You are on page 1of 11

BUNGA KENANGA (Cananga odorata) Bunga Kenanga (Cananga odorata) merupakan tanaman asli Indonesia.

Tanaman ini satu suku dengan sirsak dan srikaya, suku Annonaceae. Ditinjau dari sosok tanamannya, Bunga Kenanga ini dibedakan atas 2 jenis, yaitu : jenis pohon dan jenis perdu. Akan tetapi, keduanya termasuk dalam spesies yang sama. Tanaman Kenanga yang berbentuk pohon tingginya bisa mencapai 20-30 meter. Sedangkan yang berbentuk perdu tingginya hanya mencapai 1-3 meter. Kenanga merupakan tanaman yang berpotensi cukup tinggi. Secara tradisional bunganya berfungsi sebagi bunga tabur dipemakaman, campuran bunga rampai atau sebagai hiasan sanggul wanita. Bunga Kenanga juga dapat mendatangkan devisa, dari bunganya yang wangi terkandung minyak atsiri. Selain itu bagian batangnya mempunyai nilai ekonomi pula, kayunya yang ukuran besar dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai perkakas rumah tangga, peti dan sebagainya FLORA LANGKA SUMATERA UTARA Propinsi Sumatera Utara memiliki berbagai jenis flora/fauna khas yang masih tersimpan dalam hutan, memerlukan kajian untuk diketahui secara luas. Dalam uraian berikut ini akan disajikan beberapa jenis flora langka dengan maksud agar lebih diketahui secara umum dan selanjutnya diharapkan timbul pemahaman dan tindakan guna pelestariannya. Jenis tersebut antara lain. Anggrek Tien Soeharto (Cymbidium hatinahianum). Bunga bangkai (Jamorphophallus titanum) dan Daun Sang (Johannesteijsmania altifrons) sebagai berikut : ANGGREK TIEN SOEHARTO (Cymbidium hartinahianum) Sumatera Utara boleh berbangga karena memiliki salah satu jenis tumbuhan (jenis anggrek) yang endemik atau yang hanya tumbuh di Sumatera Utara. Kebanggaan ini bertambah lagi disebabkan pada anggrek tersebut ditabalkan nama ibu negara almarhumah Hj. Siti Hartinah Soeharto. Yaitu Anggrek Tien Soeharto atau sering juga disebut dengan Anggrek Hartinah (Cymbidium hartinahianum). Habitatnya ditemukan di Desa Baniara Tele Kecamatan Harian Kabupaten Tapanuli Utara (berbatasan dengan Kabupaten Dairi). Lokasi dapat dicapai dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum dari kota Medan melalui kota Sidikalang (ibukota Kabupaten Dairi) sejauh 400 km selama lebih kurang 5 jam perjalanan. Gambar 1. Anggrek Tien Suharto) Mengingat habitatnya berupa semak-semak yang tidak terawat serta sebagian lagi lokasi perladangan penduduk dan ditambah lagi tidak adanya petunjuk khusus (seperti papan

yang diperkirakan hanya tinggal lebih kurang 1. maka bagi yang belum pernah akan mengalami kesulitan untuk menemukan.200 meter persegi. Oleh karena itu perlu langkah-langkah penyelamatan melalui penetapan habitat dimaksud sebagai kawasan konservasi disamping mengadakan budidaya di luar habitat aslinya (konservasi ex situ). permukaan atasnya berwarna kuning kehijauan dan permukaan bawahnya kecoklatan dengan warna kuning pada bagian tepinya.B. yang tidak dimanfaatkan. Kalau sampai ini terjadi baik habitat maupun populasinya akan musnah. seorang peneliti dari Herbarium LBN/LIPI Bogor pada tahun 1976. PENEMU Anggrek ini pertama kali ditemukan oleh Rusdi E Nasution. Comber memberi nama ilmiah Cymbidium hartinahianum yang juga berarti anggrek Tien Soeharto pada hasil temuannya. dan lain-lain pada ketinggian 1. Oleh karena itu disarankan agar terlebih dahulu menghubungi kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam I Medan atau langsung pada Kantor Sub Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Dairi di Sidikalang yang akan membantu menunjukkan lokasinya. tepatnya pada areal kebun penduduk. Daun kelopak dan daun mahkotanya hampir sama besar. . Kemudian oleh peneliti tersebut bersama peneliti lainnya J. INDENTIFIKASI (Gambar 2. Daunnya berbentuk pita berujung meruncing dengan panjang 50-60 cm. selalu terbuka peluang pemanfaatan lahan untuk berbagai kegiatan seperti misalnya pendirian bangunan/gedung dan perluasan kegiatan perladangan penduduk.700 meter diatas permukaan laut. Tele berada di luar kawasan hutan. Ketika itu anggrek ini tidak ditemukan dalam berbagai pusta maupun dalam koleksi. kantong semar. Bunganya berbentuk bintang bertekstur tebal. UPAYA KONSERVASI Habitat Anggrek Tien Soeharto di Baniara. Penabalan ini Ibu Negara pada jenis anggrek ini merupakan penghargaan atas jasa-jasanya dalam rangka pengembangan dunia peranggrekan di Indonesia. Anggrek Tien Suharto di alam tidak terawat) Anggrek Tien Soeharto tumbuh baik ditempat terbuka diantara rerumputan serta tanaman lain seperti jenis paku-pakuan.informasi) tentang keberadaan lokasi ini. Anggrek ini merupakan anggrek tanah yang pertumbuhannya merumpun. Sebagai lahan kosong.

Adapun penemu pertama jenis bunga ini adalah Odoardo Beccari seorang pakar botani berkebangsaan Italia. terutama di malam hari.BUNGA BANGKAI (Amorphophallus titanum) Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum) ini tumbuh di Kawasan Taman Wisata/Cagar Alam Sibolangit. Sejak itu dunia botani mengenal bunga bangkai dengan nama Amorpophallus titanum Beccari. Sedangka sebelumnya tahun 1989 tingginya mencapai 150 cm. Bunga yang tumbuh 1995. menarik dan merangsang lalat serta serangga lainnya untuk melakukan penyerbukan. bunga atau kembang sangat tergantung pada umbi yang ada di dalam tanah. tingginya mencapai 210 cm. Dan diprediksi akan tumbuh lagi pada tahun 2000 di Taman Wisata Sibolangit. IDENTIFIKASI Bunga ini muncul dari dalam tanah berasal dari umbi tumbuhan yang telah hilang pada akhir masa pertumbuhannya. Bunga bangkai dapat mencapai 210 cm) Banyak orang mengidentikannya dengan bunga bangkai yang satu lagi yaitu Rafflesia arnoldi bunga terbesar di dunia (padma raksasa). Bahkan bunga bangkai yang tumbuh di Taman Wisata Sibolangit pada tahun 1995 masa siklus dari mulai kuncup hingga mekar jauh leih cepat sekitar 22 hari dan waktu tercepat pada saat kelopak bunga layu hanya sekitar 24 jam. (Gambar 1. Kemudian oleh rekannya Prof. Pada hal keduanya memiliki perbedaan yang sangat . Bunga ini memberi pesona tersendiri karena dismping keindahan juga pertumbuhannya yang tinggi dan besar. dalam perjalanannya di Kepahiang ± Rejang Lebong (Bengkulu) ia menemukan tumbuhan bunga bangkai. seolah-olah bau bangkai yang busuk seperti bangkai tikus. yang terkadang aromanya dapat tercium sejauh 25 meter dari tempat tumbuhnya. Itulah sebabnya disebut juga dengan Suweg Raksasa. tahun 1878. Dalam masa perkembangan. PENEMU Bungan Bangkai (Amorphophallus titanum) pertama kali ditemukan di Sibolangit pada tahun 1920-an. Perkembangan bunga yang dimulai sejak berbentuk kuncup hingga menjadi kayu diperkirakan kurang lebih 2 bulan. Ketika itu. Bunga ini terdiri dari : tangkai bunga. Giovanni Arcaneli dari Turki. kelopak atau selundang dan bongkol berbentuk tugu ditengah-tengah kelopak bunga. diberi nama ilmiah Amorphophallus titanum terhadap hasil temuan Beccari tersebut. dan dari bau inilah maka namanya disebut bunga (kembang) bangkai. Bau bunga menimbulkan kesan tidak enak. Bunga bangkai (cadaver scent).

(Gambar 1. Menurut IUCN jenis tumbuhan ini telah masuk dalam Red Data Book sebagai jenis yang terancam punah. selanjutnya ke lokasi di[erlukan waktu 2 jam menuju aras Napal (daerah sekundur). Persamaan yang paling menonjol diantara kedua kembang ini terletak pada bau atau aroma yang disebarkan. Hidup berkelompok membentuk rumpun namun penyebarannya sangat terbatas. melewati kebun sawit. dan beberapa daerah disekitar kawasan tersebut. jalan sangat jelek. Sedangkan perbedaannya meliputi : y y Dalam hal bentuk. Daun Sang) Perkembangan jenis ini lebih banyak berasal dari dari anakan dari pada bijinya yang tertutup oleh kulit tebal yang berbentuk bulat dan bergigi. Dengan adanya pembukaan tajuk. UPAYA KONSERVASI Perubahan habitat berupa penebangan hutan dikonversi menjadi kebun sawit atau perkebunanan. DAUN SANG (Johannestijsmania altifrons) Tumbuhan ini hanya dijumpai di daerah Besitang tepatnya di kawasan 242 Aras Napal. yang memiliki daun tunggal ukuran besar mencapai 3 meter panjang dan lebar 1 meter. IDENTIFIKASI Daun Sang adalah termasuk keluarga Palmae. masyarakat setempat dahulu memanfaatkan untuk atap rumah. PENEMU Daun Sang Pertama kali ditemukan oleh Propesor Teijsman seorang ahli botani dari Belada. Pada injakan bekas kuku babi hutan itulah spora rafflesia tersimpan dan menemukan tempat yang cocok untuk tumbuh. lebih sering hidup dibawah naungan pepohonan. Bianga Arorphophallus titanum adalah umbi yang tertanam di dalam tanah.prinsipil.. Jenis ini termasuk tumbuhan yang tidak tahan kena sinar matahari langsung (jenis toleran). Besitang dapat dicapai dari Medan 2 jam kearah perbatasan Sumatera Utara dan Aceh. Persebaran tidak luas dan bersifat endemik tidak ditemukan ditempat lain. menyebabkan sinar matahari langsung menerpa Daun Sang lama kelamaan . bahkan pada musin penghujan sulit dilalui. telah menyebabkan tumbuhan ini berkurang populasinya. Karena ukuran dan daunnya yang kuat. dimana Rafflesia arnoldi berbentuk bundar melebar sedangkan Arorphophallus titanum berbentuk kerucut seperti agung yang masih berbalut. Sedangkan Rafflesia arnoldi merupakan parasit yang tumbuh pada akar-akar liana dan yang menyebarkannya terutama adalah babi hutan yang tidak sengaja melukai akar liana dengan injakan.

Buah berbentuk ellipsoid dengan panjang 6 ± 7. kandungan serat 1. lebar 4 ± 5 cm dan berat ± 65. Daun bertangkai. daging buah kuning atau oranye dan berserabut. Daun mahkota bulat telur memanjang dan bunga berbau harum. yaitu 2 ± 4 mm.2 cm. Panjang tangkai bunga ± 28 cm dengan anak tangkai sangat pendek. Varietas mangga ini dikenal masyarakat Kalimantan Selatan dengan sebutan kasturi. Asem pelipisan atau palipisan memiliki kenampakan mirip dengan buah kasturi. Daun muda menggantung lemas dan berwarna ungu tua. tetapi tidak menimbulkan aroma harum. Dengan mengupayakan pencegahan pembukaan hutan bearti mencegah punahnya jenis ini Mangga kasturi Mangga kasturi atau Mangifera casturi merupakan buah mangga spesifik Kalimantan Selatan Morfologi Pohon mangga kasturi bisa mencapai tinggi 25 m dengan diameter batang 40 115 cm. Mangga ini berbuah pada awal musim hujan atau sekitar bulan Januari Varietas Terdapat tiga varietas Mangifera casturi. Kulit buah berwarna merah mawar dan tidak berwarna hitam penuh bila telah masak. Kulit buah tipis dengan warna hijau terang dengan bintik-bintik berwarna gelap dan apabila masak maka kulit buah berubah menjadi kehitaman. berbentu bulat sampai ellipsoid dengan ukuran panjang 5 ± 6 cm.2 ± 5. Daun kelopak bulat telur memanjang dengan panjang 2 ± 3 mm. Daging buah berwarna oranye terang. Bunga majemuk berkelamin ganda dengan bentuk bunga rasemos dan kerapkali berambut rapat. Mangga cuban berbentuk bulat sampai ellipsoid dengan ukuran panjang 6 ± 6. staminodia sangat pendek dan seperti benang sari yang tertancap pada tonjolan dasar bunga. Biji batu dengan dinding yang tebal. Buah kasturi kenampakannya mirip dengan buah mangga tetapi berukuran kecil.3 cm dan lebar 4. Daging buah berwarna oranye gelap.6 gram. Benang sari sama panjang dengan mahkota. lebar 3 ± .06% dan memiliki rasa yang manis dan lezat.mengering dan mati. cuban / kastuba dan asem pelipisan / palipisan. mengandung serat dan tidak beraroma harum seperti buah kasturi. Kulit kayu berwarna putih keabu-abuan sampai coklat terang. Buah berbentuk bulat sampai ellipsoid dengan berat kurang dari 80 gram. berbentuk lanset memanjang dengan ujung runcing dan pada kedua belah sisi tulang daun tengah terdapat 12 ± 25 tulang daun samping. Sifat yang menonjol dari kasturi adalah aroma buah yang harum sehingga banyak disukai masyarakat Kalimantan Selatan.2 cm. kadangkala terdapat retakan atau celah kecil 1 cm berupa kulit kayu mati dan mirip dengan Mangifera indica.

Kasturi mulai dipanen pada awal musim hujan dan melimpah pada bulan Januari. 48 tahun 1989 tentang identitas flora masing-masing propinsi. 3 jenis diantaranya bersifat endemik. Status kelangkaan buah ini dianalisis dengan menggunakan kategori dan kriteria tumbuhan langka menurut IUCN Red List Categories 30 November 1994. tumbuhan Mangifera casturi ditetapkan menjadi identitas flora propinsi Kalimantan Selatan. Mangga ini diketahui hanya hidup dan tumbuh secara alami di kebun hutan dan atau kawasan konservasi lain. Mangga kasturi adalah tumbuhan endemik khas Kalimantan Selatan yang keberadaannya terancam punah. [sunting] Penyebaran Populasi Mangifera casturi Lokasi penyebaran populasi Mangifera casturi di Desa Mataraman Kecamatan Mataraman. Daging buah berwarna kuning oranye dengan kandungan serat 1. baik dalam segi jumlah individu. Akan tetapi.26 gram Warna kulit buah hijau dengan bintik-bintik coklat dan jika telah masak berwarna hijau agak kehitaman serta memiliki banyak getah di bagian bekas batang.89% Status Mangifera casturi Dari 31 jenis marga Mangifera yang ditemukan di Kalimantan. populasi maupun keanekaragaman genetisnya. Berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri No.4 cam dan berat 66. Tim penilai dari World Conservation Monitoring Centre pada tahun 1998 menetapkan Mangifera casturi berada pada kategori punah in situ atauExtinct in the Wild = EW. pada tahun 1980 masyarakat Desa Mataraman mencoba belajar membuat pembibitan buah kasturi. Kabupaten Banjar terdapat di kebun campuran. Pada umumnya kebun campuran ini berisi tanaman padi diselingi pohon kasturi yang umurnya sudah lebih dari 50 tahun serta tidak sengaja ditanam oleh penduduk setempat. Karena umur pohon kasturi banyak yang lebih dari 50 tahun. Kebun ini kebanyakan berada di pekarangan rumah dengan pola tanam tidak teratur. Populasi taksonnya cenderung berkurang. tanaman buah lain seperti pisang dan rambutan juga mulai dipanen. Selain itu. maka produktivitasnya semakin menurun.4. data kelimpahan spesies ini tidak diketahui secara pasti. namun tidak ditemukan lagi di habitat asli. Oleh karena itu. .

ensiklopedia bebas Belum Diperiksa ? Anggrek Hitam Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Kelas: Ordo: Famili: Genus: Spesies: Magnoliophyta Liliopsida Asparagales Orchidaceae Coelogyne C. Saat ini. Diperkirakan jumlah yang lebih banyak berada di tangan para kolektor anggrek. habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan namun masih bisa ditemukan di cagar alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit.Anggrek hitam Dari Wikipedia bahasa Indonesia. pandurata Nama binomial Coelogyne pandurata Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah spesies anggrek yang hanya tumbuh di pulau Kalimantan. Anggrek hitam adalah maskot flora propinsi Kalimantan Timur. .

Bunganya cukup harum semerbak dan biasa mekar pada bulan Maret hingga Juni. mulai dari India dan Srilanka di barat. Setiap bulb hanya memiliki dua lembar daun saja. Daunnya sendiri sekilas mirip seperti daun pada tunas kelapa muda Keruing Dipterocarpus retusus Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Plantae Divisi: Kelas: Ordo: Famili: Genus: Magnoliophyta Magnoliopsida Malvales Dipterocarpaceae Dipterocarpus C. Sepal dan petal berwarna hijau muda.Karakteristik Tanaman Dinamakan anggrek hitam karena anggrek ini memiliki lidah (labellum) berwarna hitam dengan sedikit garis-garis berwarna hijau dan berbulu.F. melalui Burma. Indocina . Keruing atau Dipterocarpus adalah marga pepohonan penghasil kayu pertukangan yang berasal dari keluarga Dipterocarpaceae. Anggrek hitam termasuk dalam anggrek golongan simpodial dengan bentuk bulb membengkak pada bagian bawah dan daun terjulur di atasnya.Gaertn. Marga ini memiliki sekitar 70 spesies yang menyebar terutama di Asia Tenggara.

keruing tersebar di hutan-hutan Semenanjung Malaya. tidak gugur. Bunga besar. Nama ilmiahnya berasal dari bahasa Yunani yang berarti buah yang bersayap dua (di: dua. daun kelopak 5 helai. Misalnya D. dengan urat daun sekunder menyirip lurus jelas terlihat di sisi bawah daun. Ranting-ranting berambut. pteron: sayap. Jadi umumnya tidak melewati garis Wallace. Tumbuhan ini merupakan komponen yang penting dari hutan dipterokarpa. Daun-daun berseling. seperti jangat. Bahkan pada waktu cuaca basah sekali. adakalanya buah berkecambah tatkala masih menempel di rantingnya[2]. Pemerian Keruing umumnya berupa pohon sedang sampai besar. Buahnya tidak memiliki masa dormansi dan berkecambah di tanah tak lama setelah jatuh dari pohon. Filipina. borneensis di tanah gambut di atas pasir putih. D. D. kasar atau halus. sering dengan pelebaran tabung kelopak serupa sayap sempit atau gigir membujur di sisi luar. lima buah. kadang-kadang amat berlimpah. dengan bekas melekatnya daun penumpu yang tampak jelas. yang berlangsung beberapa tahun sekali. menyatu menjadi tabung yang membungkus bakal buah. Seperti halnya meranti. lekas gugur[1][2]. berkelamin 2. Di wilayah Malesia. Perbungaan tunggal atau dalam tandan pendek yang bercabang. Daun penumpu besar. Sebagian besar jenisnya tumbuh tersebar. Pada musim-musim itu. Helaian daun menggelombang dan melipat di antara urat daun sekunder. dan beberapa jenis lain yang berspesialisasi tumbuh di punggung-punggung bukit[2]. Taju atau cuping kelopak di ujung buah membentuk dua sayap yang besar dan tiga taju kecil serupa telinga. aktinomorf. kecuali yang ditemukan di Lombok dan Sumbawa[1]. karpos: buah). sangat bervariasi dalam ukuran. [sunting] Ekologi Keruing tumbuh dalam hutan perawan (primer) pada pelbagai habitat dari permukaan laut hingga ketinggian 1. sedikit menebal.500 m dpl. tetapi berkisar pada naungan 40 ± 70%[1]. gemangnya sering lebih dari 150cm hingga 260cm[1]. hingga ke kawasan Malesia bagian barat[1]. Lombok dan Sumbawa. akan tetapi masih cukup terang oleh sinar matahari yang masuk. dua taju di antaranya panjang atau semuanya pendek[1]. . Bali. Kalimantan. lebar. Masa berbunga berlangsung beberapa hari saja. D. elongatus di tanah endapan tepi sungai. tunggal. Sumatra. Batang dan ranting mengeluarkan resin apabila dilukai. terbungkus kelopak. Buah geluk berukuran besar.dan Cina bagian selatan. akan tetapi beberapa spesiesnya kerap ditemukan berkelompok atau hidup pada habitat yang khas. Jawa. dan tiga sampai lima bulan kemudian buahnya telah masak. bulat gilig. Thailand. gracilis di wilayah beriklim musim. keruing juga mengalami musim perbungaan raya. Semai keruing membutuhkan naungan untuk pertumbuhannya. dengan ketinggian tajuk mencapai 65m dan batang lurus. oblongifolius di tepi sungai yang berarus deras. pohon-pohon keruing berbunga dan berbuah banyak sekali. atau lima taju kecil-kecil. Kondisi yang optimal bagi pertumbuhan berbedabeda untuk setiap jenisnya.

dan berat[1]. Pada tahun 1987 Indonesia mengekspor keruing bercampur kapur (Dryobalanops spp. kekuatan dan keawetan yang serupa[2]. Keruing agak sukar dikeringkan karena nilai penyusutannya yang tinggi. bantalan rel kereta api. yang meningkat pada 1989 menjadi 463 ribu m³ (lk. tiang. pilar. semuanya digolongkan ke dalam kelompok kayu perdagangan yang sama. baik untuk konstruksi menengah maupun berat.) sebanyak 213 ribu m³ senilai US$ 39 juta. Meskipun demikian. kayu ini mudah melengkung. Kayu ini juga cukup baik untuk membuat papan partikel. sebagai pernis perabotan rumah atau dinding. serta sebagai bahan bubur kayu untuk pembuatan kertas. harbor. keruing merupakan salah satu jenis terpenting dalam ekspor kayu Asia Tenggara sesudah meranti. . sehingga umumnya digunakan untuk keperluan interior seperti kusen pintu dan jendela. dengan sifat kayu yang agak keras hingga keras. akan tetapi hanya beberapa jenis saja yang mampu berproduksi dalam jumlah yang berarti untuk perdagangan. keruing juga secara luas dimanfaatkan untuk membuat venir dan kayu lapis. sekitar 82% adalah kayu keruing[1]. [sunting] Minyak dan resin Semua jenis keruing juga menghasilkan semacam oleoresin yang dikenal sebagai minyak keruing atau minyak lagan[2]. serta obat luka atau sakit kulit tertentu.0% di arah radial dan 13. menengah-berat. Namun setelah dikeringkan. yakni keruing. keruing cocok untuk penggunaan konstruksi berat di luar ruangan. kadang-kadang keruing dibedakan lagi atas subkelompok keruing ringan. Kayu keruing termasuk kuat (kelas kuat I-II) dan cukup awet (kelas awet III)[2]. yang pada tahun 1984 menghasilkan hingga 1. Sehingga apabila tidak hati-hati mengeringkannya.5% di arah tangensial. dan panel kayu lainnya[1]. Secara lokal.7 juta liter[1].[sunting] Pemanfaatan [sunting] Kayu Marga ini juga penting untuk produksi kayunya.51) sampai dengan berat sekali (BJ 1. Pada umumnya kayu keruing mudah dan cepat menyerap zat pengawet seperti kreosot atau campuran pengawet dasar tembaga kromium-arsen. dari keadaan segar ke kering tanur mencapai 7. pecah atau belah di ujungnya[1]. pagar. Keruing yang diawetkan tahan hingga 20 tahun dalam penggunaan[1]. Setelah diawetkan. kayu ini kurang tahan untuk pemakaian yang berhubungan dengan tanah. kayu keruing juga digunakan untuk membuat arang [1]. tangga. dan dermaga. warna. karena variasi yang tinggi dalam kerapatan kayunya.01). Minyak keruing banyak diproduksi oleh Thailand. Jika tidak diawetkan. pembuatan kapal. Oleh sebab itu. Seperti telah disebutkan. Hampir semua jenis kayu keruing mempunyai struktur. walaupun tidak sepenting Shorea. Kayu keruing berkisar dari ringan (BJ 0. US$ 99 juta). kayu keruing mudah dikerjakan dan dibentuk. Di samping penggunaannya sebagai panel kayu. Kandungan resin dan silika yang tinggi dalam kayu keruing agak menyulitkan penggergajian. Keruing menghasilkan kayu bangunan umum. Dari jumlah itu. Secara lokal minyak ini digunakan untuk memakal (mendempul) perahu. seperti tiang listrik atau telepon.

sejauh ini tercatat 38 spesies keruing. Nama-nama Indonesia terutama menurut Kartawinata (1983). yang dalam beberapa hari akan mengeras menjadi damar. Setelah gumpalan damar diambil. dan D. cornutus (tampudau). terutama menyebar di kedua pulau yang telah disebutkan. nama-nama daerah menurut Soerianegara dan Lemmens (2002).Resin yang lebih kental dari keruing dikenal dengan nama umum damar. crinitus (tampurau). D. mulai dari Semenanjung Malaya. secara berkala lubang-lubang itu dibakar untuk merangsang kembali keluarnya resin. di antaranya D. Untuk memperoleh damar. D. grandiflorus (keruing gajah). batang keruing dilubangi hingga mencapai kayu terasnya dan mengeluarkan cairan resin yang akan berkumpul di sudut-sudut lubang itu. Di wilayah Indonesia. Sumatra dan Kalimantan. . Berikut adalah daftar yang belum lengkap dari spesies-spesies keruing. [sunting] Ragam jenis dan penyebaran Pusat penyebaran keruing terutama adalah wilayah barat Malesia. Beberapa jenis yang menghasilkan damar bermutu baik. dan sudah hampir punah. Di Jawa dan Nusa Tenggara bagian barat hanya didapati 4 spesies. disusun menurut abjad. hasseltii (palahlar)[2].