P. 1
Modul-PLPG_Paud

Modul-PLPG_Paud

|Views: 44|Likes:
Published by Arif Imbang

More info:

Published by: Arif Imbang on Feb 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

Satu Untuk UNM

PENDAHULUAN

Modul ini berisi pemahaman tentang anak Taman Kanak Kanak (TK). Anak Taman Kanak-kanak merupakan anak yang berada dalam proses perkembangan, baik perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional maupun bahasa. Setiap anak memiliki karakteristik tersendiri. Perkembangan setiap anak berbeda beda baik dalam kualitas maupun tempo perkembangannya. Perkembangan anak bersifat progresif, sistematis dan berkesinambungan. yang lainnya. Seorang guru hendaknya juga memahami tugas-tugas perkembangan anak usia TK, kebutuhan dan minat serta permasalahan yang sering dihadapi anak. Sehingga dalam mengajar anda dapat memilih strategi yang tepat sesuai tugas dan karakteristik perkembangan anak. Keberhasilan seorang guru sangat erat kaitannya dalam pemilihan strategi dalam pembelajaran. Anda akan kesulitan untuk memilih strategi jika tidak mengenal anak didik anda. Anak didik hadir dengan berbagai tipe dan gaya belajar. Oleh sebab itu modul ini juga akan mengantar anda untuk mengenal tipe-tipe dan gaya belajar anak. Sebagai guru TK anda pasti telah tahu bahwa bagi seorang anak, bermain adalah kegiatan yang mereka lakukan sepanjang hari, karena bagi anak bermain adalah hidup mereka. Anak TK tidak membedakan antara bermain, belajar dan bekerja. Berhubungan dengan pembelajaran, Vygotsky (Naughton, 2003:52) berpendapat bahwa bermain dapat menciptakan suatu zona perkembangan proximal pada anak, dalam bermain, anak selalu berperilaku di atas usia rata-ratanya, di atas perilakunya sehari-hari, dalam bermain anak dianggap „lebih‟ dari dirinya sendiri. Prinsip pembelajaran merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan oleh guru dalam setiap kegiatan pembelajaran agar penyampaian materi pembelajaran sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Kegiatan pembelajaran hendaknya tidak menimbulkan kecemasan (stress) bagi anak. Sebagai seorang guru, anda seharusnya memahami kurikulum anak TK dan bagaimana pengembangannya. Secara umum kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini dapat dimaknai sebagai seperangkat kegiatan belajar sambil bermain yang sengaja direncanakan untuk dapat dilaksanakan dalam rangka menyiapkan dan meletakkan pengembangan diri anak usia dini lebih lanjut. dasar-dasar bagi Setiap aspek perkembangan saling berkaitan satu sama lain, terhambatnya satu aspek perkembangan tertentu akan mempengaruhi aspek perkembangan

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

1

Satu Untuk UNM
Kurikulum bagi anak TK dikembangkan berdasarkan sejumlah pendekatan yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan anak TK. Landasan konseptual yang digunakan dalam kurikulum adalah berdasarkan teori perkembangan anak, pendekatan berpusat pada anak, pendekatan konstruktivisme dan pendekatan bermain kreatif. Kompetensi yang Akan Dicapai Setelah anda mempelajari modul ini maka diharapkan anda memiliki kompetensi sebagai berikut; 1. Menguasai karakteristik peserta didik dan mampu merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran di Taman Kanak-kanak, yang meliputi: 1) mendeteksi pertumbuhan dan perekembangan peserta didik, 2) Menganalisis minat, kebutuhan dan permasalahan anak TK, 3) Menganalisis potensi anak TK, 4) Menganalisis ciri-ciri kepribadian anak, 5) Menganalsisi gaya belajar anak, 6) menganalisis manfaat dan pengaruh lingkungan terhadap perkembangan anak TK. 7) menganalisis teori pendidikan dan pembelajaran di TK, 8) memilih Strategi dan media pengembangan, bidang pengembangan sesuai dengan tema, karakteristik anak dan kemampuan yang ingin dicapai 2. Kompetensi professional Yang meliputi: 1) Menganalisis konsep dasar pengembangan kurikulum TK, 2) menganalisis substansi bidang pengembangan anak TK, 3) menelaah konsep dasar bidang studi sebagai metode pengembangan bidang perkembangan anak TK.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

2

Satu Untuk UNM
KEGIATAN BELAJAR 1. Kegiatan Belajar I a. Memahami Peserta Didik Anak Taman Kanak-kanak merupakan anak yang berada dalam proses perkembangan, baik perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional maupun bahasa. Setiap anak memiliki karakteristik tersendiri. Perkembangan setiap anak berbeda beda baik dalam kualitas maupun tempo perkembangannya. Perkembangan anak bersifat progresif, sistematis dan berkesinambungan. Setiap aspek perkembangan saling berkaitan satu sama lain, terhambatnya satu aspek perkembangan tertentu akan mempengaruhi aspek perkembangan yang lainnya. 1. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak Istilah pertumbuhan dan perkembangan seringkali dipergunakan seolah-olah keduanya mempunyai pengertian yang sama, karena menunjukan adanya suatu proses perubahan tertentu yang mengarah kepada kemajuan. Padahal sesungguhnya istilah pertumbuhan dan perkembangan ini mempunyai pengertian yang berbeda. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan yang bersifat kuantitatif, sebagai akibat dari adanya pengaruh luar atau lingkungan. Pertumbuhan mengandung arti adanya perubahan dalam ukuran dan struktur tubuh sehingga lebih banyak menyangkut perubahan fisik. Selain dari pengertian di atas, pertumbuhan dapat didefinisikan pula sebagai perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada diri individu yang sehat dalam fase-fase tertentu. Hasil dari pertumbuhan ini berupa bertambah panjang tulang-tulang terutama lengan dan tungkai, bertambah tinggi dan berat badan serta makin bertambah sempurnanya susunan tulang dan jaringan syaraf. Pertumbuhan ini akan terhenti setelah adanya maturasi atau kematangan pada diri individu. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan adalah suatu perubahan fungsional yang bersifat kualitatif, baik dari fungsi-fungsi fisik maupun mental sebagai hasil keterkaitannya dengan pengaruh lingkungan. Perkembangan dapat juga dikatakan sebagai suatu urutan-urutan perubahan yang bersifat sistematis, dalam arti saling kebergantungan atau saling mempengaruhi antara aspek-aspek fisik dan psikis dan merupakan satu kesatuan yang harmonis. Contoh,. anak diperkenalkan bagaimana cara memegang pensil, membuat huruf-huruf dan diberi latihan oleh orangtuanya. Kemampuan belajar menulis akan mudah dan cepat dikuasai anak apabila
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 3

Anak belajar untuk berkembang menjadi pribadi yang bertanggung jawat dan dapat memenuhi segala kebutuhannya sendiri sesuai dengan tingkat perkembangannya di usia Taman Kanak-kanak. berbagi dan memperoleh kasih sayang. Perkembangan akan dicapai karena adanya proses belajar. Dengan kata lain. Melalui belajar anak akan berkembang. Menurut Havighurst. Selain itu perubahan juga bersifat progresif. dan saat untuk memahami bentuk huruf telah diperoleh. sebab tugas perkembangan ini akan sangat mempengaruhi pencapaian perkembangan pada masa perkembangan berikutnya. jika seorang individu gagal menyelesaikan tugas perkembangan pada satu fase tertentu. b) Belajar memberi. Tugas-tugas Perkembangan Masa Kanak-kanak Tugas perkembangan merupakan suatu tugas yang muncul dalam suatu periode tertentu dalam kehidupan individu. agar anak mampu berlari maka sebelumnya anak harus mampu berdiri dan merangkak terlebih dahulu. pematangan fungsi-fungsi psikis dan usaha belajar. dan akan mampu mempelajari hal-hal yang baru. sehingga anak memperoleh pengalaman baru dan menimbulkan perilaku baru. Pada setiap masa perkembangan individu. karena pada suatu saat tertentu kedua istilah ini dapat digunakan secara bersamaan. Contoh. yang berarti bahwa perubahan yang terjadi bersifat maju. perkembangan merupakan hasil dari pertumbuhan. pematangan fungsi-fungsi fisik. Dengan demikian anak akan mampu memegang pensil dan membaca bentuk huruf. Lilientha (Hildebrand. maka ia akan mengalami kegagalan dalam pencapaian tugas perkembangan pada masa berikutnya. dalam masa ini anak belajar untuk dapat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 4 . perubahan pengetahuan dan kemampuan anak dari yang bersifat sederhana berkembang ke arah yang lebih kompleks Berkesinambungan merupakan ciri lain dari perubahan yang terjadi. meningkat dan mendalam baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Pada masa Taman Kanakkanak ini anak belajar untuk dapat hidup dalam lingkungan yang lebih luas yang tidak hanya terbatas pada lingkungan keluarga saja. Contoh. adapun tugas perkembangan masa kanak-kanak menurut Carolyn Triyon dan J. artinya perubahan itu berlangsung secara beraturan atau berurutan. 1986:45) adalah sebagai berikut : a) Berkembang menjadi pribadi yang mandiri. Tugas tersebut harus dikuasai dan diselesaikan oleh individu.Satu Untuk UNM proses latihan diberikan pada saat otot-ototnya telah tumbuh dengan sempurna. tidak bersifat meloncat-loncat atau karena unsur kebetulan. ada berbagai tugas perkembangan yang harus dikuasai. W. Dari uraian pengertian perkembangan di atas perlu disadari bahwa pertumbuhan fisik mempengaruhi perkembangan psikis individu. 2.

anak belajar mengenal ciri-ciri benda berdasarkan ukuran. Contoh. dan dapat menggunakannya secara tepat. Contoh. d) Mengembangkan pengendalian diri. e) Belajar bermacam-macam peran orang dalam masyarakat. menggambar. dan lain sebagainya. Pada masa ini anak juga perlu menyadari bahwa apa yang dilakukannya akan menimbulkan konsekuensi yang harus dihadapinya. i) Belajar menguasai kata-kata baru untuk memahami anak/orang lain. maupun berinteraksi dengan lingkungannya. g) Belajar menguasai ketrampilan motorik halus dan kasar. baik otot kasar maupun otot halus. pak polisi mengatur lalu lintas. Contoh. anak dapat membandingkan satu benda dengan benda lain berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki benda tersebut. Kegiatan yang memerlukan koordinasi otot kasar diantaranya berlari. menendang. bentuk. menangkap bola dan sebagainya. guru mengajar anak-anak di kelas. Anak belajar menguasai berbagai kata-kata baru baik yang berkaitan dengan benda-benda yang ada di sekitarnya. Pada masa ini diharapkan anak mampu mengenal benda-benda yang ada di lingkungan. Anak belajar bahwa dalam kehidupan bermasyarakat ada berbagai jenis pekerjaan yang dapat dilakukan yang dapat menghasilkan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhannya dan dapat menghasilkan jasa bagi orang lain. Selain dari itu. atau mengajak anak lain untuk bermain. dan warnanya. Anak belajar mengembangkan kemampuannya untuk dapat bergaul dan berinteraksi dengan anak lain dalam lingkungan di luar lingkungan keluarga. Pada masa ini anak belajar untuk bertingkah laku sesuai dengan tuntutan lingkungannya. apa fungsinya dan bagaimana penggunaannya. c) Belajar bergaul dengan anak lain. mata untuk melihat dan sebagainya. dan sebagainya. Sedangkan kegiatan yang memerlukan koordinasi otot halus adalah pekerjaan melipat. anak dapat menyebutkan nama suatu benda. meronce dan sebagainya. j) Mengembangkan perasaan positif dalam berhubungan dengan lingkungan. telinga untuk mendengar. mulut untuk makan dan berbicara. Contoh. Pada masa ini anak perlu mengetahui berbagai anggota tubuhnya. Anak belajar untuk mampu mengendalikan dirinya dalam berhubungan dengan orang lain. melompat.Satu Untuk UNM sating memberi dan berbagi dan belajar memperoleh kasih sayang dari sesama dalam lingkungannya. Anak belajar mengkoordinasikan otot-otot yang ada pada tubuhnya. Pada masa ini anak belajar mengembangkan perasaan kasih sayang terhadap apa-apa yang ada Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 5 . seorang dokter mengobati orang sakit. f) Belajar untuk mengenal tubuh masing-masing. h) Belajar mengenal lingkungan fisik dan mengendalikan.

terlalu gemuk. 3. di harapkan sanggup bertingkah laku dengan cara yang lebih matang daripada semestinya. binatang kesayangan atau pada benda-benda dimilikinya. ketangkasan motorik. ia dapat lebih banyak mengikuti. Keadaan fisik anak juga mempengaruhi sikap orangtua terhadap anak. aka menjadi obyek gangguan dan cemoohan teman-teman. Seorang anak yang menderita kelainan jantung. Mereka yang struktur badannya lebih atau kurang dari temannya. yang kurang menguntungkan perkembangan fisik. Sikap dan harapan orangtua mengenai anaknya turut pula berpengaruh. terlalu tinggi atau terlalu pendek tubuhnya. Faktor-faktor pada anak Faktor-faktor yang mempengaruhi dan membentuk kepribadiannya dapat diteliti dengan lebih terperinci sebagai berikut. 1) Faktor-faktor berhubungan dengan konstitusi tubuh Keadaan fisik anak. aktivitas-aktivitas sesuai dengan tahap perkembangannya. seperti pada teman sebaya. mengakibatkan orangtua dan orang lain di sekitarnya bersikap penuh perhatian. Kegiatan-kegiatan tersebut memberikan pengalaman baginya yang merupakan modal dasar bagi perkembangannya. dianggap sebagai suatu penyimpangan. 2). Pola kepribadiannya pada setiap tahap perkembangan dipengaruhi oleh berbagai aspek konstitusi umum.Satu Untuk UNM dalam lingkungan. Sikap penuh perhatian ini menyebabkan anak menguasai orangtua dan orangorang lain. Seorang anak yang fisiknya berkembang dengan baik. saudara. keadaan mental dan emosionalitas seseorang mempengaruhi sifat-sifat dan tingkah lakunya. hal mana mempengaruhi pembentukan sikap dan kepribadiannya. keadaan fisiologis. Seorang anak yang terlalu kurus. Sebagai seorang individu dengan konstitusi tubuhnya ia mempengaruhi orang lain. Sebaliknya orang lain juga mempengaruhi dirinya. Struktur tubuh dan keadaan fisik Seorang anak yang kuat dan sehat lebih beruntung di bandingkan dengan anak yang kecil dan "ringkih". oleh teman-teman yang mempunyai struktur tubuh yang normal. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian dapat dibagi dalam 2 kelompok: A. Keadaan konstitusi badan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 6 . kurang lebih sama dan merata. keadaan fisiknya mungkin lemah. hal mana terlihat dari reaksinya bila ia menyadari pandangan orang lain terhadap dirinya.

karena orangtuanya takut kalau-kalau anaknya akan mengalami kekecewaan. emosi yang berlebih-lebihan atau malu. 3) Koordinasi motorik Biasanya anak senang ikut dalam kegiatan yang meliputi kekuatan dan koordinasi motorik. Dengan prestasi yang jauh melebihi teman sebaya. misalnya : bentuk tubuh. Beberapa sikap yang terbentuk pada masa kanak-kanak.Satu Untuk UNM Anak yang kecil dan mungil akan sangat dilindungi oleh Seorang ibu yang cemas dan bersemangat. dan ingin menonjol pada aktivitas itu. masih diperlakukan dengan perhatian penuh perlindungan dan pembatasan aktivitas. takut atau mengalami frustrasi. ia akan menjadi obyek kedengkian teman-temannya yang sebaya. Anak yang lebih lemah dari rata-rata dan yang koordinasi motoriknya juga kurang dari rata-rata. Karena ia ditolak baik oleh kelompok yang sebaya maupun yang lebih tua. akan bersifat malu. ia mungkin memasuki kelompok teman yang lebih tua dan terpaksa bersaing dengan teman-teman yang lebih tua. yang tidak dapat menerima kekurangannya pada aspek-aspek lain. alergi. misalnya terlalu agresif. Bahkan sering pula anak setelah mencapai ukuran normal. akan menetap terus. maka ia akar berusaha menindas anak yang lebih muda. Hal ini sering kita temukan pada anak-anak yang tidak diperbolehkan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang umum bagi usianya. Apabila prestasinya terlalu tinggi melewati teman-teman. Sikap teman-teman terhadap dirinya dan penyimpangan fisiknya. karena ibunya masih terpengaruh oleh kenangan akan masa kecilnya si anak dan "keringkihannya" pada masa itu. Ibu tersebut akan menolak memberi kebebasan kepada anaknya dalam kegiatan yang mungkin diperbolehkan bagi anak-anak yang lebih besar tubuhnya. Akhirnya anak akan memperlihatkan cara bertingkah laku yang tidak diinginkan. Ia akan dikagumi bila dapat melebihi teman-temannya dalam suatu kegiatan tertentu. konstitusi yang lemah. yang tidak berani menolak karena takut. walaupun sudah tidak ada alasan untuk mempertahankan sikap-sikap tersebut : cacat tubuh. biasanya mempunyai pengaruh yang kurang menguntungkan terhadap kecenderungan anak. kesulitan pendengaran. akan mempengaruhi sejauh mana anak akan memperlihatkan sifat-sifat yang timbul sebagai reaksi terhadap cacat tersebut. cepat marah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 7 . 4) Kemampuan mental dan bakat khusus Seorang yang waspada dapat menyesuaikan diri lebih mudah kepada lingkungan dan patokan-patokan sosial dibandingkan dengan mereka yang lamban.

Satu Untuk UNM Seorang anak yang pandai. ia cemas untuk bersaing dalam bidang ini dan hanya mau memperkembangkan kemampuan mekanik bila mendapat bimbingan yang baik. Di sekolah ia akan mengalami kegagalan dan ia akan menyadari kekurangannya dalam kemampuan belajar. yang seimbang dengan masa kematangan dan tuntutan yang dihadapinya. Biasanya orangtua tidak dapat menerima bahwa anaknya tidak mampu bersaing dengan anak lain. maka ia juga akan cepat mengerti bentuk penyesuaian yang tepat. Sesuai dengan cara bagaimana orang anak sejak kecil dianjurkan untuk mengadakan penyesuaian. akan terus mempengaruhl kepribadiannya masa dewasa dalam hidup bermasyarakat. akan disenangi. Anak yang pandai sekali belum tentu cekatan dalam keterampilan mekanik. Ia tidak disenangi baik oleh teman-teman sebaya maupun oleh yang lebih tua. bila dibandingkan dengan anak-anak yang pandai. Orangtua tidak sabar melihat usaha anaknya yang tidak berhasil. pada umur yang muda sudah dapat mengenal hubungan antara dirinya dan benda-benda di lingkungannya. a. Usaha memperoleh teman-teman dengan cara mentraktir mereka dan cara-cara lain. sehingga ia menganggap kesanggupannya hebat. karena mereka cepat mengerti peraturan orang dewasa yang sering tidak memberikan kepastian kepada mereka. yang perlu dilindungi terhadap orang lain. Tingkahlakunya yang cepat yang. Hambatan mental Anak yang lamban akan mengalami kesulitan dalam perkembangan kepribadian yang berbeda. yang pantas. Orangtua yang mengerti kematangan anak-anak seperti ini. ia terasing dan mencari penyalurannya dengan memperluas pengetahuan dari buku-buku. sehingga anak dipaksa nnelampaui batas-batas kemampuan mentalnya. kekecewaan mereka terhadap teman-temannya. Hinaan teman-teman yang menyebabkan dirinya terasing dan sikap keluarga di rumah. Anak-anak ini akan tertarik dan menguasai waktu orang dewasa atau guru yang mereka senangi. Anak dianggap masih seperti anak kecil. Inteligensi yang tinggi Anak yang terlalu tinggi kemampuan inteleknya. mengakibatkan terbentuknya pola kepribadian dengan perasaan rendah diri. dan sering menganggap kelambatan anak sebagai keterlambatan perkembangan anaknya.tetapi tidak mengubah pandangan mereka terhadap dirinya. b. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 8 . Mereka akan menentang orang dewasa yang tidak disenangi. bisa mengalami kesulitan. dapat mengubah sikap teman-temannya. menyebabkan dia terlalu banyak dipuji.

Keadaan ekonomis yang serasi. Faktor lingkungan yang paling berperanan dalam perkembangan kepribadian adalah rumah. d. sejauh tidak merugikan atau merintangi kesejahteraan orang lain. b. dimana anak mendapat makanan yang sehat dan anggota keluarga bersikap sedemikian rupa sehingga memberi rasa aman kepada anak. keadaan rumah seperti ini tidak akan membantu. Perlu kita ketahui beberapa sifat lingkungan rumah yang memungkinkan anak membentuk sifat-sifat kepribadian yang dapat diterima oleh umum. e. Dengan mengetahui peranan lingkungan dalam pembentukan kepribadian. di mana anak tidak diharapkan dan tidak dianjurkan membentuk kebiasaan tingkah laku sosial yang pantas. f. Pertengkaran dan perselisihan paham antar orangtua supaya tidak terjadi di hadapan anak. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 9 . c. Penyesuaian yang baik antara ayah dan ibu dalam pernikahan. bahkan akan menghambat anak dalam usahanya supaya dapat dicerna oleh kelompok sosial yang lebih luas. yakni a. maka perlu diciptakan lingkungan dengan sifat-sifat yang sedemikian rupa sehingga menghasilkan perkembangan kepribadian yang paling harmonis dan wajar. baik dalam lingkungan keluarga maupun di luar lingkungan keluarga. Kesediaan orangtua menerima anak: sebagai anggota keluarga yang berharga. tidak menguntungkan bagi tercapainya penyesuaian kepribadian anak yang wajar.wajar. Anak yang dibesarkan dalam rumah di mana kerja sama antar anggota keluarga tidak ada. Rumah Rumah adalah lingkungan pertama yang berperan dalam pembentukan kepribadian. 1. Adanya sikap demokratis yang memungkinkan setiap anggota keluarga mengikuti arah minatnya sendiri. Penerimaan (akseptasi) sosial para tetangga terhadap keluarga. rapih. Peranan keadaan ekonomi suatu keluarga tidak terlalu besar dalam mempengaruhi perkembangan anak.Satu Untuk UNM Pengaruh dari lingkungan Telah kita lihat bahwa baik lingkungan yang meliputi keadaan situasi sekitar anak maupun orang yang berada di lingkungan tersebut. Keadaan rumah yang tidak mencerminkan sifat-sifat tersebut di atas. bersih. inilah yang akan membantu perkembangan kepribadian anak ke arah terbentuk kepribadian yang harmonis dan. sekolah dan teman sebaya. Akan mempengaruhi perkembangan kepribadian anak. Keadaan rumah yang sederhana. di mana tidak terlihat patokan hidup yang baik dalam tingkah-laku anggota keluarga dan orangtua tidak berusaha menyembunyikan ketidakcocokan mereka.

Kurikulum harus mencakup keterampilan. maka 15 jam dalam keadaan tidak tidur. dan anak cenderung untuk meniru tingkah-laku guru. Beberapa saran perlu diperhatikan. Sepanjang masa anak sekolah. pengetahuan. sikap-sikap yang perlu dibentuk oleh anak dalam pengalamannya sekarang dan sesuai untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di kemudian hari. Hubungan antar anak. sikap-sikap dan tingkah-laku yang dicita-citakan. jadi 41/2 atau 5 jam anak berada di bawah pengawasan guru. Hubungan guru dan murid. . Kurikulum dan anak Dalam pembahasan mengenai hubungan kesehatan mental dan sekolah.Kurikulum harus disesuaikan dengan keadaan perkembangan belajar anak. . anak hanya 1/2 jam istirahat. Hubungan guru dan murid Seorang anak kira-kira 5 jam sehari berada lingkungan sekolah. telah kita lihat bahwa bahan yang dipelajari di sekolah belum mencakup semua bahan yang perlu dikuasainya sebagai anggota masyarakat.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seorang guru cukup besar pengaruhnya dalam pembentukan patokan-patokan hidup. b. maka anak menganggap guru sebagai sumber kepandaian. misalnya kejujuran. Prestasi skolastik Gan kemajuan dalam bidang skolastik belum menjamin keberhasilan seseorang dalam masyarakat. Guru berada dalam lingkungan yang dekat.Satu Untuk UNM 2. yakni : . dan bukan semata-mata berdasarkan harapan dan cita-cita orangtua terhadap anak. meliputi: a. di mana 1/3 dari waktunya ditempuh di lingkungan sekolah. Untuk lebih mempersiapkan anak bagi kehidupannya di kemudian hari. Perlu diusahakan supaya apa yang dipelajari oleh anak disesuaikan dengan minat dan keinginan anak. banyak usaha telah dilakukan untuk mengubah cara mengajar dan bahan yang harus dipelajari. Kurikulum dan anak. Anak juga peka terhadap sifat-sifat dan tingkah-laku yang diperlihatkan guru. c.Anak harus dibiasakan belajar dengan aktivitas sendiri dan bukan secara pasif mengharapkan "hasil kunyahan" dari guru. Apalagi kalau dipikirkan bahwa seorang anak setiup hari tidur selama 9 Jam. faktor yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan anak didik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 10 . Dari 5 atau 6 jam di sekolah. Sekolah Pengaruh sekolah dalam perkembangan kepribadian anak dapat dibagi dalam 3 kelompok..

Minat dan hobi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 11 . belajar bekerja sama dengan anak lain. maka guru perlu menyadari kedudukan dan sikap-sikap maupun kepribadiannya. bertalian dengan apa yang diharapkan dari seseorang yang mempunyai sifat dapat dipercaya. Demikian pula angan-angan yang dapat diterima. loyalitas. juga berakar pada kebudayaan. juga menambah dan mengubah sifatsifat kepribadian anak dalam proses identifikasi. Dalam lingkungan sekolah. penghargaan terhadap usaha. anak dan remaja berusaha mencapai realisasi diri melalui keberhasilan. anak lain. Nama panggilan di rumah yang sering dibuat berdasarkan bentuk tubuh atau kedudukan anak. dipilih sebagai tokoh identifikasi anak tersebut. anak belajar bermain dengan. Minat dan hobi juga turut berperan dalam perkembangan kepribadian. ia harus melebihi hasilnya sendiri untuk dapat maju.Satu Untuk UNM keadilan. pengertian. Tentunya pengaruh kebudayaan juga berperan dalam pem bentukan kepribadian. di samping menambah pengetahuan anak. Pengaruh faktor-faktor lain Pada umumnya anak-anak yang berasal dari lingkungan yang sama dan di sekolah mendapat pendidikan dan pengajaran yang sama. Guru. Lebin-lebih jika guru dianggap. misalnya Duti (karena sewaktu kecil anak tersebut gendut) atau Su (karena anak bungsu) sering tidak disenangi apabila mereka sudah besar dan mereka tidak mau disapa dengan nama panggilan di rumah. akan dipakainya dalam kompetisi selanjutnya. simpati. Hubungan antara anak Baik di sekolah maupun di luar sekolah kepribadian anak banyak dipengaruhi oleh temanteman sebayanya. dan harus dapat menyaingi orang lain juga. Kebiasaan ini akan berlangsung terus dalam integrasi kepribadian pada masa dewasa. ternyata masih juga memperlihatkan perbedaan-perbedaan yang menyolok pada kepribadiannya. demikian pula pandangan terhadap peranan khusus pria atau khusus wanita. Dapat disimpulkan bahwa kebudayaan juga turut berpengaruh terhadap pembentukan pola-pola tingkah-laku yang dapat diterima baik oleh umum. kooperasi dan sikap terhadap hubungan sosial dengan jenis lainnya Disamping itu. ciri-ciri khas yang menandai pria dan wanita. kejujuran. Melihat pentingnya peranan guru dalam perkembangan aspek intelek dan kepribadian anak. Cara-cara yang memberikan keberhasilan dalam persaingan dalam hubungan dengan teman sekolah. kesanggupan menerangkan dan sikap mengharap tingkahlaku kooperatif dan terkendalikan dari para murid.

la berbeda dari minat bukan dalam kualitas melainkan dalam ketetapan (persistence).Satu Untuk UNM yang mengkutertakan anak-anak lain. Anak itu kemudian bahkan menyatakan bahwa teman sebaya "membosankan"-nya. karena tidak dapat berkawan. akan tiba suatu saat mereka merasa kurang berminat terhadap teman bermain. dibandingkan dengan anak yang kesepian dan mengambil hobi hanya sebagai pengganti teman. merupakan lawan dari minat. Bila mereka melihat bahwa sesuatu akan menguntungkan. Semakin sering minat diekspresikan dalam kegiatan. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 12 . Menganalisis minat Anak Banyak orang tidak mengerti arti sebenarnya istilah "minat" (interest). Bila anak dapat menemukan pengganti teman bermain yang memuaskan. lebih positif akibatnya terhadap perkembangan kepribadian. semakin kuat dan bertahan pada minat tersebut. Kebutuhan dan Permasalahan Anak a. mungkin intensitas dan motivasi yang menyertainya sama tinggi dengan minat. Sebaliknya. Akibatnya. minat terhadap teman bermain mulai berkurang dan minat lain akan menggantikannya. 4. Ini kemudian mendatangkan kepuasan. minat pun berkurang. Semakin kuat kebutuhan ini. Namun ia segera mulai berkurang karena kegiatan yang ditimbulkannya hanya memberi kepuasan yang sementara. Jadi kebosanan. Sebaliknya minat akan padam bila tidak disalurkan. Minat lebih tetap (persistent) karena minat memuaskan kebutuhan yang penting dalam kehidupan seseorang. Suatu "minat" telah diterangkan sebagai "sesuatu dengan apa anak mengidentifikasikan keberadaan pribadinya". Selama kesenangan itu ada. Bila kepuasan berkurang. kesenangan merupakan minat yang sementara. mereka merasa berminat. Bila misalnya lingkungan ternpat anak hidup membatasi kesempatan bermain dengan anak lain. Suatu kegiatan yang tidak memuaskan. semakin kuatlah ia. walaupun kebutuhan ini mungkin tidak segera tampak bagi orang dewasa. mereka sering mengacaukannya dengan apa yang tepatnya dapat disebut suatu "kesenangan" (whim). Setiap minat memuaskan suatu kebutuhan dalam kehidupan anak. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih. merangsang atau menantang individu disebut "membosankan": individu tidak mampu melihat bagaimana kegiatan itu dapat memberikan keuntungan pribadi atau kepuasan. Minat. yang terdiri atas perasaan jemu dan ketidakpuasan. Selanjutnya.

anak ingin merasa yakin bahwa waktu dan usaha yang dihabiskannya dengan kegiatan yang berkaitan dengan minatnya akan memberinya kepuasan dan keuntungan pribadi. Ini menjadikan mereka merasa bersalah dan malu. yang mendukung tercapainya aspirasi itu. Semakin yakin mereka mengenai pekerjaan yang diidamkan. Minat mereka terhadap sekolah akan sangat berbeda dibandingkan bila minat itu didasarkan atas konsep sekolah yang menekankan frustrasi dan pengekangan oleh peraturan sekolah dan kerja keras untuk mengahafal pelajaran. semakin besar minat mereka terhadap kegiatan. serta dari berbagai jenis media massa. di sekolah. Konsep yang membangun aspek kognitif minat didasarkan atas pengalaman pribadi dan apa yang dipelajari di rumah. jika anak-anak tidak memperoleh kegembiraan suatu kegiatan. c. Dari sumber tersebut anak belajar apa saja yang akan memuaskan kebutuhan mereka dan yang tidak. minat mereka tidak saja menetap melainkan juga menjadi lebih kuat tatkala keuntungan dan kepuasan menjadi nyata. mereka hanya akan berusaha seperlunya saja. Aspek-aspek Minat Semua minat mempunyai dua aspek yaitu aspek kognitif dan aspek afektif.Satu Untuk UNM b. dan di masyarakat. Pentingnya Minat Mereka dewasa. Misalnya. sikap ini lebih mengurangi kesenangan mereka pada kegiatan tersebut. Aspek afektif atau bobot emosional konsep yang membangun aspek kognitif minat dinyatakan dalam sikap terhadap kegiatan yang ditimbulkan minat. di kelas atau di luar kelas. Aspek kognitif didasarkan atas konsep yang dikembangkan anak mengenai bidang yang berkaitan dengan minat. pengalaman mereka akan jauh lebih menyenangkan daripada bila mereka merasa bosan. Bila terbukti bahwa ada keuntungan dan kepuasan. Seperti halnya aspek Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 13 . Lagi pula. prestasi mereka jauh lebih rendah dari kemampuan mereka. Akibatnya. Karena minat masa kanak-kanak cenderung egosentris. aspek kognitif dari minat anak terhadap sekolah. Hal sebaliknya akan terjadi bila tidak terdapat atau hanya terdapat sedikit keuntungan atau kepuasan pribadi. Bila anak-anak berminat pada suatu kegiatan. aspek kognitif minat ini berkisar sekitar pertanyaan apa saja keuntungan dan kepuasan pribadi yang dapat diperoleh dari minat itu. Minat menambah kegembiraan pada setiap kegiatan yang ditekuni seseorang. Bila mereka menganggap sekolah sebagai tempat mereka dapat belajar tentang hal-hal yang telah menimbulkan rasa ingin tahu mereka dan tempat mereka akan mendapat kesempatan untuk bergaul dengan teman sebaya tidak dapat pada masa pra sekolah. Sebagai contoh.

terutama minat anak yang bervariasi. sebagai contoh. aspek afektif berkembang dari pengalaman pribadi. minat anak bervariasi. Ketiga. maka anak itu akan mengembangkan minat yang serupa sehingga ia dapat ikut serta dalam kegiatan bersama ayahnya. yang Bila dikombinasi dengan bimbingan coba-ralat merupakan cara yang berharga untuk mengembangkan minat baru karena anak mempunyai kesempatan mencoba apa yang menarik bagi mereka melihat apakah hal itu benar-benar memenuhi kebutuhan tertentu dalam kehidupan mereka atau tidak. minat bertumbuh dari tiap jenis pengalaman belajar. bila ayah dan seorang anak laki-laki berminat mengutak atik motor sebagai suatu hobi. Ini berarti suatu pergeseran minat yang mungkin menyebabkan konflik antara minat baru yang sedang dikembangkan dan minat yang lama. Karena perbedaan dalam kemampuan dan pengalaman belajar. secara instink ia membutuhkan air susu ibu untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Pertama-tama. terhadap kegiatan yang berkaitan dengan minat tersebut. guru dan teman sebaya. anak-anak menernukan bahwa sesuatu menarik perhatian mereka. d. dalam belajar melalui identifikasi dengan orang yang dicintai atau dikagumi. Hal kedua yang sama pentingnya. dan dari sikap yang dinyatakan atau tersirat dalam berbagai bentuk media massa terhadap kegiatan itu. Karena metode belajar ini memperhitungkan kemampuan anak. e. anak-anak mengambil. lebih besar kemungkinannya ia membuahkan perkembangan minat yang akan memuaskan kebutuhan anak dari pada cara belajar coba-ralat atau identifikasi. anak kemudian mencoba untuk mencontoh orang lain dengan siapa ia mengidentifikasi dirinya. Pertama. Pokok penting mengenai metode belajar minat ini harus dicatat. minat orang lain itu dan juga pola perilaku mereka. Bagaimana Minat Dipelajari Umumnya. dalam belajar coba-ralat. Kalau kebutuhan ini tak terpenuhi. minat mungkin berkembang melalui bimbingan dan pengarahan seseorang yang mahir menilai kemampuan anak. Kedua. Minat yang diperoleh dengan cara ini mungkin berlangsung lama atau mungkin ternyata merupakan kesenangan.Satu Untuk UNM kognitif. minat tersebut akan memberinya sedikit kepuasan dan akan segera mnghilang. dari sikap orang yang penting. Air susu ibu mengandung unsur-unsur kimia yang dibutuhkan oleh tubuh baik dalam pertumbuhannya dari hari ke hari. sumber entifikasi bergeser dengan bertambah nya usia anak. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 14 . yaitu orangtua. Bila hal ini terjadi. jika anak tidak mempunyai keterampilan atau kemampuan untuk mempertahankan minat ini. Kebutuhan Anak Usia Dini Sejak anak lahir.

juga sangat dibutuhkan lingkungan tempat tinggal dengan air dan sanitasi memadai serta udara yang segar untuk dihirupnya setiap hari. Selain itu. sosial. Dengan demikian dalam kehidupan awal seorang anak. orangtua adalah pengasuh utama dan pengasuh hanya membantu orangtua. Sebaliknya orangtua dan pengasuh yang tidak atau kurang memperhatikan kebutuhan gizi anak dapat menyebabkan anak akan mengalami gangguan dalam perkembangan fisik karena sering sakit-sakitan dan tidak dapat melakukan aktivitas seperti anak yang sehat pada umumnya. Selanjutnya orangtua dan pengasuh harus memperhatikan makanan dan minuman tertentu yang menjadi kesukaan anak. minum. anak juga memerlukan kegiatan istirahat. Dengan penghargaan seperti Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 15 . Pemenuhan atas kebutuhan ini merupakan tugas dan tanggung jawab orangtua dan pengasuh. Dalam upaya memelihara kesehatan anak yang optimal. Yang dimaksud dengan beristirahat adalah anak berhenti dari segala aktivitasnya seperti tidur. ada tiga kebutuhan pokok yang memerlukan perhatian. dan pakaian yang cocok untuk anak yang sesuai dengan situasi dan kondisi. minuman. Makanan yang bergizi dengan tingkat kebersihan yang terjamin akan mendukung anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahap-tahap perkembangan tertentu. misalnya dengan senyum apabila kebutuhannya telah terpenuhi. Ketiga kebutuhan itu sangat berperan dalam menciptakan kondisi kebahagiaan pada masa awal kanak-kanak.Satu Untuk UNM maka bayi akan secara spontan menangis sebagai reaksi atas rasa haus dan lapar yang belum terpenuhi. Antara bermain dan beristirahat harus ada keseimbangan sehingga melalui bermain anak dapat bergerak. anak juga memerlukan tempat dan kesempatan untuk bermain dan beristirahat. Selain itu. 1) Kebutuhan Jasmani Kebutuhan jasmani atau sering disebut juga kebutuhan biologis meliputi kebutuhan untuk makan. dengan memperhatikan faktor gizi dan kebersihan. Keduanya harus senada dalam memperhatikan kebutuhan makanan. dan pakaian. orangtua harus mengetahui jenis-jenis makanan yang mengandung gizi yang sesuai dengan tingkat kebutuhan anak. Dengan istirahat anak dapat memulihkan tenaga yang terpakai pada waktu bermain. dan psikologis. Begitu juga makanan tertentu yang dapat mengganggu kesehatan anak harus dihindari. yaitu kebutuhan jasmaniah. Bayi akan menunjukkan kegembiraan. Di samping kegiatan bermain. untuk memelihara kesehatan anak. 2) Kebutuhan Sosial Setiap orang mempunyai kebutuhan mendapatkan penghargaan dari orang lain seperti pengakuan terhadap sesuatu yang telah dilakukannya.

Selain itu. Penghargaan yang berulang-ulang akan menumbuhkan kepercayaan pada diri anak. Sebaliknya. Dengan demikian. malu. Keadaan ini disebut Montessori (1983) sebagai masa peka. sikap dan perbuatan seperti memberi senyum atau membelai. apalagi kalau obyek itu masih baru dan belum diketahui sebelumnya. merasa bahagia dan gembira sehingga anak bebas dari ketegangan-ketegangan. Dengan diberikannya kasih sayang yang tulus. Dengan demikian. acuh tak acuh. dan atau dari orang dewasa yang lain. Kasih sayang yang diberikan orangtua atau orang dewasa yang lain dapat berbentuk kata-kata. anak yang melakukan sesuatu yang baik patut mendapatkan penghargaan. Anak-anak membutuhkan suatu persahabatan yaitu yang antara anak dengan orangtua atau orang dewasa yang lain atau dengan remaja atau dengan teman sebaya. mereka merasa senang apabila melakukan sesuatu dan mendapat penghargaan dari guru. Namun yang paling menonjol di sini adalah hubungan antara teman sebaya karena mereka bisa saling berkomunikasi tentang kebutuhan dan keinginan mereka. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 16 . membiarkan anak atau terlalu memanjakan anak.4 tahun. Kondisi dan pola pengasuhan seperti ini akan menimbulkan efek perkembangan psikologis yang merugikan anak. kasih sayang dan persahabatan merupakan hal yang saling berhubungan satu dengan lain. anak akan merasa terganggu apabila mendapat perlakuan yang kurang tepat dari orang tua seperti kurang peduli. masa kanak-kanak merupakan masa munculnya rasa ingin tahu (sense of curiosity) yang tinggi. Begitu pula dengan anak-anak.Satu Untuk UNM ini ia akan merasa berguna karena mampu memberikan sesuatu atau dapat berperan untuk membantu orang lain. kurang memberi perhatian yang wajar. anak juga membutuhkan kasih sayang dari orangtua dan orang dewasa yang lain. orangtua. seperti timbul perasaan cemas. Selain itu. tidak percaya diri. anak akan. Para ahli psikologi anak berpendapat bahwa pada usia ini anak menganggap dirinya sebagai pusat segala-galanya. Meski demikian. Karenanya masa ini juga sering disebut sebagai mas egosentrisme. Anak merasa tidak mendapatkan kepuasan apabila orang tua dan lingkungannya tidak bisa memenuhi kebutuhan rasa ingin tahunya. terutama pada usia 3 . Selanjutnya antara penghargaan. otoritas anak pada masa ini sangat penting bagi proses perkembangan intelektual. dapat dikatakan bahwa tugas orang dewasa adalah membantu anak agar dapat bergaul dengan teman sebayanya. Anak akan bertanya tentang apa saja yang ada di lingkungannya. 3) Kebutuhan Psikologis Anak akan merasa aman apabila merasa bahwa orang dewasa telah menerimanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. menjauhkan diri dari teman-teman atau sebaliknya anak akan bersifat agresif.

Masalah pribadi adalah masalah yang berkenaan dengan pemahaman anak terhadap kondisi diri dan lingkungannya. menumbuhkan motivasi (dorongan) untuk berprestasi. sosial dan keterampilan. Bila ternyata masalah yang dihadapi anak cukup berat maka guru dapat melakukan referal (mengalihtangankan) penanganan kepada ahlinya. menumbuhkan perilaku bertanggung jawab dan kemampuan menyesuaikan diri. guru konseling dapat menggunakan materi ini sebagai gambaran atau upaya memahami perlakuan yang dapat dilakukan bila menemukan permasalahan pada anak.Satu Untuk UNM Untuk itu orangtua atau orang dewasa yang lain hendaknya dengan senang hati dan tidak bosan dapat menjawab dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan anak. Permasalahan pada Anak Taman Kanak-kanak Dari berbagai perubahan yang tampak selama proses pembelajaran di taman kanakkanak maka secara makro permasalahan anak taman kanak-kanak dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok masalah. Masalah sosial adalah masalah yang berkenaan dengan hubungan interpersonal yaitu bagaimana anak mampu berhubungan dengan teman sebaya. pola pengasuhan. sosial dan keterampilan. Pelaksanaan layanan bimbingan yang berorientasi kepada masalah yang dihadapi anak akan diuraikan berdasarkan tiga kelompok masalah yaitu masalah pribadi. Layanan konseling pada dasarnya merupakan suatu layanan yang bersifat terapeutik (penyembuhan) dan layanan ini hanya dapat dilakukan oleh petugas yang memiliki kemampuan atau kewenangan untuk melakukan konseling. misalnya kepada konselor atau psikolog. Anak yang berada di dalam satu kelas taman kanak-kanak adalah anak yang datang dari lingkungan keluarga yang berbeda-beda. pembentukan konsep diri dan harga diri. walau kadangkala keluarga (orang tua atau anggota keluarga lain) kurang menyadari bahwa apa yang dilakukannya yang memberikan dampak terhadap perilaku anak sehari-hari. Keluarga dapat menjadi salah satu sebab timbulnya masalah pada diri anak. yang lebih tua atau dengan orang tua. Adanya perbedaan budaya ini membuat guru dan anak-anak harus mampu. orang yang lebih muda. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 17 . f. adat istiadat dan sebagainya. yaitu masalah pribadi. Perbedaan keluarga ini membawa perbedaan dalam kebiasaan. serta bagaimana berhubungan dengan orang lain yang memiliki latar belakang budaya atau kebiasaan yang berbeda dengan dirinya. Guru di taman kanak-kanak tidak dibekali untuk memiliki kemampuan konseling.

hasil karya kemampuan menjawab pertanyaan guru. Dalam langkah ini guru mencoba mengumpulkan berbagai data atau informasi masalah yang mungkin dihadapi Risma. Upaya yang dilakukan guru dimaksudkan untuk memperoleh kejelasan tentang kemungkinan adanya masalah yang dihadapi Risma. Analisis Masalah Langkah ini dimaksudkan untuk mengetahui atau mengecek seberapa jauh anak mengalami masalah. 2 ). jarang anak mampu mengungkapkan masalahnya secara verbal karena anak cenderung sulit menyampaikannya. Selain itu guru juga dapat melakukan percakapan. Selain itu perlu dicek pula apakah masalah ini mempengaruhi aspek perkembangan lainnya atau tidak langkah ini dapat dilakukan dengan melihat perkembangan perilaku dan hasil pembelajaran ditunjukkan anak. layanan konseling pada anak dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1 ). Penolakan ini seringkali ditunjukkan Risma guru mengajak anak belajar menggunakan media ayam atau sejenisnya. Pelaksanaan layanan bimbingan yang berorientasi kepada masalah pribadi anak Permasalahan pribadi pada anak bisa ditunjukkan anak melalui perubahan perilaku. Identifikasi Masalah Langkah ini dimaksudkan untuk mengetahui masalah apa dihadapi anak. Seperti contoh anak Risma. Keterbatasan bahasa dan pola pikir anak seusia taman kanak-kanak ini menuntut guru untuk lebih memahami adanya perubahan yang terjadi pada anak didik.Satu Untuk UNM a. mengisolasi diri. sering gemetar/takut bila berhadapan dengan bulu ayam atau sejenisnya. apa Risma hari ini sedang sakit? Risma :(menggeleng) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 18 . apakah masalah itu bersifat menetap atau terus menerus timbul pada diri anak atau bersifat insidental. seperti contoh di bawah ini: Guru :"Ibu lihat Risma belum menyentuh dan mengerjakan gambar. Berikut ini dipaparkan satu contoh riil yang terjadi pada anak berkaitan dengan masalah pribadi yang dialami anak usia taman kanak-kanak. guru menganalisis masalahnya dari aktivitas kemampuan lai ditunjukkan Risma. salah seorang anak bernama Risma tidak melakukannya. aktivitas sosial anak dan lain-lain. ketika guru di kelas mengajak anak untuk belajar menempel suatu gambar dengan menggunakan bulu ayam. keberanian tampil di depan kelas. Misalnya dari keberanian bicara. Seperti yang diuraikan pada bahasan sebelumnya. apakah Risma menjadi anak yang menolak kegiatan-kegiatan lain. pemarah atau pendiam. Misalnya.

ketika saya memberikan bulu ayam. atau (d) melakukan kunjungan rumah (home visit). Boleh saya tahu bagaimana pendapat Ibu?” Ibu Risma : "Kalau di rumah Risma biasa-biasa saja. Risma terlihat agak ketakutan dan tangannya gemetar. (b) melakukan percakapan dengan anak.Satu Untuk UNM Guru Guru :"Risma menggambarnya mau diberi warna saja atau ditempel bulu ayam? : "Kalau ibu temani dan bantu memegang bulu ayamnya untuk ditempel digambar Risma mau tidak?" (sambil memberikan bulu ayamnya pada Risma) Risma :(menggeleng sambil menjauhkan badannya dari bulu ayam). Hal ini mempengaruhi bagaimana anak menyikapi masalah yang dihadapinva. Bilamana ini tidak dapat dilakukan. Diagnosis dapat dilakukan dengan cara : (a) melihat sejak kapan perilaku masalah itu muncul. Percakapan dengan anak dapat dilakukan bilamana anak memiliki kemampuan verbal yang cukup baik. Setiap belajar yang menggunakan bulu ayam selalu menolak dan kadang minta diganti dengan media yang lain. Karena dia minta itu. dan tidak pernah cerita kalau di TK dia tidak bisa mengerjakan sesuatu. Menurut 1bu. (c) melakukan percakapan dengan orang tua. Diagnosis Langkah ini dimaksudkan untuk menemukan latar belakang masalah yang dihadapi anak. tapi Risma selalu menolak dan malah menjauhi saya karena saya memegang bulu ayam. menurut Ibu mengapa sikap Risma begitu?" Ibu Risma : "Saya tidak mengerti mengapa Risma bersikap begitu. Kedalaman masalah dapat dirasakan berbeda-beda oleh setiap anak. maka upaya menemukan latar belakang masalah dapat dilakukan melalui percakapan dengan orang tua dan kunjungan rumah (home visit). apa Risma menunjukkan sikap lainnya Bu?" Guru :"Ya. Contoh percakapan guru dengan orang tua sebagai berikut Guru : "Ibu. apakah masalah itu bersumber dari diri sendiri atau dari lingkungannya. Biasanya Risma kalau menggambar memang selalu minta krayon atau pensil warna. apakah Risma pernah mengalami suatu Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 19 . akhir-akhir ini saya melihat Risma tidak berminat untuk belajar menempel bila menggunakan media bulu ayam. ya saya berikan apa yang dia minta" Guru : "Saya pernah menemani Risma untuk menempel gambar dengan bulu ayam. Risma : "Diberi warna saja" 3). permasalahan yang dialami anak tidak terlalu berat dan ungkapan bahasa atau pertanyaan yang diberi guru sesuai dengan kemampuan berfikir anak.

Setelah menetapkan bantuan yang akan digunakan. Seperti yang diuraikan di awal. guru menetapkan langkah apa yang akan diambil untuk mengurangi rasa takut Risma bila berhadapan dengan bulu ayam. guru menetapkan langkah mana yang akan dilakukan. guru kemudian melaksanakan bantuannya. Dalam langkah prognosis. Keterlibatan bantuan orang tua dalam upaya mengurangi atau menghilangkan masalah yang dihadapi anak jelas diperlukan karena hubungan anak dengan orang tua relatif kuat. Selain dari itu. penyebab anak mengalami masalah bisa disebabkan karena salahnya perlakuan orang tua terhadap anak sehingga anak mengalami masalah tertentu. Misalnya guru memilih alternatif bantuan : (a) bekerja sama Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 20 . Teman-temannya diminta untuk membuat sesuatu dengan bulu ayam dan Risma dilibatkan secara perlahan-lahan dalam kegiatan tersebut.Satu Untuk UNM peristiwa dengan bulu ayam. Prognosis Langkah ini dilakukan untuk menetapkan bantuan yang akan diambil. di rumah kalau Risma nakal atau tidak nurut apa yang diminta Bapaknya. Apa mungkin itu penyebabnya?" Guru : "Mungkin saja. apakah bantuan ini langsung berhubungan dengan anak atau perlu keterlibatan teman lain dan anggota keluarganya. atau Risma pernah melakukan kesalahan dan seringkali berhubungan dengan bulu ayam?" Ibu Risma: "Ya ya. Bapak suka menakut-nakutinya dengan kemoceng (pembersih debu dari bulu avam). Alternatif yang mungkin dapat dilakukan guru adalah: (a) Bercakap-cakap dengan Risma untuk menumbuhkan pemahaman bahwa bulu ayam tidak akan melukai dirinya. (c) Bekerja sama dengan orang tua untuk menghilangkan kebiasaan memukul atau memarahi anak dengan mememgang/memperlihatkan kemoceng (bulu ayam) (d) Melakukan pembelajaran yang menggunakan bulu ayam dengan melibatkan temantemannya. (b) Menyimpan atau menggantungkan bulu ayam di dalam kelas dengan posisi yang tidak terlalu dekat untuk membiasakan Risma melihat dan memperhatikan bulu ayam. sikap yang ditunjukkan Bapak dengan menakut-nakuti Risma pakai kemoceng membuat Risma merasa ketakutan dan menganggap setiap bulu ayam akan melukai dirinya" 3). permasalahan anak mungkin disebabkan oleh hambatan yang ada pada dirinya atau disebabkan karena lingkungan dalam hal ini lingkungan teman lingkungan atau keluarga. 4) Pelaksanaan bantuan Dari beberapa alternatif bantuan yang ada.

5). langkah hambatan yang dihadapi anak mengurangi atau menghilangkan hambatan yang dihadapi anak perlu kemampuan berkomunikasi yang baik dari seorang guru taman kanak-kanak. Untuk melibatkan peran orang tua dalam upaya membantu mengurangi atau menghilangkan hambatan yang dihadapi anak perlu kemampuan berkomunikasi yang baik dari seorang guru taman kanak-kanak. karena akan menimbulkan penilaian dari anak lain bahwa Risma takut terhadap sesuatu yang tidak riil (nyata) (b). Evaluasi ini dapat dilakukan dengan melihat perubahan perilaku yang terjadi pada anak.Satu Untuk UNM dengan orang tua. Kelekatan dan kepedulian anak terhadap temannya pada usia ini relatif tinggi. dengan paksaan dapat membuat anak menolak dan menumbuhkan ketakutan yang berlebih (c). Melibatkan Risma dalam upaya perbaikan perlu dilakukan secara perlahan dan tanpa paksaan. Keterlibatan teman dalam proses perbaikan bagi anak yang bermasalah merupakan suatu solusi (pemecahan) yang dapat dilakukan. sudah bisa membuat gambar yang lebih baik". (e). berhubung anak pada usia taman kanak-kanak adalah masa bersosialisasi. Mengajak orangtua untuk melakukan perbaikan dan memilih langkah yang terbaik bagi perkembangan anak. Penilaian dan tindak lanjut Penilaian dan tindak lanjut dimaksudkan untuk mengevaluasi langkah dan bantuan yang telah diberikan pada anak. Perlu diciptakan suasana yang menyenangkan selama proses perbaikan (d). Tidak menggunakan kata-kata yang akan menyinggung perasaan. Bersikap sabar. Guru perlu memperhatikan hal-hal berikut : (a). (b). hangat dan penuh pengertian. Perlu diciptakan suasana saling membantu antara teman dengan Risma dengan cara melakukan pekerjaannya secara berkelompok. Tidak menyalahkan peran orangtua maupun anak (d). apakah anak mnunjukkan adanya perubahan ke arah yang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 21 . misalnya dengan mengatakan "sekarang Risma lebih pintar. Tidak bertindak seolah-olah menggurui (c). (e). Perlu diberikan penguatan (reinforcement) bilamana Risma menunjukkan perubahan sikap ke arah yangbaik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan guru dalam melaksanakan bantuan pada anak yaitu: (a). dan (b) melaksanakan pembelajaran dengan melibatkan temantemannya. Tidak perlu menceritakan kesulitan atau kekurangan yang dimiliki anak (Risma) kepada temannya.

Ketidakberhasilan itu mungkin terjadi karena : (a).Satu Untuk UNM lebih baik atau bahkan mengalami kemunduran. Dari perlakuan-perlakuan ini guru perlu menganalisis dan menandai pada saat-saat kapan Dian menunjukkan aktivitas tersebut. bertingkah demikian. Peristiwa yang terjadi pada Dian merupakan satu contoh perubahan perilaku yang ditunjukkan anak.tepat mengidentifilasi masalah yang dihadapi anak (b). Perlu dilakukan alternatif lain yang dipandang lebih tepat (c). b. 3). Guru perlu memahami mengapa anak. Pelaksanaan layanan bimbingan yang berorientasi kepada masalah sosial anak 1-) Identifikasi masalah Contoh masalah sosial yang dapat digambarkan pada bagian ini yaitu masalah anak taman kanak-kanak yang sering menyerang temannya. Guru dapat mengamati tingkah laku Dian apakah dalam setiap kegiatan Dian menunjukkan aktivitas yang sama atau Dian melakukan hal itu hanya pada waktu-waktu tertentu saja. dan adakah aktivitas lain yang ditunjukkan Dian yang merugikan temannya atau akan menjadi masalah bagi dirinya. 2). Keterlibatan orang tua perlu dilakukan secara terus menerus (d). Dari peristiwa itu. Diagnosis Untuk mengetahui berbagai faktor penyebab mengapa Dian bersikap sering menyerang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 22 . Analisis masalah Guru dapat menganalisis masalah yang mungkin dihadapi Dian dalam jangka waktu tertentu. Sebagai pembimbing guru perlu melakukan identifikasi terhadap masalah yang dihadapi Dian. Teman Dian berusahe mempertahankan barang miliknya. Dian merebut pinsil warna temannya dan terjadi saling tarik menarik. Ketika aktivitas pembelajaran berlangsung baik di dalam kelas terlihat seorang anak (Dian) ribut dengan temannya. Menciptakan situasi yang aman dan menyenangkan bagi anak baik di rumah maupun di taman kanak-kanak. misalnya memenuhi permintaan Dian bila sedang mengerjakan tugas tertentu. Guru di kelas melihat peristiwa itu dan mencatat peristiwa yang terjadi. melakukan aktivitas kelompok atau memberi tugas pada anak secara berkelompok dan sebagainya. Guru dapat mengecek perilaku Dian dengan beberapa cara. diberi kesempatan untuk tampil di depan kelas untuk bernyany atau bercerita. tapi Dian memaksa dan akhirnya memukul temannya. Tidak. Bila perilaku anak ternyata tidak ada perubahan atau bahkan menjadi lebih buruk maka guru perlu mengintrospeksi langkahlangkah yang sudah dilakukan. teman Dian menangis dan Dian dengan tenangnya mengambil pinsil dan mewarnai gambar miliknya.

diantaranya (1) guru melakukan pendekatan terhadap anak (Dian). Pendekatan terhadap anak (Dian) Pendekatan terhadap Dian dapat dilakukan guru dengan guru dialog atau pereakapan untuk mengetahui mengapa Dian bersikap agresif pada temannya. Dian menggambar pesawat terbang. (a). dan (2) guru melakukan pendekatan 5. minat. bermotivasi. menentang dan berharga bagi anak.Satu Untuk UNM temannya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 23 memahami anak. guru mampu memberikan kegiatan pembelajaran yang menarik. Potensi Anak Taman Kanak Kanak Memahami potensi anak didik adalah merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh guru karena dengan cara yang dapat dilakukan : 1) Berbagi informasi di kelas. Dian senang pakai warna apa?" : "Itam biru" (sambil memperlihatkan pinsil yang direbutnya dari Faris) : "Itu pinsil punya siapa?" (diam). kemampuan/potensi dan sosial anak berinteraksi dengan temantemannya. Guru menyuruh anak untuk bercerita tentang dirinya secara bergiliran dihadapan temantemannya 2) Guru mengamati anak di dalam kelas Pengamatan di dalam kelas dapat memberikan informasi berkenaan dengan: perilaku anak. Dian senang Pesawat terbang ya?" : (mengangguk) : "Kalau. Beberapa . maka guru perlu melakukan terhadap orang tua Dian. motivasi. "Faris" : "Kenapa Dian merebut pinsil punya Faris?" : (diam) "Biar aja" : "Dian punya pinsil warna?" : "Punya" : "Kenapa Dian merebut pinsil Faris. Contoh dialog dengan Dian adalah sebagai berikut: Guru Dian Guru Dian Guru Dian Guru Dian Guru Dian Guru Dian Dian Dian Guru : "Dian sekarang sedang membuat apa?" : (diam saja) : (sambil mendekat pada Dian) "Apa Dian sekarang sedang menggambar pesawat terbang?" : "Iya" (mengangguk tapi kepalanya tetap menunduk) : "Wah gambar Dian bagus. kan Dian punya pinsil sendiri?" berbagai langkah.

logik. 5) Diskusi dengan profesional lainnya Guru berupaya untuk mencari informasi yang lengkap tentang anak dengan cara menghubungi tenaga profesional atau guru lainnya atau orang dewasa yang mengenal anak secara lebih dekat Menganalisis potensi pada anak adalah menguraikan kecerdasan yang dimiliki anak. ritual keagamaan. matematik. linguistik.Contoh : ada seorang anak didik dimana orang tuanya ingin sekali anaknya trampil dalam kegiatan senam tapi karena kemampuan kinestetik anaknya rendah maka kemampuan untuk mengerti apa yang harus dikerjakan dalam latihan kegiatan senam lambat yang akhirnya orang tua anak didik itu bosan dan marah-marah. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 24 . Diberbagai daerah seperti Indonesia pelajaran menari.Satu Untuk UNM 3) Bercengkrama dengan anak Pada waktu istirahat guru dapat berinteraksi secara akrab dengan anak baik secara perorangan maupun secara kelompok sehingga dapat memahami karakter anak 4) Laporan dalam dokumen Menggali informasi anak menggunakan dokumen yang memuat informasi tentang anak yang pengisiannya dilakukan oleh orang tua sehingga guru dapat memahami anak. kepada anaknya. interpesonal dan intrapersonal. akan tetapi pengulangan saja kalau tidak disertai keadaan memuaskan tidak mengakibatkan belajar. tarian.anak disana mempunyai DNA tertentu yang dominan untuk menari. menurut Nurlaila Ngm Tientje (2009) bahwa kecerdasan yang ada pada anak bermacammacam. 1) Potensi Kinestetik Potensi kinestetik berkaitan dengan kemampuan mengatur tubuh dalam menempatkan dirinya dalam permainan. Pemecahannya: guru dan orang tua memberikan pembelajaran/latihan yang sering hal ini sesuai dengan hukum belajar latihan menjelaskan makin sering diulang suatu pelajaran. makin mantap pengertian terhadap pelajaran itu. ada anak yang memiliki potensi kinestetik. Macam-macam potensi/multipel intelegensi itu perlu digali dan ditumbuhkembangkan dengan berbagai cara. Kemampuan kinestetik selain didapat dari faktor genetis dalam diri anak juga diperoleh melalui latihan dan pembelajaran yang benar semasa kecil. anak. dengan kata lain pengalaman yang diulang-ulangi memperbesar peluang timbulnya respon yang benar. kinestetik. ritual agama dapat memperkaya kemampuan kinestetik. tentu hal ini karena anak dari genetis yang berbeda-beda. sehing ga terlihat orang di Bali pintar menari karena kegiatan menari dan ritual agama selalu dilakukan. daerah budaya seperti Bali . spasial.

didepan). pemisahan.Proksimiti Proksimiti berhubungan dengan posisi benda. jauh). beraturan dan batasan. anak harus banyak diberikan pengalaman yang berfokus pada hubungan bentuk-bentuk geometri Pemahaman pertama anak geometri adalah sebatas pengetahuan ruang secara fisik. Konsep potongan dan utuh secara bertahap dapat membentuk model bangunan. balok-balok. kemudian sejalan dengan bertambahnya usia pemahaman terhadap ruang adalah mengenai objek dan hubungan dengan objek lain disekitarnya. Jawaban yang menunjukkan arah dan menunjukkan jarak(dekat. a.dibawah. arah dan jarak. Pertanyaan yang dapat diajukan oleh anda sebagai guru adalah kamu ada dimana? Jawaban anak bervariasi. Pemisahan Pemisahan berhubungan dengan kemampuan melihat keseluruhan objek kumpulan dari sebagai potongan-potongan yang terpisah. Pemisahan juga dpat memberikan pemahaman tentang batas pemisah. puzzele. kecil) untuk dapat mengembangkan inteligensi spasialnya. Pembelajaran dan pelatihan tentang pemahaman geometri dapat distimulas dengan topologi topik. b. tugas anda untuk melengkapi jawaban anak tersebut agar anak paham tentang topologi Guru : Kamu ada di mana? Anak : Di kelas( maksudnya di dalam kelas) Anak : Di kursi (maksudnya duduk di atas kursi) Variasi Jawaban anak yang mengarah ke posisi(diluar. sedang. dibelakang. tetapi biasanya anak hanya menjawab singkat. Contoh: rumah dengan jalan dipisahkan dengan pagar Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 25 . Orang yang mempunyai kemampuan visual spasial yang tinggi dapat menciptakan kembali semua aspek dari gambaran yang dilihat dalam mata pikirannya. sehingga dapat dikatakan bahwa membutuhkan pengalaman topologikal dalam berbagai ukuran ruang (besar.Satu Untuk UNM 2) Potensi Visual Spasial Potensi Visual Spasial berkaitan dengan kemampuan untuk melihat objek yang ada disekitarnya dengan tepat. Menurut Nurlaila (2010) ada 4 bentuk konsep topologi yang dapat dikenalkan kepada anak sebagai pemberian pengalaman dalam bentuk geometri yaitu proksimiti. Kemampuan spasial hanya dapat meningkat dengan latihan. topologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara objek dengan objek lain atau hubungan objek dengan tempat. didalam.

misalnya bila ada atas maka ada bawah. contoh setelah hari senin adalah hari selasa. Orang menguasai sinonim berarti menguasai kosakata. tetapi bukan menyalahkan pendapat anak. Pendapat yang didengarnya itu tidak dilihat dari salah atau benarnya. 4) Kemampuan Interpersonal Kemampuan interpersonal berhubungan dengan kepekaan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain atau dengan kelompok. makin cerdas anak dan makin tinggi intelegensinya. Anak usia dini mengalami kesulitan menerima pendapat orang lain karena anak usia dini bersifat egosentris.Melatih kemampuan interpesonal harus diiringi dengan melatih kepekaan emosional Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 26 . Dilembaga Paud. Kemampuan interpesonal penting karena persahabatan yang kuat akan membantu dalam kehidupan pribadi. Sedangkan tes sinonim-antonim.Satu Untuk UNM c. tujuan pemberian tes antonim adalah untuk megenalkan relasi dari kata-kata itu. biasanya intelegensi yang tinggi sejalan dengan tingginya pendidikan. Dan guru harus bisa membuat dialog yang baik dengan anak. Permainan dengan menggambar adalah cara terbaik untuk melatih intelegensi /kemampuan visual spasial 3) Kemampuan Linguistik Makin banyak informasi yang diketahui. guru menanyakan kepada anak tentang kata. Beraturan Beraturan berhubungan dengan urut-urutan benda atau peristiwa. Tugas guru adalah meluruskan persepsi yang belum tepat ketika anak berpendapat.. Agar keempat bentuk topologi bermakna bagi anak perlu anda mengenalkan warna. sinonim adalah kata yang mempunyai arti hampir sama. misalnya binatang apa ini nak? Banyaknya kata yang dijawab anak sangat bergantung pada kecerdasan. Tes emampuan yang biasa digunakan untuk mengetahui intelegensi linguistik yaitu tes kosakata adalah tes untuk menentukan kemampuan anak mengenal kata-kata. Batasan Batasan berhubungan dengan benda yang ada di dalam dan benda yang ada di luar.anak-anak diberi kesempatan untuk mendengarkan pendapat teman. kamis dst d. dalam kelompoknya anak anak saling brbicara tanpa mengharapkan saling mendengarkan atau saling menjawab. bila ada wanita maka ada pria. pintu dan atap. rabu. karena tujuan berpendapat agaranak terbiasa mengeluarkan kata-kata secara lisan dengan menggunakan bahasa yang dikuasainya. Banyaknya kata yang dimiliki anak adalah sesuai dengan kemampuannya untuk belajar dan luasnya pengetahuan yang didapat. contoh konsep struktur bangunan terdiri dari dinding.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 27 . Guru bertanya kepada anaknya. bila anak kesulitan menjawabnya sabar dan bimbinglah anak itu dengan pelan-pelan. kemampuan ini adalah kemampuan untuk memahami diri dan bertanggung jawab atas kehidupan sendiri. perkembangan emosi. Bila anak anda ikut dalam suatu kegiatan. perkembangan intelektual. oleh karena itu penting mendorong anak mulai berhitung sejak kecil sehingga anak dapat menerapkan matematika dalam kehidupan seperti berjualan dan berbelanja. bagaimana perasaanmu dalam melakukannya? Bagimana kamu dapat menerapkan apa yang telah kamu lakukan?. menggunakan uang. anak-anak yang cerdas secara matematis sering tertarik dengan bilangan. guru menyuruh anak melak ukan sendiri dengan menggunakan benda-benda nyata sehingga ketika memperlihatkan benda yang lebih banyak dan lebih sedikit anak dapat rasakan dan hitung.2010) menyarankan mengembangkan kemampuan matematika dengan permainan angka. alat-alat rumah tangga sederhana yang menggabungkan berbagai bentuk geometri. Guru biasanya mengajar geometri tentang bentuk dan sudut dengan cara membuat gambar rumah. Orang yang memiliki kemampuan intrapersonal yang kuat. 6) Kemampuan Logik-Matematis Kemampuan logik-matematis adalah kemampuan yang berhubungan dengan bilangan dan perhitungan. 2005) perkembangan anak usia TK meliputi: perkembangan fisik. Menurut Howard Gardner (Nurlaila.cenderung emosi yang dimilikinya stabil. Perkembangan Potensi Aktual Anak TK Menganalisis perkembangan potensi maksudnya adalah menguraikan berbagai potensi/kemampuan yang dimiliki anak. Hal yang penting adalah bukan dalam memperoleh jawaban yang benar melainkan membuatnya terbiasa memikirkan tentang apa yang dia lakukan dan mengapa dia melakukannya. untuk memikirkan hal-hal yang berikut. anak dapat mengukur apa pun. barulah lambang bilangannya ditulis. perkembangan sosial dan moral.. 6. mudah mengendalikan dan mengarahkan emosi Kemampuan melihat diri bukanlah suatu bakat melainkan suatu kebiasaan yang dibina. Mempelajari kuantitas. bahasa. Kemampuan logik matematis penting dalam kehidupan modern. menurut Hetheringthon (Rita Eka Izzaty. berikan waktu tenang.Satu Untuk UNM 5) Kemampuan Intrapersonal Kemampuan intrapersonal berhubungan dengan kemampuan mengenal diri. apa yang kamu lakukan nak? Apa isi/materi yang kamu lakukan?. jika anda ingin anak anda yang tumbuh lebih baik dalam mengendalikan hidupnya. mulailah dengan memberikan kesempatan untuk mulai melakukan pemikiran reflektif.

menyisir. Kelenturan tangannya semakin baik sehingga anak menggunakan tangannya untuk berkreasi. Disamping itu ada hari khusus.2005) menyatakan tahapan perkembangan fisik yang dicapai anak usia TK adalah naik sepeda roda tiga. perkembangan motorik halus juga meningkat. guru mengajak anak melakukan kegiatan jalan-jalan keliling sekitar sekolah. sehingga anak bertanya. dimana koordinasi mata.Eka Izzaty. anak bermain pasir. Menurut Wiguna dan Noorhana (Rita. Pertanyaannya selalu muncul mengapa seperti itu? sebagai contoh ketika anak diberi tugas untuk mengelompokkan bangunan yang sama. dengan permainan itu anak berlatih untuk memanjat dengan kaki bergantian dan tetap diawasi oleh guru. anak-anak akan menanyakan mengapa dikelompokkan? untuk apa? begitu juga anak dalam bermain suka bertanya kepada guru. sebagai contoh anak bermain panjat-panjatan yang bentuknya seperti bola. menurut Piaget (Rita Eka Izzaty: 2005) pemikiran praoperasional merupakan awal kemampuan untuk merekontruksikan pada tingkat pemikiran apa yang telah dilakukan didalam perilaku. guru tugasnya mengawasi anak ketika bermain. sesuai dengan bertambah matangnya perkembangan otak yang mengatur system syaraf otot yang memungkinkan anak menjadi lincah dan aktif bergerak sehingga kegiatan-kegiatan motorik kasar diberikan kepada anak. istana itu apa bu? menghadapi pertanyaan seperti itu guru hendaknya menjawab dengan bijak. Pada usia ini juga daya imajinasi anak mulai berkembang sehingga kecenderungan anak Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 28 . dimana pemikiran anak masih didominasi oleh hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas fisik dan persepsinya sendiri.tangan anak semakin baik sehingga anak sudah dapat menyikat gigi.Satu Untuk UNM a. kebebasan dalam melakukan gerakan. Pada usia TK selain perkembangan motorik kasar meningkat. tetapi sebenarnya anak belum tahu bentuk istana seperti apa. kegiatan ini selain bertujuan mengenal lingkungan pada anak juga bertujuan untuk melatih anak pada motorik kasar. Pada usia ini anak belum punya pemahaman yang realistis dan obyektif tentang lingkungan yang berada diluar dirinya. Faktor-faktor yang mendukung dalam meningkatkan perkembangan motorik baik motorik kasar maupun motorik halus antara lain adalah mainan atau lingkungan yang mungkinkan anak untuk melatih keterampilan motoriknya. membuat istana pasir. b. Perkembangan Intelektual Perkembangan intelektual anak berfokus pada tahap pemikiran praoperasional. Di TK permaianan untuk menunjang perkembangan motorik kasar anak sangat banyak. Perkembangan Fisik Secara fisik anak usia 4-6 tahun makin berkembang. meniru bentuk lingkaran. zikzak meskipun belum begitu rapi dan tepat. contohnya menggunting kertas dengan hasil guntingan yang lurus. mengancingkan baju. dan selalu bertanya karena terdorong oleh rasa ingin tahu yang besar.

c. yang digunakan. urutan kelahiran. contoh. dorongan berkomunikasi yang dipengaruhi oleh tipe kepribadian. serta pola komunikasi yang ada dalam keluarga. dimana anak mampu memahami makna ucapan orang lain dan mampu menyatakan perasaan . anak menunjukkan reaksi menangis bila berpisah dengan ibunya. dan kenyataan. Dalam peran namun perkembangan emosional berikutnya dipengaruhi oleh kematangan. keadaan sosial ekonomi. Perkembangan Bahasa Kemampuan bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain Perkembangan bahasa pada masa ini merupakan hal yang penting karena merupakan masa yang sangat ideal untuk mengembangkan kemampuan bahasa. kondisi kesehatan. Perkembangan Emosi Kemampuan untuk bereaksi secara emosional sudah ada sejak anak dilahirkan. hal ini menunjukkan bahwa anak merasa aman bila ibunya berada didekatnya. anak merasa senang dengan jenis permainan puzzel. yakni sebagi pendorong. tingkat kecerdasan. Selanjutnya fungsi emosi sebagai alat komunikasi. pada awal permulaan masuk TK. contoh anak bermain sandiwara atau berbicara sendiri dengan media yang ada seperti mainan telefon. Ada 2 fungsi emosi pada anak usia dini. sebagai pendorong emosi akan menentukan perilaku anak melakukan sesuatu. Usaha guru untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak di TK dilakukan tiap hari. Terdapat beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi perbedaan dalam berbicara pada anak yaitu. tahap berikutnya yang perlu dipelajari adalah mengembangkan jumlah kosa kata untuk kemudian dirangkai dalam bentuk kalimat dengan menggunakan tata bahasa yang lazim. hal ini bertujuan untuk melatih perkembangan bahasa anak.kehidupan pengendalian emosional sangat berpengaruh terhadap penyesuaian pribadi yang pada gilirannya akan mempengaruhi perkembangan aspek psikologis yang lain. perilaku yang nampak pada anak adalah apabila meliha puzzel. dan sebagai alat komunikasi . d. dengan reaksi emosi anak akan memperlihatkan apa yang dirasakannya. ia akan melakukannya.Satu Untuk UNM menganggap semua benda mempunyai nyawa. metode pelatihan.. tidaklah berjalan dengan sendirinya. contoh. anak mencoba berbicara dengan ibunya melalui telefon melalui daya khayal anak. Tugas-tugas yang akan dilakukan dalam perkembangan bahasa pada anak TK yaitu tugas pemahaman. jumlah keluarga.. setelah kemampuan berbicara dimiliki oleh anak.dan pikiran kepada orang lain. guru seringkali mengajak anak untuk menceritakan kembali apa yang telah dilakukan sebelum berangkat kesekolah. Contoh yang lain. sebagai contoh. ketika anak dalam mengerjakan tugas dari ibu guru dapat Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 29 . tetapi proses belajar yang dlakukan. Dengan anak bercerita akan menambah perbendaharaan kata dan melatih kepercayaan diri anak ketika mereka mencoba untuk maju kedepan kelas dan bercerita.

dalam arti anak belum memiliki kemampuan untuk bergaul dengan orang lain. Aktifitas yang dilakukan guru dalam mengembangkan kemampuan sosial anak yaitu dengan kegiatan sosiodrama. sedangkan fungsi aturan sebagai pendidik dan pengendali diri. adapun tujuan diberikan kepada anak aturan adalah sebagi pedoman bertingkah laku yang dapat diterima sesuai situasi atau kondisi saat itu. Untuk mencapai kematangan sosial. akan sangat berbeda dengan orang dewasa disekitarnya. seperti adanya penyakit eksim. maupun budi pekerti cenderung menampilkan perilaku maladjustment. kurang tenggang rasa.Satu Untuk UNM menyelesaikan dengan baik maka anak akan meluap rasa gembira dengan berkata dan bertingkahlaku” Hore. f. tekanan yang terus menerus dari lingkungan fisik dan sosial. anak harus belajar tentang cara-cara menyesuaikan diri dengan orang lain. seperti perlakuan orang tua yang kasar. batuk dan sebagainya. Apabila lingkungan sosial seperti orang tua.kurang memperdulikan norma dalam berperilaku. tidak membiasakan terhadap anak dalam menerapkan norma-norma baik agama. Selanjutnya kondisi lingkungan . saudara. bermain dan belajar bersama. aku sudah selesai mengerjakan gambar mobil dan anak berlari-lari mengelilingi kelas dengan rasa gembira dan mencoba melihat pekerjaan temannya. Kondisi yang menimbulkan emosi anak yang meninggi yaitu. Sosialisasi dari orang tua sangatlah penting bagi anak. apabila lingkungan sosial itu kurang kondusif. acuh tak acuh. tidak memberikan teladan. 2001) pemahaman sosial anak terjadi melalui relasi-relasi teman Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 30 serta suasana otoriter di sekolah akan dapat menimbulkan emosional yang tinggi pada anak . Perkembangan Moral Perkembangan sosial dan moral berkaitan dengan aturan tentang apa yang seharusnya dilakukan dalam interaksinya dengan orang lain. kondisi fisik. seperti senang menyendiri. baik orang tua. teman sebaya. Kemampuan ini diperoleh anak melalui berbagai kesempatan atau pengalaman bergaul dengan orang-orang di lingkungannya. kekangan yang berlebihan dari orang dewasa disekitarnya. tingkat kegagalan dalam mencapai aspirasi tertentu. atau orang dewasa lainnya. Menurut Piaget(Syamsu Yusuf. sikap orang tua yang selalu melindungi e. kaligata. kemudian kondisi psikologis yang berpengaruh terhadap pertahanan emosi adalah intelegensi yang rendah. karena anak belum memiliki pengalaman untuk membimbing perkembangannya sendiri kearah kematangan. kecemasan yang membekas. kesehatan yang buruk. sanak keluarga memfasilitasi atau memberikan peluang terhadap pekembangan secara positif maka anak akan dapat mencapai perkembangan sosialnya secara matang. bersifat minder. Pada umumnya emosi anak bersifat spontan. sering memarahi anak. Perkembangan Sosial Anak dilahirkan belum bersifat sosial.

maka harus sabar untuk menunggu giliran main. Tugas guru dalam hal ini memberikan kegiatan belajar dengan pendekatan kooperatif. ekstrovert. Menurut Purwanto(2002) sifat merupakan ciri-ciri tingkah laku atau perbuatan yang banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor dari dalam diri seperti pembawaan. seperti pepatah bahwa buah jatuh ambivert. Think-Pair-Share. moral dan juga melatih perkembangan bahasa 7.(2009) bahwa sifat diperoleh dari warisan salah seorang orang tua. Hal ini didukung Gregory G Young. jika nanti berebut ibu tidak memberikan kesempatan bermain ayunan. bila anak dapat bergaul dan dapat berkomunikasi dengan teman. Anak dalam bermain seringkali berkomunikasi dengan temannya bagaimana cara bermain? dan aturannya seperti apa?. sebelum itu guru memberikan arahan untuk tidak berebut.Satu Untuk UNM sebaya sebagi contoh. Perkembangan sosial anak baik. bermain sosiodrama. Pendekatan kooperatif adalah pendekatan menggunakan kelompok kecil anak didik untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. maka anak sudah dapat menyetujui aturan main yang telah disepakati besama. pendiam. menyukai bekerja sendiri. Perkembangan sosial dan moral perlu dilatih. perkembangan potensi aktual dan juga memahami ciri-ciri kepribadian anak. karena mainan tersebut terbatas hanya satu. Guru selain memahami potensi anak. anak ketika di sekolah bermain ayunan. pengalaman. keadaan fisik. selain bergaul menambah perkembangan sosial. ini disebabkan karena berbagai faktor yang ada pada diri individu masing-masing seperti adanya perbedaan dalam kecerdasan. introvert. setelah anak mengerti apa yang dijelaskan oleh ibu gurunya. suka menyendiri. Ciri-ciri kepribadian akan nampak pada sifat-sifat khas seseorang. pengetahuan.2002) mengemukakan sifat orang terbagi atas tiga yaitu. Introvert Anak yang tergolong introvert memiliki sifat-sifat: kurang pandai bergaul. a. langkah-langkahnya sebagai berikut: adapun caranya dengan tidak jauh dari pohonnnya. dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 31 . tertutup jiwanya. mendongeng yang bermuatan kisah-kisah moral dalam pergaulan sosial. Ciri-Ciri Kepribadian Anak Menganalisis ciri-ciri kepribadian anak maksudnya menguraikan ciri-ciri kepribadian anak. Ada beberapa aktifitas untuk mengembangkan sosial dan moral anak yaitu permainan dalam tim. Tiap orang memiliki sikap berbeda-beda terhadap suatu ransangan. senang membaca buku dan majalah. lekas malu dan canggung. sifat seseorang. Jung (Ngalim Purwanto. perasaan. sukar diselami bathinnya.

biasanya guru memberi waktu 10 menit untuk berpasangan . dan model serta membantu anak didik berbagi tugas dengan temannya. Berpikir ( Thinking) . kurang peduli dengan penderitaan sendiri. guru mengajukan pertanyaan/isu yang berkaitan dengan pelajaran. pada langkah ini guru meminta pasangan-pasangan tersebut untuk berbagi atau bekerja sama dengan kelas secara keseluruhan mengenai yang mereka bicarakan. guru membantu anak didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut. Tugas guru dalam hal ini memberikan kegiatan belajar dengan menggunakan pendekatan berbasis masalah/Pembelajaran Proyek. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 32 . adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: Langkah 1. Berbagi (Sharing) . Langkah 3. tidak lekas malu dan canggung . melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Sifat Ekstrovert Selanjutnya orang-orang yang tergolong ekstrovert mempunyai sifat sebagai berikut: Lancar dalam berbicara. bebas dari kecemasan. selanjutnya guru meminta anak didik untuk berpasangan dan mendiskusikan yang telah dipikirkan . Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok. Langkah 4. guru membantu anak didik merencanakan. dan anak didik diberi waktu satu menit untuk berpikir sendiri mengenai jawaban Langkah 2. guru mendorong anak didik mengumpulkan informasi yang sesuai. memotivasi anak didik agar terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya. Orientasi anak didik kepada masalah. Pendekatan ini menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks agar anak dapat berpikir kritis dan terampil memecahkan masalah serta mendapatkan pengetahuan. langkah ini akan efektif jika guru berkeliling kelas dari pasanagan yang satu ke pasangan yang lain sehingga seperempat atau separuh dari pasangan-pasangan tersebut memperoleh kesempatan untuk melapor. guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Langkah 5.Mengorganisasi anak didik untuk belajar. Langkah 3. Interaksi selama periode ini dapat menghasilkan jawaban bersama. suka bekerja sama dengan orang lain. menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Pengajuan masalah yang benar-benar nyata Langkah 2. b. Berpasangan (Pairing).Satu Untuk UNM Langkah 1 . ramah dan suka barteman.

dia katakan tidak mau balajar ibu guru. yang kadangkala terlihat seakan-akan tidak ada hentinya. melompatlompat dan aktif menyiapkan diri. e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Sifat egosenteris Endang Poerwanti (2000) mengartikan egosentris adalah segala sesuatu ingin dipusatkan kepada dirinya. dimana anak aktif bergerak.pemahaman. misalnya ada seorang anak hari itu tidak mau belajar. mendengar. sehingga anak senang lari. ada orang yang menyatakan.2005) egosentris pada usia TK adalah anak tidak dapat melihat sesuatu dari pandangan orang lain . contoh bila anak dibawa ketoko oleh ibunya. langkah-langkah pembelajaran aktif sebagai berikut. kegiatan-kegiatan yang dilakukan melalui interaksi sosial dengan guru. bahkan mungkin dapat dikatakan bahwa kebanyakan orang termasuk dalam tipe campuran itu. anak aktif. peralatan. mainan. bila ibunya tidak membelikan. contohnya bila anak dijanjikan untuk pergi jalan-jalan maka anak senang . Adapun Langkah 1.. dan selalu mementingkan pemenuhan kebutuhannya. Kegiatan yang diarahkan pada obyek Anak diarahkan belajar tentang objek alami maupun objek buatan seperti perabot rumah tangga. Sifat Aktif dan Energik Bergerak secara aktif bagi anak TK merupakan suatu kesenangan. bila ada anak yang tidak aktif mungkin karena sakit atau akan tidur .dkk(Rusdinar dan Elizar. c. Upaya yang dilakukan oleh orang tua kepada anak tersebut adalah memberikan pemahaman. Sikap aktif dan energik nampak jika anak menghadapi kegiatan yang baru.Satu Untuk UNM Langkah 6. selalu minta dibelikan mainan. guru membantu anak didik melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan dan prosesproses yang anak didik gunakan. Sifat Ambivert. anak sering menuntut agar seluruh lingkungan memperhatikan dirinya bahkan dibawah kekuasaannya. mencari. dan perlengkapan. Tugas guru dalam hal ini memberikan pembelajaran aktif. mulai memanipulasikan objek. merasakan. d. orang dewasa dan orang lain.dan guru juga perlu memperhatikan unsur variasi individual serta minat yang dimiliki anak. Tugas guru dalam hal ini adalah guru memberikan pemahaman selanjutnya anak dikelompokkan dalam kegiatan belajar dan bermain. Contoh yang lain adalah anak tidak mau meminjamkan mainan kepada temannya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 33 . sedangkan menurut Kagan. tugas guru mendekati anak dan membujuknya serta guru mencari penyebab mengapa hari itu anak tidak mau belajar.. Kemudian orang-orang yang tergolong ambivert menunjukkan adanya sifat campuran/ gabungan dari kedua sifat introvert dan ekstrovert. melompat dan memanjat . anak tersebut menangis.

dan menyimpulkan Anak aktif untuk bertanya . Langkah 4.Satu Untuk UNM menggunakan tubuhnya dan semua alat inderanya untuk menemukan objek-objek tersebut. melakukan eksplorasi untuk menemukan solusi dan hasil menurut pemikiran anak seperti menggabungkan benda. agar anak mau berhenti melakukan kegiatan yang dilarang. . Motivasi Intrinsik. seperti ini anak belajar melalui pemecahan masalah. membicarakan. adakala anak itu berbicara seperti dokter. g. contoh: Seorang anak bernama Andi. Setelah anak paham tentang objek. hal ini penting untuk perkembangan kognitif anak. ide dan pengalaman untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Sifat Imajinasi Anak menyenangi hal yang bersifat imajinatif. dalam belajar aktif anak menjadi problem solver. tetapi ukurannya kecil sehingga tutup panci tersebut masuk kedalam dengan pengalaman f. contoh. seorang anak bermain bola. kemudian berbicara sebagai pasien. akhirnya Andi memutuskan untuk mencari tutup panci yang pas. kemudian anak tersebut merefleksikan pemahamanyang lebih lengkap tentang objek /lingkungan kegiatan tersebut dengan menjawab pertanyaan maka akan menghasilkan perkembangan berpikir dan Langkah 3. oleh karena itu anak mampu bercerita melebihi pengalamannya. Langkah 2. Sifat Rasa Ingin Tahu yang Kuat dan Antusias Pada masa ini anak mempunyai sifat banyak memperhatikan. mempertanyakan sesuatu yang dilihat. Refleksi pada kegiatan. Sifat ini memberikan implikasi terhadap pembelajaran bahwa metode bercerita dapat dijadikan salah satu metode belajar Tugas guru. sehingga orang dewasa sering menggunakan takut sebagai alat. hal ini karena rasa ingin tahunya yang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 34 pancinya dan airnya membasahi tangan Andi. seorang anak bermain dokter-dokteran. dimana anak berbicara sesuai dengan pengalamannya. penemuan. lalu anak mencari jawaban dari pertanyaan. mencoba menutup panci sup dengan tutup panci. Pemecahan masalah Pengalaman yang diperoleh anak akan menghasilkan nampak yang dapat atau tidak dapat mengantisipasinya. melalui pengalaman-pengalaman yang konkrit dengan bahan dan manusia secara berangsur-angsur anak mulai membentuk konsep. Pada masa ini juga anak mudah takut.. contoh. menyiapkan metode bercerita baik untuk mengembangkan kemampuan dasar anak maupun untuk mengembangkan perilaku Pada masa ini anak senang melakukan kegiatan berbicara sendiri. berbuat dengan objek memberikan suatu yang nyata kepada anak untuk dipikirkan dan dibicarakan. didengar.

Modalitas belajar ialah semua organ indera yang mendukung fungsi belajar anak. Anak dapat belajar mengingat benda-benda. Misalnya. anak dihadapkan pada satu keranjang buah-buahan yang di dalamnya ada pisang. maka anak akan menjawab dengan menyebutkan satu persatu isi keranjang tersebut. setelah melihat mobil. karena jawaban itu merupakan penambahan pengetahuan bagi anak didik. Ada anak yang memiliki pendengaran yang tajam. Cara pengambilan kesimpulan seperti itu disebut cara berpikir transduktif. Mereka tidak mengambilan kesimpulan bahwa isi keranjang tersebut adalah buah-buahan. Kemudian ditanyakan apa isi keranjang tersebut. yaitu pisang. Anak biasanya hanya memperhatikan salah satu ciri benda yang menurutnya paling menarik untuk membuat suatu kesimpulan. 8. semangka. salak dan semangka berturut-turut sesuai apa yang paling digemarinya. anak pernah melihat balon berwarna merah dengan gambar yang menarik. Anak menghubungkan benda-benda yang baru dipelajarinya berdasarkan pengalamannya berinteraksi dengan benda-benda sebelumnya. perkembangan kognitif anak usia TK (5-6 tahun) sedang beralih dari fase Pra Operasional ke fase konkret operasional.Satu Untuk UNM tinggi untuk mengisi kemampuan kognitif/pengetahuannya yang masih kurang. anak dapat mengingat warnanya. Misalnya. jumlah dan ciri-cirinya meskipun bendanya sudah tidak berada dihadapnnya. selain itu ada anak yang penglihatannya Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 35 . Sebagai contoh. Anak TK juga masih sulit membuat generalisasi atau menarik kesimpulan yang mencakup semua fakta. anak menanyakan mengapa kita harus sembahyang ibu guru? Tentu guru harus siap untuk menjawabnya. Selain bersifat kokret sebagaimana yang dijelaskan di atas. salak dan langsat. maka terlebih dahulu akan dijelaskan tetang cara berpikir anak taman kanak-kanak. Menurut Piaget (1973). Gaya Belajar Anak TK Sebelum anda mempelajari lebih jauh tentang gaya belajar anak usia taman kanakkanak. contoh. obyek permanen sudah mulai berkembang. Disamping itu. ia akan memilih balon yang berwarna merah. banyaknya ban maupun ciri lainnya secara sederhana. maka ketika ia akan membeli balon. hal yang mempengaruhi kagiatan belajar anak juga adalah bergantung pada tipe kecerdasan dan modalitas belajar anak yang berbeda. langsat. cara berpikir anak juga bersifat transduktif. bukan berdasarkan pengetahuan atau konsepkonsep abstrak.guru perlu menyiapkan metode bercakap-cakap dalam pembelajaran. Pada tahap ini anak belajar terbaik melalui kehadiran benda-benda. Dari cara berpikir anak TK diatas. Sehingga pembelajaran untuk tiap anak juga akan sangat menentukan keberhasilan mereka. Cara berpikir konkret berpijak pada pengalaman akan benda-benda konkret.

Visual for action berupa kemampuanmata untuk melihat benda yang bergerak dan action for visual adalah kemampuan mata untuk mengikuti benda yang bergerak.warna dan jumlah.visual recognition merupakan kemampuan untuk mengenali bentuk. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Lynn O‟Brien terungkap bahwa gaya belajar anak dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu haptik atau kinestetik. Untuk mengajarkan anak pengenalan konsep Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 36 . membaca bukan sebagai kegiatan utama). Anak yang bergaya belajar visual akan lebih cepat mengerti jika dapat melihat langsung benda yang dijelaskan oleh guru. gambar atau smbol yang ada di sekitarnya sehingga ia lebih mudah memperoleh informasi dari hasil pengamatannya tersebut. Di sisi lain. Visual attention adalah kemampuan mata mengamati sesuatu.Satu Untuk UNM awas dan tajam atau perabaannya yang sensitif. Anak yang langgam belajarnya secara visual akan sangat mudah diperkenalkan sesuatu melalui simbol atau gambar-gambar. Anak dengan gaya belajar visual mudah diketahui dengan ciri-ciri senang mengamati sesuatu. Semua modalitas belajar tersebut selanjutnya digunakan untuk belajar. Berikut ini strategi yang dapat dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran terhadap anak yang berlanggam belajar visual. Visuospatial adalah kemampuan vital yaitu kemampuan mata mengingat letak suatu bneda atau terhadap laianya (anggota tubuh). visual recognition. seperti gambar di bawah ini: 1) Gaya Belajar Visual Setiap anak memiliki potensi visual sebagai kemampuan untuk melihat dan mengamati suatu benda sehingga memperoleh informasi tentang benda tersebut. visuospatial. Pada saat anak bermain matanya lebih banyak dimanfaatkan untuk mengamati benda. Anak yang gaya belajarnya bersifat visual. ada anak yang memiliki perasaan yang peka. Kemampuan visual yang dimiliki anak meliputi: visual attention. visual dan auditorial. Jika anak didik anda memiliki ciri tersebut maka anda dapat memilih strategi pembelajaran yang mengundang perhatian anak melalui gambar-gambar atau simbol yang menarik sehingga anak dengan mudah mengenal dan mengingat sesuatu sekaitan dengan tujuan pembelajaran yang diinginkan. Siapkanlah gambar-gambar seri yang menarik untuk mintalah anak untuk mengamati lalu menceritakan gambar yang telah diamati. ataupun gambar-gambar serta dengan cara membaca (meskipun pada anak TK.visul for action action for visual dan visual imajinasi. berminat terhadap gambar dan simbol. memanfaatkan potensi visual tersebut secara maksimal dalam kegiatan belajarnya.

melakukan berbagai kegiatan eksperimen yang dapat melibatkan anak secara langsung. Oleh sebab itu pendidik harus mampu melibatkan anak didiknya semaksimal mungkin dalam kegiatan pembelajaran. Bila melihat mainan. Anak yang bertipe kinestetik adalah anak yang indra perabanya sangat peka. sehinga anak lebih mudah mengenal huruf dari kata yang telah dikenalnya 2) Gaya belajar auditorial Gaya belajar auditorial adalah gaya belajar pada anak. Pada anak dengan gaya belajar ini. sangat aktif dan mudah memperoleh informasi melalui indra pendengarannya. Hendaknya menyediakan alat bermain yang semakin merangsang anak untuk dapat melakukan kegiatan yang dapat membantu anak menemukan informasi melalui kegiatan langsung oleh anak. maka anak dapat diajak belajar dengan cara bernyanyi atau mendengarkan musik yang berkaitan dengan tema. dan senantiasa membongkar mainan yang dimilikinya. Kemudian berusaha memasang kembali. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 37 . Oleh sebab itu anda diharapkan lebih kreatif untuk menciptakan lagu atau mampu memilih lagu yang menarik bagi anak yang berhubungan dengan tema pembelajaran. anak tersebut tidak tahan hanya dengan memandang atau mengamatinya saja. Sebagai seorang guru anda hendaknya mengenal anak didik yang memiliki gaya belajar seperti ini. Anak demikian juga senantiasa bergerak untuk menjangkau sesuatu yang menarik perhatiannya. mintalalah anak untuk mengamati sehingga anak mampu mengenal dan mengingat bilangan-bilangan yang dimaksud.Satu Untuk UNM bilangan. Mengajak anak untuk bermain pembangunan. Sebenarnya sebagian besar anak didik kita memiliki gaya belajar seperti ini. akan belajar secara optimal dengan cara menyentuh. Ciri yang nampak pada anak yang gaya belajarnya bersifat kinestetik adalah perilaku anak yang selalu ingin mencoba sesuatu. akan tetapi akan segera membongkar mainan tersebut seperti mencari sesuatu. anda dapat menggunakan simbol-simbol yang menarik yang menggambarkan keterkaitannya dengan bilangan. Anak ini cenderung kelihatan agresif. membongkar-pasang dan melakukan sendiri (Lerning by doing). siapkan gambar dan simbol yang melambangkan huruf atau kata yang dihadapi anak. Misalnya menyiapkan berbagai macam puzzel sesuai dengan tema. dimana anak lebih senang belajar dengan mendengar suara atau musik. Dia tidak bisa diam hanya memandang mainan tersebut. 3) Gaya belajar kinestetik Anak yang memiliki gaya belajar kinestetik. Jika guru melihat ciri tersebut pada anak. Demikian pula terhadap kegiatan membaca permulaan. Guru yang menemukan anak dengan gaya belajar kinaestetik hendaknya dapat memilih teknik untuk dapat mengoptimalkan kemampuan anak didiknya.

Satu Untuk UNM 4) Gaya belajar campuran Sebenarnya hampir semua anak didik (TK) memiliki gaya belajar campuran. Ketika anak melakukan kegiatan main. guru dan juga sesamanya. Di pedesaan misalnya. sehingga proses pengembangan diri anak juga berbeda.1999). keadaan fisik perumahan. tembok atau tanaman? Bila dari tanaman. 9. Itulah sebabnya bermain merupakan kegiatan yang paling tepat diberikan pada anak usia dini.pepohonan. Perbedaan apa yang terlihat antara pagar rumah di desa dan di kota? Apakah pagarnya terbuat dari besi. Lingkungan alamiah dimana anak berada sangat membantu perkembangan anak. yang memberi peluang pada nak untuk meayap. kognitif. jenis tanaman apakah yang dibuat pagar? Dan sebagainya. Pada saat hujan anak kadang bermain hujanPendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 38 . atau hanya kinestetik dan visual. sangat sedikit anak yang memiliki hanya satu gaya belajar. karena di samping menyenangkan buat anak. ia mulai memahami konsep-konsep tersebut dengan lebih mendalam (Fromboluti dan Rick. sehingga mampu memberikan informasi pengetahuan sebanyak-banyaknya pada anak. juga akan memaksimalkan pengindraan dan kinestetik anak. Kegiatan gerak. Ketika anak bermain lompat tali maka otomatis kinestetiknya akan berkembang. mendengar dan mengamati tersebut merupakan berbagai kegiatan belajar yang melibatkan seluruh alat indra anak. motorik maupun bahasa anak. Pada umumnya anak mendengar dan mengucapkan terlebih dahulu berbagai konsep baru kemudian seiring dengan meningkatnya usia dan kemampuan berpikirnya. Anak bermain petak umpet. tanaman. moral. Gaya belajar campuran adalah gaya belajar dimana anak kadang bertipe auditorial sekaligus visual dan atau juga kinestetik. semua alat indra dan kinestetiknya akan dimanfaatkan secara maksimal. sungai yang mengalir dan keadaan tanah berbeda dan unik. anak juga akan mengamati bunyi yang ditimbulkan oleh lompatan kaki. Contoh lain susunan pagar di suatu bagian pedesaan. Manfaat dan Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Anak Anak membangun konsep-konsep melalui berbagai kegiatan sehari-hari yang ia lakukan. baik sosial emosional. Ada yang berusaha menerobos di bawah pagar. pemilihan metode pembelajaran dan lain sebagainya. anak akan berusaha menghitung berapa kali mereka melompat dan melihat/mengamati gerak tali atau kesalahan yang dilakukan temannya. Anak-anak sering mendengar dan mengucapkan kata-kata yang berhubungan dengan berbagai hal di lingkungan sekitarnya baik dari orang tua. Berbagai informasi yang diperoleh mengenai gaya belajar ini memberikan sumbangan besar khususnya bagi Guru dalam menyajikan kegiatan pembelajaran misalnya mengenai alokasi waktu.

pensil dan krayon mudah di dapatkan dengan harga terjangkau. bermain pelepah pisang di saluran irigasi dan sebagainya yang menambah wawasan tentang lingkungan alamnya. meskipun dengan keterbatasan waktu. Pembelajaran yang dilakukan di desa berbeda dengan pembelajaran di kota. pensil dan krayon masih sulit disediakan oleh orang tua mereka. bermain masakmasakan. dan tidak semua orang tua mampu memfasilitasi anak mereka. Tetapi untuk pengembangan motorik halus mereka sangat sedikit yang bisa di lakukan. konsep tentang warna dengan melihat dan membandingkan warna-warna yang ada pada benda. bermain balok.Satu Untuk UNM hujanan. tapi mereka perlu diberi latihan agar apa yang diperoleh dari lingkungannya dapat bermanfaat bagi mereka untuk setiap aspek perkembangannya. perlu ditambahkan konsep alamiah sehingga mereka bisa lebih dekat dengan alamnya. anak memperoleh pengalaman melalui berbagai kontak fisik dan eksplorasi terhadap lingkungannya. Konsep alam sekitar anak di desa telah dipahami betul oleh anak. bermain air. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 39 . Sementara anak kota. pada tahap sensorimotorik (0-2 tahun). Menurut pendapat tersebut. Anak banyak belajar dan bermain di tempat-tempat mandi bola sehingga terlatihlah fisik motorik mereka. Guru yang kreatif adalah guru yang mampu menghadirkan lingkungan sekitar anak ke dalam kelas. dengan keterbatasan ligkungan main. bermain puzzle. dan (4) opersional formal (12 tahun ke atas). bermain tanah. di kota mudah disiapkan oleh orang tua mereka. konsep bulat dengan menyentuh bola dan alat mainan lainnya. Pengembangan kognitif anak misalnya juga dibentuk melalui pengalaman langsung (hands on experiences) yang dapat dilakukan anak pada berbagai percobaan atau penemuan. Anak desa dengan bebas memanjat pohon-pohon yang ada di sekitar mereka. (2) praoperasional (2-7 tahun). karena pengembangan kognitif memerlukan kemampuan untuk berpikir abstrak. secara tidak langsung anak belajar tentang konsep ukuran. Kemampuan anak untuk berpikir abstrak masih belum sempurna dan akan terus berkembang seiring dengan tingkat usianya. Akan tetapi untuk pengembangan otorik halus. pada saat itulah anak juga belajar tentang konsep air. Kognitif anak dapat pula dikembangkan melalui berbagai kegiatan bermain misalnya bermain pasir. Adapun tahapan perkembangan kognitif menurut Piaget (Hadis. Ia memahami konsep tentang ruang melalui proses merangkak mengelilingi ruangan. Melalui berbagai kegiatan ini. bilangan . Sementara anak di kota dengan fasilitas buatan yang lengkap. Anak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun kognisi dalam dirinya. warna. 1996:47) antara lain: (1) sensorimotorik (0-2 tahun). (3) operasional kongkrit (712 tahun). anak di bawa ke mall. bentuk dan lain sebagainya.

anak belum mampu memahami peraturan tertentu atau operasi. menegaskan bahwa anak yang berada pada tahapan operasional konkrit sudah mulai mampu menerapkan logika untuk memahami persepsi-persepsi. Pada subtahap ini anak-anak memulai penalaran primitif dan ingin tahu jawaban atas semua bentuk pertanyaan. tetapi pengetahuan mereka tidak didasarkan atas pemikiran yang rasional. Anak-anak mengetahui tentang sesuatu. Mereka masih berada pada masa transisi antara kemampuan berpikir tahap praoperasional dan operasional konkrit. Pada tahapan operasional konkrit (7-12 tahun) anak sudah mampu berpikir logis mengenai obyek dan kejadian. Egosentrisme adalah ketidakmampuan untuk membedakan antara perspektif dirinya dengan orang lain. jumlah tak terbatas dan berat (usia 9 tahun). menghasilkan obyek menurut beberapa tanda dan mampu menyusunnya dalam beberapa seri berdasarkan satu dimensi. Meskipun demikian. Lebih lanjut Santrock (1995) menegaskan. Berk (2006). Kemampuan mengklasifikasikan benda pada tahapan praoperasional masih bersifat sederhana. Tahap praoperasional dibagi menjadi dua subtahap yaitu subtahap fungsi simbolis (Symbolic function substage) dan subtahap pemikiran intuitif (intuitive thought substage). dimana anak mampu membayangkan secara mental obyek yang tidak ada. Ciri-ciri berpikir tahap ini adalah anak bersifat egosentrisme dan animisme. Sedangkan animisme adalah suatu keyakinan bahwa obyek yang tidak bergerak memiliki kualitas “semacam kehidupan dan dapat bertindak. Karakteristik yang menonjol pada masa ini adalah centration yaitu memusatkan perhatian terhadap satu karakteristik dan mengesampingkan semua karakteristik yang lain. pada tahapan praoperasional. anak sudah mampu menggunakan simbolsimbol dalam pikirannya untuk merepresentasikan benda-benda atau kejadian. anak yang kurang memperoleh stimulasi yang baik dari lingkungan masih sering meninggalkan karakteristik berpikir pada tahap sebelumnya. Subtahap fungsi simbolis berlangsung antara usia 2 – 4 tahun. menguasai konservasi jumlah (usia 7 tahun).Satu Untuk UNM Pada tahap Praoperasional (2-7) tahun. Anak mampu mengklasifikasikan menurut tanda tertentu misalnya mengelompokkan semua balok berwarna merah tanpa memperhatikan bentuknya atau semua balok persegi tanpa memperhatikan warnanya (Atkinson. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 40 . Operasi merupakan perangkat tindakan terinternalisasi yang memungkinkan anak melakukan secara mental apa yang dilakukan secara fisik sebelumnya. Pada tahap ini anak belum mampu berfikir secara operasional. ciri lainnya adalah konservasi yaitu keyakinan akan keabadian atribut obyek atau situasi tertentu terlepas dari perubahan yang bersifat dangkal. 1994). pada saat ini anak hanya mampu mengikuti satu sampai dengan dua aturan pengklasifikasian. Subtahap pemikiran intuitif berlangsung antara usia 4 – 7 tahun.

kegiatan yang dilakukan anak berhubungan dengan mental. Pendapat lain dikemukakan Dienes sebagaimana dikutip Reys et. Kemampuan berfikir anak. al. Hal ini mendorong anak untuk menggunakan skema mental dalam menyelesaikan berbagai operasi melalui benda-benda konkrit. Berdasarkan tahapan kognitif tersebut maka anak usia 5-6 tahun berada pada tahap peralihan antara kemampuan berpikir praoperasional dan operasional konkrit. bahwa antara usia 5-8 tahun. melakukan seriasi (menyusun benda berdasarkan urutan tertentu). abstrak pleksibel dan hipotetikal. bergerak dari kemampuan berfikir yang didomonasi oleh persepsi visual menuju kemampuan berfikir logis. Pada tahapan ini anak mampu berpikir logis. Perkembangan pemahaman konsep dilakukan anak melalui tiga tahapan yaitu: (1) tahap enaktif. Pada tahap ikonik. Bruner (1966) mengungkapkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran anak sebaiknya diberikan kesempatan untuk memanipulasi benda-benda atau alat peraga. Pada tahap simbolik.Satu Untuk UNM Hal ini ditegaskan oleh Copley (2000) dan Wortham (2006:350). namun masih perlu dikembangkan agar kemampuan berpikir semakin matang dan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang ditemui dalam kegidupan sehari-hari. (1998:20). (2) tahap ikonik. merupakan tahap terakhir dalam perkembangan berpikir manusia. Skema mental dapat juga digunakan untuk mengklasifikasikan. 1996:47). anak melalui lima tahapan pemahaman dalam mempelajari konsep yaitu: (1) permainan bebas Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 41 . Berdasarkan pendapat tersebut. kemampuan berfikir anak bergerak dari tahap praoperasinal menuju operasional konkrit atau disebut dengan masa transisi. Mereka sudah mampu menghadapi berbagai permasalahan dan berpikir bagaimana cara menyelesaikannya (Hadis. Anak tidak lagi terikat dengan obyek-obyek pada tahap sebelumnya. (3) tahap simbolik. Sebagian anak kurang memperoleh stimulasi lingkungan masih meninggalkan ciri-ciri berpikir pada tahap praoperasional. anak memanipulasi simbol-simbol atau lambang-lambang tertentu. sehingga anak dapat melihat langsung bagaimana keteraturan serta pola-pola yang terdapat pada benda yang sedang diperhatikannya. Meskipun anak membutuhkan berbagai benda konkrit untuk memahami konsep-konsep baru. Tahap operasional formal (12 tahun keatas). Kemampuan berpikir pada tahap operasional formal hampir menyerupai kemampuan berpikir orang dewasa. yang merupakan gambaran dari obyek-obyek yang dimanipulasinya. tidak jarang ia menghabiskan waktu yang lama hanya untuk memanipulasi suatu benda. menghitung dan fungsi lainnya. Anak tidak langsung memanipulasi obyek seperti pada tahap pertama. pada tahap enaktif anak secara langsung terlibat dalam memanipulasi obyek. Oleh sebab itu kegiatan pembelajaran harus dilakukan sesuai karakteristik dan ciri-ciri berpikir pada tahap ini.

Satu Untuk UNM (free play). Anak belajar melalui proses interaksi sosial yang terjadi pada saat pembelajaran. Pada tahap generalisasi (generalization). Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 42 . Melalui aktivitas ini memungkinkan anak mengadakan percobaan dan memanipulasi benda-benda kongkrit dan abstrak dari unsur-unsur yang sedang dipelajari. (4) simbolisasi (simbolization). Guru harus mampu merancang pembelajaran yang dapat mendorong atau melalui perumusan verbal. anak belajar konsep yang aktivitasnya tidak berstruktur dan tidak diarahkan. anak dituntut untuk mengurutkan pencapaian kompetensi sebagaimana direkomendasikan oleh NCTM (2003). Pada saat proses pembelajaran berlangsung. anak harus mampu merumuskan representasi dario setiap konsep dengan simbol sifat-sifat konsep dan kemudian merumuskan sifat-sifat baru konsep tersebut. Hal ini sangat membantu keberhasilan program pembelajaran yang telah direncanakan. Proses modifikasi tingkah laku merupakan hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran. Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan berbagai jenis pengalaman belajar yang dapat memenuhi tujuan-tujuan program pembelajaran yang berkualitas. (3) representasi (representation). dan (5) formalisasi (formalization). (2) generalisasi (generalization). Proses untuk memodifikasi berbagai tingkah laku anak dapat dilakukan melalui pemberian stimulus. anak berusaha mencari kesamaan sifat dari beberapasituasi yang sejenis. pada tahap permainan bebas (free play). Anak menentukan representasi dari konsep-konsep secara abstrak kemudian menyimpulkan. sehingga ia mampu merencanakan dan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran secara tepat sesuai dengan karakteristik berpikir dan belajar anak usia dini. Menurut pendapat ini. karena melalui interaksi sosial tersebut anak akan memperoleh model yang tepat (modelling) dan mampu meniru perilaku yang ditampilkan (imitating). Pada tahap simbolisasi (simbolization). mencari kesamaan sifat dalamsuatu pemahaman. penguatan/imbalan (reinforcement) dan hukuman (punishment). Proses pembelajaran yang terjadi melalui interaksi sosial antara pendidik dan anak didik memiliki peranan penting dalam menumbuhkan kecintaan anak terhadap . guru hendaknya mampu memodifikasi berbagai tingkah laku yang ditampilkan anak saat pembelajaran. Pada tahap representasi (representation). Hal inilah yang akan membangun citra positif anak terhadap setiap tema dalam pembelajaran . Pada tahap formalisasi (formalization. anak mulai meneliti pola-pola dan keteraturan yang terdapat dalam konsep tertentu. Guru perlu memahami berbagai perkembangan konsep yang terjadi dalam diri seorang anak.

kesanggupan menerangkan dan sikap mengharap tingkahlaku kooperatif dan terkendalikan dari para murid.. juga sangat dibutuhkan lingkungan tempat tinggal dengan air dan sanitasi memadai serta udara yang segar untuk dihirupnya setiap hari. Sepanjang masa anak sekolah. orangtua harus mengetahui jenis-jenis makanan yang mengandung gizi yang sesuai dengan tingkat kebutuhan anak. 2. 3. yang lainnya.Satu Untuk UNM Rangkuman Perkembangan setiap anak berbeda-beda baik dalam kualitas maupun tempo perkembangannya. sistematis dan perkembangan saling berkaitan satu sama lain. berkesinambungan.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seorang guru cukup besar pengaruhnya dalam pembentukan patokan-patokan hidup. Selain itu. sikap-sikap dan tingkah-laku yang dicita-citakan. apakah berarti anak minat menggambar ataukah hanya kesenangan? Mengapa seorang guru perlu memahami potensi /kemampuan anak didiknya? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 43 Perkembangan Setiap aspek anak bersifat progresif. 4. untuk memelihara kesehatan anak. Soal 1. penghargaan terhadap usaha. Bagamana cara anda mengatasi anak yang cengeng ditinjau dari karakteristik anak. Dalam upaya memelihara kesehatan anak yang optimal. maka anak menganggap guru sebagai sumber kepandaian. 5. sesuai dengan tugas tugas perkembangan anak? Jika anak kurang termotivasi dalam belajar. Anak juga peka terhadap sifat-sifat dan tingkah-laku yang diperlihatkan guru. Guru berada dalam lingkungan yang dekat. padahal anak tersebut telah memasuki kelompok B ? Sebagai seorang guru apa yang anda lakukan agar anak dapat berkembang secara sempurna. pengertian. misalnya kejujuran. Sebaliknya orangtua dan pengasuh yang tidak atau kurang memperhatikan kebutuhan gizi anak dapat menyebabkan anak akan mengalami gangguan dalam perkembangan fisik karena sering sakit-sakitan dan tidak dapat melakukan aktivitas seperti anak yang sehat pada umumnya. keadilan. dan anak cenderung untuk meniru tingkahlaku guru. simpati. terhambatnya satu aspek perkembangan tertentu akan mempengaruhi aspek perkembangan . apa yang anda lakukan sebagai guru dalam menangani anak tersebut? Jika anak menggambar secara berulang-ulang. Makanan yang bergizi dengan tingkat kebersihan yang terjamin akan mendukung anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahap-tahap perkembangan tertentu.

8. Bagaimana caranya memahami potensi /kemampuan anak didik? Jelaskan taraf berpikir anak TK adalah pada taraf praoperasional? Mengapa anak usia TK selalu bertanya kepada guru /orangtuanya? Bagaimana perkembangan perilaku moral. sosial dan emosional anak TK? apakah anak tersebut dan bagaimana cara membelajarkan anak tersebut.Satu Untuk UNM 6. 9. 7. gaya belajar Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 44 . Jika anda melihat anak didik anda sangat senang mengamati sesuatu. 10.

dalam bermain anak dianggap „lebih‟ dari dirinya sendiri. keterampilan dan kreativitas yang diperlukan oleh anak untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan pada tahap berikutnya. Konsep Dasar Pendidikan Anak TK Sebagai guru TK anda pasti telah tahu bahwa bagi seorang anak.(4) media dan lingkungan bermain yang digunakan haruslah aman. bermain adalah kegiatan yang mereka lakukan sepanjang hari. di atas perilakunya sehari-hari. 2003:52) berpendapat bahwa bermain dapat menciptakan suatu zona perkembangan proximal pada anak. 2009: 134). Berhubungan dengan pembelajaran. Sedangkan menurut Parten kegiatan bermain sebagai sarana sosialisasi. berkreasi dan belajar secara menyenangkan. Kurikulum bagi anak usia dini haruslah memfokuskan pada perkembangan yang optimal pada anak melalui lingkungan sekitarnya yang dapat menggali berbagai potensi tersebut melalui permainan serta hubungan dengan orang tua atau orang dewasa sekitarnya. Oleh sebab itu maka strategi pembelajaran bagi anak usia dini berorientasi pada: (1) tujuan yang mengarah pada tugas-tugas perkembangan disetiap rentang usia nak. menemukan. belajar dan bekerja. nyaman dan menimbulkan ketertarikan bagi anak dan perlu adanya waktu yang cukup untuk Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 45 . pengetahuan. mengekspresikan perasaan. Vygotsky (Naughton. Bermain adalah kegiatan yang dilakukan secara berulang dan menimbulkan kesenangan/kepuasan bagi diri seseorang (Piaget dalam Mayesty: 1990). anak selalu berperilaku di atas usia rata-ratanya.Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar II Merancang Kegiatan Belajar yang Mendidik 1. Setelah anda mengetahui pentingya bermain bagi anak usia dini. Oleh sebab ituu kelas-kelas bagi anak usia dini merupakan kelas yang mampu menciptakan suasana yang kreatif dan penuh kegembiraan bagi anak. Bagaimanakah pembelajaran bagi anak didik di TK? Tujuan pembelajaran yang utama pada anak usia dini (TK) adalah untuk mengoptimalkan perkembangan anak secara menyeluruh serta terjadinya komunikasi interaktif. Tujuan program pembelajaran adalah membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap.(Sudjiono.(2) materi yang diberikan harus mengacu dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan yang sesuai dengan taraf perkembangan anak. karena bagi anak bermain adalah hidup mereka.(3)metode yang dipilih hendaknya bervariasi serta menyenangkan. dalam bermain. Anak TK tidak membedakan antara bermain. diharapkan dapat memberi kesempatan pada anak untuk bereksplorasi.

Evaluasi yang terbaik dan dianjurkan untuk dilakukan adalah rangkaian sebuah assesment melalui sebuah observasi partsipatif terhadap segala sesuatu yang dilihat. Lebih lanjut Reys.Satu Untuk UNM bereksplorasi. (9) materi yang diajarkan tanpa melalui tahapan pembelajaran yang tepat akan menimbulkan kecemasan terhadap anak itu sendiri (mathophobia). (8) guru merupakan model dalam proses pembelajaran. sehingga ia berusaha menyesuaikan diri. (11) kegiatan pembelajaran harus mampu meningkatkan keterampilan dalam mengingat. 1998:22) mengemukakan beberapa prinsip pembelajaran. (2) guru hendaknya lebih memilih strategi pembelajaran dengan menggunakan teknik problem-solving dari pada menyajikan materi dan cara penyelesaiannya. (10) adanya keseimbangan perlakuan anak laki-laki dan perempuan dalam proses pembelajaran. (6) anak diberi kesempatan untuk memanipulasi alat peraga. Kegiatan pembelajaran hendaknya tidak menimbulkan kecemasan (stress) bagi anak. Reys. Prinsip pembelajaran merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan oleh guru dalam setiap kegiatan pembelajaran agar penyampaian materi pembelajaran sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. sehingga seluruh perilaku yang ditampilkan guru dapat mempengaruhi kemampuan belajar anak. (2) disesuaikan dengan karekteristik perkembangan anak. Anak mengatahui dan meyakini kemampuan yang dimilikinya sebagai seorang pembelajar. janganlah anda menjelaskan satu persatu kebutuhan anak. (4) mampu mengembangkan kemampuan berbahasa yang bersifat integral (5) Guru harus mampu menyajikan pertanyaan-pertanyaan yang baik yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar dan mampu menstimulasi proses berpikir anak. et al. (1) pembelajaran hendaknya lebih menekankan pada makna dan pemahaman dari pada mengingat fakta. janganlah memaksakan anak menghafal materi atau fakta yang telah diajarkan. (7) harus mampu mengembangkan kemampuan metakognisi berhubungan dengan kemampuan seorang anak untuk mengetahui tentang kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh dirinya. (4) bantu anak untuk menghargai dan memahami bahwa itu penting dan memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. sehingga ia dapat menggunakannya dalam kegiatan belajar. (5) doronglah anak Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 46 . tapi tantanglah anak dengan meminta nak mencari atau menunjukkan apa yang dia butuhkan pda saatakan berngkat sekolah. Proses pembelajaran yang dilaksanakan guru perlu juga mempertimbangkan prinsipprinsip pembelajaran untuk anak usia dini. diantaranya: (1) melibatkan keaktifan anak. (3) sajikan kegiatan pembelajaran melalui pengalaman yang menarik dan menantang. mengontrol kemampuannya dan menemukan gaya belajar yang sesuai bagi dirinya. (3) merupakan kegiatan yang berkesinambungan. misalnya nada mengajarkan tema “kebutuhanku”. (1998:22) menyebutkan beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam mengantisipasi kecemasan anak terhadap pembelajaran adalah sebagai berikut . pulang sekolah atau pada saat ia lapar.

Teori pertama mengarahkan guru untuk menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada guru. nampak bahwa ada dua model pembelajaran yang dapat diberikan guru. para ahli psikologi perkembangan melihat bahwa anak meiliki motivasi diri yang dilimilikinya sejak lahir untuk menjadi mampu. Teori-teori belajar dan Penerapannya dalam Kegiatan Belajar Melalui Bermain di TK Untuk dapat memahami model pembelajaran yang tepat untuk anak usia dini. Motivasi berkemampuan inilah yang kemudian dipandang oleh para ahli psikologi sebagai dasar untuk mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada anak dengan menghargai seluruh proses perkembangan yang dimiliki oleh anak dan berkembang sesuai dengan ritme yang dimiliki masing-masing anak. Teori behavioris. Guru hendaknya mampu memberikan stimulus yang baik pada Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 47 . Beberapa kiat yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengingat adalah sebagai berikut: (1) pembelajaran harus bermakna bagi anak . (7) lakukanlah berbagai latihan di kelas secara hati-hati karena beberapa anak yang senang dengan kompetisi namun tidak sedikit yang merasa tertekan (stress). juga harus mampu melatih daya ingat anak.Satu Untuk UNM untuk mengemukakan kesan dan perasaannya terhadap tema pembelajaran. dengan jalan memberikan penguatan-penguatan baik berupa pujian atau simbol-simbol yang menyenangkan buat anak. Apabila guru melaksanakan hal tersebut di atas maka tidak akan ada anak yang merasa takut dengan kegiatan pembelajaran dan mereka akan antusias mengikutinya. Skinner mengemukakan bahwa seluruh perilaku manusia dapat dijelaskan atau diamati sebagai respons yang terbentuk dari berbagai stimulus yang pernah diterimanya dari lingkungannya. (6) peliharalah perilaku positif yang di tampilkan anak terhadap pembelajaran. berikut disajikan teori pembelajaran dari beberapa ahli: 1. maka menimbulkan respons yang tertentu sesuai dengan stimulasi yang diberikan. dengan menciptakan lingkungan dan menyediakan peralatan yang menyediakan kesempatan pada anak untuk belajar dan berkembang. berdasarakan penelitian Pavlov dalam mengamati perilku hewan. bahwa jika hewan diberi stimulus tertentu. dan (8) lakukanlah diagnosis terhadap anak yang mengalami kesulitan terhadap pembelajaran. 2. Teori perkembangan. Kegiatan pembelajaran selain melatih kemampuan berfikir logis dan abstrak. Dari kedua teori di atas.(2) kegiatan pembelajaran harus mampu menghubungkan antara berbagai pengetahuan yang telah dimiliki anak dengan berbagai topik yang diajarkan dalam tema-tema pembelajaran. 2.

untuk membentuk dan mengembangkan perilaku anak. Gaya mengajar.20 Pembukaan: jurnal Pagi: o Salam pagi hari o Ikrar & berdoa bersedia. Jika guru menginginkan anak didik mereka untuk belajar baca tulis. berikut beberapa contoh model pembelajaran yang dapat diberikan pada anak. 1) Model Pembelajaran bermain Kreatif Pada model pembelajaran bermain kreatif. Sementara teori kedua mengarahkan guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang berpusat pada anak. kembangkanlah jenis-jenis serta alat permainan yang mengundang anak bermain sekaligus melalui permainan tersebut anak belajar baca tulis. membicarakan kegiatan kemarin dan kegiatan yang akan dilakukan hari ini. Janganlah memaksa anak belajar dengan memberikan Pekerjaan Rumah (PR). metode dan media yang disediakan oleh guru hendaknya berpusat pada karakteristik. kegiatan pembelajaran berbasis pengembangan kecerdasan jamak (multiple intellegence) pada anak yang berbasis pada tema. Secara operasional. Bermain kreatif dalah kegiatan bermain yang memberikan kebebasan pada anak untuk berimajinasi. metode serta materi yang diberikan oleh guru sangat menentukan respon anak selanjutnya. boleh dipimpin oleh salah satu anak yang STRATEGI PENGEMBANGAN Materi Gerak senam sederhana Metode Praktik langsung Out door Media Tape Recorder Kaset Pengalaman belajar & urutan kegiatan . Kegiatan inti: ASPEK PENGEMBANGAN DAN INDIKATOR Dapat melakukan gerakan bebas mengikuti irma lagu : menyambut kedatangan anak dengan kehangatan dan cinta : anak bersama guru.30-10. Janganlah guru memaksakan anak untuk belajar membaca dan menulis hanya karena tuntutan orang tua yang menginginkan anak mereka segera pintar baca tulis. Materi. o Jurnal pagi : menanyakan situasi dan kondisi anak pagi hari ini.Satu Untuk UNM anak.Guru mengajak anak ke halaman dan membuat lingkaran Assesmen Perkembangan Anak Lisan Perbuatan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 48 . Contoh: Tema Sub Tema : Aku dan Keluargaku : Anggot keluarga dan tugas-tugasnya Alokasi waktu: 08. kebutuhan dan ritme perkembangan anak. bereksplorasi dan menciptakan suatu bentuk kreativitas yang unik.

kegiatan ini berlangsung setelah anak melakukan kegiatan mengukur: . Ukuran: besar-kecil Diskusi Boneka/la minating anggota keluarga Idem Dapat mengucapkan doa ”untuk Ibu dan Ayah” Doa utk ayah ibu dan artinya Praktik langsung Dapat menstempel dengan tangan Stempel tangan Praktik langsung Kertas A4 Cat Air Piring cat Krayon/pe Idem Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 49 . Dilanjutkan dengan berdoa. ayah dan ibu serta saudara2.Suara berdoa lembut dan jelas .Guru menghubungkan antara tugas anak di rumah dengan di sekolah Guru memperlihatkan boneka anggota keluarga Anak diminta untuk diminta mengamati dan mengurutkan mulai dari ukuran tubuh yg terbesar sampai yang terkecil dgn bergantian. tangan dan mata saat berdoa .suasan hening sejenak Cairkan beberapa warna cat air dalam piring kemudian celupkan tangan anak pada cat air tersebut Idem Portofolio hasil kerja anak Tugas anggota Krluarga Bercakap -cakap Dapat membedakan ukuran besar dan kecil: Aku.Sikap tubuh. dsb.) -Guru mulai bercerita tentang anggota keluarga dan tugasnya Diselingi dengan kegiatan bercakapcakap antara anak dan guru serta anak dengan anak lainnya .Satu Untuk UNM Lagu “oh ibu dan Ayah” Guru mengadakan pemanasan Anak bersama guru mulai melakukan gerak-an bebas seirama dengan lagu “Oh Ibu dan Ayah” Gerakan Pendinginan Dapat menjawab pertanyaan tentang terbiasa berbagi dengan anggota keluarga Dapat menjawab pertanyaan sederhana tentang tugas anggota keluarga Berbagi dengan anggota keluarga Bercerita Bercakap -cakap Flanel anggota keluarga Istirahat sejenak Kegiatan ini tergintegrasi antara kegiatan di rumah dan di sekolah: -Guru mengatur posisi duduk anak (Melingkar.

Guru mencontohkan cara bertepuk. guru boleh meminta beberapa anak yg telah terampil bertepuk untuk memimpin. pesan moral o Doa pulang dan salam perpisahan 2) Model Pembelajaran Berdasarkan Minat Model ini merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan di TK atau RA.30-10. umpan balik dan informasi tentang kegiatan besok hari sebagai motivasi bagi anak. Berikut ini disajikan contoh perencanaan model pembelajaran berdasarkan minat: Kelompok Semester/Minggu Tema/Sub Tema Waktu :B : I/I : Diri sendiri/Mengenal Diriku : 7.Satu Untuk UNM nsil warna Buat stempel tangan pada kertas A4. posisi anak menghadap guru. Dapat bertepuk tangan mengikuti irama lagu “sayang Ayah dan Ibu” Bertepuk ikut irama Praktik langsung Tangan Anak Idem Penutup/jurnal siang: o Jurnal siang: review kegiatan satu hari. diikuti semua anak Anak-anak mengulang tepukan tangan. Model pembelajaran ini bermuara dari teori perkembangan yang mengarahkan guru untuk mengadakan pembelajaran yang berpusat pada anak termasuk pada minat-minat anak.15 Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 50 . guru memberi nama anak di bagian belakang kertas Hias stempel tangan tersebut dengan menggambar sesuai keinginan dan kreasi anak Guru meminta anak untuk berdiri dan membuat setengah lingkaran.

karayon. guru membicarakan tugas-tugas diarea yang diprogramkan pada hari itu. pensil warna. Membicarakan tema/subtema (bahasa) Melakukan kegiatan fisik motorik. jenis kelamin.Satu Untuk UNM Indikator 1) Mentaati peraturan yang ada (Pembiasaan perilaku) 2) Menceritakan pengalaman/kejadian secara sederhana dengan urut (Bahasa) 3) Menyebutkan nama diri. 8) Menciptakan 3 bentuk bangunan dari balok (seni) 9) Bertepuk tangan dengan 3 pola (seni) Langkah Kegiatan: 1.  Area yang dibuka setiap hari adalah 4-5 sesuai indikator yang dikembangkan  Kegiatan pembelajaran sebagai berikut:  Area Berhitung/matematika Pemberian tugas membilang dan menyebut urutan bilangan 1-5  Area seni/moorik Menggambar bebas dengan krayon  Area IPA Eksperimen membuat teh manis  Area Balok Menciptakan satu bangunan dari balok  Anak dibebaskan untuk memilih area mana yang disukai  Anak dapat berpindah sesuai dengan minatnya tanpa ditentukan oleh guru Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 51 . alamat rumah dengan lengkap (bahasa) 4) Berjalan maju diatas garis lurus (fisik-motorik) 5) Membilang/menyebut urutan bilangan 1-10 (Kognitif) 6) Mencoba dan mengamati macam-macam rasa (Kognitif) 7) Menggambar bebas dengan berbagai media (kapur tulis. dapat melakukan di luar atau di dalam ruangan Kegiatan inti (Individual di area)  Sebelum melaksanakan kegiatan inti. Kegiatan Awal (Klasikal)   Mengucap salam. nama oran tua. bernyanyi dan berdoa (Pembiasaan) Bercerita tentang penglaman (3-4 anak) setiap hari dan 3-4 orang anak menanggapi (bahasa)   2. arang dan bahan alam) dengan rapi (Seni).

MERANCANG KEGIATAN BELAJAR YANG MENDIDIK Merancang kegiatan belajar merupakan tugas yang penting bagi guru karena guru bertanggung jawab agar pembelajaran efektif. Kegiatan akhir (Klasikal)    Bertepuk tangan dengan 3 pola Diskusi tentang kegiatan hari ini dan menginformasikan kegiatan esok hari. tema. berdoa. dan keterampilan dan pengetahuan. bermain. Memilih Strategi Pembelajaran Menurut Moeslichatoen (2000) memilih strategi Yang akan digunakan dalam program kegiatan Belajar di Taman kanak-kanak guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung pemilihan strategi seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. Untuk mengembangkan kemampuan kognisi anak dapat dipergunakan strategi yang mampu menggerakkan anak agar menumbuhkan berpikir. jumlah anak dapat dibatasi. dan melakukan apa yang dianggap benar berdasar nilai yang ada dalam masyarakat. pengembangan emosi. Karakteristik tujuan Pembelajaran Yang dimaksud dengan karakteristfik tujuan adalah pengembangan kemampuan dasar dan perilaku. dan kemamdirian. a. Selain itu melatih anak menggunakan bahasa untuk berhubungan dengan orang lain. memahami tubuh dan perasaan mereka sendiri. disiplin. pesan moral. mampu menarik kesimpulan dan membuat generalisasi. memungkinkan anak-anak menguasai pembelajaran menyenangkan. pengembangan bahasa. 4. dan pengembangan perilaku terdiri dari : perilaku moral. maka guru diharuskan untuk memotivasi anak agar mau melakukan kegiatan  Bagi area yang membutuhkan pemahaman atau membahayakan. emosional.Satu Untuk UNM  Apabila anak tidak mau melakukan kegiatan di 4-5 area yang diprogramkan. mengenal orang dan benda-benda yang ada. Caranya adalah dengan memahami lingkungan di sekitarnya. menalar. . melatih memahami untuk mengurus diri sendiri. Istirahat/Makan bersama Cuci tangan. pengembangan kreativitas. agama. Adapun kemampuan dasar terdiri dari pengembangan kemampuan kognitif. makan (Berdoa sebelum dan sesudah makan). Menyanyi. pulang 3. pengembangan motorik.  Orang tua/kelaurga dapat dilibatkan untuk berpartisipasi 3. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 52 pembelajaran dikatakan efektif bila sikap.

d. strategi dipergunakan mampu menorong anak mencari dan menemukan jawabannya. berlari. membaca dan menulis. menendang. manusia. Kegiatan Eksplatori Dalam kehidupan sehari-hari anak banyak melakukan eksplorasi terhadap lingkungannya baik dengan benda. Penggunaan tema dalam pembelajaran di taman kanak-kanak adalah suatu hal yang amat penting karena pembelajaran dengan tema relevan dengan karakteristik perkembangan anak yang bersifat holistik. merangkak. binatang. demonstrasi. Guru mengembangkan kemampuan bahasa anak dengan menggunakan strategi yang dapat meningkatkan perkembangan kemampuan berbicara. Perbandingan berbagai Strategi Pembelajaran di TK Menurut Masitoh (2007) Strategi pembelajaran terdiri dari: kegiatan eksploratori. melompat dan melempar. c. senang bereksperimen. Dalam kreativitas anak. senang berbicara. Tema dipilih harus relevan dengan minat anak dan dikembangkan melalui pengelaman langsung serta dimulai dari lingkungan terdekat. dan peristiwa /kejadian Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 53 . mempunyai rasa ingin tahu kuat. strategi yang dipilih adalah strategi yang dapat menggerakkan anak untuk meningkatkan mengembangkan motivasi rasa ingin tahu dan yang mengmbangkan imajinasi. Guru mengembangkan emosi anak dengan menggunakan strategi yang menggerakkan anak untuk mengekspresikan perasaan yang menyenangkan dan tidak menyenangkan secara verbal dan tepat. Melalui tema anak-anak dapat mengembangkan seluruh aspek pengembangannya meliputi perkembangan kognitif.Satu Untuk UNM Guru mengembangkan kreativitas anak. mempunyai imajinasi. b. dan menemukan hubunganhubungan baru. Guru memberi kesempatan anak memperoleh pengalaman yang luas dalam mendengarkan dan berbicara. fisik. tanaman. motorik. anak tidak dapat disuruh duduk diam selama jam kegiatan karena bagi anak TK duduk diam selama jam kegiatan merupakan pekerjaan yang berat. sosial dan emosi. bercakap-cakap. berjalan. Karakteristik Anak Didik Pemilihan strategi perlu diperhatikan karakteristik anak didik yaitu anak sellau bergerak. mendengar. meloncat. Tema Tema merupakan bahan ajar yang disajikan anak. dan pengajaran langsung. bahasa. membuat pertanyaan yang membatu mmecahkan. belajar kooperatif. memikirkan kembali. pemecahan masalah. penemuan terbimbing. Oleh karena itu anak membutuhkan dan menuntut untuk bergerak melibatkan koordinasi otot kasar seperti merayap.

mengamati hasil tindakan. Peran guru dalam hal ini sebagai fasilitator. Kegiatan penemuan terbimbing menggabungkan strategi modelling. anak berbicara kepada anak lainnya. meramalkan. mengamati dan mengidentifikasi). anak berbicara kepada guru. Langkah keempat. bercerita. Bercakap-Cakap Bercakap-cakap adalah salah satu strategi pembelajaran yang menunjukkan interaksi timbal balik antara guru dan anak. Penemuan Terbimbing Tujuan dari penemuan terbimbing bagi anak-anak adalah agar anak-anak dapat membuat hubungan dan membangun konsep melalui interaksi dengan benda dan manusia. Peran guru mendorong anak mengemukakan gagasannya sendiri. Untuk menghargai kegiatan dan penemuan anak. mencatat apa yang terjadi. menyadari adanya masalah (memahami. penghargaan yang efektif.Satu Untuk UNM . Merumuskan hipotesis/dugaan-dugaan sementara (memikirkan alasanalasan yang tepat mengapa sesuatu terjadi. merumuskan kesimpulan dari hasil-hasil tindakannya. mengkomunikasikan hasil (mengemukakan apa yang terjadi. Melakukan eksperimen (menguji ide).Melalui kegiatan ini anak membangun pengetahuannya sendiri sehingga dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya dari berpikir kongkrit menuju berpikir abstrak. Penggunaan metode pemecahan masalah bagi anak mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: Langkah pertama. Langkah kedua. membuat perkiraan yang didasarkan pada pengalaman dan meramalkan). Langkah ketiga. membuat perencanaan untuk ekspeimen selanjutnya dengan suatu hipotesis baru). serta mengembangkan gagasan tersebut secara luas kepada orang lain yaitu teman-teman/gurunya Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 54 . guru berbicara kepada anak . Peranan guru adalah untuk menyediakan alat dan informasi yang dibutuhkan yang dapat mendukung kemajuan anak melalui pengembangan kemampuan dasar. Pemecahan Masalah Melalui strategi pemecahan masalah. do-itssignal dan pertanyaan. guru menggunakan strategi reflksi katakata dan refleksi tingkah laku. Menggambarkan kesimpulan. Langkah kelima. mengumpulkan informasi. mengkomunikasikan. anak-anak merencanakan.

anak senang berteman. Pengajaran Langsung Pengajaran langsung/ bercerita. bila ini terjadi. misalnya.. Langkah 1 Meminta perhatian anak Langkah 2. bermain bersama dan bekerja dalam kelompok kecil. untuk mengajarkan cara berbicara melalui telepon.Satu Untuk UNM Belajar Kooperatif Belajar kooperatif adalah sebagai suatu strategi pembelajaran yang melibatkan anak-anak untuk bekerja sama dalam kelompok kecil. kebinguingan dalam konsep moral mempengaruhi keputusan moral. adapun langkah-langkahnya sebagai berikut. dalam implementasinya pengajaran langsung dapat dikombinasikan dengan strategi yang lainnya. 4. anak berpartisipasi dalam tugas-tugas bersama yang telah ditentukan dengan jelas. Sejak anak pandai berbahasa pada usia 2-3 tahun pendidika moral berlangsung dengan pesat melalui interaksi menerapkan ajaran-ajaran moral seperti tidak boleh berbohong. dan proses belajar dipersulit oleh sejumlah faktor: 1. perlu diberikan dengan reaksi yang menyenangkan sepeti : pujian. kebingungan akan memperlambat proses belajar. dibiasakan mengucapkan terima kasih pada orang lain bila diberi sesuatu. Belajar meresapi nilai-nilai moral kelompok membutuhkan waktu. 3. sebaliknya pada 55 dan bagaimana Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . bila terdapat konflik antara aturan di rumah dan aturan di sekolah. dukungan dan hadiah. dapat berupa kata-kata atau tindakana yang ditunjukkan sesuai petunjuk guru. Menunjukkan sesuatu kepada anak Langkah 3.akan melemahkan motivasi anak menerima konsep moral. Meminta tanggapan /respons anak terhadap apa yang mereka lihat. Strategi Pengembangan Moral. setelah guru memberikan penjelasan singkat kepada anak. 2. Selain itu penanaman perilaku moral akan lebih berhasil. Peran guru dalam hal ini mendukung anak untuk belajar bersama. kegiatan belajar dapat dilaksanakan melalui praktek lansung yang diberi kesempatan untuk belajar berkomunikasi melalui telepon di area bermain drama. Emosi dan Sosial Perilaku moral adalah perilaku yang sesuai dengan tata cara yang ada di masyarakat. Belajar kooperatif agak mudah dilaksanakan karena pada masa ini aspek perkembangan sosial anak sedang berkembang dengan pesat . Demonstrasi Demostrasi adalah strategi pembelajaran yang dilaksanakan dengan cara memperlihatakan bagaimana proses terjadinya/cara bekerjanya sesuatu tugas-tugas itu dilaksanakan. ini diberikan dengan pelajaran yang cepat dan memberikan contoh kepada anak dalam bentuk perilaku. tidak boleh mengambil barang orang lain. kebingungan yang menyebabkan anak mempertanyakan konsep keadilan.

Anak didik mampu mengembangkan pengetahuan yang sudah diketahui dengan pengetahuan yang baru diperolehnya. Secara rinci dikemukakan sebagai berikut : a. Berdasarkan tujuan pengembangan daya cipta maka dapat dilihat bahwa daya cipta harus ada dalam pengembangan bahasa. Memberi kesempatan untuk mengolah lingkungan atau membangun dunia se3cara aktif f. Menurut Vigotsky. Agar anak dapat menghargai dan mencintai isi alam sebagai ciptaan Tuhan g. Pengembangan daya cipta diarahkan kepada : a. maka pertama harus dipahami tujuan pengembangan daya pikir dan tujuan pengembangan daya cipta Tujuan pengembangan daya pikir adalah agar anak didik mampu menghubungkan pengetahuan yang sudah diketahui dengan pengetahuan baru yang diperolehnya. Pengembangan imajinasi. Mengembangkan kemampuan berpikir logis dan pengetahuan akan ruang dan waktu b. Menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah c.1992. manusia itu lahir dengan seperangkat fungsi kognitif dasar yakni kemampuan memperhatikan. Agar anak dapat berpikir secara kreatif. Tujuan pengembangan daya cipta adalah kegiatan untuk membuat anak kreatif yaitu: lancar. Pengembangan kemampuan mengelola perolehannya b.Satu Untuk UNM perbuatan yang tidak baik dihubungkan dengan reaksi yang tidak menyenangkan seperti pengasingan sementara. Dengan demikian lambat laun pada anak akan terbentuk kesadaran bathin atau kata hati. Strategi Pengembangan Kognitif dan Kreativitas Anak TK Dalam memilih strategi pengembangan kognitif dan kreativitas anak. Mengembangkan imaqjinasi melalui bermacam-macam kegiatan e. Jadi penilaian baik dan buruk tidak lagi datang dari luar tetapi datang dari dalam dirinya sendiri. mengamati dan mengingat ( Dworetzky. dan jasmani. berpikir serta berolah tangan dan berolah tubuh sebagai latihan motorik halus dan motorik kasar. d. anak akan bangga dan bahagia jika melakukan perbuatan baik dan sebaliknya anak akan merasa malu dan bermasalah jika anak melakukan yang kurang baik 5. c. Mengembangkan kemampuan memahami sesuatu dengan cara melihat bermacammacam hubungan antar satu obyek dengan obyek lain berdasarkan perbedaan atau persamaan. 27 ) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 56 . daya pikir. fleksibel. dan orisinil dalam bentuk kata-kata. keterampilan.

Strategi Bermain 2. Pada anak. kemudian menggunakannya atau mereproduksikannya. Bercerita 7. Proyek 6. dan biaya relative murah. 6. 3. Strategi menggambar dan melukis Strategi mencoret-coret Strategi menyanyi Strategi membuat karya Misalnya anak diharapkan untuk dapat mengembangkan imajinasi dan mampu mengembangkan ekspresi dirinya maka strategi yang dianggap lebih tepat untuk dipilih digunakan adalah strategi menggambar dan melukis. Demonstrasi 5. Disinilah keterampilan guru sangat dibutuhkan dalam memilih strategi yang tepat sehingga betul-betul anak dapat mengembangkan kognitif dan kreativitasnya. Disebabkan kegiatan menggambar dan melukis tampaknya yang paling sering dilakukan karena kegiatan ini dapat dilakukan di mana saja. Pemberian Tugas Semua strategi tersebut di atas dapat digunakan oleh guru dalam mengembangkan kognitif dan kreativitas anak. Bercakap-cakap 4. kapan saja. kegiatan menggambar dan melukis tampaknya yang paling sering Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 57 . Strategi Pengembangan Seni Anak TK Pengembangan seni anak dapat juga dilakukan dengan berbagai strategi. maka strategi yang cocok digunakan adalah pemberian tugas atau praktek langsung . guru jangan pernah lupa tentang tema dan sub tema yang diajarkan yang tentu berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut . Misalnya menghubungkan konsep bilangan dengan lambang bilangan 1-10. Strategi Karya Wisata 3. Dengan demikian maka strategi yang dapat digunakan adalah : 1. 2. yang tentu guru diharapkan jangan pernah melupakan tujuan yang akan dicapai dalam pengembangan seni tersebut Adapun strategi yang dimaksud adalah : 1.Satu Untuk UNM Jadi pada prinsipnya seseorang memperoleh pengetahuan. sangat tergantung pada kemampuan berpikir atau kognisinya. 4. menyimpannya. Hal memilih strategi.

Strategi menari Strategi bermain peran Strategi drama Strategi latihan fisik Strategi pantomin Strategi berbagai olah gerak Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 58 . Strategi demonstrasi 7. Maka strategi dalam pengembangan fisik-motorik anak ada beberapa yang dapat digunakan adalah : 1. 3. Strategi permainan bahasa 3. 2. Strategi mengucapkan syair 8. 7. Kemampuan dasar ini merupakan sarana komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan anak untuk menyertakan pikiran dan perasaan kepada orang lain. Strategi pengembangan fisik-motorik anakTK Pengembangan fisik-motorik anak adalah merupakan suatu cara yang dapat digunakannya di dalam melakukan gerakan yang bagus. 5. Strategi karya wisata Semua strategi tersebut di atas dapat saja dilakukan dan dipilih dalam untuk mengembangkan bahasa anak. membangun sesuatu. 8. Strategi Pengembangan Bahasa Anak TK Pengembangan kemampuan berbahasa merupakan salah satu kemampuan dasar yang dimiliki anak TK. Strategi bercerita 2. misalnya menumbuhkan rasa sosial anak mengutarakan buah pikirannya tentang sesuatu. maka guru dapat memilih strategi bercakap-cakap sehingga anak dapat mengutarakan informasi. kapan saja. Strategi bercakap-cakap 5. 4. menari. 6. Strategi bermain peran 9. berlari. Strategi Tanya jawab 6. semua seni dan hasta karya.Satu Untuk UNM dilakukan mengingat kegiatan ini dapat dilakukan di mana saja. Strategi sandiwara boneka 4. perasaannya dan pendapatnya tentang sesuatu itu. Maka strategi pengembangan bahasa adalah : 1. dan biaya yang relatif murah. hanya tetap perlu diingat bahwa tema dan sub tema apa yang sedang dilaksanakan oleh guru dalam pembelajaran tersebut.

memberikan gambaran mungkin anak sedang mengalami suatu masalah tertentu. anak tiba-tiba menunjukkan perubahan sikap tertentu. Misalnya. Oleh karena itu masalah anak dapat dilihat dari berbagai perilaku yang ditampakkannya. kekuatan dan kelenturan otot. keselarasan gerak tubuh. cenderung anak tidak dapat menjawabnya. Pada dasarnya perubahan perilaku yang tiba-tiba pada anak adalah wajar. maka strategi menari dapat dipilih sebagai strategi dalam pembelajarannya. Teknik observasi memberikan kesempatan kepada guru untuk mengetahui berbagai masalah yang dihadapi anak berdasarkan tingkah laku yang ditunjukkan anak. Pengamatan (observasi) Pengamatan (observasi) adalah suatu teknik yang dapat dilakukan guru untuk mendapatkan berbagai informasi atau data tentang perkembangan dan permasalahan anak. Namun bila perubahan perilakunya sering ditunjukan anak selama proses pembelajaran di taman kanak-kanak. Observasi dilakukan dengan cara mengamati berbagai perilaku atau perubahan yang terjadi (nampak) yang ditunjukkan anak selama kurun waktu tertentu. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1. Anak seringkali menunjukkan perubahan perilaku yang tiba-tiba. Perencanaan Penilaian Proses Belajar Anak di TK Penilian Proses Belajar Anak TK dapat dilakukan dengan berbagai cara/teknik antara lain. atau anak mendapatkan perlakukan yang tidak menyenangkan dari lingkungannya. Namun agar Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 59 . C. sehingga bila anak ditanya apakah anak sedang punya masalah tertentu. baik yang berkaitan dengan diri sendiri atau dengan lingkungannya. Melalui pengamatan. a. Anak umumnya belum dapat mneyadari bahwa dirinya mengalami suatu masalah tertentu. Misalnya. Teknik ini dilakukan hanya dengan cara mengamati dan tidak melakukan percakapan (wawancara) dengan anak yang sedang diamati.Satu Untuk UNM Pada semua pengembangan yang telah disinggung di atas. tetapi beberapa waktu kemudian berubah menjadi pemurung dan tidak mau diajak berbicara. guru dapat mengetahui bagaimana perubahan yang terjadi pada anak dalam satu waktu tertentu. anak diharapkan memiliki keseimbangan. ketika masuk ke dalam kelas anak menunjukkan sikap yang tenang dan menyenangkan. karena anak cenderung tidak mampu menutupi berbagaipermasalahn yang dihadapinya. juga sama dengan pengembangan fisik dan motorik ini misalnya. mungkin anak saat itu sedang sakit.

.... Sementara untuk format yang bersifat tidak terstruktur................... Contoh pedoman observasi yang tidak terstruktur dapat dilihat dalam format sebagai berikut: Pedoman A............ Hasil Observasi No............................. guru/observer dapat membuat suatu kesimpulan dari hasil observasi yang telah dilakukan.... Hari/tanggal observasi observasi tentang aktivitas anak taman kank-kank saat proses pembelajaran berlangsung (tidak terstruktur) : ................. Dari hasil kegiatan observasi.......................................................................... Kelas/Kelompok C... * pernyataan dapat diperbanyak................................................................................ Dengan pedoman ini................................ Pedoman observasi yang digunakan guru di taman kanak-kanak dapat berbentuk daftar cek (ceklist) yang bersifat terstruktur dan yang bersifat tidak terstruktur................ maka guru dapat membuat dan menggunakan pedoman observasi.. 3........................................ ................. Observer/Guru (.... 2............................ .........................Satu Untuk UNM proses pengamatan yang dilakukan guru lebih terarah... D............. apa yang diobservasi dapat berfokus dan tidak berpindah pada aspek-aspek yang lain.. : ...................... 4... pengisiannya berupa narasi atau bentuk pernyataan perilaku yang ditunjukkan anak selama masa pengamatan............ Kesimpulan : ............................................... Pedoman observasi adalah suatu format pernyataan yang dijadikan pegangan oleh guru selama proses pengamatan berlangsung. .................. : ................................... Sikap anak ketika ada anak yang bermain-main selama guru sedang membnerikan penjelasan.........................................................) Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 60 ......... pengisiannya cukup dilakukan dengan cara memberikan tanda cek (O) pada pernyataan yang menunjukkan perilaku yang ditampakkan anak................. Nama anak B................... Aspek yang diobservasi 1................ Sikap anak ketika guru bertanya..... Format yang bersifat terstruktur.................... Sikap anak ketika anak sedang melakukan suatu pekerjaan/tugas yang diminta guru........ Sikap anak ketika guru memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan ditempuh pada hari ini.................................................................

... Observasi memungkinkan pencatatan yang serempak untuk beberapa responden (yang diobservasi)............ Waktu yang digunakan tidak terlalu lama karena guru cukup memberikan tanda cek atau gambaran perilaku yang ditampakkan anak terhadap pernyataan yang ada dalam format observasi....... Kegiatan Menjawab Bertanya ketika guru ketika guru bertanya menerangkan Anak didik Memperhatikan apa yang diterangkan guru Bermain-main dengan teman didekatnya 1............. Nadila 4...................... khususnya bila menggunakan pedoman observasi yang terstruktur.......... Desi * Jawaban diberi tanda cek (O) Pernyataan dan jumlah anak dapat diperbanyak..... Kelas/kelompok B........................................................... Tidak membutuhkan biaya yang besar..... Observer/Guru (............. Hari/tanggal observasi : ................ ..................... Budi 5......................... b......................... Sinta 2... C..................................... dan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 61 .... Andi 3.................................................................... Kesimpulan: ................................) Kelebihan dan Kelemahan Observasi Kelebihan Observasi a... c. : ..............................................Satu Untuk UNM Contoh pedoman observasi yang terstruktur dapat dilihat dalam format sebagai berikut: Pedoman observasi tentang aktivitas anak taman kanak-kanak saat proses pembelajaran berlangsung (terstruktur) A...................

misalnya senang. dan e. ragu-ragu dan tidak senang. seperti cuaca. Teknik pengumpulan dilakukan hanya dengan cara mengamati saja. Teknik wawancara terbagi atas dua bentuk. d. Guru hanya mengamati perilaku yang nampak pada anak. berbagai kegiatan yang berlangsung tiba-tiba. Dengan wawancara. b. guru dapat menggali lebih jauh kondisi obyektif anak. Observasi banyak tergantung kepada faktor-faktor yang tidak dapat dikontrol. tidak perlu menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan objek yang sedang diobservasi. b. Perilaku yang nampak belum tentu menggambarkan masalah atau perkembangan yang sebenarnya pada anak. Kelemahan Observasi a. c. Timbulnya suatu kejadian yang hendak diobservasi tidak selalu dapat diramalkan sebelumnya oleh guru sebagai observer sehingga sukar untuk menentukan waktu yang tepat untuk melakukan observasi. yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tak terstruktur. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . Dengan menggunakan pedoman wawancara yang tidak terstruktur. Wawancara Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data yang dapat dilakukan oleh guru untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan dan permasalahan anak dengan cara melakukan percakapan langsung baik dengan anak maupun dengan orang tua. kurang mendapat informasi yang mendalam tentang permasalahan atau perkembangan yang terjadi pada anak. Pewawancara membacakan pernyataan yang ada dalam pedoman tersebut dan menanyakan kepada responden (anak/orang yang diwawancara) tentang jawabannya sesuai dengan pernyataan dalam skala yang telah disiapkan. Jawaban cukup dilakukan dengan cara memberikan tanda cek (O) pada kolom yang sesuai dengan jawaban responden. Sedangkan wawancara tak terstruktur adalah wawancara dengan menggunakan pedoman wawncara (pokok-pokok pernyataan) dan pewawancara merumuskan/mengemukakan pertanyaan secara lisan berdasarkan pokokpokok yang akan ditanyakan tersebut. Apabila objek observasi mengetahui bahwa ia sedang diobservasi maka cenderung dapat bertingkah yang dibuat-buat. Wawancara terstruktur adalah wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan tertulis (kuesioner) dan jawabannya sudah disediakan yang berbentuk skala. Di akhir pelaksanaan wawancara. guru dapat lebih baik mengembangkan pertanyaan sehingga dapat diperoleh jawaban yang lebih luas dan mendalam. guru/pewawancara menarik suatu kesimpulan berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh.Satu Untuk UNM d. dan sebagainya.

Satu Untuk UNM
Contoh pedoman wawancara yang terstruktur dapat dilihat dalam format sebagai berikut: Pedoman Wawancara (Terstruktur) A. Nama anak yang diwawancara B. Usia C. Jenis Kelamin D. Tanggal wawancara E. Tempat wawancara F. Wawancara ke : ...................................................................... : ...................................................................... : ...................................................................... : …………………………………………………. : …………………………………………………. : ………………………………………………….

Aspek sosial No. Pernyataan Senang 1. Apakah kamu senang atau tidak main di TK ini? 2. Kalau ada teman yang berkelahi, kira-kira kamu senang tidak melihatnya? 3. Senang atau tidak, bila misalnya ada teman yang kelihatan sayang kepada teman lain? 4. Rasanya senang atau tidak kalau ada teman yang atau memberi sebagian bekalnya sama kamu? * Jawaban diberi tanda cek (O) Pernyataan dapat diperbanyak G. Kesimpulan wawancara Pewawancara/Guru

Ragu-ragu

Tidak Senang

: ...................................................................................

(..............................)

Contoh pedoman wawancara yang tidak terstruktur dapat dilihat dalam format sebagai berikut: Pedoman Wawancara (Tidak Terstruktur)
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

63

Satu Untuk UNM
A. Nama anak yang diwawancara B. Usia C. Jenis Kelamin D. Tanggal wawancara E. Tempat wawancara F. Wawancara ke : ...................................................................... : ...................................................................... : ...................................................................... : …………………………………………………. : …………………………………………………. : ………………………………………………….

Aspek sosial No. Pernyataan Hasil Wawancara 1. Teman yang disenangi dalam bermain ketika belajar di TK 2. Bekerjasama anak dengan anak lain ketika mengerjakan tugas di dalam kelas. 3. Berbagi dengan anak lain yang tidak membawa bekal makanan 4. Menunggu giliran ketika bermain bersama di dalam kelas maupun luar kelas. * Pernyataan dapat diperbanyak G. Kesimpulan wawancara Pewawancara/Guru (..............................) : ...................................................................................

Syarat utama dalam melaksanakan teknik wawancara, guru harus menciptakan rapport (hubungan yang akrab/menyenangkan) dengan responden. Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah: a. Menjelaskan maksud dan tujuan diadakan wawancara serta mengapa responden dipilih untuk diwawancara. b. Mempersiapkan penampilan diri sebaik mungkin baik sikap, cara bertanya, berpakaian dan cara mencatat jawaban. Dalam melaksanakan wawancara, tidak selamanya pewawancara atau guru mendapatkan jawaban yang jelas, apalagi wawancara dilakukan terhadap anak-anak. Jika jawaban dari responden tidak jelas, maka pewawancara dapat melakukan probing, yaitu dengan cara:
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 64

Satu Untuk UNM
a. Mengulangi pertanyaan yang sama. b. Mengulangi atau menyebutkan kembali jawaban responden c. Tidak memberikan komentar atau tanggapan terhadap jawaban responden beberapa saat. d. Memberikan perhatian khusus terhadap jawaban responden dengan cara: membenarkan atau menyela jawaban. e. Memberikan komentar yang netral. Fungsi dari probing adalah: a. Membimbing responden untuk memberikan jawaban yang akurat atau sekurangkurangnya masuk akal. b. Membimbing responden agar memberikan jawaban yang komprehensif. Kelebihan dan kelemahan wawancara Kelebihan wawancara a. Bersifat fleksibel (luwes), rumusan pertanyaan dapat berubah, isi/pengertian tetap disesuaikan dengan kondisi responden atau situasi wawancara. b. Informasi yang diperoleh lebih mendalam, terutama bentuk pedoman wawancara yang tidak terstruktur. c. Tingkat pengembalian jawaban dari responden tinggi. d. Reaksi responden dapat diamati e. Urutan dan susunan pertanyaan dapat dikonstruk oleh pewawancara. f. Dapat mencatat jawaban yang spontan. g. Dapat mengontrol lingkungan. Kelemahan wawancara a. Memakan waktu yang cukup lama. b. Waktu wawancara sulit dibatasi terutama bila berkaitan dengan informasi informasiinformasi lain yang perlu penjelasan lebih mendalam. c. Pewawancara hanya berhadapan dengan satu orang dan tidak dapat melaksanakannya serempak untuk beberapa orang atau anak. d. Praduga/bias dari pewawancara terhadap jawaban responden e. Sangat tergantung kepada kesediaan dari kedua belah pihak f. Perlu penguasaan bahasa yang baik dari pewawancara atau guru sehingga orang tua atau anak yang diwawancara dapat memberikan berbagai informasi yang diperlukan.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

65

................... kondisi fisik dan kesehatan anak............................................................................................. : .................................................................................... Identitas orang tua 1................................................ Agama d......... Data atau informasi yang dapat dikumpulkan guru melalui teknik angket ini dapat berkaitan dengan data tentang identitas anak.............................................. c................. dan sebagainya.................... : ..................... guru juga dapat membuat angket sesuai dengan kebutuhan................. : Orang tua / Wali : Anak ke ................... Ayah a. : ...... Alamat e............... makan.............................................................................. misalnya kebiasaan anak dalam berprilaku........ bersaudara : .............. kebiasaan tidur.......................................................................................................... Nama c.... Tidak menggunakan kata-kata yang negatif dan menyinggung perasaan responden............. b........ identitas orang tua............ : .... Selain data umum........ dari .... : ............. Identitas anak Nama Jenis Kelamin Kelas/kelompok Tempat tanggal lahir Suku bangsa Agama Tinggal bersama Posisi anak dalam keluarga Alamat B................................................................ : ................... Pertanyaan tidak bersifat memaksa responden untuk menjawab Contoh angket yang dapat digunakan guru dapat dilihat dalam format berikut: Angket A.... Angket (kuesioner) Angket (kuesioner) merupakan alat pengumpul data berupa daftar pertanyaan yang disampaikan kepada orang tua untuk mendapatkan data secara umum tentang anak dan hal-hal yang berkaitan dengan anak......... Dalam menyusun angket (kuesioner) guru perlu mengikuti beberapa petunjuk ssebagai berikut: a............................. pola pengasuhan orang tua di rumah.Satu Untuk UNM c...................................... Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 ......................... Menggunakan kalimat sederhana tetapi jelas dan mudah dimengerti.... : ........................................... : ..................... : ..................................... : ....................................... b........... Pekerjaan : ....................... Tempat tanggal lahir : ..............................

.............. Melinting rambut c................................ Tidak dapat menilai ekspresi wajah............................................. : .... : .......Satu Untuk UNM 2... Agama d................ : ........ b.......................................... : ....................... : ........ Berontak bila marah d........ Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 ............................................................... Penyakit yang pernah diderita :................... : ........... karena angket membutuhkan kemampuan untuk menulis................................................................. karena teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan format isian.............. a.... Jawaban bisa saja tidak sesuai dengan kenyataan........................................................................... Menghisap jari : ..................... Kondisi fisik D........ C............................ Alamat e................................................................. Ibu a....... responden tinggal mengisinya c............................................... Tinggi badan b... : ... Waktu yang dibutuhkan untuk pengumpulan data relatif singkat.... Nama c................................................................................................... dimungkinkan responden menjawab apa yang diinginkan oleh penamya............. : ................................... Sulit tidur g............................................. d.................................. Kondisi Fisik dan Kesehatan c............... c.................... Berat badan d...... Biaya relatif murah Kelemahan : a. : utuh / cacat : : ............................. Cara pengisian mudah karena instrumen (alat) pengumpul data sudah memuat daftar isian............. Tempat tanggal lahir : ......... Dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat terkumpul data dalam jumlah yang relatif banyak................................................................. : .. Kelebihan dan kelemahan angket Kelebihan : a................. : ............................................. b..... b...................... Pekerjaan a....... Instrumen khususnya diarahkan pada orang tua...................................... Kebiasaan anak b............................. Menggigit kuku/benda lain : .................... Ngompol f............................................. Memukul / mencubit e.................... : ..........................

........ Mencatat peristiwa yang bersifat insidental c.......... Pencatatan bersifat runtut............ Catatan Anekdot Catatan anekdot adalah suatu teknik pengumpulan data yang bersifat pengamatan (observasi)..... f.............Satu Untuk UNM d..... reaksi/tingkah laku anak................ d.................. Teknik ini teknik mengadakan komunikasi dengan anak yang diamati.............. E............ anak-anak banyak bertanya....................................................... guru mengajak anak untuk mendengarkan cerita......... akhirnya Dani mau pindah tempat... Anak-anak diajak untuk berpindah tempat duduk dan semua anak mengikuti perintah guru kecuali Dani.. Apa yang dicatat bukan berbentuk interprestasi e. Guru melihat kondisi dan meminta Dani untuk mau menceritakan kembali apa yang disampaikan guru..................... dan hanya mencatat peristiwa yang betul-betul bermakna............ F............................ Terdiri atas kata-kata yang menggambarkan situasi/peristiwa yang sebenarnya.................................... karena guru selaku pengamat hanya mencatat berbagai peristiwa yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung atau ketika anak bermain di luar kelas........................ Pencatatan sebaiknya segera dilakukan setelah peristiwa terjadi.................. Beberapa petunjuk yang dapat digunakan guru dalam membuat catatan anekdot adalah: a......... Kegiatan : ......... D...................... catatan anekdot tidak dibuat sebelumnya....... Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 ........... Tanggal peristiwa : ... catatan dibuat oleh guru setelah peristiwa terjadi.............. Guru mengajak Dani untuk pindah tempat duduk ”Dani sekarang kita pindah duduknya di karpet yu”.................. akhirnya Dani mau bercerita........ Ketika guru sedang bercerita....... B................. : ... Pengamat H.............. Waktu peristiwa : ................... b..... : ............ : .............. ucapan) dan bermakna......... Cara menggambarkannya hendaknya khusus (kejadian.................................. Hasil Observasi Ketika pembelajaran di dalam kelas berlangsung........................... C.......... Dani hanya diam saja. peristiwa demi peristiwa disebutkan secara berurutan......... G................................... Nama anak Usia Jenis kelamin : ..................... Dani saat itu diam saja dan guru kembali mengulangi ucapannya... Contoh format catatan anekdot dapat dilihat berikut ini: Catatan Anekdot A...................................

.... tapi Dani tidak mau beranjak dari duduknya.. Guru tidak perlu memiliki kemampuan atau latihan khusus b. Bu Guru mengajak Dani untuk berpindah duduk... Sulit melakukan coding (pengklasifikasian) terhadap pencatatan anekdot e...... Kondisi. Sangat tergantung pada kemampuan daya ingat pengamat b. Berdasarkan bukti-bukti pengalaman belajar peserta didik tersebut. Pengamat. Pengamat atau guru dapat memperoleh informasi atau kejadian yang tidak terduga sebelumnya.Satu Untuk UNM Setelah bercerita. namun Dani memerlukan perhatian khusus dari guru untuk senantiasa mendorong Dani terlibat dalam suatu kegiatan.... Kelemahan catatan anekdot a. guru dapat melihat tingkat perkembangan motorik halus peserta didik... Interprestasi Dani pada dasarnya memiliki keinginan untuk mengikuti kegiatan yang terjadi di dalam kelas.. Penilaian Portofolio di TK Portofolio diartikan sebagai bukti-bukti pengalaman belajar peserta didik yang dikumpulkan sepanjang waktu (satu semester atau selama setahun).. hal tampak bilamana guru mengajak.. Pengamatan biasanya bersifat terbuka c. Guru bertugas hanya mencatat dan menemukan hal-hal yang penting saja. c. Guru meminta anak-anak untuk kembali ke tempat duduk semula..) Kelebihan dan kelemahan catatan anekdot Kelebihan catatan anekdot a. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 .... d.... I. (.. dan Dani akhirnya mau... suasana dan mimik responden tidak tergambarkan dalam catatan anekdot dapat menimbulkan interprestasi yang keliru.

sedangkan pengukuran produk merujuk kepada segi kualitas hasil. semuanya inilah yang akan diberikan penilaian. Tujuan penilaian adalah untuk menghasilkan sejumlah keputusan pembelajaran dan administratif yang snagat berguna bagi pemeliharaan dan peningkatan mutu proses belajar mengajar yang diharapkan bermuara pada peningkatan mutu pendidikan dan peningkatan kualitas manusia Indonesia seutuhnya. b. Perencanaan Penilaian Program Kegiatan Pembelajaran Pada pelaksanaan pembelajaran pada Anak Usia Dini (TK) ada hal-hal tertentu yang harus diperhatikan. Dalam tes tindakan. Tes Non Tes Tes. Mingguan dan Program kegiatan hari ini. b) Non Tes Non tes ini dilakukan seperti yang telah dikemukakan di atas yaitu: Observasi Wawancara Angket dan Catatan anekdot Portofolio 3. 2) Tes Tindakan Tes tindakan dimaksudkan untuk mengukur keterampilan peserta didik dalam melakukan suatu kegiatan. yang dimaksud dalam penilaian hasil belajar di TK. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . misalnya bagaimana guru membuat program semester. Pengukuran proses merujuk kepada pengukuran keterampilan dari kemahiran peserta didik melakukan suatu kegiatan. Sekaitan dengan hal tersebut pada bagian ini akan dibahas mengenai berbagai kegunaan hasil tes dalam konteks proses belajar mengajar dan Administrasi kelas.Satu Untuk UNM 2. Tes lisan digunakan untuk mengevaluasi hasil belajar berupa kemampuan untuk mengemukakan pendapat-pendapat atas gagasan-gagasannya secara lisan. Pada intinya aa dua unsur yang bisa dijadikan bahan penilaian dalam tes tindakan yaitu proses dan produk. Perencanaan Penilaian Hasil Belajar di TK Penilaian hasil belajar di TK dapat dilaksanakan dengan cara a. persoalan disajikan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. adalah: 1) Tes lisan Tes lisan dilakukan dalam suatu komunikasi langsung antara guru dan peserta didik.

peserta didik tersebut dipandang telah menguasai bahan pelajaran yang bersangkutan dan siap untuk mengikuti program atau satuan pelajaran berikutnya. untuk tahun berikutnya perlu pula dipertimbangkan penggunaan cara yang lebih baik dalam mengerjakan bahan yang bersangkutan.\ Sebagai catatan. Implikasi hasil tes bagi setiap peserta didik Pertimbangan-pertimbangan implikasi hasil tes bagi para peserta didik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 .Satu Untuk UNM a. Menurut Purwanto (1984-143) mengemukakan sejumlah patokan sebagai berikut: 1) Bila mayoritas peserta didik (sekitar 60% atau lebih) gagal dalam mengerjakan suatu tes misalnya: maka perlu diulang kembali pengajaran mengenai bahan yang berhubungan dengan soal (pertanyaan) bagi seluruh anak 2) Bila kurang 60% yang gagal menjawab pertanyaan. Administrator juga dapat menggunakan data penilaian untuk melengkapi laporanm-laporan kepada orang tua. bahwa bila persentase peserta didik yang gagal 60% atau lebih (seperti pada butir a di atas). Implikasi hasil tes bagi proses belajar Dalam kaitan dengan perbaikan proses belajar mengajar ditetapkan tolok ukur tertentu sebagai batas keberhasilan sebuah proses belajar mengajar. maka masih dapat dizinkan untuk mengikuti program atau satuan pelajaran berikutnya. pengajaran. dapat dipergunakan ketentuan sebagai berikut: 1) Bila hasil yang dicapai oleh peserta didik dalam tes adalah 75% atau lebih. kepada sekolah juga untuk melengkapi laporan-laporan periodik tentang kemajuan TK kepada instansi atasan yang memerlukan. Apakah metode pembelajarannya Materinya Medianya Tujuannya sudah sesuai Tema dan Sub Tema serta kegiatannya dan lain sebagainya. tetapi kepada peserta didik tersebut perlu diberikan perhatian atau bantuan khusus sehubungan kesulitan yang masih dialaminya. Misalnya: Guru kita mempelajari kembali tentang Satuan Kegiatan Hariannya. 2) Bila hasil yang dicapai oleh peserta didik kurang dari 75%. b. Selain hal tersebut di atas juga perlu diketahui penggunaan hasil penilaian dapat dijadikan sebagai kepentingan administratif. menurut Purwanto. pengulangan kembali bahan yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut peserta didik yang bersangkutan dengan petunjuk dan pengarahan dari guru.

:B Jumat O Bhs 2 V O Kognitif O V O O Seni V O Dan seterusnya Hari/Tgl. ada sejumlah pihak yang terlibat antara lain pengawas. 5. maka pada saat itulah diadakan penilaian dalam proses pembelajaran tersebut bisa dengan menggunakan format observasi atau format wawancara pada setiap anak untuk setiap kemampuan yang akan dicapai dalam SKH tersebut. kepala sekolah. Untuk membantu guru dalam cara-cara mengajar yang baik Untuk membantu status peserta didik dalam hubungannya dengan tujuan pokok kurikulum. hasil-hasil evaluasi itu dapat digunakan. 9 Juli 2010 Nama Anak Afandi Hasna Erin Arif Dan seterusnya Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . harus berdasarkan SKH pada setiap proses pembelajaran untuk dapat dilihat kemampuan apa yang akan dicapai> Misalnya SKH Kelompok B semester I Tema Kebutuhanku dengan indikator mewarnai gambar pisang. Hasil dari observasi atau wawancara pada setiap anak diberi penilaian sesuai dengan tingkat kemampuannya misalnya O bundar kosong. 3. Menganalisis Hasil Penilaian Proses dan Hasil Belajar Untuk Menentukan Tingkat Perkembangan Anak a) Menganalisis hasil penilaian proses pembelajaran Dalam menganalisis hasil penilaian proses pembelajaran di TK. dengan format sebagai berikut: Daftar Nilai Harian Anak Didik Kelompok B Taman Kanak-kanak : Kelompok No 1. mangga dengan krayon/pinsil warna. O bundaran penuh yang masing-masing artinya: O = belum menguasai V = sudah menguasai O = sangat menguasai Hasil dari sinilah yang dimaksukkan pada daftar nilai harian anak didik kelompok B. V tanda ceklis.Satu Untuk UNM Sedangkan untuk kepentingan pengajaran. 2. 2. 4.

d) Menginterprestasikan hasil analisis penilaian proses belajar anak Dalam menginterprestasikan hasil analisis penilaian proses belajar anak. anak didik tersebut masih dapat izinkan untuk mengikuti satuan pelajaran berikutnya. maka anak tersebut dipandang telah menguasai kemampuan yang telah dipelajari dan yang bersangkutan siap untuk mengikuti satuan pelajaran berikutnya. juga harus menggunakan tolok ukur atau mempergunakan ketentuan-ketentuan tertentu yaitu: jika anak didik mencapai 75% atau lebih dari kemampuan yang diharapkan.Satu Untuk UNM Setelah itu nilai dari setiap anak untuk setiap kemampuan dalam sehari. c) Menganalisis hasil penilaian program kegiatan belajar Penilaian hasil program kegiatan belajar harus ditetapkan tolok ukur tertentu sebagai batas keberhasilan sebuah proses belajar mengajar. e) Menginterprestasikan hasil analisis penilaian hasil belajar anak Hasil analisis penilaian hasil belajar anak. dimasukkan ke dalam format rekapitulasi nilai untuk setiap bulan dan dimasukkan ke dalam daftar rekapitulasi dalam satu semester untuk setiap anak. materinya. apakah dilihat dari metode. tetapi kepada anak tersebut perlu diberikan perhatian atau bantuan khusus sehubungan kesulitan-kesulitan yang masih dialaminya. Serta sebaliknya bila Afandi hanya mendapatkan nilai O (bundar kosong) maka berarti Afandi belum sempurna pengembangan seni atau kognitifnya. diharapkan anak menggunakan hasil rekapitulasi dari hari ke perminggu dari perminggu ke perbulan dan perbulan ke persatu semester. medianya dan lain sebagainya. b) Menganalisis hasil penilaian hasil belajar Berdasarkan hasil penilaian proses belajar maka dapat dilakukan analisis hasil penilaian hasil belajar anak misalnya Afandi dalam satu semester dapat dilihat kembali hasil penilaiannya dalam satu semester tersebut untuk setiap kemampuan yang dicapai yaitu memperoleh (O) bundaran penuh dalam kegiatan kognitif maka berarti Afandi dalam perkembangan kognitif telah tercapai secara baik. sehingga perkembangan anak betul-betul dapat tercermin sesuai kenyataannya berdasarkan kemampuan yang dicapainya. Jika sebaliknya yaitu kurang dari 75%. Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan adalah yang sudah diterangkan pada bagian perencanaan penilaian program kegiatan belajar di TK misalnya 60% gagal dalam menyelesaikan suatu kemampuan maka untuk tahun berikutnya perlu dipertimbangkan penggunaan program tersebut. dan bila Afandi dalam kegiatan seni memperoleh nilai (V) tanda ceklismaka berarti Afandi telah memiliki kemampuan seni yang baik. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 .

semuanya saling mempunyai keterkaitan karena pada akan mencapai suatu tujuan yang sama. jelaskan dan tunjukkan format apa yang digunakan dalam proses penilaian pembelajaran? 2. Kurikulum bagi anak usia dini haruslah memfokuskan pada perkembangan yang optimal pada anak melalui lingkungan sekitarnya yang dapat menggali berbagai potensi tersebut melalui permainan serta hubungan dengan orang tua atau orang dewasa sekitarnya. Rangkuman Tujuan pembelajaran yang utama pada anak usia dini (TK) adalah untuk mengoptimalkan perkembangan anak secara menyeluruh serta terjadinya komunikasi interaktif. 4. Evaluasi yang terbaik dan dianjurkan untuk dilakukan adalah rangkaian sebuah assesment melalui sebuah observasi partsipatif terhadap segala sesuatu yang dilihat. Khusus dalam pelaksanaan pendidikan di tingkat TK misalnya. program Semester. Penilaian hasil belajar di TK dapat dilaksanakan dengan tes dan non tes.Satu Untuk UNM f) Menginterprestasikan hasil analisis penilaian program Pada bagian ini akan dibahas hasil analisis penilaian program secara makro dalam arti dalam skala yang lebih luas dari sekedar lingkup proses belajar mengajar. anda menggunakan/berpedoman dari apa saja. guru menentukan program Tahunan. nyaman dan menimbulkan ketertarikan bagi anak dan perlu adanya waktu yang cukup untuk bereksplorasi. Oleh sebab ituu kelas-kelas bagi anak usia dini merupakan kelas yang mampu menciptakan suasana yang kreatif dan penuh kegembiraan bagi anak. dipastikan bahwa pernah melakukan penilaian terhadap anak didiknya.(3)metode yang dipilih hendaknya bervariasi serta menyenangkan. Jelaskan dan berilah suatu contoh? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . jelaskan setujukah anda tentang hal ini dan jika setuju berikan contoh? Dalam menyusun program kegiatan pembelajaran. Apakah anda sebagai Pendidik Anak usia dini telah melaksanakan penilaian dalam proses belajar dengan Portofolio dari anak. Oleh sebab itu maka strategi pembelajaran bagi anak usia dini berorientasi pada: (1) tujuan yang mengarah pada tugas-tugas perkembangan disetiap rentang usia nak. jelaskan dan sebutkan bukti-bukti yang digunakan? 3.(2) materi yang diberikan harus mengacu dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan yang sesuai dengan taraf perkembangan anak. program Mingguan dan program Harian. Anda sebagai pendidik anak usia Dini.(4) media dan lingkungan bermain yang digunakan haruslah aman. Latihan 1.

Satu Untuk UNM 5. apakah yang dilakukan guru TK dalam hal ini? Cara apakah yang dilakukan guru TK bila ada anak mengambil mainan temannya? Strategi apakah dilakukan guru bila ada anak mempunyai kemampuan logik matematiknya kurang ? 10. 8. Sudahkah anda melakukan penilaian proses belajar sesuai dengan tingkatannya misalnya dari hasil pencapaian melalui SKH setiap hari pada semua kemampuan dan pada setiap anak. Jelaskan strategi yang dilakukan guru TK bila ada anak yang tidak mau bergaul dengan temannya? 11. Upaya apakah yang dilakukan guru TK bila ada anak didik sulit berkomunikasi dengan orang lain? Bila ada anak didik menangis karena takut ditinggalkan oleh ibunya pada saat permulaan masuk sekolah . Rancanglah sebuah kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model bermain kreatif untuk tema lingkungan? Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . dan setelah itu dimanakah anda selanjutnya sampai dengan masuknya ke laporan keinginan tingkat perkembangan anak dalam satu semester. Tunjukkan contoh yang anda lakukan di lapangan? 6. 9. 7.

Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 dasar-dasar bagi . Oleh sebab itu. Landasan konseptual yang digunakan dalam kurikulum adalah berdasarkan teori perkembangan anak. Secara umum kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini dapat dimaknai sebagai seperangkat kegiatan belajar sambil bermain yang sengaja direncanakan untuk dapat dilaksanakan dalam rangka menyiapkan dan meletakkan pengembangan diri anak usia dini lebih lanjut. 2. 1. tanggap pada pertanyaan. Pendekatan berpusat pada anak Pendekatan yang berpusat pada anak adalah suatu kegiatan belajar dimana terjadi interaksi dinamis antara guru dan anak atau antara anak dengan anak lainnya. Untuk itulah diperlukan pemberian pendidikan yang sesuai dengan perkembangannya dengan cara memperkaya lingkungan bermainnya. Bakat tersebut bersifat potensial dan ibaratnya belum mucul ke permukaan. Selama masa ini anak secara khusus mudah menerima stimulusstimulus dari lingkungannya. Dari teori tersebut nampak bahwa anda sebagai guru harus mengembangkan kurikulum sedemikian rupa sehingga pembelajaran yang diberikan pada anak sesuai dengan irama perkembangan anak didik. Teori Perkembangan Anak Menurut teori ini. dapat memberikan argumentasi untuk mencari berbagai alternatif. Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum Sebagai seorang guru. Fin dan Cribb (1999). menjelaskan bahwa pada hakikatnya pengembangan kurikulum adalah pengembangan sejumlah pengalaman belajar melalui kegiatan bermain yang memperkaya pengalaman anak tentang berbagai hal. pendekatan konstruktivisme dan pendekatan bermain kreatif. perkembangan terdahulu anak akan menjadi dasar perkembangan selanjutnya.Satu Untuk UNM Kegiatan Belajar III Bidang Pengembangan Anak TK A. pendekatan berpusat pada anak. Kurikulum bagi anak TK dikembangkan berdasarkan sejumlah pendekatan yang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan anak TK. apabila terjadi hambatan pada perkembangan terdahulu maka perkembangan selanjutnya akan cenderung mendapat hambatan. Montessori (Hainstock. Teori perkembangan lainnya meyekini bahwa setiap anak lahir dengan lebih dari satu bakat. seperti cara berfikir tentang diri sendiri. Bennet. anda seharusnya memahami kurikulum anak TK dan bagaimana pengembangannya. 1999) berpendapat bahwa pada anak usia dini merupakan periode sensitif.

2) Guru sebagai pengembang kurikulum harus memiliki pemahaman yang memadai tentang teori perkembangan dan teori belajar. Contoh: seorang anak tidak akan tahu bahwa rasa gula adalah manis. kulit. telinga. 3. sesuai karaktristik dan irama perkembangan anak. jika tidak mencicipinya terlebih dahulu dengan indra lidah sebagai alat sensor rasa. bahwa kurikulum untuk anak TK harus memperhatikan dan mengadaptasi perubahan ilmu. Menurut Piaget otak manusia tahu cara mengenali benda melalui input dari indra seperti mata.Satu Untuk UNM Filosofi dari pembelajaran berpusat pada anak adalah program tahap demi tahap. Pengalaman sosial membentuk cara berpikir dan cara menginterpretasikan lingkungan. Pendekatan Konstruktivisme Pendekatan ini menekankan bahwa proses belajar adalah membangun (to constuc) pengetahuan itu sendiri. Dari penjelasan di atas nampak bahwa seorang guru dalam mengembangkan kurikulum hendaknya mampu menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan anak untuk belajar secara bertahap. Menurut Bredekamp. bahwa kurikul. setelah dicerna kemudian dipahami dalam diri individu dan merupakan perbuatan dari individu itu sendiri. Lingkungan yang dirancang secara cermat dengan menggunakan konsep tahap demi tahap mendorong anak untuk bereksplorasi. dalam pengembangan kurikulum anak usia dini harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Kurikulum harus berfokus pada keseluruhan perkembangan anak dan dibuat secara terprogram dengan mengintegrasikan semua bidang pengembangan. Oleh sebab itu seorang guru yang ingin mengembangkan kurikulum anak TK harus berpegang pada prinsip-prinsip pengembangan kurikulum anak usia dini sebagai berikut: 1) Prinsip relevansi. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . 4) Kurikulum haruslah merefleksikan peranan konteks sosial dan budaya sesuai dengan tahapan perkembangan anak. 3) Anak adalah pembelajar yang aktif. Copple dan William (1998). mempelopori dan menciptakan sesuatu. 3) Prinsip kontuniutas. yang didasari pada adanya suatu keyakinan bahwa anak-anak dapat tumbuh dengan baik jika mereka dilibatkan secara alamiah dalam proses belajar.um harus disusun secara berlkelanjutan antara satu tahap perkembangan ke tahapan perkembangan berikutnya. sehingga pendekatan yang paling tepat dalam pembelajaran anak usia dini adalah melalui kegiatan bermain. teknologi dan seni yang berkembang di masyarakat. hidung dan mulut yang secara langsung akan menunjukkan reaksi tertentu trhadap lingkungan sekitar. bahwa kurikulum anak TK harus relevan dengan kebutuhan dan perkembangan anak secara individual 2) Prinsip adaptasi.

5) Prinsip kepraktisan dan akspebilitas. bahwa kurikulum yang dikembangkan harus dapat dipertanggungjawabkan pada masyarakat sebagai pengguna jasa. Konsep dasar Matematika yang sesuai untuk Menstimulasi Perkembangan Anak Anak membangun konsep-konsep matematika melalui berbagai kegiatan sehari-hari yang ia lakukan. Konsep matematika juga dibentuk melalui pengalaman langsung (hands on memahami konsep-konsep matematika itu dengan lebih experiences) yang dapat dilakukan anak pada berbagai percobaan atau penemuan. keterampilan matematika merupakan fokus dari pembelajaran yang dikembangkan melalui permainan spontan. guru dan juga sesaamanya. dipergunakan dan dikembangklan secara luwes sesuai dengan keunikan.Satu Untuk UNM 4) Prinsip Fleksibilitas. Pada umumnya anak mendengar dan mengucapkan terlebih dahulu berbagai konsep yang berhubungan dengan matematika baru kemudian seiring dengan meningkatnya usia dan kemapuan berpikirnya. keberpihakan pada anak. bahwa kurikulum anak TK harus dapat dipahami. B. Guru merencanakan untuk mengajarkan konsep matematika kepada anak dengan memecahkan masalah yang bermakna. ia mulai mendalam.kebutuhan anak dan kondisi dimana pendidikan itu berlangsung. Anak harus mempelajari matematika secara seimbang antara pemahaman terhadap konsep dan juga keterampilan matematika agar mereka mampu memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari Program pembelajaran matematika hendaknya didesain untuk membantu anak-anak memperoleh dan menerapkan pemahaman konsep dan keterampilan matematika. bahwa bagi praktisi dan masyarakat dalam melaksanakan kurikulum harus menunjukkan kelayakan dan pendidikan pada anak usia dini. Konsep Dasar Bidang Studi 1. Contoh: anak jangan dipaksa belajar Calistung sementara mereka belum siap. Anak memasuki TK dengan level pemahaman matematika yang berbeda. bahwa kurikulum antuk anak TK harus dapat memberikan kemudahan 6) Prinsip kelayakan. Anak-anak sering mendengar dan mengucapkan kata-kata yang berhubungan dengan matematika dari orang tua. Konsep Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . 7) Prinsip akuntabilitas. Guru harus mengenali perbedaan ini dan merencanakan pengalaman yang akan memperluas fondasi individu untuk memperoleh konsep matematika lebih lanjut.

Satu Untuk UNM matematika dapat pula dikembangkan melalui berbagai kegiatan bermain. bermain balok . 2000:11).(5) bermain bentuk geometri (6) bermain statistika. Melalui kegiatan bermain klasifikasi. pengenalan bentuk lambang serta dapat mencocokkan sesuai lambang bilangan. anak diharapkan dapat mampu mengenal dan memahami konsep bilangan. anak diharapkan dapat mengenal danmenyusun polapola yang terdapat disekitarnyasecara berurutan. Ada beberapa kegiatan bermain matematika yang dapat menstimulasi perkembangan anak antara lain: (1) bermain pola (2) bermain klasifikasi. dan bentuk. dsb. Kemampuan anak untuk berpikir abstrak masih belum sempurna dan akan terus berkembang seiring dengan tingkat usianya. (2) menyebut urutan bilangan tanpa pemahaman.menyusun pola warna . Penanaman konsep matematika dapat dilakukan sedini mungkin melalui kegiatan permainan matematika yang menyenangkan bagi anak. Oleh sebab itu tahapan pembelajaran matematika hendaknya disesuaikan dengan tahapan perkembangan kognitif anak. bermain masak-masakan. (7) bermain estimasi (perkiraan) Melalui kegiatan bermain pola. (3) anak mulai menghitung benda-benda yang ada disekitarnya secara spontan. fungsi. bentuk dan lain sebaginya. anak diharapkan dapat mengelompokkan aau memilih benda berdasarkan jenis. Setelah melihat dua smapai tiga pola yang ditunjukkan oleh guru anak mampu membuat urutan pola sesuai kreativitasnya. mengklasifikasi benda halus atau kasar. Contoh: meletakkan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 Bentuk bermain pola antara lain. menyusun pola benda. karena belajar matematika memerlukan kemampuan untuk berpikir abstrak. anak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun konsep matematika dalam dirinya. dapat juga dijadikan sebagai sarana untuk membangun kesiapan anak dalam elajar matematika pada tahapan selanjutnya.(5) anak mulai menjumlahkan atau mengurangi angka dan benda-benda yang ada dai sekitarnya tanpa disengaja(Depdiknas. mengklasifikasi makanan yang rasanya manis. secara tidak langsung anak belajar tentang konsep ukuran. Kegiatan permainan matematika selain dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi yang menyenangkan. warna dan bentuk pasangannya sesuai contoh yang diberikan guru. bermain pola bernjalan. (4) bermain ukuran. Pada bermain bilangan. bertepuk tangan dan sebagainya. bilangan. kegiatan meronse. bermain puzzle. mengklasifikasi hewan yang berkakui empat. Ciri-ciri yang menandai bahwa anak sudah mulai menyenangi permainan matematika adalah sebagai berikut: (1) anak secaraspontan menunjukkan ketertarikan padaaktivitas permainan. Contoh permainan ini adalah . (4) anak mulai membandingkan bendabenda dan peristiwa yang ada disekitarnya. Melalui berbagai kegiatan ini. transisi dan lambang bilangan sesuai dengan jumlah benda. misalnya bermain pasir. warna. (3) bermain bilangan.

Melalui kegiatan bermain geometri. Dalam permainan estimasi anak diharapkan memiliki kemampuan memperkirakan sesuatu. tinggi dan isi melalui alat ukur alamiah. Pada bermain ukuran. meraba. permainan angka dan benda bermain penjumlahan dan . tongkat. membandingkan jumlah anak yang menyukai buah apel dan yang menyukai buah jeruk. yang secara garis besar meliputi: 1) obsevasi. Contoh kegiatan: pencampuaran warna. menjiplak bentuk geometri.Satu Untuk UNM sejumlah kancing yang telah ditentukan pada gambar baju. anak diharapkan dapat mengenal konsep ukuran standar yang bersifat informal atau alamiah. 2. Semakin banyak keterlibatan indera dalam belajar. antara lain: jengkal. lidi dsb. Proses sains dikenal dengan metode ilmiah. anak semakin memahami apa yang dipelajari. Anak dilatih untuk melihat. tali. Contoh kegiatannya adalah. jari. Konsep Dasar Sains untuk Menstimulasi Perkembangan Anak Pengenalan sains untuk anak TK lebih ditekankan pada proses daripada produk. mersakan dan mendengar. 4) menganalisis data dan 5) mengambil kesimpulan. permainan kantong pintar. besar. membau. perkiraan berapa hari biji tumbuh melalui keagiatan menanam. anak diharapkan dapat mengenal dan menyebutkan berbagai macam benda berdasarkan bentuk geometri dengan cara mengamati benda yang ada disekitarnya misalnya lingkaran. segi tiga. Kegiatan sains memungkinkan anak melakukan eksplorasi terhadap berbagai benda. Anak memperoleh pengethuan baru hasil penginderaannya dengan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 sejumlah biji semangka pada gambar semangka. menggambar bentuk geometri secara bertahap. baik benda hidup maupun benda tak hidup yang ada disekitar anak. 3) melakukan percobaan. bermain balok dsb. membandingkan jumlah anak laki-laki dan anak perempuan. Melalui bermain statistika. persegipanjang dan lain sebagainya. antara lain panjang. anak diharapkan mampu memahami perbedaanperbedaaan dalam jumlah dan perbandingan dari hasil pengamatan terhadap sesuatu. langkah. 2) menemukan masalagh. Anak belajar menemukan gejala benda dan gejala peristiwa dari benda-benda tersebut. Sains juga melatih anak menggunakan lima indranya untuk mengenal berbagai gejala benda dan gejala peristiwa. Untuk anak TK keterampilan proses sains hendaknya dilakukan secara sederhana sambil bermain. Contoh kegiatannya adalah: mengenal konsep bilangan yang sama dan tidak sama. misalnya perkiraan terhadap waktu. segi empat. meletakkan pengurangan melalui bernyanyi. luas ataupun ruang. Selain itu juga anak terlatih untuk menagantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat dihadapi.

komputer. cara menggunakannya. memasukkan benda. dan algoritme/sistem kerja di dalamnya. Aplikasi sains dalam kehidupan sehari-hari diwujudkan dalam bentuk karya teknologi.Satu Untuk UNM berbagai benda yang ada disekitarnya. menuang. Anak TK sangat ingin tahu bagaimana benda-benda tersebut bekerja. 4) Menggunakan bilangan. yaitu berlatih menggunakan semua indranya untuk melakukan pengamatan atau pengindraan terhadap bwerbagai benda. berat. yaitu mengunakan alat ukur untuk mengukur jarak. Radio. Untuk anak TK fakta dan konsep sederhana dapat dipelajari melalui kegiatan bermain. anak mengmati air dan melakukan berbagai percobaan terhadap air seperti melempar. yaitu berinteraksi dan melakukan eksplorasi terhadap mahluka hidup dan gejalanya. membaca angka pada alat ukur atau menuliskan angka. yaitu menggunakan angka untuk menyatakan sesuatu secara kuantitatif. 7) Mengenal berbagai benda hidup dan gejalanya. melakukan eksplorasi/penyelidikan dan percobaan sederhana dengan berbagai benda seperti air. ukuran bwentuk dan fungsi. Melalui proses sains. 5) 6) Mengenal produk teknologi yaitu mengenal berbagai produk teknologi. Anak dapat menghitung banyaknya benda. volume dimulai alat ukur nonstandar yaitu: jengkal. melalui bermain air. anak ingin tahu isi radio. Ciri tersebut berupa warna. isi Televisi atau HP. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 81 . yaitu berinteraksi. Pengetahuan yang diperolehnya akan berguna sebagai modal berpikir lanjut. angin. timbangan atau literan. kaki dan depa ke alat ukur standar meliputi penggaris. Gunakan satu jenis terlebih dahulu dan jangan menggunakan dua atau tiga jenis sekaligus. Kegiatan sains untuk anak TK dapat mengembangkan kemampuan anak anatara lain: 1) Observasi. memberi nama bagian serta fungsinya. mengamati bagian-bagian. Percobaan tersebut melatih anak menghubungkan sebab akibat dari suatu perlakuan sehingga melatih anak berpikir logis. mesin cuci. 2) Klasifikasi. Sebagai contoh. api dan magnet. Mengenal berbagai benda tak hidup dan gejalanya. Anak juga berlatih mengenal nama benda. 3) Melakukan pengukuran. anak dapat melakukan percobaan sederhana. dan mengambil dengan berbagai cara. TV dan HP adalah contoh karya teknologi. yaitu berlatih mengelompokkan benda-benda berdasarkan ciri tertentu.

4) Memungkinkan anak mengkonstruksi pengetahuan sendiri. kata. tetapi memberikan kegiatan pembelajaran yang memungkinkan anak menemukan sendiri fakta dan konsep sederhana tersebut. Hubungan sebab akibat terlihat secara langsung. frase.Satu Untuk UNM Rambu-rambu Kegiatan Sains Kegiatan sains untuk anak TK sebaiknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. iklan di TV dan lain sebagainya. akan tetapi sebaiknya melalui objek langsung sehingga anak menemukan sendiri dfinisi yang tepat untuk benda yang diamatinya. anak sudah berlatih membaca dan menulis (literasi) sejak kecil dari lingkungannya. nama-nama toko. 3) Memungkinkan anak melakukan eksplorasi. contoh es yang dipanaskan akan segera mencair. pada umumnya anak masih mengalami kesulitan. tulisan di bungkus makanan. 2005) antara lain: 1) 2) Bersifat konkret. Namun untuk menulis dan membaca. Menurutnya. Menurut Nigel Hall (1987) permulaan membaca dan menulis bukan dimulai sejak TK. sebaiknya dalam pegenalan sains anak tidak diperlihatkan model atau gambar. kalimat dan tata bahasa serta tatacara melafalkannya. Anak. Ada beberapa kritria pembelajaran sains untuk anak TK (Suyanto. 3. Guru TK hendaknya tidak menjejalkan konsep sains kepada anak. Pada tahap berikutnya bahasa juga melibatkan unsur etika dan estetika yang menyulitkan anak TK berbahasa yang baik dan benar. misalnya guru membawa induk kucing dengan anaknya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . sains kaya akan kegiatan yang melatih anak untuk menghubungkan sebab dan akibat. biarkan anak menemukan sendiri. kegiatan pembelajaran dilakukan sambil bermain dengan benda-benda konkrit. tetapi jauh sebelum anak memasuki TK. Dalam melakukan eksplorasi. sejak kecil telah diahdapkan pada berbagai bentuk tulisan di lingkungannya yang dikenal dengsan Environmental print seperti papan iklan di tepi jalan. guru mengajak anak membuat tauge dari kacang hijau dan sebagainya. guru dapat menghadirkan objek dan fenomena yang menarik di TK. mengingat bahasa merupakan sistem yang rumit dan melibatkan berbagai unsur seperti huruf (simbol). Konsep Dasar Bahasa Untuk Menstimulasi Perkembangan Anak Anak TK pada umumnya sudah mampu berkomunikasi secara lisan. akan meneyenangkan pada anak tanpa berpikir bagaimana hasilnya oleh sebab itu guru tidak perlu mengajarkan berbagai konsep sains. 5) Lebih menekankan proses dari pada produk.

Perkembangan kemampuan berbahasa sangat erat kaitannya dengan perkembangan fisik dan mental. terutama organ-organ yang berfungsi untuk membentuk bunyi. kemudian anak anak diajak mencari huruf penyusunnya (whole to part). Bahasa ibu merupakan bahasa yang mulamula dipelajari anak.Satu Untuk UNM Perkembangan kemampuan literasi terjadi secara sistematis dan sikuensial sebagi respons terhadap berbagai bentuk bahasa sosial yang dialami anak dari lingkungannya. salah satu penyebabnya adalah mengenal huruf dan merangkai menjadi kata adalah hal yang menyulitkan bagi anak. Apa yang diucapkan anak merupakan representase dari apa yang ia pikirkan. Oleh sebab itu diperlukan berbagai strategi dalam mengajarkan anak membaca dan menulis permulaan. Mengenal huruf alfabet dari A-Z dan mengingatnya seharusnya bukanlah hal yang terlalu sulit. anak menggunakan indera dan pikirannya untuk belajar. Belajar bahasa tidak jauh beda dengan belajar sains. Misalnya guru menunjukkan gambar anak yang sedang makan. kemudian bertanya gambar anak sedang apa ini? Anak menjawab”MAKAN”. Jadi belajar bahasa adalah belajar memaknakan. Mulai dari strategi membaca fonik yaitu dengan cara mengeja kata dari huruf ke huruf. seperti gigi dan lidah. A BA CA DA FA GA I BI CI DI FI GI U BU CU DU FU GU E BE CE DE FE GE O BO CO DO FO GO Melalui kombinasi seperti itu anak dapat mengenalo pola bagaiman huruf itu dapatdigabung dan bagaimana membacanya. Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . Misalnya kata “BUKU” anak tinggal mencari pola BU + KU. Dan seterusnya. Anak juga bereksperimen dengan cara mengucaokan kata. Dst. struktur kata dan bunyi bahasa ibu merupakan realisasi dari makna tersebut. Strategi lain adalah membaca dalam bahasa Jepang. Kemudain huruf apa saja pada kata “MAKAN”?. bahasa dan pikiran menjadi satu kesatuan. dengan pola: B C D F G Dst. Perkembangan fisik. Sejalan dengan perkembangan mentalnya. Hasil penelitian longitudinal menunjukkan bahwa kemampuan fonemik anak membantu kesuksesan belajar membacanya. tetapi mengapa membaca dan menulis bukanlah hal yang mudah bagi anak?menurut hasil penelitian. dan berkomunikasi dengan orang lain. Lalu membacanya “BUKU”. merespon. Cara ini mengajarkan membaca dari keseluruhan lebih dahulu. Strategi lain adalah cara membaca keseluruhan (whole language). Cobaulangi kata “MAKAN”. Kata.

Kecakapan sosial dinyatakan dengan SQ (Sosial Quotient). dan kemauan yang berbeda dengan dirinya sehingga ia dapat memahami orang lain. Kegiatan belajar dimulai dari lingkungan sosial terdekat. anak dilatih membaca kombinasi BABA. otoritas. mengenal teman. Mengenal negara antara lain meliputi mengenal benders. Mengenal perasaan gembira. dan memperhatikan nasehat orangtua merupakan bagian dari sikap sosial. seperti jual beli. Berbagai kegiatan sosial. Di sinmi juga terlihat adanya pola-pola kombinasi huruf dan cara membacanya. laut. dan pekerjaan juga bagian dari pengetahuan sosial. dengan keluarga. Demikian pula sikap suka menolong. dan norma-norma sosial. norma. Mengenal pola kombinasi huruf dan caramembacanya tampaknya merupakan modal yang sangat penting dalam membaca. Bagi anak TK tentunya konsep-konsep yang sederhana yang dapat dipahami anak melalui kegiatan berinteraksi sosial baik dengan teman sebaya. Pada metode tersebut anak diperkenalkan sedikit demi sedikit huruf konsonan dan vokal dan kombinasinya untuk membaca. dan masyarakat di sekitarnya. dengan keluarga. guru. Kecakapan sosial ialah kemampuan anak untuk berinteraksi sosial dengan temannya. hari-hari besar nasional dan sejarahnya. Sikap sosial meliputi kemampuan anak untuk dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain. dibenci. mengenal tetangga. Pada mulanya anak tidak dapat melihat cara pandang orang lain. dan mengenal dunia. lagu kebangsaan. marah. negara. disukai. Anak juga pada mulanya tidak mengenal adanya aturan. memperhatikan orang lain saat bicara. sifat. anak belajar mengenal bahwa setiap anak memiliki pemikiran. uang sebagai alat tukar. maupun dengan masyarakat. Dewan nasional ilmu-ilmu sosialAmerika Serikat merumuskan tujuan dari pengenalan pengetahuan sosial ada tiga hal taitu meliputi: 1) pengetahuan. sedih. Kemudian. gunung. Lalu anak belajar dan mengenal adanya aturan. ABA. ABA. dan cara penggunaannya merupakan bagian dari sikap sosial. Anak juga berlatih mengenal globe. 2) kecakapan dan 3) sikap dan nilai sosial. Di masyarakat orang lebih dinilai dari Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . misalnya mengenal keluarga. Misalnya diberi huruf B dan A. Anak juga berlatih mengenal aturan. sungai.Satu Untuk UNM Strategi lainnya adalah melalui metode Iqra. memberi komentar yang baik dan menyenangkan. BAA. dan otoritas. dan otoritas sehingga ia dapat berperilaku lebih baik. Konsep Dasar Pengetahuan Sosial unuk menstimulasi Perkembangan Anak Ilmu Pengetahuan Sosial mempelajari interaksi antar manusia dan manusa dengan lingkungannya. norma-norma sosial. dan daratan pada peta. 4. SQ dipandang sangat penting karena fungsinya dalam kehidupan dominan.

CD player (asli dan mainan) .Beberapa set perabot kamar tidur . alat berhias diri . Kegiatan Pengenalan Pengetahuan Sosial 1.Boneka berbagai ukuran dan bentuk . A. kereta api.Mata uang mainan . Berikut beberapa tema penting dalam pengenalan pengetahuan sosial.Kamera.Cermin. antropologi.DII. dan sejarah. bendera negara.Satu Untuk UNM segi sosialnya dibanding kecerdasan otaknya. B. . Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . geografi. dan tape mainan. meliputi aspek pengetahuan. dan sikap sosial. dan oleh karenanya pengenalan pengetahuan sosial memiliki dimensi yang luas. pesawat terbang. foto pahlawan .Beberapa set meja makan dan perangkat makan .Telepon. keterampilan. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.Beberapa set peralatan dapur . . Kegiatan sosial amat luas. perahu) .Beberapa set meja dan kursi tamu . Pojok Keluarga Pojok pengetahuan sosial sering disebut juga Pojok Keluarga. geografi. foto presiden. seni dan bahasa). Berikut contoh isi dari Pojok keluarga. peta.Beberapa set perabot tempat belajar . foto.Berbagai model kendaraan (mobil. CD. sains. radio. Dengan mengenal diri dan keluarganya diharapkan akan menumbuhkan identitas diri (self identity) atau perasaan "aku". ekonomi. Mengenal Diri dan Keluarga Kegiatan mengenal diri dan keluarga dimaksudkan untuk melatih anak mengenal identitas dirinya dan keluarganya. TV.Globe. buku . Isi dari pojok keluarga meliputi berbagai benda yang digunakan oleh keluarga dan masyarakat. Untuk anak TK pengenalan ilmu sosial dilakukan secara terpadu antar bidang ilmu tersebut dan jugs dengan ilmu lainnya (matematika. majalah.Koran. lambang negara. Ilmu pengetahuan sosial antara lain meliputi sosiologi.

Satu Untuk UNM
a. Menggambar bercerita tentang keluarga Bahan - Kertas manila, krayon, pensil Prosedur
 Bed setiap anak bahan-bahan di atas  Ajak anak untuk menggambar dirinya dan keluarganya  Setelah gambar selesai, ajak anak menceritakan diri dan keluarganya  Berbagai pertanyaan dapat diajukan kepada anak, misalnya: anak ke berapa, berapa

jumlah saudaranya, berapa usianya, kapan ulang tahunnya, apa hobinya, apa pekerjaan orangtuanya, di mana alamatnya. b. Bercermin dan mengenal diri Bercermin dan merias diri merupakan awal pembentukan estetika pada diri anak. Dengan adanya cermin dan sisir guru dapat melatih anak untuk melihat dirinya dan penampilannya. Anak dapat melihat apakah rambutnya sudah disisir, apakah giginya sudah bersih, apakah bajunya sudah rapi, dan sebagainya. Bahan
 Cermin

Prosedur
 Sediakan cermin yang cukup lebar dan tinggi untuk anak  Pasang tegak dari lantai sehingga anak dapat melihat dirinya dari ujung kaki sampai

kepala
 Ajak anak untuk mengamati dirinya di cermin  Ajak anak untuk menceritakan kembali ciri-ciri dirinya (bentuk badan, warna kulit, bentuk

rambut, bentuk muka, dsb.) c. Mengenal teman Mengenal dan akrab dengan teman sekelas merupakan bagian dari perkembangan sosial anak. Guru hendaknya mengatur agar setiap anak pernah berinteraksi satu dengan lainnya. Misalnya melalui pembentukan kelompok dan penentuan tempat duduk dapat dilakukan secara bergantian agar setiap anak mengenal teman-temannya. Guru hendaknya memberitahukan kepada orangtua agar menanyakan kepada anak siapa saja temantemannya. Anak yang mampu bersosialisasi dengan baik biasanya dalam waktu satu bulan sudah mengenal semua nama teman-temannya di kelas. Sebaliknya ada pula anak yang dalam waktu satu bulan teman yang dikenal hanya dua orang.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86

Satu Untuk UNM
d. Mengenal aturan Setiap sekolah memiliki aturan. Mengenal aturan di sekolah dan di rumah merupakan bagian dari pengetahuan sosial. Sebagai contoh di sekolah anak harus datang tepat waktu, tidak boleh bermain di luar halaman sekolah, baju seragam harus dipakai, dan sebagainya. Aturan tersebut hendaknya diperkenalkan kepada anak sedikit demi sedikit, misalnya untuk dua hari, guru memperkenalkan aturan mengenai kehadiran tepat waktu. Hati-hati dalam menentukan hukuman pada anak yang melanggar aturan. Sebaiknya bentuk hukuman didiskusikan dan ditentukan lebih dahulu dengan anak. Tulis aturan-aturan tersebut dan tempelkan di dinding kelas. Tuliskan pula bentuk hukuman atas pelanggarannya. Dengan demikian, anak senantiasa ingat aturan dan hukumannya. Permainan berikut dapat untuk melatih anak memahami aturan dan hukuman. e. Mengenal otoritas sekolah Di awal semester anak masuk sekolah, Jelaskan nama-nama guru, kepala sekolah, dan pegawai tata usaha sekolah. Jelaskan pula kewenangan masing-masing. Jelaskan bahwa Kepala Sekolah (Kepala TK) memiliki otoritas (kewenangan) paling tinggi di TK. Guru-guru merupakan orang tua kedua yang juga harus dipatuhi oleh anak tanpa memandang bahwa hanya guru kelasnya saja sebagai orang yang harus diparuhi. 5. Konsep Dasar Moral untuk Menstimulasi Perkembangan anak Perilaku Moral adalah perilaku yang sesuai dengan tata cara yang ada di masyarakat. Belajar meresapi nilai-nilai moral kelompok membutuhkan waktu, dan proses belajar dipersulit oleh sejumlah faktor: 1) kebingungan akan memperlambat proses belajar, bila terdapat konflik antara aturan dirumah dan aturan di sekolah. 2) kebingungan yang menyebabkan anak mempertanyakan konsep keadilan, bila ini terjadi.akan melemahkan motivasi anak menerima konsep moral, 3)kebinguingan dalam konsep moral mempengaruhi keputusan moral .Sejak anak pandai berbahasa pada usia 2-3 tahun pendidika moral berlangsung dengan pesat melalui interaksi menerapkan ajaran-ajaran moral seperti tidak boleh berbohong, tidak boleh mengambil barang orang lain, dibiasakan mengucapkan terima kasih pada orang lain bila diberi sesuatu, ini diberikan dengan pelajaran yang cepat dan memberikan contoh kepada anak dalam bentuk perilaku. Selain itu penanaman perilaku moral akan lebih berhasil, perlu diberikan dengan reaksi yang menyenangkan sepeti : pujian, dukungan dan hadiah, sebaliknya pada perbuatan yang tidak baik dihubungkan dengan reaksi yang tidak menyenangkan seperti pengasingan sementara. Dengan demikian lambat laun pada anak akan terbentuk kesadaran bathin atau kata hati. Jadi penilaian baik dan buruk tidak lagi datang dari luar tetapi datang
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87

Satu Untuk UNM
dari dalam dirinya sendiri, anak akan bangga dan bahagia jika melakukan perbuatan baik dan sebaliknya anak akan merasa malu dan bermasalah jika anak melakukan yang kurang baik 6. Konsep Dasar Seni Untuk Menstimulasi Perkembangan Anak A. Esensi Pembelajaran Seni Pembelajaran seni bermanfat untuk mengembangkan estetika, kreativitas, dan untuk mengekspresikan diri pada anak. Lebih rinci Schickedanz, dkk (1983) menyatakan bahwa pembelajaran seni untuk anak TK memiliki beberapa fungsi, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sebagai media untuk mengekspresikan diri; Mengembangkan estetika; Mengembangkan kemampuan motorik; Mengembangkan kemampuan koordinasi; Mengembangkan persepsi; Mengembangkan kreativitas, daya pikir dan daya cipta. Seni sebagai media untuk mengekspresikan diri. Dalam kegiatan seni anak-anak dapat menyatakan perasaannya melalui menggambar, menyanyi, bermain drama, maupun melalui seni kriya. Anak dapat mengekspresikan rasa senang, gembira, sedih, dan kecewa melalui obyek seni seperti cat, kuas, lempung, pasir, dan balok (Erickson, 1950). Anak yang tertekan biasanya akan menggambar sesuatu yang tragic, jelek, atau menggunakan warnawarna yang gelap. Anak juga dapat mengungkapkan perasaannya melalui lagu. Perasaan senang diekspresikan melalui lagu yang gembira, tempo cepat, dengan irama yang menghentak. Sementara perasaan sedih diungkapkan melalui lagu yang melankolis dan dengan tempo lambat. Melalui media seni drama anak dapat menceritakan pengalamannya, perasaannya, dan kekecewaannya kepada orang lain. Banyak ahli pendidikan anak usia dini menyatakan bahwa dasar-dasar estetika diperoleh anak sejak usia dini (Brittain, 1979; Erickson, 1950; William, 1977). Nilai-nilai estetis, keindahan, dan kecantikan sangat baik untuk ditanamkan anak sejak usia dini. Melalui penataan benda-benda di ruangan, anak-anak belajar tentang keteraturan dan keindahan. Begitu pula dengan menggambar dan mengkombinasikan warna untuk mencapai suatu keindahan akan menanamkan nilai-nilai estetik pada anak. Berkaca, menyisir rambut, merias wajah, menggunakan kostum yang lucu dan indah dalam bermain peran akan melatih anak mencintai keindahan dan kecantikan badan. Seni juga mengembangkan kemampuan anak melakukan koordinasi. Gerak dan lagu dan seni tari melatih anak menyeleraskan antara gerakan tubuh dengan irama lagu.
Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88

1957." Di rumah ia berpurapura mengisi ulang handphone mainannya dengan voucher bekas yang ia peroleh. Jadi anak secara kreatif menggunakan berbagai bends yang ada di sekitarnya untuk bermain. lihat Aryo juga punya banyak voucher. fantasi. daya pikir. Ahbar dan kakaknya ingin dibelikan raket. 2) tepat dan relevan. dan bermain masak-memasak dengan temannya. Ketika melihat permainan badminton di TV. Suatu ketika Aryo ikut ayahnya membeli voucher handphone. 1965). dan fantasinya. lka ingin sekali memiliki tenda dan berkemah. 4) fleksibel (Guilford. "Yah. Ketika melewati perkemahan. Apa yang ia lakukan tepat dan relevan dengan konteks yang ia lihat dan tujuannya yaitu ingin memiliki tenda dan berkemah. Tetapi orangtuanya mengatakan terlalu mahal untuk anaknya yang masih berusia empat tahun. la tidak terpaku pada satu benda untuk mewujudkan ide. mengikatkan benang antar kursi sebagai net. dan imajinasinya. Ciri anak yang kreatif ialah mampu melakukan sesuatu secara tepat dan relevan dengan konteks atau tujuannya. imajinasi. fantasi. Sesampainya di rumah ia mengambil selendang ibunya dan menutupkannya di antara dua kursi sehingga mirip tenda perkemahan. lem. Kemampuan mengontrol gerakan tubuh sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Sementara menunggu ayahnya. berlari. Ketika ayahnya mengajak pulang. ia menunjukkan kepada ayahnya voucher yang ia dapat sambil berkata. dan pensil melatih anak mengontrol gerakan tubuh.Satu Untuk UNM Menggambar melatih koordinasi gerak tangan dan mata. Fandi ingin mengikutinya menggambar sebuah rumah dengan krayon. Adiknya. Ciri anak yang kreatif ialah mampu mewujudkan ide. seperti gunting. dan imajinasinya dalam suatu karya orisinil. Ciri lain anak yang kreatif ialah fleksibel. Melalui seni anak dapat menggunakan berbagai benda untuk menciptakan sesuatu sesuai imajinasi dan fantasinya. Anak yang kreatif mampu menciptakan suatu yang tidak dilakukan anak lain. kok dan net. dan menggunakan kaos kaki yang digulung sebagai kok untuk bermain badminton. Ada empat ciri anak yang kreatif yaitu 1) orisinil. Lalu mereka menggunakan potongan kardus sebagai raket. Pendidikan seni juga mengembangkan kreativitas. Kakaknya tidak meminjamkan krayonnya dengan alasan Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . dan menyetir mobil memerlukan koordinasi berbagai anggota tubuh. Menggunakan berbagai alat seni. krayon. dan daya cipta. Makan. Anak yang kreatif mampu mengikuti keadaan untuk mewujudkan ide. Jadi pendidikan seni mengembangkan kreativitas pada anak. Jakcon and massick. mengendarai sepeda. Suatu saat Kiki menggambar sebuah rumah dikelilingi taman bunga dengan krayon. ia mengoleksi berbagai macam voucher bekas yang berceceran di lantai. kuas. 3) menyesuaikan keadaan. Lalu ia memasukkan mainannya ke dalam "tenda"nya. minum.

lingkaran. Pada tahap ini bukanlah seni atau hasil karya yang menjadi tujuan anak terlibat dalam kegiatan seni. Lalu ia bilang. Tahap ini biasanya dimulai sejak usia 2-3 tahun. termasuk coretan di dinding rumah. Anak bangga akan hasilnya. Setelah membunyikan terompet. Sebagai Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . Demikian pula dalam seni kriya. tetapi karena ia merasa dapat menggunakan benda-benda tadi. melainkan keinginan anak untuk mencoba alat-alat yang digunakan dalam pendidikan seni. bukan karena merupakan karya seni yang baik atau indah. biasanya pada usia empat-lima tahun. Tahap ketiga ialah simbolik. 1971. benda yang digunakan dalam pendidikan seni sehingga dikenal dengan tahap manipulatif. Tahap Manipulatif 2. 1979. Dalam seni lukis anak ingin mencoba menggunakan kuas dan cat. seperti berikut ini: 1. Schikedanz. biasanya berkembang sejak anak usia empat tahun. Pada tahap ini anak sudah mulai menunjukkan bentuk. Sering anak membuat coretan sebisanya. Sering lempung yang sudah terbentuk diubah lagi dan diubah lagi. Britain. pola. Pada tahap ini anak mulai menunjukkan pola dalam menggunakan bendabenda seni. khususnya seni lukis (Lansing. Paling tidak ada empat tahapan perkembangan anak dalam pendidikan seni. la mencari gambar rumah dan bunga. Tahap Mengenal Pola 3. Tahap Simbolik 4. menggunting dan menempelkannya pada buku gambarnya. dan memberi nama apa yang dibentuknya. Perkembangan Anak dalam Seni Perkembangan Anak dalam bidang seni dimulai dari tidak mengenal seni sampai dapat mengekspresikan diri melalui seni. lem dan majalah ibunya. Sering anak menggunakan lempung untuk membentuk apa saja yang ia sukai. banyak cara yang dapat ia lakukan untuk mewujudkan idenya itu. "Hore. atau kotak. anak ingin bermain dengan benda-benda yang digunakan seperti lempung. Dalam hal ini Fandi tidak patah arang untuk mewujudkan keinginannya. 1983). Dalam seni musik. Pada seni musik anak mulai menunjukkan adanya irama meskipun belum stabil.Satu Untuk UNM adiknya suka mematahkan krayon. Dalam seni kriya. Tahap Representasi Tahap manipulatif merupakan tahap awal anak mulai tertarik kegiatan seni. Anak mulai membuat garis. Fandi lalu mengambil gunting. Tahap berikutnya ialah tahap membuat pola. anak akan bercerita bahwa ia sudah bisa main terompet. anak juga ingin menabuh atau membunyikan alat-alat musik. anak sudah menunjukkan membuat pola tertentu. B. aku juga punya sebuah rumah dengan taman bunga!" teriaknya bangga. misalnya membuat ular dari lempung.

Padahal bagi anak. la mengatakan. gambar apa ya?" Lalu ia menjawab dengan cerita yang cukup panjang dan diluar dugaan saya. nanti ketabrak kapal terbang. kita nilai jelek. tetapi menggunakan pendidikan seni untuk mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak. Merpatinya terbang tinggi . Pengertian tubuh yang sehat dan kuat.. urut. Kadang anak ditanya mau menggambar apa. anak tersebut dapat menggunakan bahasa dengan baik. Jadi ia menggunakan seni (lukis) untuk mengekspresikan idenya dengan baik.. Suatu ketika Aji sedang menggambar sesuatu yang mirip benang kusut. Lalu saya mendekatinya dan berkata. Bagi anak yang penting ia "bisa" menggunakan benda-benda pendidikan seni. sekali. seperti jantung dan paru. lalu ia mengatakan ini bukan ayam. (sambil menunjuk garis di bagian bawah)" Kalau kita nilai dari gambarnya. gambarnya sudah mulai menunjukkan bentuk yang lebih realistik. dan kekuatan sistem organ yang terkait. "Gambar ayam". Misalnya dalam menggambar wajah orang sudah ada mata. hei turun.. mulut dan rambut. hidung. kemudian anak ingat bonekanya di rumah. lalu ia turun ... dan logis. lalu anak menjawab mau menggambar ayam. apapun hasil karyanya. Untuk itu bagi guru TK. gerakan. Ketika sudah jadi. Orang yang tubuhnya tegap.Nih disini.. Tingginya sama dengan kapal terbang.. tentu amat jelek. meskipun gambar tersebut sama sekali tidak mirip ayam. Apa relevansi tahapan tersebut bagi guru TK? Sering kita sebagai orang dewasa menilai karya anak seperti kita menilai karya seni orang dewasa yaitu dari segi kemiripan dengan objek nyata dan keindahannya. Penelitian Kathleen dan Jonathan (1992) pada binaragawan dan atlet angkat besi Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 . 6. bukan main. Tetapi kalau kita dengar ceritanya. ternyata gambarnya mirip boneka. Pada usia lima sampai enam tahun anak mulai menunjukkan tahap representasi. "Ini gambar burung. Pada tahap ini anak sudah mulai mencocokkan antara apa yang ia kerjakan dengan fenomena yang ada. ototnya kuat. Konsep Jasmani dan Motorik untuk Menstimulsi Perkembangan Anak Pendidikan jasmani untuk anak usia dini diarahkan untuk mengembangkan badan anak agar tumbuh sehat dan kuat. Meskipun anak belum dapat menggambar dengan tiga dimensi. tidak menjadi masalah. telinga. "Wah gambarnya bagus sekali. kemudian anak ditanya gambar apa itu? Anak dengan tegas menjawab.Satu Untuk UNM contoh anak membuat lingkaran dengan beberapa garis tambahan. ini boneka.. belum tentu memiliki jantung dan paru yang kuat. mirip objek atau tidak. Ini disini kapal terbangnya (katanya sambil menunjukkan garis yang sama sekali tidak mirip kapal terbang).. Tahap memberi nama objek tersebut dikenal dengan tahap simbolik. Lalu kakak saya memanggilnya. Kalau gambar ayam tidak mirip ayam. hasil karya anak tidak perlu dinilai dengan cara seperti itu. mencakup kekuatan otot. Kakak saya punya merpati.

Banyak atlet angkat besi dan binaragawan yang tubuhnya tegap dan ototnya besar akan tetapi daya tahannya kurang. Mereka unggul pada 20 menit pertama. Oleh karena itu pendidikan jasmani hendaknya meliputi gerak isokinetik. Menurutnya hal itu disebabkan karena para atlet lari cepat lebih mengekonsentrasikan diri pada gerakan anaerobik dari pada aerobik. terutama pertumbuhan tulang. Sedangkan kegiatan isometric adalah kegiatan yang tidak melibatkan kontraksi otot persendian kaki dan tangan. Kegiatan yang bersifat isotonik (iso=sama. la menemukan bahwa atlet lari cepat bertahan lama jika lari marathon. Ketika mereka disuruh bekerja secara terus-menerus mereka akan mengalami kelelahan yang parah da kekuatannya menurun drastis. Contohnya ialah angkat besi dan angkat beban. Lari cepat. Senam aerobik. lari marathon. Ketahanan (endurance) 3. misalnya. kemudian tenaganya merosot tajam dan jantungnya berdeyut sangat kencang. dan gerak jalan merupakan contoh gerak aerobik. dan Meskipun demikian. Anak TK sedang mengalami pertumbuhan badan sangat pesat. Contohnya antara lain ialah mendorong atau mengangkat benda diam. tonik=tegangan/ tekanan) ialah kegiatan dengan kontraksi otot persendian kaki dan tangan di mana badan relatif tetap di tempat. Berbeda dengan gerak anaerobik. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan kekuatan otot tangan dan kaki. tetapi tidak meningkatkan kekuatan jantung dan sistem peredaran darah serta paru-paru. Para atlet lari cepat 100 meter dapat menahan nafas sekitar 10 detik saat berlari kencang. Untuk itu kegiatan pendidikan jasmani hendaknya meliputi kegiatan aerobik dan anaerobik. Kegiatan aerobik tidak membutuhkan udara (oksigen) yang diambil oleh paru-paru.Satu Untuk UNM mengungkapkan hal itu. Keseimbangan (Balance) 5. Kegiatan pendidikan jasmani untuk anak TK sebaiknya mengembangkan unsur-unsur dasar kesehatan tubuh berikut ini 1. Koordinasi (coordination). Penelitian serupa juga dilakukan oleh Kenneth Cooper dari Institut Aerobics di Dallas USA. gerak aerobik memerlukan udara (oksigen) yang diambil dari udara oleh paruparu. Kelincahan (agility) 4. Kekuatan (strength) 2. Pertumbuhan tulang Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . Hal itu disebabkan karena para binaragawan dan atlet angkat besi lebih mengkonsntrasikan diri pada olahraga isotonik dan isometrik saja dan kurang gerak isokinetik. semua bentuk kegiatan harus dilakukan secara menyenangkan dan disesuaikan dengan kekuatan masing-masing anak. tidak menggunakan oksigen dari paru-paru. di samping gerak isotonik dan isometrik.

melempar. berlari. dan kecantikan sangat baik untuk ditanamkan anak sejak usia dini. Belajar bahasa tidak jauh beda dengan belajar sains. Akibatnya pertumbuhan tulang anak dapat terganggu. menangkap. Anak juga bereksperimen dengan cara mengucaukan kata. Anda telah memahami bahwa kegiatan belajar yang paling menyenangkan adalah bermain. melompat. anak menggunakan indera dan pikirannya untuk belajar. Bagaimana anda memahami dan membedakan bahwa dalam kegiatan menggambar. struktur kata dan bunyi bahasa ibu merupakan realisasi dari makna tersebut. Tes 1. Buatlah masing-masing contoh kegiatan dalam SKH anda yang menunjukkan bahwa anda merancang kegiatan pembelajaran berdasarakan konsep perkembangan dan konsep pembelajaran yang berpusat pada anak! 2. dan berkomunikasi dengan orang lain. Melalui penataan benda-benda di ruangan. anak-anak belajar tentang keteraturan dan keindahan. seperti beban berat atau berlari di luar kapasitasnya dapat merusak daerah pertumbuhan tulang tersebut. Rancanglah suatu kegiatan bermain matematika yang dapat membantu anak memecahkan masalah dalam mengenal bentuk. Kata. seperti berjalan. aspek yang dikembangkan adalah aspek seni atau aspek motorik halus anak ! Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . keindahan. Begitu pula dengan menggambar dan mengkombinasikan warna untuk mencapai suatu keindahan akan menanamkan nilai-nilai estetik pada anak. dan menendang. merespon. Jadi belajar bahasa adalah belajar memaknakan. Pemberian beban yang berlebihan. Rangkuman Program pembelajaran matematika hendaknya didesain untuk membantu anak-anak memperoleh dan menerapkan pemahaman konsep dan keterampilan matematika. keterampilan matematika merupakan fokus dari pembelajaran yang dikembangkan melalui permainan spontan. diharapkan otot-otot tubuh anak berkembang sehingga mereka mampu melakukan gerak dasar. Nilai-nilai estetis. Melalui pendidikan jasmani. Guru merencanakan untuk mengajarkan konsep matematika kepada anak dengan memecahkan masalah yang bermakna. baik motorik kasar maupun motorik halus. memahami konsep bilangan dan mampu menaksir gejala suatu benda ! 3. Selain itu pendidikan jasmani juga ditunjukan untuk mengembangkan kemampuan motorik anak.Satu Untuk UNM terjadi pada daerah ujung tulang (epifisis) yang merupakan tulang rawan. Bahasa ibu merupakan bahasa yang mulamula dipelajari anak.

dan kecantikan pada anak didik anda ! Pendidikan & Latihan Profesi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 94 . Belajar bahasa tidak jauh beda dengan belajar sains. dengan contoh yang sering anda lakukan dalam mengajrkan bahasa pada anak didik anda ! 5. anak menggunakan indera dan pikirannya untuk belajar jelaskan pendapat tersebut.Satu Untuk UNM 4. keindahan. Jelaskan apa yang anda lakukan dalam menanamkan nilai-nilai estetis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->