Tertampar Cinta Udara sedikit berdebu pagi ini. Membuat sesak orang yang menghirupnya.

Begitu juga Rony, sedikit demi sedikit, ia rasakan pula bagaimana debu-debu itu mulai merasuk dalam hidungnya. Sempat saja ia bersin. Namun tertahan. Rasanya sangat menggelikan. Dengan mengendarai sepeda motor kesukaannya, ia berjalan lirih menuju sekolahnya. Ada sesuatu yang berbeda hari ini. Entah apa itu, tapi ia merasakn akan ada kejadian yang bersejarah baginya. Namun mungkin saja memang sudah ia rencanakan. Di tengah jalan ia hanya memikirkan katakata. Kata-kata yang akan ia ucapakan, dan berharap hanya ia ucapkan sekali ini saja. Pikirannya masih menerawang jauh, mengurangi konsentrasinya menyetir motor. Hampira saja ia menabrak kalau tidak segera sadar dari lamunanya. Setelah berbelok ke kanan menuju persimpangan terakhir, masuklah ia ke sebuah parkiran sekolah yang tidak begitu luas namun cukup untuk semua anak sekolah itu menanggalkan sepeda mereka. Rony berjalan lirih menuju kelasnya, masih melamun, hingga seseorang di belakangnya membuyarkan lamunan itu saat menepuk pundaknya. Pagi ni... masi pagi uda bengong lu.. . Kata anak tadi seraya mempercepat langkahnya menyamai Rony. Eh.. lu Fir... gak da, cuma gi bingung doang... , kata Rony sedikit tergagap. Namun kata-katanya malah semakin membuat Firman temannya semakin penasaran. Bingung kenapa? Ow.... ehehehehe... gua tau ni... pasti masalah si Marryta kan? Tebak Firman sambil mengacung-acungkan

telunjuknya di depan wajah Rony. Seakan mengancam. Sedang Rony malah tambah salah tingkah. Udalah bos... Sikat aja.... Nunggu apa lagi si? Itu anak uda klepek-klepek sama kamu, nunggu apa lagi sih? Nunggu dia yang bilang? Yaelah bos.. ni jaman emang jaman emansipasi wanita, tapi klo masalah yang beginian, kitas sebagai laki-laki tetep yang diutamakan . Kata Firman . begitu mantab layaknya seorang penasehat negara yang sedang memberikan pendapat pada presidennya. Ah lu apa an sih... gila. Uda ah.. msi pagi ngapain sih bahas cewek. Kayak gak da kerjaan aja . Kata Rony sedikit membantah. Mending ngomongin PR matematika. Uda selesai lum punya lu? . Tanya Rony keluar dari pembicaraan. Ata mungkin memang mengalihkan pembicaraan. Anjrit, gua lupa! . Kata Firman sambil menepuk dahinya. Sedang Rony kini sedikit menahan tawa melihat tingkah temannya satu ini. Wah .. ya uda deh.. aku mau nyontek punya teman- teman dulu. Semangat pak bos... heheheh . Kata Firman masih sempat mengejek Rony sambil berlari menuju salah satu kelas di sebelah kanan. * Rony masih berjalan santai menuju kelas yang sama. Namun kesantaiannya terusik oleh sebuah benda bergetar di saku celana kanannya. Ah, siapa sih? . Gumam Rony sedikit kesal karena guru sepertinya sudah berjalan ke arah kelasnya. Dengan cepat ia membaca beberapa tulisan yang telah disingkat-singkat dengan gaya remaja sekarang. Agak bingung ia, karena selain singkatan yang terlalu,

. Dengan bel ini. namun itulah yang ia ingin katakan... Mungin begitu kiranya anak-anak itu merasa. Ya. Rony seakan tidak mempedulikan akan bukubuku ataupun udara yang panas ini. Namun akhirnya bisa juga. Atau yang paling tepat untuk saat ini. Marryta yang dibicarakan tadi... sebentar . Entah kenapa bel tadi memberi rasa gembira dan juga deg deg-an.. Perjuanganmu masih belum selesai . Dengan lekas ia baca sms yang telah membuat Hp-nya bergetar dan membuyarkan konsentrasinya untk menyusun kata-kata. Udah. Dengan ragu dan sedikit enggan. Ia tak mau terburu-buru.. Cukup singkat. Pertanda hak para murid untuk meninggalkan pelajaran. Menyiapkan kata-kata terindah. ia tekan tombol send. * Teeet. Siapa sih. Rasa takut tiba-tiba menjalar ke otaknya.. Namun otaknya ia paksa untuk memikirkan kata-kata yang tepat secara cepat. CU -M@rryta cut3Segeralah ia sadar. Saat sedang menulis sms. Katanya dalam hati. mereka bebas dari guru-guru cerewet. Memikirkan hal-hal yang mungkin terjadi. Mng d p? Ptg ta? Y d . Untung ia bisa mengendalikan kegugupannya. Bagaimana kalau dia menolak? Bagaimana kalau di tertawa? Bagaimana kalau dia marah? Tapi. Sepertinya ia memang memilih momen yang tepat. Mengirimkan kata-katanya segera. Namun ketergangguan itu hilang .teeeet. sedikit canggung ia mau membalas. Kata bu guru itu halus. bz plg d prkran spd. Tiba-tiba terlintas pikiran untuk membatalkan niatnya bertemu gadis tadi. Hampir saja Hp-nya terjatuh. Namun berbeda dengan yang lain.. karena bu guru telah berada di belakangnya.. dari belakang tiba-tiba sang guru menepuk punggung Rony yang tengah asik memijit tombol-tombol kecil Handphone-nya.ternyata ia juga tidak tahu siapa yang mengirim. Hingga konsentrasinya terganggu dengan getar Hp. Makasih. dan suasan yang panas karena AC yang mati.. Memaksanya berpikir terus menerus. Cukup sulit baginy karena ternyata tempatnya cukup dalam.. Iya bu. bahwa itu dari Marryta. Sontak ia kaget. tapi juga membuat Rony sedikit malu. Marryta yang selama ini dia impikan. bagaimana kalau dia menerima? Pikirannya terus berputarputar. katanya dalam hati. yang sepertinya selalu melayang dalam angannya . Belum saatnya .. Setelah berlalunya sang guru ke dalam ruangan terlebih dahulu. ganngu amat . Bel tiga kali..teeet. ia bergerak memutar ke belakang untuk mengambil Hp-nya yan ia taruh di tas. Kata Rony meyakinkan guru separuh baya di depannya ini. nanti lagi sms-nya .. Katakata itu masih terus berputar di kepalanya. G da. Baginya akan lebih menegangkan setelah bel ini berbunyi. bukubuku tebal.

ia berbelok ke arah kiri. Roti coklat.. Tenang setelah kata-kata ini ia ucapkan. sedang raut mukanya yang cerah seakan bersinar saat itu. Segera ia beranjak dari tempat duduknya.? Seorang gadis cantik tiba-tiba menepuk pundaknya dari belakang.. Pikirnya. Matanya tampat jernih. lama ditunggu. Tidak nampak lagi keraguan di wajahnya itu. Kecewa mulai menghinggapinya. abis kamu juga sih.. dengan cepat ia membalas sms tadi. Sekarang yang ia pikirkan adalah segera menyelesaiakn apa yang telah ia mulai. Berkeliling berharap menemukan yang ia cari.. Q da OTW :) Sebuah smiley. Cukup menguntungkan bagi anak-anak yang merasa kepanasan di siang yang seperti ini. Jadi aku tinggal beli roti. Lo? Kok gak ada? Katanya lirih sehingga tak terdengar sedikitpun oleh orang lain. Namun kagetnya segera berubah menjadi gugup seketika. Ternyata orang yang ia pikirkan sudah menunggunya di tempat yang ia janjikan sendiri. Semoga bisa sedikit membuatnya sedikit sabar lagi menunggu. Ketika ia tahu Marryta telah berada dibelakangnya sambil menyuguhkan senyum terindahnya. Namun bedanya ia tidak membawa senjata yang khusus.. Setelah berdesak desakan cukup lama. Ah. Hei. Membuat keterpesonaannya meningkat drastis.... namun cukup untuk menampung empat puluh motor anak-anak. Membuatnya sontak kaget. Sedang matanya masih mencari-cari seseorang. Bahkan cukup sulit bagi Rony melewati selasar yang satu ini. tertulis begitu di plastik yang belum ia lepas. menyusuri selasar samping lab dan kembali berbelok kiri. lu sih Ron. pakek lama mikir. rasa was-was juga merasuk dengan tiba-tiba. Baginya. Katanya tertawa sambil menunjukkan sebongkah roti yang tengah ia makan. Bukan hanya karena ramainya anakanak yang berteduh.. Hingga ia sampai di tempat sepedanya di parkir. ilang kan kesempatan emas gini? Katanya menyalahkan diri sendiri. Masih ia berjalan ke parkiran yang tidak luas tersebut. namun juga karena banyaknya sepeda yang ikut berteduh disana. Masih ia menyusuri selasar yang memang teduh karena pelebaran atap. * Kini Rony begitu tegap berjalan. Maaf. Membuat semakin sesak saja dilihat.. ia hanya berharap setelah ini ia bisa tenang. Berpikir sejenak dan mulai menyesali sedikit demi sedikit. Baru ia sadari ternyata tinggal di yang belum pulang dari tadi. heheheh . Dan masih ia menikmati .setelah ia tahu Marryta yang mengirim. Maaf bikin nunggu. Tak kalah. Setelah melewati ruang lab fisika . Merasa malu akan janjinya. Laksana dewa perang Yunani yang tengah berjalan menghadapi ribuan musuhnya. menyangklong tas yang tadi dia letakkan di belakang. Begitu pikirnya. tempat yang ia tuju telah menampak. Dengan antusias tinggi ia memebaca Qm dmn? Q d d prkran.

sudah lama. Aku sudah menuggu Ta. Cukup aneh adegan ini. Ta? Dengerin aku ? liet aku Ta? . Bagaimana makanan itu masuk ke dalamnya. Kata Rony menimpali.... Namun berhasil mengimbangkan diri..? . Kenapa sih? Gugup amat?.roti itu . apa salahnya menyambut umpan ini. Tambah gugup saja Rony. Sedang Rony masih sibuk menyusun katakatanya dalam otaknya.. Tak lupa senyum Rony bersambung setelah kalimatnya. matanya terlihat sedikit sembab.. gak penting. Katanya sambil membetulkan tasnya dan menghabiskan roti. Mungkin jiwa kasmaran tengah menguasainya.. Namun tentu ia sudah mengantisipasi kalimat-kalimat seperti ini.. uda buat kamu nuggu.. Cukup menarik dipandang.. Melihat Marryta seperti itu.. Marryta memtong. Hahahaha. apa kamu gak nyadar? Aku itu tulus Ta. Bilang pa? . eh maksudya juga penting. . Pinta Rony sambil mencoba menarik Marryta. Ta ? Marryta? Kok diem sih? Sementara yang diajak bicara masih saja memalingkan wajah. Walau ia tahu bahwa itu tidak sungguh-sungguh. seakan acuh kalau ada Rony di depannya. Rony mulai berkata. Gumam pendek Marryta tanda ia tak paham. . Maafin aku juga.. Cukup aneh memang. Kata-katanya teputus-putus dan seakan gagap. Namun segera ia sadar. tapi. Tanpa menolak tindakan Rony . Pikir Rony dalam hati.. hingga Marryta sedikit tersentak.. Namun yang diajak bicara masih saja cuek.. Marryta hanya terdiam ... Aku memang mau bilang gitu. Marryta Ya bilang kalau aku memang su. Rony segera bertindak.. Marrytar telah memancingnya. Tanya mencoba menyudutkan Rony. mau nembak aku ya? Kata-kata Mrryta tesebut seakan bagai halilintar di siang bolong. berpura-pura tidak mendengar. Mungkin saja Marryta memang menginginkannya. Segera mengambil ancang-ancang untuk meninggalkan Rony sendirian. Sepertinya begitu Ta. enggak penting. Hemm.. Gak pa pa kok. eee... Menguatkan maksudnya.. Sedikit kecewa hati Rony. Tanpa melepas pegangannya.. . Sedang Rony masih tertegun memandang Marryta yang tiba-tiba nampak sempurna saat ini. Atau memang pura-pura tidak paham. Atau bisa dibilang pura-pura cuek sambil sibuk mencuil roti yang ia beli tadi dan memasukkannya ke mulut mungilnya. Uda ah. bercanda.. Emang ada pa sih ? kok kayaknya penting banget? Emmmm. Waktu yang tepat. Sepetinya gugup Rony telah sampai pada tingkat tertinggi. . aku pulang aja. Kata Marryta menyambung. Cukup kuat. Entah kenapa. Dengan cepat ia raih pergelangan tangan Marryta. hayo ada apa? Kata-kata Marryta yang seperti itu semakin membuat Rony gugup saja.. Belum selesai kata itu. Katanya lirih sambil tersenyum.. dan menenangkan diri. Enggak kok... Dan Marryta menyadarinya. Namun ia pikir ini waktu yang tepat..

ikut-ikutan menunjukkan kekuatannya. Namun sepertinya langit yang menggambarkan perasaannya. aku belum selesai ngomong.. Terus kenapa coba. Ta? . Bagi mereka... Namun yang diajak ngomong hanya terus berjalan menerjang hujan. Sedang Marryta jug tidak menolaknya. Aku sayang kamu Ta. gitu. Kini terlihat wajahnya sembab. Rony bersuara sedikit lirih ke arah Marryta.! . Aku janji Ta. Dan dengan cepat ia melangkahkan kaki menjauhi Rony sekaligus menuju hujan yang sudah nampak deras. Meski ia juga bertujuan lain. Namun tertahan karena masih ada sedikit sinar matahari. Membiarkan air hujan semakin deras menghujamnya. Ucapnya sambil sedikit memaksa senyum. Terlihat tibatiba langit mendung dan seakan ingin menangis dan menumpahkan seambrek airnya ke wajah bumi. Menyusul Marryta menempuh hujan.. Karena ia belum bisa meyakinkan Marryta... dan terlepaslah ia dari genggaman Rony. hanya air hujan yang menyekat keduanya. Bujuk Rony sambil terus berjalan mengikuti Marryta.. Kini keduanya tengah benar-benar berada dalam hujan.Mencoba membalikkan badannya. Sedikit lega rasanya bagi Rony. mendung. . Ow.. Ia mulai meronta. Menumpahkan air yang tak begitu banyak.. Merasakan derasnya air yang tumpah ke baju mereka. Kini wajah merek telah beradu. karena Rony memang lebih tinggi darinya. Namun tersamarkan oleh air hujan yang menerpa tepat di wajahnya. ini adalah saat-saat yang . Juga ia tidak segera mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Rony. Sedang Marryta segera berhenti. seakan ingin menangis. sehingga hanya menghasilkan setitik demi setitik airnya membentuk gerimis. Mau kemana Ta? .! Akhirnya keluar juga kata-kata itu.. Ya.. Merasukkan dingin ke tiap senti kulit mereka.. Tanya Marryta tiba-tiba. atau paling tidak mendengar apa yang ia katakan.. Nampak beberapa gumpalan air mata Marryta mencair dan menelusuri pipinya. Marryta menuruti apa yang dikatakan Rony. aku janji gak bakal bikin kamu kecewa Ta. Dia berbalik dan menatap ke arah Rony. Ta? Tunggu Ta? Masih ujan ni.. Dan begitu juga Marryta. Namun mereka seakan tidak menghiraukan . Aku janji. kini Rony tengah berjalan di belakang Marryta membujuknya untuk berhenti. lihat aku Ta? Untuk kali ini. Kata Rony sambil mendekap kedua pundak Marryta. Ya. sang awan seger menunjukkan kekuatannya. Namun cukup seimbang dilihat. sedikit Rony bicara.Aku sayang kamu Ta? aku janji gak bakal bikin kamu kecewa. Dan tak lama. ... Tak ia hiraukan lagi derasya hujan yang mengguyur mereka.. Sambil berjalan mendekat ke arah Marryta yang masih terdiam. tapi cukup untuk membuat basah mereka. Ta? Ta? Aku sayang kamu. Sedikit mendongak ia. ? tanya Marryta lagi. Sedikit malu sepertinya... Please. Terus? . Tanya Rony sambil bangkit dari sepedanya. Namun Marryta masih enggan melakukannya.. Namun tidak bertahan lama. terus. Membasahi dengan begitu cepat .

aku gak akan bikin kamu kecewa.. Maryta tidak menolak saat Rony melakukan itu.. Bahagia karena katakata gaidis itu. Aku janji. Rony pun bingung denga tindakan Marryta. Aku janji Ta. seolah berat badannya menghilang seluruhnya. Membuat suaranya lebih keras dari pada suara air yang tengah jatuh di tanah sekarang. Kenapa baru seka.. Keengganan melepaskan dekapan masingmasing membuat momen ini begitu mengharukan. berharap kekasihnya ini segera diam. Entah mengapa Marryta merasa sangat lega sekarang. ia pegangi pipi kirinya yang mulai memerah akibat tamparan tadi. Dia hanya berpikir tindakan apa yang akan ia lakukan untuk mengakhiri ini.. Rony seperti tersangka yang tengah diadili oleh hakim Marryta. Dan dengan gerakan cepat. . Tapi aku janji.??? Sudah dua tahun aku nuggu kamu bilang gini. rasa sakit akibat tamparan Marryta mulai dirasa Rony. Apa baru sekarang rasa itu muncul? Jawab Ron? Jawab. aku sayang banget sama kamu.. Belum sempat selesai kata itu..aku ingin salalu di sampingmu. Plakkkkk.menentukan. Katanya sambil mengusap rambut Marryta perlahan. belum sempat kalimat-kalimatnya terselesaikan. aku salah Ta.. dan aku. tapi kenapa baru sekarang? Terlihat Marryta begitu marah sambil menangis. Membuat Marryta terdiam sesaat.. Serasa terbang.! Ucap Marryta sedikit menaikkan nada bicaranya. maafin aku karena buat kamu nunggu. Dan dengan mulai meneteskan air mata ia berbicara. setelah ini.. Sedang Rony hanya bisa terdiam. . tiba tiba Rony melihat tangan kanan Marryta mengayun ke arah pipi Kirinya. Rony mendekapnya dengan kuat. Dan ia menemukanya.. Nampak begitu pasrah Rony. Rony menarik tubuh Marryta ke arahnya. tapi penuh harap tentunya. Dan Kepala Marryta medarat di dada iri Rony... dia justru menangis haru. Rony masih terdiam. Ya. Iya Ta.. aku ingin menjadi tempat keluh kesahmu. Aku salah.. mendengarkan setiap detak jantung laki-lakinya. Membuatnya merebah di dadanya. Rony menutup mulut Marryta dengan jari telunjuk kirinya. menatap gadis di depannya dengan perasaan malu namun bahagia..sesekali ia usap air yang membasahi mukanya dan membuat pandangannya kurang jelas itu. Maafin aku. Dengan sedikit kedinginan ia pun mulai bersuara... aku pengen bisa merasakan apa yang kamu rasakan. semakin menangis dan menangis. Sedang Marryta masih terisak menangis dalam dekapan Rony. Dua tahun. Dengan masih menatap. dan.. Aku memang bodoh. Bunyi yang sedikit tertutupi aleh suara hujan. dua tahun Ron??? Apa kamu gak ngrasa. Sedang hujan masih bermusik dengan tanah menyambut keduanya dengan nada seadanya. tapi tak akan bisa tertutupi rasa sakitnya.