Proses Pembuatan Vaksin

2 December 2010 — Prima Almazini

Pengembangan vaksin untuk melindungi manusia dari penyakit virus adalah salah satu keunggulan dari pengobatan modern. Vaksin pertama diproduksi oleh Edward Jenner pada tahun 1796 untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit cacar. Jenner menyadari bahwa pemerah susu yang telah tertular cacar sapi, sebuah infeksi yang relatif tidak berbahaya, menjadi tahan terhadap penyakit cacar, sebuah penyakit manusia yang sering menjadi epidemi dengan angka kematian yang sangat tinggi. Jenner berteori bahwa yang cacar sapi, penyakit hewan, tidak berbeda dengan penyakit cacar. Dia menyimpulkan bahwa reaksi manusia terhadap suntikan virus cacar sapi entah bagaimana mekanismenya akan mengajarkan tubuh manusia bagaimana untuk menghadapi kedua virus ini sehingga tidak menyebabkan penyakit berat atau kematian. Saat ini, penyakit cacar sudah benar-benar diberantas. Hanya dua sampel beku dari virus ganas ini yang masih disimpan (satu di Amerika Serikat, yang lain di Rusia). Pada pertengahan tahun 1995 ada perdebatan ilmiah yang serius tentang apakah sampel akan dihancurkan, atau tetap disimpan untuk studi laboratorium lebih lanjut. Virus terdiri dari sejumlah kecil RNA (asam ribonukleat) atau DNA (asam deoksiribonukleat), bahan dalam semua sel hidup yang menginstruksikan sel bagaimana untuk tumbuh dan berkembang biak. Virus tidak dapat mereproduksi dengan sendirinya, tapi hanya dengan mengambil alih inti sel host dan memerintahkan sel untuk membuat virus. Ketika virus berhasil menyerang organisme, virus itu mengambil alih proses pertumbuhan sel dalam host. Dalam keadaan biasa, tubuh manusia bereaksi terhadap invasi virus dengan beberapa cara berbeda. Kekebalan secara umum terhadap virus dapat dikembangkan oleh sel-sel dalam

nantinya dapat dibuat menjadi ratusan liter vaksin. pH adalah ukuran keasaman atau kebasaan. Keluarga Virus Biasanya ada beberapa variasi atau strain dari virus tertentu. meskipun virus flu serupa masih akan menyebabkan gejala yang sama atau identik. dan prosedur laboratorium yang sederhana tidak dapat digunakan untuk meningkatkan skala produksi. Vaksin sering dibuat dari lebih dari satu kelompok virus yang berkaitan. baik berupa virus yang serupa atau variasi dari jenis virus yang sama. Dalam situasi ini. ahli biologi mengelompokkan virus sesuai jenis atau strainnya. dan virus harus disimpan pada pH yang tepat . virus akan bertambah banyak. virus akan dicegah agar tidak mendapatkan akses ke sel inang. pada suhu kamar atau dalam bak air). faktor-faktor lain harus dipantau adalah pH. disebabkan oleh satu dari ratusan virus. Pertumbuhan Virus Setelah mencairkan dan memanaskan benih virus dalam kondisi tertentu secara hati-hati (misalnya. terutama dari virus yang relatif jinak. Tergantung pada jumlah variasi. misalnya protein murni dari darah sapi. Freezer dipertahankan pada suhu tertentu. sejumlah kecil sel virus ditempatkan ke dalam “pabrik sel. Common cold. namun semua media umumnya mengandung protein yang berasal dari mamalia. tubuh manusia yang terinfeksi akan “mempelajari” bagaimana merespon terhadap virus tertentu di masa depan. Proses Pembuatan Vaksin Produksi vaksin antivirus saat ini merupakan sebuah proses rumit bahkan setelah tugas yang berat untuk membuat vaksin potensial di laboratorium. Untuk beberapa virus berbahaya. Benih Virus Produksi vaksin dimulai dengan sejumlah kecil virus tertentu (atau disebut benih). atau setidaknya untuk varian virus yang seseorang lebih mungkin terkena. Selain itu. Media juga mengandung protein lain dan senyawa organik yang mendorong reproduksi sel virus. Sensor terhubung dengan alarm yang dapat didengar atau alarm komputer yang akan menyala jika suhu freezer berada di luar suhu yang seharusnya. kebanyakan orang resisten terhadap virus tertentu yang menyebabkan flu tersebut. Penyediaan media yang benar. Benih disimpan dalam gelas kecil atau wadah plastik. yang mencegah virus menjadi lebih kuat atau lebih lemah dari yang diinginkan. sehingga infeksi tunggal. Setelah sembuh dari pilek. Sebuah perlindungan yang lebih umum adalah kemampuan tubuh untuk membuat sel-sel darah dan getah bening yang merusak atau membatasi efektivitas dari serangan virus. Seringkali. mengandung ribuan hingga jutaan virus. biasanya beku. Setiap jenis virus tumbuh terbaik di media tertentu. biasanya mengajarkan tubuh bagaimana cara untuk merespon invasi tambahan dari virus yang sama. Jumlah yang kecil hanya 5 atau 10 sentimeter kubik. misalnya. Perubahan dari produksi vaksin potensial dengan jumlah kecil menjadi produksi bergalon-galon vaksin yang aman dalam sebuah situasi produksi sangat dramatis. Virus harus bebas dari ‘kotoran’. Reaksi pencegahan yang timbul dengan vaksinasi multivalen mungkin akan menyebabkan kekebalan untuk hampir semua varian kelompok virus. benih harus disimpan dalam kondisi “ideal”. Grafik di luar freezer akan mencatat secara terus menerus suhu freezer. Pilihan spesifik dari kelompok virus untuk digunakan dalam pembuatan vaksin ditentukan dengan hati-hati dan secara bersama-sama.tubuh yang menjadi sasaran invasi virus. Selain suhu.” sebuah mesin kecil yang telah dilengkapi sebuah media pertumbuhan yang tepat sehingga sel memungkinkan virus untuk berkembang biak. seseorang mungkin bahkan sudah mengembangkan kekebalan terhadap virus tanpa menampakkan gejala sakit sama sekali. pada suhu yang tepat. dan dengan jumlah waktu yang telah ditetapkan. diukur pada skala dari 0 sampai 14.

tempat untuk mengambil sampel untuk analisis mikroskopik. Metode awal yang dipakai 40 atau 50 tahun yang lalu yaitu menggunakan botol untuk menyimpan campuran. Seperti dalam pabrik sel. Virus yang sedang tumbuh disimpan dalam wadah yang lebih besar namun mirip dengan pabrik sel.dalam pabrik sel. Sensor memantau pH dan suhu. Air tawar yang tidak asam atau basa (netral) memiliki pH 7. dan pengaturan steril untuk menambahkan komponen ke pabrik sel dan mengambil produk setengah jadi ketika siap. dan ditempatkan dalam media kedua untuk penumbuhan tambahan. dan dicampur dengan “manik-manik. dan akibatnya. pertumbuhan virus menjadi yang jauh lebih besar. suhu dan pH dikontrol secara ketat. dan sensor yang terhubung dengannya. botol tidak digunakan sama sekali. Penggunaan “manik-manik” memberi virus daerah yang lebih besar untuk menempelkan diri. terdapat sejumlah katup. Dalam praktek saat ini. dan pertumbuhan yang dihasilkan berupa satu lapis virus di permukaan media. Pemisahan Virus . Meskipun wadah di mana sel-sel tumbuh tidak terlalu besar (mungkin ukuran pot 4-8 liter). tabung. Waktu yang dihabiskan virus untuk tumbuh bervariasi sesuai dengan jenis virus yang diproduksi. yang paling umum digunakan yaitu tripsin. dan hal itu sebuah rahasia yang dijaga ketat oleh pabrik.” partikel mikroskopis dimana virus dapat menempelkan diri. Virus dari pabrik sel ini kemudian dipisahkan dari media. Peneliti kemudian menemukan bahwa jika botol itu berubah posisi saat virus tumbuh. Sebuah penemuan penting dalam tahun 1940-an adalah bahwa pertumbuhan sel sangat dirangsang oleh penambahan enzim pada medium. dan ada berbagai koneksi untuk menambahkan media atau bahan kimia seperti oksigen untuk mempertahankan pH. virus bisa tetap dihasilkan karena lapisan virus tumbuh pada semua permukaan dalam botol. Enzim adalah protein yang juga berfungsi sebagai katalis dalam memberi makan dan pertumbuhan sel.

vaksin rabies. Virulensi virus bisa menentukan pilihan. dan tidak mengalami perubahan dalam kekuatannya. hanya beberapa virus yang “tepat” mencapai tingkat atenuasi yang membuat mereka dapat diterima untuk penggunaan vaksin. Teknologi molekuler terbaru telah memungkinkan atenuasi virus hidup dengan memanipulasi molekul. Strain ini jelas tidak dapat digunakan untuk vaksin ‘attenuated’. . Strain lainnya menjadi terlalu lemah karena dibudidayakan berulang-ulang. misalnya. tetapi metode ini masih langka. dan ini juga tidak dapat diterima untuk penggunaan vaksin. dan tempat tidur yang disukai Goldilocks. Kaldu ini kemudian dialirkan melalui sebuah filter dengan bukaan yang cukup besar yang memungkinkan virus untuk melewatinya. virus dipisahkan dari manik-manik dalam satu atau beberapa cara. Ada jenis virus yang benar-benar menjadi kuat saat mereka tumbuh. Memilih Strain Virus Vaksin bisa dibuat baik dari virus yang dilemahkan atau virus yang dimatikan. namun cukup kecil untuk mencegah manik-manik dapat lewat. Strain yang dipilih secara hati-hati dibudidayakan (ditumbuhkan) berulang kali di berbagai media. Jika vaksin dari virus dilemahkan. selalu vaksin dari virus yang dimatikan. Virus yang dibuat hamper setiap tahun sebagai respon terhadap varian baru virus penyebab.Ketika sudah tercapai jumlah virus yang cukup banyak. Seperti bubur. Pemilihan satu dari yang lain tergantung pada sejumlah faktor termasuk kemanjuran vaksin yang dihasilkan dan efek sekunder. virus biasanya dilemahkan sebelum dimulai proses produksi. kursi. Campuran ini sentrifugasi beberapa kali untuk memisahkan virus dari manik-manik dalam wadah sehingga virus kemudian dapat dipisahkan. Alternatif lain yaitu dengan mengaliri campuran manik-manik dengan media lain sehingga mencuci manik-manik dari virus. biasanya berupa virus yang dilemahkan.

sepatu bot. dibuat setelah tes berulang-ulang demi keselamatan. kondisi kebersihan laboratorium diamati pada seluruh prosedur. dan masker wajah. misalnya. Semua transfer virus dan media dilakukan dalam kondisi steril. atau solusi lain untuk injeksi vaksin. dan stabilitas. dan semua instrumen yang digunakan disterilisasi dalam autoklaf (mesin yang membunuh organisme dengan suhu tinggi. Vaksin yang berasal dari beberapa jenis virus (seperti kebanyakan vaksin) dikombinasikan sebelum pengemasan.Virus ini kemudian dipisahkan dari media tempat dimana virus itu tumbuh. Ruangan pabrik sendiri memakai AC yang khusus sehingga jumlah partikel di udara minimal. Keputusan mengenai apakah akan menggunakan air. Jumlah aktual dari vaksin yang diberikan kepada pasien akan relatif kecil dibandingkan dengan jumlah medium yang dengan apa vaksin tersebut diberikan. . Pengontrolan Kualitas Gaun Tyvek untuk melindungi pekerja yang membuat dan mengemas vaksin Untuk melindungi kemurnian vaksin dan keselamatan pekerja yang membuat dan mengemas vaksin. sarung tangan. alkohol. jaring rambut. steritilitas. Pekerja yang melakukan prosedur memakai pakaian pelindung yang meliputi gaun Tyvek sekali pakai. dan yang berukuran sekecil kotak perhiasan atau sebesar lift) sebelum dan sesudah digunakan.

Akhirnya. tetapi hanya bahwa itu aman dan cukup terdokumentasi dengan baik untuk dilakukan. Jika obat dapat melewati tahap 1 pengujian. Diunduh dari: http://www. Virus AIDS cepat bermutasi dari satu strain ke yang lain. Semua obat yang diresepkan harus menjalani tiga tahap pengujian. tidak selalu dapat dilakukan pada setiap virus.pharmaceutical-technology. Obat-obatan yang tidak berguna tidak dapat dijual. Kecuali dalam kasus-kasus kesalahan yang memilukan. Masa depan Vaksin Memproduksi vaksin antivirus yang aman dan dapat dimanfaatkan melibatkan sejumlah besar langkah yang.byethost2. dan setiap strain tampaknya tidak memberikan kekebalan terhadap jenis lain. Virus HIV. dan harus ada instruksi tertulis untuk setiap langkah dari proses. Berlow. menghasilkan efek samping yang membuat vaksin tidak memuaskan untuk imunisasi masal. Gambar diambil dari: http://www. Setiap langkah dalam proses produksi harus didokumentasikan.php/artikel-biologi/45-vaksin.Proses Perizinan Dalam rangka untuk peresepan obat untuk dijual di Amerika Serikat. meskipun data dari fase kedua kadang-kadang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tahap ketiga.html. kendalanya. produsen obat harus memenuhi persyaratan lisensi yang ketat yang ditetapkan oleh hukum dan diberlakukan oleh Food and Drug Administration (FDA). atau yang membuat klaim untuk efek yang sebenarnya tidak dimiliki. Metode baru dari manipulasi molekul telah menyebabkan lebih dari satu ilmuwan meyakini bahwa teknologi vaksin baru sekarang memasuki “zaman keemasan.madehow.html . di Amerika Serikat. Tahap 1 pengujian harus membuktikan bahwa obat aman. sayangnya.com/ Artikel yang Berhubungan: * Sejarah Pembuatan Vaksin * RV 144 : Vaksin HIV Pertama di Dunia * Vaksin H1N1 2009 Siap Melawan Pandemi Cara Pembuatan Vaksin http://tik5. asalkan dokter yang meresepkan mengetahuinya.com/Volume-2/Vaccine. FDA tidak menentukan apakah setiap langkah dalam proses benar. misalnya. vaksin Rabies. [prz] Sumber: 1. Seluruh proses produksi ditelaah dengan hati-hati oleh FDA dengan mempelajari catatan prosedur serta mengunjungi tempat produksi itu sendiri. seperti yang ditetapkan oleh produsen. tahap 3 pengujian ini dirancang untuk mengukur efektivitas obat. atau setidaknya tidak ada efek yang tidak diinginkan atau tak terduga akan terjadi dari pemberiannya.com/Volume-2/Vaccine. vaksin rabies sekarang digunakan hanya pada pasien yang telah tertular virus dari hewan yang terinfeksi dan mungkin bila tanpa imunisasi. http://www. obat-obat tertentu mungkin dapat diterima bahkan jika mereka mempunyai efektivitas yang minimal. di samping harus diuji efektivitasnya (obat harus memiliki efek apa yang seharusnya). dan produsen harus menunjukkan suatu “kontrol yang tetap” untuk proses produksi. Masih banyak yang harus dilakukan dan dipelajari. Ini berarti bahwa prsedur yang teliti harus terjaga untuk setiap langkah dalam proses.madehow.com/index. menjadi penyakit yang fatal. Selain itu. efek imunisasi baik virus yang dilemahkan atau virus yang dibunuh tidak dapat diperlihatkan baik di laboratorium ataupun pada hewan uji. LH. Vaksin HIV belum berhasil dibuat. Meskipun vaksin diharapkan memiliki efektivitas hampir 100%.” Perbaikan vaksin sangat mungkin dilakukan di masa depan.html 2. How vaccine is made [disitasi 30 November 2010]. saat ini tidak bisa dibuat dengan metode produksi vaksin tradisional.

yang dapat digunakan. WHO menggunakan galur PR8–virus flu tipe yang tumbuh cepat dalam sel hewan dan embrio telur ayam. bukan di dalam sel hewan.11. terjadi pertukaran segmen RNA dalam sel. Tapi. Contohnya cacar. ketika virus flu dengan tipe berbeda menginfeksi sel yang sama. Begitu anjuran umum menjaga kesehatan.Sabtu. Sayangnya. dan vaksin DNA. tak hanya satu tipe virus flu tapi juga tipe yang serupa. usaha yang dilakukan adalah membuat vaksin tidak dengan virus flu tapi virus baculo. untuk tidak dapat dipotong lagi sehingga virus flu yang dihasilkan sangat aman bagi manusia. produksi vaksin ini butuh waktu lebih lama sehingga sulit mengantisipasi wabah yang mendadak. sehingga virus rekombinan yang diperoleh memiliki karakter . Hal ini karena virus flu sangat cepat berubah bentuk. yaitu haemagglutinin (HA) dan neuraminidase (NA). daya tahan vaksin ini lebih lama daripada vaksin dengan virus yang dimatikan. yang resmi dinyatakan musnah dari muka bumi oleh WHO pada 1979. vaksin flu yang dibuat saat ini umumnya menggunakan kombinasi berbagai tipe virus flu. vaksin virus hidup yang dilemahkan. tapi juga membuat sejenis sel darah putih. Untuk mengatasi variasi dan perubahan yang sangat cepat. Selain itu. Selain oleh mutasi kecil (antigenic drift) pada asam amino protein virus flu. vaksin virus hidup rekombinan menggunakan virus baculo. bila vaksin untuk penyakit itu umumnya diberikan sekali seumur hidup. Witarto] Mencegah lebih baik daripada mengobati. Gen HA dari H5N1 yang disisipkan pada galur PR8 sudah dimodifikasi pada lokasi pemotongan protein protease yang mengaktifkan kemampuan infeksi virus flu. Nama subtipe virus dengan H dan N adalah singkatan protein itu yang dibedakan secara serologi. waktu yang cepat. Protein virus flu yang dikenali oleh antibodi tubuh adalah dua protein utama di permukaan selongsong kapsul. dan campak. Bentuk pencegahan yang lazim dipraktekkan adalah vaksinasi. Banyak penyakit disebabkan oleh virus yang dibasmi dengan vaksinasi. Virus flu yang telah ditumbuhkan selanjutnya dimatikan untuk dijadikan vaksin. Saat ini. vaksin flu hanya berlaku rata-rata setahun. Namun. dan penyediaan vaksin virus hidup. Namun. karena media pertumbuhan sel hewan sangat mahal. kecepatan berubah bentuk ini juga disebabkan oleh terjadinya mutasi besar (antigenic shift) oleh pertukaran segmen genom RNA virus flu. Pembuatan vaksin dengan virus hidup yang telah dilemahkan telah dicoba perusahaan Aviron di AS. Sehingga. Empat cara itu: pembuatan vaksin virus yang dimatikan (rujukan WHO saat ini). Walaupun vaksin flu termasuk yang paling sulit dikembangkan. Untuk mengatasi kebutuhan telur SPF yang banyak. Akibatnya. Senin. karena virus flunya masih hidup. Keuntungan vaksin virus hidup adalah tidak hanya menstimulasi produksi protein antibodi yang mengenali patogen. Empat cara membuat vaksin Setidaknya ada empat cara membuat vaksin virus flu dengan target utama menanggulangi perubahan yang cepat dan kebutuhan yang besar dalam waktu singkat untuk wabah besar. sehingga virus flu baru dapat berubah total. tak semua tipe virus flu dapat tumbuh cepat sehingga menyulitkan pembuatan vaksin dalam jumlah besar yang dibutuhkan saat epidemi atau pandemi. risiko terinfeksi pun tak hilang 100 persen. Gen HA dan NA disisipkan dalam virus baculo. Virus ini menginfeksi serangga dan dapat tumbuh sangat cepat dalam sel serangga yang media pertumbuhannya lebih murah ketimbang sel hewan. berbagai usaha telah dan sedang dilakukan ilmuwan di seluruh dunia untuk membuat vaksin yang efektif. 07 Juli 2007 09:54 | Ditulis oleh Administrator | | | [Koran Tempo. 7. Ditumbuhkan pada embrio telur ayam. polio.2005. yaitu sel T limfosit yang punya kelebihan mengenali dan membunuh sel yang terinfeksi. yang tak mengandung virus atau patogen apa pun atau yang specific pathogen free (SPF). dalam pembuatan vaksin H5N1. hanya telur ayam. Oleh Arief B. Mutasi besar yang merupakan keunikan virus flu karena genom virus itu terdiri atas delapan potong RNA.

antigen mirip virus flu. 07 September 2010 16:35) Alamat e-bo0k bio kls 11 http://www. Gen HA dan NA dalam vektor itu dimasukkan ke dalam sel kulit atau otot sehingga sel tersebut memproduksi protein HA dan NA dari virus flu. beluntas (Pluchea indica). Vaksin DNA flu telah dibikin dan diuji pada hewan dengan hasil yang memuaskan. tapi belum diuji pada manusia karena memerlukan persiapan lebih matang.net/shared/9cu8lutp46q6i8kka4k9 bio kls 10 http://www. Cara tercanggih yang tidak membutuhkan semua hal di atas–virus inang. gen penyandi protein HA dan NA dimasukkan ke dalam vektor atau DNA yang berfungsi seperti “kargo” yang membawa ke tempat lain. dan krokot (Portulaca oleracea) .box. katuk (Sauropus androgynus). Kemudian antaman (Centella asiatica). Pada teknik ini. kenikir (Cosmos caudatus). media pertumbuhan–adalah pembuatan vaksin DNA.net/shared/59oh5b7z5aain2sicrmb bio kls12 http://www. mangkokan (Nothopanax scutellarium). [*] Terakhir Diperbaharui (Selasa. kedondong cina (Polyscias pinnata). kemangi (Ocimum sanctum). tapi efektivitasnya sedang dievaluasi. kecombrang (Nicolaia speciosa Horan). poh-pohan (Pilea trinervia).net/shared/ejfo69nuvo88a3q60a3s Ke-11 sayuran tersebut antara lain. Vaksin virus hidup dengan teknik ini bisa diproduksi dalam 2-3 bulan saja. sistem kekebalan tubuh akan diaktifkan dengan memproduksi protein antibodi dan sel T limfosit. Dengan munculnya protein asing itu.box. daun gingseng (Talinum paniculatum). umumnya berasal dari virus yang sudah dimodifikasi untuk tidak bersifat patogen. Vektor ini bisa berbentuk cincin atau linier.box.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful