Paguyuban Silat Tjimande Siap Bersinergi dengan Pemerintah Daerah RANGKASBITUNG (IM) Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir

(TKDH) merupakan seni bela diri tradisi nenek moyang asli Sunda-Banten kini terancam punah.Untuk itu, sejumlah warga Banten terus berupaya untuk membangkitkan kembali seni bela diri tersebut melalui sebuah paguyuban warga silat Tjimande dalam melestarikan seni budaya bangsa. Hal ini diungkapkan H Encup Supriyadi,ketua paguyuban silat Tjimande di kediamannya di kawasan Cibuah,Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten kepada IM,Kamis (9/2) Menurut Encup, dibentuknya paguyuban silat Tjimande ini bertujuan untuk mempersatukan pecinta silat leluhur budaya SundaBanten yang kini sudah terancam punah. Dalam paguyuban silat Tjimande yang didirikan Encup tersebut, kini sudah memilkiki anggota sebanyak 2.000 orang yang tersebar di Kabupaten Lebak. Dalam dua tahun sejak didirikan,anggota silat Tjimande ini sudah berjumlah 2.000 orang,; jelas Encup dalam acara milad silat Tjimande di Cibuah kemarin. Encup berharap, kedepannya paguyuban silat Tjimande ini dapat berperan aktif dalam menyukseskan pembangunan di Kabupaten Lebak dan bersinergi dengan berbagai pihak,agar keberadaan paguyuban silat Tjimande ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pemerintah dalam menyuskeskan berbagai program pembangunan.

Dalam acara milad ke 2 paguyuban silat Tjimande itu. Muspika Warunggunung dan sejumlah anggota DPRD dari Kabupaten Lebak dan provinsi Banten.han .dihadiri sejumlah kalangan dari unsur Muspida Lebak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful