LAPORAN PRAKTIKUM GAMETOGENESIS

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Perkembangan Hewan yang dibina oleh Dra. Amy Tenzer, M.Si dan Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si

Oleh : Kelompok IV Chandra Kurnia H (407342409189) Bayu Dwi Pangestu (407342409190) Mohamad Mansyur (407342409191) Erni Sukmawati Aty Kristiani (407342409194) (407342409195)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI Februari 2008

gametogenesis dibagi menjadi tiga tahap. Tahap perbanyakan (Multiplikasi/ Proliferasi). Hasil dari Meiosis I dari Meiosis II Spermatosit II/Oosit II + Polosit I. dari 1 spermatosit primer dihasilkan 4 spermatozoid yang fungsional. Tahap tumbuh. B. sedangkan proses pembentukan gamet betina disebut oogenesis. Proses pembentukan gamet jantan disebut spermatogenesis. Proses tumbuh ini sangat penting untuk menambahkan materil sel guna persiapan untuk tahap selanjutnya. Tujuan Untuk mempelajari proses pembentukan sel kelamin jantan dan betina melalui pengamatan preparat histologist. Secara umum. Pada oogenesis. Gametogonium mengalami pertambahan volume menjadi lebih besar. hasil Spermatid/Ootid + Polosit II. 3. Proses ini baru dimulai pada saat puber yaitu ketika hewan . menjadii Gametosit I (Spermatosit I/Oosit I). Pada spermatogenesis. Teori Dasar Gametogenesis adalah suatu proses yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup dalam rangka pembentukan gamet (sel kelamin) yang haploid. Tahap pemasakan/pematangan (maturasi) Dalam tahap ini terjadi pembelahan mitosis untuk mendapatkan gamet yang haploid.GAMETOGENESIS A. pembelahan meiosis I oosit primer hanya menghasilkan 1 sel ootid yang fungsional. dalam tahap pemasakan. menghasilkan gametogonium ( spermatogonium/Oogonium). Keseluruhan gametogenesis dibagi menjadi tiga tahap yaitu: tahap perbanyakan (proliferasi). sedangkan pada spermatogenesis. tumbuh dan pematangan. Dalam tahap ini tidak terjadi proses pembelahan. Bakal sel kelamin memperbanyak diri secara mitosis berkali-kali. tahap ini masih dilajutkan dengan tahap spermiogenesis. Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma yang terjadi didalam tubulus seminiferus. 2. yaitu: 1. yaitu transformasi spermatid menjadi spermatozoid.

bentuk bulat. Pada waktu itu. 3. Pembuatan flagel sebagai alat gerak. sel ini merupakan sel germa yang berukuran terbesar. Tahap ini disebut juga spermatositogenesis.telah mencapai dewasa kelamin. Selanjutnya spermatogonia tipe B akan mengalami proses tumbuh (pertambahan volume) menjadi spermatosit primer (I). kadang-kadang piknotis. inti terwarna kurang terang. 5) Spermatozoid : spermatozoa muda melekat secara bergerombol pada sel sertoli. mengalami perbanyakan melalui pembelahan secara mitosis beberapa kali (spermatogonia tipe A spermatogonia intermediet spermatogonia tipe B). Proses spermiogenesis meliputi: 1. warna inti kuat. Akhirnya spermatid mengalami spermiogenesis. sekresi androgen oleh sel-sel leydig meningkat dengan tajam. letak di dekat lumen. hipofisis anterior mulai aktif mensekresikan FSH ( Follide Stimulating Hormone). letak makin menjauhi membrane basalis (mendekati lumen). terletak berderet didekat/melekat pada membrane basalis. inti terwarna kuat. letak agak menjauh dari membrane basalis. yatiu sel germa yang berada dilapisan paling dasar dari tubulus seminiferus. FSH dianggap sebagai stater spermatogenesis. Pematangan inti. yang muda terdapat di dalam lumen. Meiosis I menghasilkan spermatosit skunder (II). 4) Spermatid : ukuran kecil. dalam sel-sel germa mulai melakukan aktivitas mitosis. Kemudian spermatid primer memasuki tahap pematangan (maturasi). yaitu mengalami pembelahan secara meiosis. Tingkatan perkembangan sel germa dalam tubulus seminiferus adalah sebagai berikut: 1) Spermatogonium : ukurannya relatif kecil. Pembuatan tudung kepala termasuk pembuatan akrosom yang berperan penting dalam penembusan kedalam sel telur. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan ukuran testis. Proses spermatogenesis berlangsung dari dasar menuju ke lumen tubulus seminiferus. 2) Spermatosit I : ukuran paling besar. warna inti lebih kuat. yaitu transpormasi menjadi bentuk seperti kecebong dan perlengkapan struktur. 2. 3) Spermatosit II : ukuran agak kecil ( x spermatosit I). bentuk agak oval. bentuk oval. menjadi spermatozoid (spermatozoa). bentuk bulat. dilakukan dengan Meiosis II yang menghasilkan spermatid. Spermatogonium. .

ABP berfungsi mengangkut testosteron ke dalam lumen tubulus seminferus. testis dan duktus efferens. Aksis hipotolamus-hipofisis berperan penting dalam sekresi gonadotropin yang mengatur aktivitas hormone dan sel sspermatogenik di dalam testis. sperma dari testis sudah mempunyai kemampuan untuk membuahi sel telur. Pada vertebrata tyang mengalami fertilisasi eksterna. sperma di tubulus seminiferus dapat sampai ke epididimis melalui tubulus rektus. oosit selalu berkembang dalam folikel telur. tahap perbanyakana oogenia melalui pembelahan mitosis terjadi pada masa embrio. sedangkan testosteron dan FSH merangsang sel-sel spermatogenik untuk melakukan meiosis dan berdeferensiasi menjadi sperma. . sel sertoli juga berfungsi sebagai penyedia makanan bagi sel-sel spermatogenik yang sedang tumbuh . sperma baru dapat bergerak aktif dan fungsional setelah mengalami aktivasi di dalam epididimis. FSH juga berfungsi merangsang sel sertoli untuk mensekresikan ABP (Androgen Binding Protein) dan inhibin. Oosit primer memasuki tahap pemasakan.memakan (fagositosis) sel-sel germinal yang abnormal.menggetahkan lendir yang ikut membina plasma semen.Sedangkan inhibin berfungsi menghambat pembentukan FSH. Berbeda dengan spermatogenesis. Pada mamalia. bagian tengah dan ekor. Selain menghasilkan inhibin dan ABP.LH berfungsi merangsang sel leydig untuk menghasilkan testosteron . Setiap oosit primer mengalamai pembelahan meiosis I menghasilkan sebuh oosit skunder (II) dan sebuah polosit I ( badan polar I ). dan sebagai pelindung sel-sel germinal yang sedang tumbuh. Oogenesis adalah proses pembentukan ovum yang berlangsung di dalam gonad betina (ovarium). Selain itu ternyata proses spermatogenesis ini dikendalikan oleh system hormonal. Kemudian masing-masing oogonium akan tumbuh menjadi oosit primer (I).Spermatozoid yang matang terdiri atas bagian kepala. Proses spermatogenesis dapat terjadi seumur hidup hewan.Tanpa ABP testosteron tidak dapat memasuki lumen tubulus. Tetapi pada vertebrate yang fertilisasinya interna. Selanjutnya oosit II mengalami meiosis II dan menghasilkan sebuah ootid (ovum). Dalam perkembangannya.Gonadotropic releasing hormone (GnRH) Yang dikeluarkan hipotalamus merangsang sintesis dan sekresi FSH (Follicie Stimulating Hormone) dan LH oleh sel-sel gonadotrof dalam hipofisis.

jika telur tidak .sel germa berkembang di dalam folikel-folikel telur.setiap oosit primer mengalami pembelahan meiosis I menghasilkan sebuah oosit sekunder(II). Seperti pada spermatogenesis.FSH berperan merangsang pertumbuhan folikel dalam ovarium. 3).tetapi menekan penggetahan FSH .antrummenjadi sebuah rongga besar.Estrogen dalam konsentrasi tinggi merangsang penggetahan LH.Folikel Matang (Folikel Graft).selanjutnya oosit II mengalami mmeiosis II dan menghasilkan sebuah ootid (ovum)daan 1 polosit II(badan polar II).Folikel Tersier: Volume stratum granulosum yang melapisi oosit primer bertambah besar/banyak .Folikel Sekunder: terdiri dari sebuah oosit primer yang dilapisi ole sebuah beberapa sel granulosa.jadi dalam tahap pemasakan.jaringan ovarium yang telah melepas ovum akan membentuk korpus luteum.foliokel yang matang akan memproduksi estrogen.pembelahan meiosis hanya dihasilkan satui sel telur yang fungsional. berisi cairan folikel (liquor folliculi).dengan tingkatan sebagai berikut: 1).Folikel Primordial:merupakan folikel utama yang terdapat sebelum lahir.Folikel Primer:terdiri dari sebuah oosit primer (I) yang dilapisi oleh selapis sel folikel (sel granulose)berbentuk kubus.antara oosit dan sel-sel granulose dipisahkan oleh zona pelusida.terdapat beberapa celah (antrum)di antara sel granulose.polosit I juga ikut membelah menjadi 2 polosit II.terdiri atas sebuah oosit primer (I) yang dilapisi oleh sel folikel berbentuk pipih.Lonjakan konsentrasi LH di dalam darah menyebabkan terjadinya ovulasi. 2). b). c). pengaruh pada hormonal pada oorgenesis yaitu pengeluaran FSH dan LH oleh hipofisis dirangsang oleh GnRh (Gonadotrophie releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus. Progesteron menyebabkan uterus semakin menebal sebagai persiapan menerima embrio jika siap dibuahi. Dan sebuah polosit I(badan polar I).berukuran paling besar. Dalam oogenesis.korpus luteum selanjutnya akan menenghasilkan progesteron dan sedikit estrogen.Folikel tumbuh terdiri dari: a).dan 1 polosit II ( badan polar II ). polosit I juga ikut membelah menjadi 2 polosit II.jadi dalam tahap pemasakan.

maka produksi progesteron oleh korpus luteum dalam waktu 2 minggu akan semakin tinggi. Alat dan Bahan Mikroskop cahaya Mikroskop stereo Preparat histologi testis marmut Preparat histologi ovarium marmut D. sehingga korpus luteum berdegenerasi.jika terjadi pembuahan maka dinding endometrium akan dipertahankan. C.dibuahi.konsentrasi progesteron yang tinggi akan menghambat penggetahan LH.Dengan demikian lapisan tebal endonetrium uterus akan diluruhkan(menstruasi). Cara Kerja Preparat Histologi Testis Marmut Menyiapkan alat dan bahan Preparat Histologi Ovarium Marmut Menyiapkan alat dan bahan Mengamati Preparat histologi testis marmut di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x40 Mengamati Preparat histologi ovarium marmut di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x40 Mangamati bagian-bagian dari tubulus seminiferus Mangamati bagian-bagian tahap perkembangan folikel telur dalam ovarium Menggambar tubulus seminiferus beserta bagianbagiannya Menggambar tahap perkembangan folikel telur dalam ovarium beserta bagianbagiannya .

Hasil Pengamatan No Gambar Ket .E.

Meiosis I menghasilkan spermatosit skunder (II). bentuknya bulat dan letaknya semakin menjuhi membran basalis(mendekati lumen). Selanjutnya spermatogonia ini akan mengalami proses tumbuh (pertambahan volume) menjadi spermatosit primer (I). selin itu kami menemukan spermatid yang cirinya terletak di dekat lumen. Mengatur pergerekan sel-sel germa dan pelepasan spermatozoa ke dalam lumen tubulus seminiferus. ukurannya kecil. bagian tengah dan bagian ekor melekat secara bergerombol padas sel sertoli yang melekat yng terdapat di dalam lumen. Sel ini berfingsi untuk: 1. Kami juga menemukan spermatosit skunder (II) yang ukurannya lebih kecil dibandingkan ukuran spermatosit primer (I) namun warna intinya lebih kuat/terang. pelindung dan pengatur nutrisi sel germa yang sedang berkembang. Proses spematogenesisnya itu sendiri selain berlangsung dari dasar menuju kelumen tubulus seminiferus kemudian spermatogoniumnya mengalami perbanyakan melalui pembelahan secara mitosis beberapa kali menjadi spermatogonia. dan. Cirinya yaitu: bentuknya agak oval. 2. Fegositas.F. bentuknya oval dan warna intinya kuat. Sel sertori atau sel penyokong itu sendiri bertumpu pada membran basalis yang puncaknya mencapi lumen tubulus. Penyokong. Menghasilkan hormon testoteron dan FSH untuk perkembangan sel germa. tahap ini disebut juga spermatogegesis. berbentuk bulat dan lainnya berwarna kuat. Analisis Data Pada preparat histologi testis marmut yang kita amati tepatnya di dalam tubulus seminiferus kami menemukan spermatogonium. yaitu memakan sitoplasma spermatid yang berlebih. 3. Selin itu kami juga menemukan spermatosit primer (I) yang letaknya agak menjauh dari membran basalis namun ukurannya paling besar. 4. Kemudian spermatosit primer (I) mengalami proses pematangan (maturiasi) yaitu mengalami pembelahan secara meiosis. dilanjutkan dengan meiosis II . Serta spermatozoid yang cirinya spermatozoa muda/spermatozoa yang telah matang tediri atas baggian kepala. ukurannya relatif kecil intinya terwarna kurang terang serta terletak berdekat/melekat di membran basalis.

antrumnya menjadi sebuah rongga besar berisikan cairan folikel (liquor folliculi). terdiri dari sebuah oosit primer yang dilapisi oleh beberapa lapis sel granulosa berbentuk kubus (kuboid) juga terdapat teka internalnya. kemudian masinng-masing oogonium akan tumbuh menjadi oosit primer (I).menghasilkan spermatid. folikel tumbuh dan folikel matang (folikel graaf). Pada preparat histologi ovarium marmut yang kami amati. Antara oosit dan sel-sel granulosa dipisahkan oleh zona pelusida. dan satu poloosit II. terdiri dari sebuah oosit primer yang dilapisi oleh selapis sel foikel yang berbentuk pipih/gepeng. 2. Selain iti juga stratum granulosum yang melapisi oosit primer bertambah besar/semakin banyak serta terdapat juga teka interna yang kaya pembuluh darah dan teka eksterna yang mengandung banyak serat kalogen. oositnya berinti agak ketepi dan banyak gelembunggelembung kecil pada folikel tumbuh. Folikel tersier. Oosit primer kemudian memasuki tahap pemasakan. Folikel primer. Pada Folikel primodial ciri-cirinya yaitu: merupakan folikel utama yang terdapat sebelum lahir. pada folikel ini ciri utamanya yaitu: sudah terdapat beberapa celah (autrum) diantara sel-sel granulosanya. yaitu transformasi menjadi bentok seperti kecubung dan perlengkapan stuktur menjadi spermatozoid (spermatozoia). Pada folikel graaf/folikel matang ciri utamanya yaitu ukurannya paling besar. Folikel ini terdiri dari beberapa bagian yaitu: 1. Akhirnya spermatid mengalami spermatogegesis. yang cirinya terdiri dari oosit primer yang dilapise oleh selsel selapis (sel granulosa) yang berbentuk kubus. 3. Dalam tahap pemasakan . Foikel sekunder. kami menemukan sel-sel germa yang berkembang didalan folikel-folikel telur. yakni folikel muda (primodial). Selanjutnya oosit skunser mengalami meiosis II dan menghasilkan ootid (ovum). Setiap oosit primer mengalami pembelahan meiosis primer (I) menghasilkan sebuah oosit skunder (II) dan sebuah palosit primer (I) (badan polar I).dan juga folikelnya menonjol kepermukaan ovarium (corona radiata). Proses oogenesisnya yang terjadi di ovarium terdiri dari beberapa tahap yaitu: tahap perbanyakan oogenia melalui pembelahan mitosis terjadi pada masa embrio.

setiap oosit primer mengalami pembelahan meiosis I menghasilkan sebuah oosit skunder dan sebuah palosit primer. G. Buatlah bagan proses spermatogenesis lengkap dengan jumlah kromosom tiap macam sel germe (dalan n)! 2. Jadi secara keseluruhan tahap pemasakan. Selanjutnya oosit skunder mengalami meiosia II dan menghasilkan ootid (ovum) dan satu polosit skunder. pembelahan meiosis hanya menghasilkan satu sel telur yang funsional. Spermatogenesis 2n Spermatogonia dalam testis membelah beberapa kali dengan mitosis 2n n Sebuah spermatogonium tumbuh Spermatosit primer n 2n Pembelahan meiosis I Spermatosit kunder Spermatid Sperma n Pembelahan meiosis II n . Pembahasan dan Diskusi Diskusi 1. Buatlah bagan proses oogenesis lengkap dengan jumlah kromosom tiap macam sel germe (dalan n)! Jawab 1. polosit primer juga akan membelah menjadi dua polosit skunder.

Apakah semua oogonium akan berkembang menjadi ovum matang? Jelaskan jawaban saudara 4. Jelaskan peranan sel sertoli.Oogenesis 2n Oogoniun dalam ovarium membelah beberapa kali dengan mitosis 2n n Sebuah oogonium tumbuh Oosit primer n 2n Pembelahan meiosis I Oosit kunder n Pembelahan meiosis II n Ootid Badan kutub primer Badan kutub skunder Tugas dn Evaluasi 1. sel leydig. dan spermatosenesis! 2. Bagaimana nasib sisa folikel graaf setelah ditingal oleh oosit II (setelah terjadi ovulasi)? Bagaimna peranan selanjutnya? Jelaskan! . Jelaskan persamaan dan perbedaan spermatogenesis dan oogenesis pada mamalia! 3.

Penyokong. tumbuh. 2. Memberi nutrisi makanan sel sperma Peranan sel leydig: a. d. menghasilkan hormon testosteron. Mengatur pergerakan sel-sel germa dan pelepasan spermatozoa kedalam lumen tubulus seminiverus. c.Jawaban 1. Mengangkut hormon testoteron dan FSH untuk perkembangan sel germa. Fogositosis. b. Persamaan y y y Mengalami 3 tahap: pebanyakan. e. pemasakan Menghasilkan Mengalami pembelahan mitosis dan meiosis Perbedaan Hal Tempat Spermatogenesis Testis Dimulai saat puber yaitu Proses ketika hewan mencapai kedewasaan kelamin Hasil Sperma Ovum oogenesis Ovarium . pelindung dan pengatur nutrisi sel gema yang sedang berkembang. yaitu memakan sitoplasma spermatid yang berlebih. Peranan sertoli a.

. tidak dari 1 oogonia hanya akan menghasilkan 1 ovarium yang matang dan 3 polosit. untuk memelihara pertumbuhan plasenta dan embrio. dan jika terjadi kehamilan maka umur kprpus luteum jadi panjang dan berfungsi untuk memelihara pertumbuhan endometrium untuk nidasi dan plesentasi.3. sisa flikel graaf akan akan menjadi karpus luteum (badan kuning) dan berfungsi menggetahkan hormon estrogen dan progesteron. 4.

Setelah proses pematangan. Proses pembentukan gamet betina atau oogenesis terjadi di dalam ovarium sejak masih embrio monopdus bermula dari oosit I berkembang menjadi oosit II. jika terjadi fertilisasi. Kesimpulan Gametogenesis adalah proses pembentukan gamet (sel kelamin).Tahap tumbuh. Proses pembentukan gamet jantan disebut spermatogenesis.Tahap perbanyakan (Multiplikasi/ Proliferasi). mengalami meiosis menghasilkan 4 spermatozoid yang haploid. Dari sebuah oosit primer yang diploid. Gametogenesis terdiri atas tiga tahap yaitu: 1. 2. Dan oosid II berkembang menjadi ootid (ovum) terjadi di oviduk anterior. melalui pembelahan meiosis menghasilkan sebuah ovum yang haploid. sedangkan proses pembentukan gamet betina disebut oogenesis. Dari sebuah spermatosit primer yang diploid. Proses pembentukan gamet jantan atau spermatogenesis terjadi di tubulus seminifurus dalam testes sejak masa puber sampai mati. . 3.H.Tahap pemasakan/pematangan (maturasi). spermatogenesis dilanjutkan dengan transpormasi.

2001. Yatim. Tenzer. Struktur Hewan II. 1982. Malang: UM PRESS. Perkembangan Hewan. Malang: JICA. dkk. 1998. Petunjuk Praktikum Struktur Hewan. Amy. Dkk. W.T. Bandung: Tarsito . Amy. Reproduksi dan Embriologi. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. dkk. Wildan. 2001. dkk.Daftar Pustaka Surjani. Tenzer.