P. 1
852D2C83d01

852D2C83d01

|Views: 41|Likes:
Published by kodongkong

More info:

Published by: kodongkong on Feb 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2012

pdf

text

original

KERANGKA ACUAN (Terms of Reference/ TOR) Sub-Kontrak DED Pekerjaan Residential Rehabilitation Housing Program (RHRP) di Kabupaten

Aceh Utara (CPR 101), Propinsi NAD

I.

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa bumi berskala sangat kuat (8,9 pada skala Richter) telah terjadi di Samudera Hindia di lepas pantai barat laut Pulau Sumatera. Gempa yang kemudian menyebabkan gelombang tsunami ini memporakporandakan sebagian besar wilayah Aceh dan Nias di wilayah Indonesia. Di wilayah tersebut, bencana ini telah merusakkan sebagian besar wilayah pesisir Aceh dan menelan banyak korban jiwa, menghancurkan sebagian besar infrastruktur, permukiman, sarana sosial seperti bangunanbangunan pendidikan, kesehatan, keamanan, sosial, dan ekonomi publik, dan bangunan-bangunan pemerintah. Bencana ini juga telah mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk kondisi psikologis, dan tingkat kesejahteraannya. Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh dari Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (Bakornas PBP) pada tanggal 21 Maret 2005 jumlah korban dari 20 kabupaten di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) diperkirakan mencapai 126.602 meninggal dunia dan telah dimakamkan, serta hilang sebanyak 93.638 orang , sementara jumlah korban di Provinsi Sumatera Utara diperkirakan 130 orang meninggal dan 24 orang hilang2. Dari sumber informasi yang sama,jumlah pengungsi yang tersebar sebanyak 514.150 jiwa di 21 kabupaten/kota se-Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Begitu juga di Kabupaten Aceh Utara dengan ibukotanya Lhok Seumawe, Kerusakan yang timbul akibat bencana Tsunami cukup parah khususnya terhadap rumah tinggal masyarakat. 1.2. Maksud dan Tujuan a. Maksud Rencana kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di bidang perumahan melalui Rahabilitasi/Rekonstruksi Rumah Tinggal di Kabupaten Aceh Utara (CPR 101) ini dimaksudkan untuk memulihkan rumah tinggal bagi masyarakat akibat bencana alam di NAD dan Nias, Sumatera Utara. b. Tujuan Ditujukan untuk: 1) Memulihkan sarana perumahan bagi masyarakat yang menjadi korban bencana;

1

NAD.15 m’ untuk Secondary Drainage di Sub District Tanah Pasir (Volume = 400 m3) . Kriteria Pekerjaan 1.5 cm) Jumlah : 1010 Unit .3 Unit di Sub District Tanah Pasir (@144 m2) . Kecamatan Banda Sakti. 1. Meunasah dan Balai Pertemuan (Multi Purpose) . c. Sasaran Membangun kembali sarana perumahan bagi masyarakat yang terkena bencana Tsunami. Alternatif II (1010 m3) . (Volume = 155 m3) B.Alternatif 2 (Dinding Light Weight Concrete 20x60x7. Lokasi dan Kriteria Pekerjaan a.4. .1 Unit di Sub District Samudera (@144 m2) .Alternatif 1 (Dinding Batu Merah Tradisional) Jumlah : 705 Unit .2) Mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB) berbagai penyakit menular dan kekurangan gizi yang diakibatkan oleh sarana tempat tinggal sementara yang ditempati masyarakat yang terkena bencana Tsunami. House Type 45 m2 . Kota Lhokseumawe.15 m’ untuk Secondary Drainage di Lokasi Lainnya. Kelurahan Kampung Jawa Lama.15 m’ untuk Secondary Drainage di Sub District Samudera (Volume = 150 m3) 2 1.5 Unit di Lokasi Lainnya (@144 m2) 3.3. Alternatif I (705 m3) . Lokasi Program Rehabilitasi/Rekonstruksi Rumah Tinggal di Kabupaten Aceh Utara ini berlokasi di Jalan Samudera.Alternatif 3 (Dinding Panel) Jumlah : 803 Unit 2. Drainage A. Proyek Sesuai dengan CPR-101 maka proyek ini disebut: RESIDENTIAL HOUSING REHABILITATION PROGRAM (RHRP) IN ACEH UTARA – PROVINCE NAD (Program Rehabilitasi/Rekonstruksi Rumah Tinggal di Kabupaten Aceh Utara – Propinsi NAD).15 m’ untuk Secondary Drainage di Sub District Samudera (Volume = 150 m3) . b. Proyek.

3 . Alternatif III (803 m3) .15 m’ untuk Secondary Drainage di Sub District Tanah Pasir (Volume = 400 m3) . Persyaratan Peruntukan dan intensitas a. Rencana teknis yang ada harus mencerminkan adanya hubungan terintegritas sehingga terjalinya aksesibilitas antar blok masa bangunan yang ada didalam lingkungan ..6. 2. 96 Jakarta Selatan 12790.15 m’ untuk Secondary Drainage di Lokasi Lainnya. 1.15 m’ untuk Secondary Drainage di Sub District Tanah Pasir (Volume = 400 m3) . Persyaratan Arsitektur dan lingkungan bangunan gedung harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut : a. PELAKSANAAN PERENCANAAN DETAILED ENGINEERING DESIGN (DED) 2. Menjamin bangunan gedung didirikan berdasarkan ketentuan tata ruang dan tata bangunan yang ditetapkan didaerah yang bersangkutan.5. Sumber Pendanaan Proyek ini dibiayai oleh PMI Pusat dengan bantuan Hongkong Red Cross (HKRC). Mencerminkan fungsi sebagai bangunan Rumah Tinggal di Kabupaten Aceh Utara (CPR 101). b. Nama dan Organisasi Pengguna Jasa Nama dan organisasi pengguna jasa pekerjaan Program Rehabilitasi/Rekonstruksi Rumah Tinggal di Kabupaten Aceh Utara ini adalah PMI Pusat. pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana seperti yang dimaksud di dalam TOR harus memperhatikan kriteria umum bangunan yang disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan yaitu : 1. II. (Volume = 253 m3) 1.1 Metodologi dan Strategi Perencanaan Dalam proses perencanaan DED Program Rehabilitasi/Rekonstruksi Rumah Tinggal di Aceh Utara (CPR 101). yang beralamat di Jalan Jendral Gatot Subroto Kav.15 m’ untuk Secondary Drainage di Lokasi Lainnya. (Volume = 460 m3) C.15 m’ untuk Secondary Drainage di Sub District Samudera (Volume = 150 m3) .

Efisien dalam pengguna sumber daya didalam pemanfaatan dan pemeliharaannya. antara lain : Struktur Pondasi. Seimbang. 2. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang sesuai dengan karakteristik lingkungan dan budaya daerah setempat serta kemajuan teknologi yang berkembang pada saat ini. Menyusun dan merumuskan Rencana Anggaran Biaya. serasi dan selaras dengan lingkungannya c. 4. penghijauan dan lain-lain Pengenalan dan pemahaman konsep-konsep serta kaidah-kaidah perencanaan dan perancangan serta spesifikasi yang berlaku 6. d. Persyaratan struktur bangunan.b. batas-batas topografi Kondisi tanah Keadaan air tanah Koefisien lantai Bangunan (KLB) Garis Sempadan Bangunan (GSB) Bentuk Kapling Peruntukan Bangunan sekitar kapling Ketinggian Bangunan Jarak antar Bangunan Rincian penggunaan lahan. Struktur Kolom. Struktur Dinding dan Rangka Atap.2 Kegiatan Detailed Engineering Design (DED) Kegiatan perencanaan yang dilakukan meliputi antara lain : 4 . Persyaratan Utilitas bangunan seperti : Air bersih (sumber air serta jaringan dan kapasitasnya) Air hujan Air kotor dan sampah Tata udara/AC Tranportasi dalam bangunan Penanggulangan Bahaya Kebakaran Jaringan listrik Jaringan komunikasi Dan lain-lain 5. pekerasan. 3. Pengenalan dan pemahaman informasi tentang tapak wilayah yang antara lain : Data pengukuran tapak perencanaan Kondisi fisik seperti luasan.

Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta. 2. B. Membantu pengguna jasa ( PMI Pusat ) dalam Proses mewujudkan Pembangunan dari Dokumen hasil perencanaan tersebut (pada saat proses lelang.A. detail utilitas dan ME yang sesuai dengan gambar rencana. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal. dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk bangunan gedung pada umumnya dan khusus untuk Bangunan Program Rehabilitasi/Rekonstruksi Rumah Tinggal di Kabupaten Aceh Utara (CPR 101). Dalam melaksanakan pekerjaan konsultan harus memperhitungkan waktu yang telah ditetapkan 5 . Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus mengakomodasi batasanbatasan yang diberikan oleh pengguna jasa. Persiapan perencanaan seperti dengan pengumpulan data dan informasi lapangan (termasuk pada penyelidikan tanah) serta konsultasi dengan pemerintah daerah setempat mengenai peraturan daerah/perijinan bangunan. Konsultan Design Engineering Design bertanggung jawab secara profesional atas jasa perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode etik profesi yang berlaku. Rencana Kerja dan Syarat-syarat 3. Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. seperti : dari segi pembiayaan waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu bangun gedung akan diwujudkan. antara dan pokok yang harus dihasilkan konsultan sesuai dengan keluaran yang ditetapkan dalam TOR ini. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah sebagai berikut : 1.4 Proses Detailed Engineering Design (DED) A. Gambar-gambar detail arsitektur.3 Tanggung Jawab Detailed Engineering Design (DED) A. 2. konsultan perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Tim Pelaksana Teknis dan dinas/badan terkait. standar. detail struktur. B. Penyusunan rencana DED yang antara lain membuat : 1. melalui TOR. B. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan. 3. C. pembangunan gedung dan lain-lain) 2. rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi 2.

Persyaratan Peruntukan dan Intensitas Bangunan a. Persyaratan terhadap bahaya kebakaran a. Konsultan DED diwajibkan melakukam koodinasi secara aktif dengan Pemberi Tugas dan dinas/badan terkait.D. III. budaya daerah dan perkembangan teknologi pada saat ini sehingga serasi dan selaras dengan lingkungannya. Menjamin keselamatan pengguna bangunan 2. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan a.5 Koordinasi dan Hubungan Kerja Pelaksanaan pekerjaan Perencanaan DED Program Rehabilitasi/Rekonstruksi Rumah Tinggal di Kabupaten Aceh Utara (CPR 101). Menjamin terwujudnya ruang tata hijau yang dapat memberikan keseimbangan terhadap lingkungan 3. b. Menjamin bangunan gedung yang berdasarkan pada karakteristik lingkungan. Kriteria Umum Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Perencanaan yang dimaksud dalam TOR. Persyaratan jalan masuk dan keluar 6 . Menjamin bangunan yang dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya c. Menjamin keselamatan manusia dari kecelakaan yang diakibatkan oleh kegagalan struktur bangunan 4. harus memperhatikan kriteria umum bangunan yang disesuaikan dengan fungsi peruntukan dan kompelksitas bangunan : 1. Konsultan harus menyerahkan dokumen hasil perencanaan pada waktu yang telah ditetapkan oleh pemberi tugas. HASIL DETAIL ENGINEERING DESIGN (DED) 3. baik dalam pendapat maupun proses perumusan rencana. 2.1 Kriteria A. Persyaratan Struktur Bangunan a. Menjamin keselamtan manusia dari kecelakaan yang di akibatkan oleh kegagalan struktur bangunan. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang secara structural stabil pada saat terjadi kebakaran b. Menjamin banguna gedung yang dapat mendukung beban yang diakibatkan oleh aktivitas manusia dan lingkungan b. serta memudahkan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk pemadaman api 5. Menjamin bangunan gedung yang didirikan memenuhi ketentuan tata bangunan yag telah ditetapkan b.

Menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup. Persyaratan transportasi dalam gedung a. penangkal petir dan komunikasi a. segi teknis lainnya. Persyaratan tanda arah keluar. Bangunan harus terbebas dari suara dan getaran yang dapat mengganggu aktivitas dalam bangunan B. baik alami dan/atau buatan dalam menunjang kegiatan yang ada didalamnya 11. baik alami dan/atau buatan 12. Menjamin keselamatan bangunan gedung dari bahaya akibat petir c. Persyaratan Sanitasi dalam bangunan a. perkembangan kemajuan teknologi pada saat ini 7 . Kriteria Khusus Kriteria yang dimaksudkan adalah untuk memberikan syarat-syarat khusus/spesifik berkaitan dengan bangunan gedung yang akan direncanakan. Tersedianya sarana akses bagi penyandang cacat 7. antara lain : a. Menjamin terpasangnya instalasi tersebut secara aman dalam menunjang kegiatan yang ada di dalamnya b. Menjamin tersedianya sarana komunikasi dalam bangunan sesuai dengan standar dan fungsinya 9. Menjamin tersedianya sarana transportasi dalam gedung yang layak aman dan nyaman b. Kesatuan perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada disekitarnya b. Menjamin terwujudnya upaya melindungi penghuni didalam evakuasi pada saat terjadi kebakaran 6. Persyaratan Pencahayaan a. Menjamin tersedianya peringatan dini yang informatif didalam bangunan gedung apabila terjadi keadaan darurat b. Menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup.a. Persyaratan Venitilasi dan Pengkondisian udara a. Solusi dan batasan-batasaan kontekstual seperti faktor sosial budaya. pencahayaan darurat. baik dari segi fungsi khusus bangunan. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang mempunyai akses yang layak. Menjamin tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam melaksanakan kegiatan di dalam bangunan tersebut 10. Persyaratan instalasi listrik. Persyaratan kebisingan dan getaran a. Menjamin penghuni melakukan evakuasi secara mudah dan aman 8. nyaman dan aman kedalam bangunan dan fasilitas serta layanan didalamnya b. dan system peringatan bahaya a.

3. 4.3.2 Waktu Pelaksanaan Waktu yang disediakan untuk pekerjaan ini adalah 1 (satu) bulan sejak dikeluarkan SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) dan dalam peroses perencanaan konsultan diwajibkan untuk melakukan koordinasi dengan Konsorsium Konsultan Indonesia (KKI). CAD operator. LAYANAN KEAHLIAN DAN WAKTU PELAKSANAAN 4. 2. Ahli Teknik Arsitektur dengan pengalaman minimal 3 Tahun : 1 orang sebagai team leader 2.3 Keluaran Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana DED. Ahli Teknik ME dengan pengalaman minimal 5 Tahun : 1 orang Selain tenaga ahli tersebut diatas selanjutnya perlu didukung oleh tenaga profesional lainnya. 4. IV. meliputi antara lain : 1.1 Laporan 8 . V. Gambar rencana teknis bangunan lengkap Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ) Rencana Anggaran Biaya (RAB) Dan lain-lain. 3. administrasi serta tenaga pendukung lainnya. SISTEM PELAPORAN 5. seperti : Cost estimator.1 Layanan Tenaga Untuk melaksanakan tujuan. operator komputer. Ahli Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 3 Tahun : 1 orang 3.2 Masukan Untuk melaksanakan tugasnya Konsultan Perencana DED harus mencari informasi yang dibutuhkan selain informasi yang ada pada Term of References ini. 5. Konsultan Perencana DED harus menyediakan tenaga yang memenuhi ketentuan untuk kegiatan Perencanaan DED Program Rehabilitasi/Rekonstruksi Rumah Tinggal di Aceh Utara (CPR 101) dengan situasi sebagai berikut : 1.

1.Seluruh hasil dari pelaksanaan kegiatan ini harus disiapkan dan dilaporkan sebagai berikut : Laporan ini diserahkan satu bulan setelah SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) diberikan serta harus diserahkan masing-masing sebanyak 3 eksemplar dalam format A4. Site plan 4. Blok plan 5. Sistem Plumbing antara lain : Perencanaan sistem plambing Sistem/Jaringan penyediaan air bersih Sistem/Jaringan pembuangan air kotor Sistem/ Jaringan air hujan Sistem/ Jaringan tata udara Sistem/ Jaringan instalasi listrik Dan lain-lain 9 . antara lain meliputi . Bill Of Quabtity (BQ) 8. Rencana Kerja dan Syarat-syarat 6. Program kebutuhan dan Luasan ruang 2. Gambar Rencana Teknis/Gambar Kerja 3. Rencana Anggaran Biaya 7.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->