KATA PENGANTAR

Assalamu¶alaikum.Wr.Wb

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin kami sebagai mahasiswa STKIP PGRI PONTIANAK tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang ³PENGENALAN PGRI´, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh kami sebagai mahasiswa dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri kami sebagai mahasiswa maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Makalah ini memuat tentang ³Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI´ yang menjelaskan bagaimana. Kami juga sebagai mahasiswa mengucapkan terima kasih kepada dosen Pengenalan PGRI (Bapak Drs. Wasli Syafei) yang telah membimbing dan memberi ilmu pengetahuan kepada kami sebagai mahasiswa sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat yang baik kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki banyak kekurangan,dan kami minta maaf karna makalah ini jauh dari kesempurnaan yang diinginkan. Terima kasih. Wasalamu¶alaikum.Wr.Wb

Penulis

Kelompok V kelas A sore

Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI

1

........................10 E............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Manfaat............. 4 BAB II PEMBAHASAN. 4 C....... 3 A.......DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...............10 D... Kemitraan Nasional dan Internasional...........................................................................................................................................................................1 BAB I PENDAHULUAN..............................................................« 5 B......................................................... Ketenagakerjaan.... 7 C............................ Reformasi Pendidikan Nasional................................................................... 16 A............. Perundang-undangan.................................. Tujuan................. 3 B... Latar Belakang.. 4 D....................................................................................................... 13 BAB III PENUTUP... Kesejahteraan...................................11 F..................... 16 DAFTAR PUSTAKA. Perumusan Masalah...... Saran.................................. Keorganisasian«««««««««««««««««««............... Kesimpulan.............. 5 A............................................... 17 Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 2 ....................... 16 B........................................

Bahkan tidak jarang. Guru di Indonesia juga tidak jarang telah di posisikan mempunyai peran ganda bahkan multi fungsi. ia harus pula mengembangkan watak dan sifat yang mendasari dalam mata pelajaran itu sendiri. berpikir untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. diperlukan adanya pembinaan yang sistematis dan terencana bagi para guru. Karena memegang fungsi dan peranan penting dan merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan. maka guru harus memperbaharui dan meningkatkan ilmu pengetahuan yang dipelajari secara terus menerus. Kebesaran jiwa. Tugas utama guru adalah mengembangkan potensi siswa secara maksimal lewat penyajian mata pelajaran. para guru dianggap sebagai orang kedua. Mereka di tuntut tidak hanya sebagai pendidik yang harus mampu mentransformasikan nilai-nilai ilmu pengetahuan. pada hakekatnya setiap guru dalam menyampaikan suatu mata pelajaran harus menyadari sepenuhnya bahwa seiring menyampaikan materi pelajaran. Guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik. setelah orang tua anak didik dalam proses pendidikan secara Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 3 . Latar Belakang Guru adalah figur yang sering menjadi sorotan utama dalam dunia pendidikan. Guru juga berperan sebagai model bagi peserta didik. Materi pelajaran dan aplikasi nitai-nilai terkandung dalam mata pelajaran tersebut senantiasa berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakatnya. dibalik materi yang dapat disajikan secara jelas. Agar guru senantiasa dapat menyesuaikan dan mengarahkan perkembangan. Oleh karena itu. Dengan kata lain. Setiap mata pelajaran. memiliki nilai dan karakteristik tertentu yang mendasari materi itu sendiri.BAB I PENDAHULUAN A. Guru menjadi kreator dan penentu dalam usaha terciptanya proses dan hasil belajar yang berkualitas. terutama dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar di ruang kelas. wawasan dan pengetahuan guru atas perkembaagan masyarakatnya akan mengantarkan para siswa untuk dapat berpikir melewati batas-batas kekinian. tetapi sekaligus sebagai penjaga moral bagi 2 anak didik.

proses. seperti gedung. potensi. sedangkan sarana dan prasarana adalah perangkat yang dapat memfasilitasi aktivitas pembelajaran.kesejahteraan dan pendidikan guru yang dilaksanakan oleh pemerintah. dukungan lingkungan. alam sekitar. semua perilaku guru akan menjadi panutan bagi anak didiknya. bakat. Berkaitan dengan faktor proses. proses berkaitan erat dengan penciptaan suasana pembelajaran. alat-alat laboratorium. Mutu pendidikan ditentukan oleh beberapa faktor penting. Perumusan Masalah Menjelaskan peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI C. yaitu menyangkut input. khususnya kualitas guru . Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 4 . Itu artinya. Manfaat Bisa dijadikan sebagai bahan kajian belajar dalam rangka meningkatkan prestasi diri pada khususnya dan meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya. dukungan lingkungan berkaitan dengan suasana atau situasi dan kondisi yang mendukung terhadap proses pembelajaran seperti lingkungan keluarga. sikap). Penjabaran lebih lanjut mengenai faktor-faktor tersebut bahwa input berkaitan dengan kondisi peserta didik (minat. yang dalam hal ini lebih banyak ditekankan pada kreativitas pengajar (guru). Sudah banyak usaha-usaha yang dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. B. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional dan berkualitas. guru menjadi faktor utama dalam penciptaan suasana pembelajaran. sarana dan prasarana. komputer dan sebagainya. Sebuah posisi yang mulia dan sekaligus memberi beban psikologis tersendiri bagi para guru. murid kencing berlari´. masyarakat.global. dan dalam Bahasa Indonesia juga dikenal peribahasa ³Guru kencing berdiri. Tujuan Mendeskripsikan peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI D. motivasi. Dalam masyarakat Jawa mengenal kata guru sebagai artian dari ³digugu lan ditiru´ (menjadi panutan).

Unitaristik Yaitu mewadahi semua guru tanpa memandang ijazah. Hal itu perlu dilakukan mengingat masih banyaknya pihak yang belum memiliki wawasan yang komprehensif terhadap PGRI. Pada pasal 4 Anggaran Dasar PGRI dijelaskan bahwa PGRI merupakan Organisasi Nasional yang bersifat : 1. dan asal-usul. Non-Politik praktis Yaitu tidak terikat dan atau mengikatkan diri pada kekuatan organisasi/partai politik manapun. Keadaan itu sudah tentu banyak menimbulokan hal yang kurang menguntungkan bagi PGRI dan terutama bagi anggotanya. Sebagai akibatnya adalah berkembangnya persepsi yang kurang tepat terhadap PGRI. Bagian ini ditunjukan untuk memberikan ramburambu yang dapat memberikan citra yang tepat bagi PGRI. tempat bekerja. PGRI telah membuktikan dirinya sebagai organisasi yang masih lestasi hingga kini tentunya untuk masa-masa yang akan datang. 3.BAB II PEMBAHASAN A. Keorganisasian Salah satu amanat Kongres XVIII dalam memasuki era reformasi adalah memperbaiki persepsi yang keliru terhadap PGRI yang selama ini telah terkontaminasi dalam proses perjalanan masa lalu. kedudukan. suku. PGRI harus tetap konsisten terhadap jati diri yang bersumber pada visi dan misi depannya. Perlu dimaklumi bahwa dalam perjalananya sejak kelahirannya lebih dari setengah abad yang lalu bersamaan dengan kelahiran Republik Indonesia. 2. yaitu mewujudkan PGRI sebagai Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 5 . agama. Independen Yang berarti bahwa PGRI berlandaskan pada prinsip-prinsip kemandirian organisasi dengan berbagai pihak. Dalam menghadapi tantangan era global memasuki abad ke-21. jenis kelamin. Masih banyak pihak yang memandang PGRI hanya dari aspektertentu secara sempit dalam bentuk serpihan-serpihan yang tidak terpadu dan dilandasi oleh pentingan tertentu.

dan berwibawa yang dicintai oleh anggotanya. disegani oleh mitranya dan diakui keberadaannya oleh masyarakat luas. y Misi keempat adalah misi profesional. Optimalisasi kemitraan secara seimbang dengan berbagai pihak terkait atas dasar saling menghormati. y Misi yang kelima adalah misi kesejahteraan. mengisi dan mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dengan mewujudkan masyarakat adil dan makmur. horizontal. Aktualisasi program kerja yang lebih berpusat pada hak dan martabat anggota. Secara ideal. dan simbiotik dalm mencapai tujuan yang Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 6 . pelaksanaan kerja PGRI menuntut dikembangkannya suatu Strategi yang sistemik. yaitu misi untuk memperjuangkan perwujudan guru profesional dengan hak dan martabatnya serta pengembangan kariernya. dan diagonal baik internal maupun eksternal. mandiri. 3. PGRI menggunakan empat strategi dasar dengan metode : 1. sinergik. yaitu ikut berperan serta untuk menyukseskan pembangunan nasional sebagai bagian pengisian kemerdekaan. yaitu ikut berperan serta aktif dalam menyukseskan pendidikan nasional sebagai bagian pembangunan nasional khususnya dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia. y Misi pertama adalah misi nasional.organisasi dinamis. y Misi ketiga adalah misi pendidikan nasional. 2. Untuk mewujudkan amanat tersebut. yaitu misi untuk mempertahankan. Intesifikasi silaturahmi secara vertikal. Dengan visi ini PGRI mengemban sejumlah misi yang harus diwudkan. 4. yaitu memperjuangkan tercapainya kesejahteraan lahir dan batin para guru dan tenaga kependidikan lainnya. Transparansi manajemen organisasi dalam bebagai tingkatan organisasi. Strategi dasar dalam reformasi organisasi adalah meningkatkan kualitas komunikasi organisasi dan peningkatan keberdayaan sumber daya manusia organisasi dalam berbagai jenjang. y Misi kedua adalah misi pembangunan nasional.

yang menyangkut masukan.000. b. b) Rasa aman. Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 7 . Strategi sistemik adalah strategi yang memberikan pandangan dari sudut sistem dengan sub-sistem dan supra-sistemnya dalam arti hubungan struktural. dan interaktif. dan control power (kekuatan untuk pengawasan) B. proses dan keluaran. data akurat belum diberikan kepada PB-PGRI sedangkan bantuan langsung disampaikan oleh RCTI B-29. d) Hubungan antar-pribadi. Strategi sinergik adalah strategi untuk mengembangkan diri secara lebih luas untuk memperoleh nilai tambah dalam hasilnya melalui perencanaan proaktif dan keterpaduan inovatif diantara berbagai tindakan nyata. yaitu a) Imbal jasa. thinking power (kekuatan memberikan pemikiran). Kesejahteraan guru dapat berwujud kesejahteraan materiil maupun non-materiil yang ditompango leh lima pilar. Kesejahteraan Kesejahteraan guru merupakan inti dari keseluruhan perjuangan PGRI khususnya dalam amanat Kongres XVIII. Dalm berbagai kinerja organisasi. Beberapa aktifitas proses dan hasil program berkenaan dengan kesejahteraan antara lain sebagai berikut : 1.diharapkan. Pada bulan Juni 1999 PB-PGRI bekerjasama dengan RCTI dengan sponsor perusahaan B-29 dapat memberikan bantuan kepada sekitar 200 guru masingmasing Rp 1. Tahun 1999 a. Strategi simbiotik adalah strategi untuk mencari keterlibatan kolaboratif. PGRI menempatkan diri sebagai organisasi dengan tiga kekuatan yaitu pressure power (kekuatan penekanan). Tanggal 18 November 1999 PB-PGRI bekerjasama dengan universitas terbuka mendapat dana dari kantor menko kesra bagi 1000 orang guru untuk menempuh Program D-II Guru SD 1000 orang anak guru yang kuliah pada perguruan guru negri. kemungkinan jaringan kerja dengan pihak terkait untuk mendapatkan manfaat bersama. e) Kepastian karier.funsional. c) Kondisi kerja.000.

8% yang kemudian memicu PB-PGRI untuk berjuang lebih intensif.000. Dengan KP2KG. PB-PGRI mengajukan agar anggaran pendidikan dinaikkan menjadi 25% dari APBN. Abdurrahman Wahid anggaran pendidikan hanya 3.c. dan tenaga fungsional lainnya. Satgas ini bertugas secara khusus dan intensif untuk memperjuangkan kesejahteraan guru melalui berbagai pendekatan dan cara. PB-PGRI membuat satuan Tugas yang dinamakan. PB-PGRI mengadakan advokasi ke Wapres Megawati. Advokasi kepada Ketua/Pimpinan DPR-RI untuk substansi sama dengan yang diajukan kepada Presiden. Penghapuasan perlakuanyang berbeda terhadap tenaga guru. c. Advokasi kepada Mendiknas dengan substansi yang sama. g. 2. Peningkatan serta penambahan tunjangn fungsional guru sehingga tidak terlalu jauh berbeda dengan tunjangan fungsional yang lain dan dengan jumlah yang wajar. b. Karena Anggaran Pendidikan pada zaman Presiden Soeharto hanya 9% dari APBN. pada masa Presiden BJ Habibie dijanjikan 20%. d. dosen. Sambutan cukup baik meskipun dalam pelaksanaan kurang memberikan harapan yang nyata kepada PGRI. Ketua Bappenas. Pimpinan DPR-RI dan 10 Fraksi di DPR-RI. Mendiknas. ´ Komite Perjuangan Perbaikan Kesejahteraan Guru´ disingkat KP2KG. 2. Tahun 2000 a. Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 8 . KP2KG menyerukan kesiapan perjuangan kepada KP2KG tingkat I dan II bahkan sampai anggota agar perjuangan butir-butir yang telah dirumuskan secara nasional dengan tema ´ Guru Menggugat´. f. e. Mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden Megawati. tetapi pada masa Presiden KH. Melakukan advokasi kepada Presiden BJ Habibie dan desakan ke DPR-RI yang kemudian membuahkan hasil seluruh pegawai negri mendapatkan tunjangan penghasilan sebesar Rp 150. Isi ´ Guru Menggugat´ 1.

Dalam kesempatan itu kesempatan itu PB-PGRI menyampaikan makalah yang berjudul ´Sistem Remunerasi Guru yang Berkeadilan´ yang mendapat respon positif. Peningkatan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 25% dari APBN. Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 9 . 4. c. Pemberlakuan sistem penggajian guru dan tenaga kependidikan secata khusus. Menjelang sidang tahunan MPR.3. Tahun 2001 a. b. PB-PGRI melakukan lobi dan advokasi dengan berbagai unsur di DPR dan MPR dengan kaitan amandemen UUD 1945. Tahun 2002 a. Melalui kerjasama dengan Ditjen Dikdasmen (Direktorat Tenaga Kerja Pendidikan) dalam pelaksanaannya. hasil yang dicapai adalah adanya amandemen Pasal 31 UUD1945 termasuk hal yang berkenaan dengan dengan anggaran pendidikan (pasal 31 ayat 4). Keluarnya Keppres 64/2001 tentang kenaikan gaji (pokok gaji) dan kenaikan tunjangan fungsional yang diberlakukan mulai Januari 2001. PGRI disemua tingkatan diikutsertakan dalam komite pengelolaan. akan diupayakan realisasi tunjangan fungsional guru. 3. d. Lokakarya juga menyepakati bahwa sambil menata suatu sistem remunerasi yang khusus. PB-PGRI terus memperjuangkan agar otonomi daerah desentralisasi pendidikan dapat dilaksakan dengan memposisikan pendidikan dan guru swbagai prioritas utama pembangunan daerah dalam kerangka kesatuan nasional. Presiden sangat peduli dengan kesejahteraan guru dan setuju apabila guru memiliki satu sistem penggajian tersendiri. PB-PGRI terus mendorong pemerintah dan DPR-RI agar semua komitmet yang telah dinyatakan di tahun 2001 segera direalisasikan. b. 4. c. Menjelang peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2001.

Revisi terhadap UU No. Dinyakan pula dalam Bab IV pasal 6 tentang tujuan huruf (e). Karena PGRI telah menegaskan kembali sebagai organisasi Serikat Pekerja.´ menjaga. Ketenagakerjaan Anggaran dasar PGRI Bab III pasal 3 tentang jatidiri produk keputusan Kongres PGRI 18 di Lembang. baik tingkat Training Of Trainers (TOT) maupun latihan dasar. dan organisasi ketenagakerjaan´. PGRI juga telah mendapat banyak dukungan moral dari serikat Pekerja lainnya. Sebagai perwujudan kerjasma tersebut maka anggota PGRI telah disertakan dalam latihan. maupun ICFTU. membela. golongan/ruang. Kantor menpan.000. maka PGRI telah bekerjasama dengan ILO proyek ACILS. Jawa Barat menyatakan bahwa.d. jabatan. dan tunjangan. organisasi profesi. memelihara. Perundang-undangan Hal yang berkenaan dengan perundang-undangan merupakan salah satu amanat Kongres XVII. Dalam peengrmbangan rencana peraturan pemerintah sebagai penjabaran dari RUU kesejahteraan Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 10 .´ melaksanakan prinsi-prinsip dan pendekatan trade union dalam upaya meningkatkan harkat dan martabat guru melalui peningkatan anggota´. FES. D. Bersama dengan Depdiknas.´ membina usaha kesejahteraan guru dalam arti yang luas dan membantu upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan hak-hak anggota di bidang kepegawaian´ serta dalam huruf (p).700.000. misalnya telah berhasil memenangkan tuntutan 95 orang guru dari Aceh senilai kurang lebih 3. dan selama periode masa bhakti XVIII PB-PGRI telah. sedang. Selain pelatihan. C. serta meningkatkan harkat dan martabat guru melalui peningkatan kesejahteraan anggota serta kesetiakawanan anggota serta kesetiakawanan organisasi´. Depag. ´PGRI adalah organisasi perjuangan. akan memperjuangkan : i. 2 tahun 1989 tentang sistem Nasional. dan BKN sedang dikembangkan suatu sistem kenaikan pangkat para guru yang lebih berkeadilan dari segi pangkat. Dalam Bab VII pasal 7 tentang tugas dan fungsi huruf (o).

Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 11 . Diantara program-program inovatif dalam upaya reformasi pendidikan yang sekarang sedang berjalan adalah pendekatan BBE (Broar-Based Education). iv. Pendidikan untuk Semua (Education For All). dalam kaitan implementasi UU No. Meskipun konsep-konsep yang dikemukakan diatas sebenarnya bukan barang baru. PBPGRI ikut berperan serta secara aktif dengan memberikan masukan kepada pemerintah agar berbagai agenda reformasi yang sedang dan akan dilaksanakan dapat terwujud dan tepat sasaran. PB-PGRI ikut memberikan masukan dalam upaya pengamanan implementasi UU tersebut. pembentukan Dewan Pendidikan Daerah dan Komite Sekolah. UAS (Ujian Akhir Sekolah) dan UAN ( Ujian Akhir Nasional) sebagai alternatif dari Ebtanas penilaian portofolio dan sebagainya. Pendidikan Berbasis Masyarakat. ii. Inti perjuangan PGRI ialah agar otonomi daerah berdasarkan UU No. gagasan tentang perlunya UU guru telah dilontarkan sejak awal masa bhakti XVIII PB-PGRI mulai dari Presiden (waktu itu adalah BJ Habibie) selama 3 tahun terakhir proses pengembangan. atau pendidikan berbasis luas. 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah. PB-PGRI ikut serta secara aktif memberikan masukan kepada DPR dan kepada PB-MPR dalam upaya amandemen UUD 1945 khususnya yang berkenaan dengan pendidikan dan guru. 22/1999 tersebut mampu mengatasi berbagai permasalahan pendidikan khususnya Guru. Reformasi Pendidikan Nasional Dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan nasional. iii.Sisdiknas PB-PGRI ikut terlibat langsung dan memberikan masukanmasukan yang cukup bermakna. pembahasan dan sosialisasi telah dilakukan termasuk dengan komisi VI DPR-RI dan telah mendapatkan tanggapan positif. Manajemen Berbasis Sekolah. Pendidikan Berorientasi Keterlampilan Hidup ( Life Skills Education). E. namun sebagai inovasi hal-hal tersebut diharapkan mampu memperbaiki keadaan dan dapat direalisasikan secara efektif. Kurukulum Berbasis Kompetensi.

Upaya reformasi pendidikan nasional hanya akan berwujud apabila guru mendapat tempat yang sentral dan menjadi prioritas utama. sinergik. pembinaan dan pengembangan secara terpadu yang sistemik. Sesuai dengan kendala yang dihadapi oleh guru. Learning to life together´. antar lain : Pertama. yaitu : ³ Learning to Know. pengelolaan. Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 12 . efektif. pemerintah harus ada kemauan politik untuk menempatkan posisi guru di titik sentral keseluruhan pendidikan nasional. Kedua. 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional. Sebungan dengan itu. Dalam penataan ini dapat dilakukan perbaikan perundang-undangan yang telah ada dan menghasilkan produk hukum baru yang belum ada (misalnya ketentuan hukum mengenai perlindungan hukum bagi guru). pengelolaan.hal itu sesuai dengan kecendrungan pergeseran pola-pola pembelajaran khususnya konsep empat pilar pembelajaran menurut UNESCO. penempatan.Konsep pendidikan berorientasi keterampilan hidup mengisyaratkan agar pendidikan mampu memberikan bekal untuk hidup secara bermakna bagi semua peserta didik.. Kemudian membenahi kembali sistem penempatan. Learning to be. dan simbiotik. pengangkatan. yaitu : ³Pendidikan adalah sadar untuk mempersiapkan peserta didik melalui bimbingan pengajaran dan latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang´. Penataan kembali berbagai perundang-undangan dan produk hukum yang berkaitan dengan pendidikan perlu dilakukan agar lebih sesuai dengan tuntutan yang berkembang. dan pembinaan guru dalam satu sistem pengelolaan tunggal yang terpadu. PGRI menekankan agar masalah guru dalam rangka reformasi pendidikan nasional PGRI mendapat perhatian dan prioritas utama mengingat peranan guru yang fundamental. Hal itu sebenarnya sudah tercantum dalam pasal 1 ayat (1) UU No. Learning to do. Sementara prinsip berbasis luas mengandung makns sebagai suatu paradigma pelaksanan pendidikan berorientasi luas yang menjadi wahana untuk memberikan pengalaman dalam proses pembelajaran dalam arti luas. dan efisien. Mewujudkan suatu sistem managemen guru dan tenaga kependidikan lainnyayang mengikuti pengadaan.

Dilihat dari posisi dan perananya. Dengan Depdiknas telah berkembang kebersamaan dalam pelaksanaan peringatan Hari Guru Nasional. pembenahan sistem pendidikan guru yang fungsional untuk lebih menjamin dihasilkannya kualitas profesional guru dan tenaga kependidikan lainnya. dengan pihak Legislatif (DPR-RI dan MPR-RI) telah dibina hubungan kemitraan yang konstruktif bagi upaya perjuangan PGRI. tempat bertugas. lokasi. jenjang pendidikan. nasional maupun daerah selama ini PGRI telah mengembangkan jaringan kemitraan sebagai berikut : Pertama. Kemitraan Nasional dan Internasional Kemitraan yang berimbang merupakan salah satu strategi perjuangan PGRI baik ditingkat internasional. kepangkatan dan sebagainya. kreativitas. penyempunaan UU No. kesejahteraan guru. pengalaman. terjalin kerja sama yang cukup kondusif. Pengembangan suatu sistem intensif (gaji dan tunjangan lainnya) bagi para guru secara adil. bernilai ekonomis. Intensif yang diperoleh guru (gaji dan tunjangan lainya) hendaknya merupakan fungsi dari kinerja profesional guru dalam dunia pendidikan.Ketiga. RUU guru. Hingga saat ini hampir semua anggota DPR dan MPR telah sampai pada kesepakatan tentang pentingnya pendidikan dalam upaya pembangunan bangsa dan guru menjadi intinya. guru memerlukan kompetensi pribadi da profesi agar mampu melaksanakan proses pendidikan secara mendasar. RUU Sisdiknas. kebijakan pendidikan nasional dalam kerangka otonomi daerah. sehingga memiliki daya tarik sehingga merangsang para guru melakukan dengan penuh dedikasi dan memberikan kepuasan lahir dan batin.skala yang dipandang adil dan wajar serta bernilai ekonomi merupakan kulminasi dari berbagai variabel antara lain : pendidikan. Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 13 . Keempat. perbaikan sistem perundang-undangan amandemen UUD 1945. seperti melalui peningkatan anggaran pendidikan. 22/1999 dan revisi PP tentang jabatan fungsional. Kedua. dan departemen/lembaga terkait lainnya) telah. F. dengan pihak eksekutif ( Depdiknas. Kelima. PGRI harus menuntut kepada pemerintah dan DPR-RI agar jabatan guru diakui sebagai jabatan fungsional seperti dosen sehingga guru mendapatkan tunjangan fungsional bukan tunjangan kependidikan seperti sekarang ini. beban kerja.

Kowani. PKK. penetapan Kode Etik Guru. Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 14 . diantanya adalah surat dari Sekjen EI. perjuangan untuk meningkatkan tunjangan tenaga kependidikan. Beberapa hasil dari jalinan kemitraan Internasional antara lain : y Adanya bantuan dari Ei melalui konsorsium organisasi guru Swedia.dan sebagainya.pemberian penghargaan dan perlindungan terhadap guru. pada tingkat Internasional PGRI menjuadi bagian dari Education Internatinal (EI). LM3 ( Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok). dan Australia. Norwegia. dan sebagainya. PKBI. Komnas HAM. dalam konteks global. UNESCO. penyusunan Draf RUU Guru. peningkatan kesejahteraan guru.dengan pihak BKN telah terjalin kerjasama dalam upaya penyesuaian struktur penggajian guru dan PNS umumnya dan menghasilkan peraturan penggajian berdasarkan Keputusan Presiden No. Jepang. Belanda. PB-PGRI telah terbina kemitraan dengan berbagai organisasi lain yang memiliki keterkaitan seperti PWI.dengan Depdargi. Perjungan PGRI telah mendapat dukungan dari dunia Internasional.dengan kantor Menpan telah terbina Kerja sama dalam upaya pembenahan mengenai kesejahteraan guru. Amerika Serikat. kerja sama yang terjalin adalah dalam upaya pembenahan pendidikan dalam kerangka otonomi daerah. Keempat. PGRI memiliki hubungan organisasi guru ditingkat Internasional dan Regional baik bilateral maupun unilateral. Lembaga Perlidangan Anak. Kanada. 64 tahun 2001. kepada Presiden RI dan Ketua DPR tentang perlunya memperhatikan isi perjuangan PGRI. diantaranya upaya pengembangan remunerasi (sistem penggajian khusus) bagi guru. Ketiga. Komnas PMM ( Komite Nasional Penanggulangan Masalah Merokok). seperti dari ILO. Bantuan ini berupa dukungan dana untuk pelatihan dipusat maupun di daerah dan telah berlangsung sejak tahun 1999 hingga sekarang. yaitu persatuan guru-guru seluruh dunia ( sebanyak 304 organisasi guru dari 155 negara dan mengimpun 24 juta anggota). Pda tingkat regional PGRI menjadi bagian dan menjalin kerjasama dengan organisasi guru di kawasan ASEAN yang tergabung dalam ACT ( ASEAN Council of Teachers) juga pemrakarsa pertemuan guru nusantara. IPPK. dan EI pada saat guru melakukan gerakan ´ Guru Menggugat´ tahun 2000. Fred van Leuwen. dan Koalisi untuk Indonesia Sehat.

y Ketua umum PB-PGRI mendapat penghormatan untuk menjadi salah seorang pembicara dalam beberapa konferensi Internasional. KFTA ( Korea Selatan). y Perjuangan PGRI telah masuk dalam salah satu resolusi Konferensi EI AsiaPasifik di India tahun 2000 dan Kongres Guru se-Dunia di Thailand tahun 2001. AEU (Australia). yang dilakukan oleh mahasiswa Indonesia di Australia National University dan KBRI di Canberra. Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 15 . Kurusapha (Thailand). PGGMB (Brunei Darussalam). dan NUTP ( Malaysia). Turki.Australia. yaitu konferensi pendidikan yang diadakan oleh SEAMEO bulan April 2001 di Thailand. y PGRI telah menyampaikan kertas kerja dalam Pertemuan Guru Nusantara (PGN) di Brunei Darussalam tahun 2002. y Dalam Konvensi ATC di Thailand. seminar Internasional tentang desentralisasi pendidikan di Canberra. y Dikawasan Asia Pasifik. antara lain konferensi tentang pendidikan nilai yang di adakan oleh EI Istambul. JTU ( Jepang).y Ketua umum PB-PGRI duduk dalam kepengurusan EI untuk kawasan AsiaPasifik. PGRI berperan secara aktif dalam penyajian materi dan country report. Hanoi. acara ini dilanjutkan lagi di Malta tahun 2002 dan dihadiri oleh WDF Rindorindo. pengembangan managemen berbasis sekolah yang dilakukan oleh UNICEF di Thailand pada bulan Desember tahun 2000. y Disamping itu kerjasama bilateral telah terbina dengan STU ( Singapura). bulan April 2002. utusan PGRI berperan serta dalam sejumlah konferensi Internasional. dan Brunei Darussalam.

Saran a) Sebagai tenaga pendidik. dan lain-lain. peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme guru. studi lanjut. tingkat penguasaan bahan ajar dan keterampilan dalam menggunakan metode pembelajaran yang inovatif masih kurang. diri. guru hendaknya lebih termotivasi untuk profesionalitas diri dan memberdayakan mengembangkan memutakhirkan pengetahuan mereka secara terus menerus. Dan mengambil kebijakan-kebijakan relevan. peningkatan kualitas LPTK penghasil guru. c) Para guru hendaknya lebih rajin mengikuti kegiatan-kegiatan atau pertemuan- pertemuan kesejawatan untuk mengembangkan profesi. b) Para guru hendaknya meningkatkan keterampilan mereka dalam hal penulisan karya ilmiah dan melakukan penelitian-penelitian kependidikan.BAB III PENUTUP A. sehingga masalah pendidikan di Indonesia dapat terselesaikan dengan baik. dari segi ekonomi dengan memberikan upah atau gaji yang layak dan memadai. dan kualitas guru. d) PGRI. Untuk itu perlu upaya peningkatan kualitas guru melalui berbagai cara antara lain : penentuan standar kompetensi. uji kompetensi dan sertifikasi guru. Kesimpulan Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yakni dengan menciptakan guru yang profesional dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas guru. sebagai organisasi profesi guru hendaknya lebih intens menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu. nasional. e) Pemerintah hendaknya lebih memperhatikan nasib guru. penilaian kinerja guru. Kenyataan menunjukkan bahwa masih sebagian besar guru underqualified. professional. maka dibutuhkan peran serta dan keterlibatan langsung dari guru itu sendiri dan pemerintah.menerus dan berkelanjutan. guna mendukung kemajuan pendidikan Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 16 . penataran /pelatihan guru. B.

Sabtu.pendidikan.wordpress.com/social-sciences/ .http://puterimissicobuata.http://id.http://pakguruonline.com Peranan PGRI dalam memelihara dan meningkatkan mutu ke organisasian PGRI 17 . 10 Oktober 2009 .DAFTAR PUSTAKA Kompas.html .net/problematika_sptr_guru_26.shvoong.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful