun batin. Misalnya dengan menyanyi. paguyuban adalah bentuk kehidupa bersama dimana anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta .

b. 2. 2). RT. : hubungan tersebut hanyalah untuk kita saja dan tidak untuk orang Private : hubungan bersifat pribadi. Adanya hubungan perasaan kasih sayang. paguyuban semacam itu tidak sekuat dengan ikatan paguyuban berdasarkan keturunan. 5). Selalu memegang teguh adat lama yang konservatif. 2. Sebagai tenaga . akan tetapi mereka mempunyai jiwa dan pikiran yang sama. 6). contohnya arisan. Ciri-ciri Paguyuban Menurut Ferdinand Tonnies ciri-ciri pokok dari paguyuban antara lain: a. Hubungan kekeluargaan masih kental. Adanya keinginan untuk meningkatkan kebersamaan.bersifat kekal. Tipe Paguyuban. yaitu khusus untuk beberapa orang saja. keluarga besar. RW. Paguyuban karena ikatan darah yaitu paguyuban berdasarkan keturunan. Paguyuban karena jiwa pikiran yaitu paguyuban yang terdiri dari orang yang tidak mempunyai hubungan darah atau tempat tinggalnya tidak berdekatan. 3). Tidak suka menonjolkan diri. 4). Terdapat tiga tipe yang ada di masyarakat. Pelayanan Kebidanan Dengan Pendekatan Paguyuban Dalam rangka peningkatan kualitas dan mutu pelayanan kebidanan diperlukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat khususnya paguyuban. Intimate Exclusive : hubungan menyeluruh yang mesra. yaitu: 1. lain diluar kita. contohnya organisasi. c. Sifat gotong royong masih kuat. Paguyuban karena tempat yaitu paguyuban yang terdiri dari orang-orang yang berdekatan tempat tinggal sehingga dapat saling tolong menolong. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa kesehatan. 3. contoh kelompok kekerabatan. Karang Taruna. PKK. Pos Kamling/Ronda. Secara umum ciri paguyuban yaitu: 1). Kehidupan seperti ini bersifat organis dan sejati.

Sebagai sarana pelayanan terdekat di masyarakat dan mudah dijangkau oleh masyarakat setempat. 5. Meja keempat. Sebagai sarana pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat dalam pembentukan kaderkader dari masyarakat. Mendorong peran serta masyarakat sehingga aktif dalam meningkatkan kesehatan. Petugas kesehatan atau bidan harus mengadakan pendekatan-pendekatan dengan organisasi masyarakat yang ada dilingkungan tersebut seperti kader desa. Memberikan nilai strategis untuk pembangunan sumber daya manusia sejak dini. Misalnya saja dengan mengadakan kegiatan posyandu di puskesmaspuskesmas. Posyandu: Adalah suatu forum komunikasi alih teknologi dan sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini. d. tokoh masyarakat. Meja kedua. 4. 2. b. pencatatan. Petugas kesehatan atau bidan harus mengadakan kerjasama dengan pamong desa untuk mengajak masyarakat . kelompok PKK. diantaranya: 1. Manfaat posyandu yaitu: a. penyuluhan. RT. Meja ketiga. penimbangan. Meja kelima. c.kesehatan khususnya calon bidan agar mengetahui dan mampu melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan peran aktif masyarakat agar masyarakat sadar pentingnya kesehatan. Pelaksanaan Sistem Pelayanan Posyandu Pelaksanaan sisten pelayanan di posyandu agar lebih teratur dan lebih terkoordinir maka dilakukan dengan sistem lima meja. Mengadakan pendekatan-pendekatan dan menjalin kerjasama. pendaftaran. RW. 3. Meja pertama. oleh masyarakat dan untuk masyarakat. dll. pelayanan. Selain diadakan posyandu di puskesmas-puskesmas upaya untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. Karang Taruna.

2. bentuk-bentuk imbalannya dapat berupa materi. Penggunaan teknik ini memang akan memunculkan peran serta dari masyarakat yang sifatnya terpaksa maka tidak akan lestari jika tidak ada orang yang memberi ancaman lagi maka masyarakat tidak akan berperan serta lagi. pertama-tama pamong desa mengumumkan pemberian imunisasi bagi semua bayi. Petugas memberikan sangsi tertentu kepada masyarakat yang tidak bersedia menjadi akseptor KB. Teknik Kombinasi. Teknik Penggunaan Ancaman. 4. hal ini sangat penting karena penggunaan salah satu teknik di atas mempunyai keterbatasanketerbatasan. Petugas memberikan suatu imbalan bagi masyarakat yang ingin turut serta berperan aktif. Hal ini dapat menggugah motivasi masyarakat untuk ikut serta dalam kesehatan. Teknik Pemberian Imbalan. lalu para tokoh masyarakat. pemimpin kader dan para kader mendatangi rumah-rumah penduduk yang memiliki bayi untuk memperlihatkan manfaat imunisasi bagi bayi. Sebagai contoh: upaya imunisasi untuk pencegahan penyakit. Selain itu masyarakat memiliki budaya dan kesadaran yang berbedabeda.untuk memanfaatkan posyandu dengan giat datang ke posyandu. Petugas memberikan ancaman baik dalam bentuk sangsi ataupun hukuman. Selain itu juga dapat dilakukan dengan cara mendatangi rumah-rumah pneduduk yang memiliki balita untuk mengadakan penyuluhan kesehatan agar ingin mendatangi posyandu. Tujuan Pemeliharaan Kesehatan Di Masyarakat . 3. penghargaan ataupun hadiahhadiah yang lainnya. Akan tetapi kelemahan dan teknik adalah perlunya disediakan imbalan yang bersifat materil sehingga memberatkan keadaan ekonomi seperti yang terjadi sekarang ini serta dapat menurunkan peran serta masyarakat jika imbalan ini kurang atau dihilangkan sehingga peran serta yang ada tidak lestari. Dalam teknik kombinasi menggabungkan berbagai teknik yang ada. karena ingin menghindari hukuman maka muncul peran serta masyarakat yang sifatnya terpaksa.

Dalam subak ini diatur masalah pengairan. Di dalamnya terdapat rasa kekeluargaan yang sangat kuat. maupun sosial secara mandiri. membantu anggota yang sawahnya panen dan sebagainya.1. Upaya yang bersifat pemulihan (rehabilitatif). Awalnya subak itu merupakan organisasi yang hanya mengatur masalah-masalah di sawah berhubung masyarakat Bali saat itu sebagian besar mata pencahariannya bertani. Upaya yang bersifat pengobatan (kuratif).  Prinsip Banjar Peranan banjar sangat penting. Upaya yang bersifat pencegahan penyakit (preventif). Upaya Kesehatan Masyarakat Upaya kesehatan masyarakat yang dilaksanakan dalam masyarakat pondok pesantren dilakukan secara paripurna. 3. pengadaan upacara di pura subak. rohani. Meningkatkan kemampuan untuk melakukan alih ketrampilan kepada masyarakat dalam bidang kesehatan (bagi kader yang dilatih). Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk dapat menjelaskan konsep sehat dan sakit. Pendekatan Sistem Banjar (Bali)  Sistem Kemasyarakatan Banjar Banjar merupakan organisasi kemasyarakatan masyarakat tradisional Bali. Upaya yang bersifat meningkatkan kesehatan (promotif). juga masalah lain yang berkaitan dengan pertanian seperti misalnya penanggulangan hama. sudah ada sejak jaman dahulu kala dan mulanya dikenal dengan nama subak. Organisasi ini seperti sistem RT/RW pada masyarakat Indonesia modern. Kasarnya kalau kita tidak memberi maka kita tidak akan menerima. . 4. Prinsip utamanya adalah saling memberi dan menerima. terpadu dan berkesinambungan. Meningkatkan derajat kesehtan masyarakat baik jasmani. 2. Meningkatkan kemampuan menggerakkan peran serta masyarakat dalam berbagai upaya kesehatan masyarakat (bagi kader yang dilatih). melakukan upaya peningkatan kesehatan perorangan dan kelompok. meliputi: o o o o 5.

Bila misalnya dalam setiap kegiatan banjar seperti gotong royong. selama kehidupan di dunia ini ada pengalaman yang kritis khususnya pada saat anak melangkah dewasa. maka apabila nanti orang itu mempunyai kegiatan/upacara. Cara-Cara Pendekatan Bidan Di Dalam Wilayah Banjar Bali . terutama yang laki-laki. dengan melalui tahapan dan rintangan sampai akhirnya menyatu dengan Tuhan Sang Pencipta. sudah dimulai sejak bayi masih ada di dalam kandungan ibunya. tetapi bisa diwakilkan salah satu anggota keluarga. Dalam setiap kegiatan banjar tidak harus diikuti oleh semua anggota keluarga. Anak-anak kecil di Bali begitu di sayang dan dihormati. seorang krama banjar sering tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas (seperti sibuk kerja). Adalah kewajiban bagi setiap orang untuk berumah tangga dan memiliki anak.  Upacara Agama Masyarakat Bali percaya bahwa roh pribadi setiap orang akan mengalami reinkarnasi beberapa kali ke dunia. hal ini dalam rangka menyiapkan jalan bagi roh nenek moyangnya saat menjelma nanti. Setiap kali kehidupan di dunia ini. Kecuali jika kegiatan itu melibatkan kegiatan yang sensitif terhadap jenis kelamin. dalam agama Hindu. upacara kematian. dianggap sebagai jalan tangga menuju ke tingkat kehidupan berikutnya. Seseorang tidak dapat dikukuhkan menjadi anggota banjar penuh. seperti memotong bambu untuk upacara tertentu maka harus diwakilkan pada anggota keluarga yang laki-laki. Apabila seorang krama banjar tidak pernah ikut dalam kegiatan banjar meninggal. Sebab dalam pandangan banjar lain adalah memalukan jika sampai saat terakhir krama banjar tetap tidak memberi maaf dan berharap keluarganya yang tersisa akan kembali aktif dalam kegiatan banjar. sehingga diharapkan saling membantu satu sama lain. walaupun dengan terpaksa. maka krama banjar yang lain biasanya tetap datang ke rumahnya dan melakukan segala sesuatu yang diperlukan. jangan harap ada anggota banjar yang akan hadir di rumahnya untuk membantu. sebelum orang tersebut berumah tangga. perkawinan dan sebagainya. karena merekalah yang akan melanjutkan garis keturunan keluarganya dan menjaga orang tuanya serta melaksanakan upacara penguburan dan pengabenan nantinya. Berbagai upacara selama perjalanan hidup ini.

Menggerakkan dan membina peran serta masyarakat. Surabaya Hartono H. Bidan harus mengenal sistem/struktur masyarakat setempat. lintas sektoral dan lembaga swadaya Bidan harus bekerja sama dengan Pamong Desa (keliang). 2004. mata pencaharian. Pengantar Ilmu Antropologi. g. Penyuluhan kesehatan masyarakat dimaksudkan dapat menghasilkan perubahan perilaku yang lestari untuk keluarganya.. Abu Ahmadi. umur. b. pendidikan. Membina kerja sama lintas program. Ilmu Sosial Dasar.a. i. anak dan KB. d. Bidan harus mengenal sistem/struktur masyarakat setempat (jenis kelamin.. Bersama kelompok dan masyarakat menaggulangi masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan kesehatan ibu. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Bina Aksara Kuncoroningrat. Ilmu Budaya Dasar. masyarakat. Jakarta : Bumi Aksara Syafrudin. Jakarta : TIM Widyosiwoyo S. dengan melakukan penyuluhan kesehatan yang sesuai dengan permasalahan kesehatan setempat. di bidang kesehatan. e. 1993. 1988.. Penyuluhan kesehatan masyarakat dimaksudkan untuk memelihara dan Membina dan memberikan bimbingan teknis kepada kader termasuk dukun meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Jakarta : Ghalia Indonesia . Jakarta : Aksara Habib Mustopo. 1996. 1988. h. yang ditujukan kepada seluruh masyarakat. yang terjangkau sampai ke daerah pedalaman. Ilmu Sosial Dasar. Aziz A. Sosial Budaya Dasar untuk Mahasiswa Kebidanan. c. H. agama). individu keluarga dan masyarakat itu sendiri. 2009. Sumber : Drs. Pemerintah menjalankan/menerapkan Pos Kes Des (Pos Kesehatan Desa). (peran bidan sebagai pendidik). f.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful