Nominal Group Technique adalah salah satu quality tools yang bermanfaat dalam mengambil keputusan terbaik.

Dalam quality management, metode ini dapat digunakan untuk berbagai hal, mulai dari mencari solusi permasalahan, hingga memilih ide pengembangan produk baru.

Apa itu Nominal Group Technique? NGT adalah suatu metode untuk mencapai konsensus dalam suatu kelompok, dengan cara mengumpulkan ide-ide dari tiap peserta, yang kemudian memberikan voting dan ranking terhadap ide-ide yang mereka pilih. Ide yang dipilih adalah yang paling banyak skor-nya, yang berarti merupakan konsensus bersama. Metode ini dapat menjadi alternatif brainstorming, hanya saja konsensus dapat tercapai lebih cepat. Teknik ini awalnya dikembangkan oleh Delbecq dan VandeVen, yang kemudian diaplikasikan untuk perencanaan program pendidikan untuk orang dewasa oleh Vedros.

Kapan NGT cocok untuk diimplementasikan? NGT cocok diimplementasikan ketika Anda membutuhkan suatu konsensus yang dari tim, sementara tim sendiri punya pendapat dan perspektif yang berbeda-beda mengenai masalah tersebut. Jika butuh konsensus yang cepat, NGT juga cocok, dibandingkan dengan brainstorming yang memakan waktu lebih lama.

Bagaimana langkah-langkah mengimplementasikan NGT? Sebelum NGT dilakukan, maka Anda perlu mempersiapkan beberapa hal terlebih dulu, yakni: ‡ Ruang pertemuan yang cukup besar untuk menampung sekitar 5 hingga 9 peserta rapat. ‡ Meja dengan bentuk U, dengan papan tulis di ujung depan, dilengkapi oleh spidol/marker, pensil, pulpen, selotip, kertas, hingga index card untuk tiap partisipan. ‡ rules dan prosedur untuk mengimplementasikan NGT

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam mengimplementasikan NGT:

1. Introduction Pada tahap ini, fasilitator/moderator membuka sesi NGT, menyapa para peserta, sekaligus menjelaskan tujuan dan prosedur dari pertemuan

misalnya tiap peserta diminta untuk memilih 5 ide terbaik dari daftar yang ada. dan yang menjawab tidak harus orang yang mengajukan ide tersebut. Voting and Ranking on Ideas Tahap terakhir. Sang moderator menuliskan ide-ide dari tiap peserta pada papan tulis. dan tidak terpaku pada beberapa ide saja. serta menjaga proses tetap netral. namun jika ada perspektif atau penekanan yang berbeda. masing-masing peserta memberikan voting terhadap ide-ide yang ada. dapat dimasukkan. 5. 4. masing-masing peserta diminta untuk menuliskan seluruh ide yang muncul di kepalanya. Jadi. tanpa berdiskusi sama sekali dengan peserta lain. fasilitator bertugas untuk memastikan bahwa tiap peserta dapat memberikan kontribusi pada diskusi. Intinya. kemudian mereka harus memberikan ranking prioritas bagi tiap ide tersebut. fasilitator meminta peserta untuk berbagi ide-ide yang sebelumnya sudah mereka tuliskan di kertas. Sebelumnya. Ide yang sama tidak disertakan. Generating Ideas Fasilitator mengutarakan pertanyaan atau masalah ke kelompok dalam bentuk tertulis di kertas. peserta diminta untuk memberikan penjelasan yang lebih detail mengenai ide-ide yang telah dikemukakan. Tahap ini membutuhkan sekitar 10 menit. Para peserta diminta untuk bekerja secara independen. tidak ada ide yang dieliminasi.2. fasilitator harus menentukan terlebih dahulu kriteria-kriteria yang digunakan untuk voting ide. Dalam tahap ini. 1 untuk ide yang . 3. Lanjutkan proses ini hingga seluruh ide dari tiap peserta dapat terdokumentasi. Pada tahap ini tidak ada diskusi atau debat. Discussing Ideas Selanjutnya. Sharing & Recording Ideas Selanjutnya. Tahap ini membutuhkan sekitar 15-30 menit. Fasilitator juga bertugas supaya seluruh ide dapat dibahas secara menyeluruh. tanpa ada judgement atau serangan ke pihak tertentu. dan peserta boleh menuliskan ide-ide baru yang muncul sepanjang proses. Selanjutnya. Setiap peserta boleh mengajukan komentar ataupun pertanyaan mengenai ide-ide tersebut. supaya semuanya dapat melihat. Tahap ini membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit. hanya memberikan pemahaman mengenai ide-ide tersebut kepada para peserta dan memberi gambaran mengenai pentingnya ide-ide tersebut.

panel digunakan dalam pergerakan komunikasi melalui beberapa kuisioner yang tertuang dalam tulisan. misalnya untuk teknologi peramalan. Objek dari metode ini adalah untuk memperoleh konsensus yang paling reliabel dari sebuah grup ahli. Dalam metode ini. Teknik ini diterapkan di berbagai bidang. California pada tahun 1960-an. program perencanaan dan lain ± lain. Metode Delphi dikembangkan oleh Derlkey dan asosiasinya di Rand Corporation.kurang penting. tidak seperti brainstorming yang menstimulasi perkembangan dari ideide Pengertian Metode Delphi Metode Delphi adalah modifikasi dari teknik brainwriting dan survei. Teknik Delphi dikembangkan pada awal tahun 1950 untuk memperoleh opini ahli. analisis kebijakan publik. inovasi pendidikan. Ide yang memperoleh skor paling tinggi merupakan ide yang paling disukai dan disepakati bersama oleh kelompok. Satu pertemuan hanya membahas satu topic ‡ diskusi hanya terbatas. Keunggulan dan Kelemahan NGT Keunggulan ‡ menghasilkan ide yang lebih banyak dibandingkan dengan diskusi biasa ‡ menyeimbangkan peran masing-masing individu. Metode Delphi merupakan metode yang menyelaraskan proses komunikasi . hingga 5 untuk yang paling penting. membatasi dominasi dari orang yang punya pengaruh dalam kelompok ‡ menghilangkan `persaingan` dalam kelompok juga tekanan untuk `konformitas` ‡ mendorong peserta untuk menyelesaikan masalah dengan constructive problem solving ‡ tiap peserta dapat memberikan prioritas idenya secara independent dan tertutup Kelemahan ‡ membutuhkan persiapan ‡ hanya memfasilitasi untuk pencapaian satu tujuan saja.

evaluasi pengumpulan data dan merevisi kuisioner yang diperlukan. Respon kelompok secara statistik (Chang. Sebuah grup kerja yang terdiri dari lima sampai sembilan anggota yang tersusun atas staf dan pembuat keputusan. bertugas mengembangkan dan menganalisis semua kuisioner. Responden adalah orang yang ahli dalam masalah dan siapa saja yang setuju untuk menjawab kuisioner. membagi dan proses hasil serta pernjadwalan pertemuan. atau ketika penggantian informasi cukup berlaku. Mengabaikan nama 2. Pendekatan Delphi memiliki tiga grup yang berbeda yaitu : Pembuat keputusan. Grup staf dipimpin oleh kordinator yang harus memiliki pengalaman dalam desain dan mengerti metode Delphi serta mengenal problem area. Prosedur Delphi Prosedur Delphi mempunyai ciri ± ciri yaitu : 1. Umumnya kuesioner pertama menanyakan kepada individu untuk merespon pertanyaan dalam garis besar. dan responden. Tugas staf kordinator adalah mengontrol staf dalam pengetikan. Mailing kuesioner. Iterasi dan feedback yang terkontrol 3. Pembuat keputusan akan bertangungjawab terhadap keluaran dari kajian Delphi. Prosedur metode Delphi adalah sebagai berikut : .komunikasi suatu grup sehingga dicapai proses yang efektif dalam mendapatkan solusi masalah yang kompleks. Setiap subsequen kuisioner dibangun berdasarkan respon kuisioner pendahuluan. 1993) Jumlah dari iterasi kuesioner Delphi bisa tiga sampai lima tergantung pada derajat kesesuaian dan jumlah penambahan informasi selama berlaku. Proses akan berhenti ketika konsensus mendekati partisipan. staf.

Mengembangkan kuisioner dan test 1 Kuisioner pertama dalam Delphi mengikuti partisipan untuk menulis respon pada garis besar masalah. Akan tetapi dalam sebuah kasus dimana refrence yang bevariasi diperlukan maka dibutuhkan partisipan yang lebih besar. 5. Analisa kuisioner 1 . Sampul surat termasuk tujuan. Memilih ukuran contoh Ukuran panel responden bervariasi dengan kelompok yang homogen dengan 10 ± 15 partisipan mungkin cukup. Langkah ini dimulai dengan memformulasikan garis besar pertanyaan oleh pembuatan keputusan. tranformasi untuk melengkapi Delphi dan responden merasa bahwa agregasi pendapat panel responden akan termasuk informasi yang mereka nilai dan mereka tidak mengakses dengan cara lain. Elemen kunci dari langkah ini adalah mengembangkan pertanyaan yang dapat dimengerti oleh responden. Seleksi aktual dari responden umumnya menyelesaikan melalui penggunaan proses nominasi. guna dari hasil.1. perintah dan batas akhir respon. Mengembangkan pertanyaan Delphi Ini merupakan kunci proses Delphi. 4. secara personal responden mengetahui permasalahan. Jika responden tidak mengerti garis besar pertanyaan maka masukan proses adalah sia ±sia. memiliki informasi yang tepat untuk dibagi. 2. Anggota staf harus menginterview pembuat keputusan benar ± benar jelas mengenai pertanyaan yang dimaksud dan bagaimana informasi tersebut akan digunakan. Memilih dan kontak dengan responden Partisipan sebaiknya diseleksi dengan dasar . 3.

8. Menyiapkan laporan akhir . Pengembangan kuisioner dan test 2 Kuisioner kedua dikembangkan menggunakan ringkasan responden dari kuisioner 1. Mengembangkan kuisioner dan test 3 Kuisioner 3 didesain untuk mendorong masukan proses Delphi 9.Analisa kuisioner harus dihasilkan dalam ringkasan yang bersisi bagian ± bagian yang diidentifikasi dan komentar dibuat dengan jelas dan dapat dimengerti responden terhadap kuisioner 2. mengembangkan sebuah konsensus pada label untuk masing ± masing katagori dan menyiapkan ringkasan bayangan yang berisi katagori ± katagori. Anggota grup kerja mendokumentasikan masing ± masing respon pada kartu indeks. 6. memilih kartu kedalam katagori umum. mendiskusikan dan mengidentifikasi bagian yang diinginkan serta membantu partisipan mengetahui masing ± masing posisi dan bergerak menuju pendapat yang akurat. Fokus dari kuisioner ini adalah untuk mengidentifikasikan area yang disetujui dan yang tidak. Analisis kuisioner 3 Analisa tahap ini mengikuti prosedur yang sama pada analisis kuisioner 2 10. responden diminta untuk memilih pada ringkasan bagian kuisioner 1 7. Analisa kuisioner 2 Tugas dari kelompok kerja adalah menghitung jumlah suara masing ± masing bagian yang meringkas komentar yang dibuat tentang masing ± masing bagian. Tujuan dari tahapan ini adalah untuk menentukan jika informasi lengkap akan membantu untuk penyelesaian masalah atau paling tidak membuktikan untuk digunakan di berbagai cara.

dan evaluasi semu dan evaluasi formal di sisi lainnya. karena semua pihak yang mempunyai andil dalam memformulasikan dan mengimplementasikan kebijakan dilibatkan dalam merumuskan tujuan dan target di mana kinerja nantinya akan di ukur. dan Masing ± masing responden memiliki waktu yang cukup untuk mempertimbangkan masing ± masing bagian dan jika perlu melihat informasi yang diperlukan untuk mengisi kuisioner sehingga dapat menghindari tekanan social psikologi. Perbedaan pokok antara evaluasi teoritis keputusan di satu sisi. adalah bahwa evaluasi keputusan teoritis berusaha untuk memunculkan dan membuat eksplisit tujuan dan target dari pelaku kebijakan baik yang tersembunyi atau dinyatakan. Selain itu.Evaluasi terhadap Teknik Evaluasi Delphi Teknik evaluasi Delphi merupakan salah satu alat dari teknik evaluasi yang digunakan dalam teknik evaluasi dengan pendekatan keputusan teoritis. Namun. metode ini tidak memperhatikan nama dari ahli untuk mencegah pengaruh besar satu anggota terhadap anggota yang lainnya. dimana rencana kebijakan tersebut berkaitan erat dengan ahli-ahli bidang tertentu. Karena dari setiap ahli pada bidang tertentu akan dapat mengeluarkan aspirasinya yang memiliki kemampuan dari segi yang didalaminya. teori ini juga mempunyai beberapa kekurangan yang juga harus diperhatikan yaitu waktu yang akan dihabiskan dalam mengisi kuisioner akan cukup lama. Ini berarti bahwa tujuan dan target dari para pembuat kebijakan dan administrator merupakan salah satu sumber nilai. . Teori Delphi ini sangat baik untuk memecahkan masalah yang bersifat general. karena metode ini menggunakan pendapat para ahli yang berbeda-beda aspek maka dikhawatirkan akan merepresentasikan opini yang tidak dapat dipertahankan secara ilmiah dan cenderung berpikir hanya dari aspek yang terbaik baginya. Sedangkan teori keputusan teoritis adalah pendekatan yang menggunakan metode-metode diskriptif untuk menghasilkan informasi yang dapat dipertanggung-jawabkan dan valid mengenai hasil-hasil kebijakan yang secara eksplisit dinilai oleh berbagai macam pelaku kebijakan.