KONSEKUENSI EKONOMI

Oleh : Junesya T. Lusiana Dina Pramita Sari Ima Astuti Apriani Tangdialla Hosea Riman (A311010 ) (A31104 ) (A31104 ) (A31104025) (A311040 ) (A31104 )

Definisi
Konsekuensi ekonomi yaitu konsep yang menyatakan bahwa di samping implikasi teori pasar sekuritas yang efisien, pemilihan kebijakan akuntansi dapat mempengaruhi nilai perusahaan.

Pemahaman konsep konsekuensi ekonomi dalam pemilihan kebijakan akuntansi merupakan hal penting karena beberapa alasan : 
 

Konsep itu sendiri merupakan hal yang menarik. menarik. Usul bahwa kebijakan akuntansi bukan merupakan persoalan, bertentangan dengan persoalan, pengalaman akuntan. akuntan. Hadirnya konsekuensi ekonomi menimbulkan pertanyaan mengapa konsekuensi ekonomi tersebut ada. ada.

.MUNCULNYA KONSEKUENSI EKONOMI Salah satu catatan yang paling meyakinkan mengenai keberadaan konsekuensi ekonomi terdapat pada artikel yang ditulis oleh Stephen Zeff (1978) yang berjudul: berjudul: The Rise of Economic Consequences.

pemerintah dan kreditor.Zeff mendefinisikan konsekuensi ekonomi sebagai dampak laporan akuntansi terhadap perilaku pengambilan keputusan bisnis. . Inti definisi ini yaitu bahwa laporan akuntan dapat mempengaruhi keputusan nyata yang dilakukan oleh manajer dan yang lainnya. daripada merefleksikan secara sederhana hasil keputusan ini.

asosiasi industri. atau telah mempengaruhi.Zeff mendokumentasikan beberapa kejadian di mana bisnis. Committee on Accounting Procedure (CAP). standar akuntansi yang ditetapkan oleh Accounting Principal Board (pendahulu FASB) dan pendahulunya. dan pemerintah berusaha untuk memengaruhi. .

untuk mengimplementasikan akuntansi replacement cost selama tahun 1947 hingga 1948.Beberapa kasus yang ditulis Zeff:  usaha beberapa perusahaan U. pihak ketiga yang mengintervensi adalah manajemen .S. yang merupakan periode dengan inflasi yang tinggi.

penggunaan konsep terbuka dari standar yang baru diajukan menjadi alat yang umum yang memungkinkan berbagai konstitusi untuk mengomentari perubahan kebijakan akuntansi yang diusulkan.  tanggapan badan penentu standar terhadap berbagai intervensi dengan memperluas perwakilan badan penentu standar itu sendiri. .

sumber utama gain dan loss :  gain dan loss yang disebabkan oleh transaksi  kepemilikan anak perusahaan di luar negeri .TRANSLASI PERTUKARAN LUAR NEGERI²TEORI DAN PRAKTEK NEGERI² Perusahaan seringkali melakukan berbagai transaksi yang terkait dengan mata uang luar negeri. Biasanya. transaksi ini menghasilkan gain dan loss yang disebabkan oleh perubahan nilai tukar.

Proses perubahan dari SFAS 8 ke SFAS 52 memberikan pandangan yang menarik dan penting mengenai tindakan konsekuensi ekonomi. digantikan oleh SFAS 52.oleh karena itu. yang mana kepentingan berbagai institusi yang terlibat diseimbangkan kembali.Akuntansi dan pelaporan penyesuaian translasi telah menciptakan kesulitan yang besar bagi badan penentu standar dan perusahaan multinasional.oleh Standar sebelumnya mengenai gain dan loss yaitu SFAS 8. multinasional. .

Di bulan Oktober tahun 1975.Review mengenai SFAS 8 . FASB mengeluarkan SFAS 8. temporal/sementara. Standar ini menetapkan penggunaan metode translasi temporal/sementara. .

suatu tahun. yaitu current rate. . rate. maka jumlah aktiva atau kewajiban moneter yang ditranslasi juga akan berubah dari saldo awalnya. Hal ini menciptakan penyesuaian translasi. Item moneter ditranlasi pada nilai tukar yang berpengaruh pada tanggal laporan keuangan. meskipun saldo tidak berubah dalam mata uang luar negeri. item nonmoneter dalam neraca anak perusahaan di luar negeri ditranslasi ke dalam mata uang perusahaan induk pada nilai tukar yang berpengaruh ketika aktiva tersebut diperoleh.Berdasarkan metode translasi temporal. nilai ini disebut historical rate. Jika current rate berubah dalam rate.

Perbedaan item nonmoneter dan item moneter dalam neraca. sedangkan modal. Item moneter terdiri atas item seperti kas dan piutang. serta utang dan obligasi pada sisi kewajiban.   Item nonmoneter utamanya terdiri atas persediaan dan aktiva modal. .

Contoh: Translasi Devisa menggunakan Metode Temporal.800 Utang 200 Utang obligasi 2.800 . Neraca Awal Kas Piutang Persediaan Aktiva modal 100 200 500 2.000 £ 2. UKS Ltd.000 obligasi Ekuitas pemilik 600 pemilik 600 £ 2.

Neraca Awal Aset nonmoneter Kewajiban nonmoneter bersih £2.000 £1.000 .UKS Ltd.40 $4.40 1.500 @ 2.560 Ekuitas pemilik £600 @ 2.440 $6000 $6.40 $6.900 @ 2.

000 Kewajiban nonmoneter bersih £1.900 @ 2.40 $6.440 Ditambah :gain translasi 190 1.30 $4.630 $6.370 Ekuitas pemilik £600 @ 2.000 . Neraca Akhir Aset nonmoneter £2.40 1.000 $6.500 @ 2. $6.UKS Ltd.

Data ini diambil dari laporan tahunan MasseyMasseyFerguson untuk tahun yang diidentifikasi. .).Pengaruh SFAS 8 pada Massey-Ferguson MasseyTabel berikut mendokumentasikan pengaruh SFAS 8 pada pelaporan penghasilan MasseyMasseyFerguson (sekarang Varity Corp.

914 32.200) (194.720 (256.900 cr 190.817 dr 22.299 dr 90.100 (175.300) (384.Tahun Income(loss) sebelum penyesuaian (setelah pajak) Perubahan penyesuaian Pelaporan income (loss) bersih 1976 1977 1978 1979 1980 1981 $ 125.800) dr $ 7.800) .900 dr 49.000 $ 117.000 (225.913 cr 24.731 55.709) 37.019 (165.796) 12.

dikeluarkan dalam bulan Desember 1981.Review SFAS 52 Sebagai hasil dari konsentrasi luas serupa dengan yang dikembangkan oleh MasseyMasseyFerguson manajemen. Hasilnya adalah SFAS 52. FASB memutuskan di tahun 1979 untuk memeriksa ulang akuntansi untuk perubahan mata uang asing. .

Beberapa ciri utama dari SFAS 52. antara lain:         Mata Uang Fungsional Metode Perubahan Tingkat Berjalan Rata-Rata RataOperasi Asing Yang Terintegrasi Inflasi Ekonomi Yang Tinggi Perlakuan Perubahan Penyesuaian Teori Ekonomi Atas Penentuan Exchange Rate Tingkat Bunga Pareto (Interest Rate Parity) Daya Beli Pareto (Purchasing Power Parity) .

. tujuan dasar dari transaksi mata uang asing adalah untuk menyediakan informasi yang secara umum cocok dengan pengaruh ekonomi yang diharapkan dari entitas dan arus kas sebuah perusahaan.Kritik Terhadap SFAS 8 dan SFAS 52 Menurut SFAS 52. SFAS 52 sulit untuk konsisten dengan kedua teori tersebut. dan sedikit lebih luas dengan teori suku bunga pareto (the interest rate parity theory) dari pergerakan nilai tukar. Dari sini SFAS 8 akan dianggap konsisten dengan teori daya beli pareto (the purchasing power parity theory). dimana hasil transaksi dibawah SFAS 8 tidak mencerminkan kenyataan yang mendasari operasi luar negeri. SFAS 52 juga menunjukkan sebuah kritik pervasif. Namun. Manajemen Massey-Ferguson akan setuju dengan Masseykritik ini. Yang pastinya.

Konsekuensi ekonomi dari SFAS 8 SFAS 8 tidak memberi pengaruh langsung terhadap arus kas. tidak ada konsekuensi ekonomi. yaitu nilai pasar atas saham-saham ini saharusnya tidak sahamdipengaruhi oleh berbagai macam metode untuk pertukaran konversi mata uang luar negeri. Sehingga. . pertukaran dan kerugian yang merupakan item karangan semata. dibawah efisiensi pasar harga saham-saham sahamperusahaan multinasional yang berpengaruh oleh perubahan keuntungan atau kerugian. Dengan kata lain.

ERC dari Perusahaan Multinasional Perubahan penetapan yang diperkenalkan dalam laporan laba bersih oleh SFAS 8 akan meningkatkan kegunaan keputusan jika hal itu digambarkan sebagaimana mestinya dari penetapan pokok dari operasi-operasi perusahaanoperasiperusahaanperusahaan asing. . Bagaimanapun kegunaan keputusan akan berkurang pada tingkat perubahan penetapan yang lebih sederhana dalam menciptakan kekacauan dalam laba bersih.

Pengujian ERC yang telah dilakukan oleh Collin dan Salatka (1993). mengenai koefisien pendapatan kwartalan dari sampel 27 perusahaan multinasional di Amerika selam periode SFAS 8 (1976(19761980) dan SFAS 52 (1983-1987) (1983sehubungan dengan relevansi dan reliability ditunjukkan dalam tabel berikut: .

Tabel 7-2 penelitian ERC oleh Collin dan 7Salatka Periode SFAS 8 Multinasional firms Rata-rata ERC dari Ratasampel 27 perusahaan multinasional < Periode SFAS 52 RataRata-rata ERC dari sampel yang sama dari 27 perusahaaan multinasional ii RataRata-rata ERC dari sampel yang sama dari 27 perusahaan nonmultinasional Control firms Rata-rata ERC dari 27 Rataperusahaan nonmultinasional yang sama = .

jumlah kredit dapat dilihat sebagai kredit penundaan dalam neraca dan dibawah kedalam laba seumur hidup yang dihubungkan dengan aset.Akuntansi untuk Kredit Pajak Investasi Beberapa cara untuk mencatat ITC:     jumlah kredit dapat dimunculkan dalam laba tahunan. jumlah kredit dapat digunakan untuk menurunkan biaya yang berhubungan dengan aset modal. metode 48-52. alternatif ini diterapkan jika dasar 48biaya dari aset untuk penyusutan pajak seharusnya diturunkan dengan kredit .

Reaksi Pasar Saham terhadap Keberhasilan Usaha Akuntansi di Industri Gas dan Minyak Ruang lingkup mengenai reaksi pasar saham didasarkan pada artikel yang ditulis oleh Lev (1979) yang berjudul : Dampak Regulasi Akuntansi pada Pasar Saham: Kasus Perusahaan Minyak dan Gas .

yang mengurangi kompetisi dan memperluas penjelajahan.Artikel ini membahas tentang respon pasar pada perubahan kebijakan akuntansi yang tidak memiliki efek arus kas. Sumber perhatian dari artikel ini adalah sebagian besar perusahaan minyak dan gas kecil menggunakan full cost (FC). khususnya pada perusahaan yang masih berkembang. . Karena succesfullsuccesfulleffort (SE) berusaha untuk menghasilkan laba bersih yang dilaporkan lebih rendah. ditakutkan bahwa laba bersih yang dilaporkan akan membuat perusahaan kecil lebih sulit untuk mengembangkan modal.

Dia menemukan rata-rata negatif yang ratasignifikan. Untuk 34 perusahaan yang telah menggunakan SE. Pengembalian saham harian untuk perusahaan ini diperiksa selama tujuh hari menggunakan prosedur pengembalian abnormal.Lev mengambil contoh 49 perusahaan (perusahaan yang menggunakan FC dan kemudian diminta untuk mnggunakan SE dibawah SFAS 19) dan sampel pengendalian 34 perusahaan. rata- . pengembalian abnormal untuk saham 49 perusahaan yang dipengaruhi oleh SE. ada sedikit rata-rata pengembalian negatif.

Alasan yang mungkin untuk reaksi pasar. manajer perusahaan FC mungkin mengalami kesulitan dalam menimbulkan modal atau mungkin mengurangi kegiatan pernjelajahan mereka ketika mereka harus menggunakan SE. al:    pasar yang tidak efisien. pengurangan dalam laba bersih yang dilaporkan dan ekuitas pemegang saham mengikuti perubahan ke SE mungkin mempengaruhi bonus manajemen dan rasio utang .

Hubungan antara teori pasar efisien dan konsekuensi ekonomi Teori pasar efisien memprediksikan tidak ada reaksi harga sekuritas terhadap perubahan kebijakan akuntansi yang tidak berdampak pada profitabilitas dan arus kas. Dengan kata lain. . termasuk pengungkapan terhadap kebijakan akuntansi. Jika tidak ada reaksi harga sekuritas. mengimplikasikan pengungkapan penuh. teori pasar efisien. termasuk keputusan untuk mengintervensi baik untuk atau menentang standar akuntansi yang ditawarkan. Kebijakan akuntansi memiliki potensi untuk mempengaruhi keputusan manajemen secara nyata. tidak jelas mengapa manajemen dan pemerintah harus memperhatikan secara khusus tentang kebijakan akuntansi yang digunakan perusahaan.