A.

MANIFESTASI KLINIS HIPERKALSEMIA Gejala hiperkalsemia tidak spesifik, manifestasi klinis bervariasi tergantung beratnya serta saat perubahan kalsium serum. Gejala-gejala lebih berat didapatkan pada perubahan akut dibandingkan peningkatan kadar kalsium yang kronik. Penderita dengan kadar kalsium antar 10,5 dan 12 mg/dL dapat asimptomatik; apabila melebihi kadar tersebut, manifestasi multiorgan dapat terjadi dan mengancam jiwa. Hiperkalsemia berperan dalam hiperpolarisasi membran sel. Manifestasi klinis dapat bersifat neurologik, kardiovaskuler, gastro-intestinal, ginjal dan tulang. 1) Manifestasi neurologik Ion kalsium mempunyai peran utama pada neurotransmiter. Peningkatan kadar kalsium menurunkan eksitabilitas neuromuskular, yangberperan pada hipotonisitas otot lurik.5 Gejala neuromuskuler termasuk lemas dan menurunnya refleks tendon. Regangan otot terganggu dan kemampuan otot pernapasan menurun. Gangguan sistem saraf pusat dapat bermanifestasi sebagai delirium, disfungsi kognitif, disorientasi, inkoherensia, dan gejala psikotik seperti halusinasi dan delusi. Obtundasi karena progresivitas peningkatan konsentrasi kalsium serum memicu stupor atau koma.5,6 2) Manifestasi kardiovaskuler Hiperkalsemia dihubungkan dengan peningkatan iritabilitas kontraktilitas miokard. Perubahan elektrokardiografi ditandai dengan konduksi yang lambat: P-R memanjang, kompleks QRS melebar, interval Q-T memendek,dan segmen S-T memendek atau tidak ada.6 Apabila kadar kalsium mencapai 16 mg/dL(>8,0 mEq/L atau 3,99 mmol/L), T wave melebar, peningkatan sekunder interval Q-T. Peningkatan konsentrasi kalsium, meningkatkan bradiaritmia dan bundle branch block. AV block komplit atau inkomplit dapat terjadi jika konsentrasi kalsium serum sekitar 18 mg/dL (9,0 mEq/L atau 4,49 mmol/L) dan memicu complete heart block, asistole, dan cardiac arrest. Hiperkalsemia mengakibatkan peningkatan sensitivitas efek farmakologik dari digitalis, seperti digoksin. 3) Manifestasi gastrointestinal Gejala-gejala gastrointestinal dihubungkan dengan aksi depresi sistem saraf otonom dan akibat hipotoni otot. Peningkatan sekresi asam lambung sering terjadi pada hiperkalsemia dan meningkatkan manifestasi gastrointestinal. Anoreksia, nausea, dan

PTH bergantung kepada Calsium Sensing Reseptor (CSR) untuk mendeteksi adanya kelebihan kalium serum. Pada tingkat sel. 60 70 % terjadi di tubulus proksimal. dan menghambat sekresi PTH. PTH disekresikan oleh chief cells pada kelenjar paratiroid yang akan meningkatkan kadar kalsium darah. kontraksi otot.2. Tulang berperan ganda.muntah meningkat dengan peningkatan volume residual lambung. Keseimbangan Kalsium Ion kalsium (Ca) merupakan elektrolit yang banyak terdapat di ekstraseluler. Ca berfungsi pada sistem neuromuskular.sama hiperkalsemia. dan merangsang osteoklas melepaskan kalsium dari tulang. Efek PTH di tubulus adalah merangsang aktifitas 1 alfa hidroksilase yang akan memicu produksi calcitrol. dan juga penting untuk mineralisasi tulang dan merupakan kofaktor penting untuk sekresi hormon pada organ endokrin.1 10. Konstipasi dipicu oleh dehidrasi yang sering bersama.9. Ca merupakan regulator penting untuk transpor ion dan integritas membran. relaksasi otot. adalah suatu faktor yang penting dalam regulasi keseimbangan kalsium dengan menurunkan ekskresi dan meningkatkan absorpsi kalsium di ginjal dengan bantuan 1. Nyeri perut mungkin memicu obstipasi. 30 % di Thick Ascending Limb (TAL) dari ansa henle.5 mmol/L. dan begitu juga pada tubulus distal.3. Karena reasorpsi Ca pada TAL bergantung kepada reabsorpsi NaCl. konduksi saraf. maka pada loop diuretic.2. Asidosis menghambat reabsorpsi kalsium dengan mekanisme yang belum dapat dipahami.25 COH2 Vitamin D3 (calcitrol). 2. calcitrol juga akan meningkatkan absorpsi kalsium di intestinal. Kadar normal kalsium plasma adalah 8. kalsium diinhibisi untuk direabsorpsi. dimana 99 % disimpan di tulang.9 Paratiroid Hormon (PTH). .9 Reasorbsi kalsium terjadi pada semua tubulus ginjal. Selain itu. PTH meningkatkan reabsorpsi Ca di TAL. dimana berperan sebagai yang mengambil kalsium untuk stabilitas dan sebagai depot untuk keadaan suplai kalsium yang rendah.