Ketamin

K E TM.

SofyanIHarahap AM N Eka Adhiany,

Calvin Stevens ‡ Th 1966 istilah anestesi disosiatif oleh Guenterr Corrsen dan Edward Domino ‡ Th 1970 baru digunakan secara klinis .PENDAHULUAN ‡ Th 1962 disintesis oleh Dr.

Hubungan Aktifitas Struktur .

FARMAKOLOGI ‡ Secara kimiawi berkaitan dengan phencyclidine (PCP) dan cyclohexamine ‡ BM 238 dan pKa 7. . dan daya larut tinggi dalam lemak pada anakanak sama saja.5 ‡ Farmakokinetik: menyerupai thiopental dalam onset yang cepat. kecuali absorpsi obat IM lebih cepat. durasi yang singkat.

FARMAKOLOGI ‡ Farmakodinamik: sebagian besar dengan aktivitas SSP.04 µg/ml (oral).15 µg/ml (IM) dan 0. proses pemulihan terjadi jika konsentrasinya dalam plasma 0. analgesia terjadi ketika konsentrasi di dalam plasma 0.12 µg/ml .64 1.

MEKANISME KERJA ‡ Status anestesi digambarkan sebagai disosiasi fungsional dan elektrofisiologikal antara thalamoneocortical dan sistem limbik ‡ Ketamin berikatan dengan reseptor2: NMDA. Sodium Channels ‡ Ketamin menekan produksi netrofil meningkatkan aliran darah ‡ Inhibisi citokin dlm drh analgesia . reseptor muskarinik. resptor monoaminergik. reseptor opioid.

PENGGUNAAN KLINIS .

5 mg/kgBB IV. maintenance: 15-35 µg/kgBB/mnt . 4-10 mg/kgBB IM.DOSIS DAN PEMAKAIAN ‡ Bolus Injeksi Induksi: 1-4. maintenance: setengah atau sama dg dosis awalinduksi ‡ Infus IV induksi: 1-2 mg/kgBB dg kec. 20 mg/mnt.

angina pektoris atau infark miokard. alkoholisme. eklampsia dan PE) ‡ Thirotoksikosis . reaksi psikis sebelumnya terhadap ketamin) ‡ Obstetrik (kehamilan sebelum aterm. thoraks dan abdominal. perdarahan dlm otak. aneurisma intrakranial. tumor intra kranial) ‡ Kelainan pada mata (Luka penetrasi bola mata.KONTRA INDIKASI ‡ Penyakit kardiovaskuler (Hipertensi yang tidak terkendali dengan baik. TIO yg tinggi) ‡ Kelainan psikiatrik (psikosis. gagal jantung kanan dan hipertensi pulmoner) ‡ Kelainan SSP (cedera otak.

EEG: hilangnya ritme alpha dan dominannya aktivitas theta) ‡ Sistem KV (peningkatan TD) ‡ Ventilasi dan Sist.EFEK SAMPING ‡ SSP (peningkatan TIK.Respirasi (apneu. sekresi klj mukous meningkat. brokhodilatasi) ‡ Fungsi hati dan ginjal (tdk mengalami perubahan) ‡ Reaksi alergi (tdk melepaskan histamin) ‡ Menghambat agregasi trombosit . refleks jln nafas atas utuh.

dan sodium channels ‡ Ketamin dapat dipakai sebagai: analgesia. reseptor monoaminergik. reseptor N-methyl-D-aspartate (NMDA). reseptor muskarinik. dll .RINGKASAN ‡ Ketamin adalah derivat phencyclidine yang menimbulkan anestesia disosiatif ‡ Analgesia dicapai dengan dosis subanestetik. obat anestesi tunggal untuk prosedur pembedahan dan diagnostik. dan dosis lebih tinggi untuk induksi ‡ Ketamin berinteraksi dengan reseptor opioid. induksi anestesi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful