Pemisahan Routing dan Bandwidth pada Jalur Lokal dan Internasional

MAKALAH

disusun untuk memenuhi tugas besar mata kuliah rekayasa jaringan

Oleh: Budi Riandy (111080139) Ghazali Al Nafi (111080110) Rama Permana (111081039)

FAKULTAS ELEKTRO DAN KOMUNIKASI INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM BANDUNG 2011

Padahal. Jaringan komputer ataupun internet di Indonesia pun ikut berkembang hingga ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak terjangkau internet.ABSTRAKSI Semakin berkembangnya internet membuat jaringan menjadi lebih kompleks. MikroTik adalah salah satu jenis router yang mengakomodasi opsi pemisahan routing seperti ini. namun ia butuh waktu lebih lama untuk mengakses server tersebut dari pada orang lain yang mengakses server internasional. Jaringan lokal ini kemudian lebih dikenal dengan nama Indonesia Internet Exchange (IIX). Pada makalah ini akan dibuat konfigurasi MikroTik untuk pemisahan routing dan bandwidth pada jalur internasional dan IIX. seseorang ingin mengakses server di dalam negeri. seharusnya orang yang ingin membuka server lokal bisa mengakses dengan lebih cepat. Oleh karena itu. untuk beberapa perusahaan dibutuhkan routing khusus yang memisahkan antara jalur trafik ke jaringan internasional dan jaringan lokal. namun juga trafik ke jaringan yang ada di dalam negeri. aliran trafik data di jaringan internet tidak lagi hanya dipenuhi oleh trafik ke jaringan internasional. Kompleksnya jaringan internet di Indonesia diikuti pula oleh bertumbuhnya jumlah server. Sehingga. Misalnya. Selain itu. Padatnya trafik ini kadang membuat bandwidth di jaringan saling mengganggu. jumlah pengguna internet juga meningkat. .

1. seharusnya orang yang ingin membuka server lokal bisa mengakses dengan lebih cepat. Padatnya trafik ini kadang membuat bandwidth di jaringan saling mengganggu.2 Tujuan Tujuan disusunnya makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Padahal. namun juga trafik ke jaringan yang ada di dalam negeri. untuk beberapa perusahaan dibutuhkan routing khusus yang memisahkan antara jalur trafik ke jaringan internasional dan jaringan lokal. jumlah pengguna internet juga meningkat. namun ia butuh waktu lebih lama untuk mengakses server tersebut dari pada orang lain yang mengakses server internasional. Selain itu. aliran trafik data di jaringan internet tidak lagi hanya dipenuhi oleh trafik ke jaringan internasional. Jaringan komputer ataupun internet di Indonesia pun ikut berkembang hingga ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak terjangkau internet. Untuk memisahkan rute atau jalur trafik data jaringan internasional dengan IIX 2. Kompleksnya jaringan internet di Indonesia diikuti pula oleh bertumbuhnya jumlah server. Jaringan lokal ini kemudian lebih dikenal dengan nama Indonesia Internet Exchange (IIX). Sehingga.1 Latar Belakang Semakin berkembangnya internet membuat jaringan menjadi lebih kompleks. seseorang ingin mengakses server di dalam negeri.BAB I PENDAHULUAN 1. Untuk mengatur alokasi bandwidth jaringan internasional dan IIX 1 . Oleh karena itu. Misalnya.

Bagaimana skenario pemisahan rute trafik data jaringan internasional dengan IIX 2.5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: BAB I Pendahuluan terdiri dari latar belakang. 2 . BAB IV Pengujian sistem dan analisis yang berisi tentang spesifikasi perangkat dan perancangannya. BAB II Teori yang berisi teori tentang router dan MikroTik. Pemisahan yang dilakukan yaitu pada router MikroTik dengan Virtual Machine 1. batasan masalah. tujuan.4 Batasan Masalah Adapun batasan masalah makalah ini adalah sebagai berikut: 1. rumusan masalah.1. yang berisi tentang langkah-langkah konfigurasi BAB III Pembahasan pemisahan rute dan bandwidth di router MikroTik dengan Virtual Machine. Skenario yang dimaksud hanya untuk jaringan dan pengguna dari negara Indonesia 2. Pemisahan yang dilakukan adalah pemisahan rute dan alokasi bandwidth 3. dan sistematika penulisan makalah. Bagaimana memisahkan rute trafik data jaringan internasional dan IIX pada router MikroTik 3.3 Rumusan Masalah Rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana mengatur alokasi bandwidth jaringan internasional dan IIX pada router MikroTik 1.

Proses routing terjadi pada layer 3 dari stack protocol tujuh layer OSI. dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. ada lagi AppleTalk Router. dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN. yang disebut dengan internetwork.1 Router Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya.BAB II TEORI 2. Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. dan masih ada beberapa jenis router lainnya. seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN). atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. switch menghubungkan berbagai macam alat. Router berbeda dengan switch. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP). Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan. melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing (perutean). dan router merupakan penghubung antar jalan. Selain IP Router. 3 . Dengan cara yang sama. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar. Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP. atau berbeda arsitektur jaringan.

Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan. IPsec. Static-Dynamic Routing. 2. Simple Tunnel. Secara umum.Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Monitoring/ Accounting. dan MNDP. Caching DNS Client. SNMP. Data Rate Management. NAT. router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router.  dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing dinamis. Sementara itu. Web Proxy. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut. Hotspot. MikroTik memiliki fitur seperti Firewall.2 MikroTik MikroTik RouterOSΠadalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router network yang handal. PPTP. dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya. VRRP. 4 . yakni:  static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan. cocok digunakan oleh ISP dan provider hotspot. router dibagi menjadi dua buah jenis. sering disebut sebagai access server. M3P. Universal Client. NTP. atau T3. DHCP. Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1. UPnP. mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless.

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Pemodalan Perancangan Sistem 5 .1 Pemodelan Perancangan Sistem SERVER INTERNATIONAL SERVER OPEN IXP GATEWAY INTERNATIONAL GATEWAY LOKAL GATEWAY USER ( MIKROTIK) HUB USER USER Gambar 3.

Mulai Pada tahap ini merupakan tahap awal dari proses kerja sistem.2 Diagram Alir SIstem MULAI INITIALISASI HARDWERE REQUEST DOMAIN OLEH USER PENGECEKAN SERVER DOMAIN IYA APAKAH DOMAIN LOKAL ? TIDAK TRANSLASI IP PRIVATE KE GATEWAY LOKAL TRANSLASI IP PRIVATE KE GATEWAY INTERNATIONAL DIRUTEKAN KE SERVER LOKAL (OpenIXP) DIRUTEKAN KE SERVER INTERNATIONAL DIDAOATKAN HASIL REQUEST DARI SERVER DITERUSKAN KE USER SELESAI Gambar 3.3 Penjelasan Diagram Alir A.3.2 Diagram Alir Sistem 3. 6 . Hal pertama dilakukan adalah mengintegrasikan semua perangkat ke jaringan yang ada.

B. C. Domain yang ada di address-list akan selalu di update. Setelah dibuat address-listnya. melakukan pengecekan domain yang diminta user dengan domain yang ada di address-list. Inisialisasi Hardwere Selanjutnya dalam tahap berikutnya dilakukan proses Inisialisasi Hardwere. Seperti HUB. 2. Domain yang diminta oleh user dapat berasal dari server local maupun international. Dalam Simulasi ini. 7 . Proses yang dilakukan dalam inisialisasi adalah sebagai berikut 1. Pengecekan Server Domain Berikutnya merupakan proses pengecekan terhadap domain yang diminta oleh user. Inisialisasi perangkat user dengan mengaktifkan komputer atau laptop. Sehingga domain server local dapat langsung di upload ke sistem di mikrotik. Untuk itu perlu dilakukan pengecekan diproses selanjutnya. 2. user akan melakukan browsing. Request yang diminta user adalah domain yang di input pada browser. Proses pengecekan ini dilakukan agar dapat ditentukan rute yang sesuai dengan server tujuan. Domain server lokal ini disediakan oleh produsen perangkat router yang digunakan. Perlu dilakukan pembuatan address-list yang berisikan domain-domain server local yang ada di Indonesia. Domain yang diminta oleh user akan dicek dan disesuaikan dengan domain yang ada di address-list yang telah dibuat. Keputusan ³Apakah domain lokal´ Berikutnya merupakan proses pengambilan keputusan terhadap hasil pengecekan server domain yang didapat.Router (Mikrotik). E. Perangkat yang digunakan dalam simulasi sistem merupakan perangkat virtual dimana dibentuk dengan Osperating system yang dibuat di virtual box. Dalam Proses ini mengaktifkan sistem dari perangkat yang ada di jaringan. Inisialisasi terhadap perangkat penghubung antar perangkat user dengan jaringan. D. Request Domain oleh User Berikutnya merupakan proses request domain oleh user. Proses yang terjadi adalah sebagai berikut : 1.

Setelah dilakukan proses translasi ip. Selanjutnya akan dilakukan proses sebagai berikut : 1.Keputusan yang diambil sebagai berikut : a. G. Apabila Domain Lokal Jika ternyata yang di request oleh user adalah domain local maka akan berstatus ³IYA´. router akan meneruskan request domain yang diminta oleh user ke server International. Hal ini diperlukan karena ip yang terdaftar oleh jaringan publik adalah ip dari provider. Diteruskan ke User Berikutnya setelah didapat data dari server tujuan akan dilanjutkan ke perangkat device yang ada disisi user. Data inilah yang diperlukan browser dalam menampilkan data yang diinginkan oleh user. Apabila Domain International Jika ternyata yang di request oleh user adalah domain international maka akan berstatus ³TIDAK´. Didapatkan Hasil Request dari Server Berikutnya merupakan proses mendapatkan hasil request dari server. Selanjutnya akan dilakukan proses sebagai berikut : 1. H. 2. Setelah dilakukan proses translasi ip. Hasil request yang didapat berupa data script HTML. maka proses request dari user telah selesai dilaksanakan. Hal ini diperlukan karena ip yang terdaftar oleh jaringan publik adalah ip dari provider. Router akan mentranslasikan ip private (user) menjadi ip publik (provider). b. F. 2. Data script ini yang digunakan oleh aplikasi browser dalam menampilkal data yang dibutuhkan oleh user. router akan meneruskan request domain yang diminta oleh user ke server local. 8 . Selesai Setelah data yang diinginkan oleh user telah ditampilkan oleh browser. Router akan mentranslasikan ip private (user) menjadi ip publik (provider).

ditunjukkan pada Gambar 4.2  4.1     4.2 Perangkat Keras Prosesor komputer Memori Interface Modem : intel i5 3 Ghz : RAM 4 GB : Giga Ethernet Embeded Intel : Modem speedy.1 Urutan Pengujian 4. Perangkat Lunak VirtualBox diatas platform Windows 7 Perancangan Sistem Urutan pengujian yang dilakukan pada tugas ini.BAB IV PENGUJIAN SISTEM DAN ANALISIS Untuk mengetahui efektifitas sistem yang telah dirancang.1 : INSTALASI PERANGKAT DI VIRTUALBOX KONFIGURASI PERANGKAT PENGATURAN GATEWAY PENGATURAN BANDWIDTH HASIL SISTEM JARINGAN BARU gambar 4.2. 4.1. 4.1 Instalasi Perangkat di VirtualBox Dalam sistem ini. Dalam pengujian akan dibuktikan pemisahan jalur atau perutean dan alokasi bandwidth. maka perlu dilakukan pengujian terhadap sistem yang telah dikembangkan. Diantaranya perangkat yang akan dibangun seperti : 9 . perangkat yang dibutuhkan dalam jaringan dibangun sesuai dengan kebutuhan.1 Spesifikasi Berikut ini adalah uraian spesifikasi perangkat keras dan lunak yang digunakan dalam sistem identifikasi manusia melalui palmprint.1.

RouterOs Pc 2. Pc-client 10 .1.

168.1.2 Konfigurasi Perangkat Konfigurasi jaringan yang akan dibangun adalah seperti gambar berikut: Gambar Konfigurasi Jaringan Pemisahan Routing dan Bandwidth IIX dan INT Client memiliki IP 192. Router tersebut juga menjadi gateway untuk memisahkan jalur lokal (IIX) dan internasional (INT).114.4.2.168.1.129/28 yang terhubung dengan router . sementara untuk server-server INT akan dirutekan dengan gateway 69. Di router inilah terjadinya pemisahan jalur dan bandwidth.1/24 di router pemisah.2.2/30.2/30.1.1.1/30 yang terhubung dengan server.2. Router INT menjadi gateway dari router pemisah dengan server internasional dimana IP gateway dari router INT adalah 69.65. serve 11 Router IIX menjadi gateway dari router pemisah dengan server lokal dimana IP gateway dari router IIX adalah 202.1.65.1/30 yang terhubung dengan router pemisah dan 69.114. Server INT sendiri memiliki IP 69.1.1.130/28. Untuk server-server IIX akan dirutekan dengan gateway 202.1.2/24 dengan gateway 192.

114.130/28. A. pada simulasi ini akan dibuat 3 buah router MikroTik. Server IIX sendiri memiliki IP 202.2.129/28 yang terhubung dengan server.1.2.130/28 interface=ether3 Seting NAT : [admin@Tubes_Rekjar] > ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether2 action=masquerade [admin@Tubes_Rekjar] > ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether3 action=masquerade 12 . 4.pemisah dan 202.1.113.65.113. Oleh karena itu.168.65. 2 buah server. dan 1 client. Router Pemisah Seting IP Address : [admin@Tubes_Rekjar] > ip address add address=192.2/30 interface=ether2 [admin@Tubes_Rekjar]> ip address add address=202.1/24 interface=ether1 [admin@Tubes_Rekjar] > ip address add address=69.2.1 Konfigurasi Prangkat Router dan Server Berikutnya setelah dilakukan instalasi perangkat dilakukan konfigurasi terhadap interface yang dipergunakan. Adapun penjelasan lebih rinci tentang pembuatan dan setup perangkat-perangkat tersebut akan dijelaskan di bawah ini.65.

1.conf Kemudian edit hak akses web menjadi ³Allow from all´.gz C /opt /opt/lampp/lampp start cd /opt/lampp/etc/extra gedit httpd-xampp.1/30 interface=ether2 C.113.2.7.2 Konfigurasi Pc-Client 13 . Server INT dan IIX Membuat web server INT dan IIX dengan xampp-linux-1. 4. Secara otomatis DNS web server tersebut akan menggunakan alamat IP sendiri.2.114. Router INT Seting IP Address : [admin@Tubes_Rekjar] > ip address add address=69.1.7.1/30 interface=ether1 [admin@Tubes_Rekjar] > ip address add address=69.7 Install XAMPP: tar xvfz xampp-linux-1.tar.2.1.7.65.65.129/28 interface=ether1 [admin@Tubes_Rekjar] > ip address add address=202.B. Router IIX Seting IP Address : [admin@Tubes_Rekjar] > ip address add address=202.129/28interface=ether2 D.

Membuat Mangle address=ixp. Pengambilan tersebut bisa dilakukan langsung dari terminal di RouterOS dengan perintah: [admin@Tubes_Rekjar] > tool fetch path=/download/nice. Membuat address list yang berisi domain server lokal Proses pengambilan domain server tersebut terdapat dalam file nice.mikrotik.1/24 agar terhubung langsung dengan router pemisah.2.rsc.1.2/24 dengan gateway 192.168.2. [admin@Tubes_Rekjar] > import nice.1.Untuk PC-client diset IP 192. Daftar ip blok dari router NICE dimasukkan ke /ip firewall address-list dengan demikian maka pada /ip firewall mangle hanya terdapat beberapa baris saja dan pemisahan traffic Indonesia dan internasional ini dapat lebih akurat karena mangle dapat dilakukan berdasarkan address-list saja. akan dijelaskan pengaturan gateway dan bandwidth secara lebih rinci.id src- Untuk memisahkan antara traffic lokal IIX dengan traffic internasional caranya adalah dengan menandai paket data yang menuju atau berasal dari jaringan lokal IIX menggunakan mangle. B. 4.168.rsc.co. Selanjutnya. Berikut ini cara untuk membagi bandwith Internasional dengan Lokal atau yang sering di sebut dengan ix dengan iix: [admin@Tubes_Rekjar] > ip firewall mangle> add chain=prerouting src-address-list=public action=mark-connectionnew-connection-mark=indonesia-conn-ix passthrough=yes comment=internasional-ix add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark= ix passthrough=no connection-mark= indonesia-conn-ix 14 .3 Pengaturan Gateway A.rsc.

2. 15 .1.add chain=prerouting src-address-list=nice action=mark-connection new-connection-mark=indonesia-conn-iix passthrough=yes comment=indonesia-iix add chain=prerouting action=mark-packet new-packet-mark= iix passthrough=no connection-mark= indonesia-conn-iix 4.0.1.0/0 interface=all parent=none packet-marks=ix\ direction=both priority=8 queue=default/default limit-at=0/0 \ max-limit=32000/128000 total-queue=default disabled=no 4.0/0 interface=all parent=none packet-marks= indonesia-conn-iix\ direction=both priority=8 queue=default/default limit-at=0/0 \ max-limit=64000/256000 total-queue=default disabled=no add name="client-intl´ =192.168.2.0.0.2/30 \ dst-address=0.4 Pengaturan Bandwidth [admin@Tubes_Rekjar] > queue simple> add name=´client-iix´ target-addresses=192. dan untuk internasional sebesar (up/down) 32kbps/128kbps.0.168.5 Hasil Sistem Jaringan Baru Dari hasil tersebut didapatkan bahwa batas iix (up/down) sebesar 64kbps/256kbps.2.2.2/30\ dst-address=0.