You are on page 1of 6

higienitas. jus buah. Seiring dengan berkembangnya suatu industri. Berat bersih bahan ini akan mempengaruhi proses selanjutnya (apabila masih dilakukan pemanasan) dan tentunya berpengaruh juga terhadap keuntungan finansial dari pabrik. dengan headspace yang sudah ditentukan. hingga minuman kesehatan seperti pereda panas dalam maupun isotonik. Oleh karenanya pada tugas paper ini akan dibahas secara lebih mendalam tentang fungsi dan cara kerja dari mesin pengisi cairan dalam botol. load. Mulai dari yang paling sederhana seperti air dalam kemasan. Terlebih lagi produk minuman yang komposisi utamanya adalah air sangat mudah ditumbuhi mikrobia. Pendekatan yang dilakukan antara lain dengan menggambarkan skema alat. . minuman karbonasi. Mekanisme dan pergerakan pengendalian apakah termasuk feedback atau feedforward juga akan ditentukan. dengan beberapa modifikasi yang dibayangkan dan dipelajari oleh penulis selama perkuliahan. untuk meningkatkan kapasitas. Tahap ini merupakan tahap yang krusial. maka suatu proses automasi harus dirangkai dan dilaksanakan. Berawal dari sirup dalam botol. kemungkinan kontaminasi sangat tinggi dan tentunya beresiko terhadap kesehatan. Apabila dilakukan secara manual. Automasi pada tahap ini juga memiliki keunggulan pada ketepatan pengisian cairannya. kemudian variable-variable yang mempengaruhi pengendalian seperti controlled variable. manipulated variable. akan sulit untuk mendapatkan sejumlah cairan isi yang jumlahnya benar-benar sama. Apabila dilakukan secara manual. seluruhnya memiliki prinsip pengisian cairan yang kurang lebih sama. disturbance.Bottle Filling Machine Industri minuman dalam kemasan dewasa ini telah berkembang pesat dan memenangkan porsinya sendiri di masyarakat. dan kualitas. karena umumnya produk yang telah dikemas tidak lagi disterilisasi. Salah satu proses yang membutuhkan automasi ialah pengisian cairan kedalam botol. saat ini dapat kita temukan segala jenis minuman yang dikemas dengan apik dan tentunya bergizi tinggi. dan setpointnya.

Skema Alat Proses automasi ini melibatkan beberapa prinsip pengendalian untuk dapat menentukan sejumlah volume cairan yang di injeksi kedalam botol. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat skema pengoperasian alat pada gambar 1-4. A B (a) tertutup A B (b) utup tert terbuka Infra merah sensor Infra merah sensor A B terbuka A B tertutup tertutup tertutup sensor terhalang sensor .

Apabila infra merah melewati suatu media. dan sinar diteruskan (transmitansi) makin sedikit. karena sensor telah diset untuk melakukan aksi pada rentang transmitansi tertentu. Pada proses ini. dan kecepatan konveyor. Rentang sinar diteruskan ini kembali dibaca oleh sensor. Karena katup (a) masih tertutup. cairan dari tanki (a) akan turun mengisi volume yang sudah ditentukan pada tanki (b). dengan faktor koreksi 5ml. digunakan sebagai kontrol telah selesainya suatu tahapan proses. saat katup dibuka. pemberi tekanan. maka sejumlah sinar akan terabsorbsi. atau untuk meningkatkan kemampuan proses. densitas cairan. Seperti terlihat pada gambar 3. maka cairan yang turun hanya sejumlah volume yang sudah ditentukan. Bisa juga ditentukan dengan ketinggian headspace. untuk memberi tanda pada konveyor agar berjalan. Volume tanki a. air akan dengan segera mengisi tanki b hingga penuh. Pada gambar 4 terlihat sinar diteruskan tanpa mengenai media apapun. makin besar dan tinggi tanki a. A B . Controlled Variable Adalah suatu variable yang tidak dirubah. variable manipulasinya antara lain: Volume tanki a dan b. Manipulated Variable Adalah variabel-variabel proses yang dapat dimodifikasi untuk mendapatkan hasil akhir yang diinginkan. Pada gambar 1 dapat dilihat sinar melewati botol kosong. Pada proses bottle filling. Saat konveyor membawa botol baru. maka proses pengisian akan berulang. kemudian menutup katup (b) dan membuka katup (a). maka sejumlah cahaya diteruskan akan berkurang. baru kemudian mengenai sensor. apabila semua botol telah distandarisasi ukuran dan volume kosongnya. Dapat diartikan juga sebagai variable tujuan akhir proses. luas bukaan (katup).Prinsip pengendaliannya menggunakan sinar infra merah yang ditangkap oleh sensor diseberangnya. variable kontrol ada pada volume cairan yang ditambahkan. hal ini tidak menjadi masalah. sehingga sejumlah cairan akan turun kebawah. Saat botol terisi penuh. Pada tahap ini sensor akan memberi tanda pada mesin filling untuk membuka katup pengisiannya (b). Pegurangan sejumlah cahaya inilah yang digunakan sensor sebagai penanda aksi apa yang harus ia lakukan. maka tekanan kebawah makin tinggi. Jumlahnya harus 220ml.

maupun dari B ke botol. Kemudian ada variasi dari cairan yang ingin diisikan. dengan beda warna atau jumlah partikel padatan. tercoret. baik dari tanki A ke B. dari luar disebut eksternal. maka dibutuhkan alat untuk memberi tekanan tambahan agar bahan dapat cepat berpindah dari tanki ke botol. serta perlakuan-perlakuan lain yang dapat merubah warna. Luas bukaan atau katup mempengaruhi debit air yang mengalir. tempelan stiker. Gangguan dari dalam disebut internal disurbance. tetapi sensor sinar telah membaca bahwa botol siap diisi. atau sudah usang. Densitas yang tinggi akan memperlambat kecepatan.) dan membuat sinar tidak diteruskan. Akibatnya jumlah cairan yang dimasukkan kedalam botol tidak sesuai keinginan. Densitas cairan akan berpengaruh pada sifat alirnya. sekaligus mengurangi kapasitas per satuan waktu. sehingga lambat terbuka dan tertutup. dan membuat proses menjadi lambat atau berkurang ketelitiannya. sehingga katup B dibuka. Misalnya tanki B(kecil) belum terisi penuh dan katup di tanki A belum menutup. Terakhir adalah kecepatan konveyor. debitnya juga meningkat. Setpoint . sehingga menyebabkan jumlah sinar diteruskan berbeda rangenya. kecepatan konveyor mengganti botol yang telah penuh dengan botol yang masih kosong akan mempengaruhi kapasitas per satuan waktunya. maupun kekeruhan bahan. Disturbance Adalah variable yang mengganggu jalannya proses. mengganggu bacaan sensor . Faktor dari eksternal misalnya ada botol kaca yang kotor (goresan. Makin luas bukaan.Volume tanki b menentukan seberapa banyak cairan yang akan dijatuhkan kedalam botol. Load ini dapat berupa bahan baku yang digunakan selama proses. Namun kecepatan konveyor ini harus disesuaikan dengan sifat alir bahan. tapi bukan termasuk didalam variabel manipulasi. maka diperlukan waktu lebih lama agar cairan berpindah. Pada proses ini. dsb. atau sensor sudah tidak sensitif. gangguan internal bisa dair katup yang bocor. Load Adalah variable yang mengubah controlled variable. apabila densitas tinggi. densitas. Alat ini dapat berupa penghembus udara atau mesin press. Mesin pemberi tekanan. agar tidak terjadi eror. makin densitasnya tinggi.

berupa pelampung. A Katup A Pelampun g Katup B B Pengendalian feedback umumnya bersifat closed loop. Mekanisme Pengendalian Pengendalian pada proses ini dengan sistem feedback. Fungsi pelampung di tanki B ini hampir sama seperti fungsi pelampung pada tandon air. Dalam prakteknya dapat dijelaskan sebagai berikut: Saat sensor membaca bahwa botol telah diisi penuh. maka dapat dibayangkan pola kerja yang berputar seperti tali tanpa simpul. maka dapat ditambah komponen pengendali di tanki B. Sekali sistem berjalan. maka sensor baru akan membaca adanya perbedaan transmitansi ketika botol telah terisi hingga ketinggian yang diinginkan (gambar 8). Dalam proses Bottle Filling. Jumlah cairan yang ditransfer juga pasti sama. Karena sinar diletakkan di garis atas botol.Adalah nilai yang dikehendaki. Headspa Sinar datang ce Sinar diteruskan sensor . selama tanki B terus terisi penuh dan selalu kosong apabila cairannya dikeluarkan (Volume tanki tetap). sinyal akan dikirimkan untuk kembali mengatur katup B agar menutup dan membuka katup A. Serta mengirimkan sinyal agar konveyor kembali berjalan. maka pelampung akan membantu katup A (atas) untuk tertutup. dan alat akan mengkoreksi dirinya sendiri tanpa bantuan manusia atau pengolah data. Artinya hasil sensor/sinyal pengendalian akan langsung dikembalikan ke alat. setpointnya adalah jumlah mili liter cairan yang diisikan kedalam botol. Sebaliknya apabila pelampung belum naik hingga batas tertentu. Bahwa sinyal output dalam sebuah sistem closed-loop akan memiliki pengaruh langsung pada aksi pengendalian. Untuk menambah ketelitian dalam proses pengisian botol. Apabila tanki B telah terisi air. katup A tidak akan tertutup dan katup B(bawah) tidak terbuka untuk mengalirkan cairan menuju botol. ditentukan sebanyak 220ml.