You are on page 1of 3

MENUMBUHKAN GOTONG ROYONG Gotong royong merupakan budaya yang menjadi salah satu identitas masyarakat.

Pada era kemajuan teknologi dan kesibukan profesi, budaya gotong royong ini semakin lama semakin memudar, khususnya di daerah perkotaan. Budaya gotong royong barang kali hanya bisa kita temukan di desa-desa atau daerah-daerah terpencil saja. Hilangnya budaya gotong royong dimasyarakat ditengarai karena beberapa faktor. Sikap individualistis atau lebih mementingkan diri sendiri tidak selaras dengan budaya kebersamaan dan gotong royong yang menjadi ciri khas Negara kita. Selain itu, kini di masyarakat sudah terbentuk sikap apatis atau acuh terhadap situasi lingkungannya karena mereka hanya sibuk berkerja dan jarang sekali berinteraksi dengan sesama. Semangat gotong royong ini bisa tumbuh dengan beberapa cara yang salah satunya adalah menghidupkan kembali semangat kebersamaan dalam komunitas bersama yaitu organisasi. Dengan berorganisasi maka seseorang akan mendapatkan banyak keuntungan seperti dapat memiliki keterampilan tertentu. Dalam keterlibatan seseorang dalam organisasi maka ada interaksi antar individu-individu sehingga tercipta rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Organisasi itu tidak harus seperti organisasi formal yang ada di sekolah, kampus ataupun kampung akan tetapi bisa berupa paguyuban, komunitas, perkumpulan ataupun berbentuk klub yang berdasarkan hobi seperti klub sepakbola. Hal ini sangat penting karena ada kerja sama yang secara perlahan membentuk semangat gotong royong.

.wordpress.com/2011/10/02/menumbuhkan-semangat-gotong-royong/

Intensifikasi dan peremajaan Mengingat banyaknya tanaman kakao yang seharusnya sudah produksi tetapi ternyata tidak produktif, maka tanaman ini perlu diintensifkan dengan cara memelihara dan meremajakan tanaman dengan dua cara, dengan mengganti tanaman dengan tanaman baru, penggantian dengan tanaman baru ini harus benar-benar dari bibit yang berkualitas memiliki produktifitas tinggi dan memiliki umur panjang, atau dengan melakukan sambung samping dengan sambungan ( entres ) dari tanaman yang berkualitas . Di Kulonrpogo untuk peremajaan ada bantuan bibit dari Disbun untuk kelompok-kelompok tani, seluas 200 Ha per tahun anggaran, kebetulan untuk tahun 2011 sudah dilakukan, dipersilahkan kelompok mengajukan permohonan ke Disbun untuk tahun anggaran berikutnya, karena program ini untuk wilayah Kokap, Samigaluh, Girimulyo dan Kalibawang. Intensifikasi ini juga dengan mengatur kebun petani, karena rata-rata petani Kulonprogo menanami kebunnya dengan tanaman campuran ( Kakao,

000. salah satu keberhasilan kakao di luar Jawa karena mereka menanam kakao secara monokultur. memang ada tanaman sela dan penyangga. melibatkan petani di sekitar Samigaluh. maka untuk meningkatkan pemahaman ini dilakukan dengan program peningkatan kapasitas petani terhadap pengelolaan kakao melalui sekolah lapang dengan materi budidaya kakao. c. Untuk tahun 2011 sudah dijalankan tetapi untuk tahun 2012 kelompok masih memiliki kesempatan mendapatkan bantuan ini. Pembentukan KUB ( Kelompok Usaha Bersama ) Komoditas kakao adalah komoditas yang memiliki potensi peningkatan pendapatan petani. modal yang diberikan adalah untuk modal awal dalam melakukan jual beli kakao. e. Kotak Fermentasi. b. karena KUB membutuhkan modal saat menghimpun kakao dari petani.000. 10. dengan syarat ada kegiatan budidaya dan penjualan kakao di kelompok. untuk sekarang ini dilakukan di Pagerharjo Samigaluh. Jati dan tanaman lain yang diambil daunnya untuk pakan ternak ) akibatnya perkembangan dari tanaman mereka tidak maksimal. tetapi tidak sebanyak yang ditanam di wilyah Kulonprogo. Peningkatan SDM petani melalui Sekolah Lapang Kurangnya pemeliharaan tanaman Kakao di Kulonprogo salah satunya disebabkan karena minimnya pemahaman dan pengetahuan petani terhadap pengelolaan Kakao.Mahoni. Kegiatan ini dilakukan di kelompok-kelompok tani yang telah intensif membangun hubungan dengan Dinas dan memiliki potensi tanaman kakao. Jika ingin tanaman kakao di Kulonprogo dapat berkembang dengan baik maka kita perlu mengintensifkan lahan kita untuk tanaman kakao. namun karena . namun karena sekarang ini petani masih melakukan penjualan melalui para tengkulak dan tidak terkordinir maka harga kakao di tingkat petani masih sangat rendah. Rambutan. Bantuan penguatan modal Bantuan penguatan modal ini diberikan kepada KUB-KUB yang melakukan pemasaran kakao di kelompok-kelompok. KUB ini juga berfungsi untuk mewakili petani dalam melakukan kerjasama penjualan kakao pada Perusahaan-perusahaan pemasaran kakao. untuk mengatasi hal ini maka Disbun mendorong petani untuk membentuk KUB ( Kelompok Usaha Bersama ) diharapkan dengan adanya KUB ini petani dapat terkordinir dalam memasarkan kakao dan melakukan standar kualitas sehingga kakao yang dijual akan memiliki harga yang baik. karena dengan berkelompok maka petani dapat meningkatkan nilai tawar petani terhadap para pembeli kakao. d. PHT ( Pengamatan Hama Terpadu ) dan peningkatan produksi dan penanganan pasca produksi. untuk tahun 2011 dan 2012 bantuan itu berwujud bangunan UPH ( Unit Pengolahan Hasil ). Bantuan Sarana Prasarana bagi petani dan kelompok tani Untuk membantu peningkatan produksi dan kualitas kakao bagi para petani. dan terpal untuk sarana penjemuran. serta alat timbang bagi unit pemasaran kakao. pada tahun tahun kemarin jumlah dana untuk penguatan modal kelompok sebesar Rp. per kelompok. karena harga kakao relatif stabil dan sangat dibutuhkan dipasaran dunia. khususnya tanaman kakao akan sangat terganggu dengan tanaman lain.Cengkeh. maka perlu mulai memilih komoditi tanaman yang ditanam secara monokultur. maka dari Disbun ada program bantuan sarana prasarana.

blogspot. untuk tahun depan kelompok bisa mengajukan permohonan ke Disbun. baik dari kalangan swasta yang melakukan jual beli kakao.dipandang bahwa KUB-KUB masih melakukan peragangan dengan modal kecil sehingga tidak efektif.000 dengan modal ini KUB sudah bisa melakukan pembelian kakao dari petani. maka sekarang tiap KUB hanya diberi penguatan modal sebesar Rp. 4. juga dengan pihak lembaga non pemerintah ( NGO ) yang memiliki perhatian terhadap budidaya kakao di Kulonprogo.000. Tahun ini diberikan pada 28 KUB se Kabupaten Kulonprogo. Pagilaran yang selain melakukan jual beli kakao. pagilaran juga melakukan pembinaan pada kelompok tani dan petani dalam teknis budi daya dan pemasaran kakao. http://petani-kulonprogo.com/2011/08/diskusi-kakao. dan dalam pemasaran serta budidaya kakao juga melakukan kerjasama dengan PT.html . seperti saat ini Disbun melakukan kerjasama dengan Lesman untuk terlaksananya acara ini. f. Pola Kemitraan Untuk meningkatkan kualitas dan produksi kakao di Kulonprogo maka Disbun melakukan pola kemitraan dan kerjasama dengan semua pihak.