1

Daftar isi Daftar isi «««««««««««««««««««««««..I Kata pengantar«««««««««««««««««««......II BAB I Pendahuluan 1.1 1.2 1.3 1.4 latar belakan«««««««««««««««««««.1 perumusan masalah««««««««««««««««..1 BAB II landasan teori 2.1 pengertian teori««««««««««««««««««««««««««««4-5

BABII Pembahasan 3.1 fungsi pokok legislative (parlamenter) dalam menyusun agaran Negara .................................6-7 3.2 Bagaimana kinerja lembaga legislative dalam mengambil kebijakan angaran Negara demi mensejahterakan masyarakat dari kemiskinan. ..........................................................................8-11 3.3 BAB IV Penutup 4.1 keimpulan

.......................................................................................................................................................12 4.2 saran .........................................................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA

. Dengan demikian penulis tak lupa mengucapkan banyak terimah kasih.2 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa. karena atas berkat dengan rahmatnya saya depat menyelesaikan makalah dengan ³judul funsi legislative dan tanggung jawab atas angaran Negara´penulis menyadari bahwa banyak kendala dan kekuragan yang dihadapi oleh penulis dalam proses menyelesaikan hasil makalah ini. namun atas bantuan dari internet sehinga penulis dapat menyelasaikan makalah ini.

Sistem ini digunakan oleh Republik kelima prancis. Presiden dipilih oleh rakyat sehingga memiliki kekuasaan yang kuat. kekuasaan eksekutif dapat di jatuhkan oleh legislative. Presiden melaksanakan kekuasaan bersama-sama dengan Perdana mentri.3 BAB I Pendahuluan 1. Legislatif dan yudikatif dan lembaga tersebut memeliki funsinya masing masing atas bertangunjabannya. Presiden pada umumnya memiliki hak prerogratif (hak istimewa) untuk mengangkat dan memberhentikan mentri-mentri yang memimpin departemen dan nondepartemen. eksekutif. Latar belakan Negara Timor-Leste adalah Negara yang menganut Sistem semi presidensial. dan system ini sebagian besar di perlukan di Negara Negara yang sudah berkembang. Mentri-mentri hanya bertanggung jawab kepada legislative. .A. oleh karena itu ke 4 lembaga itulah sebagai peranan pentin untuk mengatur tata pemerintah. dan juga legislative sebagai jembatan pada eksekutif untuk mencapai kesejahteran masyarakat untuk menurunkan kemiskinan di negri ini. dari presidensial kekuasaan eksekutif presiden di angkat berdasarkan demokrasi rakyat dan di pilih langsung oleh mereka atau melalui badan perwakilan rakyat. kekuasaan eksekutif bertanggung jawab kepada kekuasaan legislative. jadi dari keempat lembaga tersebut saya mengambil lembaga legislative sebagai poin penting dalam menyelengarakan tuntutan masyarakat dalam parlamentar. Dalam sistem ini. Dari parlementer dikepalai oleh seorang perdana mentri sebagai kepala pemerintah sedankan kepala Negara di pakai oleh preasiden.b Perumusan masalah Dari latar belakan diatas saya merumuskan masalah sebagai berikut: y y fungsi pokok legislative (parlamenter) dalam menyusun agaran negara? Bagaimana kinerja lembaga legislative dalam mengambil kebijakan angaran Negara demi mensejahterakan masyarakat dari kemiskinan. Sistem semipresidensial adalah system pemerintah yang menggabungkan kedua sistem pemerintahan: Presidensial dan Parlamentar Terkadang. 1. dalam system ini memiliki 4 lembaga yang berwewenan yaitu lembaga presiden. sistem ini juga disebut dengan Dualisme Eksekutif.

A. Termasuk dalam teori normatif adalah utopi. Teori Deskripsi-Eksplanatif Teori deskripsi-eksplanatif memberikan penjelasan secara abstrak realitas administrasi negara. Pada dasarnya teori ini menjawab dua pertanyaan dasar yaitu apa dan mengapa atau apa berhubungan dengan apa. Dalam hal ini. 2. karena disamping organisasi yang dipimpinnya. pengertian teori TEORI ADMINISTRASI NEGARA 1. ia juga harus berhubungan dengan organisasi atau kelompok sosial/politik lain yang juga memiliki hirarki sendiri. apakah departemental atau koordinatif. atau hukum. Teori Normatif : Teori normatif bertujuan menjelaskan situasi administrasi masa mendatang secara prospektif. dimana seorang manajer organisasi publik kurang lengkap dijelaskan sebagai orang yang beradda dipucuk hirarki suatu organisasi dan secara eksklusif bekerja dalam struktur internal tersebut. proposisi. hirarki kebutuhan. semangat kerja dan lain-lain. ketidakjelasan peranan. Konsep yang sederhana seperti hirarki ini bisa berkembang menjadi hirarki dalam mekanisme kerja organisasi publik. dibanding jika kegiatan tersebut dilaksanakan secara koordinatif. Konsep tersebut menjelaskan ciri umum dari organisasi formal. Hubungan satu konsep dengan konsep lain dapat lebih kompleks dari sekedar hubungan kausal antara dua variabel dapat bersifat timbal balik atau sistematik. Pertanyaan pertama apa. Artinya kegiatan yang bersifat departemental cenderung kurang menimbulkan konflik peranan diantra para pengambil keputusan dan pelaksana. hirarki organisasi formal. . Pertanyaan mengapa atau berhubungan dengan apa menuntut jawaban eksplanatif atau diagnostik mengenai keterkaitan antara satu konsep abstrak tertentu dengan konsep abstrak lainnya. konflik peranan. Salah satu contoh adalah konsep hirarki dari organisasi formal. organisasi formal. menuntut jawaban deskriptif mengenai satu realitas tertentu yang dijelaskan secara abstrak ke dalam satu konsep tertentu misalnya.4 BAB II Landasan teori 2. Misalnya konflik peranan berhubungan dengan tipe kegiatan. yaitu adalnya penjenjangan dalam struktur organisasi. manajer suatu organisasi lebih cocok dijelaskan sebagai broker yang senantiasa harus bernegosiasi menjembatani kepentingan organisasinya dengan kepentingan diluar organisasi yang ia pimpin. baik dalam bentuk konsep.

teknik.partisipasi. demokrasi. tetapi sentralisasi yang berlebihan dapat mengorbankan akuntabilitas dan inovasi. Penekanan yang terlalu tinggi pada efisiensi dapat mengorbankan perataan. desentralisasi. Letak persoalan dalam teori normatif adalah bahwa kriteria normatif yang ditawarkan dalam literatur tidaklah selalu saling mendukung. jika manusia dan institusinya sudah siap atau dapat disiapkan ke perubahan sistem administrasi ke arah desentralisasi yang lebih besar. responsibilitas. semangat kerja pegawai. Penekanan yang terlalu tinggi pada efisiensi dapat mengorbankan perataan. maka strategi. Teori normatif memberikan rekomendasi ke arah mana suatu realitas harus dikembangkan atau perlu diubah dengan menawarkan kriteria normatif tertentu. Teori Instrumental Pertanyaan pokok yang dijawab dalam jenis teori adalah "bagaimana" dan "kapan". tapi dalam beberapa hal dapat saling bertentangan. Teori instrumental merupakan tindak lanjut (maka) dari proposisi "jika-karena". Teori Asumsi Teori asumsi menekankan pada prakondisi atau anggapan adanya suatu realitas sosial dibalik teori atau proposisi yang hendak dibangun. Demikian pula sentralisasi diperlukan dalam rangka menjaga koordinasi. . efektivitas. 3. dan sebagainya. jika desentralisasi dapat meningkatkan efektifitas birokrasi. dan alat apa yang dikembangkan untuk menunjangnya. Misalnya jika sistem administrasi berlangsung secara begini dan begitu karena ini dan itu. akuntabilitas. Teori normatif juga dapat dikembangkan dengan merumuskan kriteria-kriteria normatif yang lebih spesifik. inovasi. seperti efisiensi. 4.5 1 misalnya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila atau keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. ekonomi.

terutama di negara-negara berkembang.1 fungsi pokok legislative (parlamenter) dalam menyusun agaran negara? Fungsi pokok Parlemen sehubungan dengan Rencana dan Anggaran Negara adalah untuk memastikan bahwa kedua hal ini memang berhasil mencapai Pengurangan Kemiskinan dan Tujuan Pembangunan Milenium. di mana Anggota Parlemen tidak membela rakyat. Di negara yang tidak memiliki sistem parlementer yang efisien. berada dalam posisi untuk berbicara mewakili rakyat dalam permasalahan yang pada dasarnya berhubungan dengan rakyat. 2. Mereka harus mampu mengevaluasi. dan karena mereka bergantung pada rakyat untuk dapat dipilih kembali. baik elitisme tersebut diukur dari segi ekonomi maupun politik. Pemerintah cenderung bergerak secara elitis. Parlemen memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa. Bagaimana kinerja lembaga legislative dalam mengambil kebijakan angaran Negara demi mensejahterakan masyarakat dari kemiskinan. Anggota Parlemen. Tetapi fungsi di atas mengharuskan Anggota Parlemen untuk memiliki lebih dari sekedar pengetahuan umumc yang kabur mengenai Pengurangan Kemiskinan dan Tujuan Milenium. 3. analisis dan fokus yang gigih pada permasalahan. Fungsi pokok Parlemen dilaksanakan dalam dua tahap yaitu: 1. Pengurangan Kemiskinan dan Tujuan Milenium merupakan konsep berorientasi rakyat yang lebih baik. Hal ini harus dilakukan secara terus-menerus sepanjang tahun sebagaimana yang disebutkan dalam presentasi terdahulu. Pemerintah secara umum akan merancang dan melaksanakan kebijakan-kebijakan yang berorientasi kepada rakyat.6 BABIII PEMBAHASAN 3. hingga Pemerintah terpaksa harus memperhatikan.2. Anggaran dan prosedur-prosedur yang berkaitan dengannya diatur oleh beberapa ketentuan . Hal ini memerlukan adanya pengkajian. Mempengaruhi Rencana dan Anggaran Negara pada saat perumusannya Hal ini dapat ditempuh melalui Komite atau Sidang Pleno atau melalui persuasi politik umum dalam masalah-masalah kunci. baik dalam perumusan maupun pelaksanaan. pertanyaan. Memantau pelaksanaannya dan meminta pertanggungjawaban Eksekutif 3. karena dipilih oleh rakyat untuk mewakili rakyat. apakah tujuan-tujuan yang spesifik tengah dipenuhi.

3. suatu uraian pendapatan dan pembelanjaan Negara. Parlament nasional Timor-Leste dan proses keuangan: peranam legislatif dan pengawasan . Menyusun Rencana Negara dan Anggaran Negara serta menjalankannya dengan persetujuan Parlemen Nasional.. Pemerintah memiliki kewenangan untuk: 2. (e) Memantau pelaksanaan Anggaran Negara. serta menghindarkan adanya peruntukan dan dana rahasia. Pajak dan Pemeriksaan Keuangan serta oleh Parlemen Nasional. . (q) Sistem anggaran. Parlemen Nasional memiliki kewenangan tunggal untuk membuat undang-undang mengenai: (p) Kebijakan pajak. 2. Pelaksanaan Anggaran dipantau oleh Pengadilan Tinggi Administrasi. 2. 3. Mei 8 ± 9 2003 sedankan (Kewenangan Pemerintah) adalah 1.7 tertentu dalam Undang-undang Dasar Timor-Leste yaitu: 1. Parlemen juga memiliki kewenangan untuk: (d) Memusyawarahkan Rencana dan Anggaran Negara serta laporan pelaksanaannya. berdasarkan efisiensi dan efektivitas. Undang-undang Anggaran mengatur. Anggaran Negara disusun oleh Pemerintah dan disetujui oleh Parlemen Nasional.

kelima tahap tersebut akan menunjukkan di mana peran Parlemen mulai muncul. membantu juga mengembangkan kemauan politik/dukungan lintas partai untuk strategi-strategi yang ada ‡ Kepemilikan atas negara yang bermakna mensyaratkan adanya keterlibatan lembaga perwakilan dalam perancangan SPK ‡ Memberikan mekanisme kelembagaan untuk berpartisipasi ± menggunakan lembaga yang ada dan bukan membentuk yang baru ‡ Turut membantu memperkuat peran lembaga pemerintahan PSPK memberikan titik masuk yang alami bagi Parlemen ‡ Parlemen harus mewakili kepentingan rakyat ‡ Parlemen memiliki peran dalam menyetujui anggaran dan memantau pembelanjaan dan program . Kelima Tahap SPK 1. parlemen harus dan wajib terlibat dalam proses SPK ‡ Keterlibatan Parlemen dan AP memperkuat kepemilikan SPK dan memberikan suara kepada keprihatinan rakyat miskin. Keputusan prioritas kebijakan kemiskinan 3. (Mengacu kepada PSPK ± Proses Strategi Pengurangan Kemiskinan). Mengapa Parlemen harus terlibat? ‡ Mengingat fungsi perwakilan dan pengawasan parlemen.8 PARLEMEN DAN PROSES STRATEGI PENGURANGAN KEMISKINAN Parlemen sebagai suara rakyat dan unsur kunci dalam struktur demokrasi memiliki peran sangat penting yang harus dimainkan. Diagnosis dan analisis kemiskinan 2. Saya mengacu kepada suatu makalah yang baru-baru ini dipresentasikan di Forum Parlementer Afrika Bagian Selatan dalam suatu konferensi di Mauritius. Pemantauan dan evaluasi hasil/dampak Sekilas pandang. Proses siklus anggaran dengan perubahan SPK 4. Pelaksanaan kebijakan dan penyampaian layanan 5.

yang semuanya didukung oleh mekanisme keuangan dan legislatif ‡ Jika ingin PSPK berhasil.memantau pelaksanaan untuk mendapatkan hasil. . . Tantangan bagi Parlemen ‡ Menggunakan tanggung jawab pengawasannya untuk mempengaruhi alokasi anggaran agar turut memberikan hasil yang pro-rakyat miskin ‡ Menggunakan keuntungan legislatif untuk memastikan bahwa kebutuhan rakyat miskin didengar dan dipenuhi ‡ Menuntut adanya tindak lanjut yang serius atas komitmen PSPK lembaga Eksekutif Parlament nasional Timor-Leste dan proses keuangan: peranam legislatif dan pengawasan . partisipasi dan pemantauan hasil.menjamin partisipasi masyarakat yang luas. . . bukan peristiwa Membangun kapasitas untuk mendukung keterlibatan Parlemen ‡ Bank Dunia dan IMF menyadari perlunya menjamin keterlibatan parlementer yang lebih besar guna memastikan mekanisme berkelanjutan untuk partisipasi dan pengawasan .9 ‡ PSPK akan membutuhkan persetujuan anggaran dan proses PSPK sejalan dengan proses kebijakan ‡ Penekanan terhadap hasil dan pemantauan berarti adanya tambahan penekanan pada pengawasan terhadap lembaga Eksekutif untuk memastikan agar PSPK mencapai tujuan yang telah dicanangkan ‡ Hubungan dengan konstituensi dan masyarakat madani memberikan kesempatan kepada MP dan Parlemen (terutama melalui komite) untuk mengawasi pelaksanaan ‡ PSPK mungkin pula mengharuskan adanya perubahan legislative Rangkuman ± mengapa Parlemen? ‡ PSPK menekankan kepemilikan negara.membantu menyusun anggaran yang jujur dan efektif. Mei 8 ± 9 2003 130 ‡ Mengawasi arah PSPK untuk menghasilkan penyampaian layanan yang lebih baik ‡ Memastikan bahwa PSPK adalah proses..menjamin dipilihnya prioritas terbaik untuk rakyat. untuk: .mencapai analisis/diagnosis yang baik tentang kemiskinan. maka Parlemen harus memainkan peranan yang besar dalam membentuk PSPK dan mengawasi prosesnya.

10 ‡ Kemampuan parlementer (Anggota. partisipasi harus dilembagakan ‡ Proses PSPK menciptakan ³titik masuk´ yang nyata kepada Parlemen untuk menjadi dan terus terlibat dan mengembangkan peran konstitusional Parlemen ‡ Adalah tugas Parlemen menentukan bagaimana bentuk keterlibatannya ‡ WBI. pegawai. sumber daya kelembagaan) seringkali membatasi atau menghambat keterlibatan Parlemen ‡ WBI mendukung upaya untuk meningkatkan kesadaran di dalam dan di luar Bank ‡ Dana Perwalian PSPK untuk mendukung pengembangan kapasitas Eksekutif. Masyarakat Madani ‡ Pengembangan bahan pembelajaran dan Buku Pedoman MP tentang ³Parlemen. Parlemen. Pemerintah dan Pengurangan Kemiskinan´ Kesimpulan ‡ PSPK menyediakan kerangka bagi negara-negara untuk mengarahkan dan mengkoordinir dukungan donor ‡ Parlemen harus dilibatkan jika ingin PSPK memiliki kepemilikan negara yang bermakna. UNDP. donor bilateral dapat dan tengah menyediakan dukungan untuk melanjutkan keterlibatan Parlemen dalam Proses SPK Beberapa contoh meningkatnya keterlibatan Parlemen dalam PSPK Negara A: Penyajian dan pembahasan hasil lokakarya regional dengan Parlemen Negara B: PSPK disajikan kepada kedua majelis Parlemen untuk diratifikasi sebelum diajukan ke Bank Dunia dan IMF Negara C: Penyajian dan diskusi PSPK di Parlemen tidak lama sebelum diajukan Negara D: .

11 ‡ Wakil-wakil dari Majelis Tinggi menjadi anggota panitia kerja yang memantau proses PSPK ‡ Debat di Parlemen mengenai kemiskinan ‡ Persetujuan Parlemen atas PSPK Negara E dan F: PSPK menyoroti peran Parlemen dalam bidang konsultasi mulai dari tahap-tahap awal sampai dengan pengembangannya Negara G: Laporan Perkembangan PSPK mencatat bahwa meskipun ada keterbatasan kelembagaan. Parlemen berkomitmen untuk mengawasi pelaksanaan PSPK Negara H: Panitia ad hoc PSPK/hubungan ke CSO terbentuk Negara I: Kunjungan lapangan PSPK oleh komite Bidang Ekonomi dan Sosial untuk mengkaji tingkat partisipasi dalam perancangan Negara J: Dengar Pendapat Komite Anggaran/Keuangan dan Interaksi dengan masyarakat madani Pengurangan kemiskinan yang dikaitkan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium mengharuskan dicapainya dua tujuan sosial ekonomi yang saling berhubungan. .

maka dengan hormat saya menerima kritikan apa saja yang dating dari peserta siswa-siswi yg ingin ketahui sesuatu dari saya mengenai makalah yang saya buat.12 BAB IV PENUTUP 4.2 SARAN Tidak seorangpun dikatakan sempurna karna kita ada kelibihan dan kekuragan dalam berbagai bidang. 4.1 KESIMPULAN Dari makalah yang saya buat saya berfokus pada funsi legislative dan saya menyadari karna ada banyak kesalahan dalam dalam selesaikan makala ini karna minimnya buku-buku maka tidak dapat selesaikan menurut apa yang dosen pengasu inginkan. .

com/peranam-legislatif-dan-pengawasan . Sukehiro Hasegawa Kata sambutan oleh Perwakilan Tetap UNDP dan Wakil Perwakilan Sekretaris dari Sekretaris Jenderal y http://cariebookgratis.13 DAFTAR PUSTAKA Mr.

242 : I.H : PP (politik pembangunan) : III : Konstitusi RDTL .01.03.14 MAKALAH FUNGSI PALEMENTER DAN TANGGUNG JAWAB ATAS ANGARAN NEGARA OLEH NAMA NIM FAKULTAS JURUSAN SEMESTER MAKALAH : ABEL DE JESUS ANDRADE : 09.S.

15 UNIVERSIDADE DA PAZ (UNPAZ) 2011 SISTEM BUDAYA MASYARAKAT TIMOR LESTE ADAT ISTI ADAT .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful