BAB I PENDAHULUAN

A. Pengertian Luka adalah suatu gangguan dari kondisi normal pada kulit ( Taylor, 1997). Luka adalah kerusakan kontinyuitas kulit, mukosa membran dan tulang atau organ tubuh lain(Kozier, 2010). Kulit merupakan bagian tubuh paling luar yang berguna melindungi diri dari trauma luar serta masuknya benda asing. Apabila kulit terkena trauma, maka dapat menyebabkan luka, yaitu suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan tubuh yang dapat menyebabkan terganggunya fungsi tubuh sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari (Alimul Hidayat, 2006).

B. Jenis Luka Luka yang terjadi pada tubuh dapat disengaja atau tidak disengaja. Apabila jaringan tubuh mengalami trauma tanpa mengalami kerusakkan kulit luka tersebut merupakan luka tertutup. Luka terbuka terjadi pada saat permukaan kulit mengalami kerusakkan (Alimul Hidayat, 2006). 1. Berdasarkan waktu penyembuhan luka a. Luka akut : yaitu luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yang telah disepakati. b. Luka kronis yaitu luka yang mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan, dapat karena faktor eksogen dan endogen. 2. Berdasarkan kedalaman dan luasnya luka a. Stadium I : Luka Superfisial (³Non-Blanching Erithema) : yaitu luka yang terjadi pada lapisan epidermis kulit. b. Stadium II : Luka ³Partial Thickness´ : yaitu hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis dan bagian atas dari dermis. Merupakan luka superficial dan adanya tanda klinis seperti abrasi, blister atau lubang yang dangkal. c. Stadium III : Luka ³Full Thickness´ : yaitu hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrosis jaringan subkutan yang dapat meluas sampai bawah

Clean Wounds (Luka bersih). yaitu luka yang menembus organ tubuh biasanya pada bagian awal luka masuk diameternya kecil tetapi pada bagian ujung biasanyalukanya akan melebar. genital atau perkemihan dalam . Luka bersih (aseptik) biasanya tertutup oleh sutura setelah seluruh pembuluh darah yang luka diikat (Ligasi) b. perdarahan dan bengkak. Clean-contamined Wounds (Luka bersih terkontaminasi). Luka tusuk (Punctured Wound). d. Lukanya sampai pada lapisan epidermis. pencernaan. Luka lecet (Abraded Wound). Berdasarkan proses luka tersebut. terjadi akibat benda yang tajam seperti oleh kaca atau oleh kawat.tetapin tidak melewati jaringan yang mendasarinya. dermis dan fasia tetapi tidak mengenai otot. Luka bersih biasanya menghasilkan luka yangtertutup. Jackson ± Pratt).Kemungkinan terjadinya infeksi luka sekitar 1% . Misalyang terjadi akibat pembedahan. Luka gores (Lacerated Wound). yaitu a. jika diperlukan dimasukkan drainase tertutup (misal. Luka Bakar (Combustio) 4. Luka memar (Contusion Wound). merupakan luka pembedahan dimana saluran respirasi. Stadium IV : Luka ³Full Thickness´ yang telah mencapai lapisan otot. Luka timbul secara klinis sebagai suatu lubang yang dalam dengan atau tanpa merusak jaringan sekitarnya. e. seperti peluru atau pisau yang masuk kedalam kulit dengan diameter yang kecil. terjadi karena teriris oleh instrumen yang tajam. terjadi akibat benturan oleh suatu tekanan dan dikarakteristikkan oleh cedera pada jaringan lunak. Berdasarkan kecenderungan dan derajad kontaminasi luka. pencernaan. yaitu luka bedah takterinfeksi yang mana tidak terjadi proses peradangan (inflamasi) dan infeksi pada sistem pernafasan. g. tendon dan tulang dengan adanya destruksi/kerusakan yang luas. f. c. 3. genital dan urinari tidak terjadi. terjadi akibat kulit bergesekan dengan benda lain yang biasanya dengan benda yang tidak tajam. terjadi akibat adanya benda.yaitu a. Luka tembus (Penetrating Wound). b. Luka insisi (Incised wounds). d.5%.

luka akibat kecelakaan dan operasi dengan kerusakan besar dengan teknik aseptik atau kontaminasi dari saluran cerna. Proses penyembuhan terjadi secara normal tanpa bantuan. yaitu terdapatnya mikroorganisme pada luka. kemungkinan timbulnya infeksi luka adalah 3% . Penyembuhan Luka (Kozier.17%. pada kategori ini juga termasuk insisi akut. innonpurulen. Respon tubuh pada luka lebih efektif jika nutrisi yang tepat tetap dijaga c. Fase Penyembuhan Luka . Keutuhan kulit dan mukosa f. membersihkan sel dan benda asing dan perkembangan awal seluler bagian dari proses penyembuhan. Contamined Wounds (Luka terkontaminasi). Membran disiapkan sebagai garis pertama untuk mempertahankan diri dari mikroorganisme g. Prinsip Penyembuhan Luka Ada beberapa prinsip dalam penyembuhan luka menurut Taylor (1997) yaitu: a. (Kozier. melindungi area yang luka bebas dari kotoran dengan menjaga kebersihan membantu untuk meningkatkan penyembuhan jaringan. d. Kemampuan tubuh untuk menangani trauma jaringan dipengaruhi oleh luasnya kerusakan dan keadaan umum kesehatan tiap orang b.11%. 1. Respon tubuh secara sistemik pada trauma d. fresh. walaupun beberapa bahan perawatan dapat membantu untuk mendukung proses penyembuhan. Penyembuhan normal ditingkatkan ketika luka bebas dari benda asing tubuh termasuk bakteri. kontaminasi tidak selalu terjadi. termasuk luka terbuka. Dirty or Infected Wounds (Luka kotor atau infeksi). 2010) C. 2. Aliran darah ke dan dari jaringan yang luka e. Kemungkinan infeksi luka 10% . Peningkatan aliran darah ke daerah yang rusak. 2010) Tubuh yang sehat mempunyai kemampuan alami untuk melindungi dan memulihkan dirinya. c.kondisi terkontrol. Sebagai contoh.

Fase penyembuhan luka digambarkan seperti yang terjadi pada luka pembedahan. Fase inflamatori juga memerlukan pembuluh darah dan respon seluler digunakan untuk mengangkat benda-benda asing dan jaringan mati. Bekuan darah dibentuk oleh platelet yang menyiapkan matrik fibrin yang menjadi kerangka bagi pengambilan sel. Fase Proliferative Fase kedua ini berlangsung dari hari ke-3 atau 4 sampai hari ke-21 setelah pembedahan. Dibawah scab epithelial sel berpindah dari luka ke tepi. Tempat ini ditempati oleh makrofag yang keluar dari monosit selama lebih kurang 24 jam setelah cidera/luka. Pada akhirnya daerah luka tampak merah dan sedikit bengkak. Makrofag dan AGF bersama-sama mempercepat proses penyembuhan. Hemostasis (penghentian perdarahan) akibat fase konstriksi pembuluh darah besar di daerah luka. Makrofag ini menelan mikroorganisme dan sel debris melalui proses yang disebut pagositosis. Epitelial sel membantu sebagai barier antara tubuh dengan lingkungan dan mencegah masuknya mikroorganisme. Suplai darah yang meningkat ke jaringan membawa bahan-bahan dan nutrisi yang diperlukan pada proses penyembuhan. Dua proses utama terjadi pada fase ini yaitu hemostasis dan pagositosis. retraksi pembuluh darah. Diawali dengan . scab membantu hemostasis dan mencegah kontaminasi luka oleh mikroorganisme. Scab (keropeng) juga dibentuk dipermukaan luka. Selama sel berpindah lekosit (terutama neutropil) berpindah ke daerah interstitial. b. Makrofag juga mengeluarkan faktor angiogenesis (AGF) yang merangsang pembentukan ujung epitel diakhir pembuluh darah. Fase Inflamatory Fase ini terjadi segera setelah luka dan berakhir 3 ± 4 hari.Penyembuhan luka adalah suatu kualitas dari kehidupan jaringan hal ini juga berhubungan dengan regenerasi jaringan. Respon inflamatori ini sangat penting bagi proses penyembuhan. endapan fibrin (menghubungkan jaringan) dan pembentukan bekuan darah di daerah luka. Adapun fase dalam penyembuhan luka antara lain: a. Bekuan dan jaringan mati. Fibroblast (menghubungkan sel-sel jaringan) yang berpindah ke daerah luka mulai 24 jam pertama setelah pembedahan.

Kapilarisasi tumbuh melintasi luka.mensintesis kolagen dan substansi dasar yang disebut proteoglikan kira-kira 5 hari setelah terjadi luka. Bakteri sumber penyebab infeksi. Orang tua lebih sering terkena penyakit kronis. D. penurunan fungsi hati dapat mengganggu sintesis dari faktor pembekuan darah. Fibroblast terus mensintesis kolagen. Fibroblast berpindah dari pembuluh darah ke luka membawa fibrin. Nutrisi Penyembuhan menempatkan penambahan pemakaian pada tubuh. Jaringan ini disebut granulasi jaringan yang lunak dan mudah pecah. karbohidrat. Jumlah kolagen yang meningkat menambah kekuatan permukaan luka sehingga kecil kemungkinan luka terbuka. Faktor yang Mempengaruhi Luka Proses penyembuhan luka dipengaruhi beberapa factor. Seiring perkembangan kapilarisasi jaringan perlahan berwarna merah. c. Bekas luka menjadi kecil. Usia Anak dan dewasa penyembuhannya lebih cepat daripada orang tua. 4. meningkatkan aliran darah yang memberikan oksigen dan nutrisi yang diperlukan bagi penyembuhan. dan mineral seperti Fe. Fase Maturasi Fase maturasi dimulai hari ke-21 dan berakhir 1-2 tahun setelah pembedahan. Klien memerlukan diit kaya protein. Klien yang gemuk meningkatkan resiko infeksi luka dan penyembuhan lama karena supply darah jaringan adipose tidak adekuat. kehilangan elastisitas dan meninggalkan garis putih. yaitu : 1. Infeksi Infeksi luka menghambat penyembuhan. 2. Klien kurang nutrisi memerlukan waktu untuk memperbaiki status nutrisi mereka setelah pembedahan jika mungkin. Selama waktu itu sebuah lapisan penyembuhan nampak dibawah garis irisan luka. Kolagen adalah substansi protein yang menambah tegangan permukaan dari luka. vitamin C dan A. Sirkulasi (hipovolemia) dan oksigenasi . lemak. Kolagen menjalin dirinya. Zn. 3. menyatukan dalam struktur yang lebih kuat.

8. Oksigenasi jaringan menurun pada orang yang menderita anemia atau gangguan pernapasan kronik pada perokok. lebih mudah infeksi. Hal ini dapat terjadi akibat dari balutan pada luka terlalu ketat. sehingga menghambat proses penyembuhan luka. Diabetes Melitus Hambatan terhadap sekresi insulin akan mengakibatkan peningkatan gula darah.Sejumlah kondisi fisik dapat mempengaruhi penyembuhan luka. Kurangnya volume darah akan mengakibatkan vasokonstriksi dan menurunnya ketersediaan oksigen dan nutrisi untuk penyembuhan luka. dan lama untuk sembuh. Pada orang-orang yang gemuk penyembuhan luka lambat karena jaringan lemak lebih sulit menyatu. 9. yang membentuk suatu cairan yang kental yang disebut dengan nanah (³Pus´). hipertensi atau diabetes millitus. 6. fibrin. nutrisi tidak dapat masuk ke dalam sel. Tetapi jika terdapat bekuan yang besar hal tersebut memerlukan waktu untuk dapat diabsorbsi tubuh. 7. Seringkali darah pada luka secara bertahap diabsorbsi oleh tubuh masuk kedalam sirkulasi. 5. jaringan sel mati dan lekosit (sel darah merah). Dapat juga terjadi akibat faktor internal yaitu adanya obstruksi pada pembuluh darah itu sendiri. Keadaan Luka Keadaan khusus dari luka mempengaruhi kecepatan dan efektifitas penyembuhan luka. Aliran darah dapat terganggu pada orang dewasa dan pada orang yang menderita gangguan pembuluh darah perifer. Hematoma Hematoma merupakan bekuan darah. Abses ini timbul dari serum. Adanya sejumlah besar lemak subkutan dan jaringan lemak (yang memiliki sedikit pembuluh darah). Beberapa luka dapat gagal untuk menyatu. Akibat hal tersebut juga akan terjadi penurunan protein-kalori tubuh. Iskemik Iskemia merupakan suatu keadaan dimana terdapat penurunan suplai darah pada bagian tubuh akibat dari obstruksi dari aliran darah. Benda Asing Benda asing seperti pasir atau mikroorganisme akan menyebabkan terbentuknya suatu abses sebelum benda tersebut diangkat. .

Gejalanya berupa infeksi termasuk adanya purulent. Perdarahan atau Hemoragi Perdarahan dapat menunjukkan suatu pelepasan jahitan. Gejala dari infeksi sering muncul dalam 2 ± 7 hari setelah pembedahan. dan peningkatan jumlah sel darah putih (Kozier. Antibiotik :efektif diberikan segera sebelum pembedahan untuk bakteri penyebab kontaminasi yang spesifik. kegemukan. kurang nutrisi. Obat / Medikasi Obat anti inflamasi (seperti steroid dan aspirin). heparin dan anti neoplasmik mempengaruhi penyembuhan luka. 2010). muntah. Infeksi Invasi bakteri pada luka dapat terjadi pada saat trauma. gagal untuk menyatu. Penggunaan antibiotik yang lama dapat membuat seseorang rentan terhadap infeksi luka. Steroid: akan menurunkan mekanisme peradangan normal tubuh terhadap cedera b. Eviscerasi adalah keluarnya pembuluh melalui daerah irisan. Sehingga balutan (dan luka di bawah balutan) jika mungkin harus sering dilihat selama 48 jam pertama setelah pembedahan dan tiap 8 jam setelah itu. Komplikasi Penyembuhan Luka Komplikasi penyembuhan luka meliputi infeksi. dan dehidrasi.Jika perdarahan berlebihan terjadi. penambahan tekanan balutan luka steril mungkin diperlukan. 3.10. Jika diberikan setelah luka pembedahan tertutup. Antikoagulan :mengakibatkan perdarahan c. dehiscence dan eviscerasi. sulit membeku pada garis jahitan. Dehiscence . Dehiscence dan eviscerasi Dehiscence adalah terbukanya lapisan luka partial atau total. batuk yang berlebihan. a. Pemberian cairan dan intervensi pembedahan mungkin diperlukan. kemerahan dan bengkak di sekeliling luka. nyeri. peningkatan suhu.multiple trauma. selama pembedahan atau setelah pembedahan. Hipovolemia mungkin tidak cepat ada tanda. 2. Sejumlah faktor meliputi. peningkatan drainase. E. mempertinggi resiko klien mengalami dehiscence luka. perdarahan. 1. tidak akan efektif akibat koagulasi intravaskular. infeksi. atau erosi dari pembuluh darah oleh benda asing (seperti drain).

F. 2010). kompres dengan normal saline. b. Klien disiapkan untuk segera dilakukan perbaikan pada daerah luka (Kozier. Balutan kotor dan basah akibat eksternal ada rembesan/ eksudat. Meningkatkan kenyamanan fisik dan psikologis. d. Tindakan Keperawatan Luka 1. 2. Mempercepat debredemen jaringan nekrotik. Mencegah timbulnya infeksi. Ketika dehiscence dan eviscerasi terjadi luka harus segera ditutup dengan balutan steril yang lebar. . c. b. Ciri ± ciri :  luka + serum  luka + pus  luka + nekrose G. Luka bersih tak terkontaminasi dan luka steril. d. Prosedur Perawatan Luka 1. Ingin mengkaji keadaan luka. termasuk didalamnya mengganti balutan. Indikasi : a.luka dapat terjadi 4 ±5 hari setelah operasi sebelum kollagen meluas di daerah luka. Observasi perkembangan luka. Mengabsorbsi drainase. c. Tujuan : a. Perawatan Luka Kotor Perawatan pada luka yang terjadi karena tekanan terus menerus pada bagian tubuh tertentu sehingga sirkulasi darah ke daerah tersebut terganggu. Perawatan Luka Bersih Prosedur perawatan yang dilakukan pada luka bersih (tanpa ada pus dan necrose). 2.

Prosedur : a. . Gunting Luka (Lurus) d. f.9 % Korentang Alat Steril a. Kasa Penekan (deppers) g. Plaster c. arah dari dalam ke luar. Betadine 10 % h. Obat antiseptic/ desinfektan i. Menyiapkan alat b. Sarung Tangan 4. Pincet anatomi 1 b. Gunting b. Kapas e.3. g. Peralatan : Alat Tidak Steril a. d. Buanglah kapas kotor pada tempatnya dan pincet kotor tempatkan pada bengkok dengan larutan desinfektan. Mangkok / kom Kecil h. Tempatkan alat yang sesuai. Menyiapkan pasien 1) Perkenalkan diri 2) Jelaskan tujuan 3) Jelaskan prosedur perawatan pada pasien 4) Persetujuan pasien 5) Menutup privasi 6) Cuci tangan c. NaCl 0. Kasa Steril f. Kasa f. Bersihkan bekas plester dengan alkohol (bila tidak kontra indikasi). Kapas Lidi e. Bila balutan lengket pada bekas luka. Sarung Tangan k. Pinchet chirurgie 1 c. Desinfektan sekitar luka dengan alkohol 70%. Buka pembalut dan buang pada tempatnya. Alkohol 70 % g. j. Bengkok/ kantong plastic d. h. e.

j.i. n. H. Suhu Luka d. Plester verban atau kasa.Status Psikologis h. Faktor Umum a. Olesi luka dengan betadine 2 % (sesuai advis dari dokter) dan tutup luka dengan kasa steril k. Usia b.9 % dan keringkan. Gangguan Sensasi atau mobilisasi g.Status Nutrisi e. Tekanan. Faktor ±faktor penghambat penyembuhan luka didapat dari pengkajian riwayat penyakit klien. Kelembaban luka b. Vaskularisasi d. Faktor Lokal a. Obesitas f.Terapi Radiasi i. Faktor yang perlu diidentifikasi antara lain : 1. Obat-obatan 2. Bersihkan luka dengan NaCl 0. Rapikan pasien. Pengkajian Pengkajian Riwayat Pasien Pengkajian luka harusnya dilakukan secara holistic yang bermakna bahwa pengkajian luka bukan hanya menentukan mengapa luka itu ada namun juga menemukan berbagai factor yang dapat menghambat penyembuhan luka (Carvile K 1998). Gesekan dan Pergeseran e. m. Benda Asing . Alat bereskan dan cuci tangan. Penatalaksanaan manajemen luka c. Catat kondisi dan perkembangan luka.Penyakit Penyerta c. l.

anemia berat. Penyakit akut dan kronis. Identifikasi faktor-faktor sistemik yang mempengaruhi penyembuhan luka. Penampilan klinis e. Usia pasien c. Faktor-faktor lingkungan seperti distribusi tekanan. Pengkajian luka meliputi : a. NSAID) dan data laboratorium ( kadar albumin. diabetes dan insuffisiensi vena) a. tekanan. penyakit vaskuler perifer. Ukuran Luka g. sepsis. Kehilangan jaringan d. malnutrisi atau cachexia g. diabetes. Observasi dimana pasien menghabiskan harinya. Apakah terjadi shearing selama memindahkan pasien dari tempat yang satu ketempat lainnya? Apakah sepatu pasien terlalu ketat? Apakah pipa oksigen pasien diletakkan di atas telinga tanpa diberi alas? Menurut Carville (1998). Infeksi Luka Sedangkan pada penatalaksanaan perawatan luka perawat harus mengevaluasi setiap pasien dan lukanya melalui pengkajian terhadap :Penyebab luka (trauma. hitung jumlah limposit total) f. Lokasi f. gagal ginjal.? Dikursi roda?. Kulit sekitar luka i. Riwayat penatalaksanaan luka terakhir dan saat ini b. Eksudasi h. kegagalan multi sistem: penyakit jantung. Type luka b. akut ( 12 minggu) d. Durasi luka. Type Penyembuhan c. Nyeri . gesekan dan shear pada jaringan yang dapat menciptakan lingkungan yang meningkatkan kelangsungan hidup jaringan dan mempercepat penyembuhn luka. ditempat tidur. dehidrasi. gangguan pernafasan yang membahayakan.f. obatobatan (seperti prednison. Kecukupan saturasi oksigen e. darah lengkap dengan diferensial. tamoxifen.

Jaga kebersihan kulit yang terpapar luka Rasional:mencegah timbulnya infeksi 4. Kerusakan Integritas Kulit berhubungan dengan imobilitas. Monitor adanya infeksi Rasional: mengetahui perkembangan luka 3. Implikasi psikososial I.j. hilangnya luka/lesi. Tentukan karakteristik dan lokasi nyeri . Diagnosa Keperawatan Dan Intervensi ((Kozier. gesekkan . Kriteria Hasil : a. Intervensi 1. Anjurkan klien untuk memotong kuku dan tidak menggaruk luka Rasional: garukan pada luka menambah lesi 6. Berikan penkes tentang perawatan luka bersih Rasional: menambah pengetahuan supaya pasien dapat melakukan perawatan luka secara mandiri 2. luka tidak meninggalkan jaringan parut/keloid. Klien tampak rileks. ekspresi wajah tenang Intervensi a. Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan Tujuan : nyeri berkurang/ hilang. Melakukan perawatan luka Rasional: Mempercepat pemulihan luka 5. luka tidak mengalami infeksi. perubahan sirkulasi Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan 6 x 24 jam Kriteria Hasil integritas kulit normal : diameter luka berkurang. 2010) 1. Inspeksi keadaan luka Rasional : untuk mengetahui jenis luka dan intervensi selanjutnya 2. Infeksi luka k. Klien merasa nyeri berkurang/ hilang b.

b. c. Monitor tekanan darah dan nadi Rasional : Nyeri dapat menyebabkan gelisah serta tekanan darah dan nadi meningkat. . distraksi Rasional : Menurunkan risiko penyebaran bakteri. Anjurkan penggunaan teknik nafas dalam.Rasional : Membedakan karakteristik khusus dari nyeri. a. Kolaborasi pemberian analgesik sesuai indikasi Rasional : Meningkatkan kenyamanan. membedakan nyeri pasca operasi dan ter adinya komplikasi. relaksasi.

DAFTAR PUSTAKA Alimul Hidayat. Barbara.dkk.aspx di peroleh tanggal 30 September 2011 Wikipedia. 2010.net/health/What-isHyperglycemia-%28Indonesian%29.2011. Lynda Juall.wikipedia. Konsep. Jakarta : Salemba Medika. A. Anonim. Diabetes melitus. Buku saku diagnosa keperawatan.html diperoleh tanggal 30 September 2011 Carpenito. 2007. Jakarta : EGC Kozier. http://medlinux. Proses & Praktik.news-medical.dkk. Jakarta : EGC Mutaqin. http://id. Arif. 2006. Jakarta : Salemba Medika News Medical. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Ulkus diabetik.com/2007/09/ulkus-diabetik. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan . http://www. 2011. Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Integumen.Alih bahasa oleh Esty Wahyuningsih. Aziz. Apa hiperglikemi. 2006.org/wiki/Diabetes_mellitus diperoleh tanggal 30 September 2011 . 2011.

11.007 PROGRAM PROFESI NERS PRODI PROFESI KEPERAWATAN STIKES TELOGOREJO 2011 .LAPORAN KETERAMPILAN DASAR DALAM KEPERAWATAN DENGAN MASALAH MOBILISASI LUKA Disusun oleh: Nama NIM : Dayu Putri Nugrahini A. A : N1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful