http://salafiyunpad.wordpress.

com/2009/07/26/berbenah-diri-untuk-penghafal-al-quran/
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta·ala yang menjamin kemurnian Al-Qur¶ân telah memudahkan umat ini untuk menghafal dan mempelajari kitab-Nya. Allah ¶Azza wa Jalla memerintahkan para hamba-Nya agar membaca ayat-ayat-Nya, merenungi artinya, dan mengamalkan serta berpegang teguh dengan petunjukNya. Dia Subhanahu wa Ta·ala telah menjadikan hati para hamba yang shalih sebagai wadah untuk memelihara firman-Nya. Dada mereka seperti lembaran-lembaran yang menjaga ayat-ayat-Nya. Allah Subhanahu wa Ta·ala berfirman : Sebenarnya, Al-Qur¶ân itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zhalim « (Qs al-Ankabût/29:49). Dahulu, para sahabat Radhiallahu·anhum yang mulia dan Salafush-Shalih, mereka berlombalomba menghafal Al-Qur¶ân, generasi demi generasi. Bersungguh-sungguh mendidik anak-anak mereka dalam naungan Al-Qur¶ân, baik belajar maupun menghafal disertai dengan pemantapan ilmu tajwid, dan juga mentadabburi yang tersirat dalam Al-Qur¶ân, (yaitu) berupa janji dan ancaman. Berikut ini adalah nasihat yang disampaikan oleh Dr. Anis Ahmad Kurzun diangkat dari risalah beliau Warattilil Qur·âna Tartîla, dan diterjemahkan oleh al-Akh Zakariyya al-Anshari. Pembahasan ini menyangkut metode-metode, sebagai bekal dalam meraih kemampuan untuk dapat menghafal Al-Qur¶ân secara baik. Karena, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Rajab al-Hanbali Rahimahullah , bahwasanya dahulu, para salaf mewasiatkan agar betul-betul memperbagus dan memperbaiki amalan (membaca dan menghafal Al-Qur¶ân, Red.). Bukan hanya sekedar memperbanyak (membaca dan menghafalnya, Red.), karena amalan yang sedikit disertai dengan memperbagus dan memantapkannya, itu lebih utama daripada amalan yang banyak tanpa disertai dengan pemantapan. Lihat Risalah Syarah Hadits Syaddâd bin Aus, karya Ibnu Rajab, hlm. 35. Mudah-mudahan dengan kedatangan bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan ini, dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan perhatian kita kepada Al-Qur¶ân, mempelajarinya,mentadabburi, memperbaiki bacaan, dan menghafalnya. SATU Ikhlas, Kunci Ilmu dan Pemahaman Jadikanlah niat dan tujuan menghafal untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta·ala, dan selalu ingat bahwasanya yang sedang Anda baca ialah Kalamullah. Berhati-hatilah Anda dengan faktor yang menjadi pendorong dalam menghafal, apakah untuk meraih kedudukan di tengah-tengah manusia, ataukah ingin memperoleh sebagian dari keuntungan dunia, upah dan hadiah? Allah tidak menerima sedikit pun dari amalan melainkan apabila ikhlas karena-Nya. Allah Subhanahu wa Ta·ala berfirman: Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dan (menjalankan) agama dengan lurus. (Qs al-Bayyinah/98:5). DUA Menjauhi Maksiat dan Dosa

Hati yang penuh dengan kemaksiatan dan sibuk dengan dunia, tidak ada baginya tempat cahaya al-Qur·ân. Maksiat merupakan penghalang dalam menghafal, mengulang dan mentadabburi Al-Qur¶ân. Adapun godaan-godaan setan dapat memalingkan seseorang dari mengingat Allah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta·ala: Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah. (Qs alMujâdilah/58:19). ¶Abdullah bin Al-Mubarâk meriwayatkan dari adh-Dhahhak bin Muzâhim, bahwasanya dia berkata;µTidak seorang pun yang mempelajari Al-Qur`ân kemudian dia lupa, melainkan karena dosa yang telah dikerjakannya. Karena Allah berfirman Subhanahu wa Ta·ala : (Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri) ²Qs asy- Syûra/42 ayat 30- . Sungguh, lupa terhadap Al-Qur`ân merupakan musibah yang paling besar.1 Ketahuilah, Imam asy-Syafi·i yang terkenal dengan kecepatannya menghafal, pada suatu hari ia mengadu kepada gurunya, Waqi¶, bahwa hafalan Al-Qur¶ânnya lambat. Maka gurunya memberikan terapi mujarab, agar ia meninggalkan maksiat dan mengosongkan hati dari segala hal yang dapat memalingkannya dari Rabb. Imam asy-Syafi·i berkata: Saya mengadu kepada Waqi· buruknya hafalanku, maka dia menasihatiku agar meninggalkan maksiat. Dan ia mengabarkan kepadaku bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah Subhanahu wa Ta·ala tidak diberikan kepada pelaku maksiat. Imam Ibnu Munadi berkata,µSesungguhnya menghafal memiliki beberapa sebab (yang membantu). Di antaranya, yaitu menjauhkan diri dari hal-hal yang tercela. Hal itu dapat terwujud, apabila seseorang mencegah diri (dari keburukan, Pent.) Pent.), menghadap kepada Allah Subhanahu wa Ta·ala dengan ridha, memasang telinganya, dan pikirannya bersih dari arrâin.µ2 Yang dimaksud dengan ar-râ¶in, ialah sesuatu yang menutupi hati dari keburukan maksiat, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta·ala Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. (Qs al-Muthaffifin/83:14). Barang siapa menjauhkan dirinya dari kemaksiatan, niscaya Allah Subhanahu wa Ta·ala membukakan hatinya untuk selalu mengingat-Nya, mencurahkan hidayah kepadanya dalam memahami ayat-ayat-Nya, memudahkan baginya menghafal dan mempelajari Al-Qur¶ân, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta·ala : Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Qs al-·Ankabût/29:69). Imam Ibnu Katsir Rahimahullah telah membawakan perkataan Ibnu Abi Hâtim berkaitan dengan makna ayat ini: ´Orang yang melaksanakan apaapa yang ia ketahui, niscaya Allah Subhanahu wa Ta·ala akan memberinya petunjuk terhadap apa yang tidak ia ketahuiµ.3

saraf penglihatannya akan melemah. jika waktu menghafal (dilakukan) ba·da shalat Subuh. akan dia dapatkan sebagai perbendaharaan yang besar. menghafal pada saat jenuh. yang tidak dia dapatkan pada selain Al-Qur¶ân. Tetapi jika sebelumnya ia tidak pernah menghafal Al-Qur¶ân sedikit pun. di tempat dagangan ketika transaksi jual beli. Demikianlah di antara keistimewaan Al-Qur¶ân. . Perlu Anda ketahui. Jika ia konsentrasikan hatinya dari kesibukan dan kegundahan. bagaikan mengukir di atas batuµ. hati lebih fokus karena sedikit kesibukannya. Maka ketika Anda sedang berada di rumah bersama anakanak. Atau di tengah jalan ketika sedang mengemudi. EMPAT Memanfaatkan Waktu Semangat dan Ketika Luang Tidak sepantasnya bagi Anda. wahai pembaca. LIMA Memilih Tempat yang Tenang Yaitu dengan menjauhi tempat-tempat ramai.µ4 Seharusnya siapa pun yang telah berlalu masa mudanya supaya tidak menyia-nyiakan waktu untuk menghafal. maka adakah yang mau mengambil pelajaran? (Qs al-Qomar/54:17). atau ketika pikiran Anda sedang sibuk dalam urusan tertentu. yang pernah dihafal dalam hatinya. Dengannya ia membaca dan bertahajjud. Maka al-Ahnaf berkata. tatkala manusia telah mencapai usia tua. lelah. di tengah teman-teman. di tempat bekerja. Allah berfirman Subhanahu wa Ta·ala: Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur¶ân untuk pelajaran. bising.TIGA Memanfaatkan Masa Kanak-Kanak dan Masa Muda Saat masih kecil. Ingatlah firman Allah Subhanahu wa Ta·ala : Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya « (Qs alAhzab/33:4). Saat itu merupakan sebaik-baik waktu bagi orang yang tidur segera.µOrang dewasa lebih banyak akalnya. Dengan demikian. jangan mencoba-coba menghafal sedangkan suara manusia di sekitar Anda. Alangkah bagus. Kadangkala dia tidak mampu membaca Al-Qur¶ân yang ada di mushaf. Karena hal itu dapat mengganggu kosentrasi menghafal. bahwasanya ia mendengar seseorang berkata: ´Belajar pada waktu kecil. maka alangkah besar penyesalannya. hal itu akan mengganggu dan membuat pikiran bercabang-cabang. Tetapi pilihlah ketika semangat dan pikiran tenang. Sebab. Dikisahkan dari al-Ahnaf bin Qais. niscaya ia akan mendapatkan kemudahan dalam menghafal Al-Qur¶ân. tetapi lebih sibuk hatinya. atau (sedang) di kantor.

setan akan mengganggu dan menundanya untuk melaksanakan amalan. Apabila metode yang digunakan itu banyak. dan dalam berkonsentrasi. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali berkata: Barang siapa memiliki tekad yang benar. Karena masing-masing indra tersebut memiliki sistem tersendiri yang dapat mengantarkan hafalan ke otak. atau merasa cukup ketika menghafal hanya membaca dengan suara lirih. Seseorang yang menghafal Al-Qur¶ân dengan melihat mushaf. apa yang hendak dihafalkan. pendengaran dan ucapan dalam menghafal. Kapan saja seorang hamba itu ragu-ragu. dan membersihkan jiwa yang berlomba dalam halaqah. ia tidak akan mampu bertahan. Dengan terus melihat dan mengulanginya sampai halaman tersebut terekam dalam memori Anda. Keinginan bisa terus bertambah dengan motivasi. ENAM Kemauan dan Tekad yang Benar Kemauan yang kuat lagi benar sangat mempengaruhi dalam menguatkan hafalan. Apalagi jika Anda membaca dengan suara senandung yang disukai oleh jiwa. lalu merasa senang.Sebaik-baik tempat yang Anda pilih untuk menghafal ialah rumah-rumah Allah (masjid) agar mendapatkan pahala berlipat ganda. memudahkannya. Perlu Anda ketahui.5 TUJUH Menggunakan Panca Indra Kemampuan dan kesanggupan seseorang dalam menghafal berbeda-beda. Akan tetapi. Sertakan pendengaran Anda dalam mendengarkan bacaan. Bersungguh-sungguhlah. menjelaskan pahala dan kedudukan para penghafal Al-Qur¶ân. orang yang selalu bersama Al-Qur¶ân. Adapun seseorang yang menghafal karena permintaan orang tua atau gurunya tanpa didorong oleh kemauannya sendiri. bahwasanya (dalam menghafal) manusia ada dua macam. wahai Pembaca. gunakanlah indra penglihatan. maka semua metode ini tidak mengantarnya mencapai tujuan dengan mudah. Suatu saat pasti akan tertimpa penyakit futur (penurunan semangat). setan pasti akan putus asa (mengganggunya). tidak membuat pendengaran dan penglihatan Anda sibuk dengan yang ada di sekitar Anda. . Ingatannya ini disebut Sam·iyyah (pendengaran). sedangkan Anda melihat ke halaman yang sedang Anda baca. di rumah atau di sekolah. atau dengan cara mendengarkan kaset murottal tanpa melihat mushaf. dan dapat menahan jiwa yang selalu memerintahkan keburukan. yaitu Anda mulai terlebih dahulu membacanya dengan suara keras. sedangkan ia diam. Begitu juga kekuatan hafalan seseorang dengan yang lainnya bertingkat-tingkat. Orang yang lebih banyak menghafal dengan cara mendengar daripada menghafal dengan melihat mushaf. serta akan melemahkannya. Adapun caranya. maka hafalan menjadi semakin kuat dan kokoh. Tekad yang benar akan menghancurkan godaan-godaan setan. memanfaatkan beberapa panca indra dapat memudahkan urusan dan menguatkan hafalan dalam ingatan. 1. Atau di tempat lain yang tenang.

Apabila ia membaca satu penggal ayat Al-Qur¶ân (akan) lebih bisa menghafal daripada (hanya dengan) mendengarkannya. Anda akan mengingat kalimat tersebut dengan kalimat yang Anda buat. Begitu pula saya wasiatkan kepada saudaraku agar bersungguh-sungguh menggunakan mushafsaku. akan menimbulkan ingatan halaman dalam otak berbeda-beda. dimana pun Anda berada. Ini memiliki pengaruh sangat besar dalam menanamkan bentuk halaman dalam memori (ingatan). Atau dengan cara mendengarkannya melalui kaset murattal seorang qari¶.µ6 Kemudian beliau berdalil dengan perkataan Ali Radhiallahu·anhu kepada Abu Musa Radhiallahu·anhu : ´Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ¶Alaihi wa Sallam memerintahkan agar aku memohon petunjuk dan kebenaran kepada Allah. Imam Ibnu Munadi telah menunjukkan kepada kita masalah ini dengan perkataannya: ´Seorang guru hendaklah mempraktekkan metode ini kepada murid.2. perbanyaklah membaca ayat dengan melihat mushaf dalam waktu yang lebih lama. Kemudian tutuplah mushaf dan tulis ayat-ayat yang baru saja Anda hafal dengan tangan. Karena apabila kalimat yang telah Anda hafal itu salah. Lalu aku mengingat kalimat (petunjuk) dengan (petunjuk jalan). utamakan memilih cetakan mushaf. sesuai dengan cetakan mushaf yang sedang Anda hafal. akan sulit bagi Anda membetulkannya setelah terekam dalam memori.7 DELAPAN Membatasi Hanya Satu Cetakan Mushaf Bagi para penghafal. dan mengembalikan konsentrasi terhadap halaman tersebut ketika mengulang. insya Allah. Setiap kali Anda mendapatkan waktu luang dan semangat. atau sesuatu yang dia ketahui yang serupa dengan kalimat al-Qur`ân yang ia selalu lupa. supaya segera memanfaatkan waktu tersebut untuk menghafal hafalan baru. dan tempattempat hafalan yang lemah. tempat yang sesuai dan membatasi hanya satu cetakan mushafyang hendak Anda hafal. maka tanamkan kalimat tersebut dalam memori Anda dengan membuat kalimat serupa yang Anda ketahui. sehingga akan menjadikannya ingat. serta tidak bisa konsentrasi. Apabila Anda termasuk di antara mereka. yang diawali pada tiap-tiap halamannya permulaan ayat dan diakhiri dengan akhir ayat. Jika cetakan mushaf berbeda-beda. dan akan membuyarkan hafalannya. atau mengulang hafalan lama. SEMBILAN Pengucapan yang Betul Setelah Anda memilih waktu. dan aku mengingat (kebenaran) dengan (membetulkan busur)µ. Dengan demikian. Ini merupakan hal yang sangat baik. Orang yang lebih banyak menghafal dengan cara melihat. Ingatannya ini disebut Bashariyyah (penglihatan). Yaitu memerintahkannya agar mengingat nama. Hal ini supaya Anda terjaga dari kekeliruan. Setelah itu cocokkan yang Anda tulis dengan mushaf. maka sebelum menghafal. atau mushaf yang terdiri dari beberapa bagian. . sehingga Anda dapat mengulangi untuk memantapkannya. Jika Anda memperhatikan bahwa Anda selalu salah dalam satu kalimat tertentu atau lupa setiap kali mengulangnya. agar Anda mengetahui mana yang salah. maka wajib bagi Anda membetulkan pengucapan dan mengoreksi kalimat-kalimat Al-Qur¶ân kepada seorang guru yang mutqin (ahli) sebelum mulai menghafal.

sehingga Anda memahami makna ayat meskipun global. Dan ketika menyetor hafalan. agar Anda terhindar dari kesalahan dan dapat menghafal dengan landasan yang kokoh. yaitu terus-menerus meruju¶ kepada kitab-kitab tafsir yang ringkas. Lantas pindah ke penggalan ayat berikutnya karena ingin tergesagesa disebabkan waktunya sempit. membuat hafalan Anda tidak terikat. kadangkala seseorang merasa puas dan tertipu terhadap dirinya ketika hanya mencukupkan membaca penggalan ayat . apabila Anda telah menghafal satu halaman. wahai saudaraku! Jadikanlah hafalan Anda saling berkaitan. Hafalan yang tergesa-gesa mengakibatkan cepat lupa. dua sampai tiga kali saja. bersungguh-sungguhlah menghadiri majlis-majlis tahfizhul-Qur¶ân. dan mengarahkan mereka supaya betul-betul mengoreksi kalimatkalimat AlQur¶ân yang sering terjadi padanya kesalahan. hendaklah menggunakan metode tadi.µ8 Wahai saudaraku. Anda akan membutuhkan seorang guru yag selalu mengingatkan permulaan tiap-tiap ayat. Sedikit tetapi terus-menerus itu lebih baik. Begitu juga seorang guru meminta kepada para muridnya agar selalu mengulangulang hafalan kepada sesama teman untuk menjaga mereka dari kemungkinan terjadinya kesalahan. dapat membantu Anda memahami makna ayat secara global. jika tidak menggunakan metode ini. Saya wasiatkan juga kepada saudaraku para pengajar Al-Qur¶ân. karena orang yang dibacakan kepadanya lebih mengetahui kesalahan daripada orang yang membaca. Setiap kali Anda menghafal satu ayat kemudian merasa telah lancar. Sungguh. sama sekali tidak benar dan tidak bermanfaat. daripada banyak tetapi tidak berkesinambungan.Imam Ibnu Munadi berkata. atau disebabkan desakan seorang guru kepadanya. atau karena persaingan di antara temannya. SEPULUH Hafalan yang Saling Bersambung Jangan lupa. bertatap muka dengan para hafizh dan guruguru yang mutqin. maka ulangilah membaca ayat tersebut dengan ayat sebelumnya. maka harus membacanya kembali sebelum meneruskan ke halaman berikutnya. Kemudian lanjutkan menghafal ayat berikutnya sampai satu halaman dengan menggunakan metode ini. Dengan mengetahui maknamakna kalimat. agar rangkaian ayatayat itu dapat teringat dalam memori Anda. Anda menggunakan kitab Kalimatul Qura·ni Tafsiiru wa Bayan karya Syaikh Hasanain Muhammad Makhlûf. Fakta ini tersebar di kalangan para penghafal. menghafal itu memiliki beberapa sebab. Begitu pula apabila hafalan Anda sudah sempurna satu surat. Atau paling tidak. di masjid-masjid. Di antaranya. seseorang membaca kepada orang yang lebih banyak hafalannya. SEBELAS Memahami Makna Ayat Di antara yang dapat membantu Anda menggabungkan ayat dan mudah dalam menghafal. Lalu menyangka bahwa ia telah hafal. DUA BELAS Hafalan yang Mantap Sebagian pemuda membaca penggalan ayat.µKetahuilah. di sekolahsekolah agar bersungguh-sungguh membetulkan bacaan para murid pada ayat-ayat yang hendak mereka hafal. Begitu juga akan membuat Anda mengalami kesulitan ketika muraja¶ah hafalan. Disamping itu. Perbuatan ini. Penyebabnya.

dapat memudahkan menghafal dan membuat hafalan menjadi bagus. dan selamat dari penyakit lupa. Apabila ia merasa penggalan ayat tadi sudah masuk dalam ingatannya. maka ketika menghafalnya. Contohnya surat al-Wâqi¶âh. ia akan mendapatkan kesulitan yang besar ketika menghafal. Nabi Shallallahu ¶alaihi wa sallam telah membimbing kita kepada metode ini. yang merupakan kebiasaan orangorang shalih. ia dapat menambah kemantapan hafalan dan tertanamnya dalam memori. Sehingga apabila seseorang telah sampai hafalannya pada ayat-ayat tersebut. Padahal semestinya. akan lebih memperbagus hafalannya. Banyak membaca termasuk metode paling utama dalam muraja¶ah. maka bersungguh-sungguhlah Anda melakukan muraja¶ah yang telah dihafal dengan membacanya ketika shalat. supaya hafalan Al-Qur¶ân kita menjadi kuat melekat. dan meringankan bebannya ketika muraja¶ah. dan kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. maka ia beralih ke ayat berikutnya. seorang penghafal tidak boleh berhenti menghafal dan mengulang dengan anggapan bahwa ia telah hafal ayat-ayat tersebut. Hal ini dapat dibuktikan dalam banyak keadaan. Ayat mana saja yang ingin dihafal. Setiap huruf yang Anda baca mendapatkan satu kebaikan. Anda membaca ayatayat yang Anda hafal merupakan pintu paling agung di antara pintu-pintu ketaatan. Perlu diketahui. al-Mulk. Barang siapa yang memiliki kebiasaan setiap harinya selalu membaca dan memiliki target tertentu yang ia baca. wahai saudaraku! Membaca Al-Qur¶ân termasuk ibadah paling utama dan mendekatkan diri kepada Allah. sebagian surat dan ayat yang sering Anda baca dan dengar. Khususnya pada waktu shalat. Dia menyangka. TIGA BELAS Terus-Menerus Membaca Tetaplah terus membaca Al-Qur¶ân setiap kali Anda mendapatkan kesempatan. dapat dibedakan antara seorang murid (yang satu) dengan murid lainnya. Anda tidak perlu bersusah payah. semacam ini sudah cukup baginya. akhir surat al-Furqân. Sama halnya dengan banyak membaca surat-surat yang telah dihafal. Ingatlah. Cobalah Anda perhatikan. Akan tetapi yang sedikit membaca dan tidak membuat target tertentu setiap harinya untuk dibaca. apalagi juz ¶amma dan beberapa ayat terakhir dari surat al-Baqarah. hampir-hampir sebelumnya seperti sudah dihafal. maka dengan mudah ia akan menghafalnya. Bahkan ia harus memantapkan hafalannya secara terus-menerus mengulang ayat-ayat yang dihafalnya. dan membuat orang lain yang sulit menghafal menjadi iri terhadap apa yang Anda hafal. karena sebagian pengampu hafalan mengabaikan persoalan ini ketika penyetoran hafalan. Karena setiap kali mengulang kembali. (Dengan sering membaca). qiyamullail (bangun malam) dan ketika shalat tahajjud beberapa raka·at.beberapa kali saja. Karena banyak membaca. Dari Sahabat ¶Abdullâh bin ¶Umar Radhiallahu·anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ¶alaihi wa sallam bersabda: . Faktor yang mendukung fakta ini. maka menghafal baginya (menjadi) mudah dan ringan.

Bisa jadi ketika menyetor hafalan. kadangkala berpindah ke ayat mutasyabih yang ketiga atau keempat apabila ayat mutasyabih itu ada di beberapa tempat. Hari pun berlalu. maka niscaya dia akan lupa. serta memberi teguran kepada yang meremehkan. Ketika membaca ayat-ayat tersebut. sehingga menumbuhkan saling berlomba di antara mereka. betapa banyak pemuda telah menghafal sekian juz di halaqah tahfizhulQur·ân di masjid. Tatkala ia memperdengarkan hafalannya kepada orang lain atau kepada seorang ustadz di halaqah. Dan apabila dia tidak bangun.Dan apabila shahibil-Qur¶ân (penghafal Al-Qur¶ân) menghidupkan malamnya. Setiap kali terlintas dalam pikirannya bahwa ia harus segera menghafal. Mereka menyangka akan (mampu) menyempurnakan hafalan sendirian saja. ternyata berpindah ke surat berikutnya tanpa mereka sadari. mereka akan membuat langkah-langkah tertentu. orang yang seperti mereka kadang-kadang disibukkan oleh berbagai urusan dan pekerjaan. Oleh karena itu. Supaya letak ayat-ayat mutasyabih itu dapat Anda ingat ketika mengulangi membacanya. Akibatnya membuat tekadnya cepat melemah. Insya Allah. Oleh karena itu. Tanpa ia sadari. Ketika Anda menghafalnya. disebabkan tidak memperhatikan letak ayat-ayat mutasyabih itu. alangkah baik jika ayat-ayat mutasyabih itu disalin di buku yang khusus. kesalahan itu terkadang terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama. dan tidak membutuhkan halaqah lagi. datang kepadanya kesibukan-kesibukan dan jiwa yang mendorongnya untuk menunda amalan. (HR Muslim). Dapat dilihat pada sebagian penghafal yang tidak memperhatikan letak ayat-ayat mutasyabih yang satu dengan lainnya. Dalam hal ini. Tiba-tiba keinginan itu menjadi lemah lalu )ia pun) berhenti menghafal. niscaya ia akan ingat. Adapun menghafal bersama seorang teman atau lebih. mengulang hafalan Anda bersama mereka. Mereka telah menyia-nyiakan semua yang telah mereka peroleh. . kemudian mereka disibukkan dari menghadiri halaqah ini. Menghafal sendiri bisa membuka peluang pada diri seseorang terjerumus ke dalam kesalahan saat ia mengucapkan sebagian kalimat. suatu ayat tertentu membuat mereka menjadi ragu dikarenakan menyerupai dengan ayat pada surat lain. Sehingga mereka terjatuh dalam kesalahan ketika menyetor hafalan. maka kesalahannya akan nampak. Yang lebih parah lagi. Ini merupakan sebaik-baik perkumpulan orangorang yang saling mencintai karena Allah Subhanallahu wa Ta·ala. Masing-masing saling menguatkan antara yang satu dengan lainnya. sedangkan semua hafalan mereka telah lupa. EMPAT BELAS Menghafal Sendiri Sedikit Manfaatnya Karena kebiasaan manusia itu menundanunda amalan. wahai saudaraku! Pilihlah menghafal bersama mereka apa yang mudah bagi Anda untuk menghafalnya dari Kitabullâh. Kemudian mereka tidak mengulang hafalan yang telah dihafalnya. dan membandingkan ayat-ayat mutasyabih itu di tempat-tempat (lainnya). Cobalah perhatikan. Inilah metode yang dapat mengantarkan kepada tujuan. lalu membaca Al-Qur¶ân pada malam dan sianganya. LIMA BELAS Teliti Terhadap Ayat-Ayat Mutasyabihat Sangat penting untuk memperhatikan ayat-ayat mutasyabih (serupa) di sebagian lafazhlafazhnya.

hlm. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan. karya Imam Ibnu Munadi. 25. Di antaranya. (8) Mutasyabihul. kitab Nudzhmu Mutasyabihil Quran karya Syaikh Muhammad at-Tisyiti. yaitu memusatkan perhatian terhadap ayat-ayat yang sama antara satu dengan lainnya. Di antara kitab yang paling bagus. dan kitab Asraru Tikrari fil Quran karya seorang qari¶ handal. untuk memudahkan para penuntut ilmu menghafalnya. (1) Fadha¶ilul-Qur¶ân.Qur¶ânil-Azhim. Adabud-Du-nya wad-Dîn. karya al Mawardi. Namun. (beliau) berkata: ´Mengetahui tempat-tempat ayat-ayat mutasyabih.com/al-quran/marathon-al-quran/ ³Marathon al-Quran´. sebab Kitabullâh merupakan cahaya yang nyata dan jalan yang lurus. secara ringkas. lalu menyebutnya dengan al-mutasyabih. no. dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seidzin. dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. Majalah As-sunnah Edisi Ramadhan (06-07)/Tahun XI/1428H/2 http://www. . ada beberapa perkara yang saya ingin sampaikan di sini. penolak dari buruknya hafalanµ. dan berpegang teguh dengan petunjuknya.9 Oleh karena itu.metode yang paling baik agar hafalan menjadi mantap. 55. dan Kitab yang menerangkan. Tafsir Ibnu Katsir (3/432). dan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shahîhnya. 37. hlm. wahai saudaraku dengan wasiat dan bimbingan ini. Mungkin kurang sesuai tajuk yang saya gunakan untuk penulisan kali ini. Imam Ibnu Munadi dalam menjelaskan pentingnya mengetahui letak (tempat-tempat) ayat-ayat Al-Qur¶ân yang mutasyabih. dan melatih orang yang masih menghafal. 56. Segeralah menghafal Kitabullâh. hlm. secara ringkas. 59. hlm. Risalah Syarah Hadits Syaddâd bin Aus. hlm. sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami.Qur¶ânil-·Azhim. Sebagian ahli qiraat telah membukukan hal ini. (Qs al-Mâidah/5:15-16). hlm. 25.Qur¶ânil-Azhim. (9) Mutasyabihul-Qur¶ânil-Azhim. (ia) termasuk ulama abad kesebelas Hijriyah.imranshamsir. 2725. 147. karya Ibnu Munadi. sesungguhnya dapat membantu menambah kekuatan hafalan seseorang. ialah kitab Mutasyabihul Quranil ¶Azhim karya Imam Abi al-Hasan bin al-Munadi wafat pada tahun 366 H. dan banyak (pula yang) dibiarkannya. bersungguh-sungguhlah. karya Ibnu Katsir. Sebagian ulama juga menyusunMandzumah Syi·riyyah (susunan bait-bait sya·ir) dalam masalah ini. 57. hlm. (2) (3) (4) (5) (6) (7) Mutasyabihul.Nya. karya Imam Ibnu Rajab. menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan. Allah berfirman Subhanahu wa Ta·ala : Hai Ahli Kitab. Mutasyabihul. Muhammad bin Hamzah al-Karmani. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. Curahkan kesungguhan dan fokuskan diri Anda dalam mencermatinya. seorang ulama abad kelima Hijriyah. hlm. Para ulama telah menyusun berbagai kitab dalam masalah ini. Mutasyabihul. merenungi ayat-ayatnya.Qur¶ânil-Azhim.

jangan pula dilupa hukum tajwid semasa membaca al-Quran.T berbanding dengan semua kalam sama seperti kelebihan Allah atas segala makhluknya. habis semuanya ditinggalkan berterabur. maka terbukalah mushaf yang telah lama berhabuk dalam almari dan rak buku di rumah. Bagus. siapa yang disibukkannya oleh al-Quran daripada memohon kepadaku.´ (Riwayat Ahmad) Tahniah saya ucapkan pada individu seperti ini. Anda telah dibukakan hati dan diberikan hidayah oleh Allah S.T untuk membaca al-Quran.W bersabda yang bermaksud : ³Firman Allah SWT dalam hadis Qudsi.W. Tiba sahaja bulan Ramadhan. Tamat sahaja acara tersebut. Puasa berkata: Hai Tuhanku. kalau dalam masa setahun tidak pernah menjengah mushaf. aku menegahnya daripada makan dan syahwat pada siang hari.W. kita semua seakan masuk ke dalam Karnival/Pesta yang datang setahun sekali. aku tegahkannya daripada tidur malam. Sekurang-kurangnya. MARATHON AL-QURAN Ini pula satu penyakit bagi pembaca al-Quran. semuanya berlumba-lumba untuk mengkhatamkan al-Quran. Benarlah sabda Rasulullah S. bahawa sesungguhnya bukan pada bulan Ramadhan sahaja dituntut agar kita membaca al-Quran. Maka berilah syafaatku padanya. Aku tidak kata bahawa ³alif laam mim´ itu satu huruf tetapi alif satu huruf. Namun. Sesiapa yang membaca satu huruf daripada kitab Allah (al-Quran) maka baginya (pembaca) dengannya (al-Quran) pahala dan pahala digandakan sepuluh sebagaimananya. Sebuah hadis riwayat al-Turmuzi daripada Abi Sa¶id bahawa Rasulullah S. Hancur-lebur semuanya! Tidak salah sekiranya anda ingin membaca al-Quran dengan rentak dan tempo yang laju. bulan Ramadhan seperti Karnival/Ekspo/Pesta. Pada bulan Ramadhan. nescaya aku kurniakannya yang lebih afdal daripada yang aku kurniakan kepada orang yang meminta. Setiap individu beriya-iya hendak membaca al-Quran. Mungkin kerana begitu ghairah untuk mengkhatamkan al-Quran dalam tempoh sebulan. KARNIVAL AL-QURAN Memang fenomena ini merupakan perkara yang bagus dan dituntut. Tetapi kena tahu caranya. Paling µkoman¶ pun wajib khatam sekali. pastinya akan diisi dengan aktiviti µmengaji¶. Paling tidak pun. Dan kelebihan kalam Allah S.W yang bermaksud : ³Puasa dan al-Quran memberi syafaat kepada hamba pada hari kiamat. AlQuran pula berkata: Tuhanku. tetapi janganlah ia menjadi seperti kebanyakan program Karnival yang lain. maka berilah syafaat kepadaku padanya. ada juga pertambahan amalan apabila tiba bulan Ramadhan berbanding individu yang tidak pernah langsung mempunyai keinginan untuk membelek-belek al-Quran.A. Kemudian kedua-duanya diberi syafaat. lam satu huruf dan mim itu satu huruf (Riwayat Tarmizi) Bagus juga perkara sebegini. Ada sahaja masa terluang.A. . Namun.Apabila tiba sahaja bulan Ramadhan. apa yang merunsingkan fikiran ialah : ³Adakah al-Quran ini hanya untuk dibaca pada bulan Ramadhan?´ Seperti yang saya katakan pada awal tadi.´ Namun sedarkah kita. Kita sebenarnya dituntut untuk membaca al-Quran setiap hari.

TADWIR Ini pula adalah tingkatan bacaan pertengahan diantara tahqiq dan hadar.. Maklumlah. Mungkin juga martabat ini digunakan oleh pembaca al-Quran yang masih µbertatih¶ dalam membaca alQuran. 1) adakah sy orng awam yang tiada langsung berlatarbelakangkan pendidikan agama boleh untuk menjadi penghafaz al-quran. Bacaan ini bagus dan elok diamalkan untuk memudahkan pembaca al-Quran memahami dan tadabbur terhadap ayat yang dibacanya. Kadar harakat yang digunakan adalah kadar yang paling maksimum iaitu 6 harakat. saya lebih suka untuk membahagikannya kepada 3 bahagian : 1.A. Hadar TAHQIQ Tingkatan bacaan ini adalah yang paling bagus.W. 3) tidak dinafikan perubahan2 masa memungkin untuk perubahan kaedah penghafazan.Dalam muqaddimah ilmu tajwid ada diterangkan mengenai tingkatan/martabat bacaan. banyak perkara yang perlu saya lakukan selain dari meng¶update¶ blog ini.imranshamsir. Minta maaf sekiranya saya tidak dapat membalas email anda semua. Tadwir 3. HADAR Inilah tingkatan bacaan boleh digunakan oleh pembaca al-Quran untuk acara µpecut 100 meter¶. Kadar bacaan ini adalah yang paling laju dalam senarai martabat bacaan al-Quran. 2) apaakah kaedah yang biasa digunapakai oleh pusat2 tahfiz atau institusi dlm mengajar pelajar untuk menghafaz al-quran. Melainkan individu tersebut adalah penghafaz al-Quran atau selalu berdampingan dan istiqomah dalam membacanya setiap hari. 1 juzuk al-Quran boleh dihabiskan dalam tempoh 20 minit sahaja. Untuk memudahkan anda. hukum-hukum masih dijaga dengan baik.com/al-quran/al-quran-untuk-semua/ Saya banyak menerima email akhir-akhir ini. Tahqiq 2. Ada juga ulama¶ tajwid yang mengklasifikasikannya kepada 4 bahagian. Dengan anggaran 1 muka surat bersamaan 1 minit. Tidak ramai pembaca a. dan inilah bacaan yang diamalkan oleh Rasulullah S.-Quran yang dapat mengamalkan bacaan ini. apakan kaedah yang paling sesuai bagi golongan awam untuk penghafazan buat masa kini. http://www. Ramai di kalangan pembaca alQuran mengamalkan bacaan ini. Secara umumnya ulama¶ tajwid membahagikannya kepada 3 bahagian. Secara mudahnya dalam kategori Mad Aridh Li al-Sukun. Secara puratanya. Walaupun begitu. Antara email yang saya rasakan perlu saya jawab dengan kadar segera adalah email ini : Assalamu¶alaikum«Ustaz Saya nak bertanya berdasarkan pengalaman ustaz dalam penghafazan al-Quran. Pendapat ustaz. Hukum-hukum tajwid dan hak-hak huruf dijaga dengan kadar maksimum. .

com/al-quran/al-quran-zaman-moden/ .com/al-quran/kaedah-mencari-muka-surat-setiap-awal-juzuk-alquran/ Bagi sesebuah institusi tahfiz atau pusat pengajian menghafaz al-Quran yang menggunakankaedah tasmik menggunakan silibus sukatan berpandukan muka surat. Jadi. kaedah ini hanya sesuai digunapakai pada al-Quran Rasm Uthmanisahaja. setiap satu muka surat mengandungi 15 baris ayat. Hasil jawapan tersebut hendaklah ditambah dengan angka 2 dihujungnya. Waktu itu. Saya sendiri mengalami masalah ini ketika menjadi guru hafaz bagi pelajar tingkatan satu.Wassalam http://www. Sudah pasti menjadi masalah bagi guruguru dan juga pelajar untuk mengingati nombor muka surat yang telah mereka hafaz. Setiap satu juzu¶ mengandungi 20 muka surat. apabila ditanya sampai manakah hafazan mereka? Pelajar tidak memberitahu ayat atau maqra¶ mana yang telah mereka hafaz. Lihat contoh ini : Katakan juzu¶ yang anda ingin ketahui muka suratnya adalah juzu¶ 6. pengiraannya adalah seperti berikut : 6±1=5 5 x 2 = 10 10 ditambah angka 2 dihujungnya = 102 Begitu juga jika anda ingin mendapatkan awal muka surat dalam juzu¶ lain. Contohnyajuzu¶ 30 : 30 ± 1 = 29 29 x 2 = 58 58 ditambah angka 2 dihujungnya = 582 Walaubagaimanapun. tidak kira sama ada mushaf fizikal atau digital. Kemudian jumlah yang telah anda dapati tersebut di darab pula dengan 2.imranshamsir. Untuk pengetahuan anda.imranshamsir. KAEDAH RINGKAS MENGENAL PASTI MUKA SURAT SETIAP AWAL JUZUK Formulanya amat mudah : (x ± 1) 2 +2 Sekali pandang macam rumuz algebra pulak jadinya. sebaliknya mereka hanya memberitahu muka surat yang telah dihafaz. di dalam al-Quran Rasm Uthmani. Maka. Saya sengaja berbuat demikian agar mudah untuk anda mengingatinya. untuk memudahkan guru-guru hafaz dan juga pelajar-pelajar. Manakala al-Quran yang menggunakan Rasm Imla¶i atau lebih dikenali dengan istilah ³al-Quran Majeed´ adalah berlainan. Saya ingin kongsikan kaedah ringkas untuk mengenal pasti muka surat pada setiap awal juzu¶. Manakala. juzu¶ yang hendak dicari ditolak dengan angka 1. Jadi. x yang dimaksudkan itu adalah juzu¶ yang hendak anda cari muka suratnya. Selamat mencuba dan saksikan keajaiban yang berlaku«!!! http://www.

alAs¶ilatu Thalatah Haulaha al-Jadal merumuskan dari perselisihan fuqaha¶ ini. Perisian al-Quran Selain dari dua kategori yang saya nyatakan di atas. PDA. Audio al-Quran Audio al-Quran ini boleh didapati dalam pelbagai bentuk juga. Jumhur (termasuk Syafi¶iyah) menegah orang yang berhadas kecil membaca. Brand atau jenama yang paling dikenali di Malaysia ialah Enmac dan Khaleefa. apakah yang dimaksudkan dengan al-Mutahharun? . hukum pertengahan ialah makruh hukumnya orang berhadas menyentuh dan membawa mushaf. Ulama¶ berbeza pendapat mengenai perkara ini. Al-Quran Digital Kini terdapat pelbagai bentuk dan jenama al-Quran digital. al-Quran juga begitu. al-Quran boleh didapati dalam beberapa bentuk : 1. terdapat pelbagai bentuk al-Quran selain dari mushaf Rasm Uthmani yang biasa digunakan oleh majoriti umat Islam di dunia. Sama ada dalam bentuk CD. HUKUM MENYENTUH AL-QURAN Pertama : Ijma¶ fuqaha¶ menetapkan harus membaca al-Quran tanpa berwudhu. ms 76) Kedua : Khilaf fiqhi. Semuanya dalam bentuk portable dan mudah alih. Seorang pengkaji semula hukum-hukum feqah dari Saudi. Perisian (Software) al-Quran Oleh itu. Al-Quran Digital 2. al-Majmu¶ Jilid 2. penunjuk arah kiblat. Saya mengklasifikasikan audio al-Quran dalam kategori ini untuk membezakannya dengan al-Quran digital yang lebih kepada fungsi visual. menyentuh dan membawa mushaf berdasarkan dalil dari al-Quran Surah al-Waqi¶ah : 78-79 dan hadis riwayat Malik dan Baihaqi dari Umar bin Hizam. penggera (alarm) dan sebagainya. terdapat beberapa perkara yang mungkin mengelirukan ramai umat Islam terutamanyatentang hukum menyentuh. Syaikh Abu Yusof Abd Rahman Abd Samad. Dalil golongan yang mengatakan haram: Firman Allah Ta¶ala dalam Surah al-Waqiah ayat 78-79 : Ulama¶ mengatakan ganti nama nya dalam ayat itu kembali kepada al-Quran. telefon bimbit atau gadget-gadget yang lain. memegang dan membawa al-Quran. namun berwudhu itu lebih afdhal (Imam Syaraf an Nawawi. Selain dari objektif asal penggunaannya sebagai mushaf. al-Quran zaman moden juga boleh didapati dalam bentuk perisian (software) al-Quran. Di zaman yang serba moden dan canggih ini. DALIL DAN HUJAH 1. Kaset dan file dalam bentuk mp3 yang boleh dimainkan dalam komputer. 2. Akan tetapi mereka berbeza pendapat. alMushaf dan sebagainya. Ketika ini. Audio al-Quran 3. bukannya Luh Mahfuz. Software paling banyak digunakan ialah Quran In Word. Kelebihan menggunakan al-Quran ini adalah ianya mempunyai pelbagai fungsi. terdapat fungsi tambahan seperti ebook reader. 1. 3.Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.

[sila rujuk Tafsir al-Tabari 17/226] Al-Alusi menyebut di dalam tafsirnya Ruhul Ma¶ani (27/155) : Imam Sayuti menyebut di dalam kitab alAhkam: Imam Syafie berdalilkan ayat ini dengan mengatakan orang yang berhadas tidak boleh memegang al-Quran. di samping ayat ini juga boleh jadi suatu perkhabaran yang bermaksud larangan dan juga boleh jadi perkhabaran semata-mata.w kepada µAmru bin Hazmi terdapat: (bahawa tidak boleh memegang al-Quran kecuali orang yang suci) [Muwatta' 141]. Jadi. ganti nama tersebut merujuk kepada Luh Mahfuz. . Manakala Ibnu Rusyd pula berkata (Bidayatul Mujtahid 1/42) : Sebab khilaf ialah perkataan alMutahharun yang boleh membawa makna manusia dan juga malaikat. dan maksud al-Mutahharun ialah Malaikat al-Muqarrabun. Sunan al-Dar al-Qutni dan Sunan al-Nasaie. Al-Dar al-Qutni dan al-Hakim pula meriwayatkan bahawa Umar bin Abdul Aziz telah menghantar wakil ke Madinah untuk mencari sesuatu petunjuk sunnah Nabi dalam bab zakat dan wakilnya itu telah menjumpai kitab ini dalam simpanan keturunan µAmru bin Hazmi [lihat komentar Syeikh Ahmad Syakir dlm kitab al-Muhalla oleh Ibn Hazmi 1/82]. iaitu orang-orang mukmin.a. Hadis ini merupakan petikan dari kitab yang ditulis oleh Nabi kepada µAmru bin Hazmi di Yaman. Ayat ini sebenarnya satu penafian dan penolakan kepada hujah golongan Musyrikin yang mendakwa Syaitanlah yang telah menurunkan kitab al-Quran ini. cetakan India) di mana sebahagian darinya terdapat juga di dalam Sahih Ibnu Hibban. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Muwatta¶. Akan tetapi oleh kerana ada ihtimal (kemungkinan) ganti nama boleh kembali kepada Qur¶an atau juga kepada Luh Mahfuz. Manakal Yang lain pula mengatakan : Suci dari syirik dan kekufuran.Ada yang berpendapat : Orang yang suci dari hadas dan najis. Komentar tentang hadis ini ialah sanadnya mursal. Ini adalah pilihan yang zahir dari ayat ini. Ibnu Abdil Barri berkata : Tiada khilaf dari Imam Malik bahawa hadis ini mursal. Antara hujah yang menyokong pendapat ini. sebagaimana yang disebut oleh Qatadah ialah al-Quran boleh dipegang di dunia ini oleh si Majusi dan si Munafiq yang dianggap najis. ia tidak dipegang kecuali oleh mereka yang suci. tidak boleh berhujah dengan ayat ini. Kitab ini berada bersama kaum keluarga beliau selepas kematiannya. bahawa dalam kitab yang ditulis oleh Rasulullah s. dari Abdullah bin Abu Bakar bin Hazmi. [sila rujuk Tafsir al-Qurtubi 17/226] Sebahagian ulama¶ berpendapat. Sila rujuk ayat 210-212 surah al-Syu¶ara¶. Ia adalah sebuah kitab yang masyhur di kalangan ahli sejarah dan terkenal di kalangan ulama¶ di mana kemasyhurannya itu menyebabkan ia tidak perlu (dilihat) kepada sanadnya [kata-kata ini dinukil oleh penyunting kitab Muwatta¶ ms 141]. kebanyakan ulama¶ yang mengatakannya haram berdasarkan kepada dalil daripada hadis. sedangkan dalam ayat 79 surah al-Waqiah . al-Mutahharun pula adalah para Malaikat yang Allah bersihkan mereka dari tabiat yang negatif dan sifat-sifat yang tercela. Walau bagaimanapun ia diriwayat secara bersanad dari jalan lain yang bagus. Syeikh Ahmad Syakir menyebut bahawa beliau telah menjumpai hadis ini selengkapnya dalam Mustadrak al-Hakim (1/359.

Hakim bin Hizam. Al-Zuhri dan lain-lain telah membacanya. Ibnu Kathir berkata : Ini adalah sesuatu yang bagus. Ishaq al-Maruzi berkata di dalam kitab Masail Imam Ahmad : Aku bertanya Imam Ahmad : Bolehkah seorang lelaki itu membaca Quran tanpa wudhu? Imam Ahmad menjawab : Ya. Ya¶qub bin Sinan juga berkata : Aku tidak tahu di sana ada sebuah kitab yang lebih sahih dari kitab ini. Syeikh al-Bani juga menyebut bahawa telah thabit dan sah riwayat yang mengatakan Sa¶ad bin Abi Waqas telah menyuruh anaknya Mus¶ab supaya berwudhu dahulu sebelum menyentuh al-Quran. Imam Ahmad berkata : Aku harap ianya sahih. Ibnu Umar. Al-Marhum Syeikh Nasiruddin al-Albani [di dalam kitab Irwa¶ul Ghalil (1/160-161)] telah menyebut kesemua sanad hadis ini dan kitab-kitab hadis yang mentakhrijnya. Sebenarnya kesahihan hadis ini juga telah dinyatakan oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Al-Hakim berkata : Umar bin Abdul Aziz dan Imam zamannya. Hadis ini diriwayatkan secara bersambung sanadnya dari empat orang sahabat. Ini kerana telah thabit dari Nabi S. Ini telah dinyatakan oleh al-Nawawi di dalam Taqribnya dan al-Suyuti di dalam syarahnya. lebih-lebih lagi Imam Ahmad telah berhujah dengan hadis ini. kemudian beliau berkata : Sesungguhnya kesemua jalan hadis ini tidak bebas dari unsur dhaif. µIllah hadis ini hanya irsal atau hafalan yang kurang baik. dan Uthman bin Abi al-µAs. . boleh.A. Ibnu Abdil Barri pula berkata : Ia seperti mutawatir kerana telah sepakat diterima ramai. Akan tetapi dhaifnya itu adalah kecil kerana tiada perawi yang dituduh sebagai pendusta.W : Tidak boleh menyentuh al-Quran kecuali orang yang suci. Dan ini menyatakan penerimaan terhadap kesahihan hadis ini. dan sebagaimana yang telah ditetapkan di dalam ilmu Mustolah al-Hadis bahawa setiap jalan periwayatan hadis boleh menguatkan di antara satu sama lain sekiranya tiada rawi yang dituduh pendusta. iaitu µAmru bin Hazmi. Tapi dia tidak boleh membacanya dengan memegang mushaf selagi dia tidak berwudhu. Beliau juga berkata bahawa beliau telah membaca kitab Fawa¶id Abi Syu¶aib dan mendapati Imam alBaghawi telah bertanya Imam Ahmad tentang hadis ini. Ia diriwayatkan oleh Imam Malik dan al-Baihaqi dengan sanad yang sahih. Dalil golongan yang mengatakan boleh.a. iaitu al-Zuhri telah menyaksikan bahawa kitab ini adalah sahih [lihat Subul al-Salam oleh al-San¶ani 1/70] 2. Beliau telah berhujah dengan hadis ini di banyak tempat dalam kitabnya [lihat Majmu¶ Fatawa 17/12 & 21/228] Al-San¶ani berkata : Kitab µAmru bin Hazmi telah sepakat diterima ramai. dan yang seperti ini sepatutnya diambil (dipegang) [Tafsir Ibnu Kathir 6/537].w bersabda : Tidak boleh menyentuh al-Quran kecuali orang yang suci. Begitulah juga yang telah dilakukan oleh para sahabat dan tabiein.Ibnu Kathir menyebut bahawa Abu Daud telah meriwayatkan di dalam kitab al-Marasil dari hadis al-Zuhri bahawa beliau berkata : Aku telah membaca di dalam sahifah Abu Bakar bin Amru bin Hazmi bahawa Rasulullah s. Imam Ishaq bin Rahawaih juga telah mentashihkannya. Sesungguhnya para sahabat dan tabiein merujuk kepadanya dan meninggalkan pendapat mereka sendiri.

Ibnu Hazmi berkata : Membaca al-Quran. maka lebih-lebih lagilah orang yang berhadas. Kemudian dibawakan surat Nabi S. seorang penuntut ilmu hendaknya meletakkan hafalan Al Qur⼌an sebagai prioriti utamanya. sukar mengalah Belajar dari Kematian » 15 langkah efektif untuk menghafal Al-Quran May 29th. kemudian hilang apabila beralih kepada ayat lain. KESIMPULAN Terpulang kepada pembaca untuk berpegang kepada salah satu hukum sama ada boleh atau tidak menyentuh dan membawa al-Quran tanpa wudhu.A. Namun hukum ini diguna pakai pada mushaf sahaja. sumber dari segala sumber hukum. Manakala bagi peralatan dan gadget zaman moden ini tidak tertakluk pada hukum tersebut. adalah dbenarkan memegang telefon bimbit atau kaset yang merakam al-Quran tersebut. Berdasarkan ini. dan berzikir kepada Allah adalah perbuatan baik yang disunatkan dan diberi pahala kepada pelakunya. HUKUM MENYENTUH AL-QURAN BUKAN DALAM BENTUK MUSHAF Berkata Syeikh Abdul Rahman ibn Nasir al-Barraak : Telefon bimbit dan alat-alat yang serupa dengannya dimana terdapat rakaman al-Quran didalamnya tidak termasuk dibawah hukum yang sama dengan mushaf. kasar. Ia tidak berbentuk sebagaimana ia dibaca.A. Di dalam surat itu terdapat ayat 63 Surah ali-Imran.com/2007/04/25/sukses-belajar-2/) Sesuatu yang paling berhak dihafal adalah Al Qur⼌an. MA (dari ahmadzain. Ia wujud sebagai bentuk gelombang yang membentuk huruf apabila diperlukan.hadithuna. http://nurjeehan. walaupun tidak suci (tanpa wudhu). Namun hukum membaca al-Quran tanpa wudhu adalah diharuskan.W telah menulis kepada Raja Rom yang kafir dan beliau telah memegangnya. kerana Al Qur⼌an adalah Firman Allah. Sesiapa yang mengatakan ia dilarang perlulah membawakan bukti! [al-Muhalla 1/78] Hadis dalam Sahih Bukhari : dari Ibnu Abbas bahawa Abu Sufyan ketika beliau berada di Syam sebelum keislamannya telah dipanggil oleh Raja Rom. 2007 by nurjeehan Oleh Ahmad Zain An Najah.wordpress. Hujah mereka ialah Nabi S. Dibenarkan membacanya. kerana huruf al-Quran didalam peralatan in adalah berbeza dari huruf didalam Mushaf. Berdasarkan hujah dan dalil yang telah dikemukakan diatas. maka ia dipaparkan di skrin. memegangnya. pedoman hidup umat Islam.W yang dihantar kepadanya menyeru beliau kepada Islam. dan bacaan yang paling sering dulang-ulang oleh manusia. maka saya berpegang kepada hukum makruh menyentuh dan membawa al-Quran tanpa wudhu. . Oleh kerananya. Sekiranya orang kafir boleh memegangnya.com/2007/05/15-langkah-efektif-untuk-menghafal-al-quran/ « Ego jadikan umat keras hati.

â¼ Imam Nawawi.Berkata Imam Nawawi : â¼ Hal Pertama ( yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu ) adalah menghafal Al Quran. Kalau sudah hafal Al Quran jangan sekali. ia melakukan Solat Hajat dengan memohon kepada Allah agar dimudahkan di dalam menghafal Al Qur⼌an. kerana akan menyebabkan hilangnya sebahagian atau bahkan seluruh hafalan Al Quran.kali menyibukkan diri dengan hadis dan fiqh atau material lainnya. biasanya akan terus dan tidak berhenti. y Langkah Kedua : Hendaknya setelah itu. â¼ () y Langkah Ketiga : Memperbanyak do⼌a untuk menghafal Al Qur⼌an.( Beirut. () Do⼌a ini memang tidak terdapat dalam hadis. Al Majmu⼌. atau kerana yang lain. Mungkin anda boleh berdo⼌a seperti ini : اÙÄÙÄÙÁÙ ÙÖÙ ÙÃق٠ÙÄØ٠ظ اÙÄÙÃرآق اÙÄ٠ر٠٠ÙÖرزÙÃق٠تÙÄاÙÖتÙÁ أقاء اÙÄÙÄÙ ÙÄ ÙÖأطرا٠اÙÄقÙÁار عÙÄÙŠاÙÄراØ٠٠ق . diantaranya adalah sebagai berikut : y Langkah Pertama : Pertama kali seseorang yang ingin menghafal Al Qur⼌an hendaknya mengikhlaskan niatnya hanya kerana Allah sahaja. Juz : I. Dar Al Fikri. Berbeza kalau niatnya hanya untuk mengejar material atau hanya ingin ikut perlumbaan. 1996 ) Cet. Suatu pekerjaan yang diniatkan ikhlas. Hal ini sebagaimana yang diriwayat Hudzaifah ra. Dengan niat ikhlas. ¡ ¡ اÙÄÙÖجÙÁ اÙÄذ٠٠رض٠٠عقا ٠ا أرØÙ   ٠اق رسÙÖÙÄ Ø§ÙÄÙÄÙÁ صÙÄÙŠاÙÄÙÄÙÁ عÙÄÙ ÙÁ ÙÖسÙÄ٠إذا ØزبÙÁ ¡ ¡   . kerana ia adalah ilmu yang terpenting. bahkan para ulama salaf tidak akan mengajarkan hadis dan fiqh kecuali bagi siapa yang telah hafal Al Quran. Pertama. maka Allah akan membantu menjauhkan anda dari rasa malas dan bosan. akan tetapi seorang muslim boleh berdo⼌a menurut kemampuan dan bahasanya masing-masing. hal : 66 Di bawah ini beberapa langkah efektif untuk menghafal Al Qur⼌an yang disebutkan para ulama. Waktu solat hajat ini tidak ditentukan dan doa⼌anyapun diserahkan kepada masing-masing peribadi. yang berkata : أ٠ر صÙÄÙÅ â¼ Bahwasanya Rasulullah saw jika ditimpa suatu masalah beliau langsung mengerjakan solat.

wahai Yang Maha Pengasih ⼠. y Langkah Keempat : Menentukan salah satu metode untuk menghafal Al Qur⼌an. Untuk halaman satu kita tinggal dulu. maka sebelum menghafal halaman ke-tiga. yaitu membaca satu ayat yang mahu kita hafal tiga atau lima kali secara benar. Sebenarnya banyak sekali metode yang boleh digunakan untuk menghafal Al Qur⼌an. kerana sudah terulangi lima kali. dan enam. dan berilah aku kekuatan untuk terus membacanya siang dan malam sesuai dengan ridha dan tuntunan-Mu . Jika kita ingin menghafal halaman ke-tujuh. setelah itu kita baru mulai menghafalnya. kita baru menghafal ayat tersebut. empat. agar kita boleh menyambungkan hafalan antara satu halaman dengan halaman berikutnya. tiap hari kita mengulangi lima halaman : satu yang baru. kerana sudah terulangi lima kali. Setelah hafal satu lembar. kita harus mengulangi tiga halaman yang sudah kita hafal. empat dan lima. Setelah selesai. yaitu halaman tiga. Sebagai contoh : jika kita sudah menghafal satu lembar kemudian kita lanjutkan pada lembar ke-dua. () . Akan tetapi di sini hanya akan disebutkan dua metode yang sering dipakai oleh sebahagian penghafaz. dan terbukti sangat efektif : Metode Pertama : Menghafal per satu halaman ( menggunakan Mushaf Madinah ). maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya.⼠Ya Allah berikanlah kepadaku taufik untuk menghafal Al Qur⼌an. Dan jangan sampai pindah ke halaman berikutnya kecuali telah mengulangi halaman. dan begiu seterusnya sampai satu halaman. tiga. lima. Kemudian sebelum menghafal halaman ke-empat. Jika kita ingin menghafal halaman ke-enam. empat yang lama. Setelah satu halaman. Perlu diperhatikan juga. maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya. kita harus mengulangi dua halaman sebelumnya.halaman yang sudah kita hafal sebelumnya. Akan tetapi sebelum pindah ke ayat berikutnya kita harus mengulangi apa yang sudah kita hafal dari ayat sebelumnya. setelah itu. Kita membaca satu lembar yang mahu kita hafal sebanyak tiga atau lima kali secara benar. maka kita mengulanginya sebagaimana yang telah diterangkan pada metode pertama . dan begitu seterusnya. baru kita pindah kepada lembaran berikutnya dengan cara yang sama. Untuk halaman satu dan dua kita tinggal dulu.ayat . kita pindah ke ayat berikutnya dengan cara yang sama. Jadi. yaitu halaman dua. Metode Kedua : Menghafal per. Masing-masing akan mengambil metode yang sesuai dengan dirinya. kita harus mengulangi empat halaman yang sudah kita hafal. setiap kita menghafal satu halaman sebaiknya ditambah satu ayat di halaman berikutnya. Kemudian sebelum meghafal halaman ke-lima.

Surat Al Isra⼌ sampai Al Furqan 5. Surat Al Baqarah sampai Surat An Nisa⼌ 2.> ï´ ¾ ع٠ÙÄÙ Ù Ù ÙÁÙ Ù« Ù Ø´ Ù ÙÁ٠٠دٽا Ù« ٠ا )إبراÙÁÙ Ù« Ù 2/ ÙÖ٠٠٠ق٠ت ٠د٠٫ ٠ت٠٠٠٠ÙÁÙ Ù« Ù Ù Ù ÙÄÙ Ù« ٠٠ا ٠٠ق٠ت٠أ٠ق٠ت٠ت٠ÙÖ٠٠٠٠٠٠ت٠ق٠٠اÙÄر٠٠ÙÃ٠٠ب٠ع٠ÙÄÙ Ù Ù ÙÁÙ Ù« Ù ( اÙÄÙ« ائدة : 116 ) ÙÖ٠٠٠ق٠ت Ù < â¼´â¼´â¼´ > ٠٠ق٠ت٠إ٠ÙÄÙ ÙŠاÙÄÙ ØÙ ÙÃÙ Ù 3/ Ø£Ù Ù Ù Ù« ٠ق٠٠٠ÙÁ٠د٠٠٠ÙÃ٠٠أ٠ق٠٠ت٠٠ب٠ع٠أ٠٫ Ù Ù« ٠ق٠ÙÄ٠ا Ù Ù ÙÁ٠د٠٠٠£ £ ¢ ¢ ¢ £ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ £ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ £ ¢ £ £ Ø£Ù Ø- £ . Surat Al Maidah sampai Surat At Taubah 3. Surat As Shoffat sampai Surat Al Hujurat 7. Seperti yang terdapat dalam ayat-ayat di bawah ini : 1/ ÙÖ٠إ٠ذ٠ر٠ب٠٠ÙÁ٠اب٠ت٠ÙÄÙ ÙŠإ٠ب٠ر٠اÙÁÙ Ù Ù« ٠ب٠٠٠ÙÄÙ Ù« ات ( اÙÄبÙÃرة : 124 ) â¼´. Surat As Syuara⼌ sampai Surat Yasin 6. Perbaikan bacaan meliputi beberapa hal. Sebelum mulai menghafal. atau huruf ( tsa) jangan dibaca ( sa⼌ ) sebagaimana contoh di bawah ini : ث٫ â¼´â¼´ > س٫ / اÙÄذ٠ق â¼´. kemudian masuk pada bahagian ke-enam dan seterusnya.Untuk memudahkan hafalan juga. Surat Yunus sampai Surat An Nahl 4. diantaranya : a) Memperbaiki Makhraj Huruf. Surat Qaf sampai Surat An Nas Boleh juga dimulai dari bagian terakhir yaitu dari Surat Qaf sampai Surat An Nas. hendaknya kita memperbaiki bacaan Al Qur⼌an agar sesuai dengan tajwid.> اÙÄز٠ق b) Memperbaiki Harakat Huruf . Seperti huruf ( dzal) jangan dibaca ( zal ). y Langkah Kelima : Memperbaiki Bacaan. kita boleh membahagi Al Qur⼌an menjadi tujuh hizb ( bahagian ) : 1.

sehingga kesalahan itu terus terbawa dalam hafalan kita. jawabnya.Ù Ù ÙÁ٠د٠٠4/ ر٠ب٠٠ق٠ا أ٠ر٠ق٠ا اÙÄÙ Ù Ø°Ù Ù Ù Ù‚Ù Ø£Ù Ø Ù ÙÄ٠٠اق٠ا ٠٠ق٠اÙÄ٠ج٠ق٠٠ÙÖ٠اÙÄÙ Ø¥Ù Ù‚Ù Ø³Ù Ù Ø ÙÄت :29 ) â¼´â¼³ > اÙÄ٠٠ذ٠٠ق ٠٠٠اÙÄق٠٠ار٠خ٠اÙÄ٠د٠٠٠ق٠٠٠٠ÙÁ٠ا 17) â¼´â¼³ > خاÙÄد٠٠ق Ù Ù ÙÁا y Langkah Keenam : Untuk menunjang agar bacaan baik. hendaknya hafalan yang ada. akhir-akhir ini ¦ ÙÖÙ Ø°Ù ÙÄ٠٠٠ج٠ز٠اء٠اÙÄظ٠٠اÙÄÙ Ù Ù Ù Ù‚Ù ï´ ¾ اÙÄØØ´ ر: ¦ ¥ ¦ 5/ ٠٠٠٠اق٠ع٠اÙÃ٠ب٠ت٠ÙÁ٠٠٠ا أ٠ق٠٠ÙÁ٠٠٠ا ¥ ¦ ¦ Ø¥Ù ÙÄ٠٠ا أ٠ق٠٠٠ÙÁ٠د٠ÙÅ ( ÙÖقس : 35 ) â¼´. dan kita menghafalnya dengan bacaan tersebut bertahun-tahun lamanya tanpa mengetahui bahwa itu salah. jangan sampai kita sudah merasa hafal satu halaman.> Ø£Ù ¥ ¤ ¥ ¤ ¤ ¤ ¥ ¥ ¤ ¦ ¥ § ¤ ¤ ¤ ¥ ¤ ٠ق ÙÄا § ¥ ( ¤ . y Langkah Kelapan : Untuk menguatkan hafalan. tidak hanya sekadar mendengar sambil mengerjakan pekerjaan lain. Kebetulan dalam rumah itu ada nenek tua. seorang ahli hadis yang terkenal dengan kuatnya hafalannya. mungkin sampai tujuh puluh kali. Pada suatu ketika. Kerana seringnya dia mengulang-ulang hafalannya. Kalau boleh. Qur⼌an murattal dari seorang syeikh yang mantap. kemudian nenek tersebut memanggil Ibnu Abi Hatim dan bertanya kepadanya : Wahai anak. kemudian kita tinggal hafalan tersebut dalam tempoh yang lama. y Langkah Ketujuh : Faktor lain agar bacaan kita baik dan tidak salah. ia menghafal sebuah buku dan diulanginya berkali-kali. Kadang. sudah hafal buku tersebut hanya dengan mendengar hafalanmu. â¼ Kalau begitu. Untuk diketahui. kita tasmi kan kepada orang lain. saya saja . hal ini akan menyebabkan hilangnya hafalan tersebut.â¼ ¨ Alhamdulillah banyak program TV yang menyiarkan secara langsung pelajaran Al ¨ akan tetapi mendengar dengan serius dan secara teratur. adalah memperbanyak untuk mendengar kaset-kaset bacaan Al Qur⼌an murattal dari syeikh yang mantap dalam bacaannya. sampai orang lain yang mendengarkannya akhirnya memberitahukan kesalahan tersebut. ketika menghafal sendiri sering terjadi kesalahan dalam bacaan kita. kerana kita tidak pernah mentasmi kan hafalan kita kepada orang lain. agar orang tersebut membenarkan jika bacaan kita salah. Berkata nenek tersebut : â¼ Jangan seperti itu. sampai nenek tersebut bosan mendengarnya. apa yang sedang engkau kerjakan ? â¼ Saya sedang menghafal sebuah buku â¼ . Diriwayatkan bahwa Imam Ibnu Abi Hatim. hendaknya kita mengulangi halaman yang sudah kita hafal sesering mungkin.

Menghafal Al Qur⼌an kepada seorang guru yang ahli dan mapan dalam Al Qur⼌an adalah sangat diperlukan agar seseorang boleh menghafal dengan baik dan benar. dan sebaliknya Ibnu Abi Hatim.. dan kalau perlu kita lanjutkan dengan menulisnya ke dalam buku atau papan tulis. Barangkali kalau sekadar menghafal banyak orang yang mampu melakukannya dengan cepat. baru tulisan tersebut dicuci dengan air. y Langkah Kesepuluh : Menghafal kepada seorang guru.sebelum telinga. tidak ada satupun hafalannya yang lupa. () Kerana mata kita akan ikut menghafal apa yang kita lihat. sebagaimana nenek tadi.saya ingin mendengar hafalanmu â¼ kata Ibnu Abi Hatim. setelah mereka menghafalnya di luar kepala. y Langkah Kesebelas : Menggunakan satu jenis mushaf Al Qur⼌an dan jangan sekali-kali pindah dari satu jenis mushaf kepada yang lainnya. Maksudnya kita menghafal bukan hanya dengan mata saja. jelas itu akan mengaburkan hafalan kita. Ini sangat membantu hafalan seseorang. lalu nenek tersebut mulai mengeluarkan hafalannya. y Langkah Kesembilan : Faktor lain yang menguatkan hafalan adalah menggunakan seluruh panca indera yang kita miliki. sudah dihimbau oleh salah seorang penyair dalam tulisannya : اÙÄع٠ق تØ٠ظ ÙÃبÙÄ Ø§ÙÄأذق ٠ا تبصر ٠اختر ÙÄق٠س٠⼠Mata akan menghafal apa yang dilihatnya. Ibnu Abi Hatim datang kembali kepada nenek tersebut dan meminta agar nenek tersebut menngulangi hafalan yang sudah dihafalnya setahun yang lalu. Ada beberapa teman dari Morocco yang menceritakan bahawa cara menghafal Al Qur⼌an yang diterapkan di sebagian daerah di Morocco adalah dengan menuliskan hafalannya di atas papan kecil yang dipegang oleh murid. Rasulullah saw sendiri menghafal Al Qur⼌an dengan Jibril as. â¼ () © ٠صØ٠ع٠ر٠اÙÄباÙÃÙ . Jika kita melihat satu ayat lebih dari satu posisi. © © . Setelah kejadian itu berlalu setahun lamanya. Bahkan kita sering mendengar seseorang boleh menghafal Al Qur⼌an dalam hitungan minggu atau hitungan bulan. akan tetapi yang sulit adalah menjaga hafalan dan mengulanginya secara konsisten. dan mengulanginya pada bulan Ramadlan sampai dua kali katam. Masalah ini. ternyata nenek tersebut sudah tidak hafal sama sekali tentang buku tersebut. dan hal itu tidak terlalu sulit. maka pilihlah satu mushaf untuk anda selama hidupmu. akan tetapi dengan membacanya dengan mulut kita. () Cerita ini menunjukkan bahwa mengulang-ulang hafalan sangatlah penting.

Di sana ada beberapa model penulisan mushaf. ada juga mushaf yang dipakai oleh sebahagian orang Pakistan dan India. Hal ini kerana waktu solat. disebutkan bahwasanya Rasulullah saw bersabda : إق اÙÄد٠ق ٠سر Ø Ø ÙÖÙÄق Ù Ø Ø§Ø¯ اÙÄد٠ق Ø£Øد Ø¥ÙÄا غÙÄبÙÁ ٠سددÙÖا ÙÖÙÃاربÙÖا ÙÖ Ø£Ø¨Ø Ø±ÙÖا Ø Ø¨Ø§ÙÄغدÙÖØ© ÙÖاÙÄرÙÖØØ© ÙÖØ Ø¦ ٠ق اÙÄدÙÄجة â¼ Sesungguhnya agama ini mudah. bahkan ada model mushaf yang dipakai oleh sebagian pondok pesantren tahfidh Al Qur⼌an di Indonesia yang dicetak oleh Manar Qudus . makanya amalkan agama ini dengan benar. habis solat zuhur. baik di masjid mahupun di rumah. satu juz dari mushaf ini terdiri dari 10 lembar. waktu petang habis solat Ashar. Berbeza ketika di luar solat. 8 hizb.     ÙÖاستع٠قÙÖا  . Demak. ertinya kita boleh menggunakan waktu-waktu tersebut untuk menghafal Al Qur⼌an. seperti mushaf Al Qur⼌an yang dipakai oleh sebahagian orang Mesir. dan fokus inilah yang membantu kita dalam mengulangi hafalan. seseorang sedang fokus menghadap Allah. siang dan malam ( untuk mengerjakannya ) â¼ ( HR Bukhari ) Dalam hadis di atas disebutkan waktu pagi. Cetakan-cetakan Al Qur⼌an sekarang merujuk kepada model mushaf seperti ini. dan tidak ada yang mempersulit diri dalam agama ini kecuali dia akan capai sendiri. boleh kita gunakan untuk menghafal Al Qur⼌an atau untuk mengulangi hafalan tersebut. banyak dibagi-bagikan oleh pemerintah Saudi kepada para jama⼌ah haji. y Langkah Ketigabelas : Salah satu waktu yang sangat tepat untuk melakukan pengulangan hafalan adalah waktu ketika sedang mengerjakan solat â¼ solat sunnah. Disana ada model lain. 20 halaman. serta gunakan waktu pagi. Dan bentuk mushaf seperti ini paling baik untuk dipakai menghafal Al Qur⼌an. diantaranya adalah : Mushaf Madinah atau terkenal dengan Al Qur⼌an pojok. dan ini tergantung kepada peribadi masing-masing. dan berilah khabar gembira.Yang dimaksud jenis mushaf di sini adalah model penulisan mushaf. Akan tetapi dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Mushaf Madinah ( Mushaf Pojok ) ini paling banyak dipakai oleh para pengahafal Al Qur⼌an. waktu siang siang. Sebagai contoh : di pagi hari. dan setiap halaman dimulai dengan ayat baru. perlahan-perlahan. waktu malam habis solat Isya⼌ atau ketika melakukan solat tahajud dan seterusnya. sehabis solat subuh sampai terbitnya matahari. y Langkah Keduabelas : Pilihlah waktu yang tepat untuk menghafal. siang dan malam.

karya Al Khatib Al Kafi. Biasanya seseorang yang tidak memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ). y Langkah Keempatbelas : Salah satu faktor yang mendukung hafalan adalah memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ) . Berbeza kalau seseorang sedang solat. kawannya yang punya kepentingan kepadanya-pun terpaksa harus menunggu selesainya solat dan tidak berani mendekatinya. Duurat At Tanzil wa Ghurrat At Ta⼌wil fi Bayan Al Ayat Al Mutasyabihat min Kitabillahi Al Aziz .seseorang cenderung untuk bosan berada dalam satu posisi. kadang matanya melihat kanan atau kiri. dan begitu seterusnya. ia ingin selalu bergerak.( Ø°ÙÄ٠٠٠ب٠أ٠ق٠٠ÙÁ٠٠٠٠٠اق٠ÙÖا ب٠آ٠٠ات٠اÙÄÙÄÙ Ù ÙÁ٠٠٠٠٠٠٠ر٠ÙÖق٠ÙÖÙ Ù Ù ÙÃ٠ت٠ÙÄÙ ÙÖق٠اÙÄبÙÃرة : 61 اÙÄق٠٠ب٠٠٠٠٠ق بغ٠ر اÙÄØÙà ) ( إق اÙÄذ٠ق ٠٠٠رÙÖق بآ٠ات اÙÄÙÄÙ Ù ÙÁÙ ÙÖÙ Ù Ù ÙÃ٠ت٠ÙÄÙ ÙÖق٠ع٠راق : 21 ( Ø°ÙÄ٠٠٠ب٠أ٠ق٠٠ÙÁ٠٠٠٠٠اق٠ÙÖا ب٠آ٠٠ات٠اÙÄÙÄÙ Ù ÙÁ٠اÙÄق٠٠ب٠٠٠٠٠ق بغ٠ر ØÙà ) Ø¢ÙÄ Ù Ù Ù Ù Ù Ù Ø±Ù ÙÖق٠112 Untuk melihat ayat â¼³ayat mutasyabihat seperti ini secara lebih lengkap boleh dirujuk buku â¼³ buku berikut : 1. Ayat yang ada di juz lima umpamanya akan terbawa ke juz sepuluh. atau bahkan kawannya akan menghampirinya dan mengajaknya berbual-bual. hafalannya akan tumpang tindih antara satu dengan lainnya. Di bawah ini ada beberapa contoh ayat-ayat serupa ( mutasyabihah ) yang seseorang sering melakukan kesalahan ketika menghafalnya : . atau kepalanya akan melihat ketika ada sesuatu yang menarik.ï ¿ ÙÖ٠٠٠ا Ø£Ù ÙÁÙ ÙÄ٠٠ب٠ÙÁÙ ÙÄ٠غ٠٠٠ر٠اÙÄÙÄÙ Ù ÙÁÙ ï ¾ اÙÄبÙÃرة 173 < â¼ â¼ â¼ â¼ > ï ¿ ÙÖ٠٠٠ا Ø£Ù ÙÁÙ ÙÄÙ Ù .  ÙÖÙ Ù Ù ÙÃ٠ت٠ÙÄÙ ÙÖق٠اÙÄأقب٠اء بغ٠ر ØÙà ) Ø¢ÙÄ Ø¹Ù Ø±Ù‚ :               ÙÖاÙÄأقعا٠145Ø ÙÖ Ø§ÙÄقØÙÄ 115  ÙÄ٠غ٠٠٠ر٠اÙÄÙÄÙ Ù ÙÁ٠ب٠ÙÁÙ ) اÙÄ٠ائدة 3 Ø                      . dan begitu seterusnya. Ayat yang mestinya ada di surat Surat Al-Maidah akan terbawa ke surat Al-Baqarah.

sehingga Al-Qur⼌an yang sudah dihafalnya beberapa tahun di pesantren akhirnya hanya tinggal kenangan saja. ia mampu mengulangi hafalannya . untuk menjaga hafalan Al Qur⼌an diperlukan kemahuan yang kuat dan istiqamah yang tinggi. Kemudian setelah solat. karya : Mahmud bin Hamzah Al Kirmany. jangan sampai ditinggal begitu saja. Seorang muslim tentunya tidak pernah meninggalkan solat lima waktu. atau setelah menikah atau sudah sibuk pada suatu pekerjaan. Diantara cara untuk menjaga hafalan Al Qur⼌an adalah sebagai berikut : Mengulangi hafalan menurut waktu solat lima waktu. Fenomena seperti sangat banyak terjadi dan hal itu sangat disayangkan sekali. hal ini hendaknya dimanfaatkan untuk mengulangi hafalannya. dan waktu antara azan dan iqamah. Setelah ditinggal lama dan sibuk dengan urusannya. sebelum solat dan sesudahnya. Banyak cara untuk menjaga hafalan Al Qur⼌an. karya Abu Dzar Al Qalamuni y Langkah Kelimabelas : Setelah hafal Al Qur⼌an. Seandainya saja. Sebelum solat umpamanya: sebelum azan. Apabila dia termasuk orang yang rajin ke masjid. â¼×Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur⼌an. Dia harus meluangkan waktunya setiap hari untuk mengulangi hafalannya. hendaknya setiap solat dibagi menjadi dua bahagian. setelah keluar dan sibuk dengan studinya yang lebih tinggi. Mutasyabihat Al Qur⼌an. masing-masing tentunya memilih yang terbaik untuknya. Abul Husain bin Al Munady 4. 3. Kerana. yaitu setelah membaca zikir ba⼌da solat atau zikir pagi pada solat shubuh dan setelah zikir selepas solat Asar. Boleh jadi. Banyak dari teman-teman yang sudah menamatkan Al Qur⼌an di salah satu pondok pesantren. akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga hafalan tersebut agar tetap terus ada dalam dada kita.Qur⼌an. maka jawapannya adalah kecewa. ia merasa berat untuk mengembalikan hafalannya lagi. kerana banyak orang mampu menghafal Al Qur⼌an dalam waktu yang sangat singkat. Asrar At Tikrar fi Al Qur⼌an.2. ia mendapatkan ijazah sebagai seorang yang bergelar â¼ hafiz â¼ atau â¼ hafizah â¼ . Yang paling penting dalam hal ini bukanlah menghafal. akan tetapi jika ditanya tentang hafalan Al. dia tidak lagi mempunyai program untuk menjaga hafalannya kembali. Agar terasa lebih ringan. Di sinilah letak perbezaan antara orang yang benar-benar istiqamah dengan orang yang hanya rajin pada awalnya saja. sebaiknya pergi ke masjid sebelum azan agar waktu untuk mengulangi hafalannya lebih panjang.

Juz : I. hal. tanpa menyita waktunya sama sekali. yaitu ketika ia mengerjakan solat tahajud. Inipun hanya boleh terlaksana jika masing-masing dari peserta mengulangi hafalannya sendiri-sendiri dahulu. 2002 ) Cet Pertama. Biasanya dia menghabiskan solat tahajudnya selama dua jam. Kaifa Tahfadu Al Qur⼌an. maka dia boleh menghatamkan hafalannya setiap dua belas hari. hal. bererti dia boleh menyelesaikan setiap harinya tiga juz. selama dua jam itu berapa juz yang ia dapatkan. ( Kairo. Ke-Tiga. biasanya ia boleh menyelesaikan satu juz dalam waktu setengah jam. 2002 ) Cet. Menurut ukuran umum. 1996 ) Cet.21-39 ( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq. 361 ( ) Untuk mengetahui secara lebih lengkap tentang derajat hadis tersebut boleh dirujuk : Abu Umar Abdullah bin Muhammad Al Hamadi.( Beirut. hal. Pertama. maka dalam satu hari dia boleh mengulangi hafalannya sebanyak dua juz setengah. ( Kairo. Cuma kita tidak tahu. Maktabah At Tabi⼌in. Ashal Nidham Li Hifdhi Al Qur⼌an. Maktabah Al Islamiyah. hal. disahihkan oleh Syekh Al Bani dalam Sahih Sunan Abu Daud . Kalau istiqamah seperti ini. 97 -120 ( ) Ibid. Al Asinatu Al Musyri⼌atu fi At Tahdhir min As Solawat Al Mubtadi⼌ah. selama dua jam dia boleh menyelesaikan dua sampai tiga juz dengan dikurangi waktu sujud dan ruku. kalau hafalannya lancar. juz I. Kalau halaqah tersebut berkumpul setiap tiga hari sekali. Kalau dia mampu menyempurnakan setengah juz setiap hari pada solat malam atau solat-solat sunnah lainnya. Ada juga sebagian teman yang mengulangi hafalannya dengan cara masuk dalam halaqah para penghafal Al Qur⼌an. Hal. dan boleh mengkhatamkan Al Qur⼌an pada setiap sepuluh hari sekali. 13 ( ) Ali bin Umar Badhdah. Banyak para ulama dahulu yang menghatamkan hafalannya setiap sepuluh hari sekali.sebelum solat sebanyak seperempat juz dan sesudah solat seperempat juz juga. Dar Al Fikri. - ( ) Imam Nawawi. 6  . Bererti. hal : 66 ( ) Hadis riwayat Abu Daud ( no : 1319 ). dan setiap peserta wajib mendengarkan hafalannya kepada temannya lima juz bererti masing-masing dari peserta mampu mengkhatamkan Al Qur⼌an setiap lima belas hari sekali. Al Majmu⼌. Ada sebahagian orang yang mengulangi hafalannya pada malam saja.

( Kairo. Dar Ibnu Al Haitsam. 15 . hal. Cit.( ) Ibid. â¼×Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur⼌an. Op. hal 12 ( ) Abu Dzar Al Qalamuni. Hal.16 ( ) Abu Abdur Rahman Al Baz Taufiq. 1998 ) Cet Pertama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful