REFERAT HEMOROID

DISUSUN OLEH : INTAN NURULITA SARI 1102007148

DEFINISI Hemoroid adalah pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di daerah anus yang berasal dari pleksus hemoroidalis. Pelebaran dan inflamasi ini menyebabkan pembengkakan submukosa pada lubang anus. Dalam masyarakat umum hemoroid lebih dikenal dengan wasir. (de Jong, 2005) Hemoroid dibedakan hemoroid interna dan eksterna: 1. Hemoroid interna Hemoroid interna adalah pelebaran pleksus v.hemoroidalis superior diatas garis mukokutan (linea dentata) dan ditutupi oleh mukosa. Hemoroid interna ini merupakan bantalan vaskuler didalam jaringan submukosa pada rektum sebelah bawah. Sering hemoroid terdapat pada posisi primer, yaitu kanan-depan, kanan-belakang, dan kiri-lateral. Hemoroid yang lebih kecil terdapat diantara ketiga letak primer tersebut. 2. Hemoroid eksterna Pelebaran dan penonjolan pleksus hemoroid inferior terdapat di bawah linea dentata dan ditutupi oleh epitel gepeng. (de Jong, 2005)

2

Fleksura sakralis terletak di belakang peritoneum dan bagian anteriornya tertutup oleh paritoneum. tiga buah lipatan proyeksi seperti sayap – sayap ke dalam lumen rektum. dan lapisan otot longitudinalnya berkesinambungan. Haustra ( kantong ) dan tenia ( pita ) tidak terdapat pada rektum. yakni lipatan kohlrausch. Di bawah ampula. kulit 3 . Rektum mempunyai sebuah proyeksi ke sisi kiri yang dibentuk oleh lipatan kohlrausch. kemudian membelok kebelakang pada ketinggian tulang ekor dan melintas melalui dasar panggul pada fleksura perinealis. pada jarak 5 – 8 cm dari anus. Kanalis analis pada dua pertiga bagian bawahnya. Akhirnya rektum menjadi kanalis analis dan berakhir jadi anus. dan pada kontraksi serabut otot longitudinal lipatan tersebut saling menjauhi. fleksura sakralis. terdapat bagian yang dapat cukup banyak meluas yakni ampula rektum bila ini terisi maka imbullah perasaan ingin buang air besar. Fleksura perinealis berjalan ektraperitoneal.ANATOMI Rektum panjangnya 15 – 20 cm dan berbentuk huruf S. Mula – mula mengikuti cembungan tulang kelangkang. Melalui kontraksi serabut – serabut otot sirkuler. Pada sepertiga bagian atas rektum. ini berlapiskan kulit tipis yang sedikit bertanduk yang mengandung persarafan sensoris yang bergabung dengan kulit bagian luar. dua yang lebih kecil pada sisi yang kiri dan diantara keduanya terdapat satu lipatan yang lebih besar pada sisi kanan. lipatan tersebut saling mendekati.

Hemoroid interna adalah pleksus vena hemoroidalis superior di atas linea dentata/garis mukokutan dan ditutupi oleh mukosa. Hemoroid interna ini merupakan bantalan vaskuler di dalam jaringan submukosa pada rektum sebelah bawah. cabang arteri rectalis superior turun ke kolumna analis terletak di bawah mukosa dan membentuk dasar hemorhoid interna ( Werner. kanan belakang (jam 11). kolumna analis saling bergabung dengan perantaraan lipatan transversal. 1998) Hemoroid dibedakan antara yang interna dan eksterna. dan kiri lateral (jam 3). Hemoroid yang lebih kecil terdapat di antara ketiga letak primer tesebut. 6 – 10 lipatan longitudinal berbentuk gulungan. 1998) 4 . kolumna analis melengkung kedalam lumen. (Werner. yang panjangnya kira – kira 1 cm. Mukosa kolon mencapai dua pertiga bagian atas kanalis analis. Daerah kolumna analis. yaitu kanan depan ( jam 7 ). Lipatan ini terlontar keatas oleh simpul pembuluh dan tertutup beberapa lapisan epitel gepeng yang tidak bertanduk.ini mencapai ke dalam bagian akhir kanalis analis dan mempunyai epidermis berpigmen yang bertanduk rambut dengan kelenjar sebacea dan kelenjar keringat. Sering hemoroid terdapat pada tiga posisi primer. di sebut daerah hemoroidal. Alur – alur diantara lipatan longitudinal berakhir pada kantong dangkal pada akhiran analnya dan tertutup selapis epitel thorax. Pada ujung bawahnya. Pada daerah ini.

Kedua pleksus hemoroid. atau harus mengangkat barang berat mempunyai predisposisi untuk hemoroid.Hemoroid eksterna yang merupakan pelebaran dan penonjolan pleksus hemoroid inferior terdapat di sebelah distal linea dentata/garis mukokutan di dalam jaringan di bawah epitel anus. 5. duduk lama. Pekerjaan : orang yang harus berdiri . 2005) FAKTOR RISIKO 1. juga otot sfingter menjadi tipis dan atonis. Pleksus hemoroid interna mengalirkan darah ke vena hemoroidalis superior dan selanjutnya ke vena porta. 5 . Anatomik : vena daerah anorektal tidak mempunyai katup dan pleksus hemoroidalis kurang mendapat sokongan dari otot dan fascia sekitarnya. internus dan eksternus berhubungan secara longgar dan merupakan awal aliran vena yang kembali bermula dari rektum sebelah bawah dan anus. konstipasi menahun dan sering mengejan pada waktu defekasi. 3. 2. U mu r : pada umur tua terjadi degenerasi dari seluruh jaringan tubuh. Keturunan : dinding pembuluh darah lemah dan tipis 4. Pleksus hemoroid eksternus mengalirkan darah ke peredaran sistemik melalui daerah perineum dan lipat paha ke vena iliaka (de Jong. Mekanis : semua keadaan yang menyebabkan meningkatnya tekanan intra abdomen. misalnya penderita hipertrofi prostat.

misalnya pada penderita sirosis hepatis MANIFESTASI KLINIS Pasien sering mengeluh menderita hemoroid atau “wasir” tanpa ada hubungannya dengan gejala rektum atau anus yang khusus. Nyeri hanya timbul apabila terdapat trombosis yang luas dengan udem dan radang (de Jong. Keluarnya mukus dan terdapatnya faeces pada pakaian dalam merupakn ciri hemoroid yang mengalami prolaps menetap. dapat hanya berupa garis pada faeces atau kertas pembersih sampai pada perdarahan yang terlihat menetes atau mewarnai air toilet menjadi merah. penonjolan ini hanya terjadi pada waktu defekasi dan disusul reduksi spontan setelah defekasi. Nyeri yang hebat jarang sekali ada hubungannya dengan hemoroid interna dan hanya timbul pada hemoroid eksterna yang mengalami trombosis. Perdarahan umumnya merupakan tanda pertama dari hemoroid interna akibat trauma oleh faeces yang keras. Bentuk akut berupa pembengkakan bulat kebiruan pada pinggir anus dan sebenarnya merupakan hematoma.6. Pada tahap awal. Hemoroid yang membesar secara perlahan-lahan akhirnya dapat menonjol keluar menyebabkan prolaps. Fisiologi : bendungan pada peredaran darah portal. Iritasi kulit perianal dapat menimbulkan rasa gatal yang dikenal sebagai pruritus anus dan ini disebabkan oleh kelembaban yang terus menerus dan rangsangan mukus. walaupun disebut hemoroid trombosis eksterna akut. 2005) KLASIFIKASI Hemoroid eksterna diklasifikasikan sebagai akut dan kronik. Hemoroid eksterna kronik atau skin 6 . Pada akhirnya hemoroid dapat berlanjut menjadi bentuk yang mengalami prolaps menetap dan tidak bisa didorong masuk lagi. 7. Pada stadium yang lebih lanjut. Bentuk ini sangat nyeri dan gatal karena ujung-ujung syaraf pada kulit merupakan reseptor nyeri. Darah yang keluar berwarna merah segar dan tidak tercampur dengan faeces. Endokrin : pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstremitas dan anus oleh karena ada sekresi hormone relaksin. hemoroid interna ini perlu didorong kembali setelah defekasi agar masuk kembali ke dalam anus.

maka tonjolan yang ditutupi epitel penghasil musin akan dapat dilihat apabila penderita diminta mengejan (de Jong. harus didorong masuk setelah defekasi selesai karena tidak dapat masuk sendiri. Derajat IV : Tonjolan tidak dapat didorong masuk/inkarserasi (de Jong. Hemoroid interna diklasifikasikan menjadi 4 derajat yaitu : • • • • Derajat I : Tonjolan masih di lumen rektum. 2005) • Pemeriksaan Colok Dubur Pada pemeriksaan colok dubur. 2005) PEMERIKSAAN Anamnesis harus dikaitkan dengan faktor obstipasi.tag berupa satu atau lebih lipatan kulit anus yang terdiri dari jaringan penyambung dan sedikit pembuluh darah. Derajat III : Tonjolan keluar waktu defekasi. Apabila hemoroid sering prolaps. Bila hemoroid interna mengalami prolaps. defekasi yang keras. hemoroid interna stadium awal tidak dapat diraba sebab tekanan vena di dalamnya tidak terlalu tinggi dan biasanya tidak nyeri. biasanya keluhan penderita adalah perdarahan Derajat II : Tonjolan keluar dari anus waktu defekasi dan masuk sendiri setelah selesai defekasi. yamg membutuhkan tekanan intra abdominal meninggi ( mengejan ). dan dapat disertai rasa nyeri bila terjadi peradangan. Hemoroid dapat diraba apabila sangat besar. selaput lendir akan 7 . Hemoroid eksterna dapat dilihat dengan inspeksi apalagi bila terjadi trombosis. Pemeriksaan umum tidak boleh diabaikan karena keadaan ini dapat disebabkan oleh penyakit lain seperti sindrom hipertensi portal. pasien sering duduk berjam-jam di WC.

Faeces harus diperiksa terhadap adanya darah samar (de Jong. Anoskop dan penyumbatnya dimasukkan dalam anus sedalam mungkin. Pemeriksaan colok dubur ini untuk menyingkirkan kemungkinan karsinoma rektumm (Werner. karena hemoroid merupakan keadaan fisiologik saja atau tanda yang menyertai. 2005) • Pemeriksaan proktosigmoidoskopi Proktosigmoidoskopi perlu dikerjakan untuk memastikan keluhan bukan disebabkan oleh proses radang atau proses keganasan di tingkat tinggi.besarnya dan keadaan lain dalam anus seperti polip.menebal. Karsinoma kolorektum 2. Anoskop dimasukkan untuk mengamati keempat kuadran. Apabila penderita diminta mengejan sedikit maka ukuran hemoroid akan membesar dan penonjolan atau prolaps akan lebih nyata. fissura ani dan tumor ganas harus diperhatikan (de Jong. letak . 2005) DIAGNOSIS BANDING Perdarahan rektum merupakan manifestasi utama hemoroid interna yang juga terjadi pada 1. Trombosis dan fibrosis pada perabaan terasa padat dengan dasar yang lebar. penyumbat diangkat dan penderita disuruh bernafas panjang. Polip 8 . Penderita dalam posisi litotomi. 1998) • Pemeriksaan Anoskopi Dengan cara ini dapat dilihat hemoroid internus yang tidak menonjol keluar. derajatnya. Penyakit divertikel 3. Banyaknya benjolan. Hemoroid interna terlihat sebagai struktur vaskuler yang menonjol ke dalam lumen.

hanya terjadi apabila yang pecah adalah pembuluh darah besar. Makanan sebaiknya terdiri atas makanan berserat tinggi seperti sayur dan buah-buahan. Hemoroid dapat membentuk pintasan portal sistemik pada hipertensi portal. Makanan ini membuat gumpalan isi usus besar. Apabila hemoroid keluar. Prolaps rektum juga harus dibedakan dari prolaps mukosa akibat hemoroid interna (de Jong. sehingga mempermudah defekasi dan mengurangi keharusan mengejan berlebihan. namun lunak. Yang lebih sering terjadi yaitu perdarahan kronis dan apabila berulang dapat menyebabkan anemia karena jumlah eritrosit yang diproduksi tidak bisa mengimbangi jumlah yang keluar. Anemia terjadi secara kronis. dan tidak dapat masuk lagi (inkarserata/terjepit) akan mudah terjadi infeksi yang dapat menyebabkan sepsis dan bisa mengakibatkan kematian. bergantung pada keluhan dan gejala penderita. Kolitis ulserosa Pemeriksaan sigmoidoskopi harus dilakukan. Foto barium kolon dan kolonoskopi perlu dipilih secara selektif.4. sehingga sering tidak menimbulkan keluhan pada penderita walaupun Hb sangat rendah karena adanya mekanisme adaptasi. 9 . Terapi obat-obatan (medikamentosa) / diet Kebanyakan penderita hemoroid derajat pertama dan derajat kedua dapat ditolong dengan tindakan lokal sederhana disertai nasehat tentang makan. PENATALAKSANAAN Terapi non bedah A. 2005) KOMPLIKASI Perdarahan akut pada umumnya jarang . dan apabila hemoroid semacam ini mengalami perdarahan maka darah dapat sangat banyak.

Terapi suntikan bahan sklerotik bersama nasehat tentang makanan merupakan terapi yang efektif untuk hemoroid interna derajat I dan II. Nyeri yang hebat dapat pula disebabkan infeksi. tidak tepat untuk hemoroid yang lebih parah atau prolaps (de Jong. Skleroterapi Skleroterapi adalah penyuntikan larutan kimia yang merangsang. (de Jong. sedangkan ligasi berikutnya dilakukan dalam jarak waktu 2 – 4 minggu. 2005) C. 2005) 10 . Perdarahan dapat terjadi waktu hemoroid mengalami nekrosis. mukosa di atas hemoroid yang menonjol dijepit dan ditarik atau dihisap ke tabung ligator khusus. 2005) B. Hemoroid interna yang mengalami prolaps oleh karena udem umumnya dapat dimasukkan kembali secara perlahan disusul dengan tirah baring dan kompres lokal untuk mengurangi pembengkakan. Penyuntikan diberikan ke submukosa dalam jaringan areolar yang longgar di bawah hemoroid interna dengan tujuan menimbulkan peradangan steril yang kemudian menjadi fibrotik dan meninggalkan parut. Apabila penyuntikan dilakukan pada tempat yang tepat maka tidak ada nyeri.Supositoria dan salep anus diketahui tidak mempunyai efek yang bermakna kecuali efek anestetik dan astringen. misalnya 5% fenol dalam minyak nabati. prostatitis akut jika masuk dalam prostat. Untuk menghindari ini maka gelang tersebut ditempatkan cukup jauh dari garis mukokutan. Penyulit utama dari ligasi ini adalah timbulnya nyeri karena terkenanya garis mukokutan. biasanya setelah 7 – 10 hari (Werner. Gelang karet didorong dari ligator dan ditempatkan secara rapat di sekeliling mukosa pleksus hemoroidalis tersebut. Rendam duduk dengan dengan cairan hangat juga dapat meringankan nyeri. Dengan bantuan anoskop. Pada satu kali terapi hanya diikat satu kompleks hemoroid. Ligasi dengan gelang karet Hemoroid yang besar atau yang mengalami prolaps dapat ditangani dengan ligasi gelang karet menurut Barron. dan reaksi hipersensitivitas terhadap obat yang disuntikan. Penyuntikan dilakukan di sebelah atas dari garis mukokutan dengan jarum yang panjang melalui anoskop. Penyulit penyuntikan termasuk infeksi.

F. Hemorroidal Arteri Ligation ( HAL ) Pada terapi ini. tonjolan hemoroid dikauter sehingga terjadi nekrosis pada jaringan dan akhirnya fibrosis. Krioterapi ini lebih cocok untuk terapi paliatif pada karsinoma rektum yang ireponibel (de Jong. Tindakan ini cepat dan mudah dilakukan dalam tempat praktek atau klinik. Bipolar Coagulation / Diatermi bipolar Prinsipnya tetap sama dengan terapi hemoroid lain di atas yaitu menimbulkan nekrosis jaringan dan akhirnya fibrosis. H. Infra Red Coagulation ( IRC ) / Koagulasi Infra Merah Dengan sinar infra merah yang dihasilkan oleh alat yang dinamakanphotocuagulation. Terapi ini tidak dipakai secara luas karena mukosa yang nekrotik sukar ditentukan luasnya. Jika digunakan dengan cermat. Namun yang digunakan sebagai penghancur jaringan yaitu radiasi 11 . maka krioterapi mencapai hasil yang serupa dengan yang terlihat pada ligasi dengan gelang karet dan tidak ada nyeri. Krioterapi / bedah beku Hemoroid dapat pula dibekukan dengan suhu yang rendah sekali. dan hanya diberikan ke bagian atas hemoroid pada sambungan anus rektum. Generator galvanis Jaringan hemoroid dirusak dengan arus listrik searah yang berasal dari baterai kimia.D. Cara ini baik digunakan pada hemoroid yang sedang mengalami perdarahan. Cara ini paling efektif digunakan pada hemoroid interna. 2005) E. G. Dingin diinduksi melalui sonde dari mesin kecil yang dirancang bagi proses ini. arteri hemoroidalis diikat sehingga jaringan hemoroid tidak mendapat aliran darah yang pada akhirnya mengakibatkan jaringan hemoroid mengempis dan akhirnya nekrosis.

selaput mukosa sekitar hemoroid dipanasi dengan radiasi elektromagnetik berfrekuensi tinggi sampai akhirnya timbul kerusakan jaringan. Eksisi jaringan ini harus digabung dengan rekonstruksi tunika mukosa karena telah terjadi deformitas kanalis analis akibat prolapsus mukosa (de Jong. Basis massa hemoroid tepat diatas linea mukokutan dicekap dengan hemostat dan diretraksi dari rektum. Cara ini efektif untuk hemoroid interna yang mengalami perdarahan. 2005) Ada tiga tindakan bedah yang tersedia saat ini yaitu bedah konvensional ( menggunakan pisau dan gunting).elektromagnetik berfrekuensi tinggi. Prinsip yang harus diperhatikan dalam hemoroidektomi adalah eksisi yang hanya dilakukan pada jaringan yang benar-benar berlebihan. Kemudian dipasang jahitan transfiksi catgut proksimal terhadap pleksus hemoroidalis. Penderita hemoroid derajat IV yang mengalami trombosis dan kesakitan hebat dapat ditolong segera dengan hemoroidektomi. Eksisi sehemat mungkin dilakukan pada anoderm dan kulit yang normal dengan tidak mengganggu sfingter anus. bedah laser ( sinar laser sebagai alat pemotong) dan bedah stapler ( menggunakan alat dengan prinsip kerja stapler). Pada terapi dengan diatermi bipolar. Bedah konvensional Saat ini ada 3 teknik operasi yang biasa digunakan yaitu : 1. Teknik ini dikembangkan di Inggris oleh Milligan dan Morgan pada tahun 1973. Terapi bedah juga dapat dilakukan dengan perdarahan berulang dan anemia yang tidak dapat sembuh dengan cara terapi lainnya yang lebih sederhana. Penting untuk mencegah pemasangan jahitan melalui otot sfingter internus. Terapi bedah Terapi bedah dipilih untuk penderita yang mengalami keluhan menahun dan pada penderita hemoroid derajat III dan IV. Teknik Milligan – Morgan Teknik ini digunakan untuk tonjolan hemoroid di 3 tempat utama. 12 .

Setelah mengamankan hemostasis. 3. (mansjur. hemoroid internus dijepit radier dengan klem. Sesudah itu klem dilepas dan jepitan jelujur di bawah klem diikat. Lakukan jahitan jelujur di bawah klem dengan cat gut chromic no 2/0. pembedahan ini sama dengan pembedahan konvensional. yang dibebaskan dari jaringan yang mendasarinya. Kemudian eksisi jaringan diatas klem. Saat laser memotong. Striktura rektum dapat merupakan komplikasi dari eksisi tunika mukosa rektum yang terlalu banyak. Suatu incisi elips dibuat dengan skalpel melalui kulit dan tunika mukosa sekitar pleksus hemoroidalis internus dan eksternus. hanya alat pemotongnya menggunakan laser. terdapat banyak syaraf. saat post operasi akan terasa nyeri sekali karena pada 13 . Biasanya tidak lebih dari tiga kelompok hemoroid yang dibuang pada satu waktu. Pada bedah dengan laser.Hemostat kedua ditempatkan distal terhadap hemoroid eksterna. Di anus. maka mukosa dan kulit anus ditutup secara longitudinal dengan jahitan jelujur sederhana. Teknik Whitehead Teknik operasi yang digunakan untuk hemoroid yang sirkuler ini yaitu dengan mengupas seluruh hemoroid dengan membebaskan mukosa dari submukosa dan mengadakan reseksi sirkuler terhadap mukosa daerah itu. Hemoroid dieksisi secara keseluruhan. nyeri berkurang karena syaraf rasa nyeri ikut terpatri. Teknik Langenbeck Pada teknik Langenbeck. Sehingga lebih baik mengambil terlalu sedikit daripada mengambil terlalu banyak jaringan. 1999) 2. pembuluh jaringan terpatri sehingga tidak banyak mengeluarkan darah. Bila diseksi mencapai jahitan transfiksi cat gut maka hemoroid ekstena dibawah kulit dieksisi. Teknik ini lebih sering digunakan karena caranya mudah dan tidak mengandung resiko pembentukan jaringan parut sekunder yang biasa menimbulkan stenosis. tidak banyak luka dan dengan nyeri yang minimal. (Werner. Pada bedah konvensional. Lalu mengusahakan kontinuitas mukosa kembali. 1998) Bedah Laser Pada prinsipnya.

Teknik ini mulai diperkenalkan pada tahun 1993 oleh dokter berkebangsaan Italia yang bernama Longo sehingga teknik ini juga sering disebut teknik Longo. seperti terpatri sehingga serabut syaraf tidak terbuka. Dalam waktu 4 – 6 minggu. Pada dasarnya hemoroid merupakan jaringan alami yang terdapat di saluran anus. Di Indonesia sendiri alat ini diperkenalkan pada tahun 1999. serabut syaraf terbuka akibat serabut syaraf tidak mengerut sedangkan selubungnya mengerut. Alat yang digunakan sesuai dengan prinsip kerja stapler. Sedangkan pada bedah laser. Fungsinya adalah sebagai bantalan saat buang air besar. luka bekas operasi direndam cairan antiseptik.saat memotong jaringan. Setelah jaringan diangkat. sehingga tidak perlu dibuang semua. Kerjasama jaringan hemoroid dan m.1994) Bedah Stapler Teknik ini juga dikenal dengan nama Procedure for Prolapse Hemorrhoids (PPH) atau Hemoroid Circular Stapler. sfinter ani untuk melebar dan mengerut menjamin kontrol keluarnya cairan dan kotoran dari dubur. luka akan mengering. serabut syaraf dan selubung syaraf menempel jadi satu. Prosedur ini bisa dilakukan hanya dengan rawat jalan (Linchan. 14 . dibutuhkan daya laser 12 – 14 watt. terdiri dari lingkaran di depan dan pendorong di belakangnya. Bentuk alat ini seperti senter. Teknik PPH ini mengurangi prolaps jaringan hemoroid dengan mendorongnya ke atas garis mukokutan dan mengembalikan jaringan hemoroid ini ke posisi anatominya semula karena jaringan hemoroid ini masih diperlukan sebagai bantalan saat BAB. Untuk hemoroidektomi.

`[1] [2] [3] [4] [5] [6] Internal/External Hemorrhoids [1] Dilator [2Purse String [3]Closing PPH [4] Mucosa Pull [5] Staples [6] `Mula-mula jaringan hemoroid yang prolaps didorong ke atas dengan alat yang dinamakan dilator. Dengan memutar sekrup yang terdapat pada ujung alat . pasien pulih lebih cepat sehingga rawat inap di rumah sakit semakin singkat.1994) Keuntungan teknik ini yaitu mengembalikan ke posisi anatomis. kemudian dijahitkan ke tunika mukosa dinding anus. maka alat akan memotong jaringan yang berlebih secara otomatis. Dengan terpotongnya jaringan hemoroid maka suplai darah ke jaringan tersebut terhenti sehingga jaringan hemoroid mengempis dengan sendirinya. nyeri minimal karena tindakan dilakukan di luar bagian sensitif. tidak mengganggu fungsi anus. tidak ada anal discharge. tindakan berlangsung cepat sekitar 20 – 45 menit. tindakan PPH memiliki resiko yaitu : • Jika terlalu banyak jaringan otot yang ikut terbuang. Bagian jaringan hemoroid yang berlebih masuk ke dalam stapler. 15 . (Linchan. Meskipun jarang. akan mengakibatkan kerusakan dinding rektum. Kemudian alat stapler dimasukkan ke dalam dilator. Dari stapler dikeluarkan sebuah gelang dari titanium diselipkan dalam jahitan dan ditanamkan di bagian atas saluran anus untuk mengokohkan posisi jaringan hemoroid tersebut.

Ruptur dapat terjadi pada dinding vena. jaringan mungkin terlalu tebal untuk masuk ke dalam stapler. Pada awal timbulnya trombosis. Trombosis dapat terjadi karena tekanan tinggi di vena tersebut misalnya ketika mengangkat barang berat. Benjolan itu dapat unilobular. tegang dan berwarna kebiru-biruan. sehingga masih terdapat lapisan tipis adventitiia menutupi darah yang membeku. mengejan.• • • Jika m. erasa sangat nyeri. Seperti pada operasi dengan teknik lain. sfinter ani internus tertarik. meskipun biasanya tidak lengkap. infeksi pada pelvis juga pernah dilaporkan. Vena lebar yang menonjol itu dapat terjepit sehingga kemudian terjadi trombosis. Keadaan ini ditandai dengan adanya benjolan di bawah kulit kanalis analis yang nyeri sekali. Tindakan pada hemoroid eksterna yang mengalami trombosis Keadaan ini bukan hemoroid dalam arti yang sebenarnya tetapi merupakan trombosis vena oroid eksterna ang terletak subkutan di daerah kanalis analis. batuk. Ruptur spontan dapat terjadi diikuti dengan perdarahan. dapat menyebabkan disfungsi baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka panjang. atau partus. Kelainan yang nyeri sekali ini dapat terjadi pada semua usia dan tidak ada hubungan dengan ada/tidaknya hemoroid interna Kadang terdapat lebih dari satu trombus. 2005 Terapi 16 . dan dapat pula multilokuler atau beberapa benjolan. berukuran dari beberapa milimeter sampai satu atau dua sentimeter garis tengahnya. kemudian nyeri berkurang dalam waktu dua sampai tiga hari bersamaan dengan berkurangnya udem akut. bersin. PPH bisa saja gagal pada hemoroid yang terlalu besar karena sulit untuk memperoleh jalan masuk ke saluran anus dan kalaupun bisa masuk. Resolusi spontan dapat pula terjadi tanpa terapi setelah dua sampai empat hari (de Jong.

Dengan hati-hati anus diregangkan cukup luas sehingga dapat dilalui 6–8 jari. Pada pasien hemoroid hampir selalu terjadi karena kenaikan tonus sfingter dan cincin otot sehingga menutup di belakang massa hemoroid menyebabkan strangulasi. Dilatasi tidak boleh dilakukan jika sfingter relaksasi ( jarang pada strangulasi). Trombus yang sudah terorganisasi tidak dapat dikeluarkan. dalam hal ini terapi konservatif merupakan pilihan. Istirahat di tempat tidur dapat membantu mempercepat berkurangnya pembengkakan. (de Jong. kulit dieksisi berbentuk elips untuk mencegah bertautnya tepi kulit dan pembentukan kembali trombus dibawahnya. Selama prosedur tersebut. Namun karena metode dilatasi menurut Lord ini kadang disertai penyulit inkontinensia sehingga tidak dianjurkan. Nyeri segera hilang pada saat tindakan dan luka akan sembuh dalam waktu singkat sebab luka berada di daerah yang kaya akan darah. sfingter anus dapat terasa memberikan jalan. prolaps. karena bisa menyebabkan inkontinensia flatus atau tinja atau kedua-duanya yang mungkin menetap. Usaha untuk melakukan reposisi hemoroid ekstern yang mengalami trombus tidak boleh dilakukan karena kelainan ini terjadi pada struktur luar anus yang tidak dapat direposisi Dilatasi anus merupakan salah satu pengobatan pada hemoroid interna yang besar. Bila trombus sudah dikeluarkan. terutama jika kanalis agak kaku. berwarna biru dan sering berdarah atau yang biasa disebut hemoroid strangulasi. Sangat penting sekali bahwa untuk prosedur ini diperlukan waktu yang cukup agar tidak merobekkan jaringan. Anestesi umum dilakukan dan pasien diletakkan pada posisi lateral kiri atau posisi litotomi. Dilatasi dapat mengatasi sebagian besar pasien hemoroid strangulasi.Keluhan dapat dikurangi dengan rendam duduk menggunakan larutan hangat. akan terjadi regresi sehingga setidak-tidaknya akan terjadi penyembuhan sementara. Pasien yang datang sebelum 48 jam dapat ditolong dan berhasil baik dengan cara segera mengeluarkan trombus atau melakukan eksisi lengkap secara hemoroidektomi dengan anestesi lokal. 2005) PROGNOSIS 17 . Satu menit untuk sebesar satu jari sudah cukup ( berarti dibutuhkan waktu 6-8 menit). dan sedasi. salep yang mengandung analgesik untuk mengurangi nyeri atau gesekan pada waktu berjalan.

dan rektosigmoidoskopi atau foto kolon dengan kontras ganda. Pemeriksaan colok dubur adalah pemeriksaan yang harus dilakukan pada pasien hemorrhoid untuk menyingkirkan adanya kemungkinan karsinoma rectum. Diagnosis banding hemorrhoid adalah karsinoma kolorektum. (de Jong. Pada Ny. mudah berdarah Harus dinilai ukuran tumor. polip. terfiksasi / tidak. permukaan rata. colitis ulserosa. colok dubur.Dengan terapi yang sesuai. Diagnosis pasti dengan pemeriksaan patologi anatomi. 2005) Kesalahan diagnosis pada pasien atas nama Ny. M dengan keluhan benjolan pada anus disebabkan oleh pemeriksaan fisik dan colok dubur yang kurang teliti.M terdapat gejala klinis perdarahan pada anus. yang terjadi pada hemoroid maupun karsinoma kolorektal. Pendekatan konservatif hendaknya diusahakan terlebih dahulu pada semua kasus. Hemoroidektomi pada umumnya memberikan hasil yang baik. 2005) 18 . ulserasi / tidak. semua hemoroid simptomatis dapat dibuat menjadi asimptomatis. Pada pasien karsinoma kolorektal dapat ditemukan colok dubur sbb: o o o Tumor → konsistensi keras. dapat mendiagnosis hampir 40 % tumor-tumor kolorektal Diagnosis karsinoma kolorektal ditegakkan berdasarkan anamnesis. (de Jong. penyakit divertikel. pemeriksaan fisik. Sesudah terapi penderita harus diajari untuk menghindari obstipasi dengan makan makanan serat agar dapat mencegah timbulnya kembali gejala hemoroid. Dengan pemeriksaan colok dubur yang baik dan benar.

Jong W. EGC. Jakarta. Mansjur A dkk ( editor ). dr Marjadi Hardjasudarma ( alih bahasa ).M. Jilid II.Jakarta.p:232 19 .pemeriksaan penunjang: 321 – 324.1994.DAFTAR PUSTAKA Linchan W. pemeriksaan penunjang:910 – 912 Werner Kahle ( Helmut Leonhardt.EGC. 1998. Edisi III.werner platzer ). Berwarna dan teks anatomi Manusia Alat – Alat Dalam. Kapita selecta Kedokteran. 1999. Buku Ajar Bedah. Syamsuhidayat R.Sabiston Buku Ajar Bedah Jilid II.D. FK UI. Jakarta.hal 56 – 59.

20 .