KEBENARAN dan/atau KEBETULAN

Ini merupakan catatan kritis dari hasil diskusi ringan saya dengan Saudara Imanuel Rumayom di Perpus UKSW sekitar tahun 2008. Mohon maaf penulisannya tidak mengikuti EYD dengan maksud utk menampilkan keasliannya Pilih yang mana benar atau betul? Benar karena Kebenaran bukan karena kebetulan Kebenaran sudah pasti ada/ mutlak, sehingga hal tersebut yang patut di cari.dengankata lain, kebenaran merupakan tujuan yang ingin dicapai. Upaya untuk mencari kebenaran biasanya kita dihadapkan pada pilihan, karena ketika kita belum mencapai atau belum sampai pada tujuan akhir terlebih dahulu kita kadangkala mengikuti keinginan yang lain bahwa kebenaran itu bukan ada atau berada di objek atau tempat itu tapi di objek atau tempat yang lain. Hal ini kadangkala kita mengikuti keinginan tersebut karena keinginan kita sendiri atau rasa ingin tahu secara pribadi maupun karena keinginan atau dorongan orang lain. Penafsiran kita bahwa sesuatu itu benar atau pasti, hal itu bisa saja tidak pasti atau berubah-ubah dalam sekejap meskipun menurut kita perubahan atas kebenaran tersebut sangat mustahil tapi hal ityu tidak menutup kemungkinan akan perkiraan atau penafsiran manusia yang melesat dari yang diyakini selama ini. Contohnya: Batu. Batu selama ini kita anggap sebagai benda KERAS, tapi pernahkah kita berpikir bahwa mungkin saja Batu itu ada yang setengah Keras atau Lembek sekali. Secara ilmu mungkin hal tersebut sangat tidak mungkin terjadi. Selain itu, yang namanya pohon pasti Berdaun atau memiliki daun, tapi pernahkah kita berpikir atau bahkan mungkin secara pribadi kita melihat nya sendiri bahwa ada pohon yang bisa hidup tanpa daun Apakah Manusia yang mencari Tuhan, atau Tuhan kah yang mencari Manusia ataukah Manusia dan Tuhan saling mencari? Mungkin jawaban kita, pasti manusia yang mencari Tuhan karena untuk apalagi Dia mencari manusia, karena manusia adalah ciptaan nya sehingga dia bisa tahu apa yang sedang manusia lakukan. Jika demikian berarti kita langsung secara otomatis berpikir bahwa manusia lah yang mencari Tuhan, meskipun pada hakekatnya manusia mungkin tidak akan pernah ketemu secar fisik pada Tuhan tapi hanya karena keyakinan manusia. Kalau memang manusia yang mencari Tuhan, bukan kah hal itu sangat bertolak belakang dengan pemikiran selama in yang mengatkan dan manusia meyakini bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia diantara ciptaan yang lain. Kalau memang manusia adalah ciptaan Tuhan, maka hal tersebut ibarat sebuah meja yang dicipkan oleh penciptannya manusia. Jika meja tersebut rusak atau patah bukankah yang melihat, mencari atau menemukan sehingga yang memperbaiki meja tersebut adalah penciptanya adalah manusia. Oleh karena ciptaan dalam hal ini meja tidak bisa melihat kita, karena meja hanyalah sebuah ciptaan manusia. Selain itu, ciptaan manusia yang berupa pesawat mainan yang terbang tinggi dan bisa dikendalikan oleh penciptanya dari tempat lain yang jauh, manusia menghindaki pesawat mainan itu terbang misalnya setinggi 500 Meter dengan

-

-

-

Hal ini. Mungkin saja perintah remote ini terhadap pesawat mainan itu bisa mengiktui perintah remote ini yang dilakukan manusia. Pada dasarnya Tuhan sudah menetapkannya untuk berjalan sendiri malahan manusia membelok dengan memilih ranting. Kenapa manusia diberi kebebaan. Tetapi kadangkala pesawat itu tidak selalu bisa mengikuti perintah. manusia seringkali meliuk-liuk kalau berjalan. apakah Tuhan membiarkannya. buntu. Manusia mencari kebenaran yang tidak berujung karena tidak menemukan. ibarat manusia yang diberi kebebasan oleh Tuhan untuk memilih meskipun sebenarnya Tuhan sudah menetapkan nya sebelumnya. Sehingga hal ini yang memicu pertanyaan apakah telur yang mencari induknya dalam hal ini ayam atau sebaliknya ayam yang mencari anaknya. hal ini supaya kehidupan yang diibatkan roda supaya berputar tersebut untuk menjalankan aktifitas baik yang sudah ditentukan maupun yang belum. padahal ranting mudah goyahdan cepat patah. tidak ada kunci masuk dan keluar bahkan pintunya tidak ada dan yang lebih aneh lagi seperti hampa ruang yang kosong tidak ada yang berkedap-kedip. sehingga menyebabkan jatuh dan jadi terluka serta berdebu. Hal ini bisa juga terjadi pada saat kita bersama-sama dengan pencipta atau yang memberi perintah. sifanya gelap.- cara menekan remote. Akhirnya ”Kebenaran Membelok Tapi Mutlak Penyangkalan” . mungkin saja peawat mainan itu terbang lebih rendah dari yang diinginkan oleh manusa atau bahkan lebih tinggi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful