You are on page 1of 23

Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan

KULTUR JARINGAN TANAMAN A. Pengertian Kultur jaringan tanaman sebagai salah satu aplikasi dari bioteknologi tanaman merupakan budidaya tanaman yang dikerjakan secara in-vitro (dalam wadah tertutup atau dalam botol). Kultur jaringan yang dalam bahasa asing disebut sebagai tissue culture, weefsel cultuus atau gewebe kultur, menurut Yusnita (2004) didefinisikan sebagai suatu teknik menumbuhkembangkan bagian tanaman, baik berupa sel, jaringan atau organ dalam kondisi aseptik secara in-vitro, yang dicirikan oleh kondisi kultur yang aseptik, penggunaan media kultur buatan dengan kandungan nutrisi lengkap dan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) serta kondisi ruang kultur yang suhu dan pencahayaannya terkontrol. Kultur jaringan tanaman akan berhasil dengan baik apabila syarat-syarat yang dibutuhkan dapat terpenuhi. Syarat-syarat tersebut meliputi : pemilihan eksplan/bahan tanam, penggunaan media yang sesuai, keadaan yang aseptik dan pengaturan lingkungan tempat tumbuh yang sesuai. B. Dasar Ilmiah Kultur jaringan sesuai dengan definisinya sebagai teknik budidaya sel, jaringan dan organ tanaman dalam suatu lingkungan yang terkendali dan dalam keadaan aseptik, mengandung 2 prinsip dasar yang jelas, yaitu : 1. Bahan tanam yang bersifat totipoten. Pelaksanaan Teknik kultur jaringan ini berdasarkan teori sel yang dikemukakan oleh Schleiden dan Schwan mengenai sifat totipotensi (total genetic potencial), yaitu setiap sel tanaman yang hidup dilengkapi dengan informasi genetik dan perangkat

1

Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan

fisiologi yang lengkap untuk tumbuh dan berkembang menjadi tanaman utuh jika ditempatkan dalam lingkungan yang sesuai. 2. Budidaya yang terkendali. Sifat bahan yang totipotensi saja tidak cukup untuk kesuksesan kegiatan kultur jaringan. Keadaan media tempat tumbuh, lingkungan yang mempengaruhinya (kelembaban, temperatur, cahaya) serta keharusan sterilitas adalah hal mutlak yang harus terkendali.

2

2. (Yusnita. hal ini biasa digunakan untuk menghasilkan tanaman bebas virus atau penyakit sistemik lainnya. Teknik perbanyakan tanaman secara kultur jaringan dapat dilakukan sepanjang tahun tanpa bergantung pada musim. yaitu kultur jaringan untuk membelah dan belum terdeferensisai untuk menginduksi kalus. yaitu kultur jaringan yang sel-selnya masih aktif menggunakan jaringan tanaman yang Kulur biji steril.Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan C. 4. Memungkinkan dilakukannya menipulasi genetik. Dibandingkan konvensional. Perbanyakan tanaman secara kultur jaringan tidakmemerlukan tempat yang luas. 3. dengan perbanyakan tanaman tanaman kultur secara jaringan perbanyakan secara mempunyai beberapa kelebihan sebagai berikut : 1. mengatasi anggrek. 2004). Untuk memperbanyak tanaman tertentu yang sulit atau sangat lambat diperbanyak secara konvensional. 5. tanaman misalnya perkecambahannya mengalami permbelahan. Kalus merupakan sekumpulan sel yang membentuk tunas maupun akar. 2. 3 . 3. antara lain : 1. dapat digunakan untuk yang pada persentase biji tanaman perbanyakan rendah. Kultur meristem. misalnya tunas lateral tanaman yang masih muda. Macam Teknik Kultur Jaringan dan Manfaatnya Beberapa macam kultur jaringan yang dapat diaplikasikan berikut manfaatrnya. Salah satu manfaat kultur kalus adalah sebagai usaha produksi metabolit sekunder yang merupakan bahan aktif untuk obat-obatan pada industri farmasi. Bibit yang dihasilkan lebih sehat. masih aktif Kultur kalus.

Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan 4 .

b. meliputi :  Laminar Air Flow Cabinet (LAFC). Mengetahui langkah-langkah dalam pembuatan media kultur jaringan B. Tujuan Praktikum 1. Setelah disterilisasi. pisau lampu bunsen yang berisi spirtus. meliputi :          Timbangan Analitik Botol-botol kultur Magnetik stirer pH meter Gelas piala Pipet Plastik pp 0. Alat dan Bahan 1. yaitu petridish dan peralatan diseksi dibungkus dengan kertas. Alat-alat penanaman. Peralatan untuk penanaman eksplan. Mengetahui prosedur sterilisasi alat-alat penanaman 2.5 kg/cm2 selama 45 menit. Alat a. Peralatan untuk pembuatan media.3 mm Karet gelang Kertas label. gunting eksplan.   pemes. Peralatan diseksi. kemudian disterilisasi di dalam autoklaf pada tekanan 1. yaitu pinset besar/kecil. lengkap dengan Petridish dan botol-botol kultur. 5 . alat-alat tersebut disimpan di dalam oven.Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan ACARA I STERILISASI ALAT DAN PEMBUATAN MEDIA KULTUR A.

(2) Melarutkan bahan-bahan kimia tersebut ke dalam aquadest dengan volume tertentu. Larutan stok media menjadi beberapa kali konsentrasi. Langkah-langkah pembuatan larutan stok . Larutan stok. b. Bahan-bahan untuk pembuatan media a. oleh karena itu bahan-bahan tersebut disediakan dalam bentuk larutan yang disebut sebagai larutan stok. Gula e. misalnya untuk unsur hara makro dikalikan 20 dan unsur hara mikro dikalikan 100 kali konsentrasi. Aquadest b. Pembuatan Larutan Stok Bahan-bahan kimia komponen media dibutuhkan dalam jumlah yang relatif kecil.Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan 2. (3) Memasukkan masinr-masing larutan ke dalam botol dan menyimpannya ke dalam refrigerator. Agar-agar d. memudahkan relatif kecil. terdiri atas hara makro dan mikro. Larutan stok zat pengatur tumbuh (1) Menimbang bahan-bahan kimia yang telah dikalikan berfungsi penimbangan penimbangan bahan-bahan yang diperlukan dalam jumah yang 6 . NaOH 1 N dan HCL 1 N C. misalnya 500 ml. c. meliputi : a. vitamin serta ZPT. Cara Kerja 1. Larutan stok merupakan larutan bahan-bahan komponen media yang besarnya Sehingga telah larutan dikalikan menjadi stok ini dan menghindari beberapa untuk kesalahan konsentrasi.

B5 (1976).1 l = 10 mg/100 ml (3) Melarutkan bahan dengan Alkohol atau NaOH 1 N kemudian ditambah dengan aquadest sampai 300 ml untuk BAP dan 100 ml untuk IBA. Contohnya komposisi Knudson C (1946). Gamborg dkk.3 l = 30 mg/300 ml (2) 100 ppm = Menghitung kebutuhan bahan IBA 100 100 mg/l ppm sebanyak 100 ml adalah sebagai berikut : = 10 mg/0. Cara membuat larutan stok masingmasing ZPT adalah sebagai berikut : (1) 100 ppm = Menghitung kebutuhan bahan BAP 100 100 mg/l ppm sebanyak 300 ml adalah sebagai berikut : = 30 mg/0. Murashige dan SkoogMS (1962) serta woody plant medium-WPM (Lloyd dan McCown. (4) refrigerator. 2. Linsmaier dan Skoog-LS (1965). Komponen media kultur yang lengkap sebagai berikut : Memasukkan masing-masing larutan tersebut ke dalam botol dan menyimpannya ke dalam 7 .Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan Zat pengatur tumbuh hanya diperlukan dalam jumlah sedikit sekali. Biasanya zat pengatur tumbuh ini dibuat dengan kepekatan 1-10 mg/ml. Heller (1953). Nitsch dan Nitsch (1972). 1980). Pembuatan Media Media kultur merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan perbanyakan tanaman secara kultur jaringan. Berbagai komposisi media kultur telah diformulasikan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang dikulturkan.

Vitamin. asam amino dan bahan organik lain.       (Yusnita. Zat pengatur tumbuh. 8 . Agar-agar atau gelrite sebagai pemadat media. (2) Mengambil larutan stok ZPT sesuai dengan perlakuan.Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan  Air distilata (akuades) atau air bebas ion sebagai Hara-hara makro dan mikro. maka volume larutan stok yang diambil adalah : V1 x M1 V1 x 100 ppm = 1000 ml x 0. Langkah-langkah pembuatan media (1 liter) adalah pelarut atau solven. Suplemen berupa bahan-bahan alami. jika diperlukan. 2004).5 ppm M1 = dosis larutan stok yang tersedia V2 = volume media yang akan dibuat M2 = dosis media yang akan dibuat.5 = V2 x M2 V1 Ket. misalnya :  Untuk membuat media 1 L dengan konsentrasi BAP 2 = V2 x M2 V1  = 20 ml/L ppm. Gula (umumnya sukrosa) sebagai sumber energi. (3) Menambah aquadest sampai 1000 ml. : V1 = = 5 ml/L volume larutan stok yang diambil ppm. maka volume larutan stok yang diambil adalah : V1 x M1 V1 x 100 ppm = 1000 ml x 2 ppm Untuk membuat media 1 L dengan konsentrasi IAA 0. sebagai berikut : (1) Mengambil masing-masing larutan stok sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan dan memasukkannya ke dalam gelas piala.

(10) Menyimpan media pada rak penyimpan media yang bertujuan untuk mengantisipaso ada tidaknya kontaminasi pada media sehingga dapat dicegah penggunaan media yang telah terkontaminasi pada saat penanaman.Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan (4) Menambah gula sebanyak 30 gr. (5) Mengatur pH dalam kisaran 5. (7) Menuangkan larutan media ke dalam botol-botol kultur kurang lebih 25 ml tiap botol.5 ppm.3 dengan menambahkan beberapa tetes NaOH untuk menaikkan pH atau HCL untuk menurunkan pH. (9) Memasukkan botol-botol berisi media ke dalam autoklaf untuk proses sterilisasi pada tekanan 1. larutan media diaduk dengan magnetik stirer. Pada saat pengukuran pH. Media Penanaman Dalam praktikum ini.8 – 6. (6) Menambahkan agar-agar 8 gr kemudian dididihkan. (8) Menutup botol berisi larutan media dengan plastik. media yang digunakan adalah media Murashige dan Skoog (MS) yang dimodifikasi dengan penambahan ZPT BAP 2 ppm dan IAA 0. Media kultur tersebut digunakan untuk penanaman 4 macam eksplan dengan masing-masing eksplan diulang sebanyak 2 kali untuk setiap mahasiswa / praktikan.5 kg/cm2 selama 45 menit. 3. 9 .

B. 2.25 % (Sunclin 100 %) selama ± 3 menit. Petridish dan botol-botol kultur c. Eksplan : mawar b. Alkohol 96 % d. dilanjutkan dengan chlorox 5. Media kulltur c. Alat a. Mengetahui teknik kultur jaringan mawar Mengetahui pengaruh BAP dan IBA terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan mawar. LAFC lengkap dengan lampu bunsen b. 1.  Membilas eksplan dengan aquadest steril. Penanaman eksplan Membuka plastik penutup botol media kultur. Peralatan diseksi yaitu pinset besar/kecil dan pisau pemes.Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan ACARA II KULTUR JARINGAN MAWAR A. 2.  3. 2. Bahan a. Aquadest steril e. 10 .  Persiapan eksplan Sterilisasi ekpslan (dilakukan dalam LAFC) Merendam eksplan dalam larutan Dithane M-45 3 mg/l selama ± 12 jam. Tujuan Praktikum. Chlorox (Sunclin) C. Spirtus f. Alat dan Bahan 1. Cara Kerja 1.

kelembaban dan cahayanya. Pengamatan selama 5 minggu. dilakukan pada akhir pengamatan. tunas.Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan  Mengambil eksplan dan menanamnya di media kultur dengan pinset. diamati 1 minggu sekali. daun dan kalus (HST). pinset harus selalu dibakar di atas api. Setelah digunakan. Selama penanaman. dilakukan pada akhir pengamatan. tunas dan daun.  4. Pemeliharaan Botol-botol media berisi eksplan ditempatkan di rak-rak kultur Lingkungan di luar botol harus dijaga suhu. diamati setiap hari. Persentase keberhasilan. yang diamati : Saat muncul akar.    5.     11 . mulut botol harus selalu dekat dengan api untuk menghindari kontaminasi. Jumlah akar. Deskripsi kalus (struktur dan warna kalus). Penyemprotan botol-botol kultur dengan spirtus dilakukan 2 hari sekali untuk mencegah kontaminasi.

 Membilas eksplan dengan aquadest steril. Alat a. 2. Peralatan diseksi yaitu pinset besar/kecil dan pisau pemes. 2. f.  Eksplan : nanas. Petridish dan botol-botol kultur c. Bahan a. dilanjutkan dengan chlorox 5.  3.Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan ACARA III KULTUR JARINGAN NANAS A. 1. 2. Penanaman eksplan Membuka plastik penutup botol media kultur. LAFC lengkap dengan lampu bunsen b.25 % (Sunclin 100 %) selama ± 3 menit. d. 1. Tujuan Praktikum Mengetahui teknik kultur jaringan nanas Mengetahui Alat dan Bahan pengaruh BAP dan IBA terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan nanas. b. 1. Media kulltur Alkohol 96 % Aquadest steril Spirtus Chlorox (Sunclin) Cara Kerja Persiapan eksplan Sterilisai eksplan (dilakukan dalam LAFC) Merendam eksplan dalam larutan Dithane M-45 3 mg/l selama ± 12 jam. 12 . B. c. C. e.

 13 . pinset harus selalu dibakar di atas api.Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan  Mengambil eksplan dan menanamnya di media kultur dengan pinset. Selama penanaman. mulut botol harus selalu dekat dengan api untuk menghindari kontaminasi. Setelah digunakan.

 5. tunas dan daun. Pengamatan selama 5 minggu.     14 . dilakukan pada akhir pengamatan.  kultur  Pemeliharaan Botol-botol media berisi eksplan ditempatkan di rak-rak Lingkungan di luar botol harus dijaga suhu. Jumlah akar. Persentase keberhasilan. Deskripsi kalus (struktur dan warna kalus). kelembaban dan cahayanya. daun dan kalus (HST). dilakukan pada akhir pengamatan. diamati setiap hari. tunas. yang diamati : Saat muncul akar. Penyemprotan botol-botol kultur dengan spirtus dilakukan 2 hari sekali untuk mencegah kontaminasi.Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan 4. diamati 1 minggu sekali.

Spirtus f. Tujuan Praktikum Mengetahui teknik kultur jaringan pisang Mengetahui Alat dan Bahan pengaruh BAP dan IBA terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan pisang. 1. Chlorox (Sunclin) C. 2. Aquadest steril e. Alkohol 96 % d. Petridish dan botol-botol kultur f. Alat d. 15 .Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan ACARA IV KULTUR JARINGAN PISANG A. Media kulltur c. Bahan a.  Membilas eksplan dengan aquadest steril. 2. 1. ii.  Cara Kerja Persiapan eksplan Sterilisai eksplan (dilakukan dalam LAFC) Merendam eksplan dalam larutan Dithane M-45 3 mg/l selama ± 12 jam. Peralatan diseksi yaitu pinset besar/kecil dan pisau pemes. dilanjutkan dengan chlorox 5.  iii.25 % (Sunclin 100 %) selama ± 3 menit. i. LAFC lengkap dengan lampu bunsen e. B. Eksplan : pisang b. Penanaman eksplan Membuka plastik penutup botol media kultur.

diamati 1 minggu sekali. Jumlah akar. Pemeliharaan Botol-botol media berisi eksplan ditempatkan di rak-rak kultur Lingkungan di luar botol harus dijaga suhu. yang diamati : Saat muncul akar. Penyemprotan botol-botol kultur dengan spirtus dilakukan 2 hari sekali untuk mencegah kontaminasi. kelembaban dan cahayanya. Persentase keberhasilan. tunas. daun dan kalus (HST). dilakukan pada akhir pengamatan. Selama penanaman.Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan  Mengambil eksplan dan menanamnya di media kultur dengan pinset. dilakukan pada akhir pengamatan.    v. diamati setiap hari. pinset harus selalu dibakar di atas api.     16 . Deskripsi kalus (struktur dan warna kalus).  iv. Pengamatan selama 5 minggu. mulut botol harus selalu dekat dengan api untuk menghindari kontaminasi. tunas dan daun. Setelah digunakan.

Alat dan Bahan 1. Alat a. Spirtus 17 . Lingkungan di luar botol harus dijaga suhu. Cara Kerja 1. mulut botol harus selalu dekat dengan api untuk menghindari kontaminasi 2. Penyemprotan botol-botol kultur dengan spirtus dilakukan 2 hari sekali untuk mencegah kontaminasi. d. kelembaban dan cahayanya c. Membuka plastik penutup botol media kultur b. Petridish dan botol-botol kultur c. Selama penanaman. eksplan : kalus. Mengambil eksplan/ memecah eksplan kalus/ tunas/ buku yang ada dan menanamnya di media kultur baru dengan pinset. tunas/buku b. Media kultur c. Botol-botol media berisi eksplan ditempatkan di rak-rak kultur b. Penanaman Eksplan a. pinset harus selalu dibakar di atas api c. Peralatan diseksi (pinset besar/ kecil dan scalpel) 2. Tujuan Praktikum • Mengetahui teknik sub kultur untuk beberapa jenis eksplan yang tersedia B. Setelah digunakan. Alkohol 96% C.Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan ACARA V SUB KULTUR A. Bahan a. Pemeliharaan a. LAFC lengkap dengan lampu bunsen b. Aquadest steril e.

tunas. Pengamatan selama 5 minggu. yang diamati: • Saat muncul akar. tunas dan daun.Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan 3. diamati setiap hari • Jumlah akar. daun dan kalus (HST). dilakukan pada akhir pengamatan 18 . diamati 1 minggu sekali • Deskripsi kalus (struktur dan warna kalus).

Bahan 3...... Kesimpulan 2... Tujuan 3..... Waktu dan Tempat Praktikum... 19 .... Alat 2.. Bahan dan Cara Kerja 1... Pendahuluan 1.. Latar Belakang 2.....) A. Kesimpulan dan Saran 1...... Saran Daftar Pustaka Acara III .... Acara IV........... Jumlah Akar 3...... Cara Kerja D.............. Bahan 3... Waktu dan Tempat Praktikum B. Pendahuluan 1.. Alat. Bahan dan Cara Kerja 1..... B. Tinjauan Pustaka C. Alat 2...Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan Format penulisan laporan : Halaman Judul Halaman Pengesahan Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Acara I Sterilisasi Alat dan Pembuatan Media Kultur A..... Cara Kerja Acara II Kultur Jaringan Mawar (Rosa sp........ Hasil dan Pembahasan 1.... Saat Muncul Akar 2.. Tujuan 3. ........ Alat.... Acara V. Tinjauan Pustaka C.... Latar Belakang 2...... E..

.......... NIM : …..... PROGRAM STUDI .................Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan Contoh Halaman Judul / Cover (warna biru muda) KULTUR JARINGAN LAPORAN PRAKTIKUM Di susun oleh : Nama : …................. FAKULTAS ...... UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010 20 ........... Kelompok : …....

.1.3..Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan Contoh Tabel Pengamatan Tabel 2. Saat Muncul TunasTanaman Mawar Macam Eksplan Saat Muncul Akar Mawar Tabel 2. Saat Muncul Akar Tanaman Mawar Macam Eksplan Ulangan 1 2 3 4 5 6 7 8 X Ulangan 1 2 3 4 5 6 7 8 X Saat Muncul Akar Mawar Tabel 2.2. 21 .

Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan Tabel rekapan secara keseluruhan Macam Ekspla n Ulanga n 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 Saat Muncul Akar Saat Muncul Tunas Saat Muncul Daun Saat Muncul Kalus Jumla h Akar Jumla h Tunas Jumla h Daun Persentas e Keberhasil an Mawar Nanas Pisang Sub Kultur 22 .

. 9. 6. setiap kelompok harap datang 10 menit sebelum jadwal yang telah ditetapkan. 2. Kul-Jar Lab Kul-Jar Lab Kul-Jar Lab Kul-Jar 5. Lab. 7. Nb : Saat penanaman eksplan.Petunjuk Praktikum Kultur Jaringan Jadwal Praktikum Kultur Jaringan No 1. Acara Asistensi Pretest Acara I Sterilisasi & Pembuatan Media Acara II Penanaman Eksplan II Acara III Penanaman Eksplan III Acara IV Penanaman Eksplan IV Acara V Sub-Kultur dan Aklimatisasi Pengumpulan Laporan 2 Minggu setelah Pengamatan Terakhir (1 orang 1 laporan) Responsi 1 Minggu setelah pengumpulan laporan (yang belum mengumpulkan laporan Tidak diperkenankan ikut responsi) Waktu Tempat Ruang Kuliah Lab Kul-Jar Lab Kul-Jar 4. 3.Harap diperhatikan!! 23 . 8.