You are on page 1of 2

Dampak Dampak Positif dan Negatif Perkembangan Pers di Indonesia ² Presentation Transcript

y y

y y

y

y

y

1. Dampak Positif dan Negatif Perkembangan Pers di Indonesia Oleh : Ismi Tamara Rachmi M. Risky Yoga Rusi Habi 2. Menurut UU No. 40 Tahun 1999 Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, yang meliputi : mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi, baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia PENGERTIAN PERS 3. Tahap ± Tahap Perkembangan Pers di Indonesia 4. Masa Kolonial (sampai dengan 1945) Fakta - fakta -Surat kabar medan priaji adalah pelopor pers nasional Indonesia terbit pertama kali tahun 1907 Dikeluarkannya peraturan Persbredel Ordonantie dan Haatzaaai artikelen -Jepang melarang Surat kabar yang beredar pada zaman penjajahan Belanda dilarang beredar Dampak positif pola pikir masyarakat berubah. tumbuhnya semangat kebangsaan, nasionalisme , serta persatuan dan kesatuan. Pengalaman yang diperoleh para karyawan pers indonesia bertambah. Penggunaan bahasa Indonesia dalam pemberitaan makin sering dan luas. Adanya pengajaran untuk rakyat agar berpikir kritis terhadap berita yang disajikanoleh sumber-sumber resmi Jepang. Dampak negatif pers nasional tertekan dan selalu terhantui oleh hukuman terjadi kemandekan pers di jaman Jepang 5. Demokrasi Liberal (1945-1959) Fakta - fakta Berlakunya konstitusi RIS dan UUDS 1950 pengakuan kantor berita antara sebagai kantor berita nasional pers sebagai perjuangan kelompok partai atau aliran politik Dampak Positif pers nasional mendapat kebebasan lebih pelaksanaan pers lebih terjamin Dampak Negatif kualitas pers menurun pers tidak lagi netral 6. Fakta - fakta Demokrasi Terpimpin (1959-1966) Penguasa mengeluarkan Sebuah Pedoman Penguasa Perang Tertinggi untuk Pers Indonesia pada 12 Oktober 1960. Posisi pers pada tahun-tahun itu berubah sejak peristiwa berdarah G30S/PKI Pers yang semula bebas berubah menjadi alat propaganda politik Dampak Positif Masyarakat dapat mengetahui berita Dampak negatif Surat kabar kaum kanan yang anti komunis dilarang terbit. Para penanggung jawab surat kabar dan majalah lebih suka menutup sendiri penerbitannya. Pers yang berada dalam posisi kontra terhadap rezim Soekarno, menolak Manipol, dan pers Liberal, diasingkan atau menuai pembredelan. Pers terlalu otoriter 7. Fakta - fakta Orde Baru (1966-1998) -Pers mendapat berbagai tekanan dari pemerintah. -Pada masa orde baru, segala penerbitan di media massa berada dalam pengawasan pemerintah yaitu melalui departemen penerangan -Tanggal 21 Juni 1994, beberapa media massa seperti Tempo, deTIK, dan editor dicabut surat izin penerbitannya atau dengan kata lain dibredel -SIUPP (Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers) Dampak Positif -Untuk menyampaikan kritik atas ketidakbenaran yang terjadi dibutuhkan kreatifitas. -Pengendalian diri dengan mengedepankan tanggung jawab terhadap pengrauh terhadap masyarakat dan profesionalisme lebih berkembang. Terbuka peluang modal asing masuk pers Dampak Negatif Seorang jurnalis tidak dapat menyampaikan fakta secara gamblang. Kasus pada saat itu : Pembredelan Tempo serta perlawanannya terhadap pemerintah Orde Baru

dan bernegara.fakta Dampak Positif -Era reformasi membawa angin segar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya pers pada era reformasi. sadis. tulisan. Terjamin dan terlindunginya kebebasan berekspresi. Adanya penyiaran berita. atau gambar yan menyesatkan. Pasca dikeluarkannya UU No. 10.40 Tahun 1999 Reformasi (1998-sekarang) -Kebebasan berekspresi. 9. berbangsa. Timbulnya pergesekan antara pers dengan institusi tertentu . dan kebebasan informasi yang merupakan manisfestasi dari tugas pers. Dampak Negatif Undang-undang Pers yang menjamin kemerdekaan berekspresi dan berpendapat ternyata belum dapat menjamin sepenuhnya pers dalam melakukan tugas dan fungsinya sebagai wahana komunikasi massa. Bisa menghancurkan nama baik dan reputasi individu Bisa menimbulkan kebohongan publik dan merusak moral masyarakat Merugikan kepentingan bangsa dan negara : Tingkat kepercayaan masyarakat akan berkurang sehingga masyarakat apatis terhadap program pemerintah .32 Tahun 2002 Dampak Positif Dampak Negatif Lahirnya masyarakat informasi yang makin besar tuntutannya akan hak untuk mengetahui dan hak untuk mendapatkan informasi. Kondusifitas dan potensi pertumbuhan dalam dunia juga membaik karena banyaknya informasi yang dapat disebarluaskan.y y y y 8. Bermainnya berbagai unsur kepentingan dalam rangka membentuk opini publik. Lunturnya kepercayaan luar negari terhadap bangsa dan negara kita .Fakta Dampak Positif Pemberitaan kasus Antasari yang melibatkan wanita bernama Rani oleh TV One Kasus wawancara fiktif dengan seorang isteri Nurdin M. Top terjadi di Surabaya Kasus bentrok saptol PP dengan warga memperebutkan makam Mbah Priok tentang ledakan bom di Hotel Ritz-Carlton dan JW Mariott Rakyat dari segala lapisan bisa menikmati berita yang aktual dan berimbang. Pers telah menemukan kembali hidupnya setelah kebebasan itu dapat direbut dari penguasa rezim orde baru. Masyarakat berperan aktif melakukan kontrol sosial dan memajukan penyiaran nasional. Dalam melakukan kegiatan jurnalistiknya. Fakta . dan pembentuk opini. Pasca UU No. -Kebebasan Pers dalam berekspresi dan berpendapat di jamin dalam era reformasi ini. berpendapat. memutar balikkan fakta. cabul. Pasca dikeluarkannya KEJ Ukuran kesuksesan sebuah media dalam industri adalah kuota iklan. Pihak yang kurang memiliki daya dan kesempatan dapat menyuarakan pendapatnya. Pasca dikeluarkannya KEJ Fakta . rating dan share. pemyebar informasi. Distorsi informasi Dramatisasi fakta palsu Pembunuhan karakter Eksploitasi seks Meracuni pikiran rakyat Penyalanggunaan kekuasaan Dampak Negatif 11. Informasi telah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat dan telah menjadi komoditas penting dalam kehidupan bermasyarakat. bersifat fitnah. dan sensasi.