You are on page 1of 9

r

r

ISSN 0853 - 7240

Biologi, Vol. 3, No.1, Juni 2003

ISOLASI, POPULASI DAN KARAKTERISASI

BAKTERI PELARUT

FOSFAT PADA TANAH DARI TAMAN NASIONAL BOGANI NANI WARTABONE, SULAWESI UTARA

Sri Purwaningsih INTISARI

1

Purwaningsih, S. 2003, Isolasi, Populasi dan Karakterisasi Bakteri Pelarut Fosfat pada Tanah dari Taman Nnslonal Bogani Nani Wartanbone, Sulawesi. Biologi 3 (1) : 45 - 53. Telah dilakukan penelitian tentang isolasi, populasi dan karakterisasi bakteri pelarut fosfat pada tanah dari Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Sulawesi Utara, yang bertujuan untuk mendapatkan data populasi dan isolat murni bakteri pelarut fosfat. Sebanyak 18 contoh tanah diambil dari 3 lokasi (daerah hutan Mainakum, Kolawak dan Mauk Molotong). Isolasi dilakukan dengan menggunakan media Pycovskaya, dan penghitungan jumlah bakteri dengan mctode cawan hitung. Inkubasi pada suhu kamar (27-280 C) selama 15 hari. Karakterisasi dilakukan dengan mcnumbuhkan isolat murni pada media Pycovskaya. Inkubasi pada suhu kamar (27-280 C) selama 15 hari. Bakteri dapat melarutkan fosfat apabila dikelilingi zona berwama bening. Populasi bakteri pelarut fosfat tertinggi adalah 5 X l O' CFU/g tanah (daerah hutan Mainakum), 49 X lOS CFU/g tanah (hutan Kolawak), dan 9 X lOS CFU/g tanah(hutan Mauk Molotong). Didapatkan 8 isolat mumi dari daerah hutan Mainakum, 7 isolat dari Kolawak, dan 9 isolat dari Mauk Molotong. Seluruhnya didapatkan 24 isolat mumi, dan semuanya mampu melarutkan fosfat. Kata kunci: Isolasi, populasi, karakterisasi, medium Pycovskaya

ABSTRACT
Purwaningsih, S. 2003 The isolation, Population and Characterization of Phosphate Solubilizing Bacteria Oil the Soil from Boganl Nani Wartabone National Park. North Sulawesi. Biologi 3 (1) : 45 - 53.
A study was conducted in order to know the isolation, population and characterization of phosphate solubilizing bacteria on the soil from Bogani Nani Wartabone National Park, North Sulawesi. The purpose of the study was to get the population data andpure culture of phosphate solubilizing bacteria.

I

Bidang Mikrobiologi, Puslit Biologi-LIPI, J1. Juanda 18, Bogor 16002

45

and 9 X lOS CFUlg soil (Malik Molotongforest area). 46 . population. Mikroba tanah dapat membantu meuingkatkan penyerapan unsur hara dari tanah. after 15 days. kondisi fisik. namun jumlah. mineral liatdanmasam. Menurut Rao (1981) dan Dunnigan (1979) suatu altematif untukmeningkatkan ketersediaan nutrien untuk tanaman danmeningkatkan aktivitas mikroba tanah adalah dengan penggunaan inokulan mikroba. S. All of those were gave twenty four of culture pure. dan hasilnyamembuktikan bahwa penambahan mikrobadapat meningkatkankelarutan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman secara efektif. Tanah-tanah di Indonesia pada umumnya memiliki karakterisasi kandungan bahan organik yang rendah.~-~ ----~=~-~-------~--~--Purwaningsih. Rendahnya bahan organik sebagai sumbernutrien dan cnergi bagi mikroba menyebabkan rendahnya aktivitas dan kehidupan mikroba didalam tanah. selain itu meningkatkan kcmampuan akar menyerapunsur haradengan pembentukan akar rambut yang lebih ban yak. baik yang berasal dari pupuk maupun mineral tanah. Pemanfaatan mikroba untuk meningkatkan efisiensi serapan hara oleh akar tanaman telah banyak dipelajari. memiliki nilai keanekarngarnan hayati yang cukup tinggi. Keywords: Isolation. The highest population of phosphate solubilizing bacteria was 5 X lOS CFUlg soil (Mainakum forest area).Isolasi. YEMA medium PENDA . keadaan ini yang akhirnya menghambat penyediaan unsur hara. Wartabone (TI\1J3NW) merupakan suatu kawasan konservasi terbesar di Sulawesi. The clear zone suround the colonies indicate that the phosphat in the medium was hydrolized. sedangkan beberapa jenis mikroba tersebut bertanggung jawab terhadap ketersediaan nutrien untuk tanaman. characterization. kimia serta biologi tanah. Incubation in room temperature (27-2SO C) until 15 days. Eigh was gave of culture pure from Mainakum forest area. 1977). The growth characteristic pure culture was observed by using Pycovskaya medium. Kolawak dan Mauk Molotong forest area). jenis dan aktivitasnya dalam tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor. and whole able to hydrolized phosphate. sehingga unsur hara tersebut dapat digunakan untuk pertumbuhan tanaman. and nine isolat from Mauk Molotong.selain itu mikroba tersebut dapat meningkatkan kesuburan tanah (Alexander. ULUAN H Taman Nasional Bogani Nani . Kcberadaan mikroba terutama mikroba tanah sangat mcnarik untukdikaji. .. Populasi dan Karakterisasi Bakteri Pelarut Fosfat Eighteen soil samples was taken from three location (Mainakum. 49 X lOS CFUlg soil (Kolawak forest area). Incubation in room temperature of27-2SO C. seven isolates from Kolawak. dan sumbcr hara. antara lain tersedianya energi. Isolation was done on Pycovskaya medium.

ekonomis serta memiliki wawasan lingkungan. dibawa ke Laboratorium dan disimpan dalam almari es. dicatat tanamannya. Pseudomonas sp. kemudian dimasukkan dalam polibag. yang bertujuan untuk mengetahui populasi. Bacillus sp.7240 Biologi. 1990). BPF merupakanjasad renik tanah yang mempunyai kemampuanmelepaskan ikatan P dan berperan dalam melarutkan P yang tidak tersediamenjadi tersedia (Alexander. dan untuk mendapatkan isolat yang mumi dari kawasan TNBNW. Isolasi Bakteri Pelarut Fosfat Isolasi dilakukan dengan cara 47 . terutama di kawasan TNBNW.Penggunaan inokulan mikroba sebagai pupukhayatimemi1ikikeunggulan yang komperatif karen a mampu meningkatkan produksi pertanian secara berkelanjutan (sustainable agriculture). 1992).1. Sebanyak 6 sampel tanah diambil dari daerahMainakum pada ketinggian 171m dpl. 1986). dan 6 sampel dari daerah Mauk Molotong padaketinggian 345 m dpl. yang selanjutnya dilakukan karakterisasi untuk mengetahui isolat yang berpotensi melarutkan fosfat. BAHAN DAN CARA KERJA Pengambilan tanah Sebanyak 0. 1994).5kali pada tanah yang tidak dipupuk P dan 8 kali lipat pada tanahyangdiberipupukTrikalsiumfosfat (Robert and Berthelin. Salah satumikroba tanah tersebut adalah Bakteri Pelarut Fosfat (BPF). dan meningkatkan penyerapan P. 1990) dan lain sebagainya Mikroba tersebutmempunyai kcmampuan melarutkan mineral-mineral fosfat melalui sekrcsi asam organik (Kucey.3 kg tanah diambil pada kedalaman 0-15 em secara random pada daerah perakaran. yang pada akhimya dapat digunakan sebagai pupuk hayati. 1977). Pcmberian Bacillus sp. ketiganya dari kawasan TNBNW. Vol. Jenis-jenis mikroba tersebut adalah Penicillium sp.ISSN 0853 . Selain itu dilaporkan pula ada mikroba tertentu yang mampu meningkatkan kelarutan fosfat.. (Singh and Kapoor.. 1986). Laju pertumbuhan tanaman Lamtcro meningkat setelah diberi Bakteri Pelarut Fosfat (Young et al. Juni 2003 sehingga meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara. 6 sampel dari hutan Kolawak pada ketinggian20 1m dpl.. (Young et al. 1998). sehingga dapat meningkatkan ketersediaan unsur P terutama pada tanah-tanah masam (Kundu and Gaur. Sebagai upaya untuk mengetahui keberadaan Bakteri Pelarut Fosfat tersebut diatas. (Goos et aI. 1987) dan melibatkan enzim fosfatase (Ulmer and Schiner.. No. mangan besi dan silikat (Silver et al. 1980). dapat meningkatkan serapan P tanaman Pinus 1. maka dilakukan inventarisasi dan isolasi pada sampel tanah. 3.

setelahitudiinkubasikanpadasuhukal11a!(27-28°C).2 g. kemudian ditanam pada media Picovskaya miring dalam tabung reaksi (sebagai kultur murni). larutan terse but sebanyak 1 lUI dimasukkan kedalam larutan9 ml NaCl.2 X 105 CFU/g tanah). NaCl 0. diinkubasi-kan pada suhu kamar (272S0C).melihat kemampuannyadalammelarutkan fosfat. Agar 20 g. .7 X 105 CFU/g tanah). diratakan dcngan spatula. dan Lcea angulata (0. kemudian diratakan dengan spatula. pengamatan sampai umur 15 hari.1 ml dituangkan dalam petri dish yang telah berisi media Picovskaya (Sundara Rao and Sinha. sebanyak 1 gram sampel dimasukkan dalam 9 mllarutan gararn fisiologis (NaCl 0.85%) dalam tabung reaksi kecil. 1963). Populasi dan Karakterisasi Bakteri Pelarut Fosfat pengenceran.2 g. sedangkan sampel tanah yang tanpa tanaman populasinya paling rendah (O.Purwaningsih. S. ° terpisah dengan baik dipilih dan diambil dengan Ose. Yeast Extract 0. 1963). koloni yang tumbuh 48 . dengan pH 7.5 g. Sampel tanah dari daerahhutan Kolawak dalamkawasan 1NBNW pada ketinggian 201 m dpI terdiri dari 6 sampel.1 g. Cudrania sp (1.kemudian diamati untuk . kemudian diikuti pada sampel tanah dari perakaran tanatnanPiperaduncum (5X 105CFUI g tanah). Pengamatan dilakukan setiap hari selama15 hari. dibuat . setiap hari diamati pertumbuhannya dan dihitung jumlah koloninya. Pemurnian dan karakterisasi Bakteri yang telah didapat kcmudian dimurnikan dengan carakoloni diambil dengan Ose dimasukkan ke dalam aquadest steril (5 ml). Pometia sp (0. dengan metode cawan hitung. Aquadest 1000 ml.1 ml dimasukkan dalam petri dish yang telah berisi media Picovskaya. kemudian di vortex. Glucose 1 g. Isolat yang telah murni tersebut dilakukan karakterisasi dengan menumbuhkan pada media Picovskaya dalam petridish. dan setcrusnya sampai diperoleh seri pengenceran lO-l-lO-7.Isolasi.dipipetO. KCl 0.). komposisi media terdiri atas: Ca3(P04)25 g. MgS047I\O 0. Hasil isolasi menunjukkan bahwa populasi BPF yang tertinggi pada sampel tanah dari perakaran tanaman Cudrania sp (9 X 105 CFU/g tanah). (NI-!4)2S040. kemudian diinkubasikan pada suhu kamar (27-28°C). kemudian divortex.seri pengenceran dengan cara memipet .5 g.IX 105 CFU/g tanah) (Tabel 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Sampel tanah dari daerah Mainakum dalam kawasan TNBNW pada ketinggian 171 m dpl terdiri dari 6 sampel. yang ditandai dengan zona yang ben varna terang at au bening (Das. MnS04 dan FeS04 sedikit. dipipet 0.5X 105 CFU/g tanah).

vitamin dansenyawa indole yangmerupakanhasil metabolisme yang dikeluarkan tanaman melalui akar sangat menentukan populasi jasad renik didalam tanah. Juni 2003 " [~ Populasi BPF tertinggi padasampel tanah dari perakaran tanaman Livistoma rotundifolia (49 X 105CFU/g tanah). kimia dan biologi lingkungan sangat mempengaruhi populasi jasad renik tanah (Hoffman.BNW pada ketinggian 345 m dpl terdiri dari 6 sampeL Populasi BPF tertinggi pada sampel tanah dari perakaran tanaman Tula-tula (9 X 105 CFU/g tanah). Vol. danCaryota mitis (2 X 105 CFU/g tanah). sehingga bakteri dapat bertahanhidup danmemperbanyak diri. sedangkan sampel tanah yang tanpa tanaman populasinya paling rendah (IX 105 CFU/g tanah) (TabeI2) Sampel tanah dari daerah Mauk Molotong dalam kawasan TN. 1952). 2. ketersediaan energi dan sumber hara. glikosida. selain itu faktor kesuburan tanah.1. asam amino.Nema(0.7240 Biologi.). Seperti yang dilaporkan oleh Gibson. sedangkan Waksman(1952)menambahkan bahwa eksudat terdiri dari senyawasenyawa gula. dibandingkan pada sampel tanah yang tanpa tanaman. Dari semua sampel tanah yang telah dilakukan isolasi dan telah didapatkan isolatnya (Tabel1.. No. Piperaduncum(lOX 105CFU/gtanah). asam organik. kemudian diikuti pada sampel dari peral_<:aran tanaman Pleomele 5 angustifolia (47X 10 CFU/g tanah). Michelia sp. (1981) bahwa aktivitas metabolisme dan senyawa metabolit yang dilepaskan oleh tanaman kedalam tanah melalui akar merupakan faktor yang sangat menentukan keadaanmikrobiologi tanah pada daerah perakaran tanaman.ISSN 0853 .) menunjukkan bahwa sampel tanah yang diambil dari daerah perakaran tanaman populasinya lebih besar dibandingkan dengan sampel tanah yangtanpa tanaman. dan 3. enzim. Vitex pinnata (6 X 105 CFU/g tanah). yang akhimya didapatkan populasi bakteri yang lebih banyak. dari daerah hutan Kolawak sebanyak 7 isolat. 1914 dalam Waksman.(5X 105 CFU/g tanah). 3.(O. reaksi tanah (PH). kemudian diikuti pada sampel tanah dari perakaran tanaman Horsfieldia sp. dan dari 49 . Eksudat terse but dimanfaatkan oleh bakteri untuk kelangsungan hidupnya.7X lOSCFU/g tanah). serta kondisi fisik. sedangkan sampel tanah yang tanpa tanaman populasinya paling rendah (0. hal ini disebabkan karena tanaman melakukan metabolisme dan senyawa metabolit tersebut dilepaskan oleh tanamankedalam tanahmelalui akaryang disebut eksudat. Setelah dilakukan pemurnian.2 X 105CFU/gtanah) (TabeI3.3 X 105CFUI g tanah). senyawa-senyawa nucleotida dan basanya. sampel dari daerah Mainakum didapatkan isolat sebanyak 8 isolat.(3 X 105 CFU/gtanah). danSyzigium sp.

No. . Populasi Bakteri Pelarut Fosfat dari daerah Mauk Molotong. No.2 IElIodia sp.Purwaningsih. S.7 3 5 0. Populasi Bakteri Pelarut Fosfat dari daerah Mainakum dalam kawasai TN. Horsfleldia sp.3 9 0.BNW pada ketinggian 171 mdpl.!::amnanaman t Populasi Bakteri Pelarut Fosfat (CFU/g tanah X 10 ) ISy=ygiulI1 sp. Perakaran tanarmn Populasi Bakteri Pelarut Fosfat (CFU/g tanah X 10 ) 3. Tula-tula Nema 5 Jumlah isolat 1 2 2 2 1 1 0. sampcl ITM 21'M 3TM 4TM 5TM 6TM IPleomele angustifolia Vitex pinnata Livistona rotundifblia Piper aduncttm Caryota mitis Tanpatanarnan Perakaran tanaman Populas i Bakteri Pelarut Fos fat (CFU/g tanah X 10 ) 47 6 49 10 2 1 5 Jumlah isolat 2 1 1 1 1 1 Tabel 3.7 5 0. sampel ITW 2TW 3TW 4TW 5TW 6TW Cudrania sp. Populasi dan Karakterisasi Bakteri Pelarut Fosfat Tabell. tanpa tanaman 50 .8 0.2 Micltelia sp. Populasi Bakteri Pelarut Fosfat dari kawasanhutan Kolawak. padaketinggiai 201 mdpl.Isolasi. Pometia sp Leea angulata Piper aduncum Tanpa tanaman 5 Jumlah is 0 lat 1 2 1 1 1 2 Tabel2. No sampcl 1 ID 2TD 3TD 4TD 5ID GTD PCIT.6 15 0. pada ketinggiai 345mdpl.

Kemampuan melarutkan fosfat dari 24 isolat murni yang didapat No koleksi 1 TWP(1) 2 TWP (1) 2 TWP (2) 3 TWP(1) 4TWP(1) 5 TWP(1) 6 TWP (1) 6TWP(2) 1 TMP(1) 1 TMP(2) 2 TMP (1) 3TMP(1) 4 TMP (1) 5TMP(1) 6 TMP (1) 1 TDP (1) 2 TDP (1) 2TDP(2) 3 TDP(I) 3TDP(2) 4TDP(1) 4TDP(2) 5 TDP (1) 6TDP(1) lokasi Mainakum Mainakum Mainakum Mainakum Mainakum Mainakum Mainakum Mainakum Kolawak Kolawak Kolawak Kolawak Kolawak Kolawak Kolawak MaukMolotong Mauk Molotong Mauk Molotong Mauk Molotong Mauk Molotong Mauk Molotong Mauk Molotong Mauk Molotong Mauk Molotong Zonasi (hari ke) 3 2 4 5 2 4 2 3 6 5 4 2 5 4 6 7 2 3 5 6 4 3 2 .7240 Biologi. kadang-kadamg terjadi kontaminasi dan kadang ada yang mati. Juni 2003 Tabel4. Untuk uji karakterisasi.2. terlihat bahwa dari 24 isolat murni yang diuji diketahui semuanya mampu melarutkan fosfat.. Jadi secara keseluruhan hanya didapatkan isolat sebanyak 24 isolat murni.. Vol.). hal ini disebabkan karena dalam pemurnian untukmendapatkan koloni tunggal hams melakukan pemumian yang berkali-kali. ~ daerah Mauk Molotong sebanyak 9 isolat (Tabel 1. 3.ISSN 0853 . dan 3. No. I.. yaitu untuk mengetahui kemampuannyadalammelarutkan fosfat. namun pembentukan 51 .

360 p. Indian Soc. H. Das. Aust. bahwajumlah unsur P dalam tanahkurang lebih ada 70 %. 2"d ed. Kolawak danMaukMolotongmengandungBak1eri Pelarut Fosfat dengan populasi yang bervariasi. John Wiley and Sons. Dunnigan. S. P. yang pada akhirnya unsur P tersebut dapat dimanfaatkan oleh tanaman untuk pertumbuhannya. Academy of Sci. terutama di kawasan TNBNW. H. Dengan adanya aplikasi isolat-isolat tersebut diharapkan mampu melarutkan unsur P yang dalam bentuk terikat menjadi tersedia. Indust. activators and conditioners : A critical review of their value to agriculture. Dari daerah Mainakum didapatkan isolat BPF sebanyak 8 isolat. M. Soil Microbiology. Populasi pada daerah perakaran tanaman lebih besar dibandingkan pada yang tanpa tanaman. Microbial fertilizer. 20: 311-322. Current Perspectives in Nitrogen Fixation Proceeding of the fourth International Symposium on Nitrogen Fixation. 11: 203-207. Soil Sci. PUSTAKAACUAN Alexander. Fath. KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada sampel tanah dari daerah hutan Mainakum.C. New York. dari hutan Kolawak sebanyak 7 isolat dan dari 534p. Populasi dan Karakterisasi Bakteri Pelarut Fosfat zonasinya bervariasi. 1979. Utilization of Insoluble Phosphate by Soil Fungi. yaitu mulai tcrbentuk pada hari ke 2 sampai hari ke 7. Penelitian ini perlu dilanjutkan uji efektifitas isolat yangtelah diperoleh untuk mendapatkan isolat yang potensial. 472 p.D. A. tetapi terikat pada unsur lainnya.Isolasi. Microbiol. Secara keseluruhan didapatkan 24 isolat murni.Purwaningsih. sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman untuktumbuh dan berkembang. 52 . E. 1990. 1981. yang semuanya mampu melarutkan fosfat. 1977. Inc. Fath (1990) mcnyatakan daerah Mauk Molotong sebanyak 9 isolat. A. namun dapat diharapkan bahwa dalam aplikasi nanti isolat tcrsebut dapat mcmperbaiki tanaman yang mengalami defisiensi (kahat) fosfor. Develop. bahwa pembentukan zonasi yang Iebih cepat akfulmcmpunyaikemampuanme1arutkan fosfat yang cepat pula. 1963. yang selanjutnya dapat digunakan sebagai pupuk hayati. Fundamental of Soil Science 8111 ed John Wiley & Sons. Gibson. . karena selain bclum banyak dilaporkan. hal ini tentunya cukup menarik. J. New York.

In. HL Ehrlich. Sand K.V. 1986.E. Stack. p: 497520. M and . Establishment ofNitrogen fixing and phosphate solubilizing bacteria in rhizosphere and their effect on yield and nutrient uptake of wheat crop. 1987. 345 p. S.M.C. Phosphate Dissolving Microorganism in the Soil and Rhizosphere. Role of biological and biochemical factors in soil mineral weathering. R. 33: 272-278. Berthelin.' wheat.K. R. Huang and M. Pub.r ISSN 0853 . Sci. 1992.1. SSSA Spec. Madison. 1994. 186p. Subba phatase solubilizing microorganism and arbuscularmycorrhizal fungus on mungbean grown under natural soil condition. Vol. Illmer. S.A.S. Agric.M. John Willey and Sons. Gaur. SSSA Spec. Soil Microbiology.B and M. Inc. 1986. Kundu. Sundara Rao. 1952. Microbiol. 1980. Robert. Huang and M. M.C. Biofertilizer in agriculture. Am. No. and common root seventy of spring .N. W. New York. No. Singh. Rao. Soil mineral transformation mediated by soil mibrobes. Sinha. Kapoor. Ivarson. Fertilizer Research. Mycorrhiza 7: 249253.K.M. P. 53: 26992703. In. 1981. 1998. Schiner. 17. Applied and Environ.S andA. 1963. p: 453496 .7240 Biologi. 57: 223-230.S. 1994. Schnitzer (editors). WI. P. E. WI. Madison. Increased phosphorus uptake by wheat and field beans inoculated with a phospho- Interaction of Soil Minerals with Natural Organics and Microbes. 53 . B. Interaction of Soil Minerals with Natural Organics and Microbes. and K. Silver. Biochem. Soil BioI. Indian J. Schnitzer (editors). Soil Sci. Penicillium biliji and phosphorus fertilization effects on the growth. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. PandF. Soil Sci. Effects of inoculation of phos- rus-solubilizingPenicillium biliji strain and with vesicular-arbuscular mycorrhizal fungi. Penerbit Rao. Kucey. development yield. Universitas Indonesia 353 h. Pub. Pub. \Vaksman. B.S. Johnson and R. Inc. Inc. London. Am. 3. 39: 97-103. Juni 2003 Goos. Oxford & IBH. 24: 389-395. W. N. Solubilization of organik phosphate by microorganism isolated from forest soil. Co. No. Plant and Soil. 17.