P. 1
KASUS SUDAH MANTAPNYA APLIKASI KONSEP EFISIENSI ( KSMAKE ), Penngkatan Prod Padi Nas 2007-2008

KASUS SUDAH MANTAPNYA APLIKASI KONSEP EFISIENSI ( KSMAKE ), Penngkatan Prod Padi Nas 2007-2008

|Views: 244|Likes:
Published by Nyoman Rudana

More info:

Published by: Nyoman Rudana on Nov 20, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

STIA LAN – RI PROGRAM MAGISTER SAINS ( S-2 ) PERIHAL : TUGAS PENULISAN MAKALAH I / A UNTUK MAHASISWA PESERTA KULIAH KONSEP DAN

TEORI ADMINISTRASI ( KTA ) 2008 DOSEN : PROF.DR.FX.SOEDJADI, MPA KASUS SUDAH MANTAPNYA APLIKASI KONSEP EFISIENSI ( KSMAKE ), I/A
Koran Hari / Tanggal Kota Tempat Penerbitan Halaman Nomor terbit Nama No urut / NPM Hari / Jam Kuliah Kelompok : BALI POST : Senin 10 Maret 2008. : Denpasar - Bali : 20 : 194 tahun ke 60 : NYOMAN RUDANA : 40 / 08.D.040 : Jumat / pk. 19.00 – 21.00 : B ( Genap )

1

BAB I PENJELASAN KONKRET, LOGIS, ILMIAH BAHWA KASUS DALAM NEWS SUDAH MENUNJUKKAN KSMAKE ( KASUS SUDAH MANTAPNYA APLIKASI KONSEP EFISIENSI )
Untuk melihat sudah mantapnya Aplikasi pada news Produksi Padi 2007 Naik 4,76 Persen, dapat dilihat pada Pentagon Concept di bawah ini.

FAKTOR – FAKTOR EKSTERNAL

WHAT Peningkatan Produksi Padi Nasional 2007

eningkatan Produksi Padi

Faktor – Faktor Nasional 2007 Internal

WHO PETANI

Petani

WHY & HOW
Tercapainya Ketahanan Pangan Nasional melalui Program P2BN (Peningkatan Program Beras Nasional)

WHERE

Nasional

WHICH
Gapoktan, KUD, Bulog, Deptan

WHEN Tahun 2007

Dari Bagan Pentagon dengan penjabaran 6W 1 H ini dapat dilihat bahwa Produksi Padi Nasional tahun 2007 yang mencapai 57,05 juta ton Gabah Kering Giling (GKG ), meningkat 2,6 juta ton atau 4,76% dibandigkan produksi tahun 2006. Hal ini dicapai melalui kerja keras petani yang tergabung dalam

Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan ) dengan dukungan dan bimbingan jajaran / institusi yang terkait dengan bidang pertanian.

2

BAB II PENJELASAN ILMIAH, KONKRET, DAN RINCI SEBAB AKIBAT TERJADINYA KSMAKE PADA NEWS Produksi Padi 2007 Naik 4,76 %
Keberhasilan Peningkatan produksi padi tahun 2007 yang 2,95 juta ton berasal dari penanaman padi gogo di lahan kering seperti di Gunung Kidul, DIY dapat dijabarkan lebih rinci melalui Waterfall Model ini.

Kelompok Tani yang ingin maju

Program P2BN (Peningkatan Produksi Beras Nasional )

Jenis bibit padi unggul yang disesuaikan dengan musim tanam & jenis lahan pertanian Ketersediaan bahan pendukung pertanian : pupuk, insektisida

Mendapat diklat yang applicable KUD yang berjalan baik

Peran Bulog sebagai pengaman harga DEPTAN & jajarannya di tingkat Propinsi & Kabupaten sebagai penjamin ketersediaan bibit, pupuk, pestisida & pembuat kebijakan yang kondusif terkait pertanian

Peningkatan Produksi Padi Nasional 2007 (4,76% )

Harga Bahan pendukung pertanian yang stabil & terjangkau

Jenis Keberhasilan

Teknologi Pertanian Tepat Guna

Cuaca / Faktor Alam yang mendukung

Pertanian Berdasarkan Musim

Pertanian Berdasarkan Jenis Lahan

Departemen terkait lain sebagai pendukung kebijakan terkait pertanian ( Deperindag dll)

Musim Hujan

Musim Kering

Lahan Irigasi

Lahan Kering

Dari bagan ini dapat ditelaah bahwa keberhasilan Produksi padi ini ditunjang oleh multifactor yang satu sama lain saling mendukung.

3
Pertanian Musim Hujan Pertanian Musim Hujan Lahan Kering Lahan Irigasi

BAB III. PENERAPAN KONKRET DAN LOGIS APLIKASI SISTEM DALAM ADMINISTRASI UNTUK PENGEMBANGAN LEBIH LANJUT I. Apa yang dikembangkan dan bagaimana pendekatannya

Pada news ini juga dibahas bagaimana keberhasilan tahun 2007 dapat menjadi acuan di tahun 2008i, dimana Pemerintah mentargetkan peningkatan 5% dibandingkan tahun 2007 atau sebesar 61 juta ton GKG. Untuk dapat terealisasinya target di tahun 2008, maka diperlukan suatu pendekatan system sebagai berikut INPUT

F A K T O R L I N G K U N G A N *

Petan i, KUD
Deptan & jajarannya termasuk Litbang
Konsume n

OUTPUT

Deperinda g, Dep Perindustrian,dll

Pedagang (Wholsaler s/d Retailer)

PENINGKATAN PRODUKSI PADI NASIONAL 5% TH 2008

Mekanisasi & Teknologi tepat

Teknolo gi Informa si

Institusi Pendidikan Pertanian

* Faktor lingkungan : cuaca, musim tanam, bencana alam, dll Secara langsung maupun tidak, terdapat keterkaitan di antara semua faktor di atas yang dapat

mendorong terciptanya output. Pemerintah, yang mencanangkan program P2BN harus mendorong agar komponen di atas dapat bergerak sehingga roda perekonomian dapat berputar. Keterkaitan ini

4

sesuai dengan rumus r = n ( n-1),yang memerlukan koordinasi dan relationship, dengan rumus c+r - p> up, dimana r = hubungan dua arah, n = pihak –pihak terkait, c = coordination, p = predictable, up= unpredictable. Contoh paling mudah untuk faktor unpredictable adalah bencana alam.

II. Bagaimana Langkah Kongkret Pelaksanaannya Untuk menunjang pencapaian target produksi padi 2008 dalam mencapai swasembada pangan,, bahkan menjadi negara pengekspor beras, sebagaimana diutarakan Bpk Mentan Anton Apriantono dalam seminar nasional Penguatan Strategi ketahanan Pangan Nasional yang diselenggarakan oleh CIDES 25 Pebruari 2008 lalu, diperlukan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Pemerintah harus membuat kebijakan yang pro petani, dengan memberikan subsidi bagi bahanbahan produksi pertanian ( pupuk, pestisida, dll) serta memberikan insentif bagi petani, demi meningkatkan kesejahteraan hidup petani. 2. Pembatasan impor beras, menjaga kestabilan harga beras di dalam negeri, menjaga kestabilan harga bahan – bahan produksi pertanian misalnya pupuk dan pestisida, dll. 3. Pemerintah harus menekan konversi lahan dengan menetapkan kebijakan lahan abadi untuk padi sawah, penerapan teknologi terpadu dan tepat guna untuk peningkatan produksi beras dan ekstensifikasi lahan untuk perluasan produksi padi ke luar Jawa. 4. Mendorong mekanisasi pertanian dengan memproduksi alat pertanian di dalam negeri 5. Memperkenalkan petani dengan teknologi internet agar mereka lebih luas wawasannya dalam mendapat pemgetahuan terapan serta sebagai sarana komunikasi yang murah , cepat, efisien. 6. Meningkatkan kerjasama antara Deptan melalui litbangnya dengan institusi pendidikan tinggi di bidang pertanian, untuk menciptakan varietas padi unggul, yang cepat panen, tahan cuaca dan tahan hama. 7. Menjalin kerjasama dan studi banding dengan negara lain yang unggul dalam produksi pertaniannya misalnya Thailand, dalam hal teknologi pertanian dan pangan. 8. Perbaikan infrastruktur seperti jalan raya, sehingga hasil pertanian dapat lancar dibawa sampai ke level pedagang dari pedagang besar sampai pengecer.

5

6

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->