Satu Untuk UNM

PENDAHULUAN

Modul ini berisi pemahaman tentang anak Taman Kanak Kanak (TK). Anak Taman Kanak-kanak merupakan anak yang berada dalam proses perkembangan, baik perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional maupun bahasa. Setiap anak memiliki karakteristik tersendiri. Perkembangan setiap anak berbeda beda baik dalam kualitas maupun tempo perkembangannya. Perkembangan anak bersifat progresif, sistematis dan berkesinambungan. yang lainnya. Seorang guru hendaknya juga memahami tugas-tugas perkembangan anak usia TK, kebutuhan dan minat serta permasalahan yang sering dihadapi anak. Sehingga dalam mengajar anda dapat memilih strategi yang tepat sesuai tugas dan karakteristik perkembangan anak. Keberhasilan seorang guru sangat erat kaitannya dalam pemilihan strategi dalam pembelajaran. Anda akan kesulitan untuk memilih strategi jika tidak mengenal anak didik anda. Anak didik hadir dengan berbagai tipe dan gaya belajar. Oleh sebab itu modul ini juga akan mengantar anda untuk mengenal tipe-tipe dan gaya belajar anak. Sebagai guru TK anda pasti telah tahu bahwa bagi seorang anak, bermain adalah kegiatan yang mereka lakukan sepanjang hari, karena bagi anak bermain adalah hidup mereka. Anak TK tidak membedakan antara bermain, belajar dan bekerja. Berhubungan dengan pembelajaran, Vygotsky (Naughton, 2003:52) berpendapat bahwa bermain dapat menciptakan suatu zona perkembangan proximal pada anak, dalam bermain, anak selalu berperilaku di atas usia rata-ratanya, di atas perilakunya sehari-hari, dalam bermain anak dianggap „lebih‟ dari dirinya sendiri. Prinsip pembelajaran merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan oleh guru dalam setiap kegiatan pembelajaran agar penyampaian materi pembelajaran sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Kegiatan pembelajaran hendaknya tidak menimbulkan kecemasan (stress) bagi anak. Sebagai seorang guru, anda seharusnya memahami kurikulum anak TK dan bagaimana pengembangannya. Secara umum kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini dapat dimaknai sebagai seperangkat kegiatan belajar sambil bermain yang sengaja direncanakan untuk dapat dilaksanakan dalam rangka menyiapkan dan meletakkan pengembangan diri anak usia dini lebih lanjut. dasar-dasar bagi Setiap aspek perkembangan saling berkaitan satu sama lain, terhambatnya satu aspek perkembangan tertentu akan mempengaruhi aspek perkembangan

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

1

Satu Untuk UNM
Kurikulum bagi anak TK dikembangkan berdasarkan sejumlah pendekatan yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan anak TK. Landasan konseptual yang digunakan dalam kurikulum adalah berdasarkan teori perkembangan anak, pendekatan berpusat pada anak, pendekatan konstruktivisme dan pendekatan bermain kreatif. Kompetensi yang Akan Dicapai Setelah anda mempelajari modul ini maka diharapkan anda memiliki kompetensi sebagai berikut; 1. Menguasai karakteristik peserta didik dan mampu merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran di Taman Kanak-kanak, yang meliputi: 1) mendeteksi pertumbuhan dan perekembangan peserta didik, 2) Menganalisis minat, kebutuhan dan permasalahan anak TK, 3) Menganalisis potensi anak TK, 4) Menganalisis ciri-ciri kepribadian anak, 5) Menganalsisi gaya belajar anak, 6) menganalisis manfaat dan pengaruh lingkungan terhadap perkembangan anak TK. 7) menganalisis teori pendidikan dan pembelajaran di TK, 8) memilih Strategi dan media pengembangan, bidang pengembangan sesuai dengan tema, karakteristik anak dan kemampuan yang ingin dicapai 2. Kompetensi professional Yang meliputi: 1) Menganalisis konsep dasar pengembangan kurikulum TK, 2) menganalisis substansi bidang pengembangan anak TK, 3) menelaah konsep dasar bidang studi sebagai metode pengembangan bidang perkembangan anak TK.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

2

Satu Untuk UNM
KEGIATAN BELAJAR 1. Kegiatan Belajar I a. Memahami Peserta Didik Anak Taman Kanak-kanak merupakan anak yang berada dalam proses perkembangan, baik perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional maupun bahasa. Setiap anak memiliki karakteristik tersendiri. Perkembangan setiap anak berbeda beda baik dalam kualitas maupun tempo perkembangannya. Perkembangan anak bersifat progresif, sistematis dan berkesinambungan. Setiap aspek perkembangan saling berkaitan satu sama lain, terhambatnya satu aspek perkembangan tertentu akan mempengaruhi aspek perkembangan yang lainnya. 1. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak Istilah pertumbuhan dan perkembangan seringkali dipergunakan seolah-olah keduanya mempunyai pengertian yang sama, karena menunjukan adanya suatu proses perubahan tertentu yang mengarah kepada kemajuan. Padahal sesungguhnya istilah pertumbuhan dan perkembangan ini mempunyai pengertian yang berbeda. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan yang bersifat kuantitatif, sebagai akibat dari adanya pengaruh luar atau lingkungan. Pertumbuhan mengandung arti adanya perubahan dalam ukuran dan struktur tubuh sehingga lebih banyak menyangkut perubahan fisik. Selain dari pengertian di atas, pertumbuhan dapat didefinisikan pula sebagai perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada diri individu yang sehat dalam fase-fase tertentu. Hasil dari pertumbuhan ini berupa bertambah panjang tulang-tulang terutama lengan dan tungkai, bertambah tinggi dan berat badan serta makin bertambah sempurnanya susunan tulang dan jaringan syaraf. Pertumbuhan ini akan terhenti setelah adanya maturasi atau kematangan pada diri individu. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan adalah suatu perubahan fungsional yang bersifat kualitatif, baik dari fungsi-fungsi fisik maupun mental sebagai hasil keterkaitannya dengan pengaruh lingkungan. Perkembangan dapat juga dikatakan sebagai suatu urutan-urutan perubahan yang bersifat sistematis, dalam arti saling kebergantungan atau saling mempengaruhi antara aspek-aspek fisik dan psikis dan merupakan satu kesatuan yang harmonis. Contoh,. anak diperkenalkan bagaimana cara memegang pensil, membuat huruf-huruf dan diberi latihan oleh orangtuanya. Kemampuan belajar menulis akan mudah dan cepat dikuasai anak apabila
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 3

Pada setiap masa perkembangan individu. Dari uraian pengertian perkembangan di atas perlu disadari bahwa pertumbuhan fisik mempengaruhi perkembangan psikis individu. W. 2. Menurut Havighurst. agar anak mampu berlari maka sebelumnya anak harus mampu berdiri dan merangkak terlebih dahulu. Contoh. dan akan mampu mempelajari hal-hal yang baru. jika seorang individu gagal menyelesaikan tugas perkembangan pada satu fase tertentu. sebab tugas perkembangan ini akan sangat mempengaruhi pencapaian perkembangan pada masa perkembangan berikutnya. Pada masa Taman Kanakkanak ini anak belajar untuk dapat hidup dalam lingkungan yang lebih luas yang tidak hanya terbatas pada lingkungan keluarga saja. dalam masa ini anak belajar untuk dapat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 4 . karena pada suatu saat tertentu kedua istilah ini dapat digunakan secara bersamaan. berbagi dan memperoleh kasih sayang. Anak belajar untuk berkembang menjadi pribadi yang bertanggung jawat dan dapat memenuhi segala kebutuhannya sendiri sesuai dengan tingkat perkembangannya di usia Taman Kanak-kanak. artinya perubahan itu berlangsung secara beraturan atau berurutan. ada berbagai tugas perkembangan yang harus dikuasai. b) Belajar memberi. 1986:45) adalah sebagai berikut : a) Berkembang menjadi pribadi yang mandiri. Dengan kata lain. Contoh. Melalui belajar anak akan berkembang. Selain itu perubahan juga bersifat progresif. pematangan fungsi-fungsi fisik. adapun tugas perkembangan masa kanak-kanak menurut Carolyn Triyon dan J. perkembangan merupakan hasil dari pertumbuhan. Lilientha (Hildebrand. Tugas-tugas Perkembangan Masa Kanak-kanak Tugas perkembangan merupakan suatu tugas yang muncul dalam suatu periode tertentu dalam kehidupan individu. tidak bersifat meloncat-loncat atau karena unsur kebetulan. Dengan demikian anak akan mampu memegang pensil dan membaca bentuk huruf. Tugas tersebut harus dikuasai dan diselesaikan oleh individu.Satu Untuk UNM proses latihan diberikan pada saat otot-ototnya telah tumbuh dengan sempurna. yang berarti bahwa perubahan yang terjadi bersifat maju. dan saat untuk memahami bentuk huruf telah diperoleh. perubahan pengetahuan dan kemampuan anak dari yang bersifat sederhana berkembang ke arah yang lebih kompleks Berkesinambungan merupakan ciri lain dari perubahan yang terjadi. Perkembangan akan dicapai karena adanya proses belajar. pematangan fungsi-fungsi psikis dan usaha belajar. maka ia akan mengalami kegagalan dalam pencapaian tugas perkembangan pada masa berikutnya. sehingga anak memperoleh pengalaman baru dan menimbulkan perilaku baru. meningkat dan mendalam baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Anak belajar menguasai berbagai kata-kata baru baik yang berkaitan dengan benda-benda yang ada di sekitarnya. Pada masa ini anak juga perlu menyadari bahwa apa yang dilakukannya akan menimbulkan konsekuensi yang harus dihadapinya. j) Mengembangkan perasaan positif dalam berhubungan dengan lingkungan. Sedangkan kegiatan yang memerlukan koordinasi otot halus adalah pekerjaan melipat. i) Belajar menguasai kata-kata baru untuk memahami anak/orang lain. menggambar. Contoh. dan warnanya. Anak belajar untuk mampu mengendalikan dirinya dalam berhubungan dengan orang lain. seorang dokter mengobati orang sakit. Pada masa ini anak belajar mengembangkan perasaan kasih sayang terhadap apa-apa yang ada Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 5 . meronce dan sebagainya. Contoh. anak dapat membandingkan satu benda dengan benda lain berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki benda tersebut. Anak belajar mengkoordinasikan otot-otot yang ada pada tubuhnya.Satu Untuk UNM sating memberi dan berbagi dan belajar memperoleh kasih sayang dari sesama dalam lingkungannya. menendang. Pada masa ini anak perlu mengetahui berbagai anggota tubuhnya. Contoh. mulut untuk makan dan berbicara. telinga untuk mendengar. mata untuk melihat dan sebagainya. pak polisi mengatur lalu lintas. Kegiatan yang memerlukan koordinasi otot kasar diantaranya berlari. Anak belajar mengembangkan kemampuannya untuk dapat bergaul dan berinteraksi dengan anak lain dalam lingkungan di luar lingkungan keluarga. anak dapat menyebutkan nama suatu benda. e) Belajar bermacam-macam peran orang dalam masyarakat. melompat. dan lain sebagainya. anak belajar mengenal ciri-ciri benda berdasarkan ukuran. d) Mengembangkan pengendalian diri. baik otot kasar maupun otot halus. h) Belajar mengenal lingkungan fisik dan mengendalikan. g) Belajar menguasai ketrampilan motorik halus dan kasar. apa fungsinya dan bagaimana penggunaannya. f) Belajar untuk mengenal tubuh masing-masing. Pada masa ini anak belajar untuk bertingkah laku sesuai dengan tuntutan lingkungannya. bentuk. c) Belajar bergaul dengan anak lain. menangkap bola dan sebagainya. Anak belajar bahwa dalam kehidupan bermasyarakat ada berbagai jenis pekerjaan yang dapat dilakukan yang dapat menghasilkan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhannya dan dapat menghasilkan jasa bagi orang lain. dan dapat menggunakannya secara tepat. Pada masa ini diharapkan anak mampu mengenal benda-benda yang ada di lingkungan. Contoh. atau mengajak anak lain untuk bermain. dan sebagainya. Selain dari itu. guru mengajar anak-anak di kelas. maupun berinteraksi dengan lingkungannya.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 6 . ia dapat lebih banyak mengikuti. di harapkan sanggup bertingkah laku dengan cara yang lebih matang daripada semestinya.Satu Untuk UNM dalam lingkungan. Seorang anak yang menderita kelainan jantung. Faktor-faktor pada anak Faktor-faktor yang mempengaruhi dan membentuk kepribadiannya dapat diteliti dengan lebih terperinci sebagai berikut. yang kurang menguntungkan perkembangan fisik. seperti pada teman sebaya. Seorang anak yang fisiknya berkembang dengan baik. keadaan fisiknya mungkin lemah. kurang lebih sama dan merata. keadaan fisiologis. saudara. hal mana mempengaruhi pembentukan sikap dan kepribadiannya. oleh teman-teman yang mempunyai struktur tubuh yang normal. terlalu tinggi atau terlalu pendek tubuhnya. Sikap penuh perhatian ini menyebabkan anak menguasai orangtua dan orangorang lain. Keadaan fisik anak juga mempengaruhi sikap orangtua terhadap anak. keadaan mental dan emosionalitas seseorang mempengaruhi sifat-sifat dan tingkah lakunya. Pola kepribadiannya pada setiap tahap perkembangan dipengaruhi oleh berbagai aspek konstitusi umum. aka menjadi obyek gangguan dan cemoohan teman-teman. 1) Faktor-faktor berhubungan dengan konstitusi tubuh Keadaan fisik anak. Kegiatan-kegiatan tersebut memberikan pengalaman baginya yang merupakan modal dasar bagi perkembangannya. Seorang anak yang terlalu kurus. Mereka yang struktur badannya lebih atau kurang dari temannya. 3. Keadaan konstitusi badan. 2). mengakibatkan orangtua dan orang lain di sekitarnya bersikap penuh perhatian. aktivitas-aktivitas sesuai dengan tahap perkembangannya. Sebaliknya orang lain juga mempengaruhi dirinya. Sebagai seorang individu dengan konstitusi tubuhnya ia mempengaruhi orang lain. ketangkasan motorik. Struktur tubuh dan keadaan fisik Seorang anak yang kuat dan sehat lebih beruntung di bandingkan dengan anak yang kecil dan "ringkih". terlalu gemuk. binatang kesayangan atau pada benda-benda dimilikinya. Sikap dan harapan orangtua mengenai anaknya turut pula berpengaruh. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian dapat dibagi dalam 2 kelompok: A. hal mana terlihat dari reaksinya bila ia menyadari pandangan orang lain terhadap dirinya. dianggap sebagai suatu penyimpangan.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 7 . ia akan menjadi obyek kedengkian teman-temannya yang sebaya. Anak yang lebih lemah dari rata-rata dan yang koordinasi motoriknya juga kurang dari rata-rata. akan bersifat malu. cepat marah. alergi. emosi yang berlebih-lebihan atau malu. Apabila prestasinya terlalu tinggi melewati teman-teman. Bahkan sering pula anak setelah mencapai ukuran normal.Satu Untuk UNM Anak yang kecil dan mungil akan sangat dilindungi oleh Seorang ibu yang cemas dan bersemangat. kesulitan pendengaran. biasanya mempunyai pengaruh yang kurang menguntungkan terhadap kecenderungan anak. Ibu tersebut akan menolak memberi kebebasan kepada anaknya dalam kegiatan yang mungkin diperbolehkan bagi anak-anak yang lebih besar tubuhnya. masih diperlakukan dengan perhatian penuh perlindungan dan pembatasan aktivitas. Sikap teman-teman terhadap dirinya dan penyimpangan fisiknya. karena ibunya masih terpengaruh oleh kenangan akan masa kecilnya si anak dan "keringkihannya" pada masa itu. yang tidak berani menolak karena takut. Hal ini sering kita temukan pada anak-anak yang tidak diperbolehkan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang umum bagi usianya. walaupun sudah tidak ada alasan untuk mempertahankan sikap-sikap tersebut : cacat tubuh. 4) Kemampuan mental dan bakat khusus Seorang yang waspada dapat menyesuaikan diri lebih mudah kepada lingkungan dan patokan-patokan sosial dibandingkan dengan mereka yang lamban. Dengan prestasi yang jauh melebihi teman sebaya. akan menetap terus. Akhirnya anak akan memperlihatkan cara bertingkah laku yang tidak diinginkan. Beberapa sikap yang terbentuk pada masa kanak-kanak. yang tidak dapat menerima kekurangannya pada aspek-aspek lain. ia mungkin memasuki kelompok teman yang lebih tua dan terpaksa bersaing dengan teman-teman yang lebih tua. dan ingin menonjol pada aktivitas itu. misalnya : bentuk tubuh. Ia akan dikagumi bila dapat melebihi teman-temannya dalam suatu kegiatan tertentu. 3) Koordinasi motorik Biasanya anak senang ikut dalam kegiatan yang meliputi kekuatan dan koordinasi motorik. maka ia akar berusaha menindas anak yang lebih muda. akan mempengaruhi sejauh mana anak akan memperlihatkan sifat-sifat yang timbul sebagai reaksi terhadap cacat tersebut. Karena ia ditolak baik oleh kelompok yang sebaya maupun yang lebih tua. karena orangtuanya takut kalau-kalau anaknya akan mengalami kekecewaan. konstitusi yang lemah. misalnya terlalu agresif. takut atau mengalami frustrasi.

Tingkahlakunya yang cepat yang. Anak yang pandai sekali belum tentu cekatan dalam keterampilan mekanik. Biasanya orangtua tidak dapat menerima bahwa anaknya tidak mampu bersaing dengan anak lain. Inteligensi yang tinggi Anak yang terlalu tinggi kemampuan inteleknya.tetapi tidak mengubah pandangan mereka terhadap dirinya. mengakibatkan terbentuknya pola kepribadian dengan perasaan rendah diri. b. Anak dianggap masih seperti anak kecil. Ia tidak disenangi baik oleh teman-teman sebaya maupun oleh yang lebih tua. yang perlu dilindungi terhadap orang lain. karena mereka cepat mengerti peraturan orang dewasa yang sering tidak memberikan kepastian kepada mereka. Mereka akan menentang orang dewasa yang tidak disenangi. kekecewaan mereka terhadap teman-temannya. ia cemas untuk bersaing dalam bidang ini dan hanya mau memperkembangkan kemampuan mekanik bila mendapat bimbingan yang baik. maka ia juga akan cepat mengerti bentuk penyesuaian yang tepat. dapat mengubah sikap teman-temannya. menyebabkan dia terlalu banyak dipuji. a. Orangtua tidak sabar melihat usaha anaknya yang tidak berhasil. Sesuai dengan cara bagaimana orang anak sejak kecil dianjurkan untuk mengadakan penyesuaian. bisa mengalami kesulitan. sehingga ia menganggap kesanggupannya hebat.Satu Untuk UNM Seorang anak yang pandai. yang seimbang dengan masa kematangan dan tuntutan yang dihadapinya. bila dibandingkan dengan anak-anak yang pandai. pada umur yang muda sudah dapat mengenal hubungan antara dirinya dan benda-benda di lingkungannya. Hinaan teman-teman yang menyebabkan dirinya terasing dan sikap keluarga di rumah. Di sekolah ia akan mengalami kegagalan dan ia akan menyadari kekurangannya dalam kemampuan belajar. Usaha memperoleh teman-teman dengan cara mentraktir mereka dan cara-cara lain. ia terasing dan mencari penyalurannya dengan memperluas pengetahuan dari buku-buku. sehingga anak dipaksa nnelampaui batas-batas kemampuan mentalnya. Hambatan mental Anak yang lamban akan mengalami kesulitan dalam perkembangan kepribadian yang berbeda. Orangtua yang mengerti kematangan anak-anak seperti ini. yang pantas. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 8 . akan disenangi. Anak-anak ini akan tertarik dan menguasai waktu orang dewasa atau guru yang mereka senangi. akan terus mempengaruhl kepribadiannya masa dewasa dalam hidup bermasyarakat. dan sering menganggap kelambatan anak sebagai keterlambatan perkembangan anaknya.

Pertengkaran dan perselisihan paham antar orangtua supaya tidak terjadi di hadapan anak. Adanya sikap demokratis yang memungkinkan setiap anggota keluarga mengikuti arah minatnya sendiri.Satu Untuk UNM Pengaruh dari lingkungan Telah kita lihat bahwa baik lingkungan yang meliputi keadaan situasi sekitar anak maupun orang yang berada di lingkungan tersebut. Keadaan rumah yang sederhana. tidak menguntungkan bagi tercapainya penyesuaian kepribadian anak yang wajar. Penerimaan (akseptasi) sosial para tetangga terhadap keluarga. Faktor lingkungan yang paling berperanan dalam perkembangan kepribadian adalah rumah. Rumah Rumah adalah lingkungan pertama yang berperan dalam pembentukan kepribadian. Dengan mengetahui peranan lingkungan dalam pembentukan kepribadian. inilah yang akan membantu perkembangan kepribadian anak ke arah terbentuk kepribadian yang harmonis dan. c. bersih. Perlu kita ketahui beberapa sifat lingkungan rumah yang memungkinkan anak membentuk sifat-sifat kepribadian yang dapat diterima oleh umum. Penyesuaian yang baik antara ayah dan ibu dalam pernikahan. di mana anak tidak diharapkan dan tidak dianjurkan membentuk kebiasaan tingkah laku sosial yang pantas.wajar. rapih. sekolah dan teman sebaya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 9 . e. dimana anak mendapat makanan yang sehat dan anggota keluarga bersikap sedemikian rupa sehingga memberi rasa aman kepada anak. Peranan keadaan ekonomi suatu keluarga tidak terlalu besar dalam mempengaruhi perkembangan anak. baik dalam lingkungan keluarga maupun di luar lingkungan keluarga. Kesediaan orangtua menerima anak: sebagai anggota keluarga yang berharga. di mana tidak terlihat patokan hidup yang baik dalam tingkah-laku anggota keluarga dan orangtua tidak berusaha menyembunyikan ketidakcocokan mereka. sejauh tidak merugikan atau merintangi kesejahteraan orang lain. d. maka perlu diciptakan lingkungan dengan sifat-sifat yang sedemikian rupa sehingga menghasilkan perkembangan kepribadian yang paling harmonis dan wajar. bahkan akan menghambat anak dalam usahanya supaya dapat dicerna oleh kelompok sosial yang lebih luas. f. Anak yang dibesarkan dalam rumah di mana kerja sama antar anggota keluarga tidak ada. Keadaan ekonomis yang serasi. Keadaan rumah yang tidak mencerminkan sifat-sifat tersebut di atas. yakni a. keadaan rumah seperti ini tidak akan membantu. b. 1. Akan mempengaruhi perkembangan kepribadian anak.

maka anak menganggap guru sebagai sumber kepandaian.Anak harus dibiasakan belajar dengan aktivitas sendiri dan bukan secara pasif mengharapkan "hasil kunyahan" dari guru.. di mana 1/3 dari waktunya ditempuh di lingkungan sekolah. Hubungan guru dan murid Seorang anak kira-kira 5 jam sehari berada lingkungan sekolah. jadi 41/2 atau 5 jam anak berada di bawah pengawasan guru. Anak juga peka terhadap sifat-sifat dan tingkah-laku yang diperlihatkan guru. Kurikulum dan anak Dalam pembahasan mengenai hubungan kesehatan mental dan sekolah. faktor yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan anak didik.Kurikulum harus disesuaikan dengan keadaan perkembangan belajar anak. meliputi: a. yakni : . Guru berada dalam lingkungan yang dekat. dan anak cenderung untuk meniru tingkah-laku guru. . Prestasi skolastik Gan kemajuan dalam bidang skolastik belum menjamin keberhasilan seseorang dalam masyarakat. Sekolah Pengaruh sekolah dalam perkembangan kepribadian anak dapat dibagi dalam 3 kelompok. maka 15 jam dalam keadaan tidak tidur.Kurikulum harus mencakup keterampilan. Hubungan antar anak. Beberapa saran perlu diperhatikan. misalnya kejujuran.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seorang guru cukup besar pengaruhnya dalam pembentukan patokan-patokan hidup. telah kita lihat bahwa bahan yang dipelajari di sekolah belum mencakup semua bahan yang perlu dikuasainya sebagai anggota masyarakat. sikap-sikap dan tingkah-laku yang dicita-citakan.Satu Untuk UNM 2. Kurikulum dan anak. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 10 . banyak usaha telah dilakukan untuk mengubah cara mengajar dan bahan yang harus dipelajari. anak hanya 1/2 jam istirahat. Dari 5 atau 6 jam di sekolah. c. Perlu diusahakan supaya apa yang dipelajari oleh anak disesuaikan dengan minat dan keinginan anak. Untuk lebih mempersiapkan anak bagi kehidupannya di kemudian hari. Apalagi kalau dipikirkan bahwa seorang anak setiup hari tidur selama 9 Jam. dan bukan semata-mata berdasarkan harapan dan cita-cita orangtua terhadap anak. Hubungan guru dan murid. pengetahuan. . b. Sepanjang masa anak sekolah. sikap-sikap yang perlu dibentuk oleh anak dalam pengalamannya sekarang dan sesuai untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di kemudian hari.

Nama panggilan di rumah yang sering dibuat berdasarkan bentuk tubuh atau kedudukan anak. dipilih sebagai tokoh identifikasi anak tersebut. ternyata masih juga memperlihatkan perbedaan-perbedaan yang menyolok pada kepribadiannya. Hubungan antara anak Baik di sekolah maupun di luar sekolah kepribadian anak banyak dipengaruhi oleh temanteman sebayanya. di samping menambah pengetahuan anak. dan harus dapat menyaingi orang lain juga. kejujuran. belajar bekerja sama dengan anak lain. Tentunya pengaruh kebudayaan juga berperan dalam pem bentukan kepribadian. pengertian.Satu Untuk UNM keadilan. loyalitas. ciri-ciri khas yang menandai pria dan wanita. Kebiasaan ini akan berlangsung terus dalam integrasi kepribadian pada masa dewasa. misalnya Duti (karena sewaktu kecil anak tersebut gendut) atau Su (karena anak bungsu) sering tidak disenangi apabila mereka sudah besar dan mereka tidak mau disapa dengan nama panggilan di rumah. Lebin-lebih jika guru dianggap. penghargaan terhadap usaha. Demikian pula angan-angan yang dapat diterima. Melihat pentingnya peranan guru dalam perkembangan aspek intelek dan kepribadian anak. demikian pula pandangan terhadap peranan khusus pria atau khusus wanita. juga menambah dan mengubah sifatsifat kepribadian anak dalam proses identifikasi. anak dan remaja berusaha mencapai realisasi diri melalui keberhasilan. bertalian dengan apa yang diharapkan dari seseorang yang mempunyai sifat dapat dipercaya. akan dipakainya dalam kompetisi selanjutnya. Pengaruh faktor-faktor lain Pada umumnya anak-anak yang berasal dari lingkungan yang sama dan di sekolah mendapat pendidikan dan pengajaran yang sama. kooperasi dan sikap terhadap hubungan sosial dengan jenis lainnya Disamping itu. Minat dan hobi juga turut berperan dalam perkembangan kepribadian. ia harus melebihi hasilnya sendiri untuk dapat maju. juga berakar pada kebudayaan. maka guru perlu menyadari kedudukan dan sikap-sikap maupun kepribadiannya. Guru. anak lain. Dapat disimpulkan bahwa kebudayaan juga turut berpengaruh terhadap pembentukan pola-pola tingkah-laku yang dapat diterima baik oleh umum. kesanggupan menerangkan dan sikap mengharap tingkahlaku kooperatif dan terkendalikan dari para murid. anak belajar bermain dengan. Cara-cara yang memberikan keberhasilan dalam persaingan dalam hubungan dengan teman sekolah. Minat dan hobi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 11 . Dalam lingkungan sekolah. simpati.

lebih positif akibatnya terhadap perkembangan kepribadian. Bila anak dapat menemukan pengganti teman bermain yang memuaskan. Semakin kuat kebutuhan ini. Setiap minat memuaskan suatu kebutuhan dalam kehidupan anak. karena tidak dapat berkawan. semakin kuat dan bertahan pada minat tersebut.Satu Untuk UNM yang mengkutertakan anak-anak lain. akan tiba suatu saat mereka merasa kurang berminat terhadap teman bermain. minat pun berkurang. mereka sering mengacaukannya dengan apa yang tepatnya dapat disebut suatu "kesenangan" (whim). merangsang atau menantang individu disebut "membosankan": individu tidak mampu melihat bagaimana kegiatan itu dapat memberikan keuntungan pribadi atau kepuasan. Semakin sering minat diekspresikan dalam kegiatan. Namun ia segera mulai berkurang karena kegiatan yang ditimbulkannya hanya memberi kepuasan yang sementara. Akibatnya. Bila mereka melihat bahwa sesuatu akan menguntungkan. Suatu "minat" telah diterangkan sebagai "sesuatu dengan apa anak mengidentifikasikan keberadaan pribadinya". 4. mereka merasa berminat. dibandingkan dengan anak yang kesepian dan mengambil hobi hanya sebagai pengganti teman. Minat lebih tetap (persistent) karena minat memuaskan kebutuhan yang penting dalam kehidupan seseorang. kesenangan merupakan minat yang sementara. merupakan lawan dari minat. Minat. minat terhadap teman bermain mulai berkurang dan minat lain akan menggantikannya. Suatu kegiatan yang tidak memuaskan. Bila misalnya lingkungan ternpat anak hidup membatasi kesempatan bermain dengan anak lain. yang terdiri atas perasaan jemu dan ketidakpuasan. Anak itu kemudian bahkan menyatakan bahwa teman sebaya "membosankan"-nya. walaupun kebutuhan ini mungkin tidak segera tampak bagi orang dewasa. mungkin intensitas dan motivasi yang menyertainya sama tinggi dengan minat. Ini kemudian mendatangkan kepuasan. Jadi kebosanan. Menganalisis minat Anak Banyak orang tidak mengerti arti sebenarnya istilah "minat" (interest). Kebutuhan dan Permasalahan Anak a. Selama kesenangan itu ada. semakin kuatlah ia. Bila kepuasan berkurang. la berbeda dari minat bukan dalam kualitas melainkan dalam ketetapan (persistence). Selanjutnya. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih. Sebaliknya minat akan padam bila tidak disalurkan. Sebaliknya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 12 .

Dari sumber tersebut anak belajar apa saja yang akan memuaskan kebutuhan mereka dan yang tidak. aspek kognitif minat ini berkisar sekitar pertanyaan apa saja keuntungan dan kepuasan pribadi yang dapat diperoleh dari minat itu. anak ingin merasa yakin bahwa waktu dan usaha yang dihabiskannya dengan kegiatan yang berkaitan dengan minatnya akan memberinya kepuasan dan keuntungan pribadi. di kelas atau di luar kelas. c. aspek kognitif dari minat anak terhadap sekolah. minat mereka tidak saja menetap melainkan juga menjadi lebih kuat tatkala keuntungan dan kepuasan menjadi nyata. Pentingnya Minat Mereka dewasa. Minat menambah kegembiraan pada setiap kegiatan yang ditekuni seseorang. Aspek kognitif didasarkan atas konsep yang dikembangkan anak mengenai bidang yang berkaitan dengan minat. yang mendukung tercapainya aspirasi itu. Semakin yakin mereka mengenai pekerjaan yang diidamkan. Konsep yang membangun aspek kognitif minat didasarkan atas pengalaman pribadi dan apa yang dipelajari di rumah. Lagi pula. Karena minat masa kanak-kanak cenderung egosentris. sikap ini lebih mengurangi kesenangan mereka pada kegiatan tersebut. semakin besar minat mereka terhadap kegiatan. Bila mereka menganggap sekolah sebagai tempat mereka dapat belajar tentang hal-hal yang telah menimbulkan rasa ingin tahu mereka dan tempat mereka akan mendapat kesempatan untuk bergaul dengan teman sebaya tidak dapat pada masa pra sekolah. Seperti halnya aspek Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 13 . mereka hanya akan berusaha seperlunya saja. Minat mereka terhadap sekolah akan sangat berbeda dibandingkan bila minat itu didasarkan atas konsep sekolah yang menekankan frustrasi dan pengekangan oleh peraturan sekolah dan kerja keras untuk mengahafal pelajaran. Hal sebaliknya akan terjadi bila tidak terdapat atau hanya terdapat sedikit keuntungan atau kepuasan pribadi. serta dari berbagai jenis media massa. Bila terbukti bahwa ada keuntungan dan kepuasan. Aspek-aspek Minat Semua minat mempunyai dua aspek yaitu aspek kognitif dan aspek afektif. prestasi mereka jauh lebih rendah dari kemampuan mereka.Satu Untuk UNM b. di sekolah. Misalnya. Sebagai contoh. Bila anak-anak berminat pada suatu kegiatan. Akibatnya. pengalaman mereka akan jauh lebih menyenangkan daripada bila mereka merasa bosan. jika anak-anak tidak memperoleh kegembiraan suatu kegiatan. dan di masyarakat. Aspek afektif atau bobot emosional konsep yang membangun aspek kognitif minat dinyatakan dalam sikap terhadap kegiatan yang ditimbulkan minat. Ini menjadikan mereka merasa bersalah dan malu.

yaitu orangtua. Karena metode belajar ini memperhitungkan kemampuan anak. minat tersebut akan memberinya sedikit kepuasan dan akan segera mnghilang. secara instink ia membutuhkan air susu ibu untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. minat anak bervariasi. maka anak itu akan mengembangkan minat yang serupa sehingga ia dapat ikut serta dalam kegiatan bersama ayahnya. yang Bila dikombinasi dengan bimbingan coba-ralat merupakan cara yang berharga untuk mengembangkan minat baru karena anak mempunyai kesempatan mencoba apa yang menarik bagi mereka melihat apakah hal itu benar-benar memenuhi kebutuhan tertentu dalam kehidupan mereka atau tidak. Air susu ibu mengandung unsur-unsur kimia yang dibutuhkan oleh tubuh baik dalam pertumbuhannya dari hari ke hari. sebagai contoh. dari sikap orang yang penting. Ini berarti suatu pergeseran minat yang mungkin menyebabkan konflik antara minat baru yang sedang dikembangkan dan minat yang lama. dan dari sikap yang dinyatakan atau tersirat dalam berbagai bentuk media massa terhadap kegiatan itu. minat mungkin berkembang melalui bimbingan dan pengarahan seseorang yang mahir menilai kemampuan anak. Kalau kebutuhan ini tak terpenuhi. dalam belajar coba-ralat. Pertama. anak kemudian mencoba untuk mencontoh orang lain dengan siapa ia mengidentifikasi dirinya. terhadap kegiatan yang berkaitan dengan minat tersebut. anak-anak mengambil. minat bertumbuh dari tiap jenis pengalaman belajar. Hal kedua yang sama pentingnya. Pokok penting mengenai metode belajar minat ini harus dicatat. Bagaimana Minat Dipelajari Umumnya. guru dan teman sebaya. minat orang lain itu dan juga pola perilaku mereka. Ketiga. terutama minat anak yang bervariasi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 14 . Kedua.Satu Untuk UNM kognitif. Bila hal ini terjadi. aspek afektif berkembang dari pengalaman pribadi. d. lebih besar kemungkinannya ia membuahkan perkembangan minat yang akan memuaskan kebutuhan anak dari pada cara belajar coba-ralat atau identifikasi. Minat yang diperoleh dengan cara ini mungkin berlangsung lama atau mungkin ternyata merupakan kesenangan. anak-anak menernukan bahwa sesuatu menarik perhatian mereka. Karena perbedaan dalam kemampuan dan pengalaman belajar. bila ayah dan seorang anak laki-laki berminat mengutak atik motor sebagai suatu hobi. e. sumber entifikasi bergeser dengan bertambah nya usia anak. dalam belajar melalui identifikasi dengan orang yang dicintai atau dikagumi. Pertama-tama. Kebutuhan Anak Usia Dini Sejak anak lahir. jika anak tidak mempunyai keterampilan atau kemampuan untuk mempertahankan minat ini.

Selain itu. Dengan penghargaan seperti Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 15 . minuman. dan pakaian. Bayi akan menunjukkan kegembiraan. Sebaliknya orangtua dan pengasuh yang tidak atau kurang memperhatikan kebutuhan gizi anak dapat menyebabkan anak akan mengalami gangguan dalam perkembangan fisik karena sering sakit-sakitan dan tidak dapat melakukan aktivitas seperti anak yang sehat pada umumnya. Begitu juga makanan tertentu yang dapat mengganggu kesehatan anak harus dihindari. 2) Kebutuhan Sosial Setiap orang mempunyai kebutuhan mendapatkan penghargaan dari orang lain seperti pengakuan terhadap sesuatu yang telah dilakukannya. Dalam upaya memelihara kesehatan anak yang optimal. dan pakaian yang cocok untuk anak yang sesuai dengan situasi dan kondisi. sosial. Selain itu. Dengan istirahat anak dapat memulihkan tenaga yang terpakai pada waktu bermain. ada tiga kebutuhan pokok yang memerlukan perhatian. Makanan yang bergizi dengan tingkat kebersihan yang terjamin akan mendukung anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahap-tahap perkembangan tertentu. anak juga memerlukan kegiatan istirahat. minum. Yang dimaksud dengan beristirahat adalah anak berhenti dari segala aktivitasnya seperti tidur. untuk memelihara kesehatan anak. orangtua adalah pengasuh utama dan pengasuh hanya membantu orangtua. Keduanya harus senada dalam memperhatikan kebutuhan makanan. Selanjutnya orangtua dan pengasuh harus memperhatikan makanan dan minuman tertentu yang menjadi kesukaan anak. orangtua harus mengetahui jenis-jenis makanan yang mengandung gizi yang sesuai dengan tingkat kebutuhan anak. Di samping kegiatan bermain. dengan memperhatikan faktor gizi dan kebersihan. misalnya dengan senyum apabila kebutuhannya telah terpenuhi. dan psikologis. yaitu kebutuhan jasmaniah. anak juga memerlukan tempat dan kesempatan untuk bermain dan beristirahat. juga sangat dibutuhkan lingkungan tempat tinggal dengan air dan sanitasi memadai serta udara yang segar untuk dihirupnya setiap hari. 1) Kebutuhan Jasmani Kebutuhan jasmani atau sering disebut juga kebutuhan biologis meliputi kebutuhan untuk makan. Ketiga kebutuhan itu sangat berperan dalam menciptakan kondisi kebahagiaan pada masa awal kanak-kanak. Pemenuhan atas kebutuhan ini merupakan tugas dan tanggung jawab orangtua dan pengasuh. Dengan demikian dalam kehidupan awal seorang anak.Satu Untuk UNM maka bayi akan secara spontan menangis sebagai reaksi atas rasa haus dan lapar yang belum terpenuhi. Antara bermain dan beristirahat harus ada keseimbangan sehingga melalui bermain anak dapat bergerak.

4 tahun. Kasih sayang yang diberikan orangtua atau orang dewasa yang lain dapat berbentuk kata-kata. anak yang melakukan sesuatu yang baik patut mendapatkan penghargaan. Namun yang paling menonjol di sini adalah hubungan antara teman sebaya karena mereka bisa saling berkomunikasi tentang kebutuhan dan keinginan mereka. Dengan diberikannya kasih sayang yang tulus. masa kanak-kanak merupakan masa munculnya rasa ingin tahu (sense of curiosity) yang tinggi. apalagi kalau obyek itu masih baru dan belum diketahui sebelumnya. Dengan demikian. dapat dikatakan bahwa tugas orang dewasa adalah membantu anak agar dapat bergaul dengan teman sebayanya. orangtua. merasa bahagia dan gembira sehingga anak bebas dari ketegangan-ketegangan. Anak merasa tidak mendapatkan kepuasan apabila orang tua dan lingkungannya tidak bisa memenuhi kebutuhan rasa ingin tahunya. terutama pada usia 3 . menjauhkan diri dari teman-teman atau sebaliknya anak akan bersifat agresif. anak akan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 16 . Para ahli psikologi anak berpendapat bahwa pada usia ini anak menganggap dirinya sebagai pusat segala-galanya. Karenanya masa ini juga sering disebut sebagai mas egosentrisme. Selanjutnya antara penghargaan. Selain itu. Selain itu. malu. anak juga membutuhkan kasih sayang dari orangtua dan orang dewasa yang lain. kurang memberi perhatian yang wajar. Penghargaan yang berulang-ulang akan menumbuhkan kepercayaan pada diri anak. otoritas anak pada masa ini sangat penting bagi proses perkembangan intelektual. dan atau dari orang dewasa yang lain. Meski demikian. Kondisi dan pola pengasuhan seperti ini akan menimbulkan efek perkembangan psikologis yang merugikan anak. membiarkan anak atau terlalu memanjakan anak. sikap dan perbuatan seperti memberi senyum atau membelai. Anak-anak membutuhkan suatu persahabatan yaitu yang antara anak dengan orangtua atau orang dewasa yang lain atau dengan remaja atau dengan teman sebaya. Dengan demikian. seperti timbul perasaan cemas.Satu Untuk UNM ini ia akan merasa berguna karena mampu memberikan sesuatu atau dapat berperan untuk membantu orang lain. mereka merasa senang apabila melakukan sesuatu dan mendapat penghargaan dari guru. Keadaan ini disebut Montessori (1983) sebagai masa peka. tidak percaya diri. Begitu pula dengan anak-anak. kasih sayang dan persahabatan merupakan hal yang saling berhubungan satu dengan lain. 3) Kebutuhan Psikologis Anak akan merasa aman apabila merasa bahwa orang dewasa telah menerimanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Anak akan bertanya tentang apa saja yang ada di lingkungannya. Sebaliknya. anak akan merasa terganggu apabila mendapat perlakuan yang kurang tepat dari orang tua seperti kurang peduli. acuh tak acuh.

serta bagaimana berhubungan dengan orang lain yang memiliki latar belakang budaya atau kebiasaan yang berbeda dengan dirinya. Masalah sosial adalah masalah yang berkenaan dengan hubungan interpersonal yaitu bagaimana anak mampu berhubungan dengan teman sebaya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 17 . walau kadangkala keluarga (orang tua atau anggota keluarga lain) kurang menyadari bahwa apa yang dilakukannya yang memberikan dampak terhadap perilaku anak sehari-hari. Permasalahan pada Anak Taman Kanak-kanak Dari berbagai perubahan yang tampak selama proses pembelajaran di taman kanakkanak maka secara makro permasalahan anak taman kanak-kanak dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok masalah. Bila ternyata masalah yang dihadapi anak cukup berat maka guru dapat melakukan referal (mengalihtangankan) penanganan kepada ahlinya. yang lebih tua atau dengan orang tua. Layanan konseling pada dasarnya merupakan suatu layanan yang bersifat terapeutik (penyembuhan) dan layanan ini hanya dapat dilakukan oleh petugas yang memiliki kemampuan atau kewenangan untuk melakukan konseling. Anak yang berada di dalam satu kelas taman kanak-kanak adalah anak yang datang dari lingkungan keluarga yang berbeda-beda.Satu Untuk UNM Untuk itu orangtua atau orang dewasa yang lain hendaknya dengan senang hati dan tidak bosan dapat menjawab dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan anak. adat istiadat dan sebagainya. Pelaksanaan layanan bimbingan yang berorientasi kepada masalah yang dihadapi anak akan diuraikan berdasarkan tiga kelompok masalah yaitu masalah pribadi. f. pola pengasuhan. Masalah pribadi adalah masalah yang berkenaan dengan pemahaman anak terhadap kondisi diri dan lingkungannya. menumbuhkan perilaku bertanggung jawab dan kemampuan menyesuaikan diri. sosial dan keterampilan. sosial dan keterampilan. yaitu masalah pribadi. Perbedaan keluarga ini membawa perbedaan dalam kebiasaan. misalnya kepada konselor atau psikolog. pembentukan konsep diri dan harga diri. guru konseling dapat menggunakan materi ini sebagai gambaran atau upaya memahami perlakuan yang dapat dilakukan bila menemukan permasalahan pada anak. Adanya perbedaan budaya ini membuat guru dan anak-anak harus mampu. orang yang lebih muda. Guru di taman kanak-kanak tidak dibekali untuk memiliki kemampuan konseling. menumbuhkan motivasi (dorongan) untuk berprestasi. Keluarga dapat menjadi salah satu sebab timbulnya masalah pada diri anak.

Seperti yang diuraikan pada bahasan sebelumnya. seperti contoh di bawah ini: Guru :"Ibu lihat Risma belum menyentuh dan mengerjakan gambar. Misalnya. keberanian tampil di depan kelas. Seperti contoh anak Risma. Selain itu guru juga dapat melakukan percakapan. guru menganalisis masalahnya dari aktivitas kemampuan lai ditunjukkan Risma. apakah Risma menjadi anak yang menolak kegiatan-kegiatan lain. salah seorang anak bernama Risma tidak melakukannya.Satu Untuk UNM a. mengisolasi diri. hasil karya kemampuan menjawab pertanyaan guru. Identifikasi Masalah Langkah ini dimaksudkan untuk mengetahui masalah apa dihadapi anak. Misalnya dari keberanian bicara. apakah masalah itu bersifat menetap atau terus menerus timbul pada diri anak atau bersifat insidental. Upaya yang dilakukan guru dimaksudkan untuk memperoleh kejelasan tentang kemungkinan adanya masalah yang dihadapi Risma. Pelaksanaan layanan bimbingan yang berorientasi kepada masalah pribadi anak Permasalahan pribadi pada anak bisa ditunjukkan anak melalui perubahan perilaku. Berikut ini dipaparkan satu contoh riil yang terjadi pada anak berkaitan dengan masalah pribadi yang dialami anak usia taman kanak-kanak. pemarah atau pendiam. layanan konseling pada anak dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1 ). sering gemetar/takut bila berhadapan dengan bulu ayam atau sejenisnya. 2 ). aktivitas sosial anak dan lain-lain. Keterbatasan bahasa dan pola pikir anak seusia taman kanak-kanak ini menuntut guru untuk lebih memahami adanya perubahan yang terjadi pada anak didik. ketika guru di kelas mengajak anak untuk belajar menempel suatu gambar dengan menggunakan bulu ayam. jarang anak mampu mengungkapkan masalahnya secara verbal karena anak cenderung sulit menyampaikannya. Analisis Masalah Langkah ini dimaksudkan untuk mengetahui atau mengecek seberapa jauh anak mengalami masalah. Selain itu perlu dicek pula apakah masalah ini mempengaruhi aspek perkembangan lainnya atau tidak langkah ini dapat dilakukan dengan melihat perkembangan perilaku dan hasil pembelajaran ditunjukkan anak. apa Risma hari ini sedang sakit? Risma :(menggeleng) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 18 . Dalam langkah ini guru mencoba mengumpulkan berbagai data atau informasi masalah yang mungkin dihadapi Risma. Penolakan ini seringkali ditunjukkan Risma guru mengajak anak belajar menggunakan media ayam atau sejenisnya.

Risma terlihat agak ketakutan dan tangannya gemetar. akhir-akhir ini saya melihat Risma tidak berminat untuk belajar menempel bila menggunakan media bulu ayam. Percakapan dengan anak dapat dilakukan bilamana anak memiliki kemampuan verbal yang cukup baik. apakah Risma pernah mengalami suatu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 19 .Satu Untuk UNM Guru Guru :"Risma menggambarnya mau diberi warna saja atau ditempel bulu ayam? : "Kalau ibu temani dan bantu memegang bulu ayamnya untuk ditempel digambar Risma mau tidak?" (sambil memberikan bulu ayamnya pada Risma) Risma :(menggeleng sambil menjauhkan badannya dari bulu ayam). Bilamana ini tidak dapat dilakukan. maka upaya menemukan latar belakang masalah dapat dilakukan melalui percakapan dengan orang tua dan kunjungan rumah (home visit). ya saya berikan apa yang dia minta" Guru : "Saya pernah menemani Risma untuk menempel gambar dengan bulu ayam. permasalahan yang dialami anak tidak terlalu berat dan ungkapan bahasa atau pertanyaan yang diberi guru sesuai dengan kemampuan berfikir anak. Setiap belajar yang menggunakan bulu ayam selalu menolak dan kadang minta diganti dengan media yang lain. apakah masalah itu bersumber dari diri sendiri atau dari lingkungannya. Karena dia minta itu. apa Risma menunjukkan sikap lainnya Bu?" Guru :"Ya. Diagnosis Langkah ini dimaksudkan untuk menemukan latar belakang masalah yang dihadapi anak. Boleh saya tahu bagaimana pendapat Ibu?” Ibu Risma : "Kalau di rumah Risma biasa-biasa saja. Kedalaman masalah dapat dirasakan berbeda-beda oleh setiap anak. ketika saya memberikan bulu ayam. Biasanya Risma kalau menggambar memang selalu minta krayon atau pensil warna. menurut Ibu mengapa sikap Risma begitu?" Ibu Risma : "Saya tidak mengerti mengapa Risma bersikap begitu. atau (d) melakukan kunjungan rumah (home visit). tapi Risma selalu menolak dan malah menjauhi saya karena saya memegang bulu ayam. Hal ini mempengaruhi bagaimana anak menyikapi masalah yang dihadapinva. (c) melakukan percakapan dengan orang tua. Risma : "Diberi warna saja" 3). Contoh percakapan guru dengan orang tua sebagai berikut Guru : "Ibu. Menurut 1bu. dan tidak pernah cerita kalau di TK dia tidak bisa mengerjakan sesuatu. (b) melakukan percakapan dengan anak. Diagnosis dapat dilakukan dengan cara : (a) melihat sejak kapan perilaku masalah itu muncul.

Selain dari itu. di rumah kalau Risma nakal atau tidak nurut apa yang diminta Bapaknya. Seperti yang diuraikan di awal. guru kemudian melaksanakan bantuannya. guru menetapkan langkah apa yang akan diambil untuk mengurangi rasa takut Risma bila berhadapan dengan bulu ayam. Alternatif yang mungkin dapat dilakukan guru adalah: (a) Bercakap-cakap dengan Risma untuk menumbuhkan pemahaman bahwa bulu ayam tidak akan melukai dirinya. (b) Menyimpan atau menggantungkan bulu ayam di dalam kelas dengan posisi yang tidak terlalu dekat untuk membiasakan Risma melihat dan memperhatikan bulu ayam. Setelah menetapkan bantuan yang akan digunakan. (c) Bekerja sama dengan orang tua untuk menghilangkan kebiasaan memukul atau memarahi anak dengan mememgang/memperlihatkan kemoceng (bulu ayam) (d) Melakukan pembelajaran yang menggunakan bulu ayam dengan melibatkan temantemannya. guru menetapkan langkah mana yang akan dilakukan. Teman-temannya diminta untuk membuat sesuatu dengan bulu ayam dan Risma dilibatkan secara perlahan-lahan dalam kegiatan tersebut. penyebab anak mengalami masalah bisa disebabkan karena salahnya perlakuan orang tua terhadap anak sehingga anak mengalami masalah tertentu. 4) Pelaksanaan bantuan Dari beberapa alternatif bantuan yang ada. Dalam langkah prognosis.Satu Untuk UNM peristiwa dengan bulu ayam. Misalnya guru memilih alternatif bantuan : (a) bekerja sama Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 20 . Apa mungkin itu penyebabnya?" Guru : "Mungkin saja. permasalahan anak mungkin disebabkan oleh hambatan yang ada pada dirinya atau disebabkan karena lingkungan dalam hal ini lingkungan teman lingkungan atau keluarga. Prognosis Langkah ini dilakukan untuk menetapkan bantuan yang akan diambil. Bapak suka menakut-nakutinya dengan kemoceng (pembersih debu dari bulu avam). atau Risma pernah melakukan kesalahan dan seringkali berhubungan dengan bulu ayam?" Ibu Risma: "Ya ya. Keterlibatan bantuan orang tua dalam upaya mengurangi atau menghilangkan masalah yang dihadapi anak jelas diperlukan karena hubungan anak dengan orang tua relatif kuat. sikap yang ditunjukkan Bapak dengan menakut-nakuti Risma pakai kemoceng membuat Risma merasa ketakutan dan menganggap setiap bulu ayam akan melukai dirinya" 3). apakah bantuan ini langsung berhubungan dengan anak atau perlu keterlibatan teman lain dan anggota keluarganya.

Penilaian dan tindak lanjut Penilaian dan tindak lanjut dimaksudkan untuk mengevaluasi langkah dan bantuan yang telah diberikan pada anak. 5). sudah bisa membuat gambar yang lebih baik". Tidak menyalahkan peran orangtua maupun anak (d). karena akan menimbulkan penilaian dari anak lain bahwa Risma takut terhadap sesuatu yang tidak riil (nyata) (b). Mengajak orangtua untuk melakukan perbaikan dan memilih langkah yang terbaik bagi perkembangan anak.Satu Untuk UNM dengan orang tua. langkah hambatan yang dihadapi anak mengurangi atau menghilangkan hambatan yang dihadapi anak perlu kemampuan berkomunikasi yang baik dari seorang guru taman kanak-kanak. Keterlibatan teman dalam proses perbaikan bagi anak yang bermasalah merupakan suatu solusi (pemecahan) yang dapat dilakukan. Perlu diciptakan suasana saling membantu antara teman dengan Risma dengan cara melakukan pekerjaannya secara berkelompok. Tidak bertindak seolah-olah menggurui (c). Perlu diberikan penguatan (reinforcement) bilamana Risma menunjukkan perubahan sikap ke arah yangbaik. hangat dan penuh pengertian. Untuk melibatkan peran orang tua dalam upaya membantu mengurangi atau menghilangkan hambatan yang dihadapi anak perlu kemampuan berkomunikasi yang baik dari seorang guru taman kanak-kanak. dengan paksaan dapat membuat anak menolak dan menumbuhkan ketakutan yang berlebih (c). Tidak menggunakan kata-kata yang akan menyinggung perasaan. Guru perlu memperhatikan hal-hal berikut : (a). apakah anak mnunjukkan adanya perubahan ke arah yang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 21 . Evaluasi ini dapat dilakukan dengan melihat perubahan perilaku yang terjadi pada anak. Bersikap sabar. Perlu diciptakan suasana yang menyenangkan selama proses perbaikan (d). (e). Melibatkan Risma dalam upaya perbaikan perlu dilakukan secara perlahan dan tanpa paksaan. (e). (b). dan (b) melaksanakan pembelajaran dengan melibatkan temantemannya. Kelekatan dan kepedulian anak terhadap temannya pada usia ini relatif tinggi. misalnya dengan mengatakan "sekarang Risma lebih pintar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam melaksanakan bantuan pada anak yaitu: (a). berhubung anak pada usia taman kanak-kanak adalah masa bersosialisasi. Tidak perlu menceritakan kesulitan atau kekurangan yang dimiliki anak (Risma) kepada temannya.

Sebagai pembimbing guru perlu melakukan identifikasi terhadap masalah yang dihadapi Dian. Dian merebut pinsil warna temannya dan terjadi saling tarik menarik.Satu Untuk UNM lebih baik atau bahkan mengalami kemunduran.tepat mengidentifilasi masalah yang dihadapi anak (b). Dari perlakuan-perlakuan ini guru perlu menganalisis dan menandai pada saat-saat kapan Dian menunjukkan aktivitas tersebut. Guru dapat mengecek perilaku Dian dengan beberapa cara. Ketika aktivitas pembelajaran berlangsung baik di dalam kelas terlihat seorang anak (Dian) ribut dengan temannya. melakukan aktivitas kelompok atau memberi tugas pada anak secara berkelompok dan sebagainya. Tidak. Guru di kelas melihat peristiwa itu dan mencatat peristiwa yang terjadi. Diagnosis Untuk mengetahui berbagai faktor penyebab mengapa Dian bersikap sering menyerang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 22 . Guru perlu memahami mengapa anak. diberi kesempatan untuk tampil di depan kelas untuk bernyany atau bercerita. Peristiwa yang terjadi pada Dian merupakan satu contoh perubahan perilaku yang ditunjukkan anak. Teman Dian berusahe mempertahankan barang miliknya. teman Dian menangis dan Dian dengan tenangnya mengambil pinsil dan mewarnai gambar miliknya. Bila perilaku anak ternyata tidak ada perubahan atau bahkan menjadi lebih buruk maka guru perlu mengintrospeksi langkahlangkah yang sudah dilakukan. Ketidakberhasilan itu mungkin terjadi karena : (a). 2). Dari peristiwa itu. Pelaksanaan layanan bimbingan yang berorientasi kepada masalah sosial anak 1-) Identifikasi masalah Contoh masalah sosial yang dapat digambarkan pada bagian ini yaitu masalah anak taman kanak-kanak yang sering menyerang temannya. Guru dapat mengamati tingkah laku Dian apakah dalam setiap kegiatan Dian menunjukkan aktivitas yang sama atau Dian melakukan hal itu hanya pada waktu-waktu tertentu saja. tapi Dian memaksa dan akhirnya memukul temannya. Keterlibatan orang tua perlu dilakukan secara terus menerus (d). Analisis masalah Guru dapat menganalisis masalah yang mungkin dihadapi Dian dalam jangka waktu tertentu. Menciptakan situasi yang aman dan menyenangkan bagi anak baik di rumah maupun di taman kanak-kanak. bertingkah demikian. misalnya memenuhi permintaan Dian bila sedang mengerjakan tugas tertentu. 3). dan adakah aktivitas lain yang ditunjukkan Dian yang merugikan temannya atau akan menjadi masalah bagi dirinya. Perlu dilakukan alternatif lain yang dipandang lebih tepat (c). b.

kemampuan/potensi dan sosial anak berinteraksi dengan temantemannya. "Faris" : "Kenapa Dian merebut pinsil punya Faris?" : (diam) "Biar aja" : "Dian punya pinsil warna?" : "Punya" : "Kenapa Dian merebut pinsil Faris. Dian senang Pesawat terbang ya?" : (mengangguk) : "Kalau. Beberapa .Satu Untuk UNM temannya. (a). Dian senang pakai warna apa?" : "Itam biru" (sambil memperlihatkan pinsil yang direbutnya dari Faris) : "Itu pinsil punya siapa?" (diam). Potensi Anak Taman Kanak Kanak Memahami potensi anak didik adalah merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh guru karena dengan cara yang dapat dilakukan : 1) Berbagi informasi di kelas. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 23 memahami anak. Contoh dialog dengan Dian adalah sebagai berikut: Guru Dian Guru Dian Guru Dian Guru Dian Guru Dian Guru Dian Dian Dian Guru : "Dian sekarang sedang membuat apa?" : (diam saja) : (sambil mendekat pada Dian) "Apa Dian sekarang sedang menggambar pesawat terbang?" : "Iya" (mengangguk tapi kepalanya tetap menunduk) : "Wah gambar Dian bagus. bermotivasi. Guru menyuruh anak untuk bercerita tentang dirinya secara bergiliran dihadapan temantemannya 2) Guru mengamati anak di dalam kelas Pengamatan di dalam kelas dapat memberikan informasi berkenaan dengan: perilaku anak. maka guru perlu melakukan terhadap orang tua Dian. dan (2) guru melakukan pendekatan 5. diantaranya (1) guru melakukan pendekatan terhadap anak (Dian). motivasi. menentang dan berharga bagi anak. kan Dian punya pinsil sendiri?" berbagai langkah. guru mampu memberikan kegiatan pembelajaran yang menarik. Pendekatan terhadap anak (Dian) Pendekatan terhadap Dian dapat dilakukan guru dengan guru dialog atau pereakapan untuk mengetahui mengapa Dian bersikap agresif pada temannya. Dian menggambar pesawat terbang. minat.

Satu Untuk UNM 3) Bercengkrama dengan anak Pada waktu istirahat guru dapat berinteraksi secara akrab dengan anak baik secara perorangan maupun secara kelompok sehingga dapat memahami karakter anak 4) Laporan dalam dokumen Menggali informasi anak menggunakan dokumen yang memuat informasi tentang anak yang pengisiannya dilakukan oleh orang tua sehingga guru dapat memahami anak. akan tetapi pengulangan saja kalau tidak disertai keadaan memuaskan tidak mengakibatkan belajar. sehing ga terlihat orang di Bali pintar menari karena kegiatan menari dan ritual agama selalu dilakukan. tentu hal ini karena anak dari genetis yang berbeda-beda. matematik. interpesonal dan intrapersonal. ada anak yang memiliki potensi kinestetik. kinestetik. Pemecahannya: guru dan orang tua memberikan pembelajaran/latihan yang sering hal ini sesuai dengan hukum belajar latihan menjelaskan makin sering diulang suatu pelajaran. Kemampuan kinestetik selain didapat dari faktor genetis dalam diri anak juga diperoleh melalui latihan dan pembelajaran yang benar semasa kecil. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 24 . linguistik. 1) Potensi Kinestetik Potensi kinestetik berkaitan dengan kemampuan mengatur tubuh dalam menempatkan dirinya dalam permainan. ritual agama dapat memperkaya kemampuan kinestetik. menurut Nurlaila Ngm Tientje (2009) bahwa kecerdasan yang ada pada anak bermacammacam. Macam-macam potensi/multipel intelegensi itu perlu digali dan ditumbuhkembangkan dengan berbagai cara. tarian.Contoh : ada seorang anak didik dimana orang tuanya ingin sekali anaknya trampil dalam kegiatan senam tapi karena kemampuan kinestetik anaknya rendah maka kemampuan untuk mengerti apa yang harus dikerjakan dalam latihan kegiatan senam lambat yang akhirnya orang tua anak didik itu bosan dan marah-marah. anak. Diberbagai daerah seperti Indonesia pelajaran menari.anak disana mempunyai DNA tertentu yang dominan untuk menari. daerah budaya seperti Bali . spasial. kepada anaknya. makin mantap pengertian terhadap pelajaran itu. dengan kata lain pengalaman yang diulang-ulangi memperbesar peluang timbulnya respon yang benar. 5) Diskusi dengan profesional lainnya Guru berupaya untuk mencari informasi yang lengkap tentang anak dengan cara menghubungi tenaga profesional atau guru lainnya atau orang dewasa yang mengenal anak secara lebih dekat Menganalisis potensi pada anak adalah menguraikan kecerdasan yang dimiliki anak. logik. ritual keagamaan.

Menurut Nurlaila (2010) ada 4 bentuk konsep topologi yang dapat dikenalkan kepada anak sebagai pemberian pengalaman dalam bentuk geometri yaitu proksimiti. puzzele. b. sehingga dapat dikatakan bahwa membutuhkan pengalaman topologikal dalam berbagai ukuran ruang (besar. Kemampuan spasial hanya dapat meningkat dengan latihan. arah dan jarak. didepan). kemudian sejalan dengan bertambahnya usia pemahaman terhadap ruang adalah mengenai objek dan hubungan dengan objek lain disekitarnya. Orang yang mempunyai kemampuan visual spasial yang tinggi dapat menciptakan kembali semua aspek dari gambaran yang dilihat dalam mata pikirannya. pemisahan. balok-balok. dibelakang. Jawaban yang menunjukkan arah dan menunjukkan jarak(dekat. kecil) untuk dapat mengembangkan inteligensi spasialnya. Pemisahan juga dpat memberikan pemahaman tentang batas pemisah. Pemisahan Pemisahan berhubungan dengan kemampuan melihat keseluruhan objek kumpulan dari sebagai potongan-potongan yang terpisah. sedang. anak harus banyak diberikan pengalaman yang berfokus pada hubungan bentuk-bentuk geometri Pemahaman pertama anak geometri adalah sebatas pengetahuan ruang secara fisik. a.Satu Untuk UNM 2) Potensi Visual Spasial Potensi Visual Spasial berkaitan dengan kemampuan untuk melihat objek yang ada disekitarnya dengan tepat. Pertanyaan yang dapat diajukan oleh anda sebagai guru adalah kamu ada dimana? Jawaban anak bervariasi. tetapi biasanya anak hanya menjawab singkat.Proksimiti Proksimiti berhubungan dengan posisi benda.dibawah. topologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara objek dengan objek lain atau hubungan objek dengan tempat. beraturan dan batasan. Konsep potongan dan utuh secara bertahap dapat membentuk model bangunan. jauh). Contoh: rumah dengan jalan dipisahkan dengan pagar Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 25 . didalam. Pembelajaran dan pelatihan tentang pemahaman geometri dapat distimulas dengan topologi topik. tugas anda untuk melengkapi jawaban anak tersebut agar anak paham tentang topologi Guru : Kamu ada di mana? Anak : Di kelas( maksudnya di dalam kelas) Anak : Di kursi (maksudnya duduk di atas kursi) Variasi Jawaban anak yang mengarah ke posisi(diluar.

bila ada wanita maka ada pria. guru menanyakan kepada anak tentang kata. rabu. kamis dst d. Beraturan Beraturan berhubungan dengan urut-urutan benda atau peristiwa. sinonim adalah kata yang mempunyai arti hampir sama. pintu dan atap. Anak usia dini mengalami kesulitan menerima pendapat orang lain karena anak usia dini bersifat egosentris. biasanya intelegensi yang tinggi sejalan dengan tingginya pendidikan. Permainan dengan menggambar adalah cara terbaik untuk melatih intelegensi /kemampuan visual spasial 3) Kemampuan Linguistik Makin banyak informasi yang diketahui. Batasan Batasan berhubungan dengan benda yang ada di dalam dan benda yang ada di luar. misalnya bila ada atas maka ada bawah.. Agar keempat bentuk topologi bermakna bagi anak perlu anda mengenalkan warna. Dan guru harus bisa membuat dialog yang baik dengan anak. Kemampuan interpesonal penting karena persahabatan yang kuat akan membantu dalam kehidupan pribadi.Melatih kemampuan interpesonal harus diiringi dengan melatih kepekaan emosional Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 26 . Tugas guru adalah meluruskan persepsi yang belum tepat ketika anak berpendapat. karena tujuan berpendapat agaranak terbiasa mengeluarkan kata-kata secara lisan dengan menggunakan bahasa yang dikuasainya. Sedangkan tes sinonim-antonim. 4) Kemampuan Interpersonal Kemampuan interpersonal berhubungan dengan kepekaan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain atau dengan kelompok. contoh setelah hari senin adalah hari selasa. Banyaknya kata yang dimiliki anak adalah sesuai dengan kemampuannya untuk belajar dan luasnya pengetahuan yang didapat. tujuan pemberian tes antonim adalah untuk megenalkan relasi dari kata-kata itu. Orang menguasai sinonim berarti menguasai kosakata. tetapi bukan menyalahkan pendapat anak. contoh konsep struktur bangunan terdiri dari dinding. Dilembaga Paud. misalnya binatang apa ini nak? Banyaknya kata yang dijawab anak sangat bergantung pada kecerdasan.Satu Untuk UNM c. Tes emampuan yang biasa digunakan untuk mengetahui intelegensi linguistik yaitu tes kosakata adalah tes untuk menentukan kemampuan anak mengenal kata-kata. dalam kelompoknya anak anak saling brbicara tanpa mengharapkan saling mendengarkan atau saling menjawab. Pendapat yang didengarnya itu tidak dilihat dari salah atau benarnya.anak-anak diberi kesempatan untuk mendengarkan pendapat teman. makin cerdas anak dan makin tinggi intelegensinya.

anak-anak yang cerdas secara matematis sering tertarik dengan bilangan. perkembangan emosi. oleh karena itu penting mendorong anak mulai berhitung sejak kecil sehingga anak dapat menerapkan matematika dalam kehidupan seperti berjualan dan berbelanja. Orang yang memiliki kemampuan intrapersonal yang kuat.Satu Untuk UNM 5) Kemampuan Intrapersonal Kemampuan intrapersonal berhubungan dengan kemampuan mengenal diri. 6. Mempelajari kuantitas. berikan waktu tenang. Guru biasanya mengajar geometri tentang bentuk dan sudut dengan cara membuat gambar rumah. perkembangan intelektual. Guru bertanya kepada anaknya. kemampuan ini adalah kemampuan untuk memahami diri dan bertanggung jawab atas kehidupan sendiri. Menurut Howard Gardner (Nurlaila. mulailah dengan memberikan kesempatan untuk mulai melakukan pemikiran reflektif. Hal yang penting adalah bukan dalam memperoleh jawaban yang benar melainkan membuatnya terbiasa memikirkan tentang apa yang dia lakukan dan mengapa dia melakukannya.cenderung emosi yang dimilikinya stabil. alat-alat rumah tangga sederhana yang menggabungkan berbagai bentuk geometri. jika anda ingin anak anda yang tumbuh lebih baik dalam mengendalikan hidupnya. bahasa. bagaimana perasaanmu dalam melakukannya? Bagimana kamu dapat menerapkan apa yang telah kamu lakukan?. 2005) perkembangan anak usia TK meliputi: perkembangan fisik. guru menyuruh anak melak ukan sendiri dengan menggunakan benda-benda nyata sehingga ketika memperlihatkan benda yang lebih banyak dan lebih sedikit anak dapat rasakan dan hitung. anak dapat mengukur apa pun. Kemampuan logik matematis penting dalam kehidupan modern. apa yang kamu lakukan nak? Apa isi/materi yang kamu lakukan?. perkembangan sosial dan moral. menggunakan uang. 6) Kemampuan Logik-Matematis Kemampuan logik-matematis adalah kemampuan yang berhubungan dengan bilangan dan perhitungan. menurut Hetheringthon (Rita Eka Izzaty. bila anak kesulitan menjawabnya sabar dan bimbinglah anak itu dengan pelan-pelan. barulah lambang bilangannya ditulis. Bila anak anda ikut dalam suatu kegiatan. untuk memikirkan hal-hal yang berikut. Perkembangan Potensi Aktual Anak TK Menganalisis perkembangan potensi maksudnya adalah menguraikan berbagai potensi/kemampuan yang dimiliki anak. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 27 .2010) menyarankan mengembangkan kemampuan matematika dengan permainan angka.. mudah mengendalikan dan mengarahkan emosi Kemampuan melihat diri bukanlah suatu bakat melainkan suatu kebiasaan yang dibina.

Menurut Wiguna dan Noorhana (Rita.Satu Untuk UNM a.tangan anak semakin baik sehingga anak sudah dapat menyikat gigi. sesuai dengan bertambah matangnya perkembangan otak yang mengatur system syaraf otot yang memungkinkan anak menjadi lincah dan aktif bergerak sehingga kegiatan-kegiatan motorik kasar diberikan kepada anak. Pada usia ini anak belum punya pemahaman yang realistis dan obyektif tentang lingkungan yang berada diluar dirinya. Pada usia ini juga daya imajinasi anak mulai berkembang sehingga kecenderungan anak Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 28 .Eka Izzaty. guru mengajak anak melakukan kegiatan jalan-jalan keliling sekitar sekolah. mengancingkan baju. contohnya menggunting kertas dengan hasil guntingan yang lurus. kebebasan dalam melakukan gerakan. b. sebagai contoh anak bermain panjat-panjatan yang bentuknya seperti bola. menyisir. dan selalu bertanya karena terdorong oleh rasa ingin tahu yang besar. Disamping itu ada hari khusus. istana itu apa bu? menghadapi pertanyaan seperti itu guru hendaknya menjawab dengan bijak. membuat istana pasir. Pertanyaannya selalu muncul mengapa seperti itu? sebagai contoh ketika anak diberi tugas untuk mengelompokkan bangunan yang sama. meniru bentuk lingkaran. kegiatan ini selain bertujuan mengenal lingkungan pada anak juga bertujuan untuk melatih anak pada motorik kasar. perkembangan motorik halus juga meningkat. Kelenturan tangannya semakin baik sehingga anak menggunakan tangannya untuk berkreasi. sehingga anak bertanya. anak bermain pasir. tetapi sebenarnya anak belum tahu bentuk istana seperti apa. anak-anak akan menanyakan mengapa dikelompokkan? untuk apa? begitu juga anak dalam bermain suka bertanya kepada guru. dimana pemikiran anak masih didominasi oleh hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas fisik dan persepsinya sendiri. dengan permainan itu anak berlatih untuk memanjat dengan kaki bergantian dan tetap diawasi oleh guru. Faktor-faktor yang mendukung dalam meningkatkan perkembangan motorik baik motorik kasar maupun motorik halus antara lain adalah mainan atau lingkungan yang mungkinkan anak untuk melatih keterampilan motoriknya. guru tugasnya mengawasi anak ketika bermain.2005) menyatakan tahapan perkembangan fisik yang dicapai anak usia TK adalah naik sepeda roda tiga. Perkembangan Fisik Secara fisik anak usia 4-6 tahun makin berkembang. dimana koordinasi mata. menurut Piaget (Rita Eka Izzaty: 2005) pemikiran praoperasional merupakan awal kemampuan untuk merekontruksikan pada tingkat pemikiran apa yang telah dilakukan didalam perilaku. Perkembangan Intelektual Perkembangan intelektual anak berfokus pada tahap pemikiran praoperasional. Di TK permaianan untuk menunjang perkembangan motorik kasar anak sangat banyak. zikzak meskipun belum begitu rapi dan tepat. Pada usia TK selain perkembangan motorik kasar meningkat.

Ada 2 fungsi emosi pada anak usia dini. yakni sebagi pendorong. guru seringkali mengajak anak untuk menceritakan kembali apa yang telah dilakukan sebelum berangkat kesekolah. tidaklah berjalan dengan sendirinya. pada awal permulaan masuk TK. serta pola komunikasi yang ada dalam keluarga. hal ini bertujuan untuk melatih perkembangan bahasa anak. tahap berikutnya yang perlu dipelajari adalah mengembangkan jumlah kosa kata untuk kemudian dirangkai dalam bentuk kalimat dengan menggunakan tata bahasa yang lazim.Satu Untuk UNM menganggap semua benda mempunyai nyawa. tetapi proses belajar yang dlakukan. Dengan anak bercerita akan menambah perbendaharaan kata dan melatih kepercayaan diri anak ketika mereka mencoba untuk maju kedepan kelas dan bercerita. Terdapat beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi perbedaan dalam berbicara pada anak yaitu. tingkat kecerdasan.kehidupan pengendalian emosional sangat berpengaruh terhadap penyesuaian pribadi yang pada gilirannya akan mempengaruhi perkembangan aspek psikologis yang lain. dan kenyataan. contoh. setelah kemampuan berbicara dimiliki oleh anak. Selanjutnya fungsi emosi sebagai alat komunikasi. Dalam peran namun perkembangan emosional berikutnya dipengaruhi oleh kematangan. ia akan melakukannya. urutan kelahiran. contoh. dorongan berkomunikasi yang dipengaruhi oleh tipe kepribadian. jumlah keluarga. sebagai contoh. yang digunakan.. dimana anak mampu memahami makna ucapan orang lain dan mampu menyatakan perasaan . dengan reaksi emosi anak akan memperlihatkan apa yang dirasakannya. c. Usaha guru untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak di TK dilakukan tiap hari. Contoh yang lain. Tugas-tugas yang akan dilakukan dalam perkembangan bahasa pada anak TK yaitu tugas pemahaman. anak merasa senang dengan jenis permainan puzzel. dan sebagai alat komunikasi .. ketika anak dalam mengerjakan tugas dari ibu guru dapat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 29 . contoh anak bermain sandiwara atau berbicara sendiri dengan media yang ada seperti mainan telefon. anak menunjukkan reaksi menangis bila berpisah dengan ibunya. metode pelatihan. keadaan sosial ekonomi. anak mencoba berbicara dengan ibunya melalui telefon melalui daya khayal anak. sebagai pendorong emosi akan menentukan perilaku anak melakukan sesuatu. hal ini menunjukkan bahwa anak merasa aman bila ibunya berada didekatnya. kondisi kesehatan. Perkembangan Bahasa Kemampuan bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain Perkembangan bahasa pada masa ini merupakan hal yang penting karena merupakan masa yang sangat ideal untuk mengembangkan kemampuan bahasa.dan pikiran kepada orang lain. perilaku yang nampak pada anak adalah apabila meliha puzzel. d. Perkembangan Emosi Kemampuan untuk bereaksi secara emosional sudah ada sejak anak dilahirkan.

kurang tenggang rasa. anak harus belajar tentang cara-cara menyesuaikan diri dengan orang lain. kekangan yang berlebihan dari orang dewasa disekitarnya. Perkembangan Moral Perkembangan sosial dan moral berkaitan dengan aturan tentang apa yang seharusnya dilakukan dalam interaksinya dengan orang lain. tekanan yang terus menerus dari lingkungan fisik dan sosial. Selanjutnya kondisi lingkungan . seperti adanya penyakit eksim. kaligata. seperti perlakuan orang tua yang kasar. maupun budi pekerti cenderung menampilkan perilaku maladjustment. f. kemudian kondisi psikologis yang berpengaruh terhadap pertahanan emosi adalah intelegensi yang rendah. sikap orang tua yang selalu melindungi e. dalam arti anak belum memiliki kemampuan untuk bergaul dengan orang lain. Perkembangan Sosial Anak dilahirkan belum bersifat sosial. saudara. akan sangat berbeda dengan orang dewasa disekitarnya.Satu Untuk UNM menyelesaikan dengan baik maka anak akan meluap rasa gembira dengan berkata dan bertingkahlaku” Hore. kesehatan yang buruk.kurang memperdulikan norma dalam berperilaku. atau orang dewasa lainnya. baik orang tua. teman sebaya. Kondisi yang menimbulkan emosi anak yang meninggi yaitu. apabila lingkungan sosial itu kurang kondusif. tidak membiasakan terhadap anak dalam menerapkan norma-norma baik agama. sedangkan fungsi aturan sebagai pendidik dan pengendali diri. Apabila lingkungan sosial seperti orang tua. Pada umumnya emosi anak bersifat spontan. Menurut Piaget(Syamsu Yusuf. Sosialisasi dari orang tua sangatlah penting bagi anak. tidak memberikan teladan. Kemampuan ini diperoleh anak melalui berbagai kesempatan atau pengalaman bergaul dengan orang-orang di lingkungannya. acuh tak acuh. adapun tujuan diberikan kepada anak aturan adalah sebagi pedoman bertingkah laku yang dapat diterima sesuai situasi atau kondisi saat itu. tingkat kegagalan dalam mencapai aspirasi tertentu. Aktifitas yang dilakukan guru dalam mengembangkan kemampuan sosial anak yaitu dengan kegiatan sosiodrama. kecemasan yang membekas. kondisi fisik. Untuk mencapai kematangan sosial. bersifat minder. batuk dan sebagainya. karena anak belum memiliki pengalaman untuk membimbing perkembangannya sendiri kearah kematangan. seperti senang menyendiri. sanak keluarga memfasilitasi atau memberikan peluang terhadap pekembangan secara positif maka anak akan dapat mencapai perkembangan sosialnya secara matang. bermain dan belajar bersama. 2001) pemahaman sosial anak terjadi melalui relasi-relasi teman Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 30 serta suasana otoriter di sekolah akan dapat menimbulkan emosional yang tinggi pada anak . sering memarahi anak. aku sudah selesai mengerjakan gambar mobil dan anak berlari-lari mengelilingi kelas dengan rasa gembira dan mencoba melihat pekerjaan temannya.

maka harus sabar untuk menunggu giliran main. langkah-langkahnya sebagai berikut: adapun caranya dengan tidak jauh dari pohonnnya.Satu Untuk UNM sebaya sebagi contoh. jika nanti berebut ibu tidak memberikan kesempatan bermain ayunan. pengetahuan. pengalaman. seperti pepatah bahwa buah jatuh ambivert. perasaan. Think-Pair-Share. lekas malu dan canggung. moral dan juga melatih perkembangan bahasa 7. setelah anak mengerti apa yang dijelaskan oleh ibu gurunya. sukar diselami bathinnya. Perkembangan sosial dan moral perlu dilatih. sifat seseorang. bila anak dapat bergaul dan dapat berkomunikasi dengan teman. menyukai bekerja sendiri. introvert. keadaan fisik. perkembangan potensi aktual dan juga memahami ciri-ciri kepribadian anak. anak ketika di sekolah bermain ayunan. ekstrovert. Ada beberapa aktifitas untuk mengembangkan sosial dan moral anak yaitu permainan dalam tim. Pendekatan kooperatif adalah pendekatan menggunakan kelompok kecil anak didik untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Menurut Purwanto(2002) sifat merupakan ciri-ciri tingkah laku atau perbuatan yang banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor dari dalam diri seperti pembawaan. senang membaca buku dan majalah. karena mainan tersebut terbatas hanya satu. tertutup jiwanya. suka menyendiri. dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 31 . a. pendiam. Hal ini didukung Gregory G Young. Ciri-ciri kepribadian akan nampak pada sifat-sifat khas seseorang. maka anak sudah dapat menyetujui aturan main yang telah disepakati besama.(2009) bahwa sifat diperoleh dari warisan salah seorang orang tua. Tiap orang memiliki sikap berbeda-beda terhadap suatu ransangan. Perkembangan sosial anak baik. Introvert Anak yang tergolong introvert memiliki sifat-sifat: kurang pandai bergaul. Guru selain memahami potensi anak. sebelum itu guru memberikan arahan untuk tidak berebut. Tugas guru dalam hal ini memberikan kegiatan belajar dengan pendekatan kooperatif. ini disebabkan karena berbagai faktor yang ada pada diri individu masing-masing seperti adanya perbedaan dalam kecerdasan. mendongeng yang bermuatan kisah-kisah moral dalam pergaulan sosial.2002) mengemukakan sifat orang terbagi atas tiga yaitu. bermain sosiodrama. selain bergaul menambah perkembangan sosial. Anak dalam bermain seringkali berkomunikasi dengan temannya bagaimana cara bermain? dan aturannya seperti apa?. Jung (Ngalim Purwanto. Ciri-Ciri Kepribadian Anak Menganalisis ciri-ciri kepribadian anak maksudnya menguraikan ciri-ciri kepribadian anak.

menjelaskan logistik yang dibutuhkan. guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 32 . melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Pengajuan masalah yang benar-benar nyata Langkah 2. ramah dan suka barteman. Tugas guru dalam hal ini memberikan kegiatan belajar dengan menggunakan pendekatan berbasis masalah/Pembelajaran Proyek. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok. dan model serta membantu anak didik berbagi tugas dengan temannya. suka bekerja sama dengan orang lain. Langkah 5. Sifat Ekstrovert Selanjutnya orang-orang yang tergolong ekstrovert mempunyai sifat sebagai berikut: Lancar dalam berbicara. guru membantu anak didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. Langkah 3. Berpasangan (Pairing). Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Berpikir ( Thinking) . langkah ini akan efektif jika guru berkeliling kelas dari pasanagan yang satu ke pasangan yang lain sehingga seperempat atau separuh dari pasangan-pasangan tersebut memperoleh kesempatan untuk melapor. biasanya guru memberi waktu 10 menit untuk berpasangan . Berbagi (Sharing) . selanjutnya guru meminta anak didik untuk berpasangan dan mendiskusikan yang telah dipikirkan . kurang peduli dengan penderitaan sendiri. Interaksi selama periode ini dapat menghasilkan jawaban bersama.Mengorganisasi anak didik untuk belajar. guru mengajukan pertanyaan/isu yang berkaitan dengan pelajaran. guru membantu anak didik merencanakan. adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: Langkah 1. tidak lekas malu dan canggung . dan anak didik diberi waktu satu menit untuk berpikir sendiri mengenai jawaban Langkah 2. menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan. bebas dari kecemasan. pada langkah ini guru meminta pasangan-pasangan tersebut untuk berbagi atau bekerja sama dengan kelas secara keseluruhan mengenai yang mereka bicarakan. b.Satu Untuk UNM Langkah 1 . memotivasi anak didik agar terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya. Langkah 4. Orientasi anak didik kepada masalah. guru mendorong anak didik mengumpulkan informasi yang sesuai. Langkah 3. Pendekatan ini menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks agar anak dapat berpikir kritis dan terampil memecahkan masalah serta mendapatkan pengetahuan.

Sifat Aktif dan Energik Bergerak secara aktif bagi anak TK merupakan suatu kesenangan.. anak aktif.Satu Untuk UNM Langkah 6. selalu minta dibelikan mainan. Sifat Ambivert. melompatlompat dan aktif menyiapkan diri.pemahaman. dan selalu mementingkan pemenuhan kebutuhannya. mulai memanipulasikan objek. langkah-langkah pembelajaran aktif sebagai berikut. Tugas guru dalam hal ini memberikan pembelajaran aktif. Tugas guru dalam hal ini adalah guru memberikan pemahaman selanjutnya anak dikelompokkan dalam kegiatan belajar dan bermain. Contoh yang lain adalah anak tidak mau meminjamkan mainan kepada temannya. bahkan mungkin dapat dikatakan bahwa kebanyakan orang termasuk dalam tipe campuran itu.dkk(Rusdinar dan Elizar. merasakan. misalnya ada seorang anak hari itu tidak mau belajar. anak tersebut menangis. contohnya bila anak dijanjikan untuk pergi jalan-jalan maka anak senang . mencari. c. Adapun Langkah 1. ada orang yang menyatakan. guru membantu anak didik melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan dan prosesproses yang anak didik gunakan. yang kadangkala terlihat seakan-akan tidak ada hentinya.. dia katakan tidak mau balajar ibu guru. d. Sikap aktif dan energik nampak jika anak menghadapi kegiatan yang baru. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. e. orang dewasa dan orang lain. Upaya yang dilakukan oleh orang tua kepada anak tersebut adalah memberikan pemahaman. anak sering menuntut agar seluruh lingkungan memperhatikan dirinya bahkan dibawah kekuasaannya. kegiatan-kegiatan yang dilakukan melalui interaksi sosial dengan guru. peralatan. bila ibunya tidak membelikan. contoh bila anak dibawa ketoko oleh ibunya. tugas guru mendekati anak dan membujuknya serta guru mencari penyebab mengapa hari itu anak tidak mau belajar.dan guru juga perlu memperhatikan unsur variasi individual serta minat yang dimiliki anak. Kemudian orang-orang yang tergolong ambivert menunjukkan adanya sifat campuran/ gabungan dari kedua sifat introvert dan ekstrovert. dan perlengkapan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 33 . Kegiatan yang diarahkan pada obyek Anak diarahkan belajar tentang objek alami maupun objek buatan seperti perabot rumah tangga. sedangkan menurut Kagan. dimana anak aktif bergerak. bila ada anak yang tidak aktif mungkin karena sakit atau akan tidur . Sifat egosenteris Endang Poerwanti (2000) mengartikan egosentris adalah segala sesuatu ingin dipusatkan kepada dirinya. mendengar. melompat dan memanjat . mainan.2005) egosentris pada usia TK adalah anak tidak dapat melihat sesuatu dari pandangan orang lain . sehingga anak senang lari.

Motivasi Intrinsik. Langkah 4. mencoba menutup panci sup dengan tutup panci. hal ini penting untuk perkembangan kognitif anak. adakala anak itu berbicara seperti dokter. contoh: Seorang anak bernama Andi. g. Sifat ini memberikan implikasi terhadap pembelajaran bahwa metode bercerita dapat dijadikan salah satu metode belajar Tugas guru. Setelah anak paham tentang objek. ide dan pengalaman untuk menghasilkan sesuatu yang baru. berbuat dengan objek memberikan suatu yang nyata kepada anak untuk dipikirkan dan dibicarakan. seperti ini anak belajar melalui pemecahan masalah. mempertanyakan sesuatu yang dilihat.. tetapi ukurannya kecil sehingga tutup panci tersebut masuk kedalam dengan pengalaman f. Sifat Rasa Ingin Tahu yang Kuat dan Antusias Pada masa ini anak mempunyai sifat banyak memperhatikan. Pada masa ini juga anak mudah takut. sehingga orang dewasa sering menggunakan takut sebagai alat. hal ini karena rasa ingin tahunya yang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 34 pancinya dan airnya membasahi tangan Andi. . dalam belajar aktif anak menjadi problem solver. oleh karena itu anak mampu bercerita melebihi pengalamannya. Sifat Imajinasi Anak menyenangi hal yang bersifat imajinatif. melakukan eksplorasi untuk menemukan solusi dan hasil menurut pemikiran anak seperti menggabungkan benda. seorang anak bermain bola. agar anak mau berhenti melakukan kegiatan yang dilarang. Langkah 2. membicarakan. dimana anak berbicara sesuai dengan pengalamannya. menyiapkan metode bercerita baik untuk mengembangkan kemampuan dasar anak maupun untuk mengembangkan perilaku Pada masa ini anak senang melakukan kegiatan berbicara sendiri. contoh. Pemecahan masalah Pengalaman yang diperoleh anak akan menghasilkan nampak yang dapat atau tidak dapat mengantisipasinya. lalu anak mencari jawaban dari pertanyaan. penemuan. contoh.Satu Untuk UNM menggunakan tubuhnya dan semua alat inderanya untuk menemukan objek-objek tersebut. Refleksi pada kegiatan. dan menyimpulkan Anak aktif untuk bertanya . kemudian berbicara sebagai pasien. kemudian anak tersebut merefleksikan pemahamanyang lebih lengkap tentang objek /lingkungan kegiatan tersebut dengan menjawab pertanyaan maka akan menghasilkan perkembangan berpikir dan Langkah 3. didengar. seorang anak bermain dokter-dokteran. akhirnya Andi memutuskan untuk mencari tutup panci yang pas. melalui pengalaman-pengalaman yang konkrit dengan bahan dan manusia secara berangsur-angsur anak mulai membentuk konsep.

Sehingga pembelajaran untuk tiap anak juga akan sangat menentukan keberhasilan mereka. obyek permanen sudah mulai berkembang. Kemudian ditanyakan apa isi keranjang tersebut. 8. yaitu pisang. Menurut Piaget (1973). maka ketika ia akan membeli balon. salak dan semangka berturut-turut sesuai apa yang paling digemarinya.guru perlu menyiapkan metode bercakap-cakap dalam pembelajaran. setelah melihat mobil. selain itu ada anak yang penglihatannya Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 35 . maka anak akan menjawab dengan menyebutkan satu persatu isi keranjang tersebut. anak pernah melihat balon berwarna merah dengan gambar yang menarik. Sebagai contoh. karena jawaban itu merupakan penambahan pengetahuan bagi anak didik. Mereka tidak mengambilan kesimpulan bahwa isi keranjang tersebut adalah buah-buahan. Cara berpikir konkret berpijak pada pengalaman akan benda-benda konkret. ia akan memilih balon yang berwarna merah. cara berpikir anak juga bersifat transduktif. Pada tahap ini anak belajar terbaik melalui kehadiran benda-benda. Misalnya. Misalnya. Cara pengambilan kesimpulan seperti itu disebut cara berpikir transduktif. Selain bersifat kokret sebagaimana yang dijelaskan di atas. contoh. Anak biasanya hanya memperhatikan salah satu ciri benda yang menurutnya paling menarik untuk membuat suatu kesimpulan. jumlah dan ciri-cirinya meskipun bendanya sudah tidak berada dihadapnnya. maka terlebih dahulu akan dijelaskan tetang cara berpikir anak taman kanak-kanak. Ada anak yang memiliki pendengaran yang tajam. perkembangan kognitif anak usia TK (5-6 tahun) sedang beralih dari fase Pra Operasional ke fase konkret operasional. bukan berdasarkan pengetahuan atau konsepkonsep abstrak. anak menanyakan mengapa kita harus sembahyang ibu guru? Tentu guru harus siap untuk menjawabnya. Anak dapat belajar mengingat benda-benda. Modalitas belajar ialah semua organ indera yang mendukung fungsi belajar anak. Gaya Belajar Anak TK Sebelum anda mempelajari lebih jauh tentang gaya belajar anak usia taman kanakkanak. salak dan langsat. anak dapat mengingat warnanya. langsat. anak dihadapkan pada satu keranjang buah-buahan yang di dalamnya ada pisang. hal yang mempengaruhi kagiatan belajar anak juga adalah bergantung pada tipe kecerdasan dan modalitas belajar anak yang berbeda. Dari cara berpikir anak TK diatas. Disamping itu. semangka. Anak menghubungkan benda-benda yang baru dipelajarinya berdasarkan pengalamannya berinteraksi dengan benda-benda sebelumnya. Anak TK juga masih sulit membuat generalisasi atau menarik kesimpulan yang mencakup semua fakta.Satu Untuk UNM tinggi untuk mengisi kemampuan kognitif/pengetahuannya yang masih kurang. banyaknya ban maupun ciri lainnya secara sederhana.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Lynn O‟Brien terungkap bahwa gaya belajar anak dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu haptik atau kinestetik. Anak yang gaya belajarnya bersifat visual.Satu Untuk UNM awas dan tajam atau perabaannya yang sensitif. Anak yang langgam belajarnya secara visual akan sangat mudah diperkenalkan sesuatu melalui simbol atau gambar-gambar. ada anak yang memiliki perasaan yang peka. Pada saat anak bermain matanya lebih banyak dimanfaatkan untuk mengamati benda. Visual for action berupa kemampuanmata untuk melihat benda yang bergerak dan action for visual adalah kemampuan mata untuk mengikuti benda yang bergerak. Jika anak didik anda memiliki ciri tersebut maka anda dapat memilih strategi pembelajaran yang mengundang perhatian anak melalui gambar-gambar atau simbol yang menarik sehingga anak dengan mudah mengenal dan mengingat sesuatu sekaitan dengan tujuan pembelajaran yang diinginkan. memanfaatkan potensi visual tersebut secara maksimal dalam kegiatan belajarnya. Anak dengan gaya belajar visual mudah diketahui dengan ciri-ciri senang mengamati sesuatu. Anak yang bergaya belajar visual akan lebih cepat mengerti jika dapat melihat langsung benda yang dijelaskan oleh guru.visul for action action for visual dan visual imajinasi. Berikut ini strategi yang dapat dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran terhadap anak yang berlanggam belajar visual. visuospatial. Visual attention adalah kemampuan mata mengamati sesuatu. membaca bukan sebagai kegiatan utama). Di sisi lain. gambar atau smbol yang ada di sekitarnya sehingga ia lebih mudah memperoleh informasi dari hasil pengamatannya tersebut. ataupun gambar-gambar serta dengan cara membaca (meskipun pada anak TK. Siapkanlah gambar-gambar seri yang menarik untuk mintalah anak untuk mengamati lalu menceritakan gambar yang telah diamati. berminat terhadap gambar dan simbol.visual recognition merupakan kemampuan untuk mengenali bentuk. Kemampuan visual yang dimiliki anak meliputi: visual attention. Untuk mengajarkan anak pengenalan konsep Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36 . seperti gambar di bawah ini: 1) Gaya Belajar Visual Setiap anak memiliki potensi visual sebagai kemampuan untuk melihat dan mengamati suatu benda sehingga memperoleh informasi tentang benda tersebut. Visuospatial adalah kemampuan vital yaitu kemampuan mata mengingat letak suatu bneda atau terhadap laianya (anggota tubuh). Semua modalitas belajar tersebut selanjutnya digunakan untuk belajar.warna dan jumlah. visual dan auditorial. visual recognition.

dimana anak lebih senang belajar dengan mendengar suara atau musik. Anak demikian juga senantiasa bergerak untuk menjangkau sesuatu yang menarik perhatiannya. siapkan gambar dan simbol yang melambangkan huruf atau kata yang dihadapi anak. Oleh sebab itu pendidik harus mampu melibatkan anak didiknya semaksimal mungkin dalam kegiatan pembelajaran. Sebenarnya sebagian besar anak didik kita memiliki gaya belajar seperti ini. Pada anak dengan gaya belajar ini. Anak yang bertipe kinestetik adalah anak yang indra perabanya sangat peka.Satu Untuk UNM bilangan. dan senantiasa membongkar mainan yang dimilikinya. Hendaknya menyediakan alat bermain yang semakin merangsang anak untuk dapat melakukan kegiatan yang dapat membantu anak menemukan informasi melalui kegiatan langsung oleh anak. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 37 . Ciri yang nampak pada anak yang gaya belajarnya bersifat kinestetik adalah perilaku anak yang selalu ingin mencoba sesuatu. Bila melihat mainan. anda dapat menggunakan simbol-simbol yang menarik yang menggambarkan keterkaitannya dengan bilangan. Dia tidak bisa diam hanya memandang mainan tersebut. sangat aktif dan mudah memperoleh informasi melalui indra pendengarannya. membongkar-pasang dan melakukan sendiri (Lerning by doing). Demikian pula terhadap kegiatan membaca permulaan. sehinga anak lebih mudah mengenal huruf dari kata yang telah dikenalnya 2) Gaya belajar auditorial Gaya belajar auditorial adalah gaya belajar pada anak. Kemudian berusaha memasang kembali. maka anak dapat diajak belajar dengan cara bernyanyi atau mendengarkan musik yang berkaitan dengan tema. mintalalah anak untuk mengamati sehingga anak mampu mengenal dan mengingat bilangan-bilangan yang dimaksud. akan tetapi akan segera membongkar mainan tersebut seperti mencari sesuatu. Jika guru melihat ciri tersebut pada anak. Sebagai seorang guru anda hendaknya mengenal anak didik yang memiliki gaya belajar seperti ini. Oleh sebab itu anda diharapkan lebih kreatif untuk menciptakan lagu atau mampu memilih lagu yang menarik bagi anak yang berhubungan dengan tema pembelajaran. anak tersebut tidak tahan hanya dengan memandang atau mengamatinya saja. Misalnya menyiapkan berbagai macam puzzel sesuai dengan tema. Mengajak anak untuk bermain pembangunan. Guru yang menemukan anak dengan gaya belajar kinaestetik hendaknya dapat memilih teknik untuk dapat mengoptimalkan kemampuan anak didiknya. Anak ini cenderung kelihatan agresif. 3) Gaya belajar kinestetik Anak yang memiliki gaya belajar kinestetik. akan belajar secara optimal dengan cara menyentuh. melakukan berbagai kegiatan eksperimen yang dapat melibatkan anak secara langsung.

guru dan juga sesamanya.Satu Untuk UNM 4) Gaya belajar campuran Sebenarnya hampir semua anak didik (TK) memiliki gaya belajar campuran. ia mulai memahami konsep-konsep tersebut dengan lebih mendalam (Fromboluti dan Rick. Kegiatan gerak. Anak bermain petak umpet. Anak-anak sering mendengar dan mengucapkan kata-kata yang berhubungan dengan berbagai hal di lingkungan sekitarnya baik dari orang tua. sehingga proses pengembangan diri anak juga berbeda.pepohonan. yang memberi peluang pada nak untuk meayap. Berbagai informasi yang diperoleh mengenai gaya belajar ini memberikan sumbangan besar khususnya bagi Guru dalam menyajikan kegiatan pembelajaran misalnya mengenai alokasi waktu. anak akan berusaha menghitung berapa kali mereka melompat dan melihat/mengamati gerak tali atau kesalahan yang dilakukan temannya. Lingkungan alamiah dimana anak berada sangat membantu perkembangan anak. atau hanya kinestetik dan visual. jenis tanaman apakah yang dibuat pagar? Dan sebagainya. Itulah sebabnya bermain merupakan kegiatan yang paling tepat diberikan pada anak usia dini. motorik maupun bahasa anak. Pada saat hujan anak kadang bermain hujanPendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 38 . pemilihan metode pembelajaran dan lain sebagainya. Manfaat dan Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Anak Anak membangun konsep-konsep melalui berbagai kegiatan sehari-hari yang ia lakukan. Ketika anak melakukan kegiatan main. sungai yang mengalir dan keadaan tanah berbeda dan unik. tembok atau tanaman? Bila dari tanaman. Ada yang berusaha menerobos di bawah pagar. baik sosial emosional. 9. Di pedesaan misalnya. Contoh lain susunan pagar di suatu bagian pedesaan. mendengar dan mengamati tersebut merupakan berbagai kegiatan belajar yang melibatkan seluruh alat indra anak. Gaya belajar campuran adalah gaya belajar dimana anak kadang bertipe auditorial sekaligus visual dan atau juga kinestetik. Pada umumnya anak mendengar dan mengucapkan terlebih dahulu berbagai konsep baru kemudian seiring dengan meningkatnya usia dan kemampuan berpikirnya. karena di samping menyenangkan buat anak. juga akan memaksimalkan pengindraan dan kinestetik anak. sehingga mampu memberikan informasi pengetahuan sebanyak-banyaknya pada anak. moral. anak juga akan mengamati bunyi yang ditimbulkan oleh lompatan kaki. tanaman. kognitif. sangat sedikit anak yang memiliki hanya satu gaya belajar. semua alat indra dan kinestetiknya akan dimanfaatkan secara maksimal. Perbedaan apa yang terlihat antara pagar rumah di desa dan di kota? Apakah pagarnya terbuat dari besi.1999). Ketika anak bermain lompat tali maka otomatis kinestetiknya akan berkembang. keadaan fisik perumahan.

Anak desa dengan bebas memanjat pohon-pohon yang ada di sekitar mereka. Menurut pendapat tersebut. Sementara anak kota. Adapun tahapan perkembangan kognitif menurut Piaget (Hadis. pensil dan krayon mudah di dapatkan dengan harga terjangkau. tapi mereka perlu diberi latihan agar apa yang diperoleh dari lingkungannya dapat bermanfaat bagi mereka untuk setiap aspek perkembangannya. (2) praoperasional (2-7 tahun). anak di bawa ke mall. Guru yang kreatif adalah guru yang mampu menghadirkan lingkungan sekitar anak ke dalam kelas. bermain tanah. Konsep alam sekitar anak di desa telah dipahami betul oleh anak. warna.Satu Untuk UNM hujanan. Tetapi untuk pengembangan motorik halus mereka sangat sedikit yang bisa di lakukan. anak memperoleh pengalaman melalui berbagai kontak fisik dan eksplorasi terhadap lingkungannya. di kota mudah disiapkan oleh orang tua mereka. bermain balok. Kognitif anak dapat pula dikembangkan melalui berbagai kegiatan bermain misalnya bermain pasir. 1996:47) antara lain: (1) sensorimotorik (0-2 tahun). meskipun dengan keterbatasan waktu. bermain pelepah pisang di saluran irigasi dan sebagainya yang menambah wawasan tentang lingkungan alamnya. dan tidak semua orang tua mampu memfasilitasi anak mereka. Pengembangan kognitif anak misalnya juga dibentuk melalui pengalaman langsung (hands on experiences) yang dapat dilakukan anak pada berbagai percobaan atau penemuan. bentuk dan lain sebagainya. Anak banyak belajar dan bermain di tempat-tempat mandi bola sehingga terlatihlah fisik motorik mereka. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 39 . pada saat itulah anak juga belajar tentang konsep air. konsep tentang warna dengan melihat dan membandingkan warna-warna yang ada pada benda. bermain masakmasakan. dan (4) opersional formal (12 tahun ke atas). Melalui berbagai kegiatan ini. Pembelajaran yang dilakukan di desa berbeda dengan pembelajaran di kota. Akan tetapi untuk pengembangan otorik halus. secara tidak langsung anak belajar tentang konsep ukuran. (3) operasional kongkrit (712 tahun). karena pengembangan kognitif memerlukan kemampuan untuk berpikir abstrak. Ia memahami konsep tentang ruang melalui proses merangkak mengelilingi ruangan. Anak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun kognisi dalam dirinya. bilangan . konsep bulat dengan menyentuh bola dan alat mainan lainnya. bermain puzzle. dengan keterbatasan ligkungan main. pensil dan krayon masih sulit disediakan oleh orang tua mereka. Kemampuan anak untuk berpikir abstrak masih belum sempurna dan akan terus berkembang seiring dengan tingkat usianya. pada tahap sensorimotorik (0-2 tahun). Sementara anak di kota dengan fasilitas buatan yang lengkap. bermain air. perlu ditambahkan konsep alamiah sehingga mereka bisa lebih dekat dengan alamnya.

Anak-anak mengetahui tentang sesuatu. Mereka masih berada pada masa transisi antara kemampuan berpikir tahap praoperasional dan operasional konkrit. Egosentrisme adalah ketidakmampuan untuk membedakan antara perspektif dirinya dengan orang lain. Meskipun demikian. menegaskan bahwa anak yang berada pada tahapan operasional konkrit sudah mulai mampu menerapkan logika untuk memahami persepsi-persepsi. Lebih lanjut Santrock (1995) menegaskan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 40 . Operasi merupakan perangkat tindakan terinternalisasi yang memungkinkan anak melakukan secara mental apa yang dilakukan secara fisik sebelumnya. Pada tahapan operasional konkrit (7-12 tahun) anak sudah mampu berpikir logis mengenai obyek dan kejadian. Pada tahap ini anak belum mampu berfikir secara operasional. pada tahapan praoperasional. tetapi pengetahuan mereka tidak didasarkan atas pemikiran yang rasional. jumlah tak terbatas dan berat (usia 9 tahun).Satu Untuk UNM Pada tahap Praoperasional (2-7) tahun. Kemampuan mengklasifikasikan benda pada tahapan praoperasional masih bersifat sederhana. Ciri-ciri berpikir tahap ini adalah anak bersifat egosentrisme dan animisme. anak sudah mampu menggunakan simbolsimbol dalam pikirannya untuk merepresentasikan benda-benda atau kejadian. Sedangkan animisme adalah suatu keyakinan bahwa obyek yang tidak bergerak memiliki kualitas “semacam kehidupan dan dapat bertindak. Subtahap fungsi simbolis berlangsung antara usia 2 – 4 tahun. anak belum mampu memahami peraturan tertentu atau operasi. menguasai konservasi jumlah (usia 7 tahun). Berk (2006). Pada subtahap ini anak-anak memulai penalaran primitif dan ingin tahu jawaban atas semua bentuk pertanyaan. anak yang kurang memperoleh stimulasi yang baik dari lingkungan masih sering meninggalkan karakteristik berpikir pada tahap sebelumnya. Tahap praoperasional dibagi menjadi dua subtahap yaitu subtahap fungsi simbolis (Symbolic function substage) dan subtahap pemikiran intuitif (intuitive thought substage). ciri lainnya adalah konservasi yaitu keyakinan akan keabadian atribut obyek atau situasi tertentu terlepas dari perubahan yang bersifat dangkal. Subtahap pemikiran intuitif berlangsung antara usia 4 – 7 tahun. dimana anak mampu membayangkan secara mental obyek yang tidak ada. Karakteristik yang menonjol pada masa ini adalah centration yaitu memusatkan perhatian terhadap satu karakteristik dan mengesampingkan semua karakteristik yang lain. menghasilkan obyek menurut beberapa tanda dan mampu menyusunnya dalam beberapa seri berdasarkan satu dimensi. pada saat ini anak hanya mampu mengikuti satu sampai dengan dua aturan pengklasifikasian. Anak mampu mengklasifikasikan menurut tanda tertentu misalnya mengelompokkan semua balok berwarna merah tanpa memperhatikan bentuknya atau semua balok persegi tanpa memperhatikan warnanya (Atkinson. 1994).

(2) tahap ikonik. pada tahap enaktif anak secara langsung terlibat dalam memanipulasi obyek. anak memanipulasi simbol-simbol atau lambang-lambang tertentu. kemampuan berfikir anak bergerak dari tahap praoperasinal menuju operasional konkrit atau disebut dengan masa transisi. Perkembangan pemahaman konsep dilakukan anak melalui tiga tahapan yaitu: (1) tahap enaktif. Tahap operasional formal (12 tahun keatas). Anak tidak lagi terikat dengan obyek-obyek pada tahap sebelumnya. Oleh sebab itu kegiatan pembelajaran harus dilakukan sesuai karakteristik dan ciri-ciri berpikir pada tahap ini. Anak tidak langsung memanipulasi obyek seperti pada tahap pertama. anak melalui lima tahapan pemahaman dalam mempelajari konsep yaitu: (1) permainan bebas Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41 . namun masih perlu dikembangkan agar kemampuan berpikir semakin matang dan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang ditemui dalam kegidupan sehari-hari. al. (3) tahap simbolik. Meskipun anak membutuhkan berbagai benda konkrit untuk memahami konsep-konsep baru. melakukan seriasi (menyusun benda berdasarkan urutan tertentu). Pendapat lain dikemukakan Dienes sebagaimana dikutip Reys et. yang merupakan gambaran dari obyek-obyek yang dimanipulasinya. Kemampuan berfikir anak. Mereka sudah mampu menghadapi berbagai permasalahan dan berpikir bagaimana cara menyelesaikannya (Hadis. abstrak pleksibel dan hipotetikal. Sebagian anak kurang memperoleh stimulasi lingkungan masih meninggalkan ciri-ciri berpikir pada tahap praoperasional. Berdasarkan tahapan kognitif tersebut maka anak usia 5-6 tahun berada pada tahap peralihan antara kemampuan berpikir praoperasional dan operasional konkrit. Bruner (1966) mengungkapkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran anak sebaiknya diberikan kesempatan untuk memanipulasi benda-benda atau alat peraga. (1998:20). bergerak dari kemampuan berfikir yang didomonasi oleh persepsi visual menuju kemampuan berfikir logis. kegiatan yang dilakukan anak berhubungan dengan mental. Berdasarkan pendapat tersebut.Satu Untuk UNM Hal ini ditegaskan oleh Copley (2000) dan Wortham (2006:350). Skema mental dapat juga digunakan untuk mengklasifikasikan. menghitung dan fungsi lainnya. merupakan tahap terakhir dalam perkembangan berpikir manusia. Pada tahap ikonik. Pada tahapan ini anak mampu berpikir logis. tidak jarang ia menghabiskan waktu yang lama hanya untuk memanipulasi suatu benda. Kemampuan berpikir pada tahap operasional formal hampir menyerupai kemampuan berpikir orang dewasa. 1996:47). Hal ini mendorong anak untuk menggunakan skema mental dalam menyelesaikan berbagai operasi melalui benda-benda konkrit. sehingga anak dapat melihat langsung bagaimana keteraturan serta pola-pola yang terdapat pada benda yang sedang diperhatikannya. Pada tahap simbolik. bahwa antara usia 5-8 tahun.

Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan berbagai jenis pengalaman belajar yang dapat memenuhi tujuan-tujuan program pembelajaran yang berkualitas. mencari kesamaan sifat dalamsuatu pemahaman. Proses pembelajaran yang terjadi melalui interaksi sosial antara pendidik dan anak didik memiliki peranan penting dalam menumbuhkan kecintaan anak terhadap . Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 42 . anak mulai meneliti pola-pola dan keteraturan yang terdapat dalam konsep tertentu. (4) simbolisasi (simbolization). Proses untuk memodifikasi berbagai tingkah laku anak dapat dilakukan melalui pemberian stimulus. Pada saat proses pembelajaran berlangsung. (3) representasi (representation). anak berusaha mencari kesamaan sifat dari beberapasituasi yang sejenis. anak harus mampu merumuskan representasi dario setiap konsep dengan simbol sifat-sifat konsep dan kemudian merumuskan sifat-sifat baru konsep tersebut. Anak belajar melalui proses interaksi sosial yang terjadi pada saat pembelajaran. Pada tahap simbolisasi (simbolization). Anak menentukan representasi dari konsep-konsep secara abstrak kemudian menyimpulkan. Hal inilah yang akan membangun citra positif anak terhadap setiap tema dalam pembelajaran . Menurut pendapat ini. dan (5) formalisasi (formalization). Melalui aktivitas ini memungkinkan anak mengadakan percobaan dan memanipulasi benda-benda kongkrit dan abstrak dari unsur-unsur yang sedang dipelajari. anak dituntut untuk mengurutkan pencapaian kompetensi sebagaimana direkomendasikan oleh NCTM (2003). Guru harus mampu merancang pembelajaran yang dapat mendorong atau melalui perumusan verbal. anak belajar konsep yang aktivitasnya tidak berstruktur dan tidak diarahkan.Satu Untuk UNM (free play). Guru perlu memahami berbagai perkembangan konsep yang terjadi dalam diri seorang anak. sehingga ia mampu merencanakan dan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran secara tepat sesuai dengan karakteristik berpikir dan belajar anak usia dini. (2) generalisasi (generalization). karena melalui interaksi sosial tersebut anak akan memperoleh model yang tepat (modelling) dan mampu meniru perilaku yang ditampilkan (imitating). Proses modifikasi tingkah laku merupakan hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran. Pada tahap formalisasi (formalization. Hal ini sangat membantu keberhasilan program pembelajaran yang telah direncanakan. pada tahap permainan bebas (free play). penguatan/imbalan (reinforcement) dan hukuman (punishment). guru hendaknya mampu memodifikasi berbagai tingkah laku yang ditampilkan anak saat pembelajaran. Pada tahap representasi (representation). Pada tahap generalisasi (generalization).

orangtua harus mengetahui jenis-jenis makanan yang mengandung gizi yang sesuai dengan tingkat kebutuhan anak. apakah berarti anak minat menggambar ataukah hanya kesenangan? Mengapa seorang guru perlu memahami potensi /kemampuan anak didiknya? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 43 Perkembangan Setiap aspek anak bersifat progresif. yang lainnya. sikap-sikap dan tingkah-laku yang dicita-citakan. Sebaliknya orangtua dan pengasuh yang tidak atau kurang memperhatikan kebutuhan gizi anak dapat menyebabkan anak akan mengalami gangguan dalam perkembangan fisik karena sering sakit-sakitan dan tidak dapat melakukan aktivitas seperti anak yang sehat pada umumnya. Selain itu. Soal 1.. sistematis dan perkembangan saling berkaitan satu sama lain. misalnya kejujuran. Makanan yang bergizi dengan tingkat kebersihan yang terjamin akan mendukung anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahap-tahap perkembangan tertentu. padahal anak tersebut telah memasuki kelompok B ? Sebagai seorang guru apa yang anda lakukan agar anak dapat berkembang secara sempurna. simpati. Bagamana cara anda mengatasi anak yang cengeng ditinjau dari karakteristik anak. 3. Dalam upaya memelihara kesehatan anak yang optimal. keadilan. sesuai dengan tugas tugas perkembangan anak? Jika anak kurang termotivasi dalam belajar. Anak juga peka terhadap sifat-sifat dan tingkah-laku yang diperlihatkan guru. juga sangat dibutuhkan lingkungan tempat tinggal dengan air dan sanitasi memadai serta udara yang segar untuk dihirupnya setiap hari. 4. terhambatnya satu aspek perkembangan tertentu akan mempengaruhi aspek perkembangan . pengertian. 2. kesanggupan menerangkan dan sikap mengharap tingkahlaku kooperatif dan terkendalikan dari para murid. untuk memelihara kesehatan anak. Guru berada dalam lingkungan yang dekat. Sepanjang masa anak sekolah. apa yang anda lakukan sebagai guru dalam menangani anak tersebut? Jika anak menggambar secara berulang-ulang.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seorang guru cukup besar pengaruhnya dalam pembentukan patokan-patokan hidup. 5. dan anak cenderung untuk meniru tingkahlaku guru. maka anak menganggap guru sebagai sumber kepandaian. berkesinambungan. penghargaan terhadap usaha.Satu Untuk UNM Rangkuman Perkembangan setiap anak berbeda-beda baik dalam kualitas maupun tempo perkembangannya.

9. 7. 8. Jika anda melihat anak didik anda sangat senang mengamati sesuatu. gaya belajar Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 44 . Bagaimana caranya memahami potensi /kemampuan anak didik? Jelaskan taraf berpikir anak TK adalah pada taraf praoperasional? Mengapa anak usia TK selalu bertanya kepada guru /orangtuanya? Bagaimana perkembangan perilaku moral. sosial dan emosional anak TK? apakah anak tersebut dan bagaimana cara membelajarkan anak tersebut. 10.Satu Untuk UNM 6.

bermain adalah kegiatan yang mereka lakukan sepanjang hari. karena bagi anak bermain adalah hidup mereka.(Sudjiono. mengekspresikan perasaan. anak selalu berperilaku di atas usia rata-ratanya. Tujuan program pembelajaran adalah membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap. di atas perilakunya sehari-hari. Anak TK tidak membedakan antara bermain. dalam bermain anak dianggap „lebih‟ dari dirinya sendiri. Konsep Dasar Pendidikan Anak TK Sebagai guru TK anda pasti telah tahu bahwa bagi seorang anak. Berhubungan dengan pembelajaran. pengetahuan. Oleh sebab itu maka strategi pembelajaran bagi anak usia dini berorientasi pada: (1) tujuan yang mengarah pada tugas-tugas perkembangan disetiap rentang usia nak. Bermain adalah kegiatan yang dilakukan secara berulang dan menimbulkan kesenangan/kepuasan bagi diri seseorang (Piaget dalam Mayesty: 1990).(3)metode yang dipilih hendaknya bervariasi serta menyenangkan. menemukan. Setelah anda mengetahui pentingya bermain bagi anak usia dini. 2003:52) berpendapat bahwa bermain dapat menciptakan suatu zona perkembangan proximal pada anak. belajar dan bekerja. Vygotsky (Naughton. Oleh sebab ituu kelas-kelas bagi anak usia dini merupakan kelas yang mampu menciptakan suasana yang kreatif dan penuh kegembiraan bagi anak. berkreasi dan belajar secara menyenangkan. Bagaimanakah pembelajaran bagi anak didik di TK? Tujuan pembelajaran yang utama pada anak usia dini (TK) adalah untuk mengoptimalkan perkembangan anak secara menyeluruh serta terjadinya komunikasi interaktif. 2009: 134).(4) media dan lingkungan bermain yang digunakan haruslah aman.Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar II Merancang Kegiatan Belajar yang Mendidik 1. diharapkan dapat memberi kesempatan pada anak untuk bereksplorasi. keterampilan dan kreativitas yang diperlukan oleh anak untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan pada tahap berikutnya.(2) materi yang diberikan harus mengacu dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan yang sesuai dengan taraf perkembangan anak. Sedangkan menurut Parten kegiatan bermain sebagai sarana sosialisasi. Kurikulum bagi anak usia dini haruslah memfokuskan pada perkembangan yang optimal pada anak melalui lingkungan sekitarnya yang dapat menggali berbagai potensi tersebut melalui permainan serta hubungan dengan orang tua atau orang dewasa sekitarnya. dalam bermain. nyaman dan menimbulkan ketertarikan bagi anak dan perlu adanya waktu yang cukup untuk Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 45 .

(4) bantu anak untuk menghargai dan memahami bahwa itu penting dan memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip pembelajaran merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan oleh guru dalam setiap kegiatan pembelajaran agar penyampaian materi pembelajaran sesuai dengan karakteristik perkembangan anak.Satu Untuk UNM bereksplorasi. Anak mengatahui dan meyakini kemampuan yang dimilikinya sebagai seorang pembelajar. janganlah anda menjelaskan satu persatu kebutuhan anak. (11) kegiatan pembelajaran harus mampu meningkatkan keterampilan dalam mengingat. diantaranya: (1) melibatkan keaktifan anak. (2) disesuaikan dengan karekteristik perkembangan anak. mengontrol kemampuannya dan menemukan gaya belajar yang sesuai bagi dirinya. (8) guru merupakan model dalam proses pembelajaran. (3) sajikan kegiatan pembelajaran melalui pengalaman yang menarik dan menantang. 1998:22) mengemukakan beberapa prinsip pembelajaran. Reys. Proses pembelajaran yang dilaksanakan guru perlu juga mempertimbangkan prinsipprinsip pembelajaran untuk anak usia dini. (10) adanya keseimbangan perlakuan anak laki-laki dan perempuan dalam proses pembelajaran. (7) harus mampu mengembangkan kemampuan metakognisi berhubungan dengan kemampuan seorang anak untuk mengetahui tentang kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh dirinya. sehingga seluruh perilaku yang ditampilkan guru dapat mempengaruhi kemampuan belajar anak. Kegiatan pembelajaran hendaknya tidak menimbulkan kecemasan (stress) bagi anak. misalnya nada mengajarkan tema “kebutuhanku”. (1) pembelajaran hendaknya lebih menekankan pada makna dan pemahaman dari pada mengingat fakta. (1998:22) menyebutkan beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam mengantisipasi kecemasan anak terhadap pembelajaran adalah sebagai berikut . sehingga ia berusaha menyesuaikan diri. et al. sehingga ia dapat menggunakannya dalam kegiatan belajar. pulang sekolah atau pada saat ia lapar. (2) guru hendaknya lebih memilih strategi pembelajaran dengan menggunakan teknik problem-solving dari pada menyajikan materi dan cara penyelesaiannya. (5) doronglah anak Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 46 . janganlah memaksakan anak menghafal materi atau fakta yang telah diajarkan. (4) mampu mengembangkan kemampuan berbahasa yang bersifat integral (5) Guru harus mampu menyajikan pertanyaan-pertanyaan yang baik yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar dan mampu menstimulasi proses berpikir anak. (6) anak diberi kesempatan untuk memanipulasi alat peraga. (3) merupakan kegiatan yang berkesinambungan. Lebih lanjut Reys. Evaluasi yang terbaik dan dianjurkan untuk dilakukan adalah rangkaian sebuah assesment melalui sebuah observasi partsipatif terhadap segala sesuatu yang dilihat. tapi tantanglah anak dengan meminta nak mencari atau menunjukkan apa yang dia butuhkan pda saatakan berngkat sekolah. (9) materi yang diajarkan tanpa melalui tahapan pembelajaran yang tepat akan menimbulkan kecemasan terhadap anak itu sendiri (mathophobia).

Teori perkembangan. maka menimbulkan respons yang tertentu sesuai dengan stimulasi yang diberikan. berikut disajikan teori pembelajaran dari beberapa ahli: 1. Apabila guru melaksanakan hal tersebut di atas maka tidak akan ada anak yang merasa takut dengan kegiatan pembelajaran dan mereka akan antusias mengikutinya. Kegiatan pembelajaran selain melatih kemampuan berfikir logis dan abstrak. dengan menciptakan lingkungan dan menyediakan peralatan yang menyediakan kesempatan pada anak untuk belajar dan berkembang. dan (8) lakukanlah diagnosis terhadap anak yang mengalami kesulitan terhadap pembelajaran. Skinner mengemukakan bahwa seluruh perilaku manusia dapat dijelaskan atau diamati sebagai respons yang terbentuk dari berbagai stimulus yang pernah diterimanya dari lingkungannya. para ahli psikologi perkembangan melihat bahwa anak meiliki motivasi diri yang dilimilikinya sejak lahir untuk menjadi mampu. (7) lakukanlah berbagai latihan di kelas secara hati-hati karena beberapa anak yang senang dengan kompetisi namun tidak sedikit yang merasa tertekan (stress). Teori-teori belajar dan Penerapannya dalam Kegiatan Belajar Melalui Bermain di TK Untuk dapat memahami model pembelajaran yang tepat untuk anak usia dini.Satu Untuk UNM untuk mengemukakan kesan dan perasaannya terhadap tema pembelajaran. berdasarakan penelitian Pavlov dalam mengamati perilku hewan. dengan jalan memberikan penguatan-penguatan baik berupa pujian atau simbol-simbol yang menyenangkan buat anak. juga harus mampu melatih daya ingat anak. (6) peliharalah perilaku positif yang di tampilkan anak terhadap pembelajaran. 2. Dari kedua teori di atas. Beberapa kiat yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengingat adalah sebagai berikut: (1) pembelajaran harus bermakna bagi anak . 2. Guru hendaknya mampu memberikan stimulus yang baik pada Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 47 . Teori pertama mengarahkan guru untuk menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada guru. nampak bahwa ada dua model pembelajaran yang dapat diberikan guru. Teori behavioris. Motivasi berkemampuan inilah yang kemudian dipandang oleh para ahli psikologi sebagai dasar untuk mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada anak dengan menghargai seluruh proses perkembangan yang dimiliki oleh anak dan berkembang sesuai dengan ritme yang dimiliki masing-masing anak. bahwa jika hewan diberi stimulus tertentu.(2) kegiatan pembelajaran harus mampu menghubungkan antara berbagai pengetahuan yang telah dimiliki anak dengan berbagai topik yang diajarkan dalam tema-tema pembelajaran.

Bermain kreatif dalah kegiatan bermain yang memberikan kebebasan pada anak untuk berimajinasi.Satu Untuk UNM anak. untuk membentuk dan mengembangkan perilaku anak. bereksplorasi dan menciptakan suatu bentuk kreativitas yang unik. boleh dipimpin oleh salah satu anak yang STRATEGI PENGEMBANGAN Materi Gerak senam sederhana Metode Praktik langsung Out door Media Tape Recorder Kaset Pengalaman belajar & urutan kegiatan . 1) Model Pembelajaran bermain Kreatif Pada model pembelajaran bermain kreatif. Materi. metode serta materi yang diberikan oleh guru sangat menentukan respon anak selanjutnya. kebutuhan dan ritme perkembangan anak. Janganlah memaksa anak belajar dengan memberikan Pekerjaan Rumah (PR). Sementara teori kedua mengarahkan guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang berpusat pada anak. metode dan media yang disediakan oleh guru hendaknya berpusat pada karakteristik. kegiatan pembelajaran berbasis pengembangan kecerdasan jamak (multiple intellegence) pada anak yang berbasis pada tema. Jika guru menginginkan anak didik mereka untuk belajar baca tulis. Contoh: Tema Sub Tema : Aku dan Keluargaku : Anggot keluarga dan tugas-tugasnya Alokasi waktu: 08. Secara operasional. kembangkanlah jenis-jenis serta alat permainan yang mengundang anak bermain sekaligus melalui permainan tersebut anak belajar baca tulis. Gaya mengajar. Janganlah guru memaksakan anak untuk belajar membaca dan menulis hanya karena tuntutan orang tua yang menginginkan anak mereka segera pintar baca tulis. membicarakan kegiatan kemarin dan kegiatan yang akan dilakukan hari ini.20 Pembukaan: jurnal Pagi: o Salam pagi hari o Ikrar & berdoa bersedia. Kegiatan inti: ASPEK PENGEMBANGAN DAN INDIKATOR Dapat melakukan gerakan bebas mengikuti irma lagu : menyambut kedatangan anak dengan kehangatan dan cinta : anak bersama guru. berikut beberapa contoh model pembelajaran yang dapat diberikan pada anak.Guru mengajak anak ke halaman dan membuat lingkaran Assesmen Perkembangan Anak Lisan Perbuatan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 48 . o Jurnal pagi : menanyakan situasi dan kondisi anak pagi hari ini.30-10.

) -Guru mulai bercerita tentang anggota keluarga dan tugasnya Diselingi dengan kegiatan bercakapcakap antara anak dan guru serta anak dengan anak lainnya .Guru menghubungkan antara tugas anak di rumah dengan di sekolah Guru memperlihatkan boneka anggota keluarga Anak diminta untuk diminta mengamati dan mengurutkan mulai dari ukuran tubuh yg terbesar sampai yang terkecil dgn bergantian.suasan hening sejenak Cairkan beberapa warna cat air dalam piring kemudian celupkan tangan anak pada cat air tersebut Idem Portofolio hasil kerja anak Tugas anggota Krluarga Bercakap -cakap Dapat membedakan ukuran besar dan kecil: Aku. Ukuran: besar-kecil Diskusi Boneka/la minating anggota keluarga Idem Dapat mengucapkan doa ”untuk Ibu dan Ayah” Doa utk ayah ibu dan artinya Praktik langsung Dapat menstempel dengan tangan Stempel tangan Praktik langsung Kertas A4 Cat Air Piring cat Krayon/pe Idem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 49 .Satu Untuk UNM Lagu “oh ibu dan Ayah” Guru mengadakan pemanasan Anak bersama guru mulai melakukan gerak-an bebas seirama dengan lagu “Oh Ibu dan Ayah” Gerakan Pendinginan Dapat menjawab pertanyaan tentang terbiasa berbagi dengan anggota keluarga Dapat menjawab pertanyaan sederhana tentang tugas anggota keluarga Berbagi dengan anggota keluarga Bercerita Bercakap -cakap Flanel anggota keluarga Istirahat sejenak Kegiatan ini tergintegrasi antara kegiatan di rumah dan di sekolah: -Guru mengatur posisi duduk anak (Melingkar.Suara berdoa lembut dan jelas . Dilanjutkan dengan berdoa. kegiatan ini berlangsung setelah anak melakukan kegiatan mengukur: . tangan dan mata saat berdoa .Sikap tubuh. ayah dan ibu serta saudara2. dsb.

pesan moral o Doa pulang dan salam perpisahan 2) Model Pembelajaran Berdasarkan Minat Model ini merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan di TK atau RA. Model pembelajaran ini bermuara dari teori perkembangan yang mengarahkan guru untuk mengadakan pembelajaran yang berpusat pada anak termasuk pada minat-minat anak. guru boleh meminta beberapa anak yg telah terampil bertepuk untuk memimpin. guru memberi nama anak di bagian belakang kertas Hias stempel tangan tersebut dengan menggambar sesuai keinginan dan kreasi anak Guru meminta anak untuk berdiri dan membuat setengah lingkaran. Guru mencontohkan cara bertepuk. posisi anak menghadap guru.30-10. Berikut ini disajikan contoh perencanaan model pembelajaran berdasarkan minat: Kelompok Semester/Minggu Tema/Sub Tema Waktu :B : I/I : Diri sendiri/Mengenal Diriku : 7. Dapat bertepuk tangan mengikuti irama lagu “sayang Ayah dan Ibu” Bertepuk ikut irama Praktik langsung Tangan Anak Idem Penutup/jurnal siang: o Jurnal siang: review kegiatan satu hari.15 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 50 .Satu Untuk UNM nsil warna Buat stempel tangan pada kertas A4. umpan balik dan informasi tentang kegiatan besok hari sebagai motivasi bagi anak. diikuti semua anak Anak-anak mengulang tepukan tangan.

nama oran tua. guru membicarakan tugas-tugas diarea yang diprogramkan pada hari itu. dapat melakukan di luar atau di dalam ruangan Kegiatan inti (Individual di area)  Sebelum melaksanakan kegiatan inti. 8) Menciptakan 3 bentuk bangunan dari balok (seni) 9) Bertepuk tangan dengan 3 pola (seni) Langkah Kegiatan: 1. Membicarakan tema/subtema (bahasa) Melakukan kegiatan fisik motorik. karayon. Kegiatan Awal (Klasikal)   Mengucap salam. jenis kelamin.  Area yang dibuka setiap hari adalah 4-5 sesuai indikator yang dikembangkan  Kegiatan pembelajaran sebagai berikut:  Area Berhitung/matematika Pemberian tugas membilang dan menyebut urutan bilangan 1-5  Area seni/moorik Menggambar bebas dengan krayon  Area IPA Eksperimen membuat teh manis  Area Balok Menciptakan satu bangunan dari balok  Anak dibebaskan untuk memilih area mana yang disukai  Anak dapat berpindah sesuai dengan minatnya tanpa ditentukan oleh guru Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 51 . alamat rumah dengan lengkap (bahasa) 4) Berjalan maju diatas garis lurus (fisik-motorik) 5) Membilang/menyebut urutan bilangan 1-10 (Kognitif) 6) Mencoba dan mengamati macam-macam rasa (Kognitif) 7) Menggambar bebas dengan berbagai media (kapur tulis.Satu Untuk UNM Indikator 1) Mentaati peraturan yang ada (Pembiasaan perilaku) 2) Menceritakan pengalaman/kejadian secara sederhana dengan urut (Bahasa) 3) Menyebutkan nama diri. arang dan bahan alam) dengan rapi (Seni). bernyanyi dan berdoa (Pembiasaan) Bercerita tentang penglaman (3-4 anak) setiap hari dan 3-4 orang anak menanggapi (bahasa)   2. pensil warna.

memahami tubuh dan perasaan mereka sendiri. makan (Berdoa sebelum dan sesudah makan). Caranya adalah dengan memahami lingkungan di sekitarnya. pulang 3. jumlah anak dapat dibatasi. pengembangan bahasa. dan pengembangan perilaku terdiri dari : perilaku moral. tema. a. Istirahat/Makan bersama Cuci tangan.Satu Untuk UNM  Apabila anak tidak mau melakukan kegiatan di 4-5 area yang diprogramkan. Kegiatan akhir (Klasikal)    Bertepuk tangan dengan 3 pola Diskusi tentang kegiatan hari ini dan menginformasikan kegiatan esok hari. mengenal orang dan benda-benda yang ada. pesan moral. pengembangan emosi. Karakteristik tujuan Pembelajaran Yang dimaksud dengan karakteristfik tujuan adalah pengembangan kemampuan dasar dan perilaku. mampu menarik kesimpulan dan membuat generalisasi.  Orang tua/kelaurga dapat dilibatkan untuk berpartisipasi 3. 4. . dan keterampilan dan pengetahuan. emosional. disiplin. agama. dan kemamdirian. melatih memahami untuk mengurus diri sendiri. pengembangan kreativitas. MERANCANG KEGIATAN BELAJAR YANG MENDIDIK Merancang kegiatan belajar merupakan tugas yang penting bagi guru karena guru bertanggung jawab agar pembelajaran efektif. dan melakukan apa yang dianggap benar berdasar nilai yang ada dalam masyarakat. maka guru diharuskan untuk memotivasi anak agar mau melakukan kegiatan  Bagi area yang membutuhkan pemahaman atau membahayakan. Adapun kemampuan dasar terdiri dari pengembangan kemampuan kognitif. Menyanyi. bermain. menalar. Memilih Strategi Pembelajaran Menurut Moeslichatoen (2000) memilih strategi Yang akan digunakan dalam program kegiatan Belajar di Taman kanak-kanak guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan strategi seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. memungkinkan anak-anak menguasai pembelajaran menyenangkan. Untuk mengembangkan kemampuan kognisi anak dapat dipergunakan strategi yang mampu menggerakkan anak agar menumbuhkan berpikir. Selain itu melatih anak menggunakan bahasa untuk berhubungan dengan orang lain. berdoa. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 52 pembelajaran dikatakan efektif bila sikap. pengembangan motorik.

Satu Untuk UNM Guru mengembangkan kreativitas anak. bahasa. manusia. Dalam kreativitas anak. membaca dan menulis. berjalan. Kegiatan Eksplatori Dalam kehidupan sehari-hari anak banyak melakukan eksplorasi terhadap lingkungannya baik dengan benda. bercakap-cakap. Oleh karena itu anak membutuhkan dan menuntut untuk bergerak melibatkan koordinasi otot kasar seperti merayap. Penggunaan tema dalam pembelajaran di taman kanak-kanak adalah suatu hal yang amat penting karena pembelajaran dengan tema relevan dengan karakteristik perkembangan anak yang bersifat holistik. Guru mengembangkan kemampuan bahasa anak dengan menggunakan strategi yang dapat meningkatkan perkembangan kemampuan berbicara. dan peristiwa /kejadian Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 53 . demonstrasi. berlari. sosial dan emosi. Guru memberi kesempatan anak memperoleh pengalaman yang luas dalam mendengarkan dan berbicara. Guru mengembangkan emosi anak dengan menggunakan strategi yang menggerakkan anak untuk mengekspresikan perasaan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan secara verbal dan tepat. motorik. menendang. belajar kooperatif. Tema Tema merupakan bahan ajar yang disajikan anak. d. b. mempunyai imajinasi. c. mempunyai rasa ingin tahu kuat. memikirkan kembali. tanaman. penemuan terbimbing. membuat pertanyaan yang membatu mmecahkan. anak tidak dapat disuruh duduk diam selama jam kegiatan karena bagi anak TK duduk diam selama jam kegiatan merupakan pekerjaan yang berat. Melalui tema anak-anak dapat mengembangkan seluruh aspek pengembangannya meliputi perkembangan kognitif. mendengar. senang bereksperimen. melompat dan melempar. Tema dipilih harus relevan dengan minat anak dan dikembangkan melalui pengelaman langsung serta dimulai dari lingkungan terdekat. fisik. merangkak. Karakteristik Anak Didik Pemilihan strategi perlu diperhatikan karakteristik anak didik yaitu anak sellau bergerak. strategi dipergunakan mampu menorong anak mencari dan menemukan jawabannya. dan pengajaran langsung. dan menemukan hubunganhubungan baru. senang berbicara. strategi yang dipilih adalah strategi yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan mengembangkan motivasi rasa ingin tahu dan yang mengmbangkan imajinasi. binatang. Perbandingan berbagai Strategi Pembelajaran di TK Menurut Masitoh (2007) Strategi pembelajaran terdiri dari: kegiatan eksploratori. meloncat. pemecahan masalah.

mencatat apa yang terjadi. Penggunaan metode pemecahan masalah bagi anak mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: Langkah pertama. Menggambarkan kesimpulan. membuat perkiraan yang didasarkan pada pengalaman dan meramalkan). membuat perencanaan untuk ekspeimen selanjutnya dengan suatu hipotesis baru). anak berbicara kepada anak lainnya. do-itssignal dan pertanyaan. anak-anak merencanakan. menyadari adanya masalah (memahami. Langkah kelima. serta mengembangkan gagasan tersebut secara luas kepada orang lain yaitu teman-teman/gurunya Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 54 . meramalkan. mengkomunikasikan. Pemecahan Masalah Melalui strategi pemecahan masalah. Langkah ketiga. guru menggunakan strategi reflksi katakata dan refleksi tingkah laku. Kegiatan penemuan terbimbing menggabungkan strategi modelling. mengamati hasil tindakan. mengkomunikasikan hasil (mengemukakan apa yang terjadi.Satu Untuk UNM . Bercakap-Cakap Bercakap-cakap adalah salah satu strategi pembelajaran yang menunjukkan interaksi timbal balik antara guru dan anak. Peran guru dalam hal ini sebagai fasilitator. penghargaan yang efektif. Penemuan Terbimbing Tujuan dari penemuan terbimbing bagi anak-anak adalah agar anak-anak dapat membuat hubungan dan membangun konsep melalui interaksi dengan benda dan manusia. Langkah keempat. Untuk menghargai kegiatan dan penemuan anak. Langkah kedua. Melakukan eksperimen (menguji ide). Peran guru mendorong anak mengemukakan gagasannya sendiri. bercerita. guru berbicara kepada anak . mengamati dan mengidentifikasi). Merumuskan hipotesis/dugaan-dugaan sementara (memikirkan alasanalasan yang tepat mengapa sesuatu terjadi.Melalui kegiatan ini anak membangun pengetahuannya sendiri sehingga dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya dari berpikir kongkrit menuju berpikir abstrak. Peranan guru adalah untuk menyediakan alat dan informasi yang dibutuhkan yang dapat mendukung kemajuan anak melalui pengembangan kemampuan dasar. merumuskan kesimpulan dari hasil-hasil tindakannya. anak berbicara kepada guru. mengumpulkan informasi.

3. bila terdapat konflik antara aturan di rumah dan aturan di sekolah. dukungan dan hadiah. dibiasakan mengucapkan terima kasih pada orang lain bila diberi sesuatu. kegiatan belajar dapat dilaksanakan melalui praktek lansung yang diberi kesempatan untuk belajar berkomunikasi melalui telepon di area bermain drama.akan melemahkan motivasi anak menerima konsep moral. Pengajaran Langsung Pengajaran langsung/ bercerita. Menunjukkan sesuatu kepada anak Langkah 3. Sejak anak pandai berbahasa pada usia 2-3 tahun pendidika moral berlangsung dengan pesat melalui interaksi menerapkan ajaran-ajaran moral seperti tidak boleh berbohong. dapat berupa kata-kata atau tindakana yang ditunjukkan sesuai petunjuk guru. Belajar kooperatif agak mudah dilaksanakan karena pada masa ini aspek perkembangan sosial anak sedang berkembang dengan pesat . sebaliknya pada 55 dan bagaimana Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . 4. anak senang berteman. dan proses belajar dipersulit oleh sejumlah faktor: 1.Satu Untuk UNM Belajar Kooperatif Belajar kooperatif adalah sebagai suatu strategi pembelajaran yang melibatkan anak-anak untuk bekerja sama dalam kelompok kecil. Selain itu penanaman perilaku moral akan lebih berhasil. Langkah 1 Meminta perhatian anak Langkah 2. perlu diberikan dengan reaksi yang menyenangkan sepeti : pujian. 2. kebinguingan dalam konsep moral mempengaruhi keputusan moral. kebingungan akan memperlambat proses belajar. bila ini terjadi. Demonstrasi Demostrasi adalah strategi pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara memperlihatakan bagaimana proses terjadinya/cara bekerjanya sesuatu tugas-tugas itu dilaksanakan. Belajar meresapi nilai-nilai moral kelompok membutuhkan waktu. misalnya. Meminta tanggapan /respons anak terhadap apa yang mereka lihat.. Emosi dan Sosial Perilaku moral adalah perilaku yang sesuai dengan tata cara yang ada di masyarakat. dalam implementasinya pengajaran langsung dapat dikombinasikan dengan strategi yang lainnya. untuk mengajarkan cara berbicara melalui telepon. kebingungan yang menyebabkan anak mempertanyakan konsep keadilan. adapun langkah-langkahnya sebagai berikut. Peran guru dalam hal ini mendukung anak untuk belajar bersama. tidak boleh mengambil barang orang lain. setelah guru memberikan penjelasan singkat kepada anak. anak berpartisipasi dalam tugas-tugas bersama yang telah ditentukan dengan jelas. ini diberikan dengan pelajaran yang cepat dan memberikan contoh kepada anak dalam bentuk perilaku. Strategi Pengembangan Moral. bermain bersama dan bekerja dalam kelompok kecil.

Agar anak dapat berpikir secara kreatif. Agar anak dapat menghargai dan mencintai isi alam sebagai ciptaan Tuhan g. Tujuan pengembangan daya cipta adalah kegiatan untuk membuat anak kreatif yaitu: lancar. Anak didik mampu mengembangkan pengetahuan yang sudah diketahui dengan pengetahuan yang baru diperolehnya. Jadi penilaian baik dan buruk tidak lagi datang dari luar tetapi datang dari dalam dirinya sendiri. fleksibel. berpikir serta berolah tangan dan berolah tubuh sebagai latihan motorik halus dan motorik kasar. Pengembangan kemampuan mengelola perolehannya b. manusia itu lahir dengan seperangkat fungsi kognitif dasar yakni kemampuan memperhatikan. c. anak akan bangga dan bahagia jika melakukan perbuatan baik dan sebaliknya anak akan merasa malu dan bermasalah jika anak melakukan yang kurang baik 5. Pengembangan daya cipta diarahkan kepada : a. dan orisinil dalam bentuk kata-kata. 27 ) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 56 . Berdasarkan tujuan pengembangan daya cipta maka dapat dilihat bahwa daya cipta harus ada dalam pengembangan bahasa. Mengembangkan kemampuan memahami sesuatu dengan cara melihat bermacammacam hubungan antar satu obyek dengan obyek lain berdasarkan perbedaan atau persamaan. Menurut Vigotsky. Dengan demikian lambat laun pada anak akan terbentuk kesadaran bathin atau kata hati. Menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah c. keterampilan. Strategi Pengembangan Kognitif dan Kreativitas Anak TK Dalam memilih strategi pengembangan kognitif dan kreativitas anak. Secara rinci dikemukakan sebagai berikut : a. Memberi kesempatan untuk mengolah lingkungan atau membangun dunia se3cara aktif f. Mengembangkan imaqjinasi melalui bermacam-macam kegiatan e.Satu Untuk UNM perbuatan yang tidak baik dihubungkan dengan reaksi yang tidak menyenangkan seperti pengasingan sementara. dan jasmani. d. maka pertama harus dipahami tujuan pengembangan daya pikir dan tujuan pengembangan daya cipta Tujuan pengembangan daya pikir adalah agar anak didik mampu menghubungkan pengetahuan yang sudah diketahui dengan pengetahuan baru yang diperolehnya. Pengembangan imajinasi. daya pikir.1992. Mengembangkan kemampuan berpikir logis dan pengetahuan akan ruang dan waktu b. mengamati dan mengingat ( Dworetzky.

Bercakap-cakap 4. Bercerita 7. Demonstrasi 5. guru jangan pernah lupa tentang tema dan sub tema yang diajarkan yang tentu berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut . Proyek 6. 3. Disinilah keterampilan guru sangat dibutuhkan dalam memilih strategi yang tepat sehingga betul-betul anak dapat mengembangkan kognitif dan kreativitasnya. Strategi menggambar dan melukis Strategi mencoret-coret Strategi menyanyi Strategi membuat karya Misalnya anak diharapkan untuk dapat mengembangkan imajinasi dan mampu mengembangkan ekspresi dirinya maka strategi yang dianggap lebih tepat untuk dipilih digunakan adalah strategi menggambar dan melukis. kapan saja.Satu Untuk UNM Jadi pada prinsipnya seseorang memperoleh pengetahuan. kemudian menggunakannya atau mereproduksikannya. 2. Strategi Pengembangan Seni Anak TK Pengembangan seni anak dapat juga dilakukan dengan berbagai strategi. dan biaya relative murah. 6. 4. Strategi Karya Wisata 3. maka strategi yang cocok digunakan adalah pemberian tugas atau praktek langsung . kegiatan menggambar dan melukis tampaknya yang paling sering Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 57 . sangat tergantung pada kemampuan berpikir atau kognisinya. Misalnya menghubungkan konsep bilangan dengan lambang bilangan 1-10. yang tentu guru diharapkan jangan pernah melupakan tujuan yang akan dicapai dalam pengembangan seni tersebut Adapun strategi yang dimaksud adalah : 1. Disebabkan kegiatan menggambar dan melukis tampaknya yang paling sering dilakukan karena kegiatan ini dapat dilakukan di mana saja. Pemberian Tugas Semua strategi tersebut di atas dapat digunakan oleh guru dalam mengembangkan kognitif dan kreativitas anak. menyimpannya. Strategi Bermain 2. Dengan demikian maka strategi yang dapat digunakan adalah : 1. Hal memilih strategi. Pada anak.

Strategi bercakap-cakap 5. Strategi sandiwara boneka 4.Satu Untuk UNM dilakukan mengingat kegiatan ini dapat dilakukan di mana saja. Strategi permainan bahasa 3. 4. perasaannya dan pendapatnya tentang sesuatu itu. Strategi demonstrasi 7. Kemampuan dasar ini merupakan sarana komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan anak untuk menyertakan pikiran dan perasaan kepada orang lain. dan biaya yang relatif murah. Strategi karya wisata Semua strategi tersebut di atas dapat saja dilakukan dan dipilih dalam untuk mengembangkan bahasa anak. Strategi bermain peran 9. Strategi pengembangan fisik-motorik anakTK Pengembangan fisik-motorik anak adalah merupakan suatu cara yang dapat digunakannya di dalam melakukan gerakan yang bagus. Strategi Tanya jawab 6. kapan saja. maka guru dapat memilih strategi bercakap-cakap sehingga anak dapat mengutarakan informasi. 7. Strategi Pengembangan Bahasa Anak TK Pengembangan kemampuan berbahasa merupakan salah satu kemampuan dasar yang dimiliki anak TK. 6. Maka strategi dalam pengembangan fisik-motorik anak ada beberapa yang dapat digunakan adalah : 1. 3. menari. berlari. membangun sesuatu. Strategi bercerita 2. 8. hanya tetap perlu diingat bahwa tema dan sub tema apa yang sedang dilaksanakan oleh guru dalam pembelajaran tersebut. 2. semua seni dan hasta karya. misalnya menumbuhkan rasa sosial anak mengutarakan buah pikirannya tentang sesuatu. Strategi menari Strategi bermain peran Strategi drama Strategi latihan fisik Strategi pantomin Strategi berbagai olah gerak Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 58 . Strategi mengucapkan syair 8. 5. Maka strategi pengembangan bahasa adalah : 1.

mungkin anak saat itu sedang sakit. Oleh karena itu masalah anak dapat dilihat dari berbagai perilaku yang ditampakkannya. tetapi beberapa waktu kemudian berubah menjadi pemurung dan tidak mau diajak berbicara. baik yang berkaitan dengan diri sendiri atau dengan lingkungannya.Satu Untuk UNM Pada semua pengembangan yang telah disinggung di atas. anak tiba-tiba menunjukkan perubahan sikap tertentu. Pada dasarnya perubahan perilaku yang tiba-tiba pada anak adalah wajar. Pengamatan (observasi) Pengamatan (observasi) adalah suatu teknik yang dapat dilakukan guru untuk mendapatkan berbagai informasi atau data tentang perkembangan dan permasalahan anak. sehingga bila anak ditanya apakah anak sedang punya masalah tertentu. Teknik ini dilakukan hanya dengan cara mengamati dan tidak melakukan percakapan (wawancara) dengan anak yang sedang diamati. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1. a. atau anak mendapatkan perlakukan yang tidak menyenangkan dari lingkungannya. guru dapat mengetahui bagaimana perubahan yang terjadi pada anak dalam satu waktu tertentu. anak diharapkan memiliki keseimbangan. maka strategi menari dapat dipilih sebagai strategi dalam pembelajarannya. memberikan gambaran mungkin anak sedang mengalami suatu masalah tertentu. Misalnya. Misalnya. karena anak cenderung tidak mampu menutupi berbagaipermasalahn yang dihadapinya. cenderung anak tidak dapat menjawabnya. Anak seringkali menunjukkan perubahan perilaku yang tiba-tiba. kekuatan dan kelenturan otot. juga sama dengan pengembangan fisik dan motorik ini misalnya. Observasi dilakukan dengan cara mengamati berbagai perilaku atau perubahan yang terjadi (nampak) yang ditunjukkan anak selama kurun waktu tertentu. Teknik observasi memberikan kesempatan kepada guru untuk mengetahui berbagai masalah yang dihadapi anak berdasarkan tingkah laku yang ditunjukkan anak. C. Namun bila perubahan perilakunya sering ditunjukan anak selama proses pembelajaran di taman kanak-kanak. Melalui pengamatan. Namun agar Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 59 . ketika masuk ke dalam kelas anak menunjukkan sikap yang tenang dan menyenangkan. Perencanaan Penilaian Proses Belajar Anak di TK Penilian Proses Belajar Anak TK dapat dilakukan dengan berbagai cara/teknik antara lain. Anak umumnya belum dapat mneyadari bahwa dirinya mengalami suatu masalah tertentu. keselarasan gerak tubuh.

. Kesimpulan : .............. Dari hasil kegiatan observasi........................................ Sikap anak ketika guru bertanya................................... Dengan pedoman ini............ Sikap anak ketika guru memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan ditempuh pada hari ini..... ........................ Observer/Guru (........ Aspek yang diobservasi 1......................... Format yang bersifat terstruktur........................................ Nama anak B................................. maka guru dapat membuat dan menggunakan pedoman observasi.... : ................... Pedoman observasi yang digunakan guru di taman kanak-kanak dapat berbentuk daftar cek (ceklist) yang bersifat terstruktur dan yang bersifat tidak terstruktur................... D.......... Contoh pedoman observasi yang tidak terstruktur dapat dilihat dalam format sebagai berikut: Pedoman A.................................................... 4...... Pedoman observasi adalah suatu format pernyataan yang dijadikan pegangan oleh guru selama proses pengamatan berlangsung..... Sementara untuk format yang bersifat tidak terstruktur....................... Sikap anak ketika anak sedang melakukan suatu pekerjaan/tugas yang diminta guru.......................Satu Untuk UNM proses pengamatan yang dilakukan guru lebih terarah.. guru/observer dapat membuat suatu kesimpulan dari hasil observasi yang telah dilakukan................ 3.......... Sikap anak ketika ada anak yang bermain-main selama guru sedang membnerikan penjelasan............. Hari/tanggal observasi observasi tentang aktivitas anak taman kank-kank saat proses pembelajaran berlangsung (tidak terstruktur) : ...... : ...... apa yang diobservasi dapat berfokus dan tidak berpindah pada aspek-aspek yang lain......................... ................................................... pengisiannya cukup dilakukan dengan cara memberikan tanda cek (O) pada pernyataan yang menunjukkan perilaku yang ditampakkan anak................................. Hasil Observasi No..................... * pernyataan dapat diperbanyak.....................) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 60 ......................................................................... Kelas/Kelompok C........................................................ pengisiannya berupa narasi atau bentuk pernyataan perilaku yang ditunjukkan anak selama masa pengamatan........ 2.. .....................................

.. Hari/tanggal observasi : ................................. khususnya bila menggunakan pedoman observasi yang terstruktur.................... Kesimpulan: ..............) Kelebihan dan Kelemahan Observasi Kelebihan Observasi a.... c........................... Sinta 2..... C............ Observer/Guru (.................... Kegiatan Menjawab Bertanya ketika guru ketika guru bertanya menerangkan Anak didik Memperhatikan apa yang diterangkan guru Bermain-main dengan teman didekatnya 1...................... Desi * Jawaban diberi tanda cek (O) Pernyataan dan jumlah anak dapat diperbanyak.......... : ....Satu Untuk UNM Contoh pedoman observasi yang terstruktur dapat dilihat dalam format sebagai berikut: Pedoman observasi tentang aktivitas anak taman kanak-kanak saat proses pembelajaran berlangsung (terstruktur) A........................... b... Kelas/kelompok B....................... Waktu yang digunakan tidak terlalu lama karena guru cukup memberikan tanda cek atau gambaran perilaku yang ditampakkan anak terhadap pernyataan yang ada dalam format observasi........................... Budi 5........................................... Nadila 4................. Tidak membutuhkan biaya yang besar................................. .................................................................. Andi 3............. dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 61 ................... Observasi memungkinkan pencatatan yang serempak untuk beberapa responden (yang diobservasi).....

Kelemahan Observasi a. Jawaban cukup dilakukan dengan cara memberikan tanda cek (O) pada kolom yang sesuai dengan jawaban responden. Dengan wawancara. Teknik wawancara terbagi atas dua bentuk. Observasi banyak tergantung kepada faktor-faktor yang tidak dapat dikontrol. Sedangkan wawancara tak terstruktur adalah wawancara dengan menggunakan pedoman wawncara (pokok-pokok pernyataan) dan pewawancara merumuskan/mengemukakan pertanyaan secara lisan berdasarkan pokokpokok yang akan ditanyakan tersebut. Perilaku yang nampak belum tentu menggambarkan masalah atau perkembangan yang sebenarnya pada anak. Guru hanya mengamati perilaku yang nampak pada anak. kurang mendapat informasi yang mendalam tentang permasalahan atau perkembangan yang terjadi pada anak. dan e. yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tak terstruktur. Pewawancara membacakan pernyataan yang ada dalam pedoman tersebut dan menanyakan kepada responden (anak/orang yang diwawancara) tentang jawabannya sesuai dengan pernyataan dalam skala yang telah disiapkan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . Dengan menggunakan pedoman wawancara yang tidak terstruktur. dan sebagainya. c. Wawancara Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data yang dapat dilakukan oleh guru untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan dan permasalahan anak dengan cara melakukan percakapan langsung baik dengan anak maupun dengan orang tua. guru dapat lebih baik mengembangkan pertanyaan sehingga dapat diperoleh jawaban yang lebih luas dan mendalam. seperti cuaca. guru dapat menggali lebih jauh kondisi obyektif anak. Teknik pengumpulan dilakukan hanya dengan cara mengamati saja.Satu Untuk UNM d. guru/pewawancara menarik suatu kesimpulan berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh. misalnya senang. Di akhir pelaksanaan wawancara. Apabila objek observasi mengetahui bahwa ia sedang diobservasi maka cenderung dapat bertingkah yang dibuat-buat. d. Timbulnya suatu kejadian yang hendak diobservasi tidak selalu dapat diramalkan sebelumnya oleh guru sebagai observer sehingga sukar untuk menentukan waktu yang tepat untuk melakukan observasi. Wawancara terstruktur adalah wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan tertulis (kuesioner) dan jawabannya sudah disediakan yang berbentuk skala. ragu-ragu dan tidak senang. tidak perlu menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan objek yang sedang diobservasi. b. b. berbagai kegiatan yang berlangsung tiba-tiba.

Satu Untuk UNM
Contoh pedoman wawancara yang terstruktur dapat dilihat dalam format sebagai berikut: Pedoman Wawancara (Terstruktur) A. Nama anak yang diwawancara B. Usia C. Jenis Kelamin D. Tanggal wawancara E. Tempat wawancara F. Wawancara ke : ...................................................................... : ...................................................................... : ...................................................................... : …………………………………………………. : …………………………………………………. : ………………………………………………….

Aspek sosial No. Pernyataan Senang 1. Apakah kamu senang atau tidak main di TK ini? 2. Kalau ada teman yang berkelahi, kira-kira kamu senang tidak melihatnya? 3. Senang atau tidak, bila misalnya ada teman yang kelihatan sayang kepada teman lain? 4. Rasanya senang atau tidak kalau ada teman yang atau memberi sebagian bekalnya sama kamu? * Jawaban diberi tanda cek (O) Pernyataan dapat diperbanyak G. Kesimpulan wawancara Pewawancara/Guru

Ragu-ragu

Tidak Senang

: ...................................................................................

(..............................)

Contoh pedoman wawancara yang tidak terstruktur dapat dilihat dalam format sebagai berikut: Pedoman Wawancara (Tidak Terstruktur)
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

63

Satu Untuk UNM
A. Nama anak yang diwawancara B. Usia C. Jenis Kelamin D. Tanggal wawancara E. Tempat wawancara F. Wawancara ke : ...................................................................... : ...................................................................... : ...................................................................... : …………………………………………………. : …………………………………………………. : ………………………………………………….

Aspek sosial No. Pernyataan Hasil Wawancara 1. Teman yang disenangi dalam bermain ketika belajar di TK 2. Bekerjasama anak dengan anak lain ketika mengerjakan tugas di dalam kelas. 3. Berbagi dengan anak lain yang tidak membawa bekal makanan 4. Menunggu giliran ketika bermain bersama di dalam kelas maupun luar kelas. * Pernyataan dapat diperbanyak G. Kesimpulan wawancara Pewawancara/Guru (..............................) : ...................................................................................

Syarat utama dalam melaksanakan teknik wawancara, guru harus menciptakan rapport (hubungan yang akrab/menyenangkan) dengan responden. Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah: a. Menjelaskan maksud dan tujuan diadakan wawancara serta mengapa responden dipilih untuk diwawancara. b. Mempersiapkan penampilan diri sebaik mungkin baik sikap, cara bertanya, berpakaian dan cara mencatat jawaban. Dalam melaksanakan wawancara, tidak selamanya pewawancara atau guru mendapatkan jawaban yang jelas, apalagi wawancara dilakukan terhadap anak-anak. Jika jawaban dari responden tidak jelas, maka pewawancara dapat melakukan probing, yaitu dengan cara:
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 64

Satu Untuk UNM
a. Mengulangi pertanyaan yang sama. b. Mengulangi atau menyebutkan kembali jawaban responden c. Tidak memberikan komentar atau tanggapan terhadap jawaban responden beberapa saat. d. Memberikan perhatian khusus terhadap jawaban responden dengan cara: membenarkan atau menyela jawaban. e. Memberikan komentar yang netral. Fungsi dari probing adalah: a. Membimbing responden untuk memberikan jawaban yang akurat atau sekurangkurangnya masuk akal. b. Membimbing responden agar memberikan jawaban yang komprehensif. Kelebihan dan kelemahan wawancara Kelebihan wawancara a. Bersifat fleksibel (luwes), rumusan pertanyaan dapat berubah, isi/pengertian tetap disesuaikan dengan kondisi responden atau situasi wawancara. b. Informasi yang diperoleh lebih mendalam, terutama bentuk pedoman wawancara yang tidak terstruktur. c. Tingkat pengembalian jawaban dari responden tinggi. d. Reaksi responden dapat diamati e. Urutan dan susunan pertanyaan dapat dikonstruk oleh pewawancara. f. Dapat mencatat jawaban yang spontan. g. Dapat mengontrol lingkungan. Kelemahan wawancara a. Memakan waktu yang cukup lama. b. Waktu wawancara sulit dibatasi terutama bila berkaitan dengan informasi informasiinformasi lain yang perlu penjelasan lebih mendalam. c. Pewawancara hanya berhadapan dengan satu orang dan tidak dapat melaksanakannya serempak untuk beberapa orang atau anak. d. Praduga/bias dari pewawancara terhadap jawaban responden e. Sangat tergantung kepada kesediaan dari kedua belah pihak f. Perlu penguasaan bahasa yang baik dari pewawancara atau guru sehingga orang tua atau anak yang diwawancara dapat memberikan berbagai informasi yang diperlukan.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

65

........... : ................................................................................. : ......................................... : ..................................... Identitas orang tua 1............ c.................. Alamat e.......... identitas orang tua........... Angket (kuesioner) Angket (kuesioner) merupakan alat pengumpul data berupa daftar pertanyaan yang disampaikan kepada orang tua untuk mendapatkan data secara umum tentang anak dan hal-hal yang berkaitan dengan anak............................................. Pekerjaan : .............................. misalnya kebiasaan anak dalam berprilaku.......................... makan....... Tidak menggunakan kata-kata yang negatif dan menyinggung perasaan responden.................................................................................................................. : Orang tua / Wali : Anak ke ........ Dalam menyusun angket (kuesioner) guru perlu mengikuti beberapa petunjuk ssebagai berikut: a............................ Selain data umum....................... kebiasaan tidur.................................... : ................. guru juga dapat membuat angket sesuai dengan kebutuhan.................................... Ayah a... b......... b......................................................Satu Untuk UNM c.......... : .................................................................................... Identitas anak Nama Jenis Kelamin Kelas/kelompok Tempat tanggal lahir Suku bangsa Agama Tinggal bersama Posisi anak dalam keluarga Alamat B............. : .... Nama c. Agama d...... : .............. : ............................. kondisi fisik dan kesehatan anak... : ....... Data atau informasi yang dapat dikumpulkan guru melalui teknik angket ini dapat berkaitan dengan data tentang identitas anak................................................................................ Menggunakan kalimat sederhana tetapi jelas dan mudah dimengerti................. Pertanyaan tidak bersifat memaksa responden untuk menjawab Contoh angket yang dapat digunakan guru dapat dilihat dalam format berikut: Angket A........................................................ dari .......... : ......................... pola pengasuhan orang tua di rumah.......... dan sebagainya........................... Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 ......... bersaudara : . Tempat tanggal lahir : .....................

.. Kelebihan dan kelemahan angket Kelebihan : a................ Ibu a. a..... : ...................... d.................................. : . Penyakit yang pernah diderita :......... : ............................. : ...................... dimungkinkan responden menjawab apa yang diinginkan oleh penamya.......... : ...... Tempat tanggal lahir : ................................ c........... karena teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan format isian........................ Kebiasaan anak b................................................................................................................................................... Memukul / mencubit e...................... : ... Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . Nama c............ Kondisi Fisik dan Kesehatan c......... : ....... : ....................................................................... Menghisap jari : ...................... b....................... Kondisi fisik D........... Jawaban bisa saja tidak sesuai dengan kenyataan....... Tinggi badan b............................ b................................................... : ........Satu Untuk UNM 2......................... b....... Berat badan d. Waktu yang dibutuhkan untuk pengumpulan data relatif singkat............................................ Alamat e................................................................. Dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat terkumpul data dalam jumlah yang relatif banyak............................................. karena angket membutuhkan kemampuan untuk menulis...... Cara pengisian mudah karena instrumen (alat) pengumpul data sudah memuat daftar isian............................................... Instrumen khususnya diarahkan pada orang tua......................................................................... C..................... Berontak bila marah d....................... Tidak dapat menilai ekspresi wajah......... Biaya relatif murah Kelemahan : a.............................. : .......................... Menggigit kuku/benda lain : ....... Agama d..................................................... responden tinggal mengisinya c............... Sulit tidur g.................................. : utuh / cacat : : .......................................... Ngompol f................................. Pekerjaan a................ Melinting rambut c....................... : ................

....... Teknik ini teknik mengadakan komunikasi dengan anak yang diamati............ reaksi/tingkah laku anak............................................................... peristiwa demi peristiwa disebutkan secara berurutan............Satu Untuk UNM d........ Mencatat peristiwa yang bersifat insidental c........................ karena guru selaku pengamat hanya mencatat berbagai peristiwa yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung atau ketika anak bermain di luar kelas................... Pengamat H.. D............ akhirnya Dani mau bercerita................. : .................................... C.................... Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 .............. Pencatatan bersifat runtut............. catatan dibuat oleh guru setelah peristiwa terjadi......... d.... guru mengajak anak untuk mendengarkan cerita.............. Beberapa petunjuk yang dapat digunakan guru dalam membuat catatan anekdot adalah: a.................... Contoh format catatan anekdot dapat dilihat berikut ini: Catatan Anekdot A..... dan hanya mencatat peristiwa yang betul-betul bermakna. Catatan Anekdot Catatan anekdot adalah suatu teknik pengumpulan data yang bersifat pengamatan (observasi)...... Guru mengajak Dani untuk pindah tempat duduk ”Dani sekarang kita pindah duduknya di karpet yu”.............................. Hasil Observasi Ketika pembelajaran di dalam kelas berlangsung................ Terdiri atas kata-kata yang menggambarkan situasi/peristiwa yang sebenarnya............ Kegiatan : ............ Cara menggambarkannya hendaknya khusus (kejadian.................................... : .......... E........ anak-anak banyak bertanya........ ucapan) dan bermakna... b................. G................................... Dani saat itu diam saja dan guru kembali mengulangi ucapannya....... Ketika guru sedang bercerita. Anak-anak diajak untuk berpindah tempat duduk dan semua anak mengikuti perintah guru kecuali Dani.................. : ..... Waktu peristiwa : ....... catatan anekdot tidak dibuat sebelumnya............. akhirnya Dani mau pindah tempat........ f.. Tanggal peristiwa : ................... Dani hanya diam saja...................................... Nama anak Usia Jenis kelamin : ..... Guru melihat kondisi dan meminta Dani untuk mau menceritakan kembali apa yang disampaikan guru..... Apa yang dicatat bukan berbentuk interprestasi e.............. Pencatatan sebaiknya segera dilakukan setelah peristiwa terjadi..................................... F.. B............

. Bu Guru mengajak Dani untuk berpindah duduk. namun Dani memerlukan perhatian khusus dari guru untuk senantiasa mendorong Dani terlibat dalam suatu kegiatan. c... d... suasana dan mimik responden tidak tergambarkan dalam catatan anekdot dapat menimbulkan interprestasi yang keliru.. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . Kelemahan catatan anekdot a.Satu Untuk UNM Setelah bercerita. Pengamat... Sangat tergantung pada kemampuan daya ingat pengamat b. Interprestasi Dani pada dasarnya memiliki keinginan untuk mengikuti kegiatan yang terjadi di dalam kelas. Sulit melakukan coding (pengklasifikasian) terhadap pencatatan anekdot e.... Pengamat atau guru dapat memperoleh informasi atau kejadian yang tidak terduga sebelumnya. Guru bertugas hanya mencatat dan menemukan hal-hal yang penting saja... tapi Dani tidak mau beranjak dari duduknya.. I. Guru tidak perlu memiliki kemampuan atau latihan khusus b... guru dapat melihat tingkat perkembangan motorik halus peserta didik. dan Dani akhirnya mau. Pengamatan biasanya bersifat terbuka c.. Guru meminta anak-anak untuk kembali ke tempat duduk semula... (...) Kelebihan dan kelemahan catatan anekdot Kelebihan catatan anekdot a. Kondisi.. hal tampak bilamana guru mengajak...... Penilaian Portofolio di TK Portofolio diartikan sebagai bukti-bukti pengalaman belajar peserta didik yang dikumpulkan sepanjang waktu (satu semester atau selama setahun).... Berdasarkan bukti-bukti pengalaman belajar peserta didik tersebut.

Pengukuran proses merujuk kepada pengukuran keterampilan dari kemahiran peserta didik melakukan suatu kegiatan. Mingguan dan Program kegiatan hari ini. persoalan disajikan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Perencanaan Penilaian Hasil Belajar di TK Penilaian hasil belajar di TK dapat dilaksanakan dengan cara a. b. Tes Non Tes Tes. Tujuan penilaian adalah untuk menghasilkan sejumlah keputusan pembelajaran dan administratif yang snagat berguna bagi pemeliharaan dan peningkatan mutu proses belajar mengajar yang diharapkan bermuara pada peningkatan mutu pendidikan dan peningkatan kualitas manusia Indonesia seutuhnya. 2) Tes Tindakan Tes tindakan dimaksudkan untuk mengukur keterampilan peserta didik dalam melakukan suatu kegiatan. Tes lisan digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar berupa kemampuan untuk mengemukakan pendapat-pendapat atas gagasan-gagasannya secara lisan. Dalam tes tindakan. Pada intinya aa dua unsur yang bisa dijadikan bahan penilaian dalam tes tindakan yaitu proses dan produk.Satu Untuk UNM 2. yang dimaksud dalam penilaian hasil belajar di TK. Sekaitan dengan hal tersebut pada bagian ini akan dibahas mengenai berbagai kegunaan hasil tes dalam konteks proses belajar mengajar dan Administrasi kelas. Perencanaan Penilaian Program Kegiatan Pembelajaran Pada pelaksanaan pembelajaran pada Anak Usia Dini (TK) ada hal-hal tertentu yang harus diperhatikan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . semuanya inilah yang akan diberikan penilaian. b) Non Tes Non tes ini dilakukan seperti yang telah dikemukakan di atas yaitu: Observasi Wawancara Angket dan Catatan anekdot Portofolio 3. sedangkan pengukuran produk merujuk kepada segi kualitas hasil. adalah: 1) Tes lisan Tes lisan dilakukan dalam suatu komunikasi langsung antara guru dan peserta didik. misalnya bagaimana guru membuat program semester.

kepada sekolah juga untuk melengkapi laporan-laporan periodik tentang kemajuan TK kepada instansi atasan yang memerlukan.Satu Untuk UNM a. pengulangan kembali bahan yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut peserta didik yang bersangkutan dengan petunjuk dan pengarahan dari guru. pengajaran. Apakah metode pembelajarannya Materinya Medianya Tujuannya sudah sesuai Tema dan Sub Tema serta kegiatannya dan lain sebagainya. b. bahwa bila persentase peserta didik yang gagal 60% atau lebih (seperti pada butir a di atas). maka masih dapat dizinkan untuk mengikuti program atau satuan pelajaran berikutnya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . Implikasi hasil tes bagi setiap peserta didik Pertimbangan-pertimbangan implikasi hasil tes bagi para peserta didik. dapat dipergunakan ketentuan sebagai berikut: 1) Bila hasil yang dicapai oleh peserta didik dalam tes adalah 75% atau lebih. Selain hal tersebut di atas juga perlu diketahui penggunaan hasil penilaian dapat dijadikan sebagai kepentingan administratif. Administrator juga dapat menggunakan data penilaian untuk melengkapi laporanm-laporan kepada orang tua. untuk tahun berikutnya perlu pula dipertimbangkan penggunaan cara yang lebih baik dalam mengerjakan bahan yang bersangkutan.\ Sebagai catatan. peserta didik tersebut dipandang telah menguasai bahan pelajaran yang bersangkutan dan siap untuk mengikuti program atau satuan pelajaran berikutnya. 2) Bila hasil yang dicapai oleh peserta didik kurang dari 75%. Implikasi hasil tes bagi proses belajar Dalam kaitan dengan perbaikan proses belajar mengajar ditetapkan tolok ukur tertentu sebagai batas keberhasilan sebuah proses belajar mengajar. menurut Purwanto. Menurut Purwanto (1984-143) mengemukakan sejumlah patokan sebagai berikut: 1) Bila mayoritas peserta didik (sekitar 60% atau lebih) gagal dalam mengerjakan suatu tes misalnya: maka perlu diulang kembali pengajaran mengenai bahan yang berhubungan dengan soal (pertanyaan) bagi seluruh anak 2) Bila kurang 60% yang gagal menjawab pertanyaan. Misalnya: Guru kita mempelajari kembali tentang Satuan Kegiatan Hariannya. tetapi kepada peserta didik tersebut perlu diberikan perhatian atau bantuan khusus sehubungan kesulitan yang masih dialaminya.

2. 9 Juli 2010 Nama Anak Afandi Hasna Erin Arif Dan seterusnya Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . 3. 5. Hasil dari observasi atau wawancara pada setiap anak diberi penilaian sesuai dengan tingkat kemampuannya misalnya O bundar kosong. dengan format sebagai berikut: Daftar Nilai Harian Anak Didik Kelompok B Taman Kanak-kanak : Kelompok No 1. :B Jumat O Bhs 2 V O Kognitif O V O O Seni V O Dan seterusnya Hari/Tgl. O bundaran penuh yang masing-masing artinya: O = belum menguasai V = sudah menguasai O = sangat menguasai Hasil dari sinilah yang dimaksukkan pada daftar nilai harian anak didik kelompok B.Satu Untuk UNM Sedangkan untuk kepentingan pengajaran. Untuk membantu guru dalam cara-cara mengajar yang baik Untuk membantu status peserta didik dalam hubungannya dengan tujuan pokok kurikulum. 2. harus berdasarkan SKH pada setiap proses pembelajaran untuk dapat dilihat kemampuan apa yang akan dicapai> Misalnya SKH Kelompok B semester I Tema Kebutuhanku dengan indikator mewarnai gambar pisang. V tanda ceklis. kepala sekolah. Menganalisis Hasil Penilaian Proses dan Hasil Belajar Untuk Menentukan Tingkat Perkembangan Anak a) Menganalisis hasil penilaian proses pembelajaran Dalam menganalisis hasil penilaian proses pembelajaran di TK. maka pada saat itulah diadakan penilaian dalam proses pembelajaran tersebut bisa dengan menggunakan format observasi atau format wawancara pada setiap anak untuk setiap kemampuan yang akan dicapai dalam SKH tersebut. hasil-hasil evaluasi itu dapat digunakan. 4. mangga dengan krayon/pinsil warna. ada sejumlah pihak yang terlibat antara lain pengawas.

dan bila Afandi dalam kegiatan seni memperoleh nilai (V) tanda ceklismaka berarti Afandi telah memiliki kemampuan seni yang baik. apakah dilihat dari metode. medianya dan lain sebagainya. d) Menginterprestasikan hasil analisis penilaian proses belajar anak Dalam menginterprestasikan hasil analisis penilaian proses belajar anak. juga harus menggunakan tolok ukur atau mempergunakan ketentuan-ketentuan tertentu yaitu: jika anak didik mencapai 75% atau lebih dari kemampuan yang diharapkan. tetapi kepada anak tersebut perlu diberikan perhatian atau bantuan khusus sehubungan kesulitan-kesulitan yang masih dialaminya. b) Menganalisis hasil penilaian hasil belajar Berdasarkan hasil penilaian proses belajar maka dapat dilakukan analisis hasil penilaian hasil belajar anak misalnya Afandi dalam satu semester dapat dilihat kembali hasil penilaiannya dalam satu semester tersebut untuk setiap kemampuan yang dicapai yaitu memperoleh (O) bundaran penuh dalam kegiatan kognitif maka berarti Afandi dalam perkembangan kognitif telah tercapai secara baik. materinya. Serta sebaliknya bila Afandi hanya mendapatkan nilai O (bundar kosong) maka berarti Afandi belum sempurna pengembangan seni atau kognitifnya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . c) Menganalisis hasil penilaian program kegiatan belajar Penilaian hasil program kegiatan belajar harus ditetapkan tolok ukur tertentu sebagai batas keberhasilan sebuah proses belajar mengajar. e) Menginterprestasikan hasil analisis penilaian hasil belajar anak Hasil analisis penilaian hasil belajar anak.Satu Untuk UNM Setelah itu nilai dari setiap anak untuk setiap kemampuan dalam sehari. maka anak tersebut dipandang telah menguasai kemampuan yang telah dipelajari dan yang bersangkutan siap untuk mengikuti satuan pelajaran berikutnya. Jika sebaliknya yaitu kurang dari 75%. dimasukkan ke dalam format rekapitulasi nilai untuk setiap bulan dan dimasukkan ke dalam daftar rekapitulasi dalam satu semester untuk setiap anak. diharapkan anak menggunakan hasil rekapitulasi dari hari ke perminggu dari perminggu ke perbulan dan perbulan ke persatu semester. Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan adalah yang sudah diterangkan pada bagian perencanaan penilaian program kegiatan belajar di TK misalnya 60% gagal dalam menyelesaikan suatu kemampuan maka untuk tahun berikutnya perlu dipertimbangkan penggunaan program tersebut. anak didik tersebut masih dapat izinkan untuk mengikuti satuan pelajaran berikutnya. sehingga perkembangan anak betul-betul dapat tercermin sesuai kenyataannya berdasarkan kemampuan yang dicapainya.

Evaluasi yang terbaik dan dianjurkan untuk dilakukan adalah rangkaian sebuah assesment melalui sebuah observasi partsipatif terhadap segala sesuatu yang dilihat.(3)metode yang dipilih hendaknya bervariasi serta menyenangkan.(4) media dan lingkungan bermain yang digunakan haruslah aman. dipastikan bahwa pernah melakukan penilaian terhadap anak didiknya. Penilaian hasil belajar di TK dapat dilaksanakan dengan tes dan non tes. Apakah anda sebagai Pendidik Anak usia dini telah melaksanakan penilaian dalam proses belajar dengan Portofolio dari anak. Oleh sebab itu maka strategi pembelajaran bagi anak usia dini berorientasi pada: (1) tujuan yang mengarah pada tugas-tugas perkembangan disetiap rentang usia nak. jelaskan dan tunjukkan format apa yang digunakan dalam proses penilaian pembelajaran? 2. Latihan 1. program Mingguan dan program Harian. nyaman dan menimbulkan ketertarikan bagi anak dan perlu adanya waktu yang cukup untuk bereksplorasi. guru menentukan program Tahunan. Kurikulum bagi anak usia dini haruslah memfokuskan pada perkembangan yang optimal pada anak melalui lingkungan sekitarnya yang dapat menggali berbagai potensi tersebut melalui permainan serta hubungan dengan orang tua atau orang dewasa sekitarnya. 4. program Semester.(2) materi yang diberikan harus mengacu dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan yang sesuai dengan taraf perkembangan anak. Khusus dalam pelaksanaan pendidikan di tingkat TK misalnya. jelaskan setujukah anda tentang hal ini dan jika setuju berikan contoh? Dalam menyusun program kegiatan pembelajaran. Jelaskan dan berilah suatu contoh? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . semuanya saling mempunyai keterkaitan karena pada akan mencapai suatu tujuan yang sama.Satu Untuk UNM f) Menginterprestasikan hasil analisis penilaian program Pada bagian ini akan dibahas hasil analisis penilaian program secara makro dalam arti dalam skala yang lebih luas dari sekedar lingkup proses belajar mengajar. Oleh sebab ituu kelas-kelas bagi anak usia dini merupakan kelas yang mampu menciptakan suasana yang kreatif dan penuh kegembiraan bagi anak. anda menggunakan/berpedoman dari apa saja. jelaskan dan sebutkan bukti-bukti yang digunakan? 3. Rangkuman Tujuan pembelajaran yang utama pada anak usia dini (TK) adalah untuk mengoptimalkan perkembangan anak secara menyeluruh serta terjadinya komunikasi interaktif. Anda sebagai pendidik anak usia Dini.

Sudahkah anda melakukan penilaian proses belajar sesuai dengan tingkatannya misalnya dari hasil pencapaian melalui SKH setiap hari pada semua kemampuan dan pada setiap anak. Rancanglah sebuah kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model bermain kreatif untuk tema lingkungan? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . dan setelah itu dimanakah anda selanjutnya sampai dengan masuknya ke laporan keinginan tingkat perkembangan anak dalam satu semester. Tunjukkan contoh yang anda lakukan di lapangan? 6. 8. Jelaskan strategi yang dilakukan guru TK bila ada anak yang tidak mau bergaul dengan temannya? 11. 7.Satu Untuk UNM 5. 9. apakah yang dilakukan guru TK dalam hal ini? Cara apakah yang dilakukan guru TK bila ada anak mengambil mainan temannya? Strategi apakah dilakukan guru bila ada anak mempunyai kemampuan logik matematiknya kurang ? 10. Upaya apakah yang dilakukan guru TK bila ada anak didik sulit berkomunikasi dengan orang lain? Bila ada anak didik menangis karena takut ditinggalkan oleh ibunya pada saat permulaan masuk sekolah .

Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar III Bidang Pengembangan Anak TK A. tanggap pada pertanyaan. perkembangan terdahulu anak akan menjadi dasar perkembangan selanjutnya. 2. apabila terjadi hambatan pada perkembangan terdahulu maka perkembangan selanjutnya akan cenderung mendapat hambatan. Untuk itulah diperlukan pemberian pendidikan yang sesuai dengan perkembangannya dengan cara memperkaya lingkungan bermainnya. Kurikulum bagi anak TK dikembangkan berdasarkan sejumlah pendekatan yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan anak TK. Bakat tersebut bersifat potensial dan ibaratnya belum mucul ke permukaan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 dasar-dasar bagi . anda seharusnya memahami kurikulum anak TK dan bagaimana pengembangannya. 1. Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum Sebagai seorang guru. Bennet. Dari teori tersebut nampak bahwa anda sebagai guru harus mengembangkan kurikulum sedemikian rupa sehingga pembelajaran yang diberikan pada anak sesuai dengan irama perkembangan anak didik. Teori perkembangan lainnya meyekini bahwa setiap anak lahir dengan lebih dari satu bakat. Oleh sebab itu. Selama masa ini anak secara khusus mudah menerima stimulusstimulus dari lingkungannya. Pendekatan berpusat pada anak Pendekatan yang berpusat pada anak adalah suatu kegiatan belajar dimana terjadi interaksi dinamis antara guru dan anak atau antara anak dengan anak lainnya. pendekatan berpusat pada anak. Fin dan Cribb (1999). Secara umum kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini dapat dimaknai sebagai seperangkat kegiatan belajar sambil bermain yang sengaja direncanakan untuk dapat dilaksanakan dalam rangka menyiapkan dan meletakkan pengembangan diri anak usia dini lebih lanjut. Landasan konseptual yang digunakan dalam kurikulum adalah berdasarkan teori perkembangan anak. Teori Perkembangan Anak Menurut teori ini. 1999) berpendapat bahwa pada anak usia dini merupakan periode sensitif. seperti cara berfikir tentang diri sendiri. pendekatan konstruktivisme dan pendekatan bermain kreatif. Montessori (Hainstock. dapat memberikan argumentasi untuk mencari berbagai alternatif. menjelaskan bahwa pada hakikatnya pengembangan kurikulum adalah pengembangan sejumlah pengalaman belajar melalui kegiatan bermain yang memperkaya pengalaman anak tentang berbagai hal.

mempelopori dan menciptakan sesuatu.Satu Untuk UNM Filosofi dari pembelajaran berpusat pada anak adalah program tahap demi tahap. Dari penjelasan di atas nampak bahwa seorang guru dalam mengembangkan kurikulum hendaknya mampu menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan anak untuk belajar secara bertahap. yang didasari pada adanya suatu keyakinan bahwa anak-anak dapat tumbuh dengan baik jika mereka dilibatkan secara alamiah dalam proses belajar. kulit. 3) Anak adalah pembelajar yang aktif. Menurut Piaget otak manusia tahu cara mengenali benda melalui input dari indra seperti mata. bahwa kurikulum untuk anak TK harus memperhatikan dan mengadaptasi perubahan ilmu. Menurut Bredekamp. 2) Guru sebagai pengembang kurikulum harus memiliki pemahaman yang memadai tentang teori perkembangan dan teori belajar. Pendekatan Konstruktivisme Pendekatan ini menekankan bahwa proses belajar adalah membangun (to constuc) pengetahuan itu sendiri. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . sehingga pendekatan yang paling tepat dalam pembelajaran anak usia dini adalah melalui kegiatan bermain. telinga. bahwa kurikul. hidung dan mulut yang secara langsung akan menunjukkan reaksi tertentu trhadap lingkungan sekitar. Copple dan William (1998). 4) Kurikulum haruslah merefleksikan peranan konteks sosial dan budaya sesuai dengan tahapan perkembangan anak.um harus disusun secara berlkelanjutan antara satu tahap perkembangan ke tahapan perkembangan berikutnya. sesuai karaktristik dan irama perkembangan anak. teknologi dan seni yang berkembang di masyarakat. 3. dalam pengembangan kurikulum anak usia dini harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Kurikulum harus berfokus pada keseluruhan perkembangan anak dan dibuat secara terprogram dengan mengintegrasikan semua bidang pengembangan. jika tidak mencicipinya terlebih dahulu dengan indra lidah sebagai alat sensor rasa. Contoh: seorang anak tidak akan tahu bahwa rasa gula adalah manis. Oleh sebab itu seorang guru yang ingin mengembangkan kurikulum anak TK harus berpegang pada prinsip-prinsip pengembangan kurikulum anak usia dini sebagai berikut: 1) Prinsip relevansi. Pengalaman sosial membentuk cara berpikir dan cara menginterpretasikan lingkungan. 3) Prinsip kontuniutas. bahwa kurikulum anak TK harus relevan dengan kebutuhan dan perkembangan anak secara individual 2) Prinsip adaptasi. Lingkungan yang dirancang secara cermat dengan menggunakan konsep tahap demi tahap mendorong anak untuk bereksplorasi. setelah dicerna kemudian dipahami dalam diri individu dan merupakan perbuatan dari individu itu sendiri.

Konsep matematika juga dibentuk melalui pengalaman langsung (hands on memahami konsep-konsep matematika itu dengan lebih experiences) yang dapat dilakukan anak pada berbagai percobaan atau penemuan. dipergunakan dan dikembangklan secara luwes sesuai dengan keunikan.kebutuhan anak dan kondisi dimana pendidikan itu berlangsung. bahwa kurikulum anak TK harus dapat dipahami. 5) Prinsip kepraktisan dan akspebilitas. keberpihakan pada anak. Anak harus mempelajari matematika secara seimbang antara pemahaman terhadap konsep dan juga keterampilan matematika agar mereka mampu memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari Program pembelajaran matematika hendaknya didesain untuk membantu anak-anak memperoleh dan menerapkan pemahaman konsep dan keterampilan matematika. Konsep dasar Matematika yang sesuai untuk Menstimulasi Perkembangan Anak Anak membangun konsep-konsep matematika melalui berbagai kegiatan sehari-hari yang ia lakukan. Guru harus mengenali perbedaan ini dan merencanakan pengalaman yang akan memperluas fondasi individu untuk memperoleh konsep matematika lebih lanjut. Pada umumnya anak mendengar dan mengucapkan terlebih dahulu berbagai konsep yang berhubungan dengan matematika baru kemudian seiring dengan meningkatnya usia dan kemapuan berpikirnya. bahwa kurikulum antuk anak TK harus dapat memberikan kemudahan 6) Prinsip kelayakan. Guru merencanakan untuk mengajarkan konsep matematika kepada anak dengan memecahkan masalah yang bermakna. Contoh: anak jangan dipaksa belajar Calistung sementara mereka belum siap. Konsep Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . B. bahwa kurikulum yang dikembangkan harus dapat dipertanggungjawabkan pada masyarakat sebagai pengguna jasa. keterampilan matematika merupakan fokus dari pembelajaran yang dikembangkan melalui permainan spontan. 7) Prinsip akuntabilitas. ia mulai mendalam. bahwa bagi praktisi dan masyarakat dalam melaksanakan kurikulum harus menunjukkan kelayakan dan pendidikan pada anak usia dini. Anak-anak sering mendengar dan mengucapkan kata-kata yang berhubungan dengan matematika dari orang tua. Anak memasuki TK dengan level pemahaman matematika yang berbeda.Satu Untuk UNM 4) Prinsip Fleksibilitas. guru dan juga sesaamanya. Konsep Dasar Bidang Studi 1.

transisi dan lambang bilangan sesuai dengan jumlah benda. kegiatan meronse. (3) bermain bilangan. anak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun konsep matematika dalam dirinya. mengklasifikasi makanan yang rasanya manis. fungsi. bermain masak-masakan. dsb. Penanaman konsep matematika dapat dilakukan sedini mungkin melalui kegiatan permainan matematika yang menyenangkan bagi anak. warna dan bentuk pasangannya sesuai contoh yang diberikan guru. bermain puzzle. (4) anak mulai membandingkan bendabenda dan peristiwa yang ada disekitarnya. Setelah melihat dua smapai tiga pola yang ditunjukkan oleh guru anak mampu membuat urutan pola sesuai kreativitasnya.(5) anak mulai menjumlahkan atau mengurangi angka dan benda-benda yang ada dai sekitarnya tanpa disengaja(Depdiknas. 2000:11). misalnya bermain pasir. secara tidak langsung anak belajar tentang konsep ukuran. pengenalan bentuk lambang serta dapat mencocokkan sesuai lambang bilangan. Contoh permainan ini adalah . (2) menyebut urutan bilangan tanpa pemahaman. (3) anak mulai menghitung benda-benda yang ada disekitarnya secara spontan. mengklasifikasi benda halus atau kasar. anak diharapkan dapat mampu mengenal dan memahami konsep bilangan.(5) bermain bentuk geometri (6) bermain statistika. anak diharapkan dapat mengelompokkan aau memilih benda berdasarkan jenis. Pada bermain bilangan. dapat juga dijadikan sebagai sarana untuk membangun kesiapan anak dalam elajar matematika pada tahapan selanjutnya. dan bentuk. Kegiatan permainan matematika selain dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi yang menyenangkan. bermain pola bernjalan. menyusun pola benda. (4) bermain ukuran. (7) bermain estimasi (perkiraan) Melalui kegiatan bermain pola. Ada beberapa kegiatan bermain matematika yang dapat menstimulasi perkembangan anak antara lain: (1) bermain pola (2) bermain klasifikasi.menyusun pola warna .Satu Untuk UNM matematika dapat pula dikembangkan melalui berbagai kegiatan bermain. bertepuk tangan dan sebagainya. karena belajar matematika memerlukan kemampuan untuk berpikir abstrak. bilangan. bentuk dan lain sebaginya. Melalui kegiatan bermain klasifikasi. Melalui berbagai kegiatan ini. Kemampuan anak untuk berpikir abstrak masih belum sempurna dan akan terus berkembang seiring dengan tingkat usianya. mengklasifikasi hewan yang berkakui empat. Contoh: meletakkan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 Bentuk bermain pola antara lain. anak diharapkan dapat mengenal danmenyusun polapola yang terdapat disekitarnyasecara berurutan. warna. Oleh sebab itu tahapan pembelajaran matematika hendaknya disesuaikan dengan tahapan perkembangan kognitif anak. bermain balok . Ciri-ciri yang menandai bahwa anak sudah mulai menyenangi permainan matematika adalah sebagai berikut: (1) anak secaraspontan menunjukkan ketertarikan padaaktivitas permainan.

Pada bermain ukuran. menjiplak bentuk geometri. anak semakin memahami apa yang dipelajari. antara lain panjang. 3) melakukan percobaan. perkiraan berapa hari biji tumbuh melalui keagiatan menanam. Melalui bermain statistika. lidi dsb. Kegiatan sains memungkinkan anak melakukan eksplorasi terhadap berbagai benda. tinggi dan isi melalui alat ukur alamiah. Melalui kegiatan bermain geometri. Contoh kegiatannya adalah: mengenal konsep bilangan yang sama dan tidak sama. meraba. besar. meletakkan pengurangan melalui bernyanyi. antara lain: jengkal. anak diharapkan dapat mengenal konsep ukuran standar yang bersifat informal atau alamiah. Contoh kegiatan: pencampuaran warna. segi empat. luas ataupun ruang. yang secara garis besar meliputi: 1) obsevasi. Semakin banyak keterlibatan indera dalam belajar. mersakan dan mendengar. tongkat. persegipanjang dan lain sebagainya. tali. segi tiga. Proses sains dikenal dengan metode ilmiah. 2) menemukan masalagh. membau. Untuk anak TK keterampilan proses sains hendaknya dilakukan secara sederhana sambil bermain. 4) menganalisis data dan 5) mengambil kesimpulan. Anak belajar menemukan gejala benda dan gejala peristiwa dari benda-benda tersebut. Anak memperoleh pengethuan baru hasil penginderaannya dengan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 sejumlah biji semangka pada gambar semangka. bermain balok dsb. Selain itu juga anak terlatih untuk menagantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat dihadapi. Dalam permainan estimasi anak diharapkan memiliki kemampuan memperkirakan sesuatu. 2. baik benda hidup maupun benda tak hidup yang ada disekitar anak. membandingkan jumlah anak laki-laki dan anak perempuan. menggambar bentuk geometri secara bertahap. jari. permainan kantong pintar. langkah. Anak dilatih untuk melihat. Sains juga melatih anak menggunakan lima indranya untuk mengenal berbagai gejala benda dan gejala peristiwa. Contoh kegiatannya adalah. permainan angka dan benda bermain penjumlahan dan .Satu Untuk UNM sejumlah kancing yang telah ditentukan pada gambar baju. membandingkan jumlah anak yang menyukai buah apel dan yang menyukai buah jeruk. anak diharapkan mampu memahami perbedaanperbedaaan dalam jumlah dan perbandingan dari hasil pengamatan terhadap sesuatu. Konsep Dasar Sains untuk Menstimulasi Perkembangan Anak Pengenalan sains untuk anak TK lebih ditekankan pada proses daripada produk. anak diharapkan dapat mengenal dan menyebutkan berbagai macam benda berdasarkan bentuk geometri dengan cara mengamati benda yang ada disekitarnya misalnya lingkaran. misalnya perkiraan terhadap waktu.

kaki dan depa ke alat ukur standar meliputi penggaris. Anak TK sangat ingin tahu bagaimana benda-benda tersebut bekerja. Mengenal berbagai benda tak hidup dan gejalanya. berat. Anak dapat menghitung banyaknya benda. yaitu menggunakan angka untuk menyatakan sesuatu secara kuantitatif. Aplikasi sains dalam kehidupan sehari-hari diwujudkan dalam bentuk karya teknologi. cara menggunakannya. melakukan eksplorasi/penyelidikan dan percobaan sederhana dengan berbagai benda seperti air. ukuran bwentuk dan fungsi. anak mengmati air dan melakukan berbagai percobaan terhadap air seperti melempar. yaitu mengunakan alat ukur untuk mengukur jarak. mesin cuci. Ciri tersebut berupa warna. yaitu berinteraksi. Kegiatan sains untuk anak TK dapat mengembangkan kemampuan anak anatara lain: 1) Observasi. Untuk anak TK fakta dan konsep sederhana dapat dipelajari melalui kegiatan bermain. yaitu berlatih menggunakan semua indranya untuk melakukan pengamatan atau pengindraan terhadap bwerbagai benda. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 81 . angin. anak ingin tahu isi radio. isi Televisi atau HP. volume dimulai alat ukur nonstandar yaitu: jengkal. dan mengambil dengan berbagai cara.Satu Untuk UNM berbagai benda yang ada disekitarnya. 7) Mengenal berbagai benda hidup dan gejalanya. mengamati bagian-bagian. Percobaan tersebut melatih anak menghubungkan sebab akibat dari suatu perlakuan sehingga melatih anak berpikir logis. Anak juga berlatih mengenal nama benda. yaitu berinteraksi dan melakukan eksplorasi terhadap mahluka hidup dan gejalanya. menuang. Pengetahuan yang diperolehnya akan berguna sebagai modal berpikir lanjut. 5) 6) Mengenal produk teknologi yaitu mengenal berbagai produk teknologi. yaitu berlatih mengelompokkan benda-benda berdasarkan ciri tertentu. timbangan atau literan. TV dan HP adalah contoh karya teknologi. memasukkan benda. dan algoritme/sistem kerja di dalamnya. Sebagai contoh. 2) Klasifikasi. melalui bermain air. komputer. api dan magnet. anak dapat melakukan percobaan sederhana. 3) Melakukan pengukuran. Gunakan satu jenis terlebih dahulu dan jangan menggunakan dua atau tiga jenis sekaligus. memberi nama bagian serta fungsinya. Melalui proses sains. Radio. 4) Menggunakan bilangan. membaca angka pada alat ukur atau menuliskan angka.

akan meneyenangkan pada anak tanpa berpikir bagaimana hasilnya oleh sebab itu guru tidak perlu mengajarkan berbagai konsep sains. 3. Anak.Satu Untuk UNM Rambu-rambu Kegiatan Sains Kegiatan sains untuk anak TK sebaiknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. 3) Memungkinkan anak melakukan eksplorasi. misalnya guru membawa induk kucing dengan anaknya. Pada tahap berikutnya bahasa juga melibatkan unsur etika dan estetika yang menyulitkan anak TK berbahasa yang baik dan benar. contoh es yang dipanaskan akan segera mencair. tetapi jauh sebelum anak memasuki TK. sejak kecil telah diahdapkan pada berbagai bentuk tulisan di lingkungannya yang dikenal dengsan Environmental print seperti papan iklan di tepi jalan. kegiatan pembelajaran dilakukan sambil bermain dengan benda-benda konkrit. guru dapat menghadirkan objek dan fenomena yang menarik di TK. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . anak sudah berlatih membaca dan menulis (literasi) sejak kecil dari lingkungannya. akan tetapi sebaiknya melalui objek langsung sehingga anak menemukan sendiri dfinisi yang tepat untuk benda yang diamatinya. Menurutnya. guru mengajak anak membuat tauge dari kacang hijau dan sebagainya. Menurut Nigel Hall (1987) permulaan membaca dan menulis bukan dimulai sejak TK. mengingat bahasa merupakan sistem yang rumit dan melibatkan berbagai unsur seperti huruf (simbol). Hubungan sebab akibat terlihat secara langsung. pada umumnya anak masih mengalami kesulitan. Guru TK hendaknya tidak menjejalkan konsep sains kepada anak. 5) Lebih menekankan proses dari pada produk. Konsep Dasar Bahasa Untuk Menstimulasi Perkembangan Anak Anak TK pada umumnya sudah mampu berkomunikasi secara lisan. iklan di TV dan lain sebagainya. tetapi memberikan kegiatan pembelajaran yang memungkinkan anak menemukan sendiri fakta dan konsep sederhana tersebut. biarkan anak menemukan sendiri. kalimat dan tata bahasa serta tatacara melafalkannya. frase. Ada beberapa kritria pembelajaran sains untuk anak TK (Suyanto. sebaiknya dalam pegenalan sains anak tidak diperlihatkan model atau gambar. 4) Memungkinkan anak mengkonstruksi pengetahuan sendiri. 2005) antara lain: 1) 2) Bersifat konkret. sains kaya akan kegiatan yang melatih anak untuk menghubungkan sebab dan akibat. tulisan di bungkus makanan. nama-nama toko. Namun untuk menulis dan membaca. Dalam melakukan eksplorasi. kata.

Sejalan dengan perkembangan mentalnya. terutama organ-organ yang berfungsi untuk membentuk bunyi. kemudian anak anak diajak mencari huruf penyusunnya (whole to part). Cobaulangi kata “MAKAN”. Dan seterusnya. A BA CA DA FA GA I BI CI DI FI GI U BU CU DU FU GU E BE CE DE FE GE O BO CO DO FO GO Melalui kombinasi seperti itu anak dapat mengenalo pola bagaiman huruf itu dapatdigabung dan bagaimana membacanya. Belajar bahasa tidak jauh beda dengan belajar sains. Misalnya guru menunjukkan gambar anak yang sedang makan. seperti gigi dan lidah. Dst. dengan pola: B C D F G Dst. merespon. Mulai dari strategi membaca fonik yaitu dengan cara mengeja kata dari huruf ke huruf. Perkembangan fisik. Lalu membacanya “BUKU”. anak menggunakan indera dan pikirannya untuk belajar. Kata. Mengenal huruf alfabet dari A-Z dan mengingatnya seharusnya bukanlah hal yang terlalu sulit. salah satu penyebabnya adalah mengenal huruf dan merangkai menjadi kata adalah hal yang menyulitkan bagi anak. Hasil penelitian longitudinal menunjukkan bahwa kemampuan fonemik anak membantu kesuksesan belajar membacanya.Satu Untuk UNM Perkembangan kemampuan literasi terjadi secara sistematis dan sikuensial sebagi respons terhadap berbagai bentuk bahasa sosial yang dialami anak dari lingkungannya. bahasa dan pikiran menjadi satu kesatuan. Apa yang diucapkan anak merupakan representase dari apa yang ia pikirkan. Anak juga bereksperimen dengan cara mengucaokan kata. Misalnya kata “BUKU” anak tinggal mencari pola BU + KU. kemudian bertanya gambar anak sedang apa ini? Anak menjawab”MAKAN”. Strategi lain adalah cara membaca keseluruhan (whole language). struktur kata dan bunyi bahasa ibu merupakan realisasi dari makna tersebut. Bahasa ibu merupakan bahasa yang mulamula dipelajari anak. Cara ini mengajarkan membaca dari keseluruhan lebih dahulu. dan berkomunikasi dengan orang lain. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . Perkembangan kemampuan berbahasa sangat erat kaitannya dengan perkembangan fisik dan mental. tetapi mengapa membaca dan menulis bukanlah hal yang mudah bagi anak?menurut hasil penelitian. Jadi belajar bahasa adalah belajar memaknakan. Strategi lain adalah membaca dalam bahasa Jepang. Oleh sebab itu diperlukan berbagai strategi dalam mengajarkan anak membaca dan menulis permulaan. Kemudain huruf apa saja pada kata “MAKAN”?.

4. norma. memberi komentar yang baik dan menyenangkan. Kecakapan sosial ialah kemampuan anak untuk berinteraksi sosial dengan temannya. ABA. Di masyarakat orang lebih dinilai dari Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . Berbagai kegiatan sosial. Anak juga berlatih mengenal globe. Mengenal pola kombinasi huruf dan caramembacanya tampaknya merupakan modal yang sangat penting dalam membaca. anak dilatih membaca kombinasi BABA. Bagi anak TK tentunya konsep-konsep yang sederhana yang dapat dipahami anak melalui kegiatan berinteraksi sosial baik dengan teman sebaya. Sikap sosial meliputi kemampuan anak untuk dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain. BAA. Mengenal perasaan gembira. Pada mulanya anak tidak dapat melihat cara pandang orang lain. dan otoritas. memperhatikan orang lain saat bicara. dan pekerjaan juga bagian dari pengetahuan sosial. gunung. dan masyarakat di sekitarnya. dan cara penggunaannya merupakan bagian dari sikap sosial. Anak juga pada mulanya tidak mengenal adanya aturan. dan mengenal dunia. uang sebagai alat tukar. seperti jual beli. maupun dengan masyarakat. dengan keluarga. Lalu anak belajar dan mengenal adanya aturan. sedih. ABA. anak belajar mengenal bahwa setiap anak memiliki pemikiran. norma-norma sosial. misalnya mengenal keluarga. Kegiatan belajar dimulai dari lingkungan sosial terdekat. dengan keluarga. Misalnya diberi huruf B dan A. dan daratan pada peta. hari-hari besar nasional dan sejarahnya. dibenci. Anak juga berlatih mengenal aturan. mengenal teman. Di sinmi juga terlihat adanya pola-pola kombinasi huruf dan cara membacanya. Kemudian. marah. Kecakapan sosial dinyatakan dengan SQ (Sosial Quotient). Demikian pula sikap suka menolong. otoritas. Konsep Dasar Pengetahuan Sosial unuk menstimulasi Perkembangan Anak Ilmu Pengetahuan Sosial mempelajari interaksi antar manusia dan manusa dengan lingkungannya. dan norma-norma sosial. negara. sifat. sungai. laut. guru. 2) kecakapan dan 3) sikap dan nilai sosial. dan otoritas sehingga ia dapat berperilaku lebih baik.Satu Untuk UNM Strategi lainnya adalah melalui metode Iqra. SQ dipandang sangat penting karena fungsinya dalam kehidupan dominan. dan memperhatikan nasehat orangtua merupakan bagian dari sikap sosial. dan kemauan yang berbeda dengan dirinya sehingga ia dapat memahami orang lain. Pada metode tersebut anak diperkenalkan sedikit demi sedikit huruf konsonan dan vokal dan kombinasinya untuk membaca. Mengenal negara antara lain meliputi mengenal benders. disukai. lagu kebangsaan. Dewan nasional ilmu-ilmu sosialAmerika Serikat merumuskan tujuan dari pengenalan pengetahuan sosial ada tiga hal taitu meliputi: 1) pengetahuan. mengenal tetangga.

peta. Untuk anak TK pengenalan ilmu sosial dilakukan secara terpadu antar bidang ilmu tersebut dan jugs dengan ilmu lainnya (matematika. sains.Beberapa set perabot kamar tidur . seni dan bahasa). dan sejarah. pesawat terbang. Kegiatan sosial amat luas. perahu) .Koran. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . geografi.Beberapa set meja makan dan perangkat makan . dan tape mainan.DII. foto pahlawan . keterampilan. B.Kamera. alat berhias diri . majalah. foto. dan oleh karenanya pengenalan pengetahuan sosial memiliki dimensi yang luas. Ilmu pengetahuan sosial antara lain meliputi sosiologi.Beberapa set perabot tempat belajar . Dengan mengenal diri dan keluarganya diharapkan akan menumbuhkan identitas diri (self identity) atau perasaan "aku".Berbagai model kendaraan (mobil.Boneka berbagai ukuran dan bentuk . Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut. lambang negara. buku . bendera negara.Satu Untuk UNM segi sosialnya dibanding kecerdasan otaknya. meliputi aspek pengetahuan. A. CD.Beberapa set peralatan dapur . kereta api. foto presiden. TV.Cermin. radio. .Telepon. Berikut contoh isi dari Pojok keluarga. Kegiatan Pengenalan Pengetahuan Sosial 1. Mengenal Diri dan Keluarga Kegiatan mengenal diri dan keluarga dimaksudkan untuk melatih anak mengenal identitas dirinya dan keluarganya. CD player (asli dan mainan) .Beberapa set meja dan kursi tamu .Globe. Isi dari pojok keluarga meliputi berbagai benda yang digunakan oleh keluarga dan masyarakat. geografi. dan sikap sosial. Berikut beberapa tema penting dalam pengenalan pengetahuan sosial. antropologi. ekonomi. .Mata uang mainan . Pojok Keluarga Pojok pengetahuan sosial sering disebut juga Pojok Keluarga.

Satu Untuk UNM
a. Menggambar bercerita tentang keluarga Bahan - Kertas manila, krayon, pensil Prosedur
 Bed setiap anak bahan-bahan di atas  Ajak anak untuk menggambar dirinya dan keluarganya  Setelah gambar selesai, ajak anak menceritakan diri dan keluarganya  Berbagai pertanyaan dapat diajukan kepada anak, misalnya: anak ke berapa, berapa

jumlah saudaranya, berapa usianya, kapan ulang tahunnya, apa hobinya, apa pekerjaan orangtuanya, di mana alamatnya. b. Bercermin dan mengenal diri Bercermin dan merias diri merupakan awal pembentukan estetika pada diri anak. Dengan adanya cermin dan sisir guru dapat melatih anak untuk melihat dirinya dan penampilannya. Anak dapat melihat apakah rambutnya sudah disisir, apakah giginya sudah bersih, apakah bajunya sudah rapi, dan sebagainya. Bahan
 Cermin

Prosedur
 Sediakan cermin yang cukup lebar dan tinggi untuk anak  Pasang tegak dari lantai sehingga anak dapat melihat dirinya dari ujung kaki sampai

kepala
 Ajak anak untuk mengamati dirinya di cermin  Ajak anak untuk menceritakan kembali ciri-ciri dirinya (bentuk badan, warna kulit, bentuk

rambut, bentuk muka, dsb.) c. Mengenal teman Mengenal dan akrab dengan teman sekelas merupakan bagian dari perkembangan sosial anak. Guru hendaknya mengatur agar setiap anak pernah berinteraksi satu dengan lainnya. Misalnya melalui pembentukan kelompok dan penentuan tempat duduk dapat dilakukan secara bergantian agar setiap anak mengenal teman-temannya. Guru hendaknya memberitahukan kepada orangtua agar menanyakan kepada anak siapa saja temantemannya. Anak yang mampu bersosialisasi dengan baik biasanya dalam waktu satu bulan sudah mengenal semua nama teman-temannya di kelas. Sebaliknya ada pula anak yang dalam waktu satu bulan teman yang dikenal hanya dua orang.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86

Satu Untuk UNM
d. Mengenal aturan Setiap sekolah memiliki aturan. Mengenal aturan di sekolah dan di rumah merupakan bagian dari pengetahuan sosial. Sebagai contoh di sekolah anak harus datang tepat waktu, tidak boleh bermain di luar halaman sekolah, baju seragam harus dipakai, dan sebagainya. Aturan tersebut hendaknya diperkenalkan kepada anak sedikit demi sedikit, misalnya untuk dua hari, guru memperkenalkan aturan mengenai kehadiran tepat waktu. Hati-hati dalam menentukan hukuman pada anak yang melanggar aturan. Sebaiknya bentuk hukuman didiskusikan dan ditentukan lebih dahulu dengan anak. Tulis aturan-aturan tersebut dan tempelkan di dinding kelas. Tuliskan pula bentuk hukuman atas pelanggarannya. Dengan demikian, anak senantiasa ingat aturan dan hukumannya. Permainan berikut dapat untuk melatih anak memahami aturan dan hukuman. e. Mengenal otoritas sekolah Di awal semester anak masuk sekolah, Jelaskan nama-nama guru, kepala sekolah, dan pegawai tata usaha sekolah. Jelaskan pula kewenangan masing-masing. Jelaskan bahwa Kepala Sekolah (Kepala TK) memiliki otoritas (kewenangan) paling tinggi di TK. Guru-guru merupakan orang tua kedua yang juga harus dipatuhi oleh anak tanpa memandang bahwa hanya guru kelasnya saja sebagai orang yang harus diparuhi. 5. Konsep Dasar Moral untuk Menstimulasi Perkembangan anak Perilaku Moral adalah perilaku yang sesuai dengan tata cara yang ada di masyarakat. Belajar meresapi nilai-nilai moral kelompok membutuhkan waktu, dan proses belajar dipersulit oleh sejumlah faktor: 1) kebingungan akan memperlambat proses belajar, bila terdapat konflik antara aturan dirumah dan aturan di sekolah. 2) kebingungan yang menyebabkan anak mempertanyakan konsep keadilan, bila ini terjadi.akan melemahkan motivasi anak menerima konsep moral, 3)kebinguingan dalam konsep moral mempengaruhi keputusan moral .Sejak anak pandai berbahasa pada usia 2-3 tahun pendidika moral berlangsung dengan pesat melalui interaksi menerapkan ajaran-ajaran moral seperti tidak boleh berbohong, tidak boleh mengambil barang orang lain, dibiasakan mengucapkan terima kasih pada orang lain bila diberi sesuatu, ini diberikan dengan pelajaran yang cepat dan memberikan contoh kepada anak dalam bentuk perilaku. Selain itu penanaman perilaku moral akan lebih berhasil, perlu diberikan dengan reaksi yang menyenangkan sepeti : pujian, dukungan dan hadiah, sebaliknya pada perbuatan yang tidak baik dihubungkan dengan reaksi yang tidak menyenangkan seperti pengasingan sementara. Dengan demikian lambat laun pada anak akan terbentuk kesadaran bathin atau kata hati. Jadi penilaian baik dan buruk tidak lagi datang dari luar tetapi datang
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87

Satu Untuk UNM
dari dalam dirinya sendiri, anak akan bangga dan bahagia jika melakukan perbuatan baik dan sebaliknya anak akan merasa malu dan bermasalah jika anak melakukan yang kurang baik 6. Konsep Dasar Seni Untuk Menstimulasi Perkembangan Anak A. Esensi Pembelajaran Seni Pembelajaran seni bermanfat untuk mengembangkan estetika, kreativitas, dan untuk mengekspresikan diri pada anak. Lebih rinci Schickedanz, dkk (1983) menyatakan bahwa pembelajaran seni untuk anak TK memiliki beberapa fungsi, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sebagai media untuk mengekspresikan diri; Mengembangkan estetika; Mengembangkan kemampuan motorik; Mengembangkan kemampuan koordinasi; Mengembangkan persepsi; Mengembangkan kreativitas, daya pikir dan daya cipta. Seni sebagai media untuk mengekspresikan diri. Dalam kegiatan seni anak-anak dapat menyatakan perasaannya melalui menggambar, menyanyi, bermain drama, maupun melalui seni kriya. Anak dapat mengekspresikan rasa senang, gembira, sedih, dan kecewa melalui obyek seni seperti cat, kuas, lempung, pasir, dan balok (Erickson, 1950). Anak yang tertekan biasanya akan menggambar sesuatu yang tragic, jelek, atau menggunakan warnawarna yang gelap. Anak juga dapat mengungkapkan perasaannya melalui lagu. Perasaan senang diekspresikan melalui lagu yang gembira, tempo cepat, dengan irama yang menghentak. Sementara perasaan sedih diungkapkan melalui lagu yang melankolis dan dengan tempo lambat. Melalui media seni drama anak dapat menceritakan pengalamannya, perasaannya, dan kekecewaannya kepada orang lain. Banyak ahli pendidikan anak usia dini menyatakan bahwa dasar-dasar estetika diperoleh anak sejak usia dini (Brittain, 1979; Erickson, 1950; William, 1977). Nilai-nilai estetis, keindahan, dan kecantikan sangat baik untuk ditanamkan anak sejak usia dini. Melalui penataan benda-benda di ruangan, anak-anak belajar tentang keteraturan dan keindahan. Begitu pula dengan menggambar dan mengkombinasikan warna untuk mencapai suatu keindahan akan menanamkan nilai-nilai estetik pada anak. Berkaca, menyisir rambut, merias wajah, menggunakan kostum yang lucu dan indah dalam bermain peran akan melatih anak mencintai keindahan dan kecantikan badan. Seni juga mengembangkan kemampuan anak melakukan koordinasi. Gerak dan lagu dan seni tari melatih anak menyeleraskan antara gerakan tubuh dengan irama lagu.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88

Ahbar dan kakaknya ingin dibelikan raket. dan bermain masak-memasak dengan temannya. Lalu ia memasukkan mainannya ke dalam "tenda"nya. daya pikir. dan fantasinya. 2) tepat dan relevan. ia mengoleksi berbagai macam voucher bekas yang berceceran di lantai. Ciri anak yang kreatif ialah mampu mewujudkan ide. Jadi anak secara kreatif menggunakan berbagai bends yang ada di sekitarnya untuk bermain. 4) fleksibel (Guilford. dan menyetir mobil memerlukan koordinasi berbagai anggota tubuh. fantasi. 1957. Suatu ketika Aryo ikut ayahnya membeli voucher handphone. dan daya cipta. dan pensil melatih anak mengontrol gerakan tubuh. Ketika melihat permainan badminton di TV. Pendidikan seni juga mengembangkan kreativitas. Kakaknya tidak meminjamkan krayonnya dengan alasan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . Makan. krayon. Adiknya. ia menunjukkan kepada ayahnya voucher yang ia dapat sambil berkata. fantasi. Ada empat ciri anak yang kreatif yaitu 1) orisinil. Fandi ingin mengikutinya menggambar sebuah rumah dengan krayon. berlari. mengendarai sepeda. 3) menyesuaikan keadaan. lka ingin sekali memiliki tenda dan berkemah. Apa yang ia lakukan tepat dan relevan dengan konteks yang ia lihat dan tujuannya yaitu ingin memiliki tenda dan berkemah. Lalu mereka menggunakan potongan kardus sebagai raket. mengikatkan benang antar kursi sebagai net.Satu Untuk UNM Menggambar melatih koordinasi gerak tangan dan mata. kuas. minum. Ciri anak yang kreatif ialah mampu melakukan sesuatu secara tepat dan relevan dengan konteks atau tujuannya. Kemampuan mengontrol gerakan tubuh sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Melalui seni anak dapat menggunakan berbagai benda untuk menciptakan sesuatu sesuai imajinasi dan fantasinya. kok dan net. dan imajinasinya. Tetapi orangtuanya mengatakan terlalu mahal untuk anaknya yang masih berusia empat tahun. Jadi pendidikan seni mengembangkan kreativitas pada anak. Ketika melewati perkemahan. imajinasi. seperti gunting. Sementara menunggu ayahnya. dan imajinasinya dalam suatu karya orisinil. lem." Di rumah ia berpurapura mengisi ulang handphone mainannya dengan voucher bekas yang ia peroleh. 1965). Suatu saat Kiki menggambar sebuah rumah dikelilingi taman bunga dengan krayon. "Yah. Ciri lain anak yang kreatif ialah fleksibel. Ketika ayahnya mengajak pulang. lihat Aryo juga punya banyak voucher. Anak yang kreatif mampu mengikuti keadaan untuk mewujudkan ide. Sesampainya di rumah ia mengambil selendang ibunya dan menutupkannya di antara dua kursi sehingga mirip tenda perkemahan. Anak yang kreatif mampu menciptakan suatu yang tidak dilakukan anak lain. Menggunakan berbagai alat seni. dan menggunakan kaos kaki yang digulung sebagai kok untuk bermain badminton. la tidak terpaku pada satu benda untuk mewujudkan ide. Jakcon and massick.

Sering anak menggunakan lempung untuk membentuk apa saja yang ia sukai. lingkaran. Tahap Representasi Tahap manipulatif merupakan tahap awal anak mulai tertarik kegiatan seni. bukan karena merupakan karya seni yang baik atau indah. melainkan keinginan anak untuk mencoba alat-alat yang digunakan dalam pendidikan seni. Dalam seni musik. Tahap berikutnya ialah tahap membuat pola. menggunting dan menempelkannya pada buku gambarnya. pola. Fandi lalu mengambil gunting. atau kotak. lem dan majalah ibunya. Demikian pula dalam seni kriya. anak juga ingin menabuh atau membunyikan alat-alat musik. Tahap Manipulatif 2. Tahap Mengenal Pola 3. Dalam seni kriya. dan memberi nama apa yang dibentuknya. benda yang digunakan dalam pendidikan seni sehingga dikenal dengan tahap manipulatif. Lalu ia bilang. B. anak akan bercerita bahwa ia sudah bisa main terompet. Tahap Simbolik 4. misalnya membuat ular dari lempung. khususnya seni lukis (Lansing. Anak bangga akan hasilnya. banyak cara yang dapat ia lakukan untuk mewujudkan idenya itu. Setelah membunyikan terompet. tetapi karena ia merasa dapat menggunakan benda-benda tadi. aku juga punya sebuah rumah dengan taman bunga!" teriaknya bangga. Sebagai Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . Pada tahap ini anak sudah mulai menunjukkan bentuk. anak sudah menunjukkan membuat pola tertentu. Perkembangan Anak dalam Seni Perkembangan Anak dalam bidang seni dimulai dari tidak mengenal seni sampai dapat mengekspresikan diri melalui seni. Tahap ini biasanya dimulai sejak usia 2-3 tahun. Pada tahap ini bukanlah seni atau hasil karya yang menjadi tujuan anak terlibat dalam kegiatan seni. 1971. Dalam hal ini Fandi tidak patah arang untuk mewujudkan keinginannya. termasuk coretan di dinding rumah. la mencari gambar rumah dan bunga. Tahap ketiga ialah simbolik. seperti berikut ini: 1. Paling tidak ada empat tahapan perkembangan anak dalam pendidikan seni. Sering anak membuat coretan sebisanya. Sering lempung yang sudah terbentuk diubah lagi dan diubah lagi. Pada tahap ini anak mulai menunjukkan pola dalam menggunakan bendabenda seni.Satu Untuk UNM adiknya suka mematahkan krayon. biasanya pada usia empat-lima tahun. Anak mulai membuat garis. "Hore. Schikedanz. 1979. biasanya berkembang sejak anak usia empat tahun. Dalam seni lukis anak ingin mencoba menggunakan kuas dan cat. Britain. Pada seni musik anak mulai menunjukkan adanya irama meskipun belum stabil. anak ingin bermain dengan benda-benda yang digunakan seperti lempung. 1983).

Satu Untuk UNM contoh anak membuat lingkaran dengan beberapa garis tambahan. Tingginya sama dengan kapal terbang. hasil karya anak tidak perlu dinilai dengan cara seperti itu. lalu ia mengatakan ini bukan ayam. urut. Apa relevansi tahapan tersebut bagi guru TK? Sering kita sebagai orang dewasa menilai karya anak seperti kita menilai karya seni orang dewasa yaitu dari segi kemiripan dengan objek nyata dan keindahannya. tidak menjadi masalah.. Tetapi kalau kita dengar ceritanya. la mengatakan. Pengertian tubuh yang sehat dan kuat. ini boneka. Tahap memberi nama objek tersebut dikenal dengan tahap simbolik. mencakup kekuatan otot. Pada tahap ini anak sudah mulai mencocokkan antara apa yang ia kerjakan dengan fenomena yang ada. seperti jantung dan paru. Kakak saya punya merpati.. Ini disini kapal terbangnya (katanya sambil menunjukkan garis yang sama sekali tidak mirip kapal terbang). Suatu ketika Aji sedang menggambar sesuatu yang mirip benang kusut. Pada usia lima sampai enam tahun anak mulai menunjukkan tahap representasi.Nih disini. Lalu saya mendekatinya dan berkata. hidung. mirip objek atau tidak. "Gambar ayam". dan logis. "Wah gambarnya bagus sekali. "Ini gambar burung... kemudian anak ditanya gambar apa itu? Anak dengan tegas menjawab. ototnya kuat. lalu anak menjawab mau menggambar ayam. Ketika sudah jadi. Penelitian Kathleen dan Jonathan (1992) pada binaragawan dan atlet angkat besi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 . Kadang anak ditanya mau menggambar apa. sekali. lalu ia turun .. Padahal bagi anak. Kalau gambar ayam tidak mirip ayam. Bagi anak yang penting ia "bisa" menggunakan benda-benda pendidikan seni. 6. Lalu kakak saya memanggilnya. ternyata gambarnya mirip boneka. telinga. gambarnya sudah mulai menunjukkan bentuk yang lebih realistik. Meskipun anak belum dapat menggambar dengan tiga dimensi. Konsep Jasmani dan Motorik untuk Menstimulsi Perkembangan Anak Pendidikan jasmani untuk anak usia dini diarahkan untuk mengembangkan badan anak agar tumbuh sehat dan kuat.. anak tersebut dapat menggunakan bahasa dengan baik. apapun hasil karyanya. kita nilai jelek. bukan main. mulut dan rambut. gerakan. tetapi menggunakan pendidikan seni untuk mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak. Jadi ia menggunakan seni (lukis) untuk mengekspresikan idenya dengan baik. nanti ketabrak kapal terbang. kemudian anak ingat bonekanya di rumah. tentu amat jelek.. dan kekuatan sistem organ yang terkait. Orang yang tubuhnya tegap. meskipun gambar tersebut sama sekali tidak mirip ayam.. gambar apa ya?" Lalu ia menjawab dengan cerita yang cukup panjang dan diluar dugaan saya. (sambil menunjuk garis di bagian bawah)" Kalau kita nilai dari gambarnya. Untuk itu bagi guru TK. Misalnya dalam menggambar wajah orang sudah ada mata. Merpatinya terbang tinggi . belum tentu memiliki jantung dan paru yang kuat.. hei turun.

Untuk itu kegiatan pendidikan jasmani hendaknya meliputi kegiatan aerobik dan anaerobik. gerak aerobik memerlukan udara (oksigen) yang diambil dari udara oleh paruparu. Para atlet lari cepat 100 meter dapat menahan nafas sekitar 10 detik saat berlari kencang. Berbeda dengan gerak anaerobik. misalnya. Senam aerobik. tidak menggunakan oksigen dari paru-paru. Kegiatan aerobik tidak membutuhkan udara (oksigen) yang diambil oleh paru-paru. Ketahanan (endurance) 3. Koordinasi (coordination). Oleh karena itu pendidikan jasmani hendaknya meliputi gerak isokinetik. Kegiatan pendidikan jasmani untuk anak TK sebaiknya mengembangkan unsur-unsur dasar kesehatan tubuh berikut ini 1. di samping gerak isotonik dan isometrik. Menurutnya hal itu disebabkan karena para atlet lari cepat lebih mengekonsentrasikan diri pada gerakan anaerobik dari pada aerobik. kemudian tenaganya merosot tajam dan jantungnya berdeyut sangat kencang. Banyak atlet angkat besi dan binaragawan yang tubuhnya tegap dan ototnya besar akan tetapi daya tahannya kurang.Satu Untuk UNM mengungkapkan hal itu. Ketika mereka disuruh bekerja secara terus-menerus mereka akan mengalami kelelahan yang parah da kekuatannya menurun drastis. Mereka unggul pada 20 menit pertama. Kekuatan (strength) 2. tetapi tidak meningkatkan kekuatan jantung dan sistem peredaran darah serta paru-paru. semua bentuk kegiatan harus dilakukan secara menyenangkan dan disesuaikan dengan kekuatan masing-masing anak. Kelincahan (agility) 4. terutama pertumbuhan tulang. Hal itu disebabkan karena para binaragawan dan atlet angkat besi lebih mengkonsntrasikan diri pada olahraga isotonik dan isometrik saja dan kurang gerak isokinetik. dan Meskipun demikian. dan gerak jalan merupakan contoh gerak aerobik. Keseimbangan (Balance) 5. lari marathon. Contohnya antara lain ialah mendorong atau mengangkat benda diam. Pertumbuhan tulang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . Contohnya ialah angkat besi dan angkat beban. tonik=tegangan/ tekanan) ialah kegiatan dengan kontraksi otot persendian kaki dan tangan di mana badan relatif tetap di tempat. Anak TK sedang mengalami pertumbuhan badan sangat pesat. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan kekuatan otot tangan dan kaki. Sedangkan kegiatan isometric adalah kegiatan yang tidak melibatkan kontraksi otot persendian kaki dan tangan. la menemukan bahwa atlet lari cepat bertahan lama jika lari marathon. Kegiatan yang bersifat isotonik (iso=sama. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Kenneth Cooper dari Institut Aerobics di Dallas USA. Lari cepat.

anak-anak belajar tentang keteraturan dan keindahan. Rangkuman Program pembelajaran matematika hendaknya didesain untuk membantu anak-anak memperoleh dan menerapkan pemahaman konsep dan keterampilan matematika. melempar. Bagaimana anda memahami dan membedakan bahwa dalam kegiatan menggambar. melompat. memahami konsep bilangan dan mampu menaksir gejala suatu benda ! 3. seperti berjalan. Pemberian beban yang berlebihan. Tes 1. Belajar bahasa tidak jauh beda dengan belajar sains. menangkap. Jadi belajar bahasa adalah belajar memaknakan. dan menendang. Selain itu pendidikan jasmani juga ditunjukan untuk mengembangkan kemampuan motorik anak. berlari.Satu Untuk UNM terjadi pada daerah ujung tulang (epifisis) yang merupakan tulang rawan. aspek yang dikembangkan adalah aspek seni atau aspek motorik halus anak ! Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . Kata. merespon. keterampilan matematika merupakan fokus dari pembelajaran yang dikembangkan melalui permainan spontan. Buatlah masing-masing contoh kegiatan dalam SKH anda yang menunjukkan bahwa anda merancang kegiatan pembelajaran berdasarakan konsep perkembangan dan konsep pembelajaran yang berpusat pada anak! 2. Melalui penataan benda-benda di ruangan. Nilai-nilai estetis. Anak juga bereksperimen dengan cara mengucaukan kata. Guru merencanakan untuk mengajarkan konsep matematika kepada anak dengan memecahkan masalah yang bermakna. Akibatnya pertumbuhan tulang anak dapat terganggu. Rancanglah suatu kegiatan bermain matematika yang dapat membantu anak memecahkan masalah dalam mengenal bentuk. baik motorik kasar maupun motorik halus. Melalui pendidikan jasmani. Anda telah memahami bahwa kegiatan belajar yang paling menyenangkan adalah bermain. dan berkomunikasi dengan orang lain. diharapkan otot-otot tubuh anak berkembang sehingga mereka mampu melakukan gerak dasar. keindahan. seperti beban berat atau berlari di luar kapasitasnya dapat merusak daerah pertumbuhan tulang tersebut. Begitu pula dengan menggambar dan mengkombinasikan warna untuk mencapai suatu keindahan akan menanamkan nilai-nilai estetik pada anak. struktur kata dan bunyi bahasa ibu merupakan realisasi dari makna tersebut. dan kecantikan sangat baik untuk ditanamkan anak sejak usia dini. anak menggunakan indera dan pikirannya untuk belajar. Bahasa ibu merupakan bahasa yang mulamula dipelajari anak.

anak menggunakan indera dan pikirannya untuk belajar jelaskan pendapat tersebut. dengan contoh yang sering anda lakukan dalam mengajrkan bahasa pada anak didik anda ! 5. keindahan. dan kecantikan pada anak didik anda ! Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 94 .Satu Untuk UNM 4. Belajar bahasa tidak jauh beda dengan belajar sains. Jelaskan apa yang anda lakukan dalam menanamkan nilai-nilai estetis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful