PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL ANAK DI TK ABA SIDOMULYO

Posted: September 2, 2009 in Laporan Penelitian

2 Laporan Penelitian: PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL ANAK DI TK ABA SIDOMULYO Oleh: Rr. Erny Trisusilaningsih, A.Ma Pd Pengelola Sanggar Karya Tulis “Nidya Pena” Kulonprogo A. Pendahuluan Sudah bukan menjadi rahasia lagi , sekarang ini telah terjadi dekadensi moral di kalangan anakanak kita. Salah satu bukti nyata bahwa moralitas anak-anak kita mengalami kemerosotan yang luar biasa adalah dengan semakin banyaknya kasus-kasus perbuatan amoral yang dilakukan oleh anak-anak kita seperti tindakan kekerasan, perampokan, pembunuhan, pelecehan seksual, hingga minum-minuman keras dan penyalahgunaan narkoba atau perbuatan yang melanggar hukum lainnya. Perkembangan moral anak dan remaja yang memburuk, telah menjadi keresahan tersendiri bagi para orangtua dan guru di sekolah. Keresahan ini dapat dipahami karena anak adalah generasi penerus yang akan menentukan cerah buramnya masa depan bangsa di kemudian hari. Artinya, bila moralitas anak-anak kita mengalami degradasi, tanpa ada upaya secepatnya masalah keruntuhan bangsa tinggal menunggu waktu. Masalah moral merupakan salah satu aspek penting yang perlu di tumbuh kembangkan dalam diri anak. Berhasil tidaknya penanaman nilai modal pada masa kanak-kanak akan sangat menentukan baik buruknya perilaku moral seseorang pada masa selanjutnya (Hermansyah, 2001 : 3) Menurut Al-Halwani (1995: 88) anak memiliki kebiasaan meniru yang kuat terhadap seluruh gerak dan perbuatan dari figure yang menjadi idolanya. Oleh karena itu seorang anak secara naluriah akan menirukan perbuatan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya, saudara dekat serta kerabat yang terdekat. Realitas yang demikian itu perlu mendapat perhatian tersendiri, karena perkambangan akhlak, watak, kepribadian dan moral anak akan sangat ditentukan oleh kondisi dan situasi yang terdapat dalam keluarganya. Hal ini berkaitan dengan kedudukan keluarganya sebagai lingkungan yang pertama dan utama bagi anak (Mardiya, 2005: 8) Dengan asumsi bahwa keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memberikan fondasi primer bagi perkembangan anak, maka pola asuh orangtua yang diterapkan anak akan sangat berpengaruh pada perkembangan jiwa anak, termasuk masalah moralitasnya. Bila pola asuh yang diterapkan pada anak baik maka akan membentuk kepribadian anak yang baik pula. Sedangkan bila orang tua salah dalam menerapkan pola asuh akan berdampak buruk pada perkembangan

Kecamatan Pengasih (daerah tempat tinggal anak didik TK ABA Sidomulyo) 2. Metode Angket Metode Angket adalah teknik pengumpulan data melalui penyebaran quesioner yang harus diisi oleh responden (Moleong. majalah. Metode Dokumentasi Yaitu mencari data mengenai hal-hal/variabel yang berupa catatan. Tempat Penelitian Tempat penelitian di Desa Sidomulyo. Metode Observasi/Pengamatan Langsung Metode observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara pengamatan dan pencatatan dengan sistematik mengenai fenomena yang diteliti (Nasution. maka akan penulis kemukakan terlebih dahulu tentang populasi dan sampel. 2. 1993: 70). Teknik Pengumpulan Data a. Subyek Penelitian Sebelum penulis menentukan subyek sebagai bahan sumber penelitian. Teknik ini digunakan untuk mencermati perkembangan moral anak. 1988: 56).moral anak. Metode Wawancara/Interview Metode Wawancara adalah teknik pengumpulan data melalui komunikasi tatap muka terhadap responden yang diteliti guna memperoleh data yang diperlukan sesuai dengan tujuan penelitian (Suharsimi Arikunto. Analisis Data Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif . 2002: 139) yang dapat memberi informasi tentang anak dan orangtua TK ABA Sidomulyo yang diteliti. 3. Hal ini disebabkan oleh asal mereka yang kondisi keluarga dan pola asuh orangtuanya yang berbeda-beda pula. Memberi masukan kepada guru tentang bagaimana menentukan pola asuh anak yang baik agar moral anak juga dapat berkembang dengan baik. transkrip. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan : 1. 1998: 145). Mengetahui sejauh mana pengaruh pola asuh orangtua terhadap perkembangan moral anak di TK ABA Sidomulyo. Atas dasar itu penulis ingin meneliti seberapa besar pengaruh pola asuh orangtua terhadap perkembangan moral anak di TK ABA Sidomulyo. Dalam hal ini adalah anak TK ABA Sidomulyo yang berjumlah 17 anak beserta orangtuanya. Metodologi Penelitian 1. 2000: 161). C. Populasi adalah semua individu untuk siapa kenyataan-kenyataan yang diperoleh dari sampel itu hendak digeneralisasikan. buku. agenda dan sebagainya (Suharsimi Arikunto. c. 2. Teknik ini digunakan untuk mengungkap secara mendalam bagaimana pola interaksi antara orangtua dengan anaknya. notulen rapat. Teknik ini digunakan untuk mengungkap model pola asuh orangtua terhadap anaknya d. B. b. karena anak akan berlaku menyimpang yang mengarah pada perilaku kenakalan anak (Widayanti dan Iryani. surat kabar. Sedangkan sampel adalah individu yang diselidiki (Sutrisno Hadi. 2005: 30) TK ABA Sidomulyo merupakan salah satu TK yang berada di wilayah Cabang Dinas Kecamatan Pengasih di mana anak-anak yang menjadi asuhannya memiliki moral dan kepribadian yang berbeda-beda.

kasih sayang dan perlindungan terhadap buah hatinya. berperilaku baik. Harapan dan keinginan tersebut ibarat sebuah cita-cita. menemani anak saat belajar walaupun tidak terlalu sering. mudah bergaul. Harapan dan keinginan orangtua terhadap anak-anaknya di masa depan inilah yang akan banyak mempengaruhi bagaimana mereka memperlakukan anak-anaknya. serta pemenuhan terhadap kebutuhan anak-anaknya. Sementara itu pola asuh otoriter yang dilakukan oleh orangtua murid TK ABA Sidomulyo ditandai dengan ketatnya orangtua dalam membagi waktu belajar dan bermain anak. dan ada pula yang demokratis. Berdasarkan hasil wawancara dan pengumpulan angket pada tanggal 28 Juni 2006 dapat diketahui bahwa sebagian besar (10 orangtua dari total 17 orangtua walimurid atau 58. terampil. disiplin dan sebagainya. setelah data dipilah-pilah sesuai dengan karakteristiknya. menegur dan menanyakan sebab-sebabnya bila anak tidak belajar. Termasuk didalamnya. Dengan kata lain. cerdas. selalu memperhatikan kebutuhan sekolah anak. orangtua akan menggunakan pola asuh tertentu untuk merealisasikan keinginan-keinginannya itu. Para orangtua dipastikan memiliki harapan-harapan terhadap anak-anak yang dilahirkan dan dibesarkannya.8 %) di TK ABA Sidomulyo sudah menerapkan pola asuh yang demokratis. Ada yang cenderung kaku (otoriter). memaksa anak untuk melakukan sesuatu sesuai . Analisis induktif digunakan dalam menganalisis data hasil penelitian mengenai pola asuh orang tua dan perkembangan moral anak. mereka menginginkan sang anak menjadi orang yang patuh. Pola asuh yang dimaksud dapat direfleksikan dalam bentuk perlakuan fisik maupun psikis terhadap anak-anaknya. Analisis data secara induktif ini peneliti gunakan dengan cara menganalisis hal-hal yang khusus untuk ditarik kesimpulan yang obyektif.dan teknik analisis induktif serta teknik deskriptif. Misalnya. Pola asuh demokratis orangtua terhadap anaknya di TK ABA Sidomulyo ditandai dengan : ikut terlibatnya orangtua dalam membagi waktu belajar dan bermain anak tanpa harus memaksa pada anak.7%) yang menerapkan pola asuh permisif. D. Dalam penelitian kualitatif data yang digunakan berbentuk kata-kata dan bukan angka seperti pada penelitian kuantitatif. memarahi anak dan mencaci maki bila anak tidak belajar. dalam memberi perhatian.5 %) yang menerapkan pola asuh otoriter terhadap anak-anaknya dan 3 orangtua lainnya (17. baik fisik maupun non fisik. Hal ini tercermin dari tutur kata. selalu memperhatikan sarana prasarana belajar anak. melatih anak untuk bertanggungjawab dan saat anak melakukan kesalahan. sering meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak. Hal tersebut berlaku pula terhadap anak-anaknya. Gambaran Pola Asuh Orangtua Anak TK ABA Sidomulyo Orangtua (ayah dan Ibu) sebagai pemimpin sekaligus pengendali sebuah keluarga. tidak memaksa anak untuk belajar sesuai kehendaknya. tidak membolehkan anak menonton televisi pada saat anak menginginkan. dipastikan memiliki harapan-harapan atau keinginan-keinginan yang hendak dicapai di masa depan. memberi tugas dan tanggung jawab. sikap. taat dan berbakti terhadap orangtua. suka menolong. acuh tak acuh/serba membolehkan (permisif). hukuman yang diberikan bersifat mendidik. Analisis induktif juga digunakan untuk melihat keterkaitan/pengasuh pola asuh orangtua terhadap moral anak. tegas. Hasil Penelitian 1. memberi uang saku pada anak secukupnya saja. tidak terlalu membiarkan anak memutar TV pada saat waktu belajar. sehingga orangtua akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya. Namun masih terdapat 4 orangtua (23. perilaku dan tindakan mereka terhadap sang anak.

Berdasarkan hasil observasi/pengamatan terhadap tuturkata. Namun demikian.kehendaknya. peraturan dan norma. jarang meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak. Dengan demikian. Secara lebib terinci. Pemahaman yang baik terhadap nilai dan norma akan membawa pengaruh yang baik pula terhadap moralitas anak sehingga mereka dapat hidup harmonis di lingkungannya. jarang memberi uang saku pada anak saat bersekolah. Nilai. secara langsung maupun tidak langsung akan membawa dampak yang cukup besar terhadap perkembangan moral anak. selalu mengawasi anak saat belajar. kalaupun diberi sering disertai nasehat-nasehat bernada mengancam. Berdasarkan hasil observasi terhadap perkembangan moral anak yang dipadukan dengan model pola asuh yang dilakukan oleh orangtua yang diidentifikasi melalui pengisian angket yang telah disiapkan sebelumnya. tidak menanyakan atau menegur bila anak tidak belajar. tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan serta tidak mentaati peraturan. pengasuhan dan pemberian kasih sayang. tidak pernah meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak. tidak melatih anak untuk bertanggungjawab. 2. tidak memperhatikan kebutuhan sekolah anak. dan membiarkan anak sekalipun ia melakukan kesalahan. mana yang jika dilakukan berdosa mana yang tidak tidak berdosa. peraturan dan norma tersebut sangat diperlukan manusia untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk. terdapat beberapa anak yang cenderung berbicara kurang ramah. Sedangkan pola asuh permisif yang dilakukan oleh orangtua anak TK ABA Sidomulyo ditandai dengan membiasakan anak membagi waktu belajar dan bermain sendirian. tidak pernah menemani saat anak belajar. bersikap kaku dan egois serta kurang percaya diri. hal-hal yang menonjol dari hasil pengamatan peneliti tentang perkembangan moral anak yang dikaitkan dengan pola asuh orangtuanya di TK ABA Sidomulyo dapat dilihat . Gambaran Perkembangan Moral Anak di TK ABA Sidomulyo Manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial. mana yang benar dan mana yang salah. Pengaruh Pola Asuh Orangtua terhadap Perkembangan Anak Dalam lingkungan keluarga dimana orangtua melakukan bimbingan. melaksanakan ibadah sesuai aturan. selalu membiarkan anak memutar TV pada saat/waktu belajar. Hal ini ditandai dengan kemampuannya dalam membedakan perilaku baik dan buruk. cara sikap. sikap. mampu bergaul dengan teman tanpa harus bertengkar menghormati orang yang lebih tua dan mampu mentaati peraturan yang berlaku disekolah. maupun perbuatan dengan pola asuh model tertentu yang berbeda dengan model pola asuh lainnya. sikap dan perilaku anak selama kurang lebih 1 minggu sejak tanggal 1 Juni 2006 dapat diketahui bahwa sebagian besar anak pada umumnya menunjukkan perkembangan moral yang baik. manusia tidak akan lepas dari lingkungan kehidupan sosial yang penuh dengan nilai. dapat diketahui bahwa ada sisi-sisi tertentu yang menonjol baik dalam tutur kata. tidak melatih anak diberi tanggungjawab dan bila anak melakukan kesalahan dimarahi atau dipukuli tanpa diberi kesempatan untuk membela diri. Sebagai makhluk sosial. tidak terlalu memperhatikan kebutuhan sekolah anak. dan pola tingkah laku anak termasuk perkembangan jiwanya. 3. Selain itu ada beberapa anak yang cenderung kurang bisa bergaul dengan teman. berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan. tidak menasehati anak saat memberikan uang saku. kondisi lingkungan keluarga dengan model pola asuh tertentu jelas akan mempengaruhi cara bertutur kata.

mudah di atur. Pola Demokratis . suka menyendiri. sering kesulitan membedakan perilaku baik buruk. emosi lebih stabil. mudah bekerjasama dengan orang lain. Sedangkan anak yang diasuh dengan pola demokratis menunjukkan kematangan jiwa yang baik. E. 4. yang dapat diidentifikasi melalui tutur kata. 3.Anak kurang matang. kurang bertanggungjawab dan sulit diajak bekerjasama. Sumber : Data Primer Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa modal pola asuh orangtua memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan moral anak. mudah bekerjasama dengan orang lain. Pola Otoriter . memiliki rasa tanggungjawab yang besar. supel dalam bergaul dan lebih bertanggungjawab. dan taat peraturan atas kesadaran sendiri. Karena orangtua dengan model pola asuh otoriter akan cenderung menghasilkan anak dengan ciri kurang matang. kurang rajin beribadah. bersifat agresif. 2. kurang bisa bergaul dan sulit mengambil keputusan. kurang tegas membedakan baik buruk. 3. kurang rajin beribadah. suka menyendiri. ragu-ragu dalam bertindak atau mengambil keputusan karena takut dimarahi. sering mengganggu orang lain.Anak cenderung terlalu bebas dan sering tidak mengindahkan aturan. mudah diatur. Pola Permisif . bersikap dan sering tidak mengindahkan aturan yang berlaku. Anak yang diasuh dengan pola demokratis menunjukkan kematangan jiwa yang baik. kurang supel dalam bergaul. cenderung tidak sopan. 2. tidak tegas dalam menentukan baik buruk. maka dapat kami ambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. cenderung tidak sopan. Anak yang dididik dengan model pola asuh otoriter menyebabkan anak kurang matang jiwanya. sulit menyesuaikan diri dan emosi kurang stabil. kurang supel dalam pergaulan. sulit diajak bekerjasama. memiliki rasa tanggungjawab yang besar. sulit diajak bekerjasama. Anak yang dididik dengan model pola asuh permisif cenderung terlalu bebas dalam bertutur kata. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah kami lakukan. emosi kurang stabil. benar salah. mudah menerima saran orang lain. suka menyendiri. . sering mengganggu orang lain. benar salah.Kematangan jiwa baik. terbuka. kurang kreatif dan inisiatif. Sementara anak yang diasuh dengan pola permisif menunjukkan gejala cenderung terlalu bebas dan sering tidak mengindahkan aturan. emosi stabil. emosi stabil. dan raguragu/takut dalam bertindak/mengambil keputusan karena takut dimarahi. mudah menerima saran dari orang lain. sulit menyesuaikan diri dan emosi kurang stabil. sikap dan perbuatan mereka. mudah diatur dan taat pada peraturan atas kesadaran sendiri. Pengaruh model pola asuh orangtua terhadap perkembangan moral anak di TK ABA Sidomulyo No Model Pola Perkembangan Moral Anak 1. bersifat agresif. Pola asuh orangtua memiliki peranan yang cukup besar terhadap perkembangan moral anak.pada Tabel 3 Tabel 3. kurang kreatif dan inisiatif karena takut salah.

2005. Rineka Cipta. Bandung. S. 2002. Daftar Pustaka Ahmad dan Santosa N. Jakarta Bimo Walgito. W. Mitra Pustaka. 1995. Untuk orangtua Orangtua harus bisa memilih pola asuh yang baik untuk anak-anaknya yaitu pola asuh demokratis. Yogyakarta.Psikologi Anak. Surabaya. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Al-Halwani. Metodologi Penelitian Kualitatif. Tarsito.F. Depdiknas. 3. Artikel Kedaulatan Rakyat 17 April 2005 hal 8. sehingga perkembangan moral anak menjadi baik pula. Jakarta. Untuk PGTKI Bina Insan Mulia Kurikulum untuk mahasiswa juga memfokuskan membahas tentang perkembangan moral anak berikut strategi penanganannya agar anak dapat berkembang secara optimal. 2. Jakarta Widayanti.W. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. “Buramnya Wajah Keluarga Kita”.. Bandung. Fajar Mulya. A. Moleong. Gaya Pengasuh Orangtua dalam Keluarga. 2001. Kamus Pintar Bahasa Indonesia. Remaja Rosdakarya.Saran yang dapat kami berikan berdasarkan hasil penelitian tersebut antara lain : 1. Hermansyah. 2001. Yogyakarta. Melahirkan Anak Saleh. Kamus Besar Bahasa Indonesia.W.M dan Iryani. S. Suharsimi Arikunto. Pengaruh Pola Asuh Orangtua terhadap Kenakalan Anak B2P3KS.Y. 1996. S. Depdiknas. Bandung Mardiya. 1998. Penerbit Mandar Maju. 1991. Yogyakarta . 2000. Pratiwi. 2005. 1995. Pengembangan Moral. Fakultas Psikologi UGM. 1988. Kartini Kartono. Jakarta. F. PSW UNY. Hubungan Antara Persepsi Sikap Orangtua dengan Harga diri Para Siswa Sekolah Menengah Umum di Propinsi Jawa Tengah. Depdiknas. Nasution. Untuk guru/pendidik Hendaknya guru melakukan bimbingan dan pembinaan yang intensif pada anak yang memiliki perkembangan moral kurang baik.